Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis awan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis awan. Sort by date Show all posts
14 March 2017

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan. Pengertian Awan, Jenis – Jenis Awan, Bentuk – Bentuk Awan, Macam – Macam Ketinggian Awan, Awan yang Bisa Menyebabkan Hujan, Awan yang Menyebar Luas di Langit, Awan yang Menggumpal. Awan Tinggi, Awan Sedang, Awan Rendah, dan Awan Vertikal.

Pengertian Awan

Sumber: laskarmazaya.blogspot.co.id
Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi lantaran adanya pengembunan/pemadatan uap air yang ada di dalam udara sesudah melampaui keadaan titik jemu. Awan adalah cikal bakal terjadinya huja, tetapi hal itu juga bergantung dari musim.

Saat sebelum kita menjelaskan tentang Bentuk atau Jenis Awan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi lantaran di dalam Udara senantiasa terdapat uap air. Jika uap air itu meluap jadi titik-titik air, terbentuklah awan.

Peluapan ini terjadi lewat cara: 

Jika udara panas, semakin banyak uap yang terdapat di dalam udara lantaran air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, sampai samapai pada satu susunan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair serta terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tidak terhingga banyaknya.

Suhu udara tidak berubah, namun kondisi atmosfer lembap. Udara semakin lama akan jadi makin penuh dengan uap air.

Setelah Awan udah terbentuk dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut ini Prosesnya:
Jika awan udah terbentuk, titik air dalam awan akan jadi makin besar serta awan itu akan jadi makin berat, dan perlahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah hingga satu kondisi titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah serta turunlah sebagai hujan.

Awan juga mempunyai banyak Bentuk, hal itu lantaran ada beragam hal yang memengaruhi proses pembentukannya, Berikut ini Proses Terbentuknya Beberapa Jenis Bentuk Awan: 

Akan tetapi seandainya titik-titik air ini berjumpa dengan udara panas, titik-titik itu akan menguap serta lenyaplah awan itu. Inilah yang mengakibatkan awan itu senantiasa berubah-ubah wujudnya.

Air yang ada di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Ini juga hal yang mengakibatkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Saat sebelum kita menuturkan tentang Bentuk atau Jenis Awan ada baiknya kita tahu terlebih dulu bentuk bentuk awan, bersumber pada bentuknya Awan terbagi jadi 3 yakni: 
  1. Sirrus, yakni awan yang berwujud halus serta memiliki serat seperti bulu ayam. Awan ini tidak bisa menyebabkan hujan. 
  2. Stratus, yakni awan yang tidak tebal serta menyebar luas sehinga menutupi langit secara merata. 
  3. Kumulus, yakni awan yang bentuknya bergumpal-gumpal serta dasarnya horizontal.  
Beberapa Jenis Awan. Sesuai sama hasil kongres internasional yang diselenggarakan di munchen (Jerman) tahun 1802 serta Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan digolongkan dalam 4 kelompok paling utama, yakni awan tinggi, awan sedang, awan rendah, serta awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik (Awan Tinggi)

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian pada 5.00 - 1.500 m. Beberapa macam bentuk awan udara naik yaitu sebagai berikut ini:

Awan KumuloNimbus (Cu-Ni) 
Sumber: apakabardunia.com
Awan CumuloNimbus (KumuloNimbus) adalah awan yang menyebabkan hujan dengan kilat guntur. Umumnya awan Sirostratus ada di atas awan Kumulonimbus. Hal semacam ini biasa terjadi pada saat angin ribut.

Ciri-Ciri Awan KumuloNimbus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan KumuloNimbus kisaran antara 2.000 - 16.000 m 
  2. Awan ini Berwarna putih/gelap serta menyebabkan hujan dengan kilat serta guntur. 
  3. Awan ini terkait erat dengan hujan deras, badai. tornado serta petir. 
Awan Kumulus (Cu)
Sumber: wikipedia.org
Awan Kumulus (Cumulus) adalah awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari lantaran udara naik. Bila bertemu dengan matahari tampak jelas apabila memperoleh cahaya cuma sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.

Ciri-Ciri Awan Kumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Dasar ketinggian awan ini biasanya 1.000 m serta lebar 1 km. 
  2. Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Tampak gumpalan putih atau sinar kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berwujud garis besar yang tajam serta dasar yang datar. 
Kelompok Awan Rendah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km. Beberapa macam bentuk awan rendah yaitu sebagai berikut ini:

Awan NimboStratus (Ni-St) 
Sumber: hadzrin.com/
Awan NimboStratus adalah awan yang memiliki bentuk tidak menentu, tepinya compang-camping tidak beraturan serta berwarna putih kegelapan dan penyebarannya cukup luas. Awan ini menyebabkan hujan gerimis.

Ciri-Ciri Awan NimboStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas. 
  2. Ketinggian Awan NimboStratus antara 6.00 - 3.000 meter 
  3. Di Indonesia awan ini cuma menyebabkan gerimis. 
  4. Memiliki bentuk tidak menentu dengan tepi compang-camping. 
Awan Stratus (St) 
Sumber: satujam.com
Awan Stratus adalah awan rendah serta luas dengan tinggi ada di bawah 2.00 m. Susunan melebar seperti kabut serta berlapis-lapis. Antara kabut serta awan stratus pada intinya tidak berbeda.

Ciri-Ciri Awan Stratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Lapisannya melebar seperti kabut serta berlapis. 
  2. Awan ini cukup rendah serta amat luas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2.000 m. 
Awan StratoKumulus (St-Cu) 
Sumber: rafiqamarsha.blogspot.co.id
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) adalah awan yang berupa bola serta mempunyai susunan tipis yang kerap menutupi langit hingga terlihat seperti gelombang lautan. awan ini adalah bentuk yang tidak menyebabkan hujan

Ciri-Ciri Awan StratoKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang serta senja jika atmosfer stabil. 
  2. Ketinggian Awan StratoKumulus ada di bawah 2.000 meter 
  3. Susunan awan ini tipis serta tidak menghasilkan hujan. 
  4. Awan ini tampak seperti bola-bola yang kerap menutupi daerah semua langit, hingga terlihat seperti gelombang. 
Kelompok Awan Menengah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang beragam, di mana pada lokasi beriklim sedang terdapat pada ketinggian 2-7 km, pada lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 2-8 km serta lokasi yang terdapat di kutup utara terdapat di ketinggian 2-4 km. Beberapa macam bentuk awan menengah yaitu sebagai berikut ini:

Awan AltoStratus (A-St) 
Sumber: puffydevil.blogspot.co.id
Awan AltoStratus adalah awan yang berupa luas dengan warna kelabu, hingga pada matahari serta bulan terlihat jelas.

Ciri-Ciri Awan AltoStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan AltoStratus ini terbentuk pada saat senja serta malam hari lantas menghilang ketika matahari terbit di awal pagi 
  2. Awan ini berwarna kekelabuan serta meliputi hampir semua sisi langit (luas). 
  3. Ketinggian Awan AltoStratus ada di antara 2000 - 7000 m. 
  4. Awan AltoStratus menghasilkan hujan kalau dalam jumlah yang cukup tebal. 
Awan AltoKumulus (A - Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) adalah awan yang berwujud kecil-kecil serta berjumlah banyak. Biasanya berupa bola yang agak tebal, berwarna putih hingga pucat serta ada sisi yang kelabu. Awan ini bergerombol serta sama-sama berdekatan hingga terlihat kalau awan ini saling bergandengan.

