Showing posts sorted by relevance for query maksud pencemaran udara. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query maksud pencemaran udara. Sort by date Show all posts

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli.

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli. Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba membahas tentang Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli.

Ada beberapa hal yang harus kita ketahui dan tak perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Sumber: cilegonfab.co.id
Beberapa Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menurut filosofi, keilmuan, OHSAS 18001:2007 serta secara praktis.

Pengertian K3 Menurut Filosofi: 

Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) yaitu Sebuah pemikiran serta upaya untuk menanggung keutuhan serta kesempurnaan baik jasmaniah ataupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya serta budayanya menuju masyarakat adil serta makmur

Pengertian K3 Menurut Keilmuan: 

Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) yaitu seluruh Pengetahuan serta Penerapannya untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan serta pencemaran lingkungan.

Pengertian K3 Menurut OHSAS 18001 : 2007: 

Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) yaitu seluruh kondisi serta aspek yang bisa berdampak pada keselamatan serta kesehatan kerja tenaga kerja ataupun orang lain (kontraktor, penyuplai, pengunjung serta tamu) di tempat kerja.

Pengertian Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K3) Secara Praktis: 

Usaha perlindungan agar tenaga kerja senantiasa dalam kondisi selamat serta sehat sepanjang melakukan pekerjaan di tempat kerja dan untuk orang lain yang memasuki tempat kerja ataupun sumber serta proses produksi secara aman serta efektif dalam penggunaannya

Bersumber pada Pengertian K3 di atas, kita bisa menarik kesimpulan mengenai peran K3. Peran K3 ini diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Tiap Tenaga Kerja memiliki hak memperoleh perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup serta meningkatkan produksi dan produktifitas nasional. 
  2. Tiap orang yang berbeda di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya 
  3. Tiap sumber produksi perlu digunakan serta dipakai secara aman serta efektif.  
  4. Untuk mengurangi biaya perusahaan bila terjadi kecelakaan kerja serta penyakit akibat hubungan kerja lantaran di awal udah ada tindakan antisipasi dari perusahaan. 
K3 ini di buat jelas mempunyai maksud dibuatnya K3 secara tersirat tercantum dalam undang – undang nomer 1 tahun 1970 mengenai keselamatan kerja tepatnya.

Dalam pengerjaannya K3 yaitu salah satu bentuk usaha untuk membuat tempat kerja yang aman, sehat serta bebas dari pencemaran lingkungan, hingga bisa mengurangi serta atau bebas dari kecelakaan serta PAK yang pada akhirnya bisa meningkatkan system serta produktifitas kerja.

Apa Tujuan Keselamatan serta Kesehatan Kerja? 

Sumber: blogteknisi.com
Secara umum, kecelakaan senantiasa diartikan sebagai peristiwa yang tidak bisa disangka. Kecelakaan kerja bisa terjadi lantaran keadaan yang tidak membawa keselamatan kerja, atau perbuatan yang tidak selamat.

Kecelakaan kerja bisa didefinisikan sebagai tiap perbuatan atau keadaan tidak selamat yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Bersumber pada pengertian kecelakaan kerja lahirlah keselamatan serta kesehatan kerja yang menyampaikan kalau langkah menanggulangi kecelakaan kerja yaitu dengan menghapus unsur pemicu kecelakaan serta atau mengadakan pengawasan yang ketat.
  • Menurut (Silalahi, 1995)
Keselamatan serta kesehatan kerja pada intinya mencari serta mengungkapkan kekurangan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.

