Showing posts sorted by relevance for query jenis gigi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis gigi. Sort by date Show all posts

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi. Pengertian Gigi, Struktur Gigi, Fungsi Gigi, dan Berbagai Macam Jenis Gigi. Mulai dari usia anak hingga usia dewasa.

Pengertian serta Fungsi Gigi Manusia

Sumber: ibu-zahraa.blogspot.co.id
Gigi yakni alat pencernaan mekanik yang ada pada bagian mulut. Gigi bertindak untuk merobek, memotong dan mengunyah makanan, seperti saat sebelum makanan itu akan masuk ke kerongkongan. Gigi memiliki susunan keras sehingga memudahkan untuk menjalani fungsinya.

Bagian–Bagian Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Setiap gigi manusia memiliki 3 sisi paling penting, yakni:
  1. Puncak atau Mahkota Gigi, yaitu segi gigi yang kelihatan dari luar, segi ini dilapisi oleh susunan pelindung yang disebut juga dengan e-mail gigi. 
  2. Leher Gigi, yaitu segi gigi yang telah tertanam oleh gusi, segi ini ada di bawah mahkota gigi dan di atas akar gigi. 
  3. Akar Gigi, yaitu segi gigi yang tertanam di bawah rahang dan tidak kelihatan dari luar, masing-masing bentuk gigi pada manusia memiliki jumlah akar gigi yang tidak sama. 
Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 4 susunan, yaitu:

E-mail Gigi, yaitu susunan yang melapisi segi mahkota gigi. E-mail gigi yaitu segi yang sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Segi e-mail gigi paling keras ada pada bagian mahkota yang peranannya sebagai pelindung, lalu semakin ke bawah e-mail gigi semakin tipis hingga pada akhirnya hilang ketika memasuki akar gigi.

Sementum Gigi, yaitu segi gigi yang melapisi akar gigi. Sementum berperan untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya tumbuh. Susunan Sementum tidaklah sekeras e-mail pada mahkota gigi. Semen akan semakin tebal bersamaan dengan bertambahnya usia.

Tulang Gigi (Dentin), yaitu susunan gigi yang ada setelah susunan e-mail gigi pada mahkota dan ada setelah susunan sementum pada akar gigi.

Dentin memiliki susunan seperti tulang namun lebih keras, karena memiliki konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karenanya ia sering kali disebut juga dengan Tulang Gigi. Dentin yaitu susunan terluas pada gigi karena melapisi seluruh tubuh gigi, dari mahkota sampai akar.

Rongga Gigi (Pulpa), yaitu jaringan lunak pada tengah gigi yang berupa rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf.

Pulpa berperan untuk memberi nutrisi pada gigi karena memiliki pembuluh darah, juga berperan untuk mengidentifikasi bila ada zat asing dalam gigi karena memiliki pembuluh saraf. Pulpa juga bertindak untuk membuat susunan dentin.

Jenis Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu:

Gigi Seri, yaitu gigi yang mempunyai satu akar dan berperan untuk memotong atau mengerat makanan. Gigi seri berupa tegak dengan mahkota yang horizontal. Manusia dewasa memiliki 4 gigi seri, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Taring, yaitu gigi yang memiliki satu akar dan berperan untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi taring berupa tegak dan agak runcing. Manusia dewasa memiliki 4 gigi taring, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Geraham Depan (Premolar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 akar dan berperan untuk menggiling dan mengunyah makanan. Gigi Premolar berupa rendah dan ada beberapa benjolan pada bagian mahkotanya. Manusia Dewasa memiliki 8 Gigi Premolar, yaitu 4 di rahang bawah, dan 4 di rahang atas.

Gigi Geraham Belakang (Gigi Molar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 atau 3 akar dan berperan untuk menggilas, melumat, menghancurkan, dan melembutkan makanan. Gigi Molar memiliki bentuk yang hampir sama juga dengan gigi Premolar di atas.

Manusia dewasa memiliki 12 gigi Molar permanen. Masing – masing 6 di rahang atas dan bawah. Bersumber pada usianya Gigi terbagi jadi 2 bentuk, yaitu:

Gigi Susu, yaitu gigi yang tumbuh pertama kalinya pada manusia, seiring waktu berjalan dan bertambahnya usia, gigi susu ini akan digantikan oleh gigi permanen. Umumnya gigi susu mulai berkembang sejak usia 6, 7 atau 8 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh yakni gigi seri pada rahang bawah.

Gigi ini akan tumbuh lengkap ketika manusia berusia 2,5 – 3 tahun. Lalu akan tanggal satu per satu mulai sejak usia 6 tahun dan mulai digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu berjumlah 20 buah semuanya yaitu 8 Gigi seri, 4 Gigi taring, dan 8 gigi premolar.

Gigi Permanen, yaitu gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan gigi ini tidak akan tanggal dengan sendirinya juga tidak akan digantikan oleh gigi lain selama kehidupan. Gigi permanen semuanya berjumlah 32 buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 Gigi Premolar, dan 12 Gigi Molar.

Susunan Gigi Pada Manusia 

Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

S = Gigi Seri
T = Gigi Taring
G = Geraham

Struktur Sekitar Gigi 

Ligamen Periodontal, yaitu susunan jaringan ikat yang melekat pada akar gigi dan melekat ke tulang. Ligamentum periodontal akan berlanjut dengan jaringan gingiva (gusi) dan terkait dengan ruang pembuluh darah yang ada pada tulang.

Oral Mukosa, yakni rongga mulut yang dilapisi sel epitel gepeng berlapis. Oral mukosa memiliki peranan paling penting untuk melindungi jaringan atau organ lain yang ada pada rongga mulut.

Gingiva (Gusi), yaitu mukosa mulut yang menutupi tulang maksila dan mandiula di dalam rongga mulut. Jaringan gingiva ini sendiri sebenarnya berwarna transparan, warna merah terbentuk karena banyak pembuluh darah di bagian itu. Peranan gusi yakni untuk melindungi akar gigi dan jaringan sekitar akar gigi.

Saraf dan pembuluh darah, seperti pada organ yang lain, di sekitar gigi ada juga pembuluh saraf dan pembuluh darah. Pembuluh saraf berperan untuk menerima dan memberikan rangsangan, sedangkan pembuluh darah berperan untuk memberikan konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh susunan di sekitarnya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gigi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gigi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Sebagian Jenis Manusia Purba dan Ciri-Cirinya

Sebagian Jenis Manusia Purba dan Ciri-Cirinya|Manusia Purba yaitu jenis manusia pada zaman prasejarah, manusia purba memiliki beberapa jenis serta ciri masing-masing dari ciri-ciri itu dapat ditemukan jenis manusia purba ini serta dari Penelitian manusia purba dilakukan dengan mengadakan peneliatian penggalian lokasi yang diprediksikan sebagai tempat hidup manusia purba.

Penggalian itu menghasilkan temuan berupa beberapa sisa tumbuh-tumbuhan, hewan, serta manusia yang sudah membantu (fosil). Fosil tumbuhan, hewan serta manusia itu ditemukan di lapisan bumi tertentu. Dengan mengetahui usia lapisan bumi, dapat ditemukan usia fosil. Untuk lebih mengetahui jelas Beberapa Jenis serta Ciri-Ciri manusia purba Mari lihat penjelasan, serta kajian berikut ini...

Beberapa Type Manusia Purba serta Ciri-Cirinya 

Sebagian Jenis Manusia Purba dan Ciri-Cirinya
Pada Pembahasan ini, Pertama-tama akan dibahas mengenai Jenis Manusia Purba serta ciri-cirinya di wilayah indonesia serta yang ke-2 bakal dibicarakan type manusia purba serta ciri-cirinya di luar indonesia...

A. Beberapa Jenis Manusia Purba Indonesia serta Ciri-Cirinya 

Penelitian fosil manusia purba di Indonesia diawali pada akhir abad ke-19 Tokoh riset manusia purba di Indonesia yaitu Eugene Dubois. Keberhasilannya temukan fosil atap tengkorak di Trinil (th. 1891) jadi sisi utama dalam histori palaeoantropologi. Momen itu sekalian memulai rangkaian riset fosil manusia purba di Indonesia.

1. Meganthropus Palaeojavanicus (Meganthropus Palaeojavanicus : manusia raksasa dari Jawa kuno) 

Fosil manusia purba ini merupakan jenis paling tua yang pernah diketemukan di Indonesia. Penemunya yaitu Ralph von Koenzgswald di Fosil yang diketemukan berbentuk rahang bawah serta atas gigi terlepas. Lewat cara stratigrafi di ketahui fosil itu ada pada susunan Pu├žangan. Bersumber pada usia susunan tanah, diprediksikan fosil Megantropus Paleojavanicus berusia 1-2 juta th..
  • Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala. 
  • Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan di kening yang mencolok. 
  • Tidak berdagu. 
  • Otot kunyah, gigi, dan rahang besar serta kuat. 
  • Makanannya jenis tumbuh-tumbuhan. 
2. Pithecanthropus (Pithecanthropus : Manusia Kera) 

Fosil manusia purba type Pithecantropus yaitu type manusia purba yang paling banyak diketemukan di Indonesia. Lewat cara stratigrafi, di ketahui fosil itu ada pada susunan Pucangan serta Kabuh. Bersumber pada usia susunan tanah, diprediksikan fosil Pithecanthropus sangat beragam umumya, pada 30. 000-2 juta th..

Ciri Pithecantropus 
  • Tinggi badannya kurang lebih 165 - 180 cm. 
  • Tubuh tegap, tetapi tak setegap Meganthropus. 
  • Benjolan kening tidak tipis serta melintang selama pelipis 
  • Otot kunyah tak sekuat Meganthropus. 
  • Hidung lebar serta tak berdagu. 
  • Makanannya beragam tumbuhan serta daging hewan buruan. 
  • Beberapa Type Pithecanthropus 
a. Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto) 

Fosil manusia purba type ini diketemukan oleh Von Koenigswald di dekat Mojokerto, jawa timur, pada th. 1936. Fosil berbentuk tengkorak. Fosil itu dimaksud juga Pithecanthropus Robustua..

b. Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang jalan tegak) 

Fosil manusia purba type ini diketemukan oleh Eugene Dubois pada th. 1890 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil berbentuk tulang rahang, sisi atas tengkorak. geraham, serta tulang kaki.

c. Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari Solo) 

Fosil manusia purba type ini diketemukan oleh von Koenigswald serta Openorth di Ngandong serta Sangiran, di pinggir Bengawan Solo, pada th. 1931 - 1933. Fosil berbentuk tengkorak serta tulang kering.

