Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis batuan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis batuan. Sort by date Show all posts
11 April 2017

Pengertian dan Jenis Pelapukan

Pengertian dan Jenis Pelapukan. Pengertian Pelapukan, Jenis-Jenis Pelapukan, Faktor yang Memperngaruhi Terjadinya Pelapukan, dan Proses Terjadinya Pelapukan.

Jenis-Jenis Pelapukan dan Penjelasannya

Sumber: ebiologi.com
Bumi yaitu tempat di mana beragam makhluk hidup dan menjalani aktifitasnya sehari-hari. ada beragam jenis komponen yang akan kita temukan di Bumi. Komponen-komponen yang ada di Bumi itu tidak cuma komponen yang hidup saja, tetapi juga komponen yang tidak hidup.

Komponen-komponen yang hidup serta tidak hidup ini sama-sama berdampingan serta saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Komponen hidup kerap disebut juga dengan komponen biotik, serta komponen yang mati kerap juga disebut juga dengan komponen abiotik.

Komponen hidup abiotik misalnya yaitu manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan ataupun beragam jenis mikroorganisme. Sementara komponen abiotik salah satunya yaitu elemen- elemen seperti tanah, udara, sinar matahari, kelembapan, batuan, dan lain sebagainya.

Sebagai penghuni Bumi, banyak sekali peristiwa atau momen yang dialami oleh beragam makhluk penghuni Bumi ini. Sangat banyak siklus yang bisa kita temui di Bumi. Satu diantara siklus yang dihadapi oleh komponen Bumi yaitu batuan.

Batuan bisa berubah bentuk jadi tanah setelah sekian lama serta lantaran beberapa hal spesifik. Hal semacam ini dinamakan dengan pelapukan. Pelapukan nyaris terjadi di banyak komponen, tidak cuma batuan saja. Bahkan juga kita, manusia akan mengalami pelapukan.

Seluruh makhluk hidup (manusia, binatang, serta tumbuhan) jika sudah mati, akan mengalami pelapukan pada jasadnya. Jasad manusia jika sudah dikubur dalam periode waktu spesifik akan melebur jadi tanah.

Demikian halnya dengan binatang serta tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya makhluk hidup, ada beberapa benda mati yang juga mengalami pelapukan. Tetapi kata pelapukan ini sesungguhnya memang cuma dipakai untuk menguraikan umur batuan.

Pengertian Pelapukan

Sumber: thinglink.com
Kita sudah mengulas tentang pelapukan di awal. Lantas, apakah itu pelapukan? Bicara tentang pelapukan rasa-rasanya tidak lengkap tanpa mengerti arti pelapukan yang sesungguhnya. Yang dinamakan pelapukan yaitu momen penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis.

Tidak hanya pengertian itu, pelapukan dapat juga diterangkan sebagai proses perubahan komposisi serta pemecahan batuan atau material- material yang lain yang terjadi di atas permukaan Bumi akibat adanya proses secara fisika, kimia, ataupun biologi.

Pelapukan ini adalah proses alami yang bekerja menghancurkan batuan jadi tanah. Pengertian lain mmengenai pelapukan yaitu proses alterasi serta fragsinasi batuan serta material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang disebabkan oleh proses fisika, kimia, ataupun biologi.

Mengenai proses pelapukan ini terjadi dalam tempo yang sangat lama. Tidak hanya sangat di pengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga di pengaruhi beragam jenis aspek yang lain.

Jenis-jenis Pelapukan 

Pelapukan adalah proses berubahnya batuan jadi tanah secara alamiah lewat proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas beragam macam bentuk.

Secara umum, jenis-jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yakni pelapukan fisika, kimia, serta biologi atau organik. Keterangan tentang masing-masing bentuk pelapukan ini yaitu sebagai berikut: 

Pelapukan Fisika

Sumber: ebiologi.com
Bentuk pelapukan yang pertama yaitu pelapukan fisika. Pelapukan fisika adalah pelapukan yang kerap disebut sebagai pelapukan mekanik.

Pelapukan fisika yaitu proses pelapukan dari batuan yang disebabkan oleh adanya pengaruh aspek fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Aspek yang paling dominan tersebut yaitu suhu udara, tekanan, serta kristalisasi garam.

Pelapukan fisika ini dikenal juga sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim.

Bentuk pelapukan fisika ini cuma dapat diketemukan di daerah yang memiliki iklim ekstrim, seperti sub tropis, gurun, pesisir pantai, serta daerah-daerah yang memiliki topografi yang curam. Mengenai beberapa contoh pelapukan fisika ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Melapuknya batuan di daerah gurun akibat adanya perubahan cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan membuat batuan memuai, lantas saat malam hari suhu udara akan turun serta membuat batuan jadi mengkerut.

Lantaran proses ini berjalan secara berulang-ulang, maka akan memungkinkan ikatan mineral dalam batuan mengalami pelemahan hingga selanjutnya batuan akan hancur menjadi beberapa sisi.

Kristalisasi air garam yang terjadi pada batuan di pantai. Kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di sekitar ekosistem pantai akan menghimpit batuan secara endogen hingga akan menimbulkan kemungkinan batuan akan pecah.

Pelapukan Kimia

Sumber: softilmu.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan kimia. Pelapukan kimia adalah proses pelapukan yang disebabkan oleh perubahan susunan kimiawi yang ada pada batuan lewat reaksi spesifik. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan jadi tiga jenis.

3 jenis reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini diantaranya yaitu solution, hidrolisis, serta oksidasi. Mengenai beberapa contoh pelapukan kimia ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Hidrolisis air hujan yang akan menyebabkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ yang keluar akan memungkinkan terjadinya korosi pada batuan.

Oksidasi yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi akan memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan jadi lemah serta pada akhirnya mengalami pelapukan.

Proses pelarutan batuan kapur mudah akibat reaksinya pada air. Bicara tentang pelapukan kimia, kita akan mengetahui ada 4 proses yang termasuk juga ke dalam pelapukan kimia. Mengenai 4 proses itu diantaranya yaitu:
  1. Hidrasi, yakni proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan saja. 
  2. Hidrolisa, yakni peroses penguraian air atas unsur-unsurnya jadi ion-ion yang miliki sifat positif serta negatif. 
  3. Oksidasi, yakni proses pengkaratan besi. 
  4. Karbonasi, yakni pelapukan batuan yang disebabkan karena karbondioksida. 
Itulah beberapa proses yang akan kita dapatkan dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses itu cuma akan kita temui pada pelapukan yang miliki sifat kimiawi saja.

Pelapukan Biologi atau Organik 

Sumber: ikasmansa87.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi adalah bentuk pelapukan batuan yang dikerjakan oleh organisme lewat aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan itu ada.

Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi lantaran disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi lantaran adanya fungsi organisme-organisme spesifik.

Mengenai organisme-organisme yang bertindak dalam pelapukan ini diantaranya berbentuk binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan juga manusia.

Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 langkah, yakni langkah biokimia serta langkah mekanis. Mengenai contoh pelapukan secara biologi atau organik ini diantaranya yaitu:

Penetrasi akar tumbuhan ke dalam sela-sela batuan akan menghimpit batuan itu, hingga akan mengalami perpecahan. Adanya lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi.

Kelembaban di permukaan batuan akibat adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di kurang lebih permukaan batuan akan membuat permukaan batuan itu mengalami korosi.

Itulah beberapa bentuk dari pelapukan batuan yang terdiri atas pelapukan kimiawi, pelapukan fisika serta pelapukan boilogi atau organik. Dari uraian di atas kita bisa memahami kalau pelapukan batuan dapat terjadi dengan beberapa cara yang berbeda-beda.

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Terjadinya Pelapukan

Sumber: crossword14.blogspot.co.id
Seperti yang sudah dikatakan di awal, bahwasannya pelapukan terjadi lantaran adanya beragam jenis aspek. Setidaknya ada beberapa aspek yang bisa memengaruhi terjadinya pelapukan, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Waktu 

Aspek yang sangat erat serta sangat identik dengan momen pelapukan yaitu waktu. Seringkali orang-orang menyampaikan bahwasannya pelapukan ini terjadi lantaran satu batuan udah sangat lama atau sangat tua, sampai pada akhirnya batuan itu mengalami pelapukan.

Bahkan juga waktu adalah aspek pertama yang akan dipakai sebagai argumen kenapa pelapukan itu terjadi.

Memang benar, satu batuan akan mengalami pelapukan setelah batuan itu berusia lama atau tua. Hal semacam ini akan mengakibatkan tingkat kepadatan batuan jadi menurun serta batuan itu akan mengalami pelapukan sampai pada akhirnya jadi tanah.

Bentuk batuan serta susunan batuan itu sendiri

Aspek berikutnya yang memengaruhi terjadinya pelapukan batuan yaitu bentuk batuan serta strukturnya. Sudah kita pahami bersama bahwasannya batuan di dunia ini mempunyai beragam jenis bentuk batuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Lantas mengenai susunan batuan, yakni karakter fisik serta karakter kimia yang dipunyai oleh batuan itu sendiri. Karakter fisik batuan mencakup warna batuan.

Lalu sifat kimia batuan yaitu unsur-unsur kimia yang terdapat di dalam batuan itu. Karakter kimia serta karakter fisika yang dipunyai oleh batuan inilah yang mengakibatkan adanya ketidaksamaan daya tahan batuan pada pelapukan.

Mengenai bentuk batuan yang gampang lapuk salah satunya yaitu batu lempeng atau batuan sedimen. Lalu batuan yang susah lapuk umpamanya yaitu batuan beku.

Topografi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi pelapukan yaitu topografi. Kondisi topografi muka Bumi juga memengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan.

Batuan-batuan yang ada di lereng yang curam cenderung akan lebih gampang untuk mengalami pelapukan dibanding dengan batuan yang ada di tempat yang landai.

Kenapa demikian? Hal semacam ini lantaran pada lereng yang curam, batuan akan amat gampang terkikis atau lapuk, lantaran akan langsung bersetuhan dengan cuaca di sekitar batuan itu berada.

Namun pada lereng yang landai atau rata, batuan akan diselimuti oleh beragam jenis endapan yang pada akhirnya akan memperlambat proses pelapukan batuan itu.

Organisme 

Aspek berikutnya yang akan memengaruhi proses pelapukan yaitu terdapatnya organisme. Organisme marupakan hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh-tumbuhan secara alami.

Iklim serta cuaca 

Aspek berikutnya yang amat kuat hubungannya dengan pelapukan yaitu mengenai cuaca serta iklim. Unsur- unsur cuaca serta iklim yang akan memengaruhi proses pelapukan diantaranya yaitu suhu udara, curah hujan, cahaya matahari, angin, serta lain sebagainya.

Di daerah yang mempunyai iklim lembab serta panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan. Tidak hanya itu perubahan antara siang serta malam yang dingin akan makin membuat pelapukan gampang terjadi, jika hal ini dibandingkan dengan daerah yang mempunyai iklim dingin.

Kondisi vegetasi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi adanya pelapukan yaitu kondisi vegetasi. Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga merupakan hal yang amat memengaruhi proses pelapukan. Hal semacam ini dikarenakan akar-akar tumbuhan itu bisa menembus celah-celah batuan.

Jika akar-akar itu makin membesar kekuatannya akan makin besar juga dalam menerobos batuan. Tidak hanya akar-akar, serat dedaunan yang gugur akan membantu mempercepat batuan melapuk.

Hal semacam ini disebabkan karena serat batuan memiliki kandungan zat-zat asam arang serta humus yang bisa merusak kemampuan pada batuan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pelapukan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com
05 May 2017

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan. Proses Pembentukan Batuan, Beragam Macam Jenis Batuan, Ciri dari Tiap-Tiap Batuan, dan Fungsi dari Batuan.

Proses Pembentukan Batuan

Batuan pembentuk litosfer 

Sumber: mystupidtheory.com
Pada lithosfer ada tiga bentuk batuan yaitu: 
  1. Batuan beku 
  2. Batuan sedimen 
  3. Batuan metamorf 

Awal Mula Batuan

Sumber: diwao8bagiilmu.blogspot.co.id
Semua batuan awal mulanya dari magma 
  • Magma yakni benda cair, panas, pijar yang bersuhu di atas 1000˚C 
  • Lava yakni magma yang telah keluar ke permukaan 
  • Lahar yakni lava yang bercampur dengan gas, meterial piroklastik, air, tanah tumbuhan 
Magma keluar di permukaan bumi salah satunya lewat puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan, namun ada pula yang di lautan. Magma yang telah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku lalu jadi batuan beku.

Batuan beku muka bumi sepanjang beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terserang panas, hujan, serta kegiatan tumbuhan dan hewan. Selanjutnya hancuran batuan itu tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan.

Hancuran batuan yang diendapkan disebut juga dengan batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam tempo yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut juga dengan batuan malihan atau batuan metamorf.

Beberapa Tipe Batuan 

Batuan Beku

Sumber: godamaiku.blogspot.co.id
Batuan beku atau batuan igneus (dari bahasa Latin: ignis, " api ") yaitu batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras. Pembekuan magma jadi batuan beku dapat terjadi pada ketika saat sebelum magma keluar dari dapurnya, ditengah perjalanan, dan ketika telah ada di atas permukaan bumi.

Dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Melebihi dari 700 tipe batuan beku udah berhasil digambarkan, beberapa terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.

Batuan beku yang membeku ketika saat sebelum magma keluar dan terjadi pada saat susunan dalam disebut juga dengan batuan plutonik, apabila membeku di dalam perjalanan disebut juga dengan batuan korok atau porforik. Berkenaan dengan jika magma udah keluar dan membeku di permukaan bumi, disebut juga dengan batuan beku luar atau efusi/vulkanik.

