Showing posts sorted by relevance for query inflasi adalah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query inflasi adalah. Sort by date Show all posts

Pengertian inflasi

Pengertian inflasi


Pengertian inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di mana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena disaat setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali. Inflasi secara umum dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi adalah suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat di hilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.

Berdasarkan tingkat kualitas 

a) Inflasi ringan 
Inflasi ringan atau inflasi merangkak (creeping inflation) adalah inflasi yang lajunya kurang dari 10% per tahun, inflasi seperti ini wajar terjadi pada negara berkembang yang selalu berada dalam proses pembangunan. 

b) Inflasi sedang 
Inflasi ini memiliki ciri yaitu lajunya berkisar antara 10% sampai 30% per tahun. Tingkat sedang ini sudah mulai membahayakan kegiatan ekonomi. Perlu diingat laju inflasi ini secara nyata dapat diliat garak kenaikan harga. Pendapatan riil masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti buruh, mulai turun dan kenaikan upah selalu lebih kecil apabila dibandingkan dengan kenaikan harga. 

c) Inflasi berat 
Inflasi berat adalah inflasi yang lajunya antara 30% sampai 100%. Kenaikan harga sudah sulit dikendalikan. Hal ini diperburuk lagi oleh pelaku-palaku ekonomi yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan spekulasi. 

d) Inflasi liar (hyperinflation) 
Inflasi liar adalah inflasi yang lajunya sudah melebihi dari 100% per tahun. Inflasi ini terjadi apabila setiap saat harga-harga selalu berubah serta meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hyperinflastion).


Jenis inflasi ini dibedakan menjadi dua : 

  • Inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga (price push inflation) karena kenaikan harga bahan-bahan baku dan kenaikan penghasilan/gaji, misalnya OPEC menaikan harga minyak ; 
  • Inflasi yang disebabkan karena kenaikan upah (wages cosh inflation) misalnya karena kenaikan gaji pegawai negeri yang diikuti usaha-usaha swasta juga, maka harga-harga barang barang lain juga ikut naik. Biasanya inflasi karena kenaikan gaji atau upah sangat ditakuti karena akan bias menimbulkan inflasi secara berkelanjutan. Karena upah naik, harga-harga akan naik. Karena harga barang naik, maka upah harus dinaikkan dan ini kemungkinan akan terus berkelanjutan.

Dampak Inflasi 

Inflasi yang terkendali bisa meningatkan aktivitas perekonomian, jadi ternyata inflasi tidak selalu berdampak buruk untuk perekonomian, Di bawah ini bebrapa dampak inflasi terhadap kegiatan dan kondisi perekonomian masyarakat. 

Dampak inflasi terhadap pendapatan adalah dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat merugikan atau menguntungkan. Pada sebagian keadaan, inflasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu inflasi dapat membantu pengusaha menambah kemampuan produksinya. Dengan begitu, akan tumbuh lapangan kerja baru dan bertambahnya pendapatan seseorang. Tetapi, bagi masyarakat yang berpendapatan tetap inflasi akan mengakibatkan mereka rugi karena pendapatan yang tetap itu apabila ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit. 

Dampak Inflasi terhadap Ekspor : Pada kondisi inflasi, daya saing untuk barang ekspor menjadi berkurang. Penyebab berkurangnya daya saing ini adalah harga barang ekspor yang semakin mahal. Selain itu, inflasi bisa menyulitkan negara dan para eksportir. Dampak untuk negara adalah mengalami kerugian sebab daya saing barang ekspor berkurang yang mengakibatkan jumlah penjualan menjadi berkurang. Selain itu, devisa yang didapat juga makin sedikit. 

Efek Inflasi terhadap minat orang untuk menabung : Saat terjadi inflasi, penghasilan riil para penabung jadi berkurang karena jumlah bunga yang di peroleh pada kenyataannya berkurang disebabkan pertumbuhan inflasi. Contohnya, pada bulan agustus tahun 2015 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito setahun. Nah, deposito itu menghasilkan bunga sebesar 20% per tahun. Apabila tingkat inflasi sepanjang agustus 2015 sampai agustus 2016 lumayan tinggi, contoh 16%, maka penghasilan uang dari uang yang didepositokan hanya tersisa 4%. Oleh karena itu, salah satu dampak inflasi adalah membuat minat orang menabung menjadi berkurang. 

Dampak Inflasi terhadap kalkulasi harga pokok : Kondisi inflasi mengakibatkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok dapat sangat besar atau bahkan sangat kecil. Karena persentase dari inflasi itu sendiri tidak teratur, kita tidak dapat memastikan berapa % inflasi untuk suatu masa tertentu. Dampaknya, penetapan harga jual dan harga pokok sering tidak sesuai. Kondisi inflasi ini bisa mengacaukan kegiatan perekonomian, khususnya untuk produsen.

Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 2

Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 2


Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 2




Soal Kelas X semester 2




Bacalah teks di bawah ini.




Membayar dengan Suara




Di suatu desa bernama Qoryatun Kabir di daerah Timur Tengah, ada seorang pengembara bernama Abu Nawas. Ia sudah jauh berjalan menyusuri padang pasir yang luas hingga bekalnya menipis. Saat Abu Nawas singgah di Qoryatun Kabir, ia dalam keadaan lapar. Ia hanya memiliki sepotong roti dan sedikit uang koin.




Di tengah rasa lapar yang mendera perutnya, Abu Nawas mencium aroma masakan yang sedap. Aroma tersebut muncul dari sebuah kedai makanan yang ada di desa. Ia lalu menghampiri kedai tersebut. “Pak, boleh aku duduk di sini? Aku pengembara yang kelelahan setelah berjalan jauh,” ujar Abu Nawas pada pemilik kedai. “Ya, boleh. Duduk saja,” sambut pemilik kedai. “Terima kasih Pak. Ngomong-ngomong, aroma makanan di kedai ini sedap sekali ya Pak,” ucap Abu Nawas kepada pemilik kedai. “Hahaha, tentu saja. Itu adalah makanan buatanku. Rasanya sangat lezat, aromanya menggugah selera, dan harganya mahal. Apa kau mau membelinya?” tanya pemilik kedai pada Abu Nawas. “Tidak Pak. Aku tidak punya cukup uang untuk membeli makanan di sini,” jawab Abu Nawas. Muka pemilik kedai berubah kecut. “Kalau begitu kau jangan lama-lama di sini ya,” ujar pemilik kedai kepada Abu Nawas. Ia lalu pergi menuju dapurnya.




Abu Nawas yang kelaparan mengeluarkan sisa rotinya. Ia lalu berpikir, “Roti ini pasti akan terasa lebih enak kalau kumakan sambil menghirup aroma makanan yang lezat.” Ia lalu memakan rotinya sambil menghirup aroma makanan. Saat dia melakukan hal tersebut, diam-diam pemilik kedai memperhatikannya.




Setelah menghabiskan roti, Abu Nawas pamit untuk melanjutkan perjalanan. “Pak, saya mau pergi untuk melanjutkan perjalanan. Terima kasih atas tumpangannya,” ujar Abu Nawas pada pemilik kedai. “Eit, tidak bisa. Sebelum pergi, kau harus membayar,” sahut pemilik kedai pada Abu Nawas. Abu Nawas kebingungan. “Bukannya tadi Bapak mengizinkan saya untuk duduk sebentar di sini?” tanya Abu Nawas. “Iya, saya mengizinkan kau untuk duduk di sini. Bukan itu yang harus kau bayar. Kau harus membayar karena makan sambil mengirup aroma makanan yang aku buat,” ujar pemilik kedai. “Ta..tapi saya hanya menghirup aroma makanan Bapak. Saya tidak memakannya,” ujar Abu Nawas. Pemilik kedai tetap bersikeras menyuru Abu Nawas membayar.




Saat keributan antara Abu Nawas dan pemilik kedai berlangsung, lewat sang kepala desa. Kepala Desa Qoryatun Kabir terkenal adil dan bijak. Ia menghampiri Abu Nawas dan pemilik kedai, lalu meminta mereka menceritakan duduk permasalahan yang terjadi.




Kepala desa yang telah mengetahui masalah antara Abu Nawas dan pemilik kedai lalu meminta mereka duduk bersama. Setelah duduk, kepala desa berkata,”Abu Nawas, kau perlu membayar sang pemilik kedai. Keluarkan kantung uangmu.”  Abu Nawas tidak dapat menolak permintaan kepala desa. Ia pun mengeluarkan kantung uang miliknya. “Guncangkan kantung uangmu,” perintah kepala desa. “Krincing, krincing,” terdengar suara uang koin yang beradu dalam kantung uang Abu Nawas. “Kau dengar suara uang itu?” tanya kepala desa kepada pemilik kedai. “Ya, saya mendengarnya, Tuan,” ujar pemilik kedai.  “Nah, itu bayaran untukmu. Sekarang kau dan pemuda ini sudah impas. Masalah kalian pun sudah selesai,” ujar kepala desa pada pemilik kedai.




Kepala Desa Qoryatun Kabir menyelesaikan masalah antara Abu Nawas dan pemilik kedai dengan cara unik namun adil. Aroma makanan pemilik kedai yang dihirup Abu Nawas cukup dibayar oleh Abu Nawas dengan suara gemerincin uangnya. Setelah kejadian itu, pemilik kedai pun merasa malu dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Abu Nawas pun berterima kasih kepada kepala desa dan kembali melanjutkan perjalanannya.




Dikutip dari www.svaio.wordpress.com/2012/10/08/bayar-bau-dengan-suara/ (dengan pengubahan)




1. Qoryatun Kabir dalam teks tersebut adalah nama . . . .



A. desa



B. kedai



C. kepala desa



D. pemilik kedai




2. “Kepala Desa Qoryatun Kabir menyelesaikan masalah antara Abu Nawas dan pemilik kedai dengan cara unik namun adil.”



Pola kalimat tersebut adalah . . . .



A. K-S-P-O



B. S-P-O-K



C. S-P-O



D. S-P-K




3. Berikut ini adalah partisipan dalam teks “ Membayar dengan Suara,” kecuali . . . .



A. pemilik kedai



B. kepala desa



C. Abu Nawas



D. raja




4. Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi teks “Membayar dengan Suara” adalah . . .



A. Pemilik kedai adalah orang yang jago memasak.



B. Kepala desa tidak ikut makan roti bersama Abu Nawas.



C. Abu Nawas membayar pemilik kedai dengan seluruh uang yang dimilikinya.



D. Kepala desa membantu memecahkan masalah Abu Nawas dan pemilik kedai.




5. Dialog yang tepat yang diucapkan kepala desa saat menghampri Abu Nawas dan pemilik kedai yang sedang bertikai adalah . . .



