Showing posts sorted by relevance for query macam macam magnet. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query macam macam magnet. Sort by date Show all posts

Pengertian, Sifat, Bentuk, dan Jenis – Jenis Magnet

Pengertian, Sifat, Bentuk, dan Jenis – Jenis Magnet. Pengertian Magnet, Sifat – Sifat Magnet, Jenis Benda berdasarkan sifat Kemagnetannya, Benda Magnetik, Benda Non – Magnetik, Macam – Macam Bentuk Magnet, Jenis – Jenis Magnet, dan Penjelasan Lengkap Lainnya mengenai Magnet.

Pengertian Magnet

Sumber: youtube.com
Pengertian magnet bisa dipahami sebagai sebuah benda yang dapat menarik benda – benda lain di sekelilingnya, yang mempunyai karakter khusus. Tiap Magnet memiliki karakter kemagnetan. Yang disebut dengan karakter kemagnetan yaitu kekuatan benda dalam menarik benda-benda lain di sekelilingnya.

Sejarah kata Magnet di ambil dari nama daerah yang ada di Asia yakni Magnesia. Magnesia inilah yang disebut tempat bangsa Yunani menemukan karakter magnetik dari bebatuan yang memiliki kekuatan untuk menarik biji besi.

Beberapa ilmuwan mempercayai kalau magnet dengan karakter kemangnetannya ini udah banyak digunakan mulai sejak dahulu kala, yaitu oleh bangsa Cina. Bangsa Cina jadi bangsa yang pertama kalinya memakai karakter magnet sebagai kompas atau penunjuk arah.

Sifat - Sifat Magnet

Sumber: faridtomi-xi-ipa-2.blogspot.co.id/
Magnet memiliki kekuatan untuk menarik benda lain di sekelilingnya. Tetapi, kekuatan ini cuma bisa mencapai benda –benda spesifik saja. Artinya, tidak seluruh bentuk benda yang ada pada jangkauan magnet ini bisa ditariknya.

Hal inilah yang disebut karakter magnet, yaitu dapat menarik benda spesifik di sekelilingnya. Tidak hanya itu, ada juga beberapa karakter magnet yang lain. Secara umum, berikut ini yaitu karakter  atau sifat-sifat magnet: 
  1. Magnet cuma bisa menarik benda spesifik yang ada di sekelilingnya, atau tidak seluruh bentuk benda dapat ditariknya, walaupun ada dalam jangkauannya. 
  2. Gaya Magnet bisa menembus benda. Artinya, apabila makin kuat gaya magnet makin tebal juga benda yang bisa ditembus oleh gaya itu serta ditariknya. 
  3. Magnet memiliki dua kutub, yaitu Kutub Utara serta Kutub Selatan 
  4. Jika Kutub magnet yang semacam/senama didekatkan satu sama lain, maka kedua kutub ini akan sama-sama tolak menolak. Apabila kutub yang berbeda didekatkan satu sama lain, mereka akan sama-sama Tarik Menarik. Contoh, kutub selatan di dekatkan dengan kutub selatan maka kedua kutub akan sama-sama menolak. Apabila kutub selatan didekatkan dengan kutub utara, keuda kutub akan sama-sama menarik serta berdekatan sampai pada akhirnya dapat menempel. 
  5. Medan Magnet akan membuat Gaya Magnet. Makin dekat sebuah benda dengan Magnet, medan magnetnya akan makin rapat. Pada keadaan ini, gaya magnet akan makin besar, serta demikian juga sebaliknya. 
Karakter Kemagnetan bisa hilang atau melemah karena beberapa hal, seperti: terus-terusan jatuh, terbakar, serta yang lain.

Jenis Benda Berdasarkan Sifat Kemagnetannya

Bersumber pada pada karakter kemagnetannya, benda- benda bisa dikelompokkan jadi 2, yaitu benda magnetik serta benda non magnetik.

