Showing posts sorted by relevance for query kebutuhan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kebutuhan. Sort by date Show all posts

Pengertian Kebutuhan : Macam Dan Faktor Kebutuhan Manusia

Pengertian Kebutuhan

Pengertian Kebutuhan memiliki arti luas dengan macam-macam kebutuhan serta contoh masing-masing. Begitulah kita, manusia. Manusia berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya, kebutuhan dapat berupa makanan seperti beras, dan lauk pauk, dapat pula berupa pakaian seperti baju, celana dan kaos kaki, dan juga berupa jasa seperti nonton ke bioskop, naik bus dan bantuan dokter serta bantuan hukum seperti pengacara. Lalu apakah sebenarnya kebutuhan

Kebutuhan manusia sangat banyak dan beraneka ragam. Kebutuhan ini berlangsung selama manusia itu hidup. Jumlah dan ragam kebutuhan sangat tergantung pada perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat perekonomian keadaan tempat, waktu pemenuhan, tingkat pendidikan, agama dan adat istiadat.

Meskipun kebutuhan manusia sangat banyak dan bermacammacam, namun setiap manusia terus berusaha untuk memenuhinya. Semakin besar jumlah dan jenis kebutuhan yang tercukupi, manusia akan semakin makmur. Semakin banyak barang yang dimiliki untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya, maka akan semakin kaya.

Kebutuhan adalah hal-hal mendasar yang dibutuhkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Kebutuhan manusia, baik berupa barang maupun jasa sangat banyak jumlahnya. Begitu bermacam-macamnya kebutuhan manusia sehingga kebutuhan perlu dikelompokkan.

Macam - Macam Kebutuhan Manusia

  • Kebutuhan Menurut Intensitas


  1. Kebutuhan Mutlak : Kebutuhan mutlak adalah kebutuhan yang mau tidak mau harus dipenuhi oleh setiap manusia dan tidak mungkin ditinggalkan. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka manusia akan mati. Contoh kebutuhan mutlak adalah makan dan minum.
  2. Kebutuhan Primer : Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia yang ingin hidup layak. Contoh Kebutuhan Primer antara lain: makanan, minuman, pakaian, dan rumah.
  3. Kebutuhan Sekunder : Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang timbul setelah kebutuhan primer terpenuhi.Kebutuhan ini berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.Misalnya mobil bagi orang berpenghasilan tinggi adalah kebutuhan sekunder, namun bagi orang yang berpenghasilan rendah adalah barang mewah.
  4. Kebutuhan Tersier : Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang tingkat pemenuhannya setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.

  • Kebutuhan Menurut Waktunya


  1. Kebutuhan Sekarang : Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Contoh kebutuhan sekarang antara lain, obat bagi orang sakit dan makanan bagi orang kelaparan.
  2. Kebutuhan Mendesak : Kebutuhan mendesak merupakan kebutuhan yang sangat kritis(tiba-tiba) dan sifatnya sangat insidentil. Misalnya, bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah atau bencana alam., kebutuhan konsultasi kesehatan atau pengacara.
  3. Kebutuhan Masa Akan Datang : Kebutuhan masa akan daatang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena tidak mendesak. Contoh kebutuhan masa akan datang adalah menabung.

  • Kebutuhan Menurut Sifatnya


  1. Kebutuhan Jasmani / Material : Kebutuhan jasmani adalah kebuthan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik, yaitu menjaga penampilan atau kesehatan.Misalnya, berolehraga dan mengkonsumsi makanan sehat.
  2. Kebutuhan Rohani / Nonmaterial : Kebutuhan rohani ada;ah kebutuhan yang berhubungan dengan keseshatan jiwa. Contoh kebutuhan rohani antara lain beribadah menurut agama, bersosialisasi, dan berekreasi.

  • Kebutuhan Menurut Sosial-Budaya


  1. Kebutuhan Sosial : Dalam hidp bermasyarakat manusia biasanya memounyai status atau kedudukan tertentu yang mengharuskan seseorang untuk mempunyai atau melaksanakan berbagai hal supaya dipandang layak atau pantas, Misalnya, memberikan sumbangan pada yang membutuhkan.
  2. Kebutuhan Psikologis : Kebutuhan ini berkenaan dengan sifat rohani manusia sehingga tidak bersifat ekonomis dan tidak semuanya dapat dipenuhi dengan usaha ekonomi. Mislanya kebutuhan akan rasa aman, kebahagiaan, ketentraman, dan kebebasan.

  • Kebutuhan Menurut Subjeknya


  1. Kebutuhan Individual : Kebutuhan individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu.Misalnya, seorang sekretaris membutuhkan komputer dan telepon.
  2. Kebutuhan Kolektif : Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.Misalnya, jalan, jembatan, rumah sakit, dan tempat rekreasi.

Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia


  • Faktor Keadaan 


Keadaan alam sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia, manusia melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhannya berdasarkan keadaan alam di tempat tinggalnya. Orang yang tinggal di daerah yang dingin membutuhkan pakain tebal untuk menahan dingin, sedangkan orang yang tinggal di daerah tropis cukup memakai pakaian tipis.

  • Faktor Tingkat Peradaban

Seiring berjalannya waktu tingkat peradaban semakin berkembang, perkembangan peradaban dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia. Seperti halnya transportasi, dahulu manusia tidak membutuhkan sepada motor untuk pergi ke tempat tujuannya, lain halnya dengan sekarang, setiap orang membutuhkan sepada motor atau alat transportasi lainnya untuk mengefesienkan waktunya.

  • Faktor Agama

Agama juga dapat mempengaruhi faktor kebutuhan manusia, sebagai contoh ketika menjelang hari Raya Idul Fitri, makanan untuk lebaran dan pakain muslim sangatlah di butuhkan, begitu juga dengan hari besar keagaaman lainnya, kebutuhan akan bahan bahan tertentu akan mengalami peningkatan.

  • Faktor Adat Istiadat

Adat istiadat yang berlaku pada kelompok masyarakat dapat mempengaruhi kebutuhan manusia, suatu tradisi yang dilakukan oleh adat tertentu membutuhkan kebutuhan yang berbeda dari adat lainnya.

Misalnya, pada pelaksanaan upacara adat yang dilakukan oleh adat tertentu berbeda dengan kebutuhan adat lainnya, hal tersebut dikarenakan setiap adat memilki ritual yang berbeda, oleh karena itu kebutuannya pun akan berbeda.

  • Faktor Pendidikan

Pendidikan juga mempengaruhi kebutuhan manusia, semakin tinggi tingkat pendidikannya akan semakin beragam pula kebutuhan yang di perlukannya.

  • Faktor Pekerjaan

Seseorang yang bekerja sebagai guru memiliki perbedaan kebutuhan dengan seorang petani, seorang guru membutuhkan alat tulis, buku dan perlengkapan mengajar lainnya, berbeda dengan petani, serorang petani membutuhkan alat - alat bertani seperti cangkul, traktor dan alat - alat untuk bertani lainnya. Oleh karena itu pekerjaan seseorang merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan manusia.

  • Faktor Penghasilan 

Besar kecilnya penghasilan yang di peroleh seseorang dapat mempengaruhi tingkat kebutuhannya, seseorang yang berpenghasilan kecil mungkin melengkapi kebutuhan primer saja, berbeda dengan seseorang yang memiliki penghasilan besar, tingat kebutuhannya pun akan semakin tinggi.

  • Faktor Umur

Umur juga dapat menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan manusia, kebutuhan anak - anak dan orang dewasa tentunya berbeda.

  • Tingkat kepuasan

Setiap orang memiliki tingkat kepuasaan yang berbeda. Oleh karena itu tingkat kepuasan sangatlah berpengaruh terhadap kebutuhan manusia, seseorang yang tidak  mudah puas dengan apa yang mereka peroleh biasanya memiliki tingkat kebutuhan yang lebih banyak.

pengertian motivasi

Pengertian Motivasi



Pengertian Motivasi berasal dari perkataan Bahasa Inggris yaitu motivation. Akan tetapi perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam Bahasa Melayu yaitu kata motif yang berarti tujuan atau segala usaha untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Secara ringkas, Pengertian Motivasi dapat diartikan sebagai tujuan atau pendorong, dengan tujuan sesungguhnya yang menjadi daya penggerak utama untuk seseorang dalam berusaha dalam mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif ataupun negatif. Selain itu, Pengertian Motivasi adalah suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul adanya tanda-tanda perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan. 

Pengertian Motivasi menurut para ahli 

  • Menurut Sardiman (2006 : 73) 
Pengertian Motivasi adalah daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegiatan meraih tujuan. 

  • Menurut Hamalik (1992 : 173) 
Pengertian Motivasi adalah perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. 

  • Menurut Sardiman (2006 : 73) 
Pengertian Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. 

  • Menurut Mulyasa (2003 : 112) 
Pengertian Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang mengakibatkan adanya perilaku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi. 

ada beberapa teori tentang motivasi yaitu antara lain : 

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow 

  • Kebutuhan dapat diartikan sebagai suatu pertentangan/kesenjangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang terdapat dalam diri. Abraham Maslow mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut : 
  • Kebutuhan tentang harga diri yaitu kebutuhan untuk dihargai dan dihormati oleh orang lain. 
  • Kebutuhan tentang rasa aman yaitu kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya, pertentangan, ancaman dan lingkungan hidup. 
  • Kebutuhan tentang rasa sosial yaitu kebutuhan untuk di terima oleh kelompok, saling berinteraksi, berafiliasi dan kebutuhan untuk dicintai serta mencintai. 
  • Kebutuhan tentang aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk menggunakan potensi, kemampuan dan skill. 
  • Kebutuhan untuk mengemukakan pendapat, gagasan, beberapa ide dan kritik terhadap sesuatu. 
  • Kebutuhan tentang fisiologis yaitu kebutuhan untuk makan, minum, bernafas, seksual serta perlindungan fisik. Kebutuhan ini dapat dikatakan sebagai kebutuhan yang paling dasar atau kebutuhan tingkat terendah. 
Teori dua Faktor Herzberg 

Teori ini mengemukakan bahwa hubungan seorang individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan sikap individu terhadap pekerjaan sangat baik untuk menentukan suatu kesuksesan ataupun kegagalan. Herzberg menggambarkan bahwa suatu kepuasan kerja berasal dari keberadaan faktor intrinsik dan ketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan dari sebagian faktor ekstrinsik. Faktor-faktor ekstrinsik atau dalam hubungan pekerjaan yaitu meliputi : 

  • Status 
  • Upah 
  • Kondisi kerja 
  • Mutu jalinan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan dan bawahan 
  • Keamanan kerja 
  • Prosedur perusahaan 
Teori Kebutuhan McClelland 

Teori ini mencakup tiga kebutuhan yaitu : 

  • Kebutuhan tentang hubungan yaitu keinginan/hasrat untuk hubungan yang saling akrab dan ramah antar pribadi. 
  • Kebutuhan tentang pencapaian yaitu dorongan untuk mencapai beberapa standar, berprestasi, mengungguli serta berupaya keras dalam menuju keberhasilan. 
  • Kebutuhan tentang kekuatan yaitu kebutuhan untuk membuat orang lain dalam menunjukkan perilaku yang sedemikian rupa sehingga tidak akan berperilaku sebaliknya. 
Teori X dan Y McGregor 

Teori ini mengemukakan tentang pandangan riil mengenai manusia. Teori X dikatakan sebagai pandangan pertama yang pada dasarnya bersifat negative. Sedangkan teori Y dikatakan sebagai pandangan pertama yang pada dasarnya bersifat positif. Disimpulkan bahwa pandangan manajer tentang sifat manusia didasarkan oleh sekelompok pendapat tertentu dan cenderung untuk membentuk perilaku mereka terhadap karyawan yang berdasarkan pendapat-pendapat tersebut .