A. Hmm, aku mencium bau masaka yang gosong. Siapa yang sdang memasak?



B. Hai kalian berdua, sudah, jangan ribut lagi. Sebenarnya apa yang terjadi?



C. Tidak pagi, tidak siang, tidak malam, kalian ini selalu saja bertengkar.



D. Wah, siang ini panas sekali. Aku ingin minum es kelapa.




Bacalah teks di bawah ini.




Harga Bahan Sayur Asam




Di sebuah pasar tradisional di jantung kota, ada seorang ibu yang sedang berbelanja. Ibu itu bernama Mawar. Dengan membawa sebuah dompet yang berisi uang belanjaan, Mawar menghampiri seorang pedagang sayur. Pedagang sayur yang ia datangi bernama Bu Minah. Bu Minah adalah pedagang sayur yang menjual sayuran dengan kualitas paling baik. Selain sayur, Bu Minah juga menjual bumbu dapur, minyak goreng, dan kebutuhan dapur lainnya. Setelah Mawar dan Bu Minah bertemu muka, mulai terjadi dialog antara penjual dan pembeli.




Bu Minah : Eh, Mbak Mawar. Mau masak apa Mbak kali ini? Dipilih saja sayurnya. Saya jamin segar Mbak.



Mawar : Ini Bu Minah, saya mau masak sayur asam. Langganan warung saya, Mbak Prima, Mbak Ade, dan teman-teman kantornya, lagi suka sayur asam. Jadi mereka request sayur asam ke saya.



Bu Minah : Wah, semoga laris ya dagangan Mbak Mawar.



Mawar  : Amin Bu. Saya pilih sayuran dulu ya, Bu.




Advertisement






Mawar memilih sayuran yang ia butuhkan untuk membuat sayur asam. Mawar pun mengambil beberapa sayuran segar di lapak dagangan Bu Mirna. Setelah selesai memilih, ia pun akan membayar sayurannya.




Mawar : Bu, saya beli pepaya muda satu, melinjo dua, daun melinjo, kacang panjang seikat, kol satu, jagung manis satu, labu siam satu, terung satu. Jadi berapa, Bu?



Bu Minah : Jadi lima belas ribu rupiah.



Mawar  : Waduh, bisa kurang Bu? Dua belas ribu boleh?



Bu Minah : Wah, tidak bisa Mbak Mawar. Sudah harga pas itu.



Mawar  : Biasanya lebih murah, Bu. Boleh ya dua belas?



Bu Minah : Sekarang sayur lagi sulit Mbak. Musim hujan banyak sayur yang layu.



Mawar : Hmm, kalau saya juga beli satu set bumbu sayur asam jadi lima belas ribu bagaimana?



Bu Minah : Hmm, tambahin sedikit deh Mbak Mawar. Jadi tujuh belas ribu.



Mawar  : Hmm, lima belas ribu deh, Bu. Dua ribu untuk ongkos angkot.



Bu Minah : Ya, boleh-boleh. Ini bahan-bahan sayur asam dan telur pesanan Mbak Mawar sudah saya bungkus.



Mawar  : Wah, terima kasih ya, Bu. Ini uangnya.



Bu Minah : Iya, sama-sama.




6. Pihak yang bernegosiasi pada teks “Harga Bahan Sayur Asam”  adalah . . . .



A. Mawar dan Bu Minah



B. Bu Minah dan Istri Pak Mul



C. Mbak Prima dan Mbak Ade



D. Mawar, Mbak Prima, dan Bu Minah




7. Penulisan nominal dua belas ribu rupiah yang tepat adalah . . . .



A. Rp 12.000, 00



B. Rp.12.000,00



C. Rp.12,000,00



D. Rp12.000,00




8. Jenis sayuran untuk membuat sayur asam yang tidak dibeli Mawar adalah . . . .



A. kacang tanah



B. jagung manis



C. labu siam



D. kol




9. Negosiasi pada teks “Harga Bahan Sayur Asam” bertujuan untuk . . . .



A. menentukan kenaikan harga sayur di pasaran



B. mencapai kesepakatan harga beli bahan sayur asam



C. mengurangi inflasi yang terjadi di kalangan pedagang sayur di pasar



D. menyepakati jumlah bahan yang diperlukan untuk membuat satu mangkuk sayur asam




10. Sinonim dari kata “dialog” adalah . . . .



A. transaksi



B. negosiasi



C. penawaran



D. percakapan




Bacalah teks di bawah ini.




Teks A




Komodo




Komodo (Varanus Komodoensis) adalah spesies kadal besar yang hidup di lima pulau di Indonesia, yaitu Pulau Komodo, Rintja, Gilimontang, Padar, dan Pulau Flores. Komodo adalah hewan karnivora. Panjang tubuh komodo dewasa berkisar 2—3,1 meter. Berat tubuh komodo dapat mencapai 150 kilogram. Perkiraan jumlah populasi komodo di saat ini adalah tiga ribu sampai lima ribu ekor. 




Dikutip dari http://www.florafauna.web.id (dengan penyesuaian) 




Teks B




Komodo




Komodo adalah hewan yang unik dan mengingatkan kita pada dinosaurus.  Sebagai kadal terbesar, komodo memiliki tubuh yang sangat panjang. Panjang komodo dewasa dapat mencapai tiga meter lebih.  Berat komodo juga dapat mencapai 150 kilogram. Walau merupakan hewan kadal terbesar, jumlah populasi komodo tidak banyak seperti populasi kadal pada umumnya. Komodo saat ini termasuk hewan yang dilindungi karena jumlah populasinya yang sedikit, yaitu hanya berkisar tiga ribu sampai lima ribu ekor. 




Dikutip dari http://www.florafauna.web.id (dengan penyesuaian)




11. Berdasarkan ciri penyampaian isi, teks A dan teks B  merupakan teks . . . .



A. teks A adalah teks deskripsi dan teks B adalah teks argumentatif



B. teks A adalah teks argumentatif dan teks B adalah teks deskripsi



C. teks A adalah teks laporan dan teks B adalah teks deskripsi



D. teks A adalah teks deskripsi dan teks B adalah teks laporan




12. Informasi yang tidak sama-sama terdapat dalam dua teks tersebut adalah informasi. . . .



A. berat komodo



B. panjang tubuh komodo



C. jumlah populasi komodo



D. lokasi persebaran komodo




13. Arti kata “karnivora” adalah pemakan . . . .



A. daging



B. kacang



C. segalanya



D. tumbuhan




14. “Berat tubuh komodo dapat mencapai 150 kilogram.”



Pola kalimat tersebut adalah . . . .



A. S-P-K



B. S-P-O



C. S-P-O-K



D. K-S-P-O




15. Salah satu kalimat argumentatif pada dua teks tersebut adalah . . .



A. Komodo adalah hewan karnivora.



B. Berat komodo juga dapat mencapai 150 kilogram.



C. Panjang tubuh komodo dewasa berkisar 2—3,1 meter.



D. Sebagai kadal terbesar, komodo memiliki tubuh yang sangat panjang.




Kunci Jawaban:




1. A



2. B



3. D



4. C



5. B



6. A



7. D



8. A



9. B



10. D



11. C



12. D



13. A



14. B



15. D



Pengertian Pajak

Pengertian Pajak 





Pajak adalah pungutan harus yang dibayar rakyat untuk negara dan akan dipakai untuk kebutuhan pemerintah serta masyarakat umum. Rakyat yang membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung, karena pajak dipakai untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Pajak adalah salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.


Ciri-ciri Pajak 



1. Pajak Adalah Kontribusi Wajib Warga Negara 

Artinya setiap orang mempunyai kewajiban untuk membayar pajak. Tetapi hal tersebut hanya berlaku untuk warga negara yang telah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif. Yaitu warga negara yang mempunyai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) lebih dari Rp2. 050. 000 per bulan. Jika Anda adalah karyawan/pegawai, baik karyawan swasta maupun pegawai pemerintah, dengan keseluruhan penghasilan lebih dari Rp2 juta, maka wajib membayar pajak. Jika Anda adalah wiraswasta, jadi setiap penghasilan akan dikenakan pajak sebesar 1% dari keseluruhan penghasilan kotor/bruto (berdasar pada PP 46 tahun 2013).

2. Pajak Bersifat Memaksa Untuk Setiap Warga Negara 

Jika seseorang telah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif, maka wajib untuk membayar pajak. Dalam undang-undang pajak telah dijelaskan, jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif maupun hukuman dengan cara pidana.

3. Warga Negara Tidak Mendapat Imbalan Langsung 

Pajak berbeda dengan retribusi. Contoh retribusi : ketika mendapat manfaat parkir, maka harus membayar sejumlah uang, yakni retribusi parkir, tetapi pajak tidak seperti itu. Pajak adalah salah satu fasilitas pemerataan pendapatan warga negara. Jadi saat membayar pajak dalam jumlah tertentu, Anda tidak langsung menerima manfaat pajak yang dibayar, yang akan Anda dapatkan berupa perbaikan jalan raya di daerah Anda, sarana kesehatan gratis untuk keluarga, beasiswa pendidikan untuk anak Anda, serta lain-lainnya.

4. Berdasarkan Undang-undang 

Perspektif Pajak Dari Sisi Ekonomi dan Hukum 



a) Pajak dari perspektif ekonomi 

Hal semacam ini bisa dinilai dari beralihnya sumber daya dari sektor privat (warga negara) pada sektor umum (masyarakat). Hal semacam ini memberi gambaran bahwa pajak menyebabkan 2 kondisi menjadi berubah, yakni :

Pertama, berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang serta layanan.

Kedua, bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang serta layanan umum yang merupakan keperluan masyarakat.

b) Pajak dari perspektif hukum 

Perspektif ini terjadi akibat adanya suatu ikatan yang muncul karena undang-undang yang menyebabkan timbulnya keharusan warga negara untuk menyetorkan sejumlah dana tertentu kepada negara. Dimana negara memiliki kekuatan untuk memaksa serta pajak itu dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Hal semacam ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdasar pada undang-undang, hingga menjamin ada kepastian hukum, baik untuk petugas pajak sebagai pengumpul pajak maupun untuk wajib pajak sebagai pembayar pajak.

Fungsi Pajak bagi Negara dan Masyarakat 



1. Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter) 

Pajak adalah sumber pemasukan keuangan negara dengan cara mengumpulkan dana atau uang dari harus pajak ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran negara lainnya. Hingga guna pajak adalah sumber pendapatan negara yang mempunyai tujuan menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan negara.

2. Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi) 

Pajak adalah alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial serta ekonomi. Fungsi mengatur itu diantaranya :


  • Pajak bisa digunakan untuk menghambat laju inflasi.
  • Pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mendorong kegiatan ekspor, seperti : pajak ekspor barang.
  • Pajak bisa memberikan proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri, misalnya : Pajak Bertambahnya Nilai (PPN).
  • Pajak bisa mengatur serta menarik investasi modal yang menolong perekonomian supaya makin produktif.


3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi) 

Pajak dapat digunakan untuk menyesuaikan serta menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan serta kesejahteraan masyarakat.

4. Fungsi Stabilisasi 

Pajak dapat digunakan untuk menstabilkan keadaan serta keadaan perekonomian, seperti : untuk mengatasi inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi, hingga jumlah uang yang beredar bisa dikurangi. Sedangkan untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi, pemerintah turunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar bisa ditambah serta deflasi bisa di atasi.

Ke empat fungsi pajak diatas adalah fungsi dari pajak yang umum ditemui di beberapa negara. Untuk Indonesia saat ini pemerintah lebih menitik beratkan kepada 2 fungsi pajak yang pertama. Instansi Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang ada dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tanggung jawab atas kewajiban membayar pajak berada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban tersebut, sesuai sama sistem self assessment yang dipercayai dalam Sistem Perpajakan Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak, sesuai fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan, penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan pada masyarakat. Dalam melaksanakan fungsinya tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak.


Jenis Pajak 


1. Jenis Pajak Berdasarkan Sifat 

Berdasarkan sifatnya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yakni : pajak tidak langsung serta pajak langsung.

a) Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax) 

Pajak tidak langsung adalah pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak apabila melakukan momen atau perbuatan tertentu. Sehingga pajak tidak langsung tidak dapat dipungut secara berkala, tetapi hanya dapat dipungut apabila terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan keharusan membayar pajak. Misalnya : pajak penjualan atas barang elegan, dimana pajak ini hanya diberikan apabila wajib pajak menjual barang mewah.

b) Pajak Langsung (Direct Tax) 

Pajak langsung adalah pajak yang didapatkan dengan cara berkala kepada wajib pajak berlandaskan surat ketentuan pajak yang di buat kantor pajak. Didalam surat ketentuan pajak ada jumlah pajak yang perlu dibayar wajib pajak. Pajak langsung harus dijamin seseorang yang terkena wajib pajak serta tidak bisa diarahkan pada pihak yang lain. Misalnya : Pajak Bumi dan Pendapatan (PBB) serta pajak pendapatan.

2. Tipe Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut 



a) Pajak Daerah (Lokal) 

Pajak daerah adalah pajak yang dipungut pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat daerah itu sendiri, baik yang dipungut Pemda Tingkat II ataupun Pemda Tingkat I. Misalnya : pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, serta ada banyak yang lain.

b) Pajak Negara (Pusat) 

Pajak negara adalah pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, seperti : Dirjen Pajak, Dirjen Bea serta Cukai, ataupun kantor inspeksi pajak yang tersebar di semua Indonesia. Misalnya : pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, pajak bumi serta bangunan, serta masih banyak lainnya.


3. Tipe Pajak Berdasarkan Objek Pajak dan Subjek Pajak 


a) Pajak Objektif 

Pajak objektif yaitu pajak yang pengambilannya berdasarkan objeknya. Misalnya : pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea materai, bea masuk serta ada banyak yang lain.

b) Pajak Subjektif 

Pajak subjektif yaitu pajak yang pengambilannya berdasarkan subjeknya. Misalnya : pajak kekayaan serta pajak penghasilan.

Contoh Soal Psikotes dan Kunci Jawabannya

Contoh Soal Psikotes dan Kunci Jawabannya. Jenis – Jenis Soal Psikotes, Contoh – Contoh Soal Psikotes, Psikotes Untuk Karyawan. Psikotes Persamaan Kata, Lawan Kata, Antar Kata. Psikotes Matematika, Deret Bilangan dan Analitik.

Pengertian Psikotes

Sumber: simfonyriri.blogspot.co.id
Psikotes adalah rangkaian tes yang dikerjakan oleh Psikolog (profesional) atas keinginan client (individu atau organisasi/perusahaan) untuk memberikan deskripsi utuh mengenai beberapa segi psikologis seseorang sesuai sama keperluan serta kepentingan client, dalam hal ini perusahaan.

Tes itu diberikan sebagai alat atau fasilitas untuk Psikolog agar bisa mengerti secara utuh beberapa segi psikologis individu supaya bisa memberikan deskripsi (profile psikogram) tiap individu yang mengikuti tes itu.

Hingga dengan rangkaian tes itu perusahaan (dalam hal ini diwakilkan oleh Psikolog) dapat mengetahui karakter/kepribadian dari seorang pelamar kerja.

Tips Mudah Lulus Psikotes 

Sumber: warna-sahabat.com
Sebelum mengikuti psikotes anda mesti cukup istirahat. Jangan sampai tidur terlampau larut malam. Sempatkan diri anda untuk mengonsumsi makanan saat sebelum mengikuti psikotes.

Soalnya konsentrasi anda bakal terganggu bila saat mengerjakan soal psikotes perut anda keroncongan. Pokoknya anda mesti sehat secara fisik serta mental supaya anda 'siap tempur'.

Sebagai bekal mengikuti psikotes, latih otak anda dengan membaca-baca buku mengenai contoh soal psikotes. Pelajari teknik mengerjakannya dengan baik. Dapat pula anda tanyakan ke rekan anda yang pernah mengikuti psikotes.

Dengarkan instruksi atau perintah mengerjakan soal dengan cermat. Cermati juga contoh-contoh soal psikotes yang diberikan. Jangan sampai sekalipun mengabaikan instruksi, lantaran cara anda menjawab soal bergantung instruksi yang diberikan.

Umpamanya untuk soal menggambar, umumnya anda dilarang menggambar pohon kelapa serta pohon beringin. turutilah instruksi itu.

Jangan sampai lupa, tuliskan nama anda dengan jelas di atas kertas jawaban. Umumnya disertai dengan tanggal serta nomer peserta. Lantaran ada pula loh yang lupa menuliskan nama saking semangatnya mengerjakan soal. Sekali anda lupa gugurlah anda.

Cermati waktu yang diberikan untuk merampungkan soal psikotes. Jangan sampai anda terlambat mengerjakan serta merampungkan jawaban. Upayakan supaya seluruh soal psikotes terjawab sampai waktu yang diberikan habis.

Bila anda sudah merampungkan jawaban, sementara waktu untuk mengerjakan masihlah tersisa, gunakan waktu anda untuk mengkoreksi jawaban anda. Pastikan dulu kalau jawaban yang anda berikan yaitu jawaban yang paling tepat.

Jenis Jenis Soal Psikotes 

Sumber: ubloger.com
Berikut ini jenis - jenis pertanyaan berdasarkan golongannya, beserta jawabannya untuk mengasah kapabilitas sebelum anda benar - benar diuji: 
  1. Contoh Soal Psikotes Antonim & Sinonim, yakni tes pertanyaan yang perlu anda pahami dengan jawabannya, di mana pada sesi ini akan mengajarkan kita serta mengasah ingatakan dalam mengingat beragam lawan kata serta persamaan kata. 
  2. Contoh Soal Psikotes Aritmatik, yakni tes matematika yang jawabannya terkait erat dengan perkalian, pembagian dan sebagainya. 
  3. Contoh Soal Psikotes Deret Angka, adalah satu diantara pertanyaan yang dapat mengecoh dalam mengerjakannya, pada sesi ini kita mesti benar - benar serius dalam memberikan jawabannya yakni berbentuk deret angka berikutnya. 
  4. Contoh Soal Psikotes Koran, yakni sebuah tes di mana jawabannya adalah bentuk susunan sesuai sama permintaan. Ini adalah tes yang perlu benar - benar anda mengerti cara pengerjaannya. 
  5. Contoh Soal Psikotes Logika Angka & Logika Formil, adalah kumpulan pertanyaan logika, bila permasalahan logika kita sedikit rendah kesempatan memperbesarnya dengan latihan secara terus-terusan. 
  6. Contoh Soal Psikotes Menggambar, untuk sesi ini adalah tes yang jawabannya nanti memperlihatkan karakter masing - masing dari kita semua. 
  7. Contoh Soal Psikotes Perdana Hubungan, adalah butir - butir pertanyaan yang memberikan tantangan paling besar di mana seluruh jawabannya adalah mesti berhubungan atau berkaitan satu sama lain. 
  8. Contoh Soal Psikotes Wartegg, sama dengan tes gambar cuma saja, pada sesi ini gambar adalah gambar yang belum terselesaikan. 
Secara garis besar Psikotest dibedakan menurut jenis test kepribadian yakni: 
  • Test kepribadian grafis yaitu satu test yang menilai kepribadian seseorang berdasarkan gambar yang dibuatnya. Test kepribadian grafis mencakup: Test Wartegg, Test DAP (Draw A Person), Test Baum Tree serta Test HTP (House Tree Person). 
  • Tes kepribadian quesioner yaitu satu tes yang menilai kepribadian seseorang berdasarkan jawaban-jawaban yang dipilihnya pada beberapa pertanyaan yang diajukan (quesioner). Tes kepribadian quesioner mencakup: Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes MAPP, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama serta Tes Potensi Sukses. 