Benda Magnetik (Feromagnetik) 
Sumber: lindadarra.wordpress.com
Benda magnetik atau yang kadang kala juga disebut sebagai feromagnetik yaitu benda yang bisa ditarik dengan kuat oleh magnet. Jadi, bila benda jenis ini ada dekat dengan magnet, magnet akan dengan gampang menariknya mendekat.

Benda Magnetik yang bukan magnet dapat juga di proses jadi magnet. Cuma saja, tiap benda memiliki tingkat kesulitan berbeda bila akan dirubah jadi magnet. Ada yang gampang dijadikan magnet ada pula yang sulit.

Contoh benda magnet yaitu besi, baja, nikel, serta rata-rata benda logam lain. Benda magnet yang paling gampang dijadikan magnet yaitu baja. Besi dapat juga dijadikan magnet cuma saja lebih sukar.

Benda Non – Magnetik 
Sumber: soloensis.com
Benda non magnetik masih tetap bisa digolongkan lagi dalam dua bentuk, yaitu paramagnetik serta diamagnetik.
  1. Paramagnetik, yaitu benda yang bisa ditarik dengan lemah oleh magnet kuat. Artinya, apabila benda paramagnetik ada dekat dengan magnet, ia bisa ditarik cuma saja dengan kakuatan yang sangat lemah. Contoh benda paramagnetik yaitu alumunium, tembaga, platina, serta yang lain. 
  2. Diamagnetik, yaitu benda yang menolak magnet, atau benda ini tidak bisa ditarik sama sekali oleh magnet walaupun ada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik yaitu emas, seng, merkuri, serta yang lain. 
Teori Kemagnetan 
Sumber: pakmono.com
Dalam teori kemagnetan ada beberapa pripsip yang perlu dipahami, mencakup:
  1. Satu magnet akan senantiasa tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut dengan magnet elementer. 
  2. Pada Benda Magnetik, magnet elementer tersusun secara teratur atau semua searah. Tetapi, pada benda non-magnetik, magnet elementer ini tersusun secara acak. 
  3. Bahan magnetik yang bukan magnet bisa dirubah jadi magnet. Langkah mengubahnya yaitu dengan prinsip membuat magnet elementer di dalam benda itu jadi teratur atau searah seluruh. 
  4. Bahan Magnetik lunak lebih gampang dirubah jadi magnet. Hal semacam ini dikarenakan magnet elementer yang lebih gampang disusun untuk dijadikan teratur. 
  5. Jika satu buah magnet dipotong, masing-masing potongan magnet itu akan tetap jadi magnet serta masing –masingnya juga mempunyai kutub utara serta kutub selatan. 
Macam - Macam Bentuk Magnet 

Magnet yang bisa diketemukan ada beragam jenis bentuk. Ketidaksamaan bentuk magnet ini lantaran magnet masing–masing di buat dengan maksud dan kegunaan yang tidak sama. Secara umum, bentuk tetap magnet ada 5. Ke lima bentuk tetap magnet itu mencakup: 
  1. Magnet Batang, memiliki bentuk mirip batang atau balok atau kubus. 
  2. Magnet Silinder, bentuk magnet ini mirip tabung panjang. 
  3. Magnet Jarum, bentuk magnet ini mirip jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnetnya lebih runcing. 
  4. Magnet Cincin, magnet ini mempunyai bentuk bulat mirip cincin. 
  5. Magnet U (Magnet Ladam), magnet ini berupa seperti tapal kuda atau sama dengan huruf U. 
Jenis - Jenis Magnet 

Secara garis besar bersumber pada proses terbentuknya, magnet dapat juga dibagi ke dalam dua bentuk, yaitu magnet alam serta magnet buatan.

Magnet Alam 

Magnet Alam yaitu magnet yang mempunyai karakter kemagnetan yang diperoleh secara alami. Artinya, magnet ini ada tanpa ada campur tangan manusia lantaran udah terbentuk dari alam. Contoh magnet alam yaitu gunung Ida yang ada di Magnesia yang dapat menarik benda – benda di sekelilingnya.

Magnet Buatan 

Magnet Buatan yaitu bentuk magnet yang sengaja di buat manusia supaya mempunyai karakter kemagnetan.

Magnet buatan bisa di buat dari bahan – bahan magnetic yang kuat seperti besi serta baja. Tetapi, biasanya bahan yang di buat magnet yaitu baja lantaran bisa menghasilkan magnet yang lebih kuat jangkauannya.

Magnet buatan bisa dibagi lagi ke dalam dua kelompok, yaitu: 
  1. Magnet Tetap (Permanen), magnet tetap yaitu magnet yang karakter kemagnetannya berbentuk permanen. Artinya, walaupun proses pembuatannya udah dihentikan, benda itu tetap mempunyai karakter kemagnetan. Misalnya yaitu magnet baja yang di buat lewat cara digosok supaya magnet elementer di dalamnya teratur. 
  2. Magnet Sementara (non permanen), yaitu bentuk magnet yang karakter kemagnetannya cuma sementara saja. Artinya, karakter kemangnetan cuma akan muncul sepanjang proses pembuatannya saja. Misalnya yaitu magnet yang di buat lewat cara dialiri dengan listirk. Hingga ketika benda magnet itu tidak lagi dialiri listrik, karakter kemagnetannya akan menghilang.
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Sifat, Bentuk, dan Jenis – Jenis Magnet, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Magnet di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Magnet. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. porosilmu.com 

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop

Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop. Pengertian Mikroskop, Fungsi dari Mikroskop, Bagian – Bagian Mikroskop, Macam – Macam Lensa Mikroskop, Mikroskop Modern, Jenis – Jenis Mikroskop, Macam – Macam Mikroskop, Cara Menggunakan Mikroskop, Penjelasan lengkap mengenai Mikroskop.

Pengertian Mikroskop 

Sumber: berkahkhair.com
Kata mikroskop datang dari bahasa bahasa Yunani yaitu micros (kecil) serta scopein (melihat). Jadi pengertian mikroskop yaitu alat bantu pandangan untuk mencermati objek berukur renik, hingga objek terlihat lebih besar serta jelas. Mikroskop modern disusun minimum oleh dua buah lensa, adapun 2 lensa pada mikroskop modern yakni:
  1. Lensa objek. 
  2. Lensa okuler. 
Perbesaran yang dihasilkan mikroskop optik modern mencapai 1.250 kali. Mikroskop yang kerap dipakai disekolah yaitu mikroskop monokuler atau cahaya (Latin:mono=satu serta oculus=mata). Mikroskop ini dipakai dengan satu mata, hingga bayangan yang tampak cuma mengenai panjang serta lebar benda yang dilihat.

Mikroskop mempunyai dua fungsi serta manfaat, adapun 2 manfaat mikroskop yaitu sebagai berikut ini: 

Manfaat utama mikroskop 

Manfaat utama mikroskop yaitu agar bisa melihat dan mencermati objek benda dengan bentuk ukuran yang amat kecil yang tidak bisa diliat oleh mata telanjang (mata secara langsung).

Manfaat lainnya 

Manfaat dan kegunaan yang lain dari mikroskop yaitu tidak akan jauh dari manfaat utama. Tujuannya yaitu adanya ketidaksamaan dari beberapa bentuk mikroskop yang tujuan dibuatnya untuk sebuah fungsi yang lebih men-detail/rinci.

Misalnya yaitu seperti ada bentuk mikroskop yang cuma di buat untuk melihat serta mencermati satu bentuk objek mikroskopis saja. Jadi, mikroskop bentuk itu termasuk lebih detil serta rinci.

Bentuk serta beberapa macam Mikroskop 

Mikroskop ada dua bentuk serta jenis yang di ketahui berdasarkan sumber energinya. Adapun 2 jenis bentuk mikroskop yakni diantaranya sebagai berikut ini: 

Mikroskop cahaya 
Sumber: bresser.de
Mikroskop cahaya yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan cahaya sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan dilihat, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis cahaya ini memakai cahaya sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Mikroskop cahaya ini memiliki 3 lensa pembesaran. Adapun 3 lensa pembesaran mikroskop cahaya yaitu diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Lemah (4 kali/10 kali) 
  2. Sedang (40 kali) 
  3. Kuat (100kali) 
Serta lensa okuler mempunyai pembesaran 10 kali. Jadi mikroskop cahaya ini rata-rata memiliki pembesaran yang maksimum sebanyak 1000 kali dari ukuran yang sesungguhnya.

Pada bentuk mikroskop cahaya, ada juga ketidaksamaan pada lensa yang dipunyainya, antara lain seperti: 
  1. Mikroskop cahaya yang cuma memiliki 1 lensa okuler (monokuler) 
  2. Jenis satu lensa okuler (monokuler) ini cuma mampu untuk melihat panjang serta lebar dari objek yang akan diamati. 
  3. Mikroskop cahaya yang memiliki 2 lensa okuler (binokuler) 
  4. Jenis satu lensa okuler (binokuler) atau yang juga dikenal dengan Mikroskop Stereo ini mampu untuk melihat panjang, lebar serta tinggi objek yang akan diamati secara 3 dimensi (3D). 
Mikroskop elektron 

Mikroskop elektron yaitu bentuk tipe mikroskop dengan mempergunakan elektron sebagai sumber dayanya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain kalau mikroskop bentuk elektron ini memakai elektron sebagai sumber daya agar bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Pada mikroskop jenis elektron, magnet dipakai untuk pengganti dari lensa dengan fungsi untuk memusatkan elektron (sumber daya) ke objek. Ada 2 bentuk mikroskop elektron yakni diantaranya sebagai berikut ini:

Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) 
Sumber: jeolusa.com
Mikroskop transmisi elektron (TEM) bekerja lewat cara menembuskan elektron pada objek yang akan diamati serta deskripsi dari objek yang akan diamati akan tampak di monitor.

Mikroskop Elektron Scanning 
Sumber: pik-instruments.pl
Mikroskop Elektron Scanning bekerja lewat cara memberikan deskripsi permukaan, jaringan serta susunan objek yang diamati serta dapat menghadirkan deskripsi objek yang akan diamati itu dengan deskripsi 3 dimensi (3D).

Benda atau objek yang akan diamati dengan mikroskop mesti mempunyai ukuran yang kecil serta tipis hingga bisa ditembus cahaya.

Bagian-bagian mikroskop 

Sisi mekanik 

Di bagian mekanik terdiri dari:

Kaki mikroskop

Kaki mikroskop yaitu sisi yang berperan untuk menyokong mikroskop.

Pilar (sendi inklinasi) 

Pilar atau sendi inklinasi yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung pada kaki dengan lengan mikroskop.

Pengatur kondensor 

Pengatur kondensor yaitu sisi yang berperan untuk menambah serta menurunkan kondensor.

Kondensor 

Kondensor yaitu sisi yang berperan untuk memfokuskan cahaya ke benda yang tengah diamati.

Lengan mikroskop 

Lengan mikroskop yaitu sisi yang berperan sebagai pegangan mikroskop.

Engsel penggerak 

Engsel penggerak yaitu sisi yang berperan sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop.

Meja preparat 

Meja preparat yaitu sisi yang berperan untuk menempatkan preparat yang akan diamati.

Penjepit preparet (pemegang sendiaan) 

Penjepit preparet atau pemegang sendiaan yaitu sisi yang berperan untuk menjepit preparet yang akan diamati supaya tidak bergeser.

