Showing posts sorted by relevance for query macam macam kebutuhan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query macam macam kebutuhan. Sort by date Show all posts

Pengertian Kebutuhan : Macam Dan Faktor Kebutuhan Manusia

Pengertian Kebutuhan

Pengertian Kebutuhan memiliki arti luas dengan macam-macam kebutuhan serta contoh masing-masing. Begitulah kita, manusia. Manusia berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya, kebutuhan dapat berupa makanan seperti beras, dan lauk pauk, dapat pula berupa pakaian seperti baju, celana dan kaos kaki, dan juga berupa jasa seperti nonton ke bioskop, naik bus dan bantuan dokter serta bantuan hukum seperti pengacara. Lalu apakah sebenarnya kebutuhan

Kebutuhan manusia sangat banyak dan beraneka ragam. Kebutuhan ini berlangsung selama manusia itu hidup. Jumlah dan ragam kebutuhan sangat tergantung pada perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat perekonomian keadaan tempat, waktu pemenuhan, tingkat pendidikan, agama dan adat istiadat.

Meskipun kebutuhan manusia sangat banyak dan bermacammacam, namun setiap manusia terus berusaha untuk memenuhinya. Semakin besar jumlah dan jenis kebutuhan yang tercukupi, manusia akan semakin makmur. Semakin banyak barang yang dimiliki untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya, maka akan semakin kaya.

Kebutuhan adalah hal-hal mendasar yang dibutuhkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Kebutuhan manusia, baik berupa barang maupun jasa sangat banyak jumlahnya. Begitu bermacam-macamnya kebutuhan manusia sehingga kebutuhan perlu dikelompokkan.

Macam - Macam Kebutuhan Manusia

  • Kebutuhan Menurut Intensitas


  1. Kebutuhan Mutlak : Kebutuhan mutlak adalah kebutuhan yang mau tidak mau harus dipenuhi oleh setiap manusia dan tidak mungkin ditinggalkan. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka manusia akan mati. Contoh kebutuhan mutlak adalah makan dan minum.
  2. Kebutuhan Primer : Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia yang ingin hidup layak. Contoh Kebutuhan Primer antara lain: makanan, minuman, pakaian, dan rumah.
  3. Kebutuhan Sekunder : Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang timbul setelah kebutuhan primer terpenuhi.Kebutuhan ini berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.Misalnya mobil bagi orang berpenghasilan tinggi adalah kebutuhan sekunder, namun bagi orang yang berpenghasilan rendah adalah barang mewah.
  4. Kebutuhan Tersier : Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang tingkat pemenuhannya setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.

  • Kebutuhan Menurut Waktunya


  1. Kebutuhan Sekarang : Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Contoh kebutuhan sekarang antara lain, obat bagi orang sakit dan makanan bagi orang kelaparan.
  2. Kebutuhan Mendesak : Kebutuhan mendesak merupakan kebutuhan yang sangat kritis(tiba-tiba) dan sifatnya sangat insidentil. Misalnya, bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah atau bencana alam., kebutuhan konsultasi kesehatan atau pengacara.
  3. Kebutuhan Masa Akan Datang : Kebutuhan masa akan daatang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena tidak mendesak. Contoh kebutuhan masa akan datang adalah menabung.

  • Kebutuhan Menurut Sifatnya


  1. Kebutuhan Jasmani / Material : Kebutuhan jasmani adalah kebuthan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik, yaitu menjaga penampilan atau kesehatan.Misalnya, berolehraga dan mengkonsumsi makanan sehat.
  2. Kebutuhan Rohani / Nonmaterial : Kebutuhan rohani ada;ah kebutuhan yang berhubungan dengan keseshatan jiwa. Contoh kebutuhan rohani antara lain beribadah menurut agama, bersosialisasi, dan berekreasi.

  • Kebutuhan Menurut Sosial-Budaya


  1. Kebutuhan Sosial : Dalam hidp bermasyarakat manusia biasanya memounyai status atau kedudukan tertentu yang mengharuskan seseorang untuk mempunyai atau melaksanakan berbagai hal supaya dipandang layak atau pantas, Misalnya, memberikan sumbangan pada yang membutuhkan.
  2. Kebutuhan Psikologis : Kebutuhan ini berkenaan dengan sifat rohani manusia sehingga tidak bersifat ekonomis dan tidak semuanya dapat dipenuhi dengan usaha ekonomi. Mislanya kebutuhan akan rasa aman, kebahagiaan, ketentraman, dan kebebasan.

  • Kebutuhan Menurut Subjeknya


  1. Kebutuhan Individual : Kebutuhan individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu.Misalnya, seorang sekretaris membutuhkan komputer dan telepon.
  2. Kebutuhan Kolektif : Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.Misalnya, jalan, jembatan, rumah sakit, dan tempat rekreasi.

Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia


  • Faktor Keadaan 


Keadaan alam sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia, manusia melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhannya berdasarkan keadaan alam di tempat tinggalnya. Orang yang tinggal di daerah yang dingin membutuhkan pakain tebal untuk menahan dingin, sedangkan orang yang tinggal di daerah tropis cukup memakai pakaian tipis.

  • Faktor Tingkat Peradaban

Seiring berjalannya waktu tingkat peradaban semakin berkembang, perkembangan peradaban dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia. Seperti halnya transportasi, dahulu manusia tidak membutuhkan sepada motor untuk pergi ke tempat tujuannya, lain halnya dengan sekarang, setiap orang membutuhkan sepada motor atau alat transportasi lainnya untuk mengefesienkan waktunya.

  • Faktor Agama

Agama juga dapat mempengaruhi faktor kebutuhan manusia, sebagai contoh ketika menjelang hari Raya Idul Fitri, makanan untuk lebaran dan pakain muslim sangatlah di butuhkan, begitu juga dengan hari besar keagaaman lainnya, kebutuhan akan bahan bahan tertentu akan mengalami peningkatan.

  • Faktor Adat Istiadat

Adat istiadat yang berlaku pada kelompok masyarakat dapat mempengaruhi kebutuhan manusia, suatu tradisi yang dilakukan oleh adat tertentu membutuhkan kebutuhan yang berbeda dari adat lainnya.

Misalnya, pada pelaksanaan upacara adat yang dilakukan oleh adat tertentu berbeda dengan kebutuhan adat lainnya, hal tersebut dikarenakan setiap adat memilki ritual yang berbeda, oleh karena itu kebutuannya pun akan berbeda.

  • Faktor Pendidikan

Pendidikan juga mempengaruhi kebutuhan manusia, semakin tinggi tingkat pendidikannya akan semakin beragam pula kebutuhan yang di perlukannya.

  • Faktor Pekerjaan

Seseorang yang bekerja sebagai guru memiliki perbedaan kebutuhan dengan seorang petani, seorang guru membutuhkan alat tulis, buku dan perlengkapan mengajar lainnya, berbeda dengan petani, serorang petani membutuhkan alat - alat bertani seperti cangkul, traktor dan alat - alat untuk bertani lainnya. Oleh karena itu pekerjaan seseorang merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan manusia.

  • Faktor Penghasilan 

Besar kecilnya penghasilan yang di peroleh seseorang dapat mempengaruhi tingkat kebutuhannya, seseorang yang berpenghasilan kecil mungkin melengkapi kebutuhan primer saja, berbeda dengan seseorang yang memiliki penghasilan besar, tingat kebutuhannya pun akan semakin tinggi.

  • Faktor Umur

Umur juga dapat menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan manusia, kebutuhan anak - anak dan orang dewasa tentunya berbeda.

  • Tingkat kepuasan

Setiap orang memiliki tingkat kepuasaan yang berbeda. Oleh karena itu tingkat kepuasan sangatlah berpengaruh terhadap kebutuhan manusia, seseorang yang tidak  mudah puas dengan apa yang mereka peroleh biasanya memiliki tingkat kebutuhan yang lebih banyak.

Pengertian Konflik : Macam Dan Penyebab Konflik

Pengertian Konflik

Konflik berawal dari kata kerja Latin configere yang bermakna saling memukul. Dari sudut pandang sosiologis, konflik disimpulkan sebagai sebuah proses sosial antara dua orang atau lebih (dapat pula kelompok) di mana satu diantara pihak berupaya menyingkirkan pihak lain dengan menjatuhkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Tidak satu orang pun yang tak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau mungkin dengan kelompok orang lainnya, konflik akan hilang bersamaan dengan hilangnya orang-orang tersebut.

Namun, konflik tidak hanya berwujud pada pertentangan fisik. Secara umum, Pengertian Konflik Sosial (Pertentangan) adalah sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Latar belakang adanya konflik adalah adanya perbedaan yang sulit ditemukan kesamaannya atau didamaikan baik itu perbedaan kepandaian, ciri fisik, pengetahuan, keyakinan, dan adat istiadat.

Konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat. Bahkan, tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik. Tiap masyarakat pasti pernah mengalami konflik, baik konflik dalam cakupan kecil atau konflik berskala besar. Konflik yang cakupannya kecil, seperti konflik dalam keluarga, teman, dan atasan/bawahan. Sementara itu, konflik dalam cakupan besar, seperti konflik antargolongan atau antarkampung.

Konflik berawal dari kata kerja Latin configere yang bermakna saling memukul. Dari sudut pandang sosiologis, konflik disimpulkan sebagai sebuah proses sosial antara dua orang atau lebih (dapat pula kelompok) di mana satu diantara pihak berupaya menyingkirkan pihak lain dengan menjatuhkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Tidak satu orang pun yang tak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau mungkin dengan kelompok orang lainnya, konflik akan hilang bersamaan dengan hilangnya orang-orang tersebut.

Konflik dilatarbelakangi oleh ketidaksamaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu hubungan. Ketidaksamaan atau perbedaan itu salah satunya yaitu menyangkut ciri fisik, pengetahuan, kepandaian, adat istiadat, kepercayaan, serta lain sebagainya. Dengan adanya ciri-ciri individual dalam hubungan sosial, konflik adalah kondisi yang lumrah dalam tiap-tiap masyarakat serta tak satu orang pun yang tidak pernah alami konflik antar anggotanya atau mungkin dengan kelompok masyarakat yang lain.

Konflik hanya dapat hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat tersebut. Konflik bertentangan dengan integrasi. Karena Konflik serta Integrasi keduanya berjalan sebagai suatu siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol dapat membuahkan integrasi. Demikian sebaliknya, integrasi yang tidak prima bisa menciptakan konflik.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

  • Menurut Taquiri dalam Newstorm serta Davis

konflik adalah warisan kehidupan sosial yang bisa berlaku dalam beragam kondisi akibat dari pada berbangkitnya kondisi ketidaksetujuan, pro-kontra serta pertentangan diantara dua pihak atau lebih pihak dengan cara berterusan.

