Showing posts sorted by relevance for query macam macam angin. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query macam macam angin. Sort by date Show all posts

Pengertian dan Macam – Macam Angin

Pengertian dan Macam – Macam Angin. Pengertian Angin, Macam – Macam Angin, Jenis – Jenis Angin, Bentuk – Bentuk Angin, Angin Muson, Angin Laut, Angin Darat, Angin Jatuh, Angin Gunung, Angin Tetap, Angin Musim, dan Angin Lembah.

Menenal Sumber Daya Alam 

Sumber: reaction13-bks.blogspot.co.id
Sumber daya alam di dunia ini ada yang bisa diperbaharui serta ada juga yang tidak bisa diperbaharui. Sumber daya alam yang bisa diperbaharui ini umumnya yaitu sumber daya alam yang dapat kita peroleh secara Cuma- Cuma atau gratis serta semua orang dapat memilikinya.

Contoh sumber daya alam yang diperoleh tidak butuh pengorbanan:

Contoh dari sumber daya alam bentuk ini yaitu air, angin, udara, serta sinar matahari. Benda- benda itu bisa dengan gampang kita peroleh di dunia ini serta benda- benda itu juga merupakan benda bebas di mana untuk memperolehnya tidak membutuhkan pengorbanan.

Tidak hanya itu sumber daya yang bisa diperbaharui ini artinya sumber daya itu bisa pulih dengan cepat sesudah dieksplor oleh manusia dalam waktu singkat. Lantas bentuk sumber daya yang kedua adalah sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

Contohnya sumber daya alam yang didapatkannya butuh pengorbanan:

Tidak sama dengan sumber daya alam yang pertama, sumber daya alam bentuk ini adalah bentuk jenis sumber daya alam yang tidak cepat pulih dalam waktu yang singkat atau sumber daya alam yang pemulihannya lama setelah sumber daya alam tersebut di eksplor oleh manusia secara besar- besaran.

Sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui ini umumnya kita peroleh dengan melakukan pengorbanan spesifik, seperti kita mengeluarkan uang dan lain sebagainya.

Sumber daya alam bentuk yang tidak bisa diperbaharui ini juga merupakan sumber daya alam di mana tidak semua orang memerlukan atau memakainya. Contoh dari sumber daya alam bentuk yang tidak bisa diperbaharui ini yaitu barang tambang, seperti minyak bumi, batu bara, emas, serta lain sebagainya.

Dari keterangan tentang kedua bentuk sumber daya alam itu, pastinya kita bisa menemukan letak ketidaksamaan di antara keduanya. Berikutnya, kami akan mengulas tentang satu diantara sumber daya alam yang bisa diperbaharui.

Satu diantara bentuk sumber daya alam yang bisa diperbaharui yang akan kita ulas pada kesempatan ini yaitu mengenai angin. Kita akan membahas lebih lengkap mengenai pengertian angin, macam- macam angin, karakteristik dari angin, dan juga tentang fungsi angin.

Pengertian Angin 

Sumber: kompasiana.com
Siapa yang tidak mengetahui angin? Siapa saja tentu mengenal serta tahu apakah yang dimaksud angin, baik dari anak kecil atau balita, kanak- kanak, remaja, dewasa, sampai orangtua atau lanjut usia sekalipun. Angin nyaris tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari- hari.

Angin kita rasakan dalam kehidupan kita sehari- hari. Angin adalah udara yang bergerak. Bila kita mencermati mengenai tiap detil hal- hal yang ada di sekitar kita kita akan tahu begitu besarnya reaksi dari angin ini.

Bila kita mendengar suara dedaunan yang bergesekan, kita bakal tahu bahwasannya daun bisa bergerak lantaran adanya angin. Bila kita tengah berkunjung ke pantai serta kita merasakan semilir membelai tubuh kita, itu yaitu angin yang membelai kita, serta lain sebagainya.

Sadar maupun tidak, hadirnya angin ini senantiasa ada di sekitar kita serta kita juga senantiasa merasakan kemunculannya walaupun kita sendiri tidak menyadarinya.

Pengertian angin yang lainnya yaitu gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi lantaran adanya ketidaksamaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat yang lain.

Angin juga disimpulkan sebagai aliran udara yang jumlahnya besar yang disebabkan oleh perputaran bumi serta lantaran adanya ketidaksamaan tekanan udara yang ada di sekelilingnya. Angin ini memiliki karakter bergerak dari daerah yang memiliki tekanan udara tinggi ke daerah yang memiliki tekanan udara rendah. Nah, itulah beberapa pengertian tentang angin.

Angin ini ternyata terbagi dalam beberapa bentuk, tidak cuma satu bentuk saja. Tahukah Anda apa sajakah yang disebut jenis- jenis angin ini? Beberapa Jenis Angin yaitu sebagai berikut ini:

Angin tetap 
Sumber: mudahnyageo.blogspot.co.id
Bentuk angin yang pertama yaitu angin tetap. Angin tetap yakni yaitu angin yang memiliki arah berhembus yang tetap sepanjang tahunnya. Angin tetap ini ini dibagi jadi dua jenis, yaitu angin pasat serta angin antipasat.

Angin pasat adalah angin yang bertiup dari daerah subtropik menuju ke equator atau khatulistiwa. Sedangkan angin antipasat adalah angin yang bertiup dari daerah equator menuju ke daerah subtropik.

Angin Muson atau Angin Musim 
Sumber: harianjogja.com
Angin Muson atau angin Munsoon atau angin moonsun adalag angin yang berhembus secara periodik (minimum 3 bulan) serta antara periode yang satu dengan periode yang lain memiliki pola yang berlawanan yang berganti ganti arah secara berlawanan pada stiap setengah tahunnya.

Setengah tahun pertama umumnya akan bertiup angin darat yang kering serta setengah tahun selanjutnya akan bertiup angin laut yang punya sifat basah. Terjadinya angin muson ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Pada bulan Oktober sampai April, matahi ada di belahan langit selatan, hingga benua Australia akan lebih banyak disinari matahari atau mendapatkan panas yang lebih dari pada benua Asia. Hal semacam ini menyebabkan di Australia ada pusat tekanan udara rendah atau depresi, lalu di Asia ada pusat tekanan udara tinggi atau kompresi.

Kondisi yang seperti ini akan menyebaban arus angin bertiup dari benua Asia menuju ke Australia. Di Indonesia sendiri, angin ini adalah angintumir laut di belahan bumi utara serta angin barat di belahan bumi selatan. Lantaran angin ini melalui samudera Pasifik serta samudera Hindiam angin ini akan membawa banyak uap air, hingga di Indonesia terjadi musim penghuan.

Sedangkan pada bulan April sampai Oktober, matahari akan ada di belahan alangit utara, hingga benua Asia akan menadapatkan panas yang lebih dari pada benua Australia.

Hal semacam ini menyebabkan di Asia ada pusat- pusat tekanan udara yang rendah, sedangkan di Audtralia akan ada tekanan- tekanan udara yang tinggi yang akan mengakibatkan angin bertiup dari Australia ke Asia.

Di Indonesia angin ini disebut dengan angin musim timur di belahan bumi selatan serta angin musim barat daya di belahan bumi utara. Lantaran nagin yang bertiup ini tidak melalui samudera angin ini tidak banyak mengandung uap air, dari itu ketika angin ini bertiup, Iklim di Indonesia sedang terjadi musim kemarau.

Dari penjelasan di atas, bisa diperoleh rangkuman kalau angin muson ini dibedakan jadi dua jenis, yaitu: 
  1. Angin muson barat atau angin musim barat, yaitu angin yang berhembus dari Asia ke Australia serta membawa curah hujan hingga di Indonesia terjadi musim penghujan. Angin ini bertiup pada bulan Oktober sampai dengan bulan April. 
  2. Angin muson timur atau angin musim timur, yaitu angin yang bertiup dari Australia ke Asia serta tidak membawa curah hujan hingga di Indonesia terjadi musim kemarau. Angin ini bertiup pada bulan April sampai dengan bulan Oktober. 
Angin Darat 
Sumber: lenterabumi.com
Angin darat adalah angin yang bertiup dari daratan ke lautan. Angin ini umumnya bertiup saat malam hari yaitu pada jam 20.00 sampai jam 16.00 dan angin ini kerapkali digunakan oleh nelayan - nelayan tradisional untuk pergi melalut.

Angin Laut 
Sumber: search.yahoo.co.jp
Bila ada angin darat, pastinya ada yang namanya angin laut. Angin laut ini adalah angin yang bertiup dari lauta menuju ke daratan. Angin ini biasanya bertiup pada siang hari, yaitu mulai jam 09.00 sampai jam 16.00 dan angin ini biasanya digunakan nelayan tradisional untuk menuju pulang setelah melaut.

Angin Lembah 
Sumber: serbater.com
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah menuju ke puncak gunung. Angin ini umumnya terjadi pada siang hari.

Angin Gunung 
Sumber: news.liputan6.com
Angin gunung adalah kebalikan dari angin lembah, yaitu adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah serta umumnya terjadi saat malam hari.

Angin Fohn atau Angin Jatuh 
Sumber: pendidikan60detik.blogspot.co.id
Angin Fohn atau angin jatuh adalah satu angin yang terjadi sesuai sama bentuk jenis hujan seperti hujan orogafis. Angin ini bertiup di suatu lokasi spesifik dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda juga.

Angin ini terjadi lantaran adanya gerakan massa udara yang naik ke pegunungan yang tingginya melebihi dari 200 meter, naik pada satu sisi kemudian turun lagi di sisi yang lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung punya sifat panas serta kering yang disebabkan uap air itu udah dibuang pada saat hujan orogafis.

Proses Terjadinya Angin 

Berikutnya kita akan mengulas tentang proses terjadinya angin. Seperti sebuah fenomena alam yang lain, angin ini juga memiliki proses terjdinya sendiri hingga dapat terbentuklah angin.

Udah dikatakan sebelumnya bahwasannya angin ini bertiup dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi ke daerah yang memiliki tekanan udara rendah. Momen bergeraknya udara dalam bentuk angin ini akan sama juga dengan momen bergeraknya air.

Bila dua daerah menerima penyinaran matahari yang berbeda, akan berbeda juga tentang suhu serta tekanan udara yang dipunyainya. Daerah yang menerima cahaya matahari lebih banyak akan memiliki tekanan udara yang lebih kecil.

Hal semacam ini akan menyebabkan udara yang bergerak dari daerah yang mempunyai tekanan udara lebih tinggi ke daerah yang memiliki tekanan udara lebih rendah. Demikianlah tentang proses terjadinya angin. Dalam proses terjadinya angin ini di pengaruhi oleh beberapa faktor spesifik yang diberi nama sebagai aspek- aspek yang memengaruhi proses terjadinya angin.

Aspek-aspek yang Memengaruhi Proses Terjadinya Angin 

Dalam proses terjadinya angin ini ada beberapa aspek yang bisa memengaruhinya. Beberapa aspek yang memengaruhi proses terjadinya angin ini diantaranya: 
  1. Gradien Barometris, adalah bilangan yang menunjukkan ketidaksamaan tekanan udara dari 2 isobar yang memiliki jarak 111 km. makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan dari angin itu. 
  2. Letak tempat. Kecepatan angin yang ada di dekat khatulistiwa lebih cepat dari temapat yang ada jauh dari garis khatulistiwa. 
  3. Ketinggian tempat. Makin tinggi sebuah tempat angin yang bertiup akan makin kencang. Hal semacam ini disebabkan karena dampak gaya gesekan yang menghalangi laju udara. 
  4. Angin akan bergerak lebih cepat dari pada angin pada malam hari. 
Sifat-Sifat Angin 

Seperti halnnya manusia serta beberapa hal alamiah yang lain, angin ini dapat memiliki karakter spesifik. Beberapa karakter yang dimiliki oleh angin diantaranya yaitu: 
  1. Angin mengakibatkan tekanan pada permukaan yang menentang arah angin itu. 
  2. Angin mempercepat pendinginan dari benda yang memiliki dasar panas. 
  3. Kecepatan angin itu amat beragam dari satu tempat ke tempat yang lain, dan dari waktu ke waktu. 
Itulah beberapa mengenai jenis- jenis angin yang bisa kita pahami. Kemudian, apa sesungguhnya manfaat dari angin ini?

Manfaat Angin 
Sumber: manfaat.co.id
Tahukah Anda bahwasannya angin ini memiliki manfaat yang amat besar untuk kehidupan manusia sehari- hari? Beberapa manfaat angin secara umum diantaranya: 
  1. Sebagai pembangkit listrik tenaga angin 
  2. Membantu penyerbukan bunga- bunga 
  3. Membantu mengirinhkan benda yang basah, serta lain sebagainya. 
Sedangkan secara khusus maupun bersumber pada macamnya manfaat angin-angin itu diantaranya: 
  1. Angin muson memiliki manfaat mendatangkan musim hujan serta kemarau untuk Indonesia. 
  2. Angin darat untuk membantu menghantarkan nelayan pergi mencari ikan. 
  3. Angin laut, membantu nelayan pulang dari melaut.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Macam – Macam Angin, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Angin di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Angin. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem. Pengertian Ekosistem, Komponen dari Sebuah Ekosistem, Macam-Macam Ekosistem, Ekosistem Darat, Ekosistem Laut. Istilah-Istilah dalam Ekosistem, Fungsi dari sebuah Ekosistem.

Pengertian Ekosistem 

Sumber: blingurah.com
Dalam sebuah daerah, lingkungan atau lokasi, umpamanya hutan, kolam, danau, waduk serta lain sebagainya sudah terjadinya hubungan antar komponen biotik (makhluk hidup) serta komponen abiotik (makhluk tidak hidup).

Misalnya satu tumbuhan membutuhkan tanah, unsur hara, sinar serta air untuk tumbuh. Lantas tumbuhan ini lantas dapat jadi sumber makanan untuk makhluk hidup yang lain seperti hewan ataupun manusia serta demikian selanjutnya.

Momen yang di atas tadi adalah sebuah system ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan serta umumnya kita kenal dengan ekosistem.

Sebuah system ini terbagi dalam beragam komponen yang sama-sama melengkapi serta bekerja terus-menerus serta teratur sebagai satu kesatuan yang utuh.

Sedangkan ekologi yaitu pengetahuan sains yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme yang satu dengan tempat hidup atau habitatnya.

Jadi dapat di ambil kesimpulan kalau ekosistem yaitu sebuah tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh antara seluruh komponen lingkungan hidup yang sama-sama berhubungan serta melengkapi hingga terbentuk kesatuan yang teratur.

Kesatuan yang utuh serta teratur ini ada pada bingkai keseimbangan yang miliki sifat dinamis. Arti dinamis di sini yaitu bisa saja sewaktu-waktu terjadi perubahan, baik besar ataupun kecil yang dikarenakan oleh tangan manusia.

Komponen Ekosistem 

Sumber: wikipedia.org
Ekosistem dapat berbagai jenis bentuknya sesuai sama bentangan maupun hamparan tempat ekosistem berada. Misalnya ekosistem hutan, rawa-rawa, waduk, danau, hutan hujan tropis serta lain sebagainya.

Walau demikian bila diurutkan bersumber pada komponen terbagi dalam komponen fisik atau tidak hidup (abiotik) serta hayati atau hidup (biotik).

Komponen fisik atau tidak hidup misalnya udara, angin, cahaya, air, tanah, curah hujan serta lain sebagainya. Seluruh bentuk materi ini berupa daya serta materi dalam ruang lingkup ekosistem.

