Showing posts sorted by relevance for query norma sosial. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query norma sosial. Sort by date Show all posts

Pengertian Struktur Sosial : Klasifikasi Dan Fungsi Struktur Sosial

Pengertian Struktur Sosial

Manusia tentunya harus memahami tentang struktur sosial setelah memahami tentang arti dari kata sosial. Ini dikarenakan karena manusa adalah makhluk sosial dengan individu yang berbeda serta beragam sehingga perlu dibentuk adanya suatu kelompok atau golongan yang membentuk suatu struktur seperti jika kita ingin membuat suatu bangunan atau rumah. Pengertian struktur sosial secara umum adalah kumpulan individu dengan pola perilaku yang beragam. Struktur sosial juga bisa diartikan sebagai sebuah bangunan sosial yang tersusun atas berbagai unsur pembentuk masyarakat. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan secara fungsional antara yang satu dengan lainnya. Ini menyebabkan adanya perubahan jika terjadi perubahan di salah satu unsur tersebut. Ada pula yang mendefinisikan struktur sosial sebagai suatu tatanan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang bisa tersusun secara vertical contohnya kelompok laki-laki dan kelompok perempuan atau secara horizontal contohnya kelompok bermain.

Kata struktur berasal dari sebuah kata bahasa latin “structum” yang mempunyai arti menyusun atau membangun. Oleh karena itu, strktur diartikan sebagai susunan terhadap sesuatu yang memiliki dasar, bagian, ataupun unsur-unsur tertentu yang membentuk suatu susunan. Jadi pengertian struktur sosial diatas bisa dikatakan benar karena struktur sosial memang sangat tepat digambarkan sebagai sebuah bangunan. Ada hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan dalam struktur sosial yaitu kesejahteraan. Kesejahteraan tidak bisa dibagikan secara merata karena jumlah sumber daya alam yang terbatas oleh karena itu sering terjadi pembedaan bentuk struktur masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Ada beberapa ahli dalam bidang ilmu sosial yang mengemukakan pendapat mengenai pengertian struktur sosial.

  • Menurut koentjaraningrat : mengemukakan bahwa pengertian struktur sosial adalah suatu kerangka yang dapat menggambarkan kaitan antara berbagai elemen dalam masyarakat. 
  • Menurut Raymond Firth : yang dimaksud dengan struktur sosial adalah suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terbentuk dari banyak individu dan meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi serta banyak meliputi lembaga dimana di dalamnya terdapat orang yang ambil bagian.
  • Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi : Struktur sosial merupaka keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial.
  • Menurut Soerjono Soekanto : Menurut Soerjono Soekanto, struktur sosial berarti hubungan timbal balik antarposisi sosial dan antar peran. Dengan demikian, struktur sosial dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang mengakibatkan timbal balik bail berupa status dan peranan maupun perilaku dalam bermasyarakat. 

Struktur sosial merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial pokok, yang meliputi:

  1. Kelompok sosial,
  2. Kebudayaan,
  3. Lembaga sosial,
  4. Strati kasi sosial,
  5. Kekuasaan dan wewenang.


  • Abdul Syani (Dalam Basrowri, 69;2005) : Struktur sosial adalah suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok.
  • D. Hendropuspito (89;1999) : Struktur sosial adalah skema penempatan nilai-nilai sosio-budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai, demi berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan, dan demi kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relatif lama.
  • Firth (Dalam Basrowri, 67;2005) ; Struktur sosial dianggap sama dengan organisasi sosial yang mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang lebih fundamental yang  memberikan bentuk dasar pada masyarakat, yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisatoris.
  • Menurut George Simmel : struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
  • George C. Homans : Mengatakan bahwa struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
  • William Kornblum : struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
  • Menurut E.R. Lanch struktur sosial adalah cita-cita tentang distribusi kekuasaan di antara individu dan kelompok sosial.

Klasifikasi Struktur Sosial

  • Klasifikasi Macam-Macam Struktur Sosial
Para ahli sosiologi telah mengklasifikasikan struktur sosial dalam beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Struktur Kaku dan Struktur Luwes

Struktur kaku (rigid) adalah struktur yang tidak dapat diubah. Misalnya peristiwa yang dialami RD (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu). Ketika ditahan karena terkait dengan kasus hukum dalam dana nonbudgeter DKP, ia masih diminta oleh para mahasiswanya memberikan kuliah, karena belum ada orang yang bisa menggantikan posisinya sebagai pengajar (dosen). Struktur luwes (elastic) adalah kebalikan dari struktur kaku, di mana perubahan-perubahan dalam pola susunannya dibiarkan terjadi. Misalnya dalam sebuah rapat terbuka, penambahan jumlah peserta rapat dibiarkan saja, karena dirasa semakin banyak orang, akan semakin banyak pula ide-ide yang tercipta.

2. Struktur Formal dan Struktur Informal

Struktur formal adalah struktur yang diakui oleh pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Misalnya koperasi, PT, CV, Struktur pemerintahan,dan sebagainya. Struktur informal adalah struktur yang nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya adat-istiadat, penggunaan pola bahasa “gaul”, dan sebagainya.

3. Struktur Homogen dan Struktur Heterogen

Struktur homogen adalah struktur sosial di mana unsur-unsur di dalamnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar. Misalnya dalam kesebelasan sepak bola. Dalam struktur itu, setiap anggota diberi kesempatan yang sama, dan oleh karenanya juga mempunyai pengaruh yang sama untuk memenangkan pertandingan bagi kesebelasannya. Nama baik dan kesuksesan kesebelasan itu bukan monopoli orang (pemain) tertentu, tetapi milik bersama.

Struktur heterogen adalah struktur sosial yang unsur-unsur di dalamnya tidak mempunyai kedudukan yang sama dalam memberi pengaruh ke dalam dan ke luar. Misalnya dalam organisasi kenegaraan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya, di sini terdapat unsur struktur yang mempunyai pengaruh paling besar sampai paling kecil.

4. Struktur Mekanis dan Struktur Statistik

Struktur mekanis adalah struktur yang menuntut posisi yang tetap sama dari anggotaanggotanya agar dapat menjalankan fungsinya  dengan baik. Misalnya struktur keluarga, di mana kedudukan tiap-tiap anggota keluarga merupakan suatu mekanisme yang tidak dapat ditukar/ digantikan tanpa membawa kerugian. Misalnya pada saat ayah sakit dan dirawat di rumah sakit, sedangkan anak-anaknya masih kecil, maka kehidupan keluarga akan terganggu, karena tidak ada yang menggantikan posisinya. Struktur statistik adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik jika persyaratan jumlah anggota tertentu dipenuhi. Perubahan dalam satu atau dua unsur tidak menimbulkan gangguan yang berarti bagi seluruh struktur. Misalnya penambahan jumlah anggota polisi, karena menyesuaikan jumlah pertambahan penduduk.

5. Struktur Kewibawaan dan Struktur Kerja Sama

Struktur kewibawaan adalah struktur atas dasar kewibawaan yang dibuat oleh anggota-anggota dengan berpegang pada prinsip yang mereka setujui bersama. Seluruh wewenang diserahkan kepada unsur pimpinan. Misalnya struktur sosial dalam masyarakat feodal, di mana para anggota masyarakat dituntut untuk taat pada pemimpinnya tanpa mendapat kesempatan mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan. Struktur kerja sama adalah struktur yang didasarkan atas musyawarah. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan apa dan bagaimana usaha bersama itu akan dilaksanakan.

6. Struktur Atas dan Bawah

Struktur atas adalah struktur yang diduduki oleh segolongan orang yang memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, misalnya kaum bangsawan, pejabat, penguasaha, dan tokoh adat. Struktur bawah adalah tempat bagi golongan masyarakat bawah, seperti buruh, petani, gelandangan, dan sebagainya.

Fungsi Struktur Sosial


  • Fungsi identitas, yaitu sebagai penegas identitas yang dimiliki suatu kelompok.
  • Fungsi kontrol yaitu untuk mengontrol individu yang berada dalam struktur sosial tertentu.
  • Fungsi pembelajaran, yaitu dengan adanya struktur sosial individu dapat belajar melalui interaksi yang terjadi di dalamnya.


Manusia sebagai makhluk individu dan Sosial

Manusia sebagai makhluk individu dan Sosial

Siti dan ibunya dengan senang hati membelikan pesanan para tetangganya itu. Selain memperoleh keuntungan, ibu Siti juga dapat membantu para tetangga. Siti menyadari, bahwa sebagai makhluk sosial manusia harus saling membantu. Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berhubungan dengan orang lain atau saling membutuhkan dengan lainnya. Tahukah kamu yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial?

1. Manusia Sebagai Makhluk individu
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, serta unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.

Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

Karakteristik yang khas dari seseorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan (genotip) dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus. Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.

2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan berikut.
  • Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
  • Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
  • Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
  • Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Sebutkan aktivitas manusia dan perubahan yang terjadi saat ini.
  • Jaman dahulu menuju tempat tertentu dengan berjalan kaki. saat ini enuju tempat tertentu dengan berbagai kendaraan, seperti sepeda motor dan mobil.
  • Jaman dahulu membajak sawah menggunakan tenaga hewan seperti kerbau dan sapi, saat ini mengerjakan sawah menggunakan tenaga traktor.
  • Jaman dahulu berkomunikasi menggunakan surat, saat ini komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan handphone.
  • Jaman dahulu jarang sekali wanita yang bekerja, saat ini banyak wanita yang bekerja diberbagai bidang pekerjaan.
  • Industri pada jaman dahulu masih menggunakan teknologi yang sederhana, sedangkan saat ini industri sudah menggunakan teknologi canggih.
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial tentu mempunyai karakteristik yang mendorong terjadinya perubahan dalam kehidupannya. Tuliskan perbandingan tentang karakteristik manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
  • Sifat manusia sebagai mahluk individu merupakan sifat yang di miliki sejak lahir . secara sederhana, sifat ini dapat dilihat pada keinginan keinginan alamiah manusia untuk mempertahankan hidupnya melalui makan dan minun, manusia memiliki rasa ingin tahu. Hubungan dengan tuhan yang maha esa juga merupakan cerminan sifat manusian sebagai mahluk individu karena dalam diri manusia ada keinginan untuk dekat dengan penciptanya. Ada pun cirri khas yang dimiliki manusia adalah sikap, sifat, temperanan, karakter, tipe, dan minat. Walaupun manusia itu kembar pasti mempunyai perbedaan,kelebihan, dan kelemahan masing-masing. Manusia sebagai makhluk  individu adalah bebas, manusia berhak menentukan apa saja yang ingin dilakukan, dipikirkannya, dan dikatakannya. Tapi manusia harus mempertanggung jawabkan apa yang diperbuatnya
  • Pada dasarnya manusia juga disebut makhluk sosial. Makhluk sosial adalah manusia yang memiliki kemampuan, kebutuhan, dan kebiasaan untuk berkomunikasi dan berhubungan, serta berorganisasi dengan orang lain. .Aristoteles mengatakan bahwa manusia adalah zoon politicon. Dengan kata lain, manusia merupakan homo socius. Homo berarti manusia, sedangkang socius adalah kawan. Jadi, manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Contoh :  manusia bisa bekerja sama dengan adanya komunikasi antara  masyarakat. Masyarakat membutuhkan dokter dan tim medis lannya jika sakit, itu bukti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.
Pengertian Norma

Pengertian Norma

Pengertian Norma 

Kata norma berasal dari bahasa Belanda norm, yang bermakna pokok kaidah, patokan, atau pedoman. Dalam Kamus Hukum Umum, kata norma atau norm diberikan pengertian sebagai kaidah sebagai saran, dasar untuk seorang untuk berbuat atau tidak berbuat, dan bertingkah laku dalam lingkungan masyarakatnya, contohnya norma kesopanan, norma agama, dan norma hukum. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa istilah norma berasal dari bahasa latin, mos yang merupakan bentuk jamak dari mores, artinya adalah kebiasaan, tata tingkah laku, atau ada istiadat. 

Norma adalah bentuk fakta dari nilai-nilai sosial didalam masyarakat yang berbudaya, memiliki sebagian aturan, dan beberapa aturan, baik yang tercatat maupun tidak. Norma-norma ini mengatur kehidupan manusia dalam bermasyarakat.  Didalam norma terkandung sebagian aturan dan pentunjuk kehidupan mengenai benar dan salah, baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, yang harus ditaati oleh warga masyarakat. Seandainya norma itu dilanggar, si pelanggar akan terkena sanksi. Norma memiliki kemampuan yang mengingat dan memaksa pihak lain untuk mematuhi aturan yang berlaku. Jadi, secara simpel pengertian norma adalah aturan yang mengandung sanksi. Terbentuknya norma didasari oleh kebutuhan untuk terciptanya hubungan yang harmonis, selaras, dan serasi diantara warga masyarakat. 

Norma adalah acuan tingkah laku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan itu akan dinilai oleh orang lain. Norma juga merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. 
Norma Menurut Soerjono Soekanto

Norma adalah seperangkat aturan agar hubungan di dalam suatu masyarakat terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Norma-norma mengalami proses pelembagaan. Adapun yang dimaksud pelembagaan adalah suatu proses yang dilewati oleh suatu norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga masyarakat sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai, dan kemudian ditaati dalam kehidupan sehari-hari.
Norma Menurut Bellebaum

Norma adalah alat untuk mengatur orang bertingkah laku dalam suatu komunitas berdasarkan keyakinan dan sikap-sikap tertentu. Norma hanya berlaku dalam suatu kelompok sosial yang merangkum berbagai manusia yang mempunyai sekurang-kurangnya satu cir khas dalam hidup dan kelakuan mereka yang dengan secara teratur membuat sesuatu bersama-sama, dan yang telah mengembangkan semacam perasaan persaudaraan. Jadi, norma itu menyangkut kerja sama dalam kelompok atau mengatur tindakan tiap-tiap anggota untuk mencapai dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang diyakini bersama.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli


Pengertian Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang membicarakan apa yag terjadi saat ini, khususnya pola hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertin umum, rasional, empiris, dan bersifat umum.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

  • Auguste Comte

Auguste ComteSosiologi adalah suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Istilah ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1839, seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Auguste Comte adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah tersebut sebagai pendukatan khusus untuk mempelajari masyarakat. Selain itu, dia juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’. Mengapa? Memang harus diakui bahwa Auguste Comte sangat berjasa terhadap ilmu sosiologi.

  • William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Roucek dan Warren

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok.

  • Allan Johnson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

mengungkapkan bahwa pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat di dalamnya memengaruhi sistem itu

  • Pitirim A. Sorokin

Pitirim A. SorokinSosiologi adalah ilmu yang mempelajari:

  1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dsb.
  2. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya dengan gejala geografis, biologis, dsb).
  3. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

  • Herbert Spencer

Sosiologi adalah ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan atau suatu sistem.

  • Emile Durkheim

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta – afakta sosial, yakni faka yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperaasaan yang berada diluar individu dimana fakta – fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu

  • J. Gillin

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat.

  • Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.

  • P. J. Baouman

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia.

  • Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

  • Mr. J. Bierens De Haan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekat, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakannya, mengenai kesehatan, dan perkembangan masyarakat.

  • Soerjono Soekanto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

  • George Simmel

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sesama manusia.

  • Max Weber15. Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.

  • Drs. Ary H. Gunawan

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

  • Charles Ellwood

Sosiologi adalah pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal kemajuannya, bentuk, dan kewajibannya.

  • J. A. A. Von Dorn dan C. J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  • Gustav Ratzenhofer

Sosiologi adalah pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.

  • Mayor Polak

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia satu dengan manusia lain, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok informal atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.

bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan di antara manusia dan kelompok, dan kelompok dan kelompok,baik kelompok formal maupun kelompok material atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis (Sosiologi sebagai ilmu Dalam Makalah Istimewa).

  • Koentjaraningrat

Sosiologi adalah suatu proses yaitu proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial.

  • Hassan Shandily

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama cara terbentuk dan tumbuh, serta berubahnya perserikatan-perserikatan hidup serta kepercayaan.

  • Anthony Giddens

Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial manusia, kelompok-kelompok manusia, dan masyarakat.

Dari pelbagai pengertian sosiologi diatas dapat diambil beberapa persamaan yang ada dari pengertian sosiologi oleh para ahli diatas bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
  1. Tentang manusia yang hidup dalam kelompok yang dikenal dengan masyarakat;
  2. Pola pola hubngan antara manusia baik secara individu maupun secara kelompok;
  3. Hubungan antara manusia dengan lembaga lembaga sosial seperti kaidah kaidah sosial, norma-norma dan ;
  4. Pola pola kehidupan manusia yang memiliki hubungan dengan kondisi lingkungannya. 

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki ciri-ciri utama yaitu empiris, teoretis, kumulatif, nonetis. Ciri-Ciri utama Sosiologi adalah sebagai berikut :

  • Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  • Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori. 
  • Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. 
  • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam. 

Hakikat Sosiologi 

sebagai ilmu pengetahun adalah sebagai berikut :

  • Sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan
  • Berdasarkan penerapannya, sosiologi digolongkan dalam ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dapat menjadi ilmu terapan (applied science). 
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya, yang menajdi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya peristiwa itu sendiri. 
  • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta bentuk, sifat, isi dan struktur masyarakat.  
  • Sosiologi merupakan ilmu umum, bukan khusus, artinya mempelajari gejala-gejala pada interaksi antarmanusia. 

Pengertian Sosialisasi : Fungsi Dan Tujuan Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Sosialisasi sangat berguna bagi mereka yang memasuki lingkungan masyarakat baru atau anak yang mulai belajar berinteraksi dengan masyarakat. Proses sosialisasi terjadi secara bertahap. Pengertian sosialisasi secara umum adalah proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma dan nilai yang berlaku sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan tuntutan perilaku masyarakat. Pada hakikatnya sosialisasi merupakan hasil dari interaksi antar manusia. Hasil sosialisasi adalah berkembangnya kepribadian seseorang sesuai dengan keunikannya masing-masing dan berkembang dan terpeliharanya kebudayaan masyarakat.


  • Macionis (1997): Sosialisasi adalah pengalaman sosial sepanjang hidup yang memungkinkan seseorang mengembangkan potensi kemanusiannya dan mempelajari pola-pola kebudayaan.
  • Horton dan Hunt (1987): Sosialisasi adalah proses di mana seseorang menginternalisasikan norma-norma kelompok tempat ia hidup, sehingga berkembang menjadi satu pribadi yang unik.
  • Giddens (1994): Sosialisasi adalah proses yang terjadi ketika seorang bayi yang lemah berkembang secara aktif melalui tahap demi tahap sampai akhirnya  menjadi pribadi yang sadar akan dirinya sendiri, pribadi yang berpengetahuan, dan terampil akan cara hidup dalam kebudayaan tempat ia tinggal.
  • Ritcher Jr (1987): Sosialisasi adalah proses seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukannya agar dapat berfungsi sebagai orang dewasa dan sekaligus sebagai pemeran aktif dalam satu kedudukan atau peranan tertentu di masyarakatnya.
  • Stewart (1985): Sosialisasi adalah proses orang memperoleh kepercayaan, sikap, nilai, dan kebiasaan dalam kebudayaannya. Melalui proses sosialisasi akan tumbuh satu pribadi yang khas, karena sifat-sifat kelompok tidak pernah diserap secara sama oleh masing-masing anggota kelompok.
  • Broom dan Selznic (1961): Sosialisasi adalah proses membangun atau menanamkan nilai-nilai kelompok pada diri seseorang. 
  • Pengertian sosialisasi adalah proses yang membantu individu individu belajar dan menyeseuaikan diri bagaimana cara hidup dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya (Charlotte Buchler).
  • Pengertian sosialisasi merupakan sebuah proses seorang anak menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Peter Berger).
  • Pengertian sosialisasi adalah proses proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat (ways of life in society), untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya sehingga dapat berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota suatu kelompok (Bruce J. Cohen).
  • Pengertian sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial (Robert M.Z. Lawang).
  • Pengertian sosialisasi adalah proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajri norma-norma dan nilai nilai masyarakat dimana ia mnjadi anggota (Soerjono soekamto).

Pola Sosialisasi

Kita telah sampai pada inti dan proses sosialisasi ini. Yakni beberapa pola yang ada dalam proses sosialisasi. Pola dalam proses sosialisasi dikenal dua macam. yaitu :

Sosialisasi represif (repressive socialization) dan sosialisasi partisipatif (partisipatory socialization). Dua pola sosialisasi ini, sebenamya lebih sering dijumpai dalam lingkungan keluarga. Namun tidak menutup kemungkinan pada lingkungan atau lokasi sosialisasi sang lain.juga menerapkan pola sosialisasi seperti ini . contoh pola-pola sosialisasi yang berada dilingkungan keluarga.

Dilihat dan istilah represif. sosialisasi ini lebih menekankan pada penggunaan kekerasan pada prosesnya.Orang tua menempatkan dirinya pada posisi di atas, dan anak diharuskan mematuhi segala hal yang telah menjadi aturan dalam keluarga. Pola hukuman yang cenderung menimbulkan traumatis pada anak seringkali dilakukan, untuk mengukuhkan posisi orang tua  tersebut.

Ciri-Ciri Sosialisasi Represif

Apabila dirumuskandengan cara lain, ciri-ciri sosialisasi represif diantaranya :

  1. Menghukum perilaku yang keliru,
  2. Hukuman dan imbalân materi
  3. Kepatuhan anak kepada orang tua,
  4. Perintah sebagai komunikasi.
  5. Komunikasi nonverbal.
  6. Sosialisasi berpusat pada orang tua,
  7. Anak memperhatikan harapan orang tua, dan
  8. Dalam keluarga biasanya didomnasi oiang tua.

Perilaku keluarga yang menghambat pembentukan pribadi seorang anak. antara lain adalah sifat orang tua yang otoriter. Proses kedewasaan anak akan menjadi sulit berkembang apabila orang tua bertindak otoriter terlalu lama terhadap anak. Anak tidak dapat membentuk sikap mandiri dalam bertindak sesuai dengan perannya. Seorang anak yang sejak kecil selalu dikendalikan secara berlebihan oleh orang tuanya. sesudah dewasa ia tidak akan berani mengembangkan diri, tidak dapat mengambil suatu keputusan, dan akan selalu bergantung pada orang lain. Lebih parahnya lagi, peniruan terhadap pola pendidikan kepada anak ini. akan dilakukan secara turun temurunkepada generasi berikutnya. Bahkan anak menjadi kurang dapat bergaul dengan lingkungan bermain yang ada di sekitarnya. Setiap sikap otoniter orang tua yang berlebihan akan dapat menimbulkan konflik dalam diri anak.

Dalam masyarakat tradisional, biasanya sifat otoriter orang tua lebih besar dan lebih lama. Kadang-kadang sampai anak menjadi dewasa, sifat ini masih berlanjut. Misalnya pada proses mencari jodoh, mencari pekeraan dan lainnya. Pada umumnya sifat semacam ini “diwariskan” kepada generasi berikutnya.

Penjelasan Sosialisasi Partisipatif

Pola ini lebih menekankan pada interaksi anak yang menjadi pusat sosialisasi dan kebutuhannya.Dalam sosialisasi, bahasa merupakan sarana yang paling baik menjadi alat penting untuk membentuk hati nurani seseorang. Bahasa juga menjadi proses perantara dalam pengembangan diri. Dengan bahasa, seseorang belajar berkomunikasi, belajar berpikir dan mengenal diri. Pengalaman-pengalaman yang terdahulu dipergunakan untuk meninjau dan menilaikeadaan sekarang. Jadi. bahasa memungkinkan seseorang untuk mengenal diri.

Ciri-ciri Sosialisasi Partisipasi

Apabila dirumuskan dengan cara lain. ciri-ciri sosialisasi partisipasi antara lain:

  1. Memberikan imbalan bagi perilaku baik.
  2. Hukuman dan imbalan simbolis.
  3. Otonomi anak.
  4. Interaksi sebagai komunikasi.
  5. Komunikasi verbal.
  6. Sosialisasi berpusat pada anak.
  7. Orang tua memperhatikan keinginan anak. dan
  8. Dalam keluarga biasanya mempunyai tujuan yang sama

Tujuan Sosialisasi

Sosialisasi memiliki tujuan yang baik bagi kehidupan seseorang di suatu kelompok masyarakat, berikut beberapa tujuan sosialisasi:


  • Mengajarkan seseorang tentang keterampilan yang berguna dalam bertahan hidup atau menyesuaikan diri pada suatu kelompok masyarakat
  • Mengembangkan komunikasi seseorang agar dapat bekomunikasi dengan baik dan efektif
  • Mengajarkan bagaimana cara intropeksi diri yang tepat agar dapat mengembangkan fungsi organiknya.
  • Mengajarkan tentang tugas pokok yang harus dilakukannya dengan menanamkan nilai serta suatu kepercayaan pada diri seseorang.

Fungsi Sosialisasi

Fungsi sosialisasi sebagai suatu proses sosialisasi di tengah-tengah lingkungan masyarakat memiliki 2 fungsi utama, antara lain sebagai berikut:

  • Ditinjau dari kepentingan yang dimiliki seseorang, sosialisasi memiliki fungsi sebagai pengenal identitas budaya dan nilai, agar seseorang dapat mengakui, mempelajari, mengenal serta menyesuaikan diri dengan norma, nilai, budaya serta peraturan sosial yang ada pada suatu kelompok masyarakat.
  • Sedangkan apabila ditinjau dari kepentingan yang dimiliki masyrakat, sosialisasai memiliki fungsi sebagai alat untuk melestarikan norma, nilai serta budaya yang ada pada suatu kelompok masyarakat.

Selain fungsi diatas masih ada beberapa fungsi sosialisasi diantaranya: dengan sosialisasi seseorang dapat memepelajari suatu norma yang berlaku pada suatu kelompok, dengan sosialisasi seseorang dapat mengenal masyarakatnya maupun masyarakat lain,dengan sosialisasi seseorang dapat menegnal peran yang dimiliki oleh setiap anggota kelompok masyarakat, serta dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya demi kepentingan perannya dalam suatu kelompok masyarakat.

Sosialisasi sangat penting bagi kehidupan masyarakat, maka dari itu masing-masing orang baru wajib mengenal serta mempelajari suatu nilai serta kebiasaaan kelompok melalui sosialisasi dengan kelompok tersebut, agar dapat dianggap layak menjadi bagian dari kelompok masyarakat tersebut. Jadi sosialisasi merupakan sebuah proses pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang di dalam hidupnya guna dapat menyesuaikan diri dengan norma, nilai, budaya, kebiasaan serta cara hidup suatu kelompok

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai. Hai sahabat semua, bertemu lagi dengan kami yang kali ini akan membahasa tentang Pengertian Nilai, di antaranya mengenai Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Nilai itu sendiri.

Gimana? Menarik bukan? Kalau gitu, langsung saja kita mulai pembahasannya, ya.

Pengertian Nilai menurut Para Ahli 

Sumber: pangeranarti.blogspot.co.id
Pengertian Nilai menurut Spranger yaitu sebuah tatanan yang dijadikan tips oleh individu untuk menimbang serta memilih alternatif ketentuan dalam kondisi sosial tertentu. Dalam pandangan Spranger, kepribadian manusia terbentuk serta berakar pada tatanan nilai-nilai kesejarahan.

Walaupun meletakkan konteks sosial sebagai dimensi nilai dalam kepribadian manusia, tetapi Spranger mengakui akan kemampuan perorangan yang di kenal dengan arti roh subjektif. Sementara itu, kemampuan nilai-nilai kebudayaan adalah roh objektif.

Kemampuan perorangan atau roh subjektif didudukkan dalam posisi primer lantaran nilai-nilai kebudayaan cuma bakal berkembang serta bertahan jika di dukung dan dihayati oleh individu.

Penerimaan nilai oleh manusia tidak dikerjakan secara pasif tetapi secara kreatif serta aktif. Dalam proses manusia menerima nilai ini terjadi hubungan dialektis pada roh objektif dengan roh subjektif.

Artinya, roh objekif bakal berkembang bila di dukung oleh roh subjektif, demikian sebaliknya roh objektif bakal berkembang dengan berpedoman pada roh objektif yang diposisikan sebagai harapan yang harus digapai.

Nilai adalah suatu hal yang dipercaya kebenarannya serta mendorong orang untuk mewujudkannya.
  • Menurut Horrocks
Pengertian Nilai yaitu suatu hal yang memungkinkan individu atau kelompok sosial membuat ketentuan tentang apa yang mau digapai atau sebagai suatu hal yang diperlukan.

Secara dinamis, nilai dipelajari dari produk sosial dan secara perlahan-lahan diinternalisasikan oleh individu dan diterima sebagai milik bersama dengan kelompoknya.

Nilai adalah standar konseptual yang relatif stabil, di mana secara eksplisit ataupun implisit menuntun individu dalam memastikan tujuan yang mau digapai dan akitvitas dalam rangka memenuhi kepentingan psikologi.

Dari pengertian nilai yang dikemukakan beberapa ahli di atas, bisa disimpulkan kalau Nilai yaitu suatu hal yang dijadikan sebagai tips dalam hal memperhitungkan ketentuan yang akan di ambil kemudian.

Nilai adalah suatu hal yang miliki sifat abstrak, lantaran meliputi pemikiran dari seseorang. Penilaian yang dikerjakan oleh individu yang satu belum tentu sama juga dengan individu yang satu.

Berikutnya bakal dibicarakan tentang macam-macam nilai di bawah ini:
  • Beberapa macam nilai menurut Spranger, yakni: 
  1. Nilai keilmuan adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama. 
  2. Nilai agama adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama. 
  3. Nilai ekonomi yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni. 
  4. Nilai Seni adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material. 
  5. Nilai Solidaritas adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa. 
  6. Nilai Kuasa yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. 
Dari beberapa macam nilai yang dijelaskan di atas, nilai yang dominan pada masyarakat tradisional yaitu nilai solidaritas, nilai seni serta nