Showing posts sorted by relevance for query metode metode sosiologi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query metode metode sosiologi. Sort by date Show all posts

Pengertian Statistika : Fungsi, Konsep Dan Jenis Statistika

Pengertian Statistika

Pengertian Statistika yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, mengkaji, menginterpretasi, serta mempresentasikan data. Secara singkat, statistika yaitu ilmu yang berkaitan dengan data. Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris : statistics) tidak sama dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan data, sedang statistik yaitu data, info, atau hasil penerapan algoritma statistika disuatu data.

Statistika juga dipakai dalam pemerintahan untuk beragam jenis tujuan ; sensus penduduk adalah salah satu prosedur yang paling di kenal. Penerapan statistika yang lain yang saat ini popular yaitu prosedur jajak pendapat atau polling (umpamanya dilakukan sebelumnya pemilihan umum), dan hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapatlah diaplikasikan dalam pengenalan pola ataupun kecerdasan buatan.

Pengertian Statistik Menurut Para Ahli


  • Croxton dan Cowden : Statistik adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola serta menyajikan, dan menginterpretasikan data yang berwujud angka-angka.
  • Anderson Dan Bancroft : Statistika adalah ilmu dan seni perkembangan serta metode paling efektif untuk pengumpulkan, pentabulasian serta  dan penginterpretasikan data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga akan memungkin kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematik probailitas(peluang).
  • Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc : Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan penganalisisannya, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisasan yang dilakukan.
  • Steel dan Torrie : Statistika adalah metode yang memberikan cara cara untuk menilai ketidaktentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.
  • J.Supranto : Memberikan 2 arti statistik, yaitu :


  1. Dalam arti sempit, Statistik adalah data ringkasan yang berbentuk (kuantitatif).
  2. Dalam arti luas, Statistik adalah ilmu yang mempejari cara pengumpulan , penyajian , serta analisa data , dan pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil dari penelitian yang menyeluruh


  • Drs. Djawanto : Statistik iyalah kumpulan angka-angka yang berhubungan dengan atau melukiskan suatu persoalan.

Peran Statistik


  • Statistik memiliki peranan sebagai penyedian bahan-bahan ataupun keterangan-keterangan berbagai hal untuk diolah serta ditafsirkan.
  • Dalam Penelitian Ilmiah.
  • Statistik memiliki peranan sebagai penyedia alat untuk mengemukakan atau menemukan kembali keterangan-keterangan yang Seolah-olah tersembunyi dalam angka-angka.
  • Statistik memiliki peranan sebagai peralatan analisis dan interprasi diri data kuntitatif ilu pengetahuna. sehingga dapat disimpulkan data-data tersebut.

Cabang-Cabang Statistik


  • Ekonometrika : gabungan antara ilmu ekonomi dengan statistika.
  • Sosiemetri : gabungan antara ilmu sosiologi dengan statistika.
  • Psikometri : gabungan antara ilmu psikologi dengan statistika.

Fungsi-Fungsi dalam Statistika


  • Bank data, adalah menyediakan data untuk diolah serta diinterpretasikan agar dapat dipakai untuk menerangkan keadaan yang perlu diketahui atau di ungkap.
  • Alat Quality Control , adalah sebagai alat pembantu standarisasi serta sekaligus  sebagai alat pengawasan.
  • Alat analisa , adalah sebagai suatu metode penganalisaan data.
  • Pemecahan masalah serta pembuatan keputusan , yaitu sebagi dasar penetapan kebijakan serta langka lebih lanjut untuk mempertahankan , mengembangkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.

Konsep Dasar Statistik

Ada berbagai macam teknik statistik yang digunakan dalam riset terutama dalam pengujian hipotesis. Dalam menerapkan statistika pada permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama diawali dari mempelajari populasi. Arti populasi dalam statistika bisa bermakna populasi benda hidup, benda mati, maupun benda abstrak. Populasi dapat juga berbentuk pengukuran sebuah proses dalam waktu yang tidak sama, yaitu di kenal dengan istilah deret waktu.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi disebut sensus. Sebuah sensus tentu membutuhkan waktu serta biaya yang tinggi. Karenanya, dalam statistika kerapkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yaitu sebagian kecil dari populasi, yang bisa mewakili semua populasi. Analisis data dari sampel selanjutnya digunakan untuk menggeneralisasi semua populasi.

Bila sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) serta simpulan yang dibuat dari sampel bisa digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika mengenai bagaimana caranya mengambil sampel yang pas diberi nama teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika adalah cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas serta analisis matematika untuk memperoleh beberapa dasar teori statistika.

Jenis Statistika


  • Statistika Deskriptif


Statistika deskriptif sehubungan dengan deskripsi data, umpamanya dari menghitung rata-rata serta varians dari data mentah ; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik hingga data mentah lebih mudah “dibaca” serta lebih bermakna.

Statistika deskriptif sehubungan dengan bagaimana data bisa digambarkan (dideskripsikan) atau diambil kesimpulan, baik dengan cara numerik (umpamanya menghitung rata-rata serta deviasi standard) atau dengan cara grafis (berbentuk tabel atau grafik), untuk memperoleh deskripsi sekilas tentang data tersebut, hingga lebih mudah di baca serta bermakna.

  • Statistika Inferensial

Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, lakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.

Statistika inferensial sehubungan dengan permodelan data serta melakukan pengambilan keputusan berdasar pada analisis data, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa yang akan datang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dsb.
Metode Statistika

Ada dua jenis utama penelitian : eksperimen serta survey. Keduanya sama-sama memahami dampak perubahan pada peubah penjelas serta tingkah laku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terdapat pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran pada sistem yang dikaji, memberi perlakuan pada sistem, serta selanjutnya melakukan pengukuran (lagi) lewat cara yang sama pada sistem yang sudah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Dapat pula perlakuan diberikan dengan cara simultan serta pengaruhnya diukur dalam waktu yang berbarengan pula. Metode statistika yang terkait dengan proses suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).

Dalam survei, di sisi lain, tak dilakukan manipulasi pada sistem yang dikaji. Data dikumpulkan serta hubungan (korelasi) pada beragam peubah diselidiki untuk memberi deskripsi pada objek riset. Teknik-teknik survai dipelajari dalam cara survei.

Penelitian jenis eksperimen banyak dikerjakan pada bebrapa ilmu rekayasa, umpamanya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), serta psikologi eksperimen.

Penelitian tipe observasi seringkali dikerjakan di bidang beberapa ilmu sosial atau terkait dengan tingkah laku sehari-hari, umpamanya ekonomi, psikologi serta pedagogi, kedokteran masyarakat, serta industri.

Tipe Pengukuran

Ada empat tipe skala pengukuran yang dipakai didalam statistika, yakni nominal, ordinal, interval, serta rasio. Ke empat taraf pengukuran itu mempunyai tingkat penggunaan yang tidak sama dalam pengolahan statistiknya.

  • Skala nominal hanya dapat membedakan suatu hal yang bersifat kualitatif atau kategoris, umpamanya jenis kelamin, agama, serta warna kulit.
  • Skala ordinal terkecuali membedakan sesuatu juga membuktikan tingkatan, umpamanya pendidikan serta tingkat kepuasan pengguna.
  • Skala interval berupa angka kuantitatif tetapi tidak mempunyai nilai 0 mutlak sehingga titik 0 dapat digeser sesuka orang yang mengukur, umpamanya tahun serta suhu dalam Celcius.
  • Skala rasio berupa angka kuantitatif yang mempunyai nilai 0 mutlak serta tidak bisa digeser sesukanya, umpamanya yaitu suhu dalam Kelvin, panjang, serta massa.

Manfaat Statistika


  • Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
  • Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
  • Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
  • Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
  • Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

Pengertian Statistika : Konsep Dasar Dan Manfaat Statistika

Pengertian Statistika

Statistika yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, mengkaji, menginterpretasi, serta mempresentasikan data. Secara singkat, statistika yaitu ilmu yang berkaitan dengan data. Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris : statistics) tidak sama dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan data, sedang statistik yaitu data, info, atau hasil penerapan algoritma statistika disuatu data.

Dari kumpulan data, statistika bisa dipakai untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data ; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa arti statistika diantaranya : populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Statistika banyak diaplikasikan dalam beragam disiplin ilmu, baik beberapa pengetahuan alam (umpamanya astronomi serta biologi ataupun beberapa pengetahuan sosial (termasuk juga sosiologi serta psikologi), ataupun di bidang bisnis, ekonomi, serta industri.

Statistika juga dipakai dalam pemerintahan untuk beragam jenis tujuan ; sensus penduduk adalah salah satu prosedur yang paling di kenal. Penerapan statistika yang lain yang saat ini popular yaitu prosedur jajak pendapat atau polling (umpamanya dilakukan sebelumnya pemilihan umum), dan hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapatlah diaplikasikan dalam pengenalan pola ataupun kecerdasan buatan.

Pengertian Statistik dari Para Ahli

  • Croxton dan Cowden

Statistik adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola serta menyajikan, dan menginterpretasikan data yang berwujud angka-angka.

  • Anderson Dan Bancroft

Statistika adalah ilmu dan seni perkembangan serta metode paling efektif untuk pengumpulkan, pentabulasian serta  dan penginterpretasikan data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga akan memungkin kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematik probailitas(peluang).

  • Prof. Dr. Sudjana, M.A., M.Sc

Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan penganalisisannya, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisasan yang dilakukan.

  • Steel dan Torrie

Statistika adalah metode yang memberikan cara cara untuk menilai ketidaktentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif.

  • J.Supranto

Memberikan 2 arti statistik iyalah :

  1. Dalam arti sempit, Statistik adalah data ringkasan yang berbentuk (kuantitatif).
  2. Dalam arti luas, Statistik adalah ilmu yang mempejari cara pengumpulan , penyajian , serta analisa data , dan pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil dari penelitian yang menyeluruh

  • Drs. Djawanto

Statistik iyalah kumpulan angka-angka yang berhubungan dengan atau melukiskan suatu persoalan.

Konsep Dasar Statistik

Ada berbagai macam teknik statistik yang digunakan dalam riset terutama dalam pengujian hipotesis. Dalam menerapkan statistika pada permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama diawali dari mempelajari populasi. Arti populasi dalam statistika bisa bermakna populasi benda hidup, benda mati, maupun benda abstrak. Populasi dapat juga berbentuk pengukuran sebuah proses dalam waktu yang tidak sama, yaitu di kenal dengan istilah deret waktu.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi disebut sensus. Sebuah sensus tentu membutuhkan waktu serta biaya yang tinggi. Karenanya, dalam statistika kerapkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yaitu sebagian kecil dari populasi, yang bisa mewakili semua populasi. Analisis data dari sampel selanjutnya digunakan untuk menggeneralisasi semua populasi.

Bila sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) serta simpulan yang dibuat dari sampel bisa digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika mengenai bagaimana caranya mengambil sampel yang pas diberi nama teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika adalah cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas serta analisis matematika untuk memperoleh beberapa dasar teori statistika.

Jenis Statistika

  • Statistika Deskriptip

Statistika deskriptif sehubungan dengan deskripsi data, umpamanya dari menghitung rata-rata serta varians dari data mentah ; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik hingga data mentah lebih mudah “dibaca” serta lebih bermakna.

Statistika deskriptif sehubungan dengan bagaimana data bisa digambarkan (dideskripsikan) atau diambil kesimpulan, baik dengan cara numerik (umpamanya menghitung rata-rata serta deviasi standard) atau dengan cara grafis (berbentuk tabel atau grafik), untuk memperoleh deskripsi sekilas tentang data tersebut, hingga lebih mudah di baca serta bermakna.

  • Statistika Inferensial

Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, lakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.

Statistika inferensial sehubungan dengan permodelan data serta melakukan pengambilan keputusan berdasar pada analisis data, umpamanya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa yang akan datang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dsb.

  • Metode Statistika

Ada dua jenis utama penelitian : eksperimen serta survey. Keduanya sama-sama memahami dampak perubahan pada peubah penjelas serta tingkah laku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terdapat pada bagaimana kajiannya dilakukan.

Suatu eksperimen melibatkan pengukuran pada sistem yang dikaji, memberi perlakuan pada sistem, serta selanjutnya melakukan pengukuran (lagi) lewat cara yang sama pada sistem yang sudah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Dapat pula perlakuan diberikan dengan cara simultan serta pengaruhnya diukur dalam waktu yang berbarengan pula. Metode statistika yang terkait dengan proses suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).

Dalam survei, di sisi lain, tak dilakukan manipulasi pada sistem yang dikaji. Data dikumpulkan serta hubungan (korelasi) pada beragam peubah diselidiki untuk memberi deskripsi pada objek riset. Teknik-teknik survai dipelajari dalam cara survei.

Penelitian jenis eksperimen banyak dikerjakan pada bebrapa ilmu rekayasa, umpamanya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), serta psikologi eksperimen.

Penelitian tipe observasi seringkali dikerjakan di bidang beberapa ilmu sosial atau terkait dengan tingkah laku sehari-hari, umpamanya ekonomi, psikologi serta pedagogi, kedokteran masyarakat, serta industri.

Tipe Pengukuran

Ada empat tipe skala pengukuran yang dipakai didalam statistika, yakni :

  1. Skala nominal hanya dapat membedakan suatu hal yang bersifat kualitatif atau kategoris, umpamanya jenis kelamin, agama, serta warna kulit.
  2. Skala ordinal terkecuali membedakan sesuatu juga membuktikan tingkatan, umpamanya pendidikan serta tingkat kepuasan pengguna.
  3. Skala interval berupa angka kuantitatif tetapi tidak mempunyai nilai 0 mutlak sehingga titik 0 dapat digeser sesuka orang yang mengukur, umpamanya tahun serta suhu dalam Celcius.
  4. Skala rasio berupa angka kuantitatif yang mempunyai nilai 0 mutlak serta tidak bisa digeser sesukanya, umpamanya yaitu suhu dalam Kelvin, panjang, serta massa.

Manfaat Statistika

Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.

Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.

Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dapat berguna dalam menentukan keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.

Pengertian Sosiologi

Pengertian Sosiologi 


Arti sosiologi pertama kalinya dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang di kenal dengan ayah sosilogi itu menyebutkan sosiolog yaitu ilmu dan pengetahuan mengenai orang-orang. Kata sosiologi sebenarnya datang dari bahasa Latin yakni 'socius' yang bermakna teman atau kawan dan 'logos' yang bermakna ilmu dan pengetahuan.

Disebutkan oleh Auguste Comte diatas yang menyebutkan sosiologi adalah ilmu dan pengetahuan. Sebuah pengetahuan dikatakan sebagai pengetahuan jikalau mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun serta teruji yang didasarkan pada penelitian yang ilmiah. Sosiologi dapat dikatakan sebagai pengetahuan sejauh sosiologi mendasarkan penelaahannya pada bukti-bukti ilmiah dan sebagian metode ilmiah.

Sosiologi yaitu ilmu dan pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan secara luas sosiologi adalah ilmu dan pengetahuan mengenai orang-orang di mana sosiologi mempelajari orang-orang sebagai kompleks kekuatan, hubugan, jaraingan iteraksi, dan sebagai kompleks lembaga/penata.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli 


Berikut di bawah ini adalah pengertian sosiologi menurut para ahli sosiologi,seperti berikut :

1. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Dalam bukunya berjudul Setangkai Bunga Sosiologi ; Sosiologi sebagai pengetahuan orang-orang mempelajari mengenai susunan sosial yaitu keseluruhan hubungan sosial antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti sebagian aturan sosial, ke-lompok-kelompok dan sebagian susunan sosial. Sosiologi juga mempelajari proses sosial yakni pengaruh timbal balik antara pel-bagai segi kehidupan bersama. Contoh hubungan timbal balik antara kehidupan agama dan kehidupan politik, hubungan timbalbalik antara kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi.

2. P. J. Bouman
Dalam bukunya Sociologie Begrien en Problemen, sosiologi yaitu ilmu dan pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu-individu), antar individu dengan kelompok, karakter serta sebagian perubahan, beberapa lembaga dan beberapa gagasan sosial.

3. Pitirim Sorokin
Sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara beragam jenis tanda-tanda sosial (contohnya tanda-tanda ekonomi, tanda-tanda keluarga, serta tanda-tanda moral), sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara tanda-tanda sosial dengan tanda-tanda non-sosial, dan yang paling akhir, sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari tanda-tanda umum semuanya jenis gejala-gejala sosial lain.

4. Roucek dan Warren
Sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara manusia dalam beberapa kelompok.

5. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi yaitu studi dengan cara ilmiah terhadap hubungan sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

6. J. A. A Von Dorn dan C. J. Lammers
Sosiologi yaitu ilmu dan pengetahuan mengenai beberapa susunan dan sebagian proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

7. Max Weber
Sosiologi yaitu pengetahuan yang berusaha mengerti beberapa tindakan sosial.

8. Paul B. Horton
Sosiologi yaitu pengetahuan yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok itu.

9. Soejono Soekanto
Sosiologi yaitu pengetahuan yang memusatkan perhatian pada sebagian segi kemasyarakatan yang berbentuk umum serta berupaya untuk memperoleh pola-pola umum kehidupan orang-orang.

10. William Kornblum
Sosiologi yaitu suatu upaya ilmiah untuk mempelajari orang-orang dan tingkah laku sosial anggotanya serta menjadikan orang-orang yang berkaitan dalam berbagai kelompok serta kondisi.

11. Allan Jhonson
Sosiologi yaitu pengetahuan yang mempelajari kehidupan serta tingkah laku, terutama dalam hubungannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem itu memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya memengaruhi sistem tersebut .

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli

Pengertian Psikologi

Psikologi terdiri dari dua kata, yaitu psyche dan logos. Psyche adalah bahasa Yunani yang artinya jiwa, sedangkan logos artinya ilmu. Jadi psikologi dapat diartikan sebagai “ilmu jiwa”. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai roh (soul), tetapi lebih kepada mempelajari gejala gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang (spirit) dari manusia sebagai makhluk yang berjiwa.

Psikologi juga dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari sifat sifat dari kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi kepribadian dan perilakunya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.

Pengertian Psikologi menurut para Ahli


  • Menurut Bigot : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari adanya jiwa dan kehidupan jiwa.
  • Menurut Garrett : Pengertian Psikologi adalah suatu studi sistematik mengenai tingkah laku.
  • Woodworh dan Marquis : mengemukakan pengertian psikologi, psikologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu sejak di dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia di dalam hubungannya dengan alam sekitar.
  • Zimbardo : mengatakan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu mengenai tingkah laku organisme.
  • Menurut Hilgard dan Atkinson : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
  • Pengertian Psikologi menurut pendapat Morgan : King dan Robinson, Psikologi ialah ilmu mengenai tingkah laku manusia yang meliputi penerapannya kepada manusia.
  • Singgih Dirgagunarsa : mengemukakan bahwa Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku dari manusia.
  • Menurut John Broadus Watson : Pengertian Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dari lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons).
  • Pengertian Psikologi menurut Wilhelm Wundt : ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman pengalaman yang timbul di dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling) dan kehendak.
  • Knight : mengemukakan pengertian psikologi,Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara sistematis mengenai pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan sosial.
  • Menurut Ruch : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai manusia, oleh karena itu berhubungan dengan ilmu ilmu lainnya, sebagaimana berhubungan dengan sosiologi dan biologi.
  • Pendapat Edwin G Boring dan Herbert S Langfeld : mengenai psikologi, Psikologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai hakikat manusia.
  • Pengertian Psikologi menurut Ahmad Fauzi : ilmu yang mempelajari respons yang diberikan dari makhluk hidup terhadap lingkungannya (garden murphy).
  • Nigel C benson dan Simon Grove : mengatakan bahwa jiwa atau psyche dalam bahasa Yunani diartikan juga sebagai “napas kehidupan” dan pikiran. Dalam mitologi Yunani, psyche digambarkan sebagai seekor kupu-kupu yang menjadi istri Eros, yakni Dewa Cinta yang oleh bangsa Romawi dinamakan Cupid.

Sebagai psyche yang artinya napas kehidupan, ada dua konsep kehidupan manusia, yaitu akal dan hati. Biasanya, akal diartikan sebagai alat untuk berpikir, sedangkan hati alat untuk merasa. Akan tetapi, akal dan hati bekerja sama dalam mempertimbangkan terbentuknya perilaku manusia, karena sebelum bertindak perlu dipertimbangkan oleh akal sehat dan hati yang bersih. Akan tetapi, tidak semua perilaku manusia atau tindakan manusia didasarkan pada cara berpikir yang sehat dan pertimbangan perasaan atau hati yang bersih sehingga wujud tindakan berbeda-beda. Namun, di sisi lain, wujud tindakan masyarakat berbentuk sama, sebagaimana tindakan sosial normatif yang merujuk pada adat yang telah bertahan ratusan tahun dan sebagai bagian dari norma sosial yang berlaku turun-temurun.

Menurut Nigel C benson dan Simon Grove, semua tindakan manusia dipelajari oleh psikologi dari sisi latar belakang dan gejala psikologisnya. Oleh karena itu, perbedaan mendasar antara psikologi dan sosiologi adalah pada titik sentral objek kajiannya. Psikologi merupakan ilmu yang mengkaji secara ilmiah terhadap jiwa dan tingkah laku manusia dan hewan, sedangkan sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji kompleksitas manusia sebagai masyarakat dan budaya yang terdapat di sekitamya. Psikologi lebih eksperimentalistik dibandingkan sosiologi yang mengedepankan pendekatan observatif.

Dilihat dari beberapa pengertian psikologi dan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, psikologi merupakan ilmu yang tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan tingkah laku manusia, dan psikologi sebagai ilmu yang memiliki karakteristik yang sama dengan cabang ilmu lainnya dalam ilmu ilmu sosial dilihat dari berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengetahui gejala kejiwaan manusia, yaitu mengacu pada segala sesuatu yang tampak untuk mengetahui segala yang tidak tampak.

Dalam sosiologi, segala yang tampak sebagaimana adanya pada yang tampak yang sifatnya fenomenologis, sedangkan dalam psikologi, segala yang tampak tidak berarti yang senyatanya dari gejala jiwa karena kejiwaan bukan sesuatu yang awalnya menampakkan diri. Jadi, hakikat jiwa berada pada hasil penjelasan observatif psikologis terhadap individu yang diteliti, sedangkan dalam sosiologi, gejala kejiwaan bukan objek yang seharusnya dikaji, karena apa yang ada adalah kenyataan yang sebenamya dan tidak diperlukan keharusan menyatakan yang senyatanya yang berasal dari luar kenyataannya.

Seseorang yang sedang menangis, bukan berarti ia sedang sedih dan menderita, meskipun tangisan merupakan bagian dari ciri kesedihan dan rasa sakit. Seorang pengantin baru menangis karena rasa haru, rasa bahagia yang paling dalam dan getaran hidup yang menerawang ke arah kehidupan yang baru dalam pembentukan mahligai rumah tangga. Bayangkan, psikologi dan sosiologi, bagaikan tangisan kesedihan dan kebahagiaan. Sedih dan bahagia adalah keadaan yang berbeda, tetapi yang tampak adalah air mala yang sama, menetes dari kelopak mata, bukan kelopak yang lain. Dengan demikian, berikanlah apa yang tampakbagi sosiologi dan biarkan psikologi mengungkap gejala yang tampak untuk menemukan sisi yang tidak tertampakkan. Tidak ada jiwa jika tak ada raga. Demikian juga, dengan raga yang bergantung pada jiwa. Manusia dalam psikologi adalah individu yang kompleks dengan berbagai perilakunya, sedangkan manusia dalam sosiologi adalah individu yang merupakan bagian dari masyarakat, dan kompleksitas kehidupan sosial merupakan latar belakang terciptanya dinamika kebudayaan.

Dengan pandangan di atas, terjadilah kesepakatan di kalangan psikolog bahwa pengertian psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dari sisi gejala dan latar belakang kejiwaannya yang dikaji secara observatif dan eksperimentalistik.

Pengertian Hubungan Internasional : Asas Dan Pentinganya Hubungan Internasional

Pengertian Hubungan Internasional 

Pengertian Hubungan Internasional adalah suatu bentuk hubungan antarnegara yang merdeka dan berdaulat oleh dua negara atau lebih yang mencakup berbagai bidang kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya dan sebagainya. Telah dikemukakan di awal pembahasan bahwa negara-negara di dunia menjalin hubungan secara internasional. Suatu negara tidak hidup sendiri, melainkan berbatasan dengan negara-negara lain. Kenyataan ini semakin memperkuat pentingnya hubungan internasional yang melibatkan banyak negara. Selain itu, suatu negara mungkin berkepentingan untuk menjalin hubungan dengan negara lain demi memajukan kepentingan-kepentingan politik, ekonomi, budaya dan sebagainya.

Konsep hubungan internasional berkait erat dengan subyek-subyek, seperti organisasi internasional, diplomasi, hukum internasional, dan politik internasional. Organisasi-organisasi internasional seperti Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Perkumpulan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Organisasi perdagangan (WTO), dan sebagainya berperan besar untuk menjembatani kepentingan berbagai negara.

Hubungan Internasional (HI) ialah ilmu yang mempelajari hubungan antarnegara, termasuk peran segenap negara, organisasi antarpemerintah (IGO), organisasi nonpemerintah internasional (INGO), organisasi non-pemerintah (NGO), kemudian perusahaan multinasional (MNC). HI merupakan sebuah bidang akademik dan kebijakan publik lalu dapat bersifat positif / normatif, karena keduanya berupaya menganalisis dan merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara terpilih.

Hubungan Internasional sering dianggap sebagai cabang ilmu politik (khususnya setelah tata nama UNESCO tahun 1988), namun kelompok akademisi lebih suka menganggapnya sebagai bidang studi yang interdisipliner. Aspek-aspek hubungan internasional telah dipelajari selama ribuan tahun sejak masa Thucydides, namun baru pada pokok abad ke-20 HI akhirnya menjadi disiplin yang terpisah serta tetap.

Berbeda dengan ilmu politik, Hubungan Internasional menggunakan penjuru bidang ilmu seperti redovisning, sejarah, hukum internasional, filsafat, geografi, kerja sosial, sosiologi, antropologi, kriminologi, psikologi, studi gender, dan ilmu budaya/kulturologi.

Hubungan Internasional mencakup rentang isu yang luas, termasuk globalisasi, kedaulatan negara, keamanan internasional, kelestarian lingkungan, proliferasi nuklir, nasionalisme, pembangunan ekonomi, ekonomi global, terorisme, kejahatan terorganisasi, keamanan manusia, intervensionisme asing, dan hak asasi orang.

Pengertian Hubungan Internasional Menurut Para Ahli 

Untuk lebih memahami lebih jauh tentang pengertian hubungan internasional, berikut ini, beberapa pengertian menurut para ahli :

  • Charles A. Mc Clelland: Pengertian hubungan internasional adalah studi tentang keadaan-keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. 
  • Warsito Sunaryo: Pengertian hubungan internasional merupakan studi tentang interaksi antara jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu, termasuk studi tentang keadaan relevan yang mengeliingi interaksi. Adapun yang dimaksud dengan kesatuan-kesatuan sosial tertentu, bisa diartikan sebagai negara, bangsa maupun organisasi negara sepanjang hubungan bersifat internasional.
  • Tygve Nathiessen: Pengertian hubungan internasional merupakan bagian dari ilmu politik dan karena itu komponen-komponen hubungan internasional meliputi politik internasional, organisasi dan administrasi internasional dan hukum internasional.
  • J.C. Johari: Menurut Johari, pengertian hubungan internasional merupakan sebuah studi tentang interaksi yang berlangsung diantara negara-negara berdaulat disamping itu juga studi tentang pelaku-pelaku non negara (non states actors) yang perilakunya memiliki dampak terhadap tugas-tugas negara. 
  • Mohtar Mas’oed: Menurut Mohtar Mas'oed bahwa pengertian hubungan internasional adalah hubungan yang melibatkan bangsa-bangsa yang masing-masing berdaulat sehingga diperlukan mekanisme yang kompleks dan melibatkan banyak negara.
  • Couloumbis dan Wolfe : Hubungan internasional adalah studi yang sistematis mengenai fenomena-fenomena yang dapat diamati dan mencoba mendapatkan variabel-variabel dasar untuk menerangkan prilaku serta mengungkapkan karakteristik-Karakteristik atau tipe-tipe hubungan antara unit-unit social.
  • Tulus Warsito : Hubungan internasional adalah studi terhadap interaksi dari politik luar negeri dari beberapa pelosok
  • Drs. R Soeprapto : Hubungan internasional studi yang orientasinya bersifat efektif (orientasi pasca perilaku ) yang hampir sering mengkombinasikan unsur-unsur pendekatan ilmiah dengan tujuan yang jelasnilainya seperti mensubtitusikan perang dengan metode-metode perdamaian untuk menyelesaikan pertikaian, pengendalian penduduk, perlindungan terhadap lingkungan, pemberantasan penyakit, kemelaratan manusia.
  • Kenneth Watts. Thompson : Hubungan internasional merupakan studi tentang rivalitas amtar bangsa beserta kondisi-kondisi lalu institusi-institusi yang memperbaiki ataupun memperburuk rivalitas tersebut.
  • Teuku May possibly Rudi : Hubungan internasional mencakup bermacam rupa hubungan ataupun interaksi yang melintasi batas-batas wilayah negara dan melibatkan pelaku-pelaku yang berbeda kewarganegaraan.
  • Suwardi Wiraatmaja : Hubungan internasional mencakup segala hubungan antar bangsa dan kelompok bangsa dalam masyarakat lingkungan, dan kekuatan-kekuatan, tekanan-tekanan, proses-proses yang menentukan cara hidup, cara bertindak dan trik berfikir manusia.
  • Jeremy Bentham : Hubungan internasional adalh ilmu yang merupakan sebuah kesatuan disiplin dan punya ruang lingkup serta konsep-konsep dasar.
  • John Lewis Gaddis : Hubungan internasional ialah bidang kajian yang berguna bagi negarawan dalam cara untuk membangun dunia yang lebih baik.
  • Raymond Aron : Hubungan internasional merupakan hubungan antar unit politik yang masing-masing mengklaim sendiri berhak menentukan keadilan serta menjadi penergah bagi keputusan untuk berperang atau bukan.
  • Ishaq Rahman Hubungan internasional adalah ilmu yang diidentikkan dengan hubungan antara negara.
  • John Lierz : Hubungan internasional adlah salahsatu pemikiran yang memasukkan pertimbangan-pertimbangan implikasi kehidupan dalam berpolitik terutama perubahab unit politik termasuk didalamnya faktor keamanan lalu kekuasaan yang inheren di kehidupan sosial manusia.

Asas-Asas Hubungan Internasional 

Menurut Hugo de Groot, dalam hubungan internasional asas persamaan derajat merupakan dasar yang menjadi kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua negara. Tujuannya adalah untuk kepentingan bersama dari mereka yang menyatukan diri di dalamnnya. Dalam hubungan internasional, dikenal beberapa asas yang didasarkan pada daerah dan ruang lingkup berlakunya ketentuan hukum  bagi daerah dan warga negara masing-masing. Ada tiga asas dalam hubungan internasional yang saling memengaruhi yaitu...

  • Asas Teritorial


Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya. Menurut asas ini, negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya. Jadi, terhadap semua barang atau orang yang ada di luar wilayah tersebut, berlaku hukum asing (internasional) sepenuhnya.

  • Asas Kebangsaan


Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya. Menurut asas ini, setiap warga negara di manapun ia berada tetap mendapat perlakuan hukum dari negaranya. Asas ini mempunyai kekuatan exteritorial. Artinya hukum dari negara tersebut tetap berlaku juga bagi warga negaranya, walaupun berada di negara asing.

  • Asas Kepentingan Umum


Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini, negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan peristiwa yang bersangkut paut dengan kepentingan umum, Jadi, hukum tidak terikat pada batas-batas wilayah suatu negara.

Apabila ketiga asas tidak diperhatikan, akan timbul kekacauan hukum dalam hubungan antarbangsa (internasional). Oleh sebab itu, antara satu negara dengan negara lain perlu ada hubungan yang teratur dan tertip dalam bentuk hukum internasional. Walaupun demikian, kerapkali masih terdapat masalah dan pertikaian-pertikaian yang perlu dipecahkan. Misalnya persoalan dwi kewarganegaraan, batas-batas negara, wajib militer dan wajib palak.

Pentingnya Hubungan Internasional

Setiap negara memiliki sumber kekuatan yang berbeda. Mungkin ada negara yang kayak akan sumber daya alam, ada pula negara yang bnayak jumlah penduduknya, sementara negara lain mengandalkan berlimpahnya jumlah ilmuwan. Kelebihan-kelebihan semacam itu sangat berpengaruh terhadap posisi suatu negara dalam hubungan internasional.