Showing posts sorted by relevance for query nilai sosial. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query nilai sosial. Sort by date Show all posts

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai. Hai sahabat semua, bertemu lagi dengan kami yang kali ini akan membahasa tentang Pengertian Nilai, di antaranya mengenai Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Nilai itu sendiri.

Gimana? Menarik bukan? Kalau gitu, langsung saja kita mulai pembahasannya, ya.

Pengertian Nilai menurut Para Ahli 

Sumber: pangeranarti.blogspot.co.id
Pengertian Nilai menurut Spranger yaitu sebuah tatanan yang dijadikan tips oleh individu untuk menimbang serta memilih alternatif ketentuan dalam kondisi sosial tertentu. Dalam pandangan Spranger, kepribadian manusia terbentuk serta berakar pada tatanan nilai-nilai kesejarahan.

Walaupun meletakkan konteks sosial sebagai dimensi nilai dalam kepribadian manusia, tetapi Spranger mengakui akan kemampuan perorangan yang di kenal dengan arti roh subjektif. Sementara itu, kemampuan nilai-nilai kebudayaan adalah roh objektif.

Kemampuan perorangan atau roh subjektif didudukkan dalam posisi primer lantaran nilai-nilai kebudayaan cuma bakal berkembang serta bertahan jika di dukung dan dihayati oleh individu.

Penerimaan nilai oleh manusia tidak dikerjakan secara pasif tetapi secara kreatif serta aktif. Dalam proses manusia menerima nilai ini terjadi hubungan dialektis pada roh objektif dengan roh subjektif.

Artinya, roh objekif bakal berkembang bila di dukung oleh roh subjektif, demikian sebaliknya roh objektif bakal berkembang dengan berpedoman pada roh objektif yang diposisikan sebagai harapan yang harus digapai.

Nilai adalah suatu hal yang dipercaya kebenarannya serta mendorong orang untuk mewujudkannya.
  • Menurut Horrocks
Pengertian Nilai yaitu suatu hal yang memungkinkan individu atau kelompok sosial membuat ketentuan tentang apa yang mau digapai atau sebagai suatu hal yang diperlukan.

Secara dinamis, nilai dipelajari dari produk sosial dan secara perlahan-lahan diinternalisasikan oleh individu dan diterima sebagai milik bersama dengan kelompoknya.

Nilai adalah standar konseptual yang relatif stabil, di mana secara eksplisit ataupun implisit menuntun individu dalam memastikan tujuan yang mau digapai dan akitvitas dalam rangka memenuhi kepentingan psikologi.

Dari pengertian nilai yang dikemukakan beberapa ahli di atas, bisa disimpulkan kalau Nilai yaitu suatu hal yang dijadikan sebagai tips dalam hal memperhitungkan ketentuan yang akan di ambil kemudian.

Nilai adalah suatu hal yang miliki sifat abstrak, lantaran meliputi pemikiran dari seseorang. Penilaian yang dikerjakan oleh individu yang satu belum tentu sama juga dengan individu yang satu.

Berikutnya bakal dibicarakan tentang macam-macam nilai di bawah ini:
  • Beberapa macam nilai menurut Spranger, yakni: 
  1. Nilai keilmuan adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama. 
  2. Nilai agama adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama. 
  3. Nilai ekonomi yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni. 
  4. Nilai Seni adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material. 
  5. Nilai Solidaritas adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa. 
  6. Nilai Kuasa yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. 
Dari beberapa macam nilai yang dijelaskan di atas, nilai yang dominan pada masyarakat tradisional yaitu nilai solidaritas, nilai seni serta nilai agama. Nilai yang dominan pada masyarakat modern adalah nilai keilmuan, nilai kuasa serta nilai ekonomi.

Sebagai konsekuensi dari proses pembangunan yang berjalan secara terus-menerus, yang memungkinkan terjadinya pergeseran nilai-nilai itu.

Pergeseran nilai keilmuan serta nilai ekonomi akan cenderung lebih cepat dibanding dengan nilai-nilai yang lain bila memakai model dinamik-interaktif.

Ini adalah konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang memberikan prioritas ada pembangunan ekonomi serta ditunjang oleh cepatnya perkembangan pengetahuan serta tehnologi.
  • Menurut Andrain, nilai nilai mempunyai 6 ciri atau karakteristik. Berikut ini 6 karakteristik nilai: 
Umum serta abstrak. 

Nilai yaitu patokan umum mengenai suatu hal yang dicita - citakan atau dianggap baik. Nilai dapat dikatakan umum sebab tidak bakal ada masyarakat tanpa pedoman umum mengenai suatu hal.

Yang dianggap baik, patut, layak, pantas sekaligus suatu hal jadi larangan atau tabu untuk kehidupan masing masing kelompok. Nilai sosial mempunyai karakter abstrak, artinya nilai tidak cuma dilihat sebagai benda secara fisik nampak, bisa diraba maupun difoto

Konsepsional 

Nilai mempunyai ciri konsepsional artinya kalau nilai nilai itu cuma di ketahui bersumber pada perkataan ucapan, tulisan serta perilaku seseorang atau kelompok orang.

Nilai Mengandung Kualitas moral 

Kualitas moral sebuah masyarakat baik individu maupun kelompok ditetapkan oleh nilai nilai yang diyakini oleh masyarakat itu.

Nilai tidak selama-lamanya realistik 

Nilai yang ada pada masyarakat umumnya berbentuk idealis atau tidak dapat secara penuh dilakukan. Hal semacam ini karena karakter nilai yang abstrak hingga pemahamannya tidak mampu sama untuk setiap individu dalam masyarakat itu.

Dalam bermasyarakat, Nilai miliki sifat campuran dan Cenderung bersifat stabil. 

Nilai dapat juga disimpulkan sebagai karakter dari suatu hal yang bepengaruh dalam kehidupan manusia, baik secara lahir ataupun batin.

Makna dari nilai secara teoritis adalah satu kepercayaan yang dapat untuk dijadikan pertanggung jawaban baik dalam hubungan antar sesama serta dalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Dan untuk lebih lengkapnya, berikut ini akan di sampaikan pengertian serta definisi nilai menurut beberapa pakar lainnya:
  1. Ralp Perry: Nilai yang dijelaskan oleh Ralp Perry adalah sebuah objek yang datang dari ketertarikan sebuah individu 
  2. Fraenkel: Fraenkel memaparkan nilai adalah satu ide konsep maupun gagasan tentang apa yang dipikirkan seseorang serta dianggap penting. 
  3. Kupperman: Pengertian nilai menurut Kupperman yaitu satu patokan yang miliki sifat normatif serta bisa memengaruhi manusia dalam memastikan satu pilihan. 
  4. Louis O. Kattsof: Nilai dibagi jadi dua jenis oleh Louis, di mana ada nilai intristik yang disebut nilai yang semulanya udah bernilai, serta yang kedua yaitu nilai instrumental di mana nilai adalah hasil dari suatu hal akibat dipakai sebagai fasilitas dalam menggapai sebuah tujuan. 
  5. Mulyana: Menurut Mulyana, nilai yaitu sebuah kepercayaan dan referensi untuk memastikan satu pilihan. 
  6. Gordon Allport: Gordon menerangkan kalau nilai adalah sebuah kepercayaan yang bisa bikin seseorang melakukan tindakan bersumber pada pilihannya. 
  7. Danandjaja: Nilai menurut Danandjaja yaitu satu pengertian yang dipunyai seseorang akan suatu hal yang lebih penting ataupun kuran penting, apa yang lebih baik serta kurang baik, dan juga apa yang lebih benar serta apa yang salah. 
  8. Kluckhohn: Kluckhon menyampaikan kalau nilai adalah satu konsepsi dari apa yang dikehendaki serta memengaruhi seseorang dalam memastikan tindakan pada langkah dan juga tujuan yang ingin digapai.
  9. Notonagoro: Menurut Notonagoro, nilai terdiri dari tiga nilai pokok, yakni nilai vital, materil, serta rohani. 
  10. Purwodarmito: Menurut Purwodarmito nilai bisa dijelaskan jadi lima hal yang salah satunya yaitu harga suatu hal, harga sesuai sama taksiran, angka kepandaian, sebuah kualitas, serta beberapa karakter penting. 
  11. Kimball Young: Pengertian nilai menurut Kimball Young yaitu anggapan abstrak serta kerapkali tidak diakui apa sesungguhnya yang penting dalam masyarakat. 
  12. AW Green: AW Green menjelaskan kalau nilai adalah kesadaran berjalan dengan dibarengi emosi pada sebuah objek.
  13. Hendropusptio: Nilai menurut Hendropuspito yaitu segala suatu hal yang masyarakat bisa hargai lantaran nilai memiliki daya guna yang fungsional serta punya pengaruh dalam perubahan kehidupan mausia. 
  14. Simanjuntak: Pengertian nilai menurut B. Simanjuntak yaitu beberapa gagasan yang berkembang pada masyarakat tentang suatu hal yang baik. 

Beberapa macam Nilai serta Pengertiannya 

  • Nilai Sosial 
Nilai yaitu alat yang memperlihatkan argumen dasar kalau langkah pelaksanaan atau kondisi akhir tertentu lebih digemari secara sosial dibanding langkah pelaksanaan atau kondisi akhir yang berlawanan. 

Macam-macam nilai: 

  • Nilai Budaya 
Pengertian: terkait dengan pemikiran, rutinitas, serta hasil karya cipta manusia yang disebut dengan sebuah hal yang dianggap baik atau buruk untuk kehidupan. Serta suatu hal yang abstrak, tetapi hal itu jadi pedoman untuk kehidupan masyarakat.
  • Nilai Moral 
Pengertian: terkait dengan perbuatan baik serta buruk sebagai dasar kehidupan manusia serta masyarakat, istilah manusia menyebut ke manusia atau orang yang lain dalam tindakan yang mempunyai nilai positif atau negatif.
  • Nilai Agama 
Pengertian: terkait dengan beberapa ketetapan yang sudah ditetapkan Allah SWT serta utusan-utusannya. Satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama.
  • Nilai Politik 
Pengertian: terkait dengan cara manusia dalam mencetak kemenangan. Sebuah aktivitas bangsa yang mempunyai tujuan untuk membuat, menjaga, serta mengamandemen beberapa ketentuan umum yang mengatur kehidupannya, yang memiliki arti tidak bisa lepas dari tanda-tanda konflik serta kerja sama.
  • Nilai Sosial 
Pengertian: nilai yang diyakini oleh sebuah masyarakat, tentang apa yang dianggap baik serta apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Untuk memastikan suatu hal itu dapat dikatakan baik atau buruk, layak atau tidak layak mesti melalui proses menimbang. Hal semacam ini jelas sangat di pengaruhi oleh kebudayaan yang diyakini masyarakat.

Tidak heran jika antara orang-orang yang satu serta orang-orang yang lain ada ketidaksamaan tata nilai.
  • Nilai Keilmuan 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama.
  • Nilai Ekonomi 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni.
  • Nilai Seni 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material.
  • Nilai Solidaritas 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa.
  • Nilai Kuasa 
Pengertian: yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya.
  • Nilai Material 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi tentang segala suatu hal yang bermanfaat untuk jasmani manusia. Satu diantara contoh nilai material yaitu sandang serta pangan.
  • Nilai Vital 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan segala suatu hal yang bermanfaat untuk manusia dalam melakukan beragam kesibukan. Satu diantara contoh nilai vital yaitu buku pelajaran yang bermanfaat untuk siswa ketika belajar.
  • Nilai Religius 
Pengertian: adalah nilai keohanian paling tinggi serta mutlak dan bersumber pada keyakinan atau kepercayaan manusia.
  • Nilai Kerohanian 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan semua suatu hal yang terkait dengan keperluan rohani manusia. Satu diantara contoh nilai kerohanian yaitu melaksanakan ibadah.

Nilai kerohanian dibedakan lagi jadi 4 jenis yakni: 

  1. Nilai kebenaran (fakta) yang bersumber dari unsur akal manusia (ratio, budi, cipta). Contoh nilai kebenaran: Bumi itu memiliki bentuk bulat, garam rasa-rasanya asin, gula rasa-rasanya manis, matahari yaitu bintang, manusia bernapas dengan oksigen, dan lain-lain. 
  2. Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetis). Contoh: Tari-tarian, lukisan, patung, perhiasan, dan lain-lain. 
  3. Nilai moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau tekad (karsa, norma). Contoh: etika dalam orang-orang, larangan, ketentuan, kebiasaan istiadat, dan lain-lain. 
  4. Nilai religious yang disebut nilai ketuhanan, kerohanian yang paling tinggi serta mutlak. Contoh: Ritual-ritual keagamaan. 
Tidak hanya itu, ada pula nilai sosial yang dilihat dari karakter, ciri, serta tingkat keberadaannya. Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial di lihat dari sifatnya: 
  1. Nilai Kepribadian yaitu nilai-nilai yang membentuk kepribadian (karakter) seseorang. Contoh nilai kepribadian yaitu lingkungan, emosi, kreatifitas, ide, inspirasi, dan lain-lain. 
  2. Nilai kebendaan yaitu nilai yang bisa diukur dari manfaatnya sehari-hari. Contoh nilai kebendaan yaitu meja, alat tulis, dan lain-lain. 
  3. Nilai biologis yaitu nilai yang terkait dengan kehidupan manusia. Contoh nilai biologis yaitu berolahraga serta melindungi kesehatan. 
  4. Nilai hukum yaitu nilai yang perlu dipatuhi oleh tiap orang tanpa terkecuali Contoh nilai hukum yaitu undang-undang, pidana, serta perdata. 
  5. Nilai pengetahuan yaitu nilai yang didapat dari pengalaman atau proses belajar. Contoh nilai pengetahuan yaitu ilmu serta buku pengetahuan. 
  6. Nilai agama yaitu nilai yang erat hubungan dengan ketuhanan. Nilai ini sesuai dengan agama serta kepercayaannya masing-masing. Contoh nilai agama yaitu kitab suci, cara melaksanakan ibadah, serta upacara adat. 
  7. Nilai keindahan yaitu nilai yang mencerminkan estetika serta kebudayaan. Contoh nilai keindahan yaitu lukisan, tarian, patung, perhiasan, dekorasi, dan lain-lain. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada cirinya: 
Sumber: pelajaransekolahonline.com
  1. Nilai yang tercernakan atau mendarah daging yaitu nilai yang sudah mendarah daging dalam manusia jadi kepribadian serta perasaan. Misalnya yaitu rasa ingin membantu. 
  2. Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai-nilai yang lain. Banyak aspek yang menjadikan nilai itu dominan seperti jumlah penganut, umur, serta kedudukan nilai itu. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada tingkat keberadaannya: 
  1. Nilai yang berdiri dengan sendiri yaitu nilai yang udah ada di dalam manusia atau sebuah hal mulai sejak pertama kalinya di ciptakan. Misalnya emas yang berkilau, manusia yang tampan atau cantik, serta panorama yang asri.
  2. Nilai yang tidak berdiri dengan sendirinya yaitu nilai yang didapat manusia atau sebuah hal lantaran usaha atau pertolongan dari pihak lain. Misalnya kepandaian, ketrampilan, serta keindahan pada sebuah hasil kerajinan. 
  • Nilai Logika 
Pengertian: yaitu nilai benar atau salah.
  • Nilai Estetika 
Pengertian: yaitu nilai indah atau tidak indah.
  • Nilai Etika 
Pengertian: yakni nilai mengenai baik atau tidak baik.
  • Nilai Kebenaran 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
  • Nilai Keindahan 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada unsur perasaan manusia.
  • Nilai Watak 
Pengertian: nilai yang mencakup seluruh tantangan, kekeliruan pribadi serta sosial termasuk juga keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, serta kesediaan mengontrol diri.
  • Nilai Kejasmanian 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang terkait dengan keadaan jasmani seseorang.
  • Nilai Perserikatan 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang mencakup beragam bentuk perserikatan manusia serta persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
  • Nilai Rekreasi 
Pengertian: yakni nilai-nilai permainan pada saat senggang, hingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan ataupun memberikan kesegaran jasmani serta rohani.
  • Nilai Dominan 
Pengertian: nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai yang lain.
  • Nilai yang Mendarah Daging 
Pengertian: nilai yang sudah jadi kepribadian serta rutinitas seseorang menjalankannya secara tidak sadar.
  • Nilai Subjektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang tergantung pada subyek yang menilainya.
  • Nilai Objektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang menempel pada objeknya serta tidak tergantung pada subyek yang menilainya (bersifat universal).
  • Nilai Kesusilaan 
Pengertian: nilai yang terkait dengan sopan santun dalam beragam kegiatan masyarakat.
  • Nilai Spiritual 
Pengertian: nilai spiritual yaitu nilai yang ada di dalam kejiwaan manusia.

Ciri Nilai sosial 

  1. Adalah hasil ciptaan masyarakat lewat hubungan antara warga masyarakat. 
  2. Disebarkan dikalangan warga masyarakat lewat proses sosialisasi (proses pelajar) 
  3. Adalah sisi dari usaha pemenuhan keperluan dan kepuasan sosial. 
  4. Tidak sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. 
  5. Bisa mempengaruhi pengembangan diri warga masyaraka dengan tingkat dampak yang tidak sama antara warga masyarakat. 
  6. Nilai-nilai sosial yang ada pada masyarakat, satu sama lain cenderung terkait 

Fungsi Nilai Sosial

Sumber: jokowarino.id
  1. Kehadiran nilai-nilai sosial mempunyai fungsi spesifik dalam masyarakat. Beberapa fungsi itu di antaranya sebagai berikut ini:
  2. Mengarahkan masyarakat dalam berpikir serta beringkah laku. 
  3. Penentu untuk warga masyarakat dalam memenuhi fungsi sosialnya (mendorong/berikan motivasi orang untuk melakukan tindakan sesuai dengan peranannya) 
  4. Alat untuk menumbuhkan solidaritas dikalangan anggota masyarakat. 
  5. Pengawas (kontrol) tingkah laku manusia dengan daya tekan serta daya mengikat tertentu supaya orang berperilaku sesuai sama nilai yang diyakininya.
Dan, tak terasa, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, yang membahas tuntas mengenai Ciri, Fungsi, Macam Jenis, dari Pengertian Nilai. Mudah-mudahan semuanya jelas dan paham, ya. Makasih udah meluangkan waktu untuk belajar bersama.

Siap-siap untuk pembahasan selanjutnya, see yaa.

Referensi:

Pengertian Perubahan Soial : Teori, Bentuk Dan Faktor Perubahan Sosial


PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL 

Berikut ini adalah Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar :

  • Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang meliputin unsur – unsur kebudayaan baik secara materi ataupun bukan materi. 
  • Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang melibatkan susunan serta manfaat orang-orang. 
  • Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung pada orang-orang. 
  • Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial adalah sebuah macam dari langkah hidup dalam sebuah lingkungan orang-orang. Perubahan itu mungkin terjadi lantaran perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, serta dapat lantaran timbulnya penemuan-penemuan baru oleh orang-orang. 
  • Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yaitu modifikasi dari pola kehidupan orang-orang. 
  • Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yaitu semua perubahan pada beragam instansi orang-orang dalam sebuah lingkungan orang-orang yang memengaruhi system sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku pada bebrapa grup dalam orang-orang. 

Bersumber pada dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita bisa menyimpulkan Pengertiannya, yakni :

Perubahan Sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam sebuah lingkungan sosial yang mencakup beragam unsur serta mengakibatkan terjadinya perubahan pada system sosial dalam lingkungan itu. Perubahan Sosial melitputi perubahan susunan serta manfaat orang-orang, termasuk juga salah satunya nilai – nilai sosial, etika, serta beragam pola dalam kehidupan manusia.

TEORI – TEORI PERUBAHAN SOSIAL 

Perubahan terjadi lantaran ada modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam keadaan yang mengakibatkan terjadinya modifikasi itu. Keadaan itu bisa diterangkan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini :
  • Teori Evolusi (Evolutionary Theory) 
olusi menerangkan kalau perubahan sosial mempunyai arah tetap serta dihadapi tiap orang-orang. Arah tetap yang disebut yaitu perubahan sosial bakal terjadi bertahap, dari mulai awal hingga perubahan paling akhir. Ketika sudah terwujud perubahan paling akhir tidak bakal terjadi perubahan lagi.

Pada intinya Teori Evolusi Berdasar pada Teori Evolusi Darwin serta di pengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling punya pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yakni :

  1. Emile Durkheim memiliki pendapat kalau perubahan lantaran sebuah evolusi memengaruhi perorganisasian orang-orang, terlebih dalam merajut hubungan kerja.
  2. Ferdinand Tonnies memiliki pendapat kalau orang-orang berubah dari orang-orang simpel yang memiliki hubungan erat serta komperatif jadi type orang-orang besar yang merajut hubungan terspesialisasi serta impersonal. 

Teori ini mempunyai kekurangan, lantaran tidak dapat menerangkan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Orang-orang Berubah? ”, teori ini cuma menerangkan beragam perubahan yang terjadi.

  •  Teori Perseteruan (Conflict Theory) 

Teori ini menerangkan kalau Perubahan Sosial bisa terbentuk dari perseteruan. Perseteruan ini datang dari pertentangan kelas pada grup penguasa dengan grup orang-orang yang tertindas hingga melahirkan satu perubahan sosial yang bisa merubah system sosial itu.

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori ini yaitu Karl Marx serta Ralf Dahrendort.

  1. Menurut Karl Marx, Perseteruan kelas sosial adalah sumber yang paling perlu serta paling punya pengaruh pada seluruh perubahan sosial yang terjadi. 
  2. Menurut Ralf Dahrendort, Tiap Perubahan sosial adalah hasil dari perseteruan yang terjadi dalam kelas orang-orang. 


  • Teori Manfaatonalis 

Teori Manfaatonalis menerangkan kalau, Perubahan Sosial adalah sebuah yang konstan serta tidak membutuhkan keterangan. Oleh karenanya perubahan sosial mungkin mengacaukan sebuah keseimbangan dalam orang-orang. Jadi Teori Fungsional cuma terima perubahan yang berguna untuk orang-orang, sedang perubahan yang tidak berguna bakal dibuang (tidak digunakan).

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori ini yaitu :

  1. William Ogburn. Menurut dia, meskipun unsur – unsur orang-orang sama-sama terkait keduanya, tetapi kecepatan perubahan tiap unsur tidaklah sama. 
Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

  •  Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menerangkan kalau, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama dengan teori evolusi), tetapi perubahan tidak bakal berhenti pada bagian “terakhir” yang prima, tetapi bakal berputar kembali pada awal untuk peralihan ke bagian berikutnya. Hingga digambarkan seperti Satu siklus.

Tokoh yang punya pengaruh dalam teori siklus yaitu Oswald Spenger serta Arnold Toynbee.
Oswald memiliki pendapat kalau tiap orang-orang berkembang lewat 4 step, contoh sederhananya yaitu perkembangan manusia :

  1. Masa-masa Kanak – kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewasa 
  4. Masa-masa Tua. 

Arnold Toynbee menyampaikan kalau perubahan sosial, baik itu perkembangan ataupun sebuah kemunduran, bisa diterangkan lewat ide konsep – ide konsep kemasyarakatan yang senantiasa terkait keduanya, yakni tantangan serta respon.

BENTUK – BENTUK PERUBAHAN SOSIAL 

Ada Beragam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi, silakan dikaji teman dekat :

1. Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat serta perubahan sosial yang terjadi secara cepat.
Perubahan Evolusi, biasanya perubahan secara lambat disebut dengan evolusi. Perubahan ini membutuhkan saat yang lama, serta umumnya perubahan terjadi tanpa ada rencana terlebih dulu, perubahan terjadi dapat tergantung pada orang – orang yang berkuasa pada masa-masa spesifik.

Perubahan Revolusi, biasanya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi merubah mendasar – mendasar serta penopang kehidupan orang-orang kurun waktu yang singkat.

2. Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar serta Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil.
Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yaitu perubahan yang bisa memengaruhi kehidupan bermasyarakat, tetapi tidak mempunyai arti perlu dalam susunan sosial. Misalnya yaitu perubahan jenis baju yang tidak tidak mematuhi nilai serta etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yaitu perubahan yang mempunyai efek besar dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya yaitu perubahan system pemerintahan.

3. Perubahan yang direncanakan serta perubahan yang tanpa rencana.
Perubahan yang direncanakan yaitu perubahan sosial dengan persiapan masak serta rencana, misalnya yaitu program keluarga merencanakan.

Perubahan tanpa rencana yaitu program tanpa ada persiapan serta rencana, misalnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa geser ke lingkungan baru.

4. Perubahan yang diinginkan serta perubahan yang tidak diinginkan.
Perubahan yang diinginkan yaitu perubahan sosial yang di setujui oleh orang-orang yang berkaitan. Misalnya yaitu Rencana pada ketentuan spesifik lewat sudah di setujui dalam rapat.
Perubahan yang tidak diinginkan yaitu kebalikan dari perubahan yang diinginkan.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL 

1. Aspek Internal
Aspek internal yaitu Aspek yang datang dari dalam lingkungan orang-orang yang berkaitan. Berberapa aspek internal yaitu :

  • Aspek Perkembangan Penduduk 
  • Ada Penemuan Baru 
  • Invensi (Gabungan baru dari sebuah pengetahuan yang udah ada) 
  • System Ideologi (kepercayaan pada nilai – nilai spesifik) 

2. Aspek Eksternal
Aspek Eksternal yaitu kebalikan dari aspek internal, yakni aspek yang datang dari luar lingkungan orang-orang yang berkaitan.

  • Lingkungan Fisik (Misalnya Musibah atau bencana alam) 
  • Peperangan 
  • Dampak Kebudayaan Lain

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial. Pengertian Perubahan Sosial, Teori Tentang Perubahan Sosial Menurut Para Ahli, dan Bentuk Perubahan Sosial yang terjadi dalam kehidupan.

Pengertian Perubahan Sosial

Sumber: umum-pengertian.blogspot.co.id
Berikut ini yakni Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar:
  1. Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yakni perubahan yang meliputi unsur–unsur kebudayaan baik secara materi maupun bukan materi. 
  2. Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yakni perubahan yang melibatkan susunan dan peranan masyarakat. 
  3. Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung atau terhubung antar masyarakat. 
  4. Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial yaitu satu macam dari berbagai cara hidup dalam satu lingkungan masyarakat. Perubahan itu mungkin saja terjadi karena perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, dan dapat karena munculnya penemuan-penemuan baru oleh masyarakat di lingkungan itu sendiri. 
  5. Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yakni modifikasi dari pola kehidupan masyarakat. 
  6. Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yakni seluruh perubahan pada beragam macam lembaga masyarakat dalam satu lingkungan masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku antara beberapa kelompok yang ada pada masyarakat. 
Dan berdasarkan dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita dapat menyimpulkan Pengertian Perubahan Sosial, yaitu:

Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam satu lingkungan sosial yang meliputi beragam macam unsur dan menyebabkan terjadinya perubahan pada sistem sosial dalam lingkungan itu.

Perubahan Sosial meliputi perubahan susunan dan peranan masyarakat, juga termasuk satu diantaranya nilai–nilai sosial, etika, dan beragam macam pola dalam kehidupan manusia.

Teori–Teori Perubahan Sosial

Sumber: blog.unnes.ac.id
Perubahan terjadi karena adanya modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam macam kondisi yang menyebabkan terjadinya modifikasi itu. Kondisi itu dapat dijelaskan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini:

Teori Evolusi (Evolutionary Theory)

Teori Evolusi menjelaskan bila perubahan sosial memiliki arah tetap dan dirasakan setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud yakni perubahan sosial akan terjadi bertahap, mulai dari awal sampai perubahan paling akhir. Disaat udah terwujud perubahan paling akhir tidak akan terjadi perubahan lagi.

Pada dasarnya Teori Evolusi Berpegang teguh pada Teori Evolusi Darwin dan dipengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling mempunyai pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yaitu:

Emile Durkheim 

Emile Durkheim berpendapat bila perubahan terjadi karena satu evolusi mempengaruhi pengorganisasian masyarakat, terutama dalam menjalin hubungan kerja.

Ferdinand Tonnies 

Ferdinand Tonnies memiliki pendapat bila masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif jadi tipe masyarakat besar yang menjalin hubungan khusus dan impersonal.

Teori ini memiliki kekurangan, karena tidak bisa menjelaskan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Masyarakat Berubah?”, teori ini hanya menjelaskan beragam macam perubahan yang terjadi.
Sumber: media.shafira.com

Teori Konflik (Conflict Theory) 

Teori ini menjelaskan bila Perubahan Sosial dapat terbentuk dari konflik. Konflik ini datang dari pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok masyarakat yang tertindas sampai melahirkan satu perubahan sosial yang dapat mengubah sistem sosial itu.

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni Karl Marx dan Ralf Dahrendort.
Menurut Karl Marx, Konflik kelas sosial yaitu sumber yang paling penting dan paling mempunyai pengaruh pada semua perubahan sosial yang terjadi.

Menurut Ralf Dahrendort, Setiap Perubahan sosial yaitu hasil dari konflik yang terjadi dalam kelas masyarakat.

Teori Fungsionalis 

Teori Fungsionalis menjelaskan bila, Perubahan Sosial yaitu satu yang konstan dan tidak memerlukan keterangan. Oleh sebab itu perubahan sosial mungkin saja mengacaukan satu keseimbangan dalam masyarakat. Jadi Teori Fungsional hanya menerima perubahan yang bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan perubahan yang tidak bermanfaat akan dibuang (tidak dipakai).

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni William Ogburn. Menurutnya, walaupun unsur–unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan perubahan setiap unsur tidaklah sama. Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menjelaskan bila, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama seperti teori evolusi), namun perubahan tidak akan berhenti di bagian “terakhir” yang sempurna, namun akan berputar kembali ke awal untuk peralihan ke sisi selanjutnya.

Sampai digambarkan seperti Satu buah siklus.
Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori siklus yakni Oswald Spenger dan Arnold Toynbee.
Oswald berpendapat bila setiap masyarakat berkembang lewat 4 sisi, contoh sederhananya yakni perubahan manusia:
  1. Masa-masa Kanak–kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewas, dan
  4. Masa-masa Tua. 
Arnold Toynbee mengemukakan bila perubahan sosial, baik itu perkembangan maupun satu kemunduran, dapat dijelaskan lewat konsep–konsep kemasyarakatan yang selalu berkaitan satu sama lain, yaitu tantangan dan tanggapan.

Bentuk–Bentuk Perubahan Sosial

Sumber: adityamedian.blogspot.co.id
Ada Beragam macam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi:

Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat dan perubahan sosial yang terjadi secara cepat

Perubahan Evolusi, umumnya perubahan secara lambat disebut juga dengan evolusi. Perubahan ini memerlukan waktu yang lama, dan biasanya perubahan terjadi tanpa ada gagasan lebih dahulu, perubahan terjadi bisa bergantung pada orang–orang yang berkuasa pada beberapa masa spesifik.

Perubahan Revolusi, umumnya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut juga dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi mengubah dasar–dasar dan penopang kehidupan masyarakat dalam tempo yang singkat.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar dan Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil

Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yakni perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, namun tidak memiliki arti penting dalam susunan sosial. Contohnya yakni perubahan bentuk pakaian yang tidak melanggar nilai dan etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yakni perubahan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya yakni perubahan sistem pemerintahan.

Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tanpa gagasan

Perubahan yang direncanakan yakni perubahan sosial dengan persiapan yang matang dan rencana, contohnya yakni program keluarga berencana.

Perubahan tanpa gagasan yakni program tanpa adanya persiapan dan gagasan, contohnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa pindah ke lingkungan baru.

Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki yakni perubahan sosial yang di setujui oleh masyarakat yang terkait. Contohnya yakni Gagasan pada ketentuan tertentu yang udah di setujui dalam rapat. Perubahan yang tidak dikehendaki yakni kebalikan dari perubahan yang dikehendaki.
Aspek–Aspek yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Sumber: kulpulan-materi.blogspot.co.id
Secara garis besar, aspek–aspek yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dibagi jadi 2, yaitu:

Aspek Internal 

Aspek internal yakni Aspek yang datang dari dalam lingkungan masyarakat yang terkait. Berberapa aspek internal yakni:
  1. Aspek Perkembangan Masyarakat 
  2. Ada Penemuan Baru 
  3. Invensi (Gabungan baru dari satu pengetahuan yang telah ada) 
  4. Sistem Ideologi (kepercayaan pada nilai–nilai spesifik) 
Aspek Eksternal 

Aspek Eksternal yakni kebalikan dari aspek internal, yaitu aspek yang datang dari luar lingkungan masyarakat yang terkait:
  1. Lingkungan Fisik (Contohnya Musibah atau bencana alam) 
  2. Peperangan 
  3. Dampak Kebudayaan Lain
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perubahan Sosial di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perubahan Sosial. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Moral : Nilai Moral Dalam Kehidupan

Pengertian Moral

Untuk dapat memahami moral itu sendiri, perlu memahami struktur antropologis yang ada dalam diri manusia. Struktur antropologis manusia terdiri atas jasad, ruh, dan akal. Hal ini selaras dengan pendapat Lickona, yang menekankan tiga komponen moral yang baik, yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral), dan moral action (perbuatan moral), yang diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan, dan mengerjakan nilai-nilai kebajikan. Istilah lainnya adalah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Moral berasal dari nilai tentang sesuatu. Suatu nilai yang diwujudkan dalam bentuk perilaku anak itulah yang disebut moral. Jadi suatu moral melekat dengan nilai dari perilaku tersebut. Karenanya tidak ada perilaku anak yang tidak bebas dari nilai. Hanya barangkali sejauh mana kita memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam perilaku seorang anak atau sekelompok anak memungkinkan berada dalam kondisi tidak jelas. Manusia yang hidup di dunia ini berjumlah ratusan miliar dan terus berkembang dengan pesat. Angka kelahiran dan kematian terus meningkat tetapi seimbang tetapi terkadang jumlah kelahiran lebih cepat meningkat.

Dengan meningkatnya angka kelahian secara otomatis maka jumlah penduduknya makin meningkat. Banyak sekali generasi muda pada zaman sekarang sangat kurang dalam penilaian sikap dan tingkah lakunya kepada para orang tua dan pada teman seumurannya.

Banyak dari generasi muda saat ini telah rusak dan tidak sopan atau hormat kepada orang tua atau sesorang yang umurnya lebih tua dari dirinya. Hal ini di sebabkan karena tidak adanya pengarahan moral yang di berikan ke pada anak tersebut. Sebenarnya apa moral itu akan di jelaskan sebagai berikut.

Pengertian Moral Menurut Para Ahli


  • Pengerian moral dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006) : Dituliskan bahwa moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku. 
  • Pengertian moral dalam Hurlock (Edisi ke-6, 1990) : mengatakan bahwa perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat.  Perilaku moral dikendalikan konsep konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya. 
  • Pengertian moral menurut Webster New word Dictionary (Wantah, 2005) : bahwa moral adalah sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya tingkah laku.
  • Dian Ibung : bahwa moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang. 
  • Maria Assumpta : pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia. Hal ini mirip bila dikatakan bahwa orang yang bermoral atau dikatakan memiliki moral adalah manusia yang memanusiakan orang lain.
  • Bapak Sonny Keraf : bahwa moral merupakan sebuah tolak ukur. Moral dapat digunakan untuk mengukur kadar baik dan buruknya sebuah tindakan manusia sebagai manusia, mungkin sebagai anggota masyarakat (member of society) atau sebagai manusia yang memiliki posisi tertentu atau pekerjaan tertentu. 
  • Bapak Zainuddin Saifullah Nainggolan : bahwa pengertian moral adalah suatu tendensi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat. Pengertian moral kali ini erat hubungannya dengan akhlak manusia ataupun fitrah manusia yang diciptakan memang dengan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  • Bapak Imam Sukardi : bahwa pengertiam moral adalah kebaikan kebaikan yang disesuaikan dengan ukuran ukuran tindakan yang diterima oleh masyarakat atau umum, meliputi kesatuan sosia maupun lingkungan tertentu. Disini, dapat anda perhatikan bahwa pengertian moral selalu dihubungkan dengan adat istiadat suatu masyarakat.
  • Menurut Wantah (2005) : Moral adalah sesuatu yang harus dilakukan atau tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk menentukan siapa yang benar dan perilaku yang baik dan buruk.
  • Menurut W. J. S. Poerdarminta : Menyatakan bahwa ajaran moral dari perbuatan baik dan buruk dan perilaku.
  • Menurut Dewey : Mengatakan bahwa masalah moral yang berkaitan dengan nilai-nilai moral.
  • Menurut Baron dkk : Mengatakan bahwa moral yang terkait dengan pelarangan dan mendiskusikan tindakan yang benar atau salah.
  • Menurut Magnis-Susino : Mengatakan bahwa moral selalu mengacu pada baik orang miskin sebagai manusia, sehingga aspek moral kehidupan manusia dalam hal kebaikan sebagai manusia.

Nilai Moral Dalam Kehidupan


  • Religius


Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

  • Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  • Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

  • Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi  berbagai  hambatan  belajar  dan  tugas,  serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  • Kerja Keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi  berbagai  hambatan  belajar  dan  tugas,  serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  • Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

  • Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

  • Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

  • Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

  • Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

  • Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

  • Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

  • Bersahabat/komunikatif

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

  • Cinta Damai

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

  • Gemar membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

  • Peduli lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

  • Peduli sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

  • Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pengertian Reformasi : Tujuan Dan Faktor Pendorong Reformasi

Pengertian Reformasi

Reformasi secara etimologis berasal dari kata “reformation” dengan akar kata “reform” yang secara semantik bermakna “make or become better by removing or putting right what is bad or wrong”. Reformasi merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.

Makna reformasi dewasa ini banyak disalah artikan sehingga gerakan masyarakat yang melakukan perubahan yang mengatasnamakan gerakan reformasi juga tidak sesuai dengan gerakan reformasi itu sendiri. Hal ini terbukti dengan maraknya gerakan masyarakat dengan mengatasnamakan gerakan reformasi, melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan makna reformasi itu sendiri.

Secara harfiah reformasi memiliki makna suatu gerakan untuk memformat ulang, menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat.

Reformasi merupakan suatu perubahan perikehidupan lama dengan tatanan perikehidupan baru yang secara hukum menuju ke arah perbaikan. Gerakan reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 merupakan suatu gerakan untuk mengadakan pembaharuan dan prubahan terutama perbaikan dalam bldang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan pendidikan.

Syarat - Syarat Dalam Gerakan Reformasi

Pertama : suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan-penyimpangan. Masa pemerintahan ORBA banyak terjadi suatu penyimpangan-penyimpangan, misalnya asas kekeluargaan menjadi “nepotisme” kolusi dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat pembukaan UUD 1945 serta batang tubuh UUD 1945.

Kedua : suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas (landasan ideologis) tertentu, dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Jadi reformasi pada prinsipnya suatu gerakan untuk mengembalikan pada dasar nilai-nilai sebagaimana dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Tanpa landasan visi dan misi ideologi yang jelas maka gerakan reformasi akan mengarah anarkisme, disintegrasi bangsa dan akhirnya jatuh pada kehancuran bangsa dan negara Indonesia, sebagaimana yang telah terjadi di Uni Soviet dan Yugoslavia.

Ketiga : suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu acuan reformasi. Reformasi pada prinsipnya gerakan untuk mengadakan suatu perubahan untuk mengembalikan pada suatu tatanan struktural yang ada, karena adanya suatu penyimpangan. Maka reformasi akan mengembalikan pada dasar serta sistem negara demokrasi, bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat sebagaimana terkandung dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945.

Reformasi harus mengembalikan dan melakukan perubahan ke arah sistem negara hukum dalam arti yang sebenarnya sebagaimana terkandung dalam penjelasan UUD 1945, yaitu harus adanya perlindungan hak-hak asasi manusia, peradilan yang bebas dari pengaruh penguasa, serta legalitas dalam arti hukum.

Oleh karena itu reformasi itu sendiri harus berdasarkan pada kerangka hukum yang jelas. Selain itu reformasi harus diarahkan pada suatu perubahan ke arah transparasi dalam setiap kebijaksanaan dalam penyelenggaraan negara karena hal ini sebagai manesfestasi bahwa rakyatlah sebagai asal mula kekuasaan negara dan rakyatlah segaa aspek kegiatan negara. Atau dengan prinsip, bahwa “Tiada Reformasi dan Demokrasi tanpa supremasi hukum dan tiada supremasi hukum tanpa reformasi dan demokrasi”.

Keempat : Reformasi diakukan ke arah suatu perubahan kearah kondisi serta keadaan yang lebih baik dalam segala aspeknya antara lain bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta kehidupan keagamaan. Dengan lain perkataan reformasi harus dilakukan ke arah peningkatan harkat dan martabat rakyat Indonesia sebagai manusia demokrat, egaliter dan manusiawi.

Kelima : Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etik sebagai manusia yang berkeTuhanan Yang Yaha Esa, serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa. Atas dasar lima syarat-syarat di atas, maka gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka perspektif pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideologi, sebab tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas, maka reformasi akan mengarah kepada disintegrasi, anarkisme, brutalisme, dengan demikian hakekat reformasi itu adalah keberanian moral untuk membenahi yang masih terbengkalai, meluruskan yang bengkok, mengadakan koreksi dan penyegaran secara terus-menerus, secara gradual, beradab dan santun dalam koridor konstitusional dan atas pijakan/tatanan yang berdasarkan pada moral religius.

Tujuan Reformasi

Melihat situasi politik dan kondisi ekonomi yang semakin tidak terkendali, rakyat Indonesia menjadi semakin kritis, bahwa Indonesia di bawah pemerintahan Orde Baru tidak berhasil menciptakan negara yang makmur, adil, dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Atas kesadaran itu, rakyat secara bersama-sama dengan dipelopori oleh mahasiswa dan para cendekiawan mengadakan suatu gerakan yang dikenal dengan nama Gerakan Reformasi.

Tujuan gerakan reformasi secara umum adalah memperbarui tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bidang ekonomi, politik, hukum, dan sosial agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Secara khusus, tujuan gerakan reformasi, antara lain:

  1. Reformasi politik bertujuan tercapainya demokratisasi.
  2. Reformasi ekonomi bertujuan meningkatkan tercapainya masyarakat.
  3. Reformasi hukum bertujuan tercapainya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
  4. Reformasi sosial bertujuan terwujudkan integrasi bangsa Indonesia.

Faktor Pendorong Reformasi

Faktor pendorong terjadinya reformasi di Indonesia terutama terletak pada bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial.

  • Faktor Politik

Faktor dalam bidang politik yang mendorong munculnya reformasi di Indonesia antara lain:

  1. Adanya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dalam kehidupan pemerintahan. Adanya rasa tidak percaya kepada pemerintah Orba yang penuh dengan nepotisme dan kronisme serta merajalelanya korupsi.
  2. Kekuasaan Orba di bawah Soeharto otoriter tertutup.
  3. Adanya keinginan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Mahasiswa menginginkan perubahan.

  • Faktor ekonomi

Faktor dalam bidang ekonomi yang mendorong munculnya reformasi di Indonesia antara lain:

  1. Adanya krisis mata uang rupiah.
  2. Naiknya harga barang-barang kebutuhan masyarakat.
  3. Sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok.

  • Faktor Hukum

Faktor dalam bidang hukum yang mendorong munculnya reformasi di Indonesia adalah belum adanya keadilan dalam perlakuan hukum yang sama di antara warga negara.

Faktor Sosial

Faktor dalam bidang sosial yang mendorong munculnya reformasi di Indonesia adalah adanya kerusuhan tanggal 13 dan 14 Mei 1998 yang melumpuhkan perekonomian rakyat.

Pengertian Struktur Sosial : Klasifikasi Dan Fungsi Struktur Sosial

Pengertian Struktur Sosial

Manusia tentunya harus memahami tentang struktur sosial setelah memahami tentang arti dari kata sosial. Ini dikarenakan karena manusa adalah makhluk sosial dengan individu yang berbeda serta beragam sehingga perlu dibentuk adanya suatu kelompok atau golongan yang membentuk suatu struktur seperti jika kita ingin membuat suatu bangunan atau rumah. Pengertian struktur sosial secara umum adalah kumpulan individu dengan pola perilaku yang beragam. Struktur sosial juga bisa diartikan sebagai sebuah bangunan sosial yang tersusun atas berbagai unsur pembentuk masyarakat. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan secara fungsional antara yang satu dengan lainnya. Ini menyebabkan adanya perubahan jika terjadi perubahan di salah satu unsur tersebut. Ada pula yang mendefinisikan struktur sosial sebagai suatu tatanan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang bisa tersusun secara vertical contohnya kelompok laki-laki dan kelompok perempuan atau secara horizontal contohnya kelompok bermain.

Kata struktur berasal dari sebuah kata bahasa latin “structum” yang mempunyai arti menyusun atau membangun. Oleh karena itu, strktur diartikan sebagai susunan terhadap sesuatu yang memiliki dasar, bagian, ataupun unsur-unsur tertentu yang membentuk suatu susunan. Jadi pengertian struktur sosial diatas bisa dikatakan benar karena struktur sosial memang sangat tepat digambarkan sebagai sebuah bangunan. Ada hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam struktur sosial yaitu kesejahteraan. Kesejahteraan tidak bisa dibagikan secara merata karena jumlah sumber daya alam yang terbatas oleh karena itu sering terjadi pembedaan bentuk struktur masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Ada beberapa ahli dalam bidang ilmu sosial yang mengemukakan pendapat mengenai pengertian struktur sosial.

  • Menurut koentjaraningrat : mengemukakan bahwa pengertian struktur sosial adalah suatu kerangka yang dapat menggambarkan kaitan antara berbagai elemen dalam masyarakat. 
  • Menurut Raymond Firth : yang dimaksud dengan struktur sosial adalah suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terbentuk dari banyak individu dan meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi serta banyak meliputi lembaga dimana di dalamnya terdapat orang yang ambil bagian.
  • Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi : Struktur sosial merupaka keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial.
  • Menurut Soerjono Soekanto : Menurut Soerjono Soekanto, struktur sosial berarti hubungan timbal balik antarposisi sosial dan antar peran. Dengan demikian, struktur sosial dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang mengakibatkan timbal balik bail berupa status dan peranan maupun perilaku dalam bermasyarakat. 

Struktur sosial merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial pokok, yang meliputi:

  1. Kelompok sosial,
  2. Kebudayaan,
  3. Lembaga sosial,
  4. Strati kasi sosial,
  5. Kekuasaan dan wewenang.


  • Abdul Syani (Dalam Basrowri, 69;2005) : Struktur sosial adalah suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok.
  • D. Hendropuspito (89;1999) : Struktur sosial adalah skema penempatan nilai-nilai sosio-budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai, demi berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan, dan demi kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relatif lama.
  • Firth (Dalam Basrowri, 67;2005) ; Struktur sosial dianggap sama dengan organisasi sosial yang mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang lebih fundamental yang  memberikan bentuk dasar pada masyarakat, yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisatoris.
  • Menurut George Simmel : struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
  • George C. Homans : Mengatakan bahwa struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
  • William Kornblum : struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
  • Menurut E.R. Lanch struktur sosial adalah cita-cita tentang distribusi kekuasaan di antara individu dan kelompok sosial.

Klasifikasi Struktur Sosial

  • Klasifikasi Macam-Macam Struktur Sosial
Para ahli sosiologi telah mengklasifikasikan struktur sosial dalam beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Struktur Kaku dan Struktur Luwes

Struktur kaku (rigid) adalah struktur yang tidak dapat diubah. Misalnya peristiwa yang dialami RD (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu). Ketika ditahan karena terkait dengan kasus hukum dalam dana nonbudgeter DKP, ia masih diminta oleh para mahasiswanya memberikan kuliah, karena belum ada orang yang bisa menggantikan posisinya sebagai pengajar (dosen). Struktur luwes (elastic) adalah kebalikan dari struktur kaku, di mana perubahan-perubahan dalam pola susunannya dibiarkan terjadi. Misalnya dalam sebuah rapat terbuka, penambahan jumlah peserta rapat dibiarkan saja, karena dirasa semakin banyak orang, akan semakin banyak pula ide-ide yang tercipta.

2. Struktur Formal dan Struktur Informal

Struktur formal adalah struktur yang diakui oleh pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Misalnya koperasi, PT, CV, Struktur pemerintahan,dan sebagainya. Struktur informal adalah struktur yang nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya adat-istiadat, penggunaan pola bahasa “gaul”, dan sebagainya.

3. Struktur Homogen dan Struktur Heterogen

Struktur homogen adalah struktur sosial di mana unsur-unsur di dalamnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar. Misalnya dalam kesebelasan sepak bola. Dalam struktur itu, setiap anggota diberi kesempatan yang sama, dan oleh karenanya juga mempunyai pengaruh yang sama untuk memenangkan pertandingan bagi kesebelasannya. Nama baik dan kesuksesan kesebelasan itu bukan monopoli orang (pemain) tertentu, tetapi milik bersama.

Struktur heterogen adalah struktur sosial yang unsur-unsur di dalamnya tidak mempunyai kedudukan yang sama dalam memberi pengaruh ke dalam dan ke luar. Misalnya dalam organisasi kenegaraan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya, di sini terdapat unsur struktur yang mempunyai pengaruh paling besar sampai paling kecil.

4. Struktur Mekanis dan Struktur Statistik

Struktur mekanis adalah struktur yang menuntut posisi yang tetap sama dari anggotaanggotanya agar dapat menjalankan fungsinya  dengan baik. Misalnya struktur keluarga, di mana kedudukan tiap-tiap anggota keluarga merupakan suatu mekanisme yang tidak dapat ditukar/ digantikan tanpa membawa kerugian. Misalnya pada saat ayah sakit dan dirawat di rumah sakit, sedangkan anak-anaknya masih kecil, maka kehidupan keluarga akan terganggu, karena tidak ada yang menggantikan posisinya. Struktur statistik adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik jika persyaratan jumlah anggota tertentu dipenuhi. Perubahan dalam satu atau dua unsur tidak menimbulkan gangguan yang berarti bagi seluruh struktur. Misalnya penambahan jumlah anggota polisi, karena menyesuaikan jumlah pertambahan penduduk.

5. Struktur Kewibawaan dan Struktur Kerja Sama

Struktur kewibawaan adalah struktur atas dasar kewibawaan yang dibuat oleh anggota-anggota dengan berpegang pada prinsip yang mereka setujui bersama. Seluruh wewenang diserahkan kepada unsur pimpinan. Misalnya struktur sosial dalam masyarakat feodal, di mana para anggota masyarakat dituntut untuk taat pada pemimpinnya tanpa mendapat kesempatan mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Struktur kerja sama adalah struktur yang didasarkan atas musyawarah. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan apa dan bagaimana usaha bersama itu akan dilaksanakan.

6. Struktur Atas dan Bawah

Struktur atas adalah struktur yang diduduki oleh segolongan orang yang memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, misalnya kaum bangsawan, pejabat, penguasaha, dan tokoh adat. Struktur bawah adalah tempat bagi golongan masyarakat bawah, seperti buruh, petani, gelandangan, dan sebagainya.

Fungsi Struktur Sosial


  • Fungsi identitas, yaitu sebagai penegas identitas yang dimiliki suatu kelompok.
  • Fungsi kontrol yaitu untuk mengontrol individu yang berada dalam struktur sosial tertentu.
  • Fungsi pembelajaran, yaitu dengan adanya struktur sosial individu dapat belajar melalui interaksi yang terjadi di dalamnya.


Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara : Sejarah dan Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila merupakan kata yang biasa kita dengar, tentu saja, apa lagi rakyat indonesia. tapi tahukah teman-teman pengertian pancasila sebagai dasar Negara ?...Pancasila sebagai dasar negara biasanya disebut dengan falsafah negara atau dasar negara (philosopiche grondslag) ideologi negara, dari negara. Pancasila difungsikan sebagai dasar yang mengatur pemerintahan negara, artinya pancasila digunakan untuk mengatur segala pemerintahan negara indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara adalah pandangan hidup bangsa yang tertuang dalam Pancasila dan menjadi jati diri bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman normatif bagi penyelenggaraan bernegara.

Pengertian Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia dapat dilihat dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi "Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkeudalatan rakyat dengan berdasar kepada ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beraadap, persatuan indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia".

Norma Hukum Pokok atau pokok kaidah fundamental suatu negara yang jika dilihat dalam segi hukum memiliki hakikat dan kedudukan yang tetap, kuat dan tak dapat diganggu gugat kebenarannya dan keberadaannya serta tidak akan berubah bagi negara terbentuk, artinya "tak dapat berubah-ubah walaupun dengan jalan hukum" atau apapun. Fungsi dan Kedudukan Pancasila sebagai pokok kaidah fundamental adalah UUD berada dibawah pancasila dan bersumber dari pancasila. atau sumber dan  kedudukan UUD berasal dan berada dibawah pokok kaidah fundamental yakni Pancasila.

Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai pancasila menjadi pedoman normatif bagi penyelenggaraan bernegara. Konsekuensi dari rumusan ini yaitu seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai pancasila. Penyelenggaraan bernegara di Indonesia mengacu pada hal-hal yang tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan, nilai-nilai berKemanusiaan, nilai-nilai berKesatuan, nilai-nilai Kerakyatan dan nilai-nilai Keadilan.

Menurut Listyono Santoso, pada masa sekarang ini mengembalikan atau menegaskan kembali kedudukan pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan suatu tuntutan penting oleh karena telah banyak terjadi kesalahan penafsiran atas pancasila di masa lalu tersebut. Pengalaman yang sebelumnya menunjukkan adanya tafsir tunggal dan monolitik atas pancasila. Para oknum negara yang telah menjadikan pancasila bukan sebagai sistem norma dan koridor dalam menjalankan dan mengarahkan bangsa, tetapi pancasila telah direduksi sebagai alat kekuasaan untuk mengendalikan semua elemen bangsa dengan dogmatise ideologi. Pereduksian dan pemaknaan atas pancasila dalam pengertian yang sempit dan politis ini berakibat pada :
  1. Pancasila dipahami sebagai sebuah mitos.
  2. Pancasila dipahami secara politik ideologis untuk kepentingan kekuasaaan.
  3. Nilai-nilai pancasila menjadi nilai yang disotopia tidak sekedar otopia.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan suatu hal yang penting, jika pancasila diabaikan dalam penyelenggaraan bernegara akan menjadi kacau. Oleh karena itu hendaknya kita generasi penerus bangsa untuk selalu mengamalkan pancasila sebagai dasar negara kita. Berikutnya akan dibahas mengenai sejarah pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Jadi,."Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara" adalah pancasila dijadikan sebagai dasar negara untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. Sedangkan Pancasila menurut Ketetapan MPR No.III/MPR/2000 merupakan sumber hukum dasar nasional.

Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara 

Berbicara mengenai sejarah pancasila sebagai dasar negara, Pada era reformasi, ada keinginan berbagai pihak dan kalangan untuk melakukan penafsiran kembali atas pancasila dalam kedudukannya bagi bangsa dan negara Indonesia. Oleh karenanya terdapat berbagai istilah seperti reposisi, reaktualisasi, radikalisasi, redefinisi, rejuvenasi, revitalisasi reimplementasi, dekonstruksi ideologi dan lain sebagainya. Beragam kedudukan, posisi serta penafsiran atas pancasila pada bangunan negara Indonesia agar pancasila tidak lagi “terdistorsi dan terdiskreditkan” karena pengalaman masa lalu. Pendapat berbagai pihak khususnya para ahli tersebut patut dihargai sebagai suatu wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Pada tahun 1998 Dr. Koentowijoyo dalam tulisannya Radikalisassi Pancasila mengatakan perlunya kita memberi ruh baru di dalam pancasila, sehingga ia akan mampu menjadi suatu kekuatan yang menggerakkan sejarah. Selama ini pancasila hanya dijadikan janji di bibir saja (lip service), tidak ada pemerintah yang sungguh-sungguh melaksanakannya. Di sisi lain telah terjadi penyelewengan-penyelewengan terhadap pancasila, baik pada masa orde lama maupun pada orde baru. Ruh baru inilah yang dinamakan radikalisasi pancasila.

Radikalisasi pancasila berarti:
  • Mengembalikan pancasila sesuai dengan jati dirinya, yaitu pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila yang sesuai dengan jati dirinya di dalam memberi visi kenegaraan
  • Mengganti pandangan atau persepsi dari pancasila sebagai ideologi menjadi pancasila sebagai ilmu,
  • Mengusahakan agar pancasila memiliki konsistensi dengan produk-produk perundangan, koherensi antarsila di dalamnya dan korespondensi dengan realitas sosial.
  • Pancasila yang semula melayani kepentingan vertikal menjadi pancasila yang melayani kepentingan horizontal.

Fungsi Pancasila

Dalam kedudukannya sebagai dasar negara Republik Indonesia maka Pancasila berfungsi sebagai sumber dari segala sumber hukum (sumber tertib hukum) Negara Indonesia. Dengan demikian Pancasila ialah :

  • asas kerohanian tertib hukum Indonesia
  • suasana kebatinan (geistlichenhinterground) dari UUD
  • cita-cita hukum bagi hukum dasar negara
  • Pandangan hidup Bangsa Indonesia.
  • Pancasila Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
  • Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia.
  • Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia.
  • Cita- cita dan tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia, ialah masyarakat adil serta makmur yang merata materil serta spiritual yang berdasarkan Pancasila.
Perjanjian Luhur berarti Pancasila telah disepakati secara nasional sebagai dasar negara tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang pada PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia)
Sumber dari segala sumber tertib hukum berarti , bahwa segala peraturan perundang- undangan yang telah berlaku di Indonesia harus bersumberkan pada Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila.

Pancasila ialah sebagai kepribadian bangsa Indonesia, yang berarti Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia serta ialah ciri khas bangsa Indonesia dalam sikap mental ataupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain.

Makna Dari Pancasila

  • Nilai-nilai pada pancasila dasarnya ialah nilai filsafat yang sifatnya mendasar
  • pancasila sebagai dasar negara yang mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi dasar atau menjadi pedoman bagi penyeleggaraan bernegara.
  • nilai dasar pancasila ialah bersifar abstrak , normatif serta nilai itu menjadi motivator kegiatan dalam penyelaggaraan bernegara.

Pengertian Demokrasi Pancasila : Prinsip Dan Nilai Pancasila


Pada sistem demokrasi terdapat macam-macam demokrasi yang sudah digunakan, dan demokrasi yang sudah digunakan oleh Indonesia merupakan sistem demokrasi pancasila. Mengenai pengertian demokrasi pancasial adalah suatu sistem demokrasi yang dalam pelaksanaannya lebih mengutamakan pada azas musyawarah mufakat untuk menjalankan kepentingan bersama atau kepentingan seluruh rakyat. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki ideologi yang tercantum di Pancasila, olehnya itu pada setiap sila yang ada di pancasila harus dijalankan pada kehidupan sehari-hari oleh rakyatnya agar dapat menunjang kemajuan terhadap negara Indonesia.

Pancasila pertama kali cetuskan oleh Ir. Soekarna pada sidang BPUPKI di tanggal 1 juni 1945 yang akhirnya sampai saat ini pada tanggal 1 Juni telah ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila. Nah, agar supaya lebih jelasnya lagi kami akan membahas pengertian demokrasi pancasila agar dapat menyelesaikan tugas makalah Pancasila.

Pengertian Demokrasi Pancasila, Ciri, Nilai dan Prinsipnya 

Pada pengertian demokrasi pancasila, harus dipahami bahwa sistem yang kita anut tidak sekedar hanya omongan dan dipikiran saja, akan tetapi harus diaktualkan dalam kehidupan keseharian, nah untuk kita seluruh yang ingin menjalankan sistem demokrasi pancasila harus tahu seperti apa itu demokrasi pancasila, berikut ini pengertian demokrasi pancasila yaitu sebagai berikut : 
  • Demokrasi pancasila adalah suatu sistem demokrasi yang berdasarkan pada azas kekeluargaan dan gotong royong yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat, mempunyai kandungan berbentuk unsur-unsur kesadaran dalam bereligius, menjungjung tinggi kebenaran, budi pekerti luhur dan kecintaan, berkesinambungan dan berkepribadian Indonesia.
  • Pada sistem demokrasi pancasila, untuk sistem pengorganisasian negaranya dilakukan oleh rakyat itu sendiri atau persetujuan melalui rakyat. 
  • Pada demokrasi pancasila, untuk kebebasan individu tidak memiliki sifat mutlah, akan tetapi harus sesuai atau diselaraskan dengan adanya tanggung jawab sosial.
  • Dalam demokrasi pancasila, adanya keuniversalan cita-cita di mana demokrasi sudah dipadukan dengan apa yang menjadi cita-cita dalam hidup bangsa indonesia yang dijiwai dengan adanya semangan kekeluargaan sehingga tidak ada lagi yang mendominasi minoritas atau mayoritas. 

Adapun beberapa pengertian demokrasi pancasila menurut para ahli yaitu :

  • Pengertian demokrasi pancasila menurut Prof Notonegoro yang telah mengemukakan bahwa pengertian demokrasi pancasila adalah sebuah sistem di mana kerakyatan yang di pimpin oleh adanya hikmat kebijaknaan dalam sebuah permusyawaratan dan adanya perwakilan serta dengan ingin mewujudukan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. 
  • Pengertian Demokrasi Pancasila menurut Kansil adalah suatu sistem kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan yang merupakan hasil sila keempat dari Dasar Negara Pancasila yang telah tercantum di alinea ke 4 Pembukaan undang-undang dasar 1945.
  • Pengertian demokrasi pancasila menurut Prof. Dardji Darmo Diharjo bahwa suatu pahaman demokrasi yang berdasar pada sebuah kepribadian dan falsafah dalam kehidupan bangsa indonesia yang telah dituangkan dalam ketentuan UUD 1945. 
  • Pengertian demokrasi pancasila dalam GBHN pada tahun 1978 dan tahun 1983 menetapkan bahwa segala pembangunan politik Indonesia itu diarahkan untuk dapat lebih memantapkan pada perwujudan demokrasi Pancasila. Dalam rangka untuk memantapkan sebuah stabilitas politik yang dinamis serta adanya pelaksanaan mekanisme pancasila, itu dibutuhkan adanya pemantapan dalam kehidupan konstitusional, tegaknya hukum dan kehidupan demokrasi. 

Demokrasi pancasila memiliki 2 azas yang terbentuk yaitu : 

  • Azas kerakyatan yaitu azas yang berdasar pada kesadaran terhadap kecintaan kepada rakyat, nasib dengan manunggal dan cita-cita rakyat, serta mempunyai sebuah jiwa kerakyatan atau dalam arti untuk menghayati kesadaran bahwa semuanya senasib dan memiliki cita-cita yang sama dengan yang lain. 
  • Azas Musyawarah untuk meraih mufakat, yaitu azas yang berdasar pada memperhatikan dan sikap menghargai aspirasi dari seluruh rakyat yang jumlah banyak dan melewati forum permusyawaratan di dalam rangka untuk pembahasan dalam menyatukan segala macam pendapat yang keluar dan untuk mencapai mufakat yang dijalankan dengan adanya rasa kasih sayang serta pengorbanan agar mendapatkan kebahagiaan bersama-sama. 

Pada demokrasi pancasila terdiri atas beberapa prinsip-prinsip demokrasi pancasila yaitu : 

  • Prinsip demokrasi pancasila yang berTuhanan yang Maha Esa, yang berarti kalau demokrasi harus selalu dijiwai dan harus berdasar pada nilai-nilai ketuhanan. 
  • Prinsip demokrasi pancasila dalam menjunjung tinggi HAM atau Hak Asasi Manusia) yang artinya bahwa demokrasi pancasila mesti menghargai dan harus melindungi hak-hak asasi manusia di Indonesia. 
  • Prinsip demokrasi pancasila dalam berkedaulatan rakyat yang berarti bahwa kepentingan rakyat harus lebih dijunjung tinggi ketimbang kepentingan pribadi 
  • Prinsip demokrasi pancasila harus di dukung oleh warga negara, yang berarti bahwa sistem demokrasi pancasila harus didukung oleh warga negara Indonesia dalam soal hak serta kewajibannya dan dapat melakukan perannya masing-masing dalam sistem demokrasi pancasila yang telah diatur. 
  • Prinsip demokrasi pancasila menggunakan prinsip pemisahan kekuasaan yang berarti bahwa dala negara demokrasi harus menganut sistem pemisahaan kekuasaan, di mana pada setiap masing-masing di lembaga negara mempunyai wewenang dan fungsinya. 
  • Prinsip demokrasi pancasila harus menjamin adanya perkembangan otonomi daerah yang berarti bahwa negara harus menjamin terhadap adanya perkembangan setiap daerah untuk memajukan segala potensi yang ada didaerahnya secara masing-masing dengan berdasarkan pada ketentuan yang sudah berlaku. 
  • Prinsip demokrasi pancasila memiliki penerapan konsep negara hukum yang berarti kalau negara Indonesia harus berdasarkan pada ada ketentuan hukum, jadi bukan pada kekuasaan semata, sehingga jika ada tindakan atau kebijakan pemerintah yang dikerjakan harus merujuk pada hukum yang sudah berlaku. 
  • Prinsip demokrasi pancasila sudah menjamin diselenggarakannya mengenai peradilan yang bebas, tidak memihak dan merdeka, hal ini berarti bahwa badan peradilan tidak akan dapat terpengaruh dan dipengaruhi oleh siapapun karena sudah ada aturan yang sudah mengikat. 
  • Prinsip demokrasi pancasila, menumbuhkan sebuah kesejahteraan rakyat, yang berarti kalau demokrasi pancasila dikembangkan yang bertugas untuk menjamin dan mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan kualitas hidup rakyat pada semua aspek kehidupan baik itu batin maupun yang lahir. 
  • Prinsip demokrasi pancasila yang berkeadilan sosial yang berarti kalau system demokrasi pancasila memiliki tujuan akhir dengan berupaya mewujudkan ketatanegaraan yang baik dan dapat terwujudnya keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Demokrasi Pancasila

Nilai-nilai moral yang terkandunga dalam demokrasi pancasila antara lain yaitu:

  • Adanya rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Menjunjung tinggi kepada nilai-nilai kemanusiaan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia.
  • Menjamin dan dapat mempersatukan bangsa;
  • Berguna untuk mewujudkan keadilan sosial

Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya


Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya|Secara Umum, Pengertian Budaya Organisasi yaitu suatu karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi contoh organisasi untuk membedakan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Atau budaya organisasi juga disimpulkan sebagai nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima serta dipahami secara bersama-sama oleh anggota organisasi sebagai dasar dalam ketentuan perilaku yang ada di dalam organisasi tersebut.

Asal muasal budaya organisasi bersumber dari pendirinya karena pendiri dari organisasi itu mempunyai pengaruh besar akan budaya awal organsiasi baik dalam hal kebiasaan atau ideologi. Misalnya misi yang bisa ia paksakan pada seluruh anggota organsiasi. Dimana hal semacam ini dilakukan langkah pertama yaitu dengan merekrut dan mempertahankan anggota yang sepaham. 

Kedua, melakukan indokrinasi dan mensosialisasikan cara pikir dan berperilaku pada karyawan. Selanjutnya yang terakhir yaitu pendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi diri, dan jika organisasi mengalami perkembangan maka organisasi akan meraih kesuksesan, visi, serta pendiri akan dipandang sebagai faktor penentu utama kesuksesan.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli 

Susanto: Pengertian budaya organisasi menurut susanto adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka harus bertingkah laku atau berperilaku.

Robbins: Budaya organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.

Gareth R. Jones: Definisi budaya organisasi menurut Gareth R. Jones adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, suatu sistem dari makna bersama.

Walter R. Freytag: Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag bahwa budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak disadari yang mampu mengikat kepaduan suatu organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.

Larissa A. Grunig, et.al. : Menurut Larissa A. Grunig, et. al.., bahwa budaya organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.

Lathans (1998): Budaya organisasi menurut Lathans (1998) adalah norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya. 

Sarpin (1995): Pengertian budaya organisasi menurut sarpin adalah suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur system formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi. 

Schein: Menurut Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu, dengan maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi masalah-masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.

Mondy dan Noe (1996): Menurutnya budaya organisasi adalah system dari shared values, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.

Hodge, Anthony dan Gales (1996):  Budaya organisasi menurut mereka adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).

Fungsi Budaya Organisasi 

1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi
2. Alat pengorganisasian anggota 
3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi 
4. Mekanisme kontrol perilaku 
5. Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang. 
6. Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.  

Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Fungsi budaya biasanya sulit dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya adalah gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada fungsi-fungsi budaya, yakni :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai penyatu suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kekuatan untuk membentuk nilai lebih
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme penyesuaian pada perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state

Sedangkan menurut Robbins (1999 : 294) fungsi budaya didalam suatu organisasi yaitu :
1. Budaya memiliki suatu peran dalam menetapkan tapal batas
2. Budaya berarti jati diri untuk suatu anggota organisasi
3. Budaya memudahkan munculnya komitmen
4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

Dan menurut pendapat Siagian (1992 : 153) mencatat lima fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Sebagai penentu batas-batas tingkah laku dalam arti memastikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dilihat baik atau tidak baik, memastikan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan perasaan jati diri dalam suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen kepada kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat untuk seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang berkaitan.

Menurut pendapat Beach (Horrison, 1972) mencatat tujuh fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Menentukan hal penting yang menjadi dasar organisasi, standar kesuksesan dan kegagalan harus bisa diukur.
2. Memaparkan bagaimana sumber-sumber organisasi digunakan dan untuk kepentingan apa.
3. Menciptakan apa organisasi dan anggotanya bisa saling mengandalkan satu sama lain.
4. Membuat beberapa cara pengontrolan tingkah laku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tak abash yakni memastikan dimana kekuasaan terletak dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya Organisasi

Berdasarkan hasil riset yang menunjukkan kalau ada tujuh karakteristik paling utama yang secara keseluruhan yakni sebagai berikut :
1. Innovation and Risk Talking (Inovasi dan pengambilan resiko), yaitu suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk menjadi inovatif serta mengambil resiko
2. Attention to Detail (Perhatian pada hal-hal detail), dimana pekerja diharapkan menunjukkan ketepatan, alaisis, serta perhatian pada hal detail.
3. Outcome Oritentation (Orientasi pada manfaat), yang mana manajemen menitik beratkan pada hasil atau manfaat dari yang tidak hanya sekedar teknik serta proses untuk memperoleh manfaat itu.
4. People Orientation (Orientasi pada orang), dimana ketentuan manajemen memperhitungkan pengaruh manfaatnya pada orang dalam organisasi.
5. Team Orientation (Orientasi pada tim), dimana kegiatan kerja di organisasi berdasar tim daripada individual
6. Aggresiveness (Agresivitas), dimana orang cenderung lebih agresif serta kompetitif daripada easygoing,
7. Stability (Stabilitas), yang mana kegiatan organisasional tersebut mengutamakan pada menjaga status quo sebagai lawan daripada perkembangan.

Contoh-Contoh Budaya Organisasi

1. Kerapian Administrasi
Budaya organisasi dalam hal keraian administrasi, adalah yang perlu dihidupkan dalam organisasi, baik itu surat-menyurat, keuangan, pendapatan karyawan, barang masuk/keluar, dan sebagainya yang membantu untuk kinerja organisasi.

2. Pembagian Wewenang Yang Jelas
Hal semacam ini adalah kunci yang bisa menentukan keberhasilkan akan kemampuan dalam sebuah perusahaan. Dengan tidak adanya pembagian wewenang kinerja mungkin saja para anggota atau karyawan dalam perusahaan itu akan kebingungan mana yang dijalankan serta mana yang tidak.

3. Kedisiplinan
Kedisiplinan adalah budaya organisasi yang melekat dimana pun berada. Dimana disiplin adalah karakter dari orang-orang berhasil yang bisa menghargai waktu.

4. Inovasi
Budaya organisasi umumnya akan mendorong anggota team untuk melahirkan beberapa inspirasi kreatif dan inovasi baru untuk tujuan organisasi yakni kemajuan organisasi.

Teori-Teori Budaya Organisasi

Suatu teori komunikasi mengenai seluruh simbol komunikasi seperti tindakan, kebiasaan, dan percakapan serta makna yang dilekatkan pada simbol tersebut . Konteks perusahaan, budaya organisasi dianggap sebagai salah satu strategi dari perusahaan dalam mencapai tujuan dan kekuasaan. Teori budaya organisasi ini mempunyai beberapa anggapan dasar yaitu sebagai berikut:

1. Anggota-anggota organisasi membuat dan menjaga perasaan yang dimiliki bersama akan suatu realitas organisasi, yang menyebabkan suatu pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini yaitu nilai yang dimiliki organisasi. Nilai adalah standar dan prinsip-prinsip yang ada dalam sebuah budaya.

2. Penggunaan dan interpretasi simbol yang sangat penting dalam budaya organisasi. Disaat seseorang memahami simbol itu, maka seseorang akan dapat bertindak menurut budaya dari organisasinya.

3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam. Dimana tiap-tiap organisasi mempunyai budaya yang berbeda-beda dan tiap-tiap individu dalam organisasi itu mempunyai penafsiran budaya dengan berbeda. Umumnya, perbedaan budaya dalam organisasi malah menjadi kekuatan dari organisasi sejenis lainnya. 

Sumber-sumber Budaya Organisasi

Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001 : 264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yakni :
1. Pengaruh umum dari luar yang luas
Meliputi beberapa aspek yang tidak bisa dikendalikan atau hanya sedikit bisa dikendalikan oleh organisasi.

2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas umpamanya kesopansantunan dan kebersihan.

3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik permasalahan eksternal ataupun internal organisasi akan memperoleh penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Kesuksesan menangani berbagai permasalahan itu adalah dasar untuk tumbuhnya budaya organisasi.

Unsur-Unsur Budaya Organisasi

1. Asumsi dasar
2. Seperangkat nilai dan Kepercayaan yang dipercayai
3. Pemimpin
4. Pedoman mengatasi permasalahan
5. Berbagai nilai
6. Pewarisan
7. Acuan perilaku
8. Citra dan Brand yang khas
9. Penyesuaian

Jenis-Jenis Budaya Organisasi

1. Berdasarkan Proses Informasi
a. Budaya Rasional
b. Budaya Idiologis
c. Budaya Konsensus
d. Budaya Hierarkis

2. Berdasarkan Tujuannya
a. Budaya Organisasi Perusahaan
b. Budaya Organisasi Publik
c. Budaya Organisasi Sosial