  • Menurut Gibson, et al 

interaksi tidak hanya dapat membuat hubungan kerja, hubungan saling bergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal semacam ini terjadi bila masing – masing komponen organisasi mempunyai kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri serta tak bekerja sama satu sama lain.

  • Menurut Robbin 

kehadiran konflik dalam organisasi tergantung oleh persepsi individu atau kelompok. Bila mereka tidak memahami bahwa terdapat konflik di dalam organisasi maka pada umumnya konflik itu dianggap tak ada. Demikian sebaliknya, bila mereka mempersepsikan kalau didalam organisasi sudah ada konflik maka konflik itu sudah menjadi kenyataan.

  • Muchlas

Dipandang sebagai tingkah laku, konflik adalah bentuk interaktif yang berlangsung pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau fdalam tingkatan organisasi. Konflik ini khususnya pada tingkatan perorangan yang begitu dekat hubungannya dengan stres.

  • Menurut Minnery

Konflik organisasi adalah hubungan antara dua atau lebih pihak yang keduanya terkait serta sama-sama bergantung, tetapi terpisahkan oleh perbedaan tujuan.

  • Robbins

Konflik dalam organisasi kerap berlangsung tidak simetris berlangsung hanya satu pihak yang sadar serta memberikan tanggapan terhadap konflik itu. Atau, satu pihak mempersepsikan ada pihak lain yang sudah atau akan menyerang dengan cara negatif.

  • Pace & Faules

Konflik adalah ekspresi pertikaian pada individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain dikarenakan beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian memperlihatkan ada ketidaksamaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, serta dialami.

  • Folger & Poole

Konflik bisa dirasa, di ketahui, diekspresikan lewat bebrapa perilaku komunikasi.

  • Myers, Kreps, Stewart

Konflik cenderung berpusat pada beberapa pemicu utama, yaitu tujuan yang ingin diraih, alokasi sumber – sumber yang diberikan, ketentuan yang diambil, ataupun perilaku tiap-tiap pihak yang terlibat.

  • Devito

Interaksi yang dimaksud komunikasi antara individu yang satu dengan yang lain, tidak bisa dipungkiri dapat menyebabkan konflik dalam level yang tidak sama.

Ada tiga pandangan mengenai konflik, yaitu :


  1. Pandangan Tradisional, menyatakan bahwa konflik harus dihindari karena akan menimbulkan kerugian. Dalam aliran ini memandang konflik sebagai sesuatu yang tidak menguntungkan, sesuatu yang buruk dan selalu merugikan dalam organisasi. Oleh karenanya, konflik harus dicegah dan dihindari sebisa mungkin dengan mencari akar permasalahannya.
  2. Pandangan Hubungan Kemanusiaan, menyatakan bahwa konflik merupakan sesuatu yang alamiah, wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok manusia. Konflik tidak selalu dipandang buruk karena memiliki potensi kekuatan yang positif di dalam menentukan kinerja kelompok. Konflik ini tidak selamanya bersifat merugikan, bahkan bisa menguntungkan, yang oleh karena itu konflik harus dikelola dengan baik.
  3. Pandangan Interaksionis, menyatakan bahwa konflik bukan sekedar sesuatu kekuatan positif dalam suatu kelompok, akan tetapi mutlak diperlukan untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja positif, dengan demikian konflik harus diciptakan. Pandangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi yang harmonis, tenang dan damai ini justru akan membuat organisasi itu menjadi statis dan tidak inovatif. Hal ini kemudian berdampak pada kinerja organisasi yang menjadi rendah.

Macam Macam Konflik

Berbicara mengenai macam macam konflik, maka konflik dibedakan dalam beberapa perspektif antara lain :

  1. Konflik Intraindividu. Konflik ini dialami oleh individu dengan dirinya sendiri karena adanya tekanan peran dan ekspektasi di luar berbeda dengan keinginan atau harapannya.
  2. Konflik Antarindividu. Konflik yang terjadi antarindividu yang berada dalam suatu kelompok atau antarindividu pada kelompok yang berbeda.
  3. Konflik Antarkelompok. Konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
  4. Konflik Organisais. Konflik yang terjadi antara unit organisasi yang bersifat struktural maupun fungsional. Contoh konflik ini : konflik antara bagian pemasaran dengan bagian produksi.

  • Macam macam konflik ditinjau dari fungsinya, yaitu :


  1. Konflik Konstruktif merupakan konflik yang memiliki nilai positif bagi pengembangan organisasi.
  2. Konflik Destruktif ialah konflik yang berdampak negatif bagi pengembangan organisasi.

  • Macam macam konflik ditinjau dari segi instansionalnya, yaitu :


  1. Konflik kebutuhan individu dengan peran yang dimainkan dalam organisasi. Tidak jarang keinginan dan kebutuhan karyawan bertentangan atau tidak sejalan dengan kepentingan dan kebutuhan organisasi. Hal ini yang bisa memunculkan konflik.
  2. Konflik peranan dengan peranan. Misalnya setiap karyawan organisasi yang memiliki peran berbeda-beda dan ada kalanya perbedaan peran tiap individu tersebut memunculkan suatu konflik, karena setiap individu tersebut berusaha untuk memainkan peran tersebut dengan sebaik-baiknya.
  3. Konflik individu dengan individu lainnya. Konflik ini seringkali muncul jika seorang individu berinteraksi dengan individu lainnya karena latar belakang, pola pikir, pola tindak, minat, kepribadian, persepsi dan sejumlah karakteristik yang berbeda antara hubungan yang satu dengan yang lain.

  • Macam macam konflik ditinjau dari segi materi atau masalah yang menjadi sumber konflik, yaitu :


  1. Konflik tujuan. Adanya perbedaan tujuan antarindividu, organisasi atau kelompok dapat memunculkan konflik.
  2. Konflik peranan. Setiap manusia memiliki peran lebih dari satu. Peran yang dimainkan ini seringkali memunculkan konflik.
  3. Konflik nilai. Nilai yang dianut seseorang seringkali tidak sejalan dengan sistem nilai yang dianut organisasi atau kelompok. Hal ini juga dapat berpotensi untuk memunculkan konflik.
  4. Konflik kebijakan. Konflik ini muncul karena seorang individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang ditetapkan organisasi.

  • Macam macam konflik menurut Mastenbroek, yaitu :


  1. Instrumen Conflicts adalah Konflik yang terjadi karena adanya ketidaksepahaman antarkomponen dalam organisasi dan proses pengoperasiannya.
  2. Socio-emotional Conflicts yaitu konflik yang berkaitan dengan identitas, kandungan emosi, prasangka, kepercayaan, citra diri, keterikatan, identifikasi terhadap kelompok, lembaga dan lambang-lambang tertentu, sistem nilai dan reaksi individu dengan yang lainnya.
  3. Negotiating Conflicts atau konflik negosiasi ialah ketegangan-ketegangan yang dirasakan pada waktu proses negosiasi terjadi, baik antara individu dengan individu maupun kelompok dengan kelompok.
  4. Power and Dependency Conflicys adalah konflik kekuasaan dan ketergantungan berkaitan dengan persaingan dalam organisasi, misalnya pengamanan dan penguatan kedudukan yang strategis.

Pengertian Biologi : Karakteristik, Macam, Cabang Dan Manfaat Biologi

Pengertian Biologi

Pada hakekatnya pengertian biologi berdasarkan kata biologi sendiri yang terdiri dari dua kata yaitu bio yang artinya makhluk hidup, dan logi atau logos yang artinya ilmu. Sebenarnya pengertian biologi banyak diberikan oleh para ilmuan tergantung dari ruang lingkup penelitian yang di lakukan.

Salah satu pengertian biologi atau ilmu hayat adalah suatu ilmu tentang kehidupan Biologi membantu manusia mengenal dirinya sebagai organisme, mengenal lingkungannya dan hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Tujuan pengajaran biologi antara lain adalah mengembangkan cara berpikir ilmiah melalui penelitian dan percobaan; mengembangkan pengetahuan praktis dari metode biologi untuk memecahkan masalah kehidupan individu dan sosial; merangsang studi lebih lanjut di bidang Biologi dan bidang lain yang berhubungan dengan Biologi serta membangkitkan pengertian dan rasa sayang kepada makhluk hidup.

Biologi merupakan salah satu ilmu dasar yang ikut menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dengan belajar biologi kita akan mempunyai kemampuan berpikir logis, sistematis dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Pembelajaran biologi dapat dihadirkan dengan memanfaatkan teknologi komputer. Pembelajaran dengan komputer akan dapat membantu memahami materi pengertian biologi, karena dengan komputer memungkinkan untuk menghadirkan bentuk pembelajaran yang menarik. Dengan komputer dapat disajikan media pembelajaran yang memuat materi pembelajaran secara tekstual, audio maupun visual.

Pengertian biologi juga merupakan salah satu ilmu dasar yang ikut menentukan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dengan belajar Biologi kita akan mempunyai kemampuan berpikir logis serta memperoleh keterampilan dalam berpikir kritis, sistematis dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Karakteristik Ilmu biologi

Kata Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu pengetahuan.Sehingga kita dapat mengartikan bahwa biologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tentang kehidupan.Objek kajian biologi berupa benda-benda yang dapat ditangkap oleh alat indra manusia dan oleh alat bantu (contohnya mikroskop).