Beberapa Jenis Test serta Tujuannya

Sumber: tespsikotes.com
  1. Test Kepribadian Baum (Tree Test) mempunyai tujuan menilai karakter serta kepribadian seseorang lewat cara menganalisa gambar pohon yang di buat oleh peserta tes 
  2. Test Kepribadian DAP (Menggambar Orang) mempunyai tujuan menilai karakter serta kepribadian seseorang lewat cara menganalisa gambar orang yang dibuatoleh peserta test. 
  3. Test Kepribadian Efektifitas Diri mempunyai tujuan memahami seberapa efisien (cepat&tepat) seseorang itu dalam melakukan pekerjaan serta dalam merampungkan berbagai kondisi sulit. 
  4. Test Kepribadian Enneagram Personality mempunyai tujuan memahami type kepribadian seseorang yang dibagi jadi 9 jenis tipe, lewat cara menyuguhkan beberapa pertanyaan spesifik. 
  5. Test Kepribadian EPPS mempunyai tujuan memahami beberapa tipe motivasi, keperluan serta kegemaran pribadi seseorang lewat cara menyuguhkan beberapa pertanyaan tertentu 
  6. Tes Kepribadian HTP (House Tree Person) mempunyai tujuan menilai karakter serta kepribadian seseorang lewat cara menganalisa gambar tempat tinggal, gambar pohon serta gambar orang yang di buat oleh peserta test. 
  7. Test Kepribadian MBTI mempunyai tujuan memahami tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya dengan menyuguhkan beberapa pertanyaan spesifik. 
  8. Test Kepribadian Ketelitian mempunyai tujuan mengukur tingkat ketelitian atau kecermatan seseorang dalam memproses data yang berbentuk angka, kata, atau gabungan keduanya. 
  9. Test Kepribadian MAPP mempunyai tujuan mengukur pilihan kegemaran seseorang dalam berbagai hal terlebih yang terkait erat dengan pekerjaan atau dunia kerja profesional. 
  10. Tes Kepribadian Pauli Kraepplin mempunyai tujuan untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa segi spesifik, yakni segi keuletan (daya tahan), segi tekad atau kehendak individu, segi emosi, segi penyesuaian diri, serta segi kestabilan diri lewat cara memintanya melakukan penghitungan angka-angka dalam deret yang panjang. 
  11. Test Kepribadian Skala Kematangan mempunyai tujuan mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam melakukan tindakan pada kondisi spesifik. 
  12. Test Kepribadian Teamwork Test atau test yaitu tes yang mempunyai tujuan mengukur kapabilitas seseorang untuk bekerja dalam satu tim yang solid untuk mencapai tujuan bersama. 
  13. Tes Kepribadian Kecenderungan Sukses mempunyai tujuan mendeteksi kecenderungan seseorang untuk jadi orang sukses berdasarkan beberapa aspek spesifik yang ada pada dirinya. 
  14. Tes Kepribadian WARTEGG mempunyai tujuan untuk mengeksplorasi (mempelajari karakter kepribadian seseorang) terlebih dalam soal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol serta reality function, yang dipunyai oleh seseorang berdasarkan 8 jenis gambar yang dibuatnya. 

Contoh Soal Psikotes Terbaru 

Contoh Soal Persamaan Kata
Sumber: tespsikotes.com
  • Interupsi= 
  1. Penyelaan (jawaban yang benar 1, Interupsi=Penyelaan)
  2. Penulisan
  3. Penghasilan
  4. Penundaan
  5. Perlawanan
  • Komitmen= 
  1. Perjanjian
  2. Persamaan
  3. Kesepakatan (jawaban yang benar 3, Komitmen=Kesepakatan)
  4. Ketaatan
  5. Konsekuen 
  • Mobilitas= 
  1. Melaju
  2. Proaktif
  3. Kekuatan
  4. Daya Gerak (jawaban yang benar 4, Mobilitas=Daya Gerak)
  5. Agresivitas 
  • Koalisi=
  1. Persetujuan
  2. Perbandingan
  3. Persamaan
  4. Penggabungan (jawaban yang benar 4, Koalisi=Penggabungan)
  5. Keselarasan 
  • Fobia= 
  1. Perasaan (jawaban yang benar 1, Fobia=Perasaan)
  2. Rasa takut 
  3. Mimpi Jelek
  4. Tidak Dapat Tidur
  5. Kemampuan 
  • Agitasi= 
  1. Ancaman
  2. Permusuhan
  3. Hasutan (jawaban yang benar 3, Agitasi=Hasutan)
  4. Perlawanan
  5. Penyerangan 
  • Sentral= 
  1. Pokok
  2. Pusat (jawaban yang benar 2, Sentral=Pusat)
  3. Tengah
  4. Ujung
  5. Perlu 
  • Evaluasi= 
  1. Ujian
  2. Pelajaran
  3. Perbandingan
  4. Perumusan
  5. Penilaian (jawaban yang benar 5, Evaluasi=Penilaian) 
  • Dejure= 
  1. Berdasarkan Rutinitas
  2. Berdasar Hukum (jawaban yang benar 2, Dejure=Berdasarkan Hukum)
  3. Berdasarkan Kebiasaan Istiadat
  4. Berdasarkan Ketentuan
  5. Berdasarkan Kebijkan 
Contoh Soal Lawan Kata
Sumber: contohpercakapanbahasainggris.com
  • Alpha 
  1. Tidak hadir
  2. Lupa
  3. Hadir (Jawaban yang benar 3, Alpha=Hadir)
  4. Lupa
  5. Bolos 
  • Reaksi 
  1. Pasif
  2. Aktif
  3. Agresif
  4. Aksi (Jawaban yang benar 4 Reaksi=Aksi)
  5. Proaksi 
  • Jamak 
  1. Sedikit (Jawaban yang benar 1, Jamak=Sedikit)
  2. Banyak
  3. Sekumpulan
  4. Beberapa
  5. Tunggal 
  • Ilusi 
  1. Delusi
  2. Halusinasi
  3. Bayangan
  4. Mimpi
  5. Nyata (Jawaban yang benar 5, Ilusi=Nyata) 
  • Konsisten 
  1. Stabil
  2. Ragu-ragu
  3. Tetap
  4. Berubah-ubah (Jawaban yang benar 4, Konsisten=Berubah-ubah)
  5. Sama 
  • Riskan 
  1. Aman (Jawaban yang benar 1, Riskan=Aman)
  2. Resiko
  3. Kuatir
  4. Teratur
  5. Melawan 
  • Protes
  1. Turut
  2. Melawan
  3. Damai
  4. Kompak
  5. Setuju (jawaban yang benar 5, Protes=Setuju) 
  • Promosi 
  1. Pasrah
  2. Pasif (Jawaban yang benar 2, Promosi=Pasif)
  3. Delusi
  4. Demosi
  5. Proaksi 
  • Apatis 
  1. Pasrah
  2. Peduli (Jawaban yang benar 2, Pasrah=Peduli)
  3. Pesimistis
  4. Giat
  5. Telaten 
Contoh Soal Hubungan Antar Kata
  • Huruf : Kata 
  1. Kalimat : Buku
  2. Abjad : Cetakan
  3. Kata : Kalimat (Jawaban yang benar 3)
  4. Murid : Sekolah
  5. Bikin : Computer 
  • Belajar : Pintar 
  1. Kaos : Kaki
  2. Pergi : Jauh
  3. Mandi : Keringat
  4. Senang : Tersenyum (Jawaban yang benar 4) 
  5. Buku : Tutup 
  • Kayu : Rumah 
  1. Kedelai : Kecap (Jawaban yang benar 1)
  2. Sayur : Masakan
  3. Padi : Panen
  4. Kacang : Tanah 
  5. Bolu : Roti 
  • Penganggur : Miskin 
  1. Utang : Miskin
  2. Obat : Over Dosis
  3. Kendaraan : Macet (Jawaban yang benar 3)
  4. Dagang : Pasar 
  5. Buruh : Gaji 
  • KB : Penduduk 
  1. Rias : Kecantikan
  2. Duit : Inflasi
  3. Irit : Kaya
  4. Musik : Nyanyian 
  5. Rem : Kendaraan (Jawaban yang benar 5) 
  • Volt : Listrik 
  1. Berat : Timbangan 
  2. Termometer : Udara (Jawaban yang benar 2) 
  3. Baterai : Radio 
  4. Aki : Kendaraan 
  5. Bensin : Mobil 
  • Payung : Hujan 
  1. Panas : Dingin 
  2. Senyum : Marah 
  3. Makan : Nasi 
  4. Vitamin : Sakit (Jawaban yang benar 4) 
  5. Damai : Tentram 
  • Ayat-ayat : Pasal 
  1. Air : Hujan 
  2. Pasal : Undang-undang (Jawaban yang benar 2) 
  3. Ketentuan : Undang-undang 
  4. Buku : Kitab 
  5. Terbit : Ijin 
  • Transportasi : Kendaraan 
  1. Hawa : Pesawat 
  2. Komunikasi : Telephone (Jawaban yang benar 2) 
  3. Becak : Angkutan 
  4. Mobil : Darat 
  5. Pelana : Kuda 
Contoh Soal Matematika 

Satu gudang semen membuat tumpukan semen dengan dengan menggunakan cara sebagai berikut: 

Tumpukan semen paling atas 15 sak, tumpukan semen dibawahnya 18 sak, dan seterusnya tiap tumpukan di bawahnya senantiasa lebih banyak 3 sak dari tumpukan diatasnya.
Bila ada 20 tumpukan semen, berapa banyak tumpukan semen paling bawah?
  1. 57 sak 
  2. 59 sak 
  3. 70 sak 
  4. 72 sak 
  5. 90 sak 
Pembahasan:
Diketahui:

Tumpukan semen dari atas ke bawah, tumpukan I = 15 sak, tumpukan II = 18 sak, beda setiap tumpukan semen 3 sak.

Di tanya: Jumlah tumpukan semen 20?

Jawab:

U1 = 15
U2 = 18 b (beta) = 13
U20 = U1+ (n - 1) b
U20 = 15 + (20 - 1) 3
U20 = 15 + 57
U20 = 72

Jadi tumpukan semen ke 20 = 72 sak (jawaban benar 4)

Di kelas IXB SMP Budi Pekerti ada 39 siswa. Dari jumlah itu: 

15 orang siswa suka pelajaran Biologi
28 siswa suka pelajaran Fisika
16 orang suka Biologi serta Fisika

Berapa siswa yang tidak suka pelajaran Biologi serta Fisika?
  1. 1 orang 
  2. 2 orang 
  3. 6 orang 
  4. 8 orang 
  5. 10 orang 
Di ketahui:

Jumlah siswa = 39 orang
15 orang suka biologi
28 orang suka fisika
6 orang suka biologi serta fisika

Di tanya: Siswa yang tidak suka biologi serta fisika?
Jadi siswa yang tidak suka Biologi serta Fisika:

= 39 - (9 + 6 + 22)
= 39 - 37
= 2 orang

Jawaban yang benar = 2. 2 orang

Contoh Soal Deret Bilangan 
  • 1, 5, 9, 13, 17, .........., .......... 
  1. 20, 30 
  2. 20, 24 
  3. 21, 25 
  4. 21, 26 
  5. 24, 27 
Jawaban: 3. 21, 25
  • 3, 6, 12, 24, 48, .........., .......... 
  1. 90, 180
  2. 92, 186
  3. 94, 190
  4. 96, 192 
  5. 98, 196 
Jawaban: 4. 96, 192
  • 4, 5, 7, 9, 10, 13, .........., .......... 
  1. 15, 14
  2. 17, 16
  3. 18, 17 
  4. 19, 18 
  5. 20, 19 
Jawaban: 2. 17, 16

