Showing posts sorted by relevance for query molekul. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query molekul. Sort by date Show all posts
05 May 2017

Transpor Zat Melalui Membran Sel

Transpor Zat Melalui Membran Sel. Pengertian Membran Sel, Fungsi dari Membran Sel, dan Proses Terjadinya Transpor Zat Melalui Membran Sel.

Membran Sel

Sumber: noviabio.blogspot.co.id
Manfaat membran sel yaitu sebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu memungkinkan sel untuk peroleh pH yang sesuai, dan konsentrasi beberapa zat jadi teratasi. Sel bisa pula memperoleh masukan beberapa zat dan ion-ion yang diperlukan serta membuang beberapa zat yang tidak diperlukan. Semua pengontrolan itu bergantung pada transpor lewat membran.

Transpor pasif yakni perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan daya sel. Perpindahan molekul itu terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi, pejalan itu terjadi secara spontan. Contoh transpor pasif yakni difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.

Transpor aktif yakni perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan daya dari sel itu. Perpindahan itu dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif yakni pompa Natrium (Na+) -Kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.

Difusi 

Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Difusi yakni penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke konsentrasi rendah tanpa menggunakan daya. Secara spontan, molekul zat dapat berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruangan.

Sebagai contoh, setetes wangi-wangian akan menyebar ke seluruh ruang (difusi gas di dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume air di gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air), hingga kerapatan zat itu rata.

Osmosis 

Sumber: keywordsuggest.org
Osmosis yakni perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah dengan lewat satu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat membran.

Zat yang dapat melewati membran sel 

Membran sel dapat dilewati beberapa zat khusus yang larut dalam lemak, beberapa zat yang tidak bermuatan (netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana, dan air.

Beberapa zat yang disebut sebagai elektrolit lemah lebih cepat lewat membran dari pada elektrolit kuat. Contoh beberapa zat yang dapat melalui membran dari yang paling cepat hingga yang paling lambat salah satunya: Na+, K+, Cl‑, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membran sel miliki sifat permeabel pada beberapa zat yang mudah melalui membran.

Zat yang tidak dapat melewati membran 

Membran sel tidak dapat melalui beberapa zat gula (seperti pati, polisakarida), protein, dan beberapa zat yang mudah larut dalam pelarut organik. Membran berbentuk impermeabel pada beberapa zat itu. Oleh karena membran permeabel pada zat khusus dan impermeabel pada zat yang lain bisa dapat dikatakan miliki sifat semipermeabel atau selektif permeabel.

Proses osmosis berjalan dari larutan yang memiliki potensial air paling tinggi menuju larutan dengan potensial air rendah. Potensial air yakni kapabilitas air untuk berdifusi, yang nilainya dalam unit tekanan. Sama seperti kesepakatan, potensial air (PA) air murni yakni 0 atmosfer. Besarnya PA larutan bergantung pada potensial osmotik (PO) dan potensial tekanan (PT). Persamaannya:

PA = PO + PT
PA = potensial air
PO = potensial osmotik
PT = potensial tekanan

Potensial tekanan satu larutan yakni pelengkap tekanan yang dapat meningkatkan nilai potensial airnya. Pada tumbuhan, potensial tekanan didapat berupa tekanan turgor. Tekanan turgor yakni tekanan balik dari dinding sel pada tekanan air isi sel.

Tekanan turgor menyebabkan tumbuhan jadi tegak dan segar. Sebaliknya apabila tekanan turgor menyusut, tumbuhan jadi lemas dan layu.

Potensial osmotik lebih memerlihatkan satu status larutan, yaitu memerlihatkan perbandingan antara pelarut dengan zat terlarut yang dinyatakan dalam unit daya. Potensial osmotik memerlihatkan kecenderungan molekul air pada satu larutan untuk melakukan osmosis bersumber pada konsentrasi molekulnya.

Plasmolisis, Krenasi, dan Lisis 

Sumber: labsinfo.wordpress.com
Adakalanya, proses osmosis dapat membahayakan sel. Sel yang mempunyai sitoplasma pekat (mempunyai arti kerapatan airnya rendah), apabila ada pada kondisi hipotonis akan kemasukan air hingga tekanan osmosis sel jadi tinggi.

Keadaan yang demikian dapat memecah sel itu. Bisa dapat dikatakan bila sel itu mengalami lisis, yaitu hancurnya sel lantaran rusak atau robeknya membran plasma.

Sebaliknya, apabila sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonis dibanding sel itu, air di dalam sel akan mengalami osmosis keluar sel. Sel akan mengalami krenasi yang menyebabkan sel berkeriput lantaran kekurangan air.

Kondisi yang ideal untuk sel terang saja apabila konsentrasi larutan sitoplasma seimbang dengan lingkungan sekitarnya (isotonis).

Pada sel tumbuhan, keluarnya air dari sitoplasma ke luar sel menyebabkan volume sitoplasma mengecil. Oleh sebab itu membran plasma akan terlepas dari dinding sel. Peristiwa lepasnya membran plasma dari dinding sel disebut juga dengan plasmolisis. Plasmolisis yang kronis dapat menyebabkan kematian sel.

Difusi Terfasilitasi 

Sumber: pt.slideshare.net
Difusi dapat diperlancar oleh adanya protein pada membran sel. Contohnya pada saat proses pengangkutan glukosa dari lumen usus ke dalam pembuluh darah usus halus. Glukosa tidak dapat berdifusi secara spontan tanpa adanya protein pembawa. Prosesnya yakni sebagai berikut ini:

Semula molekul glukosa diikat oleh protein yang ada di membran sel. Selanjutnya, protein pembawa ini alami perubahan informasi dan mendorong glukosa ke dalam sel. Lantas protein pembawa kembali pada informasi semula. Protein pembawa bisa pula membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl- dan Ca2+.

Pompa Natrium-Kalium 

Sumber: edubio.info
Pompa Natrium-Kalium termasuk juga ke dalam transpor aktif, artinya sel mengeluarkan daya untuk mengangkut kedua bentuk ion itu. Pada transpor aktif, zat dapat berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Jadi perjalanan zat dapat melawan gradien konsentrasi atau gradien kadar.

Ion K+ perlu untuk melindungi kegiatan listrik di dalam sel saraf dan meningkatkan transpor aktif beberapa zat lain. Meskipun ion Na+ dan K+ dapat melalui membran. Karena keperluan akan ion K+ sangat tinggi, diperlukan lagi pemasukan ion K+ ke dalam sel dan pengeluaran ion Na+ ke luar sel.

Konsentrasi ion K+ di luar sel rendah, dan di dalam sel tinggi. Demikian sebaliknya konsentrasi ion Na+ di dalam sel rendah dan di luar sel tinggi. Apabila terjadi proses osmosis, akan terjadi osmosis ion K+ dari dalam sel ke luar dan osmosis ion Na+ dari luar ke dalam sel.

Walau demikian yang terjadi bukanlah osmosis, karena gerakan ion-ion itu melawan gradien kandungan, yaitu terjadi pemasukan ion K+ dan pengeluaran ion Na+. Untuk melawan gradien kandungan itu diperlukan daya ATP dengan pertolongan protein yang ada pada membran.

Setiap pengeluaran 3 ion Na+ dari dalam sel disertai dengan pemasukan 2 ion K+ dari luar sel. itu disebut juga dengan pompa natrium-kalium. Beberapa zat yang dapat diangkut secara transpor aktif misalnya gula, protein, enzim dan hormon.