Bersumber pada teksturnya batuan beku dibedakan jadi dua bagian, yaitu: 
  1. Batuan beku plutonik 
  2. Batuan beku vulkanik 
Perbedaan antara satu sama lain bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sampai mineral-mineral penyusunnya relatif besar.

Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sampai mineral penyusunnya lebih kecil.

Batuan Endapan atau Batuan Sedimen 

Sumber: ellyawatiabbas.blogspot.co.id
Batuan Sedimen ini yaitu batuan yang terbentuk oleh proses geomorfologi dan dipengaruhi oleh lamanya waktu. Batuan sedimen secara umum dibedakan jadi dua jenis bentuk:

Klasifikasi sediment klastik dibedakan bersumber pada ukuran butirnya, yaitu sebagai berikut ini:
  1. Ludit (psepit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir kasar mulai dari gravel (krikil) halus hingga bongkah (boulder) dengan ukuran diameternya 2-2,56mm 
  2. Arenit (samit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0,06-2mm, mulai dari pasir halus hingga pasir kasar. 
  3. Lutit (pelit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir halus, ukuran diameternya 0,04-0,06mm, mulai dari lempung higga debu kasar. 
Contoh sediment klastik yakni breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih dan kaolin. 

Sedimen klastik yang terbentuk oleh proses mekanik 

Batuan sediment klastik terbentuk lewat proses pengendapan dari material-material yang alami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik beragam macam, dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah.

Biasanya batuan itu jadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga jadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contoh sediment klastik yakni breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih dan kaolin

Sedimen non-klastik yang terbentuk lantaran proses kimiawi 

Batuan sedimen kimia terbentuk lewat proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan itu jadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Umpamanya anhidrit dan batu. Batuan sedimen ini biasanya mempunyai kandungan mineral seperti kalsit, dolomit, kuarsa sekunder, gypsum dan chert.

Batuan sedimen terbentuk lewat tiga langkah paling penting: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena kegiatan biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan.

Batuan endapan meliputi 75 persen dari permukaan bumi. Batuan sedimen memiliki ciri yang mudah dikenal, yaitu sebagai berikut ini:
  1. Batuan endapan biasanya berlapis-lapis 
  2. Mempunyai kandungan sisa-sisa jasad atau bekasnya, seperti terdapatnya cangkang binatang koral dan serat-serat kayu. 
  3. Adanya keseragaman yang nyata dari beberapa segi berbentuk bulat yang membuatnya.   
Penamaan batuan sedimen bersumber pada butir

Penamaan batuan sedimen biasanya bersumber pada besar butir penyusun batuan itu. Penamaan itu yakni sebagai berikut:
  1. Breksi yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut. 
  2. Konglomerat yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar. 
  3. Batu pasir yakni batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm  
  4. Batu lanau yakni batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm 
  5. Batu lempung yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 

Batuan metamorfosis atau Batuan metamorf (methamorphic rock) 

Sumber: geohazard009.wordpress.com
Yaitu batuan yang datang dari batuan induk yang mengalami perubahan susunan dan komposisi mineral sebagai akibat perubahan kondisi fisik yang dipicu oleh tekanan dan temperatur. Maka batuan sebelumnya akan berubah tekstur dan strukturnya sampai membentuk batuan baru dengan struktur dan susunan yang baru juga.

Contoh batuan tersebut yakni batu sabak atau slate yang disebut juga dengan perubahan batu lempung. Bila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan jadi batuan-batuan baru lagi.

Beberapa contoh batuan metamorf yakni Gneis, batu sabak, batu garnet, dan pualam.
Batuan metamorf membuat beberapa dari kerak Bumi.

Mereka terbentuk jauh di bawah permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya serta tekanan dan suhu tinggi. Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut juga dengan magma, ke dalam batuan padat dan terbentuk terutama pada kontak antara magma dan batuan yang bersuhu tinggi.

Ciri batuan ini: 
  1. Adanya perlapisan, 
  2. Silang siur atau susunan gelembur gelombang klastik.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Proses Pembentukan dan Jenis Batuan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Batuan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Batuan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
26 December 2016

Pengertian Tanah : Fungsi dan Klasifikasi Tanah

Pengertian Tanah

Definisi yang umum tentang tanah adalah sebagai berikut, yaitu tanah adalah akumulasi tubuh alam bebas, berdimensi tiga, menduduki sebagian (besar) permukaan bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk pada kondisi topografi/relief tertentu dan selama waktu tertentu.

Dalam bidang pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organik dari organisme (vegetasi dan hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu, di dalam tanah terdapat pula udara dan air. Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ke tempat lain.

Dalam pengertian ini, ada dua variabel yang membedakan pengertian tanah di bidang pertanian dengan bidang lainnya, yaitu kedalaman tanah dan ukuran partikelnya.
Kedalaman tanah dalam pengertian pertanian dibatasi pada bagian atas kulit bumi yang telah mengalami pelapukan atau adanya aktivitas biologi. Jika bagian yang telah mengalami pelapukan adalah dangkal, maka bagian tersebutlah dipakai sebagai batas kedalaman tanah. Sebaliknya, jika bagian yang telah mengalami pelapukan sangat dalam (4-6 m), maka tidak semua bahan lapuk tersebut disebut tanah, melainkan sampai kedalaman dimana terdapat aktivitas biologi.

Pada umumnya, pembahasan tentang tanah dalam bidang pertanian dibatasi pada kedalaman sekitar 2,0 m. Kedalaman ini jauh berbeda dengan kedalaman tanah di bidang keteknikan yang dapat mencapai puluhan meter. Berkaitan dengan ukuran partikelnya, para ahli pertanian membatasi tanah pada partikel berukuran (0,02 – 2 mm), dibandingkan dengan ahli keteknikan yang juga tertarik pada ukuran yang lebih besar dari 2 mm seperti kerikil bahkan batu, atau pakar bidang keramik yang hanya tertarik pada partikel yang berukuran 2 μm.

Jika kita membuat irisan tegak tanah dengan cara membuat lubang (1,0 x 1,5 m dengan kedalaman sekitar 2,0 m) dan selanjutnya diamati pada penampang tegaknya, akan terlihat lapisan-lapisan dengan arah sejajar permukaan kulit bumi yang relatif mudah dibedakan satu sama lainnya. Lapisan-lapisan ini dalam ilmu tanah disebut horizon. Horizon tanah yang berada diatas bahan induk disebut solum.

Lapisan tanah bagian atas pada umumnya mengandung bahan organik yang lebih tinggi dibandingkan lapisan tanah dibawahnya. Karena akumulasi bahan organik, maka lapisan tanah tersebut berwarna gelap dan merupakan lapisan tanah yang subur sehingga merupakan bagian tanah yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Lapisan tanah ini disebut lapisan tanah atas (top soil) atau disebut pula sebagai lapisan olah, dan mempunyai kedalaman sekitar 20 cm.

