Showing posts sorted by relevance for query klasifikasi tumbuhan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query klasifikasi tumbuhan. Sort by date Show all posts

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta). Pengertian Tumbuhan Paku, Ciri – Ciri Tumbuhan Paku, Klasifikasi Tumbuhan Paku, Struktur Akar, Batang, dan Daun Tumbuhan Paku, Manfaat atau Fungsi Tumbuhan Paku, dan penjelasan lengkap tentang Tumbuhan Paku atau Pteridophyta.

Pengertian Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Sumber: caratanam.com
Tumbuhan paku disebut juga dengan Pteridophyta. Tumbuhan paku adalah tumbuhan dengan tingkatan lebih tinggi dari lumut lantaran mempunyai akar, daun, serta batang sejati.

Tidak hanya itu, walaupun habitat paling utama tumbuhan paku pada tempat yang lembab (higrofit), tetapi tumbuhan paku dapat juga hidup di beberapa tempat seperti di air (hidrofit), permukaan batu, tanah, dan bisa pula melekat (epifit) pada pohon.

Ciri - Ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Sumber: jenistanaman.com
Berikut ini beberapa ciri tumbuhan paku, salah satunya mencakup:
  1. Organisme multiseluler serta eukariotik 
  2. Udah mempunyai akar, daun serta batang sejati, hingga disebut dengan kormophyta berspora. 
Susunan Akar 

Akar tumbuhan paku berupa serabut dengan kaliptra pada ujungnya. Jaringan akarnya terbagi dalam epidermis, korteks, serta silinder pusat.
Susunan Batang 

Sama halnya dengan jaringan akarnya, susunan batang tumbuhan paku juga terbagi dalam epidermis, korteks, serta silinder pusat.

Pada silinder pusat itu ada berkas pembuluh angkut, yakni xilem serta floem. Berkas pembuluh ini bertindak dalam proses fotosintesis serta mengedarkan hasil fotosintesis ke semua sisi tubuh tumbuhan.

Susunan Daun 

Susunan daun tumbuhan paku terdiri atas jaringan epidermis, mesofil, serta pembuluh angkut. Sedangkan bentuk tumbuhan paku sendiri terdiri atas beraneka ragam jenisnya, mencakup:

Bila dilihat dari ukuran daun, daun tumbuhan paku ada yang memiliki ukuran kecil (mikrofil) serta memiliki ukuran besar (makrofil).

Daun mikrofil tidak bertangkai serta tidak bertulang, dan bebentuk rambut atau sisik. Sedangkan daun makrofil bertangkai, bertulang daun, jarngan tiang, bunga karang, serta mempunyai mesofil dengan stomata, dan bebentuk

Bila dilihat dari manfaatnya, daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora (sporofil) serta tidak menghasilkan spora (tropofil).

Daun tropofil disebut juga sebagai daun steril serta mempunyai klorofil hingga berfungsi dalam proses fotosintesis dalam menghasilkan glukosa.

Sedangkan daun sporofil disebut juga sebagai daun fertil lantaran menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakan.

Biasanya habitat tumbuhan paku pada tempat yang lembab, dapat di darat, perairan, maupun melekat.

Tumbuhan paku bisa bereproduksi secara seksual ataupun secara aseksual. Tumbuhan paku memiliki sifat fotoautotrof, lantaran mempunyai klorofil hingga bisa berlangsungnya proses fotosintesis.

Dalam siklus hidup tumbuhan paku, pada fase metagenesis ada fase sporofit yakni tumbuhan paku sendiri. Fase sporofit pada metagenesis mempunyai karakter yang lebih menguasai atau dominan dibandingkan dengan fase gametofitnya.

Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Tumbuhan paku (Pteridophyta) bisa diklasifikasikan jadi empat kelas jika dilihat dari morfologi tubuh, salah satunya yakni:

Psilophyta (paku purba/paku telanjang) 
Sumber: philipt.smugmug.com
Tumbuhan paku kelas ini belum mempunyai daun serta akar, tetapi batangnya udah mempunyai berkas pengangkut, bercabang-cabang dengan sporangium diujungnya. Sporofil memiliki kandungan satu jenis spora, di kenal dengan istilah homospora. Misalnya, Rhynia Major serta Psylotum sp

Equisetophyta/Sphenophyta 
Sumber: botanika.bf.jcu.cz
Tumbuhan paku kelas ini memeiliki batang yang serupa dengan ekor kuda, mempunyai daun serupa kawat, serta daunnya tersusun dalam satu lingkaran. Tumbuhan paku kelas ini juga dikenal dengan sebutan paku ekor kuda. Misalnya, Equisetum debile.

Lycophyta (paku kawat/paku rambat) 
Sumber: efaothman.com
Kelas Lycophyta, tumbuhan paku berdaun kecil, tersusun spiral, batang seperti kawat, sporangium terkumpul dalam strobilus serta muncul pada ujung ketiak.
Misalnya, Lycopodium sp (paku rane), Lycopodium clavatum (paku kawat), Selaginella sp.

Filicinae/Pterophyta (paku sejati) 
Sumber: pakmono.com
Tumbuhan paku kelas ini udah lebih tinggi tingkatannya di banding kelas sebelumnya. Kelas Pterophyta udah mempunyai akar, batang, serta daun sejati. Daun tumbuhan ini memiliki ukuran besar hingga disebut dengan megafil.

Batangnya bisa tumbuh di atas ataupun di bawah tanah. Karakteristik kelas ini adalah daun mudanya menggulung (circinnatus) serta ada sorus pada bagian permukaan bawah daun.

Misalnya, Asplenium nidus (paku sarang burung), Salvinia natans (paku sampan), Adiantum farleyense (ekor merak), serta yang lain.

Bersumber pada bentuk sporanya, tumbuhan paku bisa dibedakan jadi tiga jenis, yakni:

Paku Homospora 

Tumbuhan paku homospora membuahkan spora dengan ukuran yang sama serta tidak bisa dibedakan antara spora jantan serta spora betina. Tumbuhan bentuk ini juga dikenal dengan sebutan paku isospora. Misalnya, Lycopodium sp (paku kawat).

Paku Heterospora 

Tumbuhan paku bentuk ini membuahkan spora yang berbeda ukuran hingga disebut dengan an-isospora. Spora jantan disebut dengan mikrospora lantaran memiliki ukuran kecil, sedangkan spora betina memiliki ukuran lebih besar hingga disebut dengan makrospora. Misalnya, Selaginella sp (paku rane).

Paku Peralihan 

Paku peralihan adalah tumbuhan paku dengan jenis kelamin yang tidak sama, tetapi ukuran sporanya sama. Misalnya, Equisetum debile (paku ekor kuda).

Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) 

Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku cukup berperan penting walaupun ada banyak orang yang tidak tahu manfaat tanaman itu. Berikut ini beberapa peranan dan manfaat tanaman paku, mencakup:

Tanaman Hias 
Sumber: perawatantanamanhias.blogspot.co.id
Banyak tanaman paku yang dipakai sebagai tanaman hias dalam kehidupan. Contoh, Adiantum Cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung), serta Platycerium biforme (paku simbar menjangan).

Sayuran 
Sumber: makanananda.blogspot.co.id
Tumbuhan paku yang digunakan sebagai sayuran umpamanya Marsilea crenata (semanggi) serta Pteridium aquilinum (paku garuda).

Pupuk Hijau 
Sumber: boholfarmerkado.com
Tumbuhan paku yang banyak digunakan sebagai pupuk hijau adalah Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azolle yang dapat mengikat gas N2 bebas.

Obat-Obatan 
Sumber: anneahira.com
Tumbuhan paku ada yang dipakai sebagai obat diuretik yakni Equisetum (paku kuda) serta dipakai sebagai obat luka yakni Selaginella.

Bahan Bangunan 
Sumber: forediaman.com
Tumbuhan paku yang banyak dipakai untuk pembuatan tiang bangunan adalah Alsophila glauca. Kira-kira kalian pernah gak lihat tanaman paku yang dijadikan fungsi satu ini? Kalau belum, gak ada salahnya lho buat cari tau, biar makin kenal sama tanaman paku dan manfaat luasnya.

Alat Penggosok/Pembersih 
Sumber: lahiya.com
Equisetum sp banyak digunakan sebagai alat penggosok/ampelas. Kalau yang satu ini kalian pernah pakai gak? Tanaman paku yang dimanfaatkan sebagai alat penggosok atau pembersih?

Bahan Pembuatan Petasan 
Sumber: hiddennumb.wordpress.com
Bahan pembuatan petasan yang kerap dipakai adalah spora Lycopodium sp serta Pyrotechnics. Yap, ternyata tanaman paku juga bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan petasan, lho. Tapi, kalau misalnya kalian mau coba buat, tetap harus utamakan keselamatan ya.

