Showing posts sorted by relevance for query langkah langkah metode ilmiah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query langkah langkah metode ilmiah. Sort by date Show all posts

Pengertian Penelitian : Syarat Dan Tujuan Penelitian

Pengertian Penelitian

Pengertian Penelitian adalah suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu. Kata penelitian adalah terjemahan dari kata research yang berasal dari bahasa Inggris. Kata Research terdiri dari dua kata yaitu re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian research (penelitian) adalah mencari kembali suatu pengetahuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengubah kesimpulan yang telah diterima secara umum, maupun mengubah pendapat-pendapat dengan adanya aplikasi baru pada pendapat tersebut. Suatu penelitian dengan menggunakan metode ilmiah dinamakan sebagai penelitian ilmiah.

Istilah lain dari penelitian adalah riset. Riset berasal dari bahasa inggris research, research yang berasal dari kata re (kembali) dan search (mencari). Secara etimologi penelitian berarti “mencari kembali” yaitu mencari fakta-fakta baru yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teori untuk memperdalam dan memperluas ilmu tertentu.

Setiap ilmuwan baik eksakta maupun sosial dalam melakukan penelitian harus didasari dengan adanya rasa keingintahuan. Rasa ingin tahu itu dapat menimbulkan keinginan mereka dalam melakukan penelitian untuk memperdalam dan memperluas ilmu yang ditekuni.

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian tentang konsep penelitian secara teoritis menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

  • Soerjono Soekanto

Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten dan bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi keinginan manusia untuk mengetahui apa yang sedang dihadapinya.

  • Sanapiah Faisal

Mengemukakan bahwa penelitian merupakan suatu aktivitas dalam menelaah suatu problem dengan menggunakan metode ilmiah secara tertata dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang dapat diandalkan kebenarannya mengenai dunia alam dan dunia sosial.

  • Soetrisno Hadi

Menurutnya, penelitian ialah usaha dalam menemukan segala sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan yang ada, menggali lebih dalam apa yang telah ada, mengembangkan dan memperluas, serta menguji kebenaran dari apa yang telah ada namun kebenarannya masih diragukan.

  • Donald Ary

Penelitian merupakan penerapan dari pendekatan ilmiah pada suatu pengkajian masalah dalam memperoleh informasi yang berguna dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

  • John

Penelitian ialah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas dalam menemukan hubungan antara fakta dan menghasilkan hukum tertentu.

  • Woody

Mengungkapkan bahwa penelitian adalah suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran yang kritis. Penelitian ini meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, membuat formulasi hipotesis atau mengadakan uji coba yang sangat hati-hati atas segala kesimpulan yang diambil dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan hipotesis.

  • Hill Way

Diungkapkan dalam bukunya Introduction to Research yang mendefinisikan bahwa penelitian merupakan metode studi yang sifatnya mendalam dan penuh kehati-hatian dari segala bentuk fakta yang bisa dipercaya atas suatu masalah tertentu guna untuk membuat pemecahan masalah tersebut.

  • Parson

Mengungkapkan bahwa penelitian ialah suatu pencarian atas segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis, dengan penekanan bahwa pencariannya dilakukan pada masalah-masalah yang dapat dipecahkan dengan penelitian.

  • Hadi Sutrisno

Mengungkapkan penelitian sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode ilmiah.

  • Sukmadinata

Menjelaskan penelitian sebagai suatu proses pengumpulan & analisis atau pengolahan data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

  • Mohamad Ali

Menurutnya, penelitian ialah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui proses penyelidikan atau usaha dengan mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah tersebut, yang dilakukan secara hati-hati sehingga diperoleh pemecahannya.

  • Supadmoko

Penelitian merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat keingin tahuan manusia.

Berdasarkan berbagai definisi tersebut, maka kesimpulan dari penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan serta menguji kebenaran suatu  masalah atau pengetahuan guna mencari solusi atau pemecahan masalah tersebut.

Sikap dan Cara Berpikir Seorang peneliti

Seorang peneliti harus memiliki sikap yang khas dan kuat dalam penguasan prosedur dan prinsip-prinsip dalam penelitian. Sika-sikap yang harus dikembangkan seorang peneliti adalah sebagai berikut :

  • Sikap-Sikap Seorang Penelliti


  1. Objektif  : Seorag peneliti harus dapat memisahkan antara pendapat pribadi dan fakta yang ada. Untuk menghasilkan penelitian yang baik, seorang peneliti harus bekerja sesuai atas apa yang ada di data yang diperoleh di lapangan dan tidak memasukkan pendapat pribadi yang dapat mengurangi dari keabsahan hasil penelitiannya (tidak boleh subjektif). 
  2. Kompeten : Seorang peneliti yang baik memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu
  3. Faktual : Seorang peneliti harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh, bukan berdasarkan observasi, harapan, atau anggapan yang bersifat abstrak. 

  • Cara Berpikir Seorang Peneliti 


  1. Berpikir Skeptis : Seorang peneliti harus selalu mempertanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan (tidak mudah percaya)
  2. Berpikir analisi : Peneliti harus selalu menganalisi setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi 
  3. Berpikir kritis : Mulai dari awal hingga akhir kegiatan, penelitian dilakukan berdasarkan cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.

Syarat-Syarat Penelitian

Adapun tiga syarat terpenting dalam melakukan penelitian yaitu sebagai berikut :

  1. Sistematis, dilaksanakan berdasarkan pola tertentu dari hal yang paling sederhana hingga yang kompleks dengan tatanan yang tepat sampai dengan tercapainya tujuan yang efektif dan efisien. 
  2. Terencana, dilaksanakan karena terdapat unsur kesenjangan dan sebelumnya sudah terkonsep langkah-langkah pelaksanaannya. 
  3. Mengikuti konsep ilmiah, maksudnya adalah mulai dari awal hingga sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti langkah-langkah yang sudah ditentukan atau ditetapkan yaitu dengan prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Eksloratif (penjajagan) adalah penelitian yang tujuan untuk menemukan suatu pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. 
  2. Verifikatif (pengujian) adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap teori ataupun hasil penelitian sebelumnya, sehingga dapat diperoleh hasil yang dapat menggugurkan atau memperkuat teori atau hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
  3. Development (pengembangan) adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan, menggali dan memperluas lebih dalam mengenai suatu masalah atau teori kelimuan untuk menjadi 

Kriteria-Kriteria Seorang Peneliti

Menurut Whitney (1960), bahwa ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang peneliti antara lain sebagai berikut :

  1. Daya nalar : Seorang peneliti harus memiliki daya nalar yang tinggi, yaitu dapat memberi alasan dalam memecahkan masalah, baik secara induktif maupun secara deduktif
  2. Orisnalitas : Seorang peneliti harus mempunyai daya khayal ilmiah dan kreatif. Peneliti harus cemerlang, mempunyai inisiatif yang terencana, serta harus penuh dengan ide yang rasional dan menghindari peniruan atau jiplakan. 
  3. Daya ingat : Seorang peneliti harus mempunyai daya ingat yang kuat, selalu ekstensif dan logis, serta dapat dengan sigap melayani serta menguasai fakta
  4. Kewaspadaan : Peneliti harus secara cepat dapat melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi atas suatu variabel atau sifat suatu fenomena. Dia harus sigap dan mempunyai penglihatan yang tajam, serta tanggap (responsif) terhadap segala perubahan dan kelainan. Ini penting agar dia bisa dengan cepat mengantisipasi dampa faktor lain itu terhadap penelitiannya. 
  5. Akurat : Peneliti harus mempunyai tingkat pengamatan serta perhitungan yang akurat, tajam serta beraturan. 
  6. Konsentrasi : Seorang peneliti harus memiliki kekuatan untuk berkonsentrasi yang tinggi, kemauan yang besar, dan tidak cepat merasa bosan. 
  7. Dapat bekerja sama : Seorang peneliti harus memiliki sifat kooperatif sehingga dapat bekerja sama dengan siapapun, serta harus mempunyai keinginan untuk bertemansecara intelektual dan dapat bekerja secara berkelompok (team work). Ini menunjuk pada adanya sifat kepemimpinan pada diri si peneliti. 
  8. Kesehatan : Seorang peneliti harus sehat, baikt jiwa maupun fisiknya. selain itu, dia juga harus stabil, sabar, dan penuh vitalitas. Kesehatan ini diperlukan agar penelitian dapat berlangsung lancar dan mencapai hasil yang maksimal. 
  9. Semangat : Peneliti harus memiliki semangat yang besar untuk meneliti. Peneliti juga harus memiliki daya cipta serta hasrat yang tinggi. 
  10. Pandangan moral : Seorang peneliti harus mempunyai kejujuran intelektual kejujuran moral, beriman, dan dapat dipercaya. 


Pengertian Penelitian, Tujuan, Sikap, Cara Berfikir & Menurut Para Ahli


Pengertian Penelitian, Tujuan, Sikap, Cara Berfikir & Menurut Para Ahli| Secara Umum, Pengertian Penelitian yaitu suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan suatu hal. Kata penelitian yaitu terjemahan dari kata research yang berasal dari bahasa Inggris. Kata Research terbagi dalam dua kata yakni re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari.

Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa pengertian research (penelitian) yaitu mencari kembali suatu pengetahuan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengubah kesimpulan yang sudah diterima secara umum, ataupun mengubah pendapat-pendapat oleh karena ada aplikasi baru pada pendapat tersebut . Suatu penelitian dengan menggunakan metode ilmiah dinamakan sebagai penelitian ilmiah.