Lapisan tanah dibawahnya disebut lapisan tanah bawah (subsoil) berwarna lebih terang dan bersifat relatif kurang subur. Hal ini bukan berarti bahwa lapisan tanah bawah tidak penting perannya bagi produktivitas tanah, karena walaupun mungkin akar tanaman tidak dapat mencapai lapisan tanah bawah, tetapi sifat-sifat tanah seperti permeabilitas dan sifat-sifat kimia lapisan tanah bawah akan sangat berpengaruh terhadap lapisan tanah atas dalam peranannya sebagai media tumbuh tanaman.

Fungsi Tanah untuk kehidupan tanaman, sebagai berikut :
  1. Fungsi tanah, sebagai tempat berdiri tegak dan bertumpunya tanaman.
  2. Fungsi tanah, sebagai tempat tumbuh yang menyediakan unsur hara dan pertukaran unsur hara antara tanaman dengan tanah.
  3. Fungsi tanah, sebagai penyediaan dan gudangnya air bagi tanaman.
Tanah terbentuk dari pecahan-pecahan batuan induk yang berlangsung secara terus-menerus akibat faktor-faktor lingkungan. Faktor-faktor lingkungan ini, yaitu iklim, organisme, topografi dan waktu. Pecahan dari batuan induk itu berlangsung akibat pelapukan dan penghancuran yang terjadi melalui proses-proses biologi, fisika dan kimia.

Proses pelapukan fisika antara lain : desintegrasi akibat temperatur, air, angin dan makhluk hidup atau desintegrasi akibat cuaca yang membekukan. Proses pelapukan kimia ini meliputi perubahan kimia dari bahan induk melalui berbagai macam proses seperti oksidasi, hidratasi dan karbonasi. Proses pelapukan biologi berlangsung akibat eksudat-eksudat mikroba tanah dan akar tumbuhan yang mempunyai kemampuan merombak bahan organik menjadi bahan anorganik atau mentransformasi bahan-bahan anorganik.

Klasifikasi Tanah

Bedasarkan Klasifikasinya tanah dapat dibagi menurut kelasnya, sebagai berikut :
  • Tanah Kelas 1 (Warna Hijau)
Tanah kelas 1 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian tanpa memerlukan tindakan pengawetan tanah yang khusus. Jenis tanah ini datar, dalam bertekstur halus atau sedang, mudah diolah dan respons terhadap pemupukan. Tidak mempunyai faktor penghambat atau ancaman kerusakan dan oleh karenanya dapat dijadikan lahan tanaman semusim dengan aman.
  • Tanah Kelas 2 (Warna Kuning)
Tanah kelas 2 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan sedikit faktor penghambat. Jenis tanah ini agak berlereng landai, kedalamannya dalam dan bertekstur halus sampai agak halus. Dalam hal ini diperlukan sedikit usaha konservasi tanah.
  • Tanah Kelas 3 (Warna Merah)
Tanah kelas 3 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan hambatan lebih besar dari jenis tanah kelas 2, sehingga memerlukan tindakan pengawasan khusus dalam pengelolaannya. Jenis tanah ini terdapat pada tempat yang agak miring atau drainase buruk, memiliki kedalaman sedang, atau permeabilitasnya agak cepat. Jenis tanah ini masih memerlukan suatu tindakan pengawetan tanah khusus, seperti pembuatan teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman penutup tanah dengan waktu untuk tanaman tersebut lebih lama.
  • Tanah Kelas 4 (Warna Biru)
Tanah kelas 4 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan hambatan dan ancaman kerusakan yang lebih besar dari jenis tanah kelas 3, sehingga memerlukan tindakan khusus dan pengawetan tanah yang lebih berat dan lebih terbatas. Penggunaannya terbatas untuk tanaman semusim. Tanah ini terletak pada lereng yang miring 15%-30% atau berdrainase buruk atau kedalaman dangkal. Jika digunakan untuk menanam tanaman semusim diperlukan pembuatan teras dan pergiliran tanaman lebih kurang 3-5 tahun.
  • Tanah Kelas 5 (Warna Hijau Tua)
Tanah kelas 5 ini tidak sesuai untuk digarap bagi tanaman semusim, tetapi akan lebih sesuai untuk tanaman makanan ternak secara permanen atau dihutankan. Jenis tanah ini terdapat pada daerah yang datar atau agak cekung tergenang air atau terlalu bayak batu di atas permukaannya ataupun terdapat liat masam (cat clay) di dekat atau pada daerah perakaran.
  • Tanah Kelas 6 (Warna Oranye)
Tanah kelas 6 tidak sesuai untuk digarap bagi usaha tani tanaman yang semusim, disebabkan karena terletak pada lereng yang agak curam (30%-45%) sehingga mudah tererosi, atau kedalamannya agak dangkal atau telah mengalami erosi berat. Tanah jenis ini lebih tepat dijadikan padang rumput atau dihutankan. Jika digarap untuk tanaman semusim diperlukan pengawetan tanah yang agak berat.
  • Tanah Kelas 7 (Warna Coklat)
Tanah kelas 7 sama sekali tidak sesuai untuk digarap menjadi usaha tani tanaman semusim. Dianjurkan untuk menanam vegetasi permanen atau tanaman yang keras. Jenis tanah ini terdapat pada daerah yang berlereng yang curam (45%-65%) dan tanahnya dangkal atau telah mengalami erosi berat. Jika dijadikan hutan atau padang rumput harus hati-hati karena sangat peka erosi.
  • Tanah Kelas 8 (Warna Putih)
Tanah kelas 8 tidak sesuai untuk usaha produksi pertanian dan harus dibiarkan pada keadaan alami atau hutan lindun. Tanah ini lebih cocok untuk cagar alam atau hutan lindung. Jenis tanah ini terdapat pada tempat yang memiliki kecuraman lebih 90%. Permukaan tanah ini ditutupi oleh batuan lepas atau batuan ungkapan atau tanah yang berstruktur kasar.
26 April 2017

Pengertian dan Jenis-Jenis Sungai

Pengertian dan Jenis-Jenis Sungai. Pengertian Sungai, Jenis-Jenis Sungai, Fungsi atau Peranan Sungai, Proses Terbentuknya Sungai, dan bagaimana Sungai bisa menjadi sebuah pembangkit listrik.

Pengertian Sungai

Sumber: tugassekolah.com
Sungai yaitu air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah serta menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. Arus air pada bagian hulu sungai (biasanya terdapat di daerah pegunungan) umumnya lebih deras dibanding dengan arus sungai pada bagian hilir.

Aliran sungai kerapkali berliku-liku lantaran terjadinya proses pengikisan serta pengendapan di sepanjang sungai. Sungai adalah jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain. Sungai juga salah satu sisi dari siklus hidrologi.

Dengan melalui Sungai adalah cara yang biasa untuk air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau.

Air dalam Sungai biasanya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, serta di beberapa negara spesifik air sungai juga berasal dari lelehan es/salju.
Sungai terbagi dalam beberapa sisi, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai.

Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membuat sungai paling utama. Aliran air umumnya berbatasan dengan saluran dengan dasar serta tebing di bagian kiri serta kanan. Penghujung sungai di mana sungai berjumpa laut dikenali sebagai muara sungai.

Proses Terbentuknya Sungai

Sumber: pustakapedia.net
Air yang ada di permukaan daratan, baik air hujan, mata air, ataupun cairan gletser, akan mengalir lewat satu saluran menuju tempat yang lebih rendah.

Awal mula saluran yang dilewati ini relatif sempit serta pendek. Tetapi, secara proses alamiah aliran ini mengikis beberapa daerah yang dilaluinya. Mengakibatkan, saluran ini makin lama makin lebar serta panjang, serta terbentuklah sungai.

Jenis-Jenis Sungai

Menurut Jumlah Airnya 

Sungai Permanen 
Sumber: otonomi.co.id
Sungai Permanen yaitu sungai yang debet airnya sepanjang tahun relatif tetap.

Contoh:
  1. Sungai Kapuas, Kahayan, Barito serta Mahakam di Kalimantan. 
  2. Sungai Musi, Batanghari serta Indragiri di Sumatera. 
Sungai Periodik 
Sumber: flickr.com
Sungai Periodik yaitu sungai yang pada saat musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil.

Contoh:
  1. Sungai Bengawan Solo serta Sungai Opak di Jawa Tengah. 
  2. Sungai Progo serta Sungai Code di DI Yogyakarta. 
  3. Sungai Brantas di Jawa Timur. 
Sungai Episodik 
Sumber: sijitravel.wordpress.com
Sungai Episodik yaitu sungai yang pada musim kemarau airnya kering serta pada musim hujan airnya banyak.

Contoh:
  1. Sungai Kalada di Pulau Sumba. 

Menurut Pola Alirannya 

Pola Aliran Radial (Menjari) 

Pola aliran ini berupa seperti jari, dibedakan jadi dua yakni radial sentrifugal serta radial sentripetal.

Pola Aliran Dendritik 

Pola aliran ini tidak teratur, umumnya ada di daerah dataran atau daerah pantai.

Pola Aliran Trelis 

Pola aliran sungai ini mirip sirip. Sungai sejenis ini ada di daerah pegunungan lipatan.

pola Aliran Rectanguler 

Pola aliran sungai ini saling membuat sudut siku, pada daerah patahan atau pada batuan yang tingkat kekerasannya tidak sama.

Pola Aliran Anular 

Pola aliran ini adalah pola aliran yang semula merupakan aliran radial sentrifugal, berikutnya muncul sungai subsekuen yang sejajar, sungai obsekuen, serta resekuen. Pola aliran ini ada di daerah dome stadium dewasa.

Morfologi Sungai

Sumber: galeripustaka.com
Morfologi sungai yaitu pengetahuan yang mempelajari mengenai geometri (bentuk serta ukuran), jenis, sifat serta tingkah laku sungai dengan semua faktor serta perubahannya dalam dimensi ruang serta waktu. Dengan hal tersebut, morfologi sungai ini akan menyangkut juga karakter dinamik sungai serta lingkungannya yang saling berkaitan.

Fungsi Sungai

Sumber: satuenergi.com
Air sungai digunakan oleh manusia untuk beragam macam kepentingan, umpamanya untuk mencuci, memasak, mandi, irigasi pertanian, serta sebagai sumber air minum. Hewan serta tumbuhan memerlukan air untuk kehidupannya.

Tidak hanya itu, sungai-sungai besar dipakai sebagai fasilitas transportasi yang menghubungkan lokasi satu dengan lokasi yang lain. Air sungai juga digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Sungai, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sungai di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sungai. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com
10 May 2017

Pengertian dan Jenis Laut

Pengertian dan Jenis Laut. Pengertian Laut, Jenis-jenis Laut, Rasa dan Kandungan Garam dalam Air Laut, dan Teknik Pengukuran Kedalaman Laut.

Pengertian Laut

Sumber: coralie-sissyslut.blogspot.co.id
Laut yaitu kumpulan air asin yang sangat banyak serta luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan sebuah benua dengan benua yang lainnya dan juga sebuah pulau dengan pulau yang lainnya.

Air Laut 

Rasa Air Laut 

Mungkin saja saat kita membahas mengenai laut, masih banyak orang yang bertanya-tanya kenapa air laut ini rasa-rasanya asin?

Sebenarnya rasa air laut datang dari daratan, kronologinya begini. Pada saat terjadi hujan di daratan, air akan meresap ke dalam tanah dan sedikit demi sedikit akan keluar lagi lewat sungai-sungai serta pada akhirnya mencapai laut. Maka, pada saat perjalanan menuju ke laut itu, air dari daratan juga membawa mineral, hingga laut dipenuhi garam-garam mineral.

Kita sudah tahu jika laut memiliki permukaan yang sangat luas hingga hal semacam ini jadi satu diantara aspek penguapan dalam jumlah besar, pada saat air laut menguap, yang menguap hanyalah air (H2O) sedangkan garam-garam mineral tetap tinggal bersama air laut.

Dan itulah sebabnya, sehingga air laut rasa-rasanya menjadi asin. Kandungan keasinan air laut ini di pengaruhi oleh aspek suhu, umumnya makin panas daerah tersebut, air lautnya juga akan makin asin.

Sesudah membaca pernyataan di atas, kita semua sudah tahu jelas, kenapa air laut rasa-rasanya bisa menjadi asin, tetapi kemudian kembali muncul lagi pertanyaan: Mengapa Air di danau rasanya tidak asin, meski sebenarnya air itu juga datang dari daratan?

Dan, jawabannya yaitu lantaran permukaan air danau tidak cukup luas hingga penguapannya tidak terlalu besar, tujuannya air yang menguap dengan air yang masuk ke danau masih tetap seimbang serta sumber mineralnya amat terbatas, beda halnya dengan laut yang sumber mineralnya dari beragam macam penjuru dunia, kemudian berkumpul jadi satu.

Kandungan Garam Dalam Air Laut 

Sumber: kedaipena.com
Air Laut mempunyai kandungan garam rata-rata 3,5 persen. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut ada 35 garam (terlebih, tetapi tidak semuanya, adalah garam dapur (NaCl)).

Meskipun rata-rata air laut di dunia mempunyai kandungan garam kurang lebih 3,5 persen air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang Paling tawar yaitu di timur Teluk Finlandia serta di utara Teluk Bothania, keduanya bagian dari laut Baltik.

Yang paling asin yaitu di Laut Merah, di mana suhu tinggi serta aliran terbatas membuat penguapan tinggi serta sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kandungan garam di beberapa danau bisa lebih tinggi lagi.

Air laut mempunyai kandungan garam lantaran bumi dipenuhi dengan garam mineral yang ada di dalam batu-batuan serta tanah. Misalnya natrium, kalium, serta Kalsium, dan lain-lain. Jika air sungai mengalir ke lautan, air itu membawa garam.

