Showing posts sorted by relevance for query matahari mengelilingi bumi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query matahari mengelilingi bumi. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III)

Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III). Pengertian Hukum Kepler, Fungsi dari Hukum Kepler itu sendiri, Bunyi dari Hukum Kepler I, juga Bunyi Hukum Kepler II, dan Bunyi dari Hukum Kepler III. Lantas, seperti apa contoh soal dari Hukum Kepler itu sendiri? Mari simak pembahasan selanjutnya.

Pengertian Hukum Kepler 

Sumber: physics.usyd.edu.au
yang disebut dengan Hukum Kepler atau hukum yang diketemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seseorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler (1571-1630). Penemuannya dilandasi oleh data yang dicermati oleh Tycho Brahe (1546-1601), seorang astronom populer dari Denmark.

Saat sebelum diketemukannya hukum ini, manusia jaman dahulu menganut paham geosentris, yaitu satu paham yang membenarkan kalau bumi yaitu pusat alam semesta.

Asumsi ini dilandasi pada pengalaman indrawi manusia yang terbatas, yang setiap hari mencermati matahari, bulan serta bintang bergerak, sedangkan bumi terlihat dan dirasakan hanya diam.

Asumsi ini dikembangkan oleh astronom Yunani Claudius Ptolemeus (100-170 M) serta bertahan sampai 1400 tahun. Menurut dia, bumi ada di pusat tata surya. Matahari serta planet-planet mengelilingi bumi dalam lintasan melingkar.

Lantas pada tahun 1543, seorang astronom Polandia bernama Nicolaus Copernicus (1473-1543) mencetuskan model heliosentris. Heliosentris artinya bumi bersama planet-planet yang lain mengelilingi matahari dalam lintasan yang melingkar.

Jelas saja pendapat ini lebih baik di banding pendapat sebelumnya. Namun, ada yang masih tetap kurang dari pendapat Copernicus yaitu diam yang masih tetap memakai lingkaran sebagai bentuk lintasan gerak planet.
Sumber: gurupendidikan.com
Pada tahun 1596 Kepler menerbitkan buku pertamanya pada bidang astronomi dengan judul The Mysteri of the Universe. Di dalam buku itu ia menuturkan kekurangan dari kedua model di atas yaitu tidak ada keselarasan pada lintasan - lintasan orbit planet dengan data penilaian Tycho Brahe.

Oleh karena itu Kepler meninggalkan model Copernicus juga Ptolemeus lantas mencari model baru. Pada tahun 1609, barulah diketemukan bentuk orbit yang pas dengan data penilaian Brahe, yaitu bentuk elips.

Lantas penemuannya itu dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Astronomia Nova yang juga disertai hukum keduanya. Sedangkan hukum ketiga Kepler tercatat dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.

Fungsi Hukum Kepler 

Sumber: anfasriders.wordpress.com
Fungsi hukum Kepler di kehidupan modern yaitu dipakai untuk memprediksi lintasan planet - planet atau benda luar angkasa yang lain yang mengorbit Matahari seperti asteroid atau planet luar yang belum ditemukan semasa Kepler hidup.

Hukum ini dapat juga digunakan pada pengorbitan yang lain tidak hanya matahari saja. Seperti bulan yang mengorbit bumi. Bahkan juga sekarang dengan menggunakan dasar dari hukum Kepler ditemukan satu benda baru yang mengorbit bumi selain bulan.

Benda ini yaitu satu asteroid yang memiliki ukuran 490 kaki (150 meter) yang dijuluki dengan Asteroid 2014 OL339. Asteroid berada cukup dekat dengan bumi hingga tampak seperti satelitnya.

Asteroid itu mempunyai orbit elips. Ia memerlukan waktu 364, 92 hari untuk mengelilingi Matahari. Nyaris sama juga dengan bumi yang mempunyai periode 365, 25 hari.

Bunyi Hukum Kepler 

Sumber: sariwaran.com
Hukum I Kepler 

Hukum I Kepler di kenal sebagai hukum lintasan elips. Hukum I Kepler berbunyi :

“Semua planet bergerak pada lintasan elips mengelilingi matahari dengan matahari ada di salah satu fokus elips”

Hukum I Kepler menyebutkan bentuk orbit planet, namun tidak dapat memprediksi kedudukan planet pada suatu saat. Oleh karena itu, Kepler berupaya memecahkan persoalan itu, yang berikutnya sukses menemukan hukum II Kepler.

Hukum II Kepler 

Hukum II Kepler mengulas mengenai gerak edar planet yang berbunyi sebagai berikut ini.

“Suatu gads khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama”

Dalam selang waktu yang sama, Ll, Lii, serta Liii. dari hukum II Kepler dapat di ketahui kalau kelajuan revolusi planet paling besar saat planet ada paling dekat ke matahari (perihelium). Demikian sebaliknya, kelajuan planet paling kecil saat planet ada di titik paling jauh (aphelium).

Hukum III Kepler 

Pada hukum ini Kepler menerangkan mengenai periode revolusi tiap planet yang melilingi matahari. Hukum Kepler III berbunyi:
Kuadrat perioda sebuah planet sepadan dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari.

Secara matematis Hukum Kepler bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:
  1. T1= Periode planet pertama 
  2. T2= Periode planet kedua 
  3. r1 = jarak planet pertama dengan matahari 
  4. r2 = jarak planet kedua dengan matahari 
Kesamaan ini dapat di turunkan dengan memadukan 2 kesamaan hukum Newton, yakni hukum gravitasi Newton serta hukum II Newton untuk gerak melingkar beraturan. Penurunan rumusnya yakni sebagai berikut ini:

Persamaan hukum Newton II: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. m = massa planet yang mengelilingi matahri 
  2. a = percepatan sentripetal planet 
  3. v = kecepatan rata-rata planet 
  4. r = jarak rata-rata planet dari matahari 
Persamaan hukum gravitasi Newton: 
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan: 
  1. Fg = Gaya gravitasi matahari 
  2. m1 = massa matahari 
  3. m2 = massa planet 
  4. r = jarak rata-rata planet serta matahari 
Digabungkan kedua rumus di atas hingga menjadi:
Sumber: gurupendidikan.com
m2 pada ruas kiri serta m pada ruas kanan merupakan sama-sama massa planet hingga bisa di hilangkan.
Sumber: gurupendidikan.com
Panjang lintasan yang dilalui planet adalah keliling lintasan orbit planet. Keliling orbit planet bisa dirumuskan dengan 2 x phi x r, di mana r yaitu jarak rata-rata planet dari matahari. Di ketahui kalau kecepatan rata-rata planet adalah perbandingan antara keliling orbit serta periode panet, hingga:
Sumber: gurupendidikan.com
Konstanta k = T2/r3 juga yang diperoleh oleh Kepler ditemukan lewat cara perhitungan memakai data astronomi Tycho Brahe. Hasilnya sama juga dengan yang didapat memakai rumus kedua Hukum Newton di atas.

Contoh Soal Hukum Kepler 

Waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk mengelilingi matahari yakni 1 tahun serta jarak rata-rata antara bumi dengan pusat tata surya nya yakni 1, 5 x 1011 m. Apabila di ketahui ternyata periode orbit planet venus yaitu 0, 615 tahun, berapakah jarak antara matahari dengan venus?

Di ketahui:

Periode bumi = Tb = 1 tahun
Jarak matahari ke bumi Rm-b = 1, 5 x 1011 m
Periode venus = Tv = 0, 615 tahun

Ditanyakan
Rm-v = …?

Jawab:
Sumber: gurupendidikan.com
Jadi dengan memakai hukum kepler III didapat jawaban jarak antara matahari serta planet venus yaitu 1, 084 x 1011 m (lebih dekat dari pada bumi)

Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bunyi Hukum Kepler (I, II, & III), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Kepler di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Hukum Kepler I, II, maupun III. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 

Pengertian dan Teori Tata Surya

Pengertian dan Teori Tata Surya. Pengertian Tata Surya,Teori Terbentuknya Tata Surya, Sejarah Penemuan Tata surya, dan Anggota yang Terdapat di dalam Tata Surya.

Pengertian Tata Surya

Sumber: merdeka.com
Tata Surya yaitu kumpulan benda-benda langit yang terbagi dalam satu bintang besar yang disebut dengan matahari, serta seluruh objek yang terikat oleh gaya gravitasinya.

Objek-objek itu merupakan delapan buah planet yang udah diketahui dengan orbit berupa elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang sudah diidentifikasi, serta jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) yang lain.

Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut dengan keluarga matahari (The sun and its family) yaitu sebuah system yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu serta di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang berpindah), satelit, serta asteroid.

Terbentuknya Tata Surya 

Sumber: mysteriousheartland.com
Ada demikian banyak teori yang dicetuskan oleh beberapa pakar, tetapi saya akan berbagi beberapa teori yang paling diakui dunia internasional:

Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) serta Piere Simon de Laplace (1796) 

Matahari serta planet datang dari satu kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, lantaran pilinannya itu berbentuk kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, semakin mengecil bola itu semakin cepat putarannya.

Oleh karena itu bentuk bola itu memepet pada kutubnya serta melebar pada bagian equatornya bahkan juga sebagian massa dari kabut gas itu menjauh dari gumpalan dasarnya serta membentuk gelang-gelang di sekitar sisi paling utama kabut itu.

Gelang-gelang itu lantas membentuk gumpalan, nah inilah yang disebut dengan planet-planet serta satelitnya. Sedangkan sisi tengah yang berpijar tetap berwujud gas pijar yang kita ketahui saat ini sebagai matahari.

Teori ini sudah diakui umat manusia sepanjang kurang lebih 100 tahun, namun saat ini sudah banyak juga diabaikan lantaran 2 argumen berikut ini:

Tidak dapat memberi jawaban-jawaban pada banyak hal atau permasalahan di dalam tata surya kita, karena munculnya banyak teori yang lebih masuk akal.

Teori Planetesimal oleh Pakar Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) serta Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952) 

Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa-masa awal pembentukan Matahari.

Kedekatan itu mengakibatkan terjadinya benjolan pada permukaan matahari, serta bersama proses internal matahari, menarik materi berkali-kali dari matahari. Dampak gravitasi bintang menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.

Sementara beberapa materi tertarik kembali, beberapa lainnya akan tetap di orbit, mendingin serta memadat, serta jadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal serta beberapa yang besar disebut dengan protoplanet.

Objek-objek itu bertabrakan dari waktu ke waktu serta membentuk planet serta bulan, lalu sisa materi yang lain jadi komet serta asteroid.

Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Datang dari Inggris yakni Sir James Jeans (1877-1946) serta Harold Jeffreys (1891) 

Planet dianggap berwujud lantaran mendekatnya bintang lain pada matahari. Kondisi yang nyaris bertabrakan mengakibatkan tertariknya sebagian besar materi dari matahari serta bintang lain itu oleh gaya pasang surut bersama mereka yang lantas terkondensasi jadi planet.

Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti momen pasang surutnya air laut akibat gaya tarik bulan. Beberapa massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang tidak sama, gumpalan itu membeku dan lantas membentuk planet-planet.

Teori ini menerangkan kenapa planet-planet pada bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus, serta Neptunus adalah planet raksasa sedangkan pada bagian ujungnya merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu lantaran pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini tidak sama.

Tetapi Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyanggah kalau tabrakan yang demikian itu nyaris tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell menyampaikan keberatannya atas hipotesis itu.

Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950) 

Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas serta debu. Gumpalan awan itu mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke sisi pusat awan itu membentuk gumpalan bola serta mulai berpilin serta lantas membentuk cakram yang tebal pada bagian tengah serta tipis pada bagian tepinya.

Partikel-partikel pada bagian tengah cakram itu saling menghimpit serta menyebabkan panas serta berpijar, sisi inilah yang menjadi matahari. Sementara sisi yang luar berputar amat cepat hingga terpecah-pecah jadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan kecil ini berpilin juga serta membeku lantas jadi planet-planet.

Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Sumber: allindopedia.blogspot.co.id
Tata Surya kita berwujud dua bintang yang nyaris sama ukurannya serta berdekatan yang satu diantaranya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terjebak oleh gravitasi bintang yang tudak meledak serta mulai mengelilinginya.

Sejarah Penemuan Tata Surya 

Lima planet paling dekat ke matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter serta Saturnus) sudah di kenal mulai sejak jaman dulu, lantaran mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini mempunyai nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perubahan ilmu dan pengetahuan serta teknologi pengamatan pada lima era lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terlepas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya dapat menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mencermati benda langit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lantaran Teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat beragam perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus pada matahari.

Pennalaran Venus mengelilingi matahari semakin menguatkan teori heliosentris, yakni kalau Matahari yaitu pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolas Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris yaitu Matahari dikelilingi oleh Merkurius sampai
Saturnus.

Teleskop Galileo selalu disempurnakan oleh Ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, Satelit Saturnus, yang ada nyaris dua kali orbit Bumi-Yupiter.

Perubahan teleskop juga disertai juga dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit serta hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler, serta Puncaknya Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.

Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian serta perhitungan benda-benda langit selanjutnya pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan teliti orbit Uranus menyimpulkan kalau planet ini ada yang mengganggu.

Hingga pada 1846 ditemukan Neptunus, tetapi penemuan Neptunus ini tidak bisa menjelaskan secara sempurna pengganggu Uranus. Lantas pada tahun 1930 ditemukan satu planet lain yang dinamakan Pluto, tetapi lisensinya sebagai planet udah beberapa tahun dicabut.

Anggota Tata Surya 

Matahari 
Sumber: pinterest.com
Matahari yaitu bintang induk tata surya serta merupakan komponen paling utama system tata surya ini. Bintang ini memiliki ukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini mengakibatkan kepadatan inti yang cukup besar untuk dapat mensupport kesinambungan fungsi nuklir serta menyemburkan beberapa daya yang dahsyat.

Rata-rata daya ini dipancarkan ke luar angkasa berbentuk radiasi elektromagnetik, termasuk juga spektrum optik. Matahari yaitu pusat dari tata surya. Matahari merupakan satu bintang yang tidak berbeda dengan bintang yang lain. Matahari yaitu sebuah bola gas panas yang memancarkan sendiri sumber daya ke segala arah.

Matahari adalah pusat tata surya. Bagi kita matahari itu super besar namun nyatanya di jagat raya Matahari termasuk juga bintang yang memiliki ukuran kecil.

Ukuran garis tengahnya 100 kali lebih besar dari bumi, hingga bila Matahari itu kita anggap sebagai wadah kosong, matahari bisa menyimpan melebihi dari 1 juta bumi. Matahari serta daya yang dipancarkan lah yang menjamin kehidupan manusia di muka bumi.

Planet-Planet

Merkurius 
Sumber: ujiansma.com
Merkurius yaitu planet dalam yang paling kecil serta termasuk juga paling dekat dengan Matahari, jarak rata-rata ke matahari 58 juta Km, dan mempunyai garis tengah 4.880 Km. Merkurius tidak memiliki kandungan atmosfer, suhu di sekitar planet berkisar antara 200 C-400 C. Gravitasi merkurius lebih kurang cuma sepertiga kali gravitasi bumi.

Venus 
Sumber: kafeastronomi.com
Planet ini adalah planet paling dekat dengan bumi, ia mempunyai garis tengah sepanjang 12.104 Km. Jarak rata-rata ke Matahari 106 Km, periode revolusinya 224 hari, gravitasi venus 2300 serta tekanan udaranya 20 atmosfer (20 kali tekanan udara di bumi).

Permukaan Venus ditutupi awan tebal hingga mencapai 48 Km. Yang menarik hasil pengamatan beberapa pesawat ruang angkasa ada formasi batuan muda serta pegunungan tua, atmosfernya berwujud debu kering yang mencakup CO2, N, serta O2.

Bumi 
Sumber: merdeka.com
Bumi adalah planet ukuran ketiga, serta satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hhidup serta terdiri komposisi sebagai berikut ini:
  1. Susunan biosfer, terbagi dalam unsur nikel serta ferum, serta tebalnya lebih kurang 3.470 Km. 
  2. Susunan antara mempunyai tebal lebih kurang 1.700 Km serta terbagi dalam batuan meteorit. 
  3. Susunan litosfer yang terbagi dalam susunan Sial lantaran terbagi dalam SiO2 serta Al2 serta O3 serta sisi SiMa yang terbagi dalam SiO2 serta MgO dan Al2O3, tebal antara Sial serta sima tidak teratur, dipegunungan letaknya amat dalam sedangkan di laut bagian Sial langsung terkait dengan Sima. 
Planet bumi adalah planet yang istimewa, lantaran bumi kbukan cuma tempat hidup manusia semata, namun juga makhluk hidup yang lain berkembang biak dengan baik, Planet bumi mempunyai satelit, yakni bulan.

Mars 
Sumber: playbuzz.com
Mars dilihat dari lintasnnya antara Bumi serta Matahari termasuk juga planet yang paling dekat dengan Bumi, jarak rata-rata planet Mars dengan Matahari 228 Km, beredar mengitari Matahari dalam waktu 687 hari, waktu perputarannya 24 jam 37 menit 21 detik. Seperti planet lain Mars mempunyai dua satelit, yakni;

Deimos, berdimendi 10x12x16 Km serta periode orbitnya 30,3 hari. Deimos terbit serta terbenam seperti bulan di Bumi.

Yupiter 
Sumber: ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id
Yupiter adalah planet paling besar, ia mempunyai diameter 130.000 Km. Jarak rata-rata ke matahari lebih kurang sekitar 778 juta Km, serta susunan yupiter nyaris sama juga dengan susunan matahari, yang rata-rata terbagi dalam hidrogen dan campurannya, yakni NH3, Amoniak, Helium, serta Metan.

Saturnus 
Sumber: kembangpete.com
Planet saturnus planet kedua paling besar setelah Yupiter, jarak rata-rata ke matahari lebih kurang 1.426 Km, periode revolusi planet ini yaitu 29,5 tahun serta waktu yang dibutuhkan untuk berputar pada sumbunya yaitu 10 jam.

Saturnus mempunyai 17 satelit, serta beberapa yang paling menonjol yaitu Titan, Tethys, Rea, Dione, serta tiga cincin indah, ketiga cincin tersebut bisa diuraikan sebagai berikut ini:
  1. Cincin A adalah cincin luar yang garis tengahnya 260. 000 Km. 
  2. Cincin B adalah cincin tengah yang mempunyai diameter kurang lebih 152.000 Km. 
  3. Cincin C adalah cincin yang garis tengahnya 160. 000 Km. 
Uranus 
Sumber: crystalinks.com
Uranus mempunyai jarak rata-rata dengan matahari kurang lebih 2. 869 juta Km, beredar mengitari Matahari kurun waktu 84 tahun dengan kecepatan perputaran 11 jam.

Planet ini berdiameter 49. 700 Km, pada planet ini ditemukan unsur helium, hidrogen serta metan. Planet ini memiliki lima satelit, yakni Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, serta Oberon. Kelebihan planet ini yaitu letak sumbu perputarannya sebidang dengan bagian revolusinya, pada uranus, matahari bergeser dari utara ke selatan dalam periode revolusinya.

Neptunus 
Sumber: kopi-ireng.com
Planet Neptunus yaitu planet yang paling jauh dengan matahari, jaraknya kurang lebih 4.495 juta Km dengan matahari, serta beredar mengitari matahari kurun waktu 165 Tahun. Saat perputarannya 15 jam.

Satelit yang dipunyai Neptunus ada dua, yakni Triton yang berdiameter 4.000 Km, memiliki atmosfer, serta memiliki bentuk serupa pluto, sedangkan Nereid diameternya 2000 Km, letaknya lebih jauh dari bumi apabila dibandingkan dengan triton.

Asteroid 
Sumber: timeanddate.com
Asteroid adalah materi batuan yang kedudukanya terdapat di antara Mrs serta Yupiter. Materi dari asteroid itu beberapa gagal jadi planet lantaran ada style gravitasi Yupiter yang amat kuat serta berjalan secara terus menerus menghancurkan beberapa lain materinya. Mengakibatkan hamparan materi itu jadi sabuk asteroid, yang saat ini jadi bongkahan cincin raksasa serta serpihan batuan.

Asteroid menempati sabuk paling utama yang ada di antara orbit Mars serta Yupiter. Asteroid pertama kalinya ditemukan 1 januari 1801. Diantara pecahannya, batuan paling besar diberi nama Ceres yang bergaris tengah 480 mil, mengitari matahari kurun waktu 4,5 tahun.

Asteroid juga adalah benda angkasa yang ukurannya kecil, tetapi jumlahnya milyaran. Asteroid sendiri berbentuk batu-batuan yang juga bergerak mengitari Matahari, ukurannya sangat kecil, atau arti lainnya disebut dengan bintang kerdil dengan diameter lebih dari 240 Km.

Komet 
Sumber: nationalgeographic.co.id
Komet adalah kumpulan bongkahan batuan yang diselubungi kabut gas, saat mendekati matahari, komet mengeluarkan gas yang bersinar pada bagan kepala, serta semburan sinar pada ekornya. Diameter komet termasuk juga selubung gas lebih kurang sejauh 100.000 Km.

Makin dekat komet dengan matahari makin besar juga tekanan sinar matahari yang diterimanya serta akan makin panjang ekornya. Ekor komet teridiri dari CO, CH, serta gas labil CH2 juga H2O

Komet dalam bahasa yunani artinya bintang berekor serta komet ini yaitu benda angkasa yang tidak padat terbentuk dari pecahan bahan yang amat kecil yakni debu, temperatur dengan gas yang amat tipis, hingga gaya gravitasinya amat lemah.

Ada dua bentuk komet, yaitu:

Komet Berekor 

Komet berekor yakni komet yang lintasannya berupa elips, komet ini apabila lintasanya dekat dengan matahari akan melepaskan gas yang diabsorsi diaerah dingin untuk membentuk ekor.

Komet Tidak Berekor 

Komet tidak berekor yakni komet yang lintasannya amat pendek hingga tidak mempunyai kesempatan mengabsorsi gas di daerah dingin.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Teori Tata Surya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tata Surya di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tata Surya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan

Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan. Pengertian Bulan, Rotasi atau Perputaran Bulan, Revolusi Bulan, dan Beragam Macam Fase Bulan.

Pengertian Bulan

Sumber: flickr.com
Nama untuk satelit alami Bumi yaitu Moon yang berasal dari mone (sekitar 1380) yang juga berkembang dari kata moone (1135, datang dari kata bahasa inggris kuno mona (saat sebelum 725). Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa inggris modern yaitu lunar, datang dari bahasa latin Luna.

Sebutan yang lain yang kurang umum yaitu selenic, dari bahasa Yunani Kuno Selene yang lantas jadi dasar penamaan selenografi (Studi tentang permukaan serta ciri fisik Bulan).

Bulan berwujud bulat, memiliki tekstur kasar serta berlubang akibat tubrukan benda luar angkasa. Bulan mempunyai diameter 3.474 km dengan massa 0,012 massa Bumi serta massa jenisnya 3,4 gr/cm3. Jarak rata-ratanya ke Bumi kurang lebih 384.403 km atau sepadan dengan 30 kali diameter Bumi.

Bulan bukan hanya sekedar penghias langit pada malam serta penerangan ketika Matahari terbenam. Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi, bukan buatan manusia yang mengorbit Bumi serta tidak memiliki sumber sinar sendiri, cahayanya datang dari pantulan sinar Matahari.

Objek yang di kenal sebagai satelit Bumi ini adalah satu diantara anggota tata surya yang selalu mengitari planet ketiga dari Matahari ini. Bulan juga merupakan satelit terpadat kedua sesudah lo yang merupakan satelit Yupiter.

Bulan yaitu benda langit yang paling terang sesudah Matahari. Walaupun bulan terlihat amat putih serta terang, permukaan Bulan sesungguhnya gelap, dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair.

Udara, air ditambah lagi kehidupan tidak ada di Bulan. Tetapi, pada Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air yang melalui permukaan Bulan. Uap air itu cuma bertahan 14 jam serta menutupi permukaan seluas 100 mil2.

Nyatanya setelah diusut oleh beberapa ilmuan, endapan es setebal dua meter diketemukan di beberapa kawahnya, demikian laporan beberapa peneliti dalam satu dari dua studi yang memerlihatkan bukti adanya air di Bulan.

Dalam satu dari dua studi yang ditayangkan, Paul Spudis dari Lunar and Planetary Onstitude di Huston serta rekannya mengkaji pesawat antariksa India, Chandrayaan, untuk mendapat bukti tentang endapan es di beberapa kawah yang selama-lamanya tertutup bayang-bayang di Bulan.

Teori Terbentuknya Bulan

Sumber: kafeastronomi.com
Pembentukan Bulan mempunyai banyak teori yang masih saja jadi perbincangan. Berikut ini teori-teori pembentukan Bulan:

Teori Co-Akresi 

Seseorang astronom Prancis bernama Edouard Roche mengusulkan teori pembentukan Bulan yang bernama teori Co-Akresi. Teori ini menceritakan kalau Bulan terbentuk lantaran terkondensasi dari materi lantas berputar seperti awan debu panas yang membuat Bumi.

Awan debu panas ini perlahan-lahan terkontaksi lantas mendingin membentuk cincin gas di sekitarnya. Cincin Gas tersebutlah yang membentuk Bulan.

Masalahnya, hipotesis ini tidak dapat menjelaskan momentum sudut dalam system Bumi-Bulan atau kenapa Bulan mempunyai inti besi yang relatif kecil dibanding Bumi sedangkan asumsinya bila Bulan serta Bumi terbentuk dari gas yang sama kandungannya juga semestinya sama. (25% dari jari-jarinya sedangkan Bumi 50% dari jari-jarinya)

Teori pembelahan (Fisi) 

George Darwin putra dari ilmuan terkenal Charles Darwin penulis “Origin of Species” pada tahun 1878 menginformasikan Teori Fisi. Darwin menyimpulkan kalau Bulan secara bertahap bergerak menjauh.

Darwin mulai memperhitungkan apa yang akan terjadi bila saja waktu diputar kembali. Seperti menjalani film dalam hitungan mundur. Darwin juga menyimpulkan kalau dulu Bulan menyatu dengan Bumi.

Sebagian kecil dari Bumi terpisah lantas membentuk Bulan. Tetapi, putaran Bumi serta orbit bulan tidak sesuai sama pola yang diperkirakan oleh teori fisi ini. Bumi akan berputar lebih cepat untuk mempertimbangkan tingkat perputarannya saat ini.

Teori Penangkapan (Capture) 

Pada tahun 1909 Thomas Jefferson Jackson See sudah menghabiskan waktu untuk mengkaji hipotesis baik co-Akresi ataupun Fisi. Namun Thomas meningkatkan gagasan yang amat berbeda yakni teori Penangkapan (Capture).

Teori ini menyebutkan gravitasi Bumi menarik Bulan yang terbentuk ditempat berbeda dalam tata surya lantas sedang berjalan dari sisi yang jauh dari tata surya. Namun kemudian bergerak sangat dekat dengan Bumi hingga di tangkap oleh gravitasi Bumi.

Skenario penangkapan inilah yang menarik astronot Appolo membawa batu bulan ke Bumi. Mineral di dalamnya nyatanya serupa dengan yang ada di mantel Bumi (sekalipun tidak asing). Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan perbedaan kandungan besi antar Bumi serta Bulan. Kekurangannya juga tidak ada keterangan tentang media penolak untuk objek sebesar Bulan hingga tidak menabrak Bumi.

Dari beberapa teori yang udah tertulis diatas yang masih saja diragukan, terpecahkan dengan teori yang satu ini. Teori apakah yang dimaksud? Ini dia:

Teori Tubrukan Besar 

Pada tahun 1974 muncul teori yang menyebutkan Bulan diprediksikan terbentuk kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu, tidak lama setelah pembentukan Bumi.

Walaupun ada beberapa hipotesis tentang asal usul Bulan, hipotesis yang paling di terima sekarang menjelaskan kalau Bulan terbentuk dari serpihan yang lepas setelah satu benda langit seukuran Mars bernama Theia bertubrukan dengan Bumi.

Tabrakan ini cukup besar hingga menyebarkan maetri pecahan Bumi serta Theia di sekitar Bumi. Materi itu lantas saling terikat oleh gravitasi, serta membentuk Bulan.

Pembuktian ini dilakukan dengan mempelajari rasio antara isotop, seperti oksigen, titanium, silikon dan lain-lain. Menurut jenis tubrukan ini, Bulan beberapa terbentuk dari materi Theia antara 70-90 persen lalu sisanya datang dari bumi.

Saat ini ilmuan menyimpulkan Bulan terbentuk dengan rasio 50-50 antara materi Bumi serta Theia. Tetapi teori ini masih tetap mesti ditopang dengan bukti-bukti yang lain. Masih ada beberapa pertanyaan yang masih tetap belum dapat dibuktikan tentang jenis yang paling diakui ini.

Energi dari efek tubrukan diprediksikan bisa memanaskan Bumi yang menghasilkan lautan magma, namun tidak ada bukti perbedaan permukaan yang dihasilkan dari materi yang lebih berat yang terbenam ke dalam mantel Bumi.

Sekarang tidak ada jenis yang sama diawali dengan tubrukan besar serta diikuti dengan evolusi puing-puingnya jadi Bulan. Tantangannya yaitu untuk menjelaskan kenapa sisi luar Bulan yang tidak tampak oleh kita dari permukaan Bumi lebih banyak gunungnya dari sisi permukaan Bulan yang bisa dilihat.

Pertanyaan yang lain kenapa Venus yang juga mengalami tubrukan besar ketika proses pembentukannya tidak memilih Bulan yang sama? Atau mungkin ada unsur “tabrak lari” dengan impactor (penabrak) besar yang melaju cepat hingga setelah menabrak Bumi, ia meruntuhkan mantel Bumi yang unsurnya sama dengan unsur Bulan?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih tetap jadi PR penting beberapa ilmuan yang masih tetap berkutat dengan bukti-bukti yang ada. Intinya, Bulan sesungguhnya masih mempunyai misteri yang hingga saat ini belum dapat dipecahkam.

Fungsi Bulan

Sumber: metro.co.uk
Bulan tidak cuma sebagai pajangan untuk menghiasi malam di Bumi. Pembaca sekalian pastinya akan sangat bersyukur bila tau fungsi intinya. Berikut ini fungsi bulan untuk Bumi kita:
  1. Melindungi Bumi dari hantaman benda langit seperti komet serta asteroid. 
  2. Mengontrol kecepatan perputaran sebuah planet lantaran efek gravitasional tidal wave. Dalam sejarah Bumi, dampak ini memberi keuntungan pada Bumi lantaran menurut perhitungan fisika, bulan memperlambat perputaran Bumi, yang dulunya Bumi berotasi dengan cepat (Bumi-Bulan saling menyeimbangkan kecepatan). 
  3. Menyeimbangkan rotasi siklus air laut yang mengakibatkan pasang surut. 
  4. Meteor yang menuju ke Bumi diblok atau diarahkan lewat gravitasi Bulan dan gaya magnetik Bulan. 
  5. Memblokir radiasi cahaya ultraviolet yang berefek buruk untuk tubuh. 
  6. Membantu kita melihat pada malam hari 
Bumi (serta planet yang lain) tidak sempurna menghindari tanpa resiko. Bumi memaksakan gesekan dalam rotasi bulan, Bulan juga memaksakan gesekan dalam rotasinya di Bumi. Jadi, jaraknya dalam satu hari bertambah beberapa milisekon tiap abad.

Awal mulanya bulan cuma berjarak 23.000 km dari bumi, namun saat ini jarak Bulan ke Bumi sekitar 384.400 km. Hal semacam ini memperlihatkan kalau dimasa yang akan datang Bulan akan makin jauh lagi serta akan terlihat makin kecil di langit. Bahkan juga suatu saat mungkin Bulan tidak lagi bisa menutupi Matahari ketika terjadi Gerhana.

Peluang terburuknya Bulan menghilang. Mudah sekali diperkirakan kalau akan muncul kekacauan. Dampak yang akan muncul miliki sifat sementara tetapi amat berpengaruh yakni hilangnya dampak kendali dari Bulan.

Hal semacam ini mengakibatkan laut juga turut kehilangan kendali. Bersamaan dengan menghilangnya Bulan, Bumi akan terlempar keluar dari orbitnya lantaran didorong oleh energi yang tersisa sesaat sebelum Bulan menghilang. Akan terjadi perubahan orbit Bumi pada Matahari hingga mengakibatkan perubahan musim yang amat ekstrim.

Rotasi dan Revolusi Bulan

Sumber: nationalgeographic.co.id
Pengamat khusus di bumi memperhatikan kalau pada intinya bulan menjaga persamaan sisi untuk bertemu dengan planet kita seperti Bumi melewati orbitnya. Hal semacam ini mungkin menyebabkan satu pertanyaan, apakah bulan berotasi? Jawabannya yaitu ya, tetapi itu kelihatannya berlawanan dengan apa yang mata kita amati.

Perputaran Bulan yaitu rotasi Bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam tiap 27.322 hari. Rotasi ini sekurang-kurangnya membutuhkan lebih kurang 27 hari untuk bulan berotasi sekali dalam porosnya. Pada akhirnya, bulan tidak terlihat berputar namun muncul bila dilihat dari Bumi. Ilmuan menyebutnya sebagai rotasi sychronous.

Sisi Bulan yang secara terus-menerus menghadap Bumi di kenal sebagai sisi paling dekat. Sisi berlawanan atau “sisi belakang” yaitu sisi yang paling jauh. Kadang-kadang, sisi yang jauh ini disebut dengan sisi gelapnya, namun itu tidaklah benar. Saat Bulan ada diantara Bumi serta matahari, selama tahap bulan baru, sisi belakang bulan terlihat ketika fajar.

Meskipun demikian, orbit serta perputaran tidak selalu sama. Bulan mengelilingi Bumi dengan obit yang elips, tidak bulat seutuhnya.

Saat bulan amat dekat dengan Bumi, perputarannya lebih pelan dari jalannya menuju ruang angkasa, mengijinkan beberapa pengamat untuk melihat tambahan 8 derajat ke sisi timur. Saat bulan sangat jauh, perputarannya lebih cepat, jadi kecondongan 8 derajat tampak ke arah barat.

Bila kita bisa melintas di sekitar sisi jauh bulan sebagai astronot appolo 8 sekali saja, kita bisa melihat ketidaksamaan mencolok permukaan dari apa yang anda saksikan umumnya. Saat sisi dekat bulan dihaluskan daratan gelap besar yang dibuat oleh lava lava solid yang bergerak (terbang) serta pegunungan sinar bulan, sisi jauh tampak memiliki banyak kawah.

Periode rotasi bulan tidak senantiasa sama juga dengan orbit di sekitar planet. Gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi memengaruhi bulan. namun lantaran Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membuat pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi dari Bumi menarik pasang besar paling dekat, berusaha untuk menjaganya tetap sama. Hal semacam ini membuat gesekan pasang yang memelankan rotasi Bulan. Saat tiba waktunya, rotasi sangat pelan hingga orbit serta perputarannya sama, serta sisi yang sama terlihat jadi pasang, selama-lamanya berpusat pada Bumi.

Bulan tidak cuma satelit yang mengalami gesekan dengan planet induknya. Banyak Bulan yang lain di tata surya yang terlihat tidal dengan pasangannya. Seperti Bulan paling besar, cuma Bulan dari planet saturnus Hyperion, yang mana berputar tidak sempurna serta berhubungan dengan bulan yang lain, tidak sesuai pasangnya.

Fase Bulan

Sumber: jessychance.blogspot.co.id
Dalam satu kali berotasi, bulan membutuhkan waktu yang sama juga dengan satu kali revolusinya mengitari bumi. Revolusi adalah gerakan (peredaran) Bulan yang mengitari Bumi. Waktu yang dibutuhkan Bulan untuk berevolusi yaitu 27 hari 7 jam 43,2 menit.

Ketika berevolusi, luas sisi Bulan yang terkena cahaya Matahari juga berubah-ubah Perubahan bentuk bulan itu disebut dengan fase bulan. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami 8 fase. Jika dirata-ratakan, tiap fasebulan berjalan selama 3-4 hari. Berikut ini pembagian 8 fase-fase revolusi Bulan:

8 Fase Bulan 

Fase 1 (Bulan Baru/New Moon) 

Sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima sinar dari matahari, maka, Bulan tidak tampak. Fase ini terjadi di hari pertama di mana Bulan ada diposisi 0 derajat.

Fase 2 (Sabit Muda/Waxing Crescent) 

Selama fase ini, kurang dari setengah Bulan yang menyala serta sebagai fase berlangsung, sisi yang menyala secara bertahap akan lebih besar. Fase ini terjadi di hari ke empat di mana Bulan ada di posisi 45 derajat. Dilihat dari Bumi, Bulan terlihat melengkung seperti sabit.

Fase 3 (Kuartal III/Third Quarter) 

Bulan mencapai step ini saat terlihat setengah lingkaran. Fase ini terjadi di hari ke delapan di mana Bulan ada di posisi 90 derajat.

Fase 4 (Waxing Gibous) 

Awal fase ini ditandai ketika Bulan setengah, sisi yang terlihat akan lebih besar. Pada hari kesebelas, Bulan ada pada posisi 135 derajat serta tampak seperti cakram (Bulan cembung)

Fase 5 (Full Moon) 

Pada fase ini, Bulan ada pada sisi berlawanan dengan Bumi serta sinar Matahari seutuhnya terkirim ke Bulan. Fase ini terjadi di hari keempat belas, Bulan ada pada posisi 180 derajat. Pada posisi ini, Bulan terbentuk prima (lingkaran penuh) disebut juga dengan Bulan Purnama.

Fase 6 (Wanning Gibous) 

Di mana sisi yang terlihat akan makin kecil secara bertahap. Fase ini terjadi di hari ketujuh belas, Bulan ada pada posisi 225 derajat. Penampakannya kembali seperti cakram.

Fase 7 (Kuartal I/First Quarter) 

Setengah dari Bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh satu, Bulan ada tepat pada posisi 270 derajat. Penampakannya sama dengan Bulan pada fase 3 atau Kuartal III

Fase 8 (Sabit Tua/Waning Crescent) 

Sebagian kecil dari bulan tampak. Fase ini terjadi di hari kedua puluh lima. Bulan ada pada posisi 315 derajat. Penampakannya sama dengan pada posisi 45 derajat. Bulan terlihat seperti sabit.

Fase ini selalu berulang, Bulan akan kembali pada kedudukan semula yakni Bulan mati atau Bulan Baru.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rotasi, Revolusi, dan Fase Bulan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Bulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi

Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi. Pengertian Hukum Gravitasi, Rumus Hukum Gravitasi, Aplikasi atau Penerapan Hukum Gravitasi. Dan, contoh hal-hal yang termasuk ke dalam Gaya Gravitasi.

Pengertian Hukum Gravitasi

Sumber: sukasaya.com
Hukum ini diperkenalkan oleh seorang pakar fisika dan matematikawan asal Inggris bernama Isaac Newton (1642-1727). Pada sejarahnya, Newton temukan hukum ini ketika dia memperhatikan peristiwa apel jatuh.

Ketika itu dia memikirkan ada satu gaya yang belum di pahami, yakni gaya yang menyebabkan benda yang awalannya diam jadi bergerak. Newton juga memahami bila gaya itu juga yang menyebabkan bulan selalu ada didekat bumi dan tetap dalam lintasan orbit yang mengitari bumi.

Newton mengatakan gaya itu sebagai gaya ‘gravitasi’ dan memutuskan bila gaya ini jelas ada diantara semua benda.

Pada sejarahnya, sebenarnya hukum gravitasi udah pernah dipikirkan oleh beberapa orang pada zaman Yunani kuno dulu.

Permasalahan yang menjadi dasar pemikiran mereka tentang fenomena gravitasi yaitu, pertama, mengapa benda-benda selalu jatuh ke permukaan tanah serta yang kedua tentang gerakan planet-planet. Ini juga merupakan pemikiran mendasar Newton tentang gravitasi.

Namun, yang membedakan antar keduanya yakni beberapa orang Yunani pada saat itu beranggapan antara momen benda yang jatuh dengan gerakan planet yaitu dua hal yang tidak sama. Sedangkan Newton melihat kedua momen itu disebabkan oleh satu hal saja dan diikat oleh hukum yang sama yakni gaya gravitasi.

Gaya gravitasi yakni gaya tarik menarik antar dua benda yang memiliki massa. Gravitasi matahari menyebabkan benda-benda di sekitar matahari beredar mengelilinginya. Begitu juga halnya dengan gravitasi bumi yang menarik benda di sekitarnya baik itu di dalam atau di luar angkasa (bulan, meteor, satelit dan sebagainya) asalkan benda itu memiliki massa.

Hukum gravitasi universal mengatakan bila setiap massa benda menarik massa benda yang lain dengan gaya yang menghubungkan kedua benda.

Besar gaya ini yaitu berbanding lurus dengan perkalian kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa benda itu.

Apabila dua buah benda bermassa m1 dan m2 dipisahkan oleh jarak R, besar gaya gravitasi antara kedua benda yakni:
Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

F = gaya tarik gravitasi (N)
G = konstanta gravitasi umum (6, 673 x 10–11 Nm2/kg2)
m1, m2 = massa masing-masing benda (kg)
R2 = jarak antara kedua benda (m)
Sumber: softilmu.com
Pada gambar di atas, F12 yaitu gaya gravitasi yang dilakukan m1 pada m2 sedangkan F21 yaitu gaya yang dilakukan m2 pada m1. F12 bekerja pada m2 menuju m1, begitu juga sebaliknya dengan F21 bekerja pada m1 dan menarik m1 menuju m2.

F12 dan F21 mempunyai besar yang sama saja dengan arah yang saling berlawanan sampai disebut juga dengan pasangan aksi reaksi. Pada gambar ada juga unsur r, di mana r yaitu jarak antara pusat m1 dan pusat m2.

Pada gambar telah terdeskripsikan bagaimana hubungan antara gaya, massa dan jarak. Namun, ada yang kurang jika dilihat bersumber pada rumusnya yaitu nilai konstanta gravitasi umum.

Nilai konstanta gravitasi umum (G) ditetapkan dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Henry Cavendish pada tahun 1798 dengan menggunakan perlengkapan neraca Cavendish.
Sumber: softilmu.com
Seperti yang terlihat pada gambar di atas neraca Cavendish mempunyai dua bola kecil yang bermassa masing-masing m1 yang diletakkan di ujung batang kecil yang digantungkan dengan seutas tali. Tidak cuma bola kecil, tetapi ada pula dua bola besar dengan massa m2.

Di bagian atas serat penggantung diletakkan satu cermin kecil untuk memantulkan berkas cahaya yang akan diamati puntiran seratnya. Dengan keberadaan gaya gravitasi antara kedua bola serat akan terpuntir. Puntiran ini menggeser berkas cahaya pada skala pengukur.

Setelah gaya antara dua massa dan massa masing-masing bola terarah, akan didapat konstanta gravitasi umum seperti yang diketemukan Cavendish yaitu sebesar 6, 673 x 10–11 Nm2/kg2.

Penerapan Hukum Gravitasi 

Sumber: uniqpost.com

Mengkalkulasi Massa Bumi 

Massa bumi dapat dihitung dengan menggunakan nilai konstanta gravitasi umum (G). Bersumber pada rumus dari percepatan gravitasi bumi, setelah di ketahuinya besar jari-jari bumi yaitu R = 6, 37 × 106 m (bumi di anggap bulat sempurna) kita dapat mengkalkulasi massa bumi, lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Massa Matahari 

Di ketahui rata-rata jari-jari lintasan orbit bumi yaitu sebesar rB=1, 5 x 1011m dan periode revolusi bumi selama 1 tahun = 3 x 107 s. Bersumber pada itu, kita dapat mencari massa matahari lewat cara sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Kecepatan Satelit 

Satelit yaitu benda luar angkasa yang mengelilingi benda yang lain yang memiliki massa yang lebih besar dari massa satelit itu, seperti bulan yang juga merupakan satelitnya bumi. Mengkalkulasi kecepatan satelit dapat dipakai dalam dua cara yaitu dengan hukum gravitasi dan gaya sentrifugal.

Bersumber pada hukum kedua Newton kita dapat mengkalkulasi kecepatan satelit yaitu dengan menggunakan nilai massa Bumi (M) dan jari-jari bumi (R). Rumus dan caranya yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com

Mengkalkulasi Jarak Satelit yang Mengorbit Bumi 

Dengan rumus gaya sentripetal dan rumus gaya gravitasi kita dapat mencari nilai dari jarak satelit yang mengorbit bumi, yaitu sebagai berikut ini:
Sumber: softilmu.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Rumus, dan Aplikasi Hukum Gravitasi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Gravitasi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gravitasi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan

10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan. Pengertian Awan, Jenis – Jenis Awan, Bentuk – Bentuk Awan, Macam – Macam Ketinggian Awan, Awan yang Bisa Menyebabkan Hujan, Awan yang Menyebar Luas di Langit, Awan yang Menggumpal. Awan Tinggi, Awan Sedang, Awan Rendah, dan Awan Vertikal.

Pengertian Awan

Sumber: laskarmazaya.blogspot.co.id
Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi lantaran adanya pengembunan/pemadatan uap air yang ada di dalam udara sesudah melampaui keadaan titik jemu. Awan adalah cikal bakal terjadinya huja, tetapi hal itu juga bergantung dari musim.

Saat sebelum kita menjelaskan tentang Bentuk atau Jenis Awan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi lantaran di dalam Udara senantiasa terdapat uap air. Jika uap air itu meluap jadi titik-titik air, terbentuklah awan.

Peluapan ini terjadi lewat cara: 

Jika udara panas, semakin banyak uap yang terdapat di dalam udara lantaran air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, sampai samapai pada satu susunan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair serta terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tidak terhingga banyaknya.

Suhu udara tidak berubah, namun kondisi atmosfer lembap. Udara semakin lama akan jadi makin penuh dengan uap air.

Setelah Awan udah terbentuk dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut ini Prosesnya:
Jika awan udah terbentuk, titik air dalam awan akan jadi makin besar serta awan itu akan jadi makin berat, dan perlahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah hingga satu kondisi titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah serta turunlah sebagai hujan.

Awan juga mempunyai banyak Bentuk, hal itu lantaran ada beragam hal yang memengaruhi proses pembentukannya, Berikut ini Proses Terbentuknya Beberapa Jenis Bentuk Awan: 

Akan tetapi seandainya titik-titik air ini berjumpa dengan udara panas, titik-titik itu akan menguap serta lenyaplah awan itu. Inilah yang mengakibatkan awan itu senantiasa berubah-ubah wujudnya.

Air yang ada di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Ini juga hal yang mengakibatkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Saat sebelum kita menuturkan tentang Bentuk atau Jenis Awan ada baiknya kita tahu terlebih dulu bentuk bentuk awan, bersumber pada bentuknya Awan terbagi jadi 3 yakni: 
  1. Sirrus, yakni awan yang berwujud halus serta memiliki serat seperti bulu ayam. Awan ini tidak bisa menyebabkan hujan. 
  2. Stratus, yakni awan yang tidak tebal serta menyebar luas sehinga menutupi langit secara merata. 
  3. Kumulus, yakni awan yang bentuknya bergumpal-gumpal serta dasarnya horizontal.  
Beberapa Jenis Awan. Sesuai sama hasil kongres internasional yang diselenggarakan di munchen (Jerman) tahun 1802 serta Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan digolongkan dalam 4 kelompok paling utama, yakni awan tinggi, awan sedang, awan rendah, serta awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik (Awan Tinggi)

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian pada 5.00 - 1.500 m. Beberapa macam bentuk awan udara naik yaitu sebagai berikut ini:

Awan KumuloNimbus (Cu-Ni) 
Sumber: apakabardunia.com
Awan CumuloNimbus (KumuloNimbus) adalah awan yang menyebabkan hujan dengan kilat guntur. Umumnya awan Sirostratus ada di atas awan Kumulonimbus. Hal semacam ini biasa terjadi pada saat angin ribut.

Ciri-Ciri Awan KumuloNimbus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan KumuloNimbus kisaran antara 2.000 - 16.000 m 
  2. Awan ini Berwarna putih/gelap serta menyebabkan hujan dengan kilat serta guntur. 
  3. Awan ini terkait erat dengan hujan deras, badai. tornado serta petir. 
Awan Kumulus (Cu)
Sumber: wikipedia.org
Awan Kumulus (Cumulus) adalah awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari lantaran udara naik. Bila bertemu dengan matahari tampak jelas apabila memperoleh cahaya cuma sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.

Ciri-Ciri Awan Kumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Dasar ketinggian awan ini biasanya 1.000 m serta lebar 1 km. 
  2. Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Tampak gumpalan putih atau sinar kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berwujud garis besar yang tajam serta dasar yang datar. 
Kelompok Awan Rendah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km. Beberapa macam bentuk awan rendah yaitu sebagai berikut ini:

Awan NimboStratus (Ni-St) 
Sumber: hadzrin.com/
Awan NimboStratus adalah awan yang memiliki bentuk tidak menentu, tepinya compang-camping tidak beraturan serta berwarna putih kegelapan dan penyebarannya cukup luas. Awan ini menyebabkan hujan gerimis.

Ciri-Ciri Awan NimboStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas. 
  2. Ketinggian Awan NimboStratus antara 6.00 - 3.000 meter 
  3. Di Indonesia awan ini cuma menyebabkan gerimis. 
  4. Memiliki bentuk tidak menentu dengan tepi compang-camping. 
Awan Stratus (St) 
Sumber: satujam.com
Awan Stratus adalah awan rendah serta luas dengan tinggi ada di bawah 2.00 m. Susunan melebar seperti kabut serta berlapis-lapis. Antara kabut serta awan stratus pada intinya tidak berbeda.

Ciri-Ciri Awan Stratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Lapisannya melebar seperti kabut serta berlapis. 
  2. Awan ini cukup rendah serta amat luas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2.000 m. 
Awan StratoKumulus (St-Cu) 
Sumber: rafiqamarsha.blogspot.co.id
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) adalah awan yang berupa bola serta mempunyai susunan tipis yang kerap menutupi langit hingga terlihat seperti gelombang lautan. awan ini adalah bentuk yang tidak menyebabkan hujan

Ciri-Ciri Awan StratoKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang serta senja jika atmosfer stabil. 
  2. Ketinggian Awan StratoKumulus ada di bawah 2.000 meter 
  3. Susunan awan ini tipis serta tidak menghasilkan hujan. 
  4. Awan ini tampak seperti bola-bola yang kerap menutupi daerah semua langit, hingga terlihat seperti gelombang. 
Kelompok Awan Menengah 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang beragam, di mana pada lokasi beriklim sedang terdapat pada ketinggian 2-7 km, pada lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 2-8 km serta lokasi yang terdapat di kutup utara terdapat di ketinggian 2-4 km. Beberapa macam bentuk awan menengah yaitu sebagai berikut ini:

Awan AltoStratus (A-St) 
Sumber: puffydevil.blogspot.co.id
Awan AltoStratus adalah awan yang berupa luas dengan warna kelabu, hingga pada matahari serta bulan terlihat jelas.

Ciri-Ciri Awan AltoStratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan AltoStratus ini terbentuk pada saat senja serta malam hari lantas menghilang ketika matahari terbit di awal pagi 
  2. Awan ini berwarna kekelabuan serta meliputi hampir semua sisi langit (luas). 
  3. Ketinggian Awan AltoStratus ada di antara 2000 - 7000 m. 
  4. Awan AltoStratus menghasilkan hujan kalau dalam jumlah yang cukup tebal. 
Awan AltoKumulus (A - Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) adalah awan yang berwujud kecil-kecil serta berjumlah banyak. Biasanya berupa bola yang agak tebal, berwarna putih hingga pucat serta ada sisi yang kelabu. Awan ini bergerombol serta sama-sama berdekatan hingga terlihat kalau awan ini saling bergandengan.

Ciri-Ciri Awan Altokumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada saat senja. 
  2. Awan ini kecil-kecil, namun jumlahnya banyak 
  3. Ketinggian Awan Altokumulus ada di antara 2.000 - 7.000 m. 
  4. Sebagian Tiap elemen tampak jelas tersisih antara satu serta yang lain dengan warna keputihan serta kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus. 
  5. Umumnya berupa seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol serta kerap berdekatan hingga terlihat saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi 

Kelompok awan ini terdapat pada ketinggian yang bermacam. Apabila di lokasi tropis bentuk awan ini ada pada ketinggian 6-18 km, pada lokasi yang beriklim sedang awan ini ada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di lokasi kutub, awan ini terdapat pada ketinggian 3-8 km. Beberapa macam bentuk awan yang termasuk awan tinggi yaitu sebagai berikut ini:

Awan SiroKumulus (Ci-Cu) 
Sumber: firmansyah-teguh.com
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) adalah awan yang terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es dan berwujud seperti segerombolan domba serta kerap menimbulkan bayangan.

Ciri-Ciri Awan SiroKumulus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Ketinggian Awan SiroKumulus ada di antara 6.000 - 12.000 m. 
  2. Memiliki bentuk seperti terputus-putus serta penuh dengan kristal-kristal es hingga memiliki bentuk seperti sekumpulan domba dan kerap menyebabkan bayangan 
Awan Sirus (Ci) 
Sumber: erfindimasfernanda.blogspot.co.id
Awan Sirus (Cirrus) adalah awan halus dengan susunan seperti serat serta berupa seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, hingga terlihat bertemu satu atau dua titik horizon, serta kerap terdapat kristal es.

Ciri-Ciri Awan Sirrus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. 
  2. Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora. 
  3. Awan ini terbagi dalam halbor air yang terjadi dikarenakan suhu sangat dingin di atmosfer. 
  4. Awan ini halus, serta berstruktur seperti serat serta memiliki bentuk serupa bulu burung. Awan Sirrus juga kerap tersusun seperti pita yang melengkung di langit, hingga seolah-olah terlihat bertemu pada satu atau dua titik horizon 
  5. Ketinggian Awan Sirus ada di atas 5.500 m. 
  6. Awan ini tidak menyebabkan hujan. 
Awan Sirostratus (Ci-St) 
Sumber: wikipedia.org
Awan Sirostratus (Cirrostratus) adalah awan yang berwujud seperti kelambu putih yang halus serta rata dengan menutup semua langit hingga terlihat cerah atau tampak seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur. Awan Sirostratus kerap menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan. Hal semacam ini kerap terjadi di musim kering.

Ciri-Ciri Awan Sirostratus yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Awan ini dapat menyebabkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari serta bulan yang umumnya terjadi di musim kemarau. 
  2. Ketinggian Awan Sirostratus ada di atas 6.000 m. 
  3. Awan Sirostratus susah dideteksi. Tetapi oleh karena adanya awan ini, umumnya mengisyaratkan datangnya front panas. hal itu memberikan indikasi akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi 
  4. Memiliki bentuk seperti kelembu putih yang halus serta rata menutup semua langit hingga tampak cerah, dapat pula terlihat seperti anyaman yang memiliki bentuk tidak teratur.
Dan itulah pembahasan kami mengenai 10 Pengertian dan Jenis – Jenis Awan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Jenis dan Kelompok Awan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Awan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com