Showing posts sorted by relevance for query kalor. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kalor. Sort by date Show all posts
27 March 2017

Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis

Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis. Pengertian Kalor, Rumus untuk Kalor, Kapasitas yang dimiliki oleh Kalor, Perpindahan yang bisa terjadi pada Kalor, Kalor Jenis dan penjelasan lengkapnya, Satuan Kalor dan segala hal yang berhubungan dengan Kalor.

Pengertian Kalor 

Sumber: datasoal.com
Kalor yakni satu di antara bentuk daya yang dapat berpindah dari satu benda ke benda yang lain karena adanya perbedaan suhu. Ketika dua benda yang memiliki perbedaan suhu berjumpa atau bertemu, kalor akan mengalir (berpindah) dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Umpamanya ketika kita mencampurkan air dingin dengan air panas, kita akan mendapat air hangat. Banyak yang tidak tahu perbedaan antara suhu dan kalor, Suhu yakni nilai yang terarah pada termometer, sedangkan kalor yakni daya yang mengalir dari satu benda ke benda yang lain.

Adapula ilmuan dari Amerika bernama Benjamin Thompson mengemukakan bila kalor bukanlah merupakan zat alir, namun daya yang terjadi karena adanya proses mekanik, seperti gesekan.

Rumus dan Satuan Kalor 

Satuan kalor yakni Kalori (Kal) atau Joule (J). Kalori yakni banyak kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air agar suhunya jadi 1 derajat Celcius.

1 Kalori = 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 Kalori

Rumus Kalor: 
Sumber: softilmu.com
Keterangan:

Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Kalor dan Perubahan Pada Benda 

Kalor Dapat Mengubah Suhu Zat 

Pada dasarnya, setiap benda yang suhunya melebihi dari 0 mutlak, benda itu memiliki Kalor. Kandungan kalor berikut inilah yang akan memastikan berapakah suhu itu.

Bila benda ini dipanaskan benda itu akan terima tambahan kalor sampai suhunya meningkat. Sedangkan bila benda itu didinginkan benda itu akan kembali melepas kalor sampai suhunya mengalami penurunan.

Kalor Dapat Mengubah Bentuk Zat 

Beberapa benda apabila diberikan kalor dalam satuan spesifik, benda itu akan alami perubahan bentuk. Umpamanya yakni ketika es dipanaskan (diberi kalor) es (bentuk padat) itu akan jadi air (Bentuk Cair), dan bila pemanasan selalu dilakukan air tadi akan jadi Gas. Titik dimana satu zat akan berubah jadi Zat Cair disebut juga dengan Titik Cair atau Titik Lebur benda.

Kalor Jenis dan Kemampuan Kalor 
Sumber: softilmu.com
Bersumber pada penelitian yang didapat bahwa apabila kalor diberikan pada dua benda yang tidak sama, akan menghasilkan suhu yang tidak sama juga, Umpamanya ketika minyak dan air dipanaskan dengan suhu yang sama minyak akan memiliki perubahan suhu 2 kali lebih besar dibanding air.

Hal Ini dipicu oleh perbedaan kalor jenis yang dimiliki suatu benda. Kalor Jenis Benda yakni banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 1 kg massa benda itu jadi 1 derjat celcius.

Satuan dari Kalor Jenis yakni Kalori/GramoCelcius atau dalam Sistem Internasional ditetapkan dengan Joule/KilogramoCelcius. Kalor Jenis dapat dituliskan dalam persamaan berikut ini:

Rumus Kalor Jenis 
Sumber: softilmu.com
Keterangan:

Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Sedangkan kemampuan kalor yakni jumlah kalor yang diperlukan untuk memberi suhu zat itu sejumlah 1 derajat Celcius. Apabila kalor Q menghasilkan suhu sebesar t kemampuan kalor dapat dirumuskan
Sumber: softilmu.com
Perpindahan Kalor 

Seperti yang udah kami jelaskan di awal bila perpindahan kalor terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Ada tiga bentuk perpindahan kalor yang dapat terjadi, yaitu:

Perpindahan Kalor Secara Konduksi 

Perpindahan Kalor secara konduksi yakni perpindahan kalor lewat satu zat penghubung (logam) tanpa diimbangi perpindahan partikel – partikel zat itu secara permanen. Umpamanya yakni ketika kita memanaskan salah satu ujung logam, ujung logam yang lain akan ikut panas karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah.

Ketika memanaskan satu diantara ujung logam, partikel yang ada pada ujung logam itu akan bergetar dan membuat getaran terjadi pada partikel lain yang tersambung dengannya. Sampai seluruh partikel logam itu akan bergetar walaupun hanya satu ujung logam yang dipanaskan, nah hal sejenis ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor.

Perpindahan Kalor Secara konveksi 

Perpindahan kalor secara konveksi yakni perpindahan kalor lewat satu zat yang diimbangi dengan perpindahan beberapa sisi zat itu. Konveksi dapat terjadi pada zat cair atau gas. Ada dua bentuk perpindahan kalor secara konveksi, yaitu:

Konveksi Alamiah 

Konveksi alamiah yakni konveksi yang dipengaruhi style apung tanpa faktor luar, dan dipicu oleh karena adanya perbedaan massa jenis benda. Umpamanya yakni pada pemanasan air, massa jenis partikel air yang telah panas akan naik menjauh dari api dan digantikan dengan partikel air lain yang suhunya lebih rendah. Proses ini mengakibatkan seluruh partikel zat cair itu akan panas secara prima.

Konveksi Paksa 

Konveksi paksa yakni konveksi yang terjadi karena adanya efek faktor luar (contoh tekanan), dan perpindahan kalor dijalankan dengan sengaja/dipaksakan.

Artinya aliran panas kalor dipaksa menuju ke tempat yang ingin dituju dengan pertolongan faktor luar seperti tekanan. Umpamanya yakni pada kipas angin yang akan membawa udara dingin ke tempat yang panas, dan radiator mobil yang memiliki sistem pendingin mesin.

Perpindahan Kalor Secara Radiasi 

Perpindahan kalor secara Radiasi yakni proses perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat penghubung. Perpindahan kalor secara radiasi tidak sama juga dengan konduksi dan konveksi. Pada Radiasi, agar terjadinya perpindahan kalor, ke-2 benda tidak harus bersentuhan karena kalor dapat berpindah tanpa zat penghubung.

Artinya kalor itu akan di pancarkan ke seluruh arah oleh sumber panas, dan akan mengalir ke seluruh arah. Umpamanya yakni saat kita dekat dengan api unggun dari pojok manapun, kita tetap akan merasakan kehangatan dari sumber api, contoh yang lain yakni panas matahari yang sampai ke bumi dan planet – planet lain.

Mencegah perpindahan kalor 

Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi dapat dicegah dengan mengisolasi ruangan itu. Contoh simpel penerapan langkah itu yakni pada termos. Termos digunakan untuk melindungi suhu air tetap panas dengan mencegah atau menghambat perpindahan kalornya.

Kalorimeter 

Kalorimeter ini terdiri atas dua buah bejana dari tembaga yang kalor jenisnya belum di ketahui. Bejana tembaga kecil diletakkan dalam bejana lain yang lebih besar. Agar kedua bejana tidak bersentuhan, diantara kedua bejana itu diletakkan isolator sebagai bahan penyekat kalor, umpamanya gabus.

Bahan isolator ini berperan untuk menahan kalor yang ada di dalam kalorimeter agar tidak keluar serta tidak ada kalor yang masuk dari luar. Umumnya tutup yang digunakan terbuat dari bahan kayu yang bisa pula berperan sebagai isolator yang baik.

Pada tutupnya ada dua buah lubang yang berguna untuk meletakkan termometer dan pengaduk. Pada saat sampel logam dimasukkan ke dalam kalorimeter, air di dalamnya tidak perlu diaduk agar sistem dapat mencapai keseimbangan termal dengan secepatnya. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dari bahan yang sama saja dengan bejana kalorimeter.
Sumber: pratamarendy.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor dan Kalor Jenis, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kalor dan Kalor Jenis di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kalor dan Kalor Jenis. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
05 May 2017

Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika

Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika. Pengertian Hukum Termodinamika, Prinsip Hukum Termodinamika, Kesetimbangan Hukum Termodinamika, Konsep Dasar Hukum Termodinamika, dan Hukum-Hukum Termodinamika.

Pengertian Termodinamika

Sumber: physics.mef.hr
Termodinamika datang dari bahasa Yunani di mana Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan. Termodinamika yaitu pengetahuan yang menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan daya yang dipicu oleh adanya perbedaan suhu) jadi daya serta beberapa karakter pendukungnya.

Termodinamika terkait erat dengan fisika daya, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika juga terkait dengan mekanika statik. Cabang pengetahuan fisika ini mendalami pelajaran mengenai pertukaran daya dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan.

Aplikasi dan penerapan termodinamika dapat terjadi pada tubuh manusia, momen meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri.

Prinsip Termodinamika 

Sumber: sutantiakin.wordpress.com
Prinsip termodinamika sebenarnya yakni hal alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengembangnya ilmu serta pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sampai jadi bentuk mekanisme yang dapat bantu manusia dalam kegiatannya.

Aplikasi termodinamika yang demikian meluas, kemungkinan karena perubahan pengetahuan termodinamika mulai sejak era 17. Pengembangan pengetahuan termodinamika dengan diawali pendekatan makroskopik yaitu tingkah laku umum partikel zat sebagai media pembawa daya.

Hukum-Hukum Termodinamika 

Termodinamika memiliki hukum-hukum pendukungnya. Hukum-hukum ini menjelaskan bagaimana dan apa saja ide konsep yang perlu diperhatikan. Seperti momen perpindahan panas dan kerja pada proses termodinamika.

Mulai sejak perumusannya, hukum-hukum ini udah jadi hukum penting dalam dunia fisika yang terkait dengan termodinamika. Aplikasi hukum-hukum ini juga diperlukan dalam beragam macam bidang seperti bidang pengetahuan lingkungan, otomotif, pengetahuan pangan, pengetahuan kimia dan lain sebagainya. Berikut ini hukum-hukum termodinamika:

Hukum I termodinamika (Kekekalan Daya dalam Sistem) 

Sumber: softilmu.com
Daya tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Manusia hanya dapat mengubah bentuk daya dari bentuk daya satu ke daya yang lain. Dalam termodinamika, bila sebuah hal diberikan kalor, kalor itu akan berguna untukusaha luar dan mengubah daya dalam.

Bunyi Hukum I Termodinamika “untuk setiap proses bila kalor Q diberikan pada sistem dan sistem melakukan usaha W, akan terjadi perubahan daya dalam ΔU = Q – W”.

Di mana U memperlihatkan karakter dari satu sistem, sedangkan W dan Q tidak. W dan Q bukanlah fungsi Variabel kondisi, tetapi termasuk juga ke dalam proses termodinamika yang dapat merubah kondisi. U yaitu fungsi variabel kondisi (P, V, T, n).

W bertanda positif apabila sistem melakukan usaha pada lingkungan dan negatif apabila menerima usaha lingkungan.

Hukum Termodinamika 1 

Q bertanda positif apabila sistem menerima kalor dari lingkungan dan negatif apabila melepas kalor pada lingkungan.

Perubahan daya dari sebuah sistem hanya tergantung pada transfer panas ke dalam sistem dan kerja yang dikerjakan oleh sistem dan tidak bergantung pada proses yang terjadi. Pada hukum ini tidak ada panduan, adanya hanya arah perubahan serta beberapa batasan lain.

Hukum II termodinamika (Arah reaksi sistem dan batasan) 

Sumber: mechanicals.wordpress.com
Hukum kedua ini membatasi perubahan daya mana yang dapat terjadi dan yang tidak. Pembatasan ini dinyatakan dengan berbagai cara, yaitu:
  1. Hukum II termodinamika dalam menyebutkan aliran kalor. Kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya. 
  2. Hukum II termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor 
  3. Tidak mungkin saja buat satu mesin kalor yang bekerja dalam satu siklus yang hanya menyerap kalor dari satu reservoir dan mengubah semua jadi usaha luar. 
  4. Hukum II termodinamika dalam pernyataan entropi (besaran termodinamika yang mengikuti perubahan setiap kondisi dari awal sampai akhir sistem dan mengatakan ketidakteraturan satu sistem) 
Keseluruhan entropi semesta tidak berubah ketika proses reversibel terjadi dan bertambah ketika proses irreversible terjadi.

Hukum III termodinamika 

Sumber: ardi-thermodynamics.blogspot.co.id
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur 0 absolut. Hukum ini mengatakan bila pada saat satu sistem mencapai temperatur 0 absolut (temperatur Kelvin) semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimal. hukum ini jugga menyatakn bila entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur 0 absolut bernilai 0.

Kesetimbangan Termodinamika 

Sebuah benda bisa dapat dikatakan dalam keadaan kesetimbangan termodinamika jika nilai dari besaran keadaan makroskopiknya tidak lagi berubah dalam periode waktu yang lama. Termodinamika hanya akan meninjau besaran dalam keadaan sistem yang setimbang.

Termodinamika tidak meninjau bagaimana proses perubahan sistem mencapai kondisi kesetimbangan termodinamika, karena itu tidak ada variabel waktu dalam realisasi-realisasi termodinamika.

Tetapi, dalam keadaan nyata, kesetimbangan termodinamika yakni hal yang tidak mungkin saja terjadi. Hal semacam ini karena satu benda tidak akan lepas dari interaksinya dengan lingkungan yang merubah kondisi benda sampai perubahan dapat terjadi demikian cepat.

Pengecualian apabila kondisi benda mendekati kesetimbangan termodinamika, realisasi termodinamika dapat ditrerapkan. Sebagai contoh hukum radiasi benda hitam dapat diterapkan pada matahari dan bintang meskipun tidak benar-benar dalam keadaan setimbang. Sampai analisa spektrum gelombang dapat dilakukan.

Kesetimbangan Termal 

Pencapaian kesetimbangan termal terjadi bila dalam kondisi adanya kesempatan hubungan antara partikel kedua sistem, tidak ada keseluruhan perpindahan daya panas antara keduanya (tidak ada lagiperubahan makro).

Relasi kesetimbangan termal yakni satu relasiekuivalensi sampai dapat dikelompokkan benda-benda yang ada pada keadaan setimbang termal dan memiliki parameter. Fakta ini dikenal sebagai hukum ke 0 termodinamika.

Benda yang mencapai kesetimbangan termal satu sama lainnya, diambil kesimpulan bila dengan memiliki temperatur yang sama. Termodinamika ke 0 ini menjelaskan adanya besaran temperatur. Besaran temperatur tidak bergantung pada nilai partikel.

Walaupun satu benda tidak secara keseluruhnya ada pada kesetimbangan termal, beberapa segi dari benda itu mungkin saja ada pada keadaan kesetimbangan termal lokal.

Kesetimbangan Mekanik 

Apabila di dalam satu sistem ada kesetimbangan sedemikian sampai tidak terjadi perubahan (makro) volume sistem dan lingkungan bisa dapat dikatakan bila sistem dan lingkungan ada pada keadaan kesetimbangan mekanik. Pada kondisi ini, sistem dan lingkungan akan memiliki nilai tekanan P yang sama.

Kesetimbangan Jumlah Partikel 

Satu sistem akan dapat dikatakan setimbang jumlah partikelnya apabila partikel yang keluar masuk sistem dalam jumlah yang sama, ada kesetimbangan jumlah partikel antara sistem dan lingkungan. Ketika itu antara sistem dan lingkungan akan memiliki tekanan yang sama.

Ide konsep Dasar Termodinamika 

Pembagian dalam termodinamika mengarah pada pembagian dunia jadi sistem yang dibatasi oleh kenyataan atau keidealan batasannya. Sistem yang tidak termasuk juga ke dalam pertimbangan dikelompokkan sebagai lingkungan.

Dan pembagian yang sistem jadi subsistem jadi sistem amat mungkin saja terjadi, atau barangkali saja pembentukan sistem yang lebih besar. Biasanya sistem ini bisa di uraikan jadi beberapa parameter.

Dari prinsip-prinsip dasar termodinamika secara umum bisa diturunkan hubungan antara jumlah contoh, koefisian ekspansi, kompresibilitas, panas bentuk, transformasi panas dan koefisien elektrik terutama beberapa karakter yang dipengaruhi temperatur.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Termodinamika di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hukum Termodinamika. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
09 May 2017

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi. Pengertian Energi, Satuan Energi, dan Beragam Macam Jenis Bentuk Energi.

Pengertian Energi

Sumber: imavarmepumpar.se
Energi yakni kemampuan untuk melakukan satu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” datang dari bahasa yunani yang maknanya yaitu “ergon” yang mempunyai arti kerja. Dalam melakukan sebuah hal kita selalu menggunakan serta memerlukan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Umpamanya ketika kita jalan kita memerlukan energi.

Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang tidak sama. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Umpamanya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik jadi energi panas.

Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi yakni Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi yakni Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori yakni sebagai berikut ini:

1 kalori = 4, 2 Joule atau 1 Joule = 0, 24 kalori 

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain:

1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2 

Hukum Kekekalan Energi 

Sumber: eksplorasi.id
Bersumber pada Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bila:

Energi Tidak dapat di buat maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Oleh sebab Itu Jumlah keseluruhnya energi dalam satu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya satu energi.

Bentuk-Bentuk Energi 

Dalam melakukan kehidupan sehari-hari, kenyataannya ada beragam macam jenis bentuk energi yang kita pakai. Dan, kita akan bahas tuntas, apa saja bentuk energi itu.

Energi Mekanik 

Energi mekanik yakni energi yang dimiliki satu benda karena karakter geraknya. Energi Mekanik dibagi lagi jadi dua, yaitu:

Energi Potensial

Sumber: annida-online.com
Energi potensial yaitu energi yang dimiliki satu benda karena posisi atau kedudukannya, artinya saat benda itu diam pada posisi spesifik. Beragam macam bentuk energi dapat dikelompokkan sebagai energi potensial, karena semua bentuk energi potensial dihubungkan dengan satu bentuk gaya yang bekerja pada keadaan fisik satu materi.

Umpamanya yakni ketika kita meregangkan karet, terjadi perubahan karakter fisik karena adanya gaya elastik, dan inilah yang disebut juga dengan energi potensial elastik. Secara Fisika Rumus Energi Potensial yakni sebagai berikut ini:

Ep = m x g x h 

Keterangan (Satuan):
Ep = Energi Potensial (Joule) m = Massa (kg) g = Gravitasi (m/s2) h = Ketinggian (m) 

Energi Kinetik

Sumber: benergi.com
Energi Kinetik yakni Energi yang dimiliki satu benda karena gerakan atau kelajuannya. Energi kinetik secara jelas dapat diambil kesimpulannya yakni sebagai satu kemampuan untuk melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa spesifik hingga mencapai satu kecepatan spesifik.

Semakin tinggi kecepatan satu benda semakin besar juga energi kinetiknya. Umpamanya yakni ketika satu mobil melaju, semakin kencang kecepatan mobil itu, semakin tambah juga energi kinetiknya. Secara Fisika Rumus Energi Kinetik Yakni Sebagai Berikut ini:

Ek = ½ x m x v2 

Keterangan (Satuan):
Ek = Energi Kinetik (Joule) m = Massa (kg) v = Kecepatan (m/s) 
Energi Mekanik = Energi Potensial + Energi Kinetik 

Energi Bunyi 

Sumber: lebih-unik.blogspot.co.id
Energi Bunyi yakni energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda jelas ada energi bunyi, namun tidak semua bunyi itu akan terdengar.

Semakin kuat getarannya, semakin besar juga energi bunyi yang dihasilkan. Umpamanya yakni ketika bermain gendang, semakin kuat gendang dipukul, otomatis semakin besar getarannya, dan semakin besar bunyi yang dihasilkan.

Energi Panas (Kalor) 

Sumber: williamtanzilblog.blogspot.co.id
Energi Panas yakni energi yang terjadi karena gerakan internal partikel penyusun dalam satu benda. Energi panas yaitu energi yang berpindah dari satu partikel yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Umpamanya ketika memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air hingga membuat air dapat mendidih.

Energi Cahaya 

Energi Cahaya yakni Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Umpamanya yakni ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya semakin sedikit efek cahaya itu pada pandangan.

Energi Kimia 

Energi Kimia yakni Energi yang dihasilkan karena adanya hubungan secara kimia dari reaksi kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya yakni Makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat dipakai oleh tubuh, dan saat proses reaksi kimia juga terjadi energi kimia.

Energi Nuklir 

Energi Nuklir yakni Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi ini dihasilkan oleh inti atom yang membelah atau dua inti atom yang menyatu. Pembelahan atau penyatuan inti atom akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi perubahan pada inti atom. Umpamanya yakni penggunaan bom nuklir.

Penggunaan dan Pemanfaatan Energi Dalam Kehidupan 

Sumber: gohijau.wordpress.com
  • Beragam macam energi dapat dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, dan berikut ini akan kami berikan contoh penggunaan energi dengan mengubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain, antara lain:
  • Energi Kimia Jadi Energi Gerak (Mekanik) yakni Makanan yang kita makan di proses lewat reaksi kimia jadi sumber energi untuk melakukan aktivitas 
  • Energi Listrik Jadi Energi Panas yakni Penggunaan Setrika untuk menggosok pakaian. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Bunyi yakni Penggunaan Bel untuk menghasilkan bunyi. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Gerak (Mekanik yakni Penggunaan kipas angin. 
  • Energi Gerak (Mekanik) Jadi Energi Panas yakni Gesekkan dua benda secara terus menerus menghasilkan panas. 
  • Energi Cahaya Jadi Energi Kimia yakni Penggunaan cahaya matahari sebagai bahan dasar dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Energi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Energi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
11 April 2017

Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya

Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya. Pengertian Daya, Rumus Daya, Satuan-Satuan yang digunakan dalam Pembahasan Daya. Persamaan Daya.

Pengertian Daya 

Sumber: berita.lampuutama.com
Daya yakni Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu spesifik. Satuan SI (Unit Internasional) untuk Daya yakni Joule/Sekon (J/s) = Watt (W).

Satuan Watt digunakan untuk penghormatan pada seorang ilmuan penemu mesin uap yang bernama James Watt.

Satuan daya yang lain yang sering kali digunakan yakni Daya Kuda atau Horse Power (hp), 1 hp = 746 Watt. Daya yaitu Besaran Skalar, karena Daya hanya memiliki nilai, tidak memiliki arah.

Rumus dan Satuan Daya 

Dalam Fisika, Daya disimbolkan dengan Persamaan Berikut ini:
  • P = W/t 
Dari Persamaan di atas kita bisa pula mengubah rumus daya jadi:
  • P = (F. s) /t 
  • P = F. v 
Hasil itu didapat karena Rumus Usaha (W) = Gaya (F) dikali Jarak (s) dibagi Waktu (t)
Dan Rumus Kecepatan (v) = jarak (s) dibagi waktu (t)

Keterangan: 
  • P = Daya (satuannya J/s atau Watt) 
  • W = Usaha (Satuannya Joule J) 
  • t = Waktu (satuannya sekon s) 
  • F = Gaya (Satuannya Newton N) 
  • s = Jarak (satuannya Meter m) 
  • v = Kecepatan (satuannya Meter/Sekon m/s) 
Nah bersumber pada persamaan fisika di atas, dapat di ambil rangkumannya bila semakin besar laju usaha, semakin besar juga laju daya. Sedangkan bila semakin lama waktunya, laju daya akan semakin kecil.

Perbedaan Daya dengan Energi 

Sumber: bukupedia.net
Banyak yang menyamakan pengertian energi dan Daya namun sebenarnya mereka itu tidak sama. Kemampuan mengerjakan aktivitas tidak hanya dibatasi oleh total energi yang dimiliki oleh tubuh, tetapi juga dibatasi oleh daya kapabilitas tubuh.

Umpamanya Seseorang dapat jalan mengitari lapangan sampai total dayanya habis, dan dia bisa melakukan sampai 30 putaran. Namun ketika esok hari dia coba lakukan putaran lapangan dengan cara berlari, dan kenyataannya ia hanya bisa merampungkan 20 putaran.

Hal semacam ini terjadi karena tubuh orang itu dibatasi oleh daya yang dimilikinya ketika berlari, yaitu laju energi kimia yang dimiliki untuk mengubahnya jadi energi mekanik.

Ketidaksamaan Daya dengan Usaha

Sumber: gradeshomecleaning.com
Daya dan usaha yaitu ide konsep fisika yang sering kali dibicarakan secara berbarengan dalam permasalahan mekanika. Ketidaksamaan Daya dengan Usaha sebenarnya dapat dikaji lewat pengertian mereka yang tidak sama. Yaitu:

Daya yakni Laju Energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam periode waktu spesifik.
Usaha yakni Jumlah Daya yang dihantarkan oleh gaya dalam jarak spesifik.

Perbedaan mendasar antara Daya dan Usaha yakni daya yaitu Laju energi, sedangkan Usaha yaitu jumlah energi yang dihantarkan. Perbedaan yang lain yakni Usaha diukur dalam Joule sedangkan Daya diukur dalam Watt.

Contoh Daya dalam Kehidupan Sehari-hari

Sumber: mynewblogwansey.blogspot.co.id
Biasanya ukuran-ukuran alat-alat listrik dinyatakan dengan daya dan tegangannya. Misalnya lampu pijar mempunyai ukuran 50 watt, 220 volt, setrika listrik 300 watt, 220 volt dan sebagainya.

Lampu pijar 50 W, 220 V dapat menyala pada daya maksimum atau di bawahnya, daya maksimum lampu itu 50 W terwujud ketika tegangannya 220 V.

Apabila lampu 50 W, 220 V dipasang pada tegangan di bawah 220 V, lampu menyala pada daya di bawah 50 W, apabila dipasang pada tegangan di atas 220 V, lampu menyala beberapa sekonkemudian mati.

Lampu 50 watt tiap sekon mengubah 50 joule energi listrik jadi energi cahaya. Oleh karenanya bola lampu 75 watt lebih jelas dari bola lampu 50 watt jika dipasang pada tegangan yang sesuai karena energi cahaya pada lampu 75 watt semakin besar dari energi cahaya pada lampu 50 watt.

Pesawat tv dapat juga dinyatakan dengan dayanya. Misalnya ada pesawat tv yang mempunyai daya 20 watt, yang mempunyai arti tiap detik mengubah energi listrik sebesar 20 joule jadi energi cahaya dan energi bunyi serta energi kalor.

Seterika listrik mempunyai daya 500 watt artinya energi panas yang dihasilkan seterika itu tiap detik 500 joule.

Karena daya mengatakan energi per satuan waktu, energi dapat dinyatakan dengan daya kali waktu (W= P. t). Energi listrik di beberapa tempat tinggal sering kali dinyatakan dalam kWh.

Dalam sistem cgs satuan erg/detik sebagai unit daya yang tidak perlu diberi nama lain. Motor untuk pompa air, motor mobil dengan bahan bakar solar maupun bensin dayanya dinyatakan dengan sekian HP atau sekian PK (HP=hourse power, PK = paardekracht), dalam bahasa Indonesia yakni daya kuda.

Contoh: 

Mesin Honda berkekuatan 5 PK artinya mesin itu mempunyai daya 5 × 736 watt atau 3 kali kapabilitas kuda. Mesin ini menghasilkan tenaga 3680 joule tiap sekon.

Unit HP atau PK pertama kalinya dikemukakan oleh penemu mesin uap James Watt, berkebangsaan Inggris. Unit PK dan HP tidak digunakan dalam ilmu serta pengetahuan, tetapi dalam perdagangan dan teknik masih tetap digunakan.

Apabila diperhatikan, dalam kehidupan sehari-hari, banyak beberapa peristiwa yang ada hubungan dengan daya. Berikut ini yaitu contoh aplikasi daya dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila dua lampu sejenis masing-masing 40 watt dan 10 watt dinyalakan menggunakan sumber arus yang sama, lampu 40 watt akan menyala lebih jelas dari pada lampu 10 watt. Hal semacam ini lantaran lampu 40 watt dapat mengubah energi listrik ke dalam energi cahaya lebih cepat dari pada lampu 10 watt.

Ari dan Wibowo memiliki berat tubuh sama. Dengan hal tersebut, keduanya di anggap memiliki energi yang sama. Ketika keduanya berlomba lari 100 m, kenyataannya yang lebih dulu menggapai garis finish yakni Ari. Dengan hal itu, Ari mempunyai daya lebih besar dari pada Wibowo.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pengertian, Rumus, dan Satuan Daya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Daya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
08 November 2016

Pengertian Energi : Hukum Dan Satuan Energi

Pengertian Energi

Apa itu Energi? Apa pengertian Energi? Dalam keseharian sering kita dengan kata berenergi atau orang kuat yang memiliki banyak energi. Orang yang mampu mendorong mobil dikatakan sangat berenergi, air yang mampu mendorong kapal di laut dikatakan memiliki energi, begitupun dengan angin. Aki mampu menyalakan motor dikarenakan memiliki energi dan seterusnya.

Pengertian energi berdasarkan ilmu fisika adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Kemampuan ini diukur dengan variabel waktu dan besarnya usaha yang dilakukan. Tidak ada pengertian energi selain ini yang sangat menggambarkan apa itu energi.
Dalam sistem SI, Energi memiliki satuan Joule. Satuan lain dari energi seperti KWh, Erg dan kalori digunakan dalam bidang tertentu untuk memudahkan. Konversi satuan energi dapat dilakukan melalui ketetapan bahwa 1 kalori=4.2 Joule dan 1 joule=1 watt sekon.

Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Dalam melakukan sesuatu kita selalu memanfaatkan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Contohnya ketika kita berjalan kita memerlukan energi. Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang berbeda-beda. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik menjadi energi panas.


Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi adalah Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi adalah Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori adalah sebagai berikut :

  • 1 kalori = 4,2 Joule atau 1 Joule = 0,24 kalori

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain :

  • 1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2


Hukum Kekebalan Energi

Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Energi Tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Oleh karena Itu Jumlah total energi dalam suatu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya suatu energi.


Macam-Macam Energi

  • Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena keadaan atau kedudukannya. Kita mengenal beberapa energi potensial, antara lain energi potensial gravitasi, energi potensial pegas, dan energi potensial listrik. Namun, di sini kita akan fokuskan pada energi potensial gravitasi. Energi potensil gravitasi timbul karena adanya gaya gravitasi. Sebagai contoh, jika kita melepaskan benda dari ketinggian tertentu, benda itu selalu jatuh ke bawah. Hal ini terjadi karena benda itu memiliki potensial untuk jatuh. Dengan kata lain, benda itu memiliki energi potensial gravitasi.

  • Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda saat bergerak. Energi itu akan dilepaskan (hilang) jika benda berhenti (diam). Besar energi kinetik benda ditentukan oleh massa benda dan kecepatan gerak benda. Semakin besar massa benda dan semakin cepat gerak benda, energi kinetiknya semakin besar. Benda yang bergerak lurus beraturan, bergerak lurus berubah beraturan, dan bergerak melingkar memiliki energi kinetik. Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap memiliki energi kinetik konstan.

  • Energi Kimia

Energi Kimia adalah energi yang tersimpan dalam bahan makanan dan bahan bakar. Energi itu akan dilepaskan jika bahan makanan atau bahan bakar mengalami reaksi kimia. Sebagai contoh, tubuh kita memperoleh energi dari bahan makanan yang kita makan setelah bahan makanan itu mengalami perubahan (bereaksi dengan oksigen) di dalam tubuh. Demikian pula dengan bensin atau solar. Energi kimia dari bensin atau solar dapat diambil (dimanfaatkan) setelah bahan bakar itu dibakar.

  • Energi Cahaya dan Energi Panas

Energi cahaya dan energi panas adalah dua bentuk energi yang erat sekali hubungannya. Benda yang memancarkan cahaya biasanya disertai dengan panas, contohnya sinar matahari dan api. Sinar matahari sangat penting bagi makhluk hidup di bumi. Sinar matahari diperlukan oleh tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Keberadaan tumbuhan hijau sangat diperlukan oleh hewan dan manusia.

  • Energi Listrik

Energi listrik ditimbulkan oleh arus listrik. Energi listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh manusia secara langsung. Hal itu karena energi listrik mudah dibangkitkan dan mudah diubah bentuknya menjadi energi bentuk lain, misalnya energi cahaya, panas, dan gerak. Dalam kehidupan sehari-hari, energi listrik banyak digunakan untuk penerangan dan menyalakan mesin-mesin industri.

  • Energi Bunyi

Energi bunyi terdapat pada segala jenis bunyi: orang bercakap-cakap, suara kicau burung, suara alat musik dan sebagainya. Betulkan bunyi adalah energi? Jika mendengar bunyi yang sangat keras, telinga kita terasa sakit. Hal itu menunjukkan bahwa bunyi memiliki energi. Energi itulah yang merambat dari satu tempat ke tempat yang lain.


Perubahan Bentuk Energi


  1. Energi dapat berubah bentuk, kira-kira seperti itulah yang dinyatakan dalam Hukum Kekekalan Energi. Energi yang kita gunakan untuk berlari atau berjalan disebut energi kinetik (gerak). Energi tersebut merupakan hasil reaksi kimia dalam tubuh kita. Oleh karena itu, makanan yang kita makan dikatakan memiliki energi kimia. Jadi, dalam hal ini energi kimia berubah menjadi energi kinetik. Demikian pula yang terjadi pada benda jatuh.
  2. Benda yang jatuh dari ketinggian tertentu, kecepatan awalnya nol. Semakin mendekati permukaan tanah, kecepatan benda jatuh semakin besar. Kecepatan maksimal benda jatuh adalah saat menyentuh permukaan tanah. Besarnya kecepatan maksimal tersebut tergantung pada ketinggian benda dari permukaan tanah. Dalam hal ini, dapat dianggap bahwa energi potensial benda berubah menjadi energi kinetik. Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda berkaitan dengan kedudukannya (tinggi tempat).

Dua contoh kasus diatas menunjukkan bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh perubahan bentuk energi lainnya adalah sebagai berikut:

  • Energi listrik berubah bentuk menjadi energi cahaya, contohnya arus listrik dapat digunakan untuk menyediakan lampu penerangan (bohlam atau neon).
  • Energi listrik berubah bentuk menjadi energi kalor (panas), contohnya arus listrik dapat digunakan untuk memasak atau menyetrika.
  • Energi gerak berubah menjadi energi bunyi, contohnya senar yang bergetar (gitar) dapat menghasilkan bunyi.
  • Energi kimia dapat berubah bentuk menjadi energi listrik, contohnya aki atau baterai dapat digunakan untuk menghidupkan tape recorder atau radio.

Biasanya, perubahan bentuk energi yang terjadi tidak berlangsung dari satu bentuk ke satu bentuk lainnya. Akan tetapi, berlangsung dari satu bentuk ke beberapa bentuk lain. Misalnya, pada bohlam yang sedang menyala terjadi perubahan bentuk energi listrik menjadi energi cahaya dan energi panas, pada dua buah logam yang digesekkan terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi panas dan energi bunyi, pada tubuh kita terjadi perubahan energi kimia menjadi energi kinetik (aktivitas) dan energi panas.