Ombak laut yang memukul pantai dapat juga menghasilkan garam yang terdapat pada batu-batuan. Lama kelamaan air laut jadi asin lantaran banyak mengandung garam.

Beberapa Jenis Laut 

Sumber: 16sucai.com

Menurut Proses Terjadinya 

Ada beberapa bentuk laut di bumi ini, serta menurut proses terjadinya kita mengenal adanya Laut Transgresi, Laut Ingresi, serta Laut Regresi.

Laut Transgresi 

Laut Transgresi yaitu laut yang terjadi lantaran adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi lantaran naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, hingga beberapa sisi daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada jaman es. Contoh laut bentuk ini yaitu Laut Jawa, Laut Arafuru, serta Laut Utara.

Laut Ingresi 

Laut Ingresi yaitu laut yang terjadi lantaran adanya penurnan tanah di dasar laut. Oleh karenanya laut ini kerap disebut dengan laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut serta palung laut. Lubuk laut atau basin yaitu penurunan di dasar laut yang berupa bulat. Misalnya lubuk Sulu,

Lubuk Sulawesi, serta Lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog yaitu penurunan di dasar laut yang memiliki bentuk memanjang. Misalnya Palung Mindanau yang dalamnya 1. 085 m, Palung Sunda yang dalamnya 7. 450 m, serta Palung Mariana yang dalamnya 10. 683 (terdalam di dunia).

Laut Regresi 

Laut Regresi yaitu laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur, dan sebagainya) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di laut itu. Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.
Sumber: blog.sukawu.com

Menurut Letaknya 

Bersumber pada letaknya, Laut dibedakan jadi tiga, yakni Laut Tepi, Laut Pertengahan, serta Laut Pedalaman.

Laut Tepi 

Laut Tepi yaitu laut yang terdapat di pinggir benua (kontinen) dan seakan-akan terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Misalnya Laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia serta Kepulauan Filipina

Laut Pertengahan 

Laut Pertengahan yaitu laut yang terdapat di antara benua-benua. Lautnya dalam serta memiliki gugusan pulau-pulau. Misalnya Laut tengah di antara benua Afrika-Asia serta Eropa.

Laut Pedalaman 

Laut pedalaman yaitu laut-laut yang nyaris semuanya dikelilingi oleh daratan. Misalnya Laut Hitam.

Menurut Kedalamannya 

Dalam kelompok ini laut dibedakan bersumber pada 4 lokasi (zona), yakni Zona Lithoral, Zona Neritic, Zona Bathyal, serta Zona Abysal.

Zona Lithoral 

Zona ini yaitu lokasi pantai atau pesisir. Di lokasi ini pada saat air pasang akan digenangi air, serta pada saat air surut berubah jadi daratan. Oleh karenanya lokasi ini kerap juga disebut dengan Lokasi Pasang-Surut.

Zona Neritic 

Zona Neritic yaitu baris batas lokasi pasang surut sampai kedalaman 150 m. Pada zona ini masih tetap bisa ditembus oleh cahaya matahari hingga pada lokasi ini paling banyak terdapat beragam macam jenis kehidupan, baik hewan ataupun tumbuhan.

Zona Bathyal 

Zona Bathyal yaitu lokasi laut yang mempunyai kedalaman antara 150 sampai 1800 m. Lokasi ini tidak bisa tertembus cahaya matahari, oleh karenanya kehidupan organismenya tidak sebanyak yang ada di Lokasi Neritic.

Zona Abysal 

Zona Abysal yaitu lokasi laut yang mempunyai kedalaman melebihi dari 1800 m. Di lokasi ini suhunya sangat dingin serta tidak ada tumbuh-tumbuhan. Bentuk hewan yang bisa hidup di lokasi ini amat terbatas.

Pengukuran Kedalaman Laut 

Sumber: meldyiam.blogspot.co.id
Ada dua cara yang bisa ditemuh untuk mengukur kedalaman laut, yakni dengan memakai teknik bandul timah hitam (dradloading) serta teknik Gema atau Echo Sounder atau Echoloading.

Teknik Bandul Timah Hitam (Dradloading) 

Teknik ini ditempuh dengan memakai tali panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah sebagai pemberat. Dari satu kapal tali di turunkan sampai bandul menyentuh dasar laut. Berikutnya panjang tali diukur dan itulah kedalaman laut.

Cara ini sesungguhnya tidak terlalu tepat, lantaran tali tidak dapat tegak lurus akibat dampak arus laut. Selain itu terkadang bandul tidak sampai ke dasar laut lantaran tersangkut karang. Langkah tersebut juga membutuhkan waktu yang lama.

Akan tetapi langkah tersebut mempunyai keunggulan yakni mengetahui bentuk batuan di dasar laut, suhu, serta mengetahui apakah di dasar laut masih tetap ada organisme yang bertahan hidup.

Gema Duga (Echoloading) 

Pemakaian teknik ini didasarkan pada hukum fisika mengenai perambatan serta pantulan bunyi dalam air. Isyarat bunyi yang di keluarkan dari satu perlengkapan yang dipasang di dasar kapal mempunyai kecepatan merambat rata-rata1600 m/s hingga mengenai dasar laut.

Setelah mengenai dasar laut bunyi dipantulkan dalam bentuk gema serta di tangkap lewat satu perlengkapan yang juga dipasang di dasar kapal, jarak waktu yang dibutuhkan untuk perambatan serta pemantulan bisa diterjemahkan sebagai kedalaman laut.

Langkah tersebut dianggap lebih praktis, cepat, dan akurat. Tetapi kita tidak bisa mendapatkan jawaban tentang suhu, bentuk batuan, serta tanda tanda kehidupan di dasar laut.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Laut, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Laut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Laut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
12 May 2017

Pengertian dan Lapisan Litosfer

Pengertian dan Lapisan Litosfer. Pengertian Litosfer, Susunan atau Struktur Bumi, Bagian-Bagian Litosfer, dan Lapisan Litosfer.

Pengertian Litosfer 

Sumber: 4muda.com
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer yang datang dari kata Yunani, lithos yang memiliki arti berbatu serta sphere yang memiliki arti padat. Litosfer ini datang dari kata lithos yang artinya batuan serta sphere artinya susunan.

Secara harfiah litosfer adalah susunan bumi yang paling luar atau umum disebut juga dengan kulit bumi. Susunan ini, dipecah jadi sisi atau lempeng tektonik, yang bergerak terus-menerus serta bertanggung jawab untuk kegiatan geologi dibumi, litosfer adalah kurang lebih 60 mil jauh di sebagian besar tempat.

Litosfer didahului oleh astenosfer, mantel serta luar dan dalam strata inti bumi. Oleh karena itulah litosfer senantiasa bergerak. Munurut pakar geologi yakin kalau seluruh daratan di bumi ini datang dari benua tunggal yang disebut dengan (Pangea) sebagai hasil dari beberapa ribu tahun gerakan stabil yang membentuk benua.

Beberapa Fakta Yang Lainnya

Sumber: kabarmuslimah.com
  • Susunan litosfer terluar terbagi dalam Sio2 serta A1203 atau sial susunan litosfer terdalam terbagi dalam senyawa kimia SiO2 serta MgO atau sima. 
  • Batas antara susunan sial serta sima di dalam permukaan bumi tidak teratur. 
  • Di antara inti bumi dengan kulit bumi ada susunan batuan. 
  • Inti bumi diberi nama barisfer/nife, terbagi dalam susunan logam nikel serta logam ferum. 
Litosfer bumi mencakup kerak serta sisi paling atas dari mantel bumi (punya sifat padat) yang menyebabkan kerasnya susunan terluar dari planet bumi. Batasa antara matel dengan kerak bumi diberi nama susunan moho.

Litosfer ditopang oleh astenosfer yang disebut sebagai sisi yang lebih lemah, lebih panas serta lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer serta astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan, litosfer tetap padat dalam periode waktu geologis yang relatif lama serta berubah secara elastis karena retakan-retakan, sedangkan astenosfer berubah seperti cairan kental.

Susunan Bumi 

Sumber: satujam.com
Bumi tersusun atas beberapa Lapisan:
  • Barisfer yakni susunan inti bumi yang disebut sebagai bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel serta ferum besi) jari-jari barisfer kurang lebih 3. 470 km. 
  • Susunan antara yakni susunan yang ada di atas nife tebal 1.700 km. Susunan ini disebut juga dengan asthenosfer mautle/mautel), adalah bahan cair bersuhu tinggi serta berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3. 
  • Litosfer yakni susunan paling luar yang terdapat di atas susunan antara dengan ketebalan 1.200 km berat jenis rata-rata 2, 8 gr/cm3. 

Bagian-Bagian Litosfer (Kulit Bumi) 

Lapisan Sial 

Lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium serta alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 serta AL 2 O3. Pada lapisan sial (silisium serta alummunium) ini antara lain ada batuan sedimen, granit andesit beberapa jenis batuan metamor serta batuan lain yang ada di daratan benua. Lapisan sial disebut juga dengan lapisan kerak punya sifat pada serta batu betebaran rata-rata 35 km.

Kerak Bumi ini terbagi jadi dua sisi yakni: 

Kerak Benua 

Adalah benda padat yang terbagi dalam batuan granit di bagian atasnya serta batuan beku basalt di bagian bawahnya, kerak ini adalah benua.

Kerak Samudra 

Adalah benda padat yang terbagi dalam endapan dilaut di bagian atas, lantas dibawahnya batuan-batuan vulkanik serta yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro serta peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra.

Lapisan Sima (silisium magnesium) 

Lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam-logam silisium serta magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 serta Mg O susunan ini mempunyai berat jenis yang termasuk lebih besar dari pada lapisan sial, karena memiliki kandungan besi serta magnesium yakni mineral ferro magnesium serta batuan basalt serta memiliki ketebalan rata-rata 65 km.
Sumber: cerpin.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Lapisan Litosfer, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Litosfer di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Litosfer. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com
05 May 2017

Pengertian dan Jenis Sedimentasi

Pengertian dan Jenis Sedimentasi. Pengertian Sedimentasi, Jenis-Jenis Sedimentasi, dan Istilah-Istilah Lain Sedimentasi.

Pengertian Sedimentasi 

Sumber: 3dgeography.co.uk
Sedimentasi yaitu terbawanya material hasil dari pengikisan serta pelapukan oleh air, angin atau gletser ke sebuah lokasi yang lantas diendapkan. Seluruh batuan hasil pelapukan serta pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan jadi batuan sedimen.

Hasil proses sedimentasi di sebuah tempat dengan tempat lain akan tidak sama. Berikut ini yaitu ciri bentang tempat akibat proses pengendapan bersumber pada tenaga pengangkutnya.

Pengendapan oleh air sungai 

Batuan hasil pengendapan oleh air disebut dengan sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, diantaranya meander, oxbow lake, tanggul alam, serta delta.

Meander 

Sumber: 3dgeography.co.uk
Meander, adalah sungai yang berkelok-kelok yang terbentuk lantaran adanya ingindapan. Proses berkelok-keloknya sungai diawali dari sungai sisi hulu. Di bagian hulu, volume airnya kecil serta tenaga yang terbentuk juga kecil. Mengakibatkan sungai mulai menghindari penghambat serta mencari jalan yang paling mudah dilalui. Sementara, di bagian hulu belum terjadi pengendapan.

Di bagian tengah, yang wilayahnya datar aliran airnya lambat, hingga membentuk meander. Proses meander terjadi pada pinggir sungai, baik sisi dalam ataupun pinggir luar.

Pada bagian sungai yang aliranya cepat, akan terjadi pengikisan, sedangkan sisi pinggir sungai yang lamban alirannya, akan terjadi pengendapan. Jika hal semacam itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

Oxbow lake 

Sumber: writerscafe.org
Meander umumnya terbentuk pada sungai sisi hilir, sebab pengikisan serta pengendapan terjadi secara terus-menerus. Proses pengendapan yang terjadi secara terus-terusan akan mengakibatkan kelokan sungai terpotong serta terpisah dari aliran sungai, hingga terbentuk oxbow lake, atau disebut juga dengan sungai mati.

Delta 

Sumber: citiesxl.wikia.com
Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut, kecepatan alirannya jadi lambat. Mengakibatkan, terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan, sedangkan tanah liat serta lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air.

Setelah demikian lama, akan terbentuk beberapa susunan sedimen. Pada akhirnya beberapa susunan sedimen membentuk dataran yang luas di bagian sungai yang mendekati muaranya serta membentuk delta.

Pembentukan delta mesti memenuhi beberapa ketentuan. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai mesti banyak saat akan masuk laut atau danau. Kedua, arus di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga, pantai mesti dangkal. Contoh bentang alam ini yaitu delta Sungai Musi, Kapuas, serta Kali Brantas.

Tanggul alam 

Sumber: nature.org
Jika terjadi hujan lebat, volume air bertambah secara cepat. Mengakibatkan terjadi banjir serta air meluap sampai ke pinggir sungai. Pada saat air surut, beberapa bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di pinggir sungai. Mengakibatkan, terbentuk sebuah dataran di pinggir sungai.

Munculnya material yang tidak halus (kasar) ada pada pinggir sungai. Mengakibatkan pinggir sungai lebih tinggi dibanding dengan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut dengan tanggul sungai.

Tidak hanya itu, juga ada tanggul pantai sebagai hasil dari proses pengendapan oleh laut. Kedua tanggul itu adalah tanggul alam, lantaran proses terbentuknya berjalan alami dari hasil pelaksanaan alam

Pengendapan oleh air laut 

Sumber: tenagaeksogen0006.wordpress.com
Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut dengan sedimen marine. Pengendapan oleh air laut disebabkan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, diantaranya pesisir, spit, tombolo, serta penghambat pantai.