Pengertian Populasi : Pencemaran Lingkungan Dan Terbatasnya Ruang Gerak

Pengertian Populasi

Pengertian Populasi adalah kumpulan individu yang sejenis dan hidup di suatu daerah dengan waktu tertentu. Contoh suatu populasi adalah sebuah kola terdama ikan, teratai, dll. Populasi pohon kepala dikelurahan tegakan di tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah setiap waktu. Perubahan ukuran populasi dinamakan dinamika populasi. Perubahan yang dihitung menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Contohnya di tahun 1980 populasi pinus di tawangmangu ada 700 batang. Kemudian di tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Faktanya, selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon Pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi.

Pengertian Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup di suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. Dalam derajat keterpaduan komunitas, lebih kompleks jika dibandingkan dengan individu dan populasi. Semua organisasi merupakan bagian dari komunitas dan dari komponennya saling terhubung dengan keragaman interaksinya. Contoh yang termasuk komunitas adalah populasi ganggang, populasi ikan, dan populasi hewan di sekitarnya yang membetuk suatu komunitas terumbu karang.

Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Antara komunitas dan lingkungannya saling berinteraksi yang menciptakan kesatuan ekologi yang disebut dengan ekosistem. Komponen penyusun dari ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora) dan dekomposer/pengurangi (mikroorganisme).

Pengaruh Meningkatnya Populasi Penduduk terhadap Lingkungan.

Meningkatnya populasi penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan perumahan, sehingga menyebabkan bertambahnya kebutuhan kayu dan banyak terjadi penebangan hutan secara liar. Adanya penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan erosi dan banjir. Pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan pula bertambahnya penggunaan bahan bakar, hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan persediaan sumber daya alam semakin menipis dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan merupakan dampak negative yang ditimbulkan oleh kepadatan populasi manusia serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya dalam bidang pertanian, penggunaan buatan dan obat-obat anti hama, ternyata dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah.

Peningkatan populasi penduduk yang tidak terkendali juga dapat merusak lingkungan:

  1. Terjadinya penebangan hutan untuk arel permukiman maupun areal pertanian. Penebangan hutan yang tidak terkendali dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Disamping itu kekayaan atau sumber daya hayati di hutan itu akan hilang akibat habitatnya terganggu.
  2. Meningkatnya jumlah populasi menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan pangan sehingga dibukalah arel pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan. Di samping itu tanah atau lahan pertanian dipaksa untuk menghasilkan jumlah pangan yang dapat mencukupi kebutuhan penduduk. Akibatnya tanah sering dipupuk untuk memperoleh hasil yang cukup. Pemupukan yang tidak terkendali dapat menyebabkan tanah menjadi rusak karena terpolusi oleh pupuk buatan, sehingga lama-kelamaan tanah tidak dapat ditanami kembali karena bersifat asam.
  3. Penggunaan pestisida secara berlebihan. Pestisida yang seharusnya menghilangkan atau mematikan hama tanaman, teryata juga memusnahkan organisme-organisme lain yang merupakan mata rantai dari jarring-jaring makanan.
  4. Sampah rumah tangga meningkat, sedangkan tempat pembuangan terbatas sehingga sampah menjadi bertumpuk. Sampah yang bertumpuk merupakan pusat penyebaran penyakit tertentu, misalnya tifus, kolera, dan disentri. Selain itu, sisa deterjen yang tidak dapat dihancurkan atau diuraikan oleh mikroorganisme dapat mencemari air sungai.
  5. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat akan menyebabkan pencemaran udara yang dapat mengganggu pernapasan.
  6. Perkembangan industri yang semakin pesat guna mengimbangi kebutuhan penduduk dapat menimbulkan masalah pencemaran udara dan air. Pencemaran udara disebabkan pembuangan zat-zat sisa dari hasil pembakaran yang tidak sempurna, seperti SO2 dan NOx. Pencemaran air terjadi karena limbah padat sering dibuang ke sungai sehingga mengancam kesehatan penduduk sekitar.

Untuk memperbaiki keadaan lingkungan, penduduk dihimbau untuk melakukan usaha-usaha berikut:

  1. Menanam tanaman di sekitar rumah agar oksigen yang dihasilkan tumbuhan melalui proses fotosintesis bertambah dan udara menjadi segar.
  2. Meningkatkan kesadaran pada diri masyarakat agar mencintai lingkungannya.
  3. Membuat penampung kotoran yang tertutup agar tidak mencemari lingkungan.
  4. Tidak membuat rumah disekitar daerah industri.
  5. Memanfaatkan sampah untuk pupuk kompos atau didaur ulang untuk dijadikan benda lain yang bermanfaat.

Pencemaran Lingkungan 

Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal itu menyebabkan kebutuhan akan barang,jasa, dan tempat tinggal meningkat tajam dan menuntut tambahan sarana dan prasarana untuk melayani keperluan masyarakat. Akan tetapi, alam memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas. Kebutuhan yang terus-menerus meningkat tersebut pada gilirannya akan menyebabkan penggunaan sumber daya alam sulit dikontrol. Pengurasan sumber daya alam yang tidak terkendali tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Hasil gambar untuk pencemaran lingkungan

Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.

Terbatasnya Ruang Gerak

Hasil gambar untuk hubungan kepadatan populasi penduduk terhadap keterbatasan ruang gerak individuSuatu daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi kalau tidak memperhatikan kesehatan lingkungan (sanitasi) dengan baik maka keadaan lingkungan menjadi tidak nyaman bagi penduduknya. Di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk saling berdekatan atau berhimpitan. Keadaan yang demikian menyebabkan terbatasnya ruang gerak. Akibatnya, dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan penduduk. Misalnya penduduk mudah terjangkit penyakit menular, kebutuhan udara bersih tidak terpenuhi, atau banyaknya sampah rumah tangga yang tidak dibuang pada tempatnya.

Pengertian dan Tujuan Hukum


Pengertian hukum serta maksud hukum  


1. Pengertian hukum menurut Drs. E. Utrecht, S. H dalam bukunya yang berjudul Pengantar dalam Hukum Indonesia (1953) mengartikan hukum yaitu beberapa kumpulan ketentuan yang diisi perintah serta larangan untuk menertibkan kehidupan bermasyarakat serta harus ditaati oleh semua anggota orang-orang lantaran dengan lakukan pelanggaran jadi dapat menyebabkan aksi dari pihak pemerintah.

2. Pengertian hukum menurut Achmad Ali yaitu beberapa kumpulan etika mengenai yang mana benar serta yang salah, dengan di buat serta disadari oleh pemerintah yang tertuang dalam tercatat ataupun tak tercatat yang berperan untuk mengikat serta sesuai dengan keperluan orang-orang secara detail serta lepas dari ancaman sanksi untuk pelanggar ketentuan itu.

3. Pengertian hukum menurut Immanuel Kant yaitu keseluruhnya prasyarat yang mempunyai kehendak bebas dari orang yang satu dapat beradaptasi dengan kehendak bebas yang dipunyai oleh orang lain, hingga terwujud kemerdekaan dengan menuruti ketentuan hukum.

4. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Mochtar Kusmaatmadja yaitu beberapa kumpulan aturan serta azas yang mengontrol pergaulan hidup yang ada di orang-orang di mana mempunyai tujuan untuk melindungi ketertiban dan meliputi bebrapa instansi serta sistem yang bermanfaat untuk wujudkan berlakunya kaida sebagai satu fakta dalam bermasyarakat.

5. Pengertian hukum menurut J. C. T. Simorangkir yaitu satu ketentuan yang mempunyai karakter memaksa serta senantiasa memastikan tingkah laku manusia di lingkungan orang-orang serta lingkungan yang di buat oleh instansi yang berwenang.

6. Pengertian hukum menurut Mr. E. M. Meyers yaitu beberapa kumpulan ketentuan yang mempunyai kandungan mengenai pertimbangan kesusilaan yang diperuntukkan pada perilaku manusia yang ada pada orang-orang serta jadi pegangan untuk beberapa penguasa negara dalam menggerakkan tugasnya.

7. Pengertian hukum menurut S. M. Amin yaitu beberapa kumpulan ketentuan yang terbagi dalam etika serta sanksi. Hukum mempunyai tujuan untuk memperadakan ketertiban dalam pergaulan individu supaya ketertiban serta keamanan terpelihara dengan baik.

8. Pengertian hukum menurut P. Borst yaitu beberapa kumpulan ketentuan hidup yang mempunyai karakter memaksa untuk melindungi serta membuat perlindungan kebutuhan manusia dalam bermasyarakat.

9. Pengertian Hukum menurut Leon Duguit yaitu himpunan ketentuan tingkah laku beberapa anggota orang-orang di mana ketentuan yang daya aplikasinya ketika spesifik diindahkan oleh orang-orang untuk jadikan jaminan dari kebutuhan kolektif apabila ketentuan dilanggar jadi bakal menyebabkan reaksi berbarengan pada orang yang sudah lakukan pelanggaran itu.

10. Pengertian hukum menurut J. Van Aperldoor yaitu untuk mengatur pergaulan hidup dengan damai.

11. Pengertian hukum menurut Prof. Dr. Van Kan yaitu satu beberapa kumpulan ketentuan hidup yang mempunyai karakter memaksa dalam membuat perlindungan kebutuhan manusia yang ada pada orang-orang.

12. Pengertian hukum menurut M. H. Tirtaatmidjaja SH yang menjelaskan dalam buku beliau “Pokok-poko Hukum perniagaan” menyatakan kalau “Hukum yaitu semua ketentuan atau etika yang harus dituruti dalam perilaku semua aksi di dalam pergaulan hidup dengan ancaman harus ganti kerugian – bila tidak mematuhi sebagian ketentuan itu jadi bakal membahayakan sendiri atau harta, umpanya orang bakal kehilangan kemerdekaannya, didenda serta sebagainya

Unsur-unsur hukum 

Dari sebagian perumusan tentang hukum yang sudah didapatkan dari beberapa pakar hukum itu, jadi dapatkah di ambil rangkuman kalau Hukum itu mencakup sebagian unsur yakni :
  1. Ketentuan mengenai perilaku atau tingkah laku manusia dalam pergaulan orang-orang 
  2. Ketentuan itu diselenggarakan oleh tiap-tiap sebagian tubuh resmi yang berwajib 
  3. Ketentuan itu mempunyai karakter memaksa 
  4. Sanksi pada pelangggaran ketentuan itu adalah tegas. 

Tanda-tanda Hukum 

Agar bisa mengetahui hukum itu kita mesti bisa mengetahui tanda-tanda humum yakni :

a. ada perintah serta atau larangan.

b. Perintah serta atau larangan itu mesti taat ditaati tiap-tiap orang. hingga tata-tertib dalam orang-orang itu tetaplah terpelihara dengan sebaik-baiknya. Oleh oleh karena itu hukum mencakup pelbagai ketentuan yang memastikan serta mengatur perhubungan orang yang satu dengan yang lain, yaitu beberapa ketentuan hidup kemasyarakatan yang di namakan kaedah hukum.