Bingkai 
Sumber: mfirmanshah.wordpress.com
Tumbuhan paku banyak juga dipakai sebagai bingkai dalam karangan bunga. Nah, di sini siapa aja yang suka bunga? Itu yang perempuan pasti pada tunjuk tangan deh, hehehe. Tumbuhan paku emang termasuk salah satu tanaman sejuta manfaat. Bunga yang dasarnya udah cantik, bisa dipercantik lagi sama tumbuhan paku yang dijadikan bingkainya.

Nah, itu tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Paku, agar terhindar dari kerugian yang bisa juga disebabkan oleh tanaman tersebut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom. Pengertian Makhluk Hidup 5 Kingdom, Ciri dari Tiap-Tiap Makhluk Hidup 5 Kingdom, Struktur dari Makhluk Hidup 5 Kingdom, Penjelasan Lengkap Mengenai Makhluk Hidup 5 Kingdom, dan segala hal yang terkait dengan Makhluk Hidup 5 Kingdom akan kami bahas di sini.

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom 

Sumber: berpendidikan.com
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada pemikiran beberapa pakar dalam mengelompokkan makhluk hidup sesuai sama syarat internasional. Oleh sebab itu, klasifikasi makhluk hidup yang ada amat beragam, lantaran beberapa pakar mempunyai pemikirannya masing-masing.

Seperti yang kita pahami, makhluk hidup di bumi amat beragam, coba kita cermati lingkungan sekitar kita, mungkin saja amat susah untuk mengelompokkan makhluk hidup yang ada pada beragam jenis golongan.

Nah, pada tulisan ini akan kita pecahkan permasalahan itu, saya akan sharing tentang pengelompokkan makhluk hidup bersumber pada pendapat pakar yang masih tetap digunakan dalam proses evaluasi hingga saat ini. Baiklah tidak usah berlama-lama langsung saja kita ke tema paling utama.

Klasifikasi makhluk hidup dibagi ke dalam beberapa kelompok merupakan satu diantara usaha beberapa ilmuan mempermudah melakukan riset.

Hal semacam ini berangkat dari banyaknya jumlah makhluk hidup yang ada di alam dan beragam ragamnya bentuk, karakter, ukuran, anatomi, fisiologi ataupun tingkah laku dari makhuk-makhluk hidup itu.

Semua ini adalah ayat atau tanda tanda kebesaran Allah Subhanahu wata'ala yang sepatutnya direnungi hingga bisa menguatkan kepercayaan kita akan kuasa-Nya yang begitu menakjubkan.

"yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya" Qs. Al Furqon: 2 

"Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang, dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah, perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata." Qs. Luqman: 10-11 

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup 

Sumber: florafinder.com
Apa yang disebut klasifikasi makhluk hidup? Klasifikasi datang dari bahasa Inggris "classication" yang memiliki arti pengelompokan atau mengkelas-kelaskan. Klasifikasi makhluk hidup memiliki arti pengelompokan makhluk hidup bersumber pada ciri fisik (morfologi), susunan tubuh (anatomi), faal tubuh (fisiologi), maupun tingkah laku.

Dalam melakukan proses klasifikasi, beberapa ahli terlebih dulu akan mengadakan identifikasi bersumber pada beberapa hal yang dijelaskan di atas.

Barulah setelah itu, makhluk hidup bisa digolongkan ke dalam takson (unit) bersumber pada adanya persamaan ciri. Takson disusun dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah seperti berikut ini:
  1. Kingdom 
  2. Filum/divisi 
  3. Kelas 
  4. Ordo 
  5. Famili 
  6. Genus 
  7. Spesies 
Klasifikasi sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja atas dasar serta kebutuhan yang berbeda-beda juga. Contoh kambing, kerbau, sapi, ayam serta itik bisa kita klasifikasikan sebagi hewan ternak dengan dasar kalau hewan-hewan itu bisa diternakkan.

Contoh yang lain, sawi, bayam, kangkung, terong serta kubis. Seluruh tumbuhan itu bisa kita kelompokkan sebagai kelompok sayur-sayuran. Dasarnya klasifikasinya yaitu kalau seluruh tumbuhan yang dijelaskan adalah tumbuhan yang bisa dimasak atau dijadikan sayur.

System Klasifikasi Makhluk Hidup 

Sumber: zaifbio.wordpress.com
Klasifikasi makhluk hidup mengalami beberapa perkembangan. Hal semacam ini seiring dengan makin berkembangnya ilmu dan pengetahuan hingga menguak beberapa hal yang baru yang belum di ketahui di awal.

Makhluk hidup di kelompokkan bersumber pada kelompok besar yang disebut juga dengan kingdom. Dalam perkembangannya, kita mengetahui beberapa klasifikasi kingdom, salah satunya:

System Klasifikasi dua Kingdom. Klasifikasi ini adalah klasifikasi paling simpel serta paling lawas. Menurut klasifikasi ini makhluk hidup bisa dibagi jadi dua kelompok, yakni: (1) kingdom Plantea (tumbuhan) serta (2) Kingdom Animalia (hewan).

System Klasifikasi Tiga Kingdom. Klasifakisi bentuk ini muncul menyusul terungkapnya jamur sebagai makhluk yang tidak sama dengan tumbuhan. Jamur di ketahui tidak mempunyai klorofil seperti tumbuhan yang lain serta dinding selnyapun terbagi dalam kitin.

Pada akhirnya jamur dipisahkan dari kingdom tumbuhan serta nampaklah system klasisikasi tiga kingdom yang terbagi dalam; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan) serta (3) kingdom fungi.

System Klasifikasi Empat Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam empat kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, serta (4) kingdom monera.

System Klasifikasi Lima Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam lima kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, (4) kingdom monera serta (5) kingdom protista.

System Klasifikasi Enam Kingdom. Adalah system klasifikasi yang mengkelompokkan makhluk hidup ke dalam enam kelompok; (1) kingdom plantea (tumbuhan), (2) kingdom animalia (hewan), (3) kingdom fungi, (4) kingdom monera, (5) kingdom protista, serta (6) Virus.

Klasifikasi bentuk ini masih tetap diperdebatkan oleh beberapa ahli. Hal semacam ini dikarenakan asumsi kalau virus mempunyai ciri yang tidak sama dengan makhluk hidup. Hingga virus tidak bisa dikelompokkan dalam kingdom makhluk hidup manapun.

Keterangan Klasfikasi 5 Kingdom 

Sumber: belajarsains.net
System klasifikasi lima kingdom dikemukan oleh ekolog tanaman asal Amerika Serikat bernama Robert H. Whittaker. Menurut dia makhluk hidup yang ada di alam jagad raya ini bisa digolongkan jadi kingdom monera, protista, fungi, plantea serta animalia.

Kingdom Monera 

Monera yaitu kelompok makhluk hidup yang tidak mempunyai memberan inti atau kerap disebut juga dengan istilah organisme prokariot. Contoh organisme prokariot yang disebut kingdom monera antara lain bakteri serta alga hijau-biru.

Kingdom Protista 

Protista adalah kelompok makhluk hidup yang mempunyai satu sel atau banyak sel serta mempunyai memberan inti atau disebut juga dengan organisme eukariot.

Semua aktivitas hidup Protista seperti makan, menyikapi rangsangan, bergerak serta berkembang biak dilakukan oleh sel itu sendiri. Protista dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok lagi seperti;
  1. protista serupa hewan (protozoa) 
  2. protista serupa tumbuhan (alga) 
  3. protista serupa jamur 
Kingdom Fungi (jamur) 

Jamur adalah kelompok makhluk hidup yang tidak mempunyai kloroplas seperti biasanya badanan serta dinding selnyapun terbagi dalam zat kitin.

Hal semacam ini yang membuat jamur tidak bisa digolongkan ke dalam kelompok tumbuhan ataupun hewan. Kingdom ini biasanya bersel banyak, mempunyai membran inti, serta mempunyai peran sebagai dekomposer pada lingkungan.

Kingdom Plantae (tumbuhan) 

Plantea atau tumbuhan adalah kelompok makhluk hidup bersel banyak serta mempunyai kloroplas. Dalam kloroplas inilah terdapat klorofil dengan kata lain zat hijau daun yang membuat tumbuhan dapat melakukan proses fotosintesis.

Sel pada tumbuhan termasuk juga ke dalam bentuk eukariot yang mempunyai memberan inti serta dinding selnya terbagi dalam selulosa. Plantea bisa berkembang biak lewat cara kawin serta tidak kawin.

Kingdom Animalia 

Hewan mempunyai sel yang mempunyai memberan inti atau eukariot dan tidak mempunyai kloroplas. Tidak hanya itu hewan juga tidak mempunyai dinding sel seperti tumbuhan.

