Showing posts sorted by relevance for query litosfer. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query litosfer. Sort by date Show all posts
12 May 2017

Pengertian dan Lapisan Litosfer

Pengertian dan Lapisan Litosfer. Pengertian Litosfer, Susunan atau Struktur Bumi, Bagian-Bagian Litosfer, dan Lapisan Litosfer.

Pengertian Litosfer 

Sumber: 4muda.com
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer yang datang dari kata Yunani, lithos yang memiliki arti berbatu serta sphere yang memiliki arti padat. Litosfer ini datang dari kata lithos yang artinya batuan serta sphere artinya susunan.

Secara harfiah litosfer adalah susunan bumi yang paling luar atau umum disebut juga dengan kulit bumi. Susunan ini, dipecah jadi sisi atau lempeng tektonik, yang bergerak terus-menerus serta bertanggung jawab untuk kegiatan geologi dibumi, litosfer adalah kurang lebih 60 mil jauh di sebagian besar tempat.

Litosfer didahului oleh astenosfer, mantel serta luar dan dalam strata inti bumi. Oleh karena itulah litosfer senantiasa bergerak. Munurut pakar geologi yakin kalau seluruh daratan di bumi ini datang dari benua tunggal yang disebut dengan (Pangea) sebagai hasil dari beberapa ribu tahun gerakan stabil yang membentuk benua.

Beberapa Fakta Yang Lainnya

Sumber: kabarmuslimah.com
  • Susunan litosfer terluar terbagi dalam Sio2 serta A1203 atau sial susunan litosfer terdalam terbagi dalam senyawa kimia SiO2 serta MgO atau sima. 
  • Batas antara susunan sial serta sima di dalam permukaan bumi tidak teratur. 
  • Di antara inti bumi dengan kulit bumi ada susunan batuan. 
  • Inti bumi diberi nama barisfer/nife, terbagi dalam susunan logam nikel serta logam ferum. 
Litosfer bumi mencakup kerak serta sisi paling atas dari mantel bumi (punya sifat padat) yang menyebabkan kerasnya susunan terluar dari planet bumi. Batasa antara matel dengan kerak bumi diberi nama susunan moho.

Litosfer ditopang oleh astenosfer yang disebut sebagai sisi yang lebih lemah, lebih panas serta lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer serta astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan, litosfer tetap padat dalam periode waktu geologis yang relatif lama serta berubah secara elastis karena retakan-retakan, sedangkan astenosfer berubah seperti cairan kental.

Susunan Bumi 

Sumber: satujam.com
Bumi tersusun atas beberapa Lapisan:
  • Barisfer yakni susunan inti bumi yang disebut sebagai bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel serta ferum besi) jari-jari barisfer kurang lebih 3. 470 km. 
  • Susunan antara yakni susunan yang ada di atas nife tebal 1.700 km. Susunan ini disebut juga dengan asthenosfer mautle/mautel), adalah bahan cair bersuhu tinggi serta berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3. 
  • Litosfer yakni susunan paling luar yang terdapat di atas susunan antara dengan ketebalan 1.200 km berat jenis rata-rata 2, 8 gr/cm3. 

Bagian-Bagian Litosfer (Kulit Bumi) 

Lapisan Sial 

Lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium serta alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 serta AL 2 O3. Pada lapisan sial (silisium serta alummunium) ini antara lain ada batuan sedimen, granit andesit beberapa jenis batuan metamor serta batuan lain yang ada di daratan benua. Lapisan sial disebut juga dengan lapisan kerak punya sifat pada serta batu betebaran rata-rata 35 km.

Kerak Bumi ini terbagi jadi dua sisi yakni: 

Kerak Benua 

Adalah benda padat yang terbagi dalam batuan granit di bagian atasnya serta batuan beku basalt di bagian bawahnya, kerak ini adalah benua.

Kerak Samudra 

Adalah benda padat yang terbagi dalam endapan dilaut di bagian atas, lantas dibawahnya batuan-batuan vulkanik serta yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro serta peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra.

Lapisan Sima (silisium magnesium) 

Lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam-logam silisium serta magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 serta Mg O susunan ini mempunyai berat jenis yang termasuk lebih besar dari pada lapisan sial, karena memiliki kandungan besi serta magnesium yakni mineral ferro magnesium serta batuan basalt serta memiliki ketebalan rata-rata 65 km.
Sumber: cerpin.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Lapisan Litosfer, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Litosfer di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Litosfer. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com
09 January 2017

Pengertian Biosfer : Tingkatan Dan Faktor Terjadinya Biosfer

Pengertian Biosfer

Pengertian Biosfer adalah lapisan lingkungan habitat makhluk hidup yang terdiri dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Menurut ilmu Biologi, pengertian biosfer adalah lapisan Bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan bumi. Menurut Ilmu Geografi, pengertian lapisan tempat tinggal makhluk hidup atau seluruh ruang hidup yang ditempati organisme. Secara etimologi, Istilah biosfer berasal dari dua kata yaitu bio yang berarti makhluk hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi biosfer merupakan lapisan kehidupan (flora dan fauna).

Dalam pengertian luas menurut Geofisiologi, Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksi dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.  Biosfer diperkirakan telah berlangsung di bumi selama 3,5 milliar tahun dari 4,5 milliar tahun usi bumi.

Biosfer secara arti kata terbentuk dari dua kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang memiliki arti lapisan. Jadi, bila digabungkan biosfer adalah lapisan dimana tempat makhluk hidup itu tumbu atau menjadi habitat bagi makhluk hidup baik manusia, flora dan fauna serta mikroorganisme lainnya. Lapisan biosfer sejajar dengan tiga lapisan atmosfer lainnya yaitu litosfer, hidrosfer dan antroposfer. Ke-empat lapisan tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. Biosfer sendiri lebih fokus pada kajian mengenai flora (dunia tumbuhan) dan fauna (dunia binatang) baik yang ada di daratan, air laut dan air tawar.

Biosfer merupakan lapisan yang sangat tipis dari keseluruhan lapisan bumi, hanya berkisar 9000 meter saja dan merupakan sistem kehidupan dan organisasi terkompleks di dunia bahkan hanya ada satu-satunya yang seperti biosfer di sistem tata surya. Entah di planet lain ada atau tidak namun sepanjang sejarah belum ditemukan yang seperti lapisan biosfer.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli 


  • Eduard Suess: Menurut Eduard Sues seorang ahli geoglogi di austria tahun 1875 yang mengatakan bahwa pengertian biosfer adalah tempat pada permukaan bumi dimana kehidupan berdiam. 
  • James Lovelock: Menurut James Lovelock, pengertian biosfer adalah sebuah organisme hidup, yang hidsebut sebagai hipotesa gaia. Hipotesa gaia menjelaskan bagaimana faktor abiotik dan biotik berinteraksi dalam lingkungan. 
  • Vladimir wanouich veinadsky: Biosfer adalah sebuah sistem terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah bumi. 
  • Jhon Wiley: Menurut Jhon Wiley, pengertian biosfer adalah zona dari planet bumi dimana kehidupan terjadi secara alami, diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer yang lebih rendah. 
  • Michael Allaby: Menurutnya, pengertian biosfer adlaah bagian lingkungan hidup organisme yang ditemukan dan mereka berinteraksi membentuk sistem kelompok yang stabil, efektif untuk keseluruhan ekosistem di planet. 

Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


  • Protoplasma, adalah zat hidup dalam sel dan terdiri dari senyawa organik kompleks seperti protein, lemak, dan sejenisnya. 
  • Sel, adalah satuan dasar organisme yang terdiri dari protoplasma dan inti yang terdapat di membran. 
  • Jaringan, merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, seperti jaringan otot.  
  • Organ, yaitu bagian suatu organisme dengan fungsi tertentu, seperti kaki atau telinga pada hewan, dan manusia, daun atau akar pada tumbuhan.  
  • Sistem Organ, adalah kerja sama antara struktural dan fungsional yang harmonis, seperti kerja sama antara mata dan telinga, antara daun dan batang pada tumbuhan.  
  • Organisme merupakan makhluk hidup. 
  • Populasi, adalah kelompok organisme sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu daerah tertentu. Seperti populasi manusia di jakarta, populasi banteng di Baluran, atau populasi badak di Ujung Kulon. 
  • Komunitas, adalah semua populasi dari berbagai jenis yang berada di suatu daerah tertentu. 
  • Ekosistem, adalah tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Dalam praktiknya, kondisi atau pun keadaan biosfer dipengaruhi oleh beberapa macam faktor berikut :

  • Iklim

Faktor yang mempengaruhi biosfer yang pertama adalah faktor iklim. Iklim merupakan kondisi suhu dan juga kelembaba udara yang terjadi di suatu wilayah atau pun daerah tertentu dalam jangka waktu yang sangat panjang / lama. Pada dasarnya tidak semua makhluk hidup dapat tinggal di semua jenis iklim. Beberapa makhluk hidup hanya dapat tinggal di iklim trofis dan iklim subtrofis. Oleh karena itu, semakin panjang bentang iklim yang dimiliki oleh suatu lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan lingkungan tersebut untuk ditinggali organisme makhluk hidup.

  • Kondisi Geologi

Faktor kedua yang mempengaruhi kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan kondisi lingkungan fisik alam sekitar. Kondisi geologi mencakup berbagai macam hal seperti tingkat suhu lingkungan, keberadaan air, udara, dan berbagai macam faktor lainnya. Semakin lengkap kondisi geologi suatu lingkungan biosfer, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk ditinggali oleh organisme makhluk hidup.

  • Ketinggian Tempat

Faktor ketiga yang mempengaruhi kondisi atau pun keadaan biosfer adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat memegang peranan penting terhadap kehidupan organisme makhluk hidup. Tidak semua organisme makhluk hidup dapat hidup di daerah – daerah yang tinggi. Bahkan, pada ketinggian tertentu, tidak ada satu organisme makhluk hidup pun yang dapat hidup. Oleh karena itu, untuk bisa ditinggali, lingkungan biosfer harus berada pada ketinggian yang wajar / sesuai dengan kebutuhan organisme makhluk hidup.

  • Faktor Biotik

Selain tiga faktor di atas, faktor terakhir yang turut mempengaruhi kondisi biosfer adalah faktor biotik. Faktor biotik merupakan faktor – faktor makhluk hidup yang mendukung kehidupan organisme makhluk hidup lainnya. Tanaman pohon misalnya, merupakan faktor biotik untuk berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya seperti burung, tupai, bajing, manusia, bakteri, dan berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya.

Semakin banyak faktor biotik yang ada dalam lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk dijadikan sebagai habitat atau pun tempat tinggal makhluk hidup.
05 May 2017

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan. Proses Pembentukan Batuan, Beragam Macam Jenis Batuan, Ciri dari Tiap-Tiap Batuan, dan Fungsi dari Batuan.

Proses Pembentukan Batuan

Batuan pembentuk litosfer 

Sumber: mystupidtheory.com
Pada lithosfer ada tiga bentuk batuan yaitu: 
  1. Batuan beku 
  2. Batuan sedimen 
  3. Batuan metamorf 

Awal Mula Batuan

Sumber: diwao8bagiilmu.blogspot.co.id
Semua batuan awal mulanya dari magma 
  • Magma yakni benda cair, panas, pijar yang bersuhu di atas 1000˚C 
  • Lava yakni magma yang telah keluar ke permukaan 
  • Lahar yakni lava yang bercampur dengan gas, meterial piroklastik, air, tanah tumbuhan 
Magma keluar di permukaan bumi salah satunya lewat puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan, namun ada pula yang di lautan. Magma yang telah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku lalu jadi batuan beku.

Batuan beku muka bumi sepanjang beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terserang panas, hujan, serta kegiatan tumbuhan dan hewan. Selanjutnya hancuran batuan itu tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan.

Hancuran batuan yang diendapkan disebut juga dengan batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam tempo yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut juga dengan batuan malihan atau batuan metamorf.

Beberapa Tipe Batuan 

Batuan Beku

Sumber: godamaiku.blogspot.co.id
Batuan beku atau batuan igneus (dari bahasa Latin: ignis, " api ") yaitu batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras. Pembekuan magma jadi batuan beku dapat terjadi pada ketika saat sebelum magma keluar dari dapurnya, ditengah perjalanan, dan ketika telah ada di atas permukaan bumi.

Dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Melebihi dari 700 tipe batuan beku udah berhasil digambarkan, beberapa terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.

Batuan beku yang membeku ketika saat sebelum magma keluar dan terjadi pada saat susunan dalam disebut juga dengan batuan plutonik, apabila membeku di dalam perjalanan disebut juga dengan batuan korok atau porforik. Berkenaan dengan jika magma udah keluar dan membeku di permukaan bumi, disebut juga dengan batuan beku luar atau efusi/vulkanik.

Bersumber pada teksturnya batuan beku dibedakan jadi dua bagian, yaitu: 
  1. Batuan beku plutonik 
  2. Batuan beku vulkanik 
Perbedaan antara satu sama lain bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sampai mineral-mineral penyusunnya relatif besar.

Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sampai mineral penyusunnya lebih kecil.

Batuan Endapan atau Batuan Sedimen 

Sumber: ellyawatiabbas.blogspot.co.id
Batuan Sedimen ini yaitu batuan yang terbentuk oleh proses geomorfologi dan dipengaruhi oleh lamanya waktu. Batuan sedimen secara umum dibedakan jadi dua jenis bentuk:

Klasifikasi sediment klastik dibedakan bersumber pada ukuran butirnya, yaitu sebagai berikut ini:
  1. Ludit (psepit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir kasar mulai dari gravel (krikil) halus hingga bongkah (boulder) dengan ukuran diameternya 2-2,56mm 
  2. Arenit (samit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0,06-2mm, mulai dari pasir halus hingga pasir kasar. 
  3. Lutit (pelit) termasuk juga ke dalam bentuk berbutir halus, ukuran diameternya 0,04-0,06mm, mulai dari lempung higga debu kasar. 
Contoh sediment klastik yakni breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih dan kaolin. 

Sedimen klastik yang terbentuk oleh proses mekanik 

Batuan sediment klastik terbentuk lewat proses pengendapan dari material-material yang alami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik beragam macam, dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah.

Biasanya batuan itu jadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga jadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contoh sediment klastik yakni breksi, konglomerat, batu pasir, lempung, serpih dan kaolin

Sedimen non-klastik yang terbentuk lantaran proses kimiawi 

Batuan sedimen kimia terbentuk lewat proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan itu jadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Umpamanya anhidrit dan batu. Batuan sedimen ini biasanya mempunyai kandungan mineral seperti kalsit, dolomit, kuarsa sekunder, gypsum dan chert.

Batuan sedimen terbentuk lewat tiga langkah paling penting: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena kegiatan biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan.

Batuan endapan meliputi 75 persen dari permukaan bumi. Batuan sedimen memiliki ciri yang mudah dikenal, yaitu sebagai berikut ini:
  1. Batuan endapan biasanya berlapis-lapis 
  2. Mempunyai kandungan sisa-sisa jasad atau bekasnya, seperti terdapatnya cangkang binatang koral dan serat-serat kayu. 
  3. Adanya keseragaman yang nyata dari beberapa segi berbentuk bulat yang membuatnya.   
Penamaan batuan sedimen bersumber pada butir

Penamaan batuan sedimen biasanya bersumber pada besar butir penyusun batuan itu. Penamaan itu yakni sebagai berikut:
  1. Breksi yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut. 
  2. Konglomerat yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar. 
  3. Batu pasir yakni batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm  
  4. Batu lanau yakni batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm 
  5. Batu lempung yakni batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 

Batuan metamorfosis atau Batuan metamorf (methamorphic rock) 

Sumber: geohazard009.wordpress.com
Yaitu batuan yang datang dari batuan induk yang mengalami perubahan susunan dan komposisi mineral sebagai akibat perubahan kondisi fisik yang dipicu oleh tekanan dan temperatur. Maka batuan sebelumnya akan berubah tekstur dan strukturnya sampai membentuk batuan baru dengan struktur dan susunan yang baru juga.

Contoh batuan tersebut yakni batu sabak atau slate yang disebut juga dengan perubahan batu lempung. Bila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan jadi batuan-batuan baru lagi.

Beberapa contoh batuan metamorf yakni Gneis, batu sabak, batu garnet, dan pualam.
Batuan metamorf membuat beberapa dari kerak Bumi.

Mereka terbentuk jauh di bawah permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya serta tekanan dan suhu tinggi. Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut juga dengan magma, ke dalam batuan padat dan terbentuk terutama pada kontak antara magma dan batuan yang bersuhu tinggi.

Ciri batuan ini: 
  1. Adanya perlapisan, 
  2. Silang siur atau susunan gelembur gelombang klastik.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Proses Pembentukan dan Jenis Batuan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Batuan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Batuan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
27 April 2017

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api)

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api). Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), Intrusi Magma, Ekstrusi Magma, Ekstrusi linear, Ekstrusi areal, Ekstrusi sentral, Tipe Gunung Api atau Beragam Macam Jenis Gunung Api.

Pengertian Vulkanisme

Sumber: duniapendidikan.net
Vulkanisme yakni seluruh peristiwa yang berkaitan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi lewat retakan dalam kerak bumi atau lewat satu pita sentral yang disebut juga dengan terusan kepundan atau diatrema.

Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut juga dengan lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mempunyai kandungan gas-gas yang memiliki cukup daya untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati satu kantong yang disebut juga dengan dapur magma. Kedalaman dapur magma yaitu penyebab perbedaan kapabilitas letusan gunung api yang terjadi. Biasanya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, semakin kuat letusan yang ditimbulkannya.

Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditetapkan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang disebut sumber paling penting aktivitas vulkanik.

Intrusi Magma

Sumber: pubs.usgs.gov
Intrusi magma yakni peristiwa menyusupnya magma diantara susunan batuan, tetapi tidak mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut ini:
  1. Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua susunan batuan, mendatar, dan paralel dengan susunan batuan itu. 
  2. Lakolit, yaitu magma yang menerobos diantara susunan Bumi paling atas. Mempunyai bentuk seperti lensa cembung atau kue serabi. 
  3. Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan (korok). 
  4. Diatermis, yaitu lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi. Mempunyai bentuk seperti silinder memanjang. 
Secara detil, ada intrusi magma (atau disebut juga dengan plutonisme) menghasilkan beragam macam jenis bentuk.

Ekstrusi Magma

Sumber: ilmugeografi.com
Ekstrusi magma yakni peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan membentuk gunung api. Hal semacam ini terjadi bila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit Bumi sampai menghasilkan letusan yang sangat dahsyat.

Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi bisa pula terjadi di lautan. Oleh sebab itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga bentuk, yaitu:

Ekstrusi linear 

Terjadi apabila magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sampai membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia, dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ekstrusi areal 

Terjadi bila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sampai magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal spesifik. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.

Ekstrusi sentral 

Terjadi magma keluar lewat satu lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan sebagainya.

Tipe Gunung Api 

Bersumber pada Bentuknya

Gunung Api Perisai 

Sumber: mobgenic.com
Berupa kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah. Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Frekuensi letusan umumnya sedang serta pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.

Gunung Api Kubah 

Sumber: arizal-205.blogspot.co.id
Gunung ini berupa kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam. Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membuat susunan yang tidak tipis. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat.

Banyak lava yang membeku di saluran, menyebabkan saluran jadi tertutup. Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang terhambat. Seluruh sisi puncak gunung api dapat juga hancur dan lenyap saat itu juga.

Gunung Api Strato 

Sumber: simplenews05.blogspot.co.id
Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak susunan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang kali. Lava dapat mengalir lewat segi kerucut. Karakter letusan keras.

Gunung Api Lava Pijar dan Abu 

Sumber: laqudhami.blogspot.co.id
Bentuk kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat. Karakter letusan sedang. Contoh: Gunung Paracutin di Mexico.

Bersumber pada Letusannya
Sumber: uni-kassel.de

Tipe Hawaii 

Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tidak tebal, dan dalam perubahannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak diketemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia yakni pembentukan plato lava di tempat Dieng, Jawa Tengah.

Tipe Stromboli 

Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api yang lain yang sedang bertambah kegiatannya. Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering ditemui letusan pendek yang dibarengi ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava. Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia yakni Gunung Raung di Jawa.

Tipe Vulkano 

Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair.

Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini bisa menghasilkan lava. Bersumber pada kapabilitas letusannya tipe ini dibedakan jadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung). Peralihan antara kedua tipe ini bisa ditemui di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.

Tipe Merapi 

Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia yakni Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain yakni Gunung Galunggung di Jawa Barat.

Tipe Perret 

Letusan gunung api tipe perret yakni mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan terhambat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap didalam tubuh bumi, oleh karenanya sering keluar getaran ketika saat sebelum terjadinya letusan.

Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia yakni Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada th. 1873, sampai gunung Krakatau (tua) tersebut lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Vulkanisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Vulkanisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
13 April 2017

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com