Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis kulit. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis kulit. Sort by date Show all posts
21 April 2017

Pengertian dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia

Pengertian dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia. Pengertian Ikatan Kimia, dan Beragam Macam Jenis Ikatan Kimia, juga Segala Hal yang berkaitan dengan Ikatan Kimia.

Pengertian Ikatan Kimia

Sumber: akadepok.blogspot.co.id
Ikatan kimia yakni ikatan yang terbentuk antar atom atau antar molekul lewat cara:
  1. Atom yang satu melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron) 
  2. Pemakaian bersama pasangan elektron yang datang dari masing-masing atom yang berikatan 
  3. Pemakaian bersama pasangan elektron yang datang dari satu diantara atom yang berikatan 
Maksud pembentukan ikatan kimia yakni fungsi dari terjadinya pencapaian stabilitas sebuah unsur. Stabilitas unsur terjadi bila satu unsur mengikuti ketetapan oktet. Ketetapan Oktet yakni kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnnya sama dengan gas mulia.

Unsur gas mulia (Gol VIIIA) mempunyai elektron valensi sejumlah 8 (oktet) atau 2 (duplet, hanya unsur Helium). Saat sebelum memahami beberapa bentuk ikatan kimia, kita harus tahu apakah itu konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron yakni susunan elektron-elektron pada sebuah unsur.

Susunan elektron berbentuk sub kulit-sub kulit, yang masing-masing sub kulit terbagi dalam elektron yang tidak sama. Kulit K : 2, L : 8, M : 8, N : 8. Oleh karena adanya konfigurasi elektron, kita dapat mengetahui letak unsur disistem periodik (periode serta kelompok).

Contoh:
Sumber: ujikan.com
Bentuk konfigurasi elektron Na

11Na : 2, 8, 1 à artinya, unsur Na ada pada kelompok 1, periode ke tiga.

Namun, di dalam terdapat sub kulit, untuk kelompok B pada sistem periodik, konfigurasi elektron di buat bersumber pada Azas Afbau. Dikarenakan untuk unsur yang ada di kelompok B, konfigurasi elektron memakai prinsip kulit K, L, M, N tidak bisa digunakan (Hanya untuk kelompok A), tetapi Azas Afbau dapat dipakai untuk di semua kelompok (A serta B).

Bersumber pada perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan kimia, maka dari itulah ikatan kimia dibedakan jadi ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, serta ikatan logam.

Jenis-Jenis Ikatan Kimia

Ikatan Ion

Sumber: temukanpengertian.com
Ikatan ion (elektrovalen), yakni ikatan yang terbentuk akibat adanya perpindahan (serah-terima) elektron dari satu unsur ke unsur yang lain. Kedua ikatan itu berikatan dengan adanya gaya elektrostatis. Unsur yang cenderung melepas elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron yakni unsur nonlogam.

“Ikatan yang terbentuk bila unsur logam melepas elektron serta diikuti dengan unsur nonlogam yang menerima elektron”

Dengan kata lain, satu memberi serta satu menerima

Contoh ikatan ion yakni:

Unsur Na dengan Cl yang membentuk senyawa NaCl.

11Na : 2, 8, 1 à Na+
17Cl : 2, 8, 7 à Cl-
Na+ + Cl- à NaCl

Unsur Na melepas 1 elektron valensinya hingga konfigurasi elektronnya sama juga dengan gas mulia (8), dan unsur Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sampai konfigurasi elektronnya sama juga dengan gas mulia (8). Apabila unsur melepas elektron, unsur itu bermuatan positif, namun apabila unsur menerima elektron, unsur itu bermuatan negatif.

Senyawa yang mempunyai ikatan ion salah satunya:
  1. Kelompok alkali (IA) terkecuali atom H dengan kelompok halogen (VIIA). Contoh : NaF, KI, dan CsF 
  2. Kelompok alkali (IA) terkecuali atom H dengan kelompok oksigen (VIA). Contoh : Na2S, Rb2S, Na2O 
  3. Kelompok alkali tanah (IIA) dengan kelompok oksigen (VIA). Contoh “ CaO, BaO, MgS 

Ikatan Kovalen

Sumber: rumushitung.com
Ikatan kovalen yakni ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh dua atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan satu diantara atom yang akan berikatan untuk melepas elektron, yang dalam pembentukannya, masing-masing atom mempunyai orbital pada kulit terluar yang memuat elektron tunggal.

Serta kedua orbial itu saling tumpang-tindih (overlap) hingga satu pasangan elektron terbentuk, lantas dipakai secara bersamaan oleh kedua atom. Ikatan kovalen terbentuk oleh sesama unsur non logam.

“ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian elektrom bersama antara unsur non logam”

Dengan kata lain, keduanya sama-sama memberi serta menerima

Contoh ikatan kovalen: 

Unsur H dengan N membentuk senyawa NH3

1H : 1 à H+
7N : 2, 5 à N-3
H+ + N-3 à NH3

Unsur H membutuhkan 1 elektron untuk memenuhi ketentuan oktet, sedangkan unsur N membutuhkan 3 elektron untuk memenuhi ketentuan oktet. Oleh karena itu, kedua unsur itu saling memberi dan menerima (saling memanfaatkan)

Jenis–jenis ikatan kovalen

Bersumber pada jumlah pasangan elektronnya, ikatan kovalen dibagi jadi 3, yakni:
  1. Ikatan kovalen tunggal, yakni ikatan kovalen yang memakai satu pasang elektron. Contoh: H-Cl, H-H 
  2. Ikatan kovalen rangkap dua, yakni ikatan kovalen yang memakai dua pasang elektron. Contoh: O=O 
  3. Ikatan kovalen rangkap tiga, yakni ikatan kovalen yang memakai tiga pasang elektron. Contoh: HCCH 
Bersumber pada kepolarannya, ikatan kovalen dibagi jadi 2, yakni:
  1. Ikatan kovalen polar, terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan berdeda (unsur yang tidak sama). Contoh: ikatan H-Cl, H-F, N-H 
  2. Ikatan kovalen nonpolar, terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan sama (unsur yang sama). Contoh: ikatan H-H, O=O, Cl-Cl 

Ikatan Kovalen Koordinasi 

Ikatan Kovalen Koordinasi yakni ikatan yang terbentuk lewat cara penggunaan bersama pasangan elektron yang datang dari satu diantara atom yang berikatan Pasangan Elektron Bebas (PEB), sedangkan atom yang lain hanya bisa menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.

“Ikatan yang terbentuk bila pasangan elektron yang dipakai bersama hanya datang dari satu diantara unsur yang berikatan”

Dengan kata lain, ada satu menerima, serta ada yang tidak menerima

Contoh kovalen koordinasi: 

Senyawa NH3 dengan H+ membentuk NH4+

Ikatan Logam

Sumber: kimiadasar.com
Ikatan logam yakni ikatan yang terbentuk akibat adanya gara tarik menarik yang terjadi antara muatan pisitif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak. Atom-atom logam dapat diibaratkan bola ping-pong yang terjejal rapat satu sama lain.

Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, hingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif. dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar 9terdapat banyak tempat kosong) sampai elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain.

Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sampai elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu satu keadaan di mana elektron valensi itu tidak tetap posisinya pada satu atom, tetapi selalu berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain.

Elektron-elektron valensi itu berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Ikatan Kimia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ikatan Kimia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
17 April 2015

Penerapan Anatomi Kulit Kepala dan Rambut Terhadap Pencapaian Kesehatan

Anatomi yang berarti adalah susunan dari kulit kepala dan rambut, maka di dalam perawatan kulit kepala dan rambut haruslah disesuaikan dengan situasi anatomi itu sendiri. Berkaitan dengan bidang kesehatan dan kecantikan rambut, maka anatomi kulit kepala dan rambut merupakan pengetahuan yang harus diterapkan pada setiap pekerjaan yang berhubungan dengan tata kecantikan rambut.

Sebagai contoh dalam perawatan kulit kepala dan rambut, mewarnai rambut, mengeriting ataupun menata rambut, maka dalam penerapannya seorang ahli kecantikan harus dapat menganalisa kondisi dan karakteristik rambut pelanggan seperti: jenis kulit kepala dan rambut, diameter, elastisitas, tekstur, porositas, tingkat kesuburan, bentuk, warna, panjang pendeknya rambut dan kelainan-kelainan yang ada pada kulit kepala dan rambut.

Analisa kulit kepala dan rambut dapat dilakukan dengan car wawancara pada pelanggan, pengamatan dan perabaan kulit kepala dan rambut. Melalui pengamatan dan perabaan kita dapat mengetahui berbagai kondisi sebagai berikut :

1. Jenis Kulit Kepala dan Rambut
Jenis kulit kepala dan rambut dapat dibedakan atas; jenis kulit kepala dan rambut yang normal, jenis kulit kepala dan rambut yang berminyak serta jenis kulit kepala dan rambut yang kering.

2. Diameter Rambut
Diameter rambut adalah merupakan besar kecilnya batang rambut, dimana hal ini dapat dibedakan atas, halus, sedang dan kasar. 

3. Elastisitas Rambut
Elastisitas rambut merupakan sifat batang rambut yang dapat menentukan keberhasilan dalam penataan rambut. Elastisitas rambut dibedakan atas, elastisitas yang baik, sedang dan buruk. 

4. Porositas Rambut
Porositas rambut adalah merupakan kondisi-kondisi yang ditentukan oleh cuticula rambut. Untuk cuticula yang sangat terbuka maka kondisi rambut ini dikatakan porus, sedangkan cuticula yang sangat tertutup rambut tersebut dikatakan resistant atau porositas yang sangat jelek. 

5. Tingkat Kesuburan Rambut
Tingkat kesuburan rambut dapat menentukan tebal tipisnya pertumbuhan dari rambut. 

6. Warna Rambut
Warna rambut ditentukan oleh zat pigmen yang ada pada batang rambut. Setiap orang memiliki warna rambut yang berbeda-beda seperti ; adanya rambut yang bewarna merah, rambut yang bewarna kecoklatcoklatan, rambut yang bewarna coklat, rambut yang bewarna kuning sampai rambut yang bewarna hitam. 
rambut

7. Panjang Pendek Rambut
Panjang pendeknya rambut dapat dibedakan atas; rambut dikatakan pendek adalah apabila kepanjangannya mencapai tengkuk, sedangkan rambut yang panjangnya sampai pada bahu dikatakan panjangnya sedang dan bila panjang rambut tersebut melebihi dari bahu maka disebut rambut panjang

8. Kelainan yang Ada 
Pada Kulit Kepala dan Rambut Kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut dapat dilihat apakah hal tersebut merupakan kontra indikasi atau hanya kelainan biasa dalam arti apakah perawatan ataupun penataan dapat dilakukan.

Pencegahan Penyakit Kulit Kepala dan Rambut 
Agar setiap penyakit kulit kepala dan rambut baik yang termasuk kelompok menular maupun yang tidak menular, dapat dihindari tentulah kita harus memahami penyebab penyakit tersebut. Seperti telah diuraikan di depan bahwa suatu penyakit untuk pindah (menular) lalu berkembang sangatlah mudah sedangkan untuk pengobatan tentu akan merepotkan, oleh karena itu pokok utama yang harus diperhatikan sebagai tindakan pencegahannya adalah sebagai berikut: 
  • Rambut dan kulit kepala haruslah selalu dalam keadaan bersih. 
  • Semua peralatan yang dipergunakan haruslah bersih dan steril (perhatikanlah sanitasi alat-alat). Setidaknya satu kali dalam dua hari harus dicuci bersih dan bila perlu memakai air panas untuk beberapa alat tertentu seperti sisir, jepitan kawat, dan sebagainya. 
  • Usahakan alat-alat untuk perawatan rambut (alat-alat tertentu, seperti sisir, jepitan, sisir blow ataupun tutup kepala tidak dipakai oleh orang lain/sembarang orang, karena akan sangat mudah untuk menularnya penyakit-penyakit rambut. 
  • Bila terlihat tanda-tanda seperti jamur dikulit kepala, secepatnya diobati dengan obat anti jamur. Atau bila sudah terlihat kelainankelainan pada rambut seperti putih-putih atau patah-patah lalu menyerupai serabut, lakukanlah perawatan berkala secara teratur dan pilihlah bahan kosmetika untuk perawatan yang sesuai seperti krim atau minyak. 
  • Bagi orang yang menyenangi binatang piaraan seharusnyalah memelihara bianatang tersebut dengan benar, misalnya mengatur makanan baik tempat ia makan maupun yang dimakannya, tempat kotorannya (tidak disembarang tempat), pengaturan mandinya, dan tempat tinggal/kandangnya. Ini semua bertujuan untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui kutu/kotorannya. Biasanya kutu-kutu binatang akan pindah tempat kekulit kepala manusia lalu ia bersarang dan terjadi peradangan dan akhirnya berkembang biak dikepala. Hal ini tentu saja mengganggu pertumbuhan rambut. 
  • Untuk orang-orang yang gemar berenang, bila berenang dikolam renang umum, hendaklah berhati-hati dan selalu memakai tutup kepala. Ini bertujuan untuk menghindari gangguan penyakit piodra yang mengganggu kesuburan rambut. 
  • Bagi penderita kulit kepala yang termasuk kelompok trichophyton baik disebabkan oleh jamur maupun oleh eksim seperti telah diterangkan sebelumnya, maka paling penting kita ketahui untuk pencegahannya yaitu dengan menghindari/mencegah bila terlihat tanda-tanda bercakbercak. Apalagi bila diiringi dengan warna kuning dan basah, secepatnyalah berobat dan menghindari makanan yang berlemak, menghindari pikiran-pikiran stress dan menghindari banyaknya keringat keluar. 
  • Memperhatikan gizi yang seimbang dalam kehidupan sehari-hari untuk pertumbuhan rambut sehat.
27 April 2017

Jenis- Jenis (Genre) Musik Di Dunia

Jenis- Jenis (Genre) Musik Di Dunia. Jenis- Jenis (Genre) Musik Di Dunia, Musik Klasik, Musik Jazz, Musik Dangdut, Musik Funk, Musik Pop, Musik R&B, Musik Blues, Musik Rock, Musik Ska, Musik Techno, Musik Metal, Musik Country, Musik Hiphop, Musik Gospel, dan Musik Metal.

Pengertian Jenis Seni Musik

Sumber: alkhoirot.net
Jenis atau Genre musik adalah pengelompokan musik sesuai sama kemiripannya satu sama lain. Tidak hanya itu, musik dapat juga digolongkan bersumber pada dari mana ia berasal.

Satu Genre Musik bisa didefinisikan berdasarkan dengan teknik musik yang digunakan, gaya, konteks serta tema musik. Tetapi, secara umum musik digolongkan bersumber pada peranannya. Yang secara garis besar terbagi jadi tiga grup, yaitu Musik Seni, Musik Populer serta Musik Tradisional. Mari kita langsung bahas saja satu per satu, ya.

Jenis Musik Seni (Art Music)

Musik Klasik

Sumber: wall.alphacoders.com
Saat mengulas genre musik classic tentu yang pertama tertanam dipikiran kita yaitu komponis yang melegenda, Mozart serta Beethoven. Tetapi, sesungguhnya musik classic sendiri udah ada jauh saat sebelum mereka muncul.

Dalam perkembangan musik classic ada beberapa periode yang melatar belakanginya, salah satunya:
  1. Jaman Pertengahan (476-1450)
  2. Jaman Renaisans (1450-1600)
  3. Jaman Barok (1600-1750)
  4. Jaman Classic (1740-1830)
  5. Jaman Romantik (1815-1910)
Dari periode di atas, yang memberi perkembangan terbesar dalam sejarah musik classic yaitu Jaman Classic.

Dari jaman ini lahir beberapa musisi yang terkenal seperti, Josep Haydn, Johann Ladislaus Dussek, Muzio Clementi, Andre Luchesi, Antonio Salieri, Phillip Emanuel Bach, Ludwig van Bethoven dsn Wolfgang Amadeus Mozart.

Tidak hanya harmoni nadanya yang indah serta menentramkan jiwa. Ada suatu hal yang menarik dari jenis musik ini. Beberapa peneliti mengutarakan kalau Musik Classic memiliki banyak manfaat untuk pendengarnya, seperti meningkatkan kualitas tidur, dapat menaikkan mood bahkan juga hingga ada yang mereferensikan musik classic untuk belajar.

Jenis-Jenis Musik Populer

Musik Blues

Sumber: mrahong.blogspot.co.id
Blues yaitu satu aliran instrumental serta musik vokal yang datang dari masyarakat Afro-Amerika. Nama Blues sendiri terwujud dari konotasi perasaan frustasi serta melankolis. Tidak hanya itu, musik ini dapat terlahir dari musik-musik pujian serta spiritual yang muncul dari kelompok bekas budak-budak Afrika yang tinggal di Amerika.

Musik Blues lantas berkembang dengan sebuah bentuk pola “Call serta Respone”. Di mana call yaitu instrument gitar serta respone yaitu penyanyi. Jenis seni musik ini terbagi jadi empat sisi paling utama, yaitu:
  1. Delta Blues. Adalah gaya asli Blues yang datang dari daerah Delta Mississippi.
  2. Chicago Blues. Satu gaya yang mengenalkan mikrofon untuk vokal serta amplifier serta instrument listrik pada suara Blues.
  3. Texas Blues. Nyaris serupa dengan Chicago Blues dalam soal instrument, tetapi ditambah sentuhan Texas yang tidak ada pada Chicago.
  4. Blues Rock. Gaya yang paling muda dari jenis seni musik Blues. Blues Rock mendapat inspirasi dari Chicago serta Delta Blues yang diawali tahun 1960-an. Musisi yang populer dengan gaya ini yaitu Rolling Stones, Creedence Clearwater serta The Doors.
Dalam perkembangannya, musik Blues banyak mempengaruhi beragam macam jenis genre musik, seperti ragtime, pop, jazz, big band, country serta rhythm and blues.

Musik Funk

Sumber: notepam.com
Funk adalah jenis musik yang datang dari paduan genre rhythm & blues, jazz serta soul music yang dijadikan satu ritmik. Jenis seni musik ini terlahir pada th. 1960an saat beberapa musisi Afro-Amerika mencoba berimprovisasi.

Musik Funk bisa dikenali dari bunyi gitarnya yang kuat, drum yang dominan, alunan nada yang terpotong singkat serta memberi kesan dansa serta gembira saat mendengarnya.

Genre Musik Gospel

Sumber: hiburan.metrotvnews.com
Gospel adalah satu diantara jenis musik religius yang pertama kalinya diperkenalkan gereja-gereja Afro-Amerika pada tahun 1930 an serta dibawakan oleh kelompok kulit hitam.

Dalam perkembangannya jenis musik ini terpecah jadi dua aliran, Gospel kulit hitam serta Gospel kulit putih. Hal semacam ini terjadi karna adanya diskriminasi ras pada saat itu di Amerika.

Ciri khas dari genre Gospel yaitu vokal yang dominan dengan harmoni yang kuat serta liriknya yang religius, terutama untuk umat beragama Kristen. Gospel juga sama dengan kombinasi suara, koor serta choir.

Makin lama musisi gospel berusaha untuk mengenalkan jenis musik ini ke kancah yang lebih luas. Satu diantaranya Mahalia Jackson, membawakan Gospel yang udah dipadukan dengan genre musik lain.

Lantas diikuti oleh Golden Gate Quartet serta Clara War yang lebih berani membawakan tembang-tembang gereja ini di club malam dalam perfomnya.

Sampai saat ini musik Gospel udah lagi tidak ada perbedaan yang kentara dengan musik kontemporer.

Musik Hiphop

Sumber: fahmialkautsar00.blogspot.co.id
Hiphop adalah satu diantara genre musik yang terbagi dalam kombinasi rapping, DJ-ing, Breakdance serta Graffiti.

Hiphop mulai ada kurang lebih tahun 1970an yang dipelopori oleh kelompok Afro-Amerika serta Amerika Latin.

Awalannya Hiphop hanya musik dari Disk Jockey yang membuat variasi dengan memutar disk hingga menciptakan bunyi yang unik. Lantas Rapping masuk untuk menghiasi vokal dari bunyi-bunyi itu. Sedangkan untuk koreografinya diisi dengan tarian patah-patah yang umum disebut dengan breakdance.

Seperti genre musik yang lain, Hiphop juga mempunyai masa serta melahirkan musisi dalam perkembangannya. Di antara musisi Hiphop yang populer adalah Nate Dogg, Snoop Dogg serta Ludacris.

Genre Musik Jazz

Sumber: mldspot.com
Jazz adalah satu diantara jenis musik yang lahir di Amerika kurang lebih awal era ke 20. Genre musik ini yaitu improvisasi dari beragam macam jenis musik, seperti ragtime, blues, brass band, musik tradisional Eropa serta musik tradisional Afrika.

Instrument yang umum digunakan dalam musik Jazz yaitu biola, piano, saksofon, bass, drum, gitar, trombone serta terompet. Perkembangan musik Jazz dapat disebut mengagumkan, dari yang awalannya dihina bertransformasi ke dalam musik kelas atas.

Musik Metal

Sumber: jadiberita.com
Musik Metal bermula dari kata Heavy Metal yang ada dari lagu band Hard Rock tahun 1960-an, Steppenwolf.

Seiring berkembangnya musik rock pada tahun 1970an, nama Heavy Metal lantas dijadikan aliran tersendiri, dengan mengacu pada blues rock serta psychedelic rock. Genre baru ini bercirikan solo gitar yang panjang, distorsi gitar yang kuat serta ketukan yang cepat disemua instrument alat musiknya.

Heavy metal pada masa ini melahirkan band-band besar seperti Led Zeppelin, Black Sabbath serta Deep Purple. Tetapi, elemen blues masih tetap tampak kental mempengaruhi di masa ini.

Berikutnya Judas Priest mengimprovisasi genre ini dengan menghapus unsur blues nya, hingga cuma mengandalkan distorsi, beat yang lebih cepat serta harmoni.

Perkembangan demi perkembangan selalu terjadi dalam sejarah satu diantara jenis musik ini hingga pada akhirnya menjadikannya terbagi jadi beberapa sub-genre, salah satunya Nu Metal, Glam Metal, Death Metal, Doom Metal, Black Metal, Trash Metal, Folk Metal serta Power Metal.

Genre Musik Pop

Sumber: mancarirajaki.wordpress.com
Nama musik Pop di ambil dari kata “Populer” serta merupakan genre musik yang paling easy listening. Jenis musik ini berawal pada tahun 1918 serta mulai di terima di Amerika Serikat pada tahun 1920.

Seniman yang mengenalkan istilah Pop yaitu Lawrence Alloway, seseorang pengamat seni rupa yang mendapat inspirasi dari gerakan seni rupa di Amerika serta Inggris.

Di masa-masa awalnya musik pop hanya pengiring tarian tango yang bernada minor serta melankolis. Sampai hingga tahun 1940 musik Pop jadi satu diantara jenis seni musik yang disukai di seluruh dunia dengan irama seperti Rhumba, Samba, Salsa, Conga, Mambo serta yang lainnya.

Tetapi dalam perubahannya Musik Pop kerap tumpang tindih dengan genre lain, lantaran banyak musisi Pop dimasukkan ke kelompok rock, hiphop, country serta lain sebagainya.

Musik Rhythm and Blues (R&B)

Sumber: padantyaae.blogspot.co.id
Musik R&B atau Rhythm dan Blues adalah paduan dari genre jazz, blues serta gospel. Awal mulanya musik ini cuma diperuntukkan untuk pendengar kulit hitam. Nama Rhythm serta Blues sendiri di buat pada akhir tahun 1940-an di Amerika Serikat sebagai istilah pemasaran supaya tidak dianggap rasis.

Periode awal musik R&B fokus pada ritme boogie dengan musisi terkenal seperti Bo Diddley serta Chuck Berry. Sementara jenis musik ini berkembang selama bertahun-tahun hingga pada akhirnya menumbuhkan beberapa genre baru.

Musik R&B kontemporer memiliki susunan sendiri yang tidak sama dengan pendahulunya, dengan berpindah fokus pada unsur pop (meskipun elemen jazz, gospel serta blues kadang-kadang masih tetap muncul).

Dari waktu ke waktu, kesan genre R&B sebagai musik kelompok kulit hitam makin memudar dengan menyebarnya musik ini ke seluruh dunia.

Musik Reggae

Sumber: konfrontasi.com
Musik Reggae memiliki ciri khas dengan ritme backbeat serta progresif kord sederhana. Genre musik ini datang dari Jamaika serta serupa dengan gaya musik ska serta rocksteady. Meskipun unsur paling utama Reggae dari ska serta rocksteady, satu diantara jenis musik ini juga mengadopsi jazz, R&B serta Jamaican mento.

Amerika Serikat serta Jamaika mengakui Reggae sebagai aliran musik sendiri pada tahun 1960an. Dulu musik reggae kerap dianggap dengan jiwa muda, rude boys atau anak lelaki kasar serta pemberontakan.

Serta kita semua tahu, genre musik ini melahirkan beberapa musisi hebat seperti Bob Marley, Prince Buster, Desmond Dekker serta Jackie Mittoo sebagai legendanya walaupun sebenarnya ada banyak lagi yang lain.

Genre Musik Rock

Sumber: gerald85joshua.wordpress.com
Lahirnya musik Rock bermula dari gabungan dari genre musik rhythm serta blues, country, jazz, musik classic termasuk juga musik rakyat (folk music). Jenis musik ini mulai di kenal secara umum pada pertengahan tahun 1950-an.

Rock memiliki ciri khas yang didominasi oleh vokal, gitar, drum, keyboard ataupun synthesizer. Dalam beberapa dekade saja genre musik ini udah menelurkan sub-genre baru seperti soft rock, glam rock, hard rock, progressive rock, punk rock serta alternative rock.

Dalam perkembangannya sampai menyebar ke seluruh dunia musik Rock juga melahirkan beberapa band yang dapat disebut legendaris seperti The Beatles, Dream Theater serta yang lain.

Musik Ska

Sumber: kompasiana.com
Ska adalah genre musik yang datang dari jamaika serta lahir pada tahun 1950-an. Jenis musik ini memadukan unsur kalipso dari Karibia serta musik mento dengan rhythm & blues serta jazz dari Amerika.

Ska memiliki ciri khas bass yang berjalan dengan penekanan pada upbeat. Contoh band besar yang berkonsentrasi pada genre musik ini seperti Sublime, the Spesials, Streetligt Manifesto serta Madness.

Musik Techno

Sumber: generation-g.id
Musik techno atau di kenal dengan Electronic Dance Music (EDM) mulai ada kurang lebih tahun 1980 di Detroit, pada awalnya musik ini dibuat sebagai bentuk tari serta musik pesta.

Seperti namanya, genre musik ini memprioritaskan beragam macam suara dari teknologi dalam musiknya. Beberapa musik Techno adalah gabungan synthesizer, hentakan drum serta sequencer.