Untuk lebih mempermudah membedakan satu kingdom dengan kingdom yang lain, kita bisa cermati sebagian perbedaanya sebagai berikut ini:
  1. Monera: terdiri dari satu sel atau banyak sel, prokariot, tidak mempunyai memberan sel. 
  2. Protista: terdiri dari satu sel atau banyak sel, eukariot, mempunyai memberan sel. 
  3. Jamur: terdiri dari satu sel atau banyak sel, dinding sel dari kitin, tidak mempunyai kloroplas, eukariot, mempunyai memberan inti. 
  4. Tumbuhan: terbagi dalam banyak sel, berklorofil, dinding sel dari selulosa, eukariot, mempunyai, batang serta daun, mempunyai memberan inti. 
  5. Hewan: terbagi dalam banyak sel, tidak berklorofil, tidak mempunyai dinding sel, mempunyai dinding saraf, eukariot, mempunyai memberan inti.
Sumber: kenalsains.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Makhluk Hidup 5 Kingdom di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Makhluk Hidup 5 Kingdom. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. pengetahuanalam.com 

Dasar dan Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, makin maju pula para ilmuwan dalam mengelompokkan makhluk hidup dan makin teliti serta terinci mengamati perbedaan-perbedaan yang dapat diungkap. Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Para ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan, baik morfologi, fisiologi, maupun anatominya. Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat tali kekerabatannya.

Klasifikasi makhluk hidup pada mulanya dibedakan atas dua kelompok, yaitu makhluk hidup yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Selanjutnya, pengklasifikasian itu berkembang dengan cara lain seperti berdasarkan tempat hidupnya, misalnya hewan darat dan hewan air, tumbuhan darat dan tumbuhan air, berdasarkan ukuran besar kecilnya, misalnya tumbuhan rumput-rumputan, tumbuhan pepohonan, tumbuhan perdu dan berdasarkan kegunaannya, misalnya tumbuhan pangan, tumbuhan obat-obatan, dan lain-lain.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
Jumlah makhluk hidup semakin banyak dan beraneka ragam, baik dalam hal ukuran, bentuk, struktur tubuh, maupun cara hidupnya. Karena begitu kompleksnya, tak mungkin klasifikasi mahluk hidup tersebut hanya menggunakan cara-cara sederhana. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang seperti perkembangan ilmu-ilmu lain. Oleh karena itu, sistem klasifikasi makhluk hidup dipelajari tersendiri dalam cabang ilmu biologi, yaitu taksonomi yang khusus membahas sistem pengelompokan makhluk hidup.

Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki;
  • Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain;
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup;
  • Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
  1. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam. Jika ingin mengamati jantung dari anggota Aves, apakah Anda akan membuka seluruh jantung semua jenis burung/Aves? Tentu tidak mungkin. Bayangkan, betapa repotnya bila kita harus melakukan hal itu. Untuk itu, Anda cukup hanya mengamati jantung dari salah satu anggota Aves, misalnya burung dara.
  2. Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain. Apabila Anda mengamati hewan kelelawar, elang, dan marmot, apakah kelelawar termasuk golongan Mamalia sama seperti marmot? Jika kita amati dengan saksama, maka kelelawar memiliki kesamaan dengan marmot, yaitu termasuk hewan menyusui (Mamalia), kesamaan lainnya adalah bereproduksi dengan beranak. Walaupun kelelawar dan elang memiliki sayap untuk bisa terbang di udara, tetapi elang mempunyai perbedaan, yaitu tidak menyusui, melainkan bertelur, sehingga elang termasuk kelompok Aves (burung).

Agar pemahaman Anda tentang klasifikasi makhluk hidup lebih jelas, lakukan Kegiatan Kelompok 1 berikut!
Cara Kerja:
1. Kelompokkan data-data tanaman dan hewan tersebut berdasarkan manfaatnya.
2. Masukkan hasil pengelompokan Anda dalam tabel
KelompokPanganSandangObatHiasan/Lainnya
TanamanJagung, Padi,
Kentang, Wortel
KapasLengkuas, KunyitMelati, Salam
HewanSapi, Kerbau,
Udang, Kepiting, Ayam
Ulat SuteraUlarGajah, Harimau

Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk hidup lain, tetapi ada beberapa makhluk hidup yang memiliki satu atau lebih persamaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bandingkan antara ayam dan elang. Persamaan dan perbedaan apakah yang dapat kita lihat dari kedua hewan itu?
Ciri-CiriAyamElang
Persamaan
1. Berbulu
2. Mempunyai sayap
3. Jumlah kaki
4. Mempunyai paruh
5. Berkembang biak

Ada
Ada
Dua
Ada
Bertelur

Ada
Ada
Dua
Ada
Bertelur
Perbedaan
1. Jenis makanan

Biji-bijian

Hewan lain
ayam dan elang
Berdasarkan pengamatan tersebut Anda akan melihat persamaan dan perbedaannya. Jadi, dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah sebagai berikut.
  • Berdasarkan Persamaan. Seperti yang kita lihat pada contoh di depan, yaitu antara ayam dan elang, berdasarkan ciri-ciri yang Anda lihat, termasuk golongan apakah ayam dan elang? Dengan mengamati ciri-cirinya, maka kita dapat memasukkan bahwa ayam dan elang adalah golongan hewan, yaitu jenis aves (burung) karena memiliki bulu, sayap, dan paruh.
  • Berdasarkan Perbedaan. Apabila Anda mengamati perbedaan ciri yang dimiliki ayam dan elang berdasarkan jenis makanannya, maka ayam termasuk herbivora, sedangkan  elang termasuk golongan karnivora, yaitu pemakan daging.
  • Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi. Seperti yang Anda lihat dan amati seperti contoh di depan, maka untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat Anda lakukan adalah mengamati dari bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk paruh dan jumlah sayap. Apabila Anda hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang dapat Anda amati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lainlain. Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila Anda mengamati dari ada tidaknya sel trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini dinamakan ciri anatomi.
  • Berdasarkan Ciri Biokimia. Sejalan dengan masa perkembangannya, untuk menentukan klasifikasi makhluk hidup selain berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, bisa pula menggunakan ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis enzim, jenisjenis protein, dan jenis-jenis DNA. Hal tersebut dapat menentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan lainnya.
  • Berdasarkan Manfaat. Tujuan pengelompokan ini adalah untuk memudahkan kita memanfaatkan suatu makhluk hidup.

Mengetahui Cara Mengklasifikasikan Tumbuhan
No.Ciri-ciri yang dimilikiTumbuhan
12345678910
1.Bentuk tumbuhan
a. Perdu
b. Semak
c. Rumput-rumputan
d. Lembaran
e. Pohon