3. Homo (Homo : manusia) 

Fosil manusia purba type homo yaitu paling muda dibanding fosil manusia purba type yang lain. Dimaksud juga homo Erectus (manusia jalan tegak) atau Homo Sapiens (manusia cerdas/bijaksana). Lewat cara stratigrafi, di ketahui fosil itu ada pada susunan Notopurpo. Bersumber pada usia susunan tanah, diprediksikan fosil Homo sangat beragam umurnya, pada 25. 000-40. 000 th..

Ciri Homo
  • Tinggi badan 130 - 210 cm. 
  • Otak lebih berkembang dari pada Meganthropus serta Pithecanthropus. 
  • Otot kunyah, gigi, serta rahang udah berkurang. 
  • Benjolan kening udah menyusut serta udah berdagu. 
  • Mempunyaj ciri ras Mongoloid serta Austramelanosoid 

Beberapa Type Homo 

A. Homo Soloensis (manusia serta Solo)

Fosil manusia purba type ini diketemukan Von Koenigswald serta Weidenrich pada th. 193-1934 dilembah Bengawan Solo. Fosil yang ditemuka berbentuk tengkorak. Dari Volume Otaknya, bukanlah lagi manusia kera (Pithecantropus)

B. Homo Wajakensis (manusia serta Wajak) 

Fosil manusia purba type ini diketemukan oleh Dubois pada th. 1889 di daerah Wajak dekat Tulungagung. Manusia type ini udah dapat bikin alat-alat serta batu ataupun tulang. Mereka juga sudah mengetahui langkah memasak makanan.

B. Beberapa Type Manusia Purba di Luar Indonesia/Di Dunia 

Tidak hanya di Indonesia, fosil manusia purba juga diketemukan diluar Indonesia, seperti di Cina, Eropa, serta Afrika. Fosil manusia purba diluar Indonesia yaitu sebagai berikut ini.

1. Australopithecus Africanus 

Fosil manusia purba type ini diketemukan di Taung, dekat Vryburg, Afrika Selatan. Fosil ini diketemukan oleh Raymond Dart, pada th. 1924. Diprediksikan manusia type ini hidup 2-3 juta th. waktu lalu.

2. Sinanthropus Pekinensis 

Fosil manusia purba type ini diketemukan di gua Choukoutien, Peking (saat ini Beijing), RRC. Fosil ini diketemukan oleh Davidson Black pada th. 1927. Manusia purba type ini termasuk juga homo sapiens hingga kerapkali dimaksud juga dimaksud Homo Pekinensis.

3. Homo Neanderthalensis 

Fosil manusia purba type Ini diketemukan di lembah sungai Neander, dekat Dusseldorf, Jerman, oleh Rudolf Virchow. Ciri manusia purba ini mendekati ciri Homo Wajakensis.

4. Homo Rhodesiensis 

Fosil manusia purba type ini diketemukan oleh Raymond Dart serta Robert Brom pada th. 1924 di gua Broken Hill, Rhodesia (saat ini jadi Zimbabwe).

5. Homo Cro-Magnon 

Fosil manusia purba type ini diketemukan di gua Cro-Magnon, dekat Lez Eyzies, samping barat daya Prancis. Fosil itu pertama kalinya diketemukan pada th. 1868. Ciri manusia purba type ini mendekati ciri manusia moderen.

Berekspresi Melalui Karya Seni Rupa

Seni Rupa adalah salah satu bagian kesenian yang penerapannya berbentuk dua atau tiga dimensi karena memiliki panjang dan lebar, serta volume. Seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain. Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang memiliki fungsi ganda, yaitu selain untuk pemenuhan kebutuhan batin, juga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari sesuai kegunaanya. Misalnya, meja, kursi, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga.

Seni tenun berkaitan erat dengan budaya, kepercayaan, dan lingkungan alam daerah setempat. Karena budaya, kepercayaan, dan lingkungan alam berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain, maka seni tenun setiap daerah juga berbeda. Karya tenun di Indonesia terbentuk melalui proses waktu yang panjang sejak zaman kebudayaan Dongson prasejarah. Kain tenun dengan segenap teknik dan ragam hiasnya telah mengalami perkembangan hingga terbentuk karya tekstil yang bernilai seni tinggi. Tenun ikat adalah kain tenun yang pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat bagian-bagian benangnya. Kain songket adalah kain tenun yang dibuat dengan suatu teknik memberikan benang tambahan berupa benang emas, benang perak, atau benang sutra dengan cara dicukit atau disongket.

A. Kain Tenun Nusantara
1. Jenis-jenis kain tenun
Ada dua jenis kain tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Perbedaan keduanya terletak pada bahan yang digunakan dan teknik pembuatannya.

a. Tenun ikat
Tenun ikat adalah kain tenun yang pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat bagianbagian benangnya. Sejarah pembuatan tenun Nusantara diawali dengan adanya tenun ikat lungsi yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Tenun ikat lungsi adalah tenun yang teknik pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat benang lungsinya, yaitu benang yang vertikal. Persebaran tenun ikat lungsi, antara lain di Toraja, Sulawesi Selatan, Minahasa (Sulawesi Utara), Batak (Sumatra Utara), Sumba (NTT), Flores, dan di pedalaman Kalimantan.

Pada perkembangan selanjutnya, dikenal pula pembuatantenun dengan teknik ikat pakan (jalur horizontal). Bahan-bahan yang digunakan dalam tenun ikat adalah benang kapas, dapat juga menggunakan benang sutra alam, seperti pada tenun ikat Nusapenida (Bali) dan Padang. Tenun ikat ini oleh sebagian masyarakat lebih dikenal dengan sebutan kain ulos.

b. Tenun songket
Tenun songket atau populer dengan sebutan kain songket adalah jenis kain tenun yang penciptaannya dimulai setelah adanya tenun ikat. Teknik pembuatan tenun songket sebenarnya sudah ada sejak zaman prasejarah dengan adanya teknik pakan tambahan dan lungsi tambahan. Namun kain songket yang menggunakan benang emas, benang perak, atau benang sutra mulai diterapkan semenjak adanya hubungan perdagangan kerajaan di Sumatera dengan orang-orang asing terutama dari Cina. Benang sutra yang didapatkan dari luar diterapkan dalam kain tenun yang kemudian dikenal dengan sebutan kain songket. Kain songket adalah kain tenun yang dibuat melalui suatu teknik memberikan benang tambahan berupa benang emas, benang perak, atau benang sutra dengan cara dicukit atau disongket.

Pembentukan corak pada tenunan sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan, yang membentuk desain itu sendiri. Ada desain benang sutra yang ditempatkan di atas dasar benang kapas. Ada desain yang terbentuk dari jenis benang yang sama, misalnya dari sesama benang kapas atau sesama benang sutra, atau dari jenis benang lainnya. Daerah-daerah tertentu di Indonesia yang menjadi awal pembuatan songket, antara lain Palembang (Sumsel), Donggala (Sulteng), Bugis (Sulsel), dan Bali.

2. Membuat karya tenun
Bahan dasar pembuatan tenun adalah benang kapas dan sutra yang banyak terdapat di Indonesia. Tradisi membuat tenun di Flores sebagai daerah penghasil kapas, sudah berlangsung sejak dulu hingga sekarang. Berikut kamu akan belajar membuat karya tenun sendiri, dengan peralatan yang sederhana dan teknik yang lebih mudah.

a. Membuat cetakan tenun
Tahap awal sebelum membuat karya tenun adalah membuat cetakan tenun terlebih dahulu. Bahan dan
peralatan yang diperlukan untuk membuatnya, yaitu kayu (kayu reng), paku (ukuran kecil dan sedang), gergaji, palu, pensil, dan kertas. Langkah-langkah dalam proses pembuatan cetakan tenun sebagai berikut.
  • Pola kayu akan dibuat membentuk bingkai segiempat. Ukurannya sesuai dengan yang kita inginkan. Artinya, sesuai fungsi tenunan yang dibuat, misalnya untuktaplak.
  • Kayu dipotong sesuai pola dan ukuran yang ditentukan.
  • Setiap ujung kayu dipotong membentuk siku sesuai ukuran yang ditentukan.
  • Tancapkan paku ukuran sedang pada kayu dengan jarak setiap + 5 cm.
  • Gabungkan keempat ujung batang kayu dengan menancapkan paku hingga membentuk bingkai yang siap dipakai untuk membuat tenunan.
b. Membuat tenunan
Setelah pembuatan alat cetak tenun selesai, berikutnya mempersiapkan bahan dan alat pembuatan tenunan. Bahan yang diperlukan, yaitu benang wol dengan perpaduan warna yang serasi, misalnya merah hati, oranye, dan kuning; atau biru, hijau, dan kuning.
Peralatan yang dibutuhkan, antara lain gunting, peniti, dan cetakan tenun. Pembuatan tenunan melalui beberapa tahapan berikut.
  • Membuat rencana penataan warna yang digunakan dalam tenunan. Hitung jumlah paku yang ada, kemudian gambarlah pola di atas kertas.
  • Ambil benang sesuai pola, ikatkan dengan kuat pada paku paling tepi.
  • Ikatkan secara melingkar pada paku. Jika kamu menginginkan jumlah talinya delapan, ikatkan empat putaran. Jika berganti benang maka benang yang terakhir diikat kuat.
  • Ikatkan benang secara diagonal.
  • Setelah semua jalur ikatan benang sudah terhubung, kemudian potong semua ujung benang yang terikat pada paku.
  • Tenunan hasil karyamu telah selesai dan dapat digunakan sebagai taplak meja.
B. Seni Grafis
Istilah grafis berasal dari bahasa Inggris graph atau graphic yang berarti membuat tulisan atau gambar dengan cara ditoreh atau digores. Grafi atau grafis juga bisa diartikan gambaran nyata. Dengan demikian, seni grafis adalah karya seni rupa dua dimensi yang proses pembuatannya melalui teknik cetak.