Fungsi ini bisa dikerjakan dengan dua langkah, yakni mengungkapkan sebab-akibat sebuah kecelakaan serta mempelajari apakah pengendalian secara cermat dikerjakan atau tidak.
  • Menurut Mangkunegara (2002, p. 165)
Bahwa tujuan dari keselamatan serta kesehatan kerja yaitu sebagai berikut ini:
  1. Supaya tiap pegawai memperoleh jaminan keselamatan serta kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, serta psikologis. 
  2. Supaya tiap peralatan serta perlengkapan kerja dipakai sebaik-baiknya selektif mungkin. 
  3. Supaya seluruh hasil produksi dipelihara keamanannya. 
  4. Supaya adanya jaminan atas pemeliharaan serta peningkatan kesehatan gizi pegawai. 
  5. Supaya meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, serta partisipasi kerja. 
  6. Supaya terlepas dari masalah kesehatan yang dipicu oleh lingkungan atau situasi kerja. 
  7. Supaya tiap pegawai merasa aman serta terproteksi dalam bekerja 
Pengertian serta definisi K3 Menurut Beberapa Pakar: 
  • Menurut Simanjuntak (1994)
Keselamatan kerja yaitu kondisi keselamatan yang bebas dari kemungkinan kecelakaan serta kerusakan di mana kita bekerja yang mencakup mengenai situasi bangunan, situasi mesin, perlengkapan keselamatan, serta situasi pekerja.
  • Menurut Ridley, John (1983) yang dilansir oleh Boby Shiantosia (2000, p. 6)
Mengartikan Kesehatan serta Keselamatan Kerja yaitu sebuah situasi dalam pekerjaan yang sehat serta aman baik itu untuk pekerjaannya, perusahaan ataupun bagi masyarakat serta lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja itu.
  • Jackson (1999, p. 222)
Menerangkan kalau Kesehatan serta Keselamatan Kerja memperlihatkan pada beberapa situasi fisiologis-fisikal serta psikologis tenaga kerja yang dipicu oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.
  • Menurut Suma’mur (2001, p. 104)
Keselamatan kerja adalah rangkaian usaha untuk membuat situasi kerja yang aman serta tentram untuk beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
  • Mathis serta Jackson (2002, p. 245)
Menyebutkan kalau Keselamatan yaitu mengacu pada perlindungan pada kesejahteraan fisik seseorang pada cedera yang berkaitan dengan pekerjaan. Kesehatan yaitu mengacu pada situasi umum fisik, mental serta kestabilan emosi secara umum.
  • Menurut Mangkunegara (2002, p. 163)
Keselamatan serta kesehatan kerja yaitu sebuah pemikiran serta usaha untuk menanggung keutuhan serta kesempurnaan baik jasmaniah ataupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, serta manusia pada umumnya, hasil karya serta budaya untuk menuju masyarakat adil serta makmur.
  • Menurut Mangkunegara (2002, p. 170)
Kalau indikator pemicu keselamatan kerja yaitu:
  • Situasi tempat lingkungan kerja, yang mencakup: 
  1. Pengaturan serta penyimpanan barang-barang yang beresiko yang kurang diperhitungkan keamanannya. 
  2. Ruangan kerja yang terlampau padat serta sesak 
  3. Pembuangan kotoran serta limbah yang tidak pada tempatnya. 
  • Penggunaan perlengkapan kerja, yang mencakup: 
  1. Pengaman perlengkapan kerja yang udah usang atau rusak. 
  2. Pemakaian mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik Pengaturan penerangan. 
Apa Maksud dari Penilaian Resiko?
Sumber: arafuru.com
Entrepreneur atau pemberi kerja di tiap tempat kerja mempunyai kewajiban umum untuk menanggung keselamatan serta kesehatan pekerja dalam tiap faktor yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Tujuan melakukan penilaian atau kajian resiko yaitu untuk memungkinkan entrepreneur untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk melindungi keselamatan serta kesehatan pekerja.

Beberapa langkah ini mencakup: 
  1. Pencegahan resiko kerja ; 
  2. Memberikan informasi pada pekerja ; 
  3. Memberikan kursus pada pekerja ; 
  4. Menyediakan organisasi serta fasilitas untuk mengaplikasikan langkah-langkah yang dibutuhkan. 
Sementara maksud penilaian resiko mencakup pencegahan resiko pekerjaan, dan hal semacam ini mesti senantiasa jadi tujuannya, walaupun tidak bakal senantiasa bisa dicapai dalam prakteknya.

Saat menyingkirkan resiko tidak memungkinkan, tiap resiko tetap mesti dikurangi dan resiko residual bisa dikendalikan.

Pada step berikutnya, sebagai bagian dari program peninjauan, resiko residual itu bakal dikaji serta tidak menutup kemungkinan bakal terjadi penghapusan sisi dari resiko, mengingat pengetahuan serta tehnologi baru, bisa diperhitungkan kembali.

Penilaian resiko mesti terstruktur serta diaplikasikan hingga bisa membantu entrepreneur untuk:
  1. Mengidentifikasi tiap bahaya yang di ciptakan ditempat kerja serta mengevaluasi resiko yang berkaitan dengan bahaya itu, untuk memastikan beberapa langkah apa yang perlu mereka ambil untuk Melindungi keselamatan serta kesehatan karyawan serta pekerja lain, dengan memerhatikan persyaratan legislatif ;
  2. Mengevaluasi resiko untuk bikin pilihan paling baik tentang perlengkapan kerja, bahan kimia atau bahan olahan yang dipakai, pengepasan dari tempat kerja, serta organisasi kerja ; 
  3. Mengecek apakah langkah-langkah ditempat yang memadai ; 
  4. Mengutamakan tindakan bila langkah-langkah selanjutnya ditemukan untuk jadi prioritas paling utama sebagai akibat dari penilaian ;
  5. Memperlihatkan pada diri mereka sendiri, pihak yang berwenang, pekerja serta perwakilannya kalau seluruh aspek yang terkait dengan pekerjaan sudah diperhitungkan, serta kalau informasi penilaian yang valid sudah di buat mengenai resiko serta langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melindungi keselamatan serta kesehatan ; 
  6. Meyakinkan kalau langkah-langkah pencegahan serta cara produksi, yang dianggap perlu serta dikerjakan sesudah penilaian resiko, memberikan peningkatan dalam perlindungan pekerja. 
Secara teoritis beberapa istilah bahaya yang kerap ditemui dalam lingkungan kerja mencakup beberapa hal sebagai berikut ini:
  1. Hazard (Sumber Bahaya), Sebuah kondisi yang memungkinkan/bisa menyebabkan kecelakaan, penyakit, kerusakan atau menghalangi kapabilitas pekerja yang ada 
  2. Danger (Tingkat Bahaya), Peluang bahaya udah terlihat (keadaan bahaya udah ada namun bisa dihindari dengan berbagai tindakan preventif. 
  3. Risk, perkiraan tingkat keparahan apabila terjadi bahaya dalam siklus tertentu 
  4. Incident, Timbulnya peristiwa yang bahaya (peristiwa yang tidak dikehendaki, yang bisa/telah mengadakan kontak dengan sumber daya yang melebihi ambang batas tubuh/struktur 
  5. Accident, Peristiwa bahaya yang disertai adanya korban serta atau kerugian (manusia/benda) 
Dalam K3 ada tiga etika yang senantiasa mesti dipahami, yakni:
  1. Ketentuan terkait dengan keselamatan serta kesehatan kerja 
  2. Di aplikasikan untuk melindungi tenaga kerja 
  3. Kemungkinan kecelakaan serta penyakit akibat kerja 
Tujuan dari K3 yaitu:
  1. Menanggung keselamatan operator serta orang lain 
  2. Menanggung penggunaan perlengkapan aman dioperasikan 
  3. menanggung proses produksi aman serta lancar 
Tujuan beberapa etika: Supaya terjadi keseimbangan dari pihak perusahaan bisa menanggung keselamatan pekerja.

Dasar hukum k3: 
  1. UU No. 1 tahun 1970 
  2. UU No. 21 tahun 2003 
  3. UU No. 13 tahun 2003 
  4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-5/MEN/1996 
Kendala dari penerapan k3:
  • Kendala dari segi pekerja/masyarakat:
  1. Tuntutan pekerja masihlah pada kebutuhan dasar
  2. Banyak pekerja tidak menuntut jaminan k3 lantaran SDM yang masihlah rendah 
  • Kendala dari segi perusahaan:
Perusahaan yang umumnya lebih mengutamakan biaya produksi atau operasional serta meningkatkan efisiensi pekerja untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Beberapa jenis bahaya dalam k3

Dibagi jadi 3, yakni:
  • Jenis kimia 
Terhirupnya atau terjadinya kontak antara manusia dengan bahan kimia beresiko.
contoh:
  1. Abu sisa pembakaran bahan kimia 
  2. Uap bahan kimia 
  3. Gas bahan kimia 
  • Jenis fisika 
  1. Sebuah temperatur udara yang sangat panas ataupun sangat dingin. 
  2. Situasi yang amat bising. 
  3. Situasi udara yang tidak normal. 
Contoh: 
  1. Kerusakan pendengaran 
  2. Suatu suhu tubuh yang tidak normal 
  • Jenis proyek/pekerjaan 
  1. Pencahayaan atau penerangan yang kurang. 
  2. Bahaya dari pengangkutan barang. 
  3. Bahaya yang diakibatkan oleh perlengkapan.  
Contoh:  
  1. Kerusakan penglihatan 
  2. Perpindahan barang yang tidak hati-hati hingga melukai pekerja 
  3. Perlengkapan kurang lengkap serta pengamanan sehngga melukai pekerja 
Langkah pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja
Sumber: ikhsanarya.blogspot.co.id
  • Pengendalian teknik 
Contoh:  
  1. Mengganti prosedur kerja 
  2. Menutup atau mengisolasi bahan bahaya 
  3. Memakai otomatisasi pekerja 
  4. Ventilasi sebaga pengganti udara yang cukup 
  • Pengendaan administrasi 
Contoh: 
  1. Mengatur waktu yang pas/sesuai antara jam kerja dengan istirahat 
  2. Membuat ketentuan k3 
  3. Menempatkan tanda tanda peringatan 
  4. Bikin data beberapa bahan yang berbahaya serta yang aman 
  5. Mengadakan serta melakukan pelatihan sistem penanganan darurat 
  • Standar keselamatan kerja
  1. Pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja. 
  2. Perlindungan tubuh yang mencakup semua tubuh. 
  3. Perlindungan mesin. 
  4. Pengamanan listrik yang perlu mengadakan pengecekan berkala. 
  5. Pengamanan ruangan, mencakup sistem alarm, alat pemadam kebakaran, penerangan yang cukup, ventilasi yang cukup, jalur evakuasi yang khusus. 

Alat pelindung diri 

Yaitu peralatan wajib yang dipakai ketika bekerja sesuai bahaya serta resiko kerja untuk melindungi keselamatan pekerja itu sendiridan orang di sekitarnya.

Adapun bentuk perlengkapan dari alat pelindung: 
  • Safety helmet 
Berperan: sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang bisa melukai kepala.
  • Safety belt 
Berperan: sebagai alat pengaman saat memakai alat trasportasi.
  • Penutup telinga 
Berperan: sebagai penutu telinga saat bekerja di tempat yang bising.
  • Kaca mata pengamanan 
Berperan: sebagai pengamanan mata saat bekerja dari percikan.
  • Pelindung wajah 
Berperan: sebagai pelindung muka saat bekerja.
  • Masker 
Berperan: sebagai penyaring udara yang dihisap di tempat yang kualitas udaranya kurang bagus.

Jadi, berdasarkan ketentuan – ketentuan keselamatan kerja di atas bisa diambil kesimpulan kalau maksud K3 antara lain sebagai berikut ini:
  1. Untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi – tingginya baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, ataupun pekerja – pekerja bebas. 
  2. Untuk menghindari serta memberantas penyakit serta kecelakaan – kecelakaan akibat kerja perlu memelihara serta meningkatkan kesehatan efisiensi serta daya produktivitas kerja dan meningkatkan kegairahan serta kesenangan kerja.
Itulah pembahasan kita kali ini mengenai Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Lengkap dengan Pendapat Para Ahli. Mudah-mudahan pembahasan kali ini membuat kita semua semakin peduli dengan keselamatan dan kesehatan kita saat kerja ya, sahabat.

Makasih ya udah mampir dan belajar bareng di sini. Sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya, see yaa.

Referensi:
  1. ak3u.com
  2. sepatusafetyonline.com
  3. navale-engineering.blogspot.co.id
  4. learnmine.blogspot.co.id

Apa Yang Di Maksud Dengan Biogas ?


Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. GAS LANDFILL Gas landfill adalah gas yang dihasilkan oleh limbah padat yang dibuang di landfill. Sampah ditimbun dan ditekan secara mekanik dan tekanan dari lapisan diatasnya. Karena kondisinya menjadi anaerobik, bahan organik tersebut terurai dan gas landfill dihasilkan. Gas ini semakin berkumpul kemudian perlahan-lahan terlepas ke atmosfer. Hal ini menjadi berbahaya karena: Dapat menyebabkan ledakan Pemanasan global melalui metana yang merupakan gas rumah kaca Material organik yang terlepas (volatile organic compounds) dapat menyebabkan (photochemical smog)

Biogas adalah gas yang dihasilkan sebagai produk sampingan fermentasi anaerobik atau gasifikasi.Sebagian negara mulai secara serius menggarap biogas sebagai sumber energi bersih potensial.

India dan Cina merupakan contoh negara yang sudah berinvestasi secara ekstensif dalam teknologi biogas untuk menyediakan bahan bakar bagi warga mereka.Bahan baku dasar untuk biogas adalah bahan organik seperti sisa makanan dan kotoran yang disimpan dalam kondisi anaerob.

Tempat penyimpanan bisa berupa tangki penyimpanan yang tidak berventilasi hingga perangkat yang dirancang khusus untuk menghasilkan gas.
Perangkat untuk menghasilkan biogas (metana) dikenal sebagai biogas digester atau anaerobic digester.Kondisi tanpa udara ini akan menarik bakteri anaerob, yang mulai menguraikan bahan organik tersebut dan menghasilkan metana serta karbon dioksida sebagai produk sampingan.Gas lain yang bisa dihasilkan meliputi hidrogen, nitrogen, dan karbon monoksida yang diperoleh melalui gasifikasi biomassa seperti kayu atau sekam padi.

Gas yang diproduksi melalui fermentasi anaerob atau gasifikasi memiliki sifat mudah terbakar sekaligus memiliki bau menyengat.Namun biogas tidak selamanya bermanfaat. Kebocoran metana dari tempat pembuangan sampah merupakan masalah serius yang perlu diatasi.

Kebakaran atau ledakan spontan yang disebabkan oleh akumulasi gas sering terjadi di tempat pengolahan atau pembuangan sampah.Namun, biogas yang dikelola dengan baik bisa memberikan manfaat besar. Biogas lazim digunakan untuk menyalakan kompor, sebagai pemanas ruangan, dan aplikasi lain.

Biogas yang dimanfaatkan juga mencegah metana mencapai atmosfer yang bisa berpengaruh pada lingkungan.Kemampuan untuk mengubah produk limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat tidak hanya bernilai ekonomis melainkan juga memiliki nilai lingkungan.

Dengan mengubah biomassa menjadi biogas, berarti berbagai masalah seperti sampah dan limbah bisa turut dikurangi.

Manfaat Biogas 


  1. Manfaat biogas yang pertama yaitu dapat mengurangi penggunaan dari gas LPG, hal ini dapat saja dilakukan karena gas metana yang terkandung di dalam biogas dapat digunakan sebagai pembakaran seperti halnya yang terdapat di dalam gas LPG.
  2. Manfaat Biogas yang kedua ialah lingkungan menjadi lebih bersih dan indah, hal ini terjadi karena memanfaatkan limbah dan kotoran untuk dijadikan bahan pembuat biogas.
  3. Manfaat Biogas yang ketiga adalah dapat menghemat biaya operasional rumah tangga, dengan mengganti bahan bakar minyak dan gas yang relatif lebih mahal dengan penggunaan biogas.
  4. Manfaat biogas selanjutnya yaitu limbah digester dari biogas dapat kita manfaatkan sebagai pupul organik, baik yang berupa cair maupun padat bagi pertanian.
  5. Manfaat biogas berikutnya adalah biogas dapat berkonstribusi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, pengurangan emisi ini terjadi karena kurangnya pemakaian bahan bakar minyak dan kayu.
  6. Manfaat biogas selanjutnya ialah biogas dapat menjadi bahan bakar alternatif yang dapat menghasilkan listrik untuk menggantikan penggunaan solar. Bahan bakar biogas ini dapat menghasilkan sekitar 6000 watt per jamnya dengan menggunakan sekitar 1 meter kubik biogas.
  7. Biogas juga bermanfaat untuk mengurangi asap dan kadar karbon dioksida di udara.


Energi yang disediakan oleh biogas dapat digunakan untuk menyediakan panas, menghasilkan listrik, atau bahan bakar kendaraan. Energi biogas telah digunakan di kedua negara maju dan berkembang, dan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, meskipun tidak hadir dengan beberapa kelemahan.

Bentuk energi dibuat ketika bakteri dan mikroorganisme lainnya memecah dan memakan bahan organik tanpa adanya oksigen, proses yang dikenal sebagai pencernaan anaerobik. Saat pencernaan anaerobik merupakan fenomena alam, perangkat buatan manusia yang dikenal sebagai digester yang digunakan untuk mengoptimalkan hasil. Pembuatan yang tepat gas bervariasi tergantung bahan dan jenis digester, tetapi gas primer umumnya metana, gas rumah kaca yang potensial.

Energi biogas dapat diproduksi dari berbagai jenis bahan organik. Di AS, beberapa petani menggunakan biogas dari kotoran sapi atau babi untuk daya pertanian mereka, dan bahkan menjual listrik ekstra untuk perusahaan utilitas. Di Eropa, Amerika Utara, dan bagian lain dari dunia, gas lahan TPA yang lain dapat menyebabkan pencemaran ditangkap dan digunakan untuk menghasilkan listrik.

Di negara-negara berkembang seperti China dan India, energi biogas digunakan oleh peternakan kecil dan rumah tangga untuk pemanasan dan memasak. Ini digester dapat diberi makan dengan sesuatu dari sampah rumah tangga ke limbah, yang dapat meningkatkan kondisi sanitasi di daerah di mana infrastruktur modern tidak tersedia. Selain itu, proses pencernaan anaerobik dapat menghasilkan endapan kompos seperti itu membuat pupuk yang baik.

Metana juga terjadi menjadi komponen utama dalam gas alam, dengan pemurnian sedikit, energi biogas dapat menambah atau mengganti bahan bakar fosil tanpa infrastruktur atau peralatan baru. Setelah dimurnikan, biogas dapat disuntikkan langsung ke jaringan pipa gas alam yang ada. Hal ini memungkinkan biogas, kadang-kadang dikenal sebagai biometana dalam bentuk yang ditingkatkan, untuk digunakan dalam pembangkit listrik tenaga gas alam. Ini juga berarti bahwa mobil dan truk dirancang untuk berjalan pada gas alam dapat menggunakan biogas sebagai bahan bakar.

Biogas juga dapat digunakan dalam program kompensasi karbon. Dalam banyak kasus, produsen energi biogas membakar metana dan gas rumah kaca lainnya yang seharusnya dapat dilepaskan ke atmosfer. Selain produktif penghasilan dari pembangkit listrik, produsen ini, apakah petani tunggal atau sebuah perusahaan besar, bisa menjual nilai karbon untuk utilitas listrik dan perusahaan lain.

Seperti halnya dengan semua sumber energi, biogas memang memiliki kelemahan. Meskipun dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, biogas tidak sepenuhnya bebas polusi. Karena digester ini dirancang untuk menjadi ramah terhadap bakteri, ada potensi untuk pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Metana mudah meledak, dan tindakan pencegahan harus diambil ketika menangani atau pengangkutan itu. Namun, banyak keuntungan dari energi biogas malahan berarti penggunaannya kemungkinan akan terus meningkat di seluruh dunia

Pengertian Pembangunan Ekonomi : Unsur, Dampak, Faktor Dan Tujuannya

Pengertian Pembangunan Ekonomi

Pengertian Pembangunan Ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang dengan perubahan ciri-ciri penting suatu masyarakat, yaitu perubahan baik dalam hal teknologi, pola pikir masyarakat maupun kelembagaan.

Pembangunan ekonomi merupakan peroses sebuah kenaikan pendapatan total serta pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan sebuah penduduk serta dengan adanya perubahan fundamental dalam struktur ekonomi dalam sebuah negara dan naiknya pendapatan untuk masyarakat dalam sebuah negara.

Menurut Adam Smith pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi.

Menurut Prof. Meier pembangunan ekonomi adalah sebagai proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam suatu jangka waktu yang panjang.

Pembangunan ekonomi merupakan suatu perubahan yang terjadi secara terus-menerus melalui serangkaian kombinasi proses demi mencapai sesuatu yang lebih baik yaitu adanya peningkatan pendapatan perkapita yang terus menerus berlangsung dalam jangka panjang.

Sedangkan menurut Wikipedia, Pengertian pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk yang disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

Pembangunan Ekonomi bergantung dari pertumbuhan ekonomi (economic growth) dimana pembangunan ekonomi mendorong dalam tumbuhnya ekonomi dan sebaliknya pula, ekonomi memperlancar dalam proses pembangunan ekonomi.

Pembangunan ekonomi juga merupakan suatu proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses yang mencakup pembentukan institusi – institusi baru, pembangunan industri – industri alternatif, perbaikan kapasitas kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi pasar – pasar baru, alih ilmu pengetahuan dan pengembangan perusahaan – perusahaan baru, dimana kesemuanya ini merupakan tujuan utama yaitu untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat di daerah.

Pembangunan ekonomi dapat juga disebut sebagai pembangunan negara ditinjau dari sudut ruang atau wilayahnya dan dalam konteks ini istilah yang paling tepat digunakan adalah pembangunan wilayah. Oleh karena itu pembangunan ekonomi berisi strategi pembangunan daerah yang dimaksudkan sebagai suatu langkah untuk melengkapi strategi makro dan sektoral dari pembangunan nasional. Pengertian pembangunan dalam hal ini banyak digunakan para pembuat kebijakan sebagai usahanya membangun stabilitas pereko nomian negara.

Sedangkan maksud dari pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Negara dapat disebut mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi jika terjadi peningkatan GNP rill di negara tersebut. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi merpakan suatu indikasi terhadap keberhasilan dari pembangunan ekonomi.

Lalu "Apa perbedaan antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi", pertumbuhan ekonomi keberhasilannnya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya dari ertambahan produksi, akan tetapi juga dari perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input dari berbagai sektor perkeonomian misalnya lembaga, pengetahuan, sosial, dan teknik.

Unsur-Unsur Pembangunan Ekonomi

  1. Pembangunan sebagai suatu proses. artinya bahwa pembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani oleh setiap masyarakat atau bangsa.
  2. Pembangunan sebagai perubahan sosial. Masyarakat sebagai pelaku dalam perubahan sosial dimana secara langsung atau tidak langsung perubahan sosial akan berdampak pada kelancaran pembangunan atau bahkan menghambat pembanguna.
  3. Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita. Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita.
  4. Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang. Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikan terus menerus.

Dampak Positif &Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi

Dampak Positif Pembangunan Ekonomi 
  • Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi. 
  • Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga akan mengurangi pengangguran. 
  • Terciptanya lapangan pekerjaan dari pembangunan ekonomi secara langsung memperbaiki tingkat pendapatan nasional 
  • Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan menjadi semakin beragam dan juga dinamis. 
  • Pembangunan ekonomi menuntut adanya peningkatan kualitas SDM sehingga dimungkinkan ilmu pengetahan dan teknologi menjadi semakin berkembang pesat. Sehingga makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
  • Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik sehingga mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup. 
  • Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian. 
  • Tersingkirnya/hilangnya habitat alam baik itu alam hayati atau hewani
  • Terjadinya pencemaran air, udara, dan tanah dari ketidakdisiplinannya manusia.

Faktor Pembangunan Ekonomi

Beberapa hal yang mempengaruhi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi, tetapi pada dasarnya hal tersebut bisa dikelompokan menjadi dua, seperti faktor ekonomi dan nonekonomi.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi diantaranya ialah SDM, SDA, serta kewirausahaan dan keahlian.

Sumber daya alam (SDM), yaitu kekayaan alam seperti tanah, kesuburan tanah, hasil hutan, keadaan iklim/cuaca, hasil laut, serta tambang, sangat berpengaruh pada pertumbuhan industri suatu negara, yang terutama dalam hal peyediaan bahan baku produksi.

Kewirausahaan dan keahlian diperlukan sebagai pengeolahan bahan mentah dari alam menjadi suatu yang mempunyai nilai yang tinggi ( disebut juga sebagai proses produksi).

Sumber daya manusia (SDA) juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional lewat jumlah dan kulitas peroduk. Jumlah penduduk yang sangat besar merupakan pasar yang sangat potnsial sebagai pemasaran hasil produksi, sementara itu kualitas penduduk menentukan seberapa besar peroduktivitas yang ada.

Faktor non ekonomi meliputi kondisi sosial kltur yang ada di dalam masyaakat, kelembagaan, keadaa politik, serta sistem yang berkembang dan berlaku di masyarakat.

Tujuan pembangunan ekonomi yaitu:

  1. meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya yang meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, dan perlindungan keamanan dari pemerintah;
  2. memperluas distribusi berbagai barang kebutuhan pokok
  3. memperluas kesempatan kerja;
  4. memperbaiki kualitas pendidikan;
  5. meningkatkan pendapatan masyarakat
  6. meningkatkan pemahaman dan tingkah laku masyarakat dalam menjunjung nilai-nilai luhur (agama, sosial, dan kultural); dan
  7. memperluas pilihan-pilihan ekonomi dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan. Misalnya: kebebasan dari sikap ketergantungan, bukan hanya terhadap orang atau negara lain tetapi terhadap setiap kekuatan yang berpotensi merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.