Komponen abiotik atau hidup dilihat dari susunan trofiknya, terbagi dalam beberapa status sosial atau tingkatan, yaitu produsesm customer serta pengurai. Sedangkan dilihat dari manfaatnya terbagi dalam dua komponen besar yakni komponen autotrof serta heterotrof.

Produsen 

Produsen adalah sebuah bentuk organisme atau makhluk hidup yang dapat membentuk serta membuat makanannya sendiri dari beragam zat organik dengan lewat proses fotosintesis serta klorofil.

Bentuk organisme ini disebut dengan autotrof sebab dapat dan mampu membentuk serta membuat makanannya sendiri dan dapat juga membantu keperluan makhluk hidup yang lain.

Konsumen 

Konsumen adalah beberapa kumpulan atau beberapa kelompok makhluk hidup yang mengonsumsi produsen serta hewan yang lain. Bentuk kelompok ini tidak dapat membuat makanannya sendiri dari beberapa bahan anorganik. Hingga dia amat tergantung pada organisme produsen.

Komponen ini di kenal dengan heterotrof. Di dalam konsumen sendiri terdiri lagi beberapa tingkatan. Yaitu hewan yang mengonsumsi organisme produsen disebut dengan konsumen primer. Bentuk hewan ini terbagi dalam herbivora di dalam susunan trofik menempati tingkatan trofik kedua.

Lantas konsumen yang mengonsumsi organisme herbivora disebut dengan konsumen sekunder yang terbagi dalam hewan karnivora ataupun omnivora. Serta konsumen sekunder ini masuk ke dalam tingkatan trofik ketiga.

Biasanya hubungan antarkomponen biotik dalam sebuah system ekosistem umumnya saling terkait dalam system rantai makanan. Rantai makanan yang saling terkait akan membuat jaringan kehidupan yang baru.

Pengurai 

Pengurai adalah sebuah bentuk organisme yang tugasnya menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang lain yang sudah mati jadi beberapa zat organik. Lantas zat ini akan disimpan di dalam tanah lantas digunakan oleh tumbuhan sebagai bahan makanan (penyubur tanaman).

Contoh organisme pengurai yaitu bakteri serta jamur. Kehadiran organisme pengurai amat dibutuhkan untuk makhluk hidup.

Aliran Materi Serta Energi Dalam Ekosistem 

Produsen bersamaan dengan konsumen membuat rangkai makanan lantas dibantu dengan pengurai hingga terbentuklah daur materi. Satu ekosistem akan terbentuk dengan baik bila di dalamnya ada aliran materi serta energi.

Aliran materi akan mengalir dari mata rantai satu ke mata rantai lain dalam sebuah rantai makanan. Materi yaitu segala suatu hal yang mempunyai massa serta menempati ruang.

Massa di sini barmakna berat serta dapat ditimbang. Dalam momen makan memakan, maka akan terjadi perpindahan materi dari organisme yang dikonsumsi menuju ke organisme yang mengonsumsi.

Makanan yang dikonsumsi oleh organisme memiliki kandungan energi untuk menjalani kegiatan. Bersamaan dengan itu aliran materi juga ikut terbawa begitu halnya aliran energi.

Aliran energi yaitu rentetan berurut dari perpindahan bentuk energi ke bentuk energi yang lain serta diawali dari cahaya matahari sampai ke produsen, konsumen tingkat tinggi hingga ke pengurai (saprina) di dalam tanah.

Siklus atau daur hidup ini berlangsung dalam tatanan ekosistem. Jadi, daya tidak akan hilang akan tetapi akan beralih ke bentuk energi yang lain. Bila dalam pengetahuan fisika disebut dengan termodinamika. Yaitu hukum kekekalan energi.

Hukum Termodinamika I menyebutkan kalau energi dapat dirubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain tetapi tidak bisa di ciptakan serta dimusnahkan.

Tetapi, Hukum Termodinamika II menyatakan kalau tidak ada sebuah proses pengubahan bentuk energi yang berjalan secara prima. Serta proses pengubahan ini senantiasa meninggalkan sisa yang tidak terpakai pada proses itu.

Jadi sisa energi yang tidak terpakai ini disebut dengan entropi. Atau dalam dunia industri disebut juga dengan limbah atau hasil pembuangan pabrik.

Sumber energi itu banyak macamnya. Tetapi sumber energi paling utama di dunia yaitu matahari. Lantaran semua komponen kehidupan memmbutuhkan serta memakai matahari dalam proses hidupnya.

Umpamanya saja tumbuhan memakai sinar matahari untuk proses fotosintesis serta organisme lain memerlukan cahaya matahari untuk merubah zat anorganik jadi organik atau disebut juga dengan kemoautotrof.

Interaksi Komponen Abiotik Dengan Komponen Biotik 

Dalam persoalan ini komponen biotik sebagian besar di pengaruhi oleh komponen abiotik. Contoh, sebatang tumbuhan amat tergantung dengan kehadiran serta petumbuhannya dari komponen abiotik, seumpamanya tanah, air, udara, cahaya.

Mengenai beberapa bentuk tanaman cuma dapat tumbuh serta berkembang hanya di tanah tertentu saja. Demikian halnya perihal persebaran tanaman di pengaruhi juga oleh aspek cuaca serta iklim. Umpamanya, tanaman kelapa bisa tumbuh subur serta berbuah lebat cuma di daerah pesisir pantai akan tetapi tidak untuk daerah pegunungan.

Interaksi Antarorganisme 

Pada intinya tiap organis berhubungan dengan antarorganisme maupun dengan bentuk lain. Tetapi interaksi antarorganisme ini bisa dibedakan jadi 5 diantaranya:

Netral 

Netral yaitu hubungan atau hubungan tidak sama-sama mengganggu antarorganisme dalam satu habitat yang sama serta miliki sifat menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.

Predasi 

Predasi yaitu interaksi atau hubungan antarorganisme mangsa serta pemangsa (predator). Artinya seekor pemangsa dalam soal ini hewan tidak dapat hidup jika tidak ada yang dimangsa.

Parasitisme 

Parasitime yaitu hubungan atau hubungan antarorganisme yang berbeda spesies serta miliki sifat merugikan dari masing-masing spesies yang berbeda.

Komensalisme 

Komensalisme yaitu interaksi atau hubungan pada dua organisme yang masing-masing berbeda spesies, spesies yang pertama diuntungkan serta spesies yang lain tidak dirugikan.

Mutualisme 

Mutualisme yaitu interaksi atau hubungan antar dua organisme atau lebih yang berbeda bentuk atau spesies serta sama-sama menguntungkan antar kedua belah pihak.

Interaksi Antarpopulasi 

Biasanya interaksi antarpopulasi terjadi cuma pada populasi yang satu dengan yang lain. Dan bersifat alelopati ataupun kompetisi. Adapun interaksi alelopti yaitu hubungan yang terjadi antar populasi yang terjadi jika populasi yang pertama menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbunya populasi lain.

Interaksi Antarkomunitas 

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda serta sama-sama berhubungan di dalam sebuah lokasi yang sama. Contoh, daerah padang rumput yang ditempati oleh hewan pemakan rumput yakni kuda, banteng, kelinci, rusa serta lain sebagainya.

Beberapa Jenis Ekosistem (Bioma) 

Nama lain dari ekosistem yaitu bioma. Meskipun kelihatannya bioma adalah bagian dari ekosistem akan tetapi dalam dunia biologi kerapkali juga menyamai ekosistem dengan bioma. Bioma yaitu komune satuan di dalam ekosistem sebagai hasil interaksi atau hubungan iklim regional atau lokasi dengan biota (makhluk hidup) serta substratnya.

Jadi iklim maupun cuaca amat menentukan bentuk biota yang hidup di sebuah wilayah atau lokasi itu. Umpamanya, lokasi padang rumput tumbuh di daerah yang mempunyai curah hujan yang stabil.

Bersumber pada jenis atau macam-macamnya ekosistem dibedakan jadi 2 bentuk yaitu ekosistem darat serta ekosistem perairan (ekosistem darat serta ekosistem air laut).

Ekosistem Darat 

Ekosistem darat yaitu lingkungan atau lokasi fisik yang berbentuk daratan. Dalam ekosistem ada beberapa kumpulan atau beberapa bioma. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bioma sama dengan ekosistem, oleh karena itu kita mengistilahkan beberapa ekosistem darat dengan bioma, salah satunya:

Bioma Gurun 
Sumber: satujam.com
Bioma gurun yaitu sebuah bentuk ekosistem yang cuma ada pada daerah dengan curah hujan kurang dari 25 cm/tahun serta mempunyai suhu yang tinggi pada siang hari yaitu 45 derajat C serta suhu rendah saat malam hari yaitu 0 derajat C. Bioma gurun ada di sepanjang garis balik utara serta selatan dengan keadaan udara yang mengalami subsidensi (turun), hingga terjadi penempatan udara.

Bioma Padang Rumput 
Sumber: renunganhariankristen.net
Bioma Padang Rumput yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai curah hujan terbatas yaitu 25 cm – 30 cm/tahun. Hingga bentuk ekosistem ini tidak dapat membentuk hutan. Bioma padang rumput bisa ditemui di daerah atau lokasi tropis serta sub tropis. Misalnya negara-negara Asia Tenggara serta beberapa negara Asia Utara.

Bioma Hutan Basah 
Sumber: widrializa.blogspot.co.id
Bioma Hutan Basah yaitu bentuk ekosistem dengan curah hujan yang cukup lebat atau tinggi yaitu 200 cm – 225 cm/tahun. Jenis ekosistem ini dapat dijumpai di lokasi tropis serta sub tropis.

Bioma Hutan Gugur 
Sumber: geographyeducation.wordpress.com
Bioma Hutan Gugur yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai iklim sedang atau lokasi yang beriklim 4 musim. Ciri bioma hutan gugur yaitu mempunyai curah hujan yang merata setiap tahun, pohon yang tumbuh tidak serapat dengan tumbuhan di bioma hutan basah.

Bioma Taiga 
Sumber: emaze.com
Bioma Taiga yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai ciri berdaun jarum (kolifer). Jika kita melirik di bagian selatan dari Tundra akan didapati bentuk kelompok tanaman pohon jarum. Batas antara dua bentuk ekosistem Tundra serta Taiga disebut dengan batas pohon lantaran lokasi ini masih memungkinkan tumbuhnya pohon-pohon maupun tidak.

Bioma Tundra 
Sumber: bioexpedition.com
Bioma tundra yaitu bentuk ekosistem dengan lokasi yang tidak mempunyai pohon-pohon. Lokasi ini dapat diketemukan di dearah kutub yang amat dingin.

Serta bentuk tumbuhan yang dapat bertahan di ekosistem ini cuma gulam serta lumut kerak serta tumbuhan yang dominan yaitu Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu dengan batang pendek dan rumput.

Ekosistem Air Tawar 

Ekosistem air tawar adalah bentuk ekosistem yang mempunyai ciri diantaranya macam suhu yang tidak menyolok, penetrasi sinar kurang serta di pengaruhi oleh iklim serta cuaca.

Pada ekosistem air tawar umumnya tanaman yang tumbuh serta seringkali ditemui yaitu ganggang serta tumbuhan biji.

Ekosistem air tawar bisa digolongkan berdasarkan sifatnya jadi dua bentuk yaitu air tenang serta air mengalir. Danau dan rawa masuk ke dalam kelompok ekosistem air tenang sedangkan sungai masuk ke dalam kelompok ekosistem air mengalir.

Ekosistem Air Tawar

Danau 
Sumber: fairyterritory.blogspot.co.id
Danau adalah kumpulan air yang menggenang di atas lokasi depresi atau cekungan yang luasnya dari mulai beberapa meter persegi sampai beberapa ratus meter persegi.

Keadaan danau bila dilihat dari kedalaman memliki ketidaksamaan yang menyolok. Danau dengan kedalaman spesifik akan hidup tumbuhan serta hewan spesifik juga.

Oleh karena itu danau dibedakan lagi jadi 4 daerah yang berbeda yakni: 
  1. Daerah Litorial, Daerah litorial yaitu sisi danau dengan kedalaman yang dangkal hingga sinar matahari dapat menembus hingga ke dasar danau secara maksimal. 
  2. Daerah Limnetik, Berbeda dengan daerah litorial, daerah limnetik yaitu daerah yang masih tetap dapat ditembus oleh cahaya matahari. Bentuk hewan yang dapat diketemukan di sini yaitu fitoplankton. Serta fitoplankton dimangsa oleh udang kecil. 
  3. Daerah Profundal, Daerah profundal yaitu daerah yang ditempati oleh hewan seperti cacing serta mikroba. Bentuk daerah ini dapat kerap disebut juga dengan daerah afotik danau. 
  4. Daerah Bentik, Daerah bentik yaitu daerah dasar danau yang ditempati oleh bentuk organisme mati serta bentos. 
Ekosistem Air Tawar Bersumber pada Produksi Materi Organik 

Tidak hanya dibedakan berdasarkan kedalaman serta jarak, danau dapat juga dibedakan bersumber pada produksi materi organiknya, diantaranya:
  1. Danau Oligotropik, Danau Oligotropik yaitu bentuk danau yang di dalamnya ada bentuk hewan fitoplanklon tetapi tidak produktif hingga kekurangan nutrisi. Keunikan danau ini yaitu airnya yang amat jernih, organisme yang hidup amat sedikit serta ada oksigen yang cukup sepanjang tahun. 
  2. Danau Eutropik, Danau Eutropik yaitu danau dangkal tetapi mempunyai fitoplankton yang banyak serta produktif hingga kaya akan nutrisi. Tetapi sayangnya danau ini mempunyai air yang keruh, bermacam bentuk organisme serta cukup oksigen. 
Ekosistem Air Tawar

Sungai 
Sumber: dhemasdewata.blogspot.co.id
Sungai adalah bentuk ekosistem air tawar yang mempunyai daerah yang cukup besar. Tidak sama dengan danau yang airnya cenderung diam. Air sungai mengalir dari tempat tinggi ke permukaan yang rendah.

Hingga tidak mensupport adanya hewan plankton di lokasi ini. Tetapi, tumbuhan seperti ganggang tetap dapat berkembang oleh karena adanya cahaya matahari hingga membantu proses potosintesis serta rantai makanan.

Belakangan ini ekosistem sungai mulai mengalami masalah lantaran pembangunan bendungan maupun waduk. Kehadiran waduk bisa memutus rantai makanan beberapa ikan yang bergerak dari hulu ke hilir untuk bertelur.

Oleh karena itu, banyak spesies ikan hilang dari alirang sungai. Misalnya yaitu ikan sidat serta ikan pelus. Kedua ikan ini keberadaannya nyaris punah. Sebab untuk bertelur ikan pelus menempatkan telurnya di laut serta untuk mencari makanan di sungai.

Ekosistem Air Laut 

Sama seperti dengan darat, ekosistem air laut dibedakan jadi 4 diantaranya:

Laut 
Sumber: search.yahoo.co.jp
Seperti di ketahui kalau 2/3 dari bumi yaitu laut. Air laut mempunyai kandungan garam atau NaCl yang amat tinggi terlebih laut merah. Air laut mempunyai sahu yang beragam. Di daerah beriklim tropis, suhu air laut beragam yaitu mencapai 25 derajat C serta suhu di atas serta di bawah permukaan mempunyai perbedan yang cukup besar.

Bagian antara susunan air hangat yang ada pada bagian atas dengan yang dingin pada bagian bawah diberi nama batas termoklin. Ekosistem air laut bersumber pada letak kedalamannya dibedakan jadi 4 lokasi yaitu:
  1. Lokasi Pasang (Littoral), Lokasi pasang atau littoral adalah sisi dari dasar laut yang kering bila terjadi surut. Jadi, ikan tidak dapat hidup di lokasi ini tetapi beberapa bentuk binatang darat dapat ditemui di lokasi ini. 
  2. Lokasi Laut Dangkal (Neritic), Lokasi laut dangkal atau neritic yaitu lokasi dengan kandungan airnya sedikit hingga masih tetap memungkinkan cahaya matahari tembus ke permukaan dasar laut. Indoensia sendiri mempunyai beberapa lokasi laut yang dangkal. Misalnya Laut Jawa, Natuna, Kepulaun Riau, Selat Malaka yang kerap disebut juga landas kontinen sunda. Serta Laut Arufu yang disebut juga landas kontinen sahul. 
  3. Lokasi Lautan Dalam (Bathyal), Lokasi lautan dalam yaitu lokasi laut yang ada pada kedalaman antara 150 – 800 meter. Jadi amat susah untuk cahaya matahari yang tembus ke dasar laut seperti pada lokasi laut dangkal. 
  4. Lokasi Laut Amat Dalam (Abyssal), Lokasi laut amat dalam yaitu lokasi dengan kedalaman di bawah 800 meter. Dengan kedalaman nyaris 1 km itu amat susah untuk tanaman agar bisa hidup ataupun bertahan lantaran sumber sinar tidak dapat menembusnya. Hingga jumlah hewan ataupun tumbuhan amat terbatas terkecuali beberapa jenis hewan yang dapat bertahan di lingkungan itu. 
Pantai 
Sumber: pantai-indah.com
Pantai yaitu sisi ekosistem laut yang terdapat di antara 2 ekosistem yakni ekosistem darat serta laut. Bersumber pada tata letaknya, ekosistem pantai berbatasan dengan ekosistem darat, laut ataupun daerah gunakan surut.

Estuari 
Sumber: thinglink.com
Estuari yaitu tempat bertemunya antara sungai dengan laut atau umum disebut juga dengan muara. Sehinngga nutrisi yang dibawa bersamaan dengan proes erosi dapat memperkaya sungai ataupun daratan.

Adapun salinitas di estuari di pengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut air. Di saat pasang, air laut akan masuk ke tubuh sungai untuk meningkatkan salinitasnya.

Terumbu Karang 
Sumber: blogs.uajy.ac.id
Terumbu karang yaitu bentuk ekosistem yang bisa ditemui di daerah beriklim tropis dengan ciri airnya jernih, hingga amat gampang untuk cahaya matahari untuk masuk atau menembus ke permukaan laut hingga amat gampang untuk terjadinya proses fotosintesis.

Lokasi ini didominasi oleh karang atau koral yang masuk ke dalam kelompok Cnidaria. Terumbu karang populer dengan beragam macamnya. Salah satunya ikan hias yang bernilai tinggi. Tetapi banyak dilihat lantaran ulah tangan jahil manusia keadaan terumbu karang saat ini amat memprihatinkan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam–Macam Ekosistem di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ekosistem. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. berkahkhair.com 

Menikmati Pemandangan Eksotis di Batu Ratapan Angin Dieng


Menikmati Pemandangan Eksotis di Batu Ratapan Angin Dieng, Tempat Wisata Terindah - Ada banyak sekali spot yang digunakan untuk menikmati keindahan alam di Dataran tinggi Dieng. Di Bukit Sikunir anda dapat melihat sunrise yang menakjubkan, kemudian di Gardu Pandang Tieng anda dapat menikmati hamparan perbukitan yang dihiasi lahan-lahan pertanian milik penduduk Dieng. Dan satu lagi pamandangan yang tak kalah menarik, yaitu menikmati Dua telaga di Dieng, Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian. Dimana lagi kalau bukan di Batu Ratapan Angin atau Batu Pandang.
Batu Ratapan Angin sendiri merupakan sebuah lokasi yang terletak di atas Telaga Warna yag berupa dua buah batu besar dimana dari tempat ini kita dapat melihat pemandangan luar biasa Telaga Warna dari ketinggian. Perbedaan yang kontras dari warna air di Telaga Warna dan Telaga Pengilon dapat terlihat jelas dari tempat ini. Pemandangan Eksotis di Dieng ini telah mengundang minat wisatawan untuk mengunjunginya.


Batu Ratapan Angin Dieng


Untuk menjangkau Batu Ratapan Angin[1] ini dapat melalui Telaga Warna atau dari Dieng Plateu Theater. Tetapi untu jarak yang lebih dekat sepertinya lebih dekat jika dari Dieng Plateu Theater. Dari sini anda hanya butuh waktu beberapa menit untuk berjalan ke lokasi ini, meskipun dengan jalan yang sedikit mendaki. Jika ditempuh dari Telaga Warna maka dibutuhkan waktu sedikit lama, namun disisi lain anda akan dapat menikmati indahnya hutan wisata yang terdapat di atas Telaga Warna. Hutan wisata ini sangat rindang dan banyak ditumbuhi berbagai macam pepohonan.

Selain terkenal dengan keindahan pemandangannya, Batu Ratapan Angin juga terkenal dengan legendanya yang cukup mnearik. Legenda tentang asal usul Batu Ratapan Angin ini dapat anda dapatkan di LINK berikut. Jangan lupa kunjungi Tempat wisata di Dataran Tinggi Dieng lainnya ya.
[2][3]




Menikmati Pemandangan Eksotis di Batu Ratapan Angin Dieng

Rating: 4.5
Diposkan Oleh:
Diana Salsabila




References

  1. ^ Batu Ratapan Angin (tempatwisatadaerah.blogspot.com)
  2. ^ LINK (tempatwisatadaerah.blogspot.com)
  3. ^ Tempat wisata di Dataran Tinggi Dieng (tempatwisatadaerah.blogspot.com)

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan. Pengertian Awan, Jenis – Jenis Awan, Bentuk – Bentuk Awan, Macam – Macam Ketinggian Awan, Awan yang Bisa Menyebabkan Hujan, Awan yang Menyebar Luas di Langit, Awan yang Menggumpal. Awan Tinggi, Awan Sedang, Awan Rendah, dan Awan Vertikal.

Pengertian Awan

Sumber: laskarmazaya.blogspot.co.id
Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi lantaran adanya pengembunan/pemadatan uap air yang ada di dalam udara sesudah melampaui keadaan titik jemu. Awan adalah cikal bakal terjadinya huja, tetapi hal itu juga bergantung dari musim.

Saat sebelum kita menjelaskan tentang Bentuk atau Jenis Awan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi lantaran di dalam Udara senantiasa terdapat uap air. Jika uap air itu meluap jadi titik-titik air, terbentuklah awan.

Peluapan ini terjadi lewat cara: 

Jika udara panas, semakin banyak uap yang terdapat di dalam udara lantaran air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, sampai samapai pada satu susunan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair serta terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tidak terhingga banyaknya.

Suhu udara tidak berubah, namun kondisi atmosfer lembap. Udara semakin lama akan jadi makin penuh dengan uap air.

Setelah Awan udah terbentuk dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut ini Prosesnya:
Jika awan udah terbentuk, titik air dalam awan akan jadi makin besar serta awan itu akan jadi makin berat, dan perlahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah hingga satu kondisi titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah serta turunlah sebagai hujan.

Awan juga mempunyai banyak Bentuk, hal itu lantaran ada beragam hal yang memengaruhi proses pembentukannya, Berikut ini Proses Terbentuknya Beberapa Jenis Bentuk Awan: 

Akan tetapi seandainya titik-titik air ini berjumpa dengan udara panas, titik-titik itu akan menguap serta lenyaplah awan itu. Inilah yang mengakibatkan awan itu senantiasa berubah-ubah wujudnya.

Air yang ada di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Ini juga hal yang mengakibatkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Saat sebelum kita menuturkan tentang Bentuk atau Jenis Awan ada baiknya kita tahu terlebih dulu bentuk bentuk awan, bersumber pada bentuknya Awan terbagi jadi 3 yakni: 
  1. Sirrus, yakni awan yang berwujud halus serta memiliki serat seperti bulu ayam. Awan ini tidak bisa menyebabkan hujan. 
  2. Stratus, yakni awan yang tidak tebal serta menyebar luas sehinga menutupi langit secara merata. 
  3. Kumulus, yakni awan yang bentuknya bergumpal-gumpal serta dasarnya horizontal.  
Beberapa Jenis Awan. Sesuai sama hasil kongres internasional yang diselenggarakan di munchen (Jerman) tahun 1802 serta Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan digolongkan dalam 4 kelompok paling utama, yakni awan tinggi, awan sedang, awan rendah, serta awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik (Awan Tinggi)

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian pada 5.00 - 1.500 m. Beberapa macam bentuk awan udara naik yaitu sebagai berikut ini:

Awan KumuloNimbus (Cu-Ni) 
Sumber: apakabardunia.com
Awan CumuloNimbus (KumuloNimbus) adalah awan yang menyebabkan hujan dengan kilat guntur. Umumnya awan Sirostratus ada di atas awan Kumulonimbus. Hal semacam ini biasa terjadi pada saat angin ribut.

Ciri-Ciri Awan KumuloNimbus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan KumuloNimbus kisaran antara 2.000 - 16.000 m 
  2. Awan ini Berwarna putih/gelap serta menyebabkan hujan dengan kilat serta guntur. 
  3. Awan ini terkait erat dengan hujan deras, badai. tornado serta petir. 
Awan Kumulus (Cu)
Sumber: wikipedia.org
Awan Kumulus (Cumulus) adalah awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari lantaran udara naik. Bila bertemu dengan matahari tampak jelas apabila memperoleh cahaya cuma sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.

Ciri-Ciri Awan Kumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Dasar ketinggian awan ini biasanya 1.000 m serta lebar 1 km. 
  2. Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Tampak gumpalan putih atau sinar kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berwujud garis besar yang tajam serta dasar yang datar. 
Kelompok Awan Rendah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km. Beberapa macam bentuk awan rendah yaitu sebagai berikut ini:

Awan NimboStratus (Ni-St) 
Sumber: hadzrin.com/
Awan NimboStratus adalah awan yang memiliki bentuk tidak menentu, tepinya compang-camping tidak beraturan serta berwarna putih kegelapan dan penyebarannya cukup luas. Awan ini menyebabkan hujan gerimis.

Ciri-Ciri Awan NimboStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas. 
  2. Ketinggian Awan NimboStratus antara 6.00 - 3.000 meter 
  3. Di Indonesia awan ini cuma menyebabkan gerimis. 
  4. Memiliki bentuk tidak menentu dengan tepi compang-camping. 
Awan Stratus (St) 
Sumber: satujam.com
Awan Stratus adalah awan rendah serta luas dengan tinggi ada di bawah 2.00 m. Susunan melebar seperti kabut serta berlapis-lapis. Antara kabut serta awan stratus pada intinya tidak berbeda.

Ciri-Ciri Awan Stratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Lapisannya melebar seperti kabut serta berlapis. 
  2. Awan ini cukup rendah serta amat luas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2.000 m. 
Awan StratoKumulus (St-Cu) 
Sumber: rafiqamarsha.blogspot.co.id
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) adalah awan yang berupa bola serta mempunyai susunan tipis yang kerap menutupi langit hingga terlihat seperti gelombang lautan. awan ini adalah bentuk yang tidak menyebabkan hujan

Ciri-Ciri Awan StratoKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang serta senja jika atmosfer stabil. 
  2. Ketinggian Awan StratoKumulus ada di bawah 2.000 meter 
  3. Susunan awan ini tipis serta tidak menghasilkan hujan. 
  4. Awan ini tampak seperti bola-bola yang kerap menutupi daerah semua langit, hingga terlihat seperti gelombang. 
Kelompok Awan Menengah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang beragam, di mana pada lokasi beriklim sedang terdapat pada ketinggian 2-7 km, pada lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 2-8 km serta lokasi yang terdapat di kutup utara terdapat di ketinggian 2-4 km. Beberapa macam bentuk awan menengah yaitu sebagai berikut ini:

Awan AltoStratus (A-St) 
Sumber: puffydevil.blogspot.co.id
Awan AltoStratus adalah awan yang berupa luas dengan warna kelabu, hingga pada matahari serta bulan terlihat jelas.

Ciri-Ciri Awan AltoStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan AltoStratus ini terbentuk pada saat senja serta malam hari lantas menghilang ketika matahari terbit di awal pagi 
  2. Awan ini berwarna kekelabuan serta meliputi hampir semua sisi langit (luas). 
  3. Ketinggian Awan AltoStratus ada di antara 2000 - 7000 m. 
  4. Awan AltoStratus menghasilkan hujan kalau dalam jumlah yang cukup tebal. 
Awan AltoKumulus (A - Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) adalah awan yang berwujud kecil-kecil serta berjumlah banyak. Biasanya berupa bola yang agak tebal, berwarna putih hingga pucat serta ada sisi yang kelabu. Awan ini bergerombol serta sama-sama berdekatan hingga terlihat kalau awan ini saling bergandengan.

Ciri-Ciri Awan Altokumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada saat senja. 
  2. Awan ini kecil-kecil, namun jumlahnya banyak 
  3. Ketinggian Awan Altokumulus ada di antara 2.000 - 7.000 m. 
  4. Sebagian Tiap elemen tampak jelas tersisih antara satu serta yang lain dengan warna keputihan serta kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus. 
  5. Umumnya berupa seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol serta kerap berdekatan hingga terlihat saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang bermacam. Apabila di lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 6-18 km, pada lokasi yang beriklim sedang awan ini ada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di lokasi kutub, awan ini terdapat pada ketinggian 3-8 km. Beberapa macam bentuk awan yang termasuk awan tinggi yaitu sebagai berikut ini:

Awan SiroKumulus (Ci-Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) adalah awan yang terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es dan berwujud seperti segerombolan domba serta kerap menimbulkan bayangan.

Ciri-Ciri Awan SiroKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan SiroKumulus ada di antara 6.000 - 12.000 m. 
  2. Memiliki bentuk seperti terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es hingga memiliki bentuk seperti sekumpulan domba dan kerap menyebabkan bayangan 
Awan Sirus (Ci) 
Sumber: erfindimasfernanda.blogspot.co.id
Awan Sirus (Cirrus) adalah awan halus dengan susunan seperti serat serta berupa seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, hingga terlihat bertemu satu atau dua titik horizon, serta kerap terdapat kristal es.

Ciri-Ciri Awan Sirrus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. 
  2. Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora. 
  3. Awan ini terbagi dalam halbor air yang terjadi dikarenakan suhu sangat dingin di atmosfer. 
  4. Awan ini halus, serta berstruktur seperti serat serta memiliki bentuk serupa bulu burung. Awan Sirrus juga kerap tersusun seperti pita yang melengkung di langit, hingga seolah-olah terlihat bertemu pada satu atau dua titik horizon 
  5. Ketinggian Awan Sirus ada di atas 5.500 m. 
  6. Awan ini tidak menyebabkan hujan. 
Awan Sirostratus (Ci-St) 
Sumber: wikipedia.org
Awan Sirostratus (Cirrostratus) adalah awan yang berwujud seperti kelambu putih yang halus serta rata dengan menutup semua langit hingga terlihat cerah atau tampak seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur. Awan Sirostratus kerap menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan. Hal semacam ini kerap terjadi di musim kering.

Ciri-Ciri Awan Sirostratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini dapat menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan yang umumnya terjadi di musim kemarau. 
  2. Ketinggian Awan Sirostratus ada di atas 6.000 m. 
  3. Awan Sirostratus susah dideteksi. Tetapi oleh karena adanya awan ini, umumnya mengisyaratkan datangnya front panas. hal itu memberikan indikasi akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi 
  4. Memiliki bentuk seperti kelembu putih yang halus serta rata menutup semua langit hingga tampak cerah, dapat pula terlihat seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur.
Dan itulah pembahasan kami mengenai 10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jenis dan Kelompok Awan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Awan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com 

Pengertian Pemanasan Global : Penyebab Dan Dampaknya

Pengertian pemanasan global

Pengertian pemanasan global (global warming) banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

Pengertian Pemanasan global adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

Penyebab Pemanasan Global karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

Pengertian Pemanasan Global secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

Penyebab Pemanasan Global (Global Warming) - Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

Penyebab Pemanasan Global adalah sebagai berikut :

  • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
  • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
  • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
  • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
  • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
  • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
  • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
  • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
  • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

Dampak Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :
  • Gunung-gunung es akan mencair 
  • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
  • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
  • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
  • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
  • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
  • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
  • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
  • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
  • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
  • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
  • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

Pengertian Global Warming : Dampak Dan Penyebab Global Warming

Pengertian Global Warming

Pengertian global warming (pemanasan global global) warming banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

Pengertian global warming adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

Penyebab global warming karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

Pengertian global warming secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

Penyebab global warming (Pemanasan Global). Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

Penyebab global warming adalah sebagai berikut :

  • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
  • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
  • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
  • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
  • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
  • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
  • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
  • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
  • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

Dampak global warming (Pemanasan Global)

Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :

  • Gunung-gunung es akan mencair 
  • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
  • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
  • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
  • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
  • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
  • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
  • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
  • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
  • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
  • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
  • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

Pengertian Tsunami : Cara Penanggulagan Tsunami

Pengertian Tsunami

Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin membesar.

Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air pasang. Ini karena saat mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai air pasang yang tinggi daripada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan angin. Namun sebenarnya gelombang tsunami sama sekali tidak berkaitan dengan peristiwa pasang surut air laut. Karena itu untuk menghindari pemahaman yang salah, para ahli oseanografi sering menggunakan istilah gelombang laut seismik (seismic sea wave) untuk menyebut tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat.

Tsunami terjadi karena adanya gangguan impulsif terhadap air laut akibat terjadinya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. Ini terjadi karena tiga sebab, yaitu : gempa bumi, letusan gunung api dan longsoran (land slide) yang terjadi di dasar laut. Dari ketiga penyebab tsunami, gempa bumi merupakan penyebab utama. Besar kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa bumi yang menyebabkannya.

Bagian terbesar sumber gangguan implusif yang menimbulkan tsunami dahsyat adalah gempa bumi yang terjadi di dasar laut. Walaupun erupsi vulkanik juga dapat menimbulkan tsunami dahsyat, seperti letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.

Gempa bumi di dasar laut ini menimbulkan gangguan air laut, yang disebabkan berubahnya profil dasar laut. Profil dasar laut iniumumnya disebabkan karena adanya gempa bumi tektonik yang bisa menyebabkan gerakan tanah tegak lurus dengan permukaan air laut atau permukaan bumi. Apabila gerakan tanah horizontal dengan permukaan laut, maka tidak akan terjadi tsunami.

Apabila gempa terjadi didasar laut, walaupun gerakan tanah akibat gempa ini horizontal, tetapi karena energi gempa besar, maka dapat meruntuhkan tebing-tebing (bukit-bukit) di laut, yang dengan sendirinya gerakan dari runtuhan in adalah tegak lurus dengan permukaan laut. Sehingga walaupun tidak terjadi gempa bumi tetapi karena keadaan bukit/tebing laut sudah labil, maka gaya gravitasi dan arus laut sudah bisa menimbulkan tanah longsor dan akhirnya terjadi tsunami. Hal ini pernah terjadi di Larantuka tahun 1976 dan di Padang tahun 1980.

Gempa-gempa yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah :


  1. Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
  2. Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km.
  3. Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 Skala Richter.
  4. Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gaya-gaya semacam ini biasanya terjadi pada zona bukaan dan zona sesar.

Lida (1970) berdasarkan data tsunami di Jepang menunjukkan bahwa gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar merupakan gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (sesar naik) misalnya tsunami Japan Sea 1983 dan Flores 1992 dan sebagian kecil tipe normal (sesar turun) misalnya sanriku Jepang 1993 dan Sumba 1977. gempa dengan mekanisme fokus strike slip (sesar mendatar) kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami

Langkah yang harus dilakukan antara lain :


  • Petakan daerah rawan genangan tertinggi tsunami, jalur evakuasi, dan tempat penampungan sementara yang cukup aman.
  • Berkoordinasi dengan Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), kepolisian, pemerintah daerah, dan rumah sakit. Jika data dari BMG mengenai peringatan dini bencana tak bisa diharapkan kecepatannya, komunitas ini harus menghimpun gejala-gejala alam yang tidak biasa terjadi.
  • Melakukan pertemuan rutin untuk menambah pengetahuan mengenai gempa dan tsunami. Jika perlu, mendatangkan ahli.
  • Melakukan latihan secara reguler, baik terjadwal maupun tidak terjadwal.
  • Buat deadline waktu respon evakuasi untuk diterapkan saat latihan agar dalam bencana sesungguhnya telah terbiasa merespon secara cepat.
  • Buat kode tertentu yang dikenali masyarakat sekitar untuk menandakan evakuasi. Semisal di Pulau Simeuleu yang paling dekat dengan episentrum gempa Aceh, memiliki istilah Semong yang diteriakkan berulang kali untuk menunjukkan adanya tsunami. Dengan kode ini, otomatis harus dilakukan evakuasi secepatnya ke tempat yang lebih tinggi.Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat anggota komunitas tinggal.
  • Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat anggota komunitas tinggal.
  • Sedangkan langkah yang harus dilakukan tiap individu adalah :
  • Siapkan satu tas darurat yang sudah diisi keperluan-keperluan mengungsi untuk 3 hari. Di dalamnya termasuk, pakaian, makanan, surat-surat berharga, dan minuman secukupnya. Jangan membawa tas terlalu berat karena akan mengurangi kelincahan mobilitas.
  • Selalu merespon tiap latihan dengan serius sama seperti saat terjadinya bencana.
  • Selalu peka dengan fenomena alam yang tidak biasa.
  • Untuk membaca tanda-tanda alam sebelum terjadinya tsunami, Amien Widodo memberikan sejumlah petunjuk berdasarkan pengalaman tsunami-tsunami sebelumnya.
  • Terdengar suara gemuruh yang terjadi akibat pergeseran lapisan tanah. Suara ini bisa didengar dalam radius ratusan kilometer seperti yang terjadi saat gempa dan tsunami di Pangandaran lalu.
  • Jika pusat gempa berada di bawah permukaan laut dikedalaman dangkal dan kekuatan lebih dari 6 skala richter, perlu diwaspadai adanya tsunami.
  • Jangka waktu sapuan gelombang tsunami di pesisir bisa dihitung berdasarkan jarak episentrumnya dengan pesisir.
  • Garis pantai dengan cepat surut karena gaya yang ditimbulkan pergeseran lapisan tanah. Surutnya garis pantai ini bisa jadi cukup jauh.
  • Karena surutnya garis pantai, tercium bau-bau yang khas seperti bau amis dan kadang bau belerang.
  • Untuk wilayah yang memiliki jaringan pipa bawah tanah, terjadi kerusakan jaringan-jaringan pipa akibat gerakan permukaan tanah.
  • Dalam sejumlah kasus, perilaku binatang juga bisa dijadikan peringatan dini terjadinya tsunami. Sesaat sebelum tsunami di Aceh, ribuan burung panik dan menjauhi pantai, sedangkan gajah-gajah di Thailand gelisah dan juga menjauhi pantai.

penanggulangan tsunami :


  1. apabila terdengar gemuruh dahsyat yang berasal dari laut segeralah berlari menuju tempat yang lebih tinggi dan beri tahu warga sekitar guna mencari tempat yang aman.
  2. apabila sudah tidak sempat berlari ke tempat yang lebih tinggi seperti bukit, gunung dan sebagainya carilah rumah bertingkat yang tinggi agar tidak terseret ombak tsunami.
  3. apabila dari keduanya sudah tidak memungkinkan naiklah ke atas pohon yang cukup tinggi dan kokoh seperti pohon kelapa dan lainnya.
  4. jangan turun dari tempat tinggi sebelum ada pengumuman bahwa situasi telah aman dari badan seperti BMKG dan lainnya.
  5. Tolonglah korban lain yang luka- luka terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman
  6. Apabila ada anggota keluarga yang hilang maka carilah di posko-posko penanggulangan bencana.