Contoh Soal Analitik

Nana serta Nini suka makan siomay. Ujang serta Nana suka makan es dawet. Siapa yang suka siomay serta es dawet? 
  1. Ujang
  2. Nini
  3. Nana
  4. Nana dan Nini
  5. Ujang dan Nini 
Jawaban yang benar: 3. Nana

Andre tampan serta atletis. Andung pendek namun kaya. 
  1. Andre serta Andung keduanya sama tampan serta kaya
  2. Andre serta Andung tampan, atletis serta kaya
  3. Andung tidak tampan namun kaya
  4. Andre serta Andung tampan namun tidak atletis
  5. Andre tampan, atletis serta kaya 
Jawaban yang benar 3. Andung tidak tampan namun kaya

Nia lebih kurus disbanding Winda, Tia memanglah lebih kurus dari pada Nia, sedangkan Dea lebih gemuk di banding Winda. Siapa di antara mereka yang paling kurus? 
  1. Dea
  2. Nia
  3. Winda
  4. Tia
  5. Bukan semuanya 
Jawaban yang benar: 4. Tia

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Soal Psikotes dan Kunci Jawabannya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Soal Psikotes di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk menguasai materi dalam menghadapi Psikotes. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gudangmakalah.com 

Perkembangan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin

Seiring dengan perubahan politik menuju demokrasi terpimpin maka ekonomipun mengikuti ekonomi terpimpin. Sehingga ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Demokrasi terpimpin adalah sebuah demokrasi yang sempat ada di Indonesia, yang seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpinnya saja.

1. Pembentukan Badan Perencana Pembangunan Nasional
Untuk melaksanakan pembangunan ekonomi di bawah Kabinet Karya maka dibentuklah Dewan Perancang Nasional (Depernas) pada tanggal 15 Agustus 1959 dipimpin oleh Moh. Yamin dengan anggota berjumlah 50 orang.mTugas Depernas antara lain :
  • Mempersiapkan rancangan Undang-undang Pembangunan Nasional yang berencana
  • Menilai Penyelenggaraan Pembangunan

Hasil yang dicapai, dalam waktu 1 tahun Depenas berhasil menyusun Rancangan Dasar Undang-undang Pembangunan Nasional Sementara Berencana tahapan tahun 1961-1969 yang disetujui oleh MPRS melalui Tap MPRS No. I/MPRS/1960 tanggal 26 Juli 1960 dan diresmikan pelaksanaanya oleh Presiden Soekarno pada tanggal 1 Januari 1961
Perkembangan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin
Mengenai masalah pembangunan terutama mengenai perencanaan dan pembangunan proyek besar dalam bidang industri dan prasarana tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. 1963 Dewan Perancang Nasional (Depernas) diganti dengan nama Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Sukarno.

2. Pemotongan Nilai Uang
Kebijakan sanering yang dilakukan pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 2/1959 yang berlaku tanggal 25 Agustus 1959 pukul 06.00 pagi. Tujuan dilakukan sanering adalah :
  • Untuk membendung inflasi yang tetap tinggi
  • Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat
  • Meningkatkan nilai rupiah sehingga rakyat kecil tidak dirugikan.

Pemerintah mengumumkan keputusannya mengenai pemotongan nilai uang, yaitu sebagai berikut.
  • Uang kertas pecahan bernilai Rp. 500 menjadi Rp. 50
  • Uang kertas pecahan bernilai Rp. 1.000 menjadi Rp. 100
  • Pembekuan semua simpanan di bank yang melebihi Rp. 25.000

Tetapi usaha pemerintah tersebut tetap tidak mampu mengatasi kemerosotan ekonomi yang semakin jauh, terutama perbaikan dalam bidang moneter. Para pengusaha daerah di seluruh Indonesia tidak mematuhi sepenuhnya ketentuan keuangan tersebut. Pada masa pemotongan nilai uang memang berdampak pada harga barang menjadi murah tetapi tetap saja tidak dapat dibeli oleh rakyat karena mereka tidak memiliki uang. Hal ini disebabkan karena :
  • Penghasilan negara berkurang karena adanya gangguan keamanan akibat pergolakan daerah yang menyebabkan ekspor menurun.
  • Pengambilalihan perusahaan  Belanda pada tahun 1958 yang tidak diimbangi oleh tenaga kerja manajemen yang cakap dan berpengalaman.
  • Pengeluaran biaya untuk penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962, RI sedang mengeluarkan kekuatan untuk membebaskan Irian Barat.

Kebijakan keuangan kemudian diakhiri dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 6/1959 yang isi pokoknya ialah ketentuan bahwa bagian uang lembaran Rp1000 dan Rp500 yang masih berlaku harus ditukar dengan uang kertas bank baru yang bernilai Rp100 dan Rp50 sebelum tanggal 1 Januari 1960.

3. Konsep Djuanda
Setelah keamanan nasional berhasil dipulihkan, kasus DI Jawa Barat dan pembebasan Irian Barat, pemerintah mulai memikirkan penderitaan rakyatnya dengan melakukan rehabilitasi ekonomi. Konsep rehabilitasi ekonomi disusun oleh tim yang dipimpin oleh Menteri Pertama Ir Djuanda dan hasilnya dikenal dengan sebutan Konsep Djuanda. Namun konsep ini mati sebelum lahir karena mendapat kritikan yang tajam dari PKI karena dianggap bekerja sama dengan negara revisionis, Amerika Serikat dan Yugoslavia.

4. Deklrasai Ekonomi
Deklarasi Ekonomi (Dekon) adalah Deklarasi yang disampaikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 28 Maret 1963 di Jakarta, untuk menciptakan ekonomi nasional yang bersifat demokratis dan bebas dari imperialism dan system ekonomi berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Deklarasi Ekonomi (Dekon) sebagai strategi dasar ekonomi Indonesia dalam rangka pelaksanaan Ekonomi Terpimpin.

Strategi Ekonomi Terpimpin dalam Dekon terdiri dari beberapa tahap; Tahapan pertama, harus menciptakan suasana ekonomi yang bersifat nasional demokratis yang bersih dari sisa-sisa imperialisme dan kolonialisme. Tahapan ini merupakan persiapan menuju tahapan kedua yaitu tahap ekonomi sosialis. Beberapa peraturannya merupakan upaya mewujudkan stabilitas ekonomi nasional dengan menarik modal luar negeri serta merasionalkan ongkos produksi dan menghentikan subsidi.

Peraturan pelaksanaan Dekon tidak terlepas dari campur tangan politik yang memberi tafsir sendiri terhadap Dekon. PKI termasuk partai yang menolak melaksanakan Dekon, padahal Aidit terlibat di dalam penyusunannya, selama yang melaksanakannya bukan orang PKI. Empat belas peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan dihantam habis-habisan oleh PKI. Djuanda dituduh PKI telah menyerah kepada kaum imperialis. Presiden Soekarno akhirnya menunda pelaksanaan peraturan pemerintah tersebut pada bulan September 1963 dengan alasan sedang berkonsentrasi pada konfrontasi dengan Malaysia.

5. Kenaikan Laju Inflasi
Kondisi ekonomi semakin memburuk karena anggaran belanja negara setiap tahunnya terus meningkat tanpa diimbangi dengan pendapatan negara yang memadai. Walaupun cadangan devisa menipis, Presiden Soekarno tetap pada pendiriannya untuk menghimpun dana revolusi, karena dana ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang bersifat prestise politik atau mercusuar, dengan mengorbankan ekonomi dalam negeri. Latar Belakang meningkatnya laju inflasi :
  • Penghasilan negara berupa devisa dan penghasilan lainnya mengalami kemerosotan.
  • Nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan
  • Anggaran belanja mengalami defisit yang semakin besar.
  • Pinjaman luar negeri tidak mampu mengatasi masalah yang ada
  • Upaya likuidasi semua sektor pemerintah maupun swasta guna penghematan dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran belanja tidak berhasil.
  • Penertiban administrasi dan manajemen perusahaan guna mencapai keseimbangan keuangan tak memberikan banyak pengaruh
  • Penyaluran kredit baru pada usaha-usaha yang dianggap penting bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan mengalami kegagalan.
Kegagalan-kegagalan tersebut disebabkan karena:
  • Pemerintah tidak mempunyai kemauan politik untuk menahan diri dalam melakukan pengeluaran.
  • Pemerintah menyelenggarakan proyek-proyek mercusuar seperti GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) dan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang memaksa pemerintah untuk memperbesar pengeluarannya pada setiap tahunnya.

Dampaknya :
  • Inflasi semakin bertambah tinggi
  • Harga-harga semakin bertambah tinggi,  kenaikan barang mencapai 200-300% pada tahun 1965
  • Kehidupan masyarakat semakin terjepit
  • Indonesia pada tahun 1961 secara terus menerus harus membiayai kekurangan neraca pembayaran dari cadangan emas dan devisa
  • Ekspor semakin buruk dan pembatasan Impor karena lemahnya devisa.
  • Tahun 1965, cadangan emas dan devisa telah habis bahkan menunjukkan saldo
  • negatif sebesar US$ 3 juta sebagai dampak politik konfrontasi dengan  Malaysia dan negara-negara barat.
Kebijakan Pemerintah :
  • Keadaan defisit negara yang semakin meningkat ini diakhiri pemerintah dengan pencetakan uang baru tanpa perhitungan matang. Sehingga menambah berat angka inflasi.
  • Pada tanggal 13 Desember 1965 pemerintah mengambil langkah devaluasi dengan menjadikan uang senilai Rp. 1000 menjadi Rp. 1

Dampaknya dari kebijakan pemerintah tersebut :
  • Uang rupiah baru yang seharusnya bernilai 1000 kali lipat uang rupiah lama akan tetapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai sekitar 10 kali lipat lebih tinggi dari uang rupiah baru.
  • Tindakan moneter pemerintah untuk menekan angka inflasi malahan menyebabkan meningkatnya angka inflasi.

Tindakan penggantian uang lama dengan uang baru diikuti dengan pengumuman kenaikan harga bahan bakar yang mengakibatkan reaksi penolakan masyarakat. Hal inilah yang kemudian menyebabkan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan menyuarakan aksiaksi Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).

Keadaan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Liberal

Sesudah pengakuan kedaulatan, Pemerintah Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan yang cukup berat dampak dari disepakatinya ketentuanketentuan KMB, yaitu meningkatnya nilai utang Indonesia, baik utang luar negeri maupun utang dalam negeri. Permasalahan yang dihadapi pemerintah Indonesia pada saat itu mencakup permasalahan jangka pendek dan permasalahan jangka panjang.

Permasalahan jangka pendek yang dihadapi pemerintah Indonesia saat itu adalah tingginya jumlah mata uang yang beredar dan meningkatnya biaya hidup. Permasalahan jangka panjang yang dihadapi pemerintah adalah pertambahan jumlah penduduk dengan tingkat hidup yang rendah. Selain masalah jangka panjang dan jangka pendek tersebut perekonomian Indonesia saat itu juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat adalah sebagai berikut.
  1. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1,5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 Triliun rupiah.
  2. Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar.
  3. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia.
  4. Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda.
  5. Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.
  6. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik, belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai.
  7. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia.
  8. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat.
  9. Kabinet terlalu sering berganti menyebabakan program-program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan, sementara program baru mulai dirancang.
  10. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar.

Kehidupan ekonomi Indonesia hingga tahun 1959 belum berhasil dengan baik dan tantangan yang menghadangnya cukup berat. Upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi adalah sebagai berikut.

1. Gunting Syafruddin
Kebijakan ini adalah Pemotongan nilai uang (sanering). Caranya memotong semua uang yang bernilai Rp. 2,50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya. Kebijakan ini dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin Prawiranegara pada masa pemerintahan RIS. Tindakan ini dilakukan pada tanggal 20 Maret 1950 berdasarkan SK Menteri Nomor 1 PU tanggal 19 Maret 1950 Tujuannya untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar Rp. 5,1 Miliar.
gunting safrudin
Dampaknya rakyat kecil tidak dirugikan karena yang memiliki uang Rp. 2,50 ke atas hanya orang-orang kelas menengah dan kelas atas. Dengan kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dan pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp. 200 juta.

2. Sistem Ekonomi Gerakan Benteng
Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Joyohadikusumo (menteri perdagangan). Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Programnya :
  • Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia.
  • Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.
  • Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit.
  • Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju.

Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini. Tetapi tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik meskipun beban keuangan pemerintah semakin besar. Kegagalan program ini disebabkan karena :
  • Para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha non pribumi dalam kerangka sistem ekonomi liberal.
  • Para pengusaha pribumi memiliki mentalitas yang cenderung konsumtif.
  • Para pengusaha pribumi sangat tergantung pada pemerintah.
  • Para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya.
  • Para pengusaha ingin cepat mendapatkan keuntungan besar dan menikmati cara hidup mewah.
  • Para pengusaha menyalahgunakan kebijakan dengan mencari keuntungan secara cepat dari kredit yang mereka peroleh.

Dampaknya program ini menjadi salah satu sumber defisit keuangan. Beban defisit anggaran Belanja pada 1952 sebanyak 3 Miliar rupiah ditambah sisa defisit anggaran tahun sebelumnya sebesar 1,7 miliar rupiah. Sehingga menteri keuangan Jusuf Wibisono memberikan bantuan kredit khususnya pada pengusaha dan pedagang nasional dari golongan ekonomi lemah sehingga masih terdapat para pengusaha pribumi sebagai produsen yang dapat menghemat devisa dengan mengurangi volume impor.

3. Nasionalisasi De Javasche Bank
Seiring meningkatnya rasa nasionalisme maka pada akhir tahun 1951 pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. Awalnya terdapat peraturan bahwa mengenai pemberian kredi tharus dikonsultasikan pada pemerintah Belanda. Hal ini menghambat pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan moneter. Tujuannya adalah untuk menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya ekspor, serta melakukan penghematan secara drastis.

Perubahan mengenai nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bank sirkulasi diumumkan pada tanggal 15 Desember 1951 berdasarkan Undang-undang No. 24 tahun 1951.

4. Sistem Ekonomi Ali-Baba
Sistem ekonomi Ali-Baba diprakarsai oleh Iskaq Tjokrohadisurjo (mentri perekonomian kabinet Ali I). Tujuan dari program ini adalah untuk memajukan pengusaha pribumi, agar para pengusaha pribumi Bekerjasama memajukan ekonomi nasional, pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, memajukan ekonomi Indonesia perlu adanya kerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi. Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba digambarkan sebagai pengusaha non pribumi khususnya Cina.

Pelaksanaan kebijakan Ali-Baba,
  • Pengusaha pribumi diwajibkan untuk memberikan latihan-latihan dan tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf.
  • Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional
  • Pemerintah memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada.
Program ini tidak dapat berjalan dengan baik sebab:
  • Pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. Sedangkan pengusaha non pribumi lebih berpengalaman dalam memperoleh bantuan kredit.
  • Indonesia menerapkan sistem Liberal sehingga lebih mengutamakan persaingan bebas.
  • Pengusaha pribumi belum sanggup bersaing dalam pasar bebas.

5. Persaingan Finansial Ekonomi (Finek)
Pada masa Kabinet Burhanudin Harahap dikirim delegasi ke Jenewa untuk merundingkan masalah finansial-ekonomi antara pihak Indonesia dengan pihak Belanda. Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. Pada tanggal 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan Finek, yang berisi :
  • Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan.
  • Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral.
  • Hubungan Finek didasarkan pada Undang-undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak.

Hasilnya pemerintah Belanda tidak mau menandatangani, sehingga Indonesia mengambil langkah secara sepihak. Tanggal 13 Februari1956, Kabinet Burhanuddin Harahap melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda secara sepihak. Tujuannya untuk melepaskan diri dari keterikatan ekonomi dengan Belanda. Sehingga, tanggal 3 Mei 1956, akhirnya Presiden Sukarno menandatangani undang-undang pembatalan KMB.

Dampaknya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut.

6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
Masa kerja kabinet pada masa liberal yang sangat singkat dan program yang silih berganti menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang menyebabkan terjadinya kemerosotan ekonomi, inflasi, dan lambatnya pelaksanaan pembangunan.

Program yang dilaksanakan umumnya merupakan program jangka pendek, tetapi pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara. Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang. Ir. Juanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958. Tahun 1957 sasaran dan prioritas RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Pembiayaan RPLT diperkirakan 12,5 miliar rupiah.
RPLT tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan karena :
  • Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot.
  • Perjuangan pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia menimbulkan gejolak ekonomi.
  • Adanya ketegangan antara pusat dan daerah sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.
7. Musyawarah Nasional Pembangunan
Masa kabinet Juanda terjadi ketegangan hubungan antara pusat dan daerah. Masalah tersebut untuk sementara waktu dapat teratasi dengan Musayawaraah Nasional Pembangunan (Munap). Tujuan diadakan Munap adalah untuk mengubah rencana pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang menyeluruh untuk jangka panjang. Tetapi tetap saja rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena :
  • Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas.
  • Terjadi ketegangan politik yang tak dapat diredakan.
  • Timbul pemberontakan PRRI/Permesta.
  • Membutuhkan biaya besar untuk menumpas pemberontakan PRRI/ Permesta sehingga meningkatkan defisit Indonesia.
  • Memuncaknya ketegangan politik Indonesia- Belanda menyangkut masalah Irian Barat mencapai konfrontasi bersenjata.
Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 1

Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 1


Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 1




Bacalah teks berita di bawah ini.




Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah di pasar uang antarbank Jakarta pada Kamis sore melemah 39 poin menjadi 13.196 per dolar AS setelah sebelumnya ditutup pada 13.157 per dolar AS.
"Aksi ambil untung menahan laju mata uang rupiah untuk kembali bergerak di area positif, " kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova.
Kendati demikian, menurut dia, pelemahan mata uang rupiah masih relatif wajar dan tidak signifikan. Potensi pembalikan arah ke area positif masih cukup terbuka menyusul akan dirilisnya data ekonomi pada awal Juli 2016.
"Inflasi menjadi salah satu sentimen yang dicermati pelaku pasar. Inflasi Juni diproyeksikan masih stabil," katanya.
Ia menambahkan bahwa dampak negatif dari Brexit juga mulai meredup, sentimen pelaku pasar terhadap aset-aset berisiko mulai membaik, ditunjukkan dengan reli bursa saham dalam dua hari beruntun.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa sentimen dalam negeri mengenai pengampunan pajak mampu mengeliminasi sentimen global yang berkenaan referendum masyarakat Inggris dengan hasil keputusan keluar dari Uni Eropa.
"Sebagian pelaku pasar menilai dampak Brexit tidak sebesar yang ditakutkan sehingga aset berisiko kembali diminati," katanya.
Sementara berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah hari ini berada pada 13.180 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rabu (29/6) 13.166.
Editor: Suryanto COPYRIGHT © ANTARA 2016



Sumber: antaranews.com





1. Ide pokok berita pada paragraf di atas adalah…



a. Uang dollar turun drastis terhadap rupiah.



b. Mata uang rupiah membaik dari hari sebelumnya.



c. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS



d. Rupiah melemah akibat pengaruh Brexit




2. Yang dimaksud dengan “inflasi” adalah…..



a. Penurunan harga.



b. Naik turun harga.



c. Harga melemah.



d. Kenaikan harga.




3. Manakah pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan teks berita di atas?



a. Pelemahan mata uang rupiah sudah tegolong signifikan dan tidak wajar.



b. Kenaikan harga di bulan juni masih dianggap stabil.



c. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah hingga 39 %.



d. Dampak negatif Brexit terhadap melemahnya rupiah semakin kuat.




4.Kata “referendum” memiliki makna, yaitu…..



a. Penyerahan permasalahan.



b. Pertemuan pemimpin Negara.



c. Sidang penentuan kasus.



d. Pengembalian daerah.




5. Manakah di bawah ini yang memiliki makna berlawanan dengan kata “sentimen”?



a. Perasaan berlebihan pada sesuatu.



b. bertentangan dengan pikiran.



c. reaksi menguntungkan.



d. ketidaksukaan pada sesuatu.




Bacalah laporan berikut ini.




