Showing posts sorted by relevance for query macam macam alat ukur. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query macam macam alat ukur. Sort by date Show all posts

Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, rotan dan lain-lain. Ada juga yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, karet. Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Misalnya, Kasongan (Daerah Istimewa Yogyakarta), sumber daya alam yang banyak tersedia tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan keramik. Palu (Sulawesi Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam. Kapuas (Kalimantan Tengah), sumber daya alamnya banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang adalah anyaman rotan dan getah nyatu.

Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

a. Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.

b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.

A. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:

a. Kerajinan Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring. 

Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara lainnya.

b. Kerajinan Serat Alam
Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
c. Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.

d. Kerajinan Gips
Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebih dahulu.

Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.

e. Kerajinan Lilin
Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas api/kompor.

f. Kerajinan Sabun
Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.

g. Kerajinan Bubur Kertas
Sisa-sisa kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.
  • Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil (lembut).
  • Masukkan potongan kertas ke dalam baskom atau ember plastik. Kemudian, siram dengan air hangat.
  • Masukkan 1 sendok teh garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
  • Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1 - 2 hari hingga menjadi lunak.
  • Dua hari kemudian atau setelah kertas menjadi lunak dan hancur, saring menggunakan kain (dapat menggunakan kain lap yang pori-porinya besar). Keempat tepi kain disatukan dan plintir. hingga air akan terpisah dari ampasnya.
  • Buang air perasan kertas. Kemudian, masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah diperas airnya ke dalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.
  • Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terasa terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
  • Campur adonan kertas dengan larutan pasta. Remasremas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah untuk dibentuk.
B. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi karya kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya kerajinan sebagai benda hias.

a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya kerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung

b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.

Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.

a. Unsur Estetika
Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan. prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang.

b. Unsur Ergonomis
Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah seperti berikut:
  • 1Keamanan (security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  • Kenyamanan (comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  • Keluwesan (flexibility), yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk terap/pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
C. Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Indonesia sangat kaya dengan keragaman produk kerajinan dengan berbagai macam ragam hias yang tersebar diseluruh tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing. Di samping perbedaan-perbedaan terdapat pula persamaanpersamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan, pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya. Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut.

a. Motif Realis
Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentukbentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuhtumbuhan, bentuk hewan atau binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.

b. Motif Geometris
Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder. Motif geometris merupakan motif tertua dalam ragam hias karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari yang sederhana sampai dengan pola yang rumit. Hampir di seluruh wilayah Nusantara ditemukan motif ini. Motif hias geometris antara lain meander, pilin, lereng, banji, kawung, jlamprang, dan tumpal.

c. Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak terlalu ditonjolkan. Untuk memperoleh objek gambar dekoratif, perlu dilakukan deformasi atau penstiliran alami. Bentuk-bentuk objek di alam disederhanakan dan digayakan tanpa meninggalkan bentuk aslinya. Misalnya, bunga, hewan, tumbuhan yang digayakan. Kesan tentang bunga, hewan, tumbuhan harus masih ada pada motif itu. 

d. Motif Abstrak
Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal yang digambarkan atau memang benar-benar abstrak karena tidak menggambarkan objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak menggunakan unsur tulisan yang terbaca. Motif abstrak di sini menggunakan bentuk yang lebih bebas, bukan geometris.

D. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.

a. Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut.
  • 1) Teknik Coil (Lilit Pilin) Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
  • 2) Teknik Putar. Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.
  • 3) Teknik Cetak. Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
b. Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.

c. Menenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.

d. Membordir
Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir. Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

e. Mengukir
Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.

Pengertian Suhu : Besaran Dan Alat Ukur Suhu

Pengertian Suhu

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid. Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan. Hal inimemberikan inspirasi pada

  •  Anders Celcius (1701 ± 1744) 


sehingga pada tahun 1742 diamemperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinamasesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunyaakan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nolmutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka

  •  Lord Kelvin (1842 ± 1907) 

menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C.Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.

Yang dimaksud dengan suhu merupakan suatu besaran yang menunjukan derajat panas dari suatu benda. Benda yang memiliki panas akan menunjukan suhu yang tinggi daripada benda dingin. Sering kita menyebutkan suatu benda panas atau dingin dengan cara menyentuh banda tersebut dengan alat indra kita, walau kita tidak dapat menyimpulkan berapa derajat panas dari benda tersebut, untuk mengetahui seberapa besar suhu benda tersebut maka digunakanlah termometer.

Suhu dapat didefinisikan sebagai derajat panas satu benda. Benda yang panas memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan benda yang dingin. Sebenarnya alat indera (kulit)tidak dapat menentukan suhu benda secara akurat, hanya berdasarkan perkiraan dan perasaan subjeknya saja. Hal ini dikarenakan alat indera memiliki keterbatasan, salah satunya tidak dapat digunakan untuk menyentuh benda yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Besaran Suhu

Dalam kehidupan sehar-hari, kita tentunya sering berhubungan dengan fenomena panas dan dingin. Pada pagi hari, biasanya kita merasakan udara disekitar kita yang dingin. Untuk menghangatkan tubuh, kita dapat meminum segelas kopi atau teh hangat. Lain halnya, ketika matahari bersinar sangat terik pada siang hari, kita akan merasa kegerahan. Dalam keadaan tersebut, kita cendrung untuk mencari cara agar bagaimana suhu tubuh kita menjadi turun agar tidak lagi merasa gerah.

Keadaan panas dan dingin suatu benda sebenarnya menyatakan suhu dari benda tersebut. Apakah pengertian suhu? Suhu adalah ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Manusia, mula-mula membedakan panas, hangat, dan dingin dengan menggunakan indra peraba yakni kulit. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknik pengukuran, dimungkinkan untuk membuat alat yang dapat alat pengukur suhu dan menyatakannya dengan nilai.

Saat ini, alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer yang merupakan pengembangan dari termoskop Galileo. Kata termometer berasal dari bahasa Yunani, yaitu thermos yang berarti panas, dan meter yang berarti mengukur. Termometer biasanya merupakan sebuah pipa kaca sempit tertutup yang berisi alkohol atau raksa dan memiliki skala. Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian zat. Semua zat, baik zat padat, cair, dan gas akan mengalami pemuaian jika dipanaskan. Zat cair sering digunakan untuk menjadi pengisi termometer karena mudah memuai dan praktis.

Misalnya, alkohol, yang merupakan zat cair sering digunakan untuk membuat termometer. Naiknya permukaan alkohol atau bertambahnya volume alkohol ketika dipanaskan dan berkurangnya volume alkohol ketika didinginkan merupakan sifat fisis zat cair. Sifat-sifat ini dimanfaatkan termometer untuk mengukur suhu sebuah benda.

Dalam perkembangannya, teknik pembuatan termometer disesuaikan dengan skala termometer yang akan digunakan. Penentuan ini dilakukan berdasarkan titik tetap atas dan titik tetap bawah. Biasanya titik tetap atas diambil dari titik didih air dan titik tetap bawah diambil dari titik beku air pada tekanan normal (1 atmosfer). Kemudian, di antara titik tetap atas dan bawah terdapat garis-garis skala hasil bagi jarak titik tetap atas dan bawah yang sama panjang. Garis-garis skala ini ditulis pada dinding kolom cairan termometer.

Alat Untuk Mengukur Suhu

Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Termometer memanfaatkan sifat termometrik suatu zat, yaitu perubahan sifat-sifat zat karena perubahan suhu zat tersebut. Termometer pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei (1564-1642). Termometer ini disebut termometer udara. Termometer udara terdiri dari sebuah bola kaca yang dilengkapi dengan sebatang pipa kaca panjang. Pipa tersebut dicelupkan ke dalam cairan berwarna.