Pengertian Energi : Hukum Dan Satuan Energi

Pengertian Energi

Apa itu Energi? Apa pengertian Energi? Dalam keseharian sering kita dengan kata berenergi atau orang kuat yang memiliki banyak energi. Orang yang mampu mendorong mobil dikatakan sangat berenergi, air yang mampu mendorong kapal di laut dikatakan memiliki energi, begitupun dengan angin. Aki mampu menyalakan motor dikarenakan memiliki energi dan seterusnya.

Pengertian energi berdasarkan ilmu fisika adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Kemampuan ini diukur dengan variabel waktu dan besarnya usaha yang dilakukan. Tidak ada pengertian energi selain ini yang sangat menggambarkan apa itu energi.
Dalam sistem SI, Energi memiliki satuan Joule. Satuan lain dari energi seperti KWh, Erg dan kalori digunakan dalam bidang tertentu untuk memudahkan. Konversi satuan energi dapat dilakukan melalui ketetapan bahwa 1 kalori=4.2 Joule dan 1 joule=1 watt sekon.

Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” berasal dari bahasa yunani yaitu “ergon” yang berarti kerja. Dalam melakukan sesuatu kita selalu memanfaatkan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Contohnya ketika kita berjalan kita memerlukan energi. Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang berbeda-beda. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik menjadi energi panas.


Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi adalah Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi adalah Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori adalah sebagai berikut :

  • 1 kalori = 4,2 Joule atau 1 Joule = 0,24 kalori

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain :

  • 1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2


Hukum Kekebalan Energi

Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Energi Tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Oleh karena Itu Jumlah total energi dalam suatu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya suatu energi.


Macam-Macam Energi

  • Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena keadaan atau kedudukannya. Kita mengenal beberapa energi potensial, antara lain energi potensial gravitasi, energi potensial pegas, dan energi potensial listrik. Namun, di sini kita akan fokuskan pada energi potensial gravitasi. Energi potensil gravitasi timbul karena adanya gaya gravitasi. Sebagai contoh, jika kita melepaskan benda dari ketinggian tertentu, benda itu selalu jatuh ke bawah. Hal ini terjadi karena benda itu memiliki potensial untuk jatuh. Dengan kata lain, benda itu memiliki energi potensial gravitasi.

  • Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda saat bergerak. Energi itu akan dilepaskan (hilang) jika benda berhenti (diam). Besar energi kinetik benda ditentukan oleh massa benda dan kecepatan gerak benda. Semakin besar massa benda dan semakin cepat gerak benda, energi kinetiknya semakin besar. Benda yang bergerak lurus beraturan, bergerak lurus berubah beraturan, dan bergerak melingkar memiliki energi kinetik. Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap memiliki energi kinetik konstan.

  • Energi Kimia

Energi Kimia adalah energi yang tersimpan dalam bahan makanan dan bahan bakar. Energi itu akan dilepaskan jika bahan makanan atau bahan bakar mengalami reaksi kimia. Sebagai contoh, tubuh kita memperoleh energi dari bahan makanan yang kita makan setelah bahan makanan itu mengalami perubahan (bereaksi dengan oksigen) di dalam tubuh. Demikian pula dengan bensin atau solar. Energi kimia dari bensin atau solar dapat diambil (dimanfaatkan) setelah bahan bakar itu dibakar.

  • Energi Cahaya dan Energi Panas

Energi cahaya dan energi panas adalah dua bentuk energi yang erat sekali hubungannya. Benda yang memancarkan cahaya biasanya disertai dengan panas, contohnya sinar matahari dan api. Sinar matahari sangat penting bagi makhluk hidup di bumi. Sinar matahari diperlukan oleh tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Keberadaan tumbuhan hijau sangat diperlukan oleh hewan dan manusia.

  • Energi Listrik

Energi listrik ditimbulkan oleh arus listrik. Energi listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh manusia secara langsung. Hal itu karena energi listrik mudah dibangkitkan dan mudah diubah bentuknya menjadi energi bentuk lain, misalnya energi cahaya, panas, dan gerak. Dalam kehidupan sehari-hari, energi listrik banyak digunakan untuk penerangan dan menyalakan mesin-mesin industri.

  • Energi Bunyi

Energi bunyi terdapat pada segala jenis bunyi: orang bercakap-cakap, suara kicau burung, suara alat musik dan sebagainya. Betulkan bunyi adalah energi? Jika mendengar bunyi yang sangat keras, telinga kita terasa sakit. Hal itu menunjukkan bahwa bunyi memiliki energi. Energi itulah yang merambat dari satu tempat ke tempat yang lain.


Perubahan Bentuk Energi


  1. Energi dapat berubah bentuk, kira-kira seperti itulah yang dinyatakan dalam Hukum Kekekalan Energi. Energi yang kita gunakan untuk berlari atau berjalan disebut energi kinetik (gerak). Energi tersebut merupakan hasil reaksi kimia dalam tubuh kita. Oleh karena itu, makanan yang kita makan dikatakan memiliki energi kimia. Jadi, dalam hal ini energi kimia berubah menjadi energi kinetik. Demikian pula yang terjadi pada benda jatuh.
  2. Benda yang jatuh dari ketinggian tertentu, kecepatan awalnya nol. Semakin mendekati permukaan tanah, kecepatan benda jatuh semakin besar. Kecepatan maksimal benda jatuh adalah saat menyentuh permukaan tanah. Besarnya kecepatan maksimal tersebut tergantung pada ketinggian benda dari permukaan tanah. Dalam hal ini, dapat dianggap bahwa energi potensial benda berubah menjadi energi kinetik. Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda berkaitan dengan kedudukannya (tinggi tempat).

Dua contoh kasus diatas menunjukkan bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh perubahan bentuk energi lainnya adalah sebagai berikut:

  • Energi listrik berubah bentuk menjadi energi cahaya, contohnya arus listrik dapat digunakan untuk menyediakan lampu penerangan (bohlam atau neon).
  • Energi listrik berubah bentuk menjadi energi kalor (panas), contohnya arus listrik dapat digunakan untuk memasak atau menyetrika.
  • Energi gerak berubah menjadi energi bunyi, contohnya senar yang bergetar (gitar) dapat menghasilkan bunyi.
  • Energi kimia dapat berubah bentuk menjadi energi listrik, contohnya aki atau baterai dapat digunakan untuk menghidupkan tape recorder atau radio.

Biasanya, perubahan bentuk energi yang terjadi tidak berlangsung dari satu bentuk ke satu bentuk lainnya. Akan tetapi, berlangsung dari satu bentuk ke beberapa bentuk lain. Misalnya, pada bohlam yang sedang menyala terjadi perubahan bentuk energi listrik menjadi energi cahaya dan energi panas, pada dua buah logam yang digesekkan terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi panas dan energi bunyi, pada tubuh kita terjadi perubahan energi kimia menjadi energi kinetik (aktivitas) dan energi panas.