Showing posts sorted by relevance for query jenis kalimat. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis kalimat. Sort by date Show all posts

Pengertian, Unsur, Struktur, dan Jenis Jenis Kalimat

Pengertian, Unsur, Struktur, dan Jenis Jenis Kalimat. Pengertian Kalimat, Unsur Kalimat, Struktur Kalimat, Jenis Kalimat, dan Contoh-contoh Kalimat.

Pengertian Kalimat

Sumber: sekolahbahasainggris.com
Kridalaksana memiliki pendapat kalau kalimat yaitu sebuah gagasan yang relatif berdiri dengan sendirinya, memiliki ciri paling utama berbentuk intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terbagi dalam klausa.

Keraf berikan pengertian kalimat sebagai satu sisi ujaran yang didahului serta diikuti oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya memperlihatkan kalau sisi ujaran itu udah lengkap.

Menurut Alwi kalimat yaitu sebuah bahasa paling kecil, dalam bentuk lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.

Dari pengertian-pengertian itu bisa diambil kesimpulan kalau Kalimat yaitu sebuah bahasa paling kecil dalam bentuk lisan ataupun tulisan yang terangkai untuk mengungkapkan sebuah pemikiran yang utuh seperti ide, perasaan ataupun pemikiran.

Dalam bentuk tulisan berhuruf latin, kalimat diawali dengan huruf kalipat serta diakhiri dengan titik (.), tanda tanya (?) ataupun tanda seru (!). Kalimat biasanya berbentuk kelompok kata yang sedikitnya mempunyai unsur subyek (S) serta predikat (P).

Dalam bentuk lisan kalimat dimulai kesenyapan, diiringi alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi finaldan diiringi dengan kesenyapan akhir. Kesenyapan digambarkan sebagai ruang kosong ketika mengawali ataupun mengakhiri kalimat.

Unsur-Unsur Kalimat

Sumber: sahabatnesia.com
Unsur unsur pembentuk kalimat terbagi dalam sebuah kata serta ada juga yang berbentuk kelompok kata. Kelompok kata bisa berbentuk frase atau klausa. Klausa yaitu kelompok kata yang tidak melebihi peranan kalimat serta masih tetap menjaga makna aslinya seperti bayi besar.
Berikut ini bentuk dari unsur-unsur kalimat:

Subyek (S) 

Subyek adalah hal yang penting dalam satu kalimat sebagai unsur pokok yang mengikuti predikat. Peranannya untuk menandai apa yang dinyatakan. Oleh karena adanya deskripsi subyek, kalimat yang dihasilkan bisa terpelihara strukturnya. Contohnya: Saya, Lida, Rumah, dan sebagainya.

Predikat (P) 

Predikat secara khusus menerangkan atau menggambarkan keterangan subyek. Fungsi predikat dapat di cari dengan menanyakan kenapa. Predikat bisa berbentuk karakter, kondisi, status, ciri atau jati diri subyek.

Objek (O) 

Objek menunjukkan pada maksud kalimat atau pada apa kalimat itu diperuntukkan. Objek cuma mempunyai tempat dibelakang predikat. Atau lebih detilnya untuk melengkapi peranan predikat. Peranan objek bisa berubah jadi subyek akibat pemasifan kalimat.

Pelengkap (Pel) 

Pelengkap mempunyai peranan untuk melengkapi predikat. Sama seperti dengan objek, namun peranan yang satu ini tidak mempunyai peranan khusus pada saat pemasifan kalimat.

Keterangan (K) 

Keterangan dipakai sebagi unsur peluasan kalimat yang menerangkan lebih terinci apa yang dimaksud oleh kalimat. Keterangan bisa ditandai dengan kemampuannya untuk berpindah-pindah tempat.

Keterangan mempunyai beberapa bentuk seperti keterangan waktu, keterangan cara, keterangan pemicu, keterangan tujuan, keterangan aposisi (keterangan kata benda), keterangan pelengkap, keterangan pewatas (pembatas kata benda), keterangan penyerta, keterangan alat, keterangan similatif (kesetaraan), keterangan kesalingan (perbuatan silih berganti) serta yang lainnya.

Struktur Kalimat

Sumber: hotepam.com
Semua kalimat yang kita pakai datang dari beberapa susunan maupun pola kalimat dasar saja. Sesuai sama keperluan kita masing-masing, kalimat dasar itu bisa dikembangkan bersumber pada aturan yang berlaku. Pola dasar kalimat bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut ini:

Kalimat dasar berpola S P 

Kalimat dasar sejenis ini cuma mempunyai unsur subyek serta predikat. Predikatnya bisa berbentuk kata kerja, kata benda, kata sifat, maupun kata bilangan. Misalnya:

Truk itu besar.
   S           P

Jendela kamar Tina longgar.
    S                                P

Kalimat dasar berpola S P O 

Pola kalimat ini kerapkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Unsurnya ada subyek predikat serta objek. Misalnya:

Anti mengemudikan truk.
    S             P               O

Kalimat dasar berpola S P Pel 

Misalnya:

Keluarganya pergi piknik.
      S                 P      Pel

Kalimat dasar berpola S P O Pel 

Contoh:

Supir angkot mengemudikan angkotnya asal-asalan.
    S                         P                     O              Pel

Kalimat dasar berpola S P K 

Contoh:

Antoni menjahit tadi malam.
      S            P            K

Kalimat dasar berpola S P O K 

Contoh:

Sulastri membereskan kamarnya satu minggu yang lalu.
      S               P                  O                           K

Syarat Kalimat Efektif

Kalimat yang baik mesti memenuhi syarat kelengkapan serta kejelasan peran tiap unsur pembentuk kalimat seperti subyek, predikat, objek, pelengkap serta keterangan. Kalimat yang diperuntukkan bisa menyampaikan pesan/informasi secara tepat.

Kalimat yang baik digolongkan ke dalam kalimat efektif. Kalimat efektif yaitu kalimat yang mempunyai kapabilitas untuk memunculkan kembali ide pada pikiran pendengar atau pembaca seperti ide yang mau di sampaikan penulis ataupun pembicara.

Satu kalimat dapat dikatakan efisien bila sudah berhasil menyampaikan pesan, ide, perasaan, ataupun pemberitahuan sesuai sama maksud penulis ataupun pembicara.

Pastinya kalimat efektif miliki kriteria untuk memenuhi kalimat yang baik. Berikut ini kriterianya:
  1. Mempunyai subyek serta predikat yang pasti. 
  2. Tidak menyimpang dari aturan bahasa. 
  3. Logis atau bisa di terima akal sehat. 
  4. Jelas serta bisa menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat. 
  5. Tidak bertele-tele. 
  6. Tepat tujuan. 
  7. Informasi yang mau di sampaikan tidak mempunyai dua arti atau ambigu. 
  8. Adanya kesinambungan kata. 
  9. Tersusun dari dua atau lebih kata. 
  10. Mempunyai ketentuan ketentuan dasar pembentukannya. 
  11. Mempunyai paling sedikit subyek serta predikat. 
  12. Memenuhi tata ketentuan ejaan yang berlaku. 
  13. Memakai diksi (pemilahan serta peletakan) kata yang tepat. 
  14. Memakai kesepadanan antara susunan bahasa serta jalan pikiran yang logis serta sistematis. 
  15. Adanya penekanan gagasan pokok. 
  16. Menghemat pemakaian kata (tidak ada perulangan kata). 
  17. Susunan kalimat beragam. 
  18. Sisi kalimat majemuk tidak buntung atau hanya setengah. 

Jenis-Jenis Kalimat

Sumber: sahabatnesia.com
Kalimat yang kita pakai sehari-hari ataupun untuk kebutuhan umum mempunyai jenis yang butuh kita pahami sebagai peletakan yang baik serta benar. Berikut ini beberapa macam kalimatnya:

Bersumber pada Isi atau informasi 

Kalimat Berita 

Kalimat berita adalah kalimat yang dipakai untuk menginformasikan suatu hal. Umumnya diakhiri dengan tanda titik (.) misalnya: Harimau liar menyerang warga dengan ganasnya.

Kalimat Tanya 

Kalimat tanya menginginkan jawaban sebagi tanggapan atau reaksi pemberitahuan informasi yang diinginkan, umumnya diakhiri dengan tanda tanya (?). kata tanya yang dipakai bagaimana, mengapa, apa, kapan, di mana dan sebagainya. Contoh kalimat tanya: bagaimana proses mesin itu dirangkai?