x

x
x
x


x
x
x
x

x
x

x
x

x
x

x
x


x
x
x
x

x
x
x

x

x
x
x

x

x
x
x

x

x
x
x
x

x
x
x
x
2.Bagian-bagian tumbuhan
a. Akar
b. Batang
c. Daun

Tg
Ky
Sr

Tg
Ky
Sr

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Tg
Hb
Sr

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sr

Sr
Hb
Sp
3.Bunga
a. Kelopak
b. Mahkota
c. Putik
d. Benang sari










x


x
x


















x
x
x
x

x
x
x
x
Dari semua tumbuhan yang Anda amati, apakah terdapat ciri-ciri yang sama?
  1. Padi dan jagung memiliki ciri ciri yang sama yaitu merupakan jenis tumbuhan rumput rumputan, berakar serabut, berbatang herba, dan daun berbentuk majemuk
  2. Kunir, jahe, lengkuas memiliki ciri ciri yang sama yaitu merupakan jenis tumbuhan lembaran, berakar serabut, berbatang herba, dan daun berbentuk sejajar, serta memiliki bagian bunga yang sempurna
  3. Mawar, melati, dan kacang tanah memiliki ciri ciri yang sama yaitu berakar tunggang,berdaun menyirip, dan memiliki bagian bagian bunga yang sempurna
  4. Paku suplir dan paku pakis memiliki ciri ciri yang sama yaitu termasuk jenis tumbuhan pohon, berakar serabut, berbatang herba, serta tidak memiliki bunga
Dari hasil pengamatan Anda, adakah tumbuhan yang diklasifikasikan dalam satu kelompok?
Berdasarkan jenis-jenis tumbuhan
  1. Jenis tumbuhan perdu, yaitu : melati dan kacang tanah
  2. Jenis tumbuhan rumput rumputan, yaitu : jagung dan padi
  3. Jenis tumbuhan lembaran,yaitu: lengkuas,jahe,dan kunir
  4. Jenis tumbuhan pohon,yaitu: paku suplir dan paku pakis
Berdasarkan persamaan ciri ciri bagian tumbuhan
  1. Akar : tumbuhan berakar serabut, yaitu: jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, paku pakis . Tumbuhan berakar tunggang, yaitu: mawar, melati, kacang tanah
  2. Batang : berbatang kayu, yaitu: mawar,melati, berbatang herba, yaitu : jagung, padi, kacang tanah, kunir, jahe, paku suplir, paku pakis
  3. Daun : berdaun menyirip, yaitu : mawar, melati, kacang tanah berdaun sejajar, yaitu: jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas
Berdasarkan kelengkapan bagian bagian bunga
  1. Bunga sempurna, yaitu: melati, mawar, bunga lengkuas,bunga jahe,bunga kunir,bunga kacang tanah
  2. Bunga tidak sempurna, yaitu: bunga padi,dan bunga jagung
  3. Tidak memiliki bunga, yaitu: paku suplir dan paku paku pakis
Kelompokkan semua jenis tumbuhan yang diamati sesuai dengan persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki!
  1. Mawar dan melati persamaannya : berakar tunggang, berdaun menyirip, dan berbunga sempurna perbedaannya: mawar tumbuhan semak sedangkan melati tumbuhan perdu
  2. Jagung dan paku pakis persamaannya : berakar serabut dan berbatang herba perbedaannya : padi berdaun sejajar sedangkan paku pakis berdaun menyirip
  3. Jagung dan jahe persamaannya: berakar serabut, berdaun sejajar,berbatang herba perbedaannya : jagung berbunga tidak sempurna sedangkan jahe berbunga sempurna
  4. Kacang tanah dan lengkuas persamaannya : berbatang herba dan berbunga sempurna perbedaannya : kacang tanah berakar tunggang, jenis tumbuhan perdu sedangkan lengkuas berakar serabut dan jenis tumbuhan lembaran
  5. Kunir dan paku suplir persamaannya: berakar serabut dan berdaun herba perbedaannya: kunir berbunga sempurna sedangkan paku suplir tidak memiliki bunga
Sebutkan hasil pengelompokan Anda disertai penjelasan yang tepat!
Jenis jenis tumbuhan
  1. Tumbuhan Semak. Yang termasuk jenis tumbuhan semak adalah mawar, karena mawar merupakan tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter dan mawar dapat merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter
  2. Tumbuhan Perdu. Perdu adalah suatu kategori tumbuhan berkayu yang dibedakan dengan pohon karena cabangnya yang banyak dan tingginya yang lebih rendah, biasanya kurang dari 5-6
  3. meter. Yang termasuk tumbuhan perdu adalah melati dan kacang tanah
  4. Tumbuhan rumput rumputan. Yang termasuk jenis tumbuhan rumput rumputan adalah jagung dan padi. Karena tumbuh di daerah  rumput rumputan (sawah)
  5. Tumbuhan Lembaran. Yang termasuk tumbuhan lembaran adalah lengkuas, kunir,dan jahe. Karena batang tumbuhan tersebut terdiri dari lembaran lembaran daunnya.
  6. Tumbuhan pohon. Yang termasuk jenis tumbuhan pohon adalah paku suplir dan paku pakis. 

Bagian Bagian Tumbuhan
  1. Akar. Yang termasuk tumbuhan berakar serabut adalah jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, dan paku pakis. Disebut berakar serabut karena biji berkeping satu (monokotil) Akar tunggang. Yang termasuk tumbuhan berakar tunggang adalah mawar, melati, dan kacang tanah. Karena memiliki biji berkeping dua (dikotil)
  2. Batang. Batang herba merupakan batang lunak, berwarna hijau (karena terdapat klorofil). Yang termasuk tumbuhan berbatang herba adalah jagung, padi, kacang tanah, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, dan paku pakis Batang berkayu merpakan batang yang keras berupa kayu. Contohnya: mawar, melati.
  3. Daun Daun menyirip, berbentuk seperti susunan sirip ikan Contoh: mawar, melati, dan kacang tanah Daun sejajar, berbentuk seperti garis garis lurus yang sejajar Daun berbentuk bulat contohnya paku suplir

Bagian bagian bunga
  1. Bunga sempurna, adalah bunga yang memiliki semua bagian bunga yang meliputi mahkota, kelopak, putik, dan benang sari. Contoh: bunga yang terdapat pada tumbuhan mawar, melati, kunir, jahe, lengkuas, kacang tanah.
  2. Bunga tidak sempurna. Contoh : bunga padi tidak memiliki mahkota dan kelopak, dan bunga jagung tidak memiliki mahkota

Kesimpulan apakah yang Anda peroleh dari kegiatan ini?
Dari hasil pengamatan yang telah di lakukan, dapat di tarik kesimpulan bahwa suatu pengelompokan (klasifikasi) makhluk hidup menjadi golongan tertentu harus di dasarkan pada persamaan ciri ciri yang di miliki, sehingga dapat membedakan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Semakin banyak persamaan yang di miliki, maka semakin erat hubungan kekerabatan makhluk hidup tersebut. Sehingga kita dapat mudah mengenal, membandingkan, serta mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Kita mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan persamaan, perbedaan, ataupun dari ciri ciri morfologi makhluk hidup tersebut.

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Ciri – Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Lumut Hati, Lumut Tanduk, Lumut Daun. Penjelasan Lengkap tentang Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Berbagai Macam Manfaat dari Tumbuhan Lumut (Bryophyta).

Pengertian Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Sumber: utility-share.blogspot.com
Bryophyta atau tumbuhan lumut adalah satu divisi tumbuhan yang hidup di darat, biasanya berwarna hijau serta ukurannya kecil (bisa tidak dapat dilihat dengan memakai bantuan lensa) serta ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50cm.

Lumut hidup pada kayu, batu, pohon-pohon serta tanah. Lumut menebar hampir di semua dunia terkecuali di dalam laut. Lumut mempunyai sel yang dapat membuahkan klorofil A serta B hingga bisa membuat makanannya sendiri serta lumut berbentuk autrotof.

Lumut masuk dalam kingdom plantae di mana dalam kingdom ini mencakup seluruh organisme multiseluler serta udah berdeferensasi, dinding selnya mempunyai selulosa serta eukariotik Organisme yang masuk dalam kingdom ini nyaris semua punya sifat autrotof dengan pertolongan sinar matahari ketika berfotoseintesis.

Ciri Tumbuhan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 
  1. Memiliki ukuran kecil, ukurannya jarang yang mencapai 15cm. 
  2. Bentuk pipih seperti pita serta ada pula yang seperti batang dengan daun yang kecil. 
  3. Sel penyusun badannya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  4. Batang serta daunnya mempunyai susunan yang tidak sama: 
Selapis sel kulit, beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang mempunyai peranan sebagai akar serta menyerap makanan dari air serta garam mineral.

Susunan kulit dalam tersusun dari korteks, silinder pusat yang terbagi dalam sel penunjang atau parenkim yang memiliki bentuk memanjang, tidak mempunyai floem serta xilem.
Silinder pusat yang terbagi dalam sel parenkim yang berfungsi untuk mengangkut ari serta garam mineral.

Perkembangan pada lumut dengan cara memanjang

Susunan gametangium atau arkegonium atau anteredium mempunyai susunan yang khas yang kerap didapati pada tumbuhan paku, terlebih pada arkegoniumnya.

Arkegonium adalah gamet betina yang berupa seperti botol serta memiliki kandungan sel ovum, tetapi pada anteredium adalah gamet jantan yang berwujud bulat serta memiliki kandungan sel spermatozoid.

Daunnya cuma satu lapis sel, terkecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel daun kecil, memiliki kandungan kloroplas yang tersusun seperti jaring serta berbentuk sempit dan memanjang.

Sporogonium atau Sporofit terbagi dalam: 
  1. Tangki atau seta. 
  2. Vaginula, adalah kaki yang diselubungi oleh dinding arkegonium. 
  3. Apifisi, adalah ujung tangki atau seta yang melebar, adalah peralihan antara kotak spora serta seta. 
  4. Tudung atau kaleptra adalah yang berasal dari dinding arkegonum atas serta akan jadi tudung kotak spora. 
  5. Kolumela adalah jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora. 

System reproduksi mempunyai karakter metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara gametofit atau seksual serta sporofit atau aseksual. Reproduksi gametofit membentuk gamet jantan serta betina dalam gametofit serta reproduksi sporofit dengan spora haploid terbentuk di dalam sporofit.

Perkembang Biakan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Siklus hidup Tumbuhan Lumut atau Bryophyta berbentuk metagenesis lantaran bergantian antara reproduksi aseksual serta seksual. Awal mulanya sporofit menghasilkan spora yang akan jadi protonema, dari protonema ini gametofit dibentuk.

Generasi gametofit ini mempunyai organ reproduksi atau gametangium yang disebut dengan ateredium pada jantan serta pada betina adalah arkegonium. Gametangium di lundungi oleh bract atau daun khusus.

Anteredium berwujud bulat serta menghasilkan sperma berflagel, sedangkan arkegonium berwujud seperti botol yang memiliki bagian lebar yang di sebut perut serta bagian sempit yang sebut leher.

Fertilisasi atau pembuahan sel teluroleh anterzoid menghasilkan zigot dengan dua sel kromosom yang disebut dengan 2n atau diploid. Zigot ini yang disebut awal dari sporofit lagi.

Lantas zigot membelah jadi sporofit dewasa yang sudah mempunyai kaki untuk menempel pada gametofit, seta serta kapsul di bagian ujungnya. kapsul ini adalah tempat dibuatnya spora lewat fase pada meiosis.