Ciri-Ciri Awan Altokumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada saat senja. 
  2. Awan ini kecil-kecil, namun jumlahnya banyak 
  3. Ketinggian Awan Altokumulus ada di antara 2.000 - 7.000 m. 
  4. Sebagian Tiap elemen tampak jelas tersisih antara satu serta yang lain dengan warna keputihan serta kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus. 
  5. Umumnya berupa seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol serta kerap berdekatan hingga terlihat saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang bermacam. Apabila di lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 6-18 km, pada lokasi yang beriklim sedang awan ini ada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di lokasi kutub, awan ini terdapat pada ketinggian 3-8 km. Beberapa macam bentuk awan yang termasuk awan tinggi yaitu sebagai berikut ini:

Awan SiroKumulus (Ci-Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) adalah awan yang terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es dan berwujud seperti segerombolan domba serta kerap menimbulkan bayangan.

Ciri-Ciri Awan SiroKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan SiroKumulus ada di antara 6.000 - 12.000 m. 
  2. Memiliki bentuk seperti terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es hingga memiliki bentuk seperti sekumpulan domba dan kerap menyebabkan bayangan 
Awan Sirus (Ci) 
Sumber: erfindimasfernanda.blogspot.co.id
Awan Sirus (Cirrus) adalah awan halus dengan susunan seperti serat serta berupa seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, hingga terlihat bertemu satu atau dua titik horizon, serta kerap terdapat kristal es.

Ciri-Ciri Awan Sirrus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. 
  2. Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora. 
  3. Awan ini terbagi dalam halbor air yang terjadi dikarenakan suhu sangat dingin di atmosfer. 
  4. Awan ini halus, serta berstruktur seperti serat serta memiliki bentuk serupa bulu burung. Awan Sirrus juga kerap tersusun seperti pita yang melengkung di langit, hingga seolah-olah terlihat bertemu pada satu atau dua titik horizon 
  5. Ketinggian Awan Sirus ada di atas 5.500 m. 
  6. Awan ini tidak menyebabkan hujan. 
Awan Sirostratus (Ci-St) 
Sumber: wikipedia.org
Awan Sirostratus (Cirrostratus) adalah awan yang berwujud seperti kelambu putih yang halus serta rata dengan menutup semua langit hingga terlihat cerah atau tampak seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur. Awan Sirostratus kerap menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan. Hal semacam ini kerap terjadi di musim kering.

Ciri-Ciri Awan Sirostratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini dapat menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan yang umumnya terjadi di musim kemarau. 
  2. Ketinggian Awan Sirostratus ada di atas 6.000 m. 
  3. Awan Sirostratus susah dideteksi. Tetapi oleh karena adanya awan ini, umumnya mengisyaratkan datangnya front panas. hal itu memberikan indikasi akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi 
  4. Memiliki bentuk seperti kelembu putih yang halus serta rata menutup semua langit hingga tampak cerah, dapat pula terlihat seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur.
Dan itulah pembahasan kami mengenai 10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jenis dan Kelompok Awan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Awan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com 
21 April 2017

Pengertian dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia

Pengertian dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia. Pengertian Ikatan Kimia, dan Beragam Macam Jenis Ikatan Kimia, juga Segala Hal yang berkaitan dengan Ikatan Kimia.

Pengertian Ikatan Kimia

Sumber: akadepok.blogspot.co.id
Ikatan kimia yakni ikatan yang terbentuk antar atom atau antar molekul lewat cara:
  1. Atom yang satu melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron) 
  2. Pemakaian bersama pasangan elektron yang datang dari masing-masing atom yang berikatan 
  3. Pemakaian bersama pasangan elektron yang datang dari satu diantara atom yang berikatan 
Maksud pembentukan ikatan kimia yakni fungsi dari terjadinya pencapaian stabilitas sebuah unsur. Stabilitas unsur terjadi bila satu unsur mengikuti ketetapan oktet. Ketetapan Oktet yakni kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnnya sama dengan gas mulia.

Unsur gas mulia (Gol VIIIA) mempunyai elektron valensi sejumlah 8 (oktet) atau 2 (duplet, hanya unsur Helium). Saat sebelum memahami beberapa bentuk ikatan kimia, kita harus tahu apakah itu konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron yakni susunan elektron-elektron pada sebuah unsur.

Susunan elektron berbentuk sub kulit-sub kulit, yang masing-masing sub kulit terbagi dalam elektron yang tidak sama. Kulit K : 2, L : 8, M : 8, N : 8. Oleh karena adanya konfigurasi elektron, kita dapat mengetahui letak unsur disistem periodik (periode serta kelompok).

Contoh:
Sumber: ujikan.com
Bentuk konfigurasi elektron Na

11Na : 2, 8, 1 à artinya, unsur Na ada pada kelompok 1, periode ke tiga.

Namun, di dalam terdapat sub kulit, untuk kelompok B pada sistem periodik, konfigurasi elektron di buat bersumber pada Azas Afbau. Dikarenakan untuk unsur yang ada di kelompok B, konfigurasi elektron memakai prinsip kulit K, L, M, N tidak bisa digunakan (Hanya untuk kelompok A), tetapi Azas Afbau dapat dipakai untuk di semua kelompok (A serta B).

Bersumber pada perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan kimia, maka dari itulah ikatan kimia dibedakan jadi ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, serta ikatan logam.

Jenis-Jenis Ikatan Kimia

Ikatan Ion

Sumber: temukanpengertian.com
Ikatan ion (elektrovalen), yakni ikatan yang terbentuk akibat adanya perpindahan (serah-terima) elektron dari satu unsur ke unsur yang lain. Kedua ikatan itu berikatan dengan adanya gaya elektrostatis. Unsur yang cenderung melepas elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron yakni unsur nonlogam.

“Ikatan yang terbentuk bila unsur logam melepas elektron serta diikuti dengan unsur nonlogam yang menerima elektron”

Dengan kata lain, satu memberi serta satu menerima

Contoh ikatan ion yakni:

Unsur Na dengan Cl yang membentuk senyawa NaCl.

11Na : 2, 8, 1 à Na+
17Cl : 2, 8, 7 à Cl-
Na+ + Cl- à NaCl

Unsur Na melepas 1 elektron valensinya hingga konfigurasi elektronnya sama juga dengan gas mulia (8), dan unsur Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sampai konfigurasi elektronnya sama juga dengan gas mulia (8). Apabila unsur melepas elektron, unsur itu bermuatan positif, namun apabila unsur menerima elektron, unsur itu bermuatan negatif.

Senyawa yang mempunyai ikatan ion salah satunya:
  1. Kelompok alkali (IA) terkecuali atom H dengan kelompok halogen (VIIA). Contoh : NaF, KI, dan CsF 
  2. Kelompok alkali (IA) terkecuali atom H dengan kelompok oksigen (VIA). Contoh : Na2S, Rb2S, Na2O 
  3. Kelompok alkali tanah (IIA) dengan kelompok oksigen (VIA). Contoh “ CaO, BaO, MgS 

Ikatan Kovalen

Sumber: rumushitung.com
Ikatan kovalen yakni ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh dua atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan satu diantara atom yang akan berikatan untuk melepas elektron, yang dalam pembentukannya, masing-masing atom mempunyai orbital pada kulit terluar yang memuat elektron tunggal.