Tabung 

Tabung yaitu sisi yang berperan untuk menghubungkan antara lensa objektif serta lensa okuler.

Revolver 

Revolver yaitu sisi yang berperan untuk meletakkan lensa objektif.

Sekrup pemutar kasar 

Sekrup pemutar kasar yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah.

Sekrup pemutar halus 

Sekrup pemutar halus yaitu sisi yang berperan untuk menggerakkan tabung ke arah atas serta bawah secara lambat. Alat ini digunakan bila objek sudah terfokus dengan memutar pemutar kasar.

Sisi optik 

Di bagian optik terdiri dari:

Dua buah cermin 

Dua cermin yaitu satu cermin datar serta satu cermin cekung. Manfaat cermin yaitu untuk mencari, menyatukan serta mengarahkan sinar pada objek yang diamati. Cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang serta cermin cekung untuk sumber cahaya yang kurang terang.

Diafragma 

Manfaat diafragma yaitu mengatur banyak sekurang-kurangnya sinar yang dipantulkan cermin menuju ke mata.

Lensa objektif 

Manfaat lensa objektif yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat pada revolver.

Lensa okuler 

Manfaat lensa okuler yaitu berperan untuk memperbesar bayangan objek, terdapat di bagian atas tabung.

Cara memakai mikroskop 

Cara pemakaian mikroskop yaitu antara lain sebagai berikut ini:

Menemukan lapang pandang dengan mengatur penyinaran 

Cara untuk menghasilkan lapang pandang yaitu dengan mengatur cermin sembari melihat lensa okuler supaya sinar masuk ke diafragma, hingga menghasilkan pemantulan yang maksimal. Sisi yang terang berupa bulat diberi nama lapang pandang.

Mengatur konsentrasi mikroskop atau bayangan dengan perbesaran lemah 

Tempatkan prepared diatas meja preparet, dijepit dengan penjepit sembari mencermati mikroskop dari samping tabung mikroskop di turunkan dengan pemutar kasar, lakukan secara hati-hati sampai lensa objektif tidak menyentuh preparat. Lantas lihatlah lewat lensa okuler serta dengan perlahan-lahan naikkanlah tabung mikroskop hingga objek tampak jelas.

Setelah objek terlihat, putarlah pemutar halus ke depan atau ke belakang hingga mendapat bayangan sebaik-baiknya. Perbesaran mikroskop didapat lewat cara mengalihkan angka pada lensa objektif dengan angka yang tercantum pada lensa okuler. Umpamanya 5x lensa objektif serta 10x lensa okuler, perbesaran yang dihasilkan sebesar 50x.

Mengatur fokus mikroskop (bayangan dengan perbesaran kuat) 

Untuk mendapatkan bayangan, bisa dilakukan dengan merubah lensa objektif yang mempunyai perbesaran lemah dengan yang kuat. Umpamanya lensa objektif perbesaran 5x bisa ditukar dengan 10x atau 40x dengan memutar revolver hingga terdengar suara terdetak. Pemutar halus diputar ke depan atau ke belakang supaya didapat objek yang lebih jelas.

Mengatur mikroskop dengan posisi disimpan 

Sesudah mikroskop selesai dipakai, susunlah mikroskop dengan posisi siap disimpan lewat cara sebagai berikut ini:
  1. Tabung mikroskop dinaikkan. 
  2. Preparet di ambil. 
  3. Lensa objektif terlemah di turunkan serendah-rendahnya diputar persis hingga lubang meja mikroskop. 
  4. Diafragma ditutup kembali. 
  5. Kondensor di turunkan serta cermin dalam posisi tegak. 
  6. Angkat mikroskop dengan hati-hati tangan kanan memegang lengan mikroskop serta topeng kaki mikroskop dengan tangan kiri lantas masukkan ke tempatnya serta dikunci.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian – Bagian Mikroskop, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Mikroskop di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Mikroskop. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. materibelajar.id