Setelah spora matang serta di keluarkan dari dalam kapsul, siklus hidup lumut akan mengulang dari pertama lagi.

Klasifikasi Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Hepati Cospida atau lumut hati 
Sumber: pengertianilmu.com
Lumut ini bisa diamatai dengan langsung, seperti namanya bentuk lumut ini melengkung seperti bentuk hati serta terdiri dari dua lebus, sama dengan hati.

Lumut ini melekat serta tumbuh pada tanah serta batu, daun – daun pada pohon-pohon dalam hutan daerah tropik serta pada dinding bangunan tua yang lembab. Lumut hati bisa berfotosintesis untum embuat makanannya sendiri. Susunan badannya terdiri dari akar, batang serta daun.

Lumut hati dibagi dalam dua kelompok yang bersumber pada talusnya, yaitu lumut hati berdaun serta lumut hati bertalus. Alat kelamin pada lumut ini terdapat di bagian dorsal atau belakang talus pada bentuk lumut hati berdaun terdapat pada ujung atau terminal.

Lumut hati berkembang biak dengan oogami dengan generatif serta dengan fragmentasi, tunas serta kuncup eram denga vegetatif. Dalam sponagria ada sel yangt memiliki bentuk gulungan serta disebut juga elatera, eletera akan lepas ketika kapsul terbuka, serta akan membentu memancarkan spora.

Lumut hati juyga bereproduksi dengan aseksual dengan memakai sel gemma yang berupa mangkok serta terdapat pada permukaan sporofit. Contohnya Porella serta Marchantia polymorpha.

Anthocerotaceae atau lumut tanduk 
Sumber: google.com
Lumut ini sama juga dengan lumut hati yaitu seperti talus tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Lumut ini berkembang biak lewat cara generatif denganmembentuk anteredium serta arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.

Selnya mempunyai satu kloroplas, memiliki ukuran besar serta paling besar daripada rata-rata tumbuhan lumut. Lumut ini banyak diketemukan pada tepi sungai serta danau, di pinggir jalan yang lembab serta basah serta sepanjang selokan. Misalnya Anthoceros Laevis.

Musci atau lumut daun 
Sumber: forum.o-fish.com
Musci atau lumut sejati adalah lumut yangs ering kita jumapai, itukarena tempat hidupnay yang lebih terbuka dari pada lumut lain. Bentuk lumut ini lebih menarik.

Lumut ini memiliki perbedan dengan lumut hati, yaitu dari sisi daunnya yang tumbuh pada seluruh segi sumbu paling utama atau mungkin dengan arti lain, daunnya datang dari pusat tengah lumut atau simetri radial.

Daunnya mempunyai rusuk pada bagian tengahnya serta rusuk itu tersusun di batang dengan ikuti garis spiral, panjangnya bisa beragam dari sebuah sisi dari satu inci serta mencapai satu kaki.

Dalam rusuk tengah memiliki kandungan sel yang memanjang yang berperan untuk mengangkut air serta zat hara serta lumut ini tidak mempunyai akar.

Lumut ini sama dengan lumu gambut serta lumut hara lantaran daunnya yang khas memiliki jaringan sel kecil serta memisahkan sel mati yang besar. mempunyai daya penghisap air yang amat mengagumkan. dari itu lumut bisa bertahan hidup di rawa.

Gametofit memiliki alat kelamin jantan serta betina yang ukurannya relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif denagn flagelnya, bila ada air spermatozoid bakal berenang menuju ke ovum.

Lantas hasil dari fertilisasi bakal jadi sporofit yang pada saat sporofit udah matang akan mempunyai kaki penghisap serta satu tangkai yang panjang, serta mempunyai satu kapsul yang khas. Misalnya Furaria, Sphagnum serta Aerobrysis longissima.

Peran serta Fungsi Lumut untuk kehidupan 
Sumber: id.aliexpress.com
Beberapa bentuk tumbuhan lumut mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia. Manfaat manfaat itu diantaranya:

Jenis lumut Marchantia polymorpha masuk dalam klasifikasi lumut hati, lumut ini bisa dipakai sebagi obat hepatitis (infeksi pada hati). serta lumut gambut seperti Sphagnum masuk dalam klasifikasi lumut daun bisa dipakai sebagai pembalut atau pengganti kapas.

Klasifikasi lumut hati jenis frullania tamarisci bisa dipakai sebagai obat antiseptik. Untuk menggobati sakit jantung ada lumut jenis Cratoneuron filicinum masuk dalam klasifikasi lumut daun). Bantu menyembuhkan penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun).

Sebagai antibakteri, antikanker, menyembuhkan luka bakar serta luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati). Menyembuhkan tekanan darah tinggi serta sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun).

Faktor paling besar dari fungsi lumut untuk lingkungan yakni sebagai sumber penyedia oksigen, penyimpan air, sebagai penahan erosi, Sebagai penyedia air pada saat musim kemarau.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan Lumut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Lumut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. seputarpendidikan.com
  2. faunadanflora.com 

Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan). Pengertian Kingdom Plantae (Tumbuhan), Ciri – Ciri dari Kingdom Plantae (Tumbuhan), Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan) secara jelas, lengkap, dan terperinci, Contoh – Contoh Sistem Organ Kingdom Plantea (Tumbuhan) itu sendiri.

Pengertian Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: remaja.xyz
Kingdom Plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan yang merupakan satu diantara organisme eukariotik multiseluler yang memiliki dinding sel dan klorofil. Nah, klorofil yaitu zat hijau daun yang kegunaannya untuk fotosintesis hingga sebuah tumbuhan bisa membuat makanannya sendiri atau memiliki sifat autotrof.

Hal inilah yang membedakan antara Kingdom Plantae dan Kingdom Animalia. Tidak cuma itu, perbedaan yang lain yaitu Kingdom Plantae tidak dapat bergerak bebas seperti Kingdom Animalia.

Ciri - Ciri Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: log.viva.co.id
Kingdom Plantae memiliki ciri khusus yang membuat Kingdom ini berbeda dengan Kingdom Animalia. Ciri itu akan kita bahas secara menyeluruh berikut ini: 
  1. Dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  2. Memiliki klorofil yang bertindak sebagai fotosintesis. 
  3. Karena memiliki klorofil, kingdom plantae punya sifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri) dengan pertolongan cahaya atau sinar matahari. 
  4. Eukariot 
  5. Multiseluler 
  6. Menyimpan cadangan makanan berbentuk amilum (pati) 
  7. Mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya. 

Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan) 

Sumber: arya-flower.com
Tidak cuma memiliki ciri yang udah diterangkan di atas. Kingdom Plantae juga memiliki klasifikasinya sendiri. Klasifikasi ini bantu kita supaya dapat membedakan antara spesies yang satu dengan spesies yang lain dalam Kingdom Plantae:

Divisi Bryophyta (Tumbuhan Lumut) 
Sumber: artikelsiana.com
Tumbuhan lumut sangat mudah diketemukan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama di beberapa tempat yang lembab seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan lumut juga menempel di kulit pohon. Tumbuhan lumut suka sekali dengan tempat yang lembab.

Ini disebabkan saat bereproduksi tumbuhan lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, meyebabkan sel kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut yang memiliki kemiripan dengan akar disebut juga Rizoid.

Rizoid memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada habitatnya. Contoh pada tembok. Tumbuhan lumut tidak memiliki floem dan xylem yang bertindak sebagai pembuluh angkut.

Karena itu juga, maka lumut sangat suka pada tempat yang lembab di mana ada kandungan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Tumbuhan lumut dibagi menjadi 3 yaitu, Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati), Kelas Anthocerotopsida (Lumut Tanduk) dan Kelas Bryopsida (Lumut Daun).

Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku) 
Sumber: seputarpendidikan003.blogspot.co.id
Paku yang dimaksud disini bukanlah paku yang biasanya digunakan untuk menggantung lukisan atau cermin yang ada di rumah kita lho, ya. Tetapi, paku yang disebut disini yaitu Tumbuhan Paku. Seperti apa sih susunan dari tumbuhan paku ini?

Jadi tumbuhan paku merupakan bagian dari Kingdom Plantae yang tubuhnya udah memiliki akar, batang dan daun sejati. Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu. Tidak sama dengan lumut, tumbuhan paku udah memiliki pembuluh angkut yaitu xylem dan floem.

Tidak cuma itu tumbuhan paku bisa pula hidup di mana saja mereka mau, terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan tumbuhan paku juga bisa menempel di kulit pohon.

Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bermacam seperti lembaran, perdu atau berupa seperti tanduk rusa. Nah, nama lain dari tumbuhan paku yaitu Pakis.

Tumbuhan paku terdiri atas 4 kelas, diantaranya yaitu Kelas Psilopsida (Paku Purba), Kelas Lycopsida (Paku Kawat), Spenopsida (Paku ekor kuda) dan Pteriopsida (Paku Sejati).

Divisi Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji) 
Sumber: sarapandulu.blogspot.co.id
Tumbuhan biji yaitu tingkatan tertinggi dari Kingdom Plantae. Tumbuhan biji udah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan biji menghasilkan biji sebagai alat perkembang biakan. Tidak cuma itu, tumbuhan biji memiliki ketinggian dan bentuk yang beragam dari divisi-divisi kingdom plantae sebelumnya.

Mempunyai habitat di darat dan beberapa di air umpamanya pada teratai yang mengapung di air. Reproduksi pada tumbuhan berbiji bereproduksi lewat penyerbukan dan pembuahan.

Divisi spermatophyte terbagi lagi menjadi dua sub divisi yaitu sub divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) dan sub divisi angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Sub divisi Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka) 
Sumber: kimeni-kim.blogspot.co.id
Tumbuhan berbiji terbuka tidak mempunyai pembungkus biji. Artinya bakal bijinya itu terbuka dan ada pada permukaan daun buah. Umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dan berakar tunggang yang memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam.

Tumbuhan berbiji terbuka memiliki alat kelamin betina dan jantan pada satu pohon tetapi terpisah letaknya, beberapanya memiliki alat kelamin betina dan jantan tidak pada satu pohon, tetapi berbeda pohon.

Maksudnya disini pada pohon kelamin jantan hanya memiliki satu alat kelamin, yaitu kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya. Sub divisi Gymnospermae terbagi atas 4 kelas diantaranya yaitu, Kelas Cycadinae, kelas Ginkgoinae, kelas Coniferae dan kelas Gnetinae.

Sub divisi Angiospermae (Tumbuhan berbiji tertutup)
Sumber: blogkutuq.wordpress.com
Berbeda Gymnospermae, tumbuhan berbiji tertutup dimana bijinya ini ditutupi oleh buah. Tumbuhan berbiji tertutup dapat berupa pohon besar, perdu, tumbuhan rambat serta tumbuhan tidak berkayu. Daun pada tumbuhan biji tertutup umumnya pipih dan relative lebih lebar dengan bentuk yang beraneka ragam.

Tidak cuma itu, tumbuhan biji tertutup memiliki peran penting untuk makhluk hidup terutama manusia karena hampir semua bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia datang dari tumbuhan biji tertutup.

Sistem reproduksi pada Angiospermae berupa bunga. Bunga ini terdiri atas bunga sempurna dan tidak sempurna. Bunga sempurna tidak cuma memiliki alat kelamin jantan dan betina juga memiliki kelopak dan mahkota.

Sedangkan bunga tidak sempurna tidak memiliki salah satu ataupun keduanya. Reproduksi berjalan secara penyerbukan dan pembuahan.

Angiospermae terbagi menjadi dua kelas yaitu Kelas Monocotyledone (Monokotil/Biji berkeping satu) dan Kelas Dycotyledone (Dikotil/Berkeping dua).

Kelas Monocotyledone (Monokotil/Berkeping satu) 
Sumber: radarlombok.co.id
Susunan tumbuhan Monocotyledone terdiri dari akar yang berserabut. Akar serabut pada monocotyledone tidak sekokoh pada akar tunggang yang dimiliki oleh Kelas Dicotyledone. Tumbuhan monokotil juga memiliki batang yang yang beruas dan tidak bercabang.

Batang ini bisa tidak memiliki cambium sampai tumbuhan monokotil tidak dapat tumbuh jadi semakin besar. Daun pada tumbuhan monokotil mempunyai tulang daun yang sejajar atau melengkung.

Sedangkan pada bunganya memiliki beberapa bagian yang jumlahnya kelipatan tiga. Tumbuhan monokotil terbagi lagi atas lima ordo, yaitu Ordo Graminae (Rumput-rumputan), ordo palmae (palem-paleman), Ordo Zinggiberaceae (jahe-jahean), Ordo Bromeliaceae (Nanas) dan Orchicidaceae (Anggrek).

Kelas Dycotyledone (Berkeping dua)
Sumber: pakarkopi.com/
Berbeda halnya dengan kelas monokotil, akar pada tumbuhan dikotil yaitu akar tunggang. Hingga akar ini sangat kokoh. Pada akar dan batang tumbuhan dikotil memiliki cambium yang artinya akar dan batang dikotil dapat tumbuh semakin besar.

Batang pada dikotil bercabang-cabang serta buku-buku dan ruas yang tidak jelas. Daun pada dikotil berbentuk tunggal ataupun majemuk dan mempunyai tulang daun menjari atau menyirip. Untuk bagian bunga pada tumbuhan dikotil berjumlah kelipatan 2, 4 atau 5.

Tumbuhan dikotil terdiri atas beberapa ordo salah satunya yaitu, Ordo Euphorbiaceae (Getah-getahan), Leguminoceae (polongan), Solanaceae (Terongan), Rutaceae (Jeruk), Malpaceae (Kapas), Mertaceae (Jambu) dan Kompositae.

System Organ Kingdom Plantea (Tumbuhan) 

Tumbuhan sama juga dengan makhluk hidup yang lainnya. Agar dapat berkembang dan tumbuh dengan baik, mereka membutuhkan sistem organ yang baik. Sistem organ pada tumbuhan terdiri atas beberapa organ yaitu akar, batang, daun dan bunga.

Akar 
Sumber: bibitbunga.com
Akar pada tumbuhan bertindak untuk menyerap zat hara dan air di dalam tanah. Akar berkembang dari meristem apical ujung akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra).

Tudung akar bertindak untuk melindungi ujung akar pada ketika menembus tanah. Akar juga bertindak sebagai alat untuk memperkokoh tanaman hingga tidak mudah roboh ketika angin atau badai datang.

Tidak cuma itu, pada beberapa bentuk tanaman akar digunakan sebagai alat pernapasan dan tempat menaruh atau menyimpan cadangan makanan.

Susunan akar terdiri atas epidermis atau kulit luar, korteks, endodermis, dan stele yang ada xylem dan floem sebagai alat angkut. Akar terdiri atas dua yaitu akar serabut pada monokotil dan akar tunggang pada dikotil.

Batang 
Sumber: flickr.com
Batang yaitu organ berpembuluh yang memiliki peranan sebagai alat pengangkut. Di batang juga memiliki xylem dan floem yang kegunaannya udah kita ketahui sebagai alat angkut.

Fungsi dari batang yaitu sebagai alat angkut zat makanan dari akar ke daun dan dari daun ke semua tubuh tumbuhan.

Tidak cuma itu batang juga bertindak mengarahkan tumbuhan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup yang bermanfaat untuk kelangsungan proses fotosintesis.

Batang juga memiliki manfaat yang lainnya yaitu sebagai alat perkembangbiakan vegetative, area untuk menaruh atau menyimpan makanan dan sebagai tempat perlekatan cabang, daun dan buah.

Batang terbagi dalam beberapa tipe yaitu tipe berkayu, tipe lembut dan lunak (herbaseus) dan tipe rumput (kalmus). Susunan batang terdiri atas Epidermis, korteks, endodermis dan stele.

Daun 
Sumber: suaradesa.com
Daun pada tumbuhan memiliki fungsi atau manfaat sebagai alat penguapan dan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Tidak cuma itu daun juga bertindak sebagai alat pernapasan dan penyerap matahari. Daun terdiri atas Helai daun, Tangkai daun dan pelepah daun.

Susunan daun terdiri atas epidermis yang memiliki kutikula untuk menghindari penguapan yang terlampau besar, Mesofil yang memiliki kloroplas yang banyak dan Hipodermis yang memiliki stomata.

Bunga 
Sumber: seventeen-swords.blogspot.co.id
Umumnya orang melihat bunga sebagai objek yang memperindah tumbuhan karena memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam.

Nah, sebenarnya fungsi dari bunga lebih dari itu, lho. Salah satu fungsi penting dari bunga yang mungkin belum banyak diungkap yaitu sebagai sistem reproduksi pada tumbuhan. Reproduksi ini bantu melindungi spesies tumbuhan itu tetap terjaga.

Susunan bunga terdiri atas: 
  1. Kelopak bunga yang biasanya berwarna hijau. Kelopak ini bertindak untuk melindungi dan membungkus bunga ketika masih kuncup. 
  2. Mahkota bunga, memiliki warna cerah dan menarik. Nah, mahkota inilah yang membuat bunga jadi cantik dan indah untuk dipandang mata. Sebenarnya, mahkota yang berwana cerah ini bertindak untuk menarik pollinator yaitu serangga yang membantu pada proses polinasi (penyerbukan) bunga. Contoh serangganya yaitu Kupu-kupu dan Lebah. 
  3. Benang Sari, bertindak sebagai alat kelamin jantan pada tumbuhan. Apabila serbuk sari jatuh ke kepala putik terbentuklah pembuahan. 
  4. Dan yang terakhir putik. Putik yakni alat kelamin betina, disinilah terjadinya pembuahan dan mengembangnya zigot pada bunga.
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri – Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kingdom Plantae (Tumbuhan) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Kingdom Plantae (Tumbuhan). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan). Pengertian Kingdom Animalia, Ciri – Ciri Kingdom Animalia, Klasifikasi Kingdom Animalia, Struktur Tubuh Kingdom Animalia, Vertebrata, Invertebrata, dan Penjelasan Lengkap Lainnya Mengenai Kingdom Animalia (Hewan).

Pengertian Kingdom Animalia

Sumber: riofrans.blogspot.co.id
Dalam biologi, kerajaan atau kingdom dalam bahasa latin regnum, pl. regna, adalah tingkat paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.

Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang tergabung membuat jaringan. Hewan tidak bisa membuat makanannya sendiri hingga disebut dengan heterotrof. Hewan adalah organisme eukariot, multiseluler serta heterotrofik.

Tidak sama dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang udah jadi ke dalam badannya dengan menelannya secara langsung (ingestion) atau mengonsumsi organisme yang lain dapat pula mengonsumsi bahan organik yang terurai.

Keunikan hewan yaitu adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls serta pergerakan, yakni jaringan saraf serta jaringan otot hingga bisa bergerak secara aktif. Beberapa hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.

Memanglah terasa sedikit susah memahami pengertian hewan sesungguhnya, hal semacam ini disebabkan karena adanya macam - macam karakter hewan di dunia, senantiasa ada pengecualian dari beberapa karakter umum pada sebuah kelompok hewan spesifik. Sebutan lain untuk hewan yaitu binatang atau fauna atau margasatwa.

Lantas apa hubungan pengertian hewan dengan kingdom animalia? Jelas amat terkait lantaran kingdom animalia itu sendiri yaitu klasifikasi (pengelompokan) hewan atau binatang yang mempunyai anggota yang paling banyak serta beragam.

Struktur Tubuh Kingdom Animalia

Dalam pengklasifikasian kingdom animalia, ada 4 ciri mencolok yang bisa membedakan struktur tubuh satu dengan yang lain. Yakni bersumber pada simetri tubuh serta susunan tubuh.

Susunan Tulang Belakang 
  1. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. 
  2. Invertebrate adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. 
Kesimetrisan Tubuh

Asimetris 

Simetri tubuh hewan ini tidak beraturan.

Simetri bilateral 

Hewan yang sisi badannya tersusun bersebelahan dengan sisi yang lain adalah simetri tubuh bilateral. Bila di ambil garis memotong dari depan ke belakang, akan tampak sisi badannya sama atau seimbang kiri serta kanan.

Hewan dengan simetri tubuh ini, mempunyai sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Juga mempunyai sisi atas atau dorsal serta sisi bawah atau ventral, sisi kepala atau anterior serta sisi ekor atau posterior dan sisi samping atau lateral.

Simetri radial 

Hewan mempunyai susunan tubuh melingkar atau bulat adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri radial. Bentuk tubuh seperti ini cuma mempunyai dua sisi yakni sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Hewan ini disebut dengan radiata.

Susunan Tubuh 

Hewan diploblastik 

Hewan tipe ini cuma mempunyai 2 susunan sel tubuh. Susunan luar disebut dengan ektoderma serta susunan dalam disebut dengan endoderma.

Hewan triploblastik 

Hewan triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh. Susunan terluar disebut dengan eksoderma yang akan berkembang jadi epidermis serta sistem saraf serta susunan tengah disebut dengan mesoderma yang akan berkembang jadi kelenjar pencernaan serta usus dan susunan terdalam disebut dengan endoderma sebagai jaringan otot.

Rongga Tubuh 

Khusus untuk hewan triploblastik, masih tetap ada lagi susunan bentuk badannya bersumber pada rongga yang dibagikan lagi ke dalam 3 kelompok yakni:

Aselomata 

Hewan dengan tipe rongga aselomata adalah hewan yang bertubuh padat yang tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluarnya.

Pseudoselomata 

Hewan dengan tipe rongga ini mempunyai rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga itu berodo cairan yang memisahkan alat pencernaan serta dinding tubuh terluar.

Selomata 

Hewan berongga satu ini memuat cairan serta memiliki batas yang datang dari jaringan mesoderma. Susunan dalam serta luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga serta menghubungkan dorsal dengan ventral.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Susunan beberapa jenis hewan jadi beberapa kelompok besar serta kecil dalam suatu ketentuan yakni;
  1. Taxonomi atau systematika meliputi klasifikasi serta nomenkelatur, ketentuan yang memisahkan kelompok beragam hewan atas dasar criteria tertentu 
  2. Nomenkelatur adalah tata cara pemberian nama pada jenis hewan atau kelompok hewan yang akan disusun dalam klasifikasi. 
Pengklasifikasian kingdom animalia yakni Vertebrata (mempunyai tulang belakang) serta Avertebrata (tidak mempunyai tulang belakang). Mari kita ulas satu persatu.

Vertebrata 

Vertebrata adalah subkingdom animalia yang mempunyai susunan ruas-ruas tulang belakang atau vertebrae.

Vertebrata diklasifikasikan bersumber pada kulit yang menutupi badannya, reproduksi, cara menjaga suhu tubuh serta anggota tubuhnya.

Biasanya mempunyai tubuh simetri bilateral, rangka dalam, serta beragam organ tubuh. Vertebrata sudah mempunyai organ tubuh lengkap. Dalam subkingdom vetebrata, ada 5 kelas yakni:

Pisces (ikan) 
Sumber: dbagus.com
Habitat ikan mempunyai habitat di air dengan alat pernapasan berbentuk insang. Alat gerak ikan berbentuk sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip. Beberapa ikan bahkan juga mempunyai tentakel dibagain anterior atau depan.

Reproduksi pada ikan dengan bertelur, juga mempunyai sepasang ginjal kiri serta kanan yang bertugas membuat zat sisa, serta mempunyai system saraf pusat tepi. system peredaran darah pada ikan yaitu system peredaran darah tertutup ganda yang bergerak dari insang menuju ke jantung serta menuju semua tubuh lalu kembali pada ke jantung.

Sistem pencernaan ikan lewat organ-organ seperti dari mulut menuju lambung lalu usus halus, usus besar serta pembuangannya lewat anus. Proses penyerapan (absorbs) terjadi di usus halus. Reproduksi pisces yaitu secara seksual yang membentuk telur.

Amphibia (hewan hidup di dua alam, air serta darat) 
Sumber: alearningfamily.com
Hewan ini bisa bertahan hidup di dua alam, seperti katak serta katak ini bila masih kecil pernafasannya memakai insang namun bila sudah dewasa akan berubah serta akan memakai paru hingga katak bisa hidup di dua alam yakni darat serta air. Alat geraknya berbentuk sepasang kaki depan serta belakang.

Namun ada pula yang tidak mempunyai kaki (apoda) umpamanya salamander cacing. Ampibia memiliki ginjal yang bertugas mengeluarkan zat sisa. System-sistem yang terjadi di tubuh katak tidak jauh beda dengan jenis ikan. Kelas ampibia dibagi jadi 3 ordo yakni, anura (katak serta kodok), urodela (ampibi berekor), serta apoda (ampibi tidak berkaki).

Reptilian (hewan melata) 
Sumber: coolgalapagos.com
Dalam bahasa latin, reptilian artinya melata. Reptilian mempunyai kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berperan mencegah kekeringan.

Beberapa reptile mempunyai anggota tubuh berjari lima dengan cakar yang kuat namun ular memakai ototnya untuk bergerak, bernapas dengan paru-paru, jantungnya beruang tiga atau empat, memakai energy lingkungan untuk mengatur suhu badannya hingga termasuk hewan poikiloterm, fertilisasinya internal, menghasilkan telur hingga termasuk ovipar dengan telur bercangkang.

Bangsa kura-kura memiliki cangkai perisai yang keras disebut juga karapaks (sisi atas) serta plastron (sisi bawah). Pernafasannya memakai paru-paru, faring serta kloaka tergantung macamnya. Sistem ekskresinya memakai ginjal, kulit, kloaka serta hati.

Makanannya dicerna lewat esofugus menuju lambung lalu usus halus rectum serta kloaka. Reproduksinya bersifat ovipar. Peredarannya dengan sistem peredaran darah ganda dengan jantung yang mempunyai 2 ruangan yakni serambi serta bilik, tetapi sekat pada serambi masih tetap bercampur darahnya.

Reptilian juga dibagi ke dalam beberapa kelas yakni chelonian atau Testudines (reptilia bercangkang), squamata atau lepidosauria (reptilian dengan kulit bersisik), crocodile (bangsa buaya).

Aves (unggas) 
Sumber: twitter.com
Aves atau semua jenis bentuk unggas mempunyai ciri khusus yakni seluruh tubuh terlindung bulu. Anggota gerkanya berbentuk sayap serta kaki dengan cakar yang kuat, berdarah panas, tidak memiliki gigi, mulut berbentuk paruh, berkembang biak dengan bertelur serta jantung terdiri atas 4 ruangan.