Ketika bola kaca dipanaskan, udara di dalam pipa akan mengembang sehingga sebagian udara keluar dari pipa. Namun, ketika bola didinginkan udara di dalam pipa menyusut sehingga sebagian air naik ke dalam pipa. Termometer udara peka terhadap perubahan suhu sehingga suhu udara saat itu dapat segera diketahui. Meskipun peka terhadap perubahan suhu, namun termometer ini harus dikoreksi setiap terjadi perubahan tekanan udara.

Termometer yang banyak digunakan sekarang adalah termometer raksa. Disebut termometer raksa karena di dalam termometer ini terdapat air raksa. Fungsi raksa adalah sebagai penunjuk suhu. Raksa akan mengembang bila termometer menyentuh benda yang lebih hangat dari raksa. Raksa memiliki beberapa keunggulan diantaranya:

Peka terhadap perubahan suhu. Suhu raksa segera sama dengan suhu benda yang ingin diukur.
Dapat digunakan untuk mengukur suhu rendah (-40 C) sampai suhu tinggi (360 C). Hal ini disebabkan titik beku raksa mencapai -40 C dan titik didihnya mencapai 360 C.

  • Tidak membasahi dinding kaca sehingga pengukuran bisa menjadi lebih teliti.
  • Mengkilap seperti perak sehingga mudah terlihat.
  • Mengembang dan memuai secara teratur.

Selain raksa, alkohol juga dapat digunakan untuk mengisi termometer, kelebihannya yaitu dapat mengukur suhu yang sangat rendah (mencapai -130 C) karena titik beku alkohol yang lebih rendah dibandingkan raksa, namun termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur air mendidih karena titik didih alkohol hanya 78 C.

Termometer dengan bahan zat cair

  • Termometer Laboratorium













Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur suhu air dingin atau air yang sedang dipanaskan. Termometer laboratorium menggunakan raksa atau alkohol sebagai penunjuk suhu. Raksa dimasukkan ke dalam pipa yang sangat kecil (pipa kapiler), kemudian pipa dibungkus dengan kaca yang tipis. Tujuannya agar panas dapat diserap dengan cepat oleh termometer.

Skala pada termometer laboratorium biasanya  dimulai dari 0 C hingga 100 C. 0 C menyatakan suhu es yang sedang mencair, sedangkan suhu 100 C menyatakan suhu air yang sedang mendidih.

  • Termometer Ruang


Termometer ruang biasanya dipasang pada tembok rumah atau kantor. Termometer ruang mengukur suhu udara pada suatu saat. Skala termometer ini adalah dari -50 C sampai 50 C. Skala ini digunakan karena suhu udara di beberapa tempat bisa mencapai di bawah 0 C, misalnya wilayah Eropa. Sementara di sisi lain, suhu udara tidak pernah melebihi 50 C.

  • Termometer Klinis


Termometer klinis disebut juga termometer demam. Termometer ini digunakan oleh dokter untuk mengukur suhu tubuh pasien. Pada keadaan sehat, suhu tubuh manusia sekitar 37 C. Tetapi pada saat demam, suhu tubuh dapat melebihi angka tersebut, bahkan bisa mencapai angka 40.

Skala pada termometer klinis hanya dari 35 C hingga 43 C. Hal ini sesuai dengan suhu tubuh manusia, suhu tubuh tidak mungkin di bawah 35 C dan melebihi 43 C.

  • Termometer Six-Bellani


Termometer Six-Bellani disebut pula termometer maksimum-minimum. Termometer ini dapat mencatat suhu tertinggi dan suhu terendah dalam jangka waktu tertentu. Termometer ini mempunya 2 cairan, yaitu alkohol dan raksa dalam satu termometer.

Termometer dengan bahan zat padat

  • Termometer Bimetal


Termometer bimetal memanfaatkan logam untuk menunjukkan adanya perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Kepala bimetal dibentuk spiral dan tipis, sedangkan ujung spiral  bimetal ditahan sehingga tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada pinggir penunjuk. Semakin besar suhu, keping bimetal semakin melengkung dan meneyebabkan jarum penunjuk bergerak ke kanan, ke arah skala yang lebih besar. Termometer bimetal biasanya terdapat di mobil.

  • Termometer Hambatan


Termometer hambatan merupakan termometer yang paling tepat digunakan dalam industri untuk mengukur suhu di atas 1000 C. Termometer ini dibuat berdasarkan perubahan hambatan  logam, contohnya termometer hambatan platina.

Dalam termometer hambatan terdapat kawat penghambat yang disentuhkan ke benda yang akan diukur suhunya, misalnya pada pengolahan besi dan baja. Suatu tegangan atau potensial listrik yang bernilai tetap diberikan sepanjang termistor, yaitu sensor yang terbuat dari logam dengan hambatan yang bertambah jika dipanaskan.

  • Termokopel


Pengukuran suhu dengan ketepatan tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan termokopel, di mana suatu tegangan listrik dihasilkan saat dua kawat berbahan logam yang berbeda disambungkan untuk membentuk sebuah loop. Kedua persambungan tersebut memiliki suhu yang berbeda. Untuk meningkatkan besar tegangan listrik yang dihasilkan, beberapa termokopel bisa dihubungkan secara seri untuk membentuk sebuah termopil.

Termometer dengan bahan gas

Termometer gas adalah jenis termometer yang memanfaatkan sifat-sifat termal gas. Ada dua macam termometer gas:

  • Termometer yang volume gasnya dijaga tetap dan tekanan gas tersebut dijadikan sifat termometrik dari termometer.
  • Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap dan volume gas tersebut dijadikan sifat termometrik dari termometer.

Termometer optis

  • Pirometer


Prinsip kerja pirometer adalah dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda yang  suhunya sangat tinggi. Spirometer dapat digunakan untuk mengukur suhu antara 500 C – 3.000 C.

  • Termometer inframerah


Termometer inframerah digunakan dengan cara  menekan tombol sampai menunjukkan angka tertinggi dengan cara  mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang dituju. Sinar yang diarahkan ke benda yang diukur akan memantul dan pantulan tersebut direspon oleh alat sehingga termometer inframerah menunjukkan skala suhu yang tepat.

Produk Kerajinan dari Bahan Alam

Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam ini menghasilkan banyak bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang sangat beragam, kreatif, inovatif, dan selalu berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, Indonesia dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang lebih mengandalkan keterampilan tangan bukan hanya mesin.

Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Hal ini karena sumber daya alam setiap daerah berbeda. Beberapa kerajinan bahan alam akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut. Namun, kerajinan bahan alam ini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan.

1. Mengenal Kerajinan dari Bahan Alam
a. Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang dengan kerajinan keramik. Asal kata keramik adalah keramos (bahasa Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat dan telah mengalami proses pembakaran.

Dalam pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis sehingga mudah dibentuk. Setelah itu, dapat dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600 oC sampai 1.300 oC sesuai jenis tanah liatnya sehingga tanah liat menjadi keras, padat, dan kedap air.

Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas. Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik China, Jepang, atau Eropa.

