Showing posts sorted by relevance for query metabolisme. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query metabolisme. Sort by date Show all posts
29 March 2017

Pengertian dan Proses Metabolisme

Pengertian dan Proses Metabolisme. Pengertian Metabolisme, Proses Metabolisme, Fungsi Metabolisme, Metabolisme dalam Tubuh Manusia, Jenis-Jenis Metabolisme, Beragam Macam Metabolisme, Metabolisme Karbohidrat, Metabolisme Lemak, dan Metabolisme Protein.

Pengertian Metabolisme 

Sumber: cosmopolitan.co.id
Metabolisme yaitu sebuah proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Proses metabolisme yaitu pertukaran zat atau organisme dengan lingkungannya. Istilah Metabolisme datang dari bahasa Yunani, yakni dari kata metabole yang memiliki arti perubahan.

Hingga dapat dikatakan kalau metabolisme yaitu makhluk hidup memperoleh, memproses serta merubah sebuah zat lewat proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya. Metabolisme terdiri atas beberapa bentuk bersumber pada dua arah lintasan metabolic diantaranya sebagai berikut ini:

Beberapa Jenis Metabolisme 

Katabolisme yaitu penguraian sebuah zat ke partikel yang lebih kecil untuk diubah jadi energi.
Anabolisme yaitu reaksi untuk merangkai senyawa organik yang datang dari molekul-molekul spesifik untuk diserap oleh tubuh.

Proses Metabolisme 

Dalam tubuh ada 3 proses metabolisme yang paling utama diantaranya sebagai berikut ini:

Proses Metabolisme Karbohidrat 
Sumber: ebiologi.com
Metabolisme berjalan dalam organisme secara mekanis serta kimiawi. Metabolisme terbagi dalam dua proses yakni anabolisme sebagai pembentukan molekul serta katabolisme sebagai penguraian molekul.

Proses metabolisme karbohidrat Makanan diolah, lantas karbohidrat mengalami proses hidrolisis atau penguraian dengan memanfaatkan molekul air yang mengurai polisakarida jadi monosakarida. Sewaktu makanan dikunyah, makanan akan bercampur air liur yang memiliki kandungan enzim ptialin (sebuah a amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut).

Enzim ini menghidrolisis pati (satu diantara polisakarida) jadi maltosa serta gugus glukosa kecil dengan terdiri dari 3-9 molekul glukosa. Makanan dalam waku singkat ada dalam mulut dengan ada tidak lebih 3-5% dari pati yang sudah terhidrolisis pada saat makanan ditelan.

Ptialin bisa berlangsung terus-terusan memecah makanan jadi maltosa sepanjang 1 jam sesudah makanan memasuki lambung, dan sewaktu isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung.

Selanjutnya kegiatan ptialin dihambat oleh zat asam yang diekskresikan oleh lambung. Hal itu bisa terjadi lantaran ptialin adalah enzim amilase yang tidak aktif pada PH medium turun di bawah 4,0.

Sesudah makan dikosongkan dari lambung serta masuk ke duodenum (usu dua belas jari), makanan lantas akan bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum dipecah akan diolah oleh amilase yang berperan sama juga dengan a-amilase pada air liur yakni sebagai pemecah pati menajdi maltosa serta polimer glukosa kecil yang lain.

Tetapi, pati biasanya nyaris seutuhnya di ubah jadi maltosa serta polimer glukosa kecil saat sebelum melewati lambung. Hasil akhir proses pencernaan yaitu glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa serta monosakarida yang lain. Senyawa-senyawa lantas diabsorpsi lewat dinding usus di bawah ke hati oleh darah.

Proses Metabolisme Protein 
Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Protein makanan, beberapa ada pada daging serta sayur-sayuran. Protein diolah di dalam lambung memakai enzim pepsin yang aktif pada pH 2-3. Pepsin bisa mengolah seluruh bentuk protein pada makanan yang mencerna kolagen.

Kolagen yaitu bahan mendasar yang paling utama dalam jaringan ikat pada kulit serta tulang rawan. Dari mulai proses pencernaan protein, pepsin mencakup 10-30% dari pencernaan protein keseluruhan. Pada proses ini, pemecahan protein adalah proses hidrolisis pada rantai polipeptida.

Proses pencernaan protein beberapa terjadi di usus dengan bentuk yang sudah berubah yakni proteosa, pepton, serta polipeptida besar.

Sesudah memasuki usus, beberapa produk yang sudah pecah beberapa akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah dampak enzim proteolitik seperti tripsin, kimotripsin, serta peptidase. Baik tripsin ataupun kimotripsin memecah molekul protein jadi polipeptida kecil. Lantas peptidase melepas asam-asam amino.

Asam amino yang ada di dalam darah bersumber dari penyerapan lewat dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel, serta hasil protein sintetis asam amino dalam sel, serta hasil sintetis asam amino dalam sel.

Asam amino yang disentetis dalam sel ataupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati lantas di bawah darah untuk dipakai dalam jaringan. Pada hal semacam ini, hati berperan sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, tetapi akan dirombak dalam hati jadi senyawa yang memiliki kandungan unsur N, seperti NH3 (amonia) serta NH4OH (amonium hidroksida), dan senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N.

Senyawa memiliki kandungan unsur N disentesis jadi urea. Pembentukan urea yang berlangsung dalam hati lantaran beberapa sel hati bisa menghasilkan enzim arginase. Urea yang dihasilkan tidak diperlukan oleh tubuh, hingga diangkut bersama beberapa zat yang lain menuju ginjal, lantas di keluarkan lewat urin.

Demikian sebaliknya terjadi, pada senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N disentetis kembali jadi bahan baku karbodihdrat serta lemak, hingga bisa dioksidasi dalam tubuh supaya menghasilkan daya atau energi.

Proses Metabolisme Lemak 
Sumber: slideshare.net
Pencernaan lemak terjadi dalam usus, lantaran usus memiliki kandungan enzim lipase. Proses metabolisme lemak yaitu lemak keluar dari lambung, masuk ke usus dengan menyebabkan ransangan pada hormon kolesistokinin.

Hormon ini mengakibatkan kantung empedu berkontraksi dengan mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Dalam empedu ada garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Emulsi lemak yaitu pemecahan lemak yang memiliki ukuran besar jadi butiran lemak memiliki ukuran lebih kecil.

Lemak memiliki ukuran lebih kecil yaitu trigeliserida yang teremulsi berfungsi mempermudah hidrolisis lemak oleh lipase dari hasil pankreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi jadi kombinasi asam lemak serta monogliserida (gliserida tnggal).

Pengeluaran cairan pankreas didesain oleh hormon sekretin yang berfungsi dalam meningkatkan jumlah senyawa penghantar listrik (elektrolik) serta cairan pankreas dan pankreoenzim dengan peran merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.

Kurang lebih 70% absorpsi hasil pencernaan lemak terjadi dalam usus halus. Asam lemak serta monogliserida di absorpsi lewat beberapa sel mukosa yang ada pada dinding usus, lantas keduanya diubah kembali jadi lemak trigliserida berupa partikel-partikel kecil. Jaringan lemak ketika diperlukan, timbunan lemak kemudian diangkut menuju hati.

Fungsi Proses Metabolisme 

Sumber: plus.google.com
Proses metabolisme mempunyai peranan penting untuk makhluk hidup diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Untuk mendapatkan energi kimia berbentuk ATP, hasil dari degradasi beberapa zat makanan kaya energi yang datang dari lingkungan 
  2. Sebagai pengubah molekul beberapa zat makanan (nutrisi) jadi perkursor unit pembangun untuk biomolekul sel 
  3. Sebagai penyusun unit-unit pembangun jadi protein, asam nukleat, lipida, polisakarida, serta komponen sel lain. 
  4. Sebagai pembentuk serta perombak biomolekul
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Proses Metabolisme, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Proses Metabolisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Metabolisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
27 April 2017

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia. Pengertian Hormon, Fungsi Hormon, Mekanisme Kerja Hormon pada Manusia, dan Segala Hal yang terkait dengan Hormon.

Pengertian Hormon

Sumber: menstruasi.com
Hormon yakni senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga dengan kelenjar buntu lantaran tidak memiliki saluran sendiri. Sekresi kelenjar endokrin disebut juga sebagai sekresi internal. Hormon yang dihasilkan dikembalikan ke darah dan mengedar mengikuti aliran darah. Hormon itu akan mempengaruhi organ tujuan.

Dengan hal itu dapat dikatakan bila sistem endokrin dapat berkomunikasi dengan jaringan atau organ-organ tujuan yang letaknya jauh dari kelenjar.

Tidak seperti sistem saraf, efek hormon berjalan lambat, tetapi lantaran hormon mempengaruhi metabolisme sel, pengaruhnya pada jaringan dan organ menetap. Tidak cuma dihasilkan dari kelenjar endokrin, ada pula hormon yang dihasilkan dari beberapa sel saraf spesifik yang disebut juga dengan sel neurosekretori. Hormon yang dihasilkan oleh sel saraf itu dinamakan dengan neurohormon.

Hormon diproduksi bersumber pada mekanisme kerja umpan balik. Artinya kekurangan atau keunggulan hormon spesifik dapat mempengaruhi produksi hormon lain.

Perbedaan sistem saraf dengan sistem hormone 

Sistem saraf 

Sumber: hrysainsbiologi.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat impuls saraf 
  2. Impuls saraf berjalan cepat lantaran dihantarkan lewat serabut saraf 
  3. Organ tujuan umumnya khusus, contoh apabila kaki terserang paku, impuls khusus dari kaki kembali lagi ke kaki 
  4. Respon organ tujuan berjalan cepat 

Sistem hormon 

Sumber: fembrisma.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat cairan hormon 
  2. Efek hormon berjalan lambat lantaran dihantarkan lewat sistem peredaran darah 
  3. Organ tujuan ada yang khusus ada pula yang umum. Misalnya hormon vasopressin miliki dampak pada penyerapan air di ginjal, sedangkan hormon perubahan miliki dampak ke seluruh tubuh. 
  4. Respon organ tujuan ada yang cepat, ada yang lambat. 
Di dalam tubuh manusia ada 9 kelenjar endokrin yang berperan menghasilkan hormon, yaitu hipotalamus, pituitari, pineal, tiroid, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium (pada wanita), dan testis (pada lelaki).

Hipotalamus

Sumber: youtube.com
Hipotalamus ada di otak depan dan berperan penting dalam pengaturan homeostasis. Hipotalamus mempunyai beberapa sel saraf khusus yang menghasilkan neurohormon. Neurohormon ada yang berperan sebagai aspek pencetus dan ada pula yang berperan sebagai aspek penghalang.

Hormon yang berperan sebagai aspek pencetus akan dihasilkan dan dibawa lewat pembuluh darah portahipotalamohipofisis menuju ke hipofisis. Apabila hormon itu tiba di hipofisis, hipofisis akan mengeluarkan hormon yang sesuai.
  1. Berikut ini yaitu hormon yang dihasilkan hipotalamus bersama fungsi atau peranannya: 
  2. Hormon pencetus kortikotropin atau Corticotrophic Releasing Factor (CRF) à Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Adenocorticotropic Hormone (ACTH) 
  3. Hormon pencetus hormon perkembangan atau Growth Hormone Releasing Factor (GRF) à Merangsang pengeluaran hormon perkembangan Somatotrophic Hormone (STH) 
  4. Hormon pencetus tirotropik atau Tyrotrophic Releasing Factor (TRF) à Merangsang lobus anterior agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) 
  5. Hormon pencetus hormon FSH atau Follicle Stimulating Hormone Releasing Factor (FRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi FSH (Follicle Stimulating Hormone) 
  6. Hormon pencetus hormon LH atau Luteinizing Hormone Releasing Factor (LRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi LH (Luteinizing Hormone) 
  7. Neurohormon yang bekerja sebagai aspek penghambat, misalnya Prolactin Inhibiting Factor (PIF) berperan untuk menghambat pengeluaran prolaktin. Hipotalamus juga menghasilkan hormon yang bukan aspek pencetus. Hormon ini diangkut oleh neurit beberapa sel neurosekresi ke dalam hipofisis sisi belakang. Hormon-hormon itu yakni vasopressin (mempengaruhi pengeluaran air pada urine) dan oksitosin (mempengaruhi kontraksi uterus). 

Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Sumber: psychologymania.com
 Kelenjar hipofisis ada di dasar otak besar. Kelenjar hipofisis dibagi jadi 3 sisi (lobus), yaitu untuk anterior, tengah, dan posterior. Lobus tengah hanya ada pada saat kita bayi, lantas akan hanya tinggal sisa ketika telah beranjak dewasa.

Kelenjar hipofisis memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh, sampai kelenjar ini disebut juga dengan “master of glands” lantaran sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin yang lain. Kelenjar endokrin lain baru mensekresi hormon setelah mendapatkan kiriman tanda (berwujud hormon) dari kelenjar hipofisis.

Kelenjar Pineal 

Sumber: terapishalatbahagia.net
Kelenjar pineal ada di otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang bernama melatonin. Konsentrasi melatonin dalam darah naik-turun sama seperti siklus diurnal. Kandungan melatonin paling tinggi terjadi saat malam hari sampai membuat kita mengantuk.

Sedangkan pada siang hari kandungannya hanya sedikit. Kelenjar pineal diduga membantu mengatur siklus proses fisiologi siang dan malam sampai mempengaruhi pola tidur, selera makan, dan suhu tubuh.

Kelenjar Tiroid 

Sumber: amazine.co
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terdiri dari dua lobus yang ada pada bagian kanan dan kiri trakea. Sekresi kelenjar tiroid ditata oleh satu hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis, yaitu hormon tirotropik.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berperan mengatur reaksi metabolisme karbohidrat, mengatur penggunaan O2 dan CO2, mempengaruhi perubahan tubuh dan mental.

Kekurangan hormon tiroksin pada beberapa masa anak-anak dapat menyebabkan kretinisme, yaitu terjadinya perkembangan kerdil dan kemunduran mental.

Kekurangan homo tiroksin pada orang dewasa menyebabkan mixudema, dengan tanda tanda proses metabolisme mengalami penurunan, berat tubuh jadi bertambah, gerakan lamban, berpikir serta bicara lamban, kulit tebal, dan rambut rontok.

Kelebihan tiroksin pada orang dewasa akan mengakibatkan penyakit “Grave’s disease” atau penyakit gondok eksoftalmus. Tanda tanda penyakit itu yakni mata menonjol, mudah gugup, denyut nadi jadi bertambah, mata lebar, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, dan insomnia.

Tidak cuma nafsu makan jadi bertambah tetapi diiringi dengan berkurangnya berat tubuh lantaran meningkatnya metabolisme dan permasalahan pencernaan.

Tiroksin mempunyai kandungan banyak iodin, kekurangan iodin kurun waktu lama dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan ini terjadi lantaran kelenjar harus berupaya keras agar produksi tiroksin terjamin.

Menyebabkan kelenjar gondok mengembang serta nampaklah penyakit gondok. Penyakit ini seringkali ditemui di beberapa daerah yang kekurangan iodin, misalnya daerah pegunungan atau daerah perbukitan. Pencegahan dapat dikerjakan dengan mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan cukup iodin, misalnya ikan laut, atau menggunakan garam beriodin.

Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid) 

Sumber: psychologymania.com
Di setiap sisi kelenjar tiroid ada sepasang kelenjar kecil, yaitu kelenjar anak gondok atau disebut juga dengan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini berperan untuk menghasilkan hormon paratiroid untuk mengatur kandungan ion fosfat (PO4) dan ion kalsium (Ca) dalam darah dan tulang. Kerja hormon ini sinergis dengan vitamin D.

Apabila seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) hormon paratiroid akan mengakibatkan tetani, dengan tanda tanda kejang pada tangan dan kaki, gelisah, susah tidur, dan merasa kesemutan.

Kebalikannya juga, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan kelainan juga, yaitu menyebabkan kalsium dan fosforus dalam tulang akan dikeluarkan dan dialirkan ke dalam serum darah sampai pasien akan mudah untuk mengalami patah tulang

Dan dalam urine akan memiliki kandungan banyak kapur dan fosforus, sampai memperbesar peluang untuk mengakibatkan batu ginjal yang apabila telah kronis dapat mengakibatkan kegagalan ginjal.

Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal) 

Sumber: psychologymania.com
Kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal) atau kelenjar suprarenal ada di atas (kutub) setiap ginjal. Kelenjar ini terbagi dalam segi luar berwarna kekuningan yang disebut juga dengan korteks dan sisi dalam yang disebut juga dengan medula. Setiap sisi itu menghasilkan hormon yang tidak sama.

Bagian Medula 

Sumber: avisiasuryaningtyas.wordpress.com
Hormon adrenalin (epinefrin) à mempercepat kerja jantung, menaikkan tekanan darah, mempercepat pengubahan glikogen jadi glukosa pada hati, menaikkan gula darah, dan mengubah glikogen jadi asam laktat pada otot.

Hormon noradrenalin (norepinefrin) à menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Biasanya adrenalin dan noradrenalin bekerja antagonis

Bagian Korteks 

Hormon Glukokortikoid (kortisol, kortikosteron) à menurunkan metabolisme hidrat arang dan lemak, meningkatkan metabolisme protein dan lemak, serta mengurangi kekebalan.

Hormon Mineral kortikoid (aldosteron) à Regulasi Na+ dan K+, meningkatkan metabolisme hidrat arang, menahan Na+ dan Cl- dalam tubuh, dan regulasi air.

Adrenalin berperan mengubah glikogen jadi glukosa. Hormon adrenalin bekerja berlawanan dengan hormon insulin. Kedua hormon itu bekerja secara berlawanan, namun tujuannya sama yaitu mengatur kandungan gula dalam darah agar tetap normal.

Bila kita terkejut, hormon adrenalin akan dilepaskan yang mengakibatkan denyut jantung meningkat. Hormon adrenalin diedarkan ke seluruh tubuh untuk mengubah glikogen jadi glukosa yang digunakan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan daya.

Hormon adrenalin juga mengakibatkan saluran bronkiolus melebar, pupil mata melebar, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

Kurang berperannya kelenjar adrenal akan mengakibatkan penyakit Addison, yang mempunyai tanda tanda kelelahan, nafsu makan menyusut, mual, muntah, merasa sakit di dalam tubuh, dan meningkatnya pigmen melanin pada kulit.

Hiperfungsi kelenjar adrenal mengakibatkan tumor kelenjar adrenal yang menyebabkan penyakit sindrom cushing dengan tanda tanda yang terlihat yakni tubuh gemuk, anggota gerak kurus, muka seperti “bulan purnama”, ada “punuk lembu” di punggung, dan perutnya menggantung. Kulit muka juga memerah, hipertensi dan mudah stress.

Pankreas 

Sumber: tabloidbekam.wordpress.com
Pada pankreas ada kelompok sel yang disebut juga dengan pulau Langerhans. Pulau Langerhans berperan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini membantu mengubah gula jadi glikogen pada hati dan otot lurik.

Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan gula darah tidak dapat dirubah jadi glikogen untuk disimpan di dalam otot sampai mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Tidak cuma menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bertindak menaikkan gula darah dengan mengubah glikogen jadi glukosa.

Ovarium 

Sumber: endometriosiscare.wordpress.com
Ovarium berbentuk seperti buah kenari dan ada di kanan dan kiri uterus. Tidak cuma menghasilkan ovum (sel telur), ovarium juga membuahkan hormon. Ada dua bentuk hormon yang dihasilkannya, yaitu estrogen dan progesteron.
  1. Estrogen, dihasilkan oleh folikel Graff. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Peranan hormon estrogen yakni merangsang perkembangan ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual. 
  2. Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukan progesteron dirangsang oleh LH. Peranan hormon ini yakni untuk memelihara kehamilan, perkembangan, dan pertumbuhan kelenjar air susu. 

Testis 

Sumber: afairgo.net
Testis yakni organ reproduksi lelaki, berperan untuk menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron. Sekresi hormon ini dirangsang oleh LH. Sekresi hormon testosteron bertambah pada beberapa masa pubertas. Hormon testosteron mempunyai dampak pada perubahan ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hormon di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hormon. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
10 May 2017

Sistem Ekskresi Invertebrata

Sistem Ekskresi Invertebrata. Sistem Ekskresi Invertebrata dan Segala hal yang Berkaitan dengan Invertebrata.

Invertebrata

Sumber: yusufsila-binatang.blogspot.co.id
Sebelumnya, kita tahu bila sistem ekskresi pada hewan invertebrata termasuk juga ke dalam sistem yang tidak rumit bila dibandingkan dengan sistem ekskresi hewan tingkat tinggi. Maksud dari sistem ekskresi pada hewan ini juga sama, yaitu untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari dalam tubuhnya.

Sistem ekskresi cacing pipih 

Sumber: cibsub.cat
Pada cacing pipih (contoh: Planaria), proses pengeluaran zat sisa dikerjakan lewat pembuluh yang bercabang-cabang dan memanjang pada bagian sisi kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya.

Setiap cabang akan berakhir pada beberapa sel yang diberi nama beberapa sel api (solenoid) yang dilengkapi dengan bulu-bulu getar (silia). Saluran ini disebut juga dengan protonefridium (proton: ketika saat sebelum, nephros: ginjal).

Silia dalam setiap sel api ini punya sifat dinamis (selalu bergerak). Akibat gerakan silia itu, air, cairan tubuh, dan zat sisa metabolisme yang lain akan terdorong masuk ke dalam saluran ekskresi. Dari saluran ekskresi, beberapa zat tadi akan dikeluarkan dari tubuh lewat satu lubang yang diberi nama nefridiofor.

Sistem ekskresi cacing tanah 

Sumber: sule-gratis.blogspot.co.id
Cacing tanah termasuk juga ke dalam golongan Annelida (cacing bersegmen). Pada setiap segmen ada sepasang ginjal atau nefridium (jamak = nefridia), kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen paling akhir. Setiap nefridium memiliki corong yang terbuka dan memiliki silia yang disebut juga dengan nefrostom. Nefrostom ada dalam rongga tubuh dan selalu memuat cairan.

Cairan tubuh akan ditarik dan diambil oleh nefrostom, yang lantas masuk ke dalam nefridia yang berupa pembuluh panjang dan berliku-liku. Ketika cairan tubuh mengalir lewat nefridia terjadi penyerapan kembali beberapa zat yang masih tetap berguna, seperti glukosa, air, dan ion-ion.

Beberapa zat itu lantas diedarkan ke seluruh kapiler sistem aliran. Sisa cairan tubuh, seperti air, nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh akan dikeluarkan lewat ujung nefrostom yang berupa lubang.

Sistem ekskresi serangga 

Sumber: berkahkhair.com
Alat ekskresi pada serangga yakni tubula atau pembuluh Malpighi. Pembuluh malpighi yakni tabung kecil yang panjang. Pembuluh ini ada di dalam homosol serta tergenang di dalam darah.

Pangkal dari pembuluh Malpighi ini melekat pada ujung anterior dinding usus dan sisi ujungnya menuju homosol yang mempunyai kandungan hemolimfa. Hemolimfa yakni darah pada invertebrata dengan sistem peredaran darah terbuka.

Pembuluh Malpighi sisi dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan penting dalam perpindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolimfa ke dalam rongga pembuluh.

Beberapa bahan yang penting dan air masuk ke dalam pembuluh, lalu diserap kembali secara osmosis di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh hemolimfa. Sedangkan bahan yang mempunyai kandungan nitrogen akan diendapkan sebagai kristal asam urat yang akan dikeluarkan bersama feses lewat anus.

System Ekskresi Pada Invertebrata 

Sumber: biologipedia.com
Sistem ekskresi invertebrata tidak sama juga dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur prima seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini tidak sama antara invertebrata satu dengan invertebrata yang lain.

Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium yakni tipe yang umum dari susunan ekskresi khusus pada invertebrata.

Sistem Ekskresi Protozoa

Sumber: microbiologyonline.org
Pada protozoa, pengeluaran beberapa sisa metabolisme lewat membran sel secara difusi.
Protozoa mempunyai organel ekskresi berupa vakuola berdenyut (vakuola kontraktif) yang bekerja secara periodik serta berperan penting dalam mengatur kandungan air dalam sel.
Pada saat mengeluarkan air beberapa sisa air ikut dikeluarkan.

Sistem Ekskresi Porifera

Sumber: quora.com
Pada porifera, pengeluaran sisa metabolisma berjalan secara difusi, dari sel tubuh ke epidermislalu dari epidermis ke lingkungan hidupnya yang berair. Porifera mempunyai sistem saluran air yang berperan penting untuk memasukkan dan mengeluarkan air yang mempunyai kandungan zat makanan, oksigen, dan sisa metabolisme.

Menurut Saluran airnya Porifera dibedakan jadi 3 tipe: 

Acson, Sicon dan Leucon (Rhagon) 
  • Ascon 
Air masuk lewat ostium menuju ke spongocoel dan selanjutnya keluar lewat oskulum.
  • Sicon 
Air masuk lewat ostium menuju ke saluran radial, baru masuk ke spongocoel dan keluar lewat oskulum
  • Leucon (Rhagon) 
Air masuk lewat ostium menuju rongga-rongga bulat yang saling terkait, selanjutnya menuju ke spongocoel dan keluar

Sistem Ekskresi Coelenterata

Sumber: aquaria.co.rs
Pada coelenterata pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya secara difusi. Demikian pula pengeluaran beberapa sisa metabolisme dikerjakan secara difusi lewat seluruh permukaan tubuh.

Mulut berperan penting untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan karena coelentrata tidak memiliki anus.

Sistem Ekskresi Mollusca 

Sumber: animalphylum.weebly.com
Pernapasan mollusca darat dengan rongga mantel berpembuluh darah yang berperan sebagai paru-paru, sedangkan mollusca air dengan insang. Udara masuk dan keluar rongga mantel lewat pori-pori respirasi pada mantel Air yang masuk dan keluar rongga mantel akan lewat sifon (corong).

Organ ekskresinya berbentuk sepasang nefridia. Nefridia atau sering kali di sebut metanefridium yang melakukan tindakan sebagai ginjal. Metanefridum mengekskresikan sisa makanan yang berwujud cair.

Sistem Ekskresi Echinodermata 

Sumber: 2020iscoming.info
Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut juga dengan ambulakral, sering kali di sebut sebagai pembuluh air karena pembuluh ini jadi tempat mengalirnya air masuk dan keluar. Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (paulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) Benjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria.

Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida, ion dan gas antara cairan selom (rongga tubuh) dengan air laut. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam beberapa sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (beberapa sel ameboid) yang ada pada cairan selom ke dermal branchiae untuk berikutnya dilepaskan ke luar tubuh.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Ekskresi Invertebrata, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Invertebrata di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Invertebrata. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
21 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak. Pengertian Lemak, Fungsi Lemak, Beragam Macam Jenis Lemak, Sifat-Sifat Lemak, dan Proses Metabolisme Lemak.

Tubuh manusia memerlukan daya untuk melakukan seluruh kegiatan tiap harinya. Lemak adalah satu diantara sumber daya yang kita gunakan untuk berbagai macam hal itu, dan untuk memahami lebih lanjut mengenai lemak, langsung saja kita bahas sama-sama, ya.

Pengertian Lemak

Sumber: dosenpendidikan.com
Lemak yaitu senyawa kimia tidak larut air yang disusun oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), serta Oksigen (O). Lemak miliki sifat hidrofobik (tidak larut di air), untuk melarutkan lemak diperlukan pelarut khusus seperti eter, klorofom serta benzen.

Seperti karbohidrat serta protein, lemak juga adalah sumber daya untuk tubuh manusia. Lemak termasuk juga pembangun dasar jaringan tubuh lantaran turut bertindak dalam membangun membran sel serta membran beberapa organel sel.

Bobot daya yang dihasilkan lemak 2 ¼ kali lebih besar dibanding karbohidrat serta protein. 1 gr lemak bisa menghasilkan 9 kalori, sedangkan 1 gr karbohidrat serta protein cuma menghasilkan 4 kalori.

Sepanjang proses pencernaan lemak akan dipecah jadi asam lemak serta gliserol supaya bisa diserap oleh organ pencernaan serta lantas dibawa ke organ yang membutuhkannya.

Fungsi Lemak

Lemak mempunyai banyak fungsi, beberapa fungsi penting lemak untuk tubuh diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  1. Jadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Jika lemak yang kita konsumsi berlebihan, lemak itu akan disimpan di beberapa tempat misalnya di susunan bawah kulit untuk dijadikan cadangan energi atau daya. 
  2. Pelindung organ penting ketika terjadi goncangan lantaran mempunyai susunan seperti bantalan. 
  3. Membuat perlindungan bagi tubuh dari perubahan suhu lingkungan. Lemak bisa membuat perlindungan bagi tubuh dari suhu yang rendah. 
  4. Satu diantara bahan dasar yang diperlukan untuk produksi hormon vitamin, membran sel serta membran organel sel. 
  5. Pelarut vitamin A, D, E, serta K. 
  6. Sebagai bahan penyusun empedu serta asam kholat. 
  7. Memaksimalkan fungsi pencernaan, lemak bisa memperlambat system pencernaan ketika proses pencernaan berjalan hingga rasa lapar tidak muncul terlalu cepat. 

Struktur Kimia Lemak

Sumber: duniafitnes.com
Unsur penyusun lemak diantaranya yaitu Unsur Karbon (C), Hidrogen (H) serta Oksigen (O). Lemak terbagi dalam 3 asam lemak serta satu gliserol. Secara Umum Susunan Kimia Lemak yaitu seperti ini:

Struktur Kimia Lemak R1, R2, R3. Jika ketiga susunan R1, R2 serta R3 sama disebut dengan lemak sederhana, tetapi jika tidak sama disebut dengan lemak campuran.

Beberapa Sifat Lemak 

Sifat Fisis (Fisika) Lemak 
Sumber: duniafitnes.com
Biasanya lemak hewan berupa padatan pada suhu kamar serta lemak tumbuhan berupa cairan pada suhu Lemak yang titik leburnya lebih tinggi memiliki kandungan asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang memiliki kandungan titik lebur rendah memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh.

Titik lebur lemak bergantung pada panjang pendeknya rantai karbon yang dipunyai. Conothnya lemak sapi mencair pada suhu 49 derajat celcius serta kembali memadat pada 36 derajat celcius.

Lemak netral tidak larut di air, tetapi larut dengan baik pada kloroform serta benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, tetapi lemak tidak sangat larut dalam alkohol dingin.

Sifat Kimia Lemak 
Sumber: simpelmenarik.id
Reaksi Saponifikasi (Penyabunan) 

Lemak bisa dihidrolisis dengan beragam macam cara. Salah satunya adalah dengan alkali. Nah proses hidrolisis lemak dengan memakai alkali disebut dengan reaksi saponifikasi (penyabunan). Satu diantara hasil dari hidrolisis lemak dengan alkali yaitu garam asam lemak, atau yang umum kita sebut sabun.

Reaksi Halogenasi (Iodium) 

Asam lemak tidak jenuh, baik bebas ataupun terikat sebagai ester dalam lemak mengadisi halogen pada ikatan rangkapnya. Lantaran derajat penyerapan lemak sepadan dengan adanya banyak ikatan rangkap pada asam lemaknya, jumlah halogen bisa dipakai untuk menentukan derajat ketidakjenuhan.

Penentuan derajat ketidakjenuhan ini diukur dengan bilangan Iodium, yakni bilangan yang menyebutkan banyaknya gr iodium yang bisa bereaksi dengan 100 gr lemak. Oleh karena ini makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar juga bilangan iodiumnya.

Reaksi Hidrogenasi 

Proses konversi minyak jadi lemak di kenal dengan sebutan Hidrogenasi (Proses Pengerasan), yakni lewat cara mengalirkan gas hidrogen bertekanan (1,75kg/cm2) ke dalam minyak panas (200 derajat Celcius) yang memiliki kandungan katalis nikel terdispersi.

Beragam Macam Jenis Bentuk Lemak

Bersumber pada Sumber Lemaknya Terdiri jadi 2, yakni:
  1. Lemak Hewani, adalah lemak yang bersumber dari hewan. 
  2. Lemak Nabati, adalah lemak yang bersumber dari tumbuhan. 
Bersumber pada Struktur kimianya
  1. Lemak Sederhana, adalah lemak yang disusun oleh trigliserida, yakni tiga asam lemak serta satu gliserol. Contoh lemak ini yaitu lilin serta minyak. 
  2. Lemak Campuran, adalah lemak yang terbagi dalam asam lemak serta gugus tambahan lain selain lemak. Misalnya yaitu lipoprotein (memiliki kandungan protein) serta fosfolipid (memiliki kandungan fosfat). 
  3. Lemak Derivat, adalah senyawa lemak yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya cholesterol serta asam lemak. Bersumber pada ikatan kimianya dibagi lagi jadi dua yakni asam lemak jenuh serta asam lemak tidak jenuh. 
Bersumber pada Ikatan Kimianya
  1. Lemak Jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon ikatan tunggal yang beresiko untuk tubuh manusia lantaran bisa menempel serta dan menggumpal hingga bisa mengganggu system peredaran darah. Lemak jenuh rata-rata berasal dari hewan, seperti daging, susu murni, dan lain-lain. 
  2. Lemak tidak jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon dengan satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) yang bisa menguntungkan tubuh. Lemak tidak jenuh rata-rata berasal dari tumbuhan, misalnya lemak dari buah alpukat serta kacang-kacangan. 

Metabolisme serta Proses Pencernaan Lemak

Sumber: slideshare.net
Proses metabolisme lemak berlangsung lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat serta protein. Hal semacam ini dikarenakan oleh susunan rantai molekul lemak yang panjang serta ikatannya yang kuat. Pada saat makanan memasuki rongga mulut, gigi melakukan tugasnya untuk menghancurkan serta melembutkan lemak secara mekanis.

Juga di bagian bawah lidah ada kelenjar yang menghasilkan enzim lipase, enzim ini bertugas memecah lemak di mulut jadi bentuk yang lebih sederhana. Kemudian terjadi proses menelan yang akan membawa lemak lewat esofagus, lantas menuju ke lambung.

Pada esofagus serta lambung lemak tidak bisa diolah lantaran tidak ada enzim yang bisa mengolahnya, hingga lemak cuma bercampur dengan makanan yang lain serta tersimpan sementara di lambung.

Asam lemak setelah diserap oleh sel mukosa usus halus dengan cara difusi lantas di dalam sel, mukosa asam lemak serta gliserol mengalami resintesis (penggabungan kembali) jadi trigliserida. Cholesterol juga mengalami reesterifikasi jadi ester cholesterol.

Trigliserida serta ester cholesterol bersatu diselubungi oleh protein jadi kilomikron. Protein penyusun selubung kilomikron disebut dengan apoprotein. Selubung protein berperan menghindari menyatunya antar molekul lemak serta membentuk bulatan besat yang bisa mengganggu aliran darah.

Kilomikron keluar dari sel mukosa usus secara eksotisosis lantas diangkut lewat system limfatik dan berikutnya masuk ke dalam aliran darah. Kandungan kilomikron bertambah 2-4 jam setelah makan. Kilomikron dalam darah dihidrolisis oleh enzim lipase endotel jadi asam lemak dan gliserol.

FFA atau asam lemak dibebaskan dari kilomikron dan berikutnya disimpan dalam jaringan lemak atau jaringan perifer.

Kilomikron yang sudah kehilangan asam lemak dengan hal tersebut maka banyak mengandung cholesterol dan tetap ada di dalam aliran disebut dengan chylomicron remnant dan pada akhirnya menuju ke hati yang berikutnya didegradasi di dalam lisosom. Sedangkan gliserol langsung diabsorpsi ke pembuluh darah porta hepatica.

FFA dipakai sebagai sumber daya atau disimpan dalam bentuk lemak netral atau trigliserida. Hati memanfaatkan asam lemak sebagai cadangan daya, pembentukan cholesterol, dan menyimpan trigliserida sebagai lemak jaringan atau bisa pula diubah jadi protein atau asam amino.

Dari keseluruhan total lemak yang dikonsumsi, sebesar 95 persen akan diserap oleh tubuh dan 5 persen yang lainnya akan masuk ke usus besar dan dibuang lewat anus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lemak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lemak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com
10 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati. Pengertian Hati, Nama Lain Hati, Fungsi dari Hati, Bagian-Bagian yang terdapat dalam Hati, Organ Hati, Peran Penting Hati pada tubuh manusia dan dalam menjalani kehidupan.

Pengertian serta Struktur Hati 

Sumber: sv.tubgit.com
Hepar (hati) yakni kelenjar yang paling besar dalam tubuh dengan berat lebih kurang 1.300-1.550 gr dan berwarna merah kecokelatan, mempunyai banyak pembuluh darah serta lunak.

Hepar berbentuk baji dengan permukaan dasarnya pada sisi kanan dan puncaknya pada sisi kiri tubuh, ada di kuadran kanan atas abdomen (hipokondria kanan). Permukaan atasnya bersebelahan dengan diafragma dan batas bawahnya mengikuti pinggir kosta kanan.

Setiap lobulus terbagi dalam vena sentral yang dikelilingi oleh beberapa sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Beberapa sel ini melakukan pekerjaan hati. Rongga sinusoid dikenal sebagai memisahkan kelompok sel dalam satu lobulus. Sinusoid memberikan hati struktur kenyal dan amat mungkin untuk menyimpan beberapa besar darah.

Hati memiliki sistem suplai darah yang tidak umum. Seperti organ tubuh yang lain, hati menerima darah yang mempunyai kandungan oksigen dari jantung. Darah ini memasuki hati lewat arteri hepatik.

Hati juga menerima darah penuh dengan nutrisi, atau partikel makanan yang di proses, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati lewat vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.

Beberapa sel hati menyerap nutrisi dan oksigen dari darah mengalir lewat sinusoid. Mereka juga menyaring limbah serta racun. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat yang lain ke dalam darah. Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang berhimpun membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati lewat vena hepatika.

Setiap lobulus juga mempunyai kandungan kapiler empedu, tabung kecil yang membawa empedu yang disekresikan oleh beberapa sel hati. Kapiler empedu berhimpun untuk membuat saluran empedu, yang membawa empedu dari hati.

Segera setelah meninggalkan hati, saluran empedu berhimpun bersama, membuat duktus hepatika. Hati menghasilkan empedu secara terus menerus, bahkan apabila usus kecil tidak memproses makanan.

Keunggulan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan di lain waktu. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir ke dalam usus kecil lewat saluran empedu.

Hati yakni organ padat paling besar dalam tubuh. Beberapa orang mungkin saja tidak tahu bila hati juga merupakan kelenjar paling besar dalam tubuh. Hati sebenarnya yakni dua bentuk kelenjar. Ini yakni kelenjar sekresi karena memiliki susunan spesial yang di desain untuk memungkinkan dan untuk membuat dan mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu.

Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin, maka itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedu yaitu cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa beberapa product limbah kedalam usus.

Ada seluruh bentuk kelenjar dalam tubuh yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk juga pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin yang lain (hormon), kelenjar lambung di perut (asam), dan kelenjar getah bening atau kelenjar (kelenjar getah bening).

Hepar terbagi dalam: 

  1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan lobus kanan lebih besar dibanding dengan lobus kiri. 
  2. Lobulus. Hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom. 
  3. Vena sentralis pada bagian tengah tiap lobulus. Vena berhimpun jadi vena yang lebih besar dan membuat vena hepatika yang lalu menuju ke dalam vena kava inferior 
  4. Lakuna, yaitu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus yang lain. 

Lokasi Hati 

Sumber: penyakithati.org
Hati ada di bawah diafragma (membran otot yang memisahkan dada dari perut), terutama pada bagian kanan atas perut, terutama di bawah tulang rusuk. Namun, juga meluas di dalam perut segi atas dan segi jalan ke perut segi atas kiri.

Satu struktur berwujud tidak teratur, yang solid seperti kubah, hati terbagi dalam dua segi paling penting (lobus kanan lebih besar dan lobus kiri lebih kecil) dan dua lobus kecil.

Batas atas lobus kanan yakni pada tingkat atas kosta ke-5 (sedikit kurang dari 1/2 inci di bawah puting), dan batas atas dari lobus kiri yakni tepat di bawah tulang rusuk ke-5 (lebih kurang 3/4 inci di bawah puting).

Selama inspirasi (menghirup), hati didorong turun oleh diafragma dan tepi bawah hati turun di bawah margin tulang rusuk paling rendah (batas kosta).

Fungsi Hati 

Sumber: softilmu.com
Menawarkan racun 

Fungsi paling penting dari hati yakni menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun itu bisa datang dari makanan, minuman, ataupun obat-obatan.

Proses metabolisme di dalam tubuh akan menghasilkan asam laktat yang dapat merugikan, namun hati akan mengubahnya jadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber daya yang disimpan di dalam otot.

Metabolisme protein akan menghasilkan zat sisa berupa amonia yang memiliki resiko bagi tubuh, namun hati akan mengubahnya jadi urea dan nantinya akan dikeluarkan bersama urine.

Metabolisme karbohidrat 

Glukosa dan monosakarida lain seperti fruktosa dan galaktosa akan dirubah jadi glikogen. Glikogen yakni karbohidrat yang terbentuk dari beberapa ratus unit glukosa yang terikat bersama.

Penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen mempunyai keuntungan, yakni sebagai berikut:
  1. Cepat dipecah untuk menghasilkan daya 
  2. Produksi dayanya tinggi 
  3. Tidak bocor ke dalam sel dan tidak mengganggu kandungan cairan intrasel 
Pengubahan bentuk karbohidrat ini memerlukan pertolongan dua hormon yaitu insulin dan glukagon yang dihasilkan oleh pankreas. Saat kandungan glukosa dalam darah naik insulin akan dilepaskan untuk mengubah glukosa jadi glikogen dan disimpan di hati dan jaringan otot.

Saat kandungan glukosa di dalam darah turun, glukagon akan dilepaskan untuk memecah glikogen yang disimpan jadi glukosa dan lalu akan dimetabolisme untuk menghasilkan daya.

Metabolisme protein 

Beberapa asam amino dirubah jadi glukosa lewat proses glukoneogenesis. Asam amino yang tidak dibutuhkan oleh tubuh lalu dirubah jadi urea dan asam urat yang dikeluarkan dari sel hati ke dalam darah untuk diekskresi oleh ginjal dan dibuang lewat urine.

Metabolisme lemak 

Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut lewat darah menuju ke hati dan dipecah jadi asam lemak dan gliserol.

Sintesis kolesterol dan protein plasma 

Hati dapat mensintesis kolesterol dan steroid serta product protein plasma seperti fibrinogen, protrombin, dan beberapa globulin.

Penyimpanan beragam zat 

Hati yakni daerah untuk menyimpan glikogen, lemak, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat besi.

Tempat pembentukan dan pembongkaran sel darah merah 

Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati menghasilkan sel darah merah, baru lalu produksi sel darah merah ini secara berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang.

Pada saat darah lewat hati, lebih kurang 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik, dan hasil penghancurannya masih tetap ada zat yang akan digunakan untuk membuat sel darah merah yang baru.

Menghasilkan zat yang melarutkan lemak 

Hati menghasilkan lebih kurang 0.5 – 1 liter cairan empedu setiap harinya. Cairan empedu inilah yang akan melarutkan lemak yang ada di dalam usus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bagian-Bagian Hati di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hati. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
21 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com