Kalimat Perintah 

Kalimat yang mempunyai tujuan untuk mengintruksikan seseorang untuk melakukan suatu hal. Kalimat perintah umumnya diakhiri dengan tanda seru. Namun, bila diakatan langsung atau lisan umumnya ditandai dengan intonasi tinggi. Contoh: Ambilkan kopi di atas meja!

Kalimat Ajakan 

Kalimat ajakan adalah kalimat yang memancing ketertarikan lawan bicara. Kata yang kerap dipakai yaitu Ayo, Mari dan sebagainya. Umumnya ada pada iklan. Contoh kalimat ajakan: Ayo, pakai pembersih pakaian merk ini!

Kalimat Pengandaian 

Kalimat pengandaian menggambarkan hasrat atau tujuan dari penulis atau pembicara yang belum atau tidak kesampaian. Contoh: Andai saja saya bisa jadi dokter bedah.

Bersumber pada diathesis kalimat 

Sumber: materi4belajar.blogspot.co.id
Kalimat Aktif 

Kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan pada objeknya. Kata kerja kalimat aktif biasanya ditandai oleh awalan me-. Tetapi tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai imbuhan itu contoh, makan dan minum. Misalnya: Laila memakai gelas untuk menciptakan bunyi.

Kalimat Pasif 

Kalimat pasif kata kerjanya cenderung memakai di- atau ter-. Misalnya: Bangunan itu ditangani dengan baik oleh beberapa teknisi terkenal.

Bersumber pada urutan kata 

Kalimat Normal 

Kalimat yang subjeknya mendahului predikatnya. Kalimat berpola dasar

Kalimat Inverse 

Kalimat ini adalah kebalikan dari kalimat normal. Di mana predikatnya mendahului objek.

Kalimat Minor 

Kalimat yang mempunyai satu inti peranan gramatikalnya. Bentuk kalimat minor seperti kalimat pelengkap, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan ataupun judul.

Kalimat Mayor 

Kalimat mayor cuma mempunyai subyek serta predikat. Objek, pelengkap serta keterangan bisa ditambahkan sesuka hati. Sama dengan pola dasar pertama.

Bersumber pada struktur gramatikalnya 

Kalimat Tunggal 

Kalimat tunggal cuma mempunyai Subyek serta Predikat. Bila dilihat dari unsur penyusunnya, kalimat yang panjang dalam bahasa indonesia dapatdikembalikan ke bentuk dasar yang sederhana.
Contoh kalimat tunggal:

Bapak-bapak bersalaman
          S                 P
Pola contoh kalimat di atas cuma mempunyai subyek serta predikat hingga termasuk juga ke dalam kalimat tunggal.

Kalimat Majemuk 

Beberapa orang kerapkali memadukan beberapa pertanyaan ke dalam satu kalimat untuk mempermudah dalam berkomunikasi. Hasilnya, lahirlah penggabungan susunan kalimat yang didalamnya ada beberapa kalimat dasar. Penggabungan inilah yang diberi nama kalimat majemuk. Kalimat majemuk ini masih terbagi lagi dalam beberapa bentuk, berikut ini penuturannya:

Kalimat Majemuk Setara 

Susunan kalimat ini mempunyai dua kalimat tunggal atau lebih yang bila dipisahkan bisa berdiri dengan sendirinya. Kata penghubung kalimat majemuk setara umumnya dipakai kata serta, dan, tanda koma (,), tetapi, lalu, kemudian, atau. Contoh kalimat majemuk setara: Indonesia termasuk negara berkembang namun Jepang sudah dikelompokkan negara maju.

Kalimat Majemuk Bertingkat 

Kalimat majemuk bertingkat mempunyai dua kalimat yang satunya dapat berdiri dengan sendiri (induk kalimat) atau bebas sedangkan yang satunya lagi tidak (anak kalimat).

Kata penghubung yang dipakai dalam kalimat majemuk ini yaitu ketika, sejak, karena, oleh karena itu, sampai, sehingga, maka, jika, asalkan, apabila, walaupun, meskipun, andai kata, seandainya, supaya, seperti, kecuali, dengan.

Contoh kalimat majemuk bertingkat: Ilmuan masih saja mencari asal usul bulan (induk kalimat) walaupun sampai saat ini masih belum ada kepastian yang jelas (anak kalimat).

Kalimat Majemuk Campuran 

Kalimat majemuk campuran adalah dua bentuk kalimat majemuk (setara serta bertingkat) yang digabungkan. Contohnya: hujan turun dengan derasnya, kami tidak dapat pulang dan menunggu di sekolah.

Bersumber pada unsur kalimat 

Sumber: sahabatnesia.com
Kalimat Lengkap 

Kalimat lengkap mengikuti pola dasar dari kalimat baik yang udah dikembangkan ataupun tidak. Pemakaian unsur-unsurnya jelas. Hingga mudah dipahami. Contoh: Warna merah melambangkan keberanian

Kalimat tidak Lengkap 

Kalimat yang satu ini tidak sempurna lantaran cuma mempunyai satu diantara unsurnya saja. Kalimat ini umumnya berbentuk semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, setuan, larangan, sapan dan sebagainya. Contoh: Kapan pulang?

Bersumber pada Pengucapan 

Kalimat Langsung 

Kalimat yang secara detail mengikuti suatu hal yang diucapkan orang lain. Tanda baca kutip tidak luput dalam bentuk kalimat langsung. Kutipan dalam kalimat langsung berbentuk kalimat tanya, kalimat berita maupun kalimat perintah. Misalnya: “Letakkan senjatamu! ” bentak pak polisi.

Kalimat Tidak Langsung 

Kalimat yang melaporkan kembali kalimat yang diucapkan orang lain. Kutipan dalam kalimatnya semuanya berupa berita. Misalnya: Ayah Ahmadi berkata padaku kalau lebih baik membaca dari pada main-main.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Unsur, Struktur, dan Jenis Jenis Kalimat, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kalimat di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kalimat. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com
Pengertian Alenia dan Penjabaran Lengkap

Pengertian Alenia dan Penjabaran Lengkap


Pengertian Alenia dan Penjabaran Lengkap - Pada artikel lalu kita telah banyak membahas seputar paragraf atau alenia. Dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia tentu sudah tak asing lagi jika kita menemui alenia pada sebuah wacana atau teks. Pada artikel ini kita akan belajar mengulas kembali tentang apa itu paragraf, jenis-jenis paragraf, beserta contohnya. Berikut pembahasannya!




A. Definisi Alenia atau Paragraf




Sebelum menyimpulkan apa itu alenia, sebaiknya kita perlu merujuk pada pendapat para ahli tentang alenia sebagai berikut:




- Lamuddin Finoza (2004 : 149) mengemukakan bahwa Alenia atau paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.



- Sabati Akhadiah, Maidar G. Arsjad, Sakura H. Ridwan mengemukakan bahwa alenia atau paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan (1988 :144).



- Gorys Keraf (1979:62) menyatakan bahwa alenia tidak lain dari suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau luas dari kalimat. Alenia merupakan himpunan dari kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.




Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alenia atau paragraf adalah bagian dari wacana, teks, atau karangan yang di dalamnya tersusun dari beberapa kalimat yang saling berhubungan satu sama lain sehingga menjadi kesatuan utuh yang membentuk satu gagasan utama. Diantara beberapa kalimat yang tersusun di dalam paragraf, terdapat satu kalimat yang memuat pokok pikiran atau gagasan pokok. Kalimat itu disebut dengan kalimat utama.




B. Unsur-Unsur Paragraf




Dalam pembentukan sebuah paragraf dibutuhkan unsur-unsur yang membuatnya padu. Unsur-unsur tersebut diantaranya yakni :




- Gagasan utama / ide pokok / gagasan pokok adalah ruh dari sebuah paragraf yang juga merupakan inti dari permasalahan yang ingin disampaikan oleh penulis. Gagasan utama berada dalam kalimat utama.




- Kalimat utama / pikiran utama / kalimat topik adalah kalimat yang memuat gagasan utama. Letak kalimat utama bisa berada di awal paragraph (deduktif), diakhir paragraf (induktif) atau diawal dan akhir paragraf (deduktif-induktif).




C. Struktur  Alenia / Paragraf




Paragraf tersusun atas kalimat utama kalimat penjelas. Kalimat utama merupakan kalimat inti yang memuat gagasan utama / ide pokok pada sebuah alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama.




D. Syarat-Syarat Alenia / Paragraf




- Kesatuan




Setiap alenia / paragraf memilki satu gagasan utama atau ide pokok. Alenia memiliki fungsi mengembangkan gagasan utama melalui kalimat penjelas. Dalam sebuah alenia tidak diperbolehkan adanya esensi yang bertentangan antara kalimat satu dengan lainnya. Alenia merupakan kesatuan esensi dari gagasan utama dan harus ada relevansi antara kalimat utama dengan kalimat penjelas.