1) Bahan Pembuatan Keramik
Secara garis besar bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah liat (clay), Pasir, Feldspar.
  • Tanah liat (clay). Kandungan utama dari tanah liat antara lain Kaolinite (Al2O3.2SiO2.2H2O), Montmorillinote, Illite, Halloysite, Perbedaan kandungan tanah liat memberikan sifat yang berbeda-beda. Sifat tanah liat yang penting untuk pembuatan keramik antaralain Plastisitas (kemampuan untuk dibentuk tanpa mudah retak), Fusibilitas (kemampuan untuk dilebur), Bahan baku pasir (kwarsa), Fungsi (sebagai bahan non plastik).
  • Pasir. Berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silikat dalam pasir menyebabkan keretakan pada waktu pembakaran.
  • Feldspar. Bahan baku feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuatan keramik, dan Menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya K-feldspar, Na-feldspar, Ca-feldspar.
2) Alat Pembuatan Keramik
  • Kayu bulat/penggiling berguna untuk membuat lempengan.
  • Meja putar berguna untuk membuat keramik bentuk lingkaran atau silinder.
  • Tali pemotong berguna untuk memotong tanah liat atau mengambil keramik yang masih basah dari meja putar.
  • Cetakan biasanya terbuat dari gips. bentuknya persis seperti model yang akan kita buat.
  • Butsir berguna untuk membantu pembentukan tanah liat.
  • Pisau pahat berguna untuk membuat dekorasi pada keramik.
  • Sudip berguna untuk membuat hiasan saat tembikar masih basah.
  • Tungku pembakaran berguna untuk membakar keramik yang sudah kering atau keramik berglasir.
Teknik Pembuatan Keramik
  • Teknik Pijit Tekan. Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.
  • Teknik Pilin. Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
  • Teknik slab (lempengan), cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik. Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.
  • Teknik putar, teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentara keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong, guci dll.
  • Teknik cetak, teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok gelas dll. 
Disamping cara-cara pembentukan diatas, para pengrajin keramik tradisonal dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres, seperti yang dilakukan pengrajin genteng, tegel dinding maupun hiasan dinding dengan berbagai motif seperti binatang atau tumbuh-tumbuhan.

Hasil karya tanah liat dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat terbuka tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jika sudah kering, karya dapat dibakar menggunakan tungku keramik, dengan bahan bakar yang bervariasi seperti gas, kayu, minyak tanah atau listrik. Keramik yang dibentuk sudah dapat diberi dekorasi pada saat setengah kering atau saat sudah mengalami pembakaran pertama (bisque).

Dekorasi bertujuan agar keramik tampak lebih indah dan kuat. Keramik dari tanah liat bakaran tinggi, dapat dihias dengan pewarna glasir. Glasir adalah lapisan keras yang berkilap pada lapisan produk keramik. Jika menggunakan pewarna glasur, keramik harus dibakar secara khusus, yaitu dibakar dua kali, pertama pembakaran bisquit hingga 900 oC, lalu diglasir dan dibakar kembali hingga suhu 1.200-1.300 oC.

b. Serat Alam
Indonesia memiliki sumber daya alam berupa hutan yang tersebar di seluruh Nusantara. Selama ini hasil hutan nonkayu yang berasal dari tanaman yang dapat diperbaharui, belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal tanaman nonkayu memberikan kontribusi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

Bahan-bahan serat alam dapat diolah sehingga menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam, makrame, dan merajut. Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempel atau jahit. Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan natrium benzoat atau zat lain yang dapat mengawetkan serat alam.

1) Bahan Serat Alam
  • Eceng Gondok. Tanaman eceng gondok juga bisa di buat berbagai kerajinan tangan karena seratnya yang lumayan cukup kuat jadi bisa dibuat berbagai aneka kerajinan tangan yang pasti eceng gondoknya harus di keringkan dulu agar mudah di bentuk.
  • Daun Pandan. Pandan merupakan tanaman pantai yang dahulu tidak banyak dimanfaatkan.  Namun sekarang ini, banyak perajin yang mulai memanfaatkan pandan untuk diolah menjadi berbagai aneka kerajinan. Pandan termasuk serat alam yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kerajinan.
  • Sabuk Kelapa. Pohon kelapa merupakan pohon yang semua bagian dari pohonnya mempunyai nilai guna. Dari akar sampai daun pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satu dari bagian pohon kelapa yang dapat dimanfaatkan adalah sabut atau serabut kelapa (kulit buah kelapa). Dari sabut kelapa dapat diperoleh serat dan serbuk sabut kelapa yang dapat diolah menjadi berbagai produk.
  • Pelepah Pisang. Sebagain besar orang menganggap pelepah pisang (kering) adalah sampah yang tidak berguna. Bahkan terkadang oleh orang tua dibakar karena dianggap mengotori kebun. Namun kini pelepah pisang bisa dijadikan karya seni lukisan yang indah dan bernilai ekonomi tinggi. Lagi-lagi tangan-tangan orang kreatif yang menjadikan limbah seperti itu sebagai sebuah berkah.
  • Kulit Jagung. Sebahagian dari kita menganggap pada bahagian jagung yang bernilai tinggi adalah bijinya saja. Namun tanpa kita sadari kulit dari jagung bisa kita manfaatkan sebagai hasil kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Kulit jagung dapat kita jadikan kerajinan seperti rangkaian bunga ataupun hiasan yang benilai jual tinggi. Tergantung dari hasil kreatifitas kita masing-masing.
c. Kayu
Indonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaan alam kayu terbesar di dunia. Kayu-kayu yang dihasilkan pun banyak macamnya. Di antaranya: kayu jati, kayu mahoni, kayu pinus, kayu sawo, kayu nangka, kayu kelapa, dan sebagainya. Produk kerajinan yang dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikuti teknik pembuatan dan tekstur kayunya.

Kerajinan tangan dari kayu merupakan kerajinan yang memanfaatkan kayu sebagai bahan utama dalam pembuatannya. Proses pembuatan kerajinan kayu memiliki beberapa macam teknik. Diantaranya, Teknik Ukur, Pahat, Bubut, Strol, Tempel atau Sambung. Berikut adalah beberapa contoh gambar hasil kerajinan tangan dari kayu.

Kerajinan kayu atau sering disebut woodcraft bagi masyarakat Indonesia merupakan produk yang sudah lama ditekuni dan menjadi salah satu kekayaan seni kriya yang dikenal hingga ke mancanegara. Daerah-daerah seperti di Kalimantan, Jawa Tengah, Sulawesi, Bali, dan Papua memiliki jenis kerajinan kayu yang berbeda- beda sehingga makin menambah keragaman budaya negeri ini. Kerajinan kayu woodcraft  tersebut ketika ditekuni ternyata bisa menjadi sebuah usaha yang memiliki  prospek menjanjikan, terutama bagi daerah yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara

Setiap daerah memiliki motif atau corak ukir yang berbeda. Setiap motif mempunyai nilai keindahan dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan dan juga nasihat. Beberapa daerah yang dikenal ukiran atau pahatannya adalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang, Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal dan melestarikan motif ukir

1) Teknik Pembuatan
Dari teknik pembuatannya, bebrapa langkah pengerjaan pada umumnya, yaitu:
  • Pertama-tama penyiapan bahan baku kayu, umumnya menggunakan mesin  potong kayu dan alat pengering. 
  • Kedua pembentukan dibuat menggunakan gergaji dan alat pahat. 
  • Ketiga pembentukan halus atau pengukiran dengan menggunakan alat pahat. 
  • Keempat penghalusan biasanya menggunakan amplas.  
  • Finishing biasanya dibantu dengan mesin semprot cat dan kuas untuk mewarnai
2) Alat Pembuatan
3) Aneka Produk Kerajinan dari Kayu
Indonesia memiliki kekayaan budaya, begitu juga ragam hias Nusantara. Setiap daerah mempunyai ragam hias yang berbeda ciri khas yang satu dengan lainnya. Ragam hias Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang belum dapat disaingi oleh bangsa lain di dunia. 
d. Bambu
Bambu dapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomi tinggi. Sejak ratusan tahun lalu, orang Indonesia telah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yang paling sederhana seperti tempat jemuran hingga tikar dan anyaman yang rumit. Sampai saat ini, bambu masih digunakan untuk keperluan tersebut. Bahkan saat ini, produk kerajinan bambu tampil dengan desain lebih menarik dan artistik hingga kini banyak digunakan di hotel-hotel berbintang, cottages, spa, butik, bank, toko serta interior bangunan modern.

Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alam dari bambu adalah teknik anyaman dan teknik konstruksi tempel atau sambung. Anyaman Indonesia sangat dikenal di mancanegara dengan berbagai motif dan bentuk yang menarik.

Bahan dan Alat Kerajinan Bambu dan Aneka Kerajinan Bambu
e. Kulit
Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, buaya, dan hewan lainnya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan. Proses pembuatan bahan baku kulit cukup sederhana. Kulit hewan potong dicuci bersih terlebih dahulu, direntangkan, lalu dijemur langsung dengan sinar matahari hingga kering. Sesudah kering, kulit digosok untuk menghilangkan bulu dan kotoran dengan menggunakan pisau penyayat. Kemudian kulit dicuci bersih dan dijemur kembali. Setelah itu, kulit baru dapat dipergunakan. Proses pengeringan seperti ini dinamakan proses menyamak kulit mentah yang biasanya dipergunakan untuk pembuatan wayang kulit, kipas, hiasan, aksesori busana tari, dan sebagainya. 
Namun, ada lagi proses kulit yang disamak yang dapat dijadikan benda kerajinan seperti tas, sepatu, dompet. Teknik yang digunakan dalam membuat motif pada kerajinan wayang kulit adalah teknik pahat dan sungging. Namun, dikenal pula teknik lain untuk pembuatan kerajinan kulit seperti teknik rekat, jahit, tekan (press), dan teknik pahat.

f. Logam
Sebagai pengetahuan, kamu perlu mengetahui bahwa bahan buatan yang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya, seperti: emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Daerah penghasil kerajinan emas terdapat di Kalimantan Selatan maupun Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerah Yogyakarta, Sumatra Barat, dan Bali.

Bahan alam logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesori kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti: gelas, teko, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Logam memiliki sifat keras sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan tempa.
g. Batu
Bumi Indonesia terhampar luas ragam bebatuan yang berkilau dan beraneka warna. Turis mancanegara kagum dengan warna warni bebatuan Indonesia. Daerah Martapura, Kalimantan merupakan penghasil batu warna yang dinilai sangat unik, Tulungagung menghasilkan batu marmer, Pacitan menghasilkan batu mulia beraneka ragam bentuk dan warna. Banyak daerah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan seperti: aksesori pelengkap busana, juga sebagai penghias benda, penghias interior dan eksterior. Teknik pengolahan batu warna sebagai produk kerajinan harus digerinda dahulu, kemudian dirangkai. Untuk interior dan eksterior, digunakan teknik pahat dan ukir.

Pengertian Administrasi Perkantoran: Karakteristik, Fungsi, dan Ruang Lingkupnya

Pengertian Administrasi Perkantoran: Karakteristik, Fungsi, dan Ruang Lingkupnya. Halo sahabat semua, bertemu lagi dengan kami, yang kali ini membawa segudang informasi, yang akan kami jadikan bahan untuk pembahasan kali ini, yaitu mengenai Pengertian Administrasi Perkantoran: Karakteristik, Fungsi, dan Ruang Lingkupnya.

Jadi, sebelum siap-siap ke kantor, ada baiknya lho baca artikel kali ini, buat bekal nanti, yuk langsung kita mulai!

Administrasi perkantoran yang bakal kami kupas tuntas, baik itu pengertian, karakteristik, ruang lingkup, unsur-unsur, tujuan serta fungsi dari administrasi perkantoran itu sendiri. Langsung saja, Secara umum,

Pengertian Administrasi Perkantoran

Sumber: okupasi.com
Pengertian Administrasi Perkantoran yaitu sebuah aktivitas perencanaan keuangan, penagihan serta pencatatan, personalia, serta distribusi barang dan logistik di satu organisasi.

Umumnya seseorang karyawan yang bertugas dalam hal ini disebut juga dengan administrator kantor atau manajer kantor.

Pengertian Administrasi Perkantoran terbagi atas dua yakni pengertian administrasi perkantoran secara luas serta administrasi perkantoran secara sempit.

Pengertian administrasi perkantoran secara luas yaitu sebuah kerja sama secara sistematis serta teroordinasi menurut pembagian pekerjaan sesuai dengan susunan organisasi dalam mencapai tujuan secara efisien serta efektif.

Sedangkan pengertian administrasi perkantoran dalam arti sempit yaitu seluruh aktivitas yang bersifat tehnis ketata usahaan dalam proses pekerjaan operatif, penyediaan info untuk pimpinan, serta membantu kelancaran perkembangan organisasi.

Karakteristik Administrasi Perkantoran 

Karakteristik Administrasi Perkantoran mempunyai ketidaksamaan dengan tata usaha perkantoran. Ada aspek pembeda, dari mulai bentuk aktivitas serta luas lingkup unit kerja sebagai tempat dalam proses aktivitas. Untuk lebih detilnya berikut ini karakteristik/ciri administrasi perkantoran:
  • Bersifat pelayanan (Service) pada seluruh pihak atau orang:
Hal semacam ini berarti bahwa pekerjaan kantor biasanya adalah dari pelayanan serta dukungan untuk aktivitas organisasi.
  • Merembes serta dilakukan oleh seluruh pihak:  
Hal semacam ini berarti bahwa pekerjaan kantor berdampak pada unit-unit lain yang senantiasa ada serta dilaksanakan disetiap organisasi.
  • Hasil akhirnya berbentuk informasi:  
Informasi yaitu beberapa info yang memuat data yang bisa dipercaya dalam kebutuhan pihak tertentu. Pihak-pihak yang mempunyai urusan pada informasi yang ada di kantor lain; pimpinan, pemegang saham, pemerintah, masyarakat, serta karyawan organisasi dan sebagainya.
  • Bersifat mempermudah:  
Pekerjaan kantor adalah alat katalisator yang mempunyai berbagai macam aktivitas dari tiap perusahaan dipersatukan.
  • Bersifat pengetikan serta penghitungan: 
Susunan pekerjaan kantor semakin banyak yang terdiri dari pekerjaan mengetik
  • Dikerjakan oleh seluruh pihak: 
Pekerjaan kantor tidak senantiasa ditangani dalam satu bagian yang beberapa kantor ditangani dalam setiap bagian perusahaan.

Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran 

Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran meliputi dari kegiatan kantor serta saranan fasilitas kerja kantoran. Ruang lingkup administrasi perakantoran yaitu sebagai berikut ini:
  • Aktivitas Kantor:
Aktivitas kantor adalah aktivitas yang senantiasa dikerjakan dalam perkantoran di mana makin luas tujuan perusahaan makin besar juga aktivitas perkantoran yang dikerjakan. Biasanya aktivitas perkantoran terdiri dari beberapa aktivitas diantaranya sebagai berikut ini:
  • Perencanaan Perkantoran (Office Planning), yaitu proses menentukan arah aktivitas kantor, dengan peninjauan kembali pada beberapa aspek yang memengaruhi tercapainya tujuan kantor. Perencanaan perkantoran terdiri dari: 
  1. Perencanaan gedung 
  2. Tata ruang kantor 
  3. Penerangan/cahaya 
  4. Ventilasi 
  5. Peralatan perlengkapan serta perabotan kantor 
  6. Anggaran (budgetting) perkantoran 
  7. Standar mutu kerja 
  8. Sistem informasi serta telekomuniktasi 
  • Pengorganisasian Perkantoran (Office Organizing), yaitu penyusunan beberapa fungsi organisasi dengan fungsi-fungsi meliputi: 
  1. Pembagian tugas serta pekerjaan untuk efisiensi dalam organisasi perusahaan 
  2. Pemeliharaan hubungan kerja yang baik dengan atasan ataupun dengan bawahan 
  3. Penyediaan perlengkapan/peralatan yang pas, sesuai sama bentuk pekerjaan untuk mempermudah karyawan dalam melakukan pekerjaan. 
  • Pengarahan Perkantoran (Office Actuating), Pengarahan perkantoran yaitu sebuah kegaitan yang meningkatkan efektivitas serta efisiensi kerja secara optimal sesuai dengan target serta tujuan yang sudah ditetapkan dan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta dinamis. Pengarahan perkantoran yaitu sebagai berikut ini:
  1. Pemakaian tehnik yang efisien dalam melakukan pengawasan pada bawahan 
  2. Pemakaian tehnik yang efisien dalam memberikan motivasi pada bawahan 
  3. Pemberian bantuan pada karyawan dalam memecahkan permasalahan saat karyawan menghadapi kesusahan dalam pekerjaan 
  4. Penyatuan visi misi karyawan serta organisasi 
  5. Perancangan langkah komunikasi yang efisien dengan karyawan, untuk komunikasi antara atasan dengan bawahan supaya sedianya bisa berjalan lancar. 
  6. Penggunaan tolak ukur yang benar serta adil dalam pemberian upah karyawan.  
  • Pengawasan Perkantoran (Office Controlling), Pengawasan perkantoran yaitu aktivitas yang memastikan kalau tujuan serta perencanaan bisa berjalan sesuai sama target yang ingin diraih. Objek pengawasan perkantoran terdiri dari: 
  1. Pemakaian peralatan serta perlengkapan kantor 
  2. Metode-metode serta standarisasi pekerjaan kantor 
  3. Kualitas pekerjaan kantor 
  4. Pelayanan kantor 
  5. Waktu 
  6. Biaya perkantoran 
  • Saranan serta Fasilitas Kerja Kantoran 
Dari hasil uraian di atas, kantor adalah keseluruhan ruang dalam sebuah bangunan yang ada aktivitas tata usaha atau aktivitas manajemen ataupun beragam pekerjaan yang lain. Perkantoran terikat dengan prasarana seperti:
  • Area Kantor 
Faktor-faktor yang di perhatikan dalam pemilihan area kantor yaitu sebagai berikut ini:
  1. Keamanan 
  2. Lingkungan 
  3. Harga 
  • Gedung 
  1. Faktor-faktor yang menjadi perhatian dalam pemilihan gedung yaitu sebagai berikut ini:
  2. Gedung menjamin keamanan serta kesehatan karyawan 
  3. Gedung mempunyai sarana yang memadai 
  4. Harga gedung yang kompetitif seimbang dengan biaya serta keuntungannya.  
  • Perlengkapan 
Perlengkapan dikelompokkan dalam dua kelompok di antaranya sebagai berikut ini:
  1. Perabotan kantor (office furniture), contohnya kursi, meja, laci, rak dan sebagainya yang terbuat dari besi, kayu, ataupun beberapa bahan yang lain, yang mempunyai fungsi penting dalam kantor.
  2. Perbekalan kantor (office suplies), contohnya kertas, penghapus, pena, tinta printer, serta perlengkapan habis pakai yang lain. 
  • Interior 
Interior yaitu tatanan perlengkapan atau piranti yang mendukung proses kerja dalam ruang kantor, contohnya plafon, penerangan, ventilisais, hiasan kantor serta jendela.
  • Mesin-Mesin Kantor 
Dalam perencanaan aktivitas kantor mempunyai rumus perencanaan mesin yang dipakai sesuai sama prosedur kerja, cara kerja serta keperluan interior.

Unsur-Unsur Administrasi Perkantoran 

Administrasi perkantoran mempunyai beberapa unsur-unsur diantaranya sebagai berikut ini:
  • Organisasi, adalah mengelompokkan serta membuat kerangka kerja, interaksi hubungan kerja sama antara beberapa pekerja dalam sebuah wadah untuk mencapai tujuan tertentu. 
  • Manajemen, berperan dalam merencanakan, mengorganisasikan, membina, menuntun, menggerakkan, serta mengawasi sekumpulan orang dan mengerahkan seluruh sarana untuk tujuan yang sudah ditetapkan bisa terwujud dengan baik. 
  • Komunikasi, yaitu aktivitas yang menyampaikan berita, pemberian inspirasi, serta ide dari seseorang pada orang lain, yang bersifat timbal balik antara pimpinan dengan pimpinan, pimpinan dengan bawahan, baik secara formal ataupun yang non formal. 
  • Informasi yaitu aktivitas yang mengumpulkan, mencatat, memproses, menggandakan, menyebarkan, serta menyimpan beragam informasi. 
  • Personalia, adalah aktivitas yang mengatur serta mengolah pemakaian tenaga kerja 
  • Keuangan, yaitu aktivitas yang mengatur serta mengolah pemakaian sumber daya sekaligus yang dipertanggung jawabkan pemakaian dana. 
  • Perbekalan, yaitu aktivitas yang merencanakan, mengurus serta mengatur dalam pemakaian perlengkapan kerja. 
  • Humas, adalah aktivitas yang menciptakan hubungan serta dukungan yang baik dari lingkungan masyarakat pada sekitar perusahaan. 

Tujaun Administrasi Perkantoran 

Biasanya, administrasi perkantoran adalah pekerjaan kantor yang mempunyai tujuan menghimpun, mencatat, mengelolah, menggandakan, mengirim serta menyimpan beberapa info yang dibutuhkan dalam aktivitas kantor. Tujuan-tujuan administrasi perkantoran yaitu sebagai berikut ini:
  • Mengumpulkan, yaitu sebuah aktivitas yang mencari data, mengupayakan tersedianya semua informasi yang belum ada hingga siap untuk dipakai bila dibutuhkan. 
  • Mencatat, adalah aktivitas yang memerlukan beragam peralatan tulis informasi hingga terwujud tulisan yang bisa di baca, dikirm, serta disimpan. 
  • Memproses, yakni aktivitas yang memproses informasi dengan maksud untuk memberikan data dengan bentuk yang lebih berguna 
  • Menggandakan, yaitu aktivitas yang memberikan hasil dengan berbagai langkah dan alat. 
  • Mengirim, adalah aktivitas yang menyampaikan dengan berbagai langkah serta alat yang infonya terdiri dari satu pihak pada pihak yang lain. 
  • Menyimpan, yaitu aktivitas yang menaruh informasi dengan sejumlah langkah serta alat dalam sebuah tempat yang aman. 