Umumnya musik techno menghiasi di tiap club malam dunia. Serta beberapa musisi yang populer dalam genre musik ini yaitu Carl Cox serta Richie Hawtin.

Jenis Seni Musik Tradisional

Genre Musik Country

Sumber: mldspot.com
Musik Country adalah gabungan dari unsur-unsur musik Amerika Serikat sisi selatan, lebih tepatnya di daerah pegunungan Appalachia. Musik ini lahir dari lagu masyarakat Amerika Utara dengan aransemen musik Kelt serta genre Gospel.

Genre musik ini mulai menyebar luas saat pada era 19, banyak orang yang berimigrasi dari Irlandia, Inggris, Jerman, Spanyol serta Italia menuju Texas. Di sana mereka berjumpa dengan orang Meksiko-Amerika. Lantaran Texas memiliki padang rumput yang subur hingga beberapa imigran itu banyak yang menjadi penggembala sapi, hingga pada akhirnya membuat Texas dijuluki kota Cowboy.

Waktu demi waktu musik Country mulai di terima di Amerika Serikat sampai pada akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

Musik Dangdut

Sumber: blog-artikel.com
Dangdut yaitu musik yang datang dari Indonesia. Dangdut mempunyai nuansa India serta Melayu. Umumnya genre musik dangdut memakai alat musik tradisional dalam tiap pentasnya.

Awal mulanya Dangdut cuma di nikmati oleh orang-orang menengah ke bawah. Tetapi, seiring berjalannya waktu genre musik ini udah mulai di nikmati oleh seluruh kelompok serta mulai menyebar ke seluruh dunia. Contoh musisi yang tenar yaitu Roma Irama serta A Rafiq.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Jenis- Jenis (Genre) Musik Di Dunia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Genre Musik di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Musik. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. notepam.com
24 January 2017

Pengertian Protein :Struktur, Jenis, Dan Proses Protein

Pengertian Protein

Protein adalah penyusun kurang lebih 50% berat kering organisme.Protein bukan hanya sekedaar bahan simpanan atau baha struktural,seperti karbohidrat dan lemak.Tetapi juga berperan penting dalam fungsi kehidupan.

Struktur Protein

Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas unsur Karbon(C),Hidrogen(H),Oksigen(O),Nitrogen(N) dan kadang-kadang mengandung zat Belerang(S),dan Fosfor(P).

Protein merupakan makromolekul yang terdiri dari satu atau lebih polimer.Setiap Polimer tersusun atas monomer yang di sebut asam amino.Masing-masing asam amino mengandung satu atom Karbon(C) yang mengikat satu atom Hidrogen(H),satu gugus amin(NH2),satu gugus karboksil(-COOH),dan lain-lain(Gugus R).

Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida.Ikatan Peptida adalah ikatan antara gugus karboksil satu asam amino dengan gugus amin dari asam amino lain yang ada di sampingnya.Asam amino yang membentuk rantai panjang ini disebut protein (Polipeptida).Polipeptida di dalam tubuh manusia disintesis di dalam ribosom.Setelah disintesis,protein mengalami”pematangan”menjadi protein yang lebih kompleks.

Asam amino yang diperlukan tubuh ada 20 macam.sepuluh diantaranya sangat penting bagi pertumbuhan sel-sel tubuh manusia dan tidak dapat dibuat dalam tubuh,sehingga harus didapatkan dari luar tubuh.Asam amino itu disebut asam amino esensial.selain asam amino esensial terdapat juga asam emino non-esensial.Asam amino non-esensial merupakan asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh manusia.Bahan bakunya berasal dari asam amino lainnya.Namun ada juga yang mengatakan bahwa asam amino terbagi menjadi 3,ditambah dengan asam amino semiesensial.Asam amino semiesensial adalah asam amino yang dapat menghemat pemakaian beberapa asam amino esensial.

Jenis-Jenis Protein

Dalam jenis atau macam-macam protein terbagai atas 3 bagian antara lain..

  • Jenis Protein Berdasarkan Fungsinya 

Protein terdiri atas 3 macam atau jenis berdasarkan Fungsinya antara lain sebagai berikut:

  1. Protein Sempurna : protein sempurna adalah protein yang didalamnya terkandung asam amino yang lengkap. Contohnya kasein pada susu dan albumin pada putih telur. Protein sempurna pada umumnya terdapat pada protein hewan. 
  2. Protein Kurang Sempurna : protein kurang sempurna adalah protein yang asam aminonya lengkap tetapi jumlah dari beberapa asam amino sedikit. Protein kurang sempurna tidak mampu mencukupi pertumbuhan, tetapi protein kurang sempurna ini dapat mempertahankan jaringan yang telah ada. Contohnya protein pada lagumin yang terdapat pada kacang-kacangan dan giladin pada gandum. 
  3. Protein Tidak Sempurna : protein tidak sempurna adalah protein yang kurang atau tidak memiliki asam amino esensial. Protein tidak sempurna tak mampu mencukupi pertumbuhan dan mempertahankan yang telah ada sebelumnya. Contohnya, Zein yang terdapat pada jagung, dan beberapa protein yang ada pada tumbuhan. 

Jenis Protein Berdasarkan Komponen-Komponen Penyusunnya

Jenis-jenis protein berdasarkan komponen-komponen penyusunnya terbagi atas 3 antara lain.

  1. Protein Sederhana (Simple Protein) : protein sederhana adalah protein dari hasil hidrolisa, total protein ini merupakan campuran atas berbagai macam asam amino. 
  2. Protein Kompleks (Complex Protein) : protein kompleks adalah protein dari hasil hidrolisa total protein jenis ini yang terdiri dari berbagai macam asam amino selain itu juga tedapat komponen-komponen yang lain seperti unsur logam, gugusan phospat. dll Contohnya hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein dan masih banyak lagi). 
  3. Protein Derivat (Protein derivative) : protein derivat adalah protein yang merupakan ikatan antara (intermediate product) yang merupakan hasil dari hidrolisa parsial yang berasal dari protein native. Contohnya albumosa, peptone dan masih banyak lagi.

Jenis Protein Berdasarkan Sumber Protein

Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani.

  1. Protein Nabati : Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contohnya, kedelai, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. 
  2. Protein Hewani : Protein nabati adalah protein yang berasal dari hewan. Contohnya, daging, susu, keju, telur dan ikan. 

Fungsi Protein

Protein yang membangun tubuh disebut Protein Struktural sedangkan protein yang berfungsi sebagai enzim,antibodi atau hormon dikenal sebagai Protein Fungsional.

Protein struktural pada umumnya bersenyawa dengan zat lain di dalam tubuh makhluk hidupContoh protein struktural antara lain nukleoprotein yang terdapat di dalam inti sel dan lipoprotein yang terdapat di dalam membran sel.Ada juga protein yang tidak bersenyawa dengan komponen struktur tubuh,tetapi terdapat sebagai cadangan zat di dalam sel-sel makhluk hidup.Contoh protein seperti ini adalah protein pada sel telur ayam,burung,kura-kura dan penyu.

Semua jenis protein yang kita makan akan dicerna di dalam saluran pencernaan menjadi zat yang siap diserap di usus halus,yaitu berupa asam amino-asamamino.Asam amino-asam amino yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan berperan sangat penting di dalam tubuh,untuk:

  1. Bahan dalam sintesis subtansi penting seperti hormon,zat antibodi,dan organel sel lainnya
  2. Perbaikan,pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel,jaringan dan organ tubuh
  3. Sebagai sumber energi,setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori.
  4. Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh,misalnya sebagai enzim(protein mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia kehidupan)
  5. Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan tubuh.Sebagai senyawa penahan/bufer,protein berperan besar dalam menjaga stabilitas pH cairan tubuh.Sebagai zat larut dalam cairan tubuh,protein membantu dalam pemeliharaan tekanan osmotik di dalam sekat-sekat rongga tubuh.
  6. Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
  7. Kekurangan protein di dalam tubuh dapat mengakibatkan beberapa penyakit.Seperti kwashiorkor,anemia,radang kulit,dan busung lapar yang disebut juga hongeroedem.Karena terjadinya edema(pembengkakan organ karena kandungan cairan yang berlebihan) pada tubuh.

Proses Protein Dalam Tubuh

Protein dalam makanan hampir sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.

Pepsin memulai proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan asam-asam amino.

Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam sel.asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh,melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida),serta senyawa yyang tidak mengandung unsur N.Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase.Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh,sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal laul dikeluarkan melalui urin.sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.
08 February 2015

Merancang dan Membuat Seni Kriya

Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni. Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan. Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

Seni kriya dikenal sejak zaman Neolithikum (Batu Muda). Hal ini ditunjukkan dengan benda-benda peninggalan zaman itu yang sudah mengenal rasa estetika. Salah satu peninggalan penting yang ditemukan adalah tembikar. Tembikar sebagian besar berfungsi sebagai wadah dan telah dihiasi dengan motif-motif yang sederhana.Fungsi seni kriya secara garis besar terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
  • Hiasan (dekorasi). Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentukbentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.
  • Benda mainan. Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dan kipas kertas.
A. Jenis-Jenis Seni Kriya
Jenis-jenis seni kriya banyak sekali dan sangat mudah ditemukan di berbagai daerah. Berdasarkan dimensinya, jenisjenis seni kriya dapat dibedakan sebagai berikut.