- Koherensi




Koherensi adalah kepaduan atau harmonisasi yang menggambarkan kesatuan  sistematis antara kalimat utama dengan kalimat penjelas dalam sebuah alenia.




Advertisement






E. Macam-Macam Paragraf




- Eksposisi




Berisi penjelasan dan pemberian informasi dengan tujuan tertentu terhadap suatu topik. 




-  Argumentasi




Berisi pendapat berdasarkan data dan fakta untuk menejelaskan sebuah kebenaran. 




-  Deskripsi




Berisi penjelasan / gambaran tentang suatu objek atau situasi sehingga pembaca seolah-olah menyaksikan atau merasakan sesuatu yang digambarkan. 




-  Persuasi




Berisi ajakan / sugesti untuk mengikuti pembaca tertarik terhadap isi dari teks yang disampaikan penulis.




- Narasi




Berisikan rangkaian kejadian yang sistematis, sehingga membentuk alur cerita. 




F. Jenis Pola Pengembangan Alenia / Paragraf




Berdasarkan pola pengembangannya jenis alenia / paragraf dibagi menjadi 9 jenis. Diantaranya yakni klimaks-antiklimaks, sudut pandang, perbandingan-pertentangan, analogi, contoh, klausalitas, generalisasi, klasifikasi dan definisi



Luas.




Berikut uraian dari jenis pola pengembangan paragraf:




1. Klimaks-Antiklimaks




a. Klimaks adalah bagian cerita yang diperinci mulai cerita dari bawah menuju cerita yang paling puncak. Klimaks mendeskripsikan peristiwa sampai pada konflik yang paling tinggi.




b. Antiklimaks adalah bagian cerita yang dimulai dari yang puncak kemudian diperinci dengan bagian cerita yang lebih rendah secara berangsur-angsur. 




2.  Sudut Pandang




Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang disandarkan pada persepsi penulis, posisi, dan tempat penulis pada sebuah teks. 




3.  Perbandingan dan Pertentangan




Perbandingan adalah upaya untuk mengidentifikasikan persamaan yang dimiliki oleh dua objek atau lebih, sedangkan pertentangan lebih banyak menunjukkan analisa perbedaan pada dua objek.




4. Analogi




Analogi adalah bentuk penggambaran suatu objek / benda dengan



objek lain yang memunyai kesetaraan / kemiripan / kesamaaan.




5. Contoh




Contoh merupakan gambaran real secara teknis tentang perwujudan dari sebuah teori / konsep. Contoh biasanya diuraikan dalam bentuk tulisan narasi atau deskripsi. 




6. Pola Klausalitas




Jenis pola pengembangan ini menggunakan pola sebab-akibat dan bisa juga sebaliknya yakni pola akibat/sebab.




7. Generalisasi




Generalisasi adalah penalaran secara khusus yang berisikan data-data kemudian disimpulkan dalam bentuk kalimat utama.




8. Klasifikasi




Klasifikasi adalah upaya membagi berbagai hal memiliki kesamaan ke dalam satu kelompok sehingga hal-hal tersebut menjadi satu kesatuan.




9. Definisi Luas




Paragraf ini menggambarkan suatu ide yang bersifat kabur (abstrak) yang membutuhkan penjelasan secara detail.




Pembahasan di atas merupakan penjabaran serta definisi dari alenia / paragraf. Semoga bermabfaat dan Selamat belajar!




Sumber:




Panduan Belajar Kelas 12 IPA/IPS 2007, Primagama, Yogyakarta



https://vixionholick.wordpress.com/2011/11/22/syarat-syarat-paragraf-alinea/



http://guntur66studentsitegunadarma.blogspot.com/2012/12/makalah-bahasa-indonesia-paragraf_28.html



http://annaaspamungkas.blogspot.com/2010/12/contoh-pola-pengembangan-paragraf.html



http://triezdamila.blogspot.com/p/paragraf-dalam-bahasa-indonesia.html



http://gustiayumade.wordpress.com/2010/10/16/kalimat-pokok-dan-kalimat-penjelas/



http://nurfatomi.wordpress.com/2011/10/25/alinea/



http://ellopedia.blogspot.co.id/2010/09/paragraf.html?m=1


Kaidah Lengkap dalam Menggabungkan Kalimat

Kaidah Lengkap dalam Menggabungkan Kalimat


Kaidah Lengkap dalam Menggabungkan Kalimat - Bagaimana cara menggabungkan kalimat? Melalui artikel ini, Anda akan belajar tentang cara menggabungkan kalimat secara lengkap. 




1. Menggabungkan kalimat menjadi kalimat majemuk




Kalimat majemuk:




Kalimat majemuk adalah bentuk dari penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih.



Jenis kalimat majemuk :



1. Kalimat majemuk setara



2. Kalimat majemuk bertingkat 




A. Kalimat Majemuk Setara




Gabungan dari kalimat-kalimat tunggal yang pola nya sama atau sederajat.




Ciri-ciri :




1. Kedudukan pola-pola kalimatnya sama atau sederajat.



2. Penggabungannya disertai perubahan intonasi.



3. Diberi kata hubung setara, contohnya seperti “dan”.



4. Pola umum : S-P+S-P




B. Majemuk Bertingkat




Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang teridir dari induk dan anak kalimat. Pola dua kalimat yang digabungkan tidak sama. 




Cara membuat majemuk bertingkat:



1. Buatlah kalimat tunggal atau kalimat yang polanya luas terlebih dahulu.



2. Kembangkan salah satu kalimat menjadi anak kalimat.




Contoh :




Basri akan melamar seorang wanita besok.



S                 P                       O           K




Kalimat diatas akan dijadikan kalimat majemuk bertingkat dengan memperluas objeknya.




Basri akan melamar seorang wanita cantik yang bernama Safira besok.



S                 P                 O                                 Pel                        K




Kata hubung:




Konjungsi atau kata hubung adalah kata-kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, dan paragraf dengan paragraf.




a) Kata hubung antarklausa



• Sederajat: dan, atau, tetapi, lalu, kemudian.



• Tidak Sederajat: ketika, bahwa, karena, meskipun, jika, apabila.




b) Kata hubung antarkalimat: akan tetapi,oleh karena itu,jadi,dengan demikian.




c) Kata hubung antarparagraf: selain itu, adapun, namun.




Advertisement






2. Menggabungan kalimat menjadi paragraf




Paragraf adalah susunan kalimat-kalimat yang saling berhubungan atau berkaitan dan membentuk satu kesatuan ide atau gagasan.  Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang diikuti oleh kalimat pendukung untuk menguraikan ide/gagasan pokok tersebut. Lalu, bagaimanakah paragraf yang baik itu? Paragraf yang baik adalah paragrah yang mengandung kriteria sebagai berikut:




a. Membentuk Kesatuan




Membentuk kesatuan paragraf  adalah bahwa sebuah paragraf tersebut mengandung hanya satu ide pokok atau pikiran utama. Ide pokok tersebut ditempatkan menjadi kalimat utama. Setelah itu, ide pokok harus diuraikan dengan beberapa ide tambahan yang berkaitan dengan ide pokok. Ide tambahan tidak boleh melenceng dari ide pokok sehingga paragraph tersebut menjadi sebuah kesatuan yang baik.




b. Membentuk Kepaduan




Membetuk kepaduan paragraf adalah bahwa kalimat-kalimat dalam satu paragraf tersbeut saling berkaitan atau berhubungan. Hubungan antar kalimat dalam satu paragraph harus logis satu dengan yang lainnya. Sehingga, kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf  itu membentuk kepaduan, berhubungan satu sama lain, untuk membantu menjelaskan ide pokoknya.




c. Membentuk Kelengkapan




Membentuk kelengkapan paragraph adalah bahwa kelimat-kalimat yang berfungsi sebagai ide tambahan atau pendukung sudah menjelaskan ide utama secara lengkap, tidak ada lagi informasi yang kurang yang dapat menyebabkan salah pemahaman, sehingga pembaca dapat memahami paragraf tersebut secara keseluruhan dengan baik penjelas sudah tuntas menjelaskan kalimat utama.  




Kesimpulan dalam menyusun kalimat menjadi paragraf:




Untuk menyusun kalimat menjadi paragraf yang baik dan padu, kita harus menentukan terlebih dahulu kalimat yang akan menjadi ide utamanya. Kalimat yang menjadi ide utama sebaiknya menggunakan kata-kata yang maknanya umum. Setelah itu, Anda menguraikan ide utama dengan kalimat yang lebih detil atau rinci. Setelah semua ide utama dan ide pendukung ditulis, periksa kepaduan dan kelengkapannya.




