Showing posts sorted by relevance for query klasifikasi jamur. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query klasifikasi jamur. Sort by date Show all posts

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom. Pengertian Makhluk Hidup 5 Kingdom, Ciri dari Tiap-Tiap Makhluk Hidup 5 Kingdom, Struktur dari Makhluk Hidup 5 Kingdom, Penjelasan Lengkap Mengenai Makhluk Hidup 5 Kingdom, dan segala hal yang terkait dengan Makhluk Hidup 5 Kingdom akan kami bahas di sini.

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom 

Sumber: berpendidikan.com
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada pemikiran beberapa pakar dalam mengelompokkan makhluk hidup sesuai sama syarat internasional. Oleh sebab itu, klasifikasi makhluk hidup yang ada amat beragam, lantaran beberapa pakar mempunyai pemikirannya masing-masing.

Seperti yang kita pahami, makhluk hidup di bumi amat beragam, coba kita cermati lingkungan sekitar kita, mungkin saja amat susah untuk mengelompokkan makhluk hidup yang ada pada beragam jenis golongan.

Nah, pada tulisan ini akan kita pecahkan permasalahan itu, saya akan sharing tentang pengelompokkan makhluk hidup bersumber pada pendapat pakar yang masih tetap digunakan dalam proses evaluasi hingga saat ini. Baiklah tidak usah berlama-lama langsung saja kita ke tema paling utama.

Klasifikasi makhluk hidup dibagi ke dalam beberapa kelompok merupakan satu diantara usaha beberapa ilmuan mempermudah melakukan riset.

Hal semacam ini berangkat dari banyaknya jumlah makhluk hidup yang ada di alam dan beragam ragamnya bentuk, karakter, ukuran, anatomi, fisiologi ataupun tingkah laku dari makhuk-makhluk hidup itu.

Semua ini adalah ayat atau tanda tanda kebesaran Allah Subhanahu wata'ala yang sepatutnya direnungi hingga bisa menguatkan kepercayaan kita akan kuasa-Nya yang begitu menakjubkan.

"yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya" Qs. Al Furqon: 2 

"Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang, dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata." Qs. Luqman: 10-11 

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup 

Sumber: florafinder.com
Apa yang disebut klasifikasi makhluk hidup? Klasifikasi datang dari bahasa Inggris "classication" yang memiliki arti pengelompokan atau mengkelas-kelaskan. Klasifikasi makhluk hidup memiliki arti pengelompokan makhluk hidup bersumber pada ciri fisik (morfologi), susunan tubuh (anatomi), faal tubuh (fisiologi), maupun tingkah laku.

Dalam melakukan proses klasifikasi, beberapa ahli terlebih dulu akan mengadakan identifikasi bersumber pada beberapa hal yang dijelaskan di atas.

Barulah setelah itu, makhluk hidup bisa digolongkan ke dalam takson (unit) bersumber pada adanya persamaan ciri. Takson disusun dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah seperti berikut ini:
  1. Kingdom 
  2. Filum/divisi 
  3. Kelas 
  4. Ordo 
  5. Famili 
  6. Genus 
  7. Spesies 
Klasifikasi sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja atas dasar serta kebutuhan yang berbeda-beda juga. Contoh kambing, kerbau, sapi, ayam serta itik bisa kita klasifikasikan sebagi hewan ternak dengan dasar kalau hewan-hewan itu bisa diternakkan.

Contoh yang lain, sawi, bayam, kangkung, terong serta kubis. Seluruh tumbuhan itu bisa kita kelompokkan sebagai kelompok sayur-sayuran. Dasarnya klasifikasinya yaitu kalau seluruh tumbuhan yang dijelaskan adalah tumbuhan yang bisa dimasak atau dijadikan sayur.

System Klasifikasi Makhluk Hidup 

Sumber: zaifbio.wordpress.com
Klasifikasi makhluk hidup mengalami beberapa perkembangan. Hal semacam ini seiring dengan makin berkembangnya ilmu dan pengetahuan hingga menguak beberapa hal yang baru yang belum di ketahui di awal.

Makhluk hidup di kelompokkan bersumber pada kelompok besar yang disebut juga dengan kingdom. Dalam perkembangannya, kita mengetahui beberapa klasifikasi kingdom, salah satunya:

System Klasifikasi dua Kingdom. Klasifikasi ini adalah klasifikasi paling simpel serta paling lawas. Menurut klasifikasi ini makhluk hidup bisa dibagi jadi dua kelompok, yakni: (1) kingdom Plantea (tumbuhan) serta (2) Kingdom Animalia (hewan).

System Klasifikasi Tiga Kingdom. Klasifakisi bentuk ini muncul menyusul terungkapnya jamur sebagai makhluk yang tidak sama dengan tumbuhan. Jamur di ketahui tidak mempunyai klorofil seperti tumbuhan yang lain serta dinding selnyapun terbagi dalam kitin.

Pada akhirnya jamur dipisahkan dari kingdom tumbuhan serta nampaklah system klasisikasi tiga kingdom yang terbagi dalam; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan) serta (3) kingdom fungi.

System Klasifikasi Empat Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam empat kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, serta (4) kingdom monera.

System Klasifikasi Lima Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam lima kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, (4) kingdom monera serta (5) kingdom protista.

System Klasifikasi Enam Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam enam kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, (4) kingdom monera, (5) kingdom protista, serta (6) Virus.

Klasifikasi bentuk ini masih tetap diperdebatkan oleh beberapa ahli. Hal semacam ini dikarenakan asumsi kalau virus mempunyai ciri yang tidak sama dengan makhluk hidup. Hingga virus tidak bisa dikelompokkan dalam kingdom makhluk hidup manapun.

Keterangan Klasfikasi 5 Kingdom 

Sumber: belajarsains.net
System klasifikasi lima kingdom dikemukan oleh ekolog tanaman asal Amerika Serikat bernama Robert H. Whittaker. Menurut dia makhluk hidup yang ada di alam jagad raya ini bisa digolongkan jadi kingdom monera, protista, fungi, plantea serta animalia.

Kingdom Monera 

Monera yaitu kelompok makhluk hidup yang tidak mempunyai memberan inti atau kerap disebut juga dengan istilah organisme prokariot. Contoh organisme prokariot yang disebut kingdom monera antara lain bakteri serta alga hijau-biru.

Kingdom Protista 

Protista adalah kelompok makhluk hidup yang mempunyai satu sel atau banyak sel serta mempunyai memberan inti atau disebut juga dengan organisme eukariot.

Semua aktivitas hidup Protista seperti makan, menyikapi rangsangan, bergerak serta berkembang biak dilakukan oleh sel itu sendiri. Protista dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok lagi seperti;
  1. protista serupa hewan (protozoa) 
  2. protista serupa tumbuhan (alga) 
  3. protista serupa jamur 
Kingdom Fungi (jamur) 

Jamur adalah kelompok makhluk hidup yang tidak mempunyai kloroplas seperti biasanya badanan serta dinding selnyapun terbagi dalam zat kitin.

Hal semacam ini yang membuat jamur tidak bisa digolongkan ke dalam kelompok tumbuhan ataupun hewan. Kingdom ini biasanya bersel banyak, mempunyai membran inti, serta mempunyai peran sebagai dekomposer pada lingkungan.

Kingdom Plantae (tumbuhan) 

Plantea atau tumbuhan adalah kelompok makhluk hidup bersel banyak serta mempunyai kloroplas. Dalam kloroplas inilah terdapat klorofil dengan kata lain zat hijau daun yang membuat tumbuhan dapat melakukan proses fotosintesis.

Sel pada tumbuhan termasuk juga ke dalam bentuk eukariot yang mempunyai memberan inti serta dinding selnya terbagi dalam selulosa. Plantea bisa berkembang biak lewat cara kawin serta tidak kawin.

Kingdom Animalia 

Hewan mempunyai sel yang mempunyai memberan inti atau eukariot dan tidak mempunyai kloroplas. Tidak hanya itu hewan juga tidak mempunyai dinding sel seperti tumbuhan.

Untuk lebih mempermudah membedakan satu kingdom dengan kingdom yang lain, kita bisa cermati sebagian perbedaanya sebagai berikut ini:
  1. Monera: terdiri dari satu sel atau banyak sel, prokariot, tidak mempunyai memberan sel. 
  2. Protista: terdiri dari satu sel atau banyak sel, eukariot, mempunyai memberan sel. 
  3. Jamur: terdiri dari satu sel atau banyak sel, dinding sel dari kitin, tidak mempunyai kloroplas, eukariot, mempunyai memberan inti. 
  4. Tumbuhan: terbagi dalam banyak sel, berklorofil, dinding sel dari selulosa, eukariot, mempunyai, batang serta daun, mempunyai memberan inti. 
  5. Hewan: terbagi dalam banyak sel, tidak berklorofil, tidak mempunyai dinding sel, mempunyai dinding saraf, eukariot, mempunyai memberan inti.
Sumber: kenalsains.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Makhluk Hidup 5 Kingdom di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Makhluk Hidup 5 Kingdom. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. pengetahuanalam.com 

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur)

Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur). Pengertian Fungi atau Jamur, Pengertian Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur), Klasifikasi Fungi (Jamur), Berbagai Macam Jenis Fungi (Jamur), Reproduksi Fungi (Jamur) yang sudah dipahami cara-caranya, dan Reproduksi Fungi (Jamur) yang masih dalam penelitian.

Pengertian Fungi (Jamur) 

Sumber: inspirasibaru-yusufsila.blogspot.co.id
Fungi (jamur) yakni organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya itu dalam klasifikasi makhluk hidup,

Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, ia tidak termasuk dalam kindom protista, monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (mendapat makanan dari organisme yang lain), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan beberapa bahan organik yang ada di lingkungannya.

Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai jadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (mendapat bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar keduanya sama-sama mendapat untung).

Reproduksi Fungi (Jamur) 

Sumber: lingkaran-pengetahuan.blogspot.co.id
Jamur terdiri atas dua, yaitu: uniseluler (besel tunggal) dan multiseluler), dan keduanya ini memiliki cara berkembang biak yang tidak sama.

Jamur uniseluler berkembangbiak secara aseksual dengan membuat tunas, dan secara seksual dengan membuat spora askus. Sedangkan jamur multiseluler yang terbentuk dari rangkaian sel membentukbenang seperti kapas, yang disebut juga dengan benang hifa.

Dalam perkembangbiakkannya secara aseksual ia memutuskan benang hifa (fragmentasi), membuat spora aseksual yaitu zoospora, endospora, dan konidia. Secara seksual lewat pelebuan anatara inti jantan dan inti bentina sampai terbentuk spora askus atau spora sidium.

Zoospora atau spora kembara yakni spoa yang dapat bergerak di dalam air dengan menggunakan flagela. Jadi jamur penghasil zoospora biasanya hidup di lingkungan yang lembab atau berair.

Endospora yakni spora yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap ada di dalam sel tesebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh.

Spora askus atau askospora yakni spora yang dihasilkan lewat perkawinan jamur ascomycota. Askospora ada pada askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora yang dihasilkan dari perkawinan grup jamur Basidimycota disebut juga dengan basidispora. Basidispoa ada di dalam basidium, dan biasanya berjumlah empat spora.

Konidia yakni spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau mungkin saja dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Apabila udah masak konidia paling ujung dapat melepaskan diri.

Rangkuman: 
  1. Reproduksi jamur unseluler: 
  2. Aseksual (Membuat tunas, membuat spora) 
  3. Seksual (membuat spora askus) 
Reproduksi jamur multiseluler: 
  1. Aseksual (Fragmentasi, zoospoa, konidia) 
  2. Seksual (Inti jantan dan inti betina bertemu, selanjutnya membuat spora askus atau spora basidium) 

Klasifikasi Fungi (Jamur) 

Sumber: seputarilmu.com
Jamur diklasifikasikan bersumber pada cara reproduksi dan susunan tubuhnya. Dalam klasifikasi dengan lima kingdom, jamur dibagi jadi 4 divisi yakni:

Divisi Zygomycot 
Sumber: examplesof.com
Tubuh Zygomycota terbagi dalam benng hifa yang bersekat melintang, ada pula yang tidak bersekat melintang. Hifa bercabang-cabang banyak dan dinding selnya mempunyai kandungan kitin.

Contoh jamur ini yakni jamur yang tumbuh pada tempe, tidak cuma itu ada juga yang hidup secara saprofit pada rotin, nasi, dan bahan makanan yang lain. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk pada ular jalar.

Jamur Zygomycota berkembangbiak secara aseksual dengan spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya menggembung membuat spoangium. Sporangium yang masuk berwarna hitam. Spoangium lalu pecah dan spora menebar, spora jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh membuat benang baru.

Reproduksi secara seksual dikerjakan dengan cara berikut ini: 

Dua hifa yakni hifa betina (hifa -) dan hifa jantan (hifa +) betemu, lalu inti jantan dan inti betina melebu, terbentuk zigot yang berdinding tebal.

Zigot membuahkan kota spora yang disebut juga dengan zigosporangium dan sporanya disebut juga dengan zygospora. Zygospora mengalamai dormansi (istirahat) sepanjang 1-3 bulan.

Lantas zigospora akan berkecambah membuat hifa. Hifa jantan dan betina hanya arti saja, dan disebut juga jantan, apabila hifanya memberi isi sel, disebut juga dengan betina apabila menerima isi sel.

Divisi Ascomycota 
Sumber: wikipedia.org
Ciri Khusus dari jamur Ascomycota yakni dapat membuahkan spora askus (askospora), yaitu spora hasil repoduksi seksual, berjumlah 8 spora yang tersimpan di dalam kotak spoa. Kotak spora ini serupa kantong sehigngga disebut juga dengan askus, untuk mengerti bentuk dan stuktu askus dibutuhkan penilaian yang jeli.

Reproduksi secara sesksual 

Reproduksi secara seksual dapat dijelaskan secara ingkas sebagai berikut ini: 

Hifa yang bercabang-cabang ada yang berdifensiasi membuat alat reproduksi betina yang ukurannya jadi lebh besar, yang disebut juga dengan askogonium. Di dekatnya, dari ujung hifa lain terbentuk alat repoduksi jantan yang disebut juga dengan anteridium berinti haploid (n kromosom).

Dari askogonium tumbuh saluran yang menghubungkan antara askogonium dan anteridum. Saluran itu disebut juga trikogin. Lewat saluran trikogin berikut ini inti sel dari anteidium geser dan masuk ke dalam askogonium. Selanjutnya, inti anteridium dan inti askogonium berpasanga.

Sesudah terbentuk pasangan inti, dari askogonium tumbuh beberapa hifa. Hifa ini disebut juga sebagai hifa askogonium. Nah yang berpasangan itu masuk ke dalam askogonium, lalu membelah secara mitosis, namun tetap saja berpasangan.

Setelah memasuki inti hifa askogonium teus tumbuh, membuat sekat melintang, dan bercabang-cabang banyak. Di ujung-ujung hifa askogonium ini ada dua int. Ujung hifainilah yang nantinya akan membuat askus. Cabang-cabang hifa itu dibungkus oleh miselium, mempunyai bentuk kompak, yang mudah jadi tubuh buah atau askokarp.

Dua inti di dalam askus yang datang dari ujung hifa itu membelah secara meiosis membuat 8 buah spoa. Jadi, spoa itu terbentuk di dalam askus, lantaran itulah disebut juga dengan spora askus. Spora askus dapat menebar kemana saja karena angin. Apabila jatuh di tempat yang sesuai dengan spora askus akan tumbuh jadi benang hifa baru.

Reproduksi Secara Aseksual 

Tidak cuma reproduksi secara seksual, jamur ini bisa melakukan perkembangbiakkan secara aseksual lewat pembentukan tunas, pembentukan konidia, fragmentas. Warna spora dan konidia bemacam-macam.

Ada yang hitam, coklat, bahkan kebiruan, dan ada pula yang merah oranye.
Ukuran tubuh Ascomycota ada yang mikroskopis (satu sel), ada yang makroskopis (dapat dilihat dengan mata). Kelompok jamur ini ada yang hidup saprofit, parasit dan ada pula yang bersimbiosis.

Rangkuman Ascomycota: 
  1. Hidup saprofit, parasit, ada yang bersimbiosis 
  2. Hifa bersekat melintang, bercabang-cabang 
  3. Reproduksi aseksual dengan tunas, fragmentasi, konidia 
  4. Reproduksi seksual dengan membuahkan spora askus
Divisi Basidiomycota 
Sumber: phylogame.org
Jamur Basidiomycota umumnya yaitu jamur makroskopik, dapat dilihat dengan mata karena ukuannya yang besar. Pada musim penghujan dapat kita peroleh pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di tanah yang kaya akan bahan oganik, misalnya jamur barat.

Bentuk tubuh buahnya rata-rata sama payung misalnya pada jamur merang yang kalian amati. Basidiomycota ada yang dibudayakan misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake, dan yang lain, jamur-jamur itu yaitu makan yang bergizi tinggi.

Hifa Basidiomycota memiliki sekat melintang, berinti satu (monokaiotik) atau dua (dikariotik). Miseliumnya ada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Segi tubuh buah inilah yang enak dikonsumsi.

Tubuh buah atau basidiokarp yaitu tempat tumbuhnya basidium. Setiap basidium membuahkan 4 spora basidum. Secara singkat daur hidup Basidiomycota: Hifa (+) bertemu hifa (-) à inti dari hifa (+) pindah ke hifa (-) à hifa dikariotik à tumbuh miselium keluar basidiokarpà membuat basidium à spora basidium.

Rangkuman Basidiomycota: 
  1. Adalah jamur makroskopik 
  2. Hifa bersekat melintang, monokariotik, atau dikariotik 
  3. Membuahkan spora basidium dari reproduksi seksualnya 
  4. Reproduksi aseksual dengan Konidia 
Divisi Deuteromycota 
Sumber: youtube.com
Jamur yang reproduksi seksualnya membuahkan askus digolongkankedalam Ascomycota dan yang membuahkan basidium digolobgkan ke dalam Basidiomycota. Walau demikian belum tentu semua jamur yang dijumpai di alam udah di pahami cara repoduksi seksualnya.

Lebih kurang ada sekitar 1.500 jenis jamur yang belum di pahami cara reproduksi seksualnya. Akibatnya karena hal sejenis ini Tidak ada yang bisa menggolongkan 1.500 jamur itu. Jamur yang demikian untuk sementara waktu digolongkan ke dalam Deuteromycota atau “jamur tak tentu”.

Jadi Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sejati atau bukanlah takson. Apabila kemudian menurut penelitian ada bentuk dari jamu ini yang di pahami proses reproduksi seksualnya, akan dimasukkan ke dalam ascomycota atau Basidiomycota.

Sebagai cotnoh yakni jamur oncom yang semula jamur ini ada di divisi deuteromycota dengan nama Monilla Sithophila. Namun setelah di teliti kenyataannya jamur ini membuahkan askus sampai dimasukkan ke dalam Ascomycota.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Klasifikasi Fungi (Jamur), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Fungi (Jamur) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Fungi (Jamur). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Anatomi dan Fisiologi Rambut

Rambut dikenal sejak zaman dahulu dengan julukan “mahkota” bagi wanita. Tetapi di zaman yang sudah maju seperti sekarang, julukan tersebut tidak lagi tertuju hanya kepada kaum wanita, namun juga untuk pria. Peranan rambut sangat penting untuk diperhatikan, karena rambut bukan hanya sebagai pelindung kepala dari berbagai hal seperti bahaya benturan/pukulan benda keras, sengatan sinar matahari, dan sebagainya, tetapi ia juga merupakan “perhiasan” yang berharga.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka para ahli kecantikan telah mengembangkan ilmu kecantikan baik kecantikan dari dalam yang sering disebut “inner beauty” maupun kecantikan dari luar atau kesehatan jasmani, mengingat hal yang menjadi kunci pokok kecantikan adalah di samping kesehatan rohani juga kesehatan jasmani. Keadaan kehidupan kita dialam tropis dengan udara panas, mengakibatkan banyak berkeringat dan banyaknya debu.

Dalam ilmu kecantikan, teknik merawat dan menata rambut untuk mencapai kesehatan dan kecantikan sangat memerlukan pengetahuan pendukung yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Salah satu pengetahuan pendukung yang sangat penting adalah tentang anatomi dan fisiologi rambut beserta kelainan-kelainannya. Anatomi rambut merupakan ilmu yang mempelajari susunan rambut, fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi rambut itu sendiri. Sedangkan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya untuk dibahas karena berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut. Artinya bahwa pembahasan anatomi dan fisiologi rambut tentu saja tidak akan lepas dari pembahasan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut yang dalam istilah anatomi disebut sebagai patologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang adanya kelainan/ gangguan/penyakit yang ada dikulit kepala dan rambut.

A. Struktur Rambut 
Rambut merupakan tambahan pada kulit kepala yang memberikan kehangatan, perlindungan dan keindahan. Rambut juga terdapat diseluruh tubuh, kecuali telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Semua jenis rambut tumbuh dari akar rambut yang ada di dalam lapisan dermis dari kulit. Oleh karena itu kulit kepala atau kulit bagian badan lainnya memiliki rambut. 

Rambut yang tumbuh keluar dari akar rambut itu ada 2 bagian menurut letaknya, yaitu bagian yang ada di dalam kulit dan bagian yang ada di luar kulit. Rambut terbentuk dari sel-sel yang terletak ditepi kandung akar. Cupak rambut atau kandung akar ialah, bagian yang terbenam dan menyerupai pipa serta mengelilingi akar rambut. Jadi bila rambut itu dicabut dia akan tumbuh kembali, karena papil dan kadung akar akan tetap tertinggal di sana. Anatomi rambut penting diketahui terutama bagi ahli kecantikan, supaya tidak salah dalam memilih kosmetika rambut. Untuk lebih jelasnya, Basuki (1981:15) menjelaskan tentang rambut itu sebagai berikut: 
  • Helaian seperti benang tipis yang tumbuh dari bawah permukaan kulit. 
  • Dibentuk oleh lapisan sel yang tertutup lapisan yang tersusun. Bentuknya seperti sisik ikan pada lapisan luarnya. 
  • Terdiri dari zat horney atau disebut juga dengan keratin. Agar lebih jelas perhatikanlah gambar anatomi rambut. 
Apabila kita lihat suatu penampang irisan kulit, maka akan terlihat susunan struktur rambut sebagaimana yang ada pada gambar berikut :
anatomi rambut
Keterangan Gambar:
  1. Folicle, ialah saluran untuk tumbuhnya rambut yang menentukan besar, kecil, lurus dan keritingnya rambut. 
  2. Dermis, ialah seluruh ruangan yang berada di bawah epidermis. 
  3. Bulp, yaitu bongkol rambut yang memuat pigmen, pembuluh darah, papila dan folicle. 
  4. Epidermis, ialah lapisan kulit yang berada paling luar. 
  5. Arector muscle, ialah garis yang menghubungkan folicle dan kulit. 
  6. Papila, menghasilkan sel-sel, membentuk rambut-rambut baru yang lebih kuat. Pada papila setiap rambut mempunyai pembuluh darah yang berbeda, yang bertugas untuk membawa makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel rambut dalam papil. 
  7. Pigmen (warna rambut). 
  8. Kelenjar minyak yang sangat dibutuhkan oleh rambut. 
  9. Pembuluh darah. 
  10. Akar rambut. 
  11. Kelenjar keringat. 
  12. Batang rambut. 
  13. Penampang akar rambut. 
B. Susunan Rambut
Berdasarkan hal itu bagian-bagian rambut dikenal dengan rambut yang berada di dalam kulit dan berada diluar kulit. Bagian-bagian rambut ini dapat dibagi atas:

1. Akar Rambut (Hair Folicle) 
Akar rambut adalah bagian rambut yang tertanam di dalam kulit. Seperti yang terlihat pada gambar di atas maka akar rambut terbagi:
  • Bulp yaitu bagian pangkal rambut yang membesar, seperti bentuk bola, gunanya untuk melindungi papil rambut. 
  • Papil rambut adalah bagian yang terlindungi di dalam bulp atau terletak dibagian terbawah dari folicle rambut. Papil rambut tidak ubahnya seperti piring kecil yang tengahnya melengkung dan menonjol ke arah rambut, lengkungan inilah yang menyebabkan ia disebut papil, berasal dari sel-sel kulit jangat (corium) serta kulit ari (epidermis). Diantara sel-sel papil juga terdapat melanosit. Melanosit menghasilkan pigmen (zat warna), yang akan disebarkan terutama ke dalam contek, kemudian ke dalam medulla rambut. Di samping itu juga terdapat di dalam papil rambut yaitu pembuluh darah dan getah bening, yang berfungsi memberi makanan kepada rambut (memelihara kehidupan rambut), serta terdapat juga saraf yang mensarafi folicle rambut. Itu sebabnya rambut tidak mempunyai saraf perasa. Oleh karenanya kita tidak merasa sakit bila rambut digunting atau dipangkas. 
  • Folicle rambut ialah kandungan atau kantong rambut tempat tumbuhnya rambut. Kantong rambut terdiri dari 2 lapis. Lapisan dalamnya berasal dari sel-sel epidermis, sedangkan lapisan luarnya berasal dari sel-sel dermis. Rambut yang panjang dan tebal mempunyai folicle berbentuk besar, folicle rambut ini bentuknya menyerupai silinder pipa. Kalau folicle bentuknya lurus, rambut juga lurus dan bila melengkung rambut jadi berombak. Tetapi kalau lengkungannya itu lebih lengkung lagi, maka rambutnya keriting. Di dalam folicle ini bermuara kelenjar lemak (palit). 
  • Otot penegak rambut ialah yang menyebabkan rambut halus bulu roma berdiri bila ada sesuatu rangsangan dari luar dan dari dalam tubuh kita. Misalnya merasa seram, kedinginan, kesakitan, kelaparan dan sebagainya. 
  • Matrix, disebut juga dengan umbi/tombol atau lembaga rambut. Seperti dijelaskan di depan, bahwa di dalam folicle terdapat rambut. Bagian yang berdekatan dengan papil lebih subur daripada bagian yang lebih jauh di atasnya. Bagian yang subur itulah yang disebut matrix atau umbi/tombol atau lembaga rambut. Mengapa pada bagian itu lebih subur ?. Ini disebabkan karena kelompok sel yang terdapat dibagian itu selalu membelah diri, membentuk bagian rambut baru. Diantara sel-sel umbi juga terdapat sel-sel melanosit. Bagian paling dalam atau tengah umbi rambut, sel-selnya berwarna keputih-putihan dan masih lembek (masih muda). Sel-sel ini masih mengandung parakeratin (sel rambut yang warnanya sudah lebih mantap, sudah keras, mengandung keratin). Parakeratin adalah zat pendahulu keratin. Sel-sel rambut yang masih muda ini terdorong ke atas oleh sel-sel yang terjadi kemudian. Makin ke atas makin mengalami proses keratinisasi penandukan.
2. Lapisan Batang Rambut
Batang rambut ialah bagian rambut yang kelihatan di atas permukaan kulit. Seperti yang dijelaskan oleh Yenes (1984:2) bahwa batang rambut ini terbagi pula atas 3 bagian, yakni:
  • Cuticula (selaput kulit ari) yang berbentuk seperti sisik-sisik ikan dan sangat berfungsi untuk melindungi lapisan rambut (berada paling luar yang merupakan pelindung). Di samping itu ia juga berfungsi untuk menentukan besar kesilnya daya serap zat cair pada rambut seperti air, shampo, conditioner, obat keriting, zat/cat pewarna rambut, bleaching. Pada rambut yang kasar lapisan cuticula nya juga kasar. Sedang pada rambut yang halus lapisan cuticula nya juga halus.
  • Cortex atau kulit ari rambut, ialah bagian rambut yang terbesar dan merupakan lapisan di bawah cuticula. Cortex berfungsi sebagai lapisan yang menentukan warna karena pigmen (zat warna rambut dikandung oleh lapisan ini). Misalnya penyerapan zat cair, obat keriting, cat rambut, dan lain-lain. Jadi cortex ini berhubungan dengan sifat elastisitas rambut.
  • Medulla atau sum-sum rambut. Medulla ini terdapat dibagian paling tengah. Rambut yang halus sekali ada yang tidak terdapat medulla nya. Agar jelasnya perhatikanlah Gambar di bawah ini, yang menunjukkan penampang dari batang rambut.
3. Batang Rambut
Berkaitan dengan struktur maka bentuk-bentuk rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  • Lurus, tidak bergelombang dan tidak keriting. Biasanya rambut yang lurus dapat memberikan beberapa kemudahan kepada si pemakai misalnya dalam hal tatanan rambut, baik yang dipotong maupun yang disanggul. Mengapa demikian? Karena rambut lurus ini mempunyai folicle yang lurus dan penampangnya bulat.
  • Berombak yaitu memperlihatkan gelembung yang besar pada rambut. Hal ini disebabkan karena folicle nya melengkung dan penampangnya lonjong/oval. Rambut ini juga termasuk mudah dalam hal penataan, baik yang disanggul atau disasak maupun yang dipotong pendek.
  • Keriting, biasanya rambut yang keriting berbentuk gelombang kecilkecil atau sedang. Ini adalah karena folicle nya amat melengkung sedangkan penampangnya gepeng.
4. Klasifikasi Rambut
Bila kita perhatikan, rambut pada kepala dan tubuh, akan nyata sekali terlihat bahwa ada 4 jenis rambut, yaitu:
  • Rambut yang panjang dan agak kasar yakni rambut kepala.
  • Rambut yang agak kasar tetapi pendek yang berupa alis.
  • Rambut yang agak kasar tetapi tidak sepanjang rambut dikepala, contohnya rambut ketiak.
  • Rambut yang halus yang terdapat pada pipi, dahi, lengan, perut, punggung dan betis.
Hal ini bersamaan pula dengan yang dijelaskan oleh Hermawan (1982:66), bahwa rambut dapat dibagi atas 3 (tiga) tipe sebagai berikut:
  • Panjang sebagaimana terdapat pada kepala.
  • Pendek dan gemuk misalnya alis dan bulu mata.
  • Pendek halus dan tak berwarna terdapat diseluruh badan yang disebut juga dengan lanugo.
5. Siklus Pertumbuhan Rambut
Rambut dapat tumbuh dan bertambah panjang. Hal ini disebabkan karena sel-sel daerah matrix/umbi atau tombol rambut secara terus menerus membelah. Rambut mengalami proses pertumbuhan menjadi dewasa dan bertambah panjang lalu rontok dan kemudian terjadi pergantian rambut baru. Inilah yang dinamakan siklus pertumbuhan rambut.

Siklus pertumbuhan rambut telah dimulai saat janin berusia 4 bulan di dalam kandungan. Pada usia ini bibit rambut sudah ada dan menyebar rata diseluruh permukaan kulit. Diakhir bulan ke 6 atau awal bulan ke 7 usia kandungan, rambut pertama sudah mulai tumbuh dipermukaan kulit, yaitu berupa rambut lanugo, atau rambut khusus bayi dalam kandungan.

Kemudian menjelang bayi lahir atau tidak lama sesudah bayi lahir, rambut bayi ini akan rontok, diganti dengan rambut terminal. Itulah sebabnya ketika bayi lahir, ada yang hanya berambut halus dan ada juga yang sudah berambut kasar dan agak panjang, bahkan kadang-kadang sudah mencapai panjangnya antara 2-3 centimeter. Kecepatan pertumbuhan rambut sekitar 1/3 milimeter per hari atau sekitar 1 centimeter perbulan.

Dengan demikian kalau seorang bayi lahir dengan panjang rambut 2 centimeter, berarti pada bulan ke 7 kehamilan, rambut lanugo bayi sudah diganti dengan rambut dewasa terminal. Rambut tidak mengalami pertumbuhan secara terus menerus. Pada waktu-waktu tertentu pertumbuhan rambut itu terhenti dan setela mengalami istirahat sebentar, rambut akan rontok sampai ke umbi rambutnya. Sementara itu, papil rambut sudah membuat persiapan rambut baru sebagai gantinya.

Pertumbuhan rambut mengalami pergantian melalui 3 fase: yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase istirahat (katagen) dan fase kerontokan (telogen), baru kemudian dimulai lagi dengan fase anagen yang baru.

Lama masing-masing fase pun berbeda-beda, fase anagen lamanya berkisar antara 2-5 tahun dan rata-rata 3 tahun atau 1000 hari. Walaupun kadang-kadang ada yang sampai lebih dari 10 tahun, sehingga rambutnya bisa lebih dari 1 (satu) meter panjangnya. Itulah sebabnya maka jangan heran kalau ada wanita yang rambutnya sampai sepanjang lutut atau mata kaki. Fase katagen singkat saja hanya beberapa minggu. Sedangkan fase telogen rata-rata berkisar 100 hari.

Bila kita inginkan agar rambut tidak tumbuh lagi secara permanen, maka papil harus dibunuh secara elektrolisis. Biasanya dari proses pertumbuhan rambut ini akan terlihat rambut yang berwarna hitam dan pirang muda. Bila rambut itu berwarna hitam akan lebih besar dan tebal, tetapi bila rambut pirang/kemerah-merahan akan lebih halus.

C. Fungsi Rambut 
Sepanjang sejarah peradaban manusia, rambut selalu menempati kedudukan penting. Kedudukan penting tersebut berkaitan langsung dengan berbagai fungsi rambut. Adapun fungsi utama rambut adalah sebagai berikut:

1. Pelindung 
Ketika nenek moyang manusia masih hidup dihutan belukar dan tinggal di dalam gua-gua, satu-satunya pelindung utama bagi kepala adalah rambutnya. Akibat berbagai benturan dan gesekan dengan kekejaman alam sekitar diperkecil oleh rambut subur yang tumbuh dikepala. Kandung rambut di dalam kulit berhubungan langsung dengan ujungujung saraf perasa, dengan cepat mampu mengantar denyut-denyut .

2. Penghangat 
Selain sebagai penyangga benturan dan alat sensorik, rambut akan memberi kehangatan kepada tubuh manusia. Manusia purba yang hidup dialam terbuka dengan segala kekerasannya. Rambut kepala yang paling dominan pertumbuhan dan ketebalannya, membentuk semacam insulator alami yang menjaga stabilitas suhu kulit kepala dari pengaruh suhu udara disekitarnya. Dinginnya udara sekitar tidak dapat langsung mengenai kulit kepala berhubung adanya insulator udara yang memperoleh pemanasan tetap dari suhu badan kita.

3. Penambah Kecantikan 
Namun apabila ditinjau dari sisi estetika, rambut juga memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Pertanda status sosial
Berkembangnya suatu peradaban membawa serta terbentuknya strata sosial. Rambut yang dapat ditata dalam berbagai bentuknya, kemudian dijadikan salah satu tanda status sosial pemiliknya. Manusia primitif menghias rambutnya dengan tulang, manik-manik dari kerang dan bulu burung besar dengan maksud menakut-nakuti musuhnya, sekaligus menunjukkan status kepimpinan atas kaumnya.

b. Identitas profesi 
Rambut juga lazim digunakan sebagai identitas profesi yang bersangkutan. Di zaman kekaisaran Romawi, ketika para penguasa dan para bangsawan sering membubuhi rambutnya dengan serbuk emas atau perak sebagai pertanda kebangsawaannya.

c. Menunjang penampilan 
Terciptanya mode tata rambut diciptakan hanya untuk lingkungan istana dan kaum bangsawan saja. Tujuan semula adalah untuk membedakan penampilan mereka dengan kaum kebanyakan. Para penata rambut istana membuat beberapa desain tata rambut untuk dipilih dan digunakan Ratu. Desain yang terpilih kemudian juga diikuti istri para bangsawan.