Sifat-sifat hukum 



Supaya tata teratur dalam orang-orang itu tetaplah terpelihara, jadi sebaiknya kaedah-kaedah hukum itu ditaati. Walau demikian tidaklah kebanyakan orang ingin menaati kaedah-kaedah hukum itu ; serta supaya suatu hal ketentuan hidup kemasyarakatan betul-betul dipatuhi serta ditaati hingga jadi Kaedah Hukum jadi ketentuan hidup kemasyarakatan itu harus diperlengkapi dengan unsur memaksa.

Dengan hal tersebut hukum ini mempunyai karakter mengatur serta memaksa. Ia adalah beberapa ketentuan hidup kemasyarakatan yang bisa memaksa orang agar mentaati tata teratur dalam orang-orang dan memberi sanksi yang tegas berbentuk hukuman pada siapa yang tidak ingin taat mentaatinya.

Terdapat banyak type hukum salah satunya :

Hukum Materil 

Hukum materil yaitu tempat dari tempat di mana materiil itu di ambil. Sumber hukum materiil ini yaitu satu segi yang memberi pertolongan dalam pembentukan hukum, seumpama hubungan sosia, keadaan sosial ekonomis, hubungan kekuatan politik, hasil penelitian ilmiah, rutinitas, pergantian internasional serta kondisi geografis dan sebagainya.

Hukum Publik 

Hukum umum yaitu satu hukum yang bertugas mengatur hubungan pada pemerintah dengan subyek hukum atau yang mengatur kebutuhan orang-orang.

Hukum perdata 

Hukum perdata adalah satu diantara bagian yang mengontrol hak serta keharusan yang dipunyai oleh subyek hukum serta jalinan pada subyek hukum. Hukum perdata juga dikatakan sebagai hukum sipil atau hukum privat sebagai lawan dari hukum umum. Bila hukum umum mengontrol beberapa hal yang terkait dengan negara serta kebutuhan umum seperti politik serta pemilu, aktivitas pemerintahan, kejahatan jadi hukum perdata mengatur jalinan antar masyarakat atau warga negara, seperti perkawinan, perceraian, pewarisan, aktivitas usaha, harta benda dan sebagainya.

Hukum Formal 

Hukum resmi yaitu satu hukum di mana dengan cara segera dibuat oleh hukum yang bisa mengikat orang-orangnya. Disebutkan sumber hukum resmi lantaran sebatas mengingat langkah untuk mana muncul hukum positif, serta dibuat dalam hukum positif, dengan tak akan mempermasalahkan satu asal-usu dari apa yang ada pada isi sebagian ketentuan hukum itu. Sumber-sumber dari hukum resmi ini membuat satu pandangan hukum yang bakal jadikan sebagai ketentuan hukum dalam membuat hukum sebagai kekuasaan yang mengikat. Jadi sumber hukum resmi yaitu sebab dari berlakunya ketentuan hukum.

Hukum Pidana 

Hukum pidana yaitu satu hukum yang mengontrol perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh undang-undang serta menyebabkan pada diterapkannya hukuman untuk siapa saja yang sudah mengerjakannya serta sudah penuhi semua unsur perbuatan yang dijelaskan dalam hukum pidana, uu korupsi, uu HAM dsb. Lalu hukum pidana di kenal atas 2 type perbuatan yakni pelanggaran serta kejahatan, kejahatan yaitu perbuatan yang tidak cuma bertentang dengan uu tetapi juga bersebelahan dengan nilai agama, nilai moral serta keadilan di orang-orang, seumpama membunuh, berzina, memperkosa, serta mengambil dan sebagainya. Sedang untuk pelanggaran adalah tak menggunakan helem, tak memakai sabuk pengaman waktu berkendaraan.

Hukum tata negara 

Hukum tata negara yaitu hukum yang mengatur semuanya orang-orang hukum bawahan serta hukum atasan menurut tingkatannya serta dari semasing itu bisa memastikan lokasi lingkungan orang-orangnya serta selanjutnya bisa memastikan sebagian tubuh serta manfaatnya pada semasing yang berkuasa didalam lingkungan orang-orang hukum itu dan untuk memastikan susunan serta wewenang pada sebagian tubuh itu.

Tujuan Hukum 



Di dalam pergaulan satu orang-orang itu ada beragam jenis jalinan pada tiap-tiap anggota orang-orang yaitu jalinan yang diakibatkan oleh ada semua kebutuhan dari anggota orang-orang itu.

Agar bisa menanggung ada kelansungan pada keseimbangan di dalam perhubungan pada tiap-tiap anggota orang-orang jadi diperlukan semua ketentuan hukum yang diselenggarakan atas hasrat serta keinsyafan dari tiap-tiap anggota orang-orang itu.

Semua ketentuan hukum yang mempunyai karakter untuk mengatur serta memaksa anggota orang-orang agar bisa taat menaatinya, menyebabkan ada keseimbangan di dalam tiap-tiap perhubungan yang ada di dalam orang-orang. Tiap-tiap jalinan kemasyarakatan itu tak bisa bertentangan karenanya ada bebrapa ketetapan yang nampak kemasyarakatan itu tak bisa bertentangan pada tiap-tiap ketetapan yang di dalam ketentuan hukum yang berlaku di dalam orang-orang.

Tiap-tiap pelanggar ketentuan hukum yang berlaku jadi bakal diberikan sanksi yang berbentuk seperti hukuman sebagai bentuk reaksi pada perbuatan yang bisa tidak mematuhi ketentuan hukum yang bakal dikerjakannya.

Agar bisa melindungi supaya beberapa ketentuan pada hukum itu bisa berjalan dengan cara terus-terusan serta di terima oleh tiap-tiap anggota orang-orang, jadi semua ketentuan hukum yang sudah berlaku harus sesuai sama serta tidak bisa berlawanan dari beberapa azas keadilan pada orang-orang itu.

Dengan hal tersebut, jadi hukum itu mempunyai tujuan agar bisa menanggung ada satu kepastian hukum yang ada di dalam orang-orang serta hukum itu harus juga berendikan pada keadilan yaitu beberapa azas keadilan yang ada dimasyarakat itu.

Sehubungan dengan maksud hukum, jadi kita bakal mengetahui sebagian pendapat beberapa pakar hukum mengenai maksud hukum yang salah satunya seperti berikut :

Tujuan Hukum menurut Prof. Subekti S. H 

Di dalam buku yang ditulis berjudul “Dasar-dasar Hukum serta Pengadilan” Prof Subekti S. H sudah menyebutkan kalau hukum itu mengabdikan diri pada maksud Negara yang ada di dalam pokoknya yaitu untuk menghadirkan satu kemakmuran serta menghadirkan kebahagiaan pada rakyatnya.

Hukum, menurtu Prof Subekti S. H sudah menyampaikan kalau hukum itu untuk mengabdi pada maksud negara yang dalam pokoknya yaitu menghadirkan satu kemakmuran serta kebahagiaan untuk rakyatnya.

Hukum menurut Prof Subekti, S. H melayani maksud negara itu dengan mengadakan “Keadilan” serta “ketertiaban”, mengenai kriteria yang pokok agar bisa menghadirkan kebahagiaan serta kemakmuran. Ditegaskan setelah itu kalau keadilan itu sangkanya dapat digambarkan sebagai satu kondisi keseimbangan yang bisa membawa ketentraman dalam hati tiap-tiap orang, serta bila terganggu atau dilanggar jadi akan menimbulkan kegoncangan serta kegelisahaan.

Keadilan bakal senantiasa mempunyai kandungan berbentuk unsur “penghargaan, penilaian, pertimbangan serta lantaran ini ia umum disimbolkan dengan neraca keadilan. Disebutkan kalau keadilan itu menuntut kalau “dalam kondisi yang sama jadi setiap orang harus terima sisi yang sama juga”.

Tujuan Hukum menurut Prof. Mr Dr. LJ. Apeldoorn 

Di dalam bukunya “inleiding tot de studie van het nederlandse recht” menyebutkan kalau maksud hukum yaitu mengatur semua pergaulan hidup manusia dengan damai. Hukum menginginkan ada perdamaian.

Perdamaian di antara manusia itu dipertahankan dalam hukum dengan lakukan perlindungan pada beberapa kebutuhan tentang hukum manusia spesifik, kemerdekaan, keselamatan, harta benda, jiwa pada pihak yang menginginkan merugikannya.

Kebutuhan perorangan bakal senantiasa bertentangan dengan kebutuhan tiap-tiap kelompok manusia. Semua pertentangan kebutuhan ini dapat jadi bahan pertikaian bahkan juga dapat menjelma jadi satu peperangan kalau hukum tidak melakukan tindakan jadi satu penghubung untuk menjaga satu perdamaian.

Mengenai hukum dalam menjaga kedamaian dengan menimbang semua kebutuhan yang bertentangan itu dengan cermat serta membuat keseimbangan salah satunya, lantaran hukum cuma dapat meraih maksud, bila dia menuju pada ketentuan yang adil ; bermakna ketentuan pada keseimbangan pada semua kebutuhan yang menginginkan dilindungi, pada tiap-tiap orang yang memperoleh sebanyak-banyaknya yang sudah jadi bagiannya. Keadilan itu tak dilihat sama berarti dengan kesamarataan. Keadilan bukanlah bermakna kalau pada tiap-tiap orang bakal memperoleh sisi yang sama.

Tujuan hukum menurut teori Etis 

Ada satu teori yang sudah mengajarkan kalau hukuman itu hanya untuk inginkan keadilan. Teori-teori yang mengajarkan tentang hal itu disebutkan sebagai teori etis, lantaran menurut teori ietis, isi hukum hanya harus ditetapkan oleh tiap-tiap kesadaran etis kita mengenai apa yang adil serta apa yang tidak adil.

Teori etis ini menurut Prof. Van Apeldoorn sebagai berat samping, lantaran ia sudah melebih-lebihkan kandungan keadilan dari hukum, sebab ia kurang untuk memerhatikan keadaan yang sesungguhnya.

Hukum sudah mengambil keputusan semua ketentuan yang umum yang sudah jadi panduan untuk tiap-tiap beberapa orang yang ada pada pergaulan orang-orang. Bila hukum itu hanya inginkan keadilan, jadi hanya mempunyai maksud untuk berikan tiap-tiap orang mengenai apa yang pantas untuk diterimanya jadi ia tidak bisa membuat semua ketentuan yang umum.

Teratur hukum yang tidak mempunyai ketentuan hukum, tercatat atau tidak tercatat, mustahil, kata Prof. Van Apeldoorn. Tak ada ketentuan yang umum, itu bermakna ketidak tentuan yang benar sungguh-sungguh tentang apa yang sudah dimaksud adil atau tidak adil. Serta ada ketidaktentuan berikut yang bakal senantiasa mengakibatkan seperti perselisihan antar tiap-tiap anggota orang-orang, jadi mungkin mengakibatkan keadaan yang tidak teratur.

Dengan hal tersebut hukum harus dapat memastikan ketentuan yang umum, harus mensamaratakan. Namun keadilan dalam melarang menyamaratakan ; keadilan menuntut supaya semua perkara harus ditimbang dengan sendirinya.

Dalam hukum ada dua teori terkait dengan maksud hukum salah satunya yakni teori utilities serta teori etis. Teori utilities, yang berasumsi hukum bisa memberi faedah pada orang banyak dalam orang-orang. Sedang Teori Etis mempunyai tolak ukur pada norma di mana isi hukum ditetapkan oleh kepercayaan kita yang sesuai sama nilai etis mengenai keadilan serta ketidakadilan. Di mana mempunyai tujuan untuk meraih keadilan serta memberinya pada tiap-tiap anggota orang-orang sebagai haknya.