Kriteria paragraf yang baik:




a. Memiliki satu ide utama atau satu gagasan pokok dan beberapa ide penjelas/kalimat penjelas.



b. Kalimat satu dan lainnya saling berkaitan secara logis sehingga membentuk satu kesatuan yang padu.



c. Informasi lengkap untuk mendukung ide pokok.



Contoh Pengumuman Resmi dan Tidak Resmi

Contoh Pengumuman Resmi dan Tidak Resmi. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Pengumuman Resmi dan Tidak Resmi. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Pengumuman

Sumber: bogoreducare.org
Pengumuman (announcement) yaitu proses, cara, kegiatan mengumumkan suatu informasi. Hal paling penting dari menulis pengumuman yaitu mesti efisien serta komunikatif.

Bahasa efisien yaitu bahasa yang dipakai haruslah tepat. Jangan sampai bahasa pengumuman tidak jelas lantaran akan membuat pendengar (jika pengumuman dibacakan) kebingungan.

Bahasa pengumuman juga mesti komunikatif, artinya bahasa pengumuman gampang dipahami. Dalam menulis teks pengumuman, kamu mesti memakai kalimat efisien. Kalimat efisien yaitu kalimat yang pemakaian kata-katanya lebih singkat, padat, serta jelas.

Oleh sebab itu, pemakaian kata serta kalimat pada pengumuman sebaiknya lebih singkat serta padat. Dengan begitu, kamu bisa mengamati serta menyimak teks pengumuman sesuai dengan konteks.
Sumber: berpendidikan.com
Lantas, memajang pengumuman tersebut di mading (majalah dinding) sekolah. Pada saat menulis pengumuman, kamu mesti memahami pada siapa pengumuman tersebut ditujukan. Hal yang tidak bisa dilupakan yaitu identitas surat.

Dari siapa serta untuk siapa pengumuman itu di buat haruslah jelas. Informasi dalam pengumuman tersusun dengan runtut. Hal semacam ini bakal memudahkan pembaca jika mesti menyampaikan informasi pada orang lain.

Suatu pengumuman juga ditulis dengan mencantumkan hal penting seperti informasi, waktu kegiatan, serta tempat kegiatan. Mari, perhatikan contoh pengumuman (announcement) mengenai hari sumpah pemuda serta hari kebangkitan nasional berikut ini:

Pemakaian Kalimat dalam Teks Pengumuman 

Beberapa jenis kalimat yang umumnya terdapat dalam teks pengumuman. 
  • Kalimat ajakan. 
Contoh: Ayo kita pelihara kebersihan lingkungan kampung ini!
  • Kalimat pengharapan. 
Kata yang dipakai untuk membuat kalimat pengharapan yaitu kiranya, supaya, semoga, mudah-mudahan, moga-moga dan sebagainya.

Contoh: Semua rakyat Indonesia berdoa supaya bencana yang menerpa negeri ini segera berakhir.
  • Kalimat permintaan. 
Kata yang dipakai untuk membuat kalimat permintaan yaitu silahkan, meminta, saya persilakan, dipersilakan dan sebagainya.

Contoh: Kepala Sekolah meminta supaya murid-murid berlatih serius dalam menghadapi ujian akhir sekolah.
  • Kalimat perintah/larangan. 
Contoh: Beberapa siswa dilarang mengaktifkan hp selama pelajaran di kelas!

Ciri-Ciri Pengumuman 

Sumber: ksei.co.id

  1. Yang pertama yakni Ditujukan pada umum. 
  2. Yang kedua tidak bersifat rahasia.
  3. Yang ketiga Di sampaikan dengan secara terbuka. 
  4. Serta yang paling akhir Isinya menyangkut kepentingan orang banyak. 
  • Beberapa Jenis Pengumuman 
Pengumuman dibedakan jadi 2 yakni sebagai berikut ini:

Berdasarkan Sifatnya 
  • Pengumuman Formal 
Pengumuman bentuk ini biasanya memiliki kalimat yang baku, bermakna lugas dan dalam penyusunannya yang rapi dan gampang untuk di pahami.
  • Pengumuman Tidak Resmi 
Pengumuman bentuk ini tidak ada hubungannya dengan suatu peraturan yang ada seperti pada pengumuman resmi namun tetap gampang untuk di pahami.

Berdasarkan Pihak Yang Memberi Pengumuman 
  • Pengumuman Dari Perseorangan 
Pengumuman bentuk yang satu ini di sampaikan oleh perorangan dan untuk di tujukan pada umum.
  • Pengumuman Dari Lembaga 
Pengumuman bentuk yang satu ini yakni di sampaikan oleh instansi tertentu yang sifatnya umum serta di tujukan pada masyarakat umum.

Pengumuman Resmi 

Pengumuman resmi yaitu pengumuman yang isinya bisa dipertanggung jawabkan oleh pembuat pengumuman secara hukum serta undang-undang.

Dalam membuat pengumuman resmi ada beberapa sisi atau unsur-unsur serta sistematika pengumuman, sebagai berikut ini:
  1. Kop Surat atau kepala surat (apabila ada) sertakan juga logo atau lambang dari instansi terkait 
  2. Judul surat 
  3. Nomor surat 
  4. Kalimat pembuka 
  5. Isi pengumuman 
  6. Kalimat penutup 
  7. Sertakan tanggal pembuatan pengumuman 
  8. Identitas pembuat pengumuman aau penanggung jawab 
Contoh: 

Sekolah Menengah Pertama Negeri I
Jl. Raden Intan No. 123 Gadingrejo Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu

Kepala sekolah SMP Negeri I mengumumkan kalau dalam rangka memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pihak sekolah akan mengadakan kegiatan Jalan Sehat, yang akan dilaksankan pada:

Hari/tanggal  : Minggu, 14 Agustus 20016
Pukul             : 07.00 hingga selesai
Tempat          : SMP Negeri I Gadingrejo

Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, seluruh siswa diharuskan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Gadingrejo, 12 Agustus 2016
Kepala Sekolah

Ttd.

Tatang Sukipli. M. Pd

Pengumuamn Tidak Resmi 

Pengumuman tidak resmi yaitu pengumuman yang dapat di buat siapapun tanpa ada pertanggung jawaban hukumnya, misalnya pengumuman kehilangan dan lain sebagainya.

Contoh: 

Pengumuman Kehilangan

Dicari!! Telah hilang sejak tanggal 15 Maret 2016, Anak umur 17 Tahun bernama “Setia Selamanya” dengan Ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Berkulit putih 
  2. Rambut ikal 
  3. Pergi dari rumah mengenakan pakaian berwarna merah 
  4. Tinggi kurang lebih 170 cm 
  5. Mempunyai tanda lahir di pergelangan tangan 
Untuk yang melihat, harap segera menghubungi kontak di bawah ini:
  1. Kontak: 08526951234 
  2. E-mail: bantucari@gmail.com
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Pengumuman Resmi dan Tidak Resmi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Pengumuman di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca untuk lebih mengerti lagi macam atau jenis Pengumuman.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Pengumuman. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. berpendidikan.com
  2. galeriilmupengetahuan.com
  3. pelajaransekolahonline.com
  4. gurupendidikan.com 
Pengertian Artikel dan Contohnya Lengkap

Pengertian Artikel dan Contohnya Lengkap

Pengertian Artikel dan Contohnya Lengkap - Pernahkah Anda membaca tulisan – tulisan yang membahas suatu topik tertentu di sebuah majalah, jurnal, ataupun Koran . Karya tulis itu disebut juga dengan artikel, lalu apakah artikel itu ?

Artikel disebut juga dengan karya tulis yang berisi pendapat seseorang mengenai suatu permasalahan atau topik yang bersifat aktual, informatif dan terkadang kontroversial. Banyak sekali jenis – jenis artikel yang sering kita lihat di luar sana. Namun, yang akan kita bahas kali ini adalah artikel ilmiah. 
Artikel ilimah adalah karya tulis yang disusun dengan mengikuti tata cara ilimah atau pedoman penyusunan artikel ilmiah yang telah ditentuan. Artikel ini didasari oleh hasil penelitian, hasil kajian, atau hasil pembahasan. Sepintas artikel ilimiah hampir sama dengan makalah.