Macam-Macam Cabang Biologi 


  • Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur bagian-bagian tubuh makhluk hidup
  • Anestesi adalah ilmu yang mempelajari pembiusan atau penghilangan rasa sakit yang berhubungan dengan operasia tau pembedahan
  • Bakteriologi adalah ilmu yang mempelajari bakteri
  • Bioteknologi adalah ilmu yang mempelajari teknik pemanfaatan organisme untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi manusia
  • Botani adalah ilmu yang mempelajari beraneka ragam tumbuh-tumbuhan
  • Ekologi adalah ulmu yang mempelajari hubungan makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya
  • Embriologi adalah ilmu yang mempelajari pertumbuhan dan perkembangan embrio
  • Entomologi adalah ilmu yang mempelajari pertumbuhan dan perkembangan embrio
  • Etologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku makhluk hidup 
  • Evolusi adalah ilmu yang mempelajari asal usul makhluk hidup dan berbagai perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan di bumi 
  • Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup
  • Genetika adalah ilmu mempelajari cara penurunan sifat makhluk hidup kepada keturunannya
  • Higiene adalah ilmu yang mempelajari berbagai usaha manusia untuk hidup sehat
  • Histologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan tubuh
  • Imunologi adalah ilmu yang mempelajari sistem kekebalan tubuh
  • Mkologi adalah ilmu yang mempelajari jamur (fungi)
  • Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung
  • Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur makhluk hidup
  • Ornitologi adalah ilmu yang mempelajari hewan golongan aves (burung)
  • Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil
  • Patologi adalah ilmu yang mempelajari organisme parasit penyebab penyakit (patogen)
  • Filogeni adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara kelompok organisme berdasarkan proses evolusinya
  • Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari penaman dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya
  • Teratologi adalah ilmu yang mempelajari kelainan atau cacat embrio dalam kandungan 
  • Virologi adalah ilmu yang mempelajari virus
  • Zoologi adalah ilmu yang mempelajari beraneka ragam hewan

Keterkaitan Biologi dengan Ilmu Lain

Seperti dalam penjelasan di atas, biologi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri, karena biologi juga merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Layaknya manusia yang saling membantu agar tetap hidup, ilmu biologi dan ilmu lainnya dapat saling menolong agar menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

  • Macam-Macam Manfaat Biologi 

Manfaat biologi dalam bidang Pertanian


  • Membantu menemukan dan mengembangkan bahan-bahan kebutuhan pokok manusia khususnya dari tanaman pertanian 
  • Menemukan macam-macam penyakit dan pengobatan dari berbagai macam penyakit
  • Penemuan bibit-bibit yang unggul pada tanaman pertanian yang dapat meningkatkan produksi pertanian sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah pangan
  • Mengungkap rahasia proses kehidupan, pewarisan sifat, dan gen sehingga dapat mengubah sifat-sifat tanaman pertanian lebih unggul 

Manfaat biologi dalam bidang Farmasi atau Obat-Obatan 


  • Menghasilkan berbagai macam obat-obatan 
  • Meneliti macam-macam penyakit untuk mnemukan obatnya/carapengobatannya
  • Memajukan perkembangan obat-obatan dan cara pengobatannya
  • Meningkatkan mutu kesehatan 
  • Meningkatkan kesehatan masyarakat
  • Membantu mengenal dan memahami tubuh dan organ-organ dalam hingga ke sel
  • Membantu memahami respons tubuh tubuh terhadap bahan kimia tertentu
  • Membantu dalam menemukan spesies yang dapat dimanfaatkan menjadi obat
  • Membantu manusia dalam menentukan proses biologis dalam pembentukan obat-obat tertentu

Manfaat biologi dalam bidang Kesehatan 



  • Membantu kita dalam mempelajari anatomi manusia
  • Dapat mengetahui keadaan normal tubuh (fisiologi) dan keadaan abnormal (patologi)
  • Pemanfaatan ilmu cabang biologi seperti bayi tabung, transplantasi organ tubuh, bioteknologi, dan donor baru. 

Manfaat biologi dalam bidang Perikanan 


  • Pembuatan tambak-tambak, rumpon, dan karamba jalaapung
  • Pelestarian mangrove, lamun, dan terumbu karang

Manfaat biologi dalam bidang Industri 


  • Memproduksi yogurt, alkohol, kecap, tape, roti, dan nata de coco dll.
  • Memproduksi vaksin dan obat
  • Produk makanan prebiotik dan probiotik dari serat tumbuhan dan mikroorganisme dalam tubuh agar tetap sehat

Manfaat biologi dalam bidang Bioteknologi


  • Rekayasa genetika, kloning, dan kultur jaringan
  • Proses penguraian minyak mentah yang tumpah ke laut dengan memanfaatkan bakteri

Manfaat biologi dalam bidang Peternakan


  • Membantu dalam menemukan bibit hewan unggul 
  • Penemuan berbagai ternal varietas unggul, seperti sapi pedaging, domba pedaging, ayam penghasil banyak telur, sapi penghasil banyak susu, ayam pedaging. 
  • Ditemukan teknik kawin silang (hibridisasi) dan teknik kawin sunting (inseminasi buatan)


Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit. Pengertian Satelit, Bentuk Satelit, Peranan atau Fungsi Satelit, Satelit Alami, Satelit Buatan, dan Cara Kerja Satelit.

Pengertian Satelit

Sumber: tekno.kompas.com
Satelit yakni benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi spesifik. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, satelit yakni bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang semakin besar, misalnya bulan yang mengedari bumi. Satelit dapat mengitari planet karena adanya gaya gravitasi planet.

Bentuk dan Peranan Satelit 

Satelit Alami 
Sumber: cintasains.com
Satelit alami yakni satu di antara benda luar angkasa yang udah ada (bukan buatan manusia) yang mengorbit satu planet. Satelit alami bumi yakni bulan. Sepanjang mengitari bumi, bulan alami tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengitari bumi dan revolusi bulan mengitari matahari.

Rotasi yaitu gerakan peruputaran bulan pada porosnya, ketika rotasi bulan yakni satu bulan (29hari), sedangkan revolusi yaitu gerakan mengedarnya bulan mengitari bumi. Mengakibatkan, jika dilihat dari bumi, bentuk bulan akan berubah-ubah, hal semacam ini disebut juga dengan fase bulan.

Dalam sekali revolusi, bulan alami beberapa fase satu diantaranya bulan baru – bulan sabit – bulan setengah – bulan bungkuk – bulan purnama – bulan bungkuk – bulan setengah – bulan sabit – bulan baru.

Tidak cuma berotasi dan berevolusi, bulan bersama bumi juga mengitari matahari. Waktu yang diperlukan bulan untuk mengitari matahari sama saja dengan waktu yang diperlukan bumi untuk mengitari matahari, yaitu satu tahun.

Bulan mengitari matahari sekali dalam satu tahun, sedangkan mengitari bumi 12 kali dalam satu tahun, sampai revolusi bulan seringkali dijadikan penanggalan masehi/hijriah.

Tentang peranan satelit alami (bulan) diataranya yaitu: 
  1. Secara tidak langsung membuat perlindungan untuk planet yang diorbitnya dari hantaman benda langit lain seperti komet dan asteroid 
  2. Dapat mengontrol kecepatan rotasi satu planet karena efek gravitasional tidal wave 
  3. Menyeimbangkan perputaran siklus air laut yang menyebabkan pasang surut air laut 
  4. Kurangi efek yang ditimbulkan akibat radiasi cahaya ultraviolet 
  5. Berikan penerangan ketika malam hari 
Contoh satelit alami yang lain satu diantaranya yakni Callisto, Ganymede, dan Io yang mengorbit planer Jupiter, serta Titan yang mengorbit planet Saturnus.

Satelit Buatan
Sumber: kopi-ireng.com
Satelit buatan yakni satu di antara benda luar angkasa buatan manusia yang mengorbit satu planet yang dalam membuatnya memiliki bentuk dan manfaat spesifik dengan maksud untuk kepentingan manusia. Berikut ini yaitu beberapa bentuk satelit bersumber pada peranannya:
  1. Satelit navigasi, bertindak untuk penerbangan dan pelayaran. Satelit ini akan memberi informasi posisi pesawat terbang dan kapal yang sedang dalam perjalanan. 
  2. Satelit geodesi, bertindak untuk melakukan pemetaan bumi dan mendapatkan informasi tentang grafitasi. 
  3. Satelit komunikasi bertindak untuk komunikasi seperti radio, tv, dan telephone. 
  4. Satelit meteorologi, bertindak untuk menyelidiki atmosfer bumi manfaat melakukan peramalan cuaca. 
  5. Satelit riset, bertindak untuk menyelidiki tata surya dan alam semesta secara lebih bebas tanpa dipengaruhi oleh atmosfer. Satelit ini berusaha mendapatkan data-data tentang matahari dan bintang-bintang lain untuk membuka rahasia alam semesta. 
  6. Satelit militer, bertindak untuk kebutuhan militer satu negara, misalnya mengintai kapabilitas senjata lawan. 
  7. Satelit survey sumber daya alam, bertindak untuk memetakan dan menyelidiki sumber-sumber alam dibumi untuk kebutuhan pertambangan, pertanian, perikanan dan lain-lain 
Bersumber pada ketinggian garis edarnya, satelit dibedakan jadi tiga bentuk, salah satunya: 
  1. Satelit LEO (Low Earh Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar rendah yaitu diantara 500 km sampai 10.000 km dari permukaan bumi. Waktu revolusi satelit ini yakni 2 sampai 6 jam. Contoh satelit ini yakni Iridium, Global Star, Elipsat, Odessey, dan Constellation 
  2. Satelit MEO (Medium Earth Orbit) yaitu satelit yang bergaris edar menengah yaitu salah satunya 10.000 km sampai 20.000 km. Waktu revolusi satelit ini antara 6 sampai 12 jam. 
  3. Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global) yaitu satelit yang ada pada orbit geostasioner yaitu 36.000 km dari permukaan bumi. Orbit stasioner yakni orbit yang menyebabkan waktu reovolusi satelit sama saja dengan rotasi bumi, yaitu satu hari. Contoh satelit ini yakni satelit palapa dan intelsat. 

Cara Kerja Satelit

Sumber: tandapagar.com
Satelit yang mengitari bumi pada orbitnya akan dikendalikan oleh Master Control Station di stasiun bumi. Pengendalian satelit yang ada beberapa puluh ribu km. dari bumi menggunakan sistem otomatis yang didasarkan atas dua sistem pengendalian, yaitu Spin Stabillized Satellite dan Three Axiz Body Stabillized.

Spin Stabillized Satellite yaitu langkah pengendalian satelit lewat cara menggerakan body satelit secara berputar untuk menuju ke satu posisi spesifik yang diinginkan. Satelit secara teori akan diam pada posisinya di orbit, pada kenyatannya akan berubah dari orbit yang sebenarnya.

Three Axiz Body Stabillized yaitu pengontrolan posisi satelit bersumber pada sumbu koordinal X, Y, dan Z. dari ketiga sumbu itu akan dipetakan jadi posisi pitch, roll and yaw.

Kerja satelit terbagi dua, yaitu langkah uplink dan downlink. Upulink yakni transmisi yang dikirim dari planet bumi menuju satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Pada dasarnya, komunikasi satellit dan langkah kerjanya berguna sebagai repeater di langit, satelit juga menggunakan transponders, yaitu alat yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Umumnya komunikasi satelit menggunkan begit banyak transponders. Beberapa hal lain yang penting perannya dalam jaringan komunikasi satelit yakni antena satelit, karena benda ini bertindak sebagai penerima transisi di setiap lokasi di dunia.