Pesisir adalah lokasi pengendapan di sepanjang pantai. Umumnya terdiri atas material pasir. Ukuran serta komposisi material di pantai amat banyak variasinya, bergantung pada perubahan keadaan cuaca, arah angin, serta arus laut.

Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Bila terjadi perubahan arah, arus pantai akan tetap mengangkut material material ke laut yang dalam. Saat material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material.

Setelah demikian lama, ada akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu disebut dengan spit. Bila arus pantai selalu berlanjut, spit akan makin panjang. Terkadang spit terbentuk melalui teluk serta membetuk penghambat pantai (barrier beach). Jika di sekitar split ada pulau spit tersambung dengan daratan, hingga membentuk tombolo.

Pengendapan oleh angin 

Sumber: berpendidikan.com
Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut dengan sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin bisa berbentuk gumuk pasir (sand dune).

Gumuk pasir terjadi akibat akumulasi pasir yang cukup banyak serta tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut serta mengendapkan pasir di sebuah tempat secara bertahap, hingga terbentuk timbunan pasir yang disebut dengan gumuk pasir.

Pengendapan oleh gletser 

Sumber: artikelmateri.blogspot.co.id
Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut dengan sedimen glacial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser yaitu bentuk lembah yang semula berupa V jadi U. Pada ketika musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah.

Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng serta mengendap di lembah. Mengakibatkan, lembah yang semula berupa V jadi berupa U.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Sedimentasi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sedimentasi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sedimentasi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
18 September 2015

6 Lokasi Panjat Tebing Terbaik di Indonesia


Panjat tebing atau istilah dalam bahasa Inggrisnya rock climbing merupakan salah satu aktivitas olahraga alam yang sangat menantang dan memicu adrenalin. Untuk melakukan olahraga ini harus memiliki kekuatan fisik dan kesiapan mental yang baik. Selain itu teknik dan strategi pemanjatan juga sangat dibutuhkan agar pemanjat dapat berhasil memanjat hingga puncak tebing.
Panjat tebing biasanya dilakukan di wilayah dengan kontur batuan dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45 derajat dan dengan tingkat kesulitan tertentu. Untuk melakukan panjat tebing harus menggunakan berbagai perlengkapan khusus seperti helm,sepatu panjat, kantung kapur, tali kernmantle dan masih banyak peralatan peralatan lainnya yang menunjang keselamatan saat melakukan pemanjatan.

Dalam dunia pariwisata, panjat tebing dikategorikan dalam wisata minat khusus. Indonesia memiliki banyak sekali lokasi panjat tebing dengan keistimewaan masing-masing. Bukan hanya menyuguhkan tebing-tebing curam untuk pemanjatan tapi juga keindahan alam yang mempesona. Berikut ini 5 lokasi panjat tebing terbaik di Indonesia [1]yang bisa menjadi rekomendasi untuk anda.


Tebing Uluwatu





Tebing ini berlokasi di Bali dengan ketinggian sekitar 75 hingga 100 meter. Memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi dengan dinding relief cenderung tajam. Letaknya berada di bibir pantai membuat tebing ini memiliki keindahan alam tersendiri.


Gunung Api Purba





Berlokasi di desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Tebing-tebing di kawasan Gunung Api Purba ini memiliki tingkat kesulitan yang beragam, mulai dari yang mudah hingga sulit, sehingga dapat dijadikan tempat pemanjatan bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman.


Tebing Citatah





Tebing ini merupakan salah satu lokasi panjat tebing terbaik di Indonesia yang terletak di Desa Cipatat, Padalarang, Bandung. Memiliki jenis kesulitan bervariasi dengan jenis batuan karst. Citatah memiliki tiga tebing, yaitu Tebing Citatah 48, Tebing Citatah 90 dan Tebing Citatah 125. Tebing Citatah 48 dan 125 adalah tebing yang paling sering dipilih bagi pemanjat.


Tebing Nunggal





Lokasinya berada di Cileungsi, kabupaten Bogor. Tebing ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena minim pegangan sehingga sangat cocok untuk pemanjat yang berpengalaman.


Tebing Pantai Siung





Lokasinya terletak di Pantai Siung, Dusun Wates, Gunungkidul, Yogyakarta. Selain menawarkan keindahan pantainya yang indah, Pantai Siung juga menawarkan tebing-tebing yang dapat dipanjat dengan lokasi bervariasi. Ukuran tebing tertinggi sekitar 15 m dengan jenis batuan karst. Jika memanjat tebing di Pantai Siung para Pemanjat akan disuguhkan sensasi pemandangan laut yang indah dari atas tebing.


Lembah Harau





Terakhir, lokasi panjat tebing terbaik di Indonesia adalah Lembah Harau, dimana merupakan sebuah ngarai yang terletak di dekat kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pemandangan di lembah Harau sangat menakjubkan. Lembah ini diapit oleh dua buah bukit cadas yang terjal dengan ketinggian 150 meter. Kemiringan tebing mencapai 90 derajat. Dengan relief  batu cadas yang curam sehingga menciptakan tingkat kesulitan tersendiri. Jajaran tebing di wilayah ini merupakan area yang pas untuk melakukan panjat tebing.


6 Lokasi Panjat Tebing Terbaik di Indonesia

Rating: 4.5
Diposkan Oleh:
Diana Salsabila




References

  1. ^ lokasi panjat tebing terbaik di Indonesia (tempatwisatadaerah.blogspot.com)

06 February 2015

Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu.

Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

a. Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.

b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.

A. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:

a. Kerajinan Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring. 

Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara lainnya.

b. Kerajinan Serat Alam
Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
c. Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.

d. Kerajinan Gips
Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih dahulu.

Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.

e. Kerajinan Lilin
Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas api/kompor.

f. Kerajinan Sabun
Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.

g. Kerajinan Bubur Kertas
Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.
  • Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil (lembut).
  • Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik. Kemudian, siram dengan air hangat.
  • Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
  • Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1 - 2 hari hingga menjadi lunak.
  • Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain (dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain disatukan dan plintir. hingga air akan terpisah dari ampasnya.
  • Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.
  • Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
  • Campur adonan kertas dengan larutan pasta. Remasremas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah untuk dibentuk.
B. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya kerajinan sebagai benda hias.

a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung

b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.

Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

a. Unsur Estetika
Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan. prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.

b. Unsur Ergonomis
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
  • 1Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  • Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  • Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
C. Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar diseluruh tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaanpersamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya. Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut.

a. Motif Realis
Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentukbentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuhtumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.

b. Motif Geometris
Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder. Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang, dan tumpal.

c. Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan. Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada pada motif itu. 

d. Motif Abstrak
Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak di sini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris.

D. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.

a. Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut.
  • 1) Teknik Coil (Lilit Pilin) Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
  • 2) Teknik Putar. Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.
  • 3) Teknik Cetak. Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
b. Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.

c. Menenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.

d. Membordir
Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir. Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

e. Mengukir
Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.