Serta kedua orbial itu saling tumpang-tindih (overlap) hingga satu pasangan elektron terbentuk, lantas dipakai secara bersamaan oleh kedua atom. Ikatan kovalen terbentuk oleh sesama unsur non logam.

“ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian elektrom bersama antara unsur non logam”

Dengan kata lain, keduanya sama-sama memberi serta menerima

Contoh ikatan kovalen: 

Unsur H dengan N membentuk senyawa NH3

1H : 1 à H+
7N : 2, 5 à N-3
H+ + N-3 à NH3

Unsur H membutuhkan 1 elektron untuk memenuhi ketentuan oktet, sedangkan unsur N membutuhkan 3 elektron untuk memenuhi ketentuan oktet. Oleh karena itu, kedua unsur itu saling memberi dan menerima (saling memanfaatkan)

Jenis–jenis ikatan kovalen

Bersumber pada jumlah pasangan elektronnya, ikatan kovalen dibagi jadi 3, yakni:
  1. Ikatan kovalen tunggal, yakni ikatan kovalen yang memakai satu pasang elektron. Contoh: H-Cl, H-H 
  2. Ikatan kovalen rangkap dua, yakni ikatan kovalen yang memakai dua pasang elektron. Contoh: O=O 
  3. Ikatan kovalen rangkap tiga, yakni ikatan kovalen yang memakai tiga pasang elektron. Contoh: HCCH 
Bersumber pada kepolarannya, ikatan kovalen dibagi jadi 2, yakni:
  1. Ikatan kovalen polar, terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan berdeda (unsur yang tidak sama). Contoh: ikatan H-Cl, H-F, N-H 
  2. Ikatan kovalen nonpolar, terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan sama (unsur yang sama). Contoh: ikatan H-H, O=O, Cl-Cl 

Ikatan Kovalen Koordinasi 

Ikatan Kovalen Koordinasi yakni ikatan yang terbentuk lewat cara penggunaan bersama pasangan elektron yang datang dari satu diantara atom yang berikatan Pasangan Elektron Bebas (PEB), sedangkan atom yang lain hanya bisa menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.

“Ikatan yang terbentuk bila pasangan elektron yang dipakai bersama hanya datang dari satu diantara unsur yang berikatan”

Dengan kata lain, ada satu menerima, serta ada yang tidak menerima

Contoh kovalen koordinasi: 

Senyawa NH3 dengan H+ membentuk NH4+

Ikatan Logam

Sumber: kimiadasar.com
Ikatan logam yakni ikatan yang terbentuk akibat adanya gara tarik menarik yang terjadi antara muatan pisitif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak. Atom-atom logam dapat diibaratkan bola ping-pong yang terjejal rapat satu sama lain.

Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, hingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif. dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar 9terdapat banyak tempat kosong) sampai elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain.

Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sampai elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu satu keadaan di mana elektron valensi itu tidak tetap posisinya pada satu atom, tetapi selalu berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain.

Elektron-elektron valensi itu berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Ikatan Kimia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ikatan Kimia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
13 October 2014

Kenampakan Alam

Edo, Beni, dan teman-temannya sedang berjalan kaki bersama. Mereka baru pulang dari melihat-lihat aneka peralatan rumah tangga dari rotan yang dipamerkan di sebuah toko mebel. “Kreatif sekali, ya, para perajin rotan itu. Membuat berbagai peralatan rumah tangga dari rotan dengan desain yang unik. Kualitas barang-barang yang dibuat juga bagus.” Tentu mereka cukup berpengalaman. Para perajin itu memang hidup di sekitar daerah penghasil rotan. Setiap masyarakat pasti beradaptasi dengan kenampakan alam dan mereka hidup dari hasil alam di sekitarnya. Masyarakat yang hidup di sekitar hutan rotan tentu telah berpengalaman memanfaatkan rotan. Sama halnya dengan masyarakat yang hidup di sekitar pantai. Tentu mereka berpengalaman dalam membuat garam dan  mengasinkan ikan.

Menurut pendapatmu, mengapa adaptasi dan interaksi masyarakat berhubungan erat dengan jenis kenampakan alam daerah di mana mereka tinggal?
Masyarakat yang tinggal di sekitar kenampakan alam tertentu melakukan adaptasi untuk bertahan hidup. Adaptasi yang dilakukan ditunjukkan dengan jenis mata pencaharian utama mereka, makanan, pakaian, dan sebagainya
Kenampakan Alam dan Adaptasi Masyarakat Sekitarnya 
Permukaan bumi tidak rata dan halus seperti pemukaan bola. Permukaan bumi penuh dengan gelombang naik dan turun, besar dan kecil yang membentuk kenampakan alam. Ada banyak sekali jenis kenampakan alam di bumi ini. Permukaan bumi yang naik tinggi disebut gunung dan bukit bergantung tingkat ketinggiannya.

Dataran yang tinggi dan luas di sekitar pegunungan dan perbukitan disebut daratan tinggi, sedangkan dataran luas yang jauh lebih rendah dari pegunungan dan perbukitan disebut dataran rendah. Di dataran tinggi dan rendah terdapat beberapa areal yang berupa cekungan-cekungan cukup dalam. Bila cekungan itu sangat curam dan dalam disebut jurang. Bila cekungan itu berisi air disebut danau, lubuk, telaga, atau sungai. Sungai yang mengalir turun ke dalam patahan bumi disebut air terjun.

Dataran luas yang lebih rendah lagi dari dataran rendah biasanya terisi air dan disebut laut. Laut yang sangat luas disebut samudra. Di dalam laut juga terdapat berbagai kenampakan alam. Di laut terdapat juga jurang yang disebut palung. Daratan yang muncul di tengah laut disebut pulau. Deretan pulau-pulau disebut kepulauan. Daratan yang menjorok ke laut disebut tanjung. Laut yang menjorok ke daratan disebut teluk. Baik di daratan maupun di laut terdapat gunung dan pegunungan. Gunung yang berisi lava dan magma disebut gunung berapi.

Manusia hidup di sekitar semua kenampakan alam yang ada di daratan. Untuk kelangsungan hidupnya, manusia melakukan adaptasi yang berbeda-beda satu sama lain sesuai dengan alam dan kenampakannya dimana ia hidup. Makanan yang dimakan, bentuk tempat tinggal, pakaian yang dikenakan, peralatan rumahtangga dan teknologi yang diciptakan oleh manusia semuanya akan menunjukkan di mana mereka tinggal dan adaptasi apa yang mereka lakukan.