1. Seni kriya dua dimensi
Karya seni kriya dua dimensi meliputi sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.

2. Seni kriya tiga dimensi
Karya seni kriya tiga dimensi meliputi sebagai berikut.
  • Kerajinan keramik.Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan, misalnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga.
  • Kerajinan logam. Kerajinan logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kerajinan logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.
  • Kerajinan kulit. Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, seperti wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana.
  • Kerajinan kayu. Kayu banyak menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.
  • Kerajinan anyaman. Kerajinan anyaman biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastik untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.
  • Kerajinan lainnya. Masih banyak jenis kerajinan lain yang dapat kita jumpai di berbagai daerah, antara lain kerajinan rotan, kerajinan payung, dan kerajinan membuat lampu hias.

B. Merancang dan Membuat Karya Seni Kriya
Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan. Berdasarkan rancangan tersebut, selanjutnya karya seni kriya dapat diwujudkan dalam bentuk karya jadi. Pembuatan karya seni kriya umumnya dikerjakan dengan tangan sehingga hasilnya tergantung dari keterampilan tangan pembuatnya.

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membuat karya seni kriya adalah sebagai berikut.
  • Kegunaan. Faktor kegunaan dalam seni kriya menempati porsi yang utama. Misalnya, pada kendi terdapat leher yang dibuat untuk pegangan saat menuangkan air ke dalam gelas. Jika tidak diberi leher atau pegangan, benda tersebut menjadi tidak berguna.
  • Kenyamanan. Karena kegunaan menempati porsi yang utama, maka seni kriya harus mempunyai unsur kenyamanan. Kenyamanan dalam hal ini berarti enak dipakai. Dengan adanya unsur kenyamanan, berarti suatu benda telah memenuhi fungsinya dengan baik. Misalnya, sebuah kursi harus disesuaikan dengan ukuran duduk sehingga nyaman untuk diduduki.
  • Bahan dan teknik. Pengetahuan terhadap bahan serta penguasaan teknik pembuatan harus dimiliki seorang pencipta kriya. Setiap bahan selalu memiliki sifat yang berbeda-beda. Tanah liat berbeda dengan lilin. Semen berbeda dengan gips. Bahkan setiap jenis kayu mempunyai karakter yang berbeda pula. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan seni kriya harus dipilih sesuai karakteristik benda yang dibuat. Misalnya, keramik dibuat dari tanah liat yang baik agar tidak mudah retak (pecah). Pemilihan bahan tersebut disesuaikan pula dengan kemampuan teknis penciptaannya.
  • Nilai seni. Daya tarik terhadap karya seni kriya ditentukan oleh tampilan keindahannya. Jika dikaitkan dengan tujuan komersial (penjualan), selain pertimbangan estetis, perlu juga mengikuti selera konsumen dan ide kreatif.
C. Teknik dan Corak Seni Kriya Daerah Setempat
Karya seni kriya di setiap daerah memiliki teknik dan corak yang beragam. Teknik pembuatan karya seni kriya pada umumnya masih menggunakan teknik yang sederhana dan tradisional. Teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, antara lain butsir (menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat), membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunak), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda), cetak (grafis), dan lain-lain.

Corak karya seni kriya terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem,
monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya. Corak karya seni kriya biasanya mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak tersebut umumnya bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik.

Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni (artistik). Fungsi seni kriya dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai hiasan (dekorasi), sebagai benda terapan, dan sebagai benda mainan. Berdasarkan dimensinya, seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi. Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan. Rancangan dan pembuatan karya seni kriya harus mempertimbangkan kegunaan, kenyamanan, bahan dan teknik, serta nilai seni. Teknik pembuatan karya seni kriya umumnya masih sederhana denganmenggunakan keterampilan tangan, coraknyapun masih tradisional. Penggunaan pola hias karya seni kriya ada yang masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga yang sudah mengalami pengembangan.
26 December 2016

Pengertian Tanah : Fungsi dan Klasifikasi Tanah

Pengertian Tanah

Definisi yang umum tentang tanah adalah sebagai berikut, yaitu tanah adalah akumulasi tubuh alam bebas, berdimensi tiga, menduduki sebagian (besar) permukaan bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk pada kondisi topografi/relief tertentu dan selama waktu tertentu.

Dalam bidang pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan bercampur dengan sisa-sisa bahan organik dari organisme (vegetasi dan hewan) yang hidup di atasnya atau di dalamnya. Selain itu, di dalam tanah terdapat pula udara dan air. Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ke tempat lain.

Dalam pengertian ini, ada dua variabel yang membedakan pengertian tanah di bidang pertanian dengan bidang lainnya, yaitu kedalaman tanah dan ukuran partikelnya.
Kedalaman tanah dalam pengertian pertanian dibatasi pada bagian atas kulit bumi yang telah mengalami pelapukan atau adanya aktivitas biologi. Jika bagian yang telah mengalami pelapukan adalah dangkal, maka bagian tersebutlah dipakai sebagai batas kedalaman tanah. Sebaliknya, jika bagian yang telah mengalami pelapukan sangat dalam (4-6 m), maka tidak semua bahan lapuk tersebut disebut tanah, melainkan sampai kedalaman dimana terdapat aktivitas biologi.

Pada umumnya, pembahasan tentang tanah dalam bidang pertanian dibatasi pada kedalaman sekitar 2,0 m. Kedalaman ini jauh berbeda dengan kedalaman tanah di bidang keteknikan yang dapat mencapai puluhan meter. Berkaitan dengan ukuran partikelnya, para ahli pertanian membatasi tanah pada partikel berukuran (0,02 – 2 mm), dibandingkan dengan ahli keteknikan yang juga tertarik pada ukuran yang lebih besar dari 2 mm seperti kerikil bahkan batu, atau pakar bidang keramik yang hanya tertarik pada partikel yang berukuran 2 μm.

Jika kita membuat irisan tegak tanah dengan cara membuat lubang (1,0 x 1,5 m dengan kedalaman sekitar 2,0 m) dan selanjutnya diamati pada penampang tegaknya, akan terlihat lapisan-lapisan dengan arah sejajar permukaan kulit bumi yang relatif mudah dibedakan satu sama lainnya. Lapisan-lapisan ini dalam ilmu tanah disebut horizon. Horizon tanah yang berada diatas bahan induk disebut solum.

Lapisan tanah bagian atas pada umumnya mengandung bahan organik yang lebih tinggi dibandingkan lapisan tanah dibawahnya. Karena akumulasi bahan organik, maka lapisan tanah tersebut berwarna gelap dan merupakan lapisan tanah yang subur sehingga merupakan bagian tanah yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Lapisan tanah ini disebut lapisan tanah atas (top soil) atau disebut pula sebagai lapisan olah, dan mempunyai kedalaman sekitar 20 cm.

Lapisan tanah dibawahnya disebut lapisan tanah bawah (subsoil) berwarna lebih terang dan bersifat relatif kurang subur. Hal ini bukan berarti bahwa lapisan tanah bawah tidak penting perannya bagi produktivitas tanah, karena walaupun mungkin akar tanaman tidak dapat mencapai lapisan tanah bawah, tetapi sifat-sifat tanah seperti permeabilitas dan sifat-sifat kimia lapisan tanah bawah akan sangat berpengaruh terhadap lapisan tanah atas dalam peranannya sebagai media tumbuh tanaman.

Fungsi Tanah untuk kehidupan tanaman, sebagai berikut :
  1. Fungsi tanah, sebagai tempat berdiri tegak dan bertumpunya tanaman.
  2. Fungsi tanah, sebagai tempat tumbuh yang menyediakan unsur hara dan pertukaran unsur hara antara tanaman dengan tanah.
  3. Fungsi tanah, sebagai penyediaan dan gudangnya air bagi tanaman.
Tanah terbentuk dari pecahan-pecahan batuan induk yang berlangsung secara terus-menerus akibat faktor-faktor lingkungan. Faktor-faktor lingkungan ini, yaitu iklim, organisme, topografi dan waktu. Pecahan dari batuan induk itu berlangsung akibat pelapukan dan penghancuran yang terjadi melalui proses-proses biologi, fisika dan kimia.

Proses pelapukan fisika antara lain : desintegrasi akibat temperatur, air, angin dan makhluk hidup atau desintegrasi akibat cuaca yang membekukan. Proses pelapukan kimia ini meliputi perubahan kimia dari bahan induk melalui berbagai macam proses seperti oksidasi, hidratasi dan karbonasi. Proses pelapukan biologi berlangsung akibat eksudat-eksudat mikroba tanah dan akar tumbuhan yang mempunyai kemampuan merombak bahan organik menjadi bahan anorganik atau mentransformasi bahan-bahan anorganik.

Klasifikasi Tanah

Bedasarkan Klasifikasinya tanah dapat dibagi menurut kelasnya, sebagai berikut :
  • Tanah Kelas 1 (Warna Hijau)
Tanah kelas 1 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian tanpa memerlukan tindakan pengawetan tanah yang khusus. Jenis tanah ini datar, dalam bertekstur halus atau sedang, mudah diolah dan respons terhadap pemupukan. Tidak mempunyai faktor penghambat atau ancaman kerusakan dan oleh karenanya dapat dijadikan lahan tanaman semusim dengan aman.
  • Tanah Kelas 2 (Warna Kuning)
Tanah kelas 2 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan sedikit faktor penghambat. Jenis tanah ini agak berlereng landai, kedalamannya dalam dan bertekstur halus sampai agak halus. Dalam hal ini diperlukan sedikit usaha konservasi tanah.
  • Tanah Kelas 3 (Warna Merah)
Tanah kelas 3 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan hambatan lebih besar dari jenis tanah kelas 2, sehingga memerlukan tindakan pengawasan khusus dalam pengelolaannya. Jenis tanah ini terdapat pada tempat yang agak miring atau drainase buruk, memiliki kedalaman sedang, atau permeabilitasnya agak cepat. Jenis tanah ini masih memerlukan suatu tindakan pengawetan tanah khusus, seperti pembuatan teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman penutup tanah dengan waktu untuk tanaman tersebut lebih lama.
  • Tanah Kelas 4 (Warna Biru)
Tanah kelas 4 dapat dipergunakan untuk segala jenis penggunaan pertanian dengan hambatan dan ancaman kerusakan yang lebih besar dari jenis tanah kelas 3, sehingga memerlukan tindakan khusus dan pengawetan tanah yang lebih berat dan lebih terbatas. Penggunaannya terbatas untuk tanaman semusim. Tanah ini terletak pada lereng yang miring 15%-30% atau berdrainase buruk atau kedalaman dangkal. Jika digunakan untuk menanam tanaman semusim diperlukan pembuatan teras dan pergiliran tanaman lebih kurang 3-5 tahun.
  • Tanah Kelas 5 (Warna Hijau Tua)
Tanah kelas 5 ini tidak sesuai untuk digarap bagi tanaman semusim, tetapi akan lebih sesuai untuk tanaman makanan ternak secara permanen atau dihutankan. Jenis tanah ini terdapat pada daerah yang datar atau agak cekung tergenang air atau terlalu bayak batu di atas permukaannya ataupun terdapat liat masam (cat clay) di dekat atau pada daerah perakaran.
  • Tanah Kelas 6 (Warna Oranye)
Tanah kelas 6 tidak sesuai untuk digarap bagi usaha tani tanaman yang semusim, disebabkan karena terletak pada lereng yang agak curam (30%-45%) sehingga mudah tererosi, atau kedalamannya agak dangkal atau telah mengalami erosi berat. Tanah jenis ini lebih tepat dijadikan padang rumput atau dihutankan. Jika digarap untuk tanaman semusim diperlukan pengawetan tanah yang agak berat.
  • Tanah Kelas 7 (Warna Coklat)
Tanah kelas 7 sama sekali tidak sesuai untuk digarap menjadi usaha tani tanaman semusim. Dianjurkan untuk menanam vegetasi permanen atau tanaman yang keras. Jenis tanah ini terdapat pada daerah yang berlereng yang curam (45%-65%) dan tanahnya dangkal atau telah mengalami erosi berat. Jika dijadikan hutan atau padang rumput harus hati-hati karena sangat peka erosi.
  • Tanah Kelas 8 (Warna Putih)
Tanah kelas 8 tidak sesuai untuk usaha produksi pertanian dan harus dibiarkan pada keadaan alami atau hutan lindun. Tanah ini lebih cocok untuk cagar alam atau hutan lindung. Jenis tanah ini terdapat pada tempat yang memiliki kecuraman lebih 90%. Permukaan tanah ini ditutupi oleh batuan lepas atau batuan ungkapan atau tanah yang berstruktur kasar.
08 February 2015

Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Karya seni rupa merupakan sesuatu yang dapat memuaskan perasaan seseorang karena kehalusan dan keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa. Di wilayah Nusantara ini, beragam karya seni rupa terapan daerah tumbuh dan berkembang sehingga menciptakan beragam karya seni seperti yang kita nikmati saat ini.Karya seni rupa terapan Nusantara adalah  karya seni rupa yang berwujud dua atau tiga dimensi yang memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat di wilayah Nusantara. Di wilayah Nusantara ini, terdapat beragam karya seni rupa terapan daerah. Ragam seni daerah tersebut tumbuh dan berkembang dalam sukusuku di wilayah Nusantara melalui proses waktu selama ratusan bahkan ribuan tahun.

1. Fase prasejarah
Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa prasejarah tampak pada beberapa benda yang ditemukan pada masa itu.
  • Peninggalan zaman Palaeolithikum berupa benda-benda yang terbuat dari batu dan tulang yang dikerjakan secara kasar, misalnya kapak genggam.
  • Peninggalan zaman Mesolithikum, berupa kapak batu yang hasil pengerjaannya lebih halus, peralatan tulang, dan sejumlah gambar pada gua.
  • Peninggalan zaman Megalithikum, berupa benda-benda dalam ukuran besar yang berfungsi sebagai perlengkapanritual, antara lain dolmen, menhir, kubur batu, sarkofagus, punden berunduk, dan relief batu.
  • Zaman logam, mulai digunakan logam sebagai karya terapan. Teknik pengolahan barang-barang perunggu dilakukan dengan pengecoran. Benda-benda peninggalannya, antara lain kapak corong, candrasa, nekara, moko, emas, dan bejana.

2. Fase sejarah
Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa sejarah tampak jelas pada wujud dibangunnya rumah-rumah berukir oleh para pendatang yang masuk Indonesia, yang sebelumnya berkediaman di Indo-Cina. Sejak adanya hubungan Indonesia-India, lahirlah seni Hindu-Indonesia, terutama di Jawa dan Bali. Peninggalan-peninggalannya yang hingga kini masih ada adalah bangunan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran.

A. Fungsi Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Karya seni rupa terapan Nusantara memiliki dua fungsi sebagai berikut.
  • Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
  • Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.
B. Bentuk Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Bentuk karya seni rupa terapan tersebut, di antaranya terdapat pada bentuk rumah adat, senjata tradisional, transportasi tradisional, dan seni kriya.

1. Rumah adat
Rumah adat di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Jika melihat bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka kita akan dapatmembedakan bangunan rumah adat tersebut berdasarkan atapnya, ragam hiasnya, bentuk, dan bahan bakunya. Misalnya, rumah Gadang di Padang bentuknya memanjang ke samping dan rumah adat Minahasa bentuknya memanjang ke belakang.
Rumah beratap joglo di Jawa, rumah beratap bubungan tinggi di Jambi, rumah beratap gonjong di Minangkabau, dan rumah beratap limas terpenggal di Papua. Bentuk rumah dengan tiang yang berkolong, atau yang biasa disebut rumah panggung terdapat di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.

2. Senjata tradisional
Berbeda dengan masa lalu, beragam senjata tradisional saat ini lebih sering digunakan sebagai peralatan untuk bekerja. Selain itu juga digunakan sebagai perlengkapan acara ritual, perlengkapan pakaian adat, pertunjukkan seni tradisional, dan sebagai benda hias.

a. Pedang, badik, dan pisau tradisional
Termasuk dalam jenis ini adalah parang dari Ambon, mandau dari Kalimantan, sundu dari NTT, celurit dari Madura, pasa timpo dari Sulawesi Tengah, karih dari Sumatra Barat, piso surit dari Sumatra Utara, golok dari Jakarta, dan rencong dari Aceh. Sebagaimana senjata tradisional umumnya, bilah senjata dibuat dari bahan logam besi. Bilah mandau yang berkualitas terbuat dari batu gunung yang dilebur secara khusus dengan hiasan berasal dari bahan perak, tembaga, bahkan emas.
Ragam hias senjata jenis rencong seringkali menggunakan motif ular, bunga, dan lipan. Hiasan berupa jumbai-jumbai menyerupai rambut terdapat pada sebagian senjata mandau. Pada sarungnya yang terbuat dari bahan kayu masih diberi hiasan manik-manik dan bulu burung. Senjata khas Suku Dayak Kalimantan ini memang penuh hiasan yang estetik.

b. Keris
Keris adalah senjata tradisional berujung lancip dan bermata dua yang merupakan karya asli bangsa Indonesia yang adiluhung. Termasuk dalam jenis ini adalah senjata kujang dari Jawa Barat. Ada dua kelompok jenis keris, baik dari segi kegunaan, bahan, teknik pembuatan, dan kualitasnya. Ada keris yang digunakan untuk keperluan ritual-ritual adat, dibuat dari bahan-bahan pilihan dengan teknik yang lebih rumit dan lama. 