1. Jenis-jenis seni grafis
Pembagian jenis seni grafis dilakukan berdasarkan teknik pembuatannya. Bahan dan alat yang dipakai juga beragam sesuai teknik yang digunakan. Jenis-jenis seni grafis berdasarkan teknik pembuatannya dapat dibedakan sebagai berikut.
  • Cetak dalam (intaglio print). Cetak dalam dibuat dengan bahan cetakan dari aluminium yang permukaannya ditoreh hingga menghasilkan goresan yang dalam. Tinta lalu dituangkan pada bagian yang dalam tersebut. Kertas yang sudah dibasahi dengan air lalu diletakkan di atasnya. Tinta akan melekat pada kertas dan terbentuklah gambar atau tulisan sesuai yang diharapkan. Alat yang dipakai untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, atau logam runcing.
  • Cetak saring (screen printing). Proses pembuatan cetak saring biasa disebut teknik sablon. Proses pembuatan cetak saring melalui tahapan pembuatan dari bahan screen, yaitu kain yang dilapisi bahan peka cahaya. Disebut cetak saring karena tinta yang terdapat di atas permukaan screen akan tersaring melalui pori-porinya menembus permukaan kertas atau media lain yang dikehendaki, misalnya kain dan benda-benda berpermukaan datar lainnya.
  • Cetak datar. Cetak datar adalah suatu teknik memperbanyak atau memproduksi suatu gambar atau tulisan dengan menggunakan media cetakan yang mempunyai permukaan datar atau rata. Teknik cetak datar sekarang ini dapat dijumpai pada sistem mesin cetak dan teknik foto mekanik.
  • Cetak tinggi. Proses pembuatan cetak tinggi menggunakan cetakan dari bahan yang dicukil sehingga menghasilkan permukaan tinggi dan rendah (bagian yang menonjol dan yang tenggelam). Bentuk permukaan tinggi dan rendah tersebut dinamakan relief.
Dari keempat jenis teknik berkarya membuat cetak grafis tersebut, yang akan kita pelajari lebih lanjut ialah membuat cetak tinggi.

2. Membuat cetak tinggi
Pembuatan gambar dengan teknik cetak tinggi dapat menghasilkan karya yang menarik, yang berbeda dengan gambar atau lukisan lain yang pernah kamu buat. Proses pembuatannya cukup mudah.

a. Bahan dan alat
Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan cetak tinggi adalah acuan cetak (plat klise). Acuan cetak dapat dibuat dari papan, kayu triplek atau hard board, malam atau lilin yang telah dibentuk lempengan, dan sabun batangan.

Alat yang diperlukan untuk membuat cetak tinggi, yaitu sebagai berikut.
  • Pahat dan pencungkil kayu, digunakan untuk membentuk gambar pada acuan cetak. Bisa juga dengan menggunakan pisau cutter, namun harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Tinta cetak, biasa dipakai di percetakan, bentuknya kental. Bisa juga diganti dengan cat air atau cat poster dicampur gliserin (bisa dibeli di apotek). Untuk pencampurannya kira-kira sekental pasta gigi.
  • Rol karet, kertas putih (kertas gambar), dan pensil.
b. Proses pembuatan cetak tinggi
Proses pembuatan cetak tinggi sebagai berikut.
  • Buat sketsa gambar terlebih dulu pada acuan cetak.
  • Cukil dan pahatlah dengan pahat grafis atau pahat coret. Artinya, bagian yang tidak boleh terkena tinta dibuang.
  • Ratakan tinta di atas kaca dengan menggunakan rol.
  • Beri tinta pada permukaan acuan cetak dengan menggunakan rol.
  • Letakkan acuan cetak di atas kertas (posisi cetakan menghadap ke bawah menempel kertas).
  • Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tekan permukaan kertas dengan menggunakan rol.
  • Angkat kertas perlahan-lahan dari permukaan acuan cetak.
  • Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Agar tampil

    Penggolongan Hewan Sesuai Makanannya

    Di alam bebas, hewan mempunyai jenis makanan tersendiri. Jenis makanan hewan yang dipelajari adalah makanan yang tersedia di alam. Agar kamu dapat lebih mengetahui jenis makanan hewan, lakukanlah kegiatan berikut! Di alam bebas, hewan mempunyai jenis makanan tersendiri. Jenis makanan hewan yang dipelajari adalah makanan yang tersedia di alam. Sumber makanan hewan dikelompokkan ke dalam dua macam, yaitu tumbuhan dan hewan. Makanan yang berasal dari tumbuhan di antaranya dapat berupa daun, batang, buah, biji-bijian, dan akar atau umbi-umbian. Sedangkan makanan yang berasal dari hewan dapat berupa daging, ikan, tulang, dan serangga.

    Menurut makanannya binatang digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu karnivora, herbivora, dan omnivora.
    1. Karnivora
    Karnivora adalah hewan yang memakan hewan lainnya. Sebagai contoh Singa, serigala, anjing, dan harimau. Singa, serigala, anjing, dan harimau berburu ayam, rusa, atau jenis binatang lainnya untuk dimangsa. Elang dan burung hantu termasuk karnivora. Hewan karnivora bercirikan gigi taring dan geraham tajam. Gigi tersebut berguna untuk mengunyah daging dan tulang.

    2. Herbivora
    Herbivora adalah jenis binatang pemakan tumbuhan. Contoh herbivora antara lain kambing, sapi, kerbau, rusa, dan kelinci.

    3. Omnivora
    Omnivora adalah binatang segala. Contoh omnivora yaitu bebek dan tikus. Bebek memakan biji-bijian, tetapi juga memakan cacing dan tumbuhan air yang terdapat di kolam. Demikian juga tikus. Tikus bisa memakan apa saja yang ditemui di sekitarnya seperti kelapa, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging.

    Amati gambar hewan berikut. Tandai K pada binatang karnivora, H pada binatang herbivora, dan O pada binatang omnivora.
    K
    H
    H
    K
    K
    H
    O
    H
    K
    Kecepatan
    Jarak yang ditempuh benda dalam satuan waktu tertentu dinamakan kecepatan. Secara umum dapat ditulis, Misal kecepatan dilambangkan dengan v, jarak tempuh = s dan waktu tempuh = t maka rumus kecepatan dapat ditulis sebagai berikut :
    Kecepatan =Jarakatau v =s
    Waktut
    Dari rumus di atas diperoleh :
    Jarak = Kecepatan x Waktu atau s = v x t
    Waktu =Jarakatau t =s
    Kecepatanv

    Contoh Soal :
    1. Udin sedang bermain sepatu roda. Udin berjalan sejauh 1.200 meter. Waktu yang diperlukan Udin untuk menempuh jarak tersebut 6 menit. Berapa jarak yang ditempuh Udin dalam setiap menit?
    Jarak yang ditempuh udin = 1.200 : 6 = 200 meter/menit

    2. Jarak rumah Udin ke toko Jaya 1.800 meter. Udin mencapai finish selama 9 menit. Edo berhasil mencapai finish selama 6 menit. Berapa jarak yang di tempuh Udin dan Edo setiap menitnya?
    Jarak yang ditempuh Udin dan Edo = 1.800 ; 6 = 300 meter/menit

    3. Pada saat libur ayah bersepeda selama 3 jam. Ayah berangkat pukul 5.00 dan sampai di rumah lagi pukul 8.00. Jarak yang ditempuh ayah 36 km. Berapa jarak yang ditempuh Ayah dalam setiap jam?
    Jarak yang ditempuh ayah = 36 : 3 = 12 km/jam

    4. Seorang pelari berlari pada lintasan sepanjang 400 meter. Pelari tersebut membutuhkan waktu selama 80 detik. Berapa jarak yang ditempuh pelari dalam setiap detik?
    Jarak yang ditempuh pelari = 400 : 80 = 5 meter/detik

    5. Sebuah kapal berangkat dari pelabuhan pukul 9.00 dan sampai tujuan pukul 11.00. Jika jarak yang ditempuh kapal 60 km, berapa kecepatan kapal?
    Waktu = 11.00 - 9.00 = 2 jam
    Kecepatan =Jarak=60 km= 30 km/jam
    Waktu2 jam
    6. Ayah mengendarai mobil selama 1/2 jam dan menempuh jarak 20 km. Berapakah kecepatan mobil yang dikendarai ayah?
    Kecepatan =Jarak=20 km= 40 km/jam
    Waktu0,5  jam

    Morfologi Beberapa Jenis Ikan Konsumsi

    Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah dan/atau mengawetkannya.

    Pembenihan adalah suatu tahap kegiatan dalam budidaya yang sangat menentukan tahap kegiatan selanjutnya, yaitu pembesaran atau suau kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghasilkan benih dan selanjutnya benih yang dihasilkan menjadi komponen input bagi kegiatan pembesaran.

    Benih ikan adalah ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa, termasuk telur, larva, dan biakan murni alga. Pendederan adalah suatu kegiatan pemeliharaan benih ikan setelah periode larva sampai dihasilkan ukuran benih tertentu yang siap untuk didederkan.

    Morfologi Jenis Ikan Konsumsi
    Beberapa Jenis Ikan Konsumsi
    Ikan konsumsi adalah jenis-jenis ikan yang lazim dikonsumsi oleh manusia sebagai sumber pangan. Ikan konsumsi dapat diperoleh salah satunya dari proses budidaya. Contoh ikan konsumsi yang sering dibudidayakan antara lain: lele, gurami, nila, mas, bawal, dan patin. Ikan-ikan tersebut dapat dibedakan berdasarkan morfologinya.

    Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan, yaitu bentuk tubuh ikan sebagai ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut.

    1. Ikan Lele
    Seluruh tubuh ikan lele tidak bersisik, warna dasar hitam, cokelat, dan kadang agak kehijauan. Tubuh ikan lele dibagi menjadi 3, yaitu kepala, badan, dan ekor. Ikan lele memiliki kepala yang besar dan keras dengan sepasang bola mata yang kecil. Ukuran mulut lebar, dilengkapi kumis. Hal inilah yang menyebabkan lele disebut juga catfish, karena memiliki kumis seperti kucing .

    Tidak seperti ikan lainya, agak sulit untuk mengatakan bentuk badan lele secara tepat. Tengah badanya mempunyai potongan membulat, dengan kepala pipih kebawah (depressed), sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed), jadi pada lele ditemukan tiga bentuk potongan melintang ( pipih kebawah, bulat dan pipih kesamping).

    Kepala bagian atas dan bawah tertutup oleh pelat tulang. Pelat ini membentuk ruangan rongga diatas insang. Disinilah terdapat alat pernapasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Mulut berada diujung moncng (terminal), dengan dihiasi 4 pasang sungut. Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada dibelakang bibir atas, lubang hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar berada di belakang sungut nasal. Mata berbentuk kecil dengan tepi orbitalyang bebas.

    Sirip ekor membulat, tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Sirip perut berbentuk membulat dan panjangnya mencapai sirip anal. Sirip dada dilengkapi sepasang duri tajam / patil yang memiliki panjang maksimum mencapai 400 mm. Patil ini beracun terutama pada ikan ikan remaja, sedangkan padaikan yang tua sudah agak berkurang racunya.