Laporan Hasil Observasi Kehijauan Alam Lingkungan Desa Subur Makmur

Pelapor: Kemilau Kartini
Objek yang diamati: Kehijauan alami lingkungan
Waktu Pengamatan: Jumat-Sabtu, 23-24 Oktober 2015.
Tempat pengamatan : Desa Subur Makmur
Tujuan Pengamatan: Mengetahui kondisi kehijauan alam dan bagaimana warga menjaga kehijauan alam di lingkungan tempat tinggal mereka.
Definisi umum :
Kehijauan alam adalah suatu tanda kesuburan tanah. Selain indah dipandang mata, kehijauan alam yang ditandai dengan masih lestarinya tanaman-tanaman juga dapat menambah produksi gas oksigen untuk lingkungan sehingga udara menjadi bersih dan segar.
Deskripsi bagian :
Kondisi kehijauan alam di desa Subur Makmur agak memprihantinkan. Meskipun belum masuk dalam wilayah kota, namun sudah banyak gedung-gedung ruko tempat warga berdagang yang pembangunannya mengambil lahan hijau. Hal tersebut menyebabkan udara menjadi lebih panas. Kurangnya pohon-pohon rindang juga turut menjadi faktor menurunnya kualitas udara dan lingkungan di desa tersebut. Sudah jarang kami temui taman-taman yang hijau yang dulu nya menjadi area bermain anak-anak. Lahan tersebut kini sudah berganti menjadi pasar. Mayoritas warga desa Subur Makmur adalah para pedagang. Sampah-sampah yang berserakan di sekitar pasar juga cukup mengganggu penciuman hidung dan pemandangan mata. Petugas kebersihan juga tampak sangat sedikit sehingga sampah-sampah tersebut tidak teratasi secara maksimal dan kurangnya kesadaran para pedagang serta warga untuk menjaga kebersihan juga memperparah kondisi. Tanaman-tanaman yang disumbang oleh pemerintah kota juga nampaknya tidak dirawat dengan baik. Banyak yang layu dan mati karena tidak pernah disirami air. Setalah melakukan observasi ini, hasil nya akan dilaporkan kepada pihak pemerintah/instansi terkait untuk ditindaklanjuti dan diberi solusi untuk ke depannya.
Deskripsi manfaat :
Kehijauan alam lingkungan dapat membantu mengurangi efek rumah kaca. Dampak dari kehijauan lingkungan juga banyak bagi kemaslahatan umat manusa di bumi, terutama kebebasan dan kesegaran paru-paru kita dalam menghiup udara dari luar. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kehijauan alam, yaitu mengurangi sampah rumah tangga, mendaur ulang sampah, menghemat penggunaan air, melakukan penghijauan dengan menanam pohon dan merawatnya dengan baik, mengurangi penggunaan pendingin ruangan, tidak menebang pohon atau memetik tanaman secara sembarangan, menanam pohon atau tanaman di setiap rumah,mengurangi penggunaan kantong plastic yang sulit di daur ulang, dan menciptakan kesadaran diri akan pentingnya menjaga kehijauan alam agar aksi tersebut dapat berjalan secara kontinu.




Advertisement






Sumber: kakakpintar.com




6. Apakah yang dibahas dalam teks laporan di atas?



a. Hasil observasi kehijauan lingkungan



b. Pengamatan kebersihan lingkungan



c. Manfaat daur ulang sampah pedesaan



d. Penghijauan hutan oleh pemerintah




7. Berapa lama pengamatan dilaksanakan?



a. dua bulan.



b. dua hari.



c. satu minggu.



d. satu pecan.




8. Pernyataan yang tidak sesuai dengan deskripsi umum dalam teks adalah….



a. Kehijauan alam menandakan kesuburan tanah.



b. Kehijauan alam menyajikan pemandangan yang indah.



c. Kehijauan alam menambah poduksi gas oksigen.



d. Kehijauan alam tidak memerlukan perawatan karena alami.




9. Bagaimanakah keadaan kehijauan alam di desa Subur Makmur?



a. cukup bagus



b. tergolong buruk



c. tidak bermasalah



d. sangat bagus




10. Manakah di bawah ini bukan cara menjaga kehijauan alam sesuai teks?



a. mengurangi sampah rumah tangga.



b. mendaur ulang sampah.



c. menggunakan air sebanyak-banyaknya.



d. melakukan penghijauan/tanam pohon.




Kunci jawaban:




1. C



2. D



3. B



4. A



5. C



6. A



7. B



8. D



9. B



10. C



Pengertian Obligasi : Jenis, Manfaat Dan Resiko Obligasi

Pengertian Obligasi 

Pengertian obligasi adalah surat tanda pengakuan utang yag diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Pengertian lain obligasi adalah sertifikat yang berisi kontrak antara investor dan perusahaan, yang mengatakan bahwa investor pemegang obligasi telah meminjamkan sejumlah uang terhadap perusahaan. Perusahaan yang menerbitkan obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga secara reguler sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.

Obligasi merupakan surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari pemberi pinjaman (pemodal)
• Berinvestasi (membeli) Obligasi : meminjamkan uang
• Menerbitkan Obligasi : berhutang uang

Obligasi bagian dari Efek UU RI No. 8 1995 tentang Pasar Modal, Efek adalah suatu surat berharga, yang dapat berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, OBLIGASI, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Pengertian Obligasi Menurut Para Ahli

  • Fakhrudin & Hadianto (2001 :15)

Menurut Fakhrudin & Hadianto menyatakan bahwa obligasi yaitu surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara sih pemberi pinjaman (dalam hal ini investor) dengan yang diberi pinjaman (issuer). Jadi surat obligasi yaitu  sebuah lembar kertas yang menyatakan bahwa sih pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada suatu perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

  • Rahardjo (2003 : 8)

Menurut Rahardjo menyatakan bahwa obligasi ialah suatu produk pengembangan dari surat utang jangka panjang. Prinsip utama jangka panjang bisa dicerminkan dari suatu karakteristik atau struktur yang melekat pada sebuah obligasi. Pihak penerbit obligasi pada dasarnya melakukan sebuah pinjaman kepada pembeli obligasi yang diterbitkannya. Pendapatan yang didapat oleh sih investor obligasi tersebut berbentuk tingkat suku bunga atau kupon. Selain aturan tersebut telah diatur pula suatu perjanjian untuk melindungi kepentingan penerbit dan kepentingan investor obligasi tersebut Rahardjo, 2003 : 8

  • Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128)

Menurut Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128) menyatakan bahwa obligasi ialah Obligasi yaitu suatu pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh suatu pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berhutang yang memiliki nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas suatu dasar persentase tertentu yang tetap.

Jenis - Jenis Obligasi


  1. Obligasi Suku Bunga Tetap : Obligasi suku bunga tetap biasanya memiliki kupon bunga tertentu dengan biaya tetap dan dibayar secara berkala sepanjang masa berlaku obligasi.
  2. Obligasi Suku Bunga Mengambang (Floating Rate Note) : Obligasi jenis ini juga memiliki kupon, namun bunga yang dibayarkan mengacu pada indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor. Jadi besaran biaya dapat berubah sewaktu-waktu.
  3. Obligasi Berimbal Hasil Tinggi (Junk Bond) : Obligasi yang satu ini memiliki peringkat dibawah peringkat investasi yang akan diberikan oleh lembaga pemerintah kredit. Maka dari itu jenis obligasi ini memiliki resiko yang cukup tinggi, sehingga banyak investor yang mengharapkan suatu imbalan yang lebih tinggi.
  4. Obligasi Tanpa Bunga : Obligasi ini lebih dikenal dengan Zero Coupon Bond, yakni jenis obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. obligasi jenis ini diperdagangkan dengan pemberian potongan harga yang didapat dari nilai pari. Pemegang obligasi menerima secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo.
  5. Obligasi Inflasi : Obligasi ini juga lebih dikenal dengan istilah Inflation Linked Bond, yakni obligasi yang pokok hutangnya mengacu pada indeks inflasi. Bunga yang dibayarkan pada obligasi ini cenderung lebih rendah jika dibanding obligasi suku bunga tetap, namun dengan berkembangnya nilai pokok utang sejalan sengan inflasi, maka pembayaran obligasi akan ikut meningkat.
  6. Obligasi Indeks Berbasis Ekuiti : Obligasi jenis ini mengacu pada indeks yang merupakan indicator bisnis seperti penghasilan, nilai tambah, ataupun indeks nasional seperti beberapa produk domestic.
  7. Obligasi Subordinasi :  obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah dibanding obligasi lainnya, sehingga menimbulkan adanya likuidasi. Hal inilah yang kemudian menjadikan hierarki dari para kreditur. Seperti, adanya pembayaran dari likuidator, pembayaran pajak, dan lain sebagainya. Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah mereka yang memiliki tanggal penerbitas paling awal dibanding yang lainnya, sehingga disebut obligasi senior. Setelah obligasi tersebut dilunasi, obligasi subordinasi lainya pun dilakukan. Obligasi subordinasi memiliki resiko yang lebih tinggi, sehingga memiliki peringkat kredit yang lebih rendah.
  8. Obligasi Abadi : obligasi ini tidak memiliki masa jatuh tempo, atau ada juga yang memiliki masa jatuh tempo namun dengan jangka waktu yang sangat panjang. Obligasi jenis ini dilihat berdasarkan dari nilai tunai obligasi yang ada pada saat itu yang nilai pokoknya hampir mendekati nol.
  9. Obligasi Atas Unjuk : Obligasi atas unjuk adalah surat resmi yang tidak memiliki nama pemegang. Sehingga siapapun yang memegang surat obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya pembayaran atas obligasi yang dipegangnya. Obligasi jenis ini biasanya diberi nomor urut dan didaftarkan demi menghindari pemalsuan, akan tetapi dapat diperjualbelikan layaknya uang tunai. Sayangnya, obligasi jenis ini sering disalah gunakan dan berisoko terhadap kehilangan dan pencurian.
  10. Obligasi Tercatat : obligasi tercatat memiliki nama kepemilikan yang telah terdaftar dan dicatat oleh penerbit atau lembaga. Semua jenis pembayaran baik bunga dan yang lainnya akan ditransfer langsung kepada pemegang obligasi tersebut.

Manfaat Obligasi


  • Bunga


Bunga dibayar secara reguler sampai jatuh tempo dan ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal.
Contoh : Obligasi dengan kupon 10%, artinya pihak yang menerbitkan obligasi akan membayar sebesar Rp10 setiap Rp100 dari nilai nominal setiap tahun. Biasanya bunga dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali.

  • Capital Gain

Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di Pasar Sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh Capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon, yaitu dengan nilai lebih rendah dari nilai nominalnya, kemudian pada saat jatuh tempo ia akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominal.

  • Hak Klaim Pertama

Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, pemegang obligasi sebagai kreditur memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.

  • Hak Konversi atas Obligasi Konversi

Jika memiliki obligasi konversi, investor dapat mengonversikan obligasi menjadi saham pada harga yang telah ditetapkan, dan kemudian berhak untuk memperoleh manfaat atas saham tersebut.

Risiko Investasi pada Obligasi

  • Gagal Bayar (Default)

Sebagai investor, kemungkinan Anda akan menanggung risiko gagal bayar ini. Kegagalan dari emiten untuk melakukan pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak obligasi.

  • Capital Loss

Capital loss terjadi jika Anda menjual obligasi sebelum jatuh tempo dengan harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

  • Callability

Sebelum jatuh tempo, emiten mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang telah diterbitkan. Obligasi demikian biasanya akan ditarik kembali pada saat suku bunga secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Jadi, pemegang obligasi yang memiliki persyaratan callability berpotensi merugi apabila suku bunga menunjukkan kecenderungan menurun. Biasanya untuk mengompensasi kerugian ini, emiten akan memberikan premium.

Perkembangan Politik Masa Demokrasi Liberal

Setelah dibubarkannya RIS, sejak tahun 1950 Indonesia melaksanakan demokrasi parlementer yang disebut Masa Demokrasi Liberal.  Pada saat itu Indonesia dibagi manjadi 10 Provinsi yang mempunyai otonomi dan berdasarkan Undang – undang Dasar Sementara tahun 1950. Akibat pelaksanaan konstitusi tersebut, pemerintahan RI dijalankan oleh suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen (DPR).  Demokrasi Liberal berlangsung selama hampir 9 tahun. Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950 karena dianggap tidak cocok dengan keadaan ketatanegaraan Indonesia.

1. Sistem Pemerintahan
Masa demokrasi parlementer merupakan masa berjayanya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. Pada masa ini terjadi pergantian kabinet, partai-partai politik terkuat mengambil alih kekuasaan. PNI dan Masyumi merupakan partai yang terkuat dalam DPR, dan dalam waktu lima tahun (1950 -1955) PNI dan Masyumi silih berganti memegang kekuasaan dalam empat kabinet. Sistem kabinet masa ini berbeda dengan sistem kabinet RIS yang dikenal sebagai Zaken Kabinet. Adapun susunan kabinetnya sebagai berikut;

a. Kabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951)
Kabinet yang dilantik pada tanggal 7 September 1950 dengan Mohammad Natsir (Masyumi) sebagai perdana menteri. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi di mana PNI sebagai partai kedua terbesar dalam parlemen tidak turut serta. Kabinet ini kuat formasinya di mana tokoh – tokoh terkenal duduk di dalamnya, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Mr.Asaat, Ir.Djuanda, dan Prof Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo.

Kendala yang dihadapi oleh kabinet ini adalah dalam memperjuangkan Irian Barat mengalami kebuntuan, dan terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, seperti Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS. Keberhasilan Kabinet Natsir adanya perundingan antara Indonesia-Belanda untuk pertama kalinya mengenai masalah Irian Barat.

Berakhirnya kekuasaan kabinet disebabkan oleh adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 th 1950 mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi. Mosi tersebut disampaikan kepada parlemen tanggal 22 Januari 1951 dan memperoleh kemenangan, sehingga pada tanggal 21 Maret 1951 Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden.

b. Kabinet Sukiman  (27 April 1951 – 3 April 1952)
Setelah Kabinet Natsir mengembalikan mandatnya pada presiden, Presiden Soekarno kemudian menunjukan Sidik Djojosukatro (PNI) dan Soekiman Wijosandjojo (Masyumi) sebagai formatur dan berhasil membentuk kabinet koalisi dari Masyumi dan PNI. Kabinet ini terkenal dengan nama Kabinet Soekiman ( Masyumi )-Soewirjo ( PNI ) yang dipimpin oleh Soekiman.
Kendala/Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini yaitu adanya Pertukaran Nota Keuangan antara Mentri Luar Negeri Indonesia Soebardjo dengan Duta Besar Amerika Serikat Merle Cochran. Mengenai pemberian bantuan ekonomi dan militer dari pemerintah Amerika kepada Indonesia berdasarkan ikatan Mutual Security Act (MSA).

Hubungan Sukiman dengan militer kurang baik karena kurang tegasnya tindakan pemerintah menghadapi pemberontakan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan. DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa Sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada presiden karena adanya pertentangan dari Masyumi dan PNI.

c. Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 3 Juni 1953)
Presiden Soekarno menunjuk Wilopo dari PNI sebagai formatur dan berhasil dibentuk kabinet baru di bawah pimpinan Perdana Mentari Wilopo, sehingga bernama kabinet Wilopo. Kabinet ini mendapat dukungan dari PNI, Masyumi, dan PSI.

Banyak sekali kendala yang muncul antara lain sebagai berikut; adanya kondisi krisis ekonomi, terjadi defisit kas negara, munculnya gerakan sparatisme dan sikap provinsialisme yang mengancam keutuhan bangsa, terjadi peristiwa 17 Oktober 1952 yang menempatkan TNI sebagai alat sipil, munculnya masalah intern dalam TNI sendiri. 

Konflik semakin diperparah dengan adanya peristiwa Tanjung Morawa mengenai persoalan tanah perkebunan di Sumatera Timur (Deli). Peristiwa bentrokan yang melibatkan aparat kepolisian dengan para petani liar mengenai persoalan tanah perkebunan. Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden pada tanggal 2 Juni 1953.
presiden soekarno
d. Kabinet Alisastro Amijoyo I (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955)
Kabinet Ali Sastroamidjojo,yang terbentuk pada tanggal 31 juli 1953. Kabinet Ali ini mendapat dukungan yang cukup banyak dari berbagai partai yang diikutsertakan dalam kabinet, termasuk partai baru NU. Kabinet Ali ini dengan Wakil perdana Menteri Mr. Wongsonegoro (partai Indonesia Raya PIR).

Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Ali Sastroamijoyo I yaitu; Persiapan Pemilihan Umum yang akan diselenggarakan pada 29 September 1955, menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.

Menghadapi masalah keamanan di daerah yang belum juga dapat terselesaikan, seperti DI/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh. Terjadi peristiwa 27 Juni 1955 suatu peristiwa yang menunjukkan adanya kemelut dalam tubuh TNI-AD. Keadaan ekonomi yang semakin memburuk, maraknya korupsi, dan inflasi yang menunjukkan gejala membahayakan. Memudarnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Munculnya konflik antara PNI dan NU yang menyebabkkan, NU memutuskan untuk menarik kembali menteri-mentrinya pada tanggal 20 Juli 1955 yang diikuti oleh partai lainnya. Nu menarik dukungan dan menterinya dari kabinet sehingga keretakan dalam kabinetnya inilah yang memaksa Ali harus mengembalikan mandatnya pada presiden pada tanggal 24 Juli 1955.

e.   Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
Kabinet Burhanuddin Harahap berasal dari Masyumi., sedangkan PNI membentuk oposisi dan dibentuk tanggal 11 Agustus 1955. Kabinet Burhanuddin Harahap mempunyai tugas penting untuk menyelenggarakan pemilihan umum. Tugas tersebut berhasil dilaksanakan, meskipun harus melalui rintangan-rintangan yang berat. Pada tanggal 27 September 1955 pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen berhasil dilangsungkan dan pemilihan anggota Dewan Konstituante dilakukan pada 15 Desember 1955.
Kabinet Burhanuddin. Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini adalah banyaknya mutasi dalam lingkungan pemerintahan dianggap menimbulkan ketidaktenangan. Dengan berakhirnya pemilu maka tugas kabinet Burhanuddin dianggap selesai. Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang cukup terhadap kabinet sehingga kabinetpun jatuh. Akan dibentuk kabinet baru yang harus bertanggungjawab pada parlemen yang baru pula.

f.   Kabinet Alisatsro Amijoyo II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957)
Ali Sastroamijoyo kembali diserahi mandate untuk membentuk kabinet baru pada tanggal 20 Maret 1956. Kabinet ini merupakan hasil koalisi 3 partai yaitu PNI, Masyumi, dan NU. Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Ali Sastroamijoyo II adalah kabinet ini mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment, hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB. 

Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut. Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat. Muncul pergolakan / kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Mundurnya sejumlah menteri dari Masyumi membuat kabinet hasil Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan mandatnya pada presiden.

G. Kabinet Djuanda ( 9 April 1957- 5 Juli 1959) 
Kabinet ini merupakan zaken kabinet yaitu kabinet yang terdiri dari para pakar yang ahli dalam bidangnya. Dipimpin oleh Ir.Juanda. Program pokok dari Kabinet Djuanda adalah Programnya disebut Panca Karya yaitu : Membentuk Dewan Nasional, Normalisasi keadaan RI, Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB, Perjuangan pengembalian Irian Jaya, dan Mempergiat/mempercepat proses Pembangunan

Hasil atau prestasi yang berhasil dicapai oleh Kabinet Djuanda yaitu mengatur kembali batas perairan nasional Indonesia melalui Deklarasi Djuanda, Mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk meredakan pergolakan di berbagai daerah. Kendala/ Masalah yang dihadapi oleh kabinet ini sebagai berikut.

Kegagalan Menghadapi pergolakan di daerah sebab pergolakan di daerah semakin meningkat. Keadaan ekonomi dan keuangan yang semakin buruk sehingga program pemerintah sulit dilaksanakan. Krisis demokrasi liberal mencapai puncaknya, terjadi peristiwa Cikini. Kabinet Djuanda berakhir saat presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan mulailah babak baru sejarah RI yaitu Demokrasi Terpimpin.

Akhir Masa Demokrasi Liberal di Indonesia.
Kekacauan politik ini membuat keadaan negara menjadi dalam keadaan darurat. Hal ini diperparah dengan Dewan Konstituante yang mengalami kebuntuan dalam menyusun konstitusi baru. Dengan kegagalan konstituante mengambil suatu keputusan, maka sebagian aanggotanya menyatakan tidak akan menghadiri siding konstituante lagi. Sampai tahun 1959 Konstituante tidak pernah berhasil merumuskan UUD baru. Keadaan itu semakin mengguncang situasi politik Indonesia saat itu.

Dalam situasi dan kondisi seperti itu, beberapa partai politik mengajukan usul kepada Presiden Soekarno agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan pembubaran Konstituante. Oleh karena itu pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang berisi sebagai berikut : Pembubaran Konstituante, Berlakunya kembali UUD 1945, Tidak berlakunya UUDS 1950, dan Pembentukan MPRS dan DPAS. Setelah keluarnya dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan tidak diberlakukannya lagi UUDS 1950, maka secara otomatis sistem pemerintahan Demokrasi Liberal tidak berlaku lagi di Indonesia.