Pada hakekatnya, maksud hukum yaitu faedah dalam menyalurkan kebahagiaan atau kesenangan yang besar untuk jumlah yang paling besar. Berkaitan dengan maksud hukum jadi terdapat banyak pendapat beberapa pakar tentang maksud hukum yakni :

1. Maksud hukum menurut Aristoteles (teori etis) yaitu hanya untuk meraih keadilan, yang bermakna memberi suatu hal pada tiap-tiap orang yang sudah jadi haknya. Disebutkan teori etis lantaran hukumnya diisi mengenai kesadaran etis tentang apa yg tidak adil serta apa yang adil.

2. Maksud Hukum menurut Jeremy Bentham (teori utilitis) yaitu untuk meraih manfaat. Bermakna hukum untuk menanggung kebagiaan untuk beberapa orang atau orang-orang.

3. Maksud hukum menurut Geny (D. H. M. Meuvissen : 1994) untuk meraih keadailan serta sebagai komponen keadilan untuk kebutuhan daya manfaat serta manfaat.

4. Maksud hukum menurut Van Apeldor yaitu untuk mengatur pergaulan hidup yang ada dimasyarakat dengan cara damai dengan membuat perlindungan semua kebutuhan hukum manusia, seumpama kemerdekaan jiwa, harta benda, serta kehormatan.

5. Maksud hukum menurut Prof. Subekti S. H yaitu untuk mengadakan ketertiban serta keadilan sebagai prasyarat untuk menghadirkan kebahagiaan serta kemakmuran.

6. Maksud hukum menurut Purnadi serta Soerjono Soekanto yaitu untuk meraih kedamaian hidup manusia meliputi ketertiban eksternal antarpribadi serta ketenangan internal pribadi.

Wirausaha di Bidang Kerajinan

wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi. Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu, dan kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.

1. Kebutuhan Pasar Produk Kerajinan
Indonesia sangat kaya baik dari kekayaan alam maupun budayanya. Komoditas produk negara Indonesia banyak dikenal di mancanegara. Misalnya, furnitur dan kerajinan. Ada banyak pengusaha asal Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari usaha furnitur dan kerajinan tersebut, baik yang sifatnya lokal maupun yang sudah go internasional. Apalagi di daerah sekitar lokasi pariwisata sudah bisa dipastikan banyak warga Indonesia yang berjualan produk kerajinan. Indonesia memiliki banyak tempat wisata dan menjadi prospek bisnis kerajinan yang sangat baik.

Produk kerajinan sangat banyak manfaatnya. Ada yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Ada juga yang hanya sekadar untuk hiasan. Bahkan, terkadang menjadi cindera mata hingga menjadi barang yang memiliki prestise yang tinggi bagi pemiliknya.

2. Menganalisis Peluang Usaha Produk Kerajinan
Menganalisis peluang usaha pada produk kerajinan dimaksudkan untuk menemukan peluang dan potensi usaha produk kerajinan yang dapat dimanfaatkan, serta untuk mengetahui besarnya potensi usaha yang tersedia dan berapa lama usaha dapat bertahan. Ancaman dan peluang selalu menyertai suatu usaha sehingga penting untuk melihat dan memantau perubahan lingkungan dan kemampuan adaptasi dari suatu usaha agar dapat tumbuh dan bertahan dalam persaingan.

Pemetaan potensi usaha produk kerajinan dapat didasarkan pada ciri khas kerajinan dari setiap daerah. Pemetaan potensi menjadi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah. Terdapat beberapa cara atau metode dalam melakukan pemetaan potensi usaha produk kerajinan, baik secara kuantitaif maupun kualitatif.

Analisis SWOT adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha produk kerajinan didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif adalah dengan memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), serta meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Analisis ini didahului oleh proses identifikasi faktor eksternal dan internal. Untuk menentukan strategi yang terbaik, dilakukan pembobotan terhadap tiap unsur SWOT berdasarkan tingkat kepentingan.

Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pengembangan usaha produk kerajinan sebagai alat penyusun strategi. Analisis SWOT didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang tetapi secara bersamaan dapat menimbulkan kelemahan dan ancaman. Analisis SWOT dapat menentukan strategi pengembangan usaha produk kerajinan dalam jangka panjang sehingga arah tujuan dapat dicapai dengan jelas dan dapat dilakukan pengambilan keputusan secara cepat.

Analisis SWOT dilakukan dengan mewawancarai pengusaha kerajinan dengan menggunakan kuisioner. Hal-hal yang perlu diwawancarai seperti aspek sosial, ekonomi, dan teknik produksi kerajinan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan usaha produk kerajinan.

Secara rinci ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menganalisis peluang usaha produk kerajinan, yaitu sebagai berikut

a. Penetapan Kelayakan Usaha Produk Kerajinan
Menemukan jawaban tentang apakah peluang usaha produk kerajinan dapat dijual, berapa biaya yang dikeluarkan serta mampukah produk kerajinan tersebut menghasilkan laba. Pada tahap analisis kelayakan usaha produk kerajinan iniada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut.

1) Analisis Kelayakan Teknis
Sebelum peluang usaha baru diimplementasikan, dilihat dari aspek teknis perlu dilakukan analisis. Dalam melaksanakan analisis kelayakan teknis, perlu diperhatikan berbagai macam teknis pembuatan karya kerajinan seperti yang telah kamu pelajari pada materi terdahulu.

2) Analisis Peluang Pasar
Seorang wirausahawan yang akan membuka usaha baru selalu membutuhkan informasi tentang pasar karena tujuan dari pemasaran adalah untuk memenuhi permintaan pelanggan. Oleh karena itu, diperlukan riset pasar untuk menemukan pasar yang menguntungkan, memilih produk kerajinan yang dapat dijual, menerapkan teknik pemasaran yang baik dan merencanakan sasaran pelanggan. Tujuan riset pasar adalah mengumpulkan informasi untuk pengambilan keputusan tentang usaha kerajinan yang akan dibuka.

3) Menentukan Jumlah Pembelian Potensial dalam Tiap-Tiap Segmen Pasar
Langkah ketiga ini terkait dengan perkiraan konsumen potensial dari produk kerajinan baru oleh tiap-tiap segmen pasar pada periode sekarang dan yang akan datang. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi ini adalah dengan memilih agen untuk menguji pasar.

4) Sumber Informasi Pasar
Adalah informasi untuk mengevaluasi peluang pasarmasa sekarang dan yang akan datang dari usaha produk kerajinan. Dua pendekatan untuk memperoleh data tentang informasi tersebut adalah mengadakan penelitian secara spesifik yang dirancang untuk mengumpulkan informasi yang dinamakan dengan data primer, dan menemukan data-data relevan yang berasal dari lembaga seperti biro pusat stastistik, kantor dinas pariwisata dan perindustrian, maupun biro penelitian yang disebut dengan data sekunder.

5) Uji Coba Pasar
Uji coba pasar cenderung menjadi teknik riset yang utama untuk mengurangi risiko yang ada pada usaha produk kerajinan baru dan menilai keberhasilannya. Metode yang digunakan dalam uji coba pasar adalah pameran perdagangan, menjual pada sejumlah konsumen terbatas, dan menggunakan uji coba pasar di mana penerimaan calon pembeli bisa diamati dan dianalisis lebih dekat. Uji coba pasar juga memberikan kemungkinan paluang dalam pemasaran, distribusi, dan pelayanan.

6) Studi Kelayakan Pasar
Walaupun studi kelayakan pasar bagi usaha baru cenderung memakan waktu yang banyak dan
merupakan tugas yang rumit, tetapi wirausaha baru perlu untuk melakukannya. Studi kelayakan pasar akan dapat mengurangi risiko kerugian dan kegagalan usaha produk kerajinan.

b. Analisis Kelayakan Finansial
Analisis kelayakan finansial adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan. Kebutuhan finansial dan pengembalian (return) bisa sangat berbeda bergantung pada pemilihan alternatif yang ada bagi usaha baru. Ada dua langkah dasar untuk pemilihan alternatif dalam analisis kelayakan finansial, yaitu sebagai berikut.

1) Penentuan kebutuhan finansial total dengan dana
yang diperlukan untuk operasional Kebutuhan finansial hendaknya diproyeksikan tiap bulan atau bahkan mingguan sekurang-kurangnya untuk operasi tahun pertama dari usaha produk kerajinan baru. Selanjutnya, diperlukan juga proyeksi kebutuhan keuangan untuk tiga sampai lima tahun yang akan datang.

2) Penentuan sumber daya finansial yang tersedia
Langkah kedua dalam analisis kelayakan finansial ini adalah proyeksi sumber daya finansial yang tersedia dan dana-dana yang akan dihasilkan dalam operasi perusahaan. Dalam menentukan sumber daya finansial potensial yang tersedia, harus dibedakan sumber finansial jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

c. Analisis Persaingan
Semua usaha produk kerajinan akan menghadapi persaingan baik persaingan langsung, yaitu dari produk kerajinan yang sejenis maupun persaingan produk perusahaan kerajinan lain pada pasar yang sama. Analisis persaingan ini sangat penting untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha produk kerajinan.

3. Peluang Usaha Produk Kerajinan
Ada banyak cara bagi wirausaha kerajinan untuk mengembangkan ide peluang usahanya, di antaranya adalah memberikan kebebasan dan dorongan kreativitas kepada para perajin atau karyawannya. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus - menerus agar wirausahawan dapat memenangkan persaingan. Beberapa macam ide yang perlu dikembangkan, antara lain sebagai berikut.
  • Ide dalam pembuatan produk kerajinan yang diminati konsumen.
  • Ide dalam pembuatan produk kerajinan yang dapat memenangkan persaingan.
  • Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produk kerajinan.
  • Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen di dalam penggunaan produk kerajinan.
  • Ide dalam pembuatan desain, model, corak, dan warna produk kerajinan yang disenangi konsumen.
Setelah mengidentifikasi peluang usaha, seorang wirausaha kerajinan memilih jenis usaha produk kerajinan. Proses pemilihan ini melalui tahapan analisis yang cermat. Untuk itu diperlukan pertimbangan yang matang. Tahap ini biasanya disebut evaluasi dengan kriteria yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan evaluasi adalah sebagai berikut.
  • Faktor keuntungan. Jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberi keuntungan memadai, sebaiknya pilihan bersangkutan dibatalkan.
  • Faktor penguasaan teknis, Cara pembuatan produk kerajinan perlu dikuasai atau dipelajari dengan baik oleh para karyawan/perajin.
  • Faktor pemasaran. Harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospek pemasarannya di waktu mendatang.
  • Faktor bahan baku. Bahan baku merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produk usaha kerajinan.
  • Faktor tenaga kerja. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang murah dan kemungkinan untuk memenuhinya, baik jumlah, keahlian, maupun jasa.
  • Faktor modal. Perlu dipertimbangkan kesesuaian antara modal yang disediakan dan kebutuhan jenis usaha kerajinan yang dibutuhkan.
  • Faktor risiko. Tingkat risiko yang akan ditanggung perlu dipertimbangkan dengan besarnya keuntungan yang akan diperoleh.
  • Faktor persaingan. Perlu dipelajari situasi yang akan terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapinya dalam hal modal maupun pemasarannya.
  • Faktor fasilitas dan kemudahan. Fasilitas yang dibutuhkan untuk operasi usaha kerajinan dan kemudahan penyediaannya menjadi pertimbangan, kemudahan yang mungkin dapat diperoleh dari pemerintah seperti pajak.
  • Faktor manajemen.Pertimbangan penting lainnya adalah produk pengelolaannya yang paling sesuai dan bagaimana kemampuan pengusaha untuk mengelolanya. Hal ini sering diabaikan dalam mendirikan perusahaan kecil. Faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah peraturan pemerintah, perizinan, pertimbangan etis, lingkungan, dan sebagainya.
Jika wirausaha sudah menetapkan jenis usaha kerajinan sesuai dengan yang diinginkan dan sudah melalui berbagai macam pertimbangan, tugas yang perlu diperhatikan seorang wirausaha adalah mempertimbangkan hal-hal berikut.
  • Jenis usaha kerajinan yang sesuai dengan hasrat dan minat.
  • Jenis usaha kerajinan yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan.
  • Jenis usaha kerajinan yang mudah mengurus dan mengerjakannya.
  • Jenis usaha kerajinan yang mudah memeliharanya.
  • Jenis usaha kerajinan yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen.
  • Jenis usaha kerajinan yang bahan bakunya mudah didapat.
  • Jenis usaha kerajinan yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah.
4. Menciptakan Peluang Usaha Produk Kerajinan
a. Ide Usaha
Faktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha produk kerajinan adalah sebagai berikut.