Kebanyakan keris ini diciptakan oleh para Mpu pada zaman dahulu. Kelompok kedua adalah jenis keris yang kegunaannya lebih sebagai hiasan atau untuk pertunjukan kesenian tradisional, termasuk untuk pelengkap busana dalam acara adat perkawinan. Para pengrajin sekarang kebanyakan membuat keris jenis ini. Bilah keris terbuat dari perpaduan logam besi dan baja, bahkan ada yang berlapis emas. Dibuat dan dibentuk dengan teknik tempaan. Gagang dan warangkanya umumnya terbuat dari kayu pilihan. Bentuk bilahnya ada yang lurus ada yang berlekuk-lekuk. 

Secara umum motif hiasan terdapat di setiap bagian keris. Permukaan bilah keris umumnya terdapat tekstur yang membentuk alur tertentu yang disebut pamor. Warnanya keperak-perakan karena terbuat dari baja putih. Para Mpu zaman dahulu membuatnya dari bahan batu meteor yang sangat langka.

3. Transportasi tradisional
Alat transportasi yang masih mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat dijumpai di wilayah Nusantara. Misalnya, perahu, kereta kuda, pedati, dan becak.

a. Perahu
Perahu yang digunakan di Nusantara memiliki bentuk dan ragam hias yang beragam. Keragaman tersebut sebagai akibat perbedaan latar budaya, pengaruh budaya asing, daya kreasi pembuatnya, dan ketersediaan sumber daya alamnya. Semua pola hiasnya menggunakan warna, sebagian lagi paduan warna dan pahatan. Sebagian besar perahu tersebut bermotif garis dan bidang, baik bidang geometrik maupun bidang organik, sebagian lagi bermotif hewan, tumbuhan, stilasi, pilin berganda, serta motif huruf 
Posisi hiasan ada yang di seluruh bagian kapal, ada yang separuh bagian kapal, atau salah satu bagian saja. Misalnya, perahu penangkap ikan jenis compreng di Jawa Barat yang penempatan hiasannya di seluruh bagian kapal.

b. Andong, pedati, dan becak
Kendaraan ini terbuat dari bahan kayu, termasuk bagian rodanya. Hanya bagian-bagian tertentu yang harus menggunakan besi. Andong ditarik dengan tenaga kuda. Di Jawa Timur andong disebut dokar. Setiap daerah memiliki pola khas yang sudah menjadi tradisi dalam menghias andongnya. Motif hiasan dokar di Jawa, terutama di Jawa Timur cenderung memiliki ciri khas khusus yang ditempatkan di beberapa bagian. Warna hitam mendominasi seluruh bagian dokar dengan motif hiasan warna cerah.

Selain andong, alat transportasi konvensional yang masih banyak dimanfaatkan adalah pedati. Meski sudah jarang terlihat, namun di beberapa daerah masih seringkali ditemukan kendaraan jenis ini. Kendaraan pengangkut bertenaga sapi ini biasanya untuk mengangkut barang dengan beban berat.

Jenis transportasi tradisional lainnya adalah becak. Becak dapat dijumpai di Jawa, Sulawesi, dan Sumatra. Becak bermotor terdapat di Gorontalo dan Pematang Siantar (Sumatra Utara). Becak motor merupakan kombinasi antara motor dan becak. Keunikannya adalah karena sebagian motor yang digunakan adalah motormotor tua yang kebanyakan peninggalan zaman Belanda.

4. Seni kriya
Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. Seni kriya dapat dikelompokkan menjadi seni kriya pahat, seni kriya tekstil, seni kriya anyaman, dan seni kriya keramik.

a. Seni kriya pahat
Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat beragam, dari jenis ukir, patung, dan aneka kerajinan lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu, juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta tulang dan kulit hewan. Bali merupakan daerah yang banyak menghasilkan seni pahat berupa ukiran, patung, hingga barang-barang kerajinan. Patung arca dengan bahan batu andesit juga dibuat di Bali. Bentuknya menyerupai benda-benda purbakala.

Salah satu hasil dari seni pahat yang unik adalah wayang kulit dan wayang beber yang terbuat dari kulit binatang, serta wayang golek yang terbuat dari kayu. Kerajinan wayang kulit dan wayang beber terdapat di daerah Yogyakarta, Surakarta, dan Sragen. Sedangkan wayang golek banyak diproduksi di Jawa Barat.

Di Jepara (Jawa Tengah) tersohor dengan seni ukir khas Jawa. Daerah lain di Jawa penghasil seni pahat dalam bentuk topeng, patung, ukiran, dan lain-lain adalahKudus, Bojonegoro, dan Cirebon. Seni patung Suku Asmat dan Kamoro di Papua terkenal dengan kekhasannya, dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

Di Palembang, karya ukir kayu juga diwujudkan pada perabot rumah tangga dengan ciri khas menggunakan warna emas dan cokelat tua. Di Sumatra Utara, seni pahat masyarakat Batak selain berupa ukiran hias pada bangunan rumah adat, juga terdapat pada bendabenda yang berfungsi sebagai perlengkapan ritual.

b. Seni kriya tekstil
Keragaman karya seni tekstil bisa dilihat dari jenis, teknik, ragam hias, dan bahan yang digunakan. Jenis karya tekstil di Nusantara bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya batik dan karya tenun.

1) Karya batik
Proses pembuatan kain batik dapat dilakukan dengan teknik tulis, teknik cap, dan teknik lukis. Teknik batik tulis merupakan teknik yang paling banyak diterapkan di Indonesia. Selain di Jawa, batik juga terdapat di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Bali.
Corak batik Jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna-warna yang beragam. Corak batik pesisir umumnya menunjukkan adanya pengaruh asing. Pekalongan merupakan penghasil batik yang terkenal dan termasuk dalam golongan batik pesisir. Daerah batik bercorak pesisir yang lain adalah Madura, Tuban, dan Cirebon. Batik daerah ini didominasi perpaduan warna yang kontras, seperti merah, kuning, cokelat, dan putih. Sedangkan Batik Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya umumnya menggunakan warna-warna redup, seperti cokelat, biru, hitam, dan hijau.

2) Karya tenun
Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikatdan tenun songket. Yang membedakan keduanya adalah pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Pada songket ada tambahan benang emas, perak, atau benang sutra. Daerah yang terkenal sebagai penghasil tenun ikat, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi, Bali, Sulawesi Tengah, Toraja (Sulawesi Selatan), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT, Flores, dan Maluku.  Sedangkan penghasil songket yang terkenal, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Riau Palembang, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Ragam hias pada kain tenun di Nusantara beragam coraknya. Ragam hias dengan motif geometrik, flora, dan fauna mendominasi ragam hias karya tekstil di Nusantara. Kain tenun kebanyakan dipakai untuk selendang, sarung, kebaya, dan ikat kepala seperti pada pakaian adat.

Bahan yang dipakai untuk membuat kain tenun ditentukan oleh ketersediaan alam daerah setempat. Di Sumbawa (NTT) semua produk kain tenun dibuat dari benang kapas. Kain songket berbahan benang sutra dapat dijumpai di Aceh, Sumatra Barat, Palembang, dan Bali, sedangkan yang berbahan dasar benang katun dapat dijumpai di Flores.

c. Kriya anyaman
Bahan untuk membuat anyaman kebanyakan dari kulit bambu, batang rotan, dan daun pandan. Bahan-bahan alam lainnya adalah pelepah pisang, enceng gondok, dan serat kayu. Teknik pembentukan anyaman adalah dengan memanfaatkan jalur lungsi (vertikal), jalur pakan (horizontal), dan jalur gulungan (diagonal). Pembentukan pola motif anyaman diperoleh dengan cara memanfaatkan perbedaan warna.
Kerajinan anyaman yang tersebar di Nusantara terdiri atas bentuk-bentuk tradisional yang masih bertahan, pengembangan dari bentuk-bentuk tradisional, hingga bentuk-bentuk desain baru. Tasikmalaya (Jawa Barat) adalah salah satu pusat kerajinan anyaman dari berbagai bahan dan bentuk. Di Halmahera (Maluku) rotan diproduksi menjadi tas punggung.

Di Papua, anyaman dapat ditemukan pada produksi gelang khas masyarakat Papua yang terbuat dari serat kayu dan batang anggrek hutan.

d. Kriya keramik
Bahan dasar keramik adalah tanah liat. Benda keramik dibentuk dengan berbagai teknik, antara lain teknik cetak, lempeng, pijit, dan pilin. Setelah dibentuk, kemudian diberi hiasan. Jika sudah melalui proses pengeringan, dibakar dengan suhu tertentu.
Keramik diproduksi untuk benda-benda hias atau benda pakai dengan keragaman variasi bentuk, misalnya guci, pot bunga, vas bunga, dan sebagainya. Daerah-daerah penghasil keramik tersebar luas di Nusantara, antara lain di Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan Banjarnegara

B. Apresiasi Terhadap Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
Apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciate yang artinya menghargai atau menilai. Apresiasi terhadap karya seni adalah suatu sikap atau kegiatan menghargai nilai-nilai estetika ataupun nilai-nilai budaya yang terdapat pada karya seni tersebut.

