Showing posts sorted by relevance for query macam awan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query macam awan. Sort by date Show all posts
14 March 2017

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan. Pengertian Awan, Jenis – Jenis Awan, Bentuk – Bentuk Awan, Macam – Macam Ketinggian Awan, Awan yang Bisa Menyebabkan Hujan, Awan yang Menyebar Luas di Langit, Awan yang Menggumpal. Awan Tinggi, Awan Sedang, Awan Rendah, dan Awan Vertikal.

Pengertian Awan

Sumber: laskarmazaya.blogspot.co.id
Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi lantaran adanya pengembunan/pemadatan uap air yang ada di dalam udara sesudah melampaui keadaan titik jemu. Awan adalah cikal bakal terjadinya huja, tetapi hal itu juga bergantung dari musim.

Saat sebelum kita menjelaskan tentang Bentuk atau Jenis Awan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi lantaran di dalam Udara senantiasa terdapat uap air. Jika uap air itu meluap jadi titik-titik air, terbentuklah awan.

Peluapan ini terjadi lewat cara: 

Jika udara panas, semakin banyak uap yang terdapat di dalam udara lantaran air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, sampai samapai pada satu susunan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair serta terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tidak terhingga banyaknya.

Suhu udara tidak berubah, namun kondisi atmosfer lembap. Udara semakin lama akan jadi makin penuh dengan uap air.

Setelah Awan udah terbentuk dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut ini Prosesnya:
Jika awan udah terbentuk, titik air dalam awan akan jadi makin besar serta awan itu akan jadi makin berat, dan perlahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah hingga satu kondisi titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah serta turunlah sebagai hujan.

Awan juga mempunyai banyak Bentuk, hal itu lantaran ada beragam hal yang memengaruhi proses pembentukannya, Berikut ini Proses Terbentuknya Beberapa Jenis Bentuk Awan: 

Akan tetapi seandainya titik-titik air ini berjumpa dengan udara panas, titik-titik itu akan menguap serta lenyaplah awan itu. Inilah yang mengakibatkan awan itu senantiasa berubah-ubah wujudnya.

Air yang ada di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Ini juga hal yang mengakibatkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Saat sebelum kita menuturkan tentang Bentuk atau Jenis Awan ada baiknya kita tahu terlebih dulu bentuk bentuk awan, bersumber pada bentuknya Awan terbagi jadi 3 yakni: 
  1. Sirrus, yakni awan yang berwujud halus serta memiliki serat seperti bulu ayam. Awan ini tidak bisa menyebabkan hujan. 
  2. Stratus, yakni awan yang tidak tebal serta menyebar luas sehinga menutupi langit secara merata. 
  3. Kumulus, yakni awan yang bentuknya bergumpal-gumpal serta dasarnya horizontal.  
Beberapa Jenis Awan. Sesuai sama hasil kongres internasional yang diselenggarakan di munchen (Jerman) tahun 1802 serta Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan digolongkan dalam 4 kelompok paling utama, yakni awan tinggi, awan sedang, awan rendah, serta awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik (Awan Tinggi)

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian pada 5.00 - 1.500 m. Beberapa macam bentuk awan udara naik yaitu sebagai berikut ini:

Awan KumuloNimbus (Cu-Ni) 
Sumber: apakabardunia.com
Awan CumuloNimbus (KumuloNimbus) adalah awan yang menyebabkan hujan dengan kilat guntur. Umumnya awan Sirostratus ada di atas awan Kumulonimbus. Hal semacam ini biasa terjadi pada saat angin ribut.

Ciri-Ciri Awan KumuloNimbus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan KumuloNimbus kisaran antara 2.000 - 16.000 m 
  2. Awan ini Berwarna putih/gelap serta menyebabkan hujan dengan kilat serta guntur. 
  3. Awan ini terkait erat dengan hujan deras, badai. tornado serta petir. 
Awan Kumulus (Cu)
Sumber: wikipedia.org
Awan Kumulus (Cumulus) adalah awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari lantaran udara naik. Bila bertemu dengan matahari tampak jelas apabila memperoleh cahaya cuma sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.

Ciri-Ciri Awan Kumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Dasar ketinggian awan ini biasanya 1.000 m serta lebar 1 km. 
  2. Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Tampak gumpalan putih atau sinar kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berwujud garis besar yang tajam serta dasar yang datar. 
Kelompok Awan Rendah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km. Beberapa macam bentuk awan rendah yaitu sebagai berikut ini:

Awan NimboStratus (Ni-St) 
Sumber: hadzrin.com/
Awan NimboStratus adalah awan yang memiliki bentuk tidak menentu, tepinya compang-camping tidak beraturan serta berwarna putih kegelapan dan penyebarannya cukup luas. Awan ini menyebabkan hujan gerimis.

Ciri-Ciri Awan NimboStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas. 
  2. Ketinggian Awan NimboStratus antara 6.00 - 3.000 meter 
  3. Di Indonesia awan ini cuma menyebabkan gerimis. 
  4. Memiliki bentuk tidak menentu dengan tepi compang-camping. 
Awan Stratus (St) 
Sumber: satujam.com
Awan Stratus adalah awan rendah serta luas dengan tinggi ada di bawah 2.00 m. Susunan melebar seperti kabut serta berlapis-lapis. Antara kabut serta awan stratus pada intinya tidak berbeda.

Ciri-Ciri Awan Stratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Lapisannya melebar seperti kabut serta berlapis. 
  2. Awan ini cukup rendah serta amat luas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2.000 m. 
Awan StratoKumulus (St-Cu) 
Sumber: rafiqamarsha.blogspot.co.id
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) adalah awan yang berupa bola serta mempunyai susunan tipis yang kerap menutupi langit hingga terlihat seperti gelombang lautan. awan ini adalah bentuk yang tidak menyebabkan hujan

Ciri-Ciri Awan StratoKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang serta senja jika atmosfer stabil. 
  2. Ketinggian Awan StratoKumulus ada di bawah 2.000 meter 
  3. Susunan awan ini tipis serta tidak menghasilkan hujan. 
  4. Awan ini tampak seperti bola-bola yang kerap menutupi daerah semua langit, hingga terlihat seperti gelombang. 
Kelompok Awan Menengah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang beragam, di mana pada lokasi beriklim sedang terdapat pada ketinggian 2-7 km, pada lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 2-8 km serta lokasi yang terdapat di kutup utara terdapat di ketinggian 2-4 km. Beberapa macam bentuk awan menengah yaitu sebagai berikut ini:

Awan AltoStratus (A-St) 
Sumber: puffydevil.blogspot.co.id
Awan AltoStratus adalah awan yang berupa luas dengan warna kelabu, hingga pada matahari serta bulan terlihat jelas.

Ciri-Ciri Awan AltoStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan AltoStratus ini terbentuk pada saat senja serta malam hari lantas menghilang ketika matahari terbit di awal pagi 
  2. Awan ini berwarna kekelabuan serta meliputi hampir semua sisi langit (luas). 
  3. Ketinggian Awan AltoStratus ada di antara 2000 - 7000 m. 
  4. Awan AltoStratus menghasilkan hujan kalau dalam jumlah yang cukup tebal. 
Awan AltoKumulus (A - Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) adalah awan yang berwujud kecil-kecil serta berjumlah banyak. Biasanya berupa bola yang agak tebal, berwarna putih hingga pucat serta ada sisi yang kelabu. Awan ini bergerombol serta sama-sama berdekatan hingga terlihat kalau awan ini saling bergandengan.

Ciri-Ciri Awan Altokumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada saat senja. 
  2. Awan ini kecil-kecil, namun jumlahnya banyak 
  3. Ketinggian Awan Altokumulus ada di antara 2.000 - 7.000 m. 
  4. Sebagian Tiap elemen tampak jelas tersisih antara satu serta yang lain dengan warna keputihan serta kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus. 
  5. Umumnya berupa seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol serta kerap berdekatan hingga terlihat saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang bermacam. Apabila di lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 6-18 km, pada lokasi yang beriklim sedang awan ini ada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di lokasi kutub, awan ini terdapat pada ketinggian 3-8 km. Beberapa macam bentuk awan yang termasuk awan tinggi yaitu sebagai berikut ini:

Awan SiroKumulus (Ci-Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) adalah awan yang terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es dan berwujud seperti segerombolan domba serta kerap menimbulkan bayangan.

Ciri-Ciri Awan SiroKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan SiroKumulus ada di antara 6.000 - 12.000 m. 
  2. Memiliki bentuk seperti terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es hingga memiliki bentuk seperti sekumpulan domba dan kerap menyebabkan bayangan 
Awan Sirus (Ci) 
Sumber: erfindimasfernanda.blogspot.co.id
Awan Sirus (Cirrus) adalah awan halus dengan susunan seperti serat serta berupa seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, hingga terlihat bertemu satu atau dua titik horizon, serta kerap terdapat kristal es.

Ciri-Ciri Awan Sirrus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. 
  2. Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora. 
  3. Awan ini terbagi dalam halbor air yang terjadi dikarenakan suhu sangat dingin di atmosfer. 
  4. Awan ini halus, serta berstruktur seperti serat serta memiliki bentuk serupa bulu burung. Awan Sirrus juga kerap tersusun seperti pita yang melengkung di langit, hingga seolah-olah terlihat bertemu pada satu atau dua titik horizon 
  5. Ketinggian Awan Sirus ada di atas 5.500 m. 
  6. Awan ini tidak menyebabkan hujan. 
Awan Sirostratus (Ci-St) 
Sumber: wikipedia.org
Awan Sirostratus (Cirrostratus) adalah awan yang berwujud seperti kelambu putih yang halus serta rata dengan menutup semua langit hingga terlihat cerah atau tampak seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur. Awan Sirostratus kerap menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan. Hal semacam ini kerap terjadi di musim kering.

Ciri-Ciri Awan Sirostratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini dapat menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan yang umumnya terjadi di musim kemarau. 
  2. Ketinggian Awan Sirostratus ada di atas 6.000 m. 
  3. Awan Sirostratus susah dideteksi. Tetapi oleh karena adanya awan ini, umumnya mengisyaratkan datangnya front panas. hal itu memberikan indikasi akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi 
  4. Memiliki bentuk seperti kelembu putih yang halus serta rata menutup semua langit hingga tampak cerah, dapat pula terlihat seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur.
Dan itulah pembahasan kami mengenai 10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jenis dan Kelompok Awan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Awan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com 
16 May 2017

Pengertian dan Klasifikasi Iklim

Pengertian dan Klasifikasi Iklim. Pengertian Iklim, Beragam Macam Jenis Iklim, dan Klasifikasi Iklim.

Pengertian Iklim 

Sumber: nationalgeographic.co.id
Iklim yaitu kondisi rata-rata cuaca pada sebuah lokasi dalam periode waktu yang relatif lama.

Iklim juga didefinisikan sebagai berikut ini:
  • Sintesis peristiwa cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup bisa digunakan untuk memperlihatkan nilai statistik yang tidak sama dengan kondisi pada tiap saatnya (World Climate Conference, 1979) 
  • Konsep abstrak yang menyebutkan kebiaasan cuaca serta unsur-unsur atmosfer di sebuah daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980) 
  • Peluang statistik beragam kondisi atmosfer, diantaranya suhu, tekanan, angin kelembapan, yang terjadi di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs, 1978) 
Beberapa Karakter Iklim
  • Berlaku untuk waktu yang lama. 
  • Mencakup daerah yang luas. 
  • Merupakan hasil rata-rata cuaca, bukanlah merupakan pencatatan baru. 

Unsur-Unsur Iklim 

Sumber: dpu.probolinggokota.go.id

Penyinaran Matahari 

Matahari adalah pengatur iklim di bumi yang sangat penting serta jadi sumber daya paling utama di bumi. Daya matahari dipancarkan ke semua arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi di pengaruhi oleh keadaan awan serta ketidaksamaan sudut datangnnya cahaya matahari.

Suhu Udara 

Suhu udara yaitu kondisi panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar serta tidak sama pada daerah spesifik. Persebaran secara horizontal memperlihatkan suhu udara paling tinggi ada di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi jadi sisi utara serta selatan) serta makin ke arah kutub suhu udara makin dingin.

Sedangkan persebaran secara vertikal memperlihatkan, makin tinggi tempat, maka suhu udara makin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut dengan termometer.