1) Faktor internal
Faktor internal menjadi alat untuk menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapi dengan kemampuan kreativitasnya. Faktor internal ialah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek/pengusaha, antara lain:
  • pengetahuan yang dimiliki,
  • pengalaman dari individu itu sendiri,
  • pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah,
  • intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.
2) Faktor eksternal
Faktor eksternal ialah hal - hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi usaha, antara lain:
  • masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan,
  • kesulitan yang dihadapi sehari–hari,
  • kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain,
  • pemikiran besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Untuk merintis suatu usaha produk kerajinan dengan baik, wirausahawan tentunya harus melihat prospek usaha jangka pendek, menengah, dan panjang. Selanjutnya, untuk memulai usaha produk kerajinan, wirausahawan harus mengetahui bagaimana prospek usaha ini. Setelah mengetahui prospek usaha, barulah dia membuat rencana usaha, mempersiapkan sarana dan prasarana, serta modal usaha.

b. Risiko Usaha
Seorang wirausaha ketika menjalankan dan mengembangkan usaha tentunya akan menghadapi beberapa risiko yang dapat terjadi. Risiko ini bisa memengaruhi hasil usahanya apabila tidak diperhitungkan, diantisipasi, dan dipersiapkan penanganannya. Di bawah ini akan diuraikan beberapa risiko usaha yang mungkin akan terjadi.

1) Risiko usaha internal
Risiko usaha internal adalah risiko yang timbul dari menjalankan usaha dan berdampak pada kelangsungan usaha itu sendiri. Risiko usaha ini apabila timbul, akan berakibat buruk bagi usaha yang sedang dijalankan. Risiko bagi usaha biasa disebut dengan risiko usaha yang berdampak bagi internal usaha.

Resiko usaha internal di antaranya seperti berikut.
  • Kehilangan modal apabila piutang tidak terbayarkan oleh konsumen.
  • Kehilangan karyawan/personil yang handal apabila tidak dapat menangani dengan baik dalam bidang upah, kesempatan berkarier, fasilitas kerja, wewenang, tanggung jawab, kebijakan, kesalahpahaman manajeman internal.
  • Kehilangan kepercayaan konsumen karena tidak mampu memberikan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen. Kepercayaan konsumen hilang akibat kesalahan membuat produk pesanan, kesalahan jadwal pengiriman, kesalahan jumlah penagihan, dan kesalahan pelayanan purnajual. Akibat ditinggalkan oleh konsumen adalah kesulitan mencari konsumen baru yang baik dan memiliki loyalitas terhadap produk, merek, dan kualitas.
  • Kehilangan kepercayaan penyuplai yaitu risiko usaha yang berakibat ditinggalkan oleh pihak luar perusahaan yang menjadi pemasok kebutuhan perusahaan. Kebutuhan itu di antaranya persediaan bahan baku, alat kantor, tenaga kerja. Risiko ini bisa terjadi karena keterlambatan melakukan pembayaran ke pihak penyuplai dan melanggar ketentuan perjanjian kerja sama. Akibat ditinggalkan oleh penyuplai adalah kesulitan mencari pemasok yang baik, cepat, jujur, dan sesuai dengan kualitas perusahaan.
  • Risiko penghentian Izin usaha, yaitu risiko usaha yang diberikan oleh pemerintah dengan melakukan pencabutan izin usaha. Pencabutan izin usaha ini dikarenakan melanggar ketentuan izin bisnis yang ada di pemerintah, melakukan penipuan dengan memanipulasi laporan keuangan dengan tujuan supaya tidak membayar pajak ke pemerintah, merusak lingkungan hidup, menggangu keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitarnya.
  • Risiko tidak diterima oleh masyarakat sekitar, yaitu risiko usaha yang terjadi akibat dari ketidakterimaan masyarakat dengan adanya usaha yang dijalankan. Risiko usaha ini bisa terjadi karena merusak tatanan masyarakat, menggangu ketenangan dan keamanan masyarakat, tidak memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat sekitar, dan lain-lain.
2) Risiko bagi lingkungan usaha yang bersifat eksternal
Risiko bagi lingkungan usaha yang bersifat eksternal adalah risiko yang timbul dari menjalankan usaha dan berdampakpada kelangsungan lingkungan luar usaha itu sendiri. Risiko bagi usaha biasa disebut dengan risiko usaha yang berdampak bagi eksternal usaha.
Risiko usaha eksternal di antaranya sebagai berikut.
  • Risiko pelestarian lingkungan hidup yaitu risiko usaha yang akan dihadapi oleh wirausahawan dalam rangka melestarikan lingkungan hidup supaya terjaga lingkungan alam, ekosistem, dan habitatnya. Risiko ini timbul karena bahan baku dari usaha tersebut berhubungan dengan kelestarian lingkungan hidup.
  • Risiko sosial dan budaya masyarakat, yaitu risiko yang terjadi atas berdirinya sebuah usaha dan berdampak pada lingkungan sosial dan budaya masyarakat.
  • Risiko tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu risiko usaha yang timbul sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Bentuk kepedulian ini seperti pemberian beasiswa, bantuan pembangunan sarana dan prasarana umum (tempat ibadah, pembangkit listrik, pengelolaan sumber air, jalan raya, irigasi), bantuan dana sosial untuk kegiatan keagamaan, kegiatan budaya lokal maupun hari nasional.
  • Risiko pengelolaan limbah, yaitu risiko usaha yang timbul sebagai akibat dari limbah industri yang dikeluarkan dalam rangka memproduksi sebuah barang atau jasa. Limbah dari produksi dapat berupa limbah cair dan limbah padat. Limbah industri yang tidak dikelola dengan baik akan memberikan akibat pencemaran lingkungan seperti air, udara, dan tanah
  • Risiko perekonomian masyarakat dan negara adalah risiko usaha yang terjadi karena sebuah kesalahan manajemen di internal perusahaan dan menimbulkan dampak perubahan perekonomian masyarakat dan negara. Akibat dari risiko ini adalah memburuknya kondisi perekonomian akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Kondisi ekonomi makro yang buruk akan berpengaruh terhadap volume kegiatan usaha.
  • Risiko perubahan peraturan dan kebijakan pemerintah yaitu risiko usaha yang timbul dan berakibat kepada perubahan dan kebijakan pemerintah.
c. Analisis Kemungkinan Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
Faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha adalah sebagai berikut.

1) Faktor Manusia
Faktor manusia merupakan faktor yang utama dalam pencapaian keberhasilan usaha karena manusia yang mempunyai ide dan rencana usaha, manusia juga yang akanmewujudkannya. Di sini diperlukan manusia yang beretos kerja tinggi, rajin, optimis, dan pantang menyerah.

2) Faktor Keuangan
Faktor keuangan merupakan faktor penunjang keberhasilan usaha. Faktor tersebut digunakan untuk modal usaha serta pemenuhan segala pengeluaran untuk kepentingan operasi produksi seperti pembelian bahan baku, bahan pembantu,gaji pegawai, promosi, dan biaya distribusi. Dalam hal ini, diperlukan disiplin yang ketat dalam penggunaan dana sehingga segala kegiatan keuangan harus dicatat dan dibukukan secara rapi, teliti, dan terus - menerus.

3) Faktor Organisasi
Dengan adanya faktor organisasi, sumber daya akan masuk pada suatu pola sehingga orang-orang akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan adanya organisasi, berarti seorang wirausaha dapat:
  • mempertegas hubungan dengan para karyawan,
  • menciptakan hubungan antarkaryawan,
  • mengetahui tugas yang akan dijalankan,
  • mengetahui kepada siapa karyawan harus bertanggungjawab.
4) Faktor Perencanaan
Perencanaan usaha dapat digunakan sebagai alat pengawas dan pengendalian usaha. Oleh karena itu, perencanaanharus dibuat oleh wirausaha sejak usahanya didirikan, yaitu dimulai dari:
  • merencanakan produk apa yang akan dibuat,
  • memperhitungkan jumlah dana yang diperlukan,
  • merencanakan jumlah produk yang akan dibuat,
  • merencanakan tempat pemasaran produk.
5) Faktor Mengatur Usaha
Dalam kaitannya dengan kegiatan mengatur usaha, yang perlu dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut :
  • menyusun uraian tugas pokok untuk menjalankan usahanya,
  • menyusun struktur organisasi usaha,
  • memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan,
  • menetapkan balas jasa dan insentif,
  • membuat jadwal usaha,
  • mengatur mesin-mesin produksi,
  • mengatur tata laksana usaha,
  • menata barang-barang,
  • menata administrasi usaha,
  • mengawasi usaha dan pengendaliannya.
6) Faktor Pemasaran
Faktor pemasaran produk perusahaan dapat ditinjau berikut ini:
  • daya serap pasar dan prospeknya,
  • kondisi pemasaran dan prospeknya,
  • program pemasarannya.
7) Faktor Administrasi
Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis dan kemudian didokumentasikan.

5. Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha
Secara umum langkah-langkah melakukan wirausaha adalah sebagai berikut.

a. Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan.

b. Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini, seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspekaspek: pembiayaan, sumber daya manusia, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

c. Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapaiuntuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

d. Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan, perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Perdagangan Ekspor Impor

Sebagai seorang pedagang, ayah Lani harus membeli barang baru untuk dijual kembali di tokonya. Ayah Lani membuat catatan barang-barang yang akan dibelinya berikut jumlahnya. Tidak semua barang yang kita perlukan bisa kita dapatkan di sekitar kita. Beberapa barang yang Ayah perlukan untuk dijual di toko dibuat di tempat yang lain. Bahkan ada beberapa barang yang dibuat di luar negeri. Barang luar negeri masuk ke negeri kita melalui sistem perdagangan antarnegara. Ada yang disebut ekspor, ada yang disebut impor. Jika barang yang dibuat di luar negeri masuk ke negeri kita melalui perdagangan antarnegara disebut impor. Jika sebaliknya, disebut ekspor.

Perhatikan gambar di bawah ini !
Kegiatan Ekspor dan Impor
Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang yang melakukan kegiatan ekspor disebut dengan eksportir. Adapun barang yang dijual dikenal sebagai barang ekspor. Melimpahnya sumber daya alam suatu negara melatarbelakangi kegiatan ekspor. Sebagai contoh negara Indonesia melimpah akan minyak bumi dan hasil pertanian. Selain untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri, sebagian juga diekspor. Impor merupakan kebalikan dari ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri.