Pengertian Administrasi Perkantoran Menurut Para Ahli 

  • Menurut Gie (2007 : 3) yakni: 
“Office management can be defined as the planning, controlling and organizing of office work and actuating those performing it so as to achieve the predetermined objectivities.

It deals with the life cycle of business information and data form their creation through their maintenance, distribution and retention, if of permanent value or destruction if obsolete”.

(Manajemen perkantoran bisa didefenisikan sebagai perencanaan, pengendalian, serta pengorganisasian pekerjaan perkantoran, dan penggerakkan mereka yang melaksanakannya supaya mencapai sebagian tujuan yang sudah ditetapkan lebih dulu.

Ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data serta info perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran serta penyimpanannya bila mempunyai nilai tetap atau pemusnahannya bila usang).
  • Menurut Mills (2001 : 4) yakni:
Sisi dari proses manajemen yang terkait dengan institusi serta proses prosedur yang dipakai untuk menentukan serta mengkomunikasikan program dan perkembangan aktivitas diatur serta dicek bersumber pada tujuan serta rencana.
  • Menurut WH Evans pada tahun 1963
Menjelaskan kalau administrasi perkatoran merupakan manfaat yang berhubungan dengan manajemen serta pengarahan seluruh bagian pengoperasian perusahaan mengenai adanya pengolaan bahan keterangan, ingatan, serta komunikasi organisasi.
  • Menurut Arthur Grager pada tahun 1958
Administrasi perkantoran yaitu mempunyai manfaat pada tata penyelenggaraan terhadap pelayanan serta komunikasi warkat dari satu organisasi.
  • Menurut George Terry pada tahun 1966
Menjelaskan kalau administrasi perkantoran yaitu sebuah perencanaan, pengendalian serta pengorganisasian pekerjaan satu perkantoran dan jadi penggerak pada mereka yang menjalankannya supaya tujuan yang sudah ditetapkan bisa terwujud.
  • Menurut William Leffingwell serta Edwin Robinson pada tahun 1950
Menyampaikan kalau administrasi perkantoran adalah cabang pengetahuan manajemen yang berbicara pada proses pekerjaan dalam perkatoran secara efektif, di mana, serta kapan pekerjaan itu harus dikerjakan.
  • Menurut Institute of Administrative management di pertengahan 1990 an
Mengatakan kalau manajemen perkantoran adalah satu diantara cabang pengetahuan manajemen yang fokus di layanan untuk dapat memperoleh, mencatat serta mengkaji semua informasi.

Baik itu merencanakan ataupun mengkomunikasikannya yang bermanfaat dalam mengamankan sebuah aset organisasi dan mempromosikan layanan administrasi itu secara sendiri dalam mencapai tujuan organisasi.
  • Menurut Edwin Robinson serta William Leffingwell
Administrasi perkantoran yaitu turunan dari pengetahuan serta seni manajemen yang berkaitan dengan operasional pekerjaan kantor secara tepat.
  • Menurut Suparjati 
Administrasi perkantoran adalah sebuah proses kerja sama dalam ruang lingkup kantor untuk mencapai maksud yang ditetapkan dengan melakukan fungsi manajemen.
  • Menurut William Spriegel serta Ernest Daview
Administrasi perkantoran adalah pemberian yang merujuk pada seluruh aktivitas operasional, seperti produksi, transportasi, marketing, manufacturing, serta pengelolaan gudang.

Dari pengertian administrasi perkantoran di atas bisa diambil kesimpulan kalau manajemen perkantoran yaitu sebuah rangkaian tindakan dalam perencanaan.

Mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi serta mengatur hingga menyelenggarakan dengan tertib pada pekerjaan administrasi perkantoran (Quible, 2001) untuk dapat menunjang tercapainya maksud organisasi itu.

Ruang Lingkup Pekerjaan Administrasi Perkantoran 

Ruang lingkup pekerjaan administrasi perkantoran dapat dikatakan pekerjaan pelayanan di sekitar beberapa keterangan yang berwujud 6 (enam) pola perbuatan (Gie, 2007 : 16), yaitu:
  1. Mengumpulkan: yakni beberapa aktivitas mencari serta mengupayakan terdapatnya semua keterangan yang semula belum ada atau berserakan dimana-mana hingga siap untuk dipakai bila mana dibutuhkan. 
  2. Mencatat: yakni aktivitas yang mebubuhkan dengan berbagai perlengkapan tulis beberapa info yang dibutuhkan hingga berwujud tulisan yang bisa di baca, di kirim serta disimpan. Dalam perubahan tehnologi modern saat ini termasuk juga juga memateri beberapa keterangan itu dengan alat-alat perekam suara hingga bisa didengar, pencatatan dengan pita rekaman. 
  3. Mengelola: yakni berbagai macam aktivitas mengerjakan beberapa keterangan dengan maksud menyajikannya dalam bentuk yang bermanfaat. 
  4. Menggandakan: yakni aktivitas memperbanyak dengan berbagai langkah serta alat sebanyak jumlah yang dibutuhkan. 
  5. Mengirim: yakni aktivitas mengemukakan dengan berbagai langkah serta alat dari satu pihak kepihak lain. 
  6. Menyimpan: yakni kegitan menyimpan dengan berbagai langkah serta alat di tempat tertentu yang aman. 
Hal atau tujuan yang terkena oleh 6 (enam) pola perbuatan mengumpulkan, mencatat, memproses, mengganda, mengirim serta menyimpan itu adalah keterangan (informasi).

Yang disebut dengan keterangan atau informasi adalah pengetahuan mengenai sebuah hal atau peristiwa yang didapat khususnya lewat pembacaan atau pengamatan.

Saat ini, informasi bisa berbentuk: surat, panggilan telephone, pesanan, faktur serta laporan tentang berbagai aktivitas usaha. Semua di terima, direkam (direcord), diatur, disebarkan serta dilindungi supaya pekerjaan kantor bisa terwujud dengan efektif serta efisien.

Fungsi Administrasi Perkantoran 

Administrasi perkantoran biasanya berperan untuk memastikan tujuan organisasi serta merumuskan kebijakan umum, sedangkan manajemen berfungsi untuk mengerjakan beberapa aktivitas yang bersifat operasional, lantaran kegiatan-kegiata yang bersifat operasional dikerjakan oleh kelompok pelaksana.