Kelembaban Udara (humidity) 

Dalam udara ada air yang terjadi lantaran penguapan. Semakin tinggi suhu udara, semakin banyak uap air yang dikandungnya. Hal semacam ini memiliki arti, semakin lembablah udara itu. Jadi, Humidity yaitu banyak uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya yaitu higrometer.

Per-Awanan 

Awan adalah massa dari butir-butir kecil air yang larut di susunan atmosfer bagian bawah. Awan bisa memperlihatkan keadaan cuaca.

Curah Hujan 

Curah hujan yaitu jumlah hujan yang jatuh di sebuah daerah selama waktu spesifik. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut dengan penakar hujan (Rain Gauge).

Angin 

Angin yaitu udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Ketidaksamaan tekanan udara dikarenakan oleh adanya ketidaksamaan suhu udara. Apabila suhu udara tinggi, memiliki arti tekanannya rendah serta demikian sebaliknya. Alat untuk mengukur arah serta kecepatan angin disebut dengan anemometer.

Klasifikasi Iklim 

Sumber: dunya.com

Iklim Matahari 

Dasar perhitungan untuk mengadakan pembagian daerah iklim matahari adalah banyaknya cahaya matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Menurut teori, semakin jauh dari khatulistiwa, semakin besar sudut datang cahaya matahari, hingga semakin sedikit jumlah cahaya matahari yang di terima oleh permukaan bumi.

Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang yaitu sebagai berikut ini: 
  • Daerah Iklim Tropis: 0 derajat LU-23,5 derajat LU serta 0 derajat LS-23,5 derajat LS 
  • Daerah Iklim Sedang: 23,5 derajat LU-66,5 derajat Lu serta 23,5 derajat LS-90 derajat LS 
  • Daerah Iklim Dingin: 66,5 derajat LU-90 derajat LU serta 66,5 derajat LS-90 derajat LS 
Pembagian daerah iklim menurut iklim matahari didasarkan 1 teori, kalau temperatur udara semakin rendah bila letaknya semakin jauh dari khatulistiwa. Maka dari itu, ada pakar yang menyebutkan iklim matahari sebagai iklim teoritis. Menurut faktanya, temperatur beberapa tempat menyimpang dari teori itu.

Iklim Fisis 

Iklim fisis yaitu iklim yang dipengaruhi alam sekitar. Contohnya, daratan, lautan, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, angin, laut, ataupun letak geografis. Berikut ini yaitu pembagian Iklim fisis:

Iklim Kontinental atau Iklim Darat, iklim ini terjadi di daerah yang amat luas, hingga angin yang dipengaruhi pada daerah itu yaitu angin darat yang kering.

Di daerah ini, pada siang hari merasa panas sekali serta saat malam hari terasa sangat dingin. Curah hujannya sangat rendah, hingga terkadang terbentuk gurun pasir. Contohnya Gobi, Tibet, Arab, Sahara, Kalahari, Australia Tengah, serta Nevada.

Iklim Laut, iklim ini ada di daerah eropa tropis serta subtropis. Angin yang punya pengaruh pada daerah itu yaitu angin laut yang lembab. Ciri iklim laut yaitu curah hujan yang rata-rata tinggi. Suhu tahunan serta harian yang hampir sama, sifatnya banyak hujan.

Iklim Dataran Tinggi, iklim ini mengalami perubahan suhu harian serta tahunan, takanan rendah, cahaya matahari terik serta cuma memiliki kandungan sedikit uap air.

Iklim Pegunungan, iklim initerdapat di daerah pegunungan. Di daerah pegunungan udaranya sejuk serta hujan kerap turun. Hujan terjadi lantaran awan yang naik ke lereng pegunungan mengalami kondensasi hingga turun hujan. Hujan seperti ini disebut dengan hujan orografis.

Iklim Musim 

Letak geografis indonesia yang diapit oleh Benua Asia di bagian utara serta Benua Australia di bagian selatan, mengakibatkan di indonesia ada Iklim musim. Iklim musim ini erat hubungannya dengan pola angin musim di Indonesia.

Pada bulan April-Oktober, saat bertiup angin musim timur, terjadi musim kemarau. Demikian sebaliknya saat bertiup angin musim barat, terjadi musim penghujan.

Iklim Menurut Junghuhn 

Junghuhn (bangsa Jerman) membuat klasifikasi iklim bersumber pada ketinggian tempat serta bentuk tumbuhan yang sesuai di suatu daerah. Penelitiannya dilakukan di pulau Jawa.

Iklim Koppen 

Koppen mengadakan pembagian daerah iklim bersumber pada temperatur serta hujan. Menurut kondisi temperatur serta curah hujannya, permukaan dibagi jadi beberapa daerah iklim.

Perubahan Iklim Global 

Sumber: hipwee.com
Keadaan iklim di dunia senantiasa berubah, baik menurut ruang ataupun waktu. Perubahan iklim ini bisa dibedakan bersumber pada wilayahnya (ruang) yakni perubahan iklim secara lokal serta global.

Bersumber pada waktu, iklim bisa berubah dalam bentuk siklus, baik secara harian, musiman, tahunan, ataupun beberapa puluh tahun. Perubahan iklim yaitu sebuah perubahan unsur-unsur iklim yang mempunyai kecenderungan naik atau turun secara nyata.

Perubahan iklim secara global disebabkan oleh karena meningkatnya konsentrasi gas di atmosfer. Hal semacam ini terjadi mulai sejak revolusi industri yang membangun sumber daya yang datang dari batu bara, minyak bumi, serta gas, yang membuang limbah gas di atmosfer, seperti kabondioksida (CO2), Metana (CH4), serta Nitrous Oksida (N2O).

Matahari yang menyinari bumi juga menghasilkan radiasi panas yang di tangkap oleh atmosfer hingga udara bersuhu nyaman untuk kehidupan manusia.

Bila lantas atmosfer bumi dijejali gas, terjadi dampak selimut seperti yang terjadi pada rumah kaca, yaitu radiasi panas bumi yang terlepas ke udara ditahan oleh selimut gas hingga suhu mengalami kenaikan serta jadi panas. Makin banyak gas dilepaskan ke udara, makin tebal selimut bumi, makin panas juga suhu bumi.

Berikut ini yaitu beberapa efek perubahan iklim global: 
  • Mencairnya bongkahan es di kutub hingga permukaan air laut naik. 
  • Air laut naik bisa menenggelamkan pulau serta menghambat mengalirnya air sungai ke laut serta selanjutnya menyebabkan banjir di dataran rendah. 
  • Suhu bumi yang panas mengakibatkan mengeringnya air permukaan hingga air jadi langka. 
  • Meningkatnya kemungkinan kebakaran hutan. 
  • Menyebabkan El Nino serta La Nina. El Nino yaitu momen memanasnya suhu permukaan air laut di pantai barat peru – Ekuador (Amerika selatan) yang menyebabkan masalah iklim secara global. La Nina yaitu keadaan cuaca yang normal kembali setelah terjadinya El Nino.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Klasifikasi Iklim, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Iklim di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Iklim. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
03 October 2016
Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu


Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu - Pantun merupakan hasil cipta rasa dan karsa budaya Melayu yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra puisi lama. Ciri-ciri pantun adalah mempunyai rima (aaa, aabb, atau abab), dalam penyusunannya terdiri atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait, memiliki kata-kata yang indah dan bermakna dalam. Pantun terdiri atas berbagai macam jenis jika didasarkan pada penyampaian isinya diantaranya ialah pantun jenaka, pantun nasehat dan lain sebagainya. berikut adalah beberapa contoh pantun lucu yang dapat digolongkan ke dalam pantun jenaka!




Pantun Lucu 4 Bait




Pakcik dan makcik salng berkedip mata



Bercanda mesra sambil makan kue serabi



Sekelompok Lanun memegang senjata



Dikira hendak merampok malah bernyanyi




Alangkah elok emas dan intan



Mencari logam itu setengah mati



Kelompok lanun berlayar ke lautan



Tak tau apa yang ia cari




Anggota laskar pelangi bernama Harun



Meski ia begitu namun elok hatinya



Sekelompok lanun mencari harta karun



Tak tahu pasti dimana berada




Bangsawan Jawa bernama priyayi



Bangsawan melayu entah apa namanya



Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi



Alangkah gembiranya hati mereka




Pantun Lucu 6 Bait




Duduk-duduk santai di serambi



Minum teh tak baik sambil berdiri



Bercermin ria sehabis mandi



Tergaget ngeri melihat rupa sendiri




Alangkah indahnya pantai melayu pesisir



Dihiasi langit yang dipenuhi awan



Bercermin ria sambil menyisir



Mengasihani diri dengan rupa tak menawan




Penjaga mushala bernama Muhaimin



Seorang pemuda gagah dan sopan



Kawan terbahak melihat diri bercermin



Mengolok-olok seolah mereka tampan




Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting



Benar-benar jatuh bukan gurauan



Kukatakan satu hal yang penting



Kau pun tak tampan kawan




Hendak ke Johor begitu kutanya



Seorang musafir pergi seorang diri



Kuajukan cermin ke depan wajahnya



Dia pun ngeri melihat rupa sendiri




Puluhan pasang mata terbelalak



Memanggang lemang di atas kawat berduri



Riuh tertawa terbahak-bahak



Menertawakan keburukan rupa sendiri   




Pantun Lucu 6 Bait




Lebaran haji makan ketupat



Beli ketupat di kedai makcik Maklumat 



Jadilah lelaki yang mermartabat



Jangan jadi lelaki yang tak tau adat




Alangkah ramah Cik Gu menyapa



Manis senyumnya macam gula



Sudahlah buruk rupa



Tak tahu adat pula




Tak pernah mandi banyak kuman



Orang tak waras alias gila



Sudahlah tak tampan rupawan



Jarang sembahyang pula




Wanita jelita datang tak tahu siapa



Membawa kopi dan sekarung gula



Sudahlah buruk rupa



Tak bisa mengaji pula




Saling tegur sapa saat berpapasan



Senyum mengembang diantara mereka



Sudahlah tak tampan rupawan



Kelakuan macam setan pula




Telah pulang ke tanah melayu sang Haji



Bawa kopiah putih dab buah tangannya



Sudahlah tak pandai mengaji



Dengan orang tua melawan pula




Advertisement






Pantun Lucu 3 Bait




Orkes melayu gambus tampil disini



Banyak orang bersuka cita



Hendak jadi apa kau ini



Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa




Mengenakan kain sarung diikat disini



Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan 



Hendak jadi apa kau ini



Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan




Ribut sekali makcik arisan



Suara liar macam cambukan cemeti



Jika hanya bermalasan



Entah bagaimana hidupmu nanti




Pantun Lucu 4 Bait




Membawa gandum dan padi sekarung



Sang datuk malang membawa sambil batuk-batuk



Pergi ke surau memakai sarung



Sarung kebesaran warisan datuk




Bocah kepanasan hingga mimisan



Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan



Memakai peci kebesaran



Warisan datuk juga rupanya




Para berandal pembuat rusuh



Kemana polisi yang harusnya menangkapnya



Mengenakan safari kebesaran dan lusuh



Ternyata dari datuk juga




Nenek sudah sangat tua



Merajut kain sambil batuk-batuk



Lalu apa yang kau punya



Semua yang kau pakau milik datuk




Pantun Lucu 6 Bait




Berjalan kaki menuju Jimbaran



Cuaca hujan segera muncul pelangi



Alangkah senangnya menyambut lebaran



Keluarga besar datang mengunjungi




Mengait benang dengan peniti



Hati-hati terkena jemari



Gembiranya perasaan hati



Melihat anak cucu datang kemari




Kau bagai parasit dan benalu



Mandirilah agar elok dipandang mata  



Pengantin baru tersipu malu



Melihat pasangan yang dicinta




Khitanan masal ramai rupanya



Anak-anak menangis tiada tara



Sederet pantun dan puisi dihaturkannya



Mempelai wanita girang sekali nampaknya




Hendak membuat lemang tak ada ketannya



Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya



Mempelai pria semakin berupaya memperdaya



Yang wanita semakin tak kuat hatinya




Ke mana arah pasar kiranya



Tak jauh dari kuburan cina rupanya



Pengantin pria makin panjang hidungnya



Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya




Pantun Lucu  6 Bait




Listrik padam tak ada lilim



Biar jadilah gelap gulita



Menari-nari adat di depan pengantin



Bersuka ria semua bahagia




Bernyanyi kencang ayam serama



Nyaring bunyinya indah suaranya



Tamu-tamu undangan terkesima



Melihat pengantin yang elok rupanya




Intan berlian mahal harganya



Hendak membeli entahlah kapan



Setelah terkesima lapar juga rupanya



Bersegera mengambil nampan di prasmanan




Gadis menor amatlah kemayu



Padahal dirinya biasa saja



Perut kerocongan bak orkes melayu



Menyanyikan lagu bunga seroja




Dari Johor hingga ke Abung Semuli



Di Lampung mebeli pisang muli



Makan yang lahap tak peduli



Yang penting perut terisi kembali




Menikah tentu perlu penghulu



Untuk mencatat pernikahan yang terjadi



Jika kau tak tahu malu



Bungkuslah makanan prasmanan ini



Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu

Belasan Contoh Pantun Melayu Lucu - Pantun merupakan hasil cipta rasa dan karsa budaya Melayu yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra puisi lama. Ciri-ciri pantun adalah mempunyai rima (aaa, aabb, atau abab), dalam penyusunannya terdiri atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait, memiliki kata-kata yang indah dan bermakna dalam. Pantun terdiri atas berbagai macam jenis jika didasarkan pada penyampaian isinya diantaranya ialah pantun jenaka, pantun nasehat dan lain sebagainya. berikut adalah beberapa contoh pantun lucu yang dapat digolongkan ke dalam pantun jenaka!

Pantun Lucu 4 Bait


Pakcik dan makcik salng berkedip mata
Bercanda mesra sambil makan kue serabi
Sekelompok Lanun memegang senjata
Dikira hendak merampok malah bernyanyi

Alangkah elok emas dan intan
Mencari logam itu setengah mati
Kelompok lanun berlayar ke lautan
Tak tau apa yang ia cari

Anggota laskar pelangi bernama Harun
Meski ia begitu namun elok hatinya
Sekelompok lanun mencari harta karun
Tak tahu pasti dimana berada

Bangsawan Jawa bernama priyayi
Bangsawan melayu entah apa namanya
Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi
Alangkah gembiranya hati mereka

Pantun Lucu 6 Bait


Duduk-duduk santai di serambi
Minum teh tak baik sambil berdiri
Bercermin ria sehabis mandi
Tergaget ngeri melihat rupa sendiri

Alangkah indahnya pantai melayu pesisir
Dihiasi langit yang dipenuhi awan
Bercermin ria sambil menyisir
Mengasihani diri dengan rupa tak menawan

Penjaga mushala bernama Muhaimin
Seorang pemuda gagah dan sopan
Kawan terbahak melihat diri bercermin
Mengolok-olok seolah mereka tampan

Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting
Benar-benar jatuh bukan gurauan
Kukatakan satu hal yang penting
Kau pun tak tampan kawan

Hendak ke Johor begitu kutanya
Seorang musafir pergi seorang diri
Kuajukan cermin ke depan wajahnya
Dia pun ngeri melihat rupa sendiri

Puluhan pasang mata terbelalak
Memanggang lemang di atas kawat berduri
Riuh tertawa terbahak-bahak
Menertawakan keburukan rupa sendiri   

Pantun Lucu 6 Bait


Lebaran haji makan ketupat
Beli ketupat di kedai makcik Maklumat 
Jadilah lelaki yang mermartabat
Jangan jadi lelaki yang tak tau adat

Alangkah ramah Cik Gu menyapa
Manis senyumnya macam gula
Sudahlah buruk rupa
Tak tahu adat pula

Tak pernah mandi banyak kuman
Orang tak waras alias gila
Sudahlah tak tampan rupawan
Jarang sembahyang pula

Wanita jelita datang tak tahu siapa
Membawa kopi dan sekarung gula
Sudahlah buruk rupa
Tak bisa mengaji pula

Saling tegur sapa saat berpapasan
Senyum mengembang diantara mereka
Sudahlah tak tampan rupawan
Kelakuan macam setan pula

Telah pulang ke tanah melayu sang Haji
Bawa kopiah putih dab buah tangannya
Sudahlah tak pandai mengaji
Dengan orang tua melawan pula

Advertisement

Pantun Lucu 3 Bait


Orkes melayu gambus tampil disini
Banyak orang bersuka cita
Hendak jadi apa kau ini
Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa

Mengenakan kain sarung diikat disini
Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan 
Hendak jadi apa kau ini
Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan

Ribut sekali makcik arisan
Suara liar macam cambukan cemeti
Jika hanya bermalasan
Entah bagaimana hidupmu nanti

Pantun Lucu 4 Bait


Membawa gandum dan padi sekarung
Sang datuk malang membawa sambil batuk-batuk
Pergi ke surau memakai sarung
Sarung kebesaran warisan datuk

Bocah kepanasan hingga mimisan
Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan
Memakai peci kebesaran
Warisan datuk juga rupanya

Para berandal pembuat rusuh
Kemana polisi yang harusnya menangkapnya
Mengenakan safari kebesaran dan lusuh
Ternyata dari datuk juga

Nenek sudah sangat tua
Merajut kain sambil batuk-batuk
Lalu apa yang kau punya
Semua yang kau pakau milik datuk

Pantun Lucu 6 Bait


Berjalan kaki menuju Jimbaran
Cuaca hujan segera muncul pelangi
Alangkah senangnya menyambut lebaran
Keluarga besar datang mengunjungi

Mengait benang dengan peniti
Hati-hati terkena jemari
Gembiranya perasaan hati
Melihat anak cucu datang kemari

Kau bagai parasit dan benalu
Mandirilah agar elok dipandang mata  
Pengantin baru tersipu malu
Melihat pasangan yang dicinta

Khitanan masal ramai rupanya
Anak-anak menangis tiada tara
Sederet pantun dan puisi dihaturkannya
Mempelai wanita girang sekali nampaknya

Hendak membuat lemang tak ada ketannya
Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya
Mempelai pria semakin berupaya memperdaya
Yang wanita semakin tak kuat hatinya

Ke mana arah pasar kiranya
Tak jauh dari kuburan cina rupanya
Pengantin pria makin panjang hidungnya
Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya

Pantun Lucu  6 Bait


Listrik padam tak ada lilim
Biar jadilah gelap gulita
Menari-nari adat di depan pengantin
Bersuka ria semua bahagia

Bernyanyi kencang ayam serama
Nyaring bunyinya indah suaranya
Tamu-tamu undangan terkesima
Melihat pengantin yang elok rupanya

Intan berlian mahal harganya
Hendak membeli entahlah kapan
Setelah terkesima lapar juga rupanya
Bersegera mengambil nampan di prasmanan

Gadis menor amatlah kemayu
Padahal dirinya biasa saja
Perut kerocongan bak orkes melayu
Menyanyikan lagu bunga seroja

Dari Johor hingga ke Abung Semuli
Di Lampung mebeli pisang muli
Makan yang lahap tak peduli
Yang penting perut terisi kembali

Menikah tentu perlu penghulu
Untuk mencatat pernikahan yang terjadi
Jika kau tak tahu malu
Bungkuslah makanan prasmanan ini
27 April 2017

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api)

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api). Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), Intrusi Magma, Ekstrusi Magma, Ekstrusi linear, Ekstrusi areal, Ekstrusi sentral, Tipe Gunung Api atau Beragam Macam Jenis Gunung Api.

Pengertian Vulkanisme

Sumber: duniapendidikan.net
Vulkanisme yakni seluruh peristiwa yang berkaitan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi lewat retakan dalam kerak bumi atau lewat satu pita sentral yang disebut juga dengan terusan kepundan atau diatrema.

Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut juga dengan lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mempunyai kandungan gas-gas yang memiliki cukup daya untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati satu kantong yang disebut juga dengan dapur magma. Kedalaman dapur magma yaitu penyebab perbedaan kapabilitas letusan gunung api yang terjadi. Biasanya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, semakin kuat letusan yang ditimbulkannya.

Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditetapkan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang disebut sumber paling penting aktivitas vulkanik.

Intrusi Magma

Sumber: pubs.usgs.gov
Intrusi magma yakni peristiwa menyusupnya magma diantara susunan batuan, tetapi tidak mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut ini:
  1. Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua susunan batuan, mendatar, dan paralel dengan susunan batuan itu. 
  2. Lakolit, yaitu magma yang menerobos diantara susunan Bumi paling atas. Mempunyai bentuk seperti lensa cembung atau kue serabi. 
  3. Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan (korok). 
  4. Diatermis, yaitu lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi. Mempunyai bentuk seperti silinder memanjang. 
Secara detil, ada intrusi magma (atau disebut juga dengan plutonisme) menghasilkan beragam macam jenis bentuk.

Ekstrusi Magma

Sumber: ilmugeografi.com
Ekstrusi magma yakni peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan membentuk gunung api. Hal semacam ini terjadi bila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit Bumi sampai menghasilkan letusan yang sangat dahsyat.

Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi bisa pula terjadi di lautan. Oleh sebab itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga bentuk, yaitu:

Ekstrusi linear 

Terjadi apabila magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sampai membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia, dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ekstrusi areal 

Terjadi bila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sampai magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal spesifik. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.

Ekstrusi sentral 

Terjadi magma keluar lewat satu lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan sebagainya.

Tipe Gunung Api 

Bersumber pada Bentuknya

Gunung Api Perisai 

Sumber: mobgenic.com
Berupa kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah. Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Frekuensi letusan umumnya sedang serta pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.

Gunung Api Kubah 

Sumber: arizal-205.blogspot.co.id
Gunung ini berupa kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam. Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membuat susunan yang tidak tipis. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat.

Banyak lava yang membeku di saluran, menyebabkan saluran jadi tertutup. Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang terhambat. Seluruh sisi puncak gunung api dapat juga hancur dan lenyap saat itu juga.

Gunung Api Strato 

Sumber: simplenews05.blogspot.co.id
Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak susunan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang kali. Lava dapat mengalir lewat segi kerucut. Karakter letusan keras.

Gunung Api Lava Pijar dan Abu 

Sumber: laqudhami.blogspot.co.id
Bentuk kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat. Karakter letusan sedang. Contoh: Gunung Paracutin di Mexico.

Bersumber pada Letusannya
Sumber: uni-kassel.de

Tipe Hawaii 

Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tidak tebal, dan dalam perubahannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak diketemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia yakni pembentukan plato lava di tempat Dieng, Jawa Tengah.

Tipe Stromboli 

Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api yang lain yang sedang bertambah kegiatannya. Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering ditemui letusan pendek yang dibarengi ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava. Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia yakni Gunung Raung di Jawa.

Tipe Vulkano 

Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair.

Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini bisa menghasilkan lava. Bersumber pada kapabilitas letusannya tipe ini dibedakan jadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung). Peralihan antara kedua tipe ini bisa ditemui di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.

Tipe Merapi 

Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia yakni Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain yakni Gunung Galunggung di Jawa Barat.

Tipe Perret 

Letusan gunung api tipe perret yakni mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan terhambat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap didalam tubuh bumi, oleh karenanya sering keluar getaran ketika saat sebelum terjadinya letusan.

Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia yakni Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada th. 1873, sampai gunung Krakatau (tua) tersebut lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Vulkanisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Vulkanisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
06 February 2015

Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu.

Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

a. Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.

b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.

A. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:

a. Kerajinan Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring. 

Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara lainnya.

b. Kerajinan Serat Alam
Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
c. Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.

d. Kerajinan Gips
Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih dahulu.

Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.

e. Kerajinan Lilin
Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas api/kompor.

f. Kerajinan Sabun
Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.

g. Kerajinan Bubur Kertas
Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.
  • Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil (lembut).
  • Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik. Kemudian, siram dengan air hangat.
  • Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
  • Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1 - 2 hari hingga menjadi lunak.
  • Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain (dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain disatukan dan plintir. hingga air akan terpisah dari ampasnya.
  • Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.
  • Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
  • Campur adonan kertas dengan larutan pasta. Remasremas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah untuk dibentuk.
B. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya kerajinan sebagai benda hias.

a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung

b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.

Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

a. Unsur Estetika
Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan. prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.

b. Unsur Ergonomis
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
  • 1Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  • Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  • Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
C. Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar diseluruh tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaanpersamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya. Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut.

a. Motif Realis
Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentukbentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuhtumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.

b. Motif Geometris
Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder. Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang, dan tumpal.

c. Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan. Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada pada motif itu. 

d. Motif Abstrak
Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak di sini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris.

D. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.

a. Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut.
  • 1) Teknik Coil (Lilit Pilin) Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
  • 2) Teknik Putar. Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.
  • 3) Teknik Cetak. Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
b. Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.

c. Menenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.

d. Membordir
Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir. Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

e. Mengukir
Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.
26 April 2017

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan. Pengertian Bulan, Rotasi atau Perputaran Bulan, Revolusi Bulan, dan Beragam Macam Fase Bulan.

Pengertian Bulan

Sumber: flickr.com
Nama untuk satelit alami Bumi yaitu Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, datang dari kata bahasa inggris kuno mona (saat sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern yaitu lunar, datang dari bahasa latin Luna.

Sebutan yang lain yang kurang umum yaitu selenic, dari bahasa Yunani Kuno Selene yang lantas jadi dasar penamaan selenografi (Studi tentang permukaan serta ciri fisik Bulan).

Bulan berwujud bulat, memiliki tekstur kasar serta berlubang akibat tubrukan benda luar angkasa. Bulan mempunyai diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi serta massa jenisnya 3,4 gr/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi kurang lebih 384.403 km atau sepadan dengan 30 kali diameter Bumi.

Bulan bukan hanya sekedar penghias langit pada malam serta penerangan ketika Matahari terbenam. Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi serta tidak memiliki sumber sinar sendiri, cahayanya datang dari pantulan sinar Matahari.

Objek yang di kenal sebagai satelit Bumi ini adalah satu diantara anggota tata surya yang selalu mengitari planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua sesudah lo yang merupakan satelit Yupiter.

Bulan yaitu benda langit yang paling terang sesudah Matahari. Walaupun bulan terlihat amat putih serta terang, permukaan Bulan sesungguhnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair.

Udara, air ditambah lagi kehidupan tidak ada di Bulan. Tetapi, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melalui permukaan Bulan. Uap air itu cuma bertahan 14 jam serta menutupi permukaan seluas 100 mil2.

Nyatanya setelah diusut oleh beberapa ilmuan, endapan es setebal dua meter diketemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memerlihatkan bukti adanya air di Bulan.

Dalam satu dari dua studi yang ditayangkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston serta rekannya mengkaji pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapat bukti tentang endapan es di beberapa kawah yang selama-lamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.

Teori Terbentuknya Bulan

Sumber: kafeastronomi.com
Pembentukan Bulan mempunyai banyak teori yang masih saja jadi perbincangan. Berikut ini teori-teori pembentukan Bulan:

Teori Co-Akresi 

Seseorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini menceritakan kalau Bulan terbentuk lantaran terkondensasi dari materi lantas berputar seperti awan debu panas yang membuat Bumi.

Awan debu panas ini perlahan-lahan terkontaksi lantas mendingin membentuk cincin gas di sekitarnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan.

Masalahnya, hipotesis ini tidak dapat menjelaskan momentum sudut dalam system Bumi-Bulan atau kenapa Bulan mempunyai inti besi yang relatif kecil dibanding Bumi sedangkan asumsinya bila Bulan serta Bumi terbentuk dari gas yang sama kandungannya juga semestinya sama. (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50% dari jari-jarinya)

Teori pembelahan (Fisi) 

George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 menginformasikan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan kalau Bulan secara bertahap bergerak menjauh.

Darwin mulai memperhitungkan apa yang akan terjadi bila saja waktu diputar kembali. Seperti menjalani film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan kalau dulu Bulan menyatu dengan Bumi.

Sebagian kecil dari Bumi terpisah lantas membentuk Bulan. Tetapi, putaran Bumi serta orbit bulan tidak sesuai sama pola yang diperkirakan oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk mempertimbangkan tingkat perputarannya saat ini.

Teori Penangkapan (Capture) 

Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See sudah menghabiskan waktu untuk mengkaji hipotesis baik co-Akresi ataupun Fisi. Namun Thomas meningkatkan gagasan yang amat berbeda yakni teori Penangkapan (Capture).

Teori ini menyebutkan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk ditempat berbeda dalam tata surya lantas sedang berjalan dari sisi yang jauh dari tata surya. Namun kemudian bergerak sangat dekat dengan Bumi hingga di tangkap oleh gravitasi Bumi.

Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya nyatanya serupa dengan yang ada di mantel Bumi (sekalipun tidak asing). Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi serta Bulan. Kekurangannya juga tidak ada keterangan tentang media penolak untuk objek sebesar Bulan hingga tidak menabrak Bumi.

Dari beberapa teori yang udah tertulis diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan teori yang satu ini. Teori apakah yang dimaksud? Ini dia:

Teori Tubrukan Besar 

Pada tahun 1974 muncul teori yang menyebutkan Bulan diprediksikan terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu, tidak lama setelah pembentukan Bumi.

Walaupun ada beberapa hipotesis tentang asal usul Bulan, hipotesis yang paling di terima sekarang menjelaskan kalau Bulan terbentuk dari serpihan yang lepas setelah satu benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi.

Tabrakan ini cukup besar hingga menyebarkan maetri pecahan Bumi serta Theia di sekitar Bumi. Materi itu lantas saling terikat oleh gravitasi, serta membentuk Bulan.

Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dan lain-lain. Menurut jenis tubrukan ini, Bulan beberapa terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen lalu sisanya datang dari bumi.

Saat ini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi serta Theia. Tetapi teori ini masih tetap mesti ditopang dengan bukti-bukti yang lain. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih tetap belum dapat dibuktikan tentang jenis yang paling diakui ini.

Energi dari efek tubrukan diprediksikan bisa memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang terbenam ke dalam mantel Bumi.

Sekarang tidak ada jenis yang sama diawali dengan tubrukan besar serta diikuti dengan evolusi puing-puingnya jadi Bulan. Tantangannya yaitu untuk menjelaskan kenapa sisi luar Bulan yang tidak tampak oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang bisa dilihat.

Pertanyaan yang lain kenapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar ketika proses pembentukannya tidak memilih Bulan yang sama? Atau mungkin ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat hingga setelah menabrak Bumi, ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya sama dengan unsur Bulan?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih tetap jadi PR penting beberapa ilmuan yang masih tetap berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya, Bulan sesungguhnya masih mempunyai misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkam.

Fungsi Bulan

Sumber: metro.co.uk
Bulan tidak cuma sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pastinya akan sangat bersyukur bila tau fungsi intinya. Berikut ini fungsi bulan untuk Bumi kita:
  1. Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet serta asteroid. 
  2. Mengontrol kecepatan perputaran sebuah planet lantaran efek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, dampak ini memberi keuntungan pada Bumi lantaran menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat perputaran Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan). 
  3. Menyeimbangkan rotasi siklus air laut yang mengakibatkan pasang surut. 
  4. Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau diarahkan lewat gravitasi Bulan dan gaya magnetik Bulan. 
  5. Memblokir radiasi cahaya ultraviolet yang berefek buruk untuk tubuh. 
  6. Membantu kita melihat pada malam hari 
Bumi (serta planet yang lain) tidak sempurna menghindari tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam rotasi bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam rotasinya di Bumi. Jadi, jaraknya dalam satu hari bertambah beberapa milisekon tiap abad.

Awal mulanya bulan cuma berjarak 23.000 km dari bumi, namun saat ini jarak Bulan ke Bumi sekitar 384.400 km. Hal semacam ini memperlihatkan kalau dimasa yang akan datang Bulan akan makin jauh lagi serta akan terlihat makin kecil di langit. Bahkan juga suatu saat mungkin Bulan tidak lagi bisa menutupi Matahari ketika terjadi Gerhana.

Peluang terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diperkirakan kalau akan muncul kekacauan. Dampak yang akan muncul miliki sifat sementara tetapi amat berpengaruh yakni hilangnya dampak kendali dari Bulan.

Hal semacam ini mengakibatkan laut juga turut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya lantaran didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Akan terjadi perubahan orbit Bumi pada Matahari hingga mengakibatkan perubahan musim yang amat ekstrim.

Rotasi dan Revolusi Bulan

Sumber: nationalgeographic.co.id
Pengamat khusus di bumi memperhatikan kalau pada intinya bulan menjaga persamaan sisi untuk bertemu dengan planet kita seperti Bumi melewati orbitnya. Hal semacam ini mungkin menyebabkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya yaitu ya, tetapi itu kelihatannya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.

Perputaran Bulan yaitu rotasi Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam tiap 27.322 hari. Rotasi ini sekurang-kurangnya membutuhkan lebih kurang 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Pada akhirnya, bulan tidak terlihat berputar namun muncul bila dilihat dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi di kenal sebagai sisi paling dekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” yaitu sisi yang paling jauh. Kadang-kadang, sisi yang jauh ini disebut dengan sisi gelapnya, namun itu tidaklah benar. Saat Bulan ada diantara Bumi serta matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan terlihat ketika fajar.

Meskipun demikian, orbit serta perputaran tidak selalu sama. Bulan mengelilingi Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat seutuhnya.

Saat bulan amat dekat dengan Bumi, perputarannya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan beberapa pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Saat bulan sangat jauh, perputarannya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat tampak ke arah barat.

Bila kita bisa melintas di sekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita bisa melihat ketidaksamaan mencolok permukaan dari apa yang anda saksikan umumnya. Saat sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibuat oleh lava lava solid yang bergerak (terbang) serta pegunungan sinar bulan, sisi jauh tampak memiliki banyak kawah.

Periode rotasi bulan tidak senantiasa sama juga dengan orbit di sekitar planet. Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi memengaruhi bulan. namun lantaran Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membuat pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar paling dekat, berusaha untuk menjaganya tetap sama. Hal semacam ini membuat gesekan pasang yang memelankan rotasi Bulan. Saat tiba waktunya, rotasi sangat pelan hingga orbit serta perputarannya sama, serta sisi yang sama terlihat jadi pasang, selama-lamanya berpusat pada Bumi.

Bulan tidak cuma satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang terlihat tidal dengan pasangannya. Seperti Bulan paling besar, cuma Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna serta berhubungan dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

Fase Bulan

Sumber: jessychance.blogspot.co.id
Dalam satu kali berotasi, bulan membutuhkan waktu yang sama juga dengan satu kali revolusinya mengitari bumi. Revolusi adalah gerakan (peredaran) Bulan yang mengitari Bumi. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi yaitu 27 hari 7 jam 43,2 menit.

Ketika berevolusi, luas sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Jika dirata-ratakan, tiap fasebulan berjalan selama 3-4 hari. Berikut ini pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan:

8 Fase Bulan 

Fase 1 (Bulan Baru/New Moon) 

Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima sinar dari matahari, maka, Bulan tidak tampak. Fase ini terjadi di hari pertama di mana Bulan ada diposisi 0 derajat.

Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent) 

Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala serta sebagai fase berlangsung, sisi yang menyala secara bertahap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari ke empat di mana Bulan ada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan terlihat melengkung seperti sabit.

Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter) 

Bulan mencapai step ini saat terlihat setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan di mana Bulan ada di posisi 90 derajat.

Fase 4 (Waxing Gibous) 

Awal fase ini ditandai ketika Bulan setengah, sisi yang terlihat akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan ada pada posisi 135 derajat serta tampak seperti cakram (Bulan cembung)

Fase 5 (Full Moon) 

Pada fase ini, Bulan ada pada sisi berlawanan dengan Bumi serta sinar Matahari seutuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari keempat belas, Bulan ada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk prima (lingkaran penuh) disebut juga dengan Bulan Purnama.

Fase 6 (Wanning Gibous) 

Di mana sisi yang terlihat akan makin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan ada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

Fase 7 (Kuartal I/First Quarter) 

Setengah dari Bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan ada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama dengan Bulan pada fase 3 atau Kuartal III

Fase 8 (Sabit Tua/Waning Crescent) 

Sebagian kecil dari bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan ada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama dengan pada posisi 45 derajat. Bulan terlihat seperti sabit.

Fase ini selalu berulang, Bulan akan kembali pada kedudukan semula yakni Bulan mati atau Bulan Baru.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Bulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com