Sedangkan satu satelit spancing (penempatan satelit) digunakan dalam melakukan transmisi lebih mudah bersumber pada wilayahnya. Power sistem yang digunakan oleh satelit didapat dari cahaya matahari yang dirubah bentuk jadi listrik yang menggunkan sel surya (solar cells) Pesawat luar angkasa yang berada lama di ruang angkasa membangkitkan tenaga dengan daya matahari.

Pesawat mendapatkan daya matahari itu dengan menggunakan susunan seperti sayap besar yang diberi nama panel surya, setiap panel surya tersusun atas banyak sel yang lebih kecil sel surya menghasilkan tenaga listrik ketika terkena cahaya. Beberapa sel itu di buat dari bahan yang disebut juga dengan silikon.

Panel surya hanya akan bekerja jika saat menghadap ke arah matahari, dan satelit dilengkapi dengan sensor yang mencari arah sinar. Motor menggerakkan panel dihadapkan ke sinar matahari. Satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Satelit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam-Macam Satelit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Satelit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Laporan Keuangan : Macam, Pengguna Dan Tujuan Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan atau organisasi pada suatu periode akuntansi Pengertian, Jenis/Macam-macam, dan Tujuan Laporan Keuangan yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan/organisasi tersebut. (Wikipedia)

Laporan keuangan adalah informasi yang disajikan untuk membantu stakeholders dalam membuat keputusan sosial, politik dan ekonomi sehingga keputusan yang diambil bisa lebih berkualitas (Mahmudi, 2007:11).

Laporan keuangan merupakan ringkasan dari proses pencatatan, yang merupakan ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh pihak manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas yang dibebankan kepadanya oleh pemilik perusahaan (Baridwan, 1997).

Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 komponen diantaranya :

  • laporan laba rugi, 
  • laporan perubahan modal, 
  • neraca, 
  • laporan arus kas, 
  • dan catatan atas laporan keuangan.  
Perusahaan dianjurkan untuk menyajikan laporan keuangan yang menjelaskan karakteristik utama yang mempengaruhi kinerja keuangan, posisi keuangan perusahaan dan kondisi ketidakpastian (IAI, 2007).

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

  • SOFYAN S. HARAHAP

Laporan keuangan merupakan laporan yang menggambarkan kondisi keuangan serta hasil usaha dari sebuah perusahaan pada periode tertentu. Lapkeu juga dapat menjadi gambaran kapabilitas sebuah perusahaan, apakah perusahaan tersebut dalam kondisi manajemen yang baik atau tidak.

Di samping itu, adanya laporan keuangan juga sangat membantu perusahaan untuk menentukan kebijakan ekonomi bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan tersebut.

  • MUNAWIR

Laporan keuangan ialah data historis yang juga merupakan laporan kemajuan suatu perusahaan. Lebih lanjut lagi, beliau memaparkan bahwa lapkeu terdiri dari data yang merupakan kombinasi fakta-fakta, prinsip keuangan, kebiasaan dalam akuntansi, serta pendapat pribadi.

  • ZAKI BARIDWAN

Laporan keuangan merupakan rangkuman transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode buku yang bersangkutan.

Macam-Macam Laporan Keuangan

  • Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi, adalah laporan keuangan yang menyajikan detail atau rincian pendapatan yang diperoleh dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan atau mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian pada periode tersebut.

  • Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Laporan perubahan modal, adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama satu periode akuntansi, berfungsi untuk mengetahui apakah modal perusahaan bertambah atau berkurang.

  • Neraca (Balance Sheet)


Neraca, adalah laporan keuangan yang menunjukkan jumlah harta, utang, dan modal dari sebuah perusahaan selama satu periode akuntansi di perusahaan tersebut.

  • Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Laporan arus kas, adalah laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui arus kas masuk dan kas keluar, dan juga melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode. Arus kas masuk seperti pendapatan atau pinjaman dari pihak lain sedangkan arus kas keluar seperti biaya-biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan.

  • Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan, adalah laporan keuangan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan lain yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi atau penjelasan secara rinci atau detail yang dianggap perlu terhadap laporan keuangan yang ada. Tujuannya agar pengguna laporan keuangan menjadi jelas dengan data yang disajikan.

Pengguna Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada dasarnya hanya digunakan oleh segelintir orang saja. Tidak semua orang mau dan juga diperbolehkan untuk menggunakan laporan keuangan sebuah perusahaan. Beberapa pihak yang biasanya menggunakan laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Investor

Para penanam modal alias investor memiliki kepentingan untuk mengetahui laporan keuangan perusahaan tempat mereka menanamkan modalnya. Laporan keuangan dapat membantu para investor untuk membuat keputusan apakah mereka harus membeli atau menjual investasi tersebut.

  • Karyawan

Laporan keuangan juga dapat memberikan gambaran mengenai stabilitas keuangan perusahaan kepada para karyawannya. Melalui lapkeu, para karyawan dapat memperkirakan serta menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan upah, kesempatan kerja, dan manfaat pensiun.

  • Pemerintah

Pemerintah melalui lembaga-lembaga yang mewakilinya juga memiliki hak untuk mengetahui laporan keuangan suatu perusahaan. Hal tersebut berkaitan dengan alokasi sumber daya serta menetapkan kebijakan pajak yang harus dikenakan terhadap perusahaan yang bersangkutan.

  • Kreditur

Para pemasok dan kreditur usaha tertarik untuk menggunakan laporan keuangan agar dapat memastikan jumlah dana yang terhutang dapat dibayarkan perusahaan tepat ketika jatuh tempo.

  • Pelanggan

Pelanggan berkepentingan untuk menggunakan laporan keuangan terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan perusahaan. Lapkeu juga dapat memberikan gambaran kepada para pelanggan mengenai keberlangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan.

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (IAI, 2007) tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan yang berguna untuk membuat keputusan ekonomi dan menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Untuk mencapai tujuan ini, laporan keuangan memberikan informasi tentang perusahaan yang meliputi: (1) aset; (2) kewajiban; (3) modal/ekuitas; (4) pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian; dan (5) arus kas.
Accounting Principles Board Statement No. 4 (dalam Belkaoui, 2006, h.212) mengklasifikasikan tujuan laporan keuangan menjadi 3 yaitu tujuan khusus, tujuan umum, dan tujuan kualitatif, dan menempatkan mereka di bawah suatu kumpulan pembahasan. Tujuan-tujuan ini dapat diringkas sebagai berikut:

  • Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan lain dalam posisi keuangan.
  • Tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut:


  1. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber kekuatan ekonomi dan kewajiban bisnis untuk mengevaluasi keuntungan dan kerugian, menunjukkan pendanaan dan investasi, evaluasi kemampuan untuk memenuhi komitmennya, menunjukkan berbagai dasar sumber daya bagi pertumbuhannya.
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk membuat keuntungan agar dapat menyajikan harapan pengembangan dividen kepada investor; menunjukkan kemampuan operasi perusahaan dalam membayar kreditor dan pemasok, menyediakan lapangan kerja bagi karyawankaryawannya, membayar pajak, dan menghasilkan dana untuk ekspansi bisnis; memberikan informasi untuk perencanaan dan pengendalian terhadap manajemen; menyajikan keuntungan jangka panjang.
  3. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk memperkirakan potensi pendapatan bagi perusahaan.
  4. Untuk memberikan informasi lain yang diperlukan mengenai perubahan dalam sumber daya ekonomi dan kewajiban.
  5. Untuk mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pengguna laporan.


  • Tujuan kualitatif dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:


  1. Relevansi, yang berarti pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk memberikan bantuan kepada pengguna dalam keputusan ekonomi mereka.
  2. Dapat dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi yang jelas, namun pengguna harus dapat memahaminya.
  3. Dapat diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh pengukuran yang independen, dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.
  4. Netralitas, yang berarti bahwa informasi akuntansi yang ditujukan kepada kebutuhan umum dari pengguna, bukan kebutuhan khusus dari pengguna pengguna tertentu.
  5. Ketepatan waktu, yang berarti komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari keterlambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  6. Komparabilitas (daya banding), yang secara tidak langsung berarti perbedaan-perbedaan yang terjadi seharusnya bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntansi keuangan yang diterapkan.
  7. Kelengkapan, yang berarti sudah dilaporkannya semua informasi yang secara wajar memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain.

Pengertian Kredit : Fungsi, Unsur, Tujuan, Dan Prinsp Kredit

Pengertian Kredit

Istilah Kredit berasal dari bahasa latin yaitu credere yang berarti kepercayaan, atau credo yang berarti saya percaya, artinya kepercayaan dari kreditor (pemberian pinjaman) bahwa debitornya (penerima pinjaman) akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai dari perjanjian kedua belah pihak.

Pengertian kredit yang lebih mapan untuk kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 yang menyatakan bahwa kriteria adalah penyediaan uang / tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

Pengertian Kredit menurut Para Ahli- Berikut beberapa pendapat para ahli yang telah menyumpangkan pemikiran dalam mendefinisikan arti kredit antara lain sebagai berikut :
  • Brymont P.Kent: Pengertian kredit menurut pendapat Brymont P. Kent adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban melakukan pembayaran pada waktu diminta atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang pada waktu sekarang. 
  • Rolling G. Thomas: Menurutnya, pengertian kredit adalah kepercayaan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang. 
  • Amir R. Batubara: Menurut Amir. R. Batubara, pengertian kredit adalah pemberian prestasi yang kontra prestasinya akan terjadi sejumlah uang di masa yang akan datang
  • Firdaus dan Ariyanti: Pengertian kredit menurut firdaus dan ariyanti yang mendefinisikan arti kredit adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang yang memungkinkan ia bisa memperoleh uang, barang-barang atau tenaga kerja, dengan jalan menukarkan dengan suatu perjanjian untuk membayarnya disuatu waktu yang akan datang. 
  • Melayu S.P. Hasibuan: Arti kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai perjanjian yang telah disepakati. 
  • Anwar: Pengeritan kredit menurut Anwar adalah pemberian prestasi (jasa) oleh pihak yang satu ke pihak yang lain dan prestasinya dikembalikan dalam jangka waktu tertentu bersama uang sebagai kontraprestasinya (balas jasa). 
  • Thomas Suyatno: Kredit adalah penyediaan uang yang disamakan tagihan-tagihannya yang sesuai dengan persetujuan antara peminjam dan meminjamkan. 
  • Muljono: Menurut Muljono, pengertian kredit adalah kemampun untuk menjalankan pembelian atau melaksanakan suatu pinjaman dengan perjanjian untuk membayar di waktu yang telah ditentukan. 
  • Dr. Al-Amin Ahmad: Menurutnya, pengertian kredit adalah membayar hutang yang dilakukan secara berangsur-angsur pada tempi yang ditetapkan atau ditentukan. 

