Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis pantun. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis jenis pantun. Sort by date Show all posts

Pengertian Puisi

Pengertian Puisi 


Pengertian Puisi 

Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang mengungkap pikiran dan perasaan dari penyair serta dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kemampuan bahasa dengan pengonsentrasian susunan fisik dan susunan batinnya. Penekanan pada sisi estetik pada suatu bahasa dan pemakaian berniat pengulangan, meter serta rima adalah hal yang membedakan pada puisi dari prosa. Tetapi dari ketidaksamaan itu masih tetap saja diperdebatkan. 

Dari pandangan golongan pemula umumnya langkah dalam membedakan puisi serta prosa yakni dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya itu. Puisi biasanya lebih singkat serta padat, sedang pada prosa lebih mengalir seperti pada mengungkapkan narasi. 

Sebagian dari beberapa pakar moderen mempunyai pendekatan untuk mendeskripsikan puisi tidak sebagai jenis literatur namun sebagai suatu perwujudan dari imajinasi manusia, yang hal semacam ini menjadi sumber dari semua kreatifitas. Diluar itu pada puisi juga ada curahan dari isi hati seseorang yang membawa orang lain kedalam kondisi hati yang sedang dirasakannya. 

Beberapa Jenis Puisi 


Puisi dibedakan menjadi 2, yaitu : 
Puisi lama 
Puisi baru 

Pengertian Puisi Lama 


Pengertian Puisi Lama  adalah puisi yang masih tetap terikat oleh sebagian aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang ada dalam 1 baris, jumlah baris yang ada dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada setiap baris, serta irama. 

Tipe Puisi Lama 

Mantra adalah satu bebrapa perkataan yang masih tetap di anggap mempunyai satu kemampuan gaib 
Pantun adalah salah satu puisi lama yang memiliki ciri bersajak a-b-a-b, setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris selanjutnya disebut sebagai isi, setiap bait 4 baris. 
Karmina adalah salah satu jenis pantun yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat pendek. 
Seloka yaitu pantun yang berkait. 
Gurindam yaitu puisi yang terdiri dari setiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, serta umumnya berisi nasehat. 
Syair adalah puisi yang bersumber dari negara Arab serta dengan ciri pada setiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, umumnya berisi nasehat atau satu narasi. 
Talibun yaitu pantun genap yang setiap bait terbagi dalam bilangan genap seperti 6, 8, maupun 10 baris. 

Ciri-Ciri Puisi lama 

Berikut tanda-tanda puisi lama : 
Puisi lama bisanya berbentuk puisi rakyat serta tidak di ketahui nama pengarangnya. 
Puisi lama masih tetap terikat oleh beragam sebagian aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak dan jumlah suku kata pada setiap barisnya. 
Di sampaikan dari mulut ke mulut serta bisa disebut dengan juga sastra lisan. 
Menggunakan majas atau model bahasa tetap serta klise. 
Biasanya berisikan mengenai kerajaan, fantastis, dan istanasentris. 


Pengertian Puisi Baru 


Puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru mempunyai bentuk yang lebih bebas dibanding puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. 

Jenis Puis Baru 

Balada adalah salah satu jenis puisi baru. Balada adalah puisi mengenai narasi. Balada terbagi dalam 3 bait serta masing-masing dengan 8 larik dan dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama dipakai refren dalam bait-bait selajutnya. 
Himne adalah puisi yang dipakai sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan. 
Ode yaitu puisi sanjungan untuk orang yang sudah berjasa. Nada dan modelnya begitu resmi, bernada begitu anggun, serta mengulas suatu hal yang mulia, mempunyai karakter yang menyanjung baik itu pada pribadi tertentu atau satu peristiwa umum. 
Epigram yaitu puisi yang mempunyai isi berupa tuntunan atau ajaran hidup. 
Romansa yaitu puisi yang diisi mengenai luapan perasaan penyair mengenai cinta kasih. 
Elegi yaitu puisi yang memiliki isi mengenai rasa sedih. 
Satire yaitu puisi yang berisi mengenai sindiran atau satu kritikan. 
Distikon yaitu satu puisi yang setiap baitnya terbagi dalam 2 baris (puisi 2 seuntai). 
Terzinaa yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 3 baris (puisi 3 seuntai). 
Kuatrain yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 4 baris (puisi 4 seuntai). 
Kuint yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 5 baris (puisi 5 seuntai). 
Sektet yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 6 baris (puisi 6 seuntai). 
Septime, yaitu puisi yang pada setiap baitnya terbagi dalam 7 baris (puisi 7 seuntai). 
Oktaf atau Stanza adalah puisi yang pada setiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau bisa dimaksud dengan juga puisi 8 seuntai). 
Soneta adalah satu diantara type puisi yang terbagi dalam 14 baris yang terdiri jadi 2, 2 bait pertama masing-masing terbagi dalam 4 baris serta 2 bait ke-2 semasing 3 baris. 


Ciri-Ciri Puisi Baru 

Tanda-tanda puisi baru diantaranya : 
Di ketahui nama pengarangnya, tidak sama dengan puisi lama yang tidak di ketahui nama pengarangnya 
Perubahannya dengan cara lisan dan tercatat. 
Tidak terikat oleh beragam sebagian ketentuan seperti rima, jumlah baris serta suku kata. 
Memakai majas yang dinamis atau berubah-ubah. 
Umumnya berisikan mengenai kehidupan. 
Umumnya semakin banyak menggunakan sajak pantun serta syair. 
Mempunyai bentuk yang lebih rapi serta simetris. 
Mempunyai rima akhir yang teratur. 
Pada masing-masing barisnya berbentuk kesatuan sintaksis. 

Susunan Puisi 


  1. Rima atau Irama yaitu kesamaan bunyi yang ada pada puisi, baik itu di awal, tengah, atau diakhir baris puisi. 
  2. Imaji adalah suatu kata atau susunan kalimat yang dapat agar bisa mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti perasaan, pandangan, serta pendengaran. 
  3. Diksi yakni pemilihan sebagian kalimat yang dilakukan penyair dalam karya puisinya. 
  4. Kata konkret yaitu kata yang bisa di tangkap dengan menggunakan indera yang bisa sangat mungkin munculnya imaji. 
  5. Jenis bahasa yaitu pemakaian bahasa yang dapat menghidupkan efek dan menyebabkan konotasi spesifik. 
  6. Tipografi yaitu bentuk puisi seperti pada halaman yang tidak dipenuhi dengan kalimat, pinggir kanan-kiri, penyusunan barisnya, sampai baris pada setiap puisi yang tidak selamanya diawali dengan memakai huruf kapital dan disudahi dengan sinyal titik. Beberapa hal itu memastikan dalam pemaknaan pada puisi. 


Susunan Batin Puisi


  1. Topik atau arti ; media puisi yaitu bahasa. Tataran bahasa yaitu satu hubungan tanda dengan arti, maka puisi harus mempunyai suatu arti baik itu setiap kata maupun keseluruhnya. 
  2. Rasa adalah sikap penyair terhadap suatu pokok persoalan yang ada pada puisinya. 
  3. Suara yaitu sikap penyair terhadap pembacanya dan suara terkait dengan topik serta rasa. 
  4. Amanat adalah pesan yang menginginkan di sampaikan dari penyair kepada pembaca puisi itu. 

Kenampakan Alam

Edo, Beni, dan teman-temannya sedang berjalan kaki bersama. Mereka baru pulang dari melihat-lihat aneka peralatan rumah tangga dari rotan yang dipamerkan di sebuah toko mebel. “Kreatif sekali, ya, para perajin rotan itu. Membuat berbagai peralatan rumah tangga dari rotan dengan desain yang unik. Kualitas barang-barang yang dibuat juga bagus.” Tentu mereka cukup berpengalaman. Para perajin itu memang hidup di sekitar daerah penghasil rotan. Setiap masyarakat pasti beradaptasi dengan kenampakan alam dan mereka hidup dari hasil alam di sekitarnya. Masyarakat yang hidup di sekitar hutan rotan tentu telah berpengalaman memanfaatkan rotan. Sama halnya dengan masyarakat yang hidup di sekitar pantai. Tentu mereka berpengalaman dalam membuat garam dan  mengasinkan ikan.