Di masa sekarang, hasil adaptasi masih dapat kita lihat dari jenis makanan dan barang-barang khas hasil suatu daerah. Makanan dan barang-barang khas dari daerah pegunungan dan dataran tinggi tentu berbeda dengan makanan dan barang-barang khas dari daerah pantai dan dataran rendah. Dapatkah kamu menyebutkan beberapa contohnya?
Sumber: BSE, Ilmu Pengetahuan Sosial SD Kelas V-Dwi Ari-2009

Berdasarkan bacaan "Kenampakan Alam dan Adaptasi Masyarakat Sekitarnya", terdapat banyak jenis kenampakan alam di bumi ini. Indonesia juga memiliki berbagai jenis kenampakan alam.
1. Kenampakan alam apa sajakah yang ada di Indonesia?
Dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, perbukitan, jurang, danau, lubuk, telaga, sungai, laut, samudra, palung, pulau, tanjung, teluk, dan gunung
2. Adakah kenampakan alam Indonesia yang sangat unik dan terkenal yang kamu ketahui?
Danau Toba, Pantai Sanur, Pantai Kuta, dan Pantai Senggigi. 
3. Mengapa sebuah kenampakan alam dapat menjadi terkenal?
Sebuah kenampakan alam dapat menjadi terkenal karena keindahan dan keunikannya
4. Apa yang membedakannya dengan kenampakan alam yang lain
Yang membedakan antara kenampakan alam satu dengan yang lainnya adalah bentuk atau ciri fisiknya
5. Adakah pengaruh kenampakan alam dengan mata pencaharian penduduk di sekitarnya?
Keadaan alam sangat mempengaruhi mata pencarian penduduk. Kebanyakan penduduk sekitar pantai bekerja sebagai nelayan karena di laut banyak tersedia ikan. Mereka yang tinggal di dataran tinggi bekerja sebagai petani karena iklimnya sangat cocok untuk pertanian. Masyarakat yang tinggal di daerah padang rumput yang luas mengusahakan peternakan karena tersedia rumput yang berlimpah. 
Masyarakat yang tinggal di sekitar kenampakan alam tertentu melakukan adaptasi untuk bertahan hidup. Adaptasi yang dilakukan ditunjukkan dengan jenis mata pencaharian utama mereka, makanan, pakaian, dan sebagainya. Bagaimana bila kita ingin menyelidikinya?
    Syair Pujian Negeri
    Siang itu, Udin dan teman-temannya sedang mendengarkan penjelasan dari ibu guru tentang kenampakan alam di Indonesia di mata masyarakat sekitarnya.

    “Anak-anak, Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki kenampakan alam beragam. Hal ini dikarenakan wilayah kepulauan kita yang sangat luas. Negara kita terdiri atas ribuan pulau dan memiliki keunikan. Salah satunya adalah kenampakan alam yang harus dijaga kelestariannya.”

    “Keadaan alam dan cara masyarakat sekitar menjaga kelestariannya membentuk budaya yang khas. Beragam keadaan alam dan kebudayaan di Indonesia sangat unik dan menjadi sumber inspirasi bagi para pujangga. Para pujangga besar tanah air menciptakan syair pujian terhadap bangsa dan negeri kita.”

    “Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan syair? Syair adalah salah satu bentuk puisi lama yang mempunyai ciri hampir sama dengan pantun. Hanya saja, semua baris dalam syair merupakan isi. Di dalam syair, tidak ada sampiran. Selain itu, syair mempunyai irama rangkai, atau rima akhirnya a-a-a-a.”
    Tanda Alam Negeriku
    (Cipt: D. Karitas)
    Sungai-sungai indah membelah negeriku
    Airnya jernih sepanjang waktu
    Ikan dan udang menari-nari selalu
    Membuat tenang hati para ibu

    Gunung-gunung berpayung awan
    Pastikan segera datang hujan
    Air turun karena awan yang sudah tak tahan
    Menyiram bumi, munculkan harapan

    Pantai negeriku sangatlah indah
    Penuh dengan pasir putih lembut menjamah
    Keong dan kerang menyambut ramah
    Hilangkan semua dendam amarah

    Simaklah syair di atas, dan cobalah jawab beberapa pertanyaan di bawah ini.
    1. Pesan apakah yang ingin disampaikan penulis melalui syairnya?
    Keindahan alam negeri harus dijaga
    2. Bagaimanakah penggunaan rima dan pemilihan kata yang ada di dalam syair di atas?
    Rima bait pertama u-u-u-u, Rima bait kedua n-n-n-n, dan rima bait ketiga h-h-h-h
    Membuat Syair
    1. Buatlah sebuah syair tentang kenampakan alam Indonesia.
    2. Di dalam syairmu, tampilkan juga kehidupan masyarakat sekitarnya.
    3. Buatlah dengan menggunakan rima yang tepat dan pemilihan kata yang sesuai.
    4. Berlatihlah membacakannya agar kamu dapat membawakannya dengan lancar di depan kelas.
    5. Selamat bersyair!
    Keindahan Alam Negeriku Tercinta
    Kicauan burung terdengar merdu
    Menandakan adanya hari baru
    Indahnya alam ini membuatku terpaku
    Seperti dunia hanya untuk diriku 

    Kupejamkan mataku sejenak
    Kurentangkan tanganku sejenak
    Sejuk , tenang , senang menyeruak
    Membuatku melayang terhenyak    

    Wahai pencipta alam
    Kekagumanku sulit untuk kupendam
    Dari siang hingga malam
    Pesonanya tak pernah padam 

    Desiran angin di pegunungan
    Tumbuhan menari kegirangan
    Begitu indahnya pemandangan
    Bak indahnya surga idaman 

    Keindahan alam terasa sempurna
    Dengan muculnya sang surya
    Membuat semua orang terpana
    Itulah alamku Indonesia
    Kabar di Dalam Gambar
    1. Carilah/buatlah sebuah gambar yang menceritakan sebuah keadaan di rumah dengan beberapa barang/fasilitas bersama, seperti TV, sepeda, kamar mandi, dan sebagainya.
    2. Susunlah cerita singkat, berupa butir-butir untuk dikembangkan, tentang pengalamanmu menggunakan fasilitas itu bersama dengan anggota keluarga yang lain.
    3. Ceritakanlah masalah yang kamu alami ketika kamu dan anggota keluargamu menggunakannya.
    4. Kaitkan ceritamu dengan nilai-nilai Pancasila, terutama Sila Kedua dan Ketiga, saat kamu memecahkan keterbatasan dan kendalamu.
    5. Berlatihlah dan bersiaplah bercerita di depan kelas.
    6. Selamat bercerita!
    Menonton tv bersama keluarga memang sangat menyenangkan, namun kesukaan seseorang terhadap acara tv sangat beragam. Ayah senangnya menonton pertandingan sepak bola. Ibu senangnya menonton acara membuat masakan. Kakakku yang perempuan sangat menggemari sinetron. Aku sendiri gemar menonnton film kartun. Suatu waktu acara kegemaran tv masing-masing ditayangkan pada jam yang sama. Sehingga aku dan kakak berebut remot tv untuk menyaksikan acara kegemaran masing-masing. Akhirnya sebagai anak yang lebih muda saya mengalah, membiarkan kakak menonton acara kesukaannya, saya hanya ikut melihat saja.
    Pamanku dimintai tolong oleh kawannya yang seorang petani untuk menghitung. Kawan Paman memiliki lahan berbentuk persegi panjang yang luasnya 500 meter persegi. Lahan itu hendak dipetak-petakkan menjadi persegi yang lebih kecil. Petakan paling kecil yang diinginkannya adalah persegi dengan luas 25 meter persegi. Nah, pertanyaannya adalah berapa kemungkinan luasan persegi yang mungkin dibuat pada lahan seluas itu?

    Persoalan Udin dapat dipecahkan dengan memahami konsep bilangan kuadrat. Ada berapa bilangan kuadrat antara 25 hingga 500? Bilangan kuadrat antara 25 dan 500 adalah sebagai berikut.

    Jadi, luasan yang mungkin menjadi pilihan adalah 25 m2, 36 m2, 49 m2, 64 m2, 81 m2, 100 m2, 121 m2, 144 m2, 169 m2, 196 m2, 225 m2, 256 m2, 289 m2, 324 m2, 361 m2, 400 m2, 441 m2, dan 484 m2.

    Dengan menggunakan contoh di atas, selesaikanlah soal-soal di bawah ini!
    • Hasil bilangan pangkat dua yang kurang dari 10 adalah 1, 4, 9
    • Hasil bilangan pangkat dua antara 20 dan 100 adalah 25, 36, 49, 64, 81, dan 100.
    • 3Hasil bilangan pangkat dua antara 100 dan 300 adalah 100, 121, 144, 169, 196, 225, 256, dan 289
    • Hasil bilangan pangkat dua antara 300 dan 600 adalah 324, 361, 400, 441, 484, 529, dan 576
    • Hasil bilangan pangkat dua antara 700 dan 1.005 adalah  729, 784, 841, 900, dan 961
    19 July 2015

    Keadaan Iklim Indonesia

    Alam Indonesia dikenal sangat indah dan kaya akan berbagai sumber daya alam. Tidak heran jika banyak wisatawan dari berbagai negara tertarik dan datang ke Indonesia. Kegiatan pariwisata pun berkembang di sejumah wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan lain-lain sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Tuhan telah berikan pada kita semua berupa hutan, sungai, danau, gunung dan pegunungan yang tampak memesona. Ingatlah, keindahan tersebut tidak semua negara memilikinya. Banyak negara yang sebagian wilayahnya hanya berupa padang pasir, hamparan es, padang rumput, dan lain-lain.

    Keadaan alam Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fisik wilayah serta keadaan flora dan fauna. Keadaan fisik wilayah terdiri atas keadaan iklim dan keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fisografis) yang kemudian akan menentukan jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis keragaman dan sebarannya.

    Keadaan Iklim Indonesia
    Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama. Cuaca adalah keadaan suhu udara, tekanan udara, curah hujan, angin, sinar matahari pada waktu dan tempat tertentu. Letak astronomis Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat Indonesia beriklim tropis. Ciri iklim tropis adalah suhu udara yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata tidak kurang dari 18° C, yaitu sekitar 27° C. Di daerah tropis, tidak ada perbedaan yang jauh atau berarti antara suhu pada musim hujan dan suhu pada musim kemarau. Ciri daerah tropis lainnya adalah lama siang dan lama malam hampir sama yaitu sekitar 12 jam siang dan 12 jam malam.
    iklim
    Keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah seperti berikut.
    1. Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan.
    2. Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan.
    3. Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan.
    Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Curah hujan di Indonesia bervariasi antarwilayah, tetapi umumnya sekitar 2.500 mm/tahun. Walaupun angka curah hujan bervariasi antarwilyah di Indonesia, tetapi pada umumnya curah hujan tergolong besar. Kondisi curah hujan yang besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan.

    Hal yang menarik bagi Indonesia adalah terjadinya angin muson. Angin muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra dan benua. Pada saat samudra menerima penyinaran matahari, diperlukan waktu yang lebih lama untuk memanaskan samudra. Sementara itu, benua lebih cepat menerima panas. Akibatnya, samudra bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan benua, maka bergeraklah udara dari samudra ke benua.

    Pada saat musim hujan di Indonesia (Oktober sampai April), angin muson yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya corioli sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut angin muson barat. Gaya coriolis adalah gaya semu akibat pengaruh rotasi bumi sehingga angin seolah-olah dibelokkan ke arah kanan dari Belahan Bumi Utara (BBU) dan dibelokkan ke kiri dari Belahan Bumi Selatan. Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia. 

    Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia.

    Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya. Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau.

    Unsur-unsur Iklim
    Walaupun cuaca dan iklim berbeda, tetapi unsur-unsur yang membentuknya adalah sama. Unsur-unsur pembentuk cuaca dan iklim adalah sebagi berikut

    1.Penyinaran Matahari
    Matahari merupakan pengatur iklim di bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan dan perbedaan sudut datang sinar matahari.

    2.Suhu Udara
    Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar dan berbeda-beda pada daerah tertentu. Persebaran secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedang persebaran secara vertikal menunjukkan, semakin tinggi tempat, maka suhu udara semakin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.

    3.Kelembapan Udara (humidity)
    Dalam udara terdapat air yang terjadi karena penguapan. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dikandungnya. Hal ini berarti, makin lembablah udara tersebut. Jadi, Humidity adalah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya adalah higrometer.

    4. Awan
    Awan merupakan massa dari butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan dapat menunjukkan kondisi cuaca.

    5.Curah Hujan
    Curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah selama waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (Rain Gauge).

    6.Angin
    Angin adalah udara yang berggerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.

    Ciri-ciri Iklim Panas/Tropis
    Letak astronomis indonesia terletak di antara 6° LU-11° LS dan 95° BT-141° BT sehingga Indonesia termasuk dalam iklim tropis. Berikut adalah karakteristik iklim tropis.
    1. Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20–23° C. bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
    2. Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1°C – 5°C, sedangkan amplitudo hariannya lebih besar.
    3. Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
    4. Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
    5. Di pengaruhi oleh pergerakan peredaran matahari yang menyebabkan peredaran pola angin sehingga terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
    6. Di beberapa pulau besar seperti sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi, dan papua terdapat gunung-gunung yang tinggi sehingga memengaruhi variasi unsur iklim di setiap wilayahnya.
    7. Indonesia juga memiliki iklim tropis, hal ini di pengaruhi bentuk wilayah indonesia yang berupa kepulauan. Sebagian besar tanah daratan indonesia di kelilingi oleh laut atau samudra. Itulah sebabnya di indonesia terdapat iklim laut. Sifat iklim ini lembab dan banyak mendatangkan hujan.
    06 February 2015

    Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

    Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu.

    Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

    a. Bahan Lunak Alami
    Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.

    b. Bahan Lunak Buatan
    Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.

    A. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:

    a. Kerajinan Tanah Liat
    Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring. 

    Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara lainnya.

    b. Kerajinan Serat Alam
    Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
    c. Kerajinan Kulit
    Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.

    d. Kerajinan Gips
    Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih dahulu.

    Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.

    e. Kerajinan Lilin
    Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas api/kompor.

    f. Kerajinan Sabun
    Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.

    g. Kerajinan Bubur Kertas
    Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.
    • Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil (lembut).
    • Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik. Kemudian, siram dengan air hangat.
    • Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
    • Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1 - 2 hari hingga menjadi lunak.
    • Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain (dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain disatukan dan plintir. hingga air akan terpisah dari ampasnya.
    • Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.
    • Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
    • Campur adonan kertas dengan larutan pasta. Remasremas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah untuk dibentuk.
    B. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya kerajinan sebagai benda hias.

    a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
    Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung

    b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
    Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.

    Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

    a. Unsur Estetika
    Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan. prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.

    b. Unsur Ergonomis
    Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
    • 1Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
    • Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
    • Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
    C. Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar diseluruh tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaanpersamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya. Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut.

    a. Motif Realis
    Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentukbentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuhtumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.

    b. Motif Geometris
    Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder. Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang, dan tumpal.

    c. Motif Dekoratif
    Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan. Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada pada motif itu. 

    d. Motif Abstrak
    Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak di sini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris.

    D. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
    Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.

    a. Membentuk
    Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut.
    • 1) Teknik Coil (Lilit Pilin) Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
    • 2) Teknik Putar. Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.
    • 3) Teknik Cetak. Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
    b. Menganyam
    Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.

    c. Menenun
    Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.

    d. Membordir
    Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir. Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

    e. Mengukir
    Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.
    26 April 2017

    Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

    Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan. Pengertian Bulan, Rotasi atau Perputaran Bulan, Revolusi Bulan, dan Beragam Macam Fase Bulan.

    Pengertian Bulan

    Sumber: flickr.com
    Nama untuk satelit alami Bumi yaitu Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, datang dari kata bahasa inggris kuno mona (saat sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern yaitu lunar, datang dari bahasa latin Luna.

    Sebutan yang lain yang kurang umum yaitu selenic, dari bahasa Yunani Kuno Selene yang lantas jadi dasar penamaan selenografi (Studi tentang permukaan serta ciri fisik Bulan).

    Bulan berwujud bulat, memiliki tekstur kasar serta berlubang akibat tubrukan benda luar angkasa. Bulan mempunyai diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi serta massa jenisnya 3,4 gr/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi kurang lebih 384.403 km atau sepadan dengan 30 kali diameter Bumi.

    Bulan bukan hanya sekedar penghias langit pada malam serta penerangan ketika Matahari terbenam. Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi serta tidak memiliki sumber sinar sendiri, cahayanya datang dari pantulan sinar Matahari.

    Objek yang di kenal sebagai satelit Bumi ini adalah satu diantara anggota tata surya yang selalu mengitari planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua sesudah lo yang merupakan satelit Yupiter.

    Bulan yaitu benda langit yang paling terang sesudah Matahari. Walaupun bulan terlihat amat putih serta terang, permukaan Bulan sesungguhnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair.

    Udara, air ditambah lagi kehidupan tidak ada di Bulan. Tetapi, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melalui permukaan Bulan. Uap air itu cuma bertahan 14 jam serta menutupi permukaan seluas 100 mil2.

    Nyatanya setelah diusut oleh beberapa ilmuan, endapan es setebal dua meter diketemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memerlihatkan bukti adanya air di Bulan.

    Dalam satu dari dua studi yang ditayangkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston serta rekannya mengkaji pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapat bukti tentang endapan es di beberapa kawah yang selama-lamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.

    Teori Terbentuknya Bulan

    Sumber: kafeastronomi.com
    Pembentukan Bulan mempunyai banyak teori yang masih saja jadi perbincangan. Berikut ini teori-teori pembentukan Bulan:

    Teori Co-Akresi 

    Seseorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini menceritakan kalau Bulan terbentuk lantaran terkondensasi dari materi lantas berputar seperti awan debu panas yang membuat Bumi.

    Awan debu panas ini perlahan-lahan terkontaksi lantas mendingin membentuk cincin gas di sekitarnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan.

    Masalahnya, hipotesis ini tidak dapat menjelaskan momentum sudut dalam system Bumi-Bulan atau kenapa Bulan mempunyai inti besi yang relatif kecil dibanding Bumi sedangkan asumsinya bila Bulan serta Bumi terbentuk dari gas yang sama kandungannya juga semestinya sama. (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50% dari jari-jarinya)

    Teori pembelahan (Fisi) 

    George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 menginformasikan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan kalau Bulan secara bertahap bergerak menjauh.

    Darwin mulai memperhitungkan apa yang akan terjadi bila saja waktu diputar kembali. Seperti menjalani film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan kalau dulu Bulan menyatu dengan Bumi.

    Sebagian kecil dari Bumi terpisah lantas membentuk Bulan. Tetapi, putaran Bumi serta orbit bulan tidak sesuai sama pola yang diperkirakan oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk mempertimbangkan tingkat perputarannya saat ini.

    Teori Penangkapan (Capture) 

    Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See sudah menghabiskan waktu untuk mengkaji hipotesis baik co-Akresi ataupun Fisi. Namun Thomas meningkatkan gagasan yang amat berbeda yakni teori Penangkapan (Capture).

    Teori ini menyebutkan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk ditempat berbeda dalam tata surya lantas sedang berjalan dari sisi yang jauh dari tata surya. Namun kemudian bergerak sangat dekat dengan Bumi hingga di tangkap oleh gravitasi Bumi.

    Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya nyatanya serupa dengan yang ada di mantel Bumi (sekalipun tidak asing). Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi serta Bulan. Kekurangannya juga tidak ada keterangan tentang media penolak untuk objek sebesar Bulan hingga tidak menabrak Bumi.

    Dari beberapa teori yang udah tertulis diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan teori yang satu ini. Teori apakah yang dimaksud? Ini dia:

    Teori Tubrukan Besar 

    Pada tahun 1974 muncul teori yang menyebutkan Bulan diprediksikan terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu, tidak lama setelah pembentukan Bumi.

    Walaupun ada beberapa hipotesis tentang asal usul Bulan, hipotesis yang paling di terima sekarang menjelaskan kalau Bulan terbentuk dari serpihan yang lepas setelah satu benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi.

    Tabrakan ini cukup besar hingga menyebarkan maetri pecahan Bumi serta Theia di sekitar Bumi. Materi itu lantas saling terikat oleh gravitasi, serta membentuk Bulan.

    Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dan lain-lain. Menurut jenis tubrukan ini, Bulan beberapa terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen lalu sisanya datang dari bumi.

    Saat ini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi serta Theia. Tetapi teori ini masih tetap mesti ditopang dengan bukti-bukti yang lain. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih tetap belum dapat dibuktikan tentang jenis yang paling diakui ini.

    Energi dari efek tubrukan diprediksikan bisa memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang terbenam ke dalam mantel Bumi.

    Sekarang tidak ada jenis yang sama diawali dengan tubrukan besar serta diikuti dengan evolusi puing-puingnya jadi Bulan. Tantangannya yaitu untuk menjelaskan kenapa sisi luar Bulan yang tidak tampak oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang bisa dilihat.

    Pertanyaan yang lain kenapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar ketika proses pembentukannya tidak memilih Bulan yang sama? Atau mungkin ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat hingga setelah menabrak Bumi, ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya sama dengan unsur Bulan?

    Pertanyaan-pertanyaan ini masih tetap jadi PR penting beberapa ilmuan yang masih tetap berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya, Bulan sesungguhnya masih mempunyai misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkam.

    Fungsi Bulan

    Sumber: metro.co.uk
    Bulan tidak cuma sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pastinya akan sangat bersyukur bila tau fungsi intinya. Berikut ini fungsi bulan untuk Bumi kita:
    1. Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet serta asteroid. 
    2. Mengontrol kecepatan perputaran sebuah planet lantaran efek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, dampak ini memberi keuntungan pada Bumi lantaran menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat perputaran Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan). 
    3. Menyeimbangkan rotasi siklus air laut yang mengakibatkan pasang surut. 
    4. Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau diarahkan lewat gravitasi Bulan dan gaya magnetik Bulan. 
    5. Memblokir radiasi cahaya ultraviolet yang berefek buruk untuk tubuh. 
    6. Membantu kita melihat pada malam hari 
    Bumi (serta planet yang lain) tidak sempurna menghindari tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam rotasi bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam rotasinya di Bumi. Jadi, jaraknya dalam satu hari bertambah beberapa milisekon tiap abad.

    Awal mulanya bulan cuma berjarak 23.000 km dari bumi, namun saat ini jarak Bulan ke Bumi sekitar 384.400 km. Hal semacam ini memperlihatkan kalau dimasa yang akan datang Bulan akan makin jauh lagi serta akan terlihat makin kecil di langit. Bahkan juga suatu saat mungkin Bulan tidak lagi bisa menutupi Matahari ketika terjadi Gerhana.

    Peluang terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diperkirakan kalau akan muncul kekacauan. Dampak yang akan muncul miliki sifat sementara tetapi amat berpengaruh yakni hilangnya dampak kendali dari Bulan.

    Hal semacam ini mengakibatkan laut juga turut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya lantaran didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Akan terjadi perubahan orbit Bumi pada Matahari hingga mengakibatkan perubahan musim yang amat ekstrim.

    Rotasi dan Revolusi Bulan

    Sumber: nationalgeographic.co.id
    Pengamat khusus di bumi memperhatikan kalau pada intinya bulan menjaga persamaan sisi untuk bertemu dengan planet kita seperti Bumi melewati orbitnya. Hal semacam ini mungkin menyebabkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya yaitu ya, tetapi itu kelihatannya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.

    Perputaran Bulan yaitu rotasi Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam tiap 27.322 hari. Rotasi ini sekurang-kurangnya membutuhkan lebih kurang 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Pada akhirnya, bulan tidak terlihat berputar namun muncul bila dilihat dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

    Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi di kenal sebagai sisi paling dekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” yaitu sisi yang paling jauh. Kadang-kadang, sisi yang jauh ini disebut dengan sisi gelapnya, namun itu tidaklah benar. Saat Bulan ada diantara Bumi serta matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan terlihat ketika fajar.

    Meskipun demikian, orbit serta perputaran tidak selalu sama. Bulan mengelilingi Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat seutuhnya.

    Saat bulan amat dekat dengan Bumi, perputarannya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan beberapa pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Saat bulan sangat jauh, perputarannya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat tampak ke arah barat.

    Bila kita bisa melintas di sekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita bisa melihat ketidaksamaan mencolok permukaan dari apa yang anda saksikan umumnya. Saat sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibuat oleh lava lava solid yang bergerak (terbang) serta pegunungan sinar bulan, sisi jauh tampak memiliki banyak kawah.

    Periode rotasi bulan tidak senantiasa sama juga dengan orbit di sekitar planet. Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi memengaruhi bulan. namun lantaran Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membuat pasang pada titiknya terhadap Bumi.

    Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar paling dekat, berusaha untuk menjaganya tetap sama. Hal semacam ini membuat gesekan pasang yang memelankan rotasi Bulan. Saat tiba waktunya, rotasi sangat pelan hingga orbit serta perputarannya sama, serta sisi yang sama terlihat jadi pasang, selama-lamanya berpusat pada Bumi.

    Bulan tidak cuma satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang terlihat tidal dengan pasangannya. Seperti Bulan paling besar, cuma Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna serta berhubungan dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

    Fase Bulan

    Sumber: jessychance.blogspot.co.id
    Dalam satu kali berotasi, bulan membutuhkan waktu yang sama juga dengan satu kali revolusinya mengitari bumi. Revolusi adalah gerakan (peredaran) Bulan yang mengitari Bumi. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi yaitu 27 hari 7 jam 43,2 menit.

    Ketika berevolusi, luas sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Jika dirata-ratakan, tiap fasebulan berjalan selama 3-4 hari. Berikut ini pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan:

    8 Fase Bulan 

    Fase 1 (Bulan Baru/New Moon) 

    Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima sinar dari matahari, maka, Bulan tidak tampak. Fase ini terjadi di hari pertama di mana Bulan ada diposisi 0 derajat.

    Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent) 

    Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala serta sebagai fase berlangsung, sisi yang menyala secara bertahap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari ke empat di mana Bulan ada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan terlihat melengkung seperti sabit.

    Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter) 

    Bulan mencapai step ini saat terlihat setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan di mana Bulan ada di posisi 90 derajat.

    Fase 4 (Waxing Gibous) 

    Awal fase ini ditandai ketika Bulan setengah, sisi yang terlihat akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan ada pada posisi 135 derajat serta tampak seperti cakram (Bulan cembung)

    Fase 5 (Full Moon) 

    Pada fase ini, Bulan ada pada sisi berlawanan dengan Bumi serta sinar Matahari seutuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari keempat belas, Bulan ada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk prima (lingkaran penuh) disebut juga dengan Bulan Purnama.

    Fase 6 (Wanning Gibous) 

    Di mana sisi yang terlihat akan makin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan ada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

    Fase 7 (Kuartal I/First Quarter) 

    Setengah dari Bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan ada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama dengan Bulan pada fase 3 atau Kuartal III

    Fase 8 (Sabit Tua/Waning Crescent) 

    Sebagian kecil dari bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan ada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama dengan pada posisi 45 derajat. Bulan terlihat seperti sabit.

    Fase ini selalu berulang, Bulan akan kembali pada kedudukan semula yakni Bulan mati atau Bulan Baru.

    Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

    Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Bulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
    1. softilmu.com
    16 May 2017

    Pengertian dan Klasifikasi Iklim

    Pengertian dan Klasifikasi Iklim. Pengertian Iklim, Beragam Macam Jenis Iklim, dan Klasifikasi Iklim.

    Pengertian Iklim 

    Sumber: nationalgeographic.co.id
    Iklim yaitu kondisi rata-rata cuaca pada sebuah lokasi dalam periode waktu yang relatif lama.

    Iklim juga didefinisikan sebagai berikut ini:
    • Sintesis peristiwa cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup bisa digunakan untuk memperlihatkan nilai statistik yang tidak sama dengan kondisi pada tiap saatnya (World Climate Conference, 1979) 
    • Konsep abstrak yang menyebutkan kebiaasan cuaca serta unsur-unsur atmosfer di sebuah daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980) 
    • Peluang statistik beragam kondisi atmosfer, diantaranya suhu, tekanan, angin kelembapan, yang terjadi di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs, 1978) 
    Beberapa Karakter Iklim
    • Berlaku untuk waktu yang lama. 
    • Mencakup daerah yang luas. 
    • Merupakan hasil rata-rata cuaca, bukanlah merupakan pencatatan baru. 

    Unsur-Unsur Iklim 

    Sumber: dpu.probolinggokota.go.id

    Penyinaran Matahari 

    Matahari adalah pengatur iklim di bumi yang sangat penting serta jadi sumber daya paling utama di bumi. Daya matahari dipancarkan ke semua arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi di pengaruhi oleh keadaan awan serta ketidaksamaan sudut datangnnya cahaya matahari.

    Suhu Udara 

    Suhu udara yaitu kondisi panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar serta tidak sama pada daerah spesifik. Persebaran secara horizontal memperlihatkan suhu udara paling tinggi ada di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi jadi sisi utara serta selatan) serta makin ke arah kutub suhu udara makin dingin.