Apresiasi dilakukan dengan melihat, mengamati, mengerti, dan memahami nilai keindahan suatu karya seni untuk kemudian memberikan penilaian atau penghargaan. Apresiasi dapat melatih kepekaan batin dan daya pikir dalam mengamati karya seni. Adapun sikap atau kegiatan apresiasi dapat digolongkan dalam 3 tingkatan sebagai berikut.
  • Apresiasi empatik, yaitu apresiasi yang menilai kualitas karya seni sebatas tangkapan indrawi.
  • Apresiasi estetis, yaitu apresiasi yang menilai karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam.
  • Apresiasi kritik, yaitu apresiasi yang bertujuan menganalisa suatu karya seni dan memberikan kesimpulan kritik atas hasil pengalamannya. Teknik apresiasi kritik dapat dilakukan dengan mengamati benda secara langsung atau tidak langsung.
2. Makna dalam karya seni rupa terapan Nusantara
Karya-karya seni rupa terapan yang berkembang di wilayah Nusantara umumnya sarat dengan makna atau simbol-simbol tertentu. Makna tersebut berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai simbolis tersebut bisa dalam pemilihan warna, bentuk, atau motifnya. Misalnya, di Sumatra, kain tenun bagi masyarakat Melayu memiliki nama dan simbol tertentu, begitu pula warna-warna yang digunakan, masing-masing pewarnaan erat kaitannya dengan makna-makna tertentu.

3. Ragam hias dalam karya seni rupa terapan Nusantara
Ragam hias di setiap daerah sangat beragam. Ragam hias di daerah Jawa umumnya bermotif tumbuhan, hewan, dan ada pula yang bermotif bidang geometrik atau bidang organik. Di Toraja, Papua, dan Sumatra Utara sering dijumpai ragam hias yang berpola geometrik. Motif manusia dan hewan banyak digunakan pada ragam hias masyarakat Dayak di Kalimantan, Batak, dan Papua. Motif atau corak ragam hias di Nusantara dapat digolongkan dalam dua kelompok sebagai berikut.
  • Pola hias abstrak, di antaranya adalah motif-motif geometrik dan organik, seperti motif tumpal, baji, kawung, meander, pilin, swastika, dan lain-lain.
  • Pola hias abstraksi, antara lain diambil dari bentuk flora, fauna, dan manusia. Ragam hias abstraksi berkembang pesat setelah pengaruh Islam masuk Nusantara, yaitu dengan berkembangnya bentuk stilasi dan deformasi.
4. Ragam teknik penciptaan karya seni rupa terapan
Nusantara Teknik penciptaan karya seni rupa terapan Nusantara sangat beragam, antara lain sebagai berikut.
  1. Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan dengan menggunakan alat pahat, seperti patung, relief, dan ukir.
  2. Teknik butsir, yaitu mengurangi dan menambah bahan sehingga menjadi bentuk yang diinginkan, misalnya kerajinan keramik atau gerabah.
  3. Teknik lukis, yaitu membuat karya seni dengan cara menggoreskan kuas atau peralatan lainnya pada bahan kertas, kain, kaca, dan kulit. Misalnya, lukisan di atas kain kanvas, lukisan pada kain batik, dan lukisan kaca.
  4. Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan, kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat patung.
  5. Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain sehingga membentuk karya seni yang unik. Misalnya, membuat patung kontemporer.
  6. Teknik konstruksi, yaitu menggabungkan bahan bangunan yang satu ke bangunan yang lain. Misalnya, rumah dan mesin.
  7. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat mal (cetakan) terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung.
  8. Teknik tempa, yaitu membuat karya seni dengan cara ditempa (dibentuk)melalui proses perapian. Misalnya, membuat keris, kujang, dan benda-benda perhiasan.
      11 January 2017

      Pengertian Design Grafis : Prinsip Dan Unsur Desain Grafis



      Pengertian Design Grafis

      Desain diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, serta beragam pencapaian kreatif yang lain. Dalam satu kalimat, kata “desain” dapat dipakai baik sebagai kata benda ataupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” mempunyai arti “proses untuk bikin serta membuat object baru”. Sebagai kata benda, “desain” dipakai untuk menyebutkan hasil akhir dari satu proses kreatif, baik itu berwujud satu gagasan, proposal, atau berupa object riil.

      Grafika yaitu semua langkah pengungkapan serta perwujudan berbentuk huruf, tanda, serta gambar yang diperbanyak lewat proses percetakan manfaat di sampaikan pada khalayak. Misalnya yaitu photo, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, lambang, design geometris, peta, gambar tehnik, dan sebagainya. Kerapkali berbentuk gabungan teks, ilustrasi, serta warna.

      Desain grafis yaitu sebuah bentuk komunikasi visual yang memakai gambar untuk mengemukakan informasi atau pesan seefektif mungkin saja. Dalam disain grafis, teks juga dikira gambar lantaran adalah hasil abstraksi beberapa lambang yang dapat dibunyikan. disain grafis diaplikasikan dalam disain komunikasi serta fine art. Seperti bentuk design yang lain, disain grafis bisa mengacu pada proses pembuatan, metoda membuat, product yang dibuat (rancangan), maupun disiplin pengetahuan yang dipakai (disain).

      Pemodelan yaitu membuat sebuah benda-benda atau object. Bikin serta mendesain object itu hingga tampak seperti hidup. Sesuai sama object serta basisnya, proses ini secara keseluruhnya ditangani di computer. Lewat ide konsep serta proses design, keseluruhnya object dapat dipertunjukkan secara 3 dimensi, hingga banyak yang menyebutkan hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D jenisling).

      Desain pemodelan grafis yaitu sebuah pengetahuan yang pelajari mengenai bikin serta membuat object baru berbentuk seni terapan, arsitektur, serta beragam pencapaian kreatif yang lain yang direkayasa piranti lunak adalah sebuah hal yang dikerjakan di bagian awal untuk pembuatan, penyimpanan, serta manipulasi jenis serta citra.

      Unsur-Unsur Desain Grafis

      Supaya design yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang perlu dipelajari yakni unsur dalam design grafis. Seluruh unsur itu tidak mesti dimasukkan sekalian dalam satu karya design lantaran ada beberapa design yang menuntut satu diantara unsur itu mesti diutamakan jadi ada penekanan-penekanan dalam tiap unsur.

      • Garis (Line) 

      Satu garis yaitu unsur design yang menghubungkan pada satu titik poin dengan titik poin yang lain hingga dapat berupa gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis yaitu unsur mendasar untuk bangun bentuk atau konstruksi design. Didalam duni a komunikasi visual kerapkali kita memakai dotted line, solid line, serta garis putus-putus.

      • Bentuk (Shape) 


      Bentuk yaitu segalanya yang mempunyai diameter tinggi serta lebar. Bentuk mendasar yang di kenal orang yaitu kotak (rectangle), lingkaran (circle), serta segitiga (triangle).

      • Struktur (Texture) 


      Struktur yaitu penampilan permukaan (corak) dari sebuah benda yang bisa dinilai lewat cara diliat atau diraba. Yang pada prakteknya, struktur kerap digolongkan sebagai corak dari sebuah permukaan benda, umpamanya permukaan karpet, pakaian, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, serta lain sebagainya.

      • Ruangan (Space) 

      Ruangan adalah jarak pada sebuah bentuk dengan bentuk yang lain, pada praktik design bisa jadikan unsur untuk berikan dampak estetika design serta dinamika design grafis. Berbentuk fisiknya pengidentifikasian ruangan dikelompokkan jadi dua unsur, yakni object (profile) serta latar belakang (latar belakang).

      • Ukuran (Size) 

      Ukuran yaitu unsur lain dalam design yang mendeskripsikan besar kecilnya sebuah object. Dengan memakai unsur ini Anda bisa membuat kontras serta penekanan (emphasis) pada object design anda hingga orang bakal tahu mana yang bakal diliat atau di baca terlebih dulu.

      • Warna (Color) 

      Warna adalah unsur perlu dalam object design. Lantaran dengan warna orang dapat menghadirkan jati diri, mengemukakan pesan atau membedakan karakter dari bentuk-bentuk bentuk visual secara terang

      Prinsip Desain Grafis

      Desain grafis juga memiliki prinsip seperti halnya manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedar dan tidak mengalahkan unsur utama. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.

      • Kesederhanaan 


      Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

      • Keseimbangan


      Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu:

      1. Keseimbangan formal (simetris)  
      2. Keseimbangan informal.

      Untuk menciptakan keseimbangan:


      1. Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
      2. Pusat elemen pada halaman.
      3. Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
      4. Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
      5. Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
      6. Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap. 
      7. Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.

      • Kesatuan

      Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

      Untuk membuat persatuan:


      1. Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk kontras seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
      2. Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan, headers, footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
      3. Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.
      4. Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.
      5. Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema, atau bentuk.
      6. Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.

      • Penekanan (aksentuasi)

      Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

      Untuk membuat penekanan:


      1. Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk yang tidak biasa.
      2. Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus.
      3. Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk semua teks.
      4. Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
      5. Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
      6. Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
      7. Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.

      • Irama (repetisi)


      Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

      Untuk membuat rhythm:


      1. Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara masing-masing, untuk menciptakan sebuah ritme biasa.
      2. Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara setiap ritme yang progresif.
      3. Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.
      4. Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya halaman (dengan jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).
      5. Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.
      6. Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak penerbitan seperti newsletter.

      • Proporsi (Proportion)

      Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.