Namun, makalah hanyalah berupa pemikiran - pemikiran yang didasari oleh analisa yang logis dan objektif terhadapa suatu topik atau permasalahan. Sedangkan, artikel ilmiah merupakan pemaparan tentang proses maupun hasil – hasil yang diperoleh dari sebuah penelitiaan atau kajian. Oleh karena itu, meskipun hampir terlihat sama, kedua karya tulis ini berbeda dalam hal isi.

Ciri – Ciri Artikel Ilmiah


1. Isi tulisan didasari oleh fakta bukan sekedar opini – opini kosong tanpa pendukung.
2. Bersifat faktual dan informative, mengungkapkan informasi yang berdasarkan hasil – hasil penelitian yang telah dilakukan.
3. Artikel ilmiah juga memiliki opini atau analisa pemikiran – pemikiran penulis. Akan tetapi, pemikiran itu dikuatkan / didasari oleh data valid berupa hasil penelitian sebelumnya, teori, maupun fakta yang ditulis ke dalam artikel.
4. Menggunakan metode penulisan yang sistematis. Dengan kata lain, ditulis dengan sistematis agar gagasan atau topik utamanya bisa terlihat jelas dari awal hingga akhir artikel.
5. Menggunakan ragam bahasa yang resmi dan baku. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahasa resmi yang bercirikan lugas, logis, denotatif, dan efektif, akan membuat bahasa artikel ilmiah terasa padat, berisi dan tidak berbelit – belit. 

Jenis – Jenis Artikel Ilmiah


Berdasarkan sumber datanya, artikel ilmiah dibedakan menjadi dua, yaitu artikel penelitian dan artikel non penelitian. Kedua jenis artikel ini akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Artikel penelitian

Artikel penelitian adalah artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian sendiri secara sistematis dengan mengikuti pedoman penulisan artikel ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel ini dibuat untuk dipublikasikan di dalam jurnal maupun buku – buku yang berisi kumpulan artikel.  
Artikel ini biasanya ditulis dengan dua cara yaitu : (a) Sebelum laporan, hal ini ditulis untuk mendapatkan masukan – masukan atau saran dari orang yang ahli atau disebut juga dengan pembimbing. (b) Setelah laporan tehnis. Ini dilakukan setelah laporan mendapatkan revisi sehingga sudah benar – benar siap untuk dipublikaskan. 

Sistematika penulisan artikel

1. Judul
2. Nama Penulis, Nama pembimbing dan e mail penulis
3. Sponsor / Instansi tempat bernaung
4. Abstrak
5. Kata kunci
6. Pendahuluan
7. Metode
8. Hasil
9. Pembahasan
10. Kesimpulan dan saran
11. Daftar pustaka

2. Artikel non penelitian

Artikel ini dibuat bukan didasari oleh penelitian langsung, akan tetapi bisa bersumber dari buku ataupun jurnal – jurnal penelitian lainnya. Meskipun begitu, artikel non penelitian juga ditulis secara sistematis dan terstruktur. Bedanya adalah hanya ada pada sistem numerisasisnya saja. Pada artikel penelitian, sistem penomeran harus ada, sedangkan artikel non penelitian tidak menggunakan sistem penomoran, baik angka maupun abjad.

Artikel ini hanya berisi paragraf – paragraf yang terdiri antara 10 hingga 20 halaman. Namun, artikel ini juga memiliki bagian – bagian essential di dalam penulisan artikel ilmiah, seperti judul artikel,  nama penulis, pendahuluan, bagian isi, bagian penutup, daftar pustaka.

Ketentuan menulis artikel ini sama dengan menulis makalah atau laporan penelitian, sehingga bagian abstrak dan kata kunci tidak ada di dalam artikel ini.  

Contoh Artikel Ilmiah 

Analysis Kemampuan Siswa dalam Pemahaman Kata Berpolisemi di dalam Kalimat

Aria Nugarah
Universitas Pelangi Nusantara
Nugrahaarr@gmail.com

Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami Polisemi kosakata dalam kalimat yang dilakukan pada 230 siswa tahun kedua di SMPN 16 Bandar Lampung. Penulis menggunakan metode deskriptif dalam penelitian ini dengan menggunakan tes objektif. Tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda terdiri dari 50 pertanyaan yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Temuan dari penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memahami polisemi kosakata dalam kalimat adalah 57,3. Ini berarti pemahaman mereka dalam kata berpolisemi adalah cukup. Kemampuan siswa dalam memahami polisemi adalah cukup dengan 53,27 skor. Sementara kemampuan siswa dalam memahami polisemi dalam kalimat adalah baik dengan 61,33 skor. Data menunjukkan bahwa siswa memiliki kesulitan dalam memahami polisemi kosakata dalam kalimat terutama dalam menafsirkan makna. Oleh karena itu, guru harus menemukan metode lain untuk mengajar polisemi kosakata untuk siswa. Penulis berpendapat bahwa metode mengingat adalah metode yang efektif untuk digunakan dalam mengajar polisemi.

Kata Kunci : kalimat, kata, belajar

Advertisement
PENDAHULUAN

Pada dasarnya, belajar bahasa adalah belajar bagaimana berkomunikasi. Bahasa selalu tumbuh dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan pikiran manusia. Penggunaan bahasa diwujudkan dalam bentuk kalimat dan kata. 

Penggunaan kata adalah hal yang paling penting dalam bahasa, baik lisan maupun tulisan. Kata mengambil peran penting dalam dalam sistem bahasa. Menurut Rusyana (1984: 13) seseorang yang disebut terampil dalam menggunakan bahasa jika mereka telah menguasai sistem bahasa Indonesia sepenuhnya, seperti sistem suara dan struktur, penguasaan kosakata dan ejaan. Peran penguasaan kosa kata dan makna sangat penting untuk membentuk keterampilan berbahasa siswa. Oleh karena itu, Kosakata dan sistem makna menjadi salah satu program yang diajarkan di sekolah.

Pembelajaran kosakata bertujuan untuk meningkatkan ukuran kosakata siswa. Mereka tidak perlu menghafal sejumlah kata, tapi mereka perlu tahu bagaimana penggunaan kata dalam ucapan. Pembelajaran kosakata bukan tentang menyajikan aturan dan terminologi tetapi aktivitas memahami dan menggunakan kosa kata yang berhubungan dengan konteks (GBPP 1994: 7). Setiap kata memiliki arti tersendiri, tetapi ada beberapa kata yang memiliki makna yang tidak jelas atau ambiguitas.

Salah satu sub-subjek yang diajarkan di SMP adalah tentang hubungan makna. Hubungan makna akan terlihat jika kata diatur satu sama lain sehingga makna akan terlihat dalam penggunaan bahasa. Siswa perlu memahami beberapa bentuk kata-kata dan makna kata-kata untuk mencapai pemahaman bahasa. Hubungan antara makna dan kata, antara lain (1) Sinonim, (2) Antonim, (3) homonim, (4) Polisemi, dan (5) Hyponym (Soedjito, 1990: 76)

Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu makna. Siswa harus memahami dan mampu menggunakan kata polisemi karena penggunaan polisemi dalam bahasa Indonesia dapat menyebabkan berbagai makna yang berkaitan dengan situasi dan konteks. Pada kenyataannya siswa merasa sulit untuk memahami dan menggunakan kata Polisemi. Ada banyak kesalahan yang mereka buat. Peneliti menemukan fakta di atas ketika peneliti melakukan PPL di SMP. Kesalahan yang sering dibuat oleh siswa misalnya: ketika mereka menafsirkan makna Kaki dalam kalimat Kakinya terkilir ketika ia Jatuh. Sebagian besar siswa menganggap kata Kaki dalam kalimat adalah bagian tubuh yang berada di bawah. Namun, seharusnya artinya adalah bagian dari tubuh yang digunakan untuk menopang tubuh. Menurut peneliti, kesalahan tidak harus terjadi jika siswa memahami kata polisemi.

Berdasarkan masalah di atas, penulis melakukan penelitian di SMP 16 Bandar Lampung. Penulis ingin mengetahui bagaimana pengetahuan siswa dalam polisemi di sebuah kalimat. Bagaimana kemampuan siswa dalam memahami polisemi dalam kalimat? Dan bagaimana pengetahuan siswa dalam menggunakan polisemi dalam kalimat

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menggunakan kata-kata untuk mengambil kesimpulan (Arikunto, 2002: 213). Metode deskriptif memusatkan niatnya dalam temuan faktual sesuai dengan kondisi riil (Nawawi, 1994: 73). Metode deskriptif adalah metode yang berbicara tentang probabilitas dalam memecahkan masalah faktual dengan mengumpulkan data, ketertiban dan mengklasifikasikan data, menganalisis dan menginterpretasikan data (Surakmad, 1985: 131).

 Populasi penelitian ini adalah siswa tahun kedua  SMP 16 Bandar Lampung. Ada 230 siswa yang tersebar di 6 kelas. Peneliti mengambil 60 siswa sebagai sampel. Sampel dipilih dengan menggunakan random sampling dimana sampel dipilih secara acak oleh peneliti.

Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik uji dalam penelitian ini. Teknik tes adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui tes. Peneliti menggunakan tes pilihan ganda sebagai instrumen. Tes terdiri dari 50 pertanyaan dan memiliki dua bagian. Tes nomor 1 sampai 25 adalah pertanyaan di mana siswa harus memutuskan arti polisemi kata dalam kalimat (Menafsirkan kata polisemi) dan nomor tes 26 sampai 50 adalah pertanyaan tentang kata polisemi yang telah diputuskan maknanya oleh peneliti kemudian siswa memilih kalimat yang sesuai dengan polisemi (memutuskan kalimat yang memiliki polisemi). Sistem penilaian dalam tes ini adalah pertanyaan bernilai 1 jika benar dan 0 jika salah. Mahasiswa diberi 60 menit untuk menjawab pertanyaan. Setelah menyelesaikan tes, peneliti mengumpulkan lembar jawaban siswa dan mengoreksi jawaban mereka.

Setelah data telah dikumpulkan, peneliti menganalisis data dengan menyesuaikan kelas mereka dengan patokan penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami kata berpolisemi dalam kalimat.

HASIL

Setelah data dianalisis, maka didapatkanlah data sebagai berikut :

Nilai
Menafsirkan Polisemi di dalam Kalimat
Menentukan Kalimat yang Berpolisemi
Ukuran Kemampuan Siswa
≥ 75
0
5
Sangat baik
58 – 74
25
34
Baik
42 – 57
29
20
Cukup
25 – 41
6
1
Buruk
< 25
0
0
Sangat Buruk
Nilai rata – rata
53.27
61.33

Kemampuan Siswa
Cukup
Baik

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat kemampuan siswa dalam memahami  polisemi dalam hal menentukan kalimat berpolisemi lebih baik daripada kemampuan dalam menafsirkan kata polisemi dalam kalimat.

PEMBAHASAN

Berdasarkan temuan di atas, kemampuan siswa dalam memahami kata polisemi adalah cukup. Hal ini dapat terjadi karena. Kata polisemi memiliki begitu banyak makna yang bisa membuat siswa bingung. Berdasarkan data, hanya ada 25 dari 60 siswa atau 41,67% siswa SMP 16 mendapat nilai bagus. Dalam kasus menafsirkan makna kata polisemi siswa dari SMP 16 Bandar Lampung adalah dalam kategori wajar. Sementara, dalam kasus menentukan kalimat dengan siswa kata polisemi dari SMP 16 Bandar Lampung adalah dalam kategori baik.

Jika hasil penelitian ini dihubungkan dengan prinsip-prinsip polisemi kosakata, jadi hasil ini membuktikan teori yang menyatakan bahwa kata-kata yang memiliki banyak makna akan membuat pembaca atau pendengar ragu untuk menafsirkan makna. 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan, peneliti menemukan bahwa hasil siswa dalam memahami kata berpolisemi dalam kalimat adalah 57,3. Ini berarti bahwa keterampilan mereka dalam memahami kata polisemi dalam kalimat adalah cukup. Peneliti menawarkan temuan ini kepada guru, terutama guru bahasa sebagai informasi bagi guru dan siswa. Guru harus meningkatkan kualitas pengajaran kata berpolisemi untuk siswa dengan memberikan banyak latihan atau menggunakan metode lain yang sesuai. Sementara itu siswa harus meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami kata polisemi sehingga mereka tidak akan membuat kesalahan dalam menafsirkan makna dan menggunakan kata polisemi.

Untuk penelitian lebih lanjut, peneliti menyarankan penelitian untuk menemukan metode terbaik dalam mengajar kata polisemi sehingga siswa dapat belajar secara efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdikbud. 1994. Garis-Garis Besar Program Pengajaran. Jakarta: Depdikbud.
Muslich, Masnur. 1987. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SLTP. Malang: IKIP.
Pateda, Mansoer. 2000. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta
Soedjito. 1990. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Bandung. Angkasa.
Tarigan, H.G. 1985. Pengajaran Sintaksis. Bandung: Angkasa.

Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail

Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail

Pengertian, Analisis dan Contoh Wacana Detail - Wacana adalah segala sesuatu yang berbentuk tulisan, perkataan, atau ucapan yang bersifat kontekstual. Wacana juga dapat diartikan sebagai kumpulan kalimat yang saling berangkai membentuk suatu kesatuan makna yang padu dan utuh. Dalam strata kebahasaan, wacana ditempatkan pada posisi teratas, karena wacana merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesar di dalam sebuah bahasa. 

Wacana dapat berbentuk kata, kalimat, paragraf atau bahkan karangan utuh yang memiliki amanat lengkap seperti pada buku atau pun artikel. Kalimat – kalimat yang menyusun sebuah wacana haruslah kalimat yang padu dan sesuai dengan konteks, bukan kalimat – kalimat yang saling terputus dan lepas konteks. Oleh karena itu, wacana dapat diartikan juga sebagai tulisan atau perkataan yang memiliki keutuhan unsur – unsur makna dan konteks yang melingkupinya. 


Contoh Wacana 


Lawan Kanker dengan Buah Tomat

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado – gado. Padahal, buah tomat mengandung zat yang mampu melawan sel kanker di dalam tubuh, yaitu zat likopen. Meskipun, zat ini banyak terkandung di dalam buah – buahan yang berwarna merah, tetapi persentase kandungan zat likopen yang terbesar ada di dalam buah tomat. 

Zat likopen adalah zat yang berfungsi sebagai zat antidioksida dan mampu menangkal radikal bebas, yaitu zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Radikal bebas yang tidak terkontrol inilah yang akan memicu pertumbuhan sel kanker. Namun, dengan zat likopen, sel kanker akan terhalang untuk melekat pada sel – sela darah, sehingga sel kanker akan kehilangan sumber makanan dari darah yang digunakannya sebagai nutrisi untuk berkembang. Sel-sel kanker yang dapat ditekan oleh zat likopen ini adalah sel kanker epitel, seperti kanker colon, prostat, dan kanker paru – paru. 

Untuk mengoptimalkan zat likopen, sebaiknya buah tomat dikonsumsi dengan diolah terlebih dahulu menjadi bahan makanan. Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketika proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebabkan zat likopen hancur. 

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi buah tomat, terutama bagi para perokok aktif yang tubuhnya banyak dimasuki oleh radikal bebas, sehingga mencegah sel kanker berkembang di dalam tubuh kita.    

Advertisement


Contoh Analisis Wacana


Dalam analisis sebuah wacana, ada tiga bagian yang akan dianalisis, yaitu bentuk wacana, isi wacana, keutuhan wacana, dan topikalisasi. Di bawah ini adalah contoh analisis wacana pada wacana di atas.

A. Bentuk Wacana

1. Naratif

Wacana di atas adalah wacana naratif yang berfungsi untuk menceritakan sesuatu kepada para pembaca. Wacana ini memiliki bentuk yang lebih ringkas dan dicirikan dengan paragraf pembuka, isi dan penutup. Pada wacana di atas, diawali dengan kalimat pembuka yang menceritakan tentang buah tomat. Kemudian di lanjutkan dengan bagian isi yang menceritakan fungsi dan cara kerja zat likopen. Dan diakhiri dengan kalimat penutup pada paragraf akhir.

2. Jumlah Paragraf

Wacana di atas terdiri dari 4 paragraf yang masing – masing memiliki fungsi sebagai paragraf pembuka, isi, dan penutup. 

B. Isi Wacana

Isi wacana di atas berupa:

1. Memaparkan fungsi zat likopen di dalam tubuh 
2. Cara kerja zat likopen dalam menghentikan perkembangan sel kanker

C. Keutuhan Wacana

1. Kohesi

Kohesi adalah hubungan antar kalimat atau paragraf, yang menyebabkan kalimat atau paragraf tersebut menjadi padu, sehingga menjadi sebuah wacana yang utuh.

Wacana di atas menggunakan pola hubungan konjungsi, Contohnya adalah :

Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketik proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebabkan zat likopen hancur.

Kata Namun, pada wacana tersebut berfungsi sebagai konjungsi yang menghubungkan antar kalimat, sehingga kalimat tersebut menjadi padu.

2. Koherensi

Koherensi dalam wacana terjadi karena adanya keterkaitan pada setiap kalimat secara semantis. Keterkaitan – keterkaitan tersebutlah yang menyebabkan kepaduan di dalam sebuah wacana.

Pada wacana di atas, ada beberapa pola koherensi, diantaranya adalah :

a. Pola sebab – akibat

Dengan zat likopen, sel kanker akan terhalang untuk melekat pada sel – sela darah, sehingga sel kanker akan kehilangan sumber makanan dari darah yang digunakannya sebagai nutrisi untuk berkembang.

b. Pola penambahan

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado – gado.

c. Pola pertentangan

Banyak orang tidak menyukai buah yang satu ini, bahkan mereka selalu menyisakan buah tomat ketika menyantap nasi goreng atau pun gado – gado. Padahal, buah tomat ini mengandung zat yang mampu melawan sel kanker di dalam tubuh, yaitu zat likopen.

D. Topikalisasi

Topikalisasi adalah penandaan topik dalam sebuah wacana yang saling mendukung antar bagian dalam membentuk suatu gagasan utama. Dalam wacana ada dua jenis topikalisasi, yaitu:

1. Topikalisasi antar kalimat

Topikalisasi ini terjadi bila ada sebuah kalimat yang mengandung gagasan utama dan didukung oleh kalimat – kalimat lain.

Contoh :

Untuk mengoptimalkan zat likopen, sebaiknya buah tomat dionsumsi dengan diolah terlebih dahulu menjadi bahan makanan. Hal ini dikarenakan zat likopen akan teraktivasi dengan mudah bila bercampur dengan minyak goreng ketik proses pemasakan. Namun, jangan sampai terlalu over cook karena malah akan menyebakan zat likopen hancur.

2. Topikalisasi antar paragraf

Topikalisasi antar paragraf terjadi apabila, suatu gagasan utama terletak pada salah satu paragraf dan paragraf lain mendukungnya.

Contoh :

Pada wacana di atas, gagasan utamanya terletak di bagian paragraf pertama yaitu, buah tomat mengandung zat likopen yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Kemudian, didukung oleh paragraf, paragraf selanjutnya yang menjabarkan, fungsi zat likopen, cara kerja zat likopen, dan anjuran memakan buah tomat. 

Pengertian Poster : Ciri, Macam, Tujuan Dan Cara Pembuatan Poster

Pengertian Poster

Poster adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. Poster biasanya dipasang ditempat-tempat umum yang dinilai strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall dan tempat-tempat keramaian lainnya. Informasi yang ada pada poster umumnya bersifat mengajak masyarakat.

Menurut wikipedia, pengertian poster adalah sebuah karya seni grafis yang dibuat dengan perpaduan antara huruf dan angka diatas kertas yang ukurannya relatif besar. Poster ini umumnya ditempel didinding atau permukaan yang relatif datar ditempat-tempat umum yang ramai agar informasi dan pesan yang ada didalam poster tersebut bisa tersampaikan kepada masyarakat.
Pengertian poster adalah sebuah karya seni yang memuat komposisi huruf dan gambar yang dibuat diatas kertas yang berukuran besar dan biasanya ditempelkan pada tempat yang datar dan strategis supaya bisa dilihat oleh banyak orang.

Sedangkan menurut KBBI, yang dimaksud poster adalah plakat yang terpasang ditempat-tempat umum dan biasanya berupa iklan dan pengumuman.

Poster sendiri biasanya ditempelkan pada tempat yang ramai dan strategis misalnya di sekolah, pasar, objek wisata dan tempat lainnya. Umumnya poster berisi ajakan kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu.

Dalam pembuatan poster, sama dengan pembuatan slogan yaitu dibuat dengan menarik. Penggunaan warna, pemilihan jenis huruf dan tata letak penulisannya perlu diperhatikan dengan serius karena itulah unsur-unsur terpenting dari sebuah poster.

Ciri-ciri dan Syarat Poster

Berikut ini adalah ciri – ciri umum dari sebuah poster:

  • Desain grafis dari poster harus memuat komposisi yang terdiri atas huruf dan gambar di atas media kertas atau kain yang berukuran besar.
  • Cara pengaplikasiannya dapat dengan cara ditempel pada dinding, tempat umum atau permukaan datar yang lain dengan sifat membidik perhatian mata semaksimal mungkin.
  •  Poster pada umumnya dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras.
  • Poster lazimnya mempergunakan bahasa yang singkat, jelas, tidak rancu agar mudah dipahami.
  • Pesan yang ingin disampaikan sebaiknya disertai dengan gambar.
  • Poster dapat dibaca secara sambil lalu.

Setelah membahas mengenai ciri-ciri poster, berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai syarat sebuah poster:

  • Poster wajib mempergunakan bahsa yang mudah dipahami.
  • Susunan kalimat poster harus singkat, padat, jelas, tetapi berisi.
  • Poster sebaiknya dikombinasikan dengan bentuk gambar.
  • Poster harus mampu menarik minat khalayak.
  • Media poster harus mempergunakan bahan yang tidak mudah rusak atau sobek.
  • Ukuran poster sebaiknya disesuaikan dengan tempat atau lahan pemasangan serta target pembaca.
  • Sementara itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat poster adalah:
  • Gambar dibuat mencolok dan sesuai dengan ide yang akan dikomunikasikan.
  • Kata-kata yang digunakan dalam poster harus efektif, sugestif, serta mudah diingat.
  • Jenis font sebaiknya adalah jenis yang mudah dibaca dan dengan size yang besar.

Jenis-Jenis Poster


  • Poster Niaga, poster ini berisi mengenai suatu produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Poster niaga ini banyak digunakan oleh para produsen suatu produk untuk mengenalkan produknya kepada halayak umum dengan harapan akan bisa meningkatkan penjualan.
  • Poster Kegiatan, poster ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai suatu acara atau event. Didalam poster ini biasanya terpampang nama dari acara, lokasi serta waktu kapan dimulainya acara. Penggunaan poster ini bertujuan agar ada banyak orang yang hadir dan meramaikan acara tersebut.
  • Poster Pendidikan, poster jenis ini berisi tentang hal-hal yang bertemakan pendidikan, seperti sosialisasi sebuah program, serta ajakan untuk giat dalam belajar.
  • Poster Layanan Masyarakat, poster ini berisi mengenai sosialisasi tentang program baru yang dibuat oleh pemerintah kepada masyarakat.
  • Poster Kampanye, Poster kampanye merupakan poster yang sengaja dibuat dengan tujuan mengkampanyekan berbagai macam hal tertentu (orang, acara / kegiatan, benda, dll)
  • Poster Cheesecake, Poster cheesecake merupakan poster yang sengaja dibuat dengan tujuan untuk menarik perhatian masyarakat / publik.
  • Poster Komik, Poster komik merupakan poster yang ditujukan untuk mempromosikan sebuah komik tertentu.
  • Poster Riset, Poster riset merupakan poster yang tujuan pembuatannya adalah untuk mempublikasikan hasil riset tertentu.
  • Poster Komersial, Poster komersial merupakan poster yang dibuat dengan tujuan aktivitas komersial seperti iklan atau pun promosi produk atau pun layanan tertentu.
  • Poster Kelas, Poster kelas merupakan poster yang dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi siswa yang ada di dalam kelas sekolah.
  • Poster Afirmasi, Poster afirmasi merupakan poster yang sengaja dibuat untuk meningkatkan motivasi pembacanya.
  • Poster Film, Poster film merupakan poster yang dibuat dengan tujuan mempromosikan suatu film tertentu.
  • Poster Wanted, Poster wanted merupakan poster yang tujuan pembuatannya adalah untuk menginformasikan kehilangan orang atau pun pencarian orang hilang.
  • Poster Propaganda, Poster propaganda merupakan poster yang tujuan pembuatannya adalah untuk menyemangati para pembacanya.

Tujuan Poster

Dibuatnya sebuah poster tentu bukan tanpa sebab, tetapi memiliki maksud dan tujuan sendiri. Secara umum tujuan dan maksud dibuatnya poster adalah sebagai media publikasi agar masyarakat bisa membacanya dan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam poster tersebut. Tetapi secara khusus maksud dan tujuan dibuatnya poster tergantung dengan apa yang diinginkan pembuat, bisa untuk tujuan komersil, mencari simpati publik, mencari perhatian masyarakat, dan lain sebagainya.

Cara Membuat Poster yang baik dan benar

Dalam membuat sebuah poster, perlu diperhatikan beberapa hal seperti untuk siapa poster itu ditujukkan, dan apa tujuan dari poster itu. Untuk itu silahkan simak langkah-langkah pembuatan poster.

  • Tentukan Tema dan Tujuan


Bagian yang paling penting dalam pembuatan poster yaitu menentukan tema dan tujuan, Tanpa adanya tema dan tujuan yang jelas, maka tidak mungkin akan tercipta sebuah poster yang berkualitas. Contoh tema bisa kalian lihat pada pembagian poster diatas.

  • Kalimat Singkat, Padat, Menarik serta mensugesti

Setelah selesai membuat tema, selanjutnya yaitu membuat sebuah kalimat. Pembuatan kalimat tidak boleh sembarangan karena kalimat menjadi kunci keberhasilan dari suatu poster. Susunan kata per kata harus diperhatikan, kalimat tidak boleh terlalu panjang namun harus menarik dan mengajak masyarakat untuk melakukan suatu hal sesuai dengan poster yang kalian buat.

  • Jangan Lupakan Gambar

Penggunaan gambar pada sebuah poster akan lebih membuat orang tertarik untuk membaca sekaligus melakukan apa yang ada pada poster tersebut. Gambar yang digunakan harus sesuai dengan Tema dari poster dan berbeda dari yang lain. Penggunaan gambar bisa menambah minat masyarakat untuk membaca poster sobat. Hal itu perlu dilakukan pasalnya orang cenderung bosan jika hanya membaca tulisan saja, mereka menginginkan sesuatu yang unik dan menarik.

  • Media Harus Tepat

Media tempat diletakkannya poster haruslah tepat, jangan asal menempelkan poster pada media-media yang tidak layak. Penempatan ini bertujuan agar orang-orang melihat poster kita dan membacanya.
Contoh Contoh Gagasan Utama Lengkap

Contoh Contoh Gagasan Utama Lengkap

Contoh Contoh Gagasan Utama Lengkap - Gagasan utama adalah topik utama yang menjadi pokok pembahasan di dalam suatu paragraf. Sebuah paragraf pada umumnya selalu memiliki gagasan utama yang terkandung di dalam kalimat utamanya. Kalimat utama tersebut diletakan berbeda – beda, tergantung dengan jenis paragrafnya. Pada paragraf deduktif, kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Paragraf induktif kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Sedangkan, paragraf campuran kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraf. 

Di bawah ini adalah contoh – contoh gagasan utama pada paragraf deduktif, induktif, dan campuran.

Paragraf Deduktif


Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf

Contoh :

Paragraf 1

Arus lalu lintas menuju puncak bogor mengalami kemacetan menjelang hari libur panjang yang terjadi. Kemacetan tersebut disebabkan oleh padatnya arus lalu lintas terutama mobil pribadi yang melintasi jalananan menuju puncak. Mobil – mobil tersebut kebanyakan berasal dari orang - orang Jakarta yang ingin memanfaatkan momentum liburan panjang ini dengan mengisi liburan mengunjungi Puncak Bogor. Tidak hanya mobil pribadi, arus menuju puncak ini juga dipenuhi dengan motor dan mobil – mobil pengangkut berukuran besar seperti, truk, dan fusso. Pada hari – hari biasa mobil – mobil pengangkut inilah yang selalu memenuhi jalanan ini. Namun, pada saat liburan ini mereka harus berbagi jalan dengan kendaraan – kendaraa lainnya karena jalanan ini memang merupakan jalur strategis yang menghubungkan antara dua provinsi di Pulau Jawa. Kemacetan ini diperkirakan akan terus melonjak pada hari minggu mendatang. 

Kalimat utama : Arus lalu lintas menuju puncak bogor mengalami kemacetan menjelang hari libur panjang yang terjadi. 
Gagasan utama : Arus lalu lintas menuju puncak macet pada liburan akhir pekan.

Paragraf 2

Kota Bandar Lampung akan terus diguyur hujan deras hingga beberapa bulan ke depan. Musim hujan ini merupakan musim yang terpanjang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Hal ini diperkuat oleh data yang dikeluarkan oleh pihak BMKG yang menyatakan bahwa angin yang membawa awan hujan terus bergerak dan bertiup menuju kota. Awan – awan tersebut mengumpul di atas langit kota dan siap menumpahkan air hujan. Tak hanya itu, cuaca yang tidak bisa diprediksi ini juga mengindikasikan bahwa musim hujan masih terjadi. Ditambah lagi dengan angin kencang yang bertiup turut menandai bahwa musim hujan akan terus berlangsung. Diperkirakan hujan akan terus turun hingga akhir bulan depan. 

Kalimat utama : Kota Bandar Lampung akan terus diguyur hujan deras hingga beberapa bulan ke depan.
Gagasan utama : Hujan akan terus turun di Bandar Lampung hingga bulan ke depan.

Paragraf Induktif


Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di bagian akhir paragraf.

Paragraf 1

Orang yang memiliki kebiasan merokok sangat beresiko terkena penyakit jantung. Hal ini dikarenakan kandungan zat – zat kimia yang sangat berbahaya di dalam rokok. Zat – zat tersebut juga akan menggerogoti organ – organ penting lainnya seperti paru – paru, hati, dan lain – lain. Disamping berbahaya bagi perokok, rokok juga membahayakan orang – orang disekitarnya. Mereka juga menghirup asap yang dihasilkan oleh perokok, sehingga mereka juga sangat rentan mendapatkan dampak yang sama dengan para perokok. Orang – orang yang turut menghisap asap rokok ini disebut dengan perokok pasif. Oleh karena itu merokok sangat berbahaya bagi perokok dan orang – orang di sekitarnya. 

Kalimat utama : Oleh karena itu merokok sangat berbahaya bagi perokok dan orang – orang di sekitarnya. 
Gagasan utama : Merokok sangat berbahaya bagi semua orang.
Advertisement

Paragraf 2

Puluhan rumah di Desa Sukamaju hancur tertimpa ribuan kubik tanah yang longsor dari atas bukit. Longsor tersebut menimbun rumah – rumah beserta harta benda yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, longsor juga ikut menimbun perkebunan warga. Sekitar 3 hektare kebun sayuran yang siap panen tertimbun tanah, sehingga menyebabkan kerugian bagi para warga. Oleh karena itu, warga Desa Sukamaju mengalami kerugian yang cukup banyak atas bencana alam ini.

Kalimat utama : Oleh karena itu, warga Desa Sukamaju mengalami kerugian yang cukup banyak atas bencana alam ini.
Gagasan utama : Warga Desa Sukamaju mengalami kerugian karena bencana longsor.

Paragraf Campuran


Paragraf campuran adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di bagian awal dan akhir paragaf.

Contoh:

Paragraf 1

Tekhnologi memiliki dampak baik dan buruk bagi umat manusia. Tekhnologi bisa memberikan manfaat yang sangat banyak bagi manusia.  Dengan hadirnya tekhnologi ini, semua urusan manusia bisa dilakukan dengan mudah. Contohnya tekhnologi transportasi saat ini bisa menghubungkan antar pulau bahkan antar Negara hanya dengan hitungan jam. Namun, dibalik itu semua tekhnologi juga bisa memberikan bencana bagi manusia. Perkembangannya yang sangat tidak terbendung ini bisa menciptakan hal buruk bagi umat manusia. Contohnya adalah senjata pemusnah masal yang bisa mengahncurkan makhluk hidup hanya dalam sekejap. Oleh Karena itu, tekhnologi  ibarat dua buah mata pisau yang bisa memberikan manfaat sekaliugus menciptakan musibah bagi manusia.

Kalimat utama  : Tekhnologi memiliki dampak baik dan buruk bagi umat manusia. 
Oleh Karena itu, tekhnologi  ibarat dua buah mata pisau yang bisa memberikan manfaat  sekaliugus menciptakab musibah bagi manusia 
Gagasan utama : Tekhnologi bisa memberikan manfaat sekaligus memberikan dampak buruk.

Paragraf 2

Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya. Banyak sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Contohnya minyak bumi, gas alam, logam mulia, dan lain – lain. Selain sumber daya tersebut, Indonesia juga sangat kaya akan sumber daya alam hayati dan hewaninya. Banyak binatang dan tumbuhan yang hidup di Indonesia. Contohnya Indonesia memiliki spesies ikan yang sangat banyak di lautannya. Oleh sebab itu, Indonesia dijuluki sebagai negeri atlantis yang hilang.

Kalimat utama : Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya.
Oleh sebab itu, Indonesia dijuluki sebagai negeri atlantis yang hilang.
Gagasan utama : Indonesia disebut sebagi negeri atlantis yang hilang karean kekayaan sumber daya alamnya.