Showing posts sorted by relevance for query jenis magnet. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis magnet. Sort by date Show all posts

Pengertian, Sifat, Bentuk, dan Jenis – Jenis Magnet

Pengertian, Sifat, Bentuk, dan Jenis – Jenis Magnet. Pengertian Magnet, Sifat – Sifat Magnet, Jenis Benda berdasarkan sifat Kemagnetannya, Benda Magnetik, Benda Non – Magnetik, Macam – Macam Bentuk Magnet, Jenis – Jenis Magnet, dan Penjelasan Lengkap Lainnya mengenai Magnet.

Pengertian Magnet

Sumber: youtube.com
Pengertian magnet bisa dipahami sebagai sebuah benda yang dapat menarik benda – benda lain di sekelilingnya, yang mempunyai karakter khusus. Tiap Magnet memiliki karakter kemagnetan. Yang disebut dengan karakter kemagnetan yaitu kekuatan benda dalam menarik benda-benda lain di sekelilingnya.

Sejarah kata Magnet di ambil dari nama daerah yang ada di Asia yakni Magnesia. Magnesia inilah yang disebut tempat bangsa Yunani menemukan karakter magnetik dari bebatuan yang memiliki kekuatan untuk menarik biji besi.

Beberapa ilmuwan mempercayai kalau magnet dengan karakter kemangnetannya ini udah banyak digunakan mulai sejak dahulu kala, yaitu oleh bangsa Cina. Bangsa Cina jadi bangsa yang pertama kalinya memakai karakter magnet sebagai kompas atau penunjuk arah.

Sifat - Sifat Magnet

Sumber: faridtomi-xi-ipa-2.blogspot.co.id/
Magnet memiliki kekuatan untuk menarik benda lain di sekelilingnya. Tetapi, kekuatan ini cuma bisa mencapai benda –benda spesifik saja. Artinya, tidak seluruh bentuk benda yang ada pada jangkauan magnet ini bisa ditariknya.

Hal inilah yang disebut karakter magnet, yaitu dapat menarik benda spesifik di sekelilingnya. Tidak hanya itu, ada juga beberapa karakter magnet yang lain. Secara umum, berikut ini yaitu karakter  atau sifat-sifat magnet: 
  1. Magnet cuma bisa menarik benda spesifik yang ada di sekelilingnya, atau tidak seluruh bentuk benda dapat ditariknya, walaupun ada dalam jangkauannya. 
  2. Gaya Magnet bisa menembus benda. Artinya, apabila makin kuat gaya magnet makin tebal juga benda yang bisa ditembus oleh gaya itu serta ditariknya. 
  3. Magnet memiliki dua kutub, yaitu Kutub Utara serta Kutub Selatan 
  4. Jika Kutub magnet yang semacam/senama didekatkan satu sama lain, maka kedua kutub ini akan sama-sama tolak menolak. Apabila kutub yang berbeda didekatkan satu sama lain, mereka akan sama-sama Tarik Menarik. Contoh, kutub selatan di dekatkan dengan kutub selatan maka kedua kutub akan sama-sama menolak. Apabila kutub selatan didekatkan dengan kutub utara, keuda kutub akan sama-sama menarik serta berdekatan sampai pada akhirnya dapat menempel. 
  5. Medan Magnet akan membuat Gaya Magnet. Makin dekat sebuah benda dengan Magnet, medan magnetnya akan makin rapat. Pada keadaan ini, gaya magnet akan makin besar, serta demikian juga sebaliknya. 
Karakter Kemagnetan bisa hilang atau melemah karena beberapa hal, seperti: terus-terusan jatuh, terbakar, serta yang lain.

Jenis Benda Berdasarkan Sifat Kemagnetannya

Bersumber pada pada karakter kemagnetannya, benda- benda bisa dikelompokkan jadi 2, yaitu benda magnetik serta benda non magnetik.

Benda Magnetik (Feromagnetik) 
Sumber: lindadarra.wordpress.com
Benda magnetik atau yang kadang kala juga disebut sebagai feromagnetik yaitu benda yang bisa ditarik dengan kuat oleh magnet. Jadi, bila benda jenis ini ada dekat dengan magnet, magnet akan dengan gampang menariknya mendekat.

Benda Magnetik yang bukan magnet dapat juga di proses jadi magnet. Cuma saja, tiap benda memiliki tingkat kesulitan berbeda bila akan dirubah jadi magnet. Ada yang gampang dijadikan magnet ada pula yang sulit.

Contoh benda magnet yaitu besi, baja, nikel, serta rata-rata benda logam lain. Benda magnet yang paling gampang dijadikan magnet yaitu baja. Besi dapat juga dijadikan magnet cuma saja lebih sukar.

Benda Non – Magnetik 
Sumber: soloensis.com
Benda non magnetik masih tetap bisa digolongkan lagi dalam dua bentuk, yaitu paramagnetik serta diamagnetik.
  1. Paramagnetik, yaitu benda yang bisa ditarik dengan lemah oleh magnet kuat. Artinya, apabila benda paramagnetik ada dekat dengan magnet, ia bisa ditarik cuma saja dengan kakuatan yang sangat lemah. Contoh benda paramagnetik yaitu alumunium, tembaga, platina, serta yang lain. 
  2. Diamagnetik, yaitu benda yang menolak magnet, atau benda ini tidak bisa ditarik sama sekali oleh magnet walaupun ada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik yaitu emas, seng, merkuri, serta yang lain. 
Teori Kemagnetan 
Sumber: pakmono.com
Dalam teori kemagnetan ada beberapa pripsip yang perlu dipahami, mencakup:
  1. Satu magnet akan senantiasa tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut dengan magnet elementer. 
  2. Pada Benda Magnetik, magnet elementer tersusun secara teratur atau semua searah. Tetapi, pada benda non-magnetik, magnet elementer ini tersusun secara acak. 
  3. Bahan magnetik yang bukan magnet bisa dirubah jadi magnet. Langkah mengubahnya yaitu dengan prinsip membuat magnet elementer di dalam benda itu jadi teratur atau searah seluruh. 
  4. Bahan Magnetik lunak lebih gampang dirubah jadi magnet. Hal semacam ini dikarenakan magnet elementer yang lebih gampang disusun untuk dijadikan teratur. 
  5. Jika satu buah magnet dipotong, masing-masing potongan magnet itu akan tetap jadi magnet serta masing –masingnya juga mempunyai kutub utara serta kutub selatan. 
Macam - Macam Bentuk Magnet 

Magnet yang bisa diketemukan ada beragam jenis bentuk. Ketidaksamaan bentuk magnet ini lantaran magnet masing–masing di buat dengan maksud dan kegunaan yang tidak sama. Secara umum, bentuk tetap magnet ada 5. Ke lima bentuk tetap magnet itu mencakup: 
  1. Magnet Batang, memiliki bentuk mirip batang atau balok atau kubus. 
  2. Magnet Silinder, bentuk magnet ini mirip tabung panjang. 
  3. Magnet Jarum, bentuk magnet ini mirip jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnetnya lebih runcing. 
  4. Magnet Cincin, magnet ini mempunyai bentuk bulat mirip cincin. 
  5. Magnet U (Magnet Ladam), magnet ini berupa seperti tapal kuda atau sama dengan huruf U. 
Jenis - Jenis Magnet 

Secara garis besar bersumber pada proses terbentuknya, magnet dapat juga dibagi ke dalam dua bentuk, yaitu magnet alam serta magnet buatan.

Magnet Alam 

Magnet Alam yaitu magnet yang mempunyai karakter kemagnetan yang diperoleh secara alami. Artinya, magnet ini ada tanpa ada campur tangan manusia lantaran udah terbentuk dari alam. Contoh magnet alam yaitu gunung Ida yang ada di Magnesia yang dapat menarik benda – benda di sekelilingnya.

Magnet Buatan 

Magnet Buatan yaitu bentuk magnet yang sengaja di buat manusia supaya mempunyai karakter kemagnetan.

Magnet buatan bisa di buat dari bahan – bahan magnetic yang kuat seperti besi serta baja. Tetapi, biasanya bahan yang di buat magnet yaitu baja lantaran bisa menghasilkan magnet yang lebih kuat jangkauannya.

Magnet buatan bisa dibagi lagi ke dalam dua kelompok, yaitu: 
  1. Magnet Tetap (Permanen), magnet tetap yaitu magnet yang karakter kemagnetannya berbentuk permanen. Artinya, walaupun proses pembuatannya udah dihentikan, benda itu tetap mempunyai karakter kemagnetan. Misalnya yaitu magnet baja yang di buat lewat cara digosok supaya magnet elementer di dalamnya teratur. 
  2. Magnet Sementara (non permanen), yaitu bentuk magnet yang karakter kemagnetannya cuma sementara saja. Artinya, karakter kemangnetan cuma akan muncul sepanjang proses pembuatannya saja. Misalnya yaitu magnet yang di buat lewat cara dialiri dengan listirk. Hingga ketika benda magnet itu tidak lagi dialiri listrik, karakter kemagnetannya akan menghilang.
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Sifat, Bentuk, dan Jenis – Jenis Magnet, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Magnet di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Magnet. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. porosilmu.com 

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop. Pengertian Mikroskop, Fungsi dari Mikroskop, Bagian – Bagian Mikroskop, Macam – Macam Lensa Mikroskop, Mikroskop Modern, Jenis – Jenis Mikroskop, Macam – Macam Mikroskop, Cara Menggunakan Mikroskop, Penjelasan lengkap mengenai Mikroskop.

Pengertian Mikroskop 

Sumber: berkahkhair.com
Kata mikroskop datang dari bahasa bahasa Yunani yaitu micros (kecil) serta scopein (melihat). Jadi pengertian mikroskop yaitu alat bantu pandangan untuk mencermati objek berukur renik, hingga objek terlihat lebih besar serta jelas. Mikroskop modern disusun minimum oleh dua buah lensa, adapun 2 lensa pada mikroskop modern yakni:
  1. Lensa objek. 
  2. Lensa okuler. 
Perbesaran yang dihasilkan mikroskop optik modern mencapai 1.250 kali. Mikroskop yang kerap dipakai disekolah yaitu mikroskop monokuler atau cahaya (Latin:mono=satu serta oculus=mata). Mikroskop ini dipakai dengan satu mata, hingga bayangan yang tampak cuma mengenai panjang serta lebar benda yang dilihat.

Mikroskop mempunyai dua fungsi serta manfaat, adapun 2 manfaat mikroskop yaitu sebagai berikut ini: 

Manfaat utama mikroskop 

Manfaat utama mikroskop yaitu agar bisa melihat dan mencermati objek benda dengan bentuk ukuran yang amat kecil yang tidak bisa diliat oleh mata telanjang (mata secara langsung).

Manfaat lainnya 

Manfaat dan kegunaan yang lain dari mikroskop yaitu tidak akan jauh dari manfaat utama. Tujuannya yaitu adanya ketidaksamaan dari beberapa bentuk mikroskop yang tujuan dibuatnya untuk sebuah fungsi yang lebih men-detail/rinci.

Misalnya yaitu seperti ada bentuk mikroskop yang cuma di buat untuk melihat serta mencermati satu bentuk objek mikroskopis saja. Jadi, mikroskop bentuk itu termasuk lebih detil serta rinci.

Bentuk serta beberapa macam Mikroskop 

Mikroskop ada dua bentuk serta jenis yang di ketahui berdasarkan sumber energinya. Adapun 2 jenis bentuk mikroskop yakni diantaranya sebagai berikut ini: 

Mikroskop cahaya 
Sumber: bresser.de
Mikroskop cahaya yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan cahaya sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan dilihat, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis cahaya ini memakai cahaya sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Mikroskop cahaya ini memiliki 3 lensa pembesaran. Adapun 3 lensa pembesaran mikroskop cahaya yaitu diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Lemah (4 kali/10 kali) 
  2. Sedang (40 kali) 
  3. Kuat (100kali) 
Serta lensa okuler mempunyai pembesaran 10 kali. Jadi mikroskop cahaya ini rata-rata memiliki pembesaran yang maksimum sebanyak 1000 kali dari ukuran yang sesungguhnya.

Pada bentuk mikroskop cahaya, ada juga ketidaksamaan pada lensa yang dipunyainya, antara lain seperti: 
  1. Mikroskop cahaya yang cuma memiliki 1 lensa okuler (monokuler) 
  2. Jenis satu lensa okuler (monokuler) ini cuma mampu untuk melihat panjang serta lebar dari objek yang akan diamati. 
  3. Mikroskop cahaya yang memiliki 2 lensa okuler (binokuler) 
  4. Jenis satu lensa okuler (binokuler) atau yang juga dikenal dengan Mikroskop Stereo ini mampu untuk melihat panjang, lebar serta tinggi objek yang akan diamati secara 3 dimensi (3D). 
Mikroskop elektron 

Mikroskop elektron yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan elektron sebagai sumber dayanya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain kalau mikroskop bentuk elektron ini memakai elektron sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Pada mikroskop jenis elektron, magnet dipakai untuk pengganti dari lensa dengan fungsi untuk memusatkan elektron (sumber daya) ke objek. Ada 2 bentuk mikroskop elektron yakni diantaranya sebagai berikut ini:

Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) 
Sumber: jeolusa.com
Mikroskop transmisi elektron (TEM) bekerja lewat cara menembuskan elektron pada objek yang akan diamati serta deskripsi dari objek yang akan diamati akan tampak di monitor.

Mikroskop Elektron Scanning 
Sumber: pik-instruments.pl
Mikroskop Elektron Scanning bekerja lewat cara memberikan deskripsi permukaan, jaringan serta susunan objek yang diamati serta dapat menghadirkan deskripsi objek yang akan diamati itu dengan deskripsi 3 dimensi (3D).

Benda atau objek yang akan diamati dengan mikroskop mesti mempunyai ukuran yang kecil serta tipis hingga bisa ditembus cahaya.

Bagian-bagian mikroskop 

Sisi mekanik 

Di bagian mekanik terdiri dari:

Kaki mikroskop

Kaki mikroskop yaitu sisi yang berperan untuk menyokong mikroskop.

Pilar (sendi inklinasi) 

Pilar atau sendi inklinasi yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung pada kaki dengan lengan mikroskop.

Pengatur kondensor 

Pengatur kondensor yaitu sisi yang berperan untuk menambah serta menurunkan kondensor.

Kondensor 

Kondensor yaitu sisi yang berperan untuk memfokuskan cahaya ke benda yang tengah diamati.

Lengan mikroskop 

Lengan mikroskop yaitu sisi yang berperan sebagai pegangan mikroskop.

Engsel penggerak 

Engsel penggerak yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop.

Meja preparat 

Meja preparat yaitu sisi yang berperan untuk menempatkan preparat yang akan diamati.

Penjepit preparet (pemegang sendiaan) 

Penjepit preparet atau pemegang sendiaan yaitu sisi yang berperan untuk menjepit preparet yang akan diamati supaya tidak bergeser.

Tabung 

Tabung yaitu sisi yang berperan untuk menghubungkan antara lensa objektif serta lensa okuler.

Revolver 

Revolver yaitu sisi yang berperan untuk meletakkan lensa objektif.

Sekrup pemutar kasar 

Sekrup pemutar kasar yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah.

Sekrup pemutar halus 

Sekrup pemutar halus yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung ke arah atas serta bawah secara lambat. Alat ini digunakan bila objek sudah terfokus dengan memutar pemutar kasar.

Sisi optik 

Di bagian optik terdiri dari:

Dua buah cermin 

Dua cermin yaitu satu cermin datar serta satu cermin cekung. Manfaat cermin yaitu untuk mencari, menyatukan serta mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang serta cermin cekung untuk sumber cahaya yang kurang terang.

Diafragma 

Manfaat diafragma yaitu mengatur banyak sekurang-kurangnya sinar yang dipantulkan cermin menuju ke mata.

Lensa objektif 

Manfaat lensa objektif yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat pada revolver.

Lensa okuler 

Manfaat lensa okuler yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat di bagian atas tabung.

Cara memakai mikroskop 

Cara pemakaian mikroskop yaitu antara lain sebagai berikut ini:

Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaran 

Cara untuk menghasilkan lapang pandang yaitu dengan mengatur cermin sembari melihat lensa okuler supaya sinar masuk ke diafragma, hingga menghasilkan pemantulan yang maksimal. Sisi yang terang berupa bulat diberi nama lapang pandang.

Mengatur konsentrasi mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah 

Tempatkan prepared diatas meja preparet, dijepit dengan penjepit sembari mencermati mikroskop dari samping tabung mikroskop di turunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati sampai lensa objektif tidak menyentuh preparat. Lantas lihatlah lewat lensa okuler serta dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung mikroskop hingga objek tampak jelas.

Setelah objek terlihat, putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang hingga mendapat bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop didapat lewat cara mengalihkan angka pada lensa objektif dengan angka yang tercantum pada lensa okuler. Umpamanya 5x lensa objektif serta 10x lensa okuler, perbesaran yang dihasilkan sebesar 50x.

Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat) 

Untuk mendapatkan bayangan, bisa dilakukan dengan merubah lensa objektif yang mempunyai perbesaran lemah dengan yang kuat. Umpamanya lensa objektif perbesaran 5x bisa ditukar dengan 10x atau 40x dengan memutar revolver hingga terdengar suara terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang supaya didapat objek yang lebih jelas.

Mengatur mikroskop dengan posisi disimpan 

Sesudah mikroskop selesai dipakai, susunlah mikroskop dengan posisi siap disimpan lewat cara sebagai berikut ini:
  1. Tabung mikroskop dinaikkan. 
  2. Preparet di ambil. 
  3. Lensa objektif terlemah di turunkan serendah-rendahnya diputar persis hingga lubang meja mikroskop. 
  4. Diafragma ditutup kembali. 
  5. Kondensor di turunkan serta cermin dalam posisi tegak. 
  6. Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang lengan mikroskop serta topeng kaki mikroskop dengan tangan kiri lantas masukkan ke tempatnya serta dikunci.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Mikroskop di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Mikroskop. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. materibelajar.id 

Contoh Abstrak Skripsi dan Cara Membuatnya

Contoh Abstrak Skripsi dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Abstrak Skripsi. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Abstrak Skripsi

Sumber: thanmal.blogspot.co.id
Abstrak adalah satu ringkasan isi dari satu karya tulis ilmiah yang diperuntukkan untuk membantu seorang pembaca supaya bisa dengan gampang dan cepat untuk melihat maksud dari penulisannya.

Di dalam dunia akademik, tulisan pendek ini dipakai oleh institusi/instansi/organisasi pendidikan sebagai informasi awal atas satu riset saat dimasukkan dalam jurnal, konferensi, lokakarya, atau yang semacamnya.

Dalam dunia maya (internet), satu abstrak dipakai sebagai deskripsi singkat atas satu karya tulis ilmiah/riset untuk di baca, seperti halnya satu “display” jenis baju dipajang untuk dilihat atau diuji pakai saat sebelum dibeli. Berikutnya, bagian lengkap satu riset di jual pada mereka yang tertarik untuk mendapatkannya.

Struktur penulisan satu abstrak yang terjadi sekarang menggambarkan ketidakpastian ide konsep atau ketidakjelasan panduan yang dipunyai mengenai susunan yang jelas dari satu abstrak.

Argumen atau pandangan atas ketidaksamaan yang terjadi di dunia akademik tidak dibicarakan dalam tulisan ini lantaran sekarang yang lebih penting meluruskan dan atau menyamai pandangan mengenai penulisan satu abstrak yang baik. Penulisan satu abstrak harusnya memerhatikan:
  • Susunan Paragraf. 
Satu abstrak ditulis dalam satu paragraf yang menjelaskan keseluruhan isi tulisan secara singkat serta jelas. Penulisannya tidak melakukan indensasi pada kalimat pertama paragraf. Single space yaitu pilihan yang dipunyai oleh penulis untuk menyusun kalimat dalam paragrafnya.

Lebih dalam, terkadang seorang pembimbing Skripsi/Tesis/Disertasi mengatur sampai pada penggunaan bentuk huruf serta ukuran tertentu.
  • Jumlah kata. 
Idealnya satu paragraf terdiri dari 150 sampai dengan 200 kata. Tetapi, pertimbangan jumlah kata yang paling pas dalam penulisan Skripsi, Tesis, maupun disertasi umumnya tergantung pada pertimbangan pandangan pembimbing (supervisor) yang mendampingi seorang mahasiswa dalam penulisannya.

Seorang supervisor harusnya tidak memperhitungkan jumlah kata sebagai referensi paling utama penulisan paragraf, lantaran sisi paling utama justru isi (kontent) paragraf.
  • Isi paragraf. 
Pada saat pembimbingan, seorang supervisor memprioritaskan 4 sisi empiris dari satu abstrak. Pertama, indentifikasi konsentrasi riset dijelaskan secara singkat supaya pembaca mengerti apa yang dilihat oleh seorang peneliti di dalam penelitiannya.

Kedua, penulis butuh menggambarkan secara jelas design riset yang dilakukan dalam proses pencarian jawaban atau jalan keluar atas masalah yang diangkat di dalam penelitiannya. Design langkah penyelesaian permasalahan ini oleh mahasiswa umum di kenal dengan istilah Metode Penelitian. Ketiga.

Berikutnya penulis bakal menjelaskan hasil temuannya pada pembaca. Beberapa peneliti menganggap hasil temuan yang diungkap tidak butuh membuka pembahasan yang dilakukan lantaran hal semacam itu malah akan membuat pengulangan isi tulisan.

Jelas tujuannya lantaran sisi pembahasan temuan riset juga diuraikan di dalam sisi rangkuman. Ke empat, pentingnya sisi rangkuman di dalam satu tulisan juga tampak di dalam satu abstrak yang tetap mendapatkan perhatian penting sebagai sisi akhir dari paragraf.

Di bagian ini kadang-kadang beberapa peneliti menyisipkan referensi riset tetapi tanpa pembahasan atau uraian yang panjang. Lebih lanjut, hal yang lazim satu abstrak di isi oleh nama si penulis dan beberapa pembimbing tulisannya, terlebih hal semacam itu ditulis dalam huruf cetak tebal.

Sebaiknya abstrak memenuhi syarat sebagai berikut ini: 
  1. Jadi penghubung dalam pemikiran penulis dengan pembacanya. 
  2. Isinya mewakili keseluruhan dari isi skripsi. 
  3. Bisa membimbing pembaca pada objek riset yang akan di sampaikan di dalam skripsi. 
  4. Ada gagasan paling utama skripsi secara keseluruhan 
  5. Bisa membuat pembaca lebih penasaran serta memicu untuk membaca skripsi secara keseluruhan. 

Bagian-bagian dari Absrak 

Isi dari abstrak terdiri: pengantar, latar belakang permasalahan, maksud serta metode riset dan rangkuman.

Poin-poin itu membuat abstrak jadi sisi yang penting dengan maksud membantu pembaca mengetahui isi dari skripsi. Penggambaran lengkap amat diperlukan dalam pembuatan abstrak ini.

Contoh beberapa sisi abstrak bisa kita analisa pada contoh abstrak skripsi di atas: 
  1. Di dalam paragraf pertama berisi mengenai hal yang melatar belakangi permasalahan yang diangkat dalam skripsi. 
  2. Paragraf kedua di isi objek riset, dalam contoh di atas yakni satu acara TV. 
  3. Paragraf selanjutnya di isi tujuan riset yang akan dilakukan penulis. 
  4. Paling akhir mengenai metode dari riset dan rangkuman dari riset dalam penulisan skripsi. 
Untuk menyusun abstrak umumnya dilakukan sesudah proses penulisan skripsi selesai. Begitu keseluruhan dari isi skripsi yang kita susun bisa di jabarkan dengan lengkap. Untuk detilnya bisa di baca di tiap bab.

Abstrak inilah yang bisa membimbing pembaca untuk menarik membaca tiap bab yang kita tuliskan di dalam skripsi.

Penulisan abstrak yang baik serta benar tentunya sesuai sama ejaan yang sudah disempurnakan. Termasuk juga penulisan dan lain sebagainya. Tulisan yang baik tentunya bisa mempermudah pembaca untuk mengerti apa yang di sampaikan di dalam abstrak.

Termasuk juga tercapainya tujuan kita dalam menulis abstrak skripsi atau yang lain yang tiada lain berupaya membuat pembaca penasaran untuk merampungkan pembacaan skripsinya.

Tips Penulisan/pembuatan Abstrak 

Untuk membuat pembaca merasa penasaran jelas tidak mudah, dibutuhkan pengetahuan, pengalaman serta beberapa tips untuk membuat abstrak sebagai berikut ini: 
  1. Kerjakan skripsi Andadengan pemikiran anda sendiri 
  2. Optimis kalau Anda yaitu pakar dari isi skripsi Anda. 
  3. Buat kerangka abstrak supaya lebih sistematis. 
  4. Gunakan bahasa Indonesia yang baik serta benar. 
  5. Gunakan istilah asing atau ilmiah dengan tepat. 

Contoh Abstrak

Sumber: yotowp.com
Contoh 1

Abstrak 

Naniyatin. 2008. “Pemakaian Pendekatan Ketrampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sifat Magnet Siswa Kelas V SDN 2 Lembo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara”. Skripsi. Diarahkan oleh Dra. Rosmalah, S. Pd, M. Pd serta Dra. St. Jauhar, M. Si. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.

Gagasan awal riset ini lantaran rendahnya hasil belajar siswa pada materi karakter magnet. Hal semacam ini dikarenakan guru tidak memakai pendekatan pembelajaran yang pas dalam mengajar terlebih pendekatan ketrampilan proses.

Masalah riset ini yaitu apakah hasil belajar sains siswa kelas V SDN 2 Lembo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara pada materi karakter magnet mengalami penambahan dengan memakai pendekatan ketrampilan proses?

Tujuan riset ini yaitu untuk mengetahui hasil belajar sains siswa kelas V SDN 2 Lembo pada materi karakter magnet mengalami penigkatan dengan memakai pendekatan ketrampilan proses.

Manfaat riset ini yaitu (satu) untuk siswa, bisa meningkatkan hasil belajarnya pada mata pelajaran sains khususnya pada materi karakter magnet (dua) untuk guru, bisa menerapkan pendekatan ketrampilan proses dalam pembelajaran sains di kelas (tiga) untuk sekolah.

Mendapatkan sumbangan inovasi pembelajaran yang pas serta relevan dengan nuansa pembelajaran yang diinginkan dalam KTSP. Jenis riset ini yaitu tindakan kelas yang berdaur ulang/siklus yakni mencakup perencanaan, proses, observasi serta refleksi.

Data riset ini yaitu data aktivitan serta hasil belajar siswa pada materi karakter magnet. Data didapat dengan observasi, tes, catatan lapangan serta wawancara. Hasil riset menunjukan kalau ada penambahan dalam pembelajaran, baik pada kegiatan guru serta siswa ataupun hasil tes siswa.

Penambahan itu bisa dilihat pada dari tiap siklus, siklus pertama dengan kualifikasi cukup (C) siklus kedua dengan kualifikasi sangat baik (SB).

Rangkuman riset ini yaitu dengan memakai pendekatan ketrampilan proses bisa meningkatkan hasil belajar siswa SDN 2 Lembo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara pada materi karakter magnet.

Anjuran dari riset ini yaitu supaya guru Sekolah Dasar yang mengajar sains, bisa menjadikan pendekatan ketrampilan proses ini sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang dipakai di Sekolah.

Contoh 2

Abstrak

Nurnanenci, 2008. Meningkatkan Pemahaman Konsep Keliling Persegi Panjang Dengan Memakai Alat Peraga Melalui Pendekatan Matematika Realistik Siswa Kelas III SD Negeri 11 Napabalano Kabupaten Muna. Skripsi,

Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar. Pembimbing : (I) Drs. Latri Aras, S. Pd, M. Pd, (II) Drs. H. Muh. Arief K, S. Pd, M. Si.

Untuk mengutarakan penggunaan pendekatan matematika realistik serta alat peraga dalam mendapatkan pemahaman konsep keliling persegi panjang itu, peneliti merumuskan permasalahan

“Apakah dengan memakai alat peraga melalui Pendekatan Matematika Realistik bisa meningkatan pemahaman siswa pada konsep keliling persegi panjang di kelas IIIa SD Negeri 11 Napabalano Kabupaten Muna?”.

Untuk menjawab pertanyaan itu, riset ini memakai pendekatan kualitatif dengan bentuk riset tindakan.

Hasil riset menunjukan kalau pembelajaran materi konsep serta keliling persegi panjang dengan memakai alat peraga lewat Pendekatan Matematika Realistik bisa membuat siswa santai, bahagia, serta tidak tegang dalam belajar.

Pembelajaran itu dijalankan dengan melakukan:
  1. Menunjukan benda-benda yang ada di sekitar yang berupa persegi panjang serta yang bukanlah berbentuk persegi panjang;
  2. Siswa merampungkan LKS dengan memakai alat peraga yang udah diberikan;
  3. Tiap Kelompok mempresentasekan hasil diskusinya sedangkan siswa yang lain memberikan respon;
  4. Siswa mengkostruk keliling persegi panjang lewat bimbingan guru;
  5. Siswa merampungkan soal serta permasalahan realistik yang lain. 
Bertolak dari temuan riset serta pemberian tindakan pembelajaran, bisa diambil kesimpulan kalau pembelajaran dengan memakai alat peraga dengan menerapkan pendekatan matematika realistik bisa meningkatkan pemahaman siswa pada materi keliling persegi panjang.

Contoh Abstrak dalam Bahasa Inggris 

Contoh 3

Abstract 

Increasing Students’ Vocabulary Achievement Through Extensive Reading
Vocabulary is one of an important thing in English learning that can’t be conveyed by people. For gaining a good ability in listening, speaking, reading, and writing, people need to have a good vocabulary mastery.

That’s the reason why this part becomes the basic need in language learning and when the researcher found that vocabulary mastery of high school students are very bad, then teaching vocabulary through Extensive Reading chosen as the theme of this bachelor thesis.

The research was purposed to find out whether there was any significant increasing or not for the students who have been taught by using Extensive Reading. In his first thesis, the researcher used one group pre test post test design.

The sample of this research was VIII A at SMPN ………. As the instrument of the research, the objective vocabulary test was used. To analyze the data, it used repeated measure t-test in which the significance was determined by p0. 05.

The result showed that the students’ mean score in pretest was 53. 4 while the posttest mean score was 72. 73. The result also showed that there was a significant difference of the mean score. It had increased to be 19. 33 after treatments with the significant level of 0. 05, it was noted that p=0. 000.

It proves that the the students’ score were significantly different (p0. 05). So, the hypothesis proposed in this research was accepted. In conclusion, it can be said that Extensive Reading can be used to increase the students’ voacbulary achievement.

Contoh 4

Abstract

Increasing Students’ Reading Comprehension Achievement By Using Collaborative Strategic Reading A very useful skill used as a tool to communicate between a writer and a reader called as reading.

By this skill, a reader got through understanding for what was written by the writer. But, reading is not just spelling the word one by one and then doing nothing. There is a very important activity to do, so a whole understanding will be absolutely achieved.

A reader requires comprehending, an activity which he or she needs to have active process before, during, and after reading. There are five aspects of comprehending the text; they are, identifying main idea, determining reference, making inference, and understanding vocabulry.

A bad reading comprehension skill of Junior High School students made the researcher took reading and then tried to increase the students’ comprehension by a strategy called collaborative strategic reading.

Finding out whether there was any significant increasing of the students’ reading comprehension achievement at the second grade of SMPN ……. and what the most affected aspect after being taught by using collaborative strategic reading are the objectives of this research.

The researcher used one group pre test post test design. The sample of this research was VIII A at SMPN ………. As the instrument of the research, the reading comprehension test was used. Repeated measure t-test was used to analyze the data in which the significance was determined by p0. 05.

The result showed that the pretest mean score was 58. 56 while the posttest mean score was 69. 42. It showed that there was a significant increase from the first to the second mean score. It had increased to be 11. 84.

So that, the result proves that the the students’ score were significantly different (p0. 05). It means that the two hypothesis proposed in this bachelor thesis were accepted. The researcher then found that determining main idea is the most affected aspect after being taught by using collaborative strategic reading.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Abstrak Skripsi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Abstrak Skripsi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Abstrak Skripsi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. faizalnizbah.blogspot.co.id
  2. dosen.ung.ac.id
  3. contohsimpel.blogspot.com
  4. belajarbahasainggrisku.com 

Pengertian Atom : Massa, Bentuk Dan Gaya Atom


Pengertian Atom

Salah satu teori atom yang paling populer tentunya adalah Teori Dalton yang hingga saat ini masih menjadi rujukan bagi para ilmuwan. Sejarah perkembangan atom tentunya dimulai dari para ilmuwan yang mencoba menganalisis mengenai sebuah peristiwa perubahan pada zat yang terjadi dilingkungan sekitar.

Pengertian atom yang pertama tercatat dari Yunani oleh Leucippus dan Democritus  pada awal tahun 500 SM-400 SM bahwa setiap materi dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil hingga diperoleh bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi yang disebut atomos (atom) dan atom adalah penyusun terkecil dari segala materi yang ada. Dengan kata lain, atom atau atomos adalah partikel terkecil yang tidak dapat dibagi atau dibelah lagi.

Pengertian Atom Menurut Para Ahli

  • Stern Gerlach

Teori atom terus berkembang hingga tahun 1922 yang kemudian seorang Ilmuwan juga turut mengemukakan pendapatnya mengenai atom dari hasil penelitiannya membuktikan bahwasanya atom memiliki sifat yang kauntum. Hal tersebut didapat dari uji coba yang dilakukan saat sinar atom perak diberikan sedikit tekanan melalui medan magnet yang kemudian data/benda tersebut digerakan secara terpisah hingga membentuk sudut spin lalu hasilnya bagian berkas tersebut bergerak menyebar tak menentu yang menghasilkan kesimpulan tergantung pada spin atom tersebut melintas apakah keatas atau kebawah.

  • Demokritos

Teori mengenai atom selanjutnya datang dari ilmuwan bernama Demokritos yang menuturkan jika atom merupakan kumpulan partikel kecil dalam jumlah banyak kemudian melekati dan menyusun hampir seluruh materi yang ada di alam semesta. Dalam kata lain teori ini menyebutkan jika materi yang ada di bumi dan isinya merupakan bagian dari  unsur atom.

  • J.J. Thomson

Goyahnya teori atom Dalton secara tak langsung memang lebih karena kehadiran Teori baru dari Ilmuwan bernama J.J Thomson. Menurutnya atom lebih diibaratkan seperti bola yang memiliki kemampuan energi ataupun muatan positif dan negatif seperti pada proton dan neutron dan juga mampu menyebar secara merata.

  • Bohr

Tak cukup sampai disitu misteri atom juga turut mengundang Ilmuwan Fisika asal Denmar yakni Niels Bohr yang juga menjelaskan mengenai teori atom. Berawal dari kegagalan teori Rutherford, Bohr mencoba melengkapi sekaligus menambal sisi lemah teori sebelumnya dengan tiga ketentuan:

  • Kententuan pertama seputar rotasi yang dibuat elektron dengan mengelilingi inti dengan sebutan lintasa stasioner.
  • Ketentuan kedua mengatakan bahwasanya elektron memiliki kemampuan untuk melakukan perpindahan dari satu lintasan ke lintasan yang lain sesuai dengan rotasi yang ada.
  • Lintasan-lintasan yang diperkenankan elektron adalah lintasan-lintasan yang mempunyai momentum sudut kelipatan bulat.

  • Ernest Rutherford

Salah satu Ilmuwan terkenal bernama Ernest juga turut menuturkan mengenai teori atom dimana atom merupakan bagian partikel yang memiliki inti atau yang biasa disebut dengan "Inti Atom". Didalam inti atom terdapat dua partikel yang dikenal dengan proton dan neutron.

  • Robert Boyle

Diawali dari pendapat Robert Boyle mengenai pengertian Atom yang dikemukakannya pada tahun 1661 dengan meluncurkan sebuha buku yang berjudul "The Sceptical Chymist" dan didalamnya berisi mengenai teori atom dimana dunia dan isinya (materi yang terkandung didalamnya) merupakan hasil bentukan dari kombinasi beragam atom yang berbeda.
Pengertian Atom Menurut Antoine Lavoisier

Selanjutnya di tahun 1789 muncul Ilmuwan bernama Antoine Lavoisier yang turut mengemukakan pendapatnya mengenai Atom dengan istilah unsur yang merupakan salah satu bahan dasar yang memiliki kemampuan yakni tak dapat dibagi lagi meskipun dianalisa dengan menggunakan metode kimia.

  • John Dalton

Teori atom selanjutnya yang paling terkenal hadir di tahun 1803 melalui Ilmuwan bernama John Dalton yang menyebutkan bahwa alasan unsur dapat selalu bereaksi seperti halnya sifat gas yang selalu larut dalam air ketimbang gas lain yang tentunya didalamnya terdapat fungsi atom yang kemudian dijelaskan lebih dalam bahwasanya pada setiap elemen yang memiliki unsur atom dengan sifat tunggal dinyatakan dapat bergabung dengan bentuk senyawa kimia lainnya.

Akan tetapi jangan disalah artikan bahwa tentang pengertian atom yang tidak dapat dibelah lagi. Pengertian atom ini membatasi apa itu atom sebenarnya. Atom sebagai penyusun dari zat sehingga memiliki sifat yang sama. Dijelaskan sekarang ini kita mampu membuat atom menjadi tinggal elektron, proton dan neutron saja, bahkan hingga ke bagian quark atau penyusun proton sekalipun. Akan tetapi, bila anda melakukan hal tersebut, atom tersebut tidak lagi mewakili zat tersebut. Contoh, atom hidrogen bila anda membelahnya tidak lagi menjadi atom, melainkan sebagai ion. Analoginya seperti satu kotak gula yang dibelah belah hingga sangat kecil, bagian tersebut masih memiliki sifat gula yaitu manis, akan tetapi, bila anda membelahnya lagi, hingga penyusun gula yaitu karbon, oksigen dan hidrogen, maka sifat gula akan hilang.

Setiap atom tersusun atas partikel dasar. Partikel dasar pembentuk atom terdiri atas proton, neutron dan elektron. Berikut pengertiannya:

  • Pengertian proton adalah partikel yang membentuk atom yang memiliki massa sama dengan 1 sma (smu) dan memiliki muatan +1
  • Pengertian neutron adalah partikel yang membentuk atom yang memiliki massa 1 sma (smu) dan bermuatan netral
  • Pengertian elektron adalah partikel pembentuk atom yang tidak memiliki massa dan bermuatan -1. 
  • Pengertian nukleus dalam atom adalah inti atom yang bermuatan positif karena tersusun atas partikel proton dan partikel neutron.

Massa Atom

Atom pada unsur yang berbeda memiliki massa yang bervariasi. Massa tersebut tergantung pada jumlah proton dan neutron di dalam intinya. Sebuah atom hidrogen memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron, sehingga hanya memiliki massa atom satu. Semakin besar massa atom, semakin kecil atom tersebut.

Bentuk Atom

Atom memiliki bentuk yang bervariasi, yang disebut Isotop. Masing-masing bentuk memiliki jumlah proton dan elektron yang sama tetapi jumlah neutron yang berbeda. Jadi semua isotop dari sebuah atom memiliki nomor atom yang sama namun nomor massa yang berbeda.
Isotop-isotop memiliki sifat-sifat fisik yang sama, namun sifat kimia yang berbeda. Sebagian besar atom dalam sebuah unsur merupakan satu jenis unsur.

Muatan Listrik

Kebanyakan dari atom-atom yang ada memiliki muatan listrik yang netral, artinya jumlah proton yang bermuatan positif dan jumlah elektron yang bermuatan negatif sama banyak. Muatan-muatan yang memiliki gaya tarik menarik ini saling meniadakan.

Nomor Atom

Atom-atom dari zat yang berbeda memiliki jumlah proton yang tidak sama pula di dalam intinya. Jumlah proton dalam inti ini disebut Nomor Atom.  Apabila jumlah proton dalam inti atom berubah, maka atom tersebut akan berubah menjadi atom dengan sifat berbeda dari sebelumnya.

Gaya Atom

Elektron yang bermuatan negatif akan dijaga tetap berada di orbit sekeliling inti bermuatan positif oleh gaya elektromagnetik. Gaya tarik inti, yang mejaga proton dan neutron tetap di dalam inti atom merupakan gaya yang paling kuat di alam semesta ini. Gaya ini seratus kali lebih kuat dibandingkan gaya elektromagnetik.