Sistem sarafnya lebih komplek dengan pelengkap saraf pusat. Sistem ekskresinya melibatkan ginjal, kulit, kloaka serta hati. Respirasi aves memakai organ paru-paru, faring serta kloaka. Pembagian kelas aves yakni Casuariformes (bangsa burung berjalan), Columbiformes, Psittaciformes, serta Galliformes.

Mamalia (hewan menyusui) 
Sumber: urbnstyle.blogspot.co.id
Mamalia adalah hewan yang mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia juga hewan berdarah panas.

Alat gerak mamallia yakni tangan serta sepasang anggota gerak bawah (kaki). Sarafnya terbagi dalam otak serta sum sum lanjutan, sedangkan sum-sum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang.

Reproduksi mamalia dengan proses fertilisasi internal serta berbentuk ovovivipar. Alat alat pernafasannya yaitu mulut/hidung, trakea, bronchus, bronchioles serta paru-paru.

Porifera (Hewan Berpori) 

Porifera atau bahasal latinnya porus yang artinya pori serta fer yang artinya membawa. Porifera juga disebut dengan spons adalah hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara heterotrof.

Makanannya yaitu bakteri serta plankton. Makanan yang masuk ke badannya berbentuk cairan hingga porifera disebut juga dengan sebagi pemakan cairan. Habitat porifera biasanya dilautan.

Ciri-ciri morfologinya yaitu badannya berpori (ostium), badannya asimetri atau tidak beraturan walau ada beberapa yang simetri radial. Biasanya berupa seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau tumbuhan.

Ciri anatominya diantaranya mempunyai tiga type saluran air yakni askonoid (pori terkait langsung ke spongeosol), sikonoid (pori dikaitkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol), serta leukonoid (porinya banyak dan bercabang-cabang membentuk rongga-rongga kecil) dan cara pencernaannya secara intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit.

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual ataupun seksual. di mana aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas serta gemmule.

Gemmule disebut juga dengan tunas internal. gemmule dihasilkan mendekati musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar, sedangkan aseksual dengan pembentukan gamet.

Beberapa jenis porifera seperti spongia serta hippospongia dpat dipakai sebagi spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya mempunyai potensi sebagi obat penyakit kanker serta penyakit yang lain.

Coelenterata (Hewan Berongga) 

Coelenterata adalah hewan berongga yang disebut dengan sebagai gastrovaskular yang bertugas sebagi usus serta pengedar zat makanan. Hidupnya di lautan serta mempunyai tentakel penyekat yang disebut dengan nematocyst.

Tentakel berperan menangkap mangsa serta memasukkannya ke dalam mulut. Bentuk badannya simetris rdial, tidak berkepala serta dindingnya terbagi dalam dua susunan yakni epidermis serta gastrodermis.

Bentuk tubuh coelenterate ada 2 jenis yakni berupa tabung (polip) serta payung (medusa). Reproduksinya secara aseksual di mana pembentukan tunas terjadi pada polip serta seksual di mana pembentukan gamet pada medusa.

Klasifikasi coelenterata yakni:


Hydrozoa (hewan air), bentuk badannya senantiasa polip, terbagi dalam Hydra (hidup di air tawar, hemafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) serta Obelia Geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni).

Scyphozoa (hewan mangkuk), bentuk badannya senantiasa medusa, alat kelaminnya terpisah. Misalnya ubur-ubur. 

Anthozoa (hewan bunga), memiliki bentuk polip, mencakup anemone laut serta karang. 

Coelenterata jenis ubur-ubur bisa di proses jadi tepung serta jadi bahan kosmetik, sebagai bahan makanan. Coelenterate jenis karang dapat pula jadi penghambat serta bisa melindungi pantai dari aberasi air laut juga tempat persembunyian serta perkembangbiakan ikan. 

Platyhelminthes (Cacing Pipih) Platyhelminthes mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, bilateral simetris serta lunak, tidak mempunyai sistem peredaran darah serta hemafrodit. Alat pencernaannya belum prima dengan satu lubang yakni mulut. Bersifat tripoblastik di mana tubuh terdiri atas endoterm eksoderm serta mesoderm. 

Kelas platyhelminthes yakni: 

Tubellaria (cacing bulu getar), hidupnya di air tawar, jernih, serta memiliki faring yang bisa dijulurkan untuk menangkap makanan. Misalnya planaria. 

Trematoda (cacing hisap), adalah hewan parasit yang mempunyai alat penghisap. Contoh speciesnya dalam darah yakni Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. Dalam hati yakni Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia). Dalam usus fasciola buski, dalam paru-paru paragonimus westermani. 

Cestoda (cacing pita), khusus sebagai parasit pada vertebrata. Cirinya badannya bersegmen-segmen (proglotid), kepalanya mempunyai alat penghisap, tidak mempunyai mulut serta alat pencernaan. Penyerapan makanannya oleh semua permukaan tubuh. Misalnya; taenia saginata, taenia solium. 

Biasanya platyhelminthes merugikan, lantaran jadi parasit untuk manusia ataupun hewan terkecuali planaria yang bisa digunakan untuk makanan ikan. 

Nemathelminthes (Cacing Giling) Nemathelminthes adalah jenis cacing yang hidup bebas sebagai parasit. Badannya berupa built panjang, tertutup susunan lilin, tidak bersegmen, simetris bilateral. Mempunyai mulut, anus tidak berkaki serta silium.

Kosmopolit atau ada di laut, air tawar, darat, kutub hingga tropis. Tidak mempunyai jantung serta peredaran darah namun mempunyai cairan serupa darah. Misalnya Ascaris megalocephala cacing perut pada kuda, Ascaris suilae cacing perut pada babi, Ancylostoma duodenale cacing tambang. 

Annelida (Cacing Gelang) Adalah hewan hemafrodit, mempunyai segmen seperti cincin, tripoblastik selomata, simetri nilateral, mempunyai sistem pencernaan yang lengkap serta bentuknya simetri bilateral. 

Klasifikasi annelida yakni polichaeta (cacing memiliki rambut banyak), oligochaeta (cacing memiliki rambut sedikit), serta hirudinea (cacing tidak memiliki rambut) seperti lintah. 


Mollusca (Hewan Lunak) adalah hewan bertubuh lunak serta bersifat kosmopolit (ada diaman-mana). Molusca udah mempunyai sistem pencernaan, peredaran, pernafasan, ekskresi, saraf, otot serta reproduksi yang terbungkus dalam sebuah mantel. Mantel ini mengekskresikan zat membentuk cangkang. Pembagian klasifikasinya yakni pelecypoda, chepalopoda, gastropoda.

Molusca bersifat menguntungkan untuk manusia yakni bisa dikonsumsi beberapa serta untuk hiasan (mutiara, tiram). Namun ada pula yang berbentuk merugikan seperti Tredo navalis (pengebor kayu di air asin), Limnaea trunchatula (pemicu penyakit fasciolosis pada ternak), Helix aspera (perusak tanaman budi daya).

Arthropoda (Hewan Kaki Berbuku-Buku) biasanya memiliki antenna sebagai alat peraba, mata oselus serta mata majemuk yang terdiri atas banyak omatidium. Badannya beruas-ruas kepala, dada serta perut. Bentuk simstris bilateral dengan rangka luar dari zat kitin.

Sistem organnya lengkap. Alat pernapasannya berbentuk trakea serta sistem sarafnya berbentuk sistem saraf tangga tali. Beralat kelamin terpisah dengan pembuahan internal serta perubahan hidupnya mengalami metamorphosis.

Klasifikasi arthropoda yakni crustacean (kelompok udang serta kepiting), arachnida (kelompok laba-laba), myriapoda (kelompok lipan), insecta (serangga).

Peran menguntungkan dari arthropoda yakni insect terlebih kelompok kupu-kupu serta lebah amat membantu beberapa petani lantaran bisa membantu proses penyerbukan pada bunga, bisa dibudidayakan, bisa menghasilkan sutra, untuk dikonsumsi, serta adalah mata rantai makanan yang sangat penting untuk kehidupan.

Tidak hanya mempunyai peran menguntungkan, arthropoda juga mempunyai karakter merugikan seperti menularkan beberapa jenis bibit penyakit, merusak tanaman budidaya manusia, parasit pada manusia, bisa merusak bahan bangunann serta yang lainnya.

Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) mempunyai duri tumpul atau runcing mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf, sistem pencernaan, respirasi dengan insang pada ringga tubuh. Reproduksi seksual secara eksternal bisa beregenerasi.

Klasifikasi dibedakan jadi 5 kelas yakni asteroidea (bintang laut), ophiusoidea (bintang ular), echinoidea (landak laut), holothuroidea (mentimun laut) serta crinoidea (lilia laut).
Echinodermata menguntungkan manusia, tidak hanya untuk bahan makanan juga sebagai bahan riset.

Dapat juga merugikan lantaran beberapa jenis merupakan predator molusca yang dimanfaatkan manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hewan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hewan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com