Menurut pendapatmu, mengapa adaptasi dan interaksi masyarakat berhubungan erat dengan jenis kenampakan alam daerah di mana mereka tinggal?
Masyarakat yang tinggal di sekitar kenampakan alam tertentu melakukan adaptasi untuk bertahan hidup. Adaptasi yang dilakukan ditunjukkan dengan jenis mata pencaharian utama mereka, makanan, pakaian, dan sebagainya
Kenampakan Alam dan Adaptasi Masyarakat Sekitarnya 
Permukaan bumi tidak rata dan halus seperti pemukaan bola. Permukaan bumi penuh dengan gelombang naik dan turun, besar dan kecil yang membentuk kenampakan alam. Ada banyak sekali jenis kenampakan alam di bumi ini. Permukaan bumi yang naik tinggi disebut gunung dan bukit bergantung tingkat ketinggiannya.

Dataran yang tinggi dan luas di sekitar pegunungan dan perbukitan disebut daratan tinggi, sedangkan dataran luas yang jauh lebih rendah dari pegunungan dan perbukitan disebut dataran rendah. Di dataran tinggi dan rendah terdapat beberapa areal yang berupa cekungan-cekungan cukup dalam. Bila cekungan itu sangat curam dan dalam disebut jurang. Bila cekungan itu berisi air disebut danau, lubuk, telaga, atau sungai. Sungai yang mengalir turun ke dalam patahan bumi disebut air terjun.

Dataran luas yang lebih rendah lagi dari dataran rendah biasanya terisi air dan disebut laut. Laut yang sangat luas disebut samudra. Di dalam laut juga terdapat berbagai kenampakan alam. Di laut terdapat juga jurang yang disebut palung. Daratan yang muncul di tengah laut disebut pulau. Deretan pulau-pulau disebut kepulauan. Daratan yang menjorok ke laut disebut tanjung. Laut yang menjorok ke daratan disebut teluk. Baik di daratan maupun di laut terdapat gunung dan pegunungan. Gunung yang berisi lava dan magma disebut gunung berapi.

Manusia hidup di sekitar semua kenampakan alam yang ada di daratan. Untuk kelangsungan hidupnya, manusia melakukan adaptasi yang berbeda-beda satu sama lain sesuai dengan alam dan kenampakannya dimana ia hidup. Makanan yang dimakan, bentuk tempat tinggal, pakaian yang dikenakan, peralatan rumahtangga dan teknologi yang diciptakan oleh manusia semuanya akan menunjukkan di mana mereka tinggal dan adaptasi apa yang mereka lakukan.

Di masa sekarang, hasil adaptasi masih dapat kita lihat dari jenis makanan dan barang-barang khas hasil suatu daerah. Makanan dan barang-barang khas dari daerah pegunungan dan dataran tinggi tentu berbeda dengan makanan dan barang-barang khas dari daerah pantai dan dataran rendah. Dapatkah kamu menyebutkan beberapa contohnya?
Sumber: BSE, Ilmu Pengetahuan Sosial SD Kelas V-Dwi Ari-2009

Berdasarkan bacaan "Kenampakan Alam dan Adaptasi Masyarakat Sekitarnya", terdapat banyak jenis kenampakan alam di bumi ini. Indonesia juga memiliki berbagai jenis kenampakan alam.
1. Kenampakan alam apa sajakah yang ada di Indonesia?
Dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, perbukitan, jurang, danau, lubuk, telaga, sungai, laut, samudra, palung, pulau, tanjung, teluk, dan gunung
2. Adakah kenampakan alam Indonesia yang sangat unik dan terkenal yang kamu ketahui?
Danau Toba, Pantai Sanur, Pantai Kuta, dan Pantai Senggigi. 
3. Mengapa sebuah kenampakan alam dapat menjadi terkenal?
Sebuah kenampakan alam dapat menjadi terkenal karena keindahan dan keunikannya
4. Apa yang membedakannya dengan kenampakan alam yang lain
Yang membedakan antara kenampakan alam satu dengan yang lainnya adalah bentuk atau ciri fisiknya
5. Adakah pengaruh kenampakan alam dengan mata pencaharian penduduk di sekitarnya?
Keadaan alam sangat mempengaruhi mata pencarian penduduk. Kebanyakan penduduk sekitar pantai bekerja sebagai nelayan karena di laut banyak tersedia ikan. Mereka yang tinggal di dataran tinggi bekerja sebagai petani karena iklimnya sangat cocok untuk pertanian. Masyarakat yang tinggal di daerah padang rumput yang luas mengusahakan peternakan karena tersedia rumput yang berlimpah. 
Masyarakat yang tinggal di sekitar kenampakan alam tertentu melakukan adaptasi untuk bertahan hidup. Adaptasi yang dilakukan ditunjukkan dengan jenis mata pencaharian utama mereka, makanan, pakaian, dan sebagainya. Bagaimana bila kita ingin menyelidikinya?
    Syair Pujian Negeri
    Siang itu, Udin dan teman-temannya sedang mendengarkan penjelasan dari ibu guru tentang kenampakan alam di Indonesia di mata masyarakat sekitarnya.

    “Anak-anak, Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki kenampakan alam beragam. Hal ini dikarenakan wilayah kepulauan kita yang sangat luas. Negara kita terdiri atas ribuan pulau dan memiliki keunikan. Salah satunya adalah kenampakan alam yang harus dijaga kelestariannya.”

    “Keadaan alam dan cara masyarakat sekitar menjaga kelestariannya membentuk budaya yang khas. Beragam keadaan alam dan kebudayaan di Indonesia sangat unik dan menjadi sumber inspirasi bagi para pujangga. Para pujangga besar tanah air menciptakan syair pujian terhadap bangsa dan negeri kita.”

    “Masih ingatkah kalian apa yang dimaksud dengan syair? Syair adalah salah satu bentuk puisi lama yang mempunyai ciri hampir sama dengan pantun. Hanya saja, semua baris dalam syair merupakan isi. Di dalam syair, tidak ada sampiran. Selain itu, syair mempunyai irama rangkai, atau rima akhirnya a-a-a-a.”
    Tanda Alam Negeriku
    (Cipt: D. Karitas)
    Sungai-sungai indah membelah negeriku
    Airnya jernih sepanjang waktu
    Ikan dan udang menari-nari selalu
    Membuat tenang hati para ibu

    Gunung-gunung berpayung awan
    Pastikan segera datang hujan
    Air turun karena awan yang sudah tak tahan
    Menyiram bumi, munculkan harapan

    Pantai negeriku sangatlah indah
    Penuh dengan pasir putih lembut menjamah
    Keong dan kerang menyambut ramah
    Hilangkan semua dendam amarah

    Simaklah syair di atas, dan cobalah jawab beberapa pertanyaan di bawah ini.
    1. Pesan apakah yang ingin disampaikan penulis melalui syairnya?
    Keindahan alam negeri harus dijaga
    2. Bagaimanakah penggunaan rima dan pemilihan kata yang ada di dalam syair di atas?
    Rima bait pertama u-u-u-u, Rima bait kedua n-n-n-n, dan rima bait ketiga h-h-h-h
    Membuat Syair
    1. Buatlah sebuah syair tentang kenampakan alam Indonesia.
    2. Di dalam syairmu, tampilkan juga kehidupan masyarakat sekitarnya.
    3. Buatlah dengan menggunakan rima yang tepat dan pemilihan kata yang sesuai.
    4. Berlatihlah membacakannya agar kamu dapat membawakannya dengan lancar di depan kelas.
    5. Selamat bersyair!
    Keindahan Alam Negeriku Tercinta
    Kicauan burung terdengar merdu
    Menandakan adanya hari baru
    Indahnya alam ini membuatku terpaku
    Seperti dunia hanya untuk diriku 

    Kupejamkan mataku sejenak
    Kurentangkan tanganku sejenak
    Sejuk , tenang , senang menyeruak
    Membuatku melayang terhenyak    

    Wahai pencipta alam
    Kekagumanku sulit untuk kupendam
    Dari siang hingga malam
    Pesonanya tak pernah padam 

    Desiran angin di pegunungan
    Tumbuhan menari kegirangan
    Begitu indahnya pemandangan
    Bak indahnya surga idaman 

    Keindahan alam terasa sempurna
    Dengan muculnya sang surya
    Membuat semua orang terpana
    Itulah alamku Indonesia
    Kabar di Dalam Gambar
    1. Carilah/buatlah sebuah gambar yang menceritakan sebuah keadaan di rumah dengan beberapa barang/fasilitas bersama, seperti TV, sepeda, kamar mandi, dan sebagainya.
    2. Susunlah cerita singkat, berupa butir-butir untuk dikembangkan, tentang pengalamanmu menggunakan fasilitas itu bersama dengan anggota keluarga yang lain.
    3. Ceritakanlah masalah yang kamu alami ketika kamu dan anggota keluargamu menggunakannya.
    4. Kaitkan ceritamu dengan nilai-nilai Pancasila, terutama Sila Kedua dan Ketiga, saat kamu memecahkan keterbatasan dan kendalamu.
    5. Berlatihlah dan bersiaplah bercerita di depan kelas.
    6. Selamat bercerita!
    Menonton tv bersama keluarga memang sangat menyenangkan, namun kesukaan seseorang terhadap acara tv sangat beragam. Ayah senangnya menonton pertandingan sepak bola. Ibu senangnya menonton acara membuat masakan. Kakakku yang perempuan sangat menggemari sinetron. Aku sendiri gemar menonnton film kartun. Suatu waktu acara kegemaran tv masing-masing ditayangkan pada jam yang sama. Sehingga aku dan kakak berebut remot tv untuk menyaksikan acara kegemaran masing-masing. Akhirnya sebagai anak yang lebih muda saya mengalah, membiarkan kakak menonton acara kesukaannya, saya hanya ikut melihat saja.
    Pamanku dimintai tolong oleh kawannya yang seorang petani untuk menghitung. Kawan Paman memiliki lahan berbentuk persegi panjang yang luasnya 500 meter persegi. Lahan itu hendak dipetak-petakkan menjadi persegi yang lebih kecil. Petakan paling kecil yang diinginkannya adalah persegi dengan luas 25 meter persegi. Nah, pertanyaannya adalah berapa kemungkinan luasan persegi yang mungkin dibuat pada lahan seluas itu?

    Persoalan Udin dapat dipecahkan dengan memahami konsep bilangan kuadrat. Ada berapa bilangan kuadrat antara 25 hingga 500? Bilangan kuadrat antara 25 dan 500 adalah sebagai berikut.

    Jadi, luasan yang mungkin menjadi pilihan adalah 25 m2, 36 m2, 49 m2, 64 m2, 81 m2, 100 m2, 121 m2, 144 m2, 169 m2, 196 m2, 225 m2, 256 m2, 289 m2, 324 m2, 361 m2, 400 m2, 441 m2, dan 484 m2.

    Dengan menggunakan contoh di atas, selesaikanlah soal-soal di bawah ini!
    • Hasil bilangan pangkat dua yang kurang dari 10 adalah 1, 4, 9
    • Hasil bilangan pangkat dua antara 20 dan 100 adalah 25, 36, 49, 64, 81, dan 100.
    • 3Hasil bilangan pangkat dua antara 100 dan 300 adalah 100, 121, 144, 169, 196, 225, 256, dan 289
    • Hasil bilangan pangkat dua antara 300 dan 600 adalah 324, 361, 400, 441, 484, 529, dan 576
    • Hasil bilangan pangkat dua antara 700 dan 1.005 adalah  729, 784, 841, 900, dan 961
    Penjelasan Mengenai Jenis-Jenis Sastra Secara Lengkap

    Penjelasan Mengenai Jenis-Jenis Sastra Secara Lengkap

    Penjelasan Mengenai Jenis-Jenis Sastra - Sastra merupakan kata serapan dari Bahasa Sansekerta, “Shastra”, yang berarti teks yang mangandung instruksi, pedoman, ajaran. menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), sasatra adalah karya tulis yang apabila dibandingkan dengan karya tulis lainnya memiliki ciri khas, keunggulan, keindahan, keaslian dalam kontent yang mencakup gaya bahasa yang digunakan. Para ahli pun banyak yang telah mendeskripsikan makna sastra agar mudah dipahami. Menurut M. Esten, sastra merupakan suatu karya imaginatif yang diungkapkan melalui bahasa yang khas serta memiliki nilai positf terhadap kehidupan manusia. Sedangkan menurut Sudjiman sastra adalah sebuah karya lisan ataupun tulisan yang memiliki nilai-nilai keindahan, dengan keaslian yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, sastra dapat dikatakan segala sesuatu baik lisan ataupun tulisan yang mengandung nilai keindahan, seni, bersifat imajinatif serta kreativ seseorang dengan mempertahankan nilai originalitas serta artistik sebagai suatu keunggulan.

    Yang termasuk sastra ialah:

    - Novel, merupakan sastra tertulis yang dapat bercerta fiksi atau menuliskan pengalaman seseorang.
    - Cerpen, seperti novel, hanya saja lebih ringkas.
    - Syair, berupa pantun, puisi, atau lirik yang mengambarkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.
    - Lukisan, merupakan sastra dalam bentuk gambar.
    - Drama, sastra seni peran yang mementasakan seni peran suatu cerita mengenai peristiwa, legenda, atau kehidupan sehari-hari.
    - dan lain-lain

    Sastra kian berkembang seiring kemajuan cara berpikir manusia. sejarah menuliskan perkembangan seni sastra dari masa ke masa. Menurut Aristoteles, seni sastra dapat dibedakan menjadi beberapa macam, ia membagi sastra menjadi dua macam:

    1. sastra cerita, merupakan kelompok sastra yang menceritakan sesuatu tapa adanya unsur-unsur lakon di dalamnya dengan demikian, jarang ditemukan dialog di dalamnya. Disebut juga sastra naratif.

    2. sastra drama, kebalikan dari sastra cerita, dalam sastra drama akan lebih didominasi dengan dialog-dialog. Dalam sastra drama, cerita dibawakan dalam bentuk seni peran yang dimainkan oleh lebih dari dua orang dengan dialog masing-masing.  Meski demikian, terdapat seni lakon tanpa teks, yaitu pantonim, yang mengandalkan gerak mimik wajah. Meski demikian, penonton akan mengerti akan cerita yang dibawakan melalui gerak mimik yang jelas.

    Advertisement
    Macam-macam sastra yang berkembang dibedakan menjadi tiga golongan:

    1. Sastra naratif

    Sastra naratif merupakan sastra yang mengisahkan peristiwa, sejarah yang cara penyampaiannya hanya sekedar cerita, tidak bersifat dialog.  Sastra naratif dalam dijumpai dalam bentuk novel, cerpen, lirik, prosa.

    2. Sastra dramatik

    Merupakan teks yang bersifat dialog yang mengungkapkan sebuah kisah melalui rangkaian kronologis dengan alur tertentu. Sastra ini contohnya film, drama, dan lain-lain.

    Drama merupakan karya sastra berbentuk lakon- lakon yang menceritakan suatu kisah kehidupan.

    3. Sastra poetik

    Atau sastra puisi merupakan jenis sastra yang ersifat monolog denga tidak memperhatikan alur namun lebih memperhatikan tekbik penulisan serta penggunaaan bahasa yang sering menggunakan bahasa kiasan untuk menyampaikan suatu maksud. Contohnya adalah puisi.

    Sastra dibedakan menjadi beberapa macam jika dilihat dari isinya:

    1. Epik, merupakan bentuk sastra karangan yang melukiskan sesuatu secara objektif dengan tidak melibatkan pikiran, perasaan, ataupun emosi jiwa pribadi dari si pengarang.
    2. Lirik, bentuk sastra yang merupakan buah pikiran dari si pengarang yang dipengaruhi emosi jiwa, dipadupadankan dengan irama untuk memerkuat makna dan membangkitkan emosi pendengat.
    3. Didaktif,merupakan bentuk sastra yang berisi pesan- pesan moral, bertujuan untuk mendidik serta memberikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
    4. Drama, karya sastra yang mengungkapkan suatu peristiwa yang dikembangkan sedemikian rupa seolah-olah terdengar sangat hebat.

    Sedangkan apabila dilihat dari sejarahnya, sastra terbagi menjadi tiga bagian:

    1. Sastra lama,
    2. Sasra peralihan
    3. Sastra modern

    Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi

    Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi. Pengertian Puisi, Unsur yang ada dalam Sebuah Puisi, Ciri-Ciri dari Puisi, Puisi Lama dan Puisi Baru, Bahasa yang digunakan dalam Puisi, Puisi yang indah namun tetap penuh Makna. Karya Sastra yang syahdu disajikan dalam bentuk Puisi.

    Pengertian Puisi

    Sumber: si-pedia.com
    Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan serta perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, pengaturan lirik serta bait, dan penuh arti.

    Puisi mengutarakan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan kemampuan bahasa dengan susunan fisik serta susunan batinnya.

    Puisi memprioritaskan bunyi, bentuk serta arti yang mau di sampaikan yang mana arti sebagai bukti puisi baik bila ada arti yang mendalam dengan memadatkan semua unsur bahasa.

    Puisi adalah seni tertulis memakai bahasa sebagai mutu estetiknya (keindahan). Puisi dibedakan jadi dua yakni puisi lama serta puisi baru.

    Pengertian Puisi Menurut Beberapa Ahli 

    Herman Waluyo: Pengertian puisi menurut herman waluyo yaitu karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

    Sumardi: Pengertian puisi menurut sumardi yaitu karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, serta di beri irama dengan bunyi yang padu serta penentuan kata-kata kias (imajinatif).

    Thomas Carlye: Pengertian puisi menurut thomas carley yaitu ungkapan pikiran yang miliki sifat musikal.

    James Reevas: Pengertian puisi menurut James Reevas kalau arti puisi yaitu ekspresi bahasa yang kaya serta penuh daya pikat.

    Pradopo: Pengertian puisi yaitu rekaman serta interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam bentuk yang paling berkesan.

    Herbert Spencer: Pengertian puisi yaitu bentuk pengucapan ide yang miliki sifat emosional dengan memperhitungkan keindahan.

    Unsur-Unsur Puisi 

    Sumber: infosastra.com
    Unsur-unsur puisi terbagi dalam susunan fisik serta susunan batin puisi diantaranya sebagai berikut ini:

    Susunan Fisik Puisi 

    Perwajahan Puisi (Tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, penyusunan barisnya, sampai baris puisi yang tidak selalu diawali dengan huruf kapital serta disudahi dengan tanda titik. Hal itu memastikan pemaknaan pada puisi.

    Diksi adalah pemilihat kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Lantaran puisi yaitu bentuk karya sastra yang sedikit kata-katanya bisa mengungkap banyak hal, maka kata-katanya mesti dipilih secermat mungkin.

    Penentuan kata-kata dalam puisi erat hubungannya dengan makna, keharmonisan bunyi, serta urutan kata.

    Imaji, yakni kata atau susunan kata yang mengungkap pengalaman indrawi, umpamanya pandangan, pendengaran, serta perasaan. Imaji terdiri atas tiga yaitu imaji suara (auditif), imaji pandangan (visual), serta imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji menyebabkan pembaca seolah-olah melihat, mendengar, serta merasakan apa yang dirasakan penyair.

    Kata Konkret, yaitu kata yang memungkinkan timbulnya imaji lantaran bisa di tangkap indera yang mana kata ini terkait dengan kiasan atau simbol.

    Seperti kata konkret "salju" di mana melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dan lain-lain, sedangkan kata kongkret "rawa-rawa" melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dan lain-lain.

    Gaya Bahasa, yaitu pemakaian bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan dampak serta menyebabkan konotasi spesifik dengan bahasa figuratif yang mengakibatkan puisi jadi prismatis, artinya memancarkan banyak arti atau kaya makna.

    Gaya bahasa disebut juga dengan majas. Beberapa macam majas yakni metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, sampai paradoks.

    Rima/Irama adalah kesamaan bunyi puisi dibaik awal, tengah, serta akhir baris puisi. Rima meliputi:
    1. Onomatope (tiruan pada bunyi seperti/ng/yang memberikan dampak magis puisi staudji C. B);
    2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, kesamaan akhir, kesamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya;
    3. Pengulangan kata/ungkapan ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima amat menonjol dalam pembacaan puisi. 

    Susunan Batin Puisi 

    Sumber: mediasiswa.com
    Tema/Makna (sense); media pusi yaitu bahasa. Tataran bahasa yaitu hubungan tanda dengan arti, maka puisi mesti mempunyai arti ditiap kata, baris, bait, serta arti keseluruhnya.

    Rasa (Feeling) yakni sikap penyair tentang pokok persoalan yang ada dalam puisinya. Pengungkapan topik serta rasa erat hubungannya akan latar belakang sosial serta psikologi penyair, seperti latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, umur, pengalaman sosiologis serta psikologis, serta pengetahuan.

    Kedalaman pengungkapan topik serta ketentuan dalam menanggapi sebuah permasalahan tidak bergantung dari kekuatan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, serta bentuk puisi saja, tetapi juga dari wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis serta psikologisnya.

    Nada (tone) yaitu sikap penyair pada pembacanya. Suara terkait dengan topik serta rasa. Penyair bisa mengemukakan topik baik dengan nada yang menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca dalam pemecahan permasalahan, menyerahkan permasalahan pada pembaca, dengan nada sombong, berasumsi bodoh serta rendah pembaca, dan lain-lain.

    Amanat/tujuan maksud (intention) yaitu pesan yang akan di sampaikan penyair pada pembaca yang ada dalam puisi itu.

    Puisi Lama dan Puisi Baru 

    Sumber: kreasiringan.blogspot.co.id
    Puisi Lama 

    Pengertian puisi lama yaitu puisi yang masih tetap terikat oleh sebagian ketentuan yakni sebagai berikut ini:
    1. Jumlah kata dalam 1 baris 
    2. Jumlah baris dalam 1 bait 
    3. Persajakan (rima) 
    4. Banyak suku kata di setiap baris 
    5. Irama 
    Ciri-Ciri Puisi Lama 
    1. Tidak di ketahui nama pengarangnya. 
    2. Penyampaian dari mulut ke mulut, hingga merupakan sastra lisan. 
    3. Amat terikat akan sebagian ketentuan umpamanya tentang jumlah baris setiap bait, jumlah suku kata ataupun rima. 
    Beberapa Jenis Puisi Lama 

    Mantra yaitu beberapa perkataan yang dianggap memiliki kemampuan gaip.

    Contoh Mantra: Mantra untuk menyembuhkan orang dari dampak makhluk halus

    Sihir lontar pinang lontar 
    terletak diujung bumi 
    Setan buta jembalang buta 
    Aku sapa tidak berbunyi 

    Pantun yaitu puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, yang tiap bait terbagi dalam 4 baris, serta di tiap baris terbagi dalam 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan untuk 2 baris selanjutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri atas pantun anak, muda-mudi, agama/nasehat, teka-teki, jenaka.

    Contoh Pantun 

    sungguh elok emas permata 
    lagi elok intan baiduri 
    sungguh elok budi bahasa 
    jika dihias akhlaq terpuji 

    Seloka yaitu pantun yang berkait

    Contoh Seloka 

    Sudah bertemu kasih sayang 
    Duduk terkurung malam siang 
    Hingga setapak tiada renggang 
    Tulang sendi habis terguncang 

    Talibun yaitu pantun genap yang disetiap barusnya terbagi dalam 6, 8 maupun 10 baris

    Contoh Talibun

    Anak orang di padang tarap 
    Pergi berjalan ke kebun bunga 
    hendak ke pekan hari tiah senja 
    Di sana sirih kami kerekap 
    meskipun daunnya berupa 
    namun rasanya berlain juga

    Syair yaitu puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri setiap bait 4 baris yang bersajak a-a-a-a dengan memuat nasehat atau narasi.

    Contoh Syair

    Berfikirlah secara sehat 
    Berucap tentang taubat dan solawat 
    Berkarya dalam hidup dan manfaat 
    Berprasangka yang baik dan tepat

    Karmina yaitu pantun kilat umpamanya pantun namun pendek.

    Contoh Karmina

    buah ranun kulitnya luka 
    bibir tersenyum banyak yang suka 

    Gurindam yaitu puisi yang mana dari setiap bait terdiri 2 baris, bersajak a-a-a-a serta memuat nasehat.

    Contoh Gurindam

    Barang siapa tiada memegang agama (a) 
    Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama (a) 
      
    Barang siapa mengenal yang empat (b) 
    ia itulah orang yang ma'arifat (b) 
      
    Gendang gendut tali kecapi (c) 
    Kenyang perut senang hati (c)

    Puisi Baru 

    Pengertian Puisi Baru yaitu puisi yang tidak terikat lagi oleh ketentuan yang mana bentuknya lebih bebas ddari pada puisi lama dalam sisi jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

    Ciri-Ciri Puisi Baru 
    1. Mempunyai bentuk yang rapi, simetris 
    2. Persajakan akhir yang teratur 
    3. Memakai pola sajak pantun serta syair meskipun dengan pola yang lain 
    4. Biasanya puisi empat seuntai 
    5. Di tiap baris atasnya satu gatra (kesatuan sintaksis) 
    6. Di setiap gatranya terbagi dalam dua kata (biasanya): 4-5 suku kata 
    Beberapa Jenis Puisi Baru
    Sumber: droginfo.hu
    Puisi baru dikatogerikan jadi dua jenis yakni sebagai berikut ini:

    Beberapa Jenis Puisi Baru Bersumber pada Isinya:

    Balada yaitu puisi yang memuat cerita atau narasi. Puisi bentuk ini terdiri atas tiga (3) bait, yang tiap delapan (8) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b.

    Lantas skema berubah jadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik paling akhir dalam bait pertama dipakai sebagai refren pada bait-bait selanjutnya. Misalnya pada puisi karya Sapardi Damono berjudul "Balada Matinya Seorang Pemberontak".

    Himne yaitu puisi pujaan pada Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri himne yaitu lagu pujian yang menghormati seorang dewa, tuhan, pahlawan, tanah air, almamater (pemandu di Dunia Sastra).

    Makin berkembangnya jaman, arti himne berubah yang mana pengertian himne saat ini yaitu sebagai puisi yang dinyanyikan, memuat pujian pada yang dihormati seperti guru, pahlawan, dewa, tuhan yang bernapaskan ketuhanan.

    Romansa yaitu puisi yang memuat luapan perasaan cinta kasih. Romansa memiliki arti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, dan kasih mesra (perancis "Romantique").

    Ode yaitu puisi yang memuat sanjungan untuk orang yang sudah berjasa. Nada serta gayanya amat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, mengulas suatu hal yang mulia, miliki sifat menyanjung baik pada pribadi spesifik atau peristiwa biasa.

    Epigram yaitu puisi yang memuat tuntunan atau ajaran hidup. Epigram memiliki arti unsur pengajaran; didaktik; nasehat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan dasar, ikhtibar; ada teladan.

    Elegi yaitu puisi yang memuat rata tangis atau rasa sedih yang memuat sajak atau lagu dengan mengutarakan rasa duka atau keluh kesah lantaran sedih atau rindu, terlebih karena kematian/kepergian seseorang.

    Satire yaitu puisi yang memuat sindiran/kritik. Istilah berisi bahasa latin Sature yang memiliki arti sindiran; kekejaman tajam pada suatu hal fenomena; tidak puas hati satu kelompok (atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dan sebagainya).

    Beberapa Jenis Puisi Baru Bersumber pada Bentuknya:
    Sumber: rahasiapenulis.com
    Distikon yaitu puisi yang mana di setiap baitnya terbagi dalam dua baris (puisi dua seuntai).

    Terzina yaitu puisi yang mana di setiap baitnya terbagi dalam tiga baris (puisi tiga seuntai).

    Kuatrain yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam empat baris (puisi empat seuntai).

    Kuint yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam lima baris (puisi lima seuntai).

    Sektet yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam enam baris (puisi enam seuntai).

    Septime yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam tujuh baris (tujuh seuntai).

    Oktaf yaitu puisi yang di setiap baitnya terbagi dalam delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).

    Soneta yaitu puisi yang terbagi dalam empat belas baris yang terdiri dari dua, di mana dua bait pertama masing-masing empat baris serta pada dua bait kedua masing-masing tiga baris. Kata soneta datang dari bahasa Italia yakni Sonneto.

    Kata sono memiliki arti suara. Jadi soneta yaitu puisi yang bersuara. Puisi soneta dikenalkan oleh Muhammad Yamin serta Roestam Effendi yang di ambil dari negeri Belanda, hingga mengapa kedua nama itu sebagai "Pelopor/Bapak Soneta Indonesia".

    Bentuk soneta Indonesia tidak lagi patuh pada syarat-syarat soneta yang ada di italia atau Inggris tetapi soneta Indonesia mempunyai kebebasan baik dalam segi isi ataupun rimanya. Yang menjadi pegangan yaitu jumlah barisnya (empat belas baris).

    Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Unsur, dan Ciri-Ciri Puisi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Puisi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

    Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Puisi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

    Referensi:
    1. artikelsiana.com 
    Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

    Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu


    Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu - Pantun merupakan hasil cipta rasa dan karsa budaya Melayu yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra puisi lama. Ciri-ciri pantun adalah mempunyai rima (aaa, aabb, atau abab), dalam penyusunannya terdiri atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait, memiliki kata-kata yang indah dan bermakna dalam. Pantun terdiri atas berbagai macam jenis jika didasarkan pada penyampaian isinya diantaranya ialah pantun jenaka, pantun nasehat dan lain sebagainya. berikut adalah beberapa contoh pantun lucu yang dapat digolongkan ke dalam pantun jenaka!




    Pantun Lucu 4 Bait




    Pakcik dan makcik salng berkedip mata



    Bercanda mesra sambil makan kue serabi



    Sekelompok Lanun memegang senjata



    Dikira hendak merampok malah bernyanyi




    Alangkah elok emas dan intan



    Mencari logam itu setengah mati



    Kelompok lanun berlayar ke lautan



    Tak tau apa yang ia cari




    Anggota laskar pelangi bernama Harun



    Meski ia begitu namun elok hatinya



    Sekelompok lanun mencari harta karun



    Tak tahu pasti dimana berada




    Bangsawan Jawa bernama priyayi



    Bangsawan melayu entah apa namanya



    Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi



    Alangkah gembiranya hati mereka




    Pantun Lucu 6 Bait




    Duduk-duduk santai di serambi



    Minum teh tak baik sambil berdiri



    Bercermin ria sehabis mandi



    Tergaget ngeri melihat rupa sendiri




    Alangkah indahnya pantai melayu pesisir



    Dihiasi langit yang dipenuhi awan



    Bercermin ria sambil menyisir



    Mengasihani diri dengan rupa tak menawan




    Penjaga mushala bernama Muhaimin



    Seorang pemuda gagah dan sopan



    Kawan terbahak melihat diri bercermin



    Mengolok-olok seolah mereka tampan




    Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting



    Benar-benar jatuh bukan gurauan



    Kukatakan satu hal yang penting



    Kau pun tak tampan kawan




    Hendak ke Johor begitu kutanya



    Seorang musafir pergi seorang diri



    Kuajukan cermin ke depan wajahnya



    Dia pun ngeri melihat rupa sendiri




    Puluhan pasang mata terbelalak



    Memanggang lemang di atas kawat berduri



    Riuh tertawa terbahak-bahak



    Menertawakan keburukan rupa sendiri   




    Pantun Lucu 6 Bait




    Lebaran haji makan ketupat



    Beli ketupat di kedai makcik Maklumat 



    Jadilah lelaki yang mermartabat



    Jangan jadi lelaki yang tak tau adat




    Alangkah ramah Cik Gu menyapa



    Manis senyumnya macam gula



    Sudahlah buruk rupa



    Tak tahu adat pula




    Tak pernah mandi banyak kuman



    Orang tak waras alias gila



    Sudahlah tak tampan rupawan



    Jarang sembahyang pula




    Wanita jelita datang tak tahu siapa



    Membawa kopi dan sekarung gula



    Sudahlah buruk rupa



    Tak bisa mengaji pula




    Saling tegur sapa saat berpapasan



    Senyum mengembang diantara mereka



    Sudahlah tak tampan rupawan



    Kelakuan macam setan pula




    Telah pulang ke tanah melayu sang Haji



    Bawa kopiah putih dab buah tangannya



    Sudahlah tak pandai mengaji



    Dengan orang tua melawan pula




    Advertisement






    Pantun Lucu 3 Bait




    Orkes melayu gambus tampil disini



    Banyak orang bersuka cita



    Hendak jadi apa kau ini



    Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa




    Mengenakan kain sarung diikat disini



    Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan 



    Hendak jadi apa kau ini



    Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan




    Ribut sekali makcik arisan



    Suara liar macam cambukan cemeti



    Jika hanya bermalasan



    Entah bagaimana hidupmu nanti




    Pantun Lucu 4 Bait




    Membawa gandum dan padi sekarung



    Sang datuk malang membawa sambil batuk-batuk



    Pergi ke surau memakai sarung



    Sarung kebesaran warisan datuk




    Bocah kepanasan hingga mimisan



    Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan



    Memakai peci kebesaran



    Warisan datuk juga rupanya




    Para berandal pembuat rusuh



    Kemana polisi yang harusnya menangkapnya



    Mengenakan safari kebesaran dan lusuh



    Ternyata dari datuk juga




    Nenek sudah sangat tua



    Merajut kain sambil batuk-batuk



    Lalu apa yang kau punya



    Semua yang kau pakau milik datuk




    Pantun Lucu 6 Bait




    Berjalan kaki menuju Jimbaran



    Cuaca hujan segera muncul pelangi



    Alangkah senangnya menyambut lebaran



    Keluarga besar datang mengunjungi




    Mengait benang dengan peniti



    Hati-hati terkena jemari



    Gembiranya perasaan hati



    Melihat anak cucu datang kemari




    Kau bagai parasit dan benalu



    Mandirilah agar elok dipandang mata  



    Pengantin baru tersipu malu



    Melihat pasangan yang dicinta




    Khitanan masal ramai rupanya



    Anak-anak menangis tiada tara



    Sederet pantun dan puisi dihaturkannya



    Mempelai wanita girang sekali nampaknya




    Hendak membuat lemang tak ada ketannya



    Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya



    Mempelai pria semakin berupaya memperdaya



    Yang wanita semakin tak kuat hatinya




    Ke mana arah pasar kiranya



    Tak jauh dari kuburan cina rupanya



    Pengantin pria makin panjang hidungnya



    Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya




    Pantun Lucu  6 Bait




    Listrik padam tak ada lilim



    Biar jadilah gelap gulita



    Menari-nari adat di depan pengantin



    Bersuka ria semua bahagia




    Bernyanyi kencang ayam serama



    Nyaring bunyinya indah suaranya



    Tamu-tamu undangan terkesima



    Melihat pengantin yang elok rupanya




    Intan berlian mahal harganya



    Hendak membeli entahlah kapan



    Setelah terkesima lapar juga rupanya



    Bersegera mengambil nampan di prasmanan




    Gadis menor amatlah kemayu



    Padahal dirinya biasa saja



    Perut kerocongan bak orkes melayu



    Menyanyikan lagu bunga seroja




    Dari Johor hingga ke Abung Semuli



    Di Lampung mebeli pisang muli



    Makan yang lahap tak peduli



    Yang penting perut terisi kembali




    Menikah tentu perlu penghulu



    Untuk mencatat pernikahan yang terjadi



    Jika kau tak tahu malu



    Bungkuslah makanan prasmanan ini



    Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

    Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

    Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu - Pantun merupakan hasil cipta rasa dan karsa budaya Melayu yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra puisi lama. Ciri-ciri pantun adalah mempunyai rima (aaa, aabb, atau abab), dalam penyusunannya terdiri atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait, memiliki kata-kata yang indah dan bermakna dalam. Pantun terdiri atas berbagai macam jenis jika didasarkan pada penyampaian isinya diantaranya ialah pantun jenaka, pantun nasehat dan lain sebagainya. berikut adalah beberapa contoh pantun lucu yang dapat digolongkan ke dalam pantun jenaka!

    Pantun Lucu 4 Bait


    Pakcik dan makcik salng berkedip mata
    Bercanda mesra sambil makan kue serabi
    Sekelompok Lanun memegang senjata
    Dikira hendak merampok malah bernyanyi

    Alangkah elok emas dan intan
    Mencari logam itu setengah mati
    Kelompok lanun berlayar ke lautan
    Tak tau apa yang ia cari

    Anggota laskar pelangi bernama Harun
    Meski ia begitu namun elok hatinya
    Sekelompok lanun mencari harta karun
    Tak tahu pasti dimana berada

    Bangsawan Jawa bernama priyayi
    Bangsawan melayu entah apa namanya
    Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi
    Alangkah gembiranya hati mereka

    Pantun Lucu 6 Bait


    Duduk-duduk santai di serambi
    Minum teh tak baik sambil berdiri
    Bercermin ria sehabis mandi
    Tergaget ngeri melihat rupa sendiri

    Alangkah indahnya pantai melayu pesisir
    Dihiasi langit yang dipenuhi awan
    Bercermin ria sambil menyisir
    Mengasihani diri dengan rupa tak menawan

    Penjaga mushala bernama Muhaimin
    Seorang pemuda gagah dan sopan
    Kawan terbahak melihat diri bercermin
    Mengolok-olok seolah mereka tampan

    Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting
    Benar-benar jatuh bukan gurauan
    Kukatakan satu hal yang penting
    Kau pun tak tampan kawan

    Hendak ke Johor begitu kutanya
    Seorang musafir pergi seorang diri
    Kuajukan cermin ke depan wajahnya
    Dia pun ngeri melihat rupa sendiri

    Puluhan pasang mata terbelalak
    Memanggang lemang di atas kawat berduri
    Riuh tertawa terbahak-bahak
    Menertawakan keburukan rupa sendiri   

    Pantun Lucu 6 Bait


    Lebaran haji makan ketupat
    Beli ketupat di kedai makcik Maklumat 
    Jadilah lelaki yang mermartabat
    Jangan jadi lelaki yang tak tau adat

    Alangkah ramah Cik Gu menyapa
    Manis senyumnya macam gula
    Sudahlah buruk rupa
    Tak tahu adat pula

    Tak pernah mandi banyak kuman
    Orang tak waras alias gila
    Sudahlah tak tampan rupawan
    Jarang sembahyang pula

    Wanita jelita datang tak tahu siapa
    Membawa kopi dan sekarung gula
    Sudahlah buruk rupa
    Tak bisa mengaji pula

    Saling tegur sapa saat berpapasan
    Senyum mengembang diantara mereka
    Sudahlah tak tampan rupawan
    Kelakuan macam setan pula

    Telah pulang ke tanah melayu sang Haji
    Bawa kopiah putih dab buah tangannya
    Sudahlah tak pandai mengaji
    Dengan orang tua melawan pula

    Advertisement

    Pantun Lucu 3 Bait


    Orkes melayu gambus tampil disini
    Banyak orang bersuka cita
    Hendak jadi apa kau ini
    Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa

    Mengenakan kain sarung diikat disini
    Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan 
    Hendak jadi apa kau ini
    Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan

    Ribut sekali makcik arisan
    Suara liar macam cambukan cemeti
    Jika hanya bermalasan
    Entah bagaimana hidupmu nanti

    Pantun Lucu 4 Bait


    Membawa gandum dan padi sekarung
    Sang datuk malang membawa sambil batuk-batuk
    Pergi ke surau memakai sarung
    Sarung kebesaran warisan datuk

    Bocah kepanasan hingga mimisan
    Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan
    Memakai peci kebesaran
    Warisan datuk juga rupanya

    Para berandal pembuat rusuh
    Kemana polisi yang harusnya menangkapnya
    Mengenakan safari kebesaran dan lusuh
    Ternyata dari datuk juga

    Nenek sudah sangat tua
    Merajut kain sambil batuk-batuk
    Lalu apa yang kau punya
    Semua yang kau pakau milik datuk

    Pantun Lucu 6 Bait


    Berjalan kaki menuju Jimbaran
    Cuaca hujan segera muncul pelangi
    Alangkah senangnya menyambut lebaran
    Keluarga besar datang mengunjungi

    Mengait benang dengan peniti
    Hati-hati terkena jemari
    Gembiranya perasaan hati
    Melihat anak cucu datang kemari

    Kau bagai parasit dan benalu
    Mandirilah agar elok dipandang mata  
    Pengantin baru tersipu malu
    Melihat pasangan yang dicinta

    Khitanan masal ramai rupanya
    Anak-anak menangis tiada tara
    Sederet pantun dan puisi dihaturkannya
    Mempelai wanita girang sekali nampaknya

    Hendak membuat lemang tak ada ketannya
    Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya
    Mempelai pria semakin berupaya memperdaya
    Yang wanita semakin tak kuat hatinya

    Ke mana arah pasar kiranya
    Tak jauh dari kuburan cina rupanya
    Pengantin pria makin panjang hidungnya
    Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya

    Pantun Lucu  6 Bait


    Listrik padam tak ada lilim
    Biar jadilah gelap gulita
    Menari-nari adat di depan pengantin
    Bersuka ria semua bahagia

    Bernyanyi kencang ayam serama
    Nyaring bunyinya indah suaranya
    Tamu-tamu undangan terkesima
    Melihat pengantin yang elok rupanya

    Intan berlian mahal harganya
    Hendak membeli entahlah kapan
    Setelah terkesima lapar juga rupanya
    Bersegera mengambil nampan di prasmanan

    Gadis menor amatlah kemayu
    Padahal dirinya biasa saja
    Perut kerocongan bak orkes melayu
    Menyanyikan lagu bunga seroja

    Dari Johor hingga ke Abung Semuli
    Di Lampung mebeli pisang muli
    Makan yang lahap tak peduli
    Yang penting perut terisi kembali

    Menikah tentu perlu penghulu
    Untuk mencatat pernikahan yang terjadi
    Jika kau tak tahu malu
    Bungkuslah makanan prasmanan ini
    Soal Ulangan Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 dan Kunci Jawaban

    Soal Ulangan Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 dan Kunci Jawaban





    Soal Ulangan Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 dan Kunci Jawaban







    Soal Ulangan Bahasa
    Indonesia Kelas 7 Semester 2 - Semoga dengan mengerjakan Soal-soal Berikut, kemampuan Anda dalam berbahasa Indonesia semakin meningkat.




    Perhatikan
    isi tabel berikut





























































































































    Jumlah
    Sekolah, Murid dan Guru Menurut Jenis Sekolah


    di
    Provinsi Lampung Tahun 2014/2015























































































































     Sumber :  
    Dinas Pendidikan Provinsi Lampung






    1. Tabel
    tersebut berisi informasi tentang . . . .


    A. jumlah sekolah, murid, dan guru SD, SLTP,
    SLTA, dan Universitas di Provinsi Lampung tahun 2014/2015


    B. jumlah sekolah, murid, dan guru SD, SLTP,
    SMU, dan SMK di Provinsi Lampung tahun 2014/2015


    C. jumlah murid dan guru SD, SLTP, SMU,
    dan SMK di sekolah Bandar Lampung tahun 2014/2015


    D. daftar hadir murid dan guru SD, SLTP, SMU,
    dan SMK di Provinsi Lampung tahun 2014/2015



    2. Jumlah
    total murid SLTP di Provinsi Lampung tahun 2014/2015 adalah . . . .







    3. Kalimat
    pernyataan yang sesuai dengan isi tabel tersebut adalah . . . .


    A. 
    Terdapat tiga ratus Universitas yang terdaftar dalam tabel.


    B. Jumlah sekolah SD negeri di Lampung lebih
    sedikit dari jumlah total sekolah SLTP negeri dan swasta.


    C. Dinas Pendidikan Provinsi Lampung mencatat
    jumlah sekolah SD, SLTP, SMU, dan SMK di Provinsi Lampung pada tahun 2014/2015.


    D. Di dalam tabel tidak terdapat informasi
    tentang jumlah guru dan murid sekolah SD, SLTP, SMU, dan SMK di Provinsi
    Lampung tahun 2014/2015.



    4. Informasi
    tentang jumlah murid di tabel tersebut terdapat pada . . . .







    5. SMK
    adalah singkatan dari . . . .


    A.
    sekolah menengah ke atas


    B.
    sekolah menuju keguruan


    C.
    sekolah menengah kejuruan


    D.
    sekolah menengah keguruan



    Perhatikan
    Pantun Berikut



     (1) Tajin diolah jadilah jamu


    (2) Beras direndam jadilah tajin


    (3) Belajarlah dengan tekun dan rajin


    (4) Agar dapat kau gapai citamu



    6. Jenis
    pantun tersebut adalah . . . .





    D.
    pantun berkasih-kasihan



    7. Urutan
    yang tepat agar menjadi pantun yang padu adalah . . . .







    8. Baris
    pertama dan kedua pada pantun disebut . . . .







    9. Baris
    ketiga daan keempat pada pantun disebut . . . .







    10. Isi dari
    pantun tersebut adalah . . . .


    A.
    memberitahu cara mengolah tajin menjadi jamu


    B.
    mengajak kita rajin belajar agar dapat menggapai cita-cita


    C.
    menghibau pada kita untuk meminum tajin agar rajin belajar


    D.
    mengatakan bahwa kita dapat menggapai cita-cita tanpa belajar



    Advertisement






    Perhatikan
    teks percakapan berikut




    Mira     :
    Selamat sore, bisa bicara dengan Desi.


    Desi     :
    Iya, ini saya, Desi. Ini siapa ya?


    Mira     :
    Des, ini aku, Mira.


    Desi     :
    Wah, Mira. Ada apa Mir?


    Mira    
    : Begini Des, aku ingin undang kamu ke acara reuni SMP angkatan kita.


    Desi    
    : Asik. Bisa ketemu teman-teman SMP lagi nih. Kapan Mir?


    Mira    :
    Reuni SMP angkatan kita bakal diadakan di Gedung Saboga tanggal 21 Juli 2016.
    Kamu bisa datang?


    Desi     :
    Aku belum ada agenda apa-apa hari itu, jadi aku pasti datang.


    Mira    :
    Oke. Nanti kamu aku jemput. Kita diantar Papa aku bareng Gisna dan Ratih.
    Jangan telat ya.


    Desi     :
    Siap Mira. Aku udah belajar dandan cepat kok, hehehe.


    Mira     :
    Sip. Udah dulu ya. Aku mau ngabarin teman-teman kita yang lain. Dah Desi.


    Desi    
    : Iya Mir. Dah Mira.




    11.
    Percakapan pada teks tersebut dilakukan di . . . .







    12. Inti
    dari percakapan tersebut adalah . . . .


    A. Desi diajak oleh Mira untuk menjadi panitia
    acara reuni SMP angkatan mereka di Gedung Saboga tanggal 21 Juli 2016.


    B. Mira mengajak Desi untuk datang ke acara
    reuni SMP angkatan mereka di Gedung Saboga tanggal 21 Juli 2016.


    C. Desi diminta Mira untuk mengajak Gisna dan
    Ratih ke acara reuni SMP angkatan mereka.


    D. Mira menesehati Desi untuk tidak telat
    karena dandan terlalu lama.




    13.
    Percakapan pada teks tersebut terjadi pada . . . .







    14.
    Pernyataan berikut tidak sesuai dengan isi teks, kecuali . . . .


    A. Desi
    akan berangkat ke acara reuni SMP dengan Mira, Gisna, dan Ratih.


    B.
    Gisna akan mengantar Desi ke acara reuni dengan mobil miliknya.


    C. Desi
    mengajak Mira ke acara reuni SMP mereka.


    D. Papa
    Mira merupakan alumni dari SMP Desi.



    15. Kalimat
    yang digunakan untuk mengawali percakapan pada teks tersebut adalah . . .



    B.
    Selamat sore, bisa bicara dengan Desi.


    C.
    Begini Des, aku ingin undang kamu ke acara reuni SMP angkatan kita.


    D. Udah
    dulu ya. Aku mau ngabarin teman-teman kita yang lain. Dah Desi.






    1. B

    2. A

    3. C

    4. B

    5. C

    6. C

    7. B

    8. D

    9. A

    10. B

    11. C

    12. B

    13. A

    14. A

    15. B











    ';$('#c'+c).remove();return(b+d)})}}var avatar=$("#comments");avatar.find('.comment_avatar img').each(function(){var a=$(this).attr('src');$(this).show().attr('src',a.replace(/\/s[0-9]+(\-c)?\//,"/s45-c/"))});
    //]]>


    Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 11 Semester 1

    Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 11 Semester 1


    Contoh Soal Ujian Bahasa Indonesia Kelas 11 Semester 1




    Bacalah teks di bawah ini.