Banyak penulis yang sering mempergunakan manfaat manajemen sebagai fungsi administrasi perkantoran (Mills, 2001 : 4). Adapun beberapa fungsi itu adalah sebagai berikut ini:
  1. Planning (Perencanaan): Perencanaan memiliki arti penentuan tujuan sebagai dasar kinerja organisasi di masa-masa depan serta penetapan beberapa pekerjaan dan alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. (Daft, 2006 : 8) 
  2. Organizing (Pengorganisasian): Pengorganisasian melibatkan penetapan pekerjaan, pengelompokan beberapa pekerjaan ke dalam departemen serta alokasi berbagai macam sumber daya ke dalam beragam departemen. (Daft, 2006 : 9) 
  3. Leading (Kepemimpinan): Kepemimpinan adalah fungsi manajemen yang melibatkan pemakaian pengaruh untuk memotivasi karyawan mencapai tujuan organisasi. (Daft, 2006 : 10) 
  4. Controlling (Pengendalian): Pengendalian yaitu manfaat ke empat yang memiliki arti memonitor kegiatan karyawan, memelihara organisasi supaya tetap berjalan ke arah pencapaian tujuan, serta membuat koreksi apabila dibutuhkan. (Daft, 2006 : 11) 
Lain perihalnya dengan Quible dalam Sukoco (2006 : 4), yang menulis ada 5 jenis office support functions dalam administrasi perkantoran, fungsi itu yakni:
  1. Guna Rutin: Yaitu fungsi administrasi perkantoran yang memerlukan pemikiran minimum meliputi pengarsipan, pengggandaan serta yang lain. Umumnya fungsi ini dikerjakan oleh staf administrasi yang bertanggung jawab atas aktivitas sehari-hari. 
  2. Fungsi tehnis: Yaitu fungsi yang memerlukan pendapat, ketentuan serta keterampilan perkantoran yang ideal, seperti familieritas dengan sofware. Fungsi ini umumnya dikerjakan oleh staf admnistrasi yang tergabung dalam departemen Tehnologi Informasi (TI) sebuah organisasi. 
  3. Fungsi Analisa: Yaitu fungsi yang memerlukan pemikiran yang kritis serta kreatif disertai kapabilitas untuk menentukan, seperti membuat serta mengkaji laporan ataupun membuat ketentuan pembelian. Fungsi ini umumnya dikerjakan oleh seorang asisten manajer yang bertanggung jawab mendukung ketetapan yang bakal di buat oleh atasan. 
  4. Fungsi Interpersonal: Yaitu fungsi yang memerlukan penilaian serta analisais sebagai dasar pengambilan keputusan dan keterampilan terkait dengan orang lain, seperti mengoordinasikan tim proyek. Fungsi ini umumnya dikerjakan oleh staf administrasi sebagai jenjang karier saat sebelum naik jadi manajer pada sebuah organisasi. 
  5. Fungsi Manajerial: Yaitu fungsi yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pengukuran serta pemotivasian seperti pembuatan anggaran, staffing serta mengevaluasi karyawan. Umumnya fungsi ini dikerjakan oleh staf setingkat manajer yang bertanggung jawab pada proses system serta prosedur administrasi dalam sebuah organisasi.
Dan, tak terasa, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, yang membahas tuntas mengenai Pengertian Administrasi Perkantoran: Karakteristik, Fungsi, dan Ruang Lingkupnya. Mudah-mudahan semuanya jelas dan paham, ya. Makasih udah meluangkan waktu untuk belajar bersama.

Sampai jumpa lagi di pembahasan selanjutnya, see yaa.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
  2. landasanteori.com 
  3. pengertian.website 
  4. bersosial.com 

Ekspor dan Impor

Telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Edo dan teman-teman di antaranya sebagai berikut.
  1. Di mana kita dapat membeli telepon genggam itu?(telepon genggam dapat di beli di toko elektronik atau toko yang khusus menjual Telepon genggam)
  2. Apa sajakah fungsi telepon genggam itu? (Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service, SMS). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone, sebagai alat pembayaran, maupun untuk televisi online di telepon genggam mereka. Sekarang, telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet (WAP, GPRS, 3G). Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Jadi di ponsel tersebut, orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis, fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat.)
  3. Di mana telepon genggam itu dibuat?(Ada 2 pabrik yang mulai memproduksi ponsel jenis smartphone yakni Axioo dan Polytron. PT Tera Data Indonusa, produsen elektronik dengan merek Axioo memiliki 2 pabrik yang terletak di Sunter dan Cakung Jakarta Utara. POLYTRON memiliki 3 pabrik, di Kudus Krapyak, di Kudus Sidorekso (2009) dan di Sayung Semarang. Sedangkan merek yang lain dibuat di luar negeri. Misalnya : Ponsel merk asal dari negara Indonesia Polytron, Axioo, Mito, IMO, Cross,  Nexian, Tiphone. Ponsel merk asal dari negara Jepang Sony, Panasonic, Toshiba, Sharp, Kyocera, DoCoMo, Casio. Ponsel merk asal dari negara China K-Touch, Huawei, Haier, G-Tide, Lenovo, Oppo, ZTE. Ponsel merk asal dari negara Taiwan HTC, Acer, Asus, Ben Q. Ponsel Merk asal dari negara Korea Samsung,  LG. Ponsel Merk asal dari negara Amerika Serikat Apple Iphone, Motorolla. Ponsel Merk asal dari negara Kanada RIM blackberry. Ponsel merk asal dari negara Finlandia Nokia. Ponsel merk asal dari negara Jerman Siemens. Ponsel Merk asal dari negara Francis Alcatel, Sagem. Ponsel Merk asal dari negara Belanda Philips. Ponsel Merk asal dari negara Inggris Vertu Ti . Ponsel Merk asal dari negara Malaysia Ninetology, CSL Blueberry. Ponsel Merk asal dari negara Thailand I-mobile. Ponsel Merk asal dari negara Singapura MicXon. Ponsel merk asal dari negara India OliveSmart, Idea)
Tidak semua barang yang kita perlukan dibuat (diproduksi) di dalam negeri. Ada barang-barang yang didatangkan dari luar negeri. Sebaliknya, ada pula barangbarang yang dapat kita kirim ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan warga di negeri tersebut.
No.
Barang-barang yang Didatangkan dari Luar Negeri
Barang-barang yang Dapat Dijual ke Luar Negeri
1.
Bahan makanan : Beras, Negara asal : Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar, dan lainnya. Jagung, Negara asal : India, Argentina, Brazil, Paraguay, Amerika Serikat dan lainnya. Kedelai, Negara asal : Amerika Serikat, Malaysia, Argentina, Ethiopia, Ukraina dan lainnya.
    Tanaman Obat, Rempah-rempah dan Makanan Olahan
    2.
    Barang Modal, Barang-barang modal merupakan jenis barang yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi. Pembelian barang-barang modal ditujukan untuk menghasilkan barang lain. Selama ini, di Indonesia belum mampu menghasilkan semua barang modal yang dibutuhkan. Hal ini karena perkembangan teknologi di Indonesia yang masih terbatas. Meskipun demikian, ada juga barang-barang modal yang bisa dihasilkan sendiri, bahkan diekspor ke negara lain. Barang-barang modal sifatnya tahan lama. Barang-barang tersebut misalnya mesin pabrik, pesawat, alat alat berat, kapal, dan peralatan dan perlengkapan TNI/Polri.
    Minyak dan Gas :Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi. Ekspor minyak Indonesia ditujukan terutama ke negara Cina, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat. Gas alam diekspor dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG). Gas alam telah diproduksi sejak tahun 1979 serta diekspor ke Jepang dan Korea Selatan.
    3.
    Bahan Baku, Indonesia mengimpor berbagai jenis bahan baku untuk kebutuhan industri. Bahan baku industri bisa berupa bahan baku pokok dan bahan pendamping. Contoh bahan baku yang diimpor adalah kapas untuk industri tekstil, obat-obat kimia untuk industri pupuk, komponen kendaraan bermotor, gandum untuk industri mi instan dan makanan olahan, plastik, dan besi baja.
    Pertambangan, Contoh bahan tambang yang diekspor adalah batu bara, besi, baja, timah, dan tembaga. Bahan tambang yang diekspor ada yang berupa bahan mentah dan ada yang sudah diolah menjadi bahan setengah jadi.
    4.
    Barang-Barang Konsumsi, Barang konsumsi merupakan barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Barang konsumsi yang diimpor antara lain alat elektronik, kendaraan bermotor, susu, daging, beras, mentega, makanan kalengan, kosmetik, kedelai, dan obat-obatan.
    Kehutanan, Jenis kayu yang dihasilkan hutan Indonesia antara lain kayu mangrove, kruing, meranti, eboni, ulin, cendana, dan angsana. Pemanfaatan komoditas kehutanan untuk ekspor diawasi secara ketat oleh pemerintah.
    5.
    Minyak Bumi, Merosotnya produksi minyak di dalam negeri telah menurunkan ekspor minyak Indonesia. Di sisi lain, kebutuhan minyak di dalam negeri semakin meningkat karena meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Oleh karena itu, Indonesia juga mengimpor minyak. Minyak tersebut diolah menjadi produk bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk transportasi, pembangkit listrik, kegiatan industri, dan minyak tanah.
    Industri dan Kerajinan, Komoditas industri dan kerajinan meliputi berbagai produk yang sudah melewati proses pengolahan. Hasil olahan ini bisa berupa barang jadi atau barang setengah jadi. Contoh komoditas ekspor yang berupa barang jadi adalah alas kaki, kertas, karton, dan alat elektronik. Contoh komoditas ekspor yang berupa barang setengah jadi adalah bijih besi, bijih perak, dan getah karet.
    Suatu barang yang akan dijual biasanya ditawarkan terlebih dahulu. Bentuk penawaran itu berupa iklan. Perhatikan contoh iklan di bawah ini.
    Perhatikan dengan saksama kata-kata yang tertulis pada iklan tersebut. Tuliskan kosakata baru yang kamu temui dan artinya dalam tabel berikut. Kamu dapat mencari arti kata pada kamus.
    No.
    Kosa Kata Baru
    Arti
    1.
    Mebel
      Mebel adalah perabot yg diperlukan, berguna, atau disukai, spt barang atau benda yang dapat dipindah-pindah, digunakan untuk melengkapi rumah, kantor, dsb; furnitur
      2.
      Model
      Model adalah pola (contoh, acuan, ragam, dsb) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan
      3.
      Modern
      Modern adalah terbaru; mutakhir
      4.
      Reproduksi
      Reproduksi adalah  hasil produksi ulang
      5.
      Klasik
      Klasik adalah mempunyai nilai atau mutu yg diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yg abadi; tertinggi
      6.
      Kontemporer
      Kontemporer adalah pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini:
      7.
      Finishing
      Finishing adalah suatu proses penyelesaian atau penyempurnaan akhir dari suatu proses pembuatan
      Ketika melakukan kegiatan mencari contoh-contoh iklan, Dayu mengetahui harga dua macam telepon genggam. Harga telepon genggam A: Rp800.000. Harga telepon genggam B: Rp1.000.000. Dayu membandingkan kedua harga telepon genggam tersebut.
      Harga telepon genggam A : harga telepon genggam B =800.00 :1.000.000= 800.000
      1.000.000
      Disederhanakan = 800.000800.000 : 200.0004
      1.000.0001.000.000 : 200.0005
      Oleh karena itu, perbandingan harga telepon genggam A dan B dapat ditulis:
      Harga telepon genggam A : harga telepon genggam B = 4 : 5