D. Kelainan-kelainan Kulit Kepala dan Rambut 
Banyak masalah rambut yang dialami oleh manusia pada masa kini, mungkin karena perkembangan zaman yang semakin maju dan terdapat banyaknya alat-alat canggih ataupun bahan-bahan/obat-obatan yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri. Sehingga begitu banyak ditemukan permasalahan mengenai rambut yang mungkin hal ini tidak ditemui oleh nenek moyang kita pada masa lalu.

Sehubungan dengan kondisi adanya berbagai kelainan kulit kepala dan rambut, maka bagi penata kecantikan rambut perlu memperhatikan kondisi kulit kepala dan rambut baik untuk diri sendiri maupun bagi pelanggan.

1. Kelainan-kelainan Kulit Kepala 
Kelainan kulit kepala dapat ditinjau dari penyebabnya. Kelainan kulit kepala dan folicle rambut secara garis besar dapat dikelompokan sesuai dengan faktor penyebabnya, yakni sebagai berikut:

a. Bakteri atau mikroba
Bakteri atau mikroba dapat menimbulkan peradangan kulit kepala. Kelainan-kelainan yang ditimbulkannya adalah berupa;
  • Bisul (furunkulosis) Kelainan ini adalah merupakan peradangan terbanyak yang disebabkan oleh kuman stafilokokus. Bisul ini sering dimulai dari wujud sebagai peradangan folicle rambut yang kemudian menjalar ke jaringan sekitarnya. Penyerangan kuman-kumannya adalah pada bagian tengah jaringan yang kemudian kuman-kuman tersebut akan mati. Jaringan kulit disekitarnya menjadi lebih padat, yang selanjutnya membentuk dinding. Bisul yang membatasi jaringan sentral yang mati yaitu mata bisul. Folicle rambut dan rambutnya menjadi hancur, sehingga rambut menjadi rontok. 
  • Bisul batu (karbunkulosis) Sementara diawali dengan timbulnya peradangan, terutama pada folicle rambut yang berdekatan, sehingga tumbuhlah bisul yang besar dengan mata lebih dari satu. Kelainan ini sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus/kencing manis. Apabila kelainan ini mengalami penyembuhan, maka ia akan meninggalkan bekas jaringan parut dan sering berakibat kebotakan yang permanen
b. Dermatitis papilaris capillitii
Kelainan ini merupakan peradangan folicle rambut, disertai dengan pennanahan (supurasi) kulit dibagian belakang kepala. Bila dilihat secara gambaran klinis ia berupa pita melintang dibelakang kepala. Pita itu terdiri atas folicle meradang dengan bagian tepi-tepi yang kasar dan keras, karena pembentukan jaringan parut berlebihan (keloid). Keadaan ini adalah sangat menahun (kronis) dan disebabkan oleh stafilokokus.

c. Kelainan karena infeksi jamur
Infeksi jamur pada kulit kepala (tiniakaiplis). Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Akan tetapi ada pula yang melibatkan batang rambut menjadi mudah patah, sehingga menyebabkan kebotakan.

d. Peradangan menahun
Penyebab dari perdangan menahun adalah oleh dermatitis seboroicha, dimulai pada kulit kepala. Kemudian akan menyebar sampai ke dahi, alis, kelopak mata dan sebagainya. Tanda-tanda seboroicha terlihat meradang seperti kemerah-merahan, kulit mengelupas dan berupa sisik-sisik yang halus.

e. Serangga
Gangguan parasit jenis serangga seperti infeksi kutu kepala yang disebut Pediculosis capitis. Kutu kepala ini sebetulnya adalah infeksi rambut oleh kutu kepala, yang penularannya terjadi karena kontak langsung. Pada dasarnya kutu itu sendiri tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kulit kepala karena gigitannya. Karena rasa gatal ini penderita menggaruk-garuk yang akan menyebabkan infeksi sekunder.

f. Sindap/ketombe 
Istilah lain dari sindap disebut seborocheic dermatitis, maksudnya adalah pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati secara berlebihan.

g. Tinea capitis/kadas/ringworm 
Istilah tinea capitis sering juga disebut dengan kadas atau ringworm, karena penyakit ini umumnya menyerang kulit kepala dan rambut. Biasanya penyakit ini paling banyak menghinggapi anak-anak dibanding pada orang dewasa. Tanda-tanda kelainan ini antara lain; rasa sangat gatal, tetapi pembentukan sisik-sisik tidak terlalu menular dan akan menular bila terjadi kontak yang lama.

h. Scobiosis 
Adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis parasit hewan/kutu kudis. Penyakit ini ditandai dengan bintilan-bintilan dan selalu timbul keinginan untuk menggaruk-garuk. Karena dia menular, maka disetiap tempat yang digaruk akan tumbuh dan berkembang. Kutu akan membuat liang/lobang yang akan dijadikan rumahnya di dalam kulit dan menimbulkan perasaan gatal, sehingga sering digaruk yang selanjutnya timbul tanda-tanda garukan serta tanda peradangan.

i. Piodra 
Piodra berarti batu. Piodra ini disebabkan oleh sejenis jamur, parasit tumbuh-tumbuhan. Biasanya jamur tersebut berada pada permukaan rambut dan tidak merusak batang rambut bagian dalam. Tanda-tanda rambut terkena penyakit piodra ini adalah terdapatnya bintik-bintik hitam atau coklat agak lonjong yang besarnya lebih dari ukuran mikroskopic, (sampai cukup besar) hingga dapat dilihat dengan mata biasa.