    Boti si Tukang Roti
    Di sebuah desa pinggir kota, hidup seorang tukang roti yang sangat handal membuat roti. Tukang roti itu bernama Boti. Ia pandai membuat berbagai jenis roti. Ia juga bahkan mempunyai resep-resep roti sendiri yang tidak dimiliki oleh pembuat roti lainnya. Namun karena kehebatannya itu, Boti cenderung menjadi orang yang sombong dan angkuh.
    Boti tidak mau membeli tepung gandum yang diolah di desa. Ia hanya mau menggunakan tepung gandum yang sudah diolah di kota. “Tepung gandum di desa ini tidak berkualitas. Aku tidak mau membeli dan memakainya,” ujar Boti pada Helen, penduduk desa yang menawarkan tepung gandum olahan desa tersebut. “Walau kami tidak mengolah gandum dengan mesin canggih seperti di kota, kami sudah mengolah tepung ini sebaik dan sehalus mungkin, cobalah,” ujar Helen menawarkan kembali.”Tidak. Sekali aku bilang tidak, ya tidak. Sudah kau pergi sana, jangan mengganggu aku lagi,” hardik Boti. Helen pun pergi dengan sedih.
    Boti juga tidak suka dengan penduduk desa yang tidak mampu tapi ingin membeli rotinya. “Boti, aku dan adik-adikku ingin sekali membeli rotimu yang sangat lezat ini, namun uangku kurang dua sen,” ujar Peter pada Boti. “Kau orang miskin yang tidak mempunyai uang, pergi sana. Roti-rotiku yang lezat ini hanya dibuat untuk orang-orang yang mampu, bukan untuk orang seperimu,” sahut Boti pada Peter. “Ta.. tapi adik-adikku sangat ingin mencicipi rotimu. Aku bisa mengganti sisanya dengan tenagaku. Aku bisa membantu mencuci peralatan yang kotor. Aku juga bisa membantu mengaduk adonan dan memanggang roti,” ujar Peter. Namun Boti tetap menolak. Ia pun mengusir Peter dari tokonya.
    Suatu hari, Boti mendapat kabar bahwa Raja akan berkunjung ke desa. Boti diminta petugas kerajaan untuk membuat roti untuk dimakan oleh Raja ketika berkunjung ke desa. Mendengar hal tersebut, Boti pun merasa terhormat dan bersemangat. Ia menyiapkan resep terbaiknya dan memesan tepung gandum terbagus dan termahal di kota.
    Waktu Raja berkunjung segera tiba, namun bahan-bahan roti yang dipesan Boti belum juga datang. Boti pun menjadi panik. Ternyata pegawai Boti pun tidak bisa datang ke toko karea sakit. Boti pun semakin panik.  Ia takut tidak bisa membuat roti untuk Raja.
    Melihat Boti yang panik, warga desa pun merasa iba. Helen lalu mengumpulkan tepung gandum olahan penduduk desa dan memberikannya ke Boti. Peter mengumpulkan teman-temannya untuk membantu Boti membuat roti agar . Mereka saling membantu tanpa rasa pamrih.
    Boti yang panik pun menjadi lebih tenang. Ia tak menyangka, penduduk desa yang ia perlakukan tidak baik justru memberi bantuan kepadanya. Dengan bantuan penduduk desa, ia pun membuat roti terbaik untuk Raja.
    Roti buatan Boti selesai tepat waktu. Akhirnya Boti bisa menghidangkan roti terbaiknya untuk Raja. Ternyata tepung yang diberi oleh penduduk desa tidak kalah bagusnya dengan tepung pesanan Boti. Raja memuji roti buatan Boti yang disantapnya. Boti pun sangat berterima kasih pada penduduk desa yang sudah membantunya.
    Sejak saat itu, Boti si tukang roti menjadi orang yang ramah dan dermawan. Ia juga tidak angkuh dan sombong seperti dulu. Ia juga memberi diskon pada penduduk desa yang telah membantunya ketika mereka ingin membeli kue Boti. Penduduk desa senang, Boti pun bahagia.



    1. Tokoh yang terdapat pada cerita tersebut adalah . . . .



    A. Boti, Helen, dan Peter



    B. Peter, adik Peter, dan Ratu



    C. Helen, Peter, dan kepala desa



    D. Boti, kepala toko, dan adik Peter




    2.  “Boti tidak mau membeli tepung gandum yang diolah di desa.”



    Pola kalimat tersebut adalah . . . .



    A. K-S-P



    B. S-P-O



    C. K-S-P-O



    D. S-P-O-K




    3. Bagian gawatan pada teks tersebut terdapat pada paragraf . . . .



    A. kedua



    B. ketiga



    C. kelima



    D. keenam




    4. Alur yang digunakan penulis pada cerpen tersebut adalah . . . .



    A. alur mundur



    B. alur maju



    C. campuran



    D. dinamis




    5. Amanat yang dapat dipetik dari tindakan penduduk desa kepada Boti adalah . . .



    A. Kita harus membantu seseorang yang kesusahan walaupun orang tersebut kadang bersikap buruk pada kita.



    B. Kita tidak boleh bersikap angkuh dan sombong agar tidak dijauhi orang.



    C. Jangan melihat orang dari penampilan saja, tapi lihat juga perbuatannya.



    D. Kita harus menyambut tamu dengan baik, siapa pun tamu kita.




    Bacalah teks di bawah ini.



    Gula manis gula jawa



    Dijual di toko-toko



    Sampai sakit perut aku tertawa



    Lihat nenek imut saat difoto




    Advertisement






    6. Jenis pantun tersebut adalah pantun . . . .



    A. percintaan



    B. nasehat



    C. jenaka



    D. agama




    7. Hal yang membuat tokoh aku tertawa pada pantun tersebut adalah . . . .



    A. tingkah nenek saat difoto



    B. perut tokoh aku yang sakit



    C. bentuk gula yan dijual di toko



    D. tingkah nenek saat menjaga toko




    8. Jumlah suku kata pada bait ketiga pantun tersebut adalah . . . .



    A. delapan



    B. sembilan



    C. sebelas



    D. dua belas




    9. Isi sampiran pada pantun tersebut adalah tentang . . . .



    A. tokoh aku yang sakit perut karena  tertawa



    B. nenek yang menjadi imut saat difoto



    C. toko tokoh aku yang menjual gula



    D. gula jawa yang dijual di toko




    10. Nama lain dari “gula jawa” adalah . . . .



    A. gula  bubuk



    B. gula merah



    C. gula putih



    D. gula pasir




    Bacalah teks di bawah ini.



    1. Sekarang saatnya menuju hari kemenangan



    2. Naik kereta bersama Paman



    3. Dari kota kembali ke desa



    4. Sebulan sudah kita berpuasa




    11. urutan yang tepat dari pantun tersebut adalah . . . .



    A. 1-3-2-4



    B. 2-4-3-1



    C. 3-2-4-1



    D. 4-1-2-3




    12. Yang dimaksud dengan “hari kemenangan” adalah . . . .



    A. Idul Fitri



    B. Idul Adha



    C. maulid nabi



    D. malam seribu bulan




    13. Setelah disusun, tulisan tersebut membentuk pantun . . . .



    A. percintaan



    B. nasehat



    C. jenaka



    D. agama




    14. Arti kata “puasa” adalah . . . .



    A. menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja hingga waktu berbuka



    B. menjalankan ibadah dari matahari terbit hingga matahari terbenam



    C. melaksanakan ibadah salat sunah setelah salat isa



    D.  kegiatan makan dan minum sebelum subuh




    15. Kata yang memiliki hubungan antonimi adalah . . . .



    A. kita dan kota



    B. kota dan desa



    C. sebualan dan puasa



    D. menuju dan kemenangan




    Kunci jawaban:



    1. A



    2. D



    3. C



    4. B



    5. A



    6. C



    7. A



    8. C



    9. D



    10. B



    11. C



    12. A



    13. D



    14. A



    15. B