Dari pengertian penelitian (research) pada umumnya itu, ada banyak pengertian penelitian yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya seperti berikut:

Pengertian Penelitian Menurut Para Ahli

Parson (1946): Menurut parson bahwa pengertian penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inkuiri) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.
John (1949): Pengertian penelitian menurut John bahwa arti penelitian adalah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta dan menghasilkan dalil atau hukum tertentu.
Woody (1972): Pengertian penelitian menurut woody adalah suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran kritis. Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan, dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan yang diambil untuk menentukan apakah kesimpulan tersebut cocok dengan hipotesis.
Donald Ary (1982): Menurut Donald Ary, pengertian penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian suatu masalah untuk memperoleh informasi yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hill Way: Menurut Hill Way, pengertian penelitian adalah suatu metode studi yang bersifat hati-hati dan mendalam dari segala bentuk fakta yang dapat dipercaya atas masalah tertentu guna membuat pemecahan masalah tersebut.
Winarno Surachmand: Pengertian penelitian menurut Winarno Surachamnd adalah kegiatan ilmiah mengumpulkan pengetahuan baru yang bersumber dari primer-primer, dengan tekanan tujuan pada penemuan prinsip-prinsip umu, serta mengadakan ramalan generalisasi di luar sampel yang diselidiki
Soetrisno Hadi: Menurut Soetrisno hadi bahwa pengertian penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.

Sikap dan Cara Berpikir Seorang Peneliti 

Seorang peneliti harus mempunyai sikap yang khas serta kuat dalam penguasan prosedur dan prinsip-prinsip dalam penelitian. Sikap-sikap yang perlu dikembangkan seorang peneliti yaitu seperti berikut:

Sikap-Sikap Seorang Penelliti 
1. Objektif 
Seorang peneliti harus bisa memisahkan antara pendapat pribadi serta kenyataan yang ada. Untuk menghasilkan penelitian yang baik, seorang peneliti harus bekerja sesuai atas apa yang ada di data yang didapat di lapangan serta tak memasukkan pendapat pribadi yang bisa mengurangi dari keabsahan hasil penelitiannya (tak bisa subjektif). 

2. Kompeten 
Seorang peneliti yang baik mempunyai kemampuan untuk mengadakan penelitian dengan memakai metode serta teknik penelitian tertentu 

3. Faktual 
Seorang peneliti harus bekerja berdasar pada kenyataan yang didapat, bukan berdasar pada observasi, harapan, atau anggapan yang bersifat abstrak. 

Diluar itu, seorang peneliti juga diharapkan mempunyai pola pikir yang mendukung beberapa pekerjaan mereka. Cara berpikir yang diharapkan dari seorang peneliti yaitu seperti berikut:

Cara Berpikir Seorang Peneliti 
1. Berpikir Skeptis 
Seorang peneliti harus senantiasa mempertanyakan bukti atau kenyataan yang bisa mendukung suatu pernyataan (tak mudah percaya) 
2. Berpikir analisis  
Peneliti harus senantiasa menganalisis setiap pernyataan atau masalah yang dihadapi 
3. Berpikir kritis 
Dari mulai awal hingga akhir aktivitas, penelitian dilakukan berdasar pada cara-cara yang telah ditetapkan, yakni prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.  

Beberapa Syarat Penelitian 

Adapun tiga syarat terpenting dalam melakukan penelitian yakni seperti berikut:

1. Sistematis, dilaksanakan berdasar pada pola tertentu dari hal yang paling simpel sampai yang kompleks dengan tatanan yang tepat sampai dengan tercapainya tujuan yang efisien dan efektif. 
2. Terencana, dilaksanakan lantaran ada unsur kesenjangan serta sebelumnya telah terkonsep langkah-langkah pelaksanaannya. 
3. Mengikuti konsep ilmiah, maksudnya yaitu dari mulai awal hingga sampai akhir aktivitas penelitian mengikuti beberapa langkah yang telah ditetapkan atau diputuskan yakni dengan prinsip yang dipakai untuk memperoleh ilmu pengetahuan. 

Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian yaitu seperti berikut:

1. Eksloratif (penjajagan) yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan suatu pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. 
2. Verifikatif (pengujian) yaitu suatu penelitian yang mempunyai tujuan untuk melakukan pengujian pada teori maupun hasil penelitian sebelumnya, hingga bisa didapat hasil yang bisa menggugurkan atau menguatkan teori atau hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. 
3. Development (pengembangan) yaitu suatu penelitian yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan, menggali serta memperluas lebih dalam tentang suatu permasalahan atau teori kelimuan. 

Beberapa Kriteria Seorang Peneliti 

Menurut Whitney (1960), bahwa terdapat banyak kriteria yang perlu dipunyai oleh seorang peneliti diantaranya seperti berikut:

1. Daya nalar 
Seorang peneliti mesti mempunyai daya nalar yang tinggi, yakni bisa memberi argumen dalam memecahkan permasalahan, baik dengan cara induktif ataupun dengan cara deduktif.

2. Orisnalitas 
Seorang peneliti mesti memiliki daya khayal ilmiah serta kreatif. Peneliti mesti cemerlang, memiliki gagasan yang terencana, dan mesti penuh dengan ide yang rasional serta menghindari peniruan atau jiplakan. 

3. Daya ingat 
Seorang peneliti mesti memiliki daya ingat yang kuat, senantiasa ekstensif serta logis, dan bisa dengan sigap melayani dan menguasai fakta 

4. Kewaspadaan 
Peneliti mesti secara cepat bisa melakukan pengamatan pada perubahan yang terjadi atas suatu variabel atau karakter suatu fenomena. Dia mesti sigap serta memiliki penglihatan yang tajam, dan tanggap (responsif) pada semua pergantian serta kelainan. Ini penting supaya dia dapat dengan cepat menghadapi dampak faktor lain pada penelitiannya. 

5. Akurat 
Peneliti mesti memiliki tingkat penilaian dan perhitungan yang akurat, tajam dan beraturan. 

6. Konsentrasi 
Seorang peneliti mesti mempunyai kemampuan untuk berkonsentrasi yang tinggi, tekad yang besar, serta tak cepat merasa bosan. 

7. Bisa bekerja sama 
Seorang peneliti mesti mempunyai karakter kooperatif hingga bisa bekerja sama dengan siapa saja, dan mesti memiliki keinginan untuk berteman secara intelektual serta bisa bekerja secara berkelompok (team work). Ini menunjuk pada terdapatnya sifat kepemimpinan pada diri si peneliti. 

8. Kesehatan 
Seorang peneliti mesti sehat, baik jiwa ataupun fisiknya. diluar itu, dia harus juga stabil, sabar, serta penuh vitalitas. Kesehatan ini dibutuhkan supaya penelitian bisa berjalan lancar serta meraih hasil yang optimal. 

9. Semangat 
Peneliti mesti mempunyai semangat yang besar untuk meneliti. Peneliti harus juga mempunyai daya cipta dan keinginan yang tinggi. 

10. Pandangan moral 
Seorang peneliti mesti memiliki kejujuran intelektual kejujuran moral, beriman, serta bisa diakui. 

Demikian informasi tentang Pengertian Penelitian, Tujuan, Sikap, Cara Berpikir & Menurut Para Ahli. Semoga teman-teman bisa menerima serta berguna untuk kita semuanya baik itu pengertian penelitian, pengertian penelitian menurut para ahli, tujuan penelitian, sikap penelitian, cara berpikir seorang peneliti, pengertian penelitian menurut para ahli. 

Penerapan Pendekatan Saintifik

Saat ini diberlakukan pembelajaran  Tematik Terpadu bagi peserta didik mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. Pembelajaran dimaksud adalah dengan menggunakan Tema  yang akan menjadi pemersatu berbagai mata pelajaran.  Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.  Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi dan mencoba, mengasosiasikan dan menalar, dan menyajikan dan mengkomunikasikan hasil  untuk semua mata pelajaran. Untuk materi, atau situasi  tertentu, sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari  nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah. 

Pendekatan ilmiah pembelajaran antara lain meliputi  aspek  pokok:
  • Mengamati
  • Menanya
  • Mengumpulkan informasi/ eksperimen
  • Mengasosiasikan/ mengolah informasi
  • Mengkomunikasikan
Langkah-langkah tersebut tidak selalu dilalui secara berurutan,  terlebih pada pembelajaran Tematik Terpadu, dimana pembelajarannya menggunakan Tema sebagai pemersatu. Sementara setiap mata pelajaran memiliki karakteristik keilmuan yang antara satu dengan lainnya tidak sama. Oleh karena itu agar pembelajaran bermakna perlu diberikan contoh-contoh agar dapat lebih memperjelas penyajian pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

Contoh Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu
1. Mengamati
Dalam proses mengamati, kegiatan belajar: membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat),. Dalam penyajian pembelajaran, guru dan peserta didik (Kelas 4 Sekolah Dasar) perlu memahami apa yang hendak dicatat, melalui kegiatan pengamatan. Mengingat peserta didik masih dalam jenjang Sekolah Dasar, maka pengamatan akan lebih banyak menggunakan media gambar, alat peraga yang sedapat mungkin bersifat kontekstual. Berikut contoh  Tema 6 Indahnya Negeriku pada sub tema 2 Keindahan Alam Negeriku. Peserta didik diajak mengamati gambar, kemudian mereka diajak mengidentifikasi, tentang ciri-keindahan alam. Dengan mengamati gambar, peserta didik akan dapat secara langsung dapat menceritakan kondisi sebagaimana yang di tuntut dalam kompetensi dasar dan indikator, dan mata pelajaran apa saja yang dapat dipadukan dengan media yang tersedia.
Contoh objek gambar yang diamati siswa
Pengamatan gambar dapat dikembangkan dan dikaitkan dengan pengetahuan awal dari siswa sehinga proses pembelajaran dapat lebih menyenangkan dan membangkitkan rasa antusias siswa karena dapat mengaitkan pengalaman belajarnya dengan kehidupan nyata. Gambar-gambar yang diamati juga harus bervariasi dan dapat membangkitkan keingintahuan anak sehingga dapat memancing anak untuk bertanya hal hal yang ingin diketahui dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