Endositosis dan Eksositosis 

Sumber: myrightspot.com
Endositosis artinya pemasukan zat ke dalam sel, sedangkan eksostosis artinya pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini termasuk juga transpor aktif dan melawan dapat gradien kandungan (dari konsentrasi rendah ke tinggi). Contoh endositosis yakni fagositosis dan pinositosis.

Fagositosis (phagein = mengkonsumsi ; chytos = sel) yakni proses di mana membran plasma satu sel membungkus partikel dari lingkungan luar dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Vakuola lalu menyatu dengan lisosom membentuk heterofagosom dan lisosom memproses atau menghancurkan partikel itu.

Umpamanya sel darah putih dan sel ameba yang mengkonsumsi bakteri. Beberapa sel itu membungkus bakteri dan menangkapnya dalam satu vakuola makanan. Selanjutnya bakteri akan di proses oleh lisosom.

Pinositosis (pinein = meminum) yakni momen sel mengkonsumsi sel mengkonsumsi zat cair dan membentuk satu gelembung. Cairan yang dikonsumsi itu dimasukkan ke dalam vakuola makanan.

Contoh eksostosis yakni proses pengeluaran zat dari dalam beberapa sel kelenjar ada peristiwa sekresi, misalnya beberapa sel penghasil enzim pencernaan mensekresikan enzim itu ke dalam usus.

Caranya yakni enzim-enzim itu dimasukkan ke dalam vakuola atau kantong-kantong kecil. Vakuola itu menuju tepi sel, membrannya membuka dan mengeluarkan enzim-enzim itu dari sel. Proses pengeluaran enzim ini memerlukan daya sel. Tanpa daya, sel tidak akan bisa mengeluarkannya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Transpor Zat Melalui Membran Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Membran Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Membran Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
27 March 2017

Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim

Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim. Pengertian Enzim, Fungsi Enzim, Sifat Enzim, Berbagai Macam Enzim, dan Penjelasan Lengkap mengenai segala hal yang berkaitan dengan Enzim.

Pengertian Enzim 

Sumber: wikiwand.com
Enzim yaitu satu biomolekul yang berbentuk protein serta berupa bulat. Enzim terbagi dalam satu atau lebih rantai polipeptida.

Enzim ini akan merubah senyawa serta mempercepat proses reaksi dengan merubah molekul awal yang dikenali serta diikat secara khusus oleh enzim (substrat) jadi molekul lain (product). Kekuatan enzim untuk mengaktifkan senyawa lain lewat cara khusus disebut juga dengan biokatalisator.

Ikatan enzim dengan substrat yaitu satu ikatan yang khusus, jadi cuma enzim-enzim spesifik yang bisa mengikat substrat tertentu. Kemudian barulah substrat itu aktif serta barulah terbentuk perubahan kimiawi.

Secara umum, Pengertian Enzim yaitu molekul protein kompleks yang dihasilkan dari sel hidup yang berperan sebagai katalisator dalam proses kimia dalam tubuh makhluk hidup.

Enzim tidak bisa bereaksi namun cuma bisa mempercepat proses reaksi, namun susunan enzim tidak berubah baik itu saat sebelum dan setelah reaksi, dengan hal tersebut, enzim tidak memengaruhi keseimbangan reaksi dalam peranannya.

Enzim disentetis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif (zimogen) lantas diaktifkan pada lingkungan dengan keadaan yang baik/tepat. Susunan Enzim yang tersusun jadi dua sisi yang sama-sama berpasangan yakni apoenzim serta gugus prostetik diantaranya sebagai berikut ini:

Apoenzim 
Sumber: jenerik.xyz
Apoenzim yaitu sisi protein enzim yang sifatnya tidak tahan panas, serta berperan sebagai penentu kekhususan dari enzim. Misalnya: dari substrak yang sama bisa jadi senyawa berbeda yang tergantung dari enzimnya

Koensim 
Sumber: bitkiselkremler.net
Koensim yaitu ko-faktor molekul organik kecil yang tahan panas dan memiliki kandungan ribosa serta fosfat dan larut di air. Koensim bisa disebut juga dengan gugus prostetik jika terikat oleh apoenzim, namun koenzim gampang terpisah dari apoenzim.

Manfaat koenzim yaitu sebagai penentu karakter serta reaksinya. Misalnya: Koensim NADP (Nicotiamida adenin Denukleotid Phosfat), reaksinya yaitu dehidrogenase. Dalam soal ini NADP berperan sebagai akseptor hidrogen/penerima.

Macam-Macam Enzim 

Macam-Macam Enzim Berdasarkan Penggolongannya

Golongan Enzim Karbohidrase 
Sumber: trobos.com
  1. Enzim Amilase yaitu enzim yang bertindak merubah amilum/polisakarida jadi senyawa maltosa yakni senyawa disakarida. 
  2. Enzim Sukrase yaitu enzim yang bertindak merubah sukrosa jadi glukosa serta fruktosa 
  3. Enzim Laktosa yaitu enzim yang bertindak merubah senyawa laktosa jadi glukosa serta galaktosa 
  4. Enzim Maltosa yaitu enzim yang bertindak serta berperan mengurai maltosa jadi senyawa glukosa 
  5. Enzim Selulosa yaitu enzim yang bertindak mengurai selulosa/polisakarida jadi senyawa selabiosa atau disakarida 
  6. Enzim Pektinase yaitu enzim yang bertindak atau berperan merubah petin jadi senyawa asam pektin 
Golongan Enzim Protease 
Sumber: jokowarino.id
  1. Enzim tripsin yaitu enzim yang berperan mengurai pepton jadi senyawa asam amino 
  2. Enzim peptidase yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi senyawa peptide jadi senyawa asam amino 
  3. Enzim renin yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi senyawa kasein serta susu 
  4. Enzim galaktase yaitu enzim yang bertindak mengurai senyawa gelatin 
  5. Enzim entrokinase yaitu enzim yang berperan dalam mengurai senyawa pepton jadi sentawa asam amino 
  6. Enzim pepsin yaitu enzim yang bertindak dalam memecah senyawa protein jadi asam amino 
Golongan Enzim Esterase 
  1. Enzim lipase yaitu enzim yang bertindak atau berperan dalam mengurangi lemak jadi senyawa gliserol serta asam lemak. 
  2. Enzim fostatase yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi ester serta mendorong pelepasan asam fosfor. 
Macam-Macam Enzim Berdasarkan Proses Metabolisme atau Tipe Reaksi Kimia yang Dikatalis 
  1. Enzim katalase yaitu enzim yang berperan dalam membantu merubah hidrogen peroksida jadi H2O (air) serta O2 (Oksigen) 
  2. Enzim oksidase yaitu enzim yang berperan mempercepat penggabungan oksigen (O2) pada substrat spesifik yang sewaktu bersamaan juga mereduksikan oksigen (O2), hingga membentuk air (H2O). 
  3. Enzim hidrase yaitu enzim yang berperan memberi atau mengurangi air (H2O) dari senyawa spesifik tanpa mengakibatkan terurainya senyawa yang berkaitan. Misalnya: akonitase, fumarase, serta enolase. 
  4. Enzim dehidrogenase yaitu enzim yang berperan dalam memindahkan hidrogen dari sebuah zat ke zat yang lain. 
  5. Enzim transphosforilase yaitu enzim yang berperan dalam memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul yang lain yang dibantu oleh ion Mg2+. 
  6. Enzim karbosilase yaitu enzim yang berperan dalam merubah asam organik secara bolak balik. Misalnya: merubah asam piruvat jadi asetaldehida yang dibantu oleh karbosilase piruvat 
  7. Enzim desmolase yaitu enzim yang berperan dalam membantu perpindahan/penggabungan ikatan karbon. Contoh: aldolase diubah dalam pemecahan fruktosa jadi gliseraldehida serta dehidroksiaseton 
  8. Enzim peroksida yaitu enzim yang berperan dalam membantu oksidasi senyawa fenolat, sedangkan dari oksigen yang dipakai, di ambil dari H2O2. 
Macam-Macam Enzim Pencernaan Manusia dan Fungsinya 

Enzim dalam pencernaan manusia ada dalam beberapa organ tubuh yang menghasilkan enzim, yakni mulut, lambung, usus halus, serta pankreas.

Macam-Macam Enzim Mulut 
  • Enzim ptialin berperan dalam merubah amilum jadi maltosa 
Macam-Macam Enzim Lambung 
  • Enzim renin berperan merubah kasionogen jadi kasein (protein susu) serta mengendapkan kasein susu 
  • Enzim pepsin berperan dalam merubah protein jadi pepton 
  • Enzim lipase gastrik berperan dalam merubah trigliserida jadi asam lemak 
Macam-Macam Enzim Usus Halus 
  • Enzim maltase berperan dalam merubah maltosa jadi glukosa 
  • Enzim laktase berperan dalam merubah laktosa jadi glukosa serta galaktosa 
  • Enzim lipase berperan dalam merubah lemak jadi asam lemak serta gliserol 
  • Enzim peptidase berperan dalam merubah polipeptida jadi asam amino 
  • Enzim enterokinase berperan dalam merubah tripsinogen jadi tripsin 
  • Enzim sukrase berperan dalam merubah sukrosa jadi glukosa serta fruktosa 
Macam-Macam Enzim Pankreas 
  • Enzim amilase berperan dalam menguraikan amilum jadi maltosa atau disakarida 
  • Enzim tripsin berperan dalam merubah pepton (protein) jadi asam amino 
  • Enzim lipase pankreas berperan dalam melakukan imulsi lemak jadi asam lemak serta gliserol 
  • Enzim karbohidrase berperan dalam mengolah amilum jadi maltosa atau disakarida lainnya 

Fungsi Enzim 

Manfaat Enzim yaitu sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya laju satu reaksi. Di dalam tubuh manusia, enzim berperan untuk memperlancar proses pencernaan. Diawali dari:

Mulut
Sumber: riauaktual.com
  • Enzim Amilase, ada di dalam saliva (air ludah), dihasilkan oleh kelenjar parotis (kelenjar ludah) serta pankreas. Manfaat untuk merubah amilum jadi maltosa (molekul yang lebih sederhana). Misalnya bila kita makan nasi serta mengunyahnya selama 3 menit atau lebih, kita dapat merasakan rasa manis. Hal itu terjadi lantaran ada dampak dari enzim amilase 
Lambung
Sumber: wahanaguru.blogspot.co.id/
  • Enzim Renin, ada di dalam lambung, kerjanya dibantu oleh HCl (asam) lambung. Manfaat untuk merubah kaseinogen jadi kasein. 
  • Enzim Pepsin, ada di dalam lambung, kerjanya dibantu oleh HCl (asam) lambung. Manfaat untuk merubah protein jadi pepton, proteosa serta polipeptida. 
  • Enzim Lipase, berperan dalam merubah trigliserida jadi asam lemak 
Usus Halus
Sumber: budisma.net
  • Enzim Laktase, manfaat merubah laktosa jadi galaktosa serta glukosa 
  • Enzim Maltase, manfaat merubah maltosa (hasil dari kerja Amilase disaliva) jadi glukosa 
  • Enzim Lipase, manfaat merubah lemak jadi gliserol serta asam lemak 
  • Enzim Enterokinase, manfaat merubah tripsinogen jadi tripsin 
  • Enzim Peptidase, manfaat merubah polipeptida (hasil dari kerja Tripsin dipankreas) jadi asam amino (protein yang diserap ke dalam darah) 
  • Enzim Sukrase, manfaat merubah sukrosa (didapat dari mengkonsumsi buah-buahan seperti tebu dan lain-lain) jadi fruktosa serta glukosa 
Pankreas
Sumber: artikelsiana.comartikelsiana.com
  • Enzim Tripsin, manfaat merubah protein jadi polipeptida 
  • Enzim Lipase, manfaat merubah lemak jadi asam lemak serta gliserol (supaya bisa diolah) 
  • Enzim Amilase, manfaat merubah amilum jadi maltosa atau disakarida 
  • Enzim Karbohidrase, manfaat mengolah amilum jadi maltosa
Sifat Enzim 
  1. Enzim cuma disintesis oleh sel serta di dalam sel 
  2. Enzim ini memiliki tempat spesial di dalam sel, umpamanya enzim pada siklus Krebs terdapat di dalam matriks ekstraseluler, sedangkan enzim pada proses glikolisis terdapat pada sitoplasma sel 
  3. Enzim cuma akan diproduksi atau di sintesis bila sel mempunyaui gen untuk enzim tersebut 
  4. Suhu enzim yaitu sama juga dengan sel, kecepatan laju reaksi yang dikatalisis oleh enzim bertambah bersamaan dengan peningkatan suhu. Pada suhu yang sangat tinggi enzim akan mengalami denaturasi. 
  5. Sedangkan pada suhu 0 derajat celsius, enzim jadi tidak aktif. 
  6. Tingkat keasaman enzim pada lingkungan sekitarnya yaitu netral (tidak asam ataupun basa). 
  7. Pada saat pH sangat asam ataupun sangat basa, enzim jadi kurang aktif. 
  8. Makin tinggi konsentrasi enzim, reaksi akan bertambah sampai batas-batas tertentu 
  9. Kecepatan laju reaksi akan bertambah apabila konsentrasi subtrat bertambah pula 
  10. Enzim amat spesifik akan ikatannya pada molekul 
  11. Enzim tidak merubah sebuah tetapan proses reaksi, akan tetapi cuma mempercepat tercapainya tetapan tersebut 
  12. Enzim bisa mempercepat proses laju reaksi 107 – 1013 kali 
  13. Enzim memiliki karakter biokatalisator. Katalis yakni kapabilitas memindahkan atau membawa sebuah senyawa/molekul ke kondisi yang lain 
  14. Secara umum, enzim memiliki empat karakter khas, yang mana suatu hal bisa disebut juga dengan enzim bila memiliki empat karakter berikut ini, yang terbagi dalam: 
Protein

Semua karakter protein yaitu sama juga dengan enzim, akan tetapi karakter enzim tidak berlaku untuk protein. Oleh sebab itu nyaris lebih dari separuh jumlah protein di dalam sel adalah enzim.

Katalis

Enzim adalah katalis yang bisa merubah laju reaksi, dengan tanpa ikut bereaksi. Kegiatan enzim bisa di atur. Enzim dapat meningkatkan laju reaksi pada keadaan yang umum, yakni dari tekanan, suhu, serta pH. Tingkat katalisasi yang didapatkan dari enzim juga lebih tinggi di banding katalis umum dalam segi peningkatan laju reaksinya.

Aktif

Molekul yang awalannya hanya substrat diaktifkan jadi product oleh enzim. Molekul yang teraktivasi ini akan mengalami kenaikan dalam sisi energi kinetiknya.

Spesifik

Enzim spesifik cuma dapat mengikat substrat spesifik (khusus) juga, hingga barulah terjadi pengaktifan substrat serta perubahan kimiawi juga terjadi pada molekul atau senyawa yang diikat.

Struktur Enzim

Enzim disebut juga dengan Holoenzim, yang terbagi jadi dua, yakni apoenzim serta kofaktor.
Apoenzim adalah penyusun paling utama enzim, yakni sisi enzim aktif yang terdiri atas protein yang miliki sifat tidak stabil serta mudah berubah.

Hingga diperlukan kofaktor untuk melindungi fungsi enzim tetap normal. Kofaktor adalah satu komponen berbentuk molekul yang miliki sifat nonprotein. Kofaktor dapat memiliki ikatan yang kuat ataupun lemah pada protein enzim.

Bila kofaktor memiliki ikatan yang kuat dengan protein enzim, disebut juga dengan prostetik. Bila kofaktor terdiri atas molekul organik nonprotein yang terikat secara tidak kuat/renggang pada protein enzim, maka disebut juga dengan koenzim.

Kofaktor terbagi jadi dua lagi, yakni molekul organik serta non-organik. Molekul organik (koenzim) misalnya yaitu Vitamin. Sedangkan molekul non-organik (ion logam) misalnya yaitu Fe+2, Mn+2

Akan tetapi, perlu untuk di ketahui, kalau tidak seluruh enzim mempunyai susunan yang komplit (mempunyai apoenzim serta kofaktornya). Misalnya saja seperti enzim ribonuklease pankreas yang cuma terdiri atas polipeptida saja, serta tidak memiliki kandungan gugus kimiawi lain.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam-Macam Enzim di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Enzim. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. lahiya.id 
30 December 2016

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.
29 March 2017

Pengertian dan Proses Metabolisme

Pengertian dan Proses Metabolisme. Pengertian Metabolisme, Proses Metabolisme, Fungsi Metabolisme, Metabolisme dalam Tubuh Manusia, Jenis-Jenis Metabolisme, Beragam Macam Metabolisme, Metabolisme Karbohidrat, Metabolisme Lemak, dan Metabolisme Protein.

Pengertian Metabolisme 

Sumber: cosmopolitan.co.id
Metabolisme yaitu sebuah proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Proses metabolisme yaitu pertukaran zat atau organisme dengan lingkungannya. Istilah Metabolisme datang dari bahasa Yunani, yakni dari kata metabole yang memiliki arti perubahan.

Hingga dapat dikatakan kalau metabolisme yaitu makhluk hidup memperoleh, memproses serta merubah sebuah zat lewat proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya. Metabolisme terdiri atas beberapa bentuk bersumber pada dua arah lintasan metabolic diantaranya sebagai berikut ini:

Beberapa Jenis Metabolisme 

Katabolisme yaitu penguraian sebuah zat ke partikel yang lebih kecil untuk diubah jadi energi.
Anabolisme yaitu reaksi untuk merangkai senyawa organik yang datang dari molekul-molekul spesifik untuk diserap oleh tubuh.

Proses Metabolisme 

Dalam tubuh ada 3 proses metabolisme yang paling utama diantaranya sebagai berikut ini:

Proses Metabolisme Karbohidrat 
Sumber: ebiologi.com
Metabolisme berjalan dalam organisme secara mekanis serta kimiawi. Metabolisme terbagi dalam dua proses yakni anabolisme sebagai pembentukan molekul serta katabolisme sebagai penguraian molekul.

Proses metabolisme karbohidrat Makanan diolah, lantas karbohidrat mengalami proses hidrolisis atau penguraian dengan memanfaatkan molekul air yang mengurai polisakarida jadi monosakarida. Sewaktu makanan dikunyah, makanan akan bercampur air liur yang memiliki kandungan enzim ptialin (sebuah a amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut).

Enzim ini menghidrolisis pati (satu diantara polisakarida) jadi maltosa serta gugus glukosa kecil dengan terdiri dari 3-9 molekul glukosa. Makanan dalam waku singkat ada dalam mulut dengan ada tidak lebih 3-5% dari pati yang sudah terhidrolisis pada saat makanan ditelan.

Ptialin bisa berlangsung terus-terusan memecah makanan jadi maltosa sepanjang 1 jam sesudah makanan memasuki lambung, dan sewaktu isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung.

Selanjutnya kegiatan ptialin dihambat oleh zat asam yang diekskresikan oleh lambung. Hal itu bisa terjadi lantaran ptialin adalah enzim amilase yang tidak aktif pada PH medium turun di bawah 4,0.

Sesudah makan dikosongkan dari lambung serta masuk ke duodenum (usu dua belas jari), makanan lantas akan bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum dipecah akan diolah oleh amilase yang berperan sama juga dengan a-amilase pada air liur yakni sebagai pemecah pati menajdi maltosa serta polimer glukosa kecil yang lain.

Tetapi, pati biasanya nyaris seutuhnya di ubah jadi maltosa serta polimer glukosa kecil saat sebelum melewati lambung. Hasil akhir proses pencernaan yaitu glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa serta monosakarida yang lain. Senyawa-senyawa lantas diabsorpsi lewat dinding usus di bawah ke hati oleh darah.

Proses Metabolisme Protein 
Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Protein makanan, beberapa ada pada daging serta sayur-sayuran. Protein diolah di dalam lambung memakai enzim pepsin yang aktif pada pH 2-3. Pepsin bisa mengolah seluruh bentuk protein pada makanan yang mencerna kolagen.

Kolagen yaitu bahan mendasar yang paling utama dalam jaringan ikat pada kulit serta tulang rawan. Dari mulai proses pencernaan protein, pepsin mencakup 10-30% dari pencernaan protein keseluruhan. Pada proses ini, pemecahan protein adalah proses hidrolisis pada rantai polipeptida.

Proses pencernaan protein beberapa terjadi di usus dengan bentuk yang sudah berubah yakni proteosa, pepton, serta polipeptida besar.

Sesudah memasuki usus, beberapa produk yang sudah pecah beberapa akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah dampak enzim proteolitik seperti tripsin, kimotripsin, serta peptidase. Baik tripsin ataupun kimotripsin memecah molekul protein jadi polipeptida kecil. Lantas peptidase melepas asam-asam amino.

Asam amino yang ada di dalam darah bersumber dari penyerapan lewat dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel, serta hasil protein sintetis asam amino dalam sel, serta hasil sintetis asam amino dalam sel.

Asam amino yang disentetis dalam sel ataupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati lantas di bawah darah untuk dipakai dalam jaringan. Pada hal semacam ini, hati berperan sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, tetapi akan dirombak dalam hati jadi senyawa yang memiliki kandungan unsur N, seperti NH3 (amonia) serta NH4OH (amonium hidroksida), dan senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N.

Senyawa memiliki kandungan unsur N disentesis jadi urea. Pembentukan urea yang berlangsung dalam hati lantaran beberapa sel hati bisa menghasilkan enzim arginase. Urea yang dihasilkan tidak diperlukan oleh tubuh, hingga diangkut bersama beberapa zat yang lain menuju ginjal, lantas di keluarkan lewat urin.

Demikian sebaliknya terjadi, pada senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N disentetis kembali jadi bahan baku karbodihdrat serta lemak, hingga bisa dioksidasi dalam tubuh supaya menghasilkan daya atau energi.

Proses Metabolisme Lemak 
Sumber: slideshare.net
Pencernaan lemak terjadi dalam usus, lantaran usus memiliki kandungan enzim lipase. Proses metabolisme lemak yaitu lemak keluar dari lambung, masuk ke usus dengan menyebabkan ransangan pada hormon kolesistokinin.

Hormon ini mengakibatkan kantung empedu berkontraksi dengan mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Dalam empedu ada garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Emulsi lemak yaitu pemecahan lemak yang memiliki ukuran besar jadi butiran lemak memiliki ukuran lebih kecil.

Lemak memiliki ukuran lebih kecil yaitu trigeliserida yang teremulsi berfungsi mempermudah hidrolisis lemak oleh lipase dari hasil pankreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi jadi kombinasi asam lemak serta monogliserida (gliserida tnggal).

Pengeluaran cairan pankreas didesain oleh hormon sekretin yang berfungsi dalam meningkatkan jumlah senyawa penghantar listrik (elektrolik) serta cairan pankreas dan pankreoenzim dengan peran merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.

Kurang lebih 70% absorpsi hasil pencernaan lemak terjadi dalam usus halus. Asam lemak serta monogliserida di absorpsi lewat beberapa sel mukosa yang ada pada dinding usus, lantas keduanya diubah kembali jadi lemak trigliserida berupa partikel-partikel kecil. Jaringan lemak ketika diperlukan, timbunan lemak kemudian diangkut menuju hati.

Fungsi Proses Metabolisme 

Sumber: plus.google.com
Proses metabolisme mempunyai peranan penting untuk makhluk hidup diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Untuk mendapatkan energi kimia berbentuk ATP, hasil dari degradasi beberapa zat makanan kaya energi yang datang dari lingkungan 
  2. Sebagai pengubah molekul beberapa zat makanan (nutrisi) jadi perkursor unit pembangun untuk biomolekul sel 
  3. Sebagai penyusun unit-unit pembangun jadi protein, asam nukleat, lipida, polisakarida, serta komponen sel lain. 
  4. Sebagai pembentuk serta perombak biomolekul
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Proses Metabolisme, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Proses Metabolisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Metabolisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
23 March 2017

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang. Pengertian Gelombang, Sifat – Sifat dari Tiap – Tiap Gelombang, Macam – Macam Gelombang, Gelombang Mekanik, Gelombang Elektromagnetik, Gelombang Transversal, Gelombang Longitudinal, Gelombang Berjalan, dan Gelombang Diam.

Pengertian Gelombang 

Sumber: belajarronline.wordpress.com
Gelombang yakni tanda-tanda rambatan dari satu getaran/usikan. Gelombang yang senantiasa terjadi bila sumber getaran ini bergetar secara terus menerus. Gelombang membawa daya dari satu tempat ke tempat yang lain.

Contoh sederhana gelombang, bila kita mengikatkan satu ujung tali ke tiang, dan satu ujung talinya lagi digoyangkan, akan terbentuk banyak bukit dan lembah di tali yang digoyangkan tadi, inilah yang disebut dengan gelombang.

Rangkuman: Gelombang adalah Tanda-tanda rambatan dari satu getaran.

Ragam Macam Gelombang 

Bersumber pada Mediumnya Gelombang dibagi menjadi dua, yaitu: 

Gelombang Mekanik 
Sumber: pustakapedia.net
Gelombang mekanik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya memerlukan medium (zat penghubung). Artinya apabila tidak ada medium, gelombang ini tidak akan terjadi. Umpamanya yakni Gelombang Bunyi yang zat perantaranya udara, jadi apabila tidak ada udara, bunyi tidak akan terdengar.

Gelombang Elektromagnetik 
Sumber: anneahira.com
Gelombang Elektromagnetik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya tidak memerlukan medium (zat penghubung). Artinya gelombang ini bisa merambat dalam keadaan seperti apa pun tanpa memerlukan medium. Umpamanya yakni gelombang sinar yang senantiasa ada dan tidak memerlukan zat penghubung.

Bersumber pada Arah Getar dan Arah Rambatnya, Gelombang dibagi jadi dua, yaitu: 

Gelombang Transversal 
Sumber: softilmu
Gelombang Transversal yakni gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya. Bentuk Getarannya berwujud lembah dan bukit.

Bersumber pada gambar di atas dapat saya terangkan bila: 

Arah rambat gelombang di atas yakni ke kiri dan ke kanan, sedangkan arah getarnya yakni ke atas dan ke bawah. Jadi begitulah yang disebut dengan arah rambat tegak lurus dengan arah getarnya. Umpamanya yakni gelombang pada tali yang saya contohkan sebelumnya di paragraf atas.

Gelombang Longitudinal 
Sumber: softilmu
Gelombang longitudinal yakni gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan.

Bersumber pada gambar di atas, kita dapat mengerti bila:

Arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan juga. Oleh karena itu gelombang ini yakni gelombang longitudinal yang arah getar dan arah rambatnya sejajar.

Contoh gelombang ini yakni Gelombang bunyi, di udara yang dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya, dan saat ada rambatan molekul-molekul ini bisa bergetar.

Walau demikian getarannya hanya akan gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbangan, hingga tidak membentuk bukit dan lembah.

Bersumber pada Amplitudonya (simpangan paling jauh) Gelombang juga dibagi jadi dua: 

Gelombang Berjalan 
Sumber: perpustakaancyber.blogspot.co.id
Gelombang berjalan yakni gelombang yang amplitudonya tetap pada setiap titik yang dilalui gelombang, misalnya gelombang pada tali.

Gelombang diam 
Sumber: tutorialgitar.com
Gelombang diam yakni gelombang yang amplitudonya berubah, misalnya gelombang pada senar gitar yang dipetik.

Sifat dan Pembawaan Gelombang 

Sumber: adjiebrotots.com
Dipantulkan (Refleksi) 

Tentunya kita sudah sangat paham dan terbiasa dengan apa yang dimaksud pemantulan ini, jadi secara garis besar saya rasa kita telah sepaham.

Dalam pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan gelombang, yaitu:
Besar sudut datangnya gelombang sama saja dengan sudut pantul gelombang.
Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal ada pada satu sisi datar.

Dibiaskan (refraksi) 

Pembiasan gelombang yakni pembelokan arah rambat gelombang karena lewat medium yang tidak sama kerapatannya.

Digabungkan (interferensi) 

Gabungan gelombang terjadi bila ada gelombang dengan frekuensi dan beda fase sama-sama bertemu. Hasil interferensi gelombang akan ada 2, yaitu konstruktif (saling menguatkan) dan destruktif (saling melemahkan).

Interferensi Konstruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang sama, sedangkan interferensi destruktif terjadi saat 2 gelombang berjumpa pada fase yang berlawanan.

Dibelokkan/disebarkan (Difraksi) 

Difraksi gelombang yakni pembelokkan/penyebaran gelombang apabila gelombang itu lewat celah. Geja difraksi akan semakin tampak jelas bila celah yang dilewati semakin sempit.

Dispersi Gelombang 

Dispersi yakni penyebaran bentuk gelombang ketika merambat lewat satu medium. Dispersi tidak akan terjadi pada gelombang bunyi yang merambat lewat udara atau ruangan hampa. Medium yang dapat melindungi bentuk gelombang itu disebut juga dengan medium nondispersi.

Dispolarisasi (diserap arah getarnya) 

Polarisasi yakni peristiwa terserapnya beberapa arah getar gelombang hingga hanya tinggal memiliki satu arah saja. Polarisasi hanya akan terjadi pada gelombang transversal, karena arah gelombang sama seperti arah polarisasi, dan demikian sebaliknya, akan terserap apabila arah gelombang tidak sama seperti arah polarisasi celah itu.

Pemakaian Gelombang 

Sangat banyak pemakaian dari gelombang dengan mempertimbangkan beragam karakter gelombang yang ada di sekitar kita. Beberapa diantaranya yaitu:
  1. Gelombang TV dan Radio untuk komunikasi. 
  2. Gelombang Micro yang dipakai untuk memasak makanan atau yang kita kenal dengan microwave 
  3. Gelombang bunyi yang sangat membantu mereka yang kerja di bidang kesehatan, yaitu Ultrasonik pada perlengkapan USG untuk mengecek ada tidaknya penyakit.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gelombang di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gelombang. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
15 September 2016

Sitoskeleton: Pengertian, Fungsi & Strukturnya Sitoskeleton


Sitoskeleton : Pengertian, Manfaat & Strukturnya Sitoskeleton|Secara Umum, Pengertian Sitoskeleton yaitu jejaring serat yang mengorganisasi strukturdan aktivitas dalam sel. Pada saat awal mikroskopi elektron, pakar biologi mengira bahwa organel-organel sel eukariot mengambang bebas dalam sitosol.

Tetapi perbaikan mutu mikroskopi sinar ataupun mikroskopi elektron mengungkapkan keberadaan sitoskeleton (Cytoskeleton). Jejaring dan yang membentang di seluruh sitoplasma. Sitoskeleton, yang memerankan utama dalam pengorganisasian susunan serta kesibukan sel, tersusun atas tiga type struktur molekular, mikrofilamen, serta filament intermedit.

Manfaat Sitoskeleton 

  • Memberi kemampuan mekanik pada sel 
  • Sebagai kerangka sel 
  • Menolong dalam gereakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin. 

Komponen-Komponen Sitoskeleton 

Saat ini mari kita saksikan lebih dekat ketiga type paling utama serat penyusun sitoskeleton yang tersusun atas tiga susunan molekular yakni seperti berikut...

1.Mikrotubulus 

Semua sel eukariot memiliki mikrotubulus (microtubule), batang-batang berongga dengan diameter sekitar 25 nm dan anjang antara 200 mm samai 25 um. Dinding tabung berongga tersebut tersusun dari protein globular yang disebut tubulin. Setiap protein tubulin merupakan diner, molekul yang tersusunatas dua subunit. Suatu dimer tubulin terdiridari dua polipeptida yang agak berbeda, tubulin a dan tubulin B. Mikrotubulus bertambah panjang melalui penambahan dimer tubulin; mikrotubulus juga diuraikan dan tubulinnya pun digunakan untuk membangun mikrotubulus di tempat lain dalam sel.
Membentuk dan menyokong sel serta berfungsi sebagai jalur yang dapat disusuri oleh organel yang dilengkapi dengan protein motorik. Untuk memberikan contoh yang tidak sama dari mikrotubulus memandu vesikel sekresi dari aparatus Golgi ke membran plasma. Mikrotubulus juga memisahkan kromosan saat pembelahan sel.

Fungsi Mikrotubulus (Polimer Tubulin) 

  • Menjaga bentuk sel (penopang penahan-kompresi) 
  • Motilitas sel (seperti pada silia atau flagela) 
  • Gerakan kromosom dalam pemisahan sel 
  • Pergerakan organel 

2. Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

Mikrofilamen (Microfilament) adalah batang padat yang diameternya sekitaran 7 nm. Mikrofilamen disebut juga filamen aktin lantaran tersusun atas molekul-molekul aktin (actin), semacam protein globular. Suatu mikrofilamen adalah seutas rantai ganda subunit-subunit aktin yang memuntir. Selain terdapat sebagai filamen lurus, mikrofilamen juga mampu membuat jejaring struktural, karena kehadiran protein-protein yang berikatan di selama segi filamen aktin serta sangat mungkin filamen baru membentang sebagai cabang. Mikrofilamen tampaknya diketemukan pada semuanya sel eukariot.

Mikrofilamen terkenal lantaran perannya dalam motilitas sel, khususnya sebagai sisi aparatus kontraktil sel otot. Berbeda dengan peran penahan-kompresi oleh mikrotubulus, peran struktural mikrofilamen dalam sitoskeleton yaitu menahan tegangan (style taring). Jejaring berdimensi tiga yang dibuat oleh mikrofilamen tepat dibagian dalam membran plasma (mikrofilamen korteks) membantu menyangga bentuk sel.

Jejaring ini mengakibatkan susunan sitoplasma terluar sel, yang dimaksud korteks, mempunyai ketekunan semisolid gel, kebalikan dari keadaan sitoplasma interior yang lebih cair (sol). Dalam sel hewan yang terspesialisasi untuk mentraspor materi melewati membran plasma, umpamanya sel usus, berkas mikrofilamen menjadi inti mikrovili, penjuluran halus yang meningkatkan luas permukaan sel di usus seperti yang sudah dijelaskan terlebih dulu.

Manfaat Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan tegangan) 
  • Pergantian bentuk sel 
  • Kontraksi otot 
  • Aliran sitoplasmik 
  • Motilitas sel (seperti pada pseudopodia) 
  • Pemisahan sel (pembentukan lekukan penyibakan) 

3. Filamen Intermediat 

Filamen Intermediat (Intermediate filament) dinamia dikarenakan berdiameter 8-12 nm, lebih besar dibanding dengan diameter mikrofilamen namun lebih kecil ketimbang mikrotubulus. Filamen intermediat terspesialisasi untuk menahan tegangan (seperti mikrofilamen) serta terdiri dari beragam kelas unsur sitoskeleton.

Setiap jenis tersusun dari subunit molekular tidak sama yang termasuk kedalam satu famili protein, yang salah satunya beranggotakan keraton. Demikian sebaliknya mikrotubulus dan mikrofilamen memiliki diameter serta komsisi yang tetaplah ada sema sel eukariot.

Filamen intermeiat merupakan pengukuh sel yang lebih permanen daripada mikrofilamen serta mikrotubulus, yang dijabarkan serta dirakit kembali di beberapa sisi sel. Bahkan jika sel mati, jejaring filamen intermediat kerapkali tetap bertahan ; umpamanya, susunan terluar kulit kita terdiri atas beberapa sel kulit mati yang penuh protein keratin.

Manfaat Filamen Intermediat 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan-tegangan) 
  • Tambatan nukleus serta organel lain tertentu 
  • Pembentukan lamina nukleus
27 March 2017

Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke

Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke. Pengertian Hukum Hooke, Konsep yang digunakan dalam Hukum Hooke, Rumus dari Hukum Hooke, Satuan yang dipakai dalam Hukum Hooke, dan Aplikasi atau Penerapan Hukum Hooke dalam Kehidupan Sehari-hari.

Pengertian Hukum Hooke 

Sumber: 4muda.com
Hukum Hooke serta elastisitas yaitu dua arti yang sama-sama berkaitan. Untuk mengerti arti kata elastisitas, beberapa orang menganalogikan istilah itu dengan benda-benda yang terbuat dari karet, meskipun pada intinya tidak semua benda dengan bahan dasar karet miliki sifat elastis.

Kita ambil dua contoh karet gelang serta permen karet. Apabila karet gelang itu ditarik, panjangnya selalu bertambah hingga batas tertentu. Lantas, Bila tarikan dilepaskan panjang karet gelang akan kembali seperti semula.

Tidak sama halnya dengan permen karet, Apabila ditarik panjangnya selalu bertambah hingga batas tertentu namun bila tarikan dilepaskan panjang permen karet tidak akan kembali seperti semula. Hal semacam ini dapat terjadi lantaran karet gelang sifatnya elastis sedangkan permen karet miliki sifat plastis.

Namun, bila karet gelang ditarik terus-terusan ada kalanya bentuk kareng gelang tidak kembali seperti semula yang artinya karakter elastisnya udah hilang. Hingga diperlu tingkat kejelian yang tinggi untuk menggolongkan mana benda yang sifatnya elastis serta plastis.

Jadi, dapat diambil kesimpulan kalau elastisitas yakni kapabilitas sebuah benda untuk kembali pada bentuk awal setelah gaya pada benda itu di hilangkan. Kondisi di mana sebuah benda tidak dapat lagi kembali pada bentuk semula akibat gaya yang didapatkan pada benda sangat besar disebut sebagai batas elastis.

Sedangkan hukum Hooke yaitu ide yang dikenalkan oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu pegas/benda elastis yang lain agar benda itu bisa kembali pada bentuk seluruh atau tidak melampaui batas elastisitasnya.

Dengan hal tersebut, bisa diambil kesimpulan kalau Hukum Hooke mengulas jumlah gaya maksimum yang bisa diberikan pada suatu benda yang sifatnya elastis (biasanya pegas) supaya tidak melewati batas elastisnya serta menghilangkan karakter elastis benda itu.

Aplikasi Hukum Hooke

Sumber: maghfiroherdan.wordpress.com
Dalam pengaplikasian hukum Hooke amat berhubungan erat dengan benda benda yang prinsip kerjanya menggunakan pegas serta yang miliki sifat elastis. Prinsip hukum Hooke udah diaplikasikan pada beberapa benda-benda berikut ini:
  1. Mikroskop yang peranannya untuk melihat jasad-jasad renik yang amat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang 
  2. Teleskop yang peranannya untuk melihat benda-beda yang letaknya jauh agar terlihat dekat, seperti benda luar angkasa 
  3. Alat pengukur percepatan gravitasi bumi 
  4. Jam yang menggunakan peer sebagai pengatur waktu 
  5. Jam kasa atau kronometer yang digunakan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang ada di laut 
  6. Sambungan tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil 
  7. Ayunan pegas 
Beberapa benda yang udah disebutkan di atas memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, gagasan Hooke memberi efek positif pada mutu hidup manusia.

Bunyi Hukum Hooke 

Hukum Hooke berbunyi kalau besarnya gaya yang bekerja pada benda sepadan dengan pertambahan panjang bendanya. Jelas hal semacam ini berlaku padan lain yang elastis (bisa merenggang).

F = k. x

Keterangan:

F = gaya yang bekerja pada pegas (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = pertambahan panjang pegas (m)

Besaran Dan Rumus Dalam Hukum Hooke Serta Elastisitas 

Tegangan 

Tegangan yaitu sebuah kondisi di mana satu benda mengalami pertambahan panjang saat satu benda di beri gaya pada satu diantara ujungnya sedangkan ujung yang lain ditahan.

Misalnya. seutas kawat dengan luas penampang x m2, dengan panjang awal mula x meter ditarik dengan gaya sebesar N pada satu diantara ujungnya sedangkan pada ujung yang lain ditahan kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter.

Fenomena ini mengambarkan sebuah tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan σ serta secara matematis dapat ditulis seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)

Regangan 

Regangan yaitu sebuah perbandingan antara pertambahan panjang kawat dalam x meter dengan panjang awal kawat dalam x meter.

Regangan ini dapat terjadi karena gaya yang diberikan pada benda maupun kawat itu di hilangkan, hingga kawat kembali pada bentuk awal.
Hubungan ini secara matematis dapat dituliskan seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

e = Regangan
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang awal mula (m)

Sesuai sama persamaan di atas, regangan (e) tidak memiliki satuan karena pertambahan panjang (ΔL) serta panjang awal (Lo) yaitu besaran dengan satuan yang sama

Modulus Elastisitas (Modulus Young) 

Dalam fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas menggambarkan sebuah perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami bahan. Dengan kata lain, modulus elastis sepadan dengan tegangan serta berbanding terbalik regangan.
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)

Mampatan 

Mampatan yaitu sebuah kondisi yang nyaris sama dengan regangan. Ketidaksamaannya terdapat pada arah perpindahan molekul benda setelah di beri gaya. Berbeda halnya pada regangan di mana molekul benda akan terdorong keluar sesudah di beri gaya. Pada mampatan, setelah di beri gaya, molekul benda akan terdorong ke dalam (memampat).

Hubungan Antara Gaya Tarik serta Modulus Elastisitas 

Apabila ditulis secara matematis, hubungan pada gaya tarik serta modulus elastisitas mencakup:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang awal mula (m)

Hukum Hooke 

Hukum Hooke menyebutkan bahwa “bila gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Secara matematis ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

F = Gaya luar yang diberikan (N)
k = Konstanta pegas (N/m)
Δx = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)

Hukum Hooke untuk Susunan Pegas 

Susunan Seri 

Bila dua buah pegas yang memiliki tetapan pegas yang sama dirangkaikan secara seri, panjang pegas jadi 2x. Oleh karena itu, persamaan pegasnya yakni sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

Ks = Persamaan pegas
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya serta disusun seri ditulis seperti berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

n = Jumlah pegas

Susunan Paralel 

Bila pegas disusun secara paralel, panjang pegas akan tetap seperti semula, sedangkan luas penampangnya jadi lebih 2x dari semula apabila pegas disusun 2 buah. Mengenai persamaan pegas untuk dua pegas yang disusun secara paralel, yakni:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

Kp = Persamaan pegas susunan paralel
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya sama serta disusun secara paralel, akan dihasilkan pegas yang lebih kuat lantaran tetapan pegasnya jadi lebih besar. Persamaan pegasnya bisa ditulis sebagai berikut ini:
Sumber: gurupendidikan.com
Keterangan:

n = Jumlah pegas

Contoh Soal Hukum Hooke 

Sebuah pegas mempunyai sebuah pertambahan panjang 0,25 meter setelah diberikan gaya. Apabila pada pegas bertuliskan 400 N/m. Berapakah gaya yang dikerjakan ada pegas itu?

Diketahui:

x = 0, 25 m
k = 400 N/m

Ditanya: F….?

Jawaban:

F = k. x
F = 400 N/m x 0, 25 m
F = 100 N

Jadi gaya yang diberikan pada pegas tersebut yaitu 100 Newton.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian, Konsep, Rumus, dan Aplikasi Hukum Hooke, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Hooke di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hukum Hooke. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gurupendidikan.com 
18 May 2017

Pengertian, Fungsi, dan Struktur Pankreas

Pengertian, Fungsi, dan Struktur Pankreas. Pengertian Pankreas, Fungsi Pankreas, dan Struktur Pankreas.

Pengertian Pankreas 

Sumber: alodokter.com
Pankreas yaitu kelenjar dengan panjang 12-15 cm serta lebar 4 cm yang terdapat pada perut serta mempunyai 2 peranan paling utama, yakni menghasilkan enzim pencernaan (Fungsi Eksokrin) serta Menghasilkan hormon (Fungsi Endokrin). Pankreas terdapat pada perut atas memanjang ke arah kiri, serta sisi kepalanya terlihat melekat pada duodenum (Usus 12 jari) jika digambarkan.

Beberapa Sisi Pankreas 

Sumber: bestrong.org.gr
  • Pankreas dibagi jadi 4 sisi paling utama, yakni kepala, leher, tubuh, serta ekor:
  • Kepala Pankreas yaitu sisi yang tampak melekat pada usus halus, Kepala adalah sisi terluas dari pankreas. 
  • Leher Pankreas adalah sisi pankreas yang panjangnya kurang lebih 2,5 cm serta terdapat di antara kepala serta tubuh. 
  • Tubuh Pankeras, yakni sisi pankreas yang terdapat di antara leher serta ekor, disebut juga dengan sisi yang paling penting dari pankreas. 
  • Ekor Pankreas adalah sisi meruncing yang terdapat pada perut kiri, ekor adalah sisi paling akhir dari tubuh pankreas. 
Saluran Pankreas (Duktus Pankreatikus), adalah saluran dari pankreas yang akan menyatu dengan duktus koledukus (saluran empedu) serta akan bermuara di duodenum (Usus 12 jari). Saluran pankreas akan mengeluarkan beragam enzim dari pankreas untuk membantu system pencernaan.

Fungsi Pankreas 

Pankreas adalah organ Eksokrin serta Organ Endokrin hingga mempunyai 2 Peranan Paling utama, yaitu sebagai berikut ini:

Pankrean Sebagai Organ Eksokrin 

Sumber: tabloidbekam.wordpress.com
Saat makanan mulai keluar dari lambung menuju ke usus halus pertama atau duodenum, duodenum akan menghasilkan hormon Kolesistokinin yang akan merangsang pankreas untuk mengeluarkan enzim-enzimnya (getah pankreas) lewat duktus pankreatikus tadi.

Getah Pankreas atau enzim-enzim pencernaan tadi dihasilkan oleh Asini yang disebut sebagai himpunan sel pankreas. Beberapa Kandungan Getah Pankreas antara Lain:

NaCHO3 yaitu adalah cairan yang berperan memberikan kondisi basa pada makanan yang masuk ke duodenum, lantaran makanan yang datang dari lambung punya sifat asam akibat dampak asam lambung.

Jika makanan ini terus punya sifat asam ketika melalui usus maka bisa melukai dinding usus. Tidak hanya itu kondisi asam dapat juga mengakibatkan enzim lain dari getah pankreas tidak aktif.

Lipase Pankreas, adalah enzim yang berperan untuk memecah lemak jadi asam lemak + Gliserol. Tidak hanya bertindak dalam pencernaan lemak, Lipase dapat juga mengatur simpanan lemak supaya tidak terlalu berlebihan dalam tubuh.

Tripsinogen, adalah komponen Proteinase (Pemecah) protein yang belum aktif, Saat aktif, dia akan berubah jadi Enzim Tripsin serta berperan untuk memecah pepton jadi beberapa asam amino.

Amilase Pankreas yaitu Enzim yang berperan mengubah Amilum yang disebut sebagai poliksarida jadi Monosakarida (zat gula paling sederhana). Hal semacam ini dilakukan lantaran tubuh cuma dapat menyerap gula dalam bentuk monosakarida.

Enzim Karbohidrase Pankreas, adalah enzim yang berperan untuk memecah gula pada makanan. Beragam enzim ini berperan memecah disakarida jadi 2 monosakarida (bentuk gula paling simpel). Hal semacam ini dilakukan lantaran tubuh cuma dapat menyerap gula dalam bentuk monosakarida. Contoh Enzim Karbohidrase Pankreas yaitu maltase, laktase, sukrase, dan lain-lain.

Rangkuman: 

Pankreas mempunyai banyak peran sebagai organ Eksokrin, tetapi secara gari besar bisa dibagi jadi 2 peran paling utama:
  • Pankreas berperan untuk menetralisir pH makan yang masuk ke duodenum supaya ada dalam kondisi basa. Maksudnya yaitu supaya makanan tidak punya sifat asam, lantaran makanan yang punya sifat asam bisa melukai dinding usus, serta bisa membuat enzim pankreas lain tidak berfungsi 
  • Pankreas berperan untuk menghasilkan beragam enzim yang bisa mengolah makanan yang masuk ke usus halus. Enzim-enzim ini mempunyai fungsi masing-masing tetapi secara keseluruhnya mereka berperan untuk memecah molekul kompleks jadi molekul yang lebih sederhana supaya bisa diserap oleh badan 

Pankrean Sebagai Organ Endokrin 

Sumber: dosenbiologi.com
Pada Pankreas manusia terdapat pulau langerhans yang menjalani fungsi Endokrin dari pankreas. Pulau Langerhans ini adalah kelompok sel-sel kecil yang menyebar di semua pankreas, kaya akan pembuluh darah serta menyusun 1-2% dari semua massa pankreas.

Pulau Langerhans terdiri atas 4 jenis sel, serta tiap sel menghasilkan hormon yang tidak sama, serta tiap hormon ini mempunyai peranan yang tidak sama juga. 4 sel tersebut yaitu:
  • Sela Alfa Pankreas, adalah sel yang berperan untuk menghasilkan Hormon Glukagon. Hormon Glukagon berperan untuk meningkatkan kandungan gula dalam darah, serta memecah cadangan gula dalam hati lantas membawanya ke darah. 
  • Sel Beta Pankreas, adalah sel yang berperan untuk menghasilkan hormon Insulin. Hormon Insulin berperan untuk menurunkan kandungan gula dalam darah, jika kandungan gula dalam darah berlebihan, maka insulin akan menyimpan gula berlebih itu dalam hati. Jika hormon insulin tidak ada, atau sedikit orang itu akan terserang penyakit diabetes militus. 
  • Sel F Pankreas (Sel Gamma Pankreas), adalah sel yang berperan menghasilkan Polipeptida pankreas. Polipeptida ini bisa berperan untuk memperlambat penyerapan makanan, tetapi fungsi intinya masih tetap belum di ketahui. 
  • Sel Delta Pankreas, adalah sel yang berperan untuk menghasilkan somatostatin. Hormon Somatostatin berperan untuk menghambat sekresi Glukagon oleh sela Alfa pankreas, serta menghambat sekresi Insulin oleh sel beta pankreas, dan menghambat produksi polipeptida oleh Sel F pankreas. Intinya Hormon Somatostatin akan menghambat sekresi sel yang lain. 
Kesimpulan:

Pankreas sebagai Organ Endokrin berperan untuk Mengontrol kandungan gula (Glukosa) di dalam darah.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Struktur Pankreas, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pankreas di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pankreas. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com