Showing posts sorted by relevance for query larutan elektrolit. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query larutan elektrolit. Sort by date Show all posts
05 May 2017

Transpor Zat Melalui Membran Sel

Transpor Zat Melalui Membran Sel. Pengertian Membran Sel, Fungsi dari Membran Sel, dan Proses Terjadinya Transpor Zat Melalui Membran Sel.

Membran Sel

Sumber: noviabio.blogspot.co.id
Manfaat membran sel yaitu sebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu memungkinkan sel untuk peroleh pH yang sesuai, dan konsentrasi beberapa zat jadi teratasi. Sel bisa pula memperoleh masukan beberapa zat dan ion-ion yang diperlukan serta membuang beberapa zat yang tidak diperlukan. Semua pengontrolan itu bergantung pada transpor lewat membran.

Transpor pasif yakni perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan daya sel. Perpindahan molekul itu terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi, pejalan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif yakni difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.

Transpor aktif yakni perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan daya dari sel itu. Perpindahan itu dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif yakni pompa Natrium (Na+) -Kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.

Difusi 

Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Difusi yakni penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa menggunakan daya. Secara spontan, molekul zat dapat berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruangan.

Sebagai contoh, setetes wangi-wangian akan menyebar ke seluruh ruang (difusi gas di dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air di gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air), hingga kerapatan zat itu rata.

Osmosis 

Sumber: keywordsuggest.org
Osmosis yakni perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan lewat satu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat membran.

Zat yang dapat melewati membran sel 

Membran sel dapat dilewati beberapa zat khusus yang larut dalam lemak, beberapa zat yang tidak bermuatan (netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana, dan air.

Beberapa zat yang disebut sebagai elektrolit lemah lebih cepat lewat membran dari pada elektrolit kuat. Contoh beberapa zat yang dapat melalui membran dari yang paling cepat hingga yang paling lambat salah satunya: Na+, K+, Cl‑, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membran sel miliki sifat permeabel pada beberapa zat yang mudah melalui membran.

Zat yang tidak dapat melewati membran 

Membran sel tidak dapat melalui beberapa zat gula (seperti pati, polisakarida), protein, dan beberapa zat yang mudah larut dalam pelarut organik. Membran berbentuk impermeabel pada beberapa zat itu. Oleh karena membran permeabel pada zat khusus dan impermeabel pada zat yang lain bisa dapat dikatakan miliki sifat semipermeabel atau selektif permeabel.

Proses osmosis berjalan dari larutan yang memiliki potensial air paling tinggi menuju larutan dengan potensial air rendah. Potensial air yakni kapabilitas air untuk berdifusi, yang nilainya dalam unit tekanan. Sama seperti kesepakatan, potensial air (PA) air murni yakni 0 atmosfer. Besarnya PA larutan bergantung pada potensial osmotik (PO) dan potensial tekanan (PT). Persamaannya:

PA = PO + PT
PA = potensial air
PO = potensial osmotik
PT = potensial tekanan

Potensial tekanan satu larutan yakni pelengkap tekanan yang dapat meningkatkan nilai potensial airnya. Pada tumbuhan, potensial tekanan didapat berupa tekanan turgor. Tekanan turgor yakni tekanan balik dari dinding sel pada tekanan air isi sel.

Tekanan turgor menyebabkan tumbuhan jadi tegak dan segar. Sebaliknya apabila tekanan turgor menyusut, tumbuhan jadi lemas dan layu.

Potensial osmotik lebih memerlihatkan satu status larutan, yaitu memerlihatkan perbandingan antara pelarut dengan zat terlarut yang dinyatakan dalam unit daya. Potensial osmotik memerlihatkan kecenderungan molekul air pada satu larutan untuk melakukan osmosis bersumber pada konsentrasi molekulnya.

Plasmolisis, Krenasi, dan Lisis 

Sumber: labsinfo.wordpress.com
Adakalanya, proses osmosis dapat membahayakan sel. Sel yang mempunyai sitoplasma pekat (mempunyai arti kerapatan airnya rendah), apabila ada pada kondisi hipotonis akan kemasukan air hingga tekanan osmosis sel jadi tinggi.

Keadaan yang demikian dapat memecah sel itu. Bisa dapat dikatakan bila sel itu mengalami lisis, yaitu hancurnya sel lantaran rusak atau robeknya membran plasma.

Sebaliknya, apabila sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonis dibanding sel itu, air di dalam sel akan mengalami osmosis keluar sel. Sel akan mengalami krenasi yang menyebabkan sel berkeriput lantaran kekurangan air.

Kondisi yang ideal untuk sel terang saja apabila konsentrasi larutan sitoplasma seimbang dengan lingkungan sekitarnya (isotonis).

Pada sel tumbuhan, keluarnya air dari sitoplasma ke luar sel menyebabkan volume sitoplasma mengecil. Oleh sebab itu membran plasma akan terlepas dari dinding sel. Peristiwa lepasnya membran plasma dari dinding sel disebut juga dengan plasmolisis. Plasmolisis yang kronis dapat menyebabkan kematian sel.

Difusi Terfasilitasi 

Sumber: pt.slideshare.net
Difusi dapat diperlancar oleh adanya protein pada membran sel. Contohnya pada saat proses pengangkutan glukosa dari lumen usus ke dalam pembuluh darah usus halus. Glukosa tidak dapat berdifusi secara spontan tanpa adanya protein pembawa. Prosesnya yakni sebagai berikut ini:

Semula molekul glukosa diikat oleh protein yang ada di membran sel. Selanjutnya, protein pembawa ini alami perubahan informasi dan mendorong glukosa ke dalam sel. Lantas protein pembawa kembali pada informasi semula. Protein pembawa bisa pula membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl- dan Ca2+.

Pompa Natrium-Kalium 

Sumber: edubio.info
Pompa Natrium-Kalium termasuk juga ke dalam transpor aktif, artinya sel mengeluarkan daya untuk mengangkut kedua bentuk ion itu. Pada transpor aktif, zat dapat berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Jadi perjalanan zat dapat melawan gradien konsentrasi atau gradien kadar.

Ion K+ perlu untuk melindungi kegiatan listrik di dalam sel saraf dan meningkatkan transpor aktif beberapa zat lain. Meskipun ion Na+ dan K+ dapat melalui membran. Karena keperluan akan ion K+ sangat tinggi, diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel dan pengeluaran ion Na+ ke luar sel.

Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, dan di dalam sel tinggi. Demikian sebaliknya konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Apabila terjadi proses osmosis, akan terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar dan osmosis ion Na+ dari luar ke dalam sel.

Walau demikian yang terjadi bukanlah osmosis, karena gerakan ion-ion itu melawan gradien kandungan, yaitu terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kandungan itu diperlukan daya ATP dengan pertolongan protein yang ada pada membran.

Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel disertai dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel. itu disebut juga dengan pompa natrium-kalium. Beberapa zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon.

Endositosis dan Eksositosis 

Sumber: myrightspot.com
Endositosis artinya pemasukan zat ke dalam sel, sedangkan eksostosis artinya pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini termasuk juga transpor aktif dan melawan dapat gradien kandungan (dari konsentrasi rendah ke tinggi). Contoh endositosis yakni fagositosis dan pinositosis.

Fagositosis (phagein = mengkonsumsi ; chytos = sel) yakni proses di mana membran plasma satu sel membungkus partikel dari lingkungan luar dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Vakuola lalu menyatu dengan lisosom membentuk heterofagosom dan lisosom memproses atau menghancurkan partikel itu.

Umpamanya sel darah putih dan sel ameba yang mengkonsumsi bakteri. Beberapa sel itu membungkus bakteri dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Selanjutnya bakteri akan di proses oleh lisosom.

Pinositosis (pinein = meminum) yakni momen sel mengkonsumsi sel mengkonsumsi zat cair dan membentuk satu gelembung. Cairan yang dikonsumsi itu dimasukkan ke dalam vakuola makanan.

Contoh eksostosis yakni proses pengeluaran zat dari dalam beberapa sel kelenjar ada peristiwa sekresi, misalnya beberapa sel penghasil enzim pencernaan mensekresikan enzim itu ke dalam usus.

Caranya yakni enzim-enzim itu dimasukkan ke dalam vakuola atau kantong-kantong kecil. Vakuola itu menuju tepi sel, membrannya membuka dan mengeluarkan enzim-enzim itu dari sel. Proses pengeluaran enzim ini memerlukan daya sel. Tanpa daya, sel tidak akan bisa mengeluarkannya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Transpor Zat Melalui Membran Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Membran Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Membran Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
17 September 2014

Sumber Energi Listrik

Saat ini hampir semua peralatan yang digunakan manusia bekerja menggunakan enerji listerik. Lampu, tivi, kipas angin, lemari es, telepon genggam, dan penanak nasi merupakan beberapa contoh peralatan rumah tangga yang menggunakan enerji listerik. Selain peralatan rumah tangga, banyak lagi peralatan lain yang menggunakan enerji listerik, misalnya komputer, gergaji listerik, bahkan kereta api listerik.

Dari mana kita mendapatkan sumber energi listerik? Salah satunya adalah dari batre. Peralatan listerik berukuran kecil biasanya menggunakan batre. Benda-benda tersebut misalnya telepon genggam, lampu senter, mobil mainan, dan jam dinding. Batre menyimpan sejumlah enerji listerik yang akan habis setelah digunakan dalam beberapa waktu tertentu. Selanjutnya, batre tersebut harus diganti atau diisi ulang.
No.
Kosakata Tidak Baku
Kosakata Tidak Baku
1.
Listerik
Listrik
2.
tivi
teve
3.
enerji
energi
4.
batre
batere
Sumber Energi Listrik
  1. Baterai. Pada ujung baterai terdapat dua buah kutub yaitu kutub positif dan negatif. Jika bungkus bagian luar baterai kita buka akan terlihat lapisan seng, lapisan seng ini berfungsi sebagai kutub negatif. Benda yang berfungsi sebagai kutub positif adalah batang arang yang terdapat di bagian tengah. Batang karbon ini dikelilingi serbuk hitam yang merupakan elektrolit. Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik. Karena elektrolit baterai berupa serbuk, baterai juga sering disebut elemen kering. Pada permukaan luar baterai biasanya terdapat tulisan, misalnya 1,5 volt. Artinya, baterai tersebut bertegangan listrik sebesar 1,5 volt. Volt merupakan satuan yang digunakan untuk menyatakan tegangan listrik.
  2. Akkumulator (Aki). Aki disebut juga elemen basah karena elektrolitnya berupa zat cair(asam sulfat). Aki temasuk sel sekunder, karena selain menghasilkan arus listrik, aki juga dapat diisi arus listrik kembali.  Bagian dalam aki terdiri dari lempengan timbal dan timbal peroksida yang dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat. Lempengan timbal tersebut terdiri dari pelat Positif dan pelat Negatif, untuk pelat Positif dibuat dari Timbal Peroksida, Sedangkan pelat Negatif hanya dibuat dari logam timbal. Antara pelat positif dan pelat negetif diberi pemisah supaya tidak bersinggungan yang dapat mengakibatkan hubungan arus pendek. Timbal dan timbal peroksida ini bereaksi dengan asam sulfat, hasil reaksi kimia tersebut menghasilkan listrik.
  3. Dinamo dan Generator. Dinamo biasanya digunakan untuk menyalakan lampu pada sepeda. Dinamo terdiri dari kumparan yang ditempatkan di tengah medan magnet, ketika kepala dinamo(bagian yang menempel pada ban sepeda) berputar kumparan tersebut juga ikut berputar. Perputaran kumparan di dalam medan magnet menghasilkan energi listrik. Kecepatan perputaran roda sepeda mempengaruhi besar arus listrik yang dihasilkan. Semakin cepat roda berputar semakin besar energi listrik yang dihasilkan. Jadi dinamo mengubah energi gerak menjadi energi listrik. 
  4. Sumber energi listrik yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik yang lain adalah generator. Pada generator cara kerjanya hampir sama dengan dinamo, namun energi listrik yang dihasilkan lebih besar. Generator yang besar biasanya digerakkan oleh kincir besar atau turbin. Turbin diputar dengan memanfaatkan tenaga air dari bendungan atau dam.
  5. Sel Surya. Matahari merupakan sumber energi yang sangat besar. Energi matahari berupa energi panas dan cahaya. Seiring perkembangan teknologi, energi matahari dapat diubah menjadi energi listrik. Alat yang mampu mengubahnya disebut sel surya. Sel surya dapat dipasang di atap rumah. Sel surya akan menangkap energi matahari dan menyimpannya dalam elemen listrik. Selanjutnya, energi tersebut dapat digunakan untuk menyalakan peralatan listrik. Selain itu, sel surya juga digunakan pada kalkulator dan mobil tenaga surya. Stasiun-stasiun luar angkasa juga memanfaatkan energi matahari.
  6. Nuklir. Nuklir merupakan sumber energi yang sangat besar. Energi nuklir dihasilkan dari reaksi atom di dalam sebuah reaktor. Nuklir dapat digunakan sebagai bahan pembuat bom atom. Selain itu, nuklir dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Penggunaan nuklir sebagai sumber energi listrik tidak menimbulkan polusi. Hanya saja, kebocoran nuklir perlu diwaspadai. Kebocoran dapat menyebabkan cacat tubuh, bahkan kematian.
Rangkaian Listrik
  • Rangkaian Seri
Rangkaian seri terbentuk jika dua buah bola lampu atau lebih dihubungkan secara berderet. Demikian pula dengan sumber tegangan juga dihubungkan secara berderet. Pada rangkaian seri apabila salah satu lampu diputuskan ( mati ) maka lampu yang lain juga juga akan mati.
  • Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel terbentuk jika dua buah bola lampu atau lebih dihubungkan secara berjajar. Kutub lampu sejenis dihubungkan ke kutub baterai yang sama. Pada rangkaian paralel jika salah satu lampu diputuskan ( mati ), lampu yang lainya tetap menyala. Hal ini terjadi karena lampu yang lain masih terhubung dengan sumber arus listrik
  • Rangkaian Campuran
Rangkaian campuran merupakan gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. Keuntungan rangkaian seri adalah hemat kabel, dan rangkaiannya sederhana sehingga membuatnya pun mudah. Kerugiannya pada saat satu lampu mati, yang lain juga mati. Begitu juga pada nyala lampunya, tidak terang (redup). Energinya juga boros, karena digambarkan 1R+1R+1R. Sementara rangkaian paralel adalah 1/R+1/R+1/R. Sementara keuntungan dan kerugian rangkaian paralel adalah kebalikan dari kerugian dan keuntungan seri. Sedang yang disebut rangkaian rumit adalah rangkaian gabungan antara paralel dan seri. Contohnya adalah lampu di rumah.

Selain lampu listrik, banyak benda lain menggunakan energi listrik, misalnya lemari es, mesin cuci, hingga mesin-mesin yang digunakan di pabrik-pabrik besar. Di antara benda-benda yang menggunakan energi listrik tersebut, ada benda-benda yang harus diimpor, misalnya berbagai mesin di pabrik-pabrik besar. Kebanyakan benda berteknologi tinggi masih harus kita impor dari luar negeri karena kita belum dapat memproduksinya sendiri. Kelak, jika kemampuan sumber daya manusia Indonesia meningkat, tentu kita dapat memproduksi benda-benda itu juga. Bahkan, saat itu kita juga dapat mengekspornya ke negara lain.
Apa yang dimaksud impor?
Impor adalah proses pembelian barang atau jasa asing dari suatu negara ke negara lain. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional.
Apa pengertian ekspor?
Ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain.
25 July 2015

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Pertolongan pertama pada kecelakaan ialah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari dokter. Sifat dari pertolongan pertama ialah memberikan perasaan ketenangan kepada korban, mencegah atau mengurangi rasa takut dan gelisah, dan mengurangi bahaya yang lebih besar.

Tujuan P3K
Orang selalu berusaha menghindari penyakit atau kecelakaan. Tetapi tidak seorang pun tahu kapan penyakit atau kecelakaan itu akan datang. Karena itu kita harus selalu berusaha untuk memperkecil akibat dari musibah atau kecelakaan yang mungkin sewaktu-waktu akan menimpa diri atau sanak keluarga kita.

Kecelakaan itu berjenis-jenis macamnya dan penanganannyapun memerlukan keterampilan dan pengetahuan sendiri-sendiri. Kecelakaan dapat terjadi di mana-mana, dirumah, diperjalanan, di sekolah, di tempat kerja, di kolam renang, di tempat-tempat rekreasi dan di tempat-tempat lain. Sebagai akibat kecelakaan, korban dapat meninggal seketika, pingsan, luka berat dan luka ringan.

Korban kecelakaan yang masih hidup memerlukan pertolongan secepat mungkin, supaya korban terhindar dari bahaya maut. Pada kondisi tersebut terletak fungsi pertolongan pertama sebelum dokter datang. Bila dilakukan dengan benar, pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menolong jiwa seseorang. Namun demikian, bila dilakukan dengan salah, bahkan dapat membahayakan
jiwa korban.

Oleh karena itu, orang yang memberikan pertolongan pertama harus mempunyai pengetahuan, keterampilan P3K serta mampu melihat situasi dan kondisi korban sebelum melakukan pertolongan pertama. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama, antara lain:
  • Panggillah dokter secepat mungkin atau bila dokter tak mungkin segera datang, kirimkanlah penderita segera ke rumah sakit.
  • Hentikan perdarahan.
  • Cegah dan atasi shock atau gangguan keadaan umum yang lainnya.
  • Cegahlah infeksi.
Tujuan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
  • Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban.
  • Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu.
  • Mencari dan mengatasi pendarahan.
b. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
  • Mengadakan diagnose.
  • Menangani korban dengan prioritas yang logis.
  • Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
c. Menunjang penyembuhan
  • Mengurangi rasa sakit dan rasa takut.
  • Mencegah infeksi.
  • Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat.
Prinsip-Prinsip P3K
Prinsip-prinsip atau sikap kita ketika melakukan usaha pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
  1. Bersikap tenang dan tidak panik.
  2. Berikan pertolongan dengan cara yang cepat dan tepat.
  3. Sebelum mengetahui berat ringannya cidera yang dialami, jangan cepatcepat memindahkan atau menggeser korban.
  4. Jika ada luka, diusahakan agar korban tidak melihatnya, sebab dapat membuat korban menjadi panik.
  5. Setelah mendapat pertolongan pertama, korban sebaiknya segera dibawa ke dokter, rumah sakit, Puskesmas untuk penanganan selanjutnya.
Peralatan P3K dan Cara Penggunaannya
Peralatan atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan minimal yang perlu dipersiapkan dalam usaha memberikan pertolongan, antara lain sebagai berikut
1. Peralatan P3K
  1. Kasa Pembalut (Perban). Perban terbuat dari kain yang jarang dan tipis. Perban ini dipergunakan untuk membalut luka yang sudah ditutup kasa steril.
  2. Kasa Steril. Kasa yang sudah disterilkan digunakan untuk menutup luka. Kasa steril adalah kain yang bebas dari kuman-kuman penyakit.
  3. Plester. Plester digunakan untuk merekatkan kasa penutup agar tidak terlepas. Dalam meletakkan kasa penutup, plester ditempatkan pada beberapa tempat dan jangan melewati bagian tengah luka.
  4. Plester obat. Plester obat (plester yang mengandung obat) biasanya digunakan untuk menutup luka kecil yang telah dibersihkan, misalnya akibat teriris atau tersayat benda tajam. Pada permukaan tengah plester terdapat lapisan yang mengandung obat.
  5. Pembalut Segitiga. Pembalut segitiga (mitella) biasanya digunakan untuk korban yang mengalami kecelakaan seperti patah tulang lengan, luka di kepala atau cedera pada sendi lutut. Pembalut segitiga terbuat dari kain putih dengan ukuran 90 cm dan 125 cm. Pinggirnya tidak dijahit agar ketika dipakai tidak menekan luka atau cedera.
  6. Kapas. Kapas digunakan untuk membersihkan luka atau mengoleskan obat. Biasanya sebelum digunakan, kapas terlebih dahulu dibasahi dengan air bersih yang steril atau larutan pembersih luka, setelah itu baru dipakai untuk membersihkan luka yang kotor.
  7. Gunting. Gunting yang digunakan sebaiknya gunting perban tahan karat.
  8. Lampu senter. Lampu senter digunakan untuk melihat luka tertentu agar lebih jelas, misalnya suatu benda yang masuk ke telinga atau melihat benda yang sangat kecil di dalam luka.
  9. Jepitan. Jepitan (pinset) digunakan untuk mengambil suatu benda yang kecil di dalam luka atau mengambil kotoran yang melekat pada permukaan luka. Pinset juga biasanya dipakai untuk menjepit kapas atau kasa steril. Sebelum dipakai sebaiknya pinset dibersihkan dahulu dengaan alkohol 70% atau direbus.
Obat-obatan P3K
a. Obat Penghilang Rasa Sakit
  • Jenis Obat :Balsem, Minyak kayu putih, Minyak angin
  • Cara Penggunaannya. Obat diusapkan atau dioleskan pada dada, kening, leher dan perut atau diciumkan.
  • Kegunaannya. Memberi rasa segar, menghilangkan rasa sakit, melonggarkan pernapasan atau menghangatkan tubuh.
b. Obat Luka Bakar
  • Jenis Obat :Salep minyak ikan
  • Cara penggunaannya. Oleskan salep ke permukaan luka bakar.
  • Kegunaannya. Pada luka bakar yang kecil dan ringan sangat efektif dan cepat menyembuhkan.
c. Obat Luka Ringan
  • Jenis Obat: Obat merah, Betadin
  • Cara penggunaannya:. Bersihkan luka dengan obat pencuci luka terlebih dahulu, kemudian oleskan obat pada luka.
  • Kegunaannya:. Mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi.
d. Obat Penyadar Orang Pingsan
  • Jenis Obat: Amoniak cair 25%, Eau de cologne
  • Cara penggunaannya: Basahi kapas dengan Amoniak atau Eau de cologne. Kemudian kapas didekatkan atau diciumkan ke hidung korban sampai korban sadar.
e. Obat Pencuci Luka
  • Jenis Obat: Larutan betadin, Alkohol 70%, Boorwater (larutan boric)
  • Cara Menggunakannya Basahi kapas dengan larutan betadine, alkohol atau boorwater. Kemudian luka bersihkan dengan kapas yang sudah dibasahi dengan larutan tersebut di atas.
Kecelakaan yang Sering Terjadi dan Cara Pertolongannya
1. Shock
Shock adalah gangguan keadaan umum yang disebabkan karena pembuluh darah kurang terisi sehingga aliran darah terganggu.
a. Gejala-gejalanya
  1. Kulit dan muka korban pucat dan terasa dingin.
  2. Nadinya cepat
  3. Pernapasan cepat
  4. Korban tidak mengacuhkan keadaan sekeliling dan sering menguap
  5. Korban merasa haus
  6. Kesadarannya hilang atau berkurang
b. Usaha Pencegahannya
  1. Letakkan korban terlentang dengan kepala lebih tinggi dari kaki.
  2. Selimutilah tubuh korban dengan selimut yang tebal supaya hangat.
  3. Jika masih sadar berilah minuman yang hangat. Kalau ada luka dalam perut, jangan sekali-kali diberi minum.
  4. Kalau korban pingsan, letakkan amoniak di bawah hidungnya.
  5. Sedapat mungkin hilangkan perasaan sakit.
  6. Pindahkan korban ke tempat yang aman dengan hati-hati.
2. Pendarahan
Pada tiap-tiap luka akan terjadi pendarahan. Pendarahan dapat terjadi di dalam atau di luar badan. Supaya tidak terjadi infeksi, tiap luka baik itu luka luar maupun di dalam badan harus diambil tindakan yang cepat. Kita harus membedakan dari mana darah itu keluar, apakah pendarahan itu keluar dari arteri, vena (pembuluh darah balik), atau kapiler (pembuluh darah rambut).

Pendarahan arteri warnanya merah muda, dan darah keluar dengan memancar sesuai dengan denyutan jantung. Pendarahan vena warnanya merah tua, keluarnya cepat, tidak ada pancaran. Pendarahan kapiler warnanya merah tua atau merah muda, tidak cepat dan berdenyut, menyelubungi permukaan luka.
Tindakan terhadap Pendarahan Luar
Berikut adalah beberapa tindakan terhadap pendarahan luar..
  1. Menekan dengan pembalut tekan. Cara melakukannya: di atas luka diletakkan kain kasa, kemudian dibalut dengan kain pembalut. Kain kasa akan menutupi dan menekan darah yang keluar. Pendarahan vena dan pendarahan yang tidak berat dapat dihentikan dengan cara tersebut. Kalau tidak ada kain kasa, dapat juga dipergunakan sapu tangan yang bersih. Jika terjadi pendarahan di tangan atau di kaki, tangan atau kaki harus diangkat ke atas.
  2. Menekan dari atas tempat tekanan. Kalau terjadi pendarahan arteri dan pendarahan lain yang tidak dapat dihentikan setelah 5 menit dengan pembalut tekan, maka tekanan harus dilakukan pada tempat-tempat tertentu, yaitu tempat di mana arteri menyilang pada tulang. Tempat yang harus ditekan, yaitu tempat antara luka dan jantung, tempat yang paling dekat dengan luka arteri menyilang tulang. Setelah pendarahan berhenti, lakukan penekanan dengan pembalut tekan.
  3. Menahan pendarahan dengan tourniquet. Menahan pendarahan dengan tourniquet hanya dapat dilakukan dalam keadaan yang memaksa sekali, karena penggunaan tourniquet ada bahayanya. Jika penolong menggunakan tourniquet, ia harus segera diberitahukan kepada dokter, bahwa ia menggunakan tourniquet.
3. Pernapasan Berhenti
Pernapasan berhenti (asphyxia) disebut dengan “mati lemas”. Dalam bahasa Yunani asphyxia berarti “tidak berdenyut”, tidak tepat sebab pada kematian karena asphyxia nadi sebenarnya masih dapat berdenyut untuk beberapa menit setelah pernapasan berhenti. Pernapasan berhenti (asphyxia) adalah kekurangan oksigen yang disebabkan oleh terganggunya saluran pernapasan.
a. Sebab-sebab terhentinya pernapasan
  1. Terhalangnya udara yang masuk ke dalam paru-paru, misalnya karena tercekik, kemasukan benda asing ke dalam tenggorokan atau kemasukan air karena tenggelam.
  2. Kelumpuhan pada pusat pernapasan di otak, misalnya karena pukulan keras di kepala atau perut, udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, terkena aliran listrik.
  3. Sel-sel darah merah tidak dapat bekerja dengan baik.
  4. Kurangnya oksigen dalam udara, misalnya di ruangan yang tertutup rapat.
b. Pertolongan pertama
  1. Memindahkan korban ke tempat yang udaranya bersih.
  2. Mengeluarkan segala benda yang menyumbat tenggorokan.
  3. Menutup badan korban dengan selimut supaya hangat.
  4. Melakukan pernapasan buatan.
4. Luka
Luka adalah jaringan kulit yang terputus, robek, rusak oleh suatu sebab.
a. Jenis-Jenis Luka
Luka memar (kena pukul), Luka bacok, Luka gores, Luka robek, Luka tusuk, Luka tembak, Luka potong, Luka bakar
b. Dasar-dasar pertolongannya:
  1. Hentikan pendarahan.
  2. Tinggikan anggota badan yang terluka.
  3. Ulas luka ulas dengan mercurrohchoom 2%, tutup dengan kasa steril dan tambahkan kapas di atasnya, kapas lalu di perban. Setelah luka ditaburi obat dapat juga langsung dibalut dengan pembalut cepat.
  4. Bila luka lebar dan dalam segera bawa ke rumah sakit.
5. Patah Tulang
a. Ada Dua Macam Patah Tulang, yaitu
  • Patah tulang tertutup, kalau tidak ada kerusakan pada kulit.
  • Patah tulang terbuka, kalau ujung-ujung tulang yang patah menusuk kulit sampai kelihatan keluar.
b. Tanda-Tanda Patah Tulang
  • Terasa sakit pada tempat yang patah, lebih-lebih kalau digerakkan.
  • Tidak mungkin dapat bergerak.
  • Kalau ujung-ujung tulang yang patah mendorong ke dalam, lengan atau kaki akan menjadi lebih pendek.
  • Tempat patah tulang membengkak.
c. Upaya Pertolongan:
  • Pada patah tulang terbuka, pertama-tama harus dihentikan pendarahannya lalu ditutup dengan kain bersih, kemudian dipasang bidai agar tidak bergerak sewaktu dibawa ke dokter, rumah sakit atau Puskesmas.
  • Pada patah tulang tertutup, korban diusahakan agar tidak banyak bergerak, sehingga tidak bertambah sakit dan memperburuk keadaan patah tulangnya.
  • Bila tidak ada bidai pada tempat kecelakaan patah tulang kaki, bantal dapat dipakai sebagai ganjal atau apa saja, agar korban merasa enak dan tidak bertambah sakit
6. Terkena Aliran Listrik
Shock listrik terjadi bila tubuh seseorang dilalui arus listrik, badannya kena kawat listrik, kena pesawat listrik atau kena halilintar.
a. Gejala-Gejalanya
  • Kesadaran hilang
  • Pernapasan berhenti, karena lumpuhnya pusat pernapasan.
  • Kadang-kadang luka terbakar hebat.
  • Terdapat pendarahan halus pada kulit.
b. Cara Melepaskan dari Arus Listrik
  • Pertama-tama melepaskan kontak antara korban dengan pembawa arus listrik. Sangat berbahaya melepaskan korban dengan tangan, atau memegang badan atau pakaiannya, terlebih-lebih jika badan atau pakaian korban basah, misalnya karena keringat.
  • Kalau sekering listrik dekat, putuskan sekering dengan segera. Kalau tidak ada sekering, lakukanlah hal-hal sebagai berikut. Berdirilah di atas papan yang kering atau di atas pakaian kering. Balutlah tangan dengan pakaian kering dan tebal, atau memakai sarung tangan karet.
  • Tariklah korban pada pakaiannya yang kering untuk melepaskan korban dari pembawa arus listrik.
  • Tindakan selanjutnya, kalau korban tidak bernapas, buatlah pernapasan buatan. Pernapasan buatan harus dilakukan sampai korban dapat bernapas kembali. Setelah korban dapat bernapas kembali, balutlah lukanya.
7. Pingsan
Pingsan adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, biasanya hanya beberapa detik atau menit, karena otak tidak mendapatkan cukup oksigen.
pingsan
a. Penyebab Pingsan
  • Postural hipotensi adalah suatu kondisi umum. Hal ini terjadi ketika seseorang telah duduk selama beberapa saat dan kemudian tiba-tiba mengalami perasaan pusing ketika berdiri.
  • Dehidrasi parah juga menyebabkan pingsan. Hal ini terutama terlihat pada anak-anak yang banyak olahraga di luar ruangan selama musim panas. Hilangnya cairan diterjemahkan kurangnya darah tersedia di otak dan otot. Penurunan volume darah adalah yang menyebabkan pingsan pada anak-anak.
  • Anemia adalah suatu kondisi kurangnya salah satu sel darah merah atau hemoglobin. Hal ini menyebabkan kurangnya jumlah oksigen mencapai otak yang menyebabkan pingsan.
  • Setiap jenis perubahan irama jantung dapat mengakibatkan fluktuasi dalam jumlah darah yang dipompa ke berbagai bagian tubuh atau yang disebut arrhythmia. Kondisi katup jantung juga dapat menyebabkan arrhythmia, sekali lagi yang dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi hati. Ketersediaan oksigen dalam tubuh yang tiba-tiba menurun dapat menyebabkan pingsan.
  • Serangan jantung ringan atau segala jenis kematian jantung mendadak juga dapat menyebabkan seseorang pingsan.
  • Vasovagal syncope atau neurocardiogenic syncope adalah suatu kondisi di mana penurunan tekanan darah akibat tindakan saraf vagus dan membuat orang pingsan. Hal ini biasanya terlihat ketika seseorang tibatiba mendengar berita buruk atau melihat gambar berdarah, dan lainnya.
  • Pingsan selama kehamilan juga umumnya terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan pingsan selama kehamilan. Kurang gizi, anemia, telentang untuk waktu lama, bisa menyebabkan pingsan selama kehamilan.
  • Penurunan gula darah tiba-tiba menyebabkan penurunan glukosa yang tersedia untuk fungsi otak. Hal ini dapat dilihat pada penderita diabetes yang cenderung overdosis insulin. Jika orang kehilangan dosis, mungkin tergoda mengambil dosis insulin tambahan untuk menebus  dosis yang terabaikan. Dalam kasus tersebut, gula darah cenderung tibatiba jatuh, dan membuat orang menjadi shock insulin.
  • Occupational syncope merupakan orang yang pingsan karena pemicu yang merupakan fungsi tubuh normal, seperti batuk, bersin, jatuh dari bangku, mengejan pada saat buang air besar, atau lainnya.
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat juga membuat seseorang merasa pusing. Ini karena perubahan konsentrasi cairan dalam tubuh dan juga secara langsung mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh.
  • Kadang-kadang, seseorang pingsan sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap beberapa obat atau pengobatan.
b. Gejala-gejala Pingsan
Gejala-gejala pingsan dapat diketahui ketika seseorang mengalami pusing ketika duduk atau berdiri, mual, badan panas, dingin, berkeringat, dan kulit pucat sebelum mereka akan pingsan.
c. Pertolongan
Langkah pertama yang harus diambil ada yang pingsan adalah seperti berikut.
  • Mengembalikan kesadarannya dengan memberikan bau-bauan yang menyengat seperti parfum atau minyak kayu putih.
  • Buat kepalanya lebih rendah dari kaki agar darah bisa mengalir ke otak.
  • Jika korban pingsan muntah miringkan kepalanya agar jalur pernapasannya bisa lancar kembali.
  • Jika sudah sadar beri air minum.
Pertolongan Kecelakaan di Air Menggunakan Sistem Resusitasi Jantung dan Paru (RJP)
Pernapasan buatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menolong jiwa seseorang dengan jalan menimbulkan pernapasan yang spontan dan teratur. Orang tanpa hidup dengan bernafas lebih dari beberapa menit saja. Oleh karena itu, pernapasan buatan harus dilakukan dengan segera dan cara yang benar.

a. Pedoman dalam Melakukan Pernapasan Buatan
Yang harus dikerjakan sebelum melakukan pernapasan buatan adalah membersihkan saluran pernapasan dan melonggarkan pakaian yang menjepit leher, dada, dan perut. Kemudian, lakukanlah pernapasan buatan dengan pedoman sebagai berikut.
  • Lakukanlah pernapasan dengan segera. Apabila terlambat, jiwa penderita tidak akan tertolong.
  • Lakukan pernapasan buatan yang telah kamu kuasai betul. Jangan mencoba cara lain meskipun lebih baik jika kamu belum menguasai cara-caranya.
  • Lakukanlah pernapasan buatan sampai penderita/korban bernafas kembali.
b. Cara Memberikan Pernapasan Buatan (dari mulut ke mulut)
Pernapasan buatan metode mulut ke mulut adalah metode yang paling efektif dalam membantu korban ketika mengalami kesulitan bernapas. Caranya dengan menghembuskan udara ke paru-paru korban dengan mulut kamu sendiri. Cara melakukan pernapasan buatan pada dasarnya adalah sebagai
berikut.
  • Tempatkan korban pada punggungnya seketika. Putar kepala dan bersihkan daerah kerongkongan dari air, lendir, barang-barang asing atau makanan.
  • Miringkan kepala korban ke belakang untuk membuka aliran udara.
  • Angkat dagu korban keatas supaya lidah tidak menghalangi aliran udara.
  • Pencet lubang hidung korban sehingga tertutup untuk mencegah kebocoran udara ketika kamu meniup.
  • Tempelkan bibir kamu sekitar mulut korban.
  • Hembus mulut korban sehingga kamu melihat kenaikan dada.
  • Lepaskan mulut kamu untuk membiarkan pengeluaran udara secara alami.
  • Ulangi 12 sampai 18 kali/menit, amati untuk melihat naik turunnya dada sampai pernapasan alami mulai.
c. Cara Menolong orang yang pingsan
  • Prinsipnya sederhana. Kamu bernapas bagi korban yang tidak bereaksi. Keluarkan napasmu dari paru-paru dan masukkan ke tubuh korban melalui mulutnya. Apabila mulutnya cedera dan tidak bisa dibuka, hembuskan napas ke dalam hidungnya.
  • Posisi di samping kanan bahu korban. Miringkan kepalanya, angkat dagunya dan pencet hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk mu. Tujuannya agar napas yang ditiupkan ke dalam mulut korban tidak keluar melalui hidung.
  • Tarik napas dalam-dalam. Buka mulutmu lebar-lebar, rapatkan sedekat mungkin ke mulut korban. Hembuskan napas ke dalamnya. Setelah itu jauhkan mulut dari korban. Berikan dua kali pernapasan yang dalam. Amati dada korban untuk memastikan udara yang ditiupkan telah dapat mengembangkan paru-parunya. Sebelum memasukkan napas berikutnya, pastikan korban sudah menghembuskan napas. Jika perut korban jadi membesar, kemungkinan saluran napasnya tersumbat atau napas yang dihembuskan terlalu banyak.
  • Periksa adanya tanda-tanda sirkulasi, misalnya bernapas, batuk, atau gerakan. Hal ini perlu waktu tak sampai 10 detik.
  • Bila tak ada tanda-tanda sirkulasi, lakukan tekanan pada jantung untuk mengalirkan darah ke otak. Bila korban menunjukkan tanda- tanda kehidupan namun tidak bernapas, lanjutkan pernapasan mulut ke mulut hembuskan udara sebanyak-banyaknya setiap 5 detik, berarti dua belas kali pernapasan setiap menit.
  • Bila napasnya lemah, dangkal atau tampak susah payah, pernapasan buatan dari mulut ke mulut mungkin masih bisa membantu. Namun bantuan pernapasanmu harus dikoordinasikan dengan napas korban. Hembuskan udara selagi ia menarik napas dan biarkan dia mengeluarkan napas dulu, baru kamu hembuskan napas lagi.
  • Telepon dokter bila kamu belum dapat mengatasinya. Lanjutkan napas buatan sambil menunggu bantuan.