2. Menanya
Kegiatan belajarnya: mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan hipotetik).

Peserta didik yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar tidak mudah diajak bertanya jawab apabila tidak dihadapkan dengan media yang menarik. Guru yang efektif seyogyanya mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyata, pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal.  Dengan media gambar peserta didik diajak bertanya jawab sekaligus membedakan karakteristik Keindahan alam negeri.
Beberapa contoh pertanyaan yang diharapkan muncul setelah pengamatan:
  • Apa nama-nama tempat wisata dalam foto-foto yang diamati ? 
  • Di mana lokasi tempat-tempat wisata tersebut? 
  • Kekayaan alam apa saja yang terkandung di tempat-tempat wisata tersebut? 
  • Apa manfaat kekayaan alam tersebut bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wista? 
  • Apa jenis-jenis mata pencarian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut? 
  • Bagaimana sikap yang harus dilakukan masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian dan keindahan tempat wisata? Berikan contohnya!.Mengapa masyarakat tersebut harus memiliki sikap-sikap tersebut di atas? Berikan alasannya.
Beberapa contoh jawaban yang diharapkan muncul setelah tanya jawab:
  • Nama tempat wisata, yaitu Gunung Bromo, sawah berundak Bali, Danau Toba, pantai dan wisata bawah laut Raja Ampat, dan hutan Kalimantan dll.
  • Lokasi di setiap pulau di Indonesia. 
  • Kekayaan sumber daya alam hayati, seperti beragam tumbuhan dan hewan di laut, dan hewan serta tumbuhan di hutan. Juga sumber daya alam nonhayati seperti keindahan pantai pasir, danau, dan pegunungan.
  • Kekayaan alam tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai obyek wisata dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat yang tinggal. 
  • Jenis mata pencarian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, nelayan di pantai, nelayan di sawah, dst. 
  • Sikap yang harus dilakukan masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian dan keindahan tempat wisata, contohnya sikap peduli lingkungan, seperti buang sampah ke tempat sampah, tidak merusak tumbuhan, dst. 
  • Masyarakat harus memiliki sikap-sikap tersebut supaya kelestarian alam juga terjaga sehingga mata pencarian masyarakat juga tidak terganggu
Pada saat siswa mengamati dan menjawab pertanyaan guru, maka sudah memadukan dan mengakomodasi berbagai muatan pelajaran. Dari hasil pengamatan dan menanya diharapkan ada jawaban yang ilmiah yang memberikan pemahaman yang baik pada siswa. 

3. Mengumpulkan informasi/ eksperimen
Kegiatan belajanya: melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas atau wawancara dengan narasumber.
Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau autentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan eksperimen, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Pada tema 6 kelas 4 ini  misalnya, peserta didik harus memahami konsep-konsep materi dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar, serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari.
  
Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. 

Contoh penerapan percobaan yang sesuai dengan tema dengan mengaplikasikan bentuk bidang  dalam matematika dan ilmu pengetahuan alam:
  • Siswa membaca informas isingkat tentang Tebang Pilih Tanam (TPT) 
  • Siswa melakukan 2 jenis percobaan untuk mengetahui fungsi pohon/tanaman bagi kehidupan di bumi. 
  • Siswa melakukan 2 jenis percobaan. Untuk teknik pelaksanaannya, siswa bisa dibagi dalam beberapak elompok kecil dan minta setiap kelompok untuk mempersiapkan sendiri alat dan bahan percobaan.
Sebelum melakukan percobaan, minta siswa untuk melakukan prediksi/ hipotesis apa yang akan terjadi pada:
  • Tanah/bukit hijau/hutan: Gundukan tanah ditutup rumput yang disiram air. 
  • Tanah/bukit gundul: Gundukan tanah tanpa rumput yang disiram air. 
  • Setelah percobaan, siswa kemudian menuliskan apa yang terjadi pada dua jenis gundukantanah tersebut.
4. Mengasosiasi/ mengolah informasi
Kegiatan belajarnya: mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi; pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.

Apabila dikaitkan dengan contoh yang disajikan diatas, maka Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 adalah untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. 

Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating; bukan merupakan terjemahan dari reasoning, meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Karena itu, istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak, pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Proses itu dikenal sebagai asosiasi atau menalar. Dari perspektif psikologi, asosiasi merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari kesamaan  antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu. Dalam menalar siswa dapat mengambil hikmahdari sikap dan pengetahuan yang didapa dari proses belajarnya.

Contoh untuk kegiatan menalar ini bisa dengan kegiatan  seperti berikut :
Peduli Keindahan Lingkungan
Merusak Keindahan Lingkungan
Sikap
Keuntungan
Kerugian
Sikap
Keuntungan
Kerugian
Buang sampah pada tempatnya
Hutan terjaga kebersihannya
tidak ada
Buang sampah dihutan atau sungai
tidak ada
hutan dan sungan kotor banyak tumpukan sampah



Menulis di batang  pohon dan merusak pohon
tidak ada
batang pohon rusak dan pohon bisa mati
dan seterusnya…
dan seterusnya…
dan seterusnya…
dan seterusnya…
dan seterusnya…
dan seterusnya…
Dengan tabel di atas siswa tidak hanya mencari jawaban tapi akan dituntut untuk berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking) dan juga secara tidak langsung belajar mengontrol diri dengan sikap yang posistif terhadap lingkungan. Bagaimana jika keadaan tersebut dikaitkan dengan lingkungan sekitar pantai yang sedang mereka diskusikan?

Proses menalar juga bisa diasah dengan dorongan guru dalam bertanya jawab dan memancing siswa untuk berpikir komplek misalnya seperti saat guru dan siswa  membahas masalah kehidupan nelayan, di suatu tempat dimana mereka mengamati daerah pantai. apa yang bisa dilakukan guru dalam membimbing siswa untuk belajar menalar secara ilmiah seperti berikut :
Dari gambar di atas dan interaksi antara guru dan siswa akan menuntut untuk  melakukan Higher Order Thinking yang sangat bermanfaat dalam kelanjutan proses belajarnya. Akan lebih mebrmakna proses pembelajarnnya jika siswa dapat langsung mencoba melakukan apa yang diamati, sitanyakan dan dinalar secara ilmiah dalam tindakan nyata.

Pada tahapan mengolah ini juga  peserta didik  sedapat mungkin dikondisikan belajar secara kolaboratif. Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar, sebaliknya, peserta didiklah yang harus lebih aktif. Jika  pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi, maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Dalam situasi kolaboratif itu, peserta didik berinteraksi dengan empati, saling menghormati, dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman, sehingga memungkinkan peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama.  Peserta didik secara bersama-sama, saling bekerjasama, saling membantu mengerjakan hasil tugas terkait dengan materi yang sedang dipelajari.

5. Mengkomunikasikan
Kegiatan belajarnya: menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Hasil tugas dikerjakan bersama dalam satu kelompok untuk kemudian dipresentasikan atau dilaporkan kepada guru. Kegiatan menyimpulkan merupakan kelanjutan dari kegiatan  mengolah, bisa dilakukan bersama-sama dalam satu kesatuan kelompok, atau bisa juga dengan dikerjakan sendiri setelah mendengarkan hasil kegiatan mengolah informasi. Hasil tugas yang telah dikerjakan bersama-sama secara kolaboratif dapat disajikan dalam bentuk laporan tertulis dan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan untuk portofolio kelompok dan atau individu. Yang sebelumnya di konsultasikan terlebih dulu kepada guru. Pada tahapan ini kendatipun tugas dikerjakan secara berkelompok, tetapi sebaiknya hasil pencatatan dilakukan oleh masing-masing individu. Sehingga portofolio yang di basukkan ke dalam file atau Map peserta didik terisi dari hasil pekerjaannya sendiri secara  individu.

Pada kegiatan akhir diharapkan peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun baik secara bersama-sama dalam kelompok dan atau secara individu dari hasil kesimpulan yang telah dibuat bersama. Kegiatan mengkomunikasikan ini dapat diberikan klarifikasi oleh guru agar supaya peserta didik akan mengetahui secara benar apakah jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau ada yang harus diperbaiki.  Hal ini dapat diarahkan pada kegiatan konfirmasi sebagaimana pada Standar Proses.

Contoh RPP Versi PLPG

RPP merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan tindakan apakah yang akan dilakukan dalam pembelajaran, baik oleh pengajar maupun perserta didik untuk mencapai suatu kompetensi yang sudah ditetapkan. Dalam RPP harus jelas Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai oleh peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, dan bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana pengajar mengetahui bahwa peserta didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebutlah yang merupakan unsur utama yang harus ada dalam setiap RPP.
Contoh RPP Versi PLPG Silahkan Klik Disini
RPP terdiri dari komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. Komponen program
mencakup KD, materi standar, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, dan waktu belajar. Dengan demikian, RPP pada hakekatnya merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan serta berinteraksi satu dengan lainnya, dan memuat langkah-langkah pelaksanaannya untuk mencapai tujuan yaitu membentuk kompentensi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Komponene-komponen RPP antara lain sebagai berikut .

1. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan v mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.

2. Kompetensi Dasar (KD)
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme danperenialisme.

Kompetensi yang dirumuskan dalam RPP harus jelas. Semakin kongkrit kompetensi akan semakin mudah diamati, dan akan semakin mudah atau semakin tepat pula merencanakan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai kompetensi tersebut. Perlu diketahui bahwa beberapa materi standar mungkin memiliki lebih dari satu KD. Disamping itu, perlu ditetapkan pula fokus kompetensi yang diharapkan dari peserta didik sebagai hasil akhir pembelajaran. Kompetensi ini juga akan menjadi pedoman bagi pengajar dalam menentukan materi standar yang akan digunakan dan pendekatan pembelajaran yang tepat untuk membentuk kompetensi peserta didik.

3. Indikator
Menurut Darwin Syah indicator pembelajaran adalah karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda perbuatan atau respon yang dilakuakan oleh siswa, untuk menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kompetensi dasar tertentu. Jadi indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran dan juga dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu.

Adapun dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan: 
  • Tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam Kompetensi Dasar. 
  • Karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah; dan 
  • Potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan atau daerah.
4.Tujuan Pembelajaran
Seorang guru dalam merencanakan pembelajaran dituntut untuk dapat merumuskan tujuan pembelajaran secara tegas dan jelas. Perumusan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu bagi guru maupun siswa Saat ini telah terjadi pergeseran dalam merumuskan tujuan pembelajaran dari penguasaan bahan ke penguasan performansi. Tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Tujuan pembelajaran seyogyanya dirumuskan secara jelas, yang didalamnya mencakup komponen: Audience, Behavior, Condition dan Degree

5. Materi Pokok
Materi standar yang dikembangkan dan dijadikan bahan kajian peserta didik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya, mengandung nilai fungsional, praktis, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan, institusi, dan daerah.

6. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran merupakan tahap-tahap kegiatan yang dilakukan oleh pengajar dan peserta didik untuk menyelesaikan suatu materi standar yang telah direncanakan oleh pengajar. Urutan kegiatan pembelajaran menggambarkan strategi pembelajaran yang telah ditentukan. Tahap kegiatan tersebut terdiri dari tahap PENDAHULUAN, tahap PENYAJIAN, dan tahap PENUTUP.

7. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi contoh, memberi latihan dan lain-lain) suatu bahan kajian kepada peserta didik. Tidak semua metode pembelajaran sesuai untuk digunakan dalam mencapai kompetensi tertentu. Oleh karena itu harus dipilih metode pembelajaran yang paling tepat untuk suatu kompetensi yang ingin dicapai. Berbagai contoh metode pembelajaran yang sering digunakan antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi, studi kasus, praktikum, seminar, demonstrasi, bermain peran dan lainlain.

8. Media Pembelajaran
Segala sesuatu yang dapat menyalurkan atau menyampaikan pesan/informasi dari sumber pesan/informasi ke penerima pesan/informasi disebut media pembelajaran.Jadi dengan adanya media peserta didik dapat melihat, membaca, mendengarkan atau ketiganya sekaligus dalam menyerap berbagai informasi yang disampaikan oleh pengajarnya. Media tersebut dapat berupa alat-alat elektronik, gambar, buku dan sebagainya. Sedangkan alat pembelajaran adalah benda-benda atau alat-alat yang digunakan dalam pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya proses pembelajaran. Alat-alat itu tidak disebut media pembelajaran karena tidak dimaksudkan untuk membawa pesan.

9. Sumber Belajar
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk penggalian informasi. Sumber belajar ini dapat berupa dosen (sebagai nara sumber), buku teks, jurnal ilmiah, laporan penelitian, internet, dan lain-lain.
10. Alokasi Waktu
Jumlah waktu dalam menit yang dibutuhkan oleh pengajar dan peserta didik untuk menyelesaikan setiap langkah pada urutan tahap Kegiatan Pembelajaran.

Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan

Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Fungsi dari Sebuah Ilmu Pengetahuan, Syarat-Syarat yang ada dalam sebuah Ilmu Pengetahuan, Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli dan Pakar di Bidangnya.

Pengertian Ilmu Pengetahuan

Sumber: geograph88.blogspot.co.id
Ilmu dan pengetahuan, sains, pengetahuan yaitu seluruh usaha yang dilakukan secara sadar untuk menemukan, menyelidiki serta meningkatkan hal-hal mengenai pemahaman pada manusia dalam semua sudut fakta pada alam manusia.

Sudut pandangan ini diberikan batas agar supaya rumusan-rumusan jadi pasti. Pengertian pengetahuan memberi kepastian mengenai pengetahuan dengan membatasi ruang lingkup pandangannya, serta satu kepastian pengetahuan di peroleh dari keterbatasanya.

Pengetahuan bukan hanya merupakan satu pengetahuan (knowledge), tetapi juga mencangkup beberapa kumpulan pengetahuan yang di dasari oleh teori-teori yang udah disetujui serta dapat secara systematik diuji dengan beragam langkah yang diikuti dalam bentuk pengetahuan tertentu.

Dilihat dari sisi filsafat, pengetahuan ada lantaran manusia mempunyai usaha berpikir amat jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu dan pengetahuan yaitu hasil dari epistemologi.

Pengetahuan psikologi cuma bisa meramalkan tingkah laku atau perilaku manusia bila ruang lingkup pandangannya mempunyai batasan dari sudut pandang secara umum dari tingkah laku manusia yang pasti. Tetapi pengetahuan alam akan jadi pasti bila pandangannya sudah dibatasi ke dalam soal yang bahani (material saja).

Terkait dengan contoh ini, pengetahuan psikologi menjawab apakah seseorang remaja wanita cocok jadi perawat, beberapa pengetahuan alam menjawab satu pertanyaan, berapakah jarak matahari dari bumi.

Sebagian Syarat Ilmu 

Sumber: karyamud.blogspot.co.id
Ini amat tidak sama dengan pengetahuan, ilmu yaitu pengetahuan yang secara khusus mempelajari mengenai hal pemicu terjadinya suatu hal serta kenapa? Ada beberapa syarat ilmiah yang bisa disebut juga sebagai ilmu. Karakter yang ilmiah untuk syarat ilmu banyak pengaruhnya dari beberapa ilmu alam yang udah ada terlebih dulu.

Logis atau masuk akal 

Sesuai sama aturan ilmu dan pengetahuan yang diakui kebenarannya

Objektif

Objek kajian mesti ada pada ilmu yang ada dari satu kelompok permasalahan yang sama karakter intinya, tampak dari luar ataupun memiliki bentuk dari dalamnya. Objeknya juga miliki sifat ada, atau mungkin saja juga ada lantaran masih tetap mesti diuji keberadaannya.

Dalam soal mengkaji satu objek, yang di cari yaitu kebenaran, yaitu penyesuaian antara tahu dengan objek, hingga bisa disebut dengan kebenaran objektif; bukan hanya subjektif bersumber pada subyek peneliti atau subyek penunjang riset.

Metodis

Metodis datang dari bahasa Yunani “Metodos” yang artinya: cara, jalan. Metodis artinya metode spesifik yang digunakan serta umumnya mengacu pada satu cara ilmiah.

Usaha yang sudah dilakukan supaya bisa meminimalisasi semua bagian peluang yang terjadi dalam soal yang menyimpang dari hal mencari satu kebenaran. Kemungkinan yang perlu di tanggung yaitu untuk menanggung kepastian kebenaran.

Systematis

Di dalam pengalamannya mencoba memaparkan serta memahami sebuah objek, ilmu mesti terumus serta teruraikan di dalam hubungan yang masuk diakal (logis) serta teratur supaya terbentuk sebuah system yang mempunyai keutuhan, menyeluruh, terpadu dalam segi arti, serta bisa menuturkan satu rangkaian sebab-akibat menyangkut perihal objektifnya.

Pengetahuan yang bisa tersusun dengan systematis adalah rangkaian sebab akibat dari syarat pengetahuan yang ketiga.

Universal

Satu kebenaran yang akan diraih yaitu satu kebenaran yang universal yang tidak miliki sifat spesifik (umum).

Contoh: 

Pengetahuan sosial menyadari kadar ke-umum-an mempunyai kandungan tidak sama dengan pengetahuan alam kerena objeknya yaitu dari tindakan manusia. Oleh karena itu supaya mencapai tingkat yang unversal di dalam pengetahuan sosial, mesti adanya konteks dan tertentu juga.

Contoh: Semua segitiga bersudut 180ยบ. Karena itu universal adalah syarat pengetahuan yang ke empat.

Kumulatif berkembang serta tentatif 

Khasanah ilmu dan pengetahuan senantiasa bertambah dengan hadirnya ilmu dan pengetahuan baru. Ilmu dan pengetahuan yang ternyata dapat dibuktikan salah mesti diganti dengan pengetahuan yang benar (sifatnya tentatif).

Berikut ini yaitu pengertian ilmu dan pengetahuan menurut beberapa pakar: 
Sumber: lelypanca.wordpress.com
Minto Rahayu, Pengetahuan (Knowledge) yang udah disusun dengan systematis serta berlaku secara umum.

Thomas Kuhn, Sebuah Himpunan aktivitas/kegiatan yang banyak mendapatkan atau membuahkan penemuan, baik dalam bentuk pengembangan maupun penolakannya.

Van Puersen, Pengetahuan yang sudah terorganisasi, dengan cara serta system berupaya mencari beberapa interaksi tetap di antara beberapa gejala.

Dr. Maurice Bucaille, Kunci supaya bisa mengungkapkan beragam macam hal, baik dalam periode waktu sebentar ataupun periode waktu yang lama.

NS. Asmadi, Ilmu yaitu proses mengetahui lewat penyelidikan yang systematis serta beberapa kumpulan pengetahuan yang padat serta terkendali (metode ilmiah).

Charles Singer, Science is the process which makes knowledge. Ilmu adalah (sebuah proses yang membuat pengetahuan)

M. Izuddin Taufiq, Ilmu adalah penelusuran informasi atau data lewat penilaian, uji coba serta pengkajian, dengan maksud landasan mendasar, mengambil keputusan pokok, maupun asal usulnya.

Poespoprodjo, Ilmu adalah proses melakukan perbaikan diri secara terus-terusan (bersinambungan) yaitu mencakup perkembangan uji empiris serta teori.

Popper, Ilmu adalah tetap dalam keseluruhnya serta hanya mungkin direorganisasi.

Dr. H. M. Gade, Ilmu adalah falsafah, yakni hasil pemikiran mengenai peluang batas-batas pengetahuan manusia.

Francis Bacon, Ilmu merupakan hanya sebagian kenyataan yang bisa jadi objek pengetahuan serta satu-satunya pengetahuan yang valid.

Goldstein, Ilmu yaitu cara memandang (melihat) dunia, merubah serta memahaminya. Dalam sisi kreativitas ilmu dan pengetahuan, keilmuan di terangkan sebagai system berpikir yang melibatkan serangkaian kegiatan imajinatif ilmuwan serta kreatif dalam usaha mencari kebenaran.

Mulyadi Kartanegara, Ilmu dan pengetahuan secara bahasa yaitu science memiliki arti ”kenyataan atau keadaan” kerap di ambil serta memahami dalam arti pengetahuan (knowledge) yang kontras pada keyakinan serta intuisi.

Ralp Ross serta Ernest Van Den Haag, Dalam bukunya The fabric of society, menyatakan bahwa pengetahuan mempunyai persyaratan empiris, rasional, umum, kumulatif serta keempatnya serentak tercukupi.

Ashley Montagu, Dalam bukunya ‘the cultured man’, memberi pengertian ilmu dan pengetahuan sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu system yang datang dari pengalaman, studi serta percobaan yang sudah dilakukan atau digunakan untuk memastikan inti prinsip mengenai hak yang sedang dipelajari.

V. Afayanev, Dalam bukunya ‘Marxist Philosophy’ menyebutkan kalau pengertian ilmu dan pengetahuan yaitu pengetahuan manusia mengenai alam, masyarakat, serta pikiran. V. Afayanev mencerminkan alam dalam hukum-hukum, ide konsep, serta beberapa kelompok yang pas dan kebenarannya bisa diuji dengan pengalaman praktis.

Helmy A. Kotto, Menyatakan  bahwa ilmu dan pengetahuan yaitu sebuah proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus-terusan hingga bisa menjelaskan fenomena serta kehadiran alam itu sendiri.

Dadang Ahmad S, Merumuskan kalau pengertian ilmu dan pengetahuan yaitu sebuah proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus-terusan sampai bisa menerangkan fenomena serta kehadiran alam tersebut.

Mappadjantji Amien, Merumuskan kalau ilmu dan pengetahuan yaitu suatu hal yang bermula dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati serta semesta yang mempunyai paradigma, objek penilaian, metode.

Dan media komunikasi membentuk sains baru dengan maksud untuk memahami semesta untuk mengfungsikannya serta menemukan kendali diri untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah.

Syahruddin Kasim, Menyatakan kalau “ilmu pengetahuan” yaitu pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah Sang Pencipta yang datang dari proses hubungan fenomena fitrawi lewat dimensi hati, akal, nafsu yang rasional, empirik serta hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta untuk menyempurnakan tanggung jawab kekhalifaan.

Fungsi Ilmu Pengetahuan 

Sumber: wavekuliahonline.blogspot.co.id
Setelah mengulas mengenai pengertian ilmu dan pengetahuan secara umum, lantas kita akan jelaskan mengenai 3 fungsi ilmu dan pengetahuan yang paling utama yakni:

Ilmu dan pengetahuan itu menjelaskan (explaining, Describing) 

Peranan ilmu dan pengetahuan dalam menjelaskan mempunyai 4 bentuk yakni:
  1. Deduktif, yakni pengetahuan mesti bisa memaparkan suatu hal bersumber pada premis pangkal ilir yang sudah diputuskan sebelumnya
  2. Probabilistik, Ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan suatu hal bersumber pada pola pikir induktif dari beberapa kasus yang pasti, hingga cuma bisa memberi kepastian (tidak mutlak) yang miliki sifat kemungkinan besar atau nyaris pasti.
  3. Fungsional, ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan letak sebuah komponen dalam sebuah system secara menyeluruh
  4. Genetik, ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan sebuah aspek bersumber pada beberapa gejala yang udah seringkali terjadi sebelumnya. 
Meramalkan (prediction) 

Ilmu dan pengetahuan mesti bisa memaparkan aspek sebab-akibat sebuah momen atau peristiwa, umpamanya apa yang akan terjadi bila harga bahan-bahan pokok naik.

Mengendalikan (controlling) 

Peranan Ilmu dan pengetahuan dalam mengendalikan mesti bisa mengendalikan tanda-tanda alam bersumber pada sebuah teori umpamanya bagaimana mengendalikan kurs rupiah serta harga.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Ilmu Pengetahuan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ilmu Pengetahuan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. hariannetral.com
  2. gurupendidikan.com 

Contoh Abstrak Skripsi dan Cara Membuatnya

Contoh Abstrak Skripsi dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Abstrak Skripsi. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Abstrak Skripsi

Sumber: thanmal.blogspot.co.id
Abstrak adalah satu ringkasan isi dari satu karya tulis ilmiah yang diperuntukkan untuk membantu seorang pembaca supaya bisa dengan gampang dan cepat untuk melihat maksud dari penulisannya.

Di dalam dunia akademik, tulisan pendek ini dipakai oleh institusi/instansi/organisasi pendidikan sebagai informasi awal atas satu riset saat dimasukkan dalam jurnal, konferensi, lokakarya, atau yang semacamnya.

Dalam dunia maya (internet), satu abstrak dipakai sebagai deskripsi singkat atas satu karya tulis ilmiah/riset untuk di baca, seperti halnya satu “display” jenis baju dipajang untuk dilihat atau diuji pakai saat sebelum dibeli. Berikutnya, bagian lengkap satu riset di jual pada mereka yang tertarik untuk mendapatkannya.

Struktur penulisan satu abstrak yang terjadi sekarang menggambarkan ketidakpastian ide konsep atau ketidakjelasan panduan yang dipunyai mengenai susunan yang jelas dari satu abstrak.

Argumen atau pandangan atas ketidaksamaan yang terjadi di dunia akademik tidak dibicarakan dalam tulisan ini lantaran sekarang yang lebih penting meluruskan dan atau menyamai pandangan mengenai penulisan satu abstrak yang baik. Penulisan satu abstrak harusnya memerhatikan:
  • Susunan Paragraf. 
Satu abstrak ditulis dalam satu paragraf yang menjelaskan keseluruhan isi tulisan secara singkat serta jelas. Penulisannya tidak melakukan indensasi pada kalimat pertama paragraf. Single space yaitu pilihan yang dipunyai oleh penulis untuk menyusun kalimat dalam paragrafnya.

Lebih dalam, terkadang seorang pembimbing Skripsi/Tesis/Disertasi mengatur sampai pada penggunaan bentuk huruf serta ukuran tertentu.
  • Jumlah kata. 
Idealnya satu paragraf terdiri dari 150 sampai dengan 200 kata. Tetapi, pertimbangan jumlah kata yang paling pas dalam penulisan Skripsi, Tesis, maupun disertasi umumnya tergantung pada pertimbangan pandangan pembimbing (supervisor) yang mendampingi seorang mahasiswa dalam penulisannya.

Seorang supervisor harusnya tidak memperhitungkan jumlah kata sebagai referensi paling utama penulisan paragraf, lantaran sisi paling utama justru isi (kontent) paragraf.
  • Isi paragraf. 
Pada saat pembimbingan, seorang supervisor memprioritaskan 4 sisi empiris dari satu abstrak. Pertama, indentifikasi konsentrasi riset dijelaskan secara singkat supaya pembaca mengerti apa yang dilihat oleh seorang peneliti di dalam penelitiannya.

Kedua, penulis butuh menggambarkan secara jelas design riset yang dilakukan dalam proses pencarian jawaban atau jalan keluar atas masalah yang diangkat di dalam penelitiannya. Design langkah penyelesaian permasalahan ini oleh mahasiswa umum di kenal dengan istilah Metode Penelitian. Ketiga.

Berikutnya penulis bakal menjelaskan hasil temuannya pada pembaca. Beberapa peneliti menganggap hasil temuan yang diungkap tidak butuh membuka pembahasan yang dilakukan lantaran hal semacam itu malah akan membuat pengulangan isi tulisan.

Jelas tujuannya lantaran sisi pembahasan temuan riset juga diuraikan di dalam sisi rangkuman. Ke empat, pentingnya sisi rangkuman di dalam satu tulisan juga tampak di dalam satu abstrak yang tetap mendapatkan perhatian penting sebagai sisi akhir dari paragraf.

Di bagian ini kadang-kadang beberapa peneliti menyisipkan referensi riset tetapi tanpa pembahasan atau uraian yang panjang. Lebih lanjut, hal yang lazim satu abstrak di isi oleh nama si penulis dan beberapa pembimbing tulisannya, terlebih hal semacam itu ditulis dalam huruf cetak tebal.

Sebaiknya abstrak memenuhi syarat sebagai berikut ini: 
  1. Jadi penghubung dalam pemikiran penulis dengan pembacanya. 
  2. Isinya mewakili keseluruhan dari isi skripsi. 
  3. Bisa membimbing pembaca pada objek riset yang akan di sampaikan di dalam skripsi. 
  4. Ada gagasan paling utama skripsi secara keseluruhan 
  5. Bisa membuat pembaca lebih penasaran serta memicu untuk membaca skripsi secara keseluruhan. 

Bagian-bagian dari Absrak 

Isi dari abstrak terdiri: pengantar, latar belakang permasalahan, maksud serta metode riset dan rangkuman.

Poin-poin itu membuat abstrak jadi sisi yang penting dengan maksud membantu pembaca mengetahui isi dari skripsi. Penggambaran lengkap amat diperlukan dalam pembuatan abstrak ini.

Contoh beberapa sisi abstrak bisa kita analisa pada contoh abstrak skripsi di atas: 
  1. Di dalam paragraf pertama berisi mengenai hal yang melatar belakangi permasalahan yang diangkat dalam skripsi. 
  2. Paragraf kedua di isi objek riset, dalam contoh di atas yakni satu acara TV. 
  3. Paragraf selanjutnya di isi tujuan riset yang akan dilakukan penulis. 
  4. Paling akhir mengenai metode dari riset dan rangkuman dari riset dalam penulisan skripsi. 
Untuk menyusun abstrak umumnya dilakukan sesudah proses penulisan skripsi selesai. Begitu keseluruhan dari isi skripsi yang kita susun bisa di jabarkan dengan lengkap. Untuk detilnya bisa di baca di tiap bab.

Abstrak inilah yang bisa membimbing pembaca untuk menarik membaca tiap bab yang kita tuliskan di dalam skripsi.

Penulisan abstrak yang baik serta benar tentunya sesuai sama ejaan yang sudah disempurnakan. Termasuk juga penulisan dan lain sebagainya. Tulisan yang baik tentunya bisa mempermudah pembaca untuk mengerti apa yang di sampaikan di dalam abstrak.

Termasuk juga tercapainya tujuan kita dalam menulis abstrak skripsi atau yang lain yang tiada lain berupaya membuat pembaca penasaran untuk merampungkan pembacaan skripsinya.

Tips Penulisan/pembuatan Abstrak 

Untuk membuat pembaca merasa penasaran jelas tidak mudah, dibutuhkan pengetahuan, pengalaman serta beberapa tips untuk membuat abstrak sebagai berikut ini: 
  1. Kerjakan skripsi Andadengan pemikiran anda sendiri 
  2. Optimis kalau Anda yaitu pakar dari isi skripsi Anda. 
  3. Buat kerangka abstrak supaya lebih sistematis. 
  4. Gunakan bahasa Indonesia yang baik serta benar. 
  5. Gunakan istilah asing atau ilmiah dengan tepat. 

Contoh Abstrak

Sumber: yotowp.com
Contoh 1

Abstrak 

Naniyatin. 2008. “Pemakaian Pendekatan Ketrampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sifat Magnet Siswa Kelas V SDN 2 Lembo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara”. Skripsi. Diarahkan oleh Dra. Rosmalah, S. Pd, M. Pd serta Dra. St. Jauhar, M. Si. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.

Gagasan awal riset ini lantaran rendahnya hasil belajar siswa pada materi karakter magnet. Hal semacam ini dikarenakan guru tidak memakai pendekatan pembelajaran yang pas dalam mengajar terlebih pendekatan ketrampilan proses.

Masalah riset ini yaitu apakah hasil belajar sains siswa kelas V SDN 2 Lembo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara pada materi karakter magnet mengalami penambahan dengan memakai pendekatan ketrampilan proses?

Tujuan riset ini yaitu untuk mengetahui hasil belajar sains siswa kelas V SDN 2 Lembo pada materi karakter magnet mengalami penigkatan dengan memakai pendekatan ketrampilan proses.

Manfaat riset ini yaitu (satu) untuk siswa, bisa meningkatkan hasil belajarnya pada mata pelajaran sains khususnya pada materi karakter magnet (dua) untuk guru, bisa menerapkan pendekatan ketrampilan proses dalam pembelajaran sains di kelas (tiga) untuk sekolah.

Mendapatkan sumbangan inovasi pembelajaran yang pas serta relevan dengan nuansa pembelajaran yang diinginkan dalam KTSP. Jenis riset ini yaitu tindakan kelas yang berdaur ulang/siklus yakni mencakup perencanaan, proses, observasi serta refleksi.

Data riset ini yaitu data aktivitan serta hasil belajar siswa pada materi karakter magnet. Data didapat dengan observasi, tes, catatan lapangan serta wawancara. Hasil riset menunjukan kalau ada penambahan dalam pembelajaran, baik pada kegiatan guru serta siswa ataupun hasil tes siswa.

Penambahan itu bisa dilihat pada dari tiap siklus, siklus pertama dengan kualifikasi cukup (C) siklus kedua dengan kualifikasi sangat baik (SB).

Rangkuman riset ini yaitu dengan memakai pendekatan ketrampilan proses bisa meningkatkan hasil belajar siswa SDN 2 Lembo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara pada materi karakter magnet.

Anjuran dari riset ini yaitu supaya guru Sekolah Dasar yang mengajar sains, bisa menjadikan pendekatan ketrampilan proses ini sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang dipakai di Sekolah.

Contoh 2

Abstrak

Nurnanenci, 2008. Meningkatkan Pemahaman Konsep Keliling Persegi Panjang Dengan Memakai Alat Peraga Melalui Pendekatan Matematika Realistik Siswa Kelas III SD Negeri 11 Napabalano Kabupaten Muna. Skripsi,

Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar. Pembimbing : (I) Drs. Latri Aras, S. Pd, M. Pd, (II) Drs. H. Muh. Arief K, S. Pd, M. Si.

Untuk mengutarakan penggunaan pendekatan matematika realistik serta alat peraga dalam mendapatkan pemahaman konsep keliling persegi panjang itu, peneliti merumuskan permasalahan

“Apakah dengan memakai alat peraga melalui Pendekatan Matematika Realistik bisa meningkatan pemahaman siswa pada konsep keliling persegi panjang di kelas IIIa SD Negeri 11 Napabalano Kabupaten Muna?”.

Untuk menjawab pertanyaan itu, riset ini memakai pendekatan kualitatif dengan bentuk riset tindakan.

Hasil riset menunjukan kalau pembelajaran materi konsep serta keliling persegi panjang dengan memakai alat peraga lewat Pendekatan Matematika Realistik bisa membuat siswa santai, bahagia, serta tidak tegang dalam belajar.

Pembelajaran itu dijalankan dengan melakukan:
  1. Menunjukan benda-benda yang ada di sekitar yang berupa persegi panjang serta yang bukanlah berbentuk persegi panjang;
  2. Siswa merampungkan LKS dengan memakai alat peraga yang udah diberikan;
  3. Tiap Kelompok mempresentasekan hasil diskusinya sedangkan siswa yang lain memberikan respon;
  4. Siswa mengkostruk keliling persegi panjang lewat bimbingan guru;
  5. Siswa merampungkan soal serta permasalahan realistik yang lain. 
Bertolak dari temuan riset serta pemberian tindakan pembelajaran, bisa diambil kesimpulan kalau pembelajaran dengan memakai alat peraga dengan menerapkan pendekatan matematika realistik bisa meningkatkan pemahaman siswa pada materi keliling persegi panjang.

Contoh Abstrak dalam Bahasa Inggris 

Contoh 3

Abstract 

Increasing Students’ Vocabulary Achievement Through Extensive Reading
Vocabulary is one of an important thing in English learning that can’t be conveyed by people. For gaining a good ability in listening, speaking, reading, and writing, people need to have a good vocabulary mastery.

That’s the reason why this part becomes the basic need in language learning and when the researcher found that vocabulary mastery of high school students are very bad, then teaching vocabulary through Extensive Reading chosen as the theme of this bachelor thesis.

The research was purposed to find out whether there was any significant increasing or not for the students who have been taught by using Extensive Reading. In his first thesis, the researcher used one group pre test post test design.

The sample of this research was VIII A at SMPN ………. As the instrument of the research, the objective vocabulary test was used. To analyze the data, it used repeated measure t-test in which the significance was determined by p0. 05.

The result showed that the students’ mean score in pretest was 53. 4 while the posttest mean score was 72. 73. The result also showed that there was a significant difference of the mean score. It had increased to be 19. 33 after treatments with the significant level of 0. 05, it was noted that p=0. 000.

It proves that the the students’ score were significantly different (p0. 05). So, the hypothesis proposed in this research was accepted. In conclusion, it can be said that Extensive Reading can be used to increase the students’ voacbulary achievement.

Contoh 4

Abstract

Increasing Students’ Reading Comprehension Achievement By Using Collaborative Strategic Reading A very useful skill used as a tool to communicate between a writer and a reader called as reading.

By this skill, a reader got through understanding for what was written by the writer. But, reading is not just spelling the word one by one and then doing nothing. There is a very important activity to do, so a whole understanding will be absolutely achieved.

A reader requires comprehending, an activity which he or she needs to have active process before, during, and after reading. There are five aspects of comprehending the text; they are, identifying main idea, determining reference, making inference, and understanding vocabulry.

A bad reading comprehension skill of Junior High School students made the researcher took reading and then tried to increase the students’ comprehension by a strategy called collaborative strategic reading.

Finding out whether there was any significant increasing of the students’ reading comprehension achievement at the second grade of SMPN ……. and what the most affected aspect after being taught by using collaborative strategic reading are the objectives of this research.

The researcher used one group pre test post test design. The sample of this research was VIII A at SMPN ………. As the instrument of the research, the reading comprehension test was used. Repeated measure t-test was used to analyze the data in which the significance was determined by p0. 05.

The result showed that the pretest mean score was 58. 56 while the posttest mean score was 69. 42. It showed that there was a significant increase from the first to the second mean score. It had increased to be 11. 84.

So that, the result proves that the the students’ score were significantly different (p0. 05). It means that the two hypothesis proposed in this bachelor thesis were accepted. The researcher then found that determining main idea is the most affected aspect after being taught by using collaborative strategic reading.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Abstrak Skripsi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Abstrak Skripsi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Abstrak Skripsi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. faizalnizbah.blogspot.co.id
  2. dosen.ung.ac.id
  3. contohsimpel.blogspot.com
  4. belajarbahasainggrisku.com 

Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya

Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Abstrak

Sumber: apresiasikarya.blogspot.co.id
Abstrak yaitu representasi dari isi dokumen yang singkat dan pas. Abstrak adalah bentuk ringkas dari isi sebuah dokumen yang terdiri atas beberapa bagian penting dari sebuah tulisan, serta mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

Abstrak atau abstraksi pada riset yaitu sebuah deskripsi atau bayangan yang menceritakan mengenai alur dari sebuah riset yang ditulis oleh peneliti supaya beberapa pembaca bisa mengerti secara singkat inti dari riset itu.

Contoh Abstrak umumnya mendeskripsikan sebuah riset secara singkat serta sistematika yang dimulai dari nama peneliti, nomer pokok/induk mahasiswa bila si peneliti seseorang mahasiswa, judul riset, rumusan permasalahan, teori-teori, metode riset, variabel, sumber data, hasil pengujian, serta simpulan dari hasil riset itu.

Manfaat Abstrak 

  1. Mempermudah beberapa pembaca untuk mendapatkan informasi paling baru mengenai suatu sektor yang diminati, tanpa mesti membaca semua isi dokumen 
  2. Menghemat waktu pembaca 
  3. Meneruskan membaca atau tidak? 
  4. Menghindari terjadi duplikasi tulisan 
  5. Kata kunci (keyword): mempermudah dalam penyimpanan secara elektronis 
  6. Abstrak berisi mengenai motivasi, perumusan permasalahan, tujuan, metode/pendekatan, dan hasil yang diinginkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak bisa menulisakan referensi serta diikuti dengan keyword atau kata kunci (keyword) minimal 3 kata kunci 

Cara Membuat Abstrak 

Bagaimana cara membuat abstrak yang baik dan benar? Bagaimana cara penulisannya? Hal-hal apa sajakah yang perlu ada saat kita membuat sebuah abstrak untuk satu riset. Berikut ini yaitu beberapa panduan bagaimana sebuah abstrak itu di buat.

Tulis: 
  1. Nama penulis artikel 
  2. Judul artikel 
  3. Judul, no. Majalah, bulan serta tahun terbit, jumlah halaman 
  4. Isi abstrak 
  5. Nama pengabstrak 
Abstrak Laporan Penelitian/Skripsi/Tesis/Disertasi 

Tulis: 
  1. Nama penulis 
  2. Judul 
  3. Tahun serta jumlah halaman 
  4. Isi abstrak memuat pokok persoalan, tujuan serta metode riset, hasil riset, simpulan 
  5. Nama pengabstrak 
Abstrak Peraturan 

Tulis: 
  1. Judul, nomer serta tahun peraturan 
  2. Isi peraturan memuat landasan filosofis dikeluarkannya peraturan, dasar hukum, isi peraturan 
  3. Catatan 
  4. Nama pengabstrak 
Teknik Penulisan Abstrak 
  1. Jarak ketik 1 spasi 
  2. Maksimal 250 kata 
  3. Pakai kalimat aktif 
  4. Buang kalimat yang sifatnya memberikan keterangan pelengkap 

Contoh Abstrak

Sumber: anekacontohsurat.com

Contoh Abstrak Makalah 

Abstrak

Perkembangan teknologi sistem pengaturan proses di industri saat ini menuju aplikasi teknologi elektro-pneumatik, yakni penyusunan komponen pneumatik lewat sinyal listrik.

Pressure control trainer 38-714 yaitu modul teknologi elektro-pneumatik yang membahas penyusunan tekanan. Perubahan variasi beban serta masalah pada teknologi elektro-pneumatik bisa mengakibatkan tanggapan sistem tidak sesuai sama persyaratan yang diinginkan.

Pengaruh masalah yang ada pada sistem proses bisa direduksi dengan kontroler kaskade. Tidak hanya itu, metode kaskade dipakai untuk meningkatkan kecepatan respon sistem. Dengan pendekatan fuzzy, permasalahan kontroler bisa diselesaikan dengan gampang tanpa perhitungan matematis yang rumit.

Kontroler kaskade fuzzy yaitu dua kontroler fuzzy yang disusun secara kaskade. Pada segi primer berbentuk kontroler fuzzy untuk penyusunan tekanan, sedangkan pada segi sekunder berbentuk kontroler fuzzy untuk penyusunan aliran.

Bersumber pada hasil implementasi, kontroler kaskade fuzzy dalam riset ini dapat mengurangi nilai maksimum overshoot, saat steady state serta error steady state. Bila kontroler kaskade fuzzy dibandingkan dengan kontroler fuzzy tunggal.

Abstract

Technological developments in industrial process control systems today is toward the application of electro-pneumatic technology, ie pneumatic component control via electrical signals. Pressure control trainer 38-714 is a teaching module on the electro-pneumatic technology which the pressure.

Changes in load variations and disturbances in the electro-pneumatic technology can effect the system response does not match the expected criteria.

Effect of disturbance in process systems can be reduced with a cascade controller. The cascade method is used to increase system response speed. With the fuzzy approach, the controller problem can be solved easily without complicated mathematical calculations.

Cascade fuzzy controller is consist of two fuzzy controllers in a cascade. On the primary side of a fuzzy controller of pressure, the secondary side of a fuzzy controller of flow.

Based on the results of implementation, the cascade fuzzy controllers were able to reduce the maximum overshoot, the steady state and steady state error. If the cascade fuzzy controller compared with a single fuzzy controller.

Contoh Abstrak Skripsi 

Abstrak

Riset ini mempunyai tujuan untuk memahami hubungan akselerasi, kelincahan serta daya tahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis siswa putra SMA Negeri I Baturetno.

Riset ini adalah riset korelasi, memakai cara survey dengan teknik tes serta pengukuran Populasi dalam riset ini yaitu siswa putra SMA Negeri I Baturetno sejumlah 20 Orang.

Sedangkan instrument yang dipakai untuk akselerasi yaitu tes 20 meter ssatuannya detik, tes kelincahan diukur dengan shuttle run selama 60 detik satuannya frekuensi, ketahanan diukur dengan tes lari 2400 meter satuannya menit.

Ketrampilan bermain bulutangkis diukur dengan system setengah kompetisi satuannya angka. Data dianalisis dengan rumus korelasi product moment.

Sebelumnya data dianalisis butuh diadakan pengujian kriteria analisa data yakni uji normalitas, uji linieritas serta uji hipotesis. Uji normalitas data memakai chi kuadrat (X2), memakai program SPS adisi Sutrissno Hadi.

Untuk menguji linieritas data, dipakai teknik analisa variansi pada gari regresi serta uji hipotesis memakai analisa regresi. Setelah uji normalitas menghasilkan normal serta uji linieritas menghasilkan data yang linier.

Maka hasil riset yang didapat yaitu hubungan antara akselerasi dengan ketrampilan bulutangkis dengan r = -0.515 serta p = 0.019 memiliki arti signifikan. Ada hubungan antara kelincahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis dengan r = 0.883 serta p = 0.000 memiliki arti signifikan.

Ada hubungan antara ketahanan dengan ketrampilan bermain bulutangkis dengan r = -0.628 serta p = 0.003 memiliki arti signifikan.

Selenjutnya hasil analisa regresi ganda dengan tiga prediktor memperlihatkan korelasi yang signifikan dengan R = 0.897 antara akelerasi, kelincahan serta daya tahan dengan ketrampilan bermain bulutangkis.

Besarnya koefisien determinan R2 (kuadrat) = 0.805 sumbangan efektif (SE) yang diberikan ketiga variabel secara keseluruhan sebesar 80.470%.

Contoh Abstrak Tugas Akhir 

Abstrak

Dalam dunia industri alat ukur senantiasa diperlukan untuk menjalani semua kegiatan pekerjaan, satu diantaranya alat ukur berat. Oleh karena adanya alat ukur berat ini berat beban dari bahan atau material yang nantinya diolah dapat di ketahui beratnya.

Tetapi sampai kini alat ukur berat yang sudah ada serta dipakai harga nya relatif mahal. Hingga dalam riset ini di buat rancang bangun alat ukur berat memakai load cell kapasitas 300 kg, yang memiliki nilai ekonomis lebih rendah.

Untuk penggunaan alat ini mesti dipasang pada crane, yang prinsip kerjanya memakai beberapa gaya yang bekerja pada wire rope akibat dibebani muatan, hingga terjadi ketegangan pada wire rope itu. Hal semacam ini menyebabkan terjadinya tarikan pada load cell lewat pulley aktif.

Serta dari gaya tarik inilah bakal di proses oleh load cell jadi sebuah sinyal elektrik, yang nantinya bakal diteruskan lagi ke display untuk di baca sebagai sebuah besaran berat.

Dari hasil pengujian diperoleh data kalau kapabilitas maksimum akibat modifkasi load cell mencapai 670 kg melebihi kemampuan sebelumnya yaitu 300 kg.

Lantas display yang dipakai mempunyai keterbatasan pada pembacaan. Beban yang dapat di baca cuma mempunyai range sebesar 10 kg, hingga pada beban yang tidak berkelipatan 10 kg hasilnya bakal dibulatkan.

Serta pengukuran besar perubahan defleksi yang terjadi pada load cell tidak dapat terlihat lantaran bersifat mikron.

Keyword: Range, beban, sudut, load cell, wire rope

Contoh Abstrak Karya Tulis Ilmiah 

Abstrak

Riset Deskriptif Tentang Psikologi Sosial Masyarakat Kudus Pada Fatwa Rokok MUI

Oleh: Ikha Setya Aminati

Riset mengenai “Dampak Fatwa Rokok Untuk Psikologi Sosial Masyarakat Kudus” mempunyai tujuan untuk memberi manfaat psikologi sosial masyarakat Kudus dalam permasalahan fatwa rokok.

Riset ini dikerjakan dengan cara pembagian angket pada masyarakat yang memiliki kebiasaan merokok dan studi pustaka.

Sejumlah 54 angket yang kembali diperoleh hasil kalau alasan merokok paling banyak yaitu merokok untuk menyingkirkan penat yang diperlihatkan dengan presentase 33,33%.

Sedangkan responden yang merokok menyadari kalau rokok itu beresiko untuk kesehatan tubuh yaitu sejumlah 88,89%.

Tetapi, dalam kenyataannya mereka tetap merokok untuk sebagian alasan yang terdaftar pada tabel 1, ini dapat dibuktikan kalau perokok menerapkan teori pertentangan sebagai satu diantara usaha untuk melakukan kegiatan merokok.

Namun, tidak selamanya teori pertentangan berlaku pada 54 orang responden. Hal semacam itu dapat dibuktikan dengan adanya kesadaran untuk berhenti merokok yang ada dalam tabel 2 sejumlah 66,67%.

Bersumber pada fakta yang didapat dari hasil itu, psikologi sosial berguna dalam persoalan fatwa rokok, berupa adanya kesadaran masyarakat untuk berhenti merokok.

Sedangkan dampak fatwa rokok pada psikologi sosial masyarakat Kudus, berupa adanya penolakan pada fatwa rokok MUI.

Lantas bentuk dari psikologi sosial rokok dalam masyarakat yaitu adanya teori pertentangan yang secara langsung dilakukan masyarakat sebagai usaha untuk melakukan aktivitas merokok.

10 langkah Membuat Asbtrak 

Sumber: kompasiana.com
  • Identifikasi tujuan penelitian Anda 
Sebagai contoh, Anda menulis tentang hubungan antara kurangnya makan siang di sekolah dan nilai jelek. Lalu? Mengapa hal semacam ini penting?

Pembaca ingin tahu alasannya kenapa penelitian Anda penting, dan apa maksud dari penelitian ini. Awalilah abstrak deskriptif Anda dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan itu:
  1. Mengapa Anda memutuskan untuk melakukan kajian atau proyek ini? 
  2. Bagaimana Anda kerjakan penelitian Anda? 
  3. Apa yang Anda dapatkan? 
  4. Mengapa penelitian ini dan penemuan-penemuan Anda penting? 
  5. Mengapa seseorang harus membaca semua esai Anda? 
  • Terangkan persoalan yang berlangsung 
Abstrak menyebutkan “masalah” yang ada di balik penelitian Anda. Pikirkan hal semacam itu sebagai permasalahan spesifik sebagai arti dari penelitian atau proyek Anda.

Terkadang Anda bisa menggabungkan persoalan dengan motivasi melakukan penelitian, tetapi yang terbaik yakni untuk memperjelas dan memisahkan keduanya.
  1. Apa persoalan yang bakal di pahami atau ditangani lebih baik lewat penelitian Anda? 
  2. Apa cakupan dari kajian/penelitian Anda – persoalan umum, atau mungkin saja sebuah hal yang khusus? 
  3. Apa pernyataan atau alasan pokok Anda? 
  • Jelaskan cara yang Anda pakai 
‘Motivasi’ dan ‘masalah’ sudah Anda terangkan. Bagaimana perihal dengan ‘metode’? Dibagian inilah Anda memberi tinjauan mengenai langkah menyelesaikan penelitian.

Apabila Anda melakukan penelitian sendiri, masukan deskripsinya dalam abstrak ini. Apabila Anda melakukan tinjauan pada penelitian orang lain, terangkan dengan singkat.
  1. Diskusikan penelitian Anda termasuk juga bermacam variabel serta pendekatan yang Anda gunakan. 
  2. Deskripsikan bukti yang mensupport pernyataan Anda. 
  3. Berikanlah tinjauan umum dari sumber-sumber yang paling utama. 
  • Deskripsikan hasil penelitian (cukup dalam abstrak informatif). 
Di sinilah waktunya Anda mulai mengadakan perbedaan pada abstrak deskriptif dan informatif. Dalam abstrak informatif, Anda akan diminta menjelaskan hasil kajian/penelitian Anda.
  1. Apakah yang Anda dapatkan? 
  2. Apa jawaban yang Anda bisa dari penelitian atau kajian Anda? 
  3. Apakah hipotesis ataupun pendapat Anda mensupport penelitian itu? 
  4. Apa hasil penemuan pada umumnya? 
  • Catat satu rangkuman 
Rangkuman harus mengakhiri rangkuman dan menutup abstrak Anda. Pada rangkuman katakan arti dari penemuan Anda seperti pentingnya seluruh isi makalah.
  1. Format penulisan rangkuman dapat digunakan dalam abstrak deskriptif maupun abstrak informatif, tetapi Anda hanya butuh menjawab pertanyaan itu dalam abstrak informatif. 
  2. Apa saja implikasi dari penelitian Anda? 
  3. Apakah hasil penelitian Anda umum atau demikian khusus? 
  • Aturlah abstrak dengan rapi 
Dalam abstrak yang Anda buat, ada beberapa pertanyaan khusus yang perlu dijawab, tetapi jawaban itu juga harus tersusun dengan baik. Idealnya, abstrak harus sesuai sama semua format esai yang Anda catat, biasanya mencakup ‘pendahuluan’, ‘isi’, dan ‘kesimpulan’.

Banyak jurnal memiliki panduan gaya penulisan spesifik untuk satu abstrak. Apabila Anda udah diberi seperangkat ketetapan atau panduan, ikutilah tepat seperti yang tertulis.
  • Berikanlah informasi yang berguna 
Tidak seperti paragraf topik yang mungkin saja punya niat di buat tidak jelas, satu abstrak harus memberi penjelasan yang bermanfaat tentang makalah dan penelitian Anda.

Tuliskan abstrak sampai pembaca tahu secara tepat hal yang tengah Anda bicarakan dan tidak menggantung, muncul beragam pertanyaan yg tidak terjawab dengan frasa atau referensi yang memiliki arti ganda (ambigu).

Jauhi penggunaan akronim ataupun singkatan secara langsung dalam abstrak itu, karena semuanya perlu diterangkan agar diperhitungkan oleh pembaca. Penggunaannya buat ruang penulisan yang berharga terbuang sia-sia, dan rata-rata harus dijauhi.

Apabila tema Anda mengenai sebuah hal yang dikenal cukup baik, Anda dapat mengacu beberapa nama orang atau tempat sebagai konsentrasi dalam makalah Anda.

Jangan sampai memasukkan tabel, gambar, sumber, atau kutipan yang panjang dalam abstrak Anda. Terkecuali mengambil ruang amat banyak, hal semacam itu biasanya bukanlah apa yang diinginkan oleh pembaca.
  • Tulislah dari hasil corat-coret 
Ya, abstrak memang satu rangkuman, tetapi bagaimanapun harus ditulis terpisah dari makalah. Jangan sampai menyalin kutipan segera dari makalah Anda, dan hindari untuk menulis lagi kalimat Anda sendiri dari segi mana juga makalah itu.

Tulislah abstrak menggunakan perbendaharaan kata dan frasa yang baru untuk membuatnya menarik dan bebas dari pleonasme, penggunaan kalimat akan lebih diperlukan.
  • Gunakan frasa dan kata-kata kunci 
Apabila abstrak Anda akan dipublikasikan dalam satu jurnal, Anda tentu menginginkan agar pembaca dapat menemukannya dengan mudah.

Karena itu, pembaca akan mencari kata-kata kunci tertentu dalam basis data dalam jaringan (online) dengan harapan makalah, seperti punya Anda, akan terlihat. Cobalah gunakan 5-10 kata atau frasa kunci mengenai penelitian dalam abstrak Anda.

Sebagai contoh, apabila Anda tengah menulis makalah tentang perbedaan budaya terkait skizofrenia (schizophrenia), optimis untuk menggunakan kalimat seperti “skizofrenia (schizophrenia)”, “lintas budaya (cross-cultural)”, “keterikatan budaya (culture-bound)”.

“penyakit mental (mental illness)”, dan “penerimaan sosial (societal acceptance)”. Kalimat itu mungkin saja yaitu istilah yang digunakan oleh beberapa orang ketika mencari makalah dalam subyek yang Anda catat.
  • Hindari tulisan yang amat spesifik 
Abstrak yakni sebuah rangkuman, dan sudah semestinya tidak mengacu pada hal-hal paling utama dari penelitian secara khusus, kecuali terkait nama atau tempat. Anda tidak butuh menjelaskan atau mendeskripsikan istilah apa pun dalam abstrak, yang diperlukan cuma satu referensi.

Hindari keterangan yang amat detail dalam rangkuman dan tuliskan tinjauan mengenai penelitian Anda secara garis besar.

Hindari penggunaan jargon, kosakata khusus untuk bagian tertentu. Perbendaharaan kata khusus itu mungkin saja tidak dipahami oleh pembaca umum dalam bagian Anda dan dapat menyebabkan kebingungan.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Abstrak dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Abstrak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Abstrak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. akubagi.com
  2. lahiya.com