Showing posts sorted by relevance for query mamalia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query mamalia. Sort by date Show all posts

Sistem Pernapasan (Aves) Burung

Sistem Pernapasan (Aves) Burung. Pengertian Sistem Pernapasan (Aves) Burung, Alat Pernapasan (Aves) Burung, Mekanisme Pernapasan (Aves) Burung, Proses Pernapasan (Aves) Burung, Bagaimana Cara Burung Bernapas? Di sini akan kita jelaskan secara lengkap mengenai Pernapasan Pada (Aves) Burung.

Alat Penapasan Burung 

Sumber: khazanahpengetahuanbiologi.blogspot.co.id
Saluran pernapasan burung terbagi dalam lubang hidung, trakea, bronkus, paru-paru, dan kantong udara. Kantong udara ini berkaitan dengan paru-paru. Umumnya, kantong udara pada burung beberapa sembilan buah, yakni: 
  1. Dua buah kantong udara di leher, 
  2. Satu kantong udara antar tulang selangka, 
  3. Dua buah kantong udara dada depan, 
  4. Dua buah kantong udara dada belakang, serta 
  5. Dua buah kantong udara perut. 
Kantong udara (sakus pneumatikus) berperan untuk bantu burung bernapas saat terbang, bantu membesarkan ruangan siring sampai dapat memperbesar dan memperkeras suara, menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh sampai tidak kedinginan, dan bantu menghindari hilangnya panas tubuh yang terlampau besar.

Trakea bercabang jadi bronkus kiri dan kanan. Paru-paru pada burung dibungkus oleh selaput paru-paru (pleura) dan berkaitan dengan kantung udara. Paru-paru burung tidak mempunyai alveoli tetapi diganti dengan pembuluh udara yang disebut juga parabronki.

Saluran udara pada parabronki bercabang-cabang, yaitu berupa pembuluh kapiler udara yang berdampingan dengan kapiler darah. Pada bagian bawah trakea, yaitu pada percabangan tenggorokan, ada alat suara atau siring. Siring memiliki selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi jika dilalui udara.

Mekanisme Pernapasan 

Sumber: app3056.grm-grm1.info
Pengambilan udara pada burung ada dua langkah, yaitu pada ketika terbang dan pada saat istirahat.
Pada saat terbang, burung tidak bisa menggunakan rongga dada untuk melakukan penarikan dan pengeluaran napas karena tulang dada dan tulang rusuk yakni tempat perlekatan otot-otot untuk terbang.

Pernapasan dilakukan dengan menggunakan cadangan udara di dalam kantung udara.
Pada saat terbang melayang tanpa mengepakkan sayap, udara diisap masuk ke dalam paru-paru lalu disalurkan menuju kantong udara yang disebut area untuk menyimpan udara.

Selama terbang dengan mengepakkan sayap, pernapasan burung terlebih menggunakan cadangan udara di dalam kantong udara. Pada saat sayap diangkat ke atas, kantong udara di ketiak akan mengembang sampai udara masuk.

Bila sayap diturunkan, kantong udara di ketiak akan terjepit, sedangkan kantong udara antarkorakoid akan mengembang sampai udara keluar. Pertukaran oksigen oleh darah hanya terjadi di paru-paru saja. Dengan cara itu darah dapat mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, sampai burung dapat memenuhi kebutuhan oksigennya saat terbang.

Pengambilan udara saat burung istirahat yakni sebagai berikut ini:
Sumber: ilmuhewan.com
Fase inspirasi (penarikan napas) diawali dengan gerakan tulang rusuk ke depan sampai memperbesar rongga dada dan paru-paru jadi mengembang. Hal sejenis ini menyebabkan udara dapat masuk ke paru-paru.

Beberapa udara yang kaya oksigen ini akan diambil oleh paru-paru dan beberapa lagi dialirkan ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan.

Fase ekspirasi (pengeluaran napas) terjadi saat pengecilan rongga dada yang diikuti dengan mengecilnya paru-paru, sampai udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan lewat paru-paru.

Paru-paru burung tidak memperluas atau berkontraksi seperti paru-paru mamalia. Dalam paru-paru mamalia, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi pada kantung mikroskopis di paru-paru, yang disebut juga dengan ‘alveoli”.

Dalam paru-paru burung, pertukaran oksigen terjadi pada dinding tubulus mikroskopis, yang disebut juga dengan ‘kapiler udara”. Sistem pernafasan burung lebih efisien dari pada mamalia, mentransfer makin banyak oksigen pada setiap helaan napas.

Respirasi pada burung membutuhkan dua siklus pernapasan (inspirasi, ekspirasi, inspirasi, ekspirasi) untuk memindahkan udara lewat seluruh sistem pernapasan. Pada mamalia, hanya satu siklus pernapasan diperlukan.

Kantung udara itu isi beberapa dada dan rongga perut, dan tersambung ke ruangan udara di tulang. Dua bronkus paling penting, yang menghadap dari trakea, serta beberapa bronkus sekunder, yang menghadap dari bronkus paling penting, udara di input ke dalam kantung udara perut.

Beberapa bronkus sekunder, yang menyebar ke bawah paru-paru, yaitu saluran udara untuk kantung udara anterior. Juga menuju ke antara 7 dan 10 bronkus di punggung, yang menyebar di bagian belakang dan samping paru-paru, dan saluran pernapasan ventral, yang menyebar di depan paru-paru.

Selanjutnya ada jaringan bronkus tersier, yang menghubungkan bronkus ventral dengan bronkus punggung. Yang keluar secara langsung dari bronkus tersier kapiler udara, yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas antara sistem ventilasi dan darah yang mengangkut oksigen ke beberapa sel tubuh yang diperlukan untuk respirasi.

Sisi dari udara lewat paru-paru burung sama dengan air yang mengalir lewat spons: Air mengalir langsung lewat paru-paru dan masuk ke kantung-kantung udara yang berdekatan. Teorinya yakni bila kantung udara bertindak sebagai pompa untuk mendorong udara lewat paru-paru.

Tidak seperti paru-paru mamalia, di mana volume perubahan udara dengan masing-masing menarik dan menghembuskan napas, paru-paru burung menjaga volume konstan udara. Karena kantung udara, paru-paru menjaga volume konstan dari udara.

Karena kantung udara, paru-paru mengembang tetapi tidak mengempis untuk mengambil makin banyak oksigen: hanya untuk menahan udara dalam paru-paru.

Apabila paru-paru yang mengembang dan mengempis pada setiap napas, burung akan kehilangan ketinggian saat terbang. Tidak cuma keuntungan dari membuat perlindungan burung saat terbang, sistem pernapasan burung memungkinkan burung untuk melindungi tingkat daya yang lebih tinggi dari pada mamalia, karena mamalia kehilangan daya saat bernapas.

Pernapasan Saat Istirahat 
Sumber: hiveminer.com
Pada saat istirahat, terjadi proses inspirasi dan ekspirasi.

Proses Inspirasi 
  1. Pengambilan udara yakni dimulai dari adanya gerakan tulang rusuk ke arah depan bawah. 
  2. Rongga dada jadi membesar tetapi tekanan udara mengecil. 
  3. Diikuti mengembangnya paru-paru dan mengecilnya tekanan dalam rongga paru-paru. 
  4. Menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru lewat saluran pernapasan salah satunya lewat lubang hidung luar, lubang hidung dalam, celah tekak, trakea, siring, serta paling akhir udara masuk ke paru-paru. 
  5. Setelah udara masuk ke paru-paru, udara akan masuk ke dalam parabronkus. 
  6. Di dalam parabronkus terjadi pertukaran O2 dan CO2 semua udara yang masuk beberapa udara masuk ke dalam paru-paru dan beberapa udara yang lain masuk ke kantong udara.
Proses Ekspirasi Saat Istirahat 
Sumber: jasapengetikancibinong.blogspot.co.id
  1. Tulang rusuk kembali ke posisi semula 
  2. Otot-otot dada bekerja dengan mengecilkan rongga dada, sedangkan tekanan rongga dada jadi besar. 
  3. Ruangan dari paru-paru jadi tertekan sampai jadi sempit sedangkan tekanan dalam ruang paru-paru jadi besar. 
  4. Udara ke luar dari kantong udara dan paru-paru. 
  5. Saat udara lewat paru-paru terjadi difusi O2 dan CO2 lagi. 
  6. Pernapasan Saat Terbang 
  7. Pada saat terbang pernapasan burung tidak menggunakan paru-paru, namun kantong udara antartulang korakoid, prosesnya sebagai berikut ini: 
  8. Pada saat burung terbang mengangkat sayapnya, mengakibatkan kantong udara antartulang korakoid terjepit tetapi kantong udara yang ada di bawah ketika mengembang. 
  9. Udara masuk ke kantong udara yang ada di bawah ketiak. 
  10. Terjadi proses masuknya udara (inspirasi) yang ditandai dengan terjadinya difusi O2 dan CO2 dalam paru-paru. 
  11. Pada saat burung menurunkan sayapnya mengakibatkan kantong udara yang ada di bawah ketiak terjepit sampai menyebabkan kantorng udara antar tulang korakoid mengembang. 
  12. Lalu udara masuk ke dalam kantong udara antartulang korakoid. 
  13. Sampai terjadi ekspresi yang juga ditandai terjadinya difusi O2 dan CO2.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Pernapasan (Aves) Burung, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sistem Pernapasan (Aves) Burung di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Burung. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia

Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama-sama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasarkan data dari Departemen Kehutanan dan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000 spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesies hewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu.

Para arkeolog berhasil menemukan sejumlah fosil jenis tumbuhan Praaksara, antara lain pohon jeruk, pohon salam, dan pohon rasamala. Selain itu, ada tumbuh-tumbuhan yang boleh dimakan seperti jenis umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran. Tumbuh-tumbuhan tersebut tumbuh liar di hutan.