      Berapa selisih harga telepon genggam A dan B?
      Berapa jumlah harga telepon genggam A dan B?
      Perhatikan tabel berikut.
      No.
      Keterangan
      Bilangan
      1.
      Harga telepon genggam A
        Rp800.000
        2.
        Harga telepon genggam B
        Rp1.000.000
        3.
        Selisih harga telepon genggam A dan B
        Rp200.000
        4.
        Jumlah harga telepon genggam A dan B
        Rp1.800.000
        5.
        Perbandingan harga telepon genggam A dan B

        4
        5
        6.
        Perbandingan harga telepon genggam A dan selisih harga kedua telepon genggam
        800.000 =4
        200.0001
        7.
        Perbandingan harga telepon B dengan jumlah harga kedua telepon genggam
        1.000.000 =5
        1.800.0009
        Hitunglah banyak siswa di kelasmu, lalu lengkapilah tabel berikut.
        No.
        Keterangan
        Bilangan
        1.
        Banyak siswa perempuan
          15
          2.
          Banyak siswa laki-laki
          10
          3.
          Jumlah siswa
          25
          4.
          Selisih banyak siswa perempuan dan banyak siswa lakilaki
          15 - 10 = 5
          5.
          Perbandingan banyak siswa perempuan dan banyak siswa laki-laki

          3
          2
          6.
          Selisih banyak siswa perempuan dan jumlah siswa
          25 - 15 = 10
          7.
          Perbandingan banyak siswa perempuan dan jumlah sisw
          15 =3
          255
          8.
          Perbandingan banyak siswa laki-laki dan jumlah siswa
          10 =2
          255
          9.
          Perbandingan banyak siswa perempuan dengan selisih banyak siswa perempuan dan siswa laki-laki
          15 =3
          51
          10.
          Perbandingan jumlah siswa dengan selisih banyak siswa perempuan dan siswa laki-laki
          10 =2
          51
          Siswa SD Nusantara selalu hidup rukun. Suatu hari mereka bekerja sama membersihkan sampah dan merapikan tanaman. Di halaman sekolah terdapat 36 siswa. Perbandingan banyak siswa perempuan dan banyak siswa laki-laki adalah 4:5. Berapa banyak siswa perempuan? Berapa banyak siswa laki-laki?
          Bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut? Perhatikan dan pahami uraian
          berikut.
          Cara I:
          Banyak siswa perempuan : banyak siswa laki-laki = 4 : 5.
          Misalkan banyak siswa perempuan = 4n.
          Oleh karena itu, banyak siswa laki-laki = 5n.
          Jumlah siswa perempuan dan siswa laki-laki = 4n + 5n = 9n.
          Diketahui jumlah siswa = 36, sehingga 9n = 36 atau n = 36/9 = 4.
          Jadi, banyak siswa perempuan = 4n = 4 x 4 = 16.
          Banyak siswa laki-laki = 5n = 5 x 4 = 20.

          Cara II:
          Banyak siswa perempuan : banyak siswa laki-laki = 4 : 5.
          Banyak siswa perempuan Banyak siswa laki-laki Jumlah
          Banyak siswa perempuan.
          Banyak siswa laki-laki
          Jumlah
          4
          5
          9
          Banyak siswa perempuan = 4x 36 = 16 
          9
          Banyak siswa laki-laki = 5x 36 = 2o 
          9
          Perhatikan contoh iklan berikut.
          1. Barang apa yang ditawarkan dalam iklan tersebut?(payung lukis)
          2. Informasi apa saja yang kamu peroleh dari iklan tersebut?(kerajinan payung lukis tasikmalaya, Jawa Barat)
          3. Menurutmu, di dalam negeri atau di luar negerikah barang tersebut dibuat?(dalam negeri)
          4. Tuliskan arti kata-kata berikut. Tanyakan kepada orang tuamu, bapak/ibu gurumu, atau carilah artinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
          Banyak siswa perempuan Banyak siswa laki-laki Jumlah
          No
          Kata
          Arti
          1.
          damai
          tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman: 
          2.
          indah
          dalam keadaan enak dipandang; cantik; elok;
          3.
          gotongroyong
          Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan
          4.
          kerja sama
          Kerjasama adalah suatu usaha antara orang perorangan atau kelompok manusia diantara kedua belah pihak untuk tujuan bersama sehingga mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik.
          5.
          menghargai 
          Menghargai adalah menghormati keberadaan, harkat, dan martabat orang lain. Menghargai hasil karya orang lain artinya menghormati hasil usaha, ciptaan, dan pemikiran orang lain. 
          6.
          gaya hidup
          Gaya hidup adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung jaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya.