Showing posts sorted by relevance for query jenis pajak. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis pajak. Sort by date Show all posts

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak 





Pajak adalah pungutan harus yang dibayar rakyat untuk negara dan akan dipakai untuk kebutuhan pemerintah serta masyarakat umum. Rakyat yang membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung, karena pajak dipakai untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Pajak adalah salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.


Ciri-ciri Pajak 



1. Pajak Adalah Kontribusi Wajib Warga Negara 

Artinya setiap orang mempunyai kewajiban untuk membayar pajak. Tetapi hal tersebut hanya berlaku untuk warga negara yang telah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif. Yaitu warga negara yang mempunyai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) lebih dari Rp2. 050. 000 per bulan. Jika Anda adalah karyawan/pegawai, baik karyawan swasta maupun pegawai pemerintah, dengan keseluruhan penghasilan lebih dari Rp2 juta, maka wajib membayar pajak. Jika Anda adalah wiraswasta, jadi setiap penghasilan akan dikenakan pajak sebesar 1% dari keseluruhan penghasilan kotor/bruto (berdasar pada PP 46 tahun 2013).

2. Pajak Bersifat Memaksa Untuk Setiap Warga Negara 

Jika seseorang telah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif, maka wajib untuk membayar pajak. Dalam undang-undang pajak telah dijelaskan, jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif maupun hukuman dengan cara pidana.

3. Warga Negara Tidak Mendapat Imbalan Langsung 

Pajak berbeda dengan retribusi. Contoh retribusi : ketika mendapat manfaat parkir, maka harus membayar sejumlah uang, yakni retribusi parkir, tetapi pajak tidak seperti itu. Pajak adalah salah satu fasilitas pemerataan pendapatan warga negara. Jadi saat membayar pajak dalam jumlah tertentu, Anda tidak langsung menerima manfaat pajak yang dibayar, yang akan Anda dapatkan berupa perbaikan jalan raya di daerah Anda, sarana kesehatan gratis untuk keluarga, beasiswa pendidikan untuk anak Anda, serta lain-lainnya.

4. Berdasarkan Undang-undang 

Perspektif Pajak Dari Sisi Ekonomi dan Hukum 



a) Pajak dari perspektif ekonomi 

Hal semacam ini bisa dinilai dari beralihnya sumber daya dari sektor privat (warga negara) pada sektor umum (masyarakat). Hal semacam ini memberi gambaran bahwa pajak menyebabkan 2 kondisi menjadi berubah, yakni :

Pertama, berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang serta layanan.

Kedua, bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang serta layanan umum yang merupakan keperluan masyarakat.

b) Pajak dari perspektif hukum 

Perspektif ini terjadi akibat adanya suatu ikatan yang muncul karena undang-undang yang menyebabkan timbulnya keharusan warga negara untuk menyetorkan sejumlah dana tertentu kepada negara. Dimana negara memiliki kekuatan untuk memaksa serta pajak itu dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Hal semacam ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdasar pada undang-undang, hingga menjamin ada kepastian hukum, baik untuk petugas pajak sebagai pengumpul pajak maupun untuk wajib pajak sebagai pembayar pajak.

Fungsi Pajak bagi Negara dan Masyarakat 



1. Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter) 

Pajak adalah sumber pemasukan keuangan negara dengan cara mengumpulkan dana atau uang dari harus pajak ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran negara lainnya. Hingga guna pajak adalah sumber pendapatan negara yang mempunyai tujuan menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan negara.

2. Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi) 

Pajak adalah alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial serta ekonomi. Fungsi mengatur itu diantaranya :


  • Pajak bisa digunakan untuk menghambat laju inflasi.
  • Pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mendorong kegiatan ekspor, seperti : pajak ekspor barang.
  • Pajak bisa memberikan proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri, misalnya : Pajak Bertambahnya Nilai (PPN).
  • Pajak bisa mengatur serta menarik investasi modal yang menolong perekonomian supaya makin produktif.


3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi) 

Pajak dapat digunakan untuk menyesuaikan serta menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan serta kesejahteraan masyarakat.

4. Fungsi Stabilisasi 

Pajak dapat digunakan untuk menstabilkan keadaan serta keadaan perekonomian, seperti : untuk mengatasi inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi, hingga jumlah uang yang beredar bisa dikurangi. Sedangkan untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi, pemerintah turunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar bisa ditambah serta deflasi bisa di atasi.

Ke empat fungsi pajak diatas adalah fungsi dari pajak yang umum ditemui di beberapa negara. Untuk Indonesia saat ini pemerintah lebih menitik beratkan kepada 2 fungsi pajak yang pertama. Instansi Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang ada dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tanggung jawab atas kewajiban membayar pajak berada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban tersebut, sesuai sama sistem self assessment yang dipercayai dalam Sistem Perpajakan Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak, sesuai fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan, penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan pada masyarakat. Dalam melaksanakan fungsinya tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak.


Jenis Pajak 


1. Jenis Pajak Berdasarkan Sifat 

Berdasarkan sifatnya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yakni : pajak tidak langsung serta pajak langsung.

a) Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax) 

Pajak tidak langsung adalah pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak apabila melakukan momen atau perbuatan tertentu. Sehingga pajak tidak langsung tidak dapat dipungut secara berkala, tetapi hanya dapat dipungut apabila terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan keharusan membayar pajak. Misalnya : pajak penjualan atas barang elegan, dimana pajak ini hanya diberikan apabila wajib pajak menjual barang mewah.

b) Pajak Langsung (Direct Tax) 

Pajak langsung adalah pajak yang didapatkan dengan cara berkala kepada wajib pajak berlandaskan surat ketentuan pajak yang di buat kantor pajak. Didalam surat ketentuan pajak ada jumlah pajak yang perlu dibayar wajib pajak. Pajak langsung harus dijamin seseorang yang terkena wajib pajak serta tidak bisa diarahkan pada pihak yang lain. Misalnya : Pajak Bumi dan Pendapatan (PBB) serta pajak pendapatan.

2. Tipe Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut 



a) Pajak Daerah (Lokal) 

Pajak daerah adalah pajak yang dipungut pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat daerah itu sendiri, baik yang dipungut Pemda Tingkat II ataupun Pemda Tingkat I. Misalnya : pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, serta ada banyak yang lain.

b) Pajak Negara (Pusat) 

Pajak negara adalah pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, seperti : Dirjen Pajak, Dirjen Bea serta Cukai, ataupun kantor inspeksi pajak yang tersebar di semua Indonesia. Misalnya : pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, pajak bumi serta bangunan, serta masih banyak lainnya.


3. Tipe Pajak Berdasarkan Objek Pajak dan Subjek Pajak 


a) Pajak Objektif 

Pajak objektif yaitu pajak yang pengambilannya berdasarkan objeknya. Misalnya : pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea materai, bea masuk serta ada banyak yang lain.

b) Pajak Subjektif 

Pajak subjektif yaitu pajak yang pengambilannya berdasarkan subjeknya. Misalnya : pajak kekayaan serta pajak penghasilan.

Contoh NPWP dan Cara Membuatnya

Contoh NPWP dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh NPWP dan Cara Membuatnya. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian NPWP

Sumber: bisnis.liputan6.com
NPWP yakni nomer yang diberikan pada seorang Wajib Pajak sebagai fasilitas dalam administrasi perpajakan yang dipakai sebagai tanda pengenal diri atau jati diri Wajib Pajak dalam melakukan hak serta kewajiban perpajakannya.

Mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yaitu tanda kalau seseorang itu adalah orang yang patuh pajak.

Nomer wajib Pajak (NPWP) terdiri dari 15 digit angka. Dalam deretan angka itu ada kode yang menyebutkan jenis pajak, nomer pajak yang di keluarkan oleh kantor pajak, kantor yang melayani pembayaran pajak itu, dan ada kode cabang pajak yang dibayarkan oleh seseorang itu.

Kode-kode yang ada dalam NPWP itu, yaitu sebagai berikut ini: 

  1. Contoh kode dalam nomer pokok wajib Pajak: 2 angka pertama adalah kode jenis pajak yang dibayarkan oleh pemiliki NPWP. 
  2. Sedangkan pada 7 digit angka selanjutnya adalah nomer pajak tertentu yang hanya dapat di keluarkan oleh kantor pajak 
  3. Lantas 3 digit angka selanjutnya adalah kode Kantor Pelayanan Pajak contoh 521 untuk Kantor pajak di Purwokerto (KPP) 
  4. Terakhir, 3 digit angka yang terahir adalah kode cabang 
Misalnya: Contoh: 01.123.456.7-521.000 kode itu menerangkan: Wajib Pajak Badan pusat di KPP Pratama Purwokerto 

Syarat-syarat yang perlu dipenuhi ketika akan pendaftaran NPWP (Nomer Pokok Wajib Pajak) 

  • Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (khusus Non Usahawan) 
  1. Untuk masyarakat asli Indonesia: Foto copy KTP atau SIM 
  2. Untuk Orang Asing: Foto copy Paspor serta surat keterangan domisili (Tempat Tinggal) 
  3. Khusus untuk Usahawan: Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari lembaga yang berwenang 
  • Untuk Wajib Pajak Badan 
  1. Foto copy akta pendirian serta perubahan paling akhir atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat untuk BUT 
  2. Foto copy KTP untuk masyarakat Indonesia salah seorang pengurus; 
  3. Foto copy paspor untuk orang asing serta surat keterangan tempat tinggal 
  4. Surat keterangan tempat kegiatan usaha dari lembaga yang berwenang 
  • Untuk seorang bendaharawan sebagai pemotong/pemungut
  1. Foto copy KTP bendaharawan; 
  2. Foto copy surat penunjukan sebagai bendaharawan. 
  • Untuk seorang Joint operation sebagai wajib pajak pemotong/pemungut
  1. Foto copy perjanjian kerja sama sebagai joint operation; 
  2. Foto copy NPWP masing-masing anggota joint operation; 
  3. Foto copy KTP untuk masyarakat Indonesia dari salah seorang pengurus 
  4. Foto copy paspor serta surat keterangan tempat tinggal dari lembaga yang berwenang 
  • Untuk Wajib Pajak berstatus cabang, orang pribadi pengusaha tertentu atau wanita kawin tidak pisah harta mesti menyertakan foto copy surat keterangan terdaftar 
  • Bila permintaan ingin di wakilkan (di tandatangani orang lain) mesti membawa surat kuasa khusus 

Syarat bila pindah NPWP yaitu sebagai berikut ini: 

  • Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan, berpindah domisili/kegiatan usaha: 
  1. Kartu NPWP 
  2. Surat keterangan tempat tinggal baru dari lembaga yang berwenang atau 
  3. Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas 
  • Wajib Pajak Orang Pribadi non usaha, pindah tempat tinggal: 
  1. Surat keterangan tempat tinggal baru dari lembaga yang berwenang 
  2. Dapat juga dengan surat keterangan dari pimpinan lembaga perusahaannya. 
  • Seseorang yang Wajib Pajak Badan, bila berganti tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha: 
  1. Surat keterangan tempat kedudukan atau; 
  2. Surat keterangan tempat kegiatan baru dari lembaga yang berwenang 

Cara Membuat NPWP: 

  1. Datang ke Kantor Pajak 
  2. Siapkan Foto copy KTP/KK (Warga Negara Indonesia) 
  3. Menyerahkan Photo Copy Paspor/surat keterangan tempat tinggal dari lembaga setempat untuk warga negara asing 
  4. Surat Keterangan Domisili Usaha (usahawan), 
  5. Photo Copy Akte pendirian badan usaha, foto copy KTP, surat keterangan aktivitas usaha serta surat kesepakatan penanaman modal (untuk pajak Usaha) 
  6. SK atau surat Keterangan dari lembaga tempat Kerja (karyawan), 
  7. Mengisi Formulir pendaftaran, 
  8. Foto copy NPWP suami (untuk NPWP Istri) 
  9. Mengisi Formulir pendaftaran 

Fungsi dari Nomer Pokok Wajib Pajak (NPWP): 

  1. Untuk mengetahui jati diri Wajib Pajak; 
  2. Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak serta dalam pengawasan administrasi perpajakan; 
  3. Untuk kepentingan yang terkait dengan dokumen perpajakan; 
  4. Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, contohnya dalam pengisian SSP; 
  5. Untuk mendapatkan pelayanan dari beberapa lembaga tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Contoh: Dokumen Impor (PPUD, PIUD). Tiap WP cuma diberikan satu NPWP.

Contoh NPWP

Sumber: bisnisukm.com
Contoh 1
Sumber: entiisaras.blogspot.co.id
Contoh 2
Sumber: ilmuekonomi.net
Contoh 3
Sumber: heydeerahma.com
Contoh 4
Sumber: kanalsatu.com
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh NPWP dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh NPWP di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat NPWP. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. pendaftaran-cpns.blogspot.co.id
  2. mitrabaca.com

Contoh Faktur: Lengkap

Contoh Faktur: Lengkap. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Faktur: Lengkap. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Faktur Pajak

Sumber: uangteman.com
Faktur Pajak yaitu bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

Artinya, saat PKP menjual sebuah barang atau jasa kena pajak, ia mesti menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti dirinya sudah memungut pajak dari orang yang sudah membeli barang/jasa kena pajak itu.

Butuh diingat kalau barang/jasa kena pajak yang diperjual belikan, sudah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

PKP yaitu usaha/perusahaan/pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak dan/atau JKP yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). PKP mesti dikukuhkan terlebih dulu oleh DJP, dengan beberapa kriteria tertentu.

Butuh diingat, Faktur Pajak mesti di buat oleh PKP untuk tiap penyerahan BKP dan/atau JKP, ekspor BKP tidak berwujud, serta ekspor JKP.

Jenis - Jenis Faktur Pajak

Faktur Pajak Keluaran yaitu faktur pajak yang di buat oleh Pengusaha Kena Pajak ketika melakukan penjualan pada barang kena pajak, jasa kena pajak, serta atau barang kena pajak yang termasuk dalam barang mewah;
  1. Faktur Pajak Masukan yaitu faktur pajak yang diperoleh oleh PKP saat melakukan pembelian pada barang kena pajak atau jasa kena pajak dari PKP yang lain; 
  2. Faktur Pajak Pengganti yaitu penggantian atas faktur pajak yang sudah terbit sebelumnya karena ada kekeliruan pengisian, terkecuali kekeliruan pengisian NPWP. Hingga, mesti dilakukan pembetulan supaya sesuai sama kondisi yang sesungguhnya; 
  3. Faktur Pajak Gabungan yaitu faktur pajak yang di buat oleh PKP yang mencakup semua penyerahan yang dilakukan pada pembeli barang kena pajak atau jasa kena pajak yang sama sepanjang satu bulan kalender; 
  4. Faktur Pajak Digunggung yaitu faktur pajak yang tidak diisi dengan jati diri pembeli, nama, serta tanda tangan penjual yang cuma bisa di buat oleh PKP Pedagang Eceran; 
  5. Faktur Pajak Cacat yaitu faktur pajak yang tidak di isi secara lengkap, jelas, benar, dan/atau tidak di tandatangani termasuk juga kekeliruan dalam pengisian kode serta nomer seri. Faktur pajak cacat bisa dibetulkan dengan membuat faktur pjak pengganti; 
  6. Faktur Pajak Batal yaitu faktur pajak yang dibatalkan karena adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak harus juga dilakukan saat ada kekeliruan pengisian NPWP dalam faktur pajak. 
Ada juga dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan faktur pajak. Yakni dokumen yang tidak mempunyai format seperti faktur pajak pada umumnya, namun tetap dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak.

Misalnya yaitu tagihan listrik, tagihan penggunaan air, tagihan telephone selular, serta lain sebagainya.

Fungsi Faktur Pajak

  1. Peran penting Faktur Pajak sangat bermanfaat untuk PKP. Oleh karena adanya faktur pajak PKP mempunyai bukti kalau PKP sudah melakukan penyetoran, pemungutan sampai pelaporan SPT Masa-masa PPN sesuai sama ketentuan yang berlaku. 
  2. Bila tejadi kekeliruan dalam mengisi faktur pajak, PKP bisa melakukan pembetulan faktur pajak itu. Bila tidak dilakukan pembetulan sama sekali, hal semacam ini bakal merugikan PKP yaitu pada saat auditor mengecek pajak PKP. 

Petunjuk Pengisian Faktur Pajak

Sumber: online-pajak.com
Contoh Faktur Pajak yang Masih Kosong. Bagaimanakah cara mengisinya? 

Step 1 
  1. Masukan Kode serta Nomer Seri Faktur Pajak yang sudah didapat dari DJP 
  2. Masukan nama, alamat, serta NPWP Perusahaan yang menyerahkan Barang/Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak 
  3. Masukan nama, alamat, serta NPWP Perusahaan yang membeli atau menerima Barang/Jasa Kena Pajak pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak/Penerima Jasa Kena Pajak 
Step 2 
  1. Masukan nomer urut sesuai sama urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan (1, 2, 3,...) 
  2. Masukan nama barang/jasa kena pajak yang diserahkan 
  3. Masukan nominal harga pada kolom Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin (bila nominal bukanlah dalam satuan rupiah, Anda mesti mempunyai Faktur Pajak khusus untuk nominal selain rupiah, yaitu Faktur Pajak Valas) 
Step 3 
  1. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin 
  2. Keseluruhan nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (bila ada potongan) ditulis pada kolom Dikurangi Potongan Harga 
  3. Bila Anda udah menerima uang muka seusai penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, nominal uang itu bisa ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang sudah di terima. 
  4. Jumlah Harga Jual/Pergantian/Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga serta Uang muka yang sudah di terima, lantas ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak 
  5. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak 
  6. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), cuma di isi jika terjadi penyerahan Barang Kena Pajak yang Termasuk Mewah. Bisa diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak 
  7. Masukan Tempat serta Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut 
  8. Masukan Nama serta Tanda Tangan dari Nama Petinggi yang sudah ditunjuk oleh Perusahaan (mesti sesuai sama Nama Petinggi pada saat Perusahaan resmi jadi Pengusaha Kena Pajak/PKP) 

Contoh Faktur

Contoh 1
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 2
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 3
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 4
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 5
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 6
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 7
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 8
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 9
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 10
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 11
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 12
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 13
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 14
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 15
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 16
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 17
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 18
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 19
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 20
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 21
Sumber: ayuprint.co.id
Contoh 22
Sumber: ayuprint.co.id

Faktur Pajak Elektronik

Kementerian Keuangan sudah menerbitkan ketentuan yang menetapkan pengertian bentuk Faktur Pajak paling baru, yang terdiri dari bentuk elektronik atau e-Faktur serta tertulis (hardcopy) - PMK Nomer 151/PMK. 011/2013.

Berikut ini beberapa ketentuan berkaitan e-Faktur bersama penuturannya: 
  1. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-16/PJ/2014 mengenai Tata Cara Pembuatan serta Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik 
  2. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-17/PJ/2014 mengenai Perubahan Kedua atas Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer PER-24/PJ/2012 mengenai Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Pergantian, serta Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak 
  3. Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer KEP-136/PJ/2014 mengenai Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik 
  4. Tiap perubahan ketentuan pemerintah paling baru, secara automatis diperbaharui di dalam aplikasi Online Pajak, memastikan semua laporan Anda di buat secara akurat sesuai sama ketentuan pajak yang berlaku. 
  5. Online Pajak yaitu aplikasi pajak terintegrasi untuk mengkalkulasi, menyetor, serta melaporkan pajak perusahaan secara on-line yang pastinya bisa menghemat waktu penggunanya. 
Kesimpulan:
Sumber: sukapajak.com

  1. Ingat, jangan sampai lupa dengan poin penting berikut ini: 
  2. Faktur Pajak yaitu bukti pungutan pajak PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak. Saat PKP menjual sebuah barang atau jasa kena pajak, ia mesti menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti kalau dirinya sudah memungut pajak dari orang yang sudah membeli barang atau jasa kena pajak tersebut.
  3. Faktur pajak adalah bukti kalau PKP sudah melakukan penyetoran, pemungutan, serta pelaporan SPT Masa-masa PPN sesuai sama ketentuan yang berlaku.
  4. Bila tejadi kekeliruan dalam mengisi faktur pajak, PKP bisa melakukan pembetulan faktur pajak itu. Bila tidak dilakukan pembetulan sama sekali, hal semacam ini akan merugikan PKP yaitu pada saat Audit datang ke PKP serta melakukan kontrol pajak. 
  5. Tiap PKP mesti membuat e-Faktur sesuai sama Ketentuan Direktur Jenderal Pajak Nomer: KEP-136/PJ/2014 mengenai Penetapan Pengusaha Kena Pajak yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk Elektronik. 
  6. Gunakan Online Pajak, aplikasi pajak on-line yang user-friendly serta hemat waktu. Kalkulasi, setor serta lapor PPN, PPh 23 serta PPh 21 (beta) semua dilakukan dalam satu aplikasi terpadu!
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Faktur: Lengkap, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Faktur: Lengkap di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Faktur. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. online-pajak.com
  2. ayuprint.co.id 

Pengertian Saham : Manfaat Dan Resiko Saham

Pengertian Saham

Saham sebagai salah satu alternatif media investasi memiliki potensi tingkat keuntungan dan kerugian yang lebih besar dibandingkan media investasi lainnya dalam jangka panjang. Untuk itu Anda perlu mempelajari seluk-beluk investasi saham ini terlebih dahulu, agar Anda bisa terhindar dari kerugian yang tidak seharusnya terjadi. Untuk itu kita harus tau seluk beluk saham, mulai dari pengertian saham dan jenis-jenis saham.

Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda kepemilikan seseorang atau badan terhadap suatu perusahaan. Pengertian saham ini artinya adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten. Saham menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan itu. Dengan demikian kalau seorang investor membeli saham, maka ia pun menjadi pemilik atau pemegang saham perusa­haan.

Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas itu adalah pemilik perusahaan yang me­nerbitkan kertas tersebut. Jadi sama dengan menabung di bank, setiap kali kita menabung maka kita akan mendapat­kan slip yang menjelaskan bahwa kita telah menyetor sejum­lah uang. Dalam investasi saham, yang kita terima bukan slip melainkan saham.

Jenis-Jenis Saham

Jenis-jenis saham dibedakan menjadi beberapa bagian seperti yang ada dibawah ini :

  • Jenis Saham Berdasarkan Kemampuan Hak Tagih atau Klaim


Jenis saham ini dibedakan menjadi dua saham biasa dan saham preferen antaralain sebagai berikut...



  • Saham Biasa (Common Stock) adalah jenis efek yang paling sering dipergunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat dan juga merupakan jenis saham yang paling populer di pasar modal. 

Jenis saham ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  • Hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan jika perusahaan dilikudasi
  • Hak suara proporsianal pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham
  • Deviden, bila perusahaan memperoleh laba lalu disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
  • Hak memesan efe pertama-tama sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat.

  • Saham Preferen (Prefered Stock) adalah jenis efek yang memiliki sifat setengah saham dan setengah utang. 

Oleh karena itu saham ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Pembayaran deviden dalam jumlah yang tetap. 
  • Hak klaim lebih dahulu dibanding saham biasa jika perusahaan dilikuidasi
  • Dapat dikonversikan menjadi saham biasa
  • Tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham

Jenis Saham Berdasarkan Cara Peralihannya


Jenis saham berdasarkan cara peralihannya terbagi atas dua yakni saham atas unjuk dan saham atas nama antaralain sebagai berikut :

  • Saham Atas Unjuk (Bearer Stock) adalah Saham yang tak tertulis nama pemiliknya, sehingga memudahkan saham tersebut dapat dipegang oleh investor satu ke investor lain.
  • Saham Atas Nama (Registered Stock) adalah saham yang tertulis jelas nama pemilik saham dan dalam peralihan pemegang saham ini melalui prosedur atau mekanisme tertentu.

Jenis Saham Berdasarkan Kinerja Perdagangannya 

Jenis saham berdasarkan kinerja perdagangannya terbagi atas 7 jenis antaralain..

  • Blue Chips Stock : blue chip stock adalah saham yang memiliki reputasi yang tinggi dan merupakan pemimpin dalam industri dengan memiliki pendapatan stabil, konsisten dalam membayar deviden. 
  • Income Stock : income stock adalah saham emiten yang memiliki kemampuan membayar deviden melebih rata-rata deviden dibayarkan pada tahun sebelumnya. 
  • Growth Stock : growt stock dibedakan menjadi dua jenis antaralain.
  • Well Known adalah saham suatu emiten dengan pertumbuhan pendapatan yang tinggi sebagai pemimpin suatu industri bereputasi tinggi
  • Lesser Known adalah saham suatu emiten yang tidak beperan sebagai pemimpin industri/perusahaan
  • Speculative Stock : speculative stock adalah saham yang konsisten dengan penghasilan setiap tahun, yang diperkirakan akan memiliki penghasilan dimasa mendatang
  • Cylical Stock : cylical stock adalah saham yang terganggu oleh kondisi ekonomi makro dan situasi bisnis secara umum.
  • Defensive Stock : defensive stock adalah saham yang stabil walaupun kondisi yang tidak menentu atau resesi.

Penilaian Harga Saham

Menurut Sunariyah (2006:168-179) ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai harga suatu saham tetapi dua pendekatan berikut yang paling banyak digunakan, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan portofolio modern.

  • Pendekatan tradisional

Untuk menganalisis surat berharga saham dengan pendekatan tradisional digunakan dua analisis yaitu:

Analisis teknikal : Merupakan suatu teknik analisis yang menggunakan data atau catatan mengenai pasar itu sendiri untuk berusaha mengakses permintaan dan penawaran suatu saham tertentu maupun pasar secara keseluruhan. Pendekatan analisis ini menggunakan data pasar yang dipublikasikan seperti: harga saham, volume perdagangan, indeks harga saham gabungan dan individu, serta faktor –faktor lain yang bersifat teknis. Oleh sebab itu, pendekatan ini juga disebut pendekatan analisis pasar (market analisys) atau analisis internal (internal analisys).

Asumsi yang mendasari analisis teknikal adalah:

• Terdapat ketergantungan sistematik di dalam keuntungan yang dapat dieksploitasi ke return ubnormal.
• Pada pasar tidak efisien, tidak semua informasi harga masa lalu diamati ketika memprediksi distribusi keuntungan sekuritas.
• Nilai suatu saham merupakan fungsi permintaan dan penawaran. Beberapa kesimpulan menyangkut pendekatan analisis teknikal adalah sebagai berikut:
• Analisis teknikal didasarkan pada data pasar yang dipublikasikan.
• Fokus analisis teknikal adalah ketepatan waktu, penekanannya hanya pada perubahan harga.
• Teknik analisis berfokus pada faktor-faktor internal melalui analisis pergerakan di dalam pasar atau suatu saham.
• Para analisis teknikal cenderung lebih berkonsentrasi pada pasar jangka pendek, karena teknik-teknik analisis teknikal dirancang untuk mendeteksi pergerakan harga dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek.

Analisis fundamental

Pendekatan ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa setiap saham memiliki nilai intrinsik. Nilai intrinsik inilah yang diestimasi oleh para investor atau analisis. Nilai intrinsik merupakan suatu fungsi dari variabel-variabel perusahaan yang dikombinasikan untuk menghasilkan suatu return (keuntungan) yang diharapkan dan suatu resiko yang melekat pada saham tersebut. Hasil estimasi nilai intrinsik kemudian dibandingkan dengan harga pasar yang sekarang (current market price). Harga pasar saham merupakan refleksi dari rata-rata nilai intrinsiknya.

  • Pendekatan Portfolio Modern


Pendekatan portofolio modern menekankan pada aspek psikologi bursa dengan asumsi hipotesis mengenai bursa, yaitu hipotesis pasar efisien. Pasar efisien diartikan bahwa harga-harga saham yang terefleksikan secara menyeluruh pada seluruh informasi yang ada di bursa.

  • Pengaruh Net Profit Margin

Untuk mengukur keberhasilan sebuah manajemen dalam mengelola perusahaan serta seberapa besar perusahaan tersebut mampu mendapatkan laba, ada sebuah alat analisa yang dapat mengukur kedua hal diatas, alat analisis tersebut dinamakan net profit margin (NPM). NPM juga merupakan bagian dari rasio profitabilitas yang mengukur seberapa jauh perusahaan mendapatkan laba dari kegiatan operasionalnya.

Lukman Syamsuddin (2007:62) mendefinisikan NPM sebagai berikut:

“Net profit margin adalah merupakan rasio antara laba bersih (Net Profit) yaitu penjualan sesudah dikurangi dengan seluruh expense termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. Semakin tinggi NPM, semakin baik operasi suatu perusahaan”.

Dari pendapat yang dikemukakan diatas, NPM merupakan sebuah alat ukur bagi perusahaan dalam mengelola kegiatan operasional bisnisnya yang pada akhirnya dapat memprediksi berapa besar perusahaan tersebut mampu mendapatkan laba dari kegiatan operasionalnya. Dari laba ini, kita dapat mengetahui berapa banyak dividen yang dapat dibagikan kepada para investor.

Semakin besar dividen yang akan dibagikan dari hasil laba bersih perusahaan, semakin banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut, dan hal ini tercermin dalam besar kecilnya harga saham. Hubungan kedua variabel ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Soeparlan Pranoto (2003:67) yang berpendapat seperti ini:

“Salah satu faktor internal yang memepengaruhi fluktuasi harga pasar saham adalah : Net Profit Margin (NPM), dengan mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih, maka di harapkan investor dapat mengestimasi dividen yang akan dibagikan”.

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa NPM adalah salah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga saham di pasar modal. NPM juga berfungsi untuk mengetahui laba perusahaan dari setiap penjualan atau pendapatan perusahaan, dan laba perusahaan mempengaruhi fluktuasi harga saham.

Hal diatas sesuai dengan yang dikemukakan oleh Mulyono (2000:89) sebagai berikut :

“Bahwa ketika laba meningkat maka harga saham cenderung naik, sedangkan ketika laba menurun maka harga saham ikut juga menurun”.

Eduardus Tandelilin (2002 : 236) berpendapat bahwa :

“Jika laba perusahaan tinggi maka pengembalian investasi perusahaan akan tinggi sehingga para investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut, sehingga harga saham tersebut akan mengalami kenaikan”.

Dari pendapat para pakar diatas, laba yang diwakili NPM mempunyai korelasi positif terhadap harga saham. Analisis ini dapat dijelaskan sebagai berikut: apabila NPM naik mengindikasikan laba perusahaan meningkat, dan investor akan tertarik dengan kenaikan laba bersih perusahaan, maka akibatnya permintaan saham perusahaan tersebut akan meningkat sehingga akan menaikan harga saham karena jumlah permintaan saham tersebut lebih besar dibandingkan jumlah penawarannya. Begitu juga sebaliknya, apabila laba menurun, akan menyebabkan permintaan saham turun yang akhirnya harga saham juga akan turun.

Sedangkan pengertian harga saham menurut Martono (2007:13) didefinisikan sebagai berikut :

“Harga saham merupakan refleksi dari keputusan-keputusan investasi, pendanaan (termasuk kebijakan dividen) dan pengelolaan aset.”.

  • Manfaat Investasi Saham



Manfaat yang diperoleh dari investasi pada saham adalah

1) DIVIDEN

DIviden yaitu bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang akan dibagikan serta diusulkan oleh Dewan Direksi dan disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Jenis Dividen dibedakan menjadi :

a. Dividen Tunai, bila emiten membagikan dividen pada para pemegang saham berbentuk sejumlah uang untuk tiap-tiap saham yang dimiliki.
b. Dividen Saham, bila emiten membagikan dividen pada para pemegang saham berbentuk saham baru perusahaan tersebut, yakni selanjutnya akan meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham.

2) CAPITOL GAIN

Investor bisa menikmati capital gain, jikalau harga jual melebihi harga beli saham tersebut .
Contoh : Investor A membeli saham PT X yang listing di Bursa Efek Jakarta satu tahun yang lalu dengan harga Rp. 3. 600, 00. Sekarang ini harga saham PT X sudah bertambah menjadi Rp. 3. 750, 00. Bila investor A menjual sahamnya pada harga itu, jadi ia akan menikmati capital gain atau keuntungan sebesar Rp. 350, 00 per saham dengan anggapan tanpa perhitungan pajak serta komisi.

  • Resiko Investasi Saham

1) TIDAK ADA PEMBAGIAN DIVIDEN

Bila emiten tidak bisa membukukan untung pada tahun berjalan atau Rapat Umum Pemegang Saham mengambil keputusan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham lantaran laba yang didapat akan digunakan untuk ekspansi usaha.

2) CAPITAL LOSS ATAU KEHILANGAN MODAL

Investor akan alami kehilangan modal, bila harga beli saham lebih besar dari pada harga jual.

3) RESIKO LIKUIDASI

Bila emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham mempunyai hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan sesudah semua kewajiban emiten dibayar. Keadaan yang terburuk yaitu bila tidak ada lagi aktiva yang tersisa, maka para pemegang saham tidak mendapatkan apa-apa.

4) SAHAM DELISTING DARI BURSA

Karena sebagian alasan tertentu, saham bisa dihapus pencatatannya di bursa, hingga pada akhirnya saham itu tidak bisa diperdagangkan.

Pengertian Obligasi : Jenis, Manfaat Dan Resiko Obligasi

Pengertian Obligasi 

Pengertian obligasi adalah surat tanda pengakuan utang yag diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Pengertian lain obligasi adalah sertifikat yang berisi kontrak antara investor dan perusahaan, yang mengatakan bahwa investor pemegang obligasi telah meminjamkan sejumlah uang terhadap perusahaan. Perusahaan yang menerbitkan obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga secara reguler sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.

Obligasi merupakan surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari pemberi pinjaman (pemodal)
• Berinvestasi (membeli) Obligasi : meminjamkan uang
• Menerbitkan Obligasi : berhutang uang

Obligasi bagian dari Efek UU RI No. 8 1995 tentang Pasar Modal, Efek adalah suatu surat berharga, yang dapat berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, OBLIGASI, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Pengertian Obligasi Menurut Para Ahli

  • Fakhrudin & Hadianto (2001 :15)

Menurut Fakhrudin & Hadianto menyatakan bahwa obligasi yaitu surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara sih pemberi pinjaman (dalam hal ini investor) dengan yang diberi pinjaman (issuer). Jadi surat obligasi yaitu  sebuah lembar kertas yang menyatakan bahwa sih pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada suatu perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

  • Rahardjo (2003 : 8)

Menurut Rahardjo menyatakan bahwa obligasi ialah suatu produk pengembangan dari surat utang jangka panjang. Prinsip utama jangka panjang bisa dicerminkan dari suatu karakteristik atau struktur yang melekat pada sebuah obligasi. Pihak penerbit obligasi pada dasarnya melakukan sebuah pinjaman kepada pembeli obligasi yang diterbitkannya. Pendapatan yang didapat oleh sih investor obligasi tersebut berbentuk tingkat suku bunga atau kupon. Selain aturan tersebut telah diatur pula suatu perjanjian untuk melindungi kepentingan penerbit dan kepentingan investor obligasi tersebut Rahardjo, 2003 : 8

  • Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128)

Menurut Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128) menyatakan bahwa obligasi ialah Obligasi yaitu suatu pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh suatu pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berhutang yang memiliki nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas suatu dasar persentase tertentu yang tetap.

Jenis - Jenis Obligasi


  1. Obligasi Suku Bunga Tetap : Obligasi suku bunga tetap biasanya memiliki kupon bunga tertentu dengan biaya tetap dan dibayar secara berkala sepanjang masa berlaku obligasi.
  2. Obligasi Suku Bunga Mengambang (Floating Rate Note) : Obligasi jenis ini juga memiliki kupon, namun bunga yang dibayarkan mengacu pada indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor. Jadi besaran biaya dapat berubah sewaktu-waktu.
  3. Obligasi Berimbal Hasil Tinggi (Junk Bond) : Obligasi yang satu ini memiliki peringkat dibawah peringkat investasi yang akan diberikan oleh lembaga pemerintah kredit. Maka dari itu jenis obligasi ini memiliki resiko yang cukup tinggi, sehingga banyak investor yang mengharapkan suatu imbalan yang lebih tinggi.
  4. Obligasi Tanpa Bunga : Obligasi ini lebih dikenal dengan Zero Coupon Bond, yakni jenis obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. obligasi jenis ini diperdagangkan dengan pemberian potongan harga yang didapat dari nilai pari. Pemegang obligasi menerima secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo.
  5. Obligasi Inflasi : Obligasi ini juga lebih dikenal dengan istilah Inflation Linked Bond, yakni obligasi yang pokok hutangnya mengacu pada indeks inflasi. Bunga yang dibayarkan pada obligasi ini cenderung lebih rendah jika dibanding obligasi suku bunga tetap, namun dengan berkembangnya nilai pokok utang sejalan sengan inflasi, maka pembayaran obligasi akan ikut meningkat.
  6. Obligasi Indeks Berbasis Ekuiti : Obligasi jenis ini mengacu pada indeks yang merupakan indicator bisnis seperti penghasilan, nilai tambah, ataupun indeks nasional seperti beberapa produk domestic.
  7. Obligasi Subordinasi :  obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah dibanding obligasi lainnya, sehingga menimbulkan adanya likuidasi. Hal inilah yang kemudian menjadikan hierarki dari para kreditur. Seperti, adanya pembayaran dari likuidator, pembayaran pajak, dan lain sebagainya. Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah mereka yang memiliki tanggal penerbitas paling awal dibanding yang lainnya, sehingga disebut obligasi senior. Setelah obligasi tersebut dilunasi, obligasi subordinasi lainya pun dilakukan. Obligasi subordinasi memiliki resiko yang lebih tinggi, sehingga memiliki peringkat kredit yang lebih rendah.
  8. Obligasi Abadi : obligasi ini tidak memiliki masa jatuh tempo, atau ada juga yang memiliki masa jatuh tempo namun dengan jangka waktu yang sangat panjang. Obligasi jenis ini dilihat berdasarkan dari nilai tunai obligasi yang ada pada saat itu yang nilai pokoknya hampir mendekati nol.
  9. Obligasi Atas Unjuk : Obligasi atas unjuk adalah surat resmi yang tidak memiliki nama pemegang. Sehingga siapapun yang memegang surat obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya pembayaran atas obligasi yang dipegangnya. Obligasi jenis ini biasanya diberi nomor urut dan didaftarkan demi menghindari pemalsuan, akan tetapi dapat diperjualbelikan layaknya uang tunai. Sayangnya, obligasi jenis ini sering disalah gunakan dan berisoko terhadap kehilangan dan pencurian.
  10. Obligasi Tercatat : obligasi tercatat memiliki nama kepemilikan yang telah terdaftar dan dicatat oleh penerbit atau lembaga. Semua jenis pembayaran baik bunga dan yang lainnya akan ditransfer langsung kepada pemegang obligasi tersebut.

Manfaat Obligasi


  • Bunga


Bunga dibayar secara reguler sampai jatuh tempo dan ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal.
Contoh : Obligasi dengan kupon 10%, artinya pihak yang menerbitkan obligasi akan membayar sebesar Rp10 setiap Rp100 dari nilai nominal setiap tahun. Biasanya bunga dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali.

  • Capital Gain

Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di Pasar Sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh Capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon, yaitu dengan nilai lebih rendah dari nilai nominalnya, kemudian pada saat jatuh tempo ia akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominal.

  • Hak Klaim Pertama

Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, pemegang obligasi sebagai kreditur memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.

  • Hak Konversi atas Obligasi Konversi

Jika memiliki obligasi konversi, investor dapat mengonversikan obligasi menjadi saham pada harga yang telah ditetapkan, dan kemudian berhak untuk memperoleh manfaat atas saham tersebut.

Risiko Investasi pada Obligasi

  • Gagal Bayar (Default)

Sebagai investor, kemungkinan Anda akan menanggung risiko gagal bayar ini. Kegagalan dari emiten untuk melakukan pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak obligasi.

  • Capital Loss

Capital loss terjadi jika Anda menjual obligasi sebelum jatuh tempo dengan harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

  • Callability

Sebelum jatuh tempo, emiten mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang telah diterbitkan. Obligasi demikian biasanya akan ditarik kembali pada saat suku bunga secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Jadi, pemegang obligasi yang memiliki persyaratan callability berpotensi merugi apabila suku bunga menunjukkan kecenderungan menurun. Biasanya untuk mengompensasi kerugian ini, emiten akan memberikan premium.

Pengertian, Konsep, Manfaat, dan Perhitungan Pendapatan Nasional

Pengertian, Konsep, Manfaat, dan Perhitungan Pendapatan Nasional. Pengertian Pendapatan Nasional, Konsep Pendapatan Nasional, Manfaat Pendapatan Nasional, dan Perhitungan Pendapatan Nasional.

Pengertian Pendapatan Nasional

Sumber: tugassekolah.com
Pendapatan nasional yaitu seluruh pendapatan yang diterima oleh semua anggota masyarakat atau semua rumah tangga keluarga (RTK) dalam satu negara dalam kurun waktu spesifik, umumnya dalam kurun waktu satu tahun.

Pendapatan Nasional 

Pendapatan nasional dapat juga diambil kesimpulan sebagai produksi nasional, yang memiliki arti nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota masyarakat satu negara dalam kurun waktu spesifik, umumnya satu tahun.

Konsep Pendapatan Nasional 

Sumber: tandamatabdg.wordpress.com

Product Domestik Bruto (GDP) 

Product domestik bruto (Gross Domestic Product) yaitu jumlah product berbentuk barang serta jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas lokasi satu negara atau domestik sepanjang satu tahun.

GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN

Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan maupun instansi asing yang terkait, seandainya lokasinya masih tetap dalam lokasi satu negara atau domestik itu.

Misalnya seperti perusahaan X dari Jepang, yang mempunyai cabang di Indonesia, hasilnya berbentuk barang dan jasa itu termasuk juga ke dalam GDP. Barang yang dihasilkan termasuk juga modal yang belum diperhitungkan, maka dari itu miliki sifat bruto atau/kotor.

Product Nasional Bruto (GNP) 

Product Nasional Bruto (Gross National Product) yaitu nilai product berbentuk barang dan jasa yang di buat oleh masyarakat sebuah negara (nasional) sepanjang satu tahun, termasuk juga yang dihasilkan oleh warga negara itu yang dihasilkan diluar negeri.

Misalnya seperti seorang pria dari Indonesia yang jual pakaian di Malaisya, hasilnya berbentuk barang dan jasanya termasuk juga ke dalam GNP.

GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan Asing DN

Product Nasional Netto (NNP) 

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)

Penyusutan yakni pergantian barang modal untuk peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya miliki sifat taksiran, sampai dapat mengakibatkan kekeliruan walaupun relatif kecil.

Pendapatan Nasional Neto (NNI) 

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) yaitu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh orang-orang sebagai yang memiliki aspek produksi.

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung yakni pajak yang bebannya dapat diarahkan kepada pihak lain seperti pajak hadiah, pajak penjualan, dan sebagainya.

Pendapatan Perorangan (PI) 

Pendapatan perorangan (Personal Income) yakni jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, temasuk pendapatan yang didapat tanpa beraktivitas apapun. Umpamanya gaji seorang pegawai negeri, maupun pendapatan pengusaha yang didapat secara berantai.

PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment

Transfer Payment yakni penerimaan-penerimaan yang bukanlah merupakan balas jasa produksi, tetapi diambil beberapa dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti pembayaran dana pensiunan, tunjangan pengangguran, dan sebagainya.

Pendapatan yang siap dibelanjakan 

Disebut juga dengan Disposible Income yaitu pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna beli barang dan jasa konsumsi serta selebihnya jadi tabungan yang disalurkan jadi investasi.

DI = PI – Pajak Langsung

Pajak langsung yakni pajak yang bebannya tidak dapat diarahkan kepada pihak lain, seperti pajak pendapatan.

Manfaat Pendapatan Nasional 

Sumber: nasional.kompas.com
  • Menilainya perkembangan ekonomi satu negara dari waktu ke waktu 
Dari sini kita dapat membandingkan peranan sebuah pemimpin atau penggerak ekonomi bangsa, juga untuk mengetahui kekurangan atau kesalahan yang pernah terjadi dari segi ekonomi untuk dikoreksi di beberapa saat selanjutnya.
  • Menilainya prestasi ekonomi satu bangsa 
Pendapatan nasional jadi tolak ukur kesuksesan dan kemakmuran satu bangsa. Sebagai penghargaan ketika pendapatan nasional satu negara itu tinggi.
  • Membandingkan perekonomian dengan negara lain 
Di samping mencari celah untuk meningkatkan perekonomian negara sendiri, membandingkan perekonomian dengan negara lain juga yaitu satu kebanggaan tersendiri ketika perekonomian di negara sendiri mempunyai peringkat yang lebih tinggi.
  • Memaparkan susunan perekonomian negara 
Beberapa jenis pendapatan nasional dapat jadi tolak ukur untuk tahu di mana kekurangan perekonomian yang perlu di evaluasi. Hal ini dapat juga menjelaskan persentase pendapatan nasional bersumber pada bentuk pendapatan (income) maupun produksi (product)
  • Memahami perkembangan ekonomi dan pendapatan perkapita 
Perlunya melakukan evaluasi pada perekonomian negara agar perekonomian mengalami peningkatan setiap tahunnya.
  • Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah 
Perlunya elemen-elemen yang melakukan pergerakan dari bawah, untuk menyadarkan pemerintah seberapa pentingnya perekonomian satu negara. Masyarakat dapat beropini, memberi input untuk meningkatkan mutu perekonomian.
  • Memahami seberapa besar peran dari sector bisnis pada pendapatan nasional 
Saat memakai penghitungan pendapatan nasional, manfaat lain yang didapat yakni memahami bagian bisnis atau industri. Apa saja yang paling berperan dalam mempengaruhi hasil dari penghitungan pendapatan nasional.

Apakah bagian industri, jasa atau sektor bisnis yang lain yang disebut dengan penyumbang terbesar dari hasil penghitungan pendapatan nasional itu?

Bila telah di pahami bagian apa saja yang bertindak penting dalam penghitungan pendapatan nasional, pemerintah satu negara dapat mengoptimalkan bagian itu. Agar pada periode berikutnya satu negara bisa mengalami perkembangan ekonomi yang lebih baik lagi.
  • Jadi satu diantara rumusan pembuatan kebijakan dari pemerintah 
Manfaat yang lain dari penghitungan pendapatan nasional yakni dapat jadi referensi dan dasar dari kebijakan pemerintah.

Hasil penghitungan pendapatan nasional, seperti untung rugi, peran sector, dan perkembangan ekonomi Negara dapat jadi dasar dari pembuatan kebijakan, apakah satu Negara mesti menambah tingkat perkembangan ekonomi, atau mesti melakukan hutang luar negeri, dan sebagainya.
  • Digunakan untuk penggolongan satu Negara 
Negara agraris, negara industri, negara minyak, yaitu beberapa label yang didapatkan pada suatu Negara lantaran peran sector terbesarnya. Inilah satu diantara manfaat dari penghitungan pendapatan nasional.

Dengan memahami analisis lengkap dari penghitungan pendapatan nasional, dapat di pahami label dari satu Negara, apakah Negara itu maju atau berkembang, dan masuk ke dalam kelompok manakah Negara itu?
  • Mengukur tingkat kemakmuran satu Negara 
Manfaat penghitungan pendapatan nasional bisa pula mengukur tingkat kemakmuran dari satu negara. Hal semacam ini bisa didapat setelah melakukan penghitungan pendapatan nasional, di mana akan didapat laju perkembangan ekonomi dan seberapa banyak pendapatan.

Untung serta rugi yang didapat dalam satu Negara. Makin baik laju perkembangan ekonomi dari satu Negara, akan makin makmur Negara itu.

Perhitungan Pendapatan Nasional 

Sumber: gurupendidikan.com
  • Metode Produksi 
Pedapatan nasional yaitu penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh bagian ekonomi baik masyarakat di dalam negeri maupun dari luar negeri dalam periode spesifik.

Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Qn x Pn) ...]
  • Metode Pendapatan 
Pendapatan nasional yaitu hasil dari seluruh penerimaan yang diterima oleh yang memiliki aspek produksi dalam satu negara sepanjang satu periode.

Rumus yang dapat digunakan yakni:

Y = r + w + i + p
(rent, wage, interest, profit)
  • Metode Pengeluaran 
Pendapatan nasional yaitu penjumlahan dari semua pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi satu Negara sepanjang satu tahun.

Y = C + I + G (X - M)

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Konsep, Manfaat, dan Perhitungan Pendapatan Nasional, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pendapatan Nasional di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pendapatan Nasional. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Jenis-jenis perjalanan

Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.

Banyak negara, bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal. Kepariwisataan adalah keseluruhan dari pada gejala-gejala yang ditimbulkan oleh perjalanan dan pendiaman orang-orang asing serta penyediaan tempat tinggal sementara, asalkan pendiaman itu tidak tinggal menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari aktifitas yang bersifat sementara itu.

Perjalanan dapat diartikan sebagai pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan berbagai tujuan. Pada jaman dahulu, perjalanan dilakukan karena naluri kebutuhan dari seseorang yang seringkali mengajak kelompoknya untuk mencari lokasi baru yang lebih nyaman dan aman. Seringkali perjalanan bisa dikembangkan menjadi perpindahan yang menetap (imigran) bila ditempat baru, mereka merasa lebih nyaman.

Jenis perjalanan dapat dibedakan berdasarkan:
a. Jarak dan waktu tempuh
Jarak selalu berhubungan dengan waktu tempuh, sedangkan waktu tempuh dipengaruhi oleh :
  • Kondisi jalan (halus, berlubang-lubang besar, traffic jam ’macet’)
  • Kecepatan kendaraan yang digunakan ( kuda, manusia, mesin)
  • Durasi istirahat (mendinginkan mesin, istirahat makan)
b. Tempat asal / keberangkatan dan tempat yang dituju.
Asal keberangkatan juga mempengaruhi perjalanan, untuk keperluan:
  • Memerlukan lapor diri di imigrasi pada perbatasan negara (bila antar negara)
  • Dari daerah “terlarang” seperti dalam pengawasan karena dalam kondisi darurat perang atau daerah khusus lain, sehinggan memerlukan izin khusus dan pemeriksaan dokumen.
c. Tujuan perjalanan juga menentukan klasifikasi jenis perjalanan:
  • Berdagang
  • Penjelajahan alam
  • Penelitian
  • Berobat
  • Belajar
  • Bersenang-senang
d. Lama tinggal di tempat tujuan
Bila sampai ditempat tujuan, pelaku perjalanan tentunya akan melakukan maksud kedatangannya, yang tentunya memerlukan biaya yang lebih banyak untuk memenuhi keperluannya selama tinggal di tempat tersebut.

Dampak positif yang ditimbulkan oleh perjalanan
  • Terjadinya pertukaran informasi dan komunikasi antara pendatang dengan yang didatangi.
  • Pemenuhan kebutuhan pendatang memicu perbaikan sarana prasarana yang akhirnya diikuti / dinikmati juga oleh penduduk setempat.
  • Pembauran budaya dan teknologi modern
  • Terciptanya peluang kerja karena kreativitas dari pendatang
  • Pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Perputaran ekonomi masyarakat dan Peningkatan devisa negara
Dampak negatif yang perlu di antisipasi
  • Luntur/musnahnya kebudayaan asli daerah yang tergeser oleh modernisasi
  • Kecemburuan sosial dari penduduk asli terhadap pendatang
  • Tersingkirnya penduduk asli yang fanatik pada nilai-nilai hidup yang dianutnya
  • Berubahnya bangunan tradisional/budaya digantikan dengan gedung modern
  • Masuknya kebiasaan hidup yang berbahaya (a-moral, narkoba, dll) dari negara lain bagi generasi muda
  • Keinginan untuk menguasai dan memenuhi ambisi kekuasaan dari pendatang
Akibat dari dilakukannya perjalanan
Dengan terjadinya perjalanan, terjadi pula arus informasi timbal balik pengetahuan antar tempat yang dikunjungi, sehingga timbul kebutuhan yang kian meningkat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di semua bidang termasuk produksi kebutuhan hidup, seperti: makanan, minuman, akomodasi, alat komunikasi dan transportasi
Maka timbulah “Revolusi Industri” yang terjadi pada abad ke 18 (1760- 1830) di Eropa , yang telah mengakibatkan perkembangan yang pesat terhadap perkembangan ekonomi. Revolusi industri ditandai dengan ditemukannya mesin uap , yang akhirnya banyak digunakan dalam macam-macam pabrik, termasuk otomotif (kereta api, kapal laut, mobil,dll).

Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui adalah tokoh yang memperkenalkan istilah “Revolusi Industri” pada pertengahan abad ke-19 setelah mengamati perkembangan pesat dengan adanya penemuan sumber tenaga penggerak yang menggunakan uap.dan air/listrik.

Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, mengakibatkan perubahan sosial ekonomi dan budaya pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 ,yang pada mulanya perputaran roda ekonomi berdasarkan tenaga manusia berubah menjadi industri yang dijalankan oleh tenaga mesin. Revolusi ini dimulai di Inggris dengan ditemukannya mesin uap (bahan dasar batu bara sebagai bahan bakar) sebagai penggerak mesinmesin industri terutama produksi tekstil, traktor, kapal tenaga uap, lokomotif uap, dan berkembang sampai penemuan tenaga listrik (1850).

Dampak terjadinya perkembangan teknologi ini juga mempengaruhi budaya, sosial dan gaya hidup masyarakat yang akhirnya menyebar ke Eropa, Amerika, kemudian seluruh dunia. Perubahan tersebut diantaranya mencakup:
  • Teknologi sarana angkutan dan komunikasi, percepatan produksi
  • Struktur kehidupan masyarakat sosial dan budaya serta gaya hidup.
Kedua perubahan dalam kehidupan masyarakat tersebut mengakibatkan:
  • Munculnya usaha penginapan
  • Munculnya pengurusan perjalanan
  • Munculnya keragaman jenis makanan/minuman/Boga dan Restoran
  • Munculnya jenis-jenis hiburan dan obyek kunjungan
Dengan adanya revolusi industri, proses produksi menjadi semakin cepat dan penggunaan tenaga manusia menjadi semakin efisien, yang sangat berpengaruh pemanfaatan waktu libur dan relaks, didukung dengan adanya peningkatan pendapatan sebagai dampak dari meningkatnya produktifitas akibat revolusi industri. Pertukaran dan sirkulasi informasi antar negara dan benua menjadi semakin cepat dengan adanya perkembangan transportasi darat laut maupun udara, demikian juga dengan perkembangan teknologi media komunikasi

Pengertian Deposito : Jenis Dan Bentuk

Pengertian Deposito 

Pengertian deposito menurut Simorangkir (1985 : 92)
adalah : Deposito yaitu tiap jumlah uang yang bisa disetor oleh seorang debitur atau penyewa sebagai uang panjar atau uang muka, baik sudah dikredit ataupun bakal dikredit padanya atas nama deposito atau uang muka, baik jumlah itu bakal sudah dibayar pada creditur atau yang memiliki atau seorang yang lain, atau bakal sudah dilunaskan lewat pembayaran uang atau transfer atau lewat penyerahan beberapa barang atau mungkin dengan langkah lain.

Meurut Undang-Undang No. 10/1998, Pasal 1 ayat 7 (1998 : 7) yang memberi pengertian deposito yaitu sebagai berikut : Deposito yaitu simpanan yang penarikannya cuma bisa dikerjakan pada saat spesifik bersumber pada kesepakatan nasabah penyimpan dengan bank.

Sedang menurut Thomas Suyatno (1989 : 36), pengertian deposito yaitu : Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya cuma bisa dikerjakan kurun waktu spesifik menurut kesepakatan pihak ketiga dengan bank yang berkaitan.

Selain berfungsi sebagai tabungan berjangka, manfaat lain dari deposito yaitu sebagai salah satu produk investasi yang paling menguntungkan. Mengutip pendapat dari PT Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/5/2015), bahwa ternyata produk investasi berupa deposito memiliki rerata keuntungan yang relatif stabil dibanding produk lainnya seperti saham, emas dan obligasi pemerintah. Bahkan sampai 20 April 2015 ini, produk deposito menduduki rerata keuntungan nomor dua terbesar setelah saham, yaitu dengan persentase 7,21% dengan imbal hasil dari deposito adalah rata-rata bunga deposito 1 bulan. Artinya, peluang untuk berinvestasi berupa deposito masih memiliki peluang yang bagus dari tahun ke tahun.

Beberapa jenis Deposito 

Biasanya deposito bisa dikelompokkan menurut periode waktu menuju maturity. Beberapa penggolongan deposito tersebut yaitu sebagai berikut ini :

  • Permintaan deposit (Rekening Koran) 

Permintaan deposit (rekening koran) pada bank-bank di Amerika Serikat bisa dikelompokkan menjadi empat jenis, yakni :

  1. Inter bank deposit (deposito-deposito antar bank) yakni deposito yang disimpan, baik dengan bank yang mendepositokan ataupun untuk yang menerimanya
  2. Deposito-deposito pemerintah Amerika Serikat untuk bank-bank dagang disebut dengan oleh bank-bank sebagai rekening–rekening pajak serta pemberian utang (Tax and loan atau T & accounts), lantaran muncul beberapa sistem perpajakan serta pemberian utang. 
  3. Deposito negara sisi serta daerah, adalah deposito-deposito beragam jenis pembagian unsur politik termasuk juga distrik-distrik, sekolah dsb. 
  4. Deposito-deposito pemerintahan yang disimpan oleh beberapa individu firma-firma serta perusahaan-perusahaan yang berupa tubuh hukum. 


  • Time deposits 

Tidak seperti deposito-deposito rekening koran yang biasanya homogen jenisnya, deposito berjangka serta deposito tabungan di tawarkan dalam bermacam macam bentuk. Akan tetapi, ciri yang umum serta sama dari deposito-deposito itu yaitu keharusan bank membayar tingkat bunga lantaran nasabah membutuhkan periode waktu spesifik saat sebelum deposito-deposito itu dicairkan kembali.

Ada tiga jenis bentuk mendasar dari deposito berjangka dan deposito tabungan, yakni :

  1.  Deposito tabungan dan buku kas (pas-book) Adalah bentuk deposito yang paling di kenal di antara beragam jenis rekening simpanan dan tidak ada jatuh saat spesial untuk deposito itu, dan dalam prakteknya dana-dana yang didepositokan dalam rekening-rekening itu bisa ditambahkan dan ditarik kembali pada saat yang sesuai sama untuk depositonya. Deposito-deposito tabungan kekhasnya, yaitu membayar tingkat bunga yang lebih rendah dari pada deposito-deposito berjangka. 
  2. Sertifikat deposito berjangka Di lain pihak ada juga yang mendeskripsikan sertifikat deposito sebagai simpanan berjangka atas pembawa atau unjuk dengan izin otoritas moneter serta di keluarkan oleh bank sebagai bukti simpanan yang bisa diperjualbelikan atau dipindahtangankan pada pihak ketiga. Dalam kaitan ini bunga dibayar dimuka dalam arti dipotong dari nominalnya pada saat sertifikat deposito itu dibeli. Umpamanya sertifikat deposito berjangka nominal Rp. 1. 000. 000 dibeli tunai dengan Rp. 940. 000, sesudah sertifikat jatuh tempo bakal di terima kembali duit sebesar Rp. 1. 000. 000. Sertifikat deposito bisa diperjualbelikan kurang dari 1 bln., 3 bln., 6 bln., 12 bln.. Bunga yang didapatkan dari tiap bank yang menerbitkan sertifikat tidak sama satu dengan yang lain. 
  3. Ketidaksamaan bergantung dari kekuatan serta keperluan bank berkaitan atas dana yang dikehendaki untuk ditarik dari orang-orang. Dari keterangan mengenai sertifikat deposito itu diatas bisa dikemukakan beberapa hal sebagai berikut ini : 


  • Sertifikat deposito bank yaitu bukti penerimaan beberapa duit yang di keluarkan oleh bank. 
  • Terikat pada sebuah periode waktu spesifik. 
  • Diberikan imbalan yang umumnya dibayar dimuka pada ketika beli sertifikat deposito. 
  • Bank yang keluarkan sertifikat deposito mempertanggungjawabkan semua harta kekayaannya. 
  • Di keluarkan atas unjuk. 
  • Bisa diperjualbelikan atau dipindahtangankan cuma lewat cara penyerahan. 
  • Pengeluaran sertifikat deposito sesuai sama Undang-undang yang berlaku di negara yang berkaitan. 
  • Bebas pajak atas bunga, deviden serta royalty. 
  • Bisa jadikan jaminan atas credit. 
  • Jadi kadaluarsa sesudah 30 th. mulai sejak tanggal periode waktunya. 

Tidak hanya itu di kenal juga arti sertifikat deposito yang dirundingkan serta sertifikat deposito yang tidak dirundingkan. Ketidaksamaan mendasar pada keduanya yaitu kalau sertifikat deposito yang bisa dirundingkan bisa di jual saat sebelum jatuh temponya oleh konsumen deposito asli (perdana), sedang pada sertifikat deposito yang tidak bisa dirundingkan, cuma konsumen asli yang disebut hanya satu orang yang bisa menguangkannya.

Deposito-deposito berjangka, rekening terbuka 

Kata terbuka dalam arti rekening terbuka memiliki arti beberapa deposan bisa meningkatkan jumlah barang pada deposito-deposito sesuka hatinya. Dalam arti kalau jumlah tidak ditetapkan oleh Bank. Tetapi pengembangannya sesuai sama prinsip deposito, tidak dapat ditarik saat sebelum waktunya. Deposito berjangka ini di keluarkan atas nama.

Seperti yang sudah dikemukakan diatas kalau deposito-deposito berjangka ini di keluarkan dalam beragam jenis oleh bank. Beberapa bentuk lain salah satunya yaitu :


  • Deposit on Call, yakni simpanan yang ada dalam bank sepanjang deposan membutuhkannya, tidak sama dengan deposito berjangka yang lain jika seseorang mau menarik simpanannya terlebih dulu dia mesti memberitahu pada bank, sesuai sama kesepakatan pada deposan dengan bank. Diluar negeri deposit on call ini banyak disenangi oleh beberapa nasabah. 
  • Deposit Automatic Roll-Over. Bila deposito yang sudah jatuh tempo, namun utang pokok belum diuangkan memiliki arti uang deposan menganggur tanpa duit bunga, namun tidak sekian perihal dengan deposit automatic roll over secara automatis diperhitungkan dengan bunganya sekian dengan juga deposito yang habis waktunya serta deposan terlambat menarik uang depositonya yang udah jatuh tempo.