    Ikan ini memiliki kulit berlendir dan tidak bersisik (mempunyai pigmen hitam yang berubah menjadi pucat bila terkena cahaya matahari, dua buah lubang penciuman yang terletak dibelakang bibir atas, sirip punggung dan dubur memanjang sampai ke pangkal ekor namun tidak menyatu dengan sirip ekor, panjang maksimum mencapai 400 mm.

    2. Ikan Gurami
    Bentuk tubuh gurami agak panjang, tinggi, dan pipih ke samping. Panjang maksimumnya mencapai 65 cm. Ukuran mulut kecil, miring, dan dapat disembulkan. Gurami memiliki garis lateral (garis gurat sisi atau linea literalis) tunggal, lengkap dan tidak terputus, serta memiliki sisik berbentuk stenoid (tidak membulat secara penuh) yang berukuran besar. 

    Ikan ini memiliki gigi di rahang bawah. Di daerah pangkal ekornya terdapat titik bulat berwarna hitam. Bentuk sirip ekor membulat. Ikan ini juga memiliki sepasang sirip perut yang telah mengalami modifikasi menjadi sepasang benang panjang yang befungsi sebagai alas peraba.

    Secara umum, tubuh gurami berwarna kecokelatan dengan bintik hitam pada dasar sirip dada. Gurami muda memiliki dahi berbentuk normal atau rata. Semakin dewasa, ukuran dahinya menjadi semakin tebal dan tampak menonjol. Selain itu, di tubuh gurami muda terlihat jelas ada 8-10 buah garis, tegak atau vertikal yang akan menghilang setelah ikan menginjak dewasa.

    3. Ikan Nila
    Bentuk tubuh agak memanjang dan pipih ke samping, warna putih kehitaman dan warnanya semakin terang kea rah bagian ventral atau perut. Pada tubuh terdapat garis-garis vertikal berwarna hijau kebiruan, sedangkan pada sirip ekor terdapat delapan buah garis-garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan. Mata tampak menonjol agar besar dan di tepinya berwarna hijau. 

    Letak mulut terminal atau di ujung tubuh. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah thoracic. Garis rusuk (Linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang di atas sirip dada.  Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Tipe sisik adalah ctenoid atau sisik sisir. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. 

    Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis yang vertical dan pada sirip punggungnya garis terlihat condong lekuknya. Ciri ikan nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip, ekor, punggung dan dubur. Pada bagian sirip caudal/ ekor yang berbentuk membulat warna merah dan biasa digunakan  sebagai indikasi kematangan gonad.

    Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik ikan nila adalah tipe scenoid. Ikan nila juga ditandai dengan jari-jari darsal yang keras, begitupun bagian awalnya. Dengan posisi siap awal dibagian belakang sirip dada (abdormal).

    4. Ikan Mas
    Tubuh ikan mas memiliki ciri-ciri antara lain: bentuk badan memanjang dan sedikit pipih ke samping, mulut terletak di ujung tengah (terminal) dan dapat disembulkan (protektil) serta dihiasi dua pasang sungut. Selain itu di dalam mulut terdapat gigi kerongkongan, dua pasang sungut ikan mas terletak di bibir bagian atas. Gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) terdiri atas tiga baris yang berbentuk geraham, memiliki sirip punggung (dorsal) berbentuk memanjang dan terletak di bagian permukaan tubuh, berseberangan dengan permukaan sirip perut (ventral) 

    Bagian belakang sirip punggung memiliki jari-jari keras sedangkan bagian akhir berbentuk gerigi, sirip dubur (anal) bagian belakang juga memiliki jari-jari keras dengan bagian akhir berbentuk gerigi seperti halnya sirip punggung, sirip ekor berbentuk cagak dan berukuran cukup besar dengan tipe sisik berbentuk lingkaran (cycloid) yang terletak beraturan, gurat sisik atau garis rusuk (linea 8 lateralis) ikan mas berada di pertengahan badan dengan posisi melintang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor.

    5. Ikan Bawal
    Ikan bawal (Colossoma macropomum) memiliki warna tubuh abu-abu tua, pada tubuh bagian ventral berwarna merah pada bawal muda, dan akan memudar sejalan dengan pertambahan umur. Ikan bawal memilki gigi-gigi yang tajam .

    Dari arah samping, tubuh bawal tampak membulat (oval) dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2:1. Bila dipotong secara vertical, bawal memiliki tubuh pipih (compressed) dengan perbandingan antara tinggi dan lebar tubuh 4:1. Bentuk tubuh seperti ini menandakan gerakan ikan bawal tidak cepat seperti ikan lele atau grass cap, tetapi lambat seperti ikan gurame atau tambakan. Sisiknya kecil berbentuk ctenoid, dimana setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan. Warna tubuh bagian atas abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Pada bawal dewasa, bagian tepi sirip perut, sirip anus dan bagian bawah sirip ekor berwarna merah. Warna merah ini merupakan ciri khusus bawal sehingga oleh orang inggris dan amerika disebut red bally pacu .

    6. Ikan Patin
    Patin merupakan salah satu jenis ikan dari kelompok lele-lelean. Panjang patin dewasa mencapai 120 cm. Ukuran tubuh seperti ini merupakan ukuran tubuh yang tergolong besar bagi ikan jenis lele-lelean. Bentuk tubuhnya memanjang dengan warna dominan putih berkilauan seperti perak dan dibagian pungungnya berwarna kebiruan. Kilau warna keperkan tubuhnya sangat cemerlang ketika masih kecil, sehingga banyak orang yang memeliharanya di akuairum sebagai ikan hias. Warna keperakan ini akan semakin memudar setelah patin semakin besar.

    Sama seperti ikan lele-lelean lainnya, patin tidak memiliki sisik alias bertubuh licin. Bentuk kepalanya relatif kecil. Mulutnya terletak di ujung kepala sebelah bawah. Di sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis yang berfungsi sebagai alat pencari pakan dan alat peraba saat berenang. Di bagian punggungnya terdapat sirip dengan sebuah jari-jari keras yang dapat berubah menjadi patil. jari-jari lunaknya berjumlah 6-7 buah.

    bentuk sirip ekornya simetris bercagak. Di sirip dada terdapat 12-13 jari – jari lunak dan satu buah jari-jari keras yang berfungsi sebagai patil. Sirip duburnya panjang, terdiri dari 30-33 jari-jari lunak. Sementara itu, di sirip perut terdapat 6 jari-jari lunak.

    Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan)

    Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan). Pengertian Kingdom Animalia, Ciri – Ciri Kingdom Animalia, Klasifikasi Kingdom Animalia, Struktur Tubuh Kingdom Animalia, Vertebrata, Invertebrata, dan Penjelasan Lengkap Lainnya Mengenai Kingdom Animalia (Hewan).

    Pengertian Kingdom Animalia

    Sumber: riofrans.blogspot.co.id
    Dalam biologi, kerajaan atau kingdom dalam bahasa latin regnum, pl. regna, adalah tingkat paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.

    Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang tergabung membuat jaringan. Hewan tidak bisa membuat makanannya sendiri hingga disebut dengan heterotrof. Hewan adalah organisme eukariot, multiseluler serta heterotrofik.

    Tidak sama dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang udah jadi ke dalam badannya dengan menelannya secara langsung (ingestion) atau mengonsumsi organisme yang lain dapat pula mengonsumsi bahan organik yang terurai.

    Keunikan hewan yaitu adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls serta pergerakan, yakni jaringan saraf serta jaringan otot hingga bisa bergerak secara aktif. Beberapa hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.

    Memanglah terasa sedikit susah memahami pengertian hewan sesungguhnya, hal semacam ini disebabkan karena adanya macam - macam karakter hewan di dunia, senantiasa ada pengecualian dari beberapa karakter umum pada sebuah kelompok hewan spesifik. Sebutan lain untuk hewan yaitu binatang atau fauna atau margasatwa.

    Lantas apa hubungan pengertian hewan dengan kingdom animalia? Jelas amat terkait lantaran kingdom animalia itu sendiri yaitu klasifikasi (pengelompokan) hewan atau binatang yang mempunyai anggota yang paling banyak serta beragam.

    Struktur Tubuh Kingdom Animalia

    Dalam pengklasifikasian kingdom animalia, ada 4 ciri mencolok yang bisa membedakan struktur tubuh satu dengan yang lain. Yakni bersumber pada simetri tubuh serta susunan tubuh.

    Susunan Tulang Belakang 
    1. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. 
    2. Invertebrate adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. 
    Kesimetrisan Tubuh

    Asimetris 

    Simetri tubuh hewan ini tidak beraturan.

    Simetri bilateral 

    Hewan yang sisi badannya tersusun bersebelahan dengan sisi yang lain adalah simetri tubuh bilateral. Bila di ambil garis memotong dari depan ke belakang, akan tampak sisi badannya sama atau seimbang kiri serta kanan.

    Hewan dengan simetri tubuh ini, mempunyai sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Juga mempunyai sisi atas atau dorsal serta sisi bawah atau ventral, sisi kepala atau anterior serta sisi ekor atau posterior dan sisi samping atau lateral.

    Simetri radial 

    Hewan mempunyai susunan tubuh melingkar atau bulat adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri radial. Bentuk tubuh seperti ini cuma mempunyai dua sisi yakni sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Hewan ini disebut dengan radiata.

    Susunan Tubuh 

    Hewan diploblastik 

    Hewan tipe ini cuma mempunyai 2 susunan sel tubuh. Susunan luar disebut dengan ektoderma serta susunan dalam disebut dengan endoderma.

    Hewan triploblastik 

    Hewan triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh. Susunan terluar disebut dengan eksoderma yang akan berkembang jadi epidermis serta sistem saraf serta susunan tengah disebut dengan mesoderma yang akan berkembang jadi kelenjar pencernaan serta usus dan susunan terdalam disebut dengan endoderma sebagai jaringan otot.

    Rongga Tubuh 

    Khusus untuk hewan triploblastik, masih tetap ada lagi susunan bentuk badannya bersumber pada rongga yang dibagikan lagi ke dalam 3 kelompok yakni:

    Aselomata 

    Hewan dengan tipe rongga aselomata adalah hewan yang bertubuh padat yang tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluarnya.

    Pseudoselomata 

    Hewan dengan tipe rongga ini mempunyai rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga itu berodo cairan yang memisahkan alat pencernaan serta dinding tubuh terluar.

    Selomata 

    Hewan berongga satu ini memuat cairan serta memiliki batas yang datang dari jaringan mesoderma. Susunan dalam serta luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga serta menghubungkan dorsal dengan ventral.

    Klasifikasi Kingdom Animalia

    Susunan beberapa jenis hewan jadi beberapa kelompok besar serta kecil dalam suatu ketentuan yakni;
    1. Taxonomi atau systematika meliputi klasifikasi serta nomenkelatur, ketentuan yang memisahkan kelompok beragam hewan atas dasar criteria tertentu 
    2. Nomenkelatur adalah tata cara pemberian nama pada jenis hewan atau kelompok hewan yang akan disusun dalam klasifikasi. 
    Pengklasifikasian kingdom animalia yakni Vertebrata (mempunyai tulang belakang) serta Avertebrata (tidak mempunyai tulang belakang). Mari kita ulas satu persatu.

    Vertebrata 

    Vertebrata adalah subkingdom animalia yang mempunyai susunan ruas-ruas tulang belakang atau vertebrae.

    Vertebrata diklasifikasikan bersumber pada kulit yang menutupi badannya, reproduksi, cara menjaga suhu tubuh serta anggota tubuhnya.

    Biasanya mempunyai tubuh simetri bilateral, rangka dalam, serta beragam organ tubuh. Vertebrata sudah mempunyai organ tubuh lengkap. Dalam subkingdom vetebrata, ada 5 kelas yakni:

    Pisces (ikan) 
    Sumber: dbagus.com
    Habitat ikan mempunyai habitat di air dengan alat pernapasan berbentuk insang. Alat gerak ikan berbentuk sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip. Beberapa ikan bahkan juga mempunyai tentakel dibagain anterior atau depan.

    Reproduksi pada ikan dengan bertelur, juga mempunyai sepasang ginjal kiri serta kanan yang bertugas membuat zat sisa, serta mempunyai system saraf pusat tepi. system peredaran darah pada ikan yaitu system peredaran darah tertutup ganda yang bergerak dari insang menuju ke jantung serta menuju semua tubuh lalu kembali pada ke jantung.

    Sistem pencernaan ikan lewat organ-organ seperti dari mulut menuju lambung lalu usus halus, usus besar serta pembuangannya lewat anus. Proses penyerapan (absorbs) terjadi di usus halus. Reproduksi pisces yaitu secara seksual yang membentuk telur.

    Amphibia (hewan hidup di dua alam, air serta darat) 
    Sumber: alearningfamily.com
    Hewan ini bisa bertahan hidup di dua alam, seperti katak serta katak ini bila masih kecil pernafasannya memakai insang namun bila sudah dewasa akan berubah serta akan memakai paru hingga katak bisa hidup di dua alam yakni darat serta air. Alat geraknya berbentuk sepasang kaki depan serta belakang.

    Namun ada pula yang tidak mempunyai kaki (apoda) umpamanya salamander cacing. Ampibia memiliki ginjal yang bertugas mengeluarkan zat sisa. System-sistem yang terjadi di tubuh katak tidak jauh beda dengan jenis ikan. Kelas ampibia dibagi jadi 3 ordo yakni, anura (katak serta kodok), urodela (ampibi berekor), serta apoda (ampibi tidak berkaki).

    Reptilian (hewan melata) 
    Sumber: coolgalapagos.com
    Dalam bahasa latin, reptilian artinya melata. Reptilian mempunyai kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berperan mencegah kekeringan.

    Beberapa reptile mempunyai anggota tubuh berjari lima dengan cakar yang kuat namun ular memakai ototnya untuk bergerak, bernapas dengan paru-paru, jantungnya beruang tiga atau empat, memakai energy lingkungan untuk mengatur suhu badannya hingga termasuk hewan poikiloterm, fertilisasinya internal, menghasilkan telur hingga termasuk ovipar dengan telur bercangkang.

    Bangsa kura-kura memiliki cangkai perisai yang keras disebut juga karapaks (sisi atas) serta plastron (sisi bawah). Pernafasannya memakai paru-paru, faring serta kloaka tergantung macamnya. Sistem ekskresinya memakai ginjal, kulit, kloaka serta hati.

    Makanannya dicerna lewat esofugus menuju lambung lalu usus halus rectum serta kloaka. Reproduksinya bersifat ovipar. Peredarannya dengan sistem peredaran darah ganda dengan jantung yang mempunyai 2 ruangan yakni serambi serta bilik, tetapi sekat pada serambi masih tetap bercampur darahnya.

    Reptilian juga dibagi ke dalam beberapa kelas yakni chelonian atau Testudines (reptilia bercangkang), squamata atau lepidosauria (reptilian dengan kulit bersisik), crocodile (bangsa buaya).

    Aves (unggas) 
    Sumber: twitter.com
    Aves atau semua jenis bentuk unggas mempunyai ciri khusus yakni seluruh tubuh terlindung bulu. Anggota gerkanya berbentuk sayap serta kaki dengan cakar yang kuat, berdarah panas, tidak memiliki gigi, mulut berbentuk paruh, berkembang biak dengan bertelur serta jantung terdiri atas 4 ruangan.

    Sistem sarafnya lebih komplek dengan pelengkap saraf pusat. Sistem ekskresinya melibatkan ginjal, kulit, kloaka serta hati. Respirasi aves memakai organ paru-paru, faring serta kloaka. Pembagian kelas aves yakni Casuariformes (bangsa burung berjalan), Columbiformes, Psittaciformes, serta Galliformes.

    Mamalia (hewan menyusui) 
    Sumber: urbnstyle.blogspot.co.id
    Mamalia adalah hewan yang mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia juga hewan berdarah panas.

    Alat gerak mamallia yakni tangan serta sepasang anggota gerak bawah (kaki). Sarafnya terbagi dalam otak serta sum sum lanjutan, sedangkan sum-sum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang.

    Reproduksi mamalia dengan proses fertilisasi internal serta berbentuk ovovivipar. Alat alat pernafasannya yaitu mulut/hidung, trakea, bronchus, bronchioles serta paru-paru.

    Porifera (Hewan Berpori) 

    Porifera atau bahasal latinnya porus yang artinya pori serta fer yang artinya membawa. Porifera juga disebut dengan spons adalah hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara heterotrof.

    Makanannya yaitu bakteri serta plankton. Makanan yang masuk ke badannya berbentuk cairan hingga porifera disebut juga dengan sebagi pemakan cairan. Habitat porifera biasanya dilautan.

    Ciri-ciri morfologinya yaitu badannya berpori (ostium), badannya asimetri atau tidak beraturan walau ada beberapa yang simetri radial. Biasanya berupa seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau tumbuhan.

    Ciri anatominya diantaranya mempunyai tiga type saluran air yakni askonoid (pori terkait langsung ke spongeosol), sikonoid (pori dikaitkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol), serta leukonoid (porinya banyak dan bercabang-cabang membentuk rongga-rongga kecil) dan cara pencernaannya secara intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit.

    Porifera melakukan reproduksi secara aseksual ataupun seksual. di mana aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas serta gemmule.

    Gemmule disebut juga dengan tunas internal. gemmule dihasilkan mendekati musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar, sedangkan aseksual dengan pembentukan gamet.

    Beberapa jenis porifera seperti spongia serta hippospongia dpat dipakai sebagi spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya mempunyai potensi sebagi obat penyakit kanker serta penyakit yang lain.

    Coelenterata (Hewan Berongga) 

    Coelenterata adalah hewan berongga yang disebut dengan sebagai gastrovaskular yang bertugas sebagi usus serta pengedar zat makanan. Hidupnya di lautan serta mempunyai tentakel penyekat yang disebut dengan nematocyst.

    Tentakel berperan menangkap mangsa serta memasukkannya ke dalam mulut. Bentuk badannya simetris rdial, tidak berkepala serta dindingnya terbagi dalam dua susunan yakni epidermis serta gastrodermis.

    Bentuk tubuh coelenterate ada 2 jenis yakni berupa tabung (polip) serta payung (medusa). Reproduksinya secara aseksual di mana pembentukan tunas terjadi pada polip serta seksual di mana pembentukan gamet pada medusa.

    Klasifikasi coelenterata yakni:


    Hydrozoa (hewan air), bentuk badannya senantiasa polip, terbagi dalam Hydra (hidup di air tawar, hemafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) serta Obelia Geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni).

    Scyphozoa (hewan mangkuk), bentuk badannya senantiasa medusa, alat kelaminnya terpisah. Misalnya ubur-ubur. 

    Anthozoa (hewan bunga), memiliki bentuk polip, mencakup anemone laut serta karang. 

    Coelenterata jenis ubur-ubur bisa di proses jadi tepung serta jadi bahan kosmetik, sebagai bahan makanan. Coelenterate jenis karang dapat pula jadi penghambat serta bisa melindungi pantai dari aberasi air laut juga tempat persembunyian serta perkembangbiakan ikan. 

    Platyhelminthes (Cacing Pipih) Platyhelminthes mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, bilateral simetris serta lunak, tidak mempunyai sistem peredaran darah serta hemafrodit. Alat pencernaannya belum prima dengan satu lubang yakni mulut. Bersifat tripoblastik di mana tubuh terdiri atas endoterm eksoderm serta mesoderm. 

    Kelas platyhelminthes yakni: 

    Tubellaria (cacing bulu getar), hidupnya di air tawar, jernih, serta memiliki faring yang bisa dijulurkan untuk menangkap makanan. Misalnya planaria. 

    Trematoda (cacing hisap), adalah hewan parasit yang mempunyai alat penghisap. Contoh speciesnya dalam darah yakni Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. Dalam hati yakni Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia). Dalam usus fasciola buski, dalam paru-paru paragonimus westermani. 

    Cestoda (cacing pita), khusus sebagai parasit pada vertebrata. Cirinya badannya bersegmen-segmen (proglotid), kepalanya mempunyai alat penghisap, tidak mempunyai mulut serta alat pencernaan. Penyerapan makanannya oleh semua permukaan tubuh. Misalnya; taenia saginata, taenia solium. 

    Biasanya platyhelminthes merugikan, lantaran jadi parasit untuk manusia ataupun hewan terkecuali planaria yang bisa digunakan untuk makanan ikan. 

    Nemathelminthes (Cacing Giling) Nemathelminthes adalah jenis cacing yang hidup bebas sebagai parasit. Badannya berupa built panjang, tertutup susunan lilin, tidak bersegmen, simetris bilateral. Mempunyai mulut, anus tidak berkaki serta silium.

    Kosmopolit atau ada di laut, air tawar, darat, kutub hingga tropis. Tidak mempunyai jantung serta peredaran darah namun mempunyai cairan serupa darah. Misalnya Ascaris megalocephala cacing perut pada kuda, Ascaris suilae cacing perut pada babi, Ancylostoma duodenale cacing tambang. 

    Annelida (Cacing Gelang) Adalah hewan hemafrodit, mempunyai segmen seperti cincin, tripoblastik selomata, simetri nilateral, mempunyai sistem pencernaan yang lengkap serta bentuknya simetri bilateral. 

    Klasifikasi annelida yakni polichaeta (cacing memiliki rambut banyak), oligochaeta (cacing memiliki rambut sedikit), serta hirudinea (cacing tidak memiliki rambut) seperti lintah. 


    Mollusca (Hewan Lunak) adalah hewan bertubuh lunak serta bersifat kosmopolit (ada diaman-mana). Molusca udah mempunyai sistem pencernaan, peredaran, pernafasan, ekskresi, saraf, otot serta reproduksi yang terbungkus dalam sebuah mantel. Mantel ini mengekskresikan zat membentuk cangkang. Pembagian klasifikasinya yakni pelecypoda, chepalopoda, gastropoda.

    Molusca bersifat menguntungkan untuk manusia yakni bisa dikonsumsi beberapa serta untuk hiasan (mutiara, tiram). Namun ada pula yang berbentuk merugikan seperti Tredo navalis (pengebor kayu di air asin), Limnaea trunchatula (pemicu penyakit fasciolosis pada ternak), Helix aspera (perusak tanaman budi daya).

    Arthropoda (Hewan Kaki Berbuku-Buku) biasanya memiliki antenna sebagai alat peraba, mata oselus serta mata majemuk yang terdiri atas banyak omatidium. Badannya beruas-ruas kepala, dada serta perut. Bentuk simstris bilateral dengan rangka luar dari zat kitin.

    Sistem organnya lengkap. Alat pernapasannya berbentuk trakea serta sistem sarafnya berbentuk sistem saraf tangga tali. Beralat kelamin terpisah dengan pembuahan internal serta perubahan hidupnya mengalami metamorphosis.

    Klasifikasi arthropoda yakni crustacean (kelompok udang serta kepiting), arachnida (kelompok laba-laba), myriapoda (kelompok lipan), insecta (serangga).

    Peran menguntungkan dari arthropoda yakni insect terlebih kelompok kupu-kupu serta lebah amat membantu beberapa petani lantaran bisa membantu proses penyerbukan pada bunga, bisa dibudidayakan, bisa menghasilkan sutra, untuk dikonsumsi, serta adalah mata rantai makanan yang sangat penting untuk kehidupan.

    Tidak hanya mempunyai peran menguntungkan, arthropoda juga mempunyai karakter merugikan seperti menularkan beberapa jenis bibit penyakit, merusak tanaman budidaya manusia, parasit pada manusia, bisa merusak bahan bangunann serta yang lainnya.

    Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) mempunyai duri tumpul atau runcing mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf, sistem pencernaan, respirasi dengan insang pada ringga tubuh. Reproduksi seksual secara eksternal bisa beregenerasi.

    Klasifikasi dibedakan jadi 5 kelas yakni asteroidea (bintang laut), ophiusoidea (bintang ular), echinoidea (landak laut), holothuroidea (mentimun laut) serta crinoidea (lilia laut).
    Echinodermata menguntungkan manusia, tidak hanya untuk bahan makanan juga sebagai bahan riset.

    Dapat juga merugikan lantaran beberapa jenis merupakan predator molusca yang dimanfaatkan manusia.

    Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hewan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

    Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hewan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

    Referensi:
    1. ilmudasar.com 

    Manfaat Nutrisi Untuk Kesehatan Tubuh



    Arti “Gizi” adalah terjemahan resmi kata “nutrition” dalam bahasa inggris. Arti ini diambil setelah Prof. Poerwo Soedarmo (1904 – 2003) yang melakukan konsultasi dengan Lembaga Bahasa UI. Atas panduan tersebut Prof. Poerwo Soedarmo memilih kata “Gizi” sebagai terjemahan resmi kata nutrition, yang mulai sejak tahun 1952 kata “Gizi” itu sudah digunakan dikalangan ilmu kedokteran serta kesehatan orang-orang. Kata “Gizi” berasal dari bahasa Arab yang dimaksud Ghizai, serta dalam bhs Sanksekerta Svastaharena. Keduanya mempunyai makna yang sama yakni makanan yang menyehatkan. Sedang Pengetahuan Gizi bisa disimpulkan sebagai ilmu dan pengetahuan yang pelajari ‘Proses Makanan mulai sejak masuk mulut hingga diolah oleh organ-organ pencernakan, serta di proses dalam suatu system metabolisme jadi beberapa zat kehidupan (zat gizi serta zat non gizi) dalam darah serta dalam beberapa sel badan membuat jaringan badan serta organ-organ badan dengan manfaatnya masing-masing dalam suatu sistem, hingga membuahkan perkembangan (fisik) serta perubahan (mental), kecerdasan, serta produktivitas sebagai prasyarat diraihnya tingkat kehidupan sehat, bugar serta sejahtera’.

    Pengetahuan gizi sendiri mulai berkembang mulai sejak zaman hipocrates (400 SM) yang mengajarkan bahwa “jadikanlah makanan sebagai obatmu serta obat sebagai makananmu”. Lalu pada tahun 1770 Antoine Lavoisier seorang kimiawan yang dikenal juga sebagai ayah gizi temukan sistem riil bagaimana sistem metabolisme makanan berbentuk rumus perhitungan. Dia menerangkan kalau gabungan makanan serta oksigen dalam tubuh adalah hasil dari pembakaran makanan dalam tubuh serta air. Kemudian pada tahun 1747, dr. James Lind, seseorang ilmuwan dari Inggris lakukan riset pertama tentang gizi. Ketika itu, pelaut yang sudah melaut sepanjang bertahun-tahun alami penyakit kulit yakni kudis dengan tanda-tanda rasa nyeri, kulit mati serta berlangsung perdarahan. Sesudah di teliti di ketahui kalau dalam pelayaran itu, persediaan makanan biasanya terbagi dalam daging kering serta roti, lantaran makanan segar akan tidak bertahan lama. Dalam uji cobanya, Lind memberi pelaut-pelaut itu air laut, cuka serta lemon. Hasilnya bahwa pelaut yang didapatkan lemon tak alami penyakit kulit yang saat ini di ketahui kalau lemon adalah buah yang memiliki kandungan vitamin C.

    Pengelompokan Zat Gizi

    Ada 6 kelas zat gizi yakni karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral serta air. Secara umum manfaat zat gizi disini yaitu sebagai sumber daya, perkembangan serta perubahan, dan reparasi badan termasuk juga didalamnya pemeliharaan serta perbaikan. Sesungguhnya badan bisa membuahkan sendiri zat-zat gizi seperti protein serta lemak cholesterol. Tetapi ada sekitar 50 jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh badan namun tidak bisa dihasilkan atau jumlahnya tak memenuhi pada badan hingga mesti didapat dari makanan. Zat gizi yang perlu didapat dari makanan dimaksud zat gizi esensial. Zat gizi esensial mempunyai ciri, yakni saat kita tak mendapatkannya dari makanan, bakal nampak beberapa gejala fisiologis yang mengganggu manfaat badan seperti pada pasien kekurangan vitamin C yang alami sariawan pada sekitar mulut. Lalu saat zat gizi yang kurang itu ditambahkan lagi pada makanan beberapa gejala itu bakal kembali baik. Tentu kita ketahui saat seseorang yang alami sariawan bakal kembali sembuh dengan konsumsi sumber vitamin C kembali.

    Sesungguhnya selain zat gizi ada zat pada makanan yang mempunyai manfaat besar pada badan yakni fitokimia. Fitokimia yaitu beberapa zat dalam badanan yang berbentuk non gizi namun memilki manfaat untuk badan. Contoh fitokimia paling popular yaitu cafein dalam kopi yang memilki dampak menentramkan. Lalu contoh lain yaitu anti-oksidan yang berguna dalam kurangi kemungkinan penyakit jantung serta kanker.

    Manfaat Nutrisi Untuk Kesehatan Tubuh

    Kesehatan jadi satu diantara hal yang sangat utama untuk di perhatikan lantaran dengan kesehatan terbangun tentu saja nanti semua aktivitas akan dikerjakan dengan baik serta optimal. Untuk dapat melindungi kesehatan jelas saja memerlukan banyak hal yang butuh dikerjakan, salah nya ialah dengan penuhi seluruh kebutuhan konsumsi nutrisi. Nutrisi sendiri dapat diperoleh dari makanan yang bergizi.
    Nutrisi sendiri mempunyai sangat banyak manfaat, mengenai sebagian manfaat nutrisi sendiri yaitu untuk bertahan hidup, seluruh organ tubuh baik dalam ataupun luar tentu saja memerlukan nutrisi untuk dapat bekerja secara optimal serta perkembangan tubuh juga memerlukan konsumsi nutrisi. Sebagian jenis nutrisi sendiri terbagi dalam lemak, karbohidrat, serat, protein, vitamin, mineral serta air.

    Semua jenis itu sangat utama serta mempunyai manfaat masing – masing. Nutrisi sendiri diklasifikasikan jadi dua jenis yakni nutrisi makan serta nutrisi basic. Untuk nutrisi makanan sendiri dapat diperoleh dari makanan sebagai konsumsi satu hari – hari, sedang nutrisi basic adalah nutrisi yang mana di produksi oleh badan serta tak perlu diperoleh dari konsumsi makanan.

    Sebagian jenis nutrisi itu tentu saja mempunyai manfaat sendiri – sendiri,
    mengenai fungsi-fungsi serta
    manfaat nutrisi yang datang dari konsumsi makanan yaitu sebagai berikut :


    1.     Lemak.
    Image and video hosting by TinyPic
    Di setiap gram lemak menghasilkan 9 kalori energy yang mana menjadi nutrisi penghasil energy yang bisa dibilang paling kuat sehingga tubuh hanya membutuhkan asupan lemak sedikit. Lemak juga menjadi peranan yang cukup penting di dalam membentu membrane yang mengelilingi sel di dalam tubuh sehingga dapat membantu untuk pembekuan darah. Saat dicerna dan juga diserap oleh tubuh, lemak sendiri membantu untuk penyerapan vitamin tertentu dan lemak sendiri disimpan di dalam bantalan organ penting yang ada di dalam tubuh sehingga membantu untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin yang berlebihan.

    2.     Karbohidrat.
    Asupan nutrisi ini menjadi sumber utama untuk memperoleh energy, karbohidrat sendiri tersusun dari hydrogen, atom carbon dan oksigen. Dan pada saat glukosa diproses serta diolah, nantinya akan menghasilkan energy yang mana digunakan untuk melakukan aktivitas sehari – hari.

    3.     Serat.
    Serat sendiri berfungsi untuk melancarkan pencernaan yang mana bisa didapatkan dari asupan makanan seperti sayuran dan buah – buahan.

    4.     Vitamin.
    Manfaat dari vitamin ini sangat penting yaitu untuk membantu pembentukan sel, hormone dan reaksi kimia yang lainnya. Selain itu juga sangat bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh karena mengandung antioksidan yang cukup tinggi.

    5.     Mineral.
    Mineral sendiri merupakan unsure ligam yang jumlahnya sedikit namun sangat penting untuk pertumbuhan gigi dan juga tulang, selain itu juga kontraksi otot, enzim dan masih banyak lagi yang lainnya.

    6.     Air.
    Air juga menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting untuk dipenuhi karena sebagian besar bagian dari tubuh adalah air. Untuk mendapatkan asupan air tentu saja dengan menkonsumsi banyak air putih minimal 8 gelas setiap harinya.

    Selain itu masih banyak lagi kebutuhan nutrisi yang perlu dipenuhi agar kesehatan tetap terjaga dengan baik. Jadi pada intinya adalah jika memang tubuh ingin sehat, tentu saja memenuhi nutrisi sangat perlu untuk dilakukan, namun selain dengan memenuhi asupan nutrisi, ada baiknya jika menunjangnya dengan menjalankan pola hidup yang sehat dan juga rutin berolahraga karena dengan olahraga nantinya juga akan membantu tubuh untuk tetap sehat

    Pengemasan dan Perawatan Kerajinan dari Bahan Lunak

    Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembunkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada didalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran). Di samping itu pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi.

    Dari segi promosi wadah atau pembungkus berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya. Budaya kemasan sebenarnya telah dimulai sejak manusia mengenal sistem penyimpanan bahan makanan. Sistem penyimpanan bahan makanan secara tradisional diawali dengan memasukan bahan makanan ke dalam suatu wadah yang ditemuinya. Dalam perkemnangannya di bidang pascapanen, sudah banyak inovasi dalam bentuk maupun bahan pengemas produk pertanian. Temuan kemasan baru dan berbagai inovasi selalu dikedepankan oleh para produsen produk-produk pertanian, dan hal ini secara pasti menggeser metode pengemasan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia.


    Kemasan dapat diartikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakankerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya. Tujuan pengemasan karya kerajinan, antara lain seperti berikut.
    • Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan.
    • Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen.
    • Kemasan dapat mendukung program pemasaran. Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing.
    • Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan.
    Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Manfaat pengemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.

    • Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik, dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.
    • Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya (ciri pembeda produk).
    • Kemasan yang menarik dapat memikat dan menarik perhatian konsumen (menambah daya tarik produk).
    • Kemasan dapat menambah nilai jual produk. 
    Jenis bahan kemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.
    1. Kemasan Kertas
    Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya yang luas. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas adalah sifanya yang sensitif terhadapair dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan. 
    2. Kemasan Kayu
    Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui oleh manusia dan secara tradisional digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas, keramik, dan kain. Kayu adalah bahan baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu di negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam jumlah banyak. Tetapi saat ini penyediaan kayu untuk pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah karena makin langkanya hutan penghasil kayu.

    Desain kemasan kayu bergantung pada sifat dan berat produk, konstruksi kemasan, bahan kemasan, dan kekuatan kemasan, dimensi kemasan, metode dan kekuatan. Penggunaan kemasan kayu baik berupa peti, tong kayu atau palet sangat umum di dalam transportasi berbagai komoditas dalam perdagangan internasional.

    Pengiriman produk kerajinan seperti keramik seringdibungkus dengan peti kayu agar dapat melindungi keramik dari risiko pecah. Kemasan kayu umumnya digunakan sebagai kemasan tersier untuk melindungi kemasan lain yang ada di dalamnya. Dalam mendesain kemasan kayu, diperlukan proses alternatif dan bahan-bahan teknik yang tepat untuk membuat kemasan yang lebih ekonomis.

    3. Kemasan Plastik
    Kemasan yang paling banyak kita temui adalah kemasan plastik. Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, poliester, nilon, dan vinil film. Enam puluh persen penjualan plastik yang ada di dunia menggunakan kemasan plastik polistiren, polipropilen, polivinil klorida, dan akrilik. Produk kerajinan banyak menggunakan kemasan plastik jenis akrilik. Akrilik adalah nama kristal termoplastik yang jernih dengan nama dagang Lucie, Barex dan Plexiglas. Beberapa sifat akrilik adalah kaku dan transparan, penahan yang baik terhadap oksigen dan cahaya, titik leburnya rendah. Akrilik banyak digunakan sebagai bahan pelapis untuk bahan keras, dan dahulu digunakan untuk gigi palsu dan kacamata. 

    Produk karya kerajinan yang siap dipasarkan sebaiknya dikemas dengan baik agar terlihat lebih menarik dan terlindung dari kerusakan. Kemasan dibuat dengan memperhatikan jenis bahan dan bentuk produk kerajinannya. Kemasan untuk produk kerajinan yang terbuat dari bahan alam dapat diberi silica antijamur yang dapat dibeli di toko kimia. Kemasan tidak hanya disiapkan untuk karya kerajinan yang dijual, tetapi juga karya kerajinan yang akan dipamerkan. Bahan untuk kemasan bisa dibuat dari bahan alam, maupun bahan sintetis. Misalnya karya keramik diberi kemasan kotak kayu, aksesori batu diberiwadah kotak dari kardus, perhiasan perak diberi wadah kotak berlapiskan bludru, dan sebagainya.

    Perawatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Produk kerajinan perlu perawatan yang baik dan benar. Berikut dijelaskan alternatif perawatan produk kerajinan tanah liat dan serat alami.

    1. Perawatan Kerajinan Tanah Liat
    Perkembangan produk kerajinan dari tanah liat sekarang banyak berupa kerajinan keramik. Berikut salah satu cara perawatan kerajinan keramik.
    • Cuci keramik dengan air sabun yang hangat, kemudian lap keramik sampai kering.
    • Jangan pernah menumpuk peralatan keramik karena akan merusak warna dan motif, pastikan ada ruang dalam penataan antara keramik yang satu dan keramik yang lainnya. Hal ini untuk menghindari adanya gesekan pada keramik yang akan mengakibatkan retak atau cacat.
    • Selain melalui perawatan di atas, dapat juga digunakan belimbing wuluh. Belimbing wuluh memiliki kadar asam yang tinggi sehingga mampu menghilangkan noda pada paralatan apa pun yang terbuat dari keramik. Untuk melakukannya, bahan yang diperlukan adalah belimbing wuluh (sayur), sikat plastik atau sikat gigi, lap kering atau basah, sabun colek, dan sarung tangan plastik. Kupas bagian dalam belimbing wuluh. Setelah itu, gosokkan ke permukaan keramik secara merata, lalu diamkan selama 10 menit supaya kadar asamnya bekerja. Bersihkan keramik dengan menggunakan sikat plastik dan gosokan satu arah baik horizontal ataupun vertikal sampai semua noda terangkat. Lap keramik dengan kain basah atau kering, lap secara perlahan dan sedikit ditekan sehingga keramik akan bersih kembali. 
    2. Perawatan Kerajinan Serat Alami
    Produk kerajinan dengan bahan dari serat alami seperti: serat jerami, enceng gondok, pandan, mendong, dan sebagainya, memerlukan perawatan yang baik dan tepat karena produk kerajinan dari serat alami mudah rusak. Berikut beberapa cara untuk merawat benda kerajinan yang terbuat dari serat alami.
    • JIka noda tidak berlebihan, jangan dicuci. Bahan-bahanserat alami ketika di musim lembab atau hujan biasanya timbul lapisan-lapisan seperti debu berwarna abu-abu keunguan. Lapisan debu ini adalah jamur yang dapat tumbuh ketika bahan serat alami mulai lembab/basah. Untuk membersihkan noda tersebut cukup dengan menjemurnya kemudian sikatlah dengan sikat yang kering.
    • Semua bahan yang berasal dari serat alami biasanya cepat mudah rusak jika terlalu lama terkena air. Ketika barangbarang kamu kotor, usahakan jangan dicelup, terlebih lagi merendamnya. Kandungan air yang terlalu banyak pada bahan serat alami membuat bahan tersebut menjadi cepat rusak.
    • Ketika membersihkan debu/kotoran pada benda kerajinan dari serat alami, gunakan sikat yang lembut, dan sikatlah hanya pada bagian yang kotor saja.
    • Deterjen untuk mencuci pakaian mengandung bahan yang terlalu keras. Jika digunakan untuk bahan dari serat alami, deterjen dapat membuat bahan menjadi rusak. Gunakan sabun mandi atau sampo, tetapi jangan terlalu banyak. Gunakan sabun hanya pada bagian yang kotor saja.
    • Panas matahari yang menyengat dapat membuat bahan menjadi berubah seperti berubah bentuk, ukuran, atau warna. Ketika mencuci barang-barang berbahan serat alami, jangan menjemurnya dalam keadaan matahari yang terlalu terik. Seperti layaknya baju, kerajinan berbahan serat alami bisa cepat pudar jika terkena matahari langsung terlalu lama. Ada juga beberapa bahan yang dapat berubah bentuk maupun ukuran jika terlalu lama dijemur.
    • Ketika tidak dipakai atau digunakan, simpanlah barangbarangtersebut di lemari atau tempat lain yang tidak lembab. Atau, masukkan/simpanlah barang-barang tersebut ke dalam plastik dan bungkus dengan rapat. Ruang yang sedikit udara akan menghambat tumbuhnya jamur secara cepat sekaligus menjaga debu dan kotoran.
    • Jangan lupa memberikan pengawet bahan ke dalam plastik sebelum menyimpannya. Silica gell diberikan sesuai dengan jenis bahan serta tingkat pertumbuhan jamur yang ditimbulkan. Jika bahan tersebut sangat mudah timbul jamur, masukkan silica gell 3-4 kantong kecil.

    Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan)

    Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan). Pengertian Pisces (Ikan), Ciri-Ciri Pisces (Ikan), Klasifikasi Pisces (Ikan), Beragam Jenis Pisces (Ikan), Penjelasan lengkap mengenai kehidupan Pisces (Ikan).

    Pengertian Pisces (Ikan)

    Sumber: faizalnizbah.blogspot.co.id
    Pisces (ikan) yakni hewan yang hidup di dalam air, mereka dapat bernafas di dalam air karena insang yang mereka punyai.

    Pisces dapat diketemukan di air tawar (danau dan sungai) maupun air asin (laut dan samudra). Pisces yaitu hewan berdarah dingin (poikiloterm), artinya suhu tubuhnya berubah-ubah sesuai sama suhu air di tempat dia bertahan hidup.

    Ikan yaitu kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam, dengan jumlah spesies melebihi dari 27.000 spesies di seluruh bagian dunia.

    Susunan tubuh ikan beberapa di buat oleh rangkanya, tulang penyusun tubuhnya ada tulang riskan, dan ada pula tulang sejati. Insang dan ekor yang mereka punyai membantu mereka untuk bergerak dengan cepat di dalam air.

    Ciri-Ciri Pisces Ikan 

    Sumber: slideshare.net
    1. Tubuh terdiri atas kepala, badan. Tubuh ditutupi kulit yang umumnya berlendir dan bersisik. Sisik juga berperan sebagai rangka luar (eksoskeleton) 
    2. Pisces hidup di air, ada yang hidup di air tawar, ada juga yang hidup di air asin, yang mana penyusunan pertukaran air dan garam di dalam tubuh ikan di atur oleh insang. 
    3. Pisces bernafas dengan insang. Pada beberapa spesies, insang memiliki penutupnya yang disebut juga dengan operkulum 
    4. Pisces berupa poikiloterm (berdarah dingin). Jadi suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. 
    5. Alat kelamin hemafrodit (terpisah). Fertilisasi terjadi di dalam atau di luar tubuh, ada yang ovipar (bertelur). 
    6. Pisces memiliki sirip yang mempermudah dirinya untuk berenang. Sirip ada dikiri dan kanan tubuhnya, juga di bagian ekornya. 
    7. Pisces ada yang bertulang riskan, ada pula yang bertulang sejati. 
    8. Tidak semua ikan termasuk juga ke dalam kelompok pisces (contohnya paus serta lumba-lumba), akan tetapi bisa dipastikan jika semua pisces adalah ikan. 
    9. Pisces memiliki vertebra (tulang belakang) yang membentuk rangka tubuhnya, dan sebagai tempat lewatnya saraf-saraf yang mempersarafi organ di dalam tubuhnya. 

    Klasifikasi Pisces (Ikan) 

    Pisces termasuk ke dalam kelompok vertebrata atau bertulang belakang. Pisces terbagi jadi 3 kelompok, yaitu:

    Agnatha 
    Sumber: 7vertebrates.weebly.com
    Agnatha yaitu ikan yang tidak berahang, memiliki mulut berbentuk bulat yang ada di ujung depan. Tanpa sirip, namun beberapa bentuk Agnatha memiliki sirip ekor dan sirip punggung.

    Terdapat notokorda (serabut saraf) di bagian dorsal (belakang) tulang belakang, dan diselubungi kartilago atau tulang riskan.

    Jenis kelamin terpisah (hemaprodit) dan mendapat makanan dengan mengisap tubuh ikan lain dengan mulutnya. Contoh ikan pada kelompok ini yakni: Myxine sp (ikan hantu), Petromyzon sp (belut laut).

    Chondrichthyes (ikan bertulang riskan) 
    Sumber: rudiyantoblog.blogspot.co.id
    Chondrichthyes yakni ikan bertulang riskan yang memiliki rahang mulut pada bagian depannya. Kulit tertutup sisik. Sirip berpasangan, serta sirip ekor yang tidak seimbang. Beberapa notokordanya diganti oleh vertebrae yang lengkap. Ginjalnya berupa mesonefros.

    Jantung memiliki dua ruang, rangkanya bertulang riskan, sampai notokorda yang ada pada ikan muda juga makin lama tergantikan oleh tulang riskan. Mereka tidak memiliki tulang rusuk, apabila keluar dari air, berat tubuh spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka.

    Ikan ini tidak memiliki sumsum tulang, sampai sel darah mereah di produksi di limpa dan jaringan khusus di kelaminnya, yaitu organ leydig (penghasil sel darah merah).

    Organ unik yang lain yakni epigonal yang bertindak sebagai sistem kekebalan. Subkelas dari ikan ini yakni Elasmobranchii (hiu, pari serta skate) dan Holochepali (kimera atau hiu hantu).

    Osteichthyes (ikan bertulang sejati) 
    Sumber: 7vertebrates.weebly.com
    Osteochthyes yaitu ikan bertulang keras. Mulutnya memiliki rahang. Sisiknya bertipe ganoid, sikloid, atau stenoid yang semua datang dari mesodermal. Bernafas dengan insang yang ditutupi oleh operkulum (penutup insang).

    Notokorda-nya ditempati vertebrae (tulang belakang) yang padat, memiliki gelembung renang yang terdapat dekat dengan faring.

    Celah-celah faringnya tertutup (tidak tampak dari luar). Jantung beruang dua. Ventrikel dan atrium. Darah berwarna pucat, mempunyai kandungan eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini dapat mempunyai sistem limpa dan porta renalis.

    Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh dua katup. Memiliki tiga canalis semi-sircularis (organ keseimbangan) yang mengatur keseimbangan ikan melalui gerakan kepalanya.

    Contoh ikan pada kelompok ini yakni Ameiurus melas (ikan lele), Anquilla sp (belut), Scomber scombrus (ikan tuna), Sardinops coerulea (ikan sarden).

    Struktur Tubuh Pisces (Ikan)

    Sumber: binatangpeliharaan.org
    Susunan tubuh ikan terdiri atas kepala, badan dan ekor. Kepalanya terbentuk dari susunan tulang tengkoraknya, pada beberapa ikan juga ada rahang yang cukup kuat dan besar yang membentuk kepalanya.

    Otak pada ikan terlindungi di dalam tengkorak dan tulang riskan yang ada didalamnya, otak itu yaitu sistem saraf pada ikan yang pada gilirannya akan mengalir lewat tulang belakang (vertebrae) ikan. Ketika kita lihat langsung pada tulang ikan, akan tampak sisi teratasnya tulangnya seperti sumbu berwarna gelap.

    Ikan mempunyai sisik yang sesuai sama gaya dan penyesuaian hidupnya. Beberapa jenis bentuk sisik pada ikan yaitu sisik sikloid, yang disebut dengan sisik berwujud tidak tebal dan bulat serta bergaris menjari-jari dan melingkar, sisik ini ada pada ikan bertulang sejati.

    Lalu ada sisik stenoid, yang berwujud hampir sama juga dengan sikloid, walau demikian pada bagian belakangnya ada duri-duri halus, sisik ini juga ada pada ikan bertulang sejati.

    Selanjutnya ada sisik plakoid yang disebut dengan kerangka luar yang masih tetap sederhana, umpamanya pada ikan bertulang rawan seperti ikan cucut, sisik ini serupa gigi dan berbentuk belah ketupat. Yang terakhir yakni sisik ganoid yang ada pada tulang riskan, sisik ini terbagi dalam dua susunan yaitu susunan dentin dan ganoin.

    Ikan mempunyai sirip disamping sisi tubuhnya dan pada bagian belakang yang berupa ekor, sirip ini membantu ikan untuk berenang. Pada beberapa jenis ikan spesifik terdapat gelembung renang (vesica natatoria) atau yang umum disebut juga dengan pneumatocyst.

    Gelembung renang ini bertindak sebagai alat hidrostatik yang memastikan tekanan air sehubungan dengan kedalaman perairan yang di diami oleh ikan itu. Pneumatocyst terdapat di bagian belakang (dorsal) tubuh ikan.

    Gelembung renang dikaitkan dengan esofagus oleh ductus pneumaticus yang bertindak sebagai jalan keluar masuknya udara ke dalam pneumatocyst.

    Ikan memiliki insang yang digunakannya untuk bernafas di dalam air, insang ini bisa membantu ikan untuk mengekskresikan atau mengeluarkan sisa metabolisme seperti nitrogen dan amonia.

    Sistem Organ Pisces (Ikan) 

    Sumber: mongabay.co.id
    Organ-organ ikan terdiri atas kandung kemih, jantung, insang, kelenjar kelamin, lambung, usus, hati, kantong empedu, limpa serta ginjal. Organ yang berperan penting dalam sistem pernapasan ikan yakni insang.

    Sistem pernapasan ikan memiliki tujuan untuk terjadinya pertukaran oksigen. Pertukaran ini lebih sulit dilakukan di dalam air karena air 800 kali lebih pada dari pada udara. Pertukaran oksigen pada ikan juga lebih sulit untuk dilakukan, karena ukuran insang yang relatif kecil, bahkan jauh lebih kecil dibanding dengan paru-paru pada mamalia.

    Pernapasan pada ikan juga dibantu dengan aliran air yang mengalir terus-terusan lewat insang, agar tetap melindungi respirasi secara efisien.

    Tidak cuma untuk organ pernapasan, insang juga yaitu organ sekretori (pengeluaran). Insang mengeluarkan sisa sisa limbah yang ada pada ikan, seperti beberapa amonia, yang sisanya dikeluarkan lewat ginjal. Insang juga keluarkan nitrogen sisa metabolisme, dan mengatur pertukaran air serta garam didalam tubuh ikan.

    Jantung ikan terbagi dalam dua sisi, yaitu atrium dan ventrikel, jantung. Jantung terbagi dalam 4 bilik, yaitu sinus venosus, atrium, ventrikel, serta elastic bulbus arteriosus. Aliran darah pada ikan mengalir dari jantung ke sisi depan aorta, lalu menghadap ke insang untuk oksigenasi jaringan lantas kembali lagi lewat sisi belakang aorta.

    Jaringan hematopoetic (pembentuk sel darah) pada ikan yang paling penting terbagi dalam ginjal, akan tetapi juga mencakup limpa serta hati.

    Walau demikian karakter dari darah ikan memiliki kemiripan dengan darah reptil. Leukosit pada ikan normalnya hanya 10%, ikan juga mempunyai kandungan Hb (hemoglobin) yang rendah sampai darahnya tampak pucat.

    Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pisces (Ikan) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

    Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pisces (Ikan). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

    Referensi:
    1. softilmu.com