    Sedangkan persebaran secara vertikal memperlihatkan, makin tinggi tempat, maka suhu udara makin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut dengan termometer.

    Kelembaban Udara (humidity) 

    Dalam udara ada air yang terjadi lantaran penguapan. Semakin tinggi suhu udara, semakin banyak uap air yang dikandungnya. Hal semacam ini memiliki arti, semakin lembablah udara itu. Jadi, Humidity yaitu banyak uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya yaitu higrometer.

    Per-Awanan 

    Awan adalah massa dari butir-butir kecil air yang larut di susunan atmosfer bagian bawah. Awan bisa memperlihatkan keadaan cuaca.

    Curah Hujan 

    Curah hujan yaitu jumlah hujan yang jatuh di sebuah daerah selama waktu spesifik. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut dengan penakar hujan (Rain Gauge).

    Angin 

    Angin yaitu udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Ketidaksamaan tekanan udara dikarenakan oleh adanya ketidaksamaan suhu udara. Apabila suhu udara tinggi, memiliki arti tekanannya rendah serta demikian sebaliknya. Alat untuk mengukur arah serta kecepatan angin disebut dengan anemometer.

    Klasifikasi Iklim 

    Sumber: dunya.com

    Iklim Matahari 

    Dasar perhitungan untuk mengadakan pembagian daerah iklim matahari adalah banyaknya cahaya matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Menurut teori, semakin jauh dari khatulistiwa, semakin besar sudut datang cahaya matahari, hingga semakin sedikit jumlah cahaya matahari yang di terima oleh permukaan bumi.

    Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang yaitu sebagai berikut ini: 
    • Daerah Iklim Tropis: 0 derajat LU-23,5 derajat LU serta 0 derajat LS-23,5 derajat LS 
    • Daerah Iklim Sedang: 23,5 derajat LU-66,5 derajat Lu serta 23,5 derajat LS-90 derajat LS 
    • Daerah Iklim Dingin: 66,5 derajat LU-90 derajat LU serta 66,5 derajat LS-90 derajat LS 
    Pembagian daerah iklim menurut iklim matahari didasarkan 1 teori, kalau temperatur udara semakin rendah bila letaknya semakin jauh dari khatulistiwa. Maka dari itu, ada pakar yang menyebutkan iklim matahari sebagai iklim teoritis. Menurut faktanya, temperatur beberapa tempat menyimpang dari teori itu.

    Iklim Fisis 

    Iklim fisis yaitu iklim yang dipengaruhi alam sekitar. Contohnya, daratan, lautan, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, ataupun letak geografis. Berikut ini yaitu pembagian Iklim fisis:

    Iklim Kontinental atau Iklim Darat, iklim ini terjadi di daerah yang amat luas, hingga angin yang dipengaruhi pada daerah itu yaitu angin darat yang kering.

    Di daerah ini, pada siang hari merasa panas sekali serta saat malam hari terasa sangat dingin. Curah hujannya sangat rendah, hingga terkadang terbentuk gurun pasir. Contohnya Gobi, Tibet, Arab, Sahara, Kalahari, Australia Tengah, serta Nevada.

    Iklim Laut, iklim ini ada di daerah eropa tropis serta subtropis. Angin yang punya pengaruh pada daerah itu yaitu angin laut yang lembab. Ciri iklim laut yaitu curah hujan yang rata-rata tinggi. Suhu tahunan serta harian yang hampir sama, sifatnya banyak hujan.

    Iklim Dataran Tinggi, iklim ini mengalami perubahan suhu harian serta tahunan, takanan rendah, cahaya matahari terik serta cuma memiliki kandungan sedikit uap air.

    Iklim Pegunungan, iklim initerdapat di daerah pegunungan. Di daerah pegunungan udaranya sejuk serta hujan kerap turun. Hujan terjadi lantaran awan yang naik ke lereng pegunungan mengalami kondensasi hingga turun hujan. Hujan seperti ini disebut dengan hujan orografis.

    Iklim Musim 

    Letak geografis indonesia yang diapit oleh Benua Asia di bagian utara serta Benua Australia di bagian selatan, mengakibatkan di indonesia ada Iklim musim. Iklim musim ini erat hubungannya dengan pola angin musim di Indonesia.

    Pada bulan April-Oktober, saat bertiup angin musim timur, terjadi musim kemarau. Demikian sebaliknya saat bertiup angin musim barat, terjadi musim penghujan.

    Iklim Menurut Junghuhn 

    Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim bersumber pada ketinggian tempat serta bentuk tumbuhan yang sesuai di suatu daerah. Penelitiannya dilakukan di pulau Jawa.

    Iklim Koppen 

    Koppen mengadakan pembagian daerah iklim bersumber pada temperatur serta hujan. Menurut kondisi temperatur serta curah hujannya, permukaan dibagi jadi beberapa daerah iklim.

    Perubahan Iklim Global 

    Sumber: hipwee.com
    Keadaan iklim di dunia senantiasa berubah, baik menurut ruang ataupun waktu. Perubahan iklim ini bisa dibedakan bersumber pada wilayahnya (ruang) yakni perubahan iklim secara lokal serta global.

    Bersumber pada waktu, iklim bisa berubah dalam bentuk siklus, baik secara harian, musiman, tahunan, ataupun beberapa puluh tahun. Perubahan iklim yaitu sebuah perubahan unsur-unsur iklim yang mempunyai kecenderungan naik atau turun secara nyata.

    Perubahan iklim secara global disebabkan oleh karena meningkatnya konsentrasi gas di atmosfer. Hal semacam ini terjadi mulai sejak revolusi industri yang membangun sumber daya yang datang dari batu bara, minyak bumi, serta gas, yang membuang limbah gas di atmosfer, seperti kabondioksida (CO2), Metana (CH4), serta Nitrous Oksida (N2O).

    Matahari yang menyinari bumi juga menghasilkan radiasi panas yang di tangkap oleh atmosfer hingga udara bersuhu nyaman untuk kehidupan manusia.

    Bila lantas atmosfer bumi dijejali gas, terjadi dampak selimut seperti yang terjadi pada rumah kaca, yaitu radiasi panas bumi yang terlepas ke udara ditahan oleh selimut gas hingga suhu mengalami kenaikan serta jadi panas. Makin banyak gas dilepaskan ke udara, makin tebal selimut bumi, makin panas juga suhu bumi.

    Berikut ini yaitu beberapa efek perubahan iklim global: 
    • Mencairnya bongkahan es di kutub hingga permukaan air laut naik. 
    • Air laut naik bisa menenggelamkan pulau serta menghambat mengalirnya air sungai ke laut serta selanjutnya menyebabkan banjir di dataran rendah. 
    • Suhu bumi yang panas mengakibatkan mengeringnya air permukaan hingga air jadi langka. 
    • Meningkatnya kemungkinan kebakaran hutan. 
    • Menyebabkan El Nino serta La Nina. El Nino yaitu momen memanasnya suhu permukaan air laut di pantai barat peru – Ekuador (Amerika selatan) yang menyebabkan masalah iklim secara global. La Nina yaitu keadaan cuaca yang normal kembali setelah terjadinya El Nino.
    Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Klasifikasi Iklim, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Iklim di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

    Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Iklim. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

    Referensi:
    1. softilmu.com