Fosil-fosil hewan yang ditemukan pada umumnya merupakan hasil evolusi dari hewan-hewan masa sebelumnya. Kondisi hewan pada zaman Praaksara pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan kondisi saat ini. Hewan-hewan masa Praaksara antara lain kera, gajah, kerbau liar, badak, banteng, kancil, babi rusa, monyet berekor, hewan pemakan serangga, trenggiling, dan hewan pengerat. Sebagian dari hewan-hewan tersebut ada yang menjadi hewan buruan manusia Praaksara. Sebagian hewan punah karena ditangkap dan dimakan oleh manusia. Sebagian hewan lainnya masih hidup karena kemampuannya membebaskan dari berbagai gangguan serta dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya.

Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia tentunya perlu kita syukuri dengan menjaga dan melestarikannya. Jika tidak, flora dan fauna tersebut akan terancam punah. Bangsa Indonesia tentu akan mengalami banyak kerugian karena flora dan fauna tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing di alam. Di samping itu, manfaat bagi manusia juga akan hilang jika flora dan fauna tersebut punah.

Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah.  Suhu dan curah hujan yang besar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan. Tumbuhan memerlukan air dan suhu yang sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yang dapat tumbuh dan karena itu makin banyak hewan yang dapat hidup di daerah tersebut.

Bukti dari pernyataan tersebut dapat kamu bandingkan antara daerah dengan curah hujan yang tinggi seperti Indonesia dan daerah gurun yang curah hujannya sangat kecil. Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan keanekaragaman flora dan fauna daerah gurun.

a. Persebaran Flora di Indonesia
Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo-Malayan dan Indo-Australian. Kelompok Indo-Malayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Kelompok Indo-Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau yang termasuk dalam Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Perbandingan karakteristik flora yang ada di Indonesia Barat dan Indonesia Timur adalah sebagai berikut.
No.Indonesia BaratIndonesia Timur
1.Jenis meranti-merantian sangat banyakJenis meranti-merantian hanya sedikit
2.Terdapat berbagai jenis rotanTidak terdapat berbagai jenis rotan
3.Tidak terdapat hutan kayu putihTerdapat hutan kayu putih
4.Jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) sedikitBanyak terdapat jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) di Papua
5.Jenis tumbuhan sagu sedikitBanyak terdapat tumbuhan sagu
6.Terdapat berbagai jenis nangkaTidak terdapat berbagai jenis nangka

Berbagai jenis flora tersebut telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sebagai bahan furniture, bahan bangunan, bahan makanan, dan lain-lain. Sebagai contoh, rotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kursi, meja, dan perabotan rumah tangga lainnya. Berbagai jenis kerajinan dihasilkan dengan memanfaatkan bahan dari rotan. Sentra penghasil produk kerajinan tersebut banyak berkembang di daerah-daerah tertentu, misalnya di Cirebon dan daerah lainnya di Pulau Jawa.

b. Persebaran Fauna Indonesia
Fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat, tengah, dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Barat dan Tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Tengah dan Timur dinamakan Garis Weber. Fauna bagian barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna Asia sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australia sehingga disebut tipe Australis (Australic). Fauna bagian tengah merupakan fauna peralihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia. Fauna tipe ini disebut fauna endemik.
Alfred Russel Wallace (1823-1913) adalah seorang penjelajah dan ahli ilmu alam, geografi,antropologi, dan biologi yang membagi flora dan fauna di Indonesia dua bagian besar. Bagian pertama, yang terletak di bagian barat, memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan flora dan fauna Asia. Bagian timur memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan Australia. Garis yang memisahkan dua bagian flora dan fauna di Indonesia tersebut dikenal dengan nama Garis Wallace membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia barat dan tengah, sedangkan garis Weber membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia tengah dengan timur
1). Fauna Indonesia Bagian Barat
Fauna Indonesia bagian Barat atau tipe asiatis mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, bekantan, dan lain-lain. Di samping mamalia, di wilayah ini banyak pula ditemui reptil seperti ular, buaya, tokek, kadal, tokek, biawak, bunglon, kura-kura, dan trenggiling. Berbagai jenis burung yang dapat ditemui seperti burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas. Berbagai macam ikan air tawar seperti pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam) dapat ditemui di wilayah ini.
fauna indonesia barat
2). Fauna Indonesia Tengah atau Tipe Peralihan
Fauna Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan atau Austral Asiatic. Wilayah fauna Indonesia Tengah disebut pula wilayah fauna kepulauan Wallace, mencakup Sulawesi, Maluku, Timor, dan Nusa Tenggara serta sejumlah pulau kecil di sekitar pulau-pulau tersebut. Fauna yang menghuni wilayah ini antara lain babi rusa, anoa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius, sapi, dan banteng. Selain itu terdapat pula reptil, amfibi, dan berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat di daerah ini di antaranya biawak, komodo, buaya, dan ular. Berbagai macam burung yang terdapat di wilayah ini di antaranya maleo, burung dewata, mandar, raja udang, rangkong, dan kakatua nuri.
fauna indonesia tengah
3). Fauna Indonesia Bagian Timur
Fauna Indonesia bagian Timur atau disebut tipe australic tersebar di wilayah Papua, Halmahera, dan Kepulauan Aru. Fauna berupa mamalia yang menghuni wilayah ini antara lain kangguru, beruang, walabi, landak irian (nokdiak), kuskus, pemanjat berkantung (oposum layang), kangguru pohon, dan kelelawar. Di wilayah ini, tidak ditemukan kera. Di samping mamalia tersebut, terdapat pula reptil seperti biawak, buaya, ular, kadal. Berbagai jenis burung ditemui di wilayah ini di antaranya burung cenderawasih, nuri, raja udang, kasuari, dan namudur. Jenis ikan air tawar yang ada di relatif sedikit.
fauna indonesia timur

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan). Pengertian Kingdom Animalia, Ciri – Ciri Kingdom Animalia, Klasifikasi Kingdom Animalia, Struktur Tubuh Kingdom Animalia, Vertebrata, Invertebrata, dan Penjelasan Lengkap Lainnya Mengenai Kingdom Animalia (Hewan).

Pengertian Kingdom Animalia

Sumber: riofrans.blogspot.co.id
Dalam biologi, kerajaan atau kingdom dalam bahasa latin regnum, pl. regna, adalah tingkat paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.

Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang tergabung membuat jaringan. Hewan tidak bisa membuat makanannya sendiri hingga disebut dengan heterotrof. Hewan adalah organisme eukariot, multiseluler serta heterotrofik.

Tidak sama dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang udah jadi ke dalam badannya dengan menelannya secara langsung (ingestion) atau mengonsumsi organisme yang lain dapat pula mengonsumsi bahan organik yang terurai.

Keunikan hewan yaitu adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls serta pergerakan, yakni jaringan saraf serta jaringan otot hingga bisa bergerak secara aktif. Beberapa hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.

Memanglah terasa sedikit susah memahami pengertian hewan sesungguhnya, hal semacam ini disebabkan karena adanya macam - macam karakter hewan di dunia, senantiasa ada pengecualian dari beberapa karakter umum pada sebuah kelompok hewan spesifik. Sebutan lain untuk hewan yaitu binatang atau fauna atau margasatwa.

Lantas apa hubungan pengertian hewan dengan kingdom animalia? Jelas amat terkait lantaran kingdom animalia itu sendiri yaitu klasifikasi (pengelompokan) hewan atau binatang yang mempunyai anggota yang paling banyak serta beragam.

Struktur Tubuh Kingdom Animalia

Dalam pengklasifikasian kingdom animalia, ada 4 ciri mencolok yang bisa membedakan struktur tubuh satu dengan yang lain. Yakni bersumber pada simetri tubuh serta susunan tubuh.

Susunan Tulang Belakang 
  1. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. 
  2. Invertebrate adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. 
Kesimetrisan Tubuh

Asimetris 

Simetri tubuh hewan ini tidak beraturan.

Simetri bilateral 

Hewan yang sisi badannya tersusun bersebelahan dengan sisi yang lain adalah simetri tubuh bilateral. Bila di ambil garis memotong dari depan ke belakang, akan tampak sisi badannya sama atau seimbang kiri serta kanan.

Hewan dengan simetri tubuh ini, mempunyai sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Juga mempunyai sisi atas atau dorsal serta sisi bawah atau ventral, sisi kepala atau anterior serta sisi ekor atau posterior dan sisi samping atau lateral.

Simetri radial 

Hewan mempunyai susunan tubuh melingkar atau bulat adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri radial. Bentuk tubuh seperti ini cuma mempunyai dua sisi yakni sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Hewan ini disebut dengan radiata.

Susunan Tubuh 

Hewan diploblastik 

Hewan tipe ini cuma mempunyai 2 susunan sel tubuh. Susunan luar disebut dengan ektoderma serta susunan dalam disebut dengan endoderma.

Hewan triploblastik 

Hewan triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh. Susunan terluar disebut dengan eksoderma yang akan berkembang jadi epidermis serta sistem saraf serta susunan tengah disebut dengan mesoderma yang akan berkembang jadi kelenjar pencernaan serta usus dan susunan terdalam disebut dengan endoderma sebagai jaringan otot.

Rongga Tubuh 

Khusus untuk hewan triploblastik, masih tetap ada lagi susunan bentuk badannya bersumber pada rongga yang dibagikan lagi ke dalam 3 kelompok yakni:

Aselomata 

Hewan dengan tipe rongga aselomata adalah hewan yang bertubuh padat yang tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluarnya.

Pseudoselomata 

Hewan dengan tipe rongga ini mempunyai rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga itu berodo cairan yang memisahkan alat pencernaan serta dinding tubuh terluar.

Selomata 

Hewan berongga satu ini memuat cairan serta memiliki batas yang datang dari jaringan mesoderma. Susunan dalam serta luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga serta menghubungkan dorsal dengan ventral.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Susunan beberapa jenis hewan jadi beberapa kelompok besar serta kecil dalam suatu ketentuan yakni;
  1. Taxonomi atau systematika meliputi klasifikasi serta nomenkelatur, ketentuan yang memisahkan kelompok beragam hewan atas dasar criteria tertentu 
  2. Nomenkelatur adalah tata cara pemberian nama pada jenis hewan atau kelompok hewan yang akan disusun dalam klasifikasi. 
Pengklasifikasian kingdom animalia yakni Vertebrata (mempunyai tulang belakang) serta Avertebrata (tidak mempunyai tulang belakang). Mari kita ulas satu persatu.

Vertebrata 

Vertebrata adalah subkingdom animalia yang mempunyai susunan ruas-ruas tulang belakang atau vertebrae.

Vertebrata diklasifikasikan bersumber pada kulit yang menutupi badannya, reproduksi, cara menjaga suhu tubuh serta anggota tubuhnya.

Biasanya mempunyai tubuh simetri bilateral, rangka dalam, serta beragam organ tubuh. Vertebrata sudah mempunyai organ tubuh lengkap. Dalam subkingdom vetebrata, ada 5 kelas yakni:

Pisces (ikan) 
Sumber: dbagus.com
Habitat ikan mempunyai habitat di air dengan alat pernapasan berbentuk insang. Alat gerak ikan berbentuk sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip. Beberapa ikan bahkan juga mempunyai tentakel dibagain anterior atau depan.

Reproduksi pada ikan dengan bertelur, juga mempunyai sepasang ginjal kiri serta kanan yang bertugas membuat zat sisa, serta mempunyai system saraf pusat tepi. system peredaran darah pada ikan yaitu system peredaran darah tertutup ganda yang bergerak dari insang menuju ke jantung serta menuju semua tubuh lalu kembali pada ke jantung.

Sistem pencernaan ikan lewat organ-organ seperti dari mulut menuju lambung lalu usus halus, usus besar serta pembuangannya lewat anus. Proses penyerapan (absorbs) terjadi di usus halus. Reproduksi pisces yaitu secara seksual yang membentuk telur.

Amphibia (hewan hidup di dua alam, air serta darat) 
Sumber: alearningfamily.com
Hewan ini bisa bertahan hidup di dua alam, seperti katak serta katak ini bila masih kecil pernafasannya memakai insang namun bila sudah dewasa akan berubah serta akan memakai paru hingga katak bisa hidup di dua alam yakni darat serta air. Alat geraknya berbentuk sepasang kaki depan serta belakang.

Namun ada pula yang tidak mempunyai kaki (apoda) umpamanya salamander cacing. Ampibia memiliki ginjal yang bertugas mengeluarkan zat sisa. System-sistem yang terjadi di tubuh katak tidak jauh beda dengan jenis ikan. Kelas ampibia dibagi jadi 3 ordo yakni, anura (katak serta kodok), urodela (ampibi berekor), serta apoda (ampibi tidak berkaki).

Reptilian (hewan melata) 
Sumber: coolgalapagos.com
Dalam bahasa latin, reptilian artinya melata. Reptilian mempunyai kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berperan mencegah kekeringan.

Beberapa reptile mempunyai anggota tubuh berjari lima dengan cakar yang kuat namun ular memakai ototnya untuk bergerak, bernapas dengan paru-paru, jantungnya beruang tiga atau empat, memakai energy lingkungan untuk mengatur suhu badannya hingga termasuk hewan poikiloterm, fertilisasinya internal, menghasilkan telur hingga termasuk ovipar dengan telur bercangkang.

Bangsa kura-kura memiliki cangkai perisai yang keras disebut juga karapaks (sisi atas) serta plastron (sisi bawah). Pernafasannya memakai paru-paru, faring serta kloaka tergantung macamnya. Sistem ekskresinya memakai ginjal, kulit, kloaka serta hati.

Makanannya dicerna lewat esofugus menuju lambung lalu usus halus rectum serta kloaka. Reproduksinya bersifat ovipar. Peredarannya dengan sistem peredaran darah ganda dengan jantung yang mempunyai 2 ruangan yakni serambi serta bilik, tetapi sekat pada serambi masih tetap bercampur darahnya.

Reptilian juga dibagi ke dalam beberapa kelas yakni chelonian atau Testudines (reptilia bercangkang), squamata atau lepidosauria (reptilian dengan kulit bersisik), crocodile (bangsa buaya).

Aves (unggas) 
Sumber: twitter.com
Aves atau semua jenis bentuk unggas mempunyai ciri khusus yakni seluruh tubuh terlindung bulu. Anggota gerkanya berbentuk sayap serta kaki dengan cakar yang kuat, berdarah panas, tidak memiliki gigi, mulut berbentuk paruh, berkembang biak dengan bertelur serta jantung terdiri atas 4 ruangan.

Sistem sarafnya lebih komplek dengan pelengkap saraf pusat. Sistem ekskresinya melibatkan ginjal, kulit, kloaka serta hati. Respirasi aves memakai organ paru-paru, faring serta kloaka. Pembagian kelas aves yakni Casuariformes (bangsa burung berjalan), Columbiformes, Psittaciformes, serta Galliformes.

Mamalia (hewan menyusui) 
Sumber: urbnstyle.blogspot.co.id
Mamalia adalah hewan yang mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia juga hewan berdarah panas.

Alat gerak mamallia yakni tangan serta sepasang anggota gerak bawah (kaki). Sarafnya terbagi dalam otak serta sum sum lanjutan, sedangkan sum-sum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang.

Reproduksi mamalia dengan proses fertilisasi internal serta berbentuk ovovivipar. Alat alat pernafasannya yaitu mulut/hidung, trakea, bronchus, bronchioles serta paru-paru.

Porifera (Hewan Berpori) 

Porifera atau bahasal latinnya porus yang artinya pori serta fer yang artinya membawa. Porifera juga disebut dengan spons adalah hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara heterotrof.

Makanannya yaitu bakteri serta plankton. Makanan yang masuk ke badannya berbentuk cairan hingga porifera disebut juga dengan sebagi pemakan cairan. Habitat porifera biasanya dilautan.

Ciri-ciri morfologinya yaitu badannya berpori (ostium), badannya asimetri atau tidak beraturan walau ada beberapa yang simetri radial. Biasanya berupa seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau tumbuhan.

Ciri anatominya diantaranya mempunyai tiga type saluran air yakni askonoid (pori terkait langsung ke spongeosol), sikonoid (pori dikaitkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol), serta leukonoid (porinya banyak dan bercabang-cabang membentuk rongga-rongga kecil) dan cara pencernaannya secara intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit.

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual ataupun seksual. di mana aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas serta gemmule.

Gemmule disebut juga dengan tunas internal. gemmule dihasilkan mendekati musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar, sedangkan aseksual dengan pembentukan gamet.

Beberapa jenis porifera seperti spongia serta hippospongia dpat dipakai sebagi spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya mempunyai potensi sebagi obat penyakit kanker serta penyakit yang lain.

Coelenterata (Hewan Berongga) 

Coelenterata adalah hewan berongga yang disebut dengan sebagai gastrovaskular yang bertugas sebagi usus serta pengedar zat makanan. Hidupnya di lautan serta mempunyai tentakel penyekat yang disebut dengan nematocyst.

Tentakel berperan menangkap mangsa serta memasukkannya ke dalam mulut. Bentuk badannya simetris rdial, tidak berkepala serta dindingnya terbagi dalam dua susunan yakni epidermis serta gastrodermis.

Bentuk tubuh coelenterate ada 2 jenis yakni berupa tabung (polip) serta payung (medusa). Reproduksinya secara aseksual di mana pembentukan tunas terjadi pada polip serta seksual di mana pembentukan gamet pada medusa.

Klasifikasi coelenterata yakni:


Hydrozoa (hewan air), bentuk badannya senantiasa polip, terbagi dalam Hydra (hidup di air tawar, hemafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) serta Obelia Geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni).

Scyphozoa (hewan mangkuk), bentuk badannya senantiasa medusa, alat kelaminnya terpisah. Misalnya ubur-ubur. 

Anthozoa (hewan bunga), memiliki bentuk polip, mencakup anemone laut serta karang. 

Coelenterata jenis ubur-ubur bisa di proses jadi tepung serta jadi bahan kosmetik, sebagai bahan makanan. Coelenterate jenis karang dapat pula jadi penghambat serta bisa melindungi pantai dari aberasi air laut juga tempat persembunyian serta perkembangbiakan ikan. 

Platyhelminthes (Cacing Pipih) Platyhelminthes mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, bilateral simetris serta lunak, tidak mempunyai sistem peredaran darah serta hemafrodit. Alat pencernaannya belum prima dengan satu lubang yakni mulut. Bersifat tripoblastik di mana tubuh terdiri atas endoterm eksoderm serta mesoderm. 

Kelas platyhelminthes yakni: 

Tubellaria (cacing bulu getar), hidupnya di air tawar, jernih, serta memiliki faring yang bisa dijulurkan untuk menangkap makanan. Misalnya planaria. 

Trematoda (cacing hisap), adalah hewan parasit yang mempunyai alat penghisap. Contoh speciesnya dalam darah yakni Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. Dalam hati yakni Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia). Dalam usus fasciola buski, dalam paru-paru paragonimus westermani. 

Cestoda (cacing pita), khusus sebagai parasit pada vertebrata. Cirinya badannya bersegmen-segmen (proglotid), kepalanya mempunyai alat penghisap, tidak mempunyai mulut serta alat pencernaan. Penyerapan makanannya oleh semua permukaan tubuh. Misalnya; taenia saginata, taenia solium. 

Biasanya platyhelminthes merugikan, lantaran jadi parasit untuk manusia ataupun hewan terkecuali planaria yang bisa digunakan untuk makanan ikan. 

Nemathelminthes (Cacing Giling) Nemathelminthes adalah jenis cacing yang hidup bebas sebagai parasit. Badannya berupa built panjang, tertutup susunan lilin, tidak bersegmen, simetris bilateral. Mempunyai mulut, anus tidak berkaki serta silium.

Kosmopolit atau ada di laut, air tawar, darat, kutub hingga tropis. Tidak mempunyai jantung serta peredaran darah namun mempunyai cairan serupa darah. Misalnya Ascaris megalocephala cacing perut pada kuda, Ascaris suilae cacing perut pada babi, Ancylostoma duodenale cacing tambang. 

Annelida (Cacing Gelang) Adalah hewan hemafrodit, mempunyai segmen seperti cincin, tripoblastik selomata, simetri nilateral, mempunyai sistem pencernaan yang lengkap serta bentuknya simetri bilateral. 

Klasifikasi annelida yakni polichaeta (cacing memiliki rambut banyak), oligochaeta (cacing memiliki rambut sedikit), serta hirudinea (cacing tidak memiliki rambut) seperti lintah. 


Mollusca (Hewan Lunak) adalah hewan bertubuh lunak serta bersifat kosmopolit (ada diaman-mana). Molusca udah mempunyai sistem pencernaan, peredaran, pernafasan, ekskresi, saraf, otot serta reproduksi yang terbungkus dalam sebuah mantel. Mantel ini mengekskresikan zat membentuk cangkang. Pembagian klasifikasinya yakni pelecypoda, chepalopoda, gastropoda.

Molusca bersifat menguntungkan untuk manusia yakni bisa dikonsumsi beberapa serta untuk hiasan (mutiara, tiram). Namun ada pula yang berbentuk merugikan seperti Tredo navalis (pengebor kayu di air asin), Limnaea trunchatula (pemicu penyakit fasciolosis pada ternak), Helix aspera (perusak tanaman budi daya).

Arthropoda (Hewan Kaki Berbuku-Buku) biasanya memiliki antenna sebagai alat peraba, mata oselus serta mata majemuk yang terdiri atas banyak omatidium. Badannya beruas-ruas kepala, dada serta perut. Bentuk simstris bilateral dengan rangka luar dari zat kitin.

Sistem organnya lengkap. Alat pernapasannya berbentuk trakea serta sistem sarafnya berbentuk sistem saraf tangga tali. Beralat kelamin terpisah dengan pembuahan internal serta perubahan hidupnya mengalami metamorphosis.

Klasifikasi arthropoda yakni crustacean (kelompok udang serta kepiting), arachnida (kelompok laba-laba), myriapoda (kelompok lipan), insecta (serangga).

Peran menguntungkan dari arthropoda yakni insect terlebih kelompok kupu-kupu serta lebah amat membantu beberapa petani lantaran bisa membantu proses penyerbukan pada bunga, bisa dibudidayakan, bisa menghasilkan sutra, untuk dikonsumsi, serta adalah mata rantai makanan yang sangat penting untuk kehidupan.

Tidak hanya mempunyai peran menguntungkan, arthropoda juga mempunyai karakter merugikan seperti menularkan beberapa jenis bibit penyakit, merusak tanaman budidaya manusia, parasit pada manusia, bisa merusak bahan bangunann serta yang lainnya.

Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) mempunyai duri tumpul atau runcing mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf, sistem pencernaan, respirasi dengan insang pada ringga tubuh. Reproduksi seksual secara eksternal bisa beregenerasi.

Klasifikasi dibedakan jadi 5 kelas yakni asteroidea (bintang laut), ophiusoidea (bintang ular), echinoidea (landak laut), holothuroidea (mentimun laut) serta crinoidea (lilia laut).
Echinodermata menguntungkan manusia, tidak hanya untuk bahan makanan juga sebagai bahan riset.

Dapat juga merugikan lantaran beberapa jenis merupakan predator molusca yang dimanfaatkan manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hewan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hewan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Dasar dan Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, makin maju pula para ilmuwan dalam mengelompokkan makhluk hidup dan makin teliti serta terinci mengamati perbedaan-perbedaan yang dapat diungkap. Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Para ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan, baik morfologi, fisiologi, maupun anatominya. Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat tali kekerabatannya.

Klasifikasi makhluk hidup pada mulanya dibedakan atas dua kelompok, yaitu makhluk hidup yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Selanjutnya, pengklasifikasian itu berkembang dengan cara lain seperti berdasarkan tempat hidupnya, misalnya hewan darat dan hewan air, tumbuhan darat dan tumbuhan air, berdasarkan ukuran besar kecilnya, misalnya tumbuhan rumput-rumputan, tumbuhan pepohonan, tumbuhan perdu dan berdasarkan kegunaannya, misalnya tumbuhan pangan, tumbuhan obat-obatan, dan lain-lain.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
Jumlah makhluk hidup semakin banyak dan beraneka ragam, baik dalam hal ukuran, bentuk, struktur tubuh, maupun cara hidupnya. Karena begitu kompleksnya, tak mungkin klasifikasi mahluk hidup tersebut hanya menggunakan cara-cara sederhana. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang seperti perkembangan ilmu-ilmu lain. Oleh karena itu, sistem klasifikasi makhluk hidup dipelajari tersendiri dalam cabang ilmu biologi, yaitu taksonomi yang khusus membahas sistem pengelompokan makhluk hidup.

Klasifikasi merupakan suatu cara pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki;
  • Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain;
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup;
  • Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
  1. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam. Jika ingin mengamati jantung dari anggota Aves, apakah Anda akan membuka seluruh jantung semua jenis burung/Aves? Tentu tidak mungkin. Bayangkan, betapa repotnya bila kita harus melakukan hal itu. Untuk itu, Anda cukup hanya mengamati jantung dari salah satu anggota Aves, misalnya burung dara.
  2. Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain. Apabila Anda mengamati hewan kelelawar, elang, dan marmot, apakah kelelawar termasuk golongan Mamalia sama seperti marmot? Jika kita amati dengan saksama, maka kelelawar memiliki kesamaan dengan marmot, yaitu termasuk hewan menyusui (Mamalia), kesamaan lainnya adalah bereproduksi dengan beranak. Walaupun kelelawar dan elang memiliki sayap untuk bisa terbang di udara, tetapi elang mempunyai perbedaan, yaitu tidak menyusui, melainkan bertelur, sehingga elang termasuk kelompok Aves (burung).

Agar pemahaman Anda tentang klasifikasi makhluk hidup lebih jelas, lakukan Kegiatan Kelompok 1 berikut!
Cara Kerja:
1. Kelompokkan data-data tanaman dan hewan tersebut berdasarkan manfaatnya.
2. Masukkan hasil pengelompokan Anda dalam tabel
KelompokPanganSandangObatHiasan/Lainnya
TanamanJagung, Padi,
Kentang, Wortel
KapasLengkuas, KunyitMelati, Salam
HewanSapi, Kerbau,
Udang, Kepiting, Ayam
Ulat SuteraUlarGajah, Harimau

Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk hidup lain, tetapi ada beberapa makhluk hidup yang memiliki satu atau lebih persamaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bandingkan antara ayam dan elang. Persamaan dan perbedaan apakah yang dapat kita lihat dari kedua hewan itu?
Ciri-CiriAyamElang
Persamaan
1. Berbulu
2. Mempunyai sayap
3. Jumlah kaki
4. Mempunyai paruh
5. Berkembang biak

Ada
Ada
Dua
Ada
Bertelur

Ada
Ada
Dua
Ada
Bertelur
Perbedaan
1. Jenis makanan

Biji-bijian

Hewan lain
ayam dan elang
Berdasarkan pengamatan tersebut Anda akan melihat persamaan dan perbedaannya. Jadi, dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah sebagai berikut.
  • Berdasarkan Persamaan. Seperti yang kita lihat pada contoh di depan, yaitu antara ayam dan elang, berdasarkan ciri-ciri yang Anda lihat, termasuk golongan apakah ayam dan elang? Dengan mengamati ciri-cirinya, maka kita dapat memasukkan bahwa ayam dan elang adalah golongan hewan, yaitu jenis aves (burung) karena memiliki bulu, sayap, dan paruh.
  • Berdasarkan Perbedaan. Apabila Anda mengamati perbedaan ciri yang dimiliki ayam dan elang berdasarkan jenis makanannya, maka ayam termasuk herbivora, sedangkan  elang termasuk golongan karnivora, yaitu pemakan daging.
  • Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi. Seperti yang Anda lihat dan amati seperti contoh di depan, maka untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat Anda lakukan adalah mengamati dari bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk paruh dan jumlah sayap. Apabila Anda hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang dapat Anda amati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lainlain. Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila Anda mengamati dari ada tidaknya sel trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini dinamakan ciri anatomi.
  • Berdasarkan Ciri Biokimia. Sejalan dengan masa perkembangannya, untuk menentukan klasifikasi makhluk hidup selain berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, bisa pula menggunakan ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis enzim, jenisjenis protein, dan jenis-jenis DNA. Hal tersebut dapat menentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan lainnya.
  • Berdasarkan Manfaat. Tujuan pengelompokan ini adalah untuk memudahkan kita memanfaatkan suatu makhluk hidup.

Mengetahui Cara Mengklasifikasikan Tumbuhan
No.Ciri-ciri yang dimilikiTumbuhan
12345678910
1.Bentuk tumbuhan
a. Perdu
b. Semak
c. Rumput-rumputan
d. Lembaran
e. Pohon

x

x
x
x


x
x
x
x

x
x

x
x

x
x

x
x


x
x
x
x

x
x
x

x

x
x
x

x

x
x
x

x

x
x
x
x

x
x
x
x
2.Bagian-bagian tumbuhan
a. Akar
b. Batang
c. Daun

Tg
Ky
Sr

Tg
Ky
Sr

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Tg
Hb
Sr

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sj

Sr
Hb
Sr

Sr
Hb
Sp
3.Bunga
a. Kelopak
b. Mahkota
c. Putik
d. Benang sari










x


x
x


















x
x
x
x

x
x
x
x
Dari semua tumbuhan yang Anda amati, apakah terdapat ciri-ciri yang sama?
  1. Padi dan jagung memiliki ciri ciri yang sama yaitu merupakan jenis tumbuhan rumput rumputan, berakar serabut, berbatang herba, dan daun berbentuk majemuk
  2. Kunir, jahe, lengkuas memiliki ciri ciri yang sama yaitu merupakan jenis tumbuhan lembaran, berakar serabut, berbatang herba, dan daun berbentuk sejajar, serta memiliki bagian bunga yang sempurna
  3. Mawar, melati, dan kacang tanah memiliki ciri ciri yang sama yaitu berakar tunggang,berdaun menyirip, dan memiliki bagian bagian bunga yang sempurna
  4. Paku suplir dan paku pakis memiliki ciri ciri yang sama yaitu termasuk jenis tumbuhan pohon, berakar serabut, berbatang herba, serta tidak memiliki bunga
Dari hasil pengamatan Anda, adakah tumbuhan yang diklasifikasikan dalam satu kelompok?
Berdasarkan jenis-jenis tumbuhan
  1. Jenis tumbuhan perdu, yaitu : melati dan kacang tanah
  2. Jenis tumbuhan rumput rumputan, yaitu : jagung dan padi
  3. Jenis tumbuhan lembaran,yaitu: lengkuas,jahe,dan kunir
  4. Jenis tumbuhan pohon,yaitu: paku suplir dan paku pakis
Berdasarkan persamaan ciri ciri bagian tumbuhan
  1. Akar : tumbuhan berakar serabut, yaitu: jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, paku pakis . Tumbuhan berakar tunggang, yaitu: mawar, melati, kacang tanah
  2. Batang : berbatang kayu, yaitu: mawar,melati, berbatang herba, yaitu : jagung, padi, kacang tanah, kunir, jahe, paku suplir, paku pakis
  3. Daun : berdaun menyirip, yaitu : mawar, melati, kacang tanah berdaun sejajar, yaitu: jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas
Berdasarkan kelengkapan bagian bagian bunga
  1. Bunga sempurna, yaitu: melati, mawar, bunga lengkuas,bunga jahe,bunga kunir,bunga kacang tanah
  2. Bunga tidak sempurna, yaitu: bunga padi,dan bunga jagung
  3. Tidak memiliki bunga, yaitu: paku suplir dan paku paku pakis
Kelompokkan semua jenis tumbuhan yang diamati sesuai dengan persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki!
  1. Mawar dan melati persamaannya : berakar tunggang, berdaun menyirip, dan berbunga sempurna perbedaannya: mawar tumbuhan semak sedangkan melati tumbuhan perdu
  2. Jagung dan paku pakis persamaannya : berakar serabut dan berbatang herba perbedaannya : padi berdaun sejajar sedangkan paku pakis berdaun menyirip
  3. Jagung dan jahe persamaannya: berakar serabut, berdaun sejajar,berbatang herba perbedaannya : jagung berbunga tidak sempurna sedangkan jahe berbunga sempurna
  4. Kacang tanah dan lengkuas persamaannya : berbatang herba dan berbunga sempurna perbedaannya : kacang tanah berakar tunggang, jenis tumbuhan perdu sedangkan lengkuas berakar serabut dan jenis tumbuhan lembaran
  5. Kunir dan paku suplir persamaannya: berakar serabut dan berdaun herba perbedaannya: kunir berbunga sempurna sedangkan paku suplir tidak memiliki bunga
Sebutkan hasil pengelompokan Anda disertai penjelasan yang tepat!
Jenis jenis tumbuhan
  1. Tumbuhan Semak. Yang termasuk jenis tumbuhan semak adalah mawar, karena mawar merupakan tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter dan mawar dapat merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter
  2. Tumbuhan Perdu. Perdu adalah suatu kategori tumbuhan berkayu yang dibedakan dengan pohon karena cabangnya yang banyak dan tingginya yang lebih rendah, biasanya kurang dari 5-6
  3. meter. Yang termasuk tumbuhan perdu adalah melati dan kacang tanah
  4. Tumbuhan rumput rumputan. Yang termasuk jenis tumbuhan rumput rumputan adalah jagung dan padi. Karena tumbuh di daerah  rumput rumputan (sawah)
  5. Tumbuhan Lembaran. Yang termasuk tumbuhan lembaran adalah lengkuas, kunir,dan jahe. Karena batang tumbuhan tersebut terdiri dari lembaran lembaran daunnya.
  6. Tumbuhan pohon. Yang termasuk jenis tumbuhan pohon adalah paku suplir dan paku pakis. 

Bagian Bagian Tumbuhan
  1. Akar. Yang termasuk tumbuhan berakar serabut adalah jagung, padi, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, dan paku pakis. Disebut berakar serabut karena biji berkeping satu (monokotil) Akar tunggang. Yang termasuk tumbuhan berakar tunggang adalah mawar, melati, dan kacang tanah. Karena memiliki biji berkeping dua (dikotil)
  2. Batang. Batang herba merupakan batang lunak, berwarna hijau (karena terdapat klorofil). Yang termasuk tumbuhan berbatang herba adalah jagung, padi, kacang tanah, kunir, jahe, lengkuas, paku suplir, dan paku pakis Batang berkayu merpakan batang yang keras berupa kayu. Contohnya: mawar, melati.
  3. Daun Daun menyirip, berbentuk seperti susunan sirip ikan Contoh: mawar, melati, dan kacang tanah Daun sejajar, berbentuk seperti garis garis lurus yang sejajar Daun berbentuk bulat contohnya paku suplir

Bagian bagian bunga
  1. Bunga sempurna, adalah bunga yang memiliki semua bagian bunga yang meliputi mahkota, kelopak, putik, dan benang sari. Contoh: bunga yang terdapat pada tumbuhan mawar, melati, kunir, jahe, lengkuas, kacang tanah.
  2. Bunga tidak sempurna. Contoh : bunga padi tidak memiliki mahkota dan kelopak, dan bunga jagung tidak memiliki mahkota

Kesimpulan apakah yang Anda peroleh dari kegiatan ini?
Dari hasil pengamatan yang telah di lakukan, dapat di tarik kesimpulan bahwa suatu pengelompokan (klasifikasi) makhluk hidup menjadi golongan tertentu harus di dasarkan pada persamaan ciri ciri yang di miliki, sehingga dapat membedakan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Semakin banyak persamaan yang di miliki, maka semakin erat hubungan kekerabatan makhluk hidup tersebut. Sehingga kita dapat mudah mengenal, membandingkan, serta mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Kita mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan persamaan, perbedaan, ataupun dari ciri ciri morfologi makhluk hidup tersebut.

Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan)

Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan). Pengertian Pisces (Ikan), Ciri-Ciri Pisces (Ikan), Klasifikasi Pisces (Ikan), Beragam Jenis Pisces (Ikan), Penjelasan lengkap mengenai kehidupan Pisces (Ikan).

Pengertian Pisces (Ikan)

Sumber: faizalnizbah.blogspot.co.id
Pisces (ikan) yakni hewan yang hidup di dalam air, mereka dapat bernafas di dalam air karena insang yang mereka punyai.

Pisces dapat diketemukan di air tawar (danau dan sungai) maupun air asin (laut dan samudra). Pisces yaitu hewan berdarah dingin (poikiloterm), artinya suhu tubuhnya berubah-ubah sesuai sama suhu air di tempat dia bertahan hidup.

Ikan yaitu kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam, dengan jumlah spesies melebihi dari 27.000 spesies di seluruh bagian dunia.

Susunan tubuh ikan beberapa di buat oleh rangkanya, tulang penyusun tubuhnya ada tulang riskan, dan ada pula tulang sejati. Insang dan ekor yang mereka punyai membantu mereka untuk bergerak dengan cepat di dalam air.

Ciri-Ciri Pisces Ikan 

Sumber: slideshare.net
  1. Tubuh terdiri atas kepala, badan. Tubuh ditutupi kulit yang umumnya berlendir dan bersisik. Sisik juga berperan sebagai rangka luar (eksoskeleton) 
  2. Pisces hidup di air, ada yang hidup di air tawar, ada juga yang hidup di air asin, yang mana penyusunan pertukaran air dan garam di dalam tubuh ikan di atur oleh insang. 
  3. Pisces bernafas dengan insang. Pada beberapa spesies, insang memiliki penutupnya yang disebut juga dengan operkulum 
  4. Pisces berupa poikiloterm (berdarah dingin). Jadi suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. 
  5. Alat kelamin hemafrodit (terpisah). Fertilisasi terjadi di dalam atau di luar tubuh, ada yang ovipar (bertelur). 
  6. Pisces memiliki sirip yang mempermudah dirinya untuk berenang. Sirip ada dikiri dan kanan tubuhnya, juga di bagian ekornya. 
  7. Pisces ada yang bertulang riskan, ada pula yang bertulang sejati. 
  8. Tidak semua ikan termasuk juga ke dalam kelompok pisces (contohnya paus serta lumba-lumba), akan tetapi bisa dipastikan jika semua pisces adalah ikan. 
  9. Pisces memiliki vertebra (tulang belakang) yang membentuk rangka tubuhnya, dan sebagai tempat lewatnya saraf-saraf yang mempersarafi organ di dalam tubuhnya. 

Klasifikasi Pisces (Ikan) 

Pisces termasuk ke dalam kelompok vertebrata atau bertulang belakang. Pisces terbagi jadi 3 kelompok, yaitu:

Agnatha 
Sumber: 7vertebrates.weebly.com
Agnatha yaitu ikan yang tidak berahang, memiliki mulut berbentuk bulat yang ada di ujung depan. Tanpa sirip, namun beberapa bentuk Agnatha memiliki sirip ekor dan sirip punggung.

Terdapat notokorda (serabut saraf) di bagian dorsal (belakang) tulang belakang, dan diselubungi kartilago atau tulang riskan.

Jenis kelamin terpisah (hemaprodit) dan mendapat makanan dengan mengisap tubuh ikan lain dengan mulutnya. Contoh ikan pada kelompok ini yakni: Myxine sp (ikan hantu), Petromyzon sp (belut laut).

Chondrichthyes (ikan bertulang riskan) 
Sumber: rudiyantoblog.blogspot.co.id
Chondrichthyes yakni ikan bertulang riskan yang memiliki rahang mulut pada bagian depannya. Kulit tertutup sisik. Sirip berpasangan, serta sirip ekor yang tidak seimbang. Beberapa notokordanya diganti oleh vertebrae yang lengkap. Ginjalnya berupa mesonefros.

Jantung memiliki dua ruang, rangkanya bertulang riskan, sampai notokorda yang ada pada ikan muda juga makin lama tergantikan oleh tulang riskan. Mereka tidak memiliki tulang rusuk, apabila keluar dari air, berat tubuh spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka.

Ikan ini tidak memiliki sumsum tulang, sampai sel darah mereah di produksi di limpa dan jaringan khusus di kelaminnya, yaitu organ leydig (penghasil sel darah merah).

Organ unik yang lain yakni epigonal yang bertindak sebagai sistem kekebalan. Subkelas dari ikan ini yakni Elasmobranchii (hiu, pari serta skate) dan Holochepali (kimera atau hiu hantu).

Osteichthyes (ikan bertulang sejati) 
Sumber: 7vertebrates.weebly.com
Osteochthyes yaitu ikan bertulang keras. Mulutnya memiliki rahang. Sisiknya bertipe ganoid, sikloid, atau stenoid yang semua datang dari mesodermal. Bernafas dengan insang yang ditutupi oleh operkulum (penutup insang).

Notokorda-nya ditempati vertebrae (tulang belakang) yang padat, memiliki gelembung renang yang terdapat dekat dengan faring.

Celah-celah faringnya tertutup (tidak tampak dari luar). Jantung beruang dua. Ventrikel dan atrium. Darah berwarna pucat, mempunyai kandungan eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini dapat mempunyai sistem limpa dan porta renalis.

Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh dua katup. Memiliki tiga canalis semi-sircularis (organ keseimbangan) yang mengatur keseimbangan ikan melalui gerakan kepalanya.

Contoh ikan pada kelompok ini yakni Ameiurus melas (ikan lele), Anquilla sp (belut), Scomber scombrus (ikan tuna), Sardinops coerulea (ikan sarden).

Struktur Tubuh Pisces (Ikan)

Sumber: binatangpeliharaan.org
Susunan tubuh ikan terdiri atas kepala, badan dan ekor. Kepalanya terbentuk dari susunan tulang tengkoraknya, pada beberapa ikan juga ada rahang yang cukup kuat dan besar yang membentuk kepalanya.

Otak pada ikan terlindungi di dalam tengkorak dan tulang riskan yang ada didalamnya, otak itu yaitu sistem saraf pada ikan yang pada gilirannya akan mengalir lewat tulang belakang (vertebrae) ikan. Ketika kita lihat langsung pada tulang ikan, akan tampak sisi teratasnya tulangnya seperti sumbu berwarna gelap.

Ikan mempunyai sisik yang sesuai sama gaya dan penyesuaian hidupnya. Beberapa jenis bentuk sisik pada ikan yaitu sisik sikloid, yang disebut dengan sisik berwujud tidak tebal dan bulat serta bergaris menjari-jari dan melingkar, sisik ini ada pada ikan bertulang sejati.

Lalu ada sisik stenoid, yang berwujud hampir sama juga dengan sikloid, walau demikian pada bagian belakangnya ada duri-duri halus, sisik ini juga ada pada ikan bertulang sejati.

Selanjutnya ada sisik plakoid yang disebut dengan kerangka luar yang masih tetap sederhana, umpamanya pada ikan bertulang rawan seperti ikan cucut, sisik ini serupa gigi dan berbentuk belah ketupat. Yang terakhir yakni sisik ganoid yang ada pada tulang riskan, sisik ini terbagi dalam dua susunan yaitu susunan dentin dan ganoin.

Ikan mempunyai sirip disamping sisi tubuhnya dan pada bagian belakang yang berupa ekor, sirip ini membantu ikan untuk berenang. Pada beberapa jenis ikan spesifik terdapat gelembung renang (vesica natatoria) atau yang umum disebut juga dengan pneumatocyst.

Gelembung renang ini bertindak sebagai alat hidrostatik yang memastikan tekanan air sehubungan dengan kedalaman perairan yang di diami oleh ikan itu. Pneumatocyst terdapat di bagian belakang (dorsal) tubuh ikan.

Gelembung renang dikaitkan dengan esofagus oleh ductus pneumaticus yang bertindak sebagai jalan keluar masuknya udara ke dalam pneumatocyst.

Ikan memiliki insang yang digunakannya untuk bernafas di dalam air, insang ini bisa membantu ikan untuk mengekskresikan atau mengeluarkan sisa metabolisme seperti nitrogen dan amonia.

Sistem Organ Pisces (Ikan) 

Sumber: mongabay.co.id
Organ-organ ikan terdiri atas kandung kemih, jantung, insang, kelenjar kelamin, lambung, usus, hati, kantong empedu, limpa serta ginjal. Organ yang berperan penting dalam sistem pernapasan ikan yakni insang.

Sistem pernapasan ikan memiliki tujuan untuk terjadinya pertukaran oksigen. Pertukaran ini lebih sulit dilakukan di dalam air karena air 800 kali lebih pada dari pada udara. Pertukaran oksigen pada ikan juga lebih sulit untuk dilakukan, karena ukuran insang yang relatif kecil, bahkan jauh lebih kecil dibanding dengan paru-paru pada mamalia.

Pernapasan pada ikan juga dibantu dengan aliran air yang mengalir terus-terusan lewat insang, agar tetap melindungi respirasi secara efisien.

Tidak cuma untuk organ pernapasan, insang juga yaitu organ sekretori (pengeluaran). Insang mengeluarkan sisa sisa limbah yang ada pada ikan, seperti beberapa amonia, yang sisanya dikeluarkan lewat ginjal. Insang juga keluarkan nitrogen sisa metabolisme, dan mengatur pertukaran air serta garam didalam tubuh ikan.

Jantung ikan terbagi dalam dua sisi, yaitu atrium dan ventrikel, jantung. Jantung terbagi dalam 4 bilik, yaitu sinus venosus, atrium, ventrikel, serta elastic bulbus arteriosus. Aliran darah pada ikan mengalir dari jantung ke sisi depan aorta, lalu menghadap ke insang untuk oksigenasi jaringan lantas kembali lagi lewat sisi belakang aorta.

Jaringan hematopoetic (pembentuk sel darah) pada ikan yang paling penting terbagi dalam ginjal, akan tetapi juga mencakup limpa serta hati.

Walau demikian karakter dari darah ikan memiliki kemiripan dengan darah reptil. Leukosit pada ikan normalnya hanya 10%, ikan juga mempunyai kandungan Hb (hemoglobin) yang rendah sampai darahnya tampak pucat.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri dan Klasifikasi Pisces (Ikan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pisces (Ikan) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pisces (Ikan). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Contoh Essay dan Cara Membuatnya

Contoh Essay dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, di kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Essay dan Cara Membuatnya. Langsung saja kita mulai pembahasan kali ini ya, sahabat.

Pengertian Essay

Sumber: successfulstudent.org
Essay merupakan tulisan yang memiliki kandungan opini, pandangan atau pemikiran secara mendalam tentang sebuah persoalan. Pada intinya essay di bagi jadi 3 bagian yang terdiri dari pembukaan, isi, serta penutup.

Berikut ini adalah panduan tentang cara membuat essay yang baik dan benar. Mari simak langkah - langkahnya: 
  • Tentukan topik atau judul yang menarik. 
Saat sebelum memulai untuk menulis essay, ada baiknya untuk menentukan terlebih dulu judul/topik yang menarik untuk di angkat.

Lantaran judul adalah hal yang paling utama yang bakal memengaruhi bagus atau tidaknya isi essay itu serta para pembaca bakal tertarik untuk menyimak/membaca essay buatan kita.
  • Melakukan analisis
Setelah memperoleh topik/judul yang di rasa sesuai, berikutnya kita mesti melakukan research baik lewat buku atau internet guna mendapatkan ide, fakta, teori, riset ataupun contoh yang bakal mendukung argument kita pada essay itu.

Hal ini dapat juga memengaruhi bagus atau tidaknya satu essay, makin valid sumber informasi data yang kita peroleh, makin bagus juga hasilnya.
  • Membuat outline 
Buatlah sketsa atau kerangka sebagai referensi dalam pembuatan essay nantinya. Jelaskan secara detil tentang poin - poin penting yang bakal diangkat. Tuliskan juga ide yang menarik minat kita, sebagai alasan kita mengangkat judul di atas sebelumnya.
  • Introduction/Overview 
Di sini kita ditugaskan untuk menulis latar belakang persoalan yang kita rasa menarik serta jelas. Pakai bahasa yang baku sesuai dengan EYD.
  • Isi 
Di sini kita dapat mengawali pembahasan persoalan yang kita angkat sebelumnya. Contohnya pada paragraf pertama mengulas Overview, paragraf kedua mengulas isi, lantas paragraf berikutnya mengulas isi secara lebih mendalam.
  • Rangkuman/Penutup 
Rangkuman/penutup adalah sisi yang tidak dapat di remehkan dalam sebuah essay. Di bagian ini kita butuh menutup dengan menuliskan rangkuman yang bisa mewakili keseluruhan dari essay yang sudah di buat.

Bagian-bagian esai 

  • Pendahuluan 
Berisi latar belakang informasi yang menerangkan subyek bahasan dan pengantar subyek yang bakal ditelaah oleh si penulis
  • Tubuh esai 
Menyajikan semua informasi mengenai subyek bahasan
  • Bagian akhir 
Berisi rangkuman yang mengangkat kembali gagasan pokok, ringkasan dari tubuh esai atau menambahkan beberapa riset mengenai subyek bahasan yang bersifat mensupport analisis si penulis.

Contoh Essay

Sumber: bursaries-southafrica.co.za
  • Contoh Essay Pendidikan 
Pendidikan Berkarakter 

Kebijakan pemerintah di bagian pendidikan yang lain yaitu adanya program wajib belajar sembilan tahun. Tetapi, apakah waktu sembilan tahun itu cukup untuk seseorang pelajar untuk berhenti begitu saja, mengembangkan Salatiga sebagai kota yang termasuk maju?

Saat ini, banyak lowongan kerja di perusahaan yang memerlukan lulusan minimum D3 serta S1. Sedangkan, wajib belajar sembilan tahun cuma sampai SMP, lantas mau jadi apa generasi muda yang akan datang, bila generasinya cuma tamatan SMP?

Sebagai pelajar di Salatiga, semestinya kita semakin dapat meningkatkan daya pikir kita supaya lebih memprioritaskan pendidikan dari pada masalah yang tidak penting serta mungkin saja bisa menyebabkan permasalahan untuk kita.

Jangan sampai dekadansi moral menerpa anak bangsa di Salatiga lantaran efeknya amat berpangaruh pada semangat belajar mereka serta cenderung siswa bakal mulai melakukan beberapa hal yang bersifat kriminil. Pastinya, hal semacam itu bisa mencemari nama baik Kota Salatiga sebagai kota pelajar.

Saya sebagai pelajar yang menginginkan Salatiga jadi kota yang maju serta ingin menciptakan situasi damai di kota ini. Satu diantaranya dengan memajukan kebudayaannya, dengan mengikuti kursus seni di sanggar seni.

Itu sudah menunjukkan kalau saya sebagai pelajar di Kota Salatiga memiliki bakat yang perlu dikembangkan dan diabadikan.

Tidak hanya beberapa hal itu, kita juga dapat menyalurkan bakat dan kapabilitas hingga kita mendapatkan juara dalam beragam event lomba di tingkat propinsi atau bahkan juga ke tahap yang lebih tinggi. Dengan begitu, nama Salatiga juga dapat harum di kalangan umum.

Tidak cuma pelajar saja, beberapa pemuda bisa memakai sampah-sampah berserakan yang tidak bermanfaat lagi untuk di daur ulang. Walau nampaknya jijik tetapi, proses itu bisa membawa hasil untuk beberapa mahasiswa.

Dengan keadaan yang ada saat ini, kita mesti menjadikan diri kita bersahabat dengan lingkungan bila kita mau lingkungan juga bersahabat dengan kita.

Generasi yang kreatif serta inovatif dibutuhkan untuk membangun Salatiga. Salatiga ke depan yaitu jadi tanggung jawab generasi muda, kobarkan selalu semangat belajar bila kita saat ini sebagai pelajar atau mahasiswa.

Oleh karena adanya kemauan serta semangat yang tinggi Salatiga bakal jadi kota yang diperhitungkan tidak cuma di tingkat lokal, tetapi di tingkat nasional, bahkan juga tingkat internasional.

Mari secara bersama-sama kita bangun Salatiga dengan potensi masing-masing supaya akselerasi di bagian pembangunan di beberapa sektor kehidupan bisa segera terealisasi. Kita mengharapkan seluruh komponen bangga pada kota terkasih ini.

Bentuk kebanggan ini dapat diwujudkan dengan beragam animo positif lewat profesi masing-masing.
  • Contoh Essay Budaya 
Modernisasi dalam Pelestarian Budaya 

Pelestarian budaya sebaiknya melibatkan generasi muda. Ini penting lantaran generasi mudalah yang bakal jadi penerus serta pemegang warisan budaya di masa-masa depan.

Untuk mewujudkan misi ini sebaiknya aktivitas pelestarian budaya dilakukan lewat beberapa langkah yang modern. Hal semacam ini supaya lebih menarik minat generasi muda yang hidup di masa-masa modern seperti saat ini.

Pada jaman modern seperti ini, pelestarian kebudayaan dapat melalui program radio, tv, film, internet, serta media cetak.

Bila kebudayaan disajikan dalam bentuk-bentuk seperti ini, generasi muda pastinya akan tertarik lantaran kebudayaan untuk mereka tidak kuno serta ketinggalan jaman. Senang sekali lantaran beberapa langkah seperti inilah yang udah mulai dilakukan.

Ambil saja contoh program tv word of wayang yang ditayangkan kompas tv yang makin mendekatkan wayang pada generasi muda lantaran disajikan lewat cara modern. Masalah lain yaitu lagu pop Bali.

Secara tidak sadar, lewat lagu pop Bali, bahasa Bali sudah dilestarikan serta generasi muda turut menyukai bahasa Bali.
  • Contoh Essay Sastra 
Mari Mencintai Bahasa Indonesia 

Bahasa Indonesia adalah bahasa Nasional. Bahasa ini harus dikuasai semua masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Bahkan juga tidak cuma dikuasai, tetapi harus juga dipraktekkan dengan baik serta benar, salah satunya dipakai dalam berkomunikasi sehari-hari.

Ini penting lantaran fungsi bahasa Indonesia yaitu sebagai alat pemersatu bangsa lantaran kita sudah tahu kalau bangsa kita ini terdiri atas berbagai macam suku, adat, serta bahasa.

Bahasa Indonesia mempunyai sebuah fungsi penting dalam kehidupan rakyat Indonesia lantaran bahasa Indonesia yaitu bahasa nasional.

Bahasa Indonesia dipakai dalam berkomunikasi ke luar dengan masyarakat lain di daerah lain di Indonesia. Tetapi tetap dengan catatan, bahasa daerah masing-masing yang dipunyai harus dilestarikan keberadaanya.

Di dalam masyarakat perkotaan besar, jelas bahasa wajib yaitu memakai bahasa Indonesia, lantas bagaimana dengan masyarakat di pedesaan? Tentu mereka masihlah memakai bahasa daerah untu berkomunikasi serta beberapa dari mereka kadang-kadang masih belum dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.

Dalam hal ini melestarikan bahasa daerah yaitu sangat perlu, tetapi tidak dapat disangkal pemakaian bahasa Indonesia jelas penting sebagai suatu hal kesadaran berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia serta untuk kepentingan bergaul ke dunia luar.

Terlebih pada jaman modern seperti ini, yang mengharuskan kita cakap dalam berkomunikasi untuk meningkatkan taraf hidup, kecakapan pemakaian bahasa Indonesia wajib kita punya.

Contoh kecil, saat kita melamar sebuah pekerjaan di kota atau ke luar kota, pastinya kita dituntut menguasai bahasa Indonesia. Meskipun bukanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar, minimal bahasa Indonesia untuk berkomunikasi.
  • Contoh Essay Kesehatan 
Pentingnya Menjaga Kesehatan Badan 

Kesehatan tubuh amat penting untuk keberlangsungan rutinitas sehari-hari. Maka dari itu ketahanan tubuh amat diperlukan. Terlebih supaya tidak terserang beragam penyakit, termasuk juga demam berdarah yang sekarang banyak menyerang masyarakat.

Tiap orang tentu mendambakan supaya badannya selalu sehat, fit serta terlepas dari serangan penyakit. Seperti rata-rata orang berpendapat, lebih balk menjaga dari pada mengobati.

Walaupun mempunyai kebiasaan yang menggunung tetapi tetap saja kesehatan mesti dijaga supaya aktivitas rutinitas sehari-hari tidak terganggu oleh penyakit.

Untuk mempunyai tubuh yang sehat, tidak dapat langsung instan. Yang paling penting yaitu pola makan yang sehat serta janganlah lupa olahraga.

Tidak hanya makan yang teratur, konsumsi makanan yang sehat serta olahraga, jika perlu Anda bisa mengonsumsi suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Serta pastinya Anda mesti menentukan suplemen yang bagus untuk tubuh Anda.

Bagimana Supaya Tubuh Tetap Fit:
  1. Makan yang teratur supaya metabolisme tubuh juga teratur. 
  2. Perhatikan gizi makanan. Makanan bergizi yaitu makanan yang memiliki kandungan 4 sehat 5 sempurna serta memiliki kandungan unsur-unsur (karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan lainnya) yang diperlukan oleh tubuh. 
  3. Istirahat yang cukup. Lantaran kurang istirahat bisa menyebabkan penurunan pada daya tahan tubuh. 
  4. Berolahraga yang teratur. Tidak butuh olahraga terlampau berat serta berlebihan, asalkan dilakukan secara teratur. 
  5. Untuk penderita demam berdarah pastikan suplemen makanan yang sesuai sama kebutuhan pasien demam berdarah. Daun jambu biji dan elektrolit yang bisa membantu peningkatan trombosit tubuh, juga memiliki kandungan vitamin serta mineral penting lainnya. 
Penting bagi kita semua untuk melindungi kesehatan kita karena harga yang amat mahal untuk satu kata bernama "Sehat". Seperti kata pepatah "Lebih Baik Menjaga Dari Pada Mengobati" nampaknya merujuk pada satu prinsip hidup kalau suatu hal yang dijaga akan lebih berarti dari pada memperbaiki kerusakan yang ada.
  • Contoh Essay Lingkungan Hidup 
Pentingnya Air Bersih Untuk Kesehatan 

Permasalahan air bersih adalah hal yang paling fatal untuk kehidupan kita. Di mana setiap hari kita memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Dengan air yang bersih pastinya membuat kita terlepas dari penyakit.

Bila kita ketahui, sekarang permasalahan air bersih adalah barang yang langka di negeri terkasih kita ini, terlebih di kota-kota besar seperti Jakarta, air bersih adalah barang yang mahal serta kerap diperjual belikan.

Tidak seperti beberapa puluh tahun yang lalu, ketika itu air bersih gampang diperoleh dan senantiasa berlimpah mengalir di tiap sudut tanah negeri kita ini, lantaran pada saat itu belum banyak terjadi polusi air serta udara.

Dari rasa serta warnanya juga sekarang berbeda tidak sealami dulu dikarenakan oleh polusi itu.

Pemicu terjadinya pencemaran lingkungan beberapa dikarenakan oleh tangan manusia. Pencemaran air serta tanah yaitu pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah yaitu pencemaran yang terjadi di darat baik di kota ataupun di desa.

Alam mempunyai kekuatan untuk mengembalikan keadaan air yang sudah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan serta mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah pencemaran yang amat masal oleh manusia membuat alam tidak dapat mengembalikan keadaan seperti semula.

Alam jadi kehilangan kekuatan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah serta zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan bakal makin memperparah keadaan pengerusakan alam yang semakin hari semakin bertambah kronis.

Ada beberapa yang menjadi pemicu terjadinya pencemaran lingkungan di Air serta di Tanah antara lain:
  1. Terjadinya erosi serta curah hujan yang tinggi. 
  2. Banyaknya sampah buangan manusia dari beberapa tempat tinggal atau pemukiman masyarakat. 
  3. Menyebarnya zat kimia dari lokasi tempat tinggal masyarakat, pertanian, industri, dan sebagainya. 
Sampah serta air limbah memiliki kandungan berbagai jenis unsur seperti gas-gas terlarut, beberapa zat padat terlarut, minyak serta lemak dan mikroorganisme. Mikroorganisme yang terdapat dalam sampah serta air limbah bisa berbentuk organisme pengurai serta pemicu penyakit.

Penanganan sampah serta air limbah yang kurang baik seperti: pengaliran air limbah ke dalam saluran terbuka, atau dinding serta dasar saluran yang rusak lantaran kurang terpelihara.

Pembuangan kotoran serta sampah ke dalam saluran yang mengakibatkan penyumbatan serta munculnya genangan akan mempercepat berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman pemicu penyakit, serangga serta mamalia penyebar penyakit seperti lalat serta tikus.

Maka yang perlu kita lakukan dalam menanggulangi pencemaran air serta tanah dan terlepas dari beragam penyakit yaitu gaya hidup bersih serta sehat. Hidup bersih serta sehat bisa diartikan sebagai hidup di lingkungan yang mempunyai standar kebersihan serta kesehatan dan menjalani pola/tingkah laku hidup bersih serta sehat.

Lingkungan yang sehat bisa memberikan dampak pada mutu kesehatan. Kesehatan seseorang bakal jadi baik bila lingkungan yang ada di sekelilingnya juga baik. Begitu pula sebaliknya, kesehatan seseorang bakal jadi buruk bila lingkungan yang ada di sekelilingnya kurang baik.

Dalam penerapan hidup bersih serta sehat bisa diawali dengan mewujudkan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat mempunyai ciri rumah (tempat tinggal) serta lingkungan sekitar tempat tinggal yang sehat.
Sumber: millicentrogers.org
Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Essay dan Cara Membuatnya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Essay di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh Essay. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. katapengertian.com
  2. 9wiki.net
  3. pusatilmoe.blogspot.co.id 

Jenis-Jenis Vaksin


vaksin berasal dari bahasa latin vacca (sapi) dan vaccinia (cacar sapi). Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau liar.

Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang sudah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berbentuk organisme mati atau hasilhasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dan lain-lain.). Vaksin akan menyiapkan system kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan selsel degeneratif (kanker).

Pemberian vaksin diberikan untuk merangsang system imunologi badan untuk membuat antibodi khusus hingga bisa membuat perlindungan badan dari serangan penyakit yang bisa dihindari dengan vaksin. Terdapat banyak jenis vaksin. Tetapi, apapun macamnya maksudnya sama, yakni merangsang reaksi kekebalan tanpa menyebabkan penyakit.

Jenis Jenis Vaksin 

1. Live Attenuated Vaccine 

Vaksin hidup yang di buat dari bakteri atau virus yang sudah dilemahkan daya virulensinya dengan cara kultur dan perlakuan yang berulangulang, tetapi masih dapat menimbulkan reaksi imunologi yang serupa dengan infeksi alamiah. Karakter vaksin live attenuated vaccine, yaitu :

  • Vaksin bisa tumbuh serta berkembang biak hingga menyebabkan tanggapan imun hingga diberikan berbentuk dosis kecil antigen.
  • Respon imun yang diberikan mirip dengan infeksi alamiah, tidak perlu dosis berganda 
  • Di pengaruhi oleh circulating antibody sehingga ada dampak netralisasi jika waktu pemberiannya tidak tepat. 
  • Vaksin virus hidup dapat bermutasi menjadi bentuk patogenik.
  • Dapat menimbulkan penyakit yang serupa dengan infeksi alamiah.
  • Mempunyai kemampuan proteksi jangka panjang dengan keefektifan mencapai 95%.
  • Virus yang telah dilemahkan dapat bereplikasi di dalam badan, tingkatkan dosisi asli serta bertindak sebagai imunisasi ulangan.

Contoh : vaksin polio (Sabin), vaksin MMR, vaksin TBC, vaksin demam tifoid, vaksin campak, gondongan, serta cacar air (varisela).

2. Inactivated Vaccine (Killed Vaccine) 

Vaksin di buat dari bakteri atau virus yang dimatikan dengan zat kimia (formaldehid) atau dengan pemanasan, dapat berbentuk seluruh bagian dari bakteri atau virus, atau bagian dari bakteri atau virus atau toksoidnya saja. Sifat vaksin inactivated vaccine, yakni :

  • Vaksin tidak dapat hidup sehingga seluruh dosis antigen dapat dimasukkan dalam bentuk antigen.
  • Respon imun yang timbul sebagian besar adalah humoral dan hanya sedikit atau tidak menimbulkan imunitas seluler.
  • Titer antibodi dapat menurun sesudah beberapa waktu sehingga diperlukan dosis ulangan, dosis pertama tak membuahkan imunitas protektif namun cuma meningkatkan serta mempersiapkan sistem imun, respon imunprotektif baru barumuncul sesudah dosis ke dua serta ketiga.
  • Tidak di pengaruhi oleh circulating antibody.
  • Vaksin tidak bisa bermutasi jadi bentuk patogenik.
  • Tidak bisa menyebabkan penyakit yang sama dengan infeksi alamiah.

Contoh : vaksin rabies, vaksin influenza, vaksin polio (Salk), vaksin pneumonia pneumokokal, vaksin kolera, vaksin pertusis, serta vaksin demam tifoid.

3. Vaksin Toksoid 

Vaksin yang di buat dari beberapa jenis bakteri yang menimbulkan penyakit dengan memasukkan toksin dilemahkan kedalam aliran darah. Bahan berbentuk imunogenik yang di buat dari racun kuman. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi dikatakan sebagai alami fluid plain toxoid yang dapat merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteri toksoid efisien sepanjang setahun. Bahan ajuvan dipakai untuk memperlama rangsangan antigenik serta tingkatkan imunogenesitasnya. Contoh : Vaksin Difteri serta Tetanus

4. Vaksin Acellular serta Subunit 

Vaksin yang di buat dari area tertentu dalam virus atau bakteri dengan lakukan kloning dari gen virus atau bakteri lewat rekombinasi DNA, vaksin vektor virus serta vaksin antiidiotipe. Contoh vaksin hepatitis B, Vaksin hemofilus influenza jenis b (Hib) serta vaksin Influenza.

5. Vaksin Idiotipe 

Vaksin yang di buat berdasarkan karakter kalau Fab (fragment antigen binding) dari antibodi yang dihasilkan oleh setiap klon sel B memiliki kandungan asam amino yang dikatakan sebagai idiotipe atau determinan idiotipe yang bisa melakukan tindakan sebagai antigen. Vaksin ini bisa menghalangi perkembangan virus lewat netralisasai serta pemblokiran pada reseptor pre sel B.

6. Vaksin Rekombinan 

Vaksin rekombinan sangat mungkin produksi protein virus dalam jumlah besar. Gen virus yang dikehendaki dilukiskan dalam sel prokariot atau eukariot. System ekspresi eukariot mencakup sel bakteri E. coli, yeast, serta baculovirus. Dengan tehnologi DNA rekombinan selain dihasilkan vaksin protein juga dihasilkan vaksin DNA. Pemakaian virus sebagai vektor untuk membawa gen sebagai antigen pelindung dari virus yang lain, umpamanya gen untuk antigen dari beragam virus dikumpulkan kedalam genom dari virus vaksinia serta imunisasi hewan dengan vaksin bervektor ini membuahkan tanggapan antibodi yang baik. Susunan vaksin ini (contoh hepatitis B) membutuhkan epitop organisme yang patogen. Sintesis dari antigen vaksin itu lewat isolasi serta pemilihan kode gen epitop untuk sel penerima vaksin.

7. Vaksin DNA (Plasmid DNA Vaccines) 

Vaksin dengan pendekatan baru dalam tehnologi vaksin yang mempunyai potensi dalam menginduksi imunitas seluler. Dalam vaksin DNA gen spesifik dari mikroba diklon kedalam suatu plasmid bakteri yang direkayasa untuk tingkatkan ekspresi gen yang diinsersikan kedalam sel mamalia. Sesudah disuntikkan DNA plasmid bakal menetap dalam nukleus sebagai episom, tak berintegrasi dalam DNA sel (kromosom), selanjutnya mensintesis antigen yang dikodenya.

Selain itu vektor plasmid memiliki kandungan sekuens nukleotida yang berbentuk imunostimulan yang bakal menginduksi imunitas seluler. Vaksin ini berdasarkan isolasi DNA mikroba yang memiliki kandungan kode antigenyang patogen serta saat ini tengah dalam perubahan riset. Hasil akhir riset pada binatang percobaan menunjukkan kalau vaksin DNA (virus serta bakteri) merangsang tanggapan humoral serta selular yang cukup kuat, sedang riset klinis pada manusia saat ini tengah dikerjakan.