Fungsi Kredit

Kredit di awal perkembangan fungsinya untuk merangsang kedua belah pihak untuk saling menolong dengan tujuan pencapaian kebutuhan, baik itu dalam bidang usaha atau kebutuhan sehari-hari. Kredit dapat memenuhi fungsinya jika secara sosial ekonomis baik bagi debitur, kreditur, atau masyarakat membawa pengaruh yang lebih baik.

Fungsi Kredit - Dari manfaat yang nyata dan juga manfaat yang diharapkan, maka kredit dalam kehidupan perekonomian dan perdagangan memiliki fungsi. Macam-macam fungsi kredit adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan daya guna uang
  2. Meningkatkan kegairahan berusaha 
  3. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang 
  4. Merupakan salah satu alat stabiltias perekonomian 
  5. Meningkatkan hubungan internasional
  6. Meningkatkan daya guna dan juga peredaran barang
  7. Meningkatkan pemerataan pendapatan 
  8. Sebagai motivator dan dinamisator kegiatan perdagangan dan perekonomian 
  9. Memperbesar modal dari perusahaan 
  10. Dapat meningkatkan IPC (income per capita) masyarakat
  11. Mengubah cara berfikir dan tindakan masyarakat agar bernilai ekonomis

Unsur-Unsur Kredit 

Unsur-Unsur Kredit - Unsur-unsur yang terdapat dalam pemberian pada fasilitas kredit adalah sebagai berikut :
  • Kepercayaan adalah suatu keyakinan terhadap pemberi kredit untuk diberikan benar-benar diterima kembali di masa yang akan datang sesuai dalam jangka waktu kredit. Bank memberikan kepercayaan atas dasar melandasi mengapa suatu kredit dapat berani di kucurkan.
  • Kesepatakan dalam suatu perjanjian yang setiap pihak (si pemberi kredit kepada si penerima kredit) menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing. Kesepakatan berada dalam suatu akad kredit dan ditandatangani oleh kedua belah pihak sebelum kredit dikucurkan. 
  • Jangka Waktu Dari jangka waktu yang telah disepakati bersama mengenai dari pemberian kredit oleh pihak bank dan pelunasan kredit oleh pihak nasabah debitur. 
  • Risiko Dalam menghindari resiko buruk dalam perjanjian kredit, sebelumnya telah dilakukan perjanjian pengikatakan angunan atau jaminan yang dibebankan kepada pihak nasabah debitur atau peminjam. 
  • Prestasi merupakan objek yang berupa bunga atua imbalan yang telah disepakati oleh bank dan nasabah debitur. 

Tujuan Kredit 

Tujuan kredit adalah sebagai berikut :

  1. Mendapatkan pendapatan bank pada hasil bunga kredit yang diterima 
  2. Memproduktifkan dan memanfaatkan dana-dana yang ada
  3. Menjalankan pada kegiatan operasionak bank 
  4. Menambah modal kerja di perusahaan
  5. Mempercepat lalu lintas pembayaran 
  6. Meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan dari masyarakat

Prinsip-Prinsip/Syarat Kredit

Dalam mendapatkan kredit, terdapat macam-macam prosedur yang harus dilewati yang ditentukan oleh bank atau lembaga keuangan agar berjalan dengan baik dan sehat terdapat sebutan 6 C yang merupakan prinsip-prinsip kredit antara lain sebagai berikut :
  1. Character (kepribadian/watak): Kepribadian adalah sifat atau watak pribadi dari debitur untuk mendapatkan kredit, seperti kejujuran, sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya.
  2. Capacity (kemampuan): Kemampuan adalah kemampuan modal yang dimiliki untuk memenuhi kewajiba tepat pada waktunya, khususnya dalam likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan soliditasnya.
  3. Capital (modal): Modal adalah kemampuan debitur dalam melaksanakan kegiatan usaha atau menggunakan kredit dan mengembalikannya.
  4. Collateral (jaminan): Jaminan adalah jaminan yang harus disediakan untuk pertanggung jaaban jika debitur tidak dapat melunasi utangnya.
  5. Condition of Economic (kondisi ekonomi): Kondisi ekonomi adalah keadaan ekonomi suatu negara secara menyeluruh dan memberikan dampak kebijakan pemerintah di bidang moneter, terutama berhubungan dengan kredit perbankan
  6. Constrain (batasan atau hambatan): Batasan atau hambatan adalah penilaian debitur yang dipengaruhi oleh hambatan yang tidak memungkinkan seseorang untuk usaha di suatu tempat. 
Walaupun terdapat prinsip-prinsip kredit yang dikenal dengan 6 C, terdapat juga prinsip-prinsip kredit yang dikenal dengan 4 P antara lain sebagai berikut :
  1. Personality: Personality adalah penilaian bank mengenai kepribadian peminjam, misalnya riwayat hidup, hobinya, keadaan keluarga (istri atau anak), social standing (pergaulan di masyarakat serta bagaimana masyarakat mengenai diri si peminjam dan sebagainya. 
  2. Purpose: Purpose adalah bank menilai peminjam mencari dana mengenai tujuan atau keperluan dalam penggunaan kredit, dan apakah tujuan dari penggunaan kredit itu sesuai dengan line of business kredit bak bersangkutan.  
  3. Payment: Payment adalah untuk mengetahui kemampuan dari debitur mengenai pengembalian pinjaman yang diperoleh dari prospek kelancaran penjualan dan pendapatan sehingga diperkirakan kemampuan pengembalian pinjaman dapat ditinjau waktu jumlahnya.  
  4. Prospect: Prospect adalah harapan usaha di maa yang akan datang dari calon debitur. 
3 Tips dan Trik Membaca Cepat (Terbaik!)

3 Tips dan Trik Membaca Cepat (Terbaik!)

Tips dan Trik Membaca Cepat – Membaca cepat ialah salah satu teknik membaca dengan kecepatan tertentu. Terdapat suatu kondisi yang mengharuskan kita untuk memilih teknik ini karena keterbatasan waktu serta kebutuhan yang mendesak, sehingga kita dituntut untuk mengetahui ide pokok dari sebuah teks dalam waktu singkat.

Biasanya, membaca cepat dilakukan ketika kita sedang membaca teks dalam ujian. Serta, untuk memudahkan Anda membaca secara cepat, silakan lihat beberapa tips yang berguna di bawah ini:

1. Hindari Hal-Hal yang Dapat Mengurangi atau Menghambat Kecepatan Membaca


Beberapa kesalahan kerap terjadi dalam membaca cepat. Sehingga dapat mengurangi kecepatan kita untuk menyelesaikan bacaan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan hambatan dalam membaca cepat, yaitu:

Subvokalisasi

Hal pertama yang harus dihindari ialah membaca dengan membunyikan suara. Hal ini dapat mengurangi kecepatan membaca. Selain itu, fokus dan pemahaman pun menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, pakar membaca cepat menyarankan agar teknik membaca cepat dapat dilakukan dengan membaca dalam hati saja. 

Regretio

Kesalahan lain yang dapat terjadi ialah kita mungkin terlalu fokus pada satu kata atau kalimat yang dapat membuat kita berimajinasi dengan kata-kata tersebut. Tentu saja, apabila ini terjadi, maka kecepatan kita berkurang drastis. 

Back Skipping

Masih serupa seperti pada kesalahan poin (2), back skipping adalah kesalahan dimana kita hanya mengulang-ulang bagian yang sama dalam teks. Misalnya kita terlalu fokus pada satu kalimat kemudian membacanya lagi dan lagi. Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi kecepatan membaca yang seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu tertentu. Selain itu, kesalahan ini dapat membuat mata kita lelah terhadap bacaan berikutnya.

Advertisement

2. Latih Ketajaman Mata


Perlu diketahui, bahwa membaca cepat sangat bergantung pada kekuatan mata. Mata kita memiliki daya akomodasi tertentu, dan memiliki batas untuk tetap fokus. Oleh karena itu, pembaca membutuhkan asosiasi antara mata dengan pemahaman yang tinggi untuk tetap dapat menyerap bacaan dengan cepat. Adapun salah satu cara ialah melatih hal tersebut secara kontinu. Beberapa hal yang dapat digunakan untuk melatih ketajaman mata adalah:

a. Melatih otot mata

Agar tidak mudah lelah, cobalah gerakkan bola mata ke atas, ke bawah, ke kiri, ke samping dalam kondisi mata terpejam. Lakukan lima menit sebelum membaca dan terapkan secara rutin. Dengan menggerak-gerakkan mata dalam kondisi terpejam, maka Anda dapat memaksimalkan kinerja otot dan juga koordinasi dengan otak.

b. Melatih fokus mata

Fokus mata dapat dilakukan dengan melatih arah bola mata. Caranya, pancing pandangan bola mata untuk mengikuti gerak telunjuk tangan yang digerak-gerakan ke kanan dan ke kiri. Latihan ini bertujuan agar gerak bola mata dapat mengikuti bacaan tanpa harus diikui dengan gerak kepala yang ikut ke kanan dan ke kiri saat membaca.

c. Melatih pernafasan

Meskipun latihan ini tak terkait dengan latihan mata, namun pernafasan juga dapat mempengaruhi kecepatan membaca. Dalam membaca cepat, diperlukan energi yang tinggi untuk tetap fokus dan memahami informasi yang terkandung. Oleh karenanya, otak tidak boleh kekurangan pasokan oksigen. Dengan demikian, pembaca harus melatih teknik pernafasan seperti layaknya seorang penyanyi.

Caranya mudah, Anda hanya perlu menarik nafas panjang kemudian keluarkan secara perlahan. Kombinasikan dengan posisi duduk yang nyaman agar tercipta rasa rileks. Kondisi yang nyaman juga berpengaruh terhadap kemampuan otak untuk menyerap informasi yang ada. 

3. Gunakan Teknik dan Model yang Dapat Meningkatkan Kecepatan Membaca


Macam-macam teknik membaca cepat:

a. Scanning

Pada teknik ini, tidak semua kata dalam teks harus Anda baca. Membaca cepat dengan scanning dilakukan dengan membaca bagian-bagian yang menjadi kunci saja. Artinya, dalam scanning membaca dilakukan dengan melompat-lompat. Pembaca harus memiliki asosiasi atau kepekaan yang tinggi dalam membaca dengan teknik ini. Agar dapat dengan mudah dilakukan, maka bacalah judul, atau kalimat-kalimat pertama dalam teks yang biasanya merupakan kalimat kunci atau ide pokok. 

b. Skimming

Teknik membaca skimming hampir sama dengan scanning. Skimming berarti membaca secara garis besar suatu wacana atau disebut juga dengan membaca sekilas. Teknik skimming dapat dilakukan dengan melihat daftar isi untuk mengetahui secara umum isi dari suatu buku. Jika mendapatkan bagian yang diinginkan maka pembaca akan membaca dengan dalam bagian tersebut. Dengan demikian, skimming merupakan teknik yang dilakukan dengan membaca terlebih dulu secara garis besar kemudian membaca secara mendalam bagian yang diinginkan. 

Macam-macam model membaca cepat:

Model line by line

Model ini disebut juga dengan model garis per garis yaitu suatu model membaca cepat yang dilakukan dengan membaca kalimat per kalimat, baris per baris, serta dilakukan dari awal sampai akhir. Untuk memudahkan agar tidak ada kata yang terlewat, maka gunakanlah telunjuk atau stik yang dapat membantu menunjuk baris yang hendak dibaca. Meski model ini membaca tiap kata dalam baris, namun teknik membacanya tetap membaca cepat, artinya mata harus cepat menangkap kata per kata dalam baris. Dan seperti yang seharusnya, model ini akan efektif jika dibaca dalam hati saja. Biasanya model ini digunakan untuk membaca bahan teks padat atau materi yang masih baru. 

Model spiral

Tidak seperti model line by line, membaca cepat dengan model ini memiliki cara yang unik, karena pembaca tidak membaca baris perbaris. Pembaca melakukannya secara spiral (bentuk ziggaz), dengan demikian, tidak semua kata dalam kalimat terbaca. Oleh karena itu, dibutuhkan nalar yang tinggi oleh pembaca untuk menyimpulkan isi dari teks tersebut. 

Model melingkar

Model ini biasanya digunakan untuk membaca bacaan ringan seperti koran, majalah, dan lainnya. Dalam model ini, pembaca tak perlu membaca kata per kata atau kalimat per kalimat. Pembaca hanya perlu mencari kata kunci dalam teks tersebut, kemudian menyimpulkan isi teks berdasarkan kata kunci yang ditemukan. 

Wirausaha di Bidang Kerajinan

wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi. Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu, dan kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.

1. Kebutuhan Pasar Produk Kerajinan
Indonesia sangat kaya baik dari kekayaan alam maupun budayanya. Komoditas produk negara Indonesia banyak dikenal di mancanegara. Misalnya, furnitur dan kerajinan. Ada banyak pengusaha asal Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari usaha furnitur dan kerajinan tersebut, baik yang sifatnya lokal maupun yang sudah go internasional. Apalagi di daerah sekitar lokasi pariwisata sudah bisa dipastikan banyak warga Indonesia yang berjualan produk kerajinan. Indonesia memiliki banyak tempat wisata dan menjadi prospek bisnis kerajinan yang sangat baik.

Produk kerajinan sangat banyak manfaatnya. Ada yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Ada juga yang hanya sekadar untuk hiasan. Bahkan, terkadang menjadi cindera mata hingga menjadi barang yang memiliki prestise yang tinggi bagi pemiliknya.

2. Menganalisis Peluang Usaha Produk Kerajinan
Menganalisis peluang usaha pada produk kerajinan dimaksudkan untuk menemukan peluang dan potensi usaha produk kerajinan yang dapat dimanfaatkan, serta untuk mengetahui besarnya potensi usaha yang tersedia dan berapa lama usaha dapat bertahan. Ancaman dan peluang selalu menyertai suatu usaha sehingga penting untuk melihat dan memantau perubahan lingkungan dan kemampuan adaptasi dari suatu usaha agar dapat tumbuh dan bertahan dalam persaingan.

Pemetaan potensi usaha produk kerajinan dapat didasarkan pada ciri khas kerajinan dari setiap daerah. Pemetaan potensi menjadi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah. Terdapat beberapa cara atau metode dalam melakukan pemetaan potensi usaha produk kerajinan, baik secara kuantitaif maupun kualitatif.

Analisis SWOT adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha produk kerajinan didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif adalah dengan memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), serta meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Analisis ini didahului oleh proses identifikasi faktor eksternal dan internal. Untuk menentukan strategi yang terbaik, dilakukan pembobotan terhadap tiap unsur SWOT berdasarkan tingkat kepentingan.

Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pengembangan usaha produk kerajinan sebagai alat penyusun strategi. Analisis SWOT didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang tetapi secara bersamaan dapat menimbulkan kelemahan dan ancaman. Analisis SWOT dapat menentukan strategi pengembangan usaha produk kerajinan dalam jangka panjang sehingga arah tujuan dapat dicapai dengan jelas dan dapat dilakukan pengambilan keputusan secara cepat.

Analisis SWOT dilakukan dengan mewawancarai pengusaha kerajinan dengan menggunakan kuisioner. Hal-hal yang perlu diwawancarai seperti aspek sosial, ekonomi, dan teknik produksi kerajinan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan usaha produk kerajinan.

Secara rinci ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menganalisis peluang usaha produk kerajinan, yaitu sebagai berikut

a. Penetapan Kelayakan Usaha Produk Kerajinan
Menemukan jawaban tentang apakah peluang usaha produk kerajinan dapat dijual, berapa biaya yang dikeluarkan serta mampukah produk kerajinan tersebut menghasilkan laba. Pada tahap analisis kelayakan usaha produk kerajinan iniada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut.

1) Analisis Kelayakan Teknis
Sebelum peluang usaha baru diimplementasikan, dilihat dari aspek teknis perlu dilakukan analisis. Dalam melaksanakan analisis kelayakan teknis, perlu diperhatikan berbagai macam teknis pembuatan karya kerajinan seperti yang telah kamu pelajari pada materi terdahulu.

2) Analisis Peluang Pasar
Seorang wirausahawan yang akan membuka usaha baru selalu membutuhkan informasi tentang pasar karena tujuan dari pemasaran adalah untuk memenuhi permintaan pelanggan. Oleh karena itu, diperlukan riset pasar untuk menemukan pasar yang menguntungkan, memilih produk kerajinan yang dapat dijual, menerapkan teknik pemasaran yang baik dan merencanakan sasaran pelanggan. Tujuan riset pasar adalah mengumpulkan informasi untuk pengambilan keputusan tentang usaha kerajinan yang akan dibuka.

3) Menentukan Jumlah Pembelian Potensial dalam Tiap-Tiap Segmen Pasar
Langkah ketiga ini terkait dengan perkiraan konsumen potensial dari produk kerajinan baru oleh tiap-tiap segmen pasar pada periode sekarang dan yang akan datang. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi ini adalah dengan memilih agen untuk menguji pasar.

4) Sumber Informasi Pasar
Adalah informasi untuk mengevaluasi peluang pasarmasa sekarang dan yang akan datang dari usaha produk kerajinan. Dua pendekatan untuk memperoleh data tentang informasi tersebut adalah mengadakan penelitian secara spesifik yang dirancang untuk mengumpulkan informasi yang dinamakan dengan data primer, dan menemukan data-data relevan yang berasal dari lembaga seperti biro pusat stastistik, kantor dinas pariwisata dan perindustrian, maupun biro penelitian yang disebut dengan data sekunder.

5) Uji Coba Pasar
Uji coba pasar cenderung menjadi teknik riset yang utama untuk mengurangi risiko yang ada pada usaha produk kerajinan baru dan menilai keberhasilannya. Metode yang digunakan dalam uji coba pasar adalah pameran perdagangan, menjual pada sejumlah konsumen terbatas, dan menggunakan uji coba pasar di mana penerimaan calon pembeli bisa diamati dan dianalisis lebih dekat. Uji coba pasar juga memberikan kemungkinan paluang dalam pemasaran, distribusi, dan pelayanan.

6) Studi Kelayakan Pasar
Walaupun studi kelayakan pasar bagi usaha baru cenderung memakan waktu yang banyak dan
merupakan tugas yang rumit, tetapi wirausaha baru perlu untuk melakukannya. Studi kelayakan pasar akan dapat mengurangi risiko kerugian dan kegagalan usaha produk kerajinan.

b. Analisis Kelayakan Finansial
Analisis kelayakan finansial adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan. Kebutuhan finansial dan pengembalian (return) bisa sangat berbeda bergantung pada pemilihan alternatif yang ada bagi usaha baru. Ada dua langkah dasar untuk pemilihan alternatif dalam analisis kelayakan finansial, yaitu sebagai berikut.

1) Penentuan kebutuhan finansial total dengan dana
yang diperlukan untuk operasional Kebutuhan finansial hendaknya diproyeksikan tiap bulan atau bahkan mingguan sekurang-kurangnya untuk operasi tahun pertama dari usaha produk kerajinan baru. Selanjutnya, diperlukan juga proyeksi kebutuhan keuangan untuk tiga sampai lima tahun yang akan datang.

2) Penentuan sumber daya finansial yang tersedia
Langkah kedua dalam analisis kelayakan finansial ini adalah proyeksi sumber daya finansial yang tersedia dan dana-dana yang akan dihasilkan dalam operasi perusahaan. Dalam menentukan sumber daya finansial potensial yang tersedia, harus dibedakan sumber finansial jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

c. Analisis Persaingan
Semua usaha produk kerajinan akan menghadapi persaingan baik persaingan langsung, yaitu dari produk kerajinan yang sejenis maupun persaingan produk perusahaan kerajinan lain pada pasar yang sama. Analisis persaingan ini sangat penting untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha produk kerajinan.

3. Peluang Usaha Produk Kerajinan
Ada banyak cara bagi wirausaha kerajinan untuk mengembangkan ide peluang usahanya, di antaranya adalah memberikan kebebasan dan dorongan kreativitas kepada para perajin atau karyawannya. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus - menerus agar wirausahawan dapat memenangkan persaingan. Beberapa macam ide yang perlu dikembangkan, antara lain sebagai berikut.
  • Ide dalam pembuatan produk kerajinan yang diminati konsumen.
  • Ide dalam pembuatan produk kerajinan yang dapat memenangkan persaingan.
  • Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produk kerajinan.
  • Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen di dalam penggunaan produk kerajinan.
  • Ide dalam pembuatan desain, model, corak, dan warna produk kerajinan yang disenangi konsumen.
Setelah mengidentifikasi peluang usaha, seorang wirausaha kerajinan memilih jenis usaha produk kerajinan. Proses pemilihan ini melalui tahapan analisis yang cermat. Untuk itu diperlukan pertimbangan yang matang. Tahap ini biasanya disebut evaluasi dengan kriteria yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan evaluasi adalah sebagai berikut.
  • Faktor keuntungan. Jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberi keuntungan memadai, sebaiknya pilihan bersangkutan dibatalkan.
  • Faktor penguasaan teknis, Cara pembuatan produk kerajinan perlu dikuasai atau dipelajari dengan baik oleh para karyawan/perajin.
  • Faktor pemasaran. Harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospek pemasarannya di waktu mendatang.
  • Faktor bahan baku. Bahan baku merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produk usaha kerajinan.
  • Faktor tenaga kerja. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang murah dan kemungkinan untuk memenuhinya, baik jumlah, keahlian, maupun jasa.
  • Faktor modal. Perlu dipertimbangkan kesesuaian antara modal yang disediakan dan kebutuhan jenis usaha kerajinan yang dibutuhkan.
  • Faktor risiko. Tingkat risiko yang akan ditanggung perlu dipertimbangkan dengan besarnya keuntungan yang akan diperoleh.
  • Faktor persaingan. Perlu dipelajari situasi yang akan terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapinya dalam hal modal maupun pemasarannya.
  • Faktor fasilitas dan kemudahan. Fasilitas yang dibutuhkan untuk operasi usaha kerajinan dan kemudahan penyediaannya menjadi pertimbangan, kemudahan yang mungkin dapat diperoleh dari pemerintah seperti pajak.
  • Faktor manajemen.Pertimbangan penting lainnya adalah produk pengelolaannya yang paling sesuai dan bagaimana kemampuan pengusaha untuk mengelolanya. Hal ini sering diabaikan dalam mendirikan perusahaan kecil. Faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah peraturan pemerintah, perizinan, pertimbangan etis, lingkungan, dan sebagainya.
Jika wirausaha sudah menetapkan jenis usaha kerajinan sesuai dengan yang diinginkan dan sudah melalui berbagai macam pertimbangan, tugas yang perlu diperhatikan seorang wirausaha adalah mempertimbangkan hal-hal berikut.
  • Jenis usaha kerajinan yang sesuai dengan hasrat dan minat.
  • Jenis usaha kerajinan yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan.
  • Jenis usaha kerajinan yang mudah mengurus dan mengerjakannya.
  • Jenis usaha kerajinan yang mudah memeliharanya.
  • Jenis usaha kerajinan yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen.
  • Jenis usaha kerajinan yang bahan bakunya mudah didapat.
  • Jenis usaha kerajinan yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah.
4. Menciptakan Peluang Usaha Produk Kerajinan
a. Ide Usaha
Faktor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha produk kerajinan adalah sebagai berikut.

1) Faktor internal
Faktor internal menjadi alat untuk menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapi dengan kemampuan kreativitasnya. Faktor internal ialah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek/pengusaha, antara lain:
  • pengetahuan yang dimiliki,
  • pengalaman dari individu itu sendiri,
  • pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah,
  • intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.
2) Faktor eksternal
Faktor eksternal ialah hal - hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi usaha, antara lain:
  • masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan,
  • kesulitan yang dihadapi sehari–hari,
  • kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain,
  • pemikiran besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Untuk merintis suatu usaha produk kerajinan dengan baik, wirausahawan tentunya harus melihat prospek usaha jangka pendek, menengah, dan panjang. Selanjutnya, untuk memulai usaha produk kerajinan, wirausahawan harus mengetahui bagaimana prospek usaha ini. Setelah mengetahui prospek usaha, barulah dia membuat rencana usaha, mempersiapkan sarana dan prasarana, serta modal usaha.

b. Risiko Usaha
Seorang wirausaha ketika menjalankan dan mengembangkan usaha tentunya akan menghadapi beberapa risiko yang dapat terjadi. Risiko ini bisa memengaruhi hasil usahanya apabila tidak diperhitungkan, diantisipasi, dan dipersiapkan penanganannya. Di bawah ini akan diuraikan beberapa risiko usaha yang mungkin akan terjadi.

1) Risiko usaha internal
Risiko usaha internal adalah risiko yang timbul dari menjalankan usaha dan berdampak pada kelangsungan usaha itu sendiri. Risiko usaha ini apabila timbul, akan berakibat buruk bagi usaha yang sedang dijalankan. Risiko bagi usaha biasa disebut dengan risiko usaha yang berdampak bagi internal usaha.

Resiko usaha internal di antaranya seperti berikut.
  • Kehilangan modal apabila piutang tidak terbayarkan oleh konsumen.
  • Kehilangan karyawan/personil yang handal apabila tidak dapat menangani dengan baik dalam bidang upah, kesempatan berkarier, fasilitas kerja, wewenang, tanggung jawab, kebijakan, kesalahpahaman manajeman internal.
  • Kehilangan kepercayaan konsumen karena tidak mampu memberikan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen. Kepercayaan konsumen hilang akibat kesalahan membuat produk pesanan, kesalahan jadwal pengiriman, kesalahan jumlah penagihan, dan kesalahan pelayanan purnajual. Akibat ditinggalkan oleh konsumen adalah kesulitan mencari konsumen baru yang baik dan memiliki loyalitas terhadap produk, merek, dan kualitas.
  • Kehilangan kepercayaan penyuplai yaitu risiko usaha yang berakibat ditinggalkan oleh pihak luar perusahaan yang menjadi pemasok kebutuhan perusahaan. Kebutuhan itu di antaranya persediaan bahan baku, alat kantor, tenaga kerja. Risiko ini bisa terjadi karena keterlambatan melakukan pembayaran ke pihak penyuplai dan melanggar ketentuan perjanjian kerja sama. Akibat ditinggalkan oleh penyuplai adalah kesulitan mencari pemasok yang baik, cepat, jujur, dan sesuai dengan kualitas perusahaan.
  • Risiko penghentian Izin usaha, yaitu risiko usaha yang diberikan oleh pemerintah dengan melakukan pencabutan izin usaha. Pencabutan izin usaha ini dikarenakan melanggar ketentuan izin bisnis yang ada di pemerintah, melakukan penipuan dengan memanipulasi laporan keuangan dengan tujuan supaya tidak membayar pajak ke pemerintah, merusak lingkungan hidup, menggangu keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitarnya.
  • Risiko tidak diterima oleh masyarakat sekitar, yaitu risiko usaha yang terjadi akibat dari ketidakterimaan masyarakat dengan adanya usaha yang dijalankan. Risiko usaha ini bisa terjadi karena merusak tatanan masyarakat, menggangu ketenangan dan keamanan masyarakat, tidak memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat sekitar, dan lain-lain.
2) Risiko bagi lingkungan usaha yang bersifat eksternal
Risiko bagi lingkungan usaha yang bersifat eksternal adalah risiko yang timbul dari menjalankan usaha dan berdampakpada kelangsungan lingkungan luar usaha itu sendiri. Risiko bagi usaha biasa disebut dengan risiko usaha yang berdampak bagi eksternal usaha.
Risiko usaha eksternal di antaranya sebagai berikut.
  • Risiko pelestarian lingkungan hidup yaitu risiko usaha yang akan dihadapi oleh wirausahawan dalam rangka melestarikan lingkungan hidup supaya terjaga lingkungan alam, ekosistem, dan habitatnya. Risiko ini timbul karena bahan baku dari usaha tersebut berhubungan dengan kelestarian lingkungan hidup.
  • Risiko sosial dan budaya masyarakat, yaitu risiko yang terjadi atas berdirinya sebuah usaha dan berdampak pada lingkungan sosial dan budaya masyarakat.
  • Risiko tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu risiko usaha yang timbul sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Bentuk kepedulian ini seperti pemberian beasiswa, bantuan pembangunan sarana dan prasarana umum (tempat ibadah, pembangkit listrik, pengelolaan sumber air, jalan raya, irigasi), bantuan dana sosial untuk kegiatan keagamaan, kegiatan budaya lokal maupun hari nasional.
  • Risiko pengelolaan limbah, yaitu risiko usaha yang timbul sebagai akibat dari limbah industri yang dikeluarkan dalam rangka memproduksi sebuah barang atau jasa. Limbah dari produksi dapat berupa limbah cair dan limbah padat. Limbah industri yang tidak dikelola dengan baik akan memberikan akibat pencemaran lingkungan seperti air, udara, dan tanah
  • Risiko perekonomian masyarakat dan negara adalah risiko usaha yang terjadi karena sebuah kesalahan manajemen di internal perusahaan dan menimbulkan dampak perubahan perekonomian masyarakat dan negara. Akibat dari risiko ini adalah memburuknya kondisi perekonomian akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Kondisi ekonomi makro yang buruk akan berpengaruh terhadap volume kegiatan usaha.
  • Risiko perubahan peraturan dan kebijakan pemerintah yaitu risiko usaha yang timbul dan berakibat kepada perubahan dan kebijakan pemerintah.
c. Analisis Kemungkinan Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
Faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha adalah sebagai berikut.

1) Faktor Manusia
Faktor manusia merupakan faktor yang utama dalam pencapaian keberhasilan usaha karena manusia yang mempunyai ide dan rencana usaha, manusia juga yang akanmewujudkannya. Di sini diperlukan manusia yang beretos kerja tinggi, rajin, optimis, dan pantang menyerah.

2) Faktor Keuangan
Faktor keuangan merupakan faktor penunjang keberhasilan usaha. Faktor tersebut digunakan untuk modal usaha serta pemenuhan segala pengeluaran untuk kepentingan operasi produksi seperti pembelian bahan baku, bahan pembantu,gaji pegawai, promosi, dan biaya distribusi. Dalam hal ini, diperlukan disiplin yang ketat dalam penggunaan dana sehingga segala kegiatan keuangan harus dicatat dan dibukukan secara rapi, teliti, dan terus - menerus.

3) Faktor Organisasi
Dengan adanya faktor organisasi, sumber daya akan masuk pada suatu pola sehingga orang-orang akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan adanya organisasi, berarti seorang wirausaha dapat:
  • mempertegas hubungan dengan para karyawan,
  • menciptakan hubungan antarkaryawan,
  • mengetahui tugas yang akan dijalankan,
  • mengetahui kepada siapa karyawan harus bertanggungjawab.
4) Faktor Perencanaan
Perencanaan usaha dapat digunakan sebagai alat pengawas dan pengendalian usaha. Oleh karena itu, perencanaanharus dibuat oleh wirausaha sejak usahanya didirikan, yaitu dimulai dari:
  • merencanakan produk apa yang akan dibuat,
  • memperhitungkan jumlah dana yang diperlukan,
  • merencanakan jumlah produk yang akan dibuat,
  • merencanakan tempat pemasaran produk.
5) Faktor Mengatur Usaha
Dalam kaitannya dengan kegiatan mengatur usaha, yang perlu dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut :
  • menyusun uraian tugas pokok untuk menjalankan usahanya,
  • menyusun struktur organisasi usaha,
  • memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan,
  • menetapkan balas jasa dan insentif,
  • membuat jadwal usaha,
  • mengatur mesin-mesin produksi,
  • mengatur tata laksana usaha,
  • menata barang-barang,
  • menata administrasi usaha,
  • mengawasi usaha dan pengendaliannya.
6) Faktor Pemasaran
Faktor pemasaran produk perusahaan dapat ditinjau berikut ini:
  • daya serap pasar dan prospeknya,
  • kondisi pemasaran dan prospeknya,
  • program pemasarannya.
7) Faktor Administrasi
Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis dan kemudian didokumentasikan.

5. Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha
Secara umum langkah-langkah melakukan wirausaha adalah sebagai berikut.

a. Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan.

b. Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini, seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspekaspek: pembiayaan, sumber daya manusia, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

c. Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapaiuntuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

d. Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan, perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Perdagangan Ekspor Impor

Sebagai seorang pedagang, ayah Lani harus membeli barang baru untuk dijual kembali di tokonya. Ayah Lani membuat catatan barang-barang yang akan dibelinya berikut jumlahnya. Tidak semua barang yang kita perlukan bisa kita dapatkan di sekitar kita. Beberapa barang yang Ayah perlukan untuk dijual di toko dibuat di tempat yang lain. Bahkan ada beberapa barang yang dibuat di luar negeri. Barang luar negeri masuk ke negeri kita melalui sistem perdagangan antarnegara. Ada yang disebut ekspor, ada yang disebut impor. Jika barang yang dibuat di luar negeri masuk ke negeri kita melalui perdagangan antarnegara disebut impor. Jika sebaliknya, disebut ekspor.

Perhatikan gambar di bawah ini !
Kegiatan Ekspor dan Impor
Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang yang melakukan kegiatan ekspor disebut dengan eksportir. Adapun barang yang dijual dikenal sebagai barang ekspor. Melimpahnya sumber daya alam suatu negara melatarbelakangi kegiatan ekspor. Sebagai contoh negara Indonesia melimpah akan minyak bumi dan hasil pertanian. Selain untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri, sebagian juga diekspor. Impor merupakan kebalikan dari ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri.

Orang yang melakukan kegiatan impor disebut importir. Adapun barang yang dibeli dari luar negeri disebut barang impor. Keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi alasan dilakukan impor.

Contohnya adalah Indonesia belum dapat memproduksi barang-barang elektronik dan barang otomotif seperti mobil, sepeda motor, dan lain-lain. Oleh karena itu, Indonesia mengimpor barang-barang tersebut dari negara lain. Kegiatan ekspor dan impor dilakukan melalui pelabuhan laut. Salah satu pelabuhan di Indonesia yang menjadi tempat kegiatan ekspor dan impor adalah Pelabuhan Tanjung Priok.

Negara Indonesia kaya akan sumber daya alam. Terutama hasil tambang dan hasil pertanian. Hasil tambang dan hasil pertanian sebagian untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Sebagian diekspor. Indonesia masih mempunyai keterbatasan di bidang sumber daya manusia. Terutama untuk memproduksi barang-barang elektronik dan barang-barang otomotif. Oleh karena itu, Indonesia mengimpor barang-barang tersebut dari negara lain.

Kegiatan ekspor dan impor dapat berupa barang dan jasa. Berikut ini barang dan jasa yang diekspor dan diimpor oleh Indonesia. Barang yang diekspor oleh Indonesia terdiri atas dua macam. Di antaranya barang migas dan nonmigas.
  • Barang migas berupa minyak dan gas bumi. Adapun barang nonmigas, yaitu hasil pertanian, hasil industri, dan hasil tambang (selain minyak dan gas bumi). Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi. Negara Indonesia tergabung ke dalam perhimpunan negara-negara pengekspor minyak bumi atau OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). 
  • Hasil industri Indonesia yang diekspor, antara lain rokok, kertas, suku cadang telkom, tekstil dan pakaian jadi, semen, pupuk, kayu lapis, kerajinan kulit, ukir-ukiran, dan anyaman rotan. 
  • Barang-barang hasil perkebunan yang diekspor, antara lain tembakau, teh, karet, kelapa sawit, kopra, lada, cokelat, kopi, cengkeh, dan pala. 
  • Barang-barang hasil hutan yang diekspor Indonesia, yaitu rotan, kayu, dan damar. Adapun hasil laut yang diekspor Indonesia, antara lain udang, ikan segar, dan ikan kaleng.
Indonesia juga melakukan kegiatan impor barang dan jasa. Hal ini disebabkan karena terbatasnya sumber daya manusia. Terutama untuk memproduksi beberapa barang kebutuhan dalam negeri. Barang-barang yang diimpor Indonesia sebagian besar barang elektronik. Di antaranya televisi, radio, lemari es, dan lain-lain. Di samping itu, Indonesia juga mengimpor barang-barang otomotif, seperti mobil, sepeda motor, kapal laut, dan lain-lain.

Kegiatan ekspor dan impor melibatkan dua negara atau lebih. Kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi negara pengekspor maupun pengimpor. Beberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan ekspor dan impor, antara lain:
1. barang produksi negara kita akan dikenal oleh negara lain,
2. membantu mencukupi kebutuhan negara lain,
3. meningkatkan devisa negara,
4. barang dari luar negeri dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri,
5. mempererat hubungan ekonomi dan persahabatan antara negara-negara di dunia, dan
6. meningkatkan produksi kedua negara.

1. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan ekspor dan impor?
Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. sedangkan mpor merupakan kebalikan dari ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri.
2. Mengapa Indonesia harus mengimpor barang-barang elektronik dan barang-barang otomotif?
Indonesia melakukan kegiatan impor barang elektronik. Hal ini disebabkan karena terbatasnya sumber daya manusia.
3. Apa saja barang yang diekspor oleh Indonesia?
  • Barang migas berupa minyak dan gas bumi. Adapun barang nonmigas, yaitu hasil pertanian, hasil industri, dan hasil tambang (selain minyak dan gas bumi). Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi. Negara Indonesia tergabung ke dalam perhimpunan negara-negara pengekspor minyak bumi atau OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). 
  • Hasil industri Indonesia yang diekspor, antara lain rokok, kertas, suku cadang telkom, tekstil dan pakaian jadi, semen, pupuk, kayu lapis, kerajinan kulit, ukir-ukiran, dan anyaman rotan. 
  • Barang-barang hasil perkebunan yang diekspor, antara lain tembakau, teh, karet, kelapa sawit, kopra, lada, cokelat, kopi, cengkeh, dan pala. 
  • Barang-barang hasil hutan yang diekspor Indonesia, yaitu rotan, kayu, dan damar. Adapun hasil laut yang diekspor Indonesia, antara lain udang, ikan segar, dan ikan kaleng.
4. Apa manfaat yang diperoleh dari kegiatan ekspor dan impor?
  • barang produksi negara kita akan dikenal oleh negara lain,
  • membantu mencukupi kebutuhan negara lain,
  • meningkatkan devisa negara,
  • barang dari luar negeri dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri,
  • mempererat hubungan ekonomi dan persahabatan antara negara-negara di dunia, dan
  • meningkatkan produksi kedua negara.
Info Penting
Iklan adalah bentuk publikasi suatu aktivitas, produk atau layanan kepada masyarakat luas melalui media massa dan internet seperti koran, TV, radio atau website atau lainnya yang bersentuhan langsung dengan publik. Iklan ada beberapa bentuk, iklan komersial, iklan sosial, iklan layanan masyarakat, dan lainnya.
  • Iklan komersial adalah bentuk publikasi suatu produk dan layanan komersial yang bertujuan peningkatan kepercayaan pelanggan kepada suatu nama produk dan layanan yang diselenggarakan oleh lembaga bisnis. Contoh iklan mobil, iklan televisi, dan iklan asuransi.
  • Iklan sosial adalah bentuk publikasi suatu keadaan yang mengharapkan kepedulian dari banyak orang. Contoh iklan tentang narkoba, iklan tentang rokok, iklan tentang pemanasan global atau iklan tentang global warming, iklan tentang pencemaran air, dan iklan tentang penggundulan hutan, iklan tentang HIV Aisd dan sebagainya
  • Iklan layanan masyarakat adalah bentuk publikasi suatu keadaan yang mengisyaratkan perubahan atau tindakan dari setiap orang untuk melakukan perubahan keadaan yang lebih baik. Contoh iklan konservasi lingkungan, Iklan, Iklan tentang kekerasan terhadap anak, Iklan keselamatan berkendara, Iklan kepedulian pangan, Iklan kelestarian hutan dan masih banyak lainnya
Dalam dunia iklan ditemukan proses membujuk atau memengaruhi orang untuk memiliki suatu produk atau menikmati suatu layanan dan melakukan tindakan. Dunia iklan banyak dijumpai iklan komersial daripada iklan sosial maupun iklan layanan masyarakat. Tentunya iklan komersial bertujuan bisnis yang menguntungkan sehingga banyak perusahaan maupun lem-baga bisnis yang berlomba-lomba membuat iklan agar bisnisnya dikenal oleh masyarakat luas.

Pengertian iklan adalah upaya merebut simpati, dukungan, dan ketertarikan orang akan kondisi dalam iklan. Iklan dapat mempengaruhi emosi dan kejiwaan seseorang. Akibatnya banyak individu terperangkap dalam suatu kondisi dalam iklan sehingga terjadi tindakan yang diambil individu yang terpengaruh. 
  • Iklan produk akan membuat seseorang individu menginginkan dan berencana untuk memiliki (membeli) produk yang diiklankan. 
  • Iklan sosial akan membuat seseorang individu prihatin dan berencana membantu (menyumbang) sesuai keadaan yang diiklankan.
  • Iklan layanan masyarakat membuat seseorang tergerak dan berencana melakukan tindakan (mengubah) sesuai keadaan yang diiklankan.