Orang yang melakukan kegiatan impor disebut importir. Adapun barang yang dibeli dari luar negeri disebut barang impor. Keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi alasan dilakukan impor.

Contohnya adalah Indonesia belum dapat memproduksi barang-barang elektronik dan barang otomotif seperti mobil, sepeda motor, dan lain-lain. Oleh karena itu, Indonesia mengimpor barang-barang tersebut dari negara lain. Kegiatan ekspor dan impor dilakukan melalui pelabuhan laut. Salah satu pelabuhan di Indonesia yang menjadi tempat kegiatan ekspor dan impor adalah Pelabuhan Tanjung Priok.

Negara Indonesia kaya akan sumber daya alam. Terutama hasil tambang dan hasil pertanian. Hasil tambang dan hasil pertanian sebagian untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Sebagian diekspor. Indonesia masih mempunyai keterbatasan di bidang sumber daya manusia. Terutama untuk memproduksi barang-barang elektronik dan barang-barang otomotif. Oleh karena itu, Indonesia mengimpor barang-barang tersebut dari negara lain.

Kegiatan ekspor dan impor dapat berupa barang dan jasa. Berikut ini barang dan jasa yang diekspor dan diimpor oleh Indonesia. Barang yang diekspor oleh Indonesia terdiri atas dua macam. Di antaranya barang migas dan nonmigas.
  • Barang migas berupa minyak dan gas bumi. Adapun barang nonmigas, yaitu hasil pertanian, hasil industri, dan hasil tambang (selain minyak dan gas bumi). Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi. Negara Indonesia tergabung ke dalam perhimpunan negara-negara pengekspor minyak bumi atau OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). 
  • Hasil industri Indonesia yang diekspor, antara lain rokok, kertas, suku cadang telkom, tekstil dan pakaian jadi, semen, pupuk, kayu lapis, kerajinan kulit, ukir-ukiran, dan anyaman rotan. 
  • Barang-barang hasil perkebunan yang diekspor, antara lain tembakau, teh, karet, kelapa sawit, kopra, lada, cokelat, kopi, cengkeh, dan pala. 
  • Barang-barang hasil hutan yang diekspor Indonesia, yaitu rotan, kayu, dan damar. Adapun hasil laut yang diekspor Indonesia, antara lain udang, ikan segar, dan ikan kaleng.
Indonesia juga melakukan kegiatan impor barang dan jasa. Hal ini disebabkan karena terbatasnya sumber daya manusia. Terutama untuk memproduksi beberapa barang kebutuhan dalam negeri. Barang-barang yang diimpor Indonesia sebagian besar barang elektronik. Di antaranya televisi, radio, lemari es, dan lain-lain. Di samping itu, Indonesia juga mengimpor barang-barang otomotif, seperti mobil, sepeda motor, kapal laut, dan lain-lain.

Kegiatan ekspor dan impor melibatkan dua negara atau lebih. Kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi negara pengekspor maupun pengimpor. Beberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan ekspor dan impor, antara lain:
1. barang produksi negara kita akan dikenal oleh negara lain,
2. membantu mencukupi kebutuhan negara lain,
3. meningkatkan devisa negara,
4. barang dari luar negeri dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri,
5. mempererat hubungan ekonomi dan persahabatan antara negara-negara di dunia, dan
6. meningkatkan produksi kedua negara.

1. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan ekspor dan impor?
Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. sedangkan mpor merupakan kebalikan dari ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri.
2. Mengapa Indonesia harus mengimpor barang-barang elektronik dan barang-barang otomotif?
Indonesia melakukan kegiatan impor barang elektronik. Hal ini disebabkan karena terbatasnya sumber daya manusia.
3. Apa saja barang yang diekspor oleh Indonesia?
  • Barang migas berupa minyak dan gas bumi. Adapun barang nonmigas, yaitu hasil pertanian, hasil industri, dan hasil tambang (selain minyak dan gas bumi). Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi. Negara Indonesia tergabung ke dalam perhimpunan negara-negara pengekspor minyak bumi atau OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). 
  • Hasil industri Indonesia yang diekspor, antara lain rokok, kertas, suku cadang telkom, tekstil dan pakaian jadi, semen, pupuk, kayu lapis, kerajinan kulit, ukir-ukiran, dan anyaman rotan. 
  • Barang-barang hasil perkebunan yang diekspor, antara lain tembakau, teh, karet, kelapa sawit, kopra, lada, cokelat, kopi, cengkeh, dan pala. 
  • Barang-barang hasil hutan yang diekspor Indonesia, yaitu rotan, kayu, dan damar. Adapun hasil laut yang diekspor Indonesia, antara lain udang, ikan segar, dan ikan kaleng.
4. Apa manfaat yang diperoleh dari kegiatan ekspor dan impor?
  • barang produksi negara kita akan dikenal oleh negara lain,
  • membantu mencukupi kebutuhan negara lain,
  • meningkatkan devisa negara,
  • barang dari luar negeri dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri,
  • mempererat hubungan ekonomi dan persahabatan antara negara-negara di dunia, dan
  • meningkatkan produksi kedua negara.
Info Penting
Iklan adalah bentuk publikasi suatu aktivitas, produk atau layanan kepada masyarakat luas melalui media massa dan internet seperti koran, TV, radio atau website atau lainnya yang bersentuhan langsung dengan publik. Iklan ada beberapa bentuk, iklan komersial, iklan sosial, iklan layanan masyarakat, dan lainnya.
  • Iklan komersial adalah bentuk publikasi suatu produk dan layanan komersial yang bertujuan peningkatan kepercayaan pelanggan kepada suatu nama produk dan layanan yang diselenggarakan oleh lembaga bisnis. Contoh iklan mobil, iklan televisi, dan iklan asuransi.
  • Iklan sosial adalah bentuk publikasi suatu keadaan yang mengharapkan kepedulian dari banyak orang. Contoh iklan tentang narkoba, iklan tentang rokok, iklan tentang pemanasan global atau iklan tentang global warming, iklan tentang pencemaran air, dan iklan tentang penggundulan hutan, iklan tentang HIV Aisd dan sebagainya
  • Iklan layanan masyarakat adalah bentuk publikasi suatu keadaan yang mengisyaratkan perubahan atau tindakan dari setiap orang untuk melakukan perubahan keadaan yang lebih baik. Contoh iklan konservasi lingkungan, Iklan, Iklan tentang kekerasan terhadap anak, Iklan keselamatan berkendara, Iklan kepedulian pangan, Iklan kelestarian hutan dan masih banyak lainnya
Dalam dunia iklan ditemukan proses membujuk atau memengaruhi orang untuk memiliki suatu produk atau menikmati suatu layanan dan melakukan tindakan. Dunia iklan banyak dijumpai iklan komersial daripada iklan sosial maupun iklan layanan masyarakat. Tentunya iklan komersial bertujuan bisnis yang menguntungkan sehingga banyak perusahaan maupun lem-baga bisnis yang berlomba-lomba membuat iklan agar bisnisnya dikenal oleh masyarakat luas.

Pengertian iklan adalah upaya merebut simpati, dukungan, dan ketertarikan orang akan kondisi dalam iklan. Iklan dapat mempengaruhi emosi dan kejiwaan seseorang. Akibatnya banyak individu terperangkap dalam suatu kondisi dalam iklan sehingga terjadi tindakan yang diambil individu yang terpengaruh. 
  • Iklan produk akan membuat seseorang individu menginginkan dan berencana untuk memiliki (membeli) produk yang diiklankan. 
  • Iklan sosial akan membuat seseorang individu prihatin dan berencana membantu (menyumbang) sesuai keadaan yang diiklankan.
  • Iklan layanan masyarakat membuat seseorang tergerak dan berencana melakukan tindakan (mengubah) sesuai keadaan yang diiklankan.

Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi

Bangsa Indonesia harus selalu bersyukur, karena dikaruniai Tuhan lokasi yang sangat strategis. Adanya lokasi strategis tersebut, berbagai kegiatan ekonomi, komunikasi, dan transportasi dapat berkembang pesat di Indonesia. Bagaimana pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan ekonomi, transportasi, dan komunikasi di Indonesia? Untuk memahami materi tersebut kamu pelajari uraian di bawah ini.

Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, ada tiga yaitu: (1) produksi, (2) distribusi, dan (3) konsumsi. Ketiga kegiatan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dan saling bergantung. Mata rantai dari ketiga kegiatan ekonomi tersebut  dapat kita pahami dengan cara membaca uraian berikut. Produksi memerlukan adanya distribusi dan konsumsi, dengan kata lain, kegiatan produksi tanpa kegiatan distribusi dan konsumsi, tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Kegiatan distribusi tidak mungkin ada, tanpa adanya barang yang diproduksi dan yang mengonsumsi barang tersebut. Kegiatan konsumsi tidak akan tercapai jika tidak ada yang memproduksi barang dan yang mendistribusikan barang tersebut. 

1) Kegiatan Produksi
Produksi sering diartikan sebagai : membuat barang. Produksi mengandung makna yang lebih luas. Setiap saat manusia memerlukan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Barang dan jasa, tidak akan dapat tersedia dengan sendirinya, tetapi harus dibuat terlebih dahulu. Kegiatan yang dilakukan oleh pabrik perakitan mobil, petani, nelayan, dan dokter, adalah contoh dari produksi. Mobil, ikan, padi, dan jasa pengobatan yang dihasilkan, memberikan manfaat bagi manusia. Produksi dalam arti sempit, dapat diartikan sebagai: kegiatan yang menghasilkan atau menciptakan barang dan jasa.

Petani menghasilkan padi dan ketela juga merupakan kegiatan produksi. Tepung ketela digunakan oleh pabrik roti untuk menghasilkan roti. Perubahan tepung ketela menjadi sebuah roti mengalami perubahan bentuk maupun kegunaannya. Ketela dalam bentuknya yang asli memiliki kegunaan yang relatif lebih sedikit dibanding setelah menjadi roti. Kegiatan pabrik roti yang merubah tepung ketela menjadi roti juga termasuk dalam kegiatan produksi. Kegiatan produksi tidak sekadar menciptakan manfaat suatu barang tetapi juga menambah daya guna suatu barang.

Dalam arti luas kegiatan produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh: Delanggu, daerah di Cianjur adalah penghasil beras yang kualitasnya termasuk baik. Beras yang ada di daerah tersebut nilai kegunaannya tidak terlalu besar karena hasil produksinya melebihi yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah itu. Hal ini mengakibatkan harga beras di daerah tersebut menjadi relatif lebih murah jika dibandingkan dengan daerah lain yang kondisi tanahnya tidak memunginkan untuk usaha pertanian padi. Beras yang dihasilkan di daerah Delanggu dan Cianjur dibawa ke Jakarta maka nilai kegunaan beras tersebut akan lebih tinggi, karena yang membutuhkan beras di Jakarta relatif lebih banyak. Hal ini mengakibatkan harga beras di Jakarta menjadi lebih tinggi. Kegiatan memindahkan beras dari Delanggu ke Jakarta juga termasuk kegiatan produksi.

Faktor produksi merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menciptakan atau menambahkan kegunaan suatu barang atau jasa. Pelaku kegiatan produksi, disebut produsen. Dalam contoh di atas petani adalah produsen padi dan ketela, nelayan adalah produsen ikan, perusahan roti adalah produsen roti dan dokter adalah produsen jasa pengobatan. Nah, perlu kalian ketahui bahwa roti yang dihasilkan perusahaan roti tidak akan bermakna sebelum sampai ke tangan konsumen, karena perusahaan roti tidak akan mendapatkan pendapatan sebelum rotinya dibeli oleh konsumen. Jika ikan tidak dibeli oleh konsumen maka nelayan tidak akan bisa melakukan aktivitas produksi secara berkelanjutan. Agar  ikan sampai ke tangan konsumen maka diperlukan kegiatan distribusi.

Faktor produksi dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan menjadi empat yaitu :
  • Faktor Produksi Alam (Sumber Daya Alam). Faktor produksi alam terdiri dari : tanah, air, tenaga alam, barang tambang, iklim.
  • Faktor produksi Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia). Faktor produksi tenaga kerja merupakan segala kegiatan manusia yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menciptakan atau menambah nilai guna barang atau
  • jasa. Faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi yang memegang peranan penting dalam proses produksi. Tanpa tenaga kerja, sumber daya alam yang dianugerahkan oleh Tuhan YME kepada kita tidak akan ada gunanya.
  • Faktor Produksi Modal. Manusia dapat melakukan proses produksi tidak hanya dengan mengandalkan faktor produksi alam dan faktor produksi tenaga kerja. Petani dapat saja menanam padi hanya dengan menggunakan tanah dan tenaga yang dimilikinya. Dalam pengertian ekonomi segala benda atau alat buatan manusia yang dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi dalam menghasilkan barang atau jasa disebut modal. 
  • Faktor Produksi Kewirausahaan atau Entrepreneurship Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan intelektual seseorang untuk mengelola atau menyatukan ketiga faktor produksi di atas dalam suatu proses produksi.
2) Kegiatan Distribusi
Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani antara dua kegiatan, yaitu  produksi dan kegiatan konsumsi. Walaupun dalam kenyataan sehari-hari, penyaluran barang dari produsen kepada konsumen memang tidak selalu harus melalui distributor. Barang yang dihasilkan oleh produsen, akan bermanfaat dan dapat dikonsumsi oleh konsumen, jika barang tersebut dapat disalurkan. Semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang-barang dan jasa dari produsen ke konsumen, disebut "Distribusi", atau "Saluran Distribusi", kadang-kadang juga disebut dengan "Saluran Perdagangan".

Saluran distribusi merupakan lembaga atau individu yang menjalankan kegiatan khusus pada bidang distribusi. Pelaku distribusi yang disebutkan di atas, dapat berupa agen, pedagang besar, pengecer dan distributor industri apabila pasarnya industri. Secara umum distributor memegang peranan penting dalam menjaga stabilisasi harga. Kelancaran barang sampai pada pasar atau konsumen diharapkan dapat dilakukan oleh para distributor. Jika suatu ketika barang yang didistribusikan mengalami hambatan, baik disengaja atau tidak, maka dampaknya adalah terjadinya kelangkaan atau tidak tersedianya barang di pasar dan mengakibatkan harga barang menjadi naik.

Saluran distribusi bertugas menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi itu melakukan sejumlah tugas, yaitu :
  • Melakukan pengumpulan dan penyebaran informasi melalui riset pemasaran tentang potensi konsumen, pesaing, dan kekuatan lainnya dalam lingkungan pemasaran.
  • Melakukan pengembangan dan penyebaran komunikasi mengenai penawaran barang atau jasa.
  • Melakukan komunikasi mengenai minat membeli oleh anggota saluran distribusi ke produsen.
  • Melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain sehubungan dengan penawaran.
Penyaluran barang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen tersebut bisa dilakukan dengan bermacam-macam cara. Bisa langsung dari produsen ke konsumen, tetapi bisa juga dengan melewati para perantara dan para pedagang. Dengan demikian sistem distribusi dibedakan menjadi dua macam :
  • Distribusi Langsung. Dalam sistem distribusi ini, hasil produksi disalurkan langsung oleh produsen ke konsumen, tanpa perantara. Dengan kata lain, para produsen menjual hasil produksinya langsung kepada konsumen
  • Distribusi Tidak Langsung, Dalam Sistem ini, hasil produksi tidak disalurkan langsung oleh produsen kepada konsumen, malainkan melalui para penyalur.
3)   Kegiatan Konsumsi
Dalam uraian materi sebelumnya, telah dipaparkan bahwa produksi dan distribusi, tidak bisa berjalan kalau barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen tidak ada konsumen yang mengonsumsinya.  Kebutuhan hidup seseorang, tak selalu sama dengan kebutuhan hidup orang yang lain. Kebutuhan seorang pelajar, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang guru. Kebutuhan seorang petani, tentu akan berbeda dengan kebutuhan seorang nelayan.

Kedua kegiatan konsumsi di atas, merupakan contoh kegiatan dalam mengonsumsi barang. Selain mengonsumsi barang, manusia juga mengonsumsi jasa. Contoh kegiatan mengonsumsi jasa, misalnya : Fahmi pergi ke dokter, Syahmi memotong rambut ke salon, Rizki menjahitkan baju ke penjahit.

Pihak yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Konsumen tidak harus selalu berupa manusia yang bertindak sebagai makhluk individu. Organisasi perusahaan dan pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi, sehingga keduanya juga disebut konsumen. Konsumen harus mengeluarkan sejumlah pengorbanan tertentu untuk melakukan kegiatan konsumsi. Pengorbanan yang harus dikeluarkan itu lebih dikenal dengan istilah pengeluaran konsumsi. Ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
  1. Penghasilan. Seseorang perlu memiliki penghasilan untuk melakukan kegiatan konsumsi. Penghasilan tersebut kemudian digunakan untuk membeli barang dan jasa yang tidak bisa diproduksi sendiri. Semakin besar penghasilan seorang konsumen maka kemampuan konsumen tersebut melakukan pengeluaran konsumsi juga akan semakin besar.
  2. Selera. Keputusan seseorang konsumen untuk mengonsumsi suatu barang atau jasa sangat ditentukan oleh selera konsuman yang bersangkutan. Bila seseorang sangat menyukai suatu barang, maka dia akan dengan senang hati membeli barang tersebut. Sebaliknya jika dia tidak menyukainya, maka mustahil dia akan bersedia mengeluarkan uang untuk membelinya.
  3. Adat Istiadat. Adat istiadat adalah perilaku turun menurun yang diyakini masyarakat harus dilakukan. Sebagai contoh dalam masyarakat Jawa, peristiwa kelahiran seorang bayi selalu disertai serangkaian upacara adat yang dilakukan sejak bayi masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai beberapa bulan setelah bayi tersebut dilahirkan. Contoh lain, pada masyarakat Bali dikenal upacara Ngaben, yaitu upacara pembakaran mayat bagi kerabat yang meninggal dunia. Upacara-upacara adat tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang cukup banyak. Jadi semakin banyak upacara adat yang diyakini oleh masyarakat tertentu, maka akan semakin banyak juga pengeluaran yang dilakukan masyarakat tersebut.
  4. Mode. Istilah mode terkait dengan sesuatu hal yang sedang hangat terjadi dalam masyarakat. Mode sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama di perkotaan. Pada umumnya yang paling mudah terpengaruh oleh mode adalah kalangan remaja. Remaja akan merasa ketinggalan jaman apabila tidak mengikuti mode yang terbaru. Sementara itu untuk bisa mengikuti mode terkini, diperlukan pengeluaran konsumsi yang lebih besar.
  5. Demonstration Effect. Seringkali kita temui seseorang mengonsumsi barang atau jasa tanpa memperhitungkan apakah ia benar-benar memerlukan barang tersebut. Ia membelinya sekadar karena khawatir dianggap kalah atau lebih rendah daripada orang lain yang juga telah mengonsumsinya. Contoh: Ibu Ani membeli smartphone, karena melihat tetangganya juga membelinya, padahal smartphone bukanlah kebutuhan mendesak bagi Ibu Ani.
  6. Iklan. Iklan sangat berpengaruh terhadap pola konsumsi seseorang. Ada pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Seseorang akan tergoda mengonsumsi suatu barang tertentu karena ia mengenal atau mengetahui barang tersebut. Agar konsumen mengenal barang produksinya, maka produsen biasanya mengiklankan produk tersebut. Semakin banyak dan gencar iklan dilakukan, maka diharapkan akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat.
  7. Prakiraan harga. Prakiraan harga di masa mendatang sangat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk pengeluaran konsumsi. Bila konsumen berharap bahwa harga suatu barang akan naik di masa mendatang, maka ia akan cenderung membeli saat ini sebelum harganya benar-benar naik. Sebaliknya bila konsumen memprediksi bahwa harga suatu barang akan turun di masa mendatang, maka ia akan menunda pengeluaran konsumsinya menunggu sampai harga barang tersebut benar-benar turun. Contoh: Ketika pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan harga bbm, maka masyarakat akan beramai-ramai membeli bensin sebelum harganya benar-benar naik.

Beberapa faktor tersebut merupakan faktor yang menentukan pengeluaran konsumsi seseorang. Sebaiknya kita sebagai konsumen melakukan kegiatan konsumsi dengan bijaksana. Hanya mengonsumsi barang atau jasa yang benar-benar dibutuhkan, sehingga pengeluaran konsumsi yang dilakukan bukan merupakan suatu pemborosan.

Pengaruh Keunggulan Iklim terhadap Kegiatan Ekonomi.
Indonesia memiliki iklim muson tropis. Keunggulan dari adanya iklim muson tropis adalah adanya hujan yang cukup (curah hujan tidak terlalu besar), kondisi suhunya normal (tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin), dan adanya musim hujan dan kemarau. Kondisi ini akan menyebabkan manusia dapat melakukan kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Contoh: Petani dapat melakukan produksi dengan menanam padi sepanjang tahun. Padi yang dihasilkan petani akan digiling menjadi beras dan akan didistribusikan oleh distributor kepada konsumen untuk dikonsumsi. Contoh lain pedagang dapat berdagang sepanjang tahun, dokter dapat melakukan pekerjaannya sebagi dokter sepanjang tahun.

Pengaruh Keunggulan Geostrategis terhadap Kegiatan Ekonomi.
Indonesia adalah berkaitan dengan letak Indonesia yang berada di antara dua benua yakni benua Asia dan Australia, serta terletak di antara dua samudra yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Posisi tersebut akan menyebabkan perdagangan bangsa-bangsa Asia dan Australia akan selalu melewati wilayah Indonesia.
jalur perdagangan
Dengan demikian akan menyebabkan terjadinya pengembangan perdagangan di Indonesia. Hal ini menyebabkan terjadinya kegiatan ekonomi di Indonesia terkait dengan kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.  Komoditas perdagangan yang dihasilkan bangsa Indonesia yang berupa hasil bumi seperti rempah-rempah menjadi incaran bangsa-bangsa Barat pada masa lalu. Berbagai hasil bumi Indonesia tidak hanya menjadi konsumsi bangsa-bangsa Asia, tetapi juga menjadi salah satu incaran bangsa-bangsa Barat. Rempah-rempah menjadi salah satu komoditas penting yang banyak dibutuhkan bangsa-bangsa Eropa. Tentunya kamu sudah mengetahui betapa pentingnya rempah-rempah bagi bangsa-bangsa Eropa. Pada awalnya bangsa-bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah Indonesia melalui para pedagang Arab.

Para pedagang bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah dari para pedagang Asia di sekitar negara Turki. Kamu tentu dapat memberikan alasan, harga rempahrempah di tempat tersebut sudah mahal karena para pedagang Asia sudah mengambil keuntungan. Selanjutnya oleh para pedagang Eropa, rempah-rempah tersebut dijual di pasar Eropa, yang tentu harganya sudah menjadi sangat mahal. Alasan itulah yang menyebabkan bangsa Eropa ingin menguasai kekayaan rempah-rempah Indonesia agar memperoleh keuntungan yang besar.

Jauh sebelum abad XV, Indonesia telah menjadi pusat perdagangan dunia. Kamu tentu masih ingat dengan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatra Selatan. Kerajaan Sriwijaya merupakan terminal penting para pelaut Asia. Para pedagang Arab, India, dan China sangat banyak ditemui di Kerajaan Sriwijaya. Indonesia menjadi strategis sebagai pusat perdagangan internasional, disebabkan oleh letak yang berada pada posisi silang lalu lintas pelayaran perdagangan dunia. Perdagangan laut dari Asia Barat ke Asia Tenggara dan Asia Timur maupun sebaliknya akan selalui melewati Indonesia.

Selat Malaka sangat penting artinya bagi mobilitas pelayaran bangsa-bangsa dunia. Pelayaran dari Asia Barat ke Asia Timur pasti akan melewati Selat Malaka. Selain menjadi tempat persinggahan para pedagang dari berbagai bangsa, Indonesia memiliki hasil bumi yang melimpah. Tentu saja hal tersebut menarik minat bangsabangsa asing.

Pengaruh Keunggulan Tanah terhadap Kegiatan Ekonomi.
Iklim muson tropis membawa dampak pergantian musim di Indonesia. Keberadaan musim hujan dan kemarau di Indonesia memungkinkan berbagai tanaman mudah tumbuh dan berkembang. Tanaman untuk kebutuhan sehari-hari dapat ditanam di setiap waktu. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa yang memiliki empat musim yakni musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur. Kondisi tersebut tidak memungkinkan melakukan aktivitas pertanian dengan baik. Kesuburan tanah yang dimiliki Indonesia menyebabkan seseorang juga dapat mengolah tanahnya untuk pertanian dan perkebunan dengan baik.

Keunggulan iklim di Indonesia menyebabkan kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi dapat berlangsung sepanjang tahun. Keunggulan geostrategis negara Indonesia yaitu lokasinya yang strategis karena berada pada posisi silang antara dua benua dan dua samudra, sehingga perdagangan antar bangsa di Indonesia menjadi sangat ramai. Kesuburan tanah di Indonesia menyebabkan kegiatan pertanian maupun perkebunan dapat berlangsung dengan baik, dengan hasil yang beraneka ragam.

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni. Pengertian Seni, Fungsi dari sebuah Seni, Unsur yang terdapat dalam sebuah Seni, Cabang-Cabang Seni, Beragam Macam Seni, Manfaat Seni untuk Kehidupan sehari-hari.

Pengertian Seni 

Sumber: kinerjaaktif.com
Awalannya seni diartikan sebagai suatu hal yang mempunyai karakter indah, halus, dan baik serta mulia, namun seiring berjalannya waktu udah banyak tokoh-tokoh yang memiliki pendapat tentang pengertian Seni.
  1. Menurut filosof Yunani bernama Plato (428-348 SM), seni yakni hasil tiruan alam (artimitator natural).
  2. Lalu pada era ke 19, Benedetto Croce mengatakan bila seni yakni ungkapan kesan-kesan.
  3. Sedangkan menurut pelukis termuka di Indonesia, S. Sugjojo, seni yakni jiwa yang tampak
  4. Dan menurut tokoh pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, seni yakni semua perbuatan manusia yang muncul dari perasaan yang hidup dan mempunyai karakter indah, hingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat di ambil kesimpulan bila Seni yakni bagian komunikasi manusia yang berdasarkan pada pengalaman, perasaan serta memiliki keindahan.

Karakter Dasar Seni 

Seni mempunya beberapa karakter mendasar salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Kreatif, Karyanya belum pernah di buat sebelumnya (merupakan hal baru) 
  2. Individualistis, Karya yang di buat memberikan ciri khas penciptanya (jati diri pencipta) 
  3. Ekspresif, Karyanya memiliki emosi yang terpancar saat orang lain melihatnya 
  4. Abadi, Karya yang udah di buat miliki sifat abadi walaupun penciptanya telah tiada nantinya 
  5. Semesta (Universal), Karyanya didedikasikan untuk orang-orang sepanjang zaman 

Fungsi Seni 

Sumber: geniusmart.net
Manfaat seni dapat dibagi jadi dua, yaitu manfaat perseorangan dan manfaat sosial.

Manfaat Perseorangan Seni 

Manfaat perseorangan seni terdiri jadi dua, yaitu sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik 

Seni yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia yang juga disebut sebagai penikmat seni. Misalnya, pada saat membeli pakaian, manusia mengutamakan model, warna, dan bahan, maka dari itu seni digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan emosional 

Seni yaitu tempat membeberkan emosi si penciptanya, yang nantinya akan terpancar serta dapat dirasakan juga bagi pencinta seni, sampai apa yang dirasakan pencipta dirasakan juga oleh penikmat seni itu sendiri.

Manfaat Sosial Seni 

Fungsi sosial seni dibagi jadi empat, yaitu sebagai media penerangan, pendidikan, agama, dan hiburan.

Seni sebagai media penerangan 

Seni digunakan sebagai media untuk menyampaikan pemahaman seseorang pada orang lain, karena sifatnya yang menyenangkan, hingga mudah untuk dipahami oleh orang lain.

Seni sebagai media pendidikan 

Seni digunakan juga dalam metode evaluasi, oleh karena itu banyak instansi pendidikan yang menggunakan seni dalam penyampaian materinya

Seni sebagai media agama 

Dalam dakwah seni juga diperlukan guna mempermudah proses penyampaiannya, seperti irama membaca Al-Quran yang berguna untuk mempermudah menghafalnya, atau nasyid yang berguna menyampaikan ajaran agama lewat syair yang pasti lebih meyenangkan dibanding mendengarkan ceramah yang hanya ucapan seseorang saja.

Seni sebagai media hiburan 

Manfaat paling mendasar pada seni yakni sebagai media hiburan. Di mana penikmatnya akan merasa senang dan bahagia.

Cabang–Cabang Seni 

Sumber: anneahira.com
Bersamaan dengan bertambahnya waktu, kebutuhan, dan pemahaman manusia, seni juga makin berkembang. Hal semacam ini diikuti dengan lahirnya seni-seni baru di masyarakat. Oswald Kulpe membagi cabang–cabang seni jadi:

Seni penglihatan/visual art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat untuk menikmati seni. Seni penglihatan terdiri jadi tiga, yaitu seni dua dimensi, seni tiga dimensi, dan seni integral.

Seni dua dimensi 
  1. Seni dua dimensi tanpa gerak: seni rupa (lukis, gambar) 
  2. Seni dua dimensi dengan gerak: seni perfilman 
Seni tiga dimensi 
  1. Seni tiga dimensi tanpa gerak: seni ukir dan pahat 
  2. Seni tiga dimensi dengan gerak: seni tari dan pantomim 
Seni integral 

Seni yang menggabungkan untuk permukaan dan bentuk. Misalnya arsitektur

Seni Pendengaran/Auditory Art 

Pada seni ini digunakan indra pendengar untuk nikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk, yaitu seni suara, seni kata, dan seni interal.

Seni suara 
  1. Musik instrumental dari alat tunggal: piano dan biola 
  2. Musik instrumental dari gabungan beberapa alat musik: band dan orkestra 
Seni kata 
  1. Puisi mempunyai irama: sajak 
  2. Puisi tidak mempunyai irama: novel dan cerpen 
Seni integral 

Seni yang memadukan suara dan kata, misalnya lagu, muikalisasi puisi, dan tembang

Seni penglihatan dan pendengaran/Audiotory-visual Art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat dan pendengar untuk menikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk yaitu:
  1. Seni gerak dan suara: Tarian 
  2. Seni gerak, kata, dan penglihatan: Drama 
  3. Seni gerak, kata, penglihatan, dan suara: Opera 
Namun cabang-cabang seni yang seringkali kita kenal terbagi lagi menjadi lima cabang yaitu, seni rupa, seni tari/gerak, seni nada/vocal/musik, seni sastra, dan seni teater/drama.

Seni rupa 
Sumber: ragamseni.com
Seni rupa yaitu seni dua dimensi/tiga dimensi yang bersumber pada peranannya terdiri mendai dua bentuk yaitu, seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Seni rupa murni cuma memiliki maksud untuk dilihat keindahannya saja, misalnya lukisan dan patung, sedangkan seni rupa terapan tidak cuma untuk keindahan, tetapi dapat pula digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya meja ukir.

Unsur – unsur seni rupa diantaranya yakni titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Dalam membuatnya, seni rupa memiliki beberapa prinsip satu diantaranya kesatuan, keselarasana, penekanan, irama, gradasi, pembagian, kecocokan, komposisi, keseimbangan, dan aksentuasi.

Seni tari/gerak 
Sumber: yenirahmaniyah.blogspot.co.id
Seni tari yaitu seni tiga dimensi yang bersumber pada pada gerak tubuh manusia. Tari yakni keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh yang diperhalus lewat estetika.

Seni tari dibagi jadi seni tari classic, kreasi baru, tradisional, dan modern. Sekarang banyak lahir seni tari kreasi baru seperti break dance, capoera, shuffle, dan sebagainya.

Unsur – unsur tari dibagi jadi dua yaitu, pertama unsur keindahan tari salah satunya gerak, iringan internal-eksternal, tata rias dan pakaian, tema, tempat dan panggung. Kedua unsur penilaian tari diantanya wiraga, wieama, dan wirasa.

Seni suara/vocal/musik 
Sumber: pandaibelajar.com
Seni musik yaitu cabang seni yang menggunakan media bunyi sebagai sarana pengungkapan ekspresi senimannya. Kata musik dalam Bahasa Indonesia yakni terjemahan dari Bahasa Inggris music atau Bahasa Belanda muziek.

Menurut beberapa ahli sejarah, kata musik datang dari beberapa kumpulan nama dewi kesenian bangsa Yunani Purba, yaitu musae. Musik juga terdiri jadi banyak bentuk, diantaranya musik classic, tradisional, kasidah, blues, jazz, rock, pop, dan R&B.

Unsur – unsur dalam seni musik terdiri dari dua unsur, yaitu vocal dan instrumen. Vokal yakni alunan beberapa nada yang keluar dari suara manusia sendankan instrumen yakni beberapa nada yang keluara dari alat musik yang digunakan.

Seni sastra 
Sumber: kliping.co
Seni sastra merupak seni yang lahir dari gagasan/ide manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam kamus besar berbahasa Indonesia, Sastra mempunyai arti mengarahkan, mengajar, memberi panduan, atau instruksi.

Sedangkan Fananie mengemukakan bila sastra yakni karya seni yang merupakan ekspresi kehidupan. Beberapa jenis seni sastra salah satunya yakni puisi, cerpen, pantun, prosa, sajak, novel, dan sebagainya.

Unsur-unsur sastra terbagi dalam fikiran, perasaan, pengalaman, ide-ide, semangat, keyakinan, dan ekspresi. Seni sastra menonjolkan pemilihan bahasa yang digunakan untuk mengutarakan maksud hati si penulis.

Seni teater/drama 
Sumber: djarumfoundation.org
Seni teater yaitu seni yang paling kompleks, karena dalam visualisasinya ia menggabungkan cabang seni yang lain. Beberapa jenis teater salah satunya teater lama, komedi, baru, dan sendratasik (seni darama dan musik).

Unsur-unsur teater salah satunya yakni naskah/skenario, pemain, sutradara, properti, penataan, serta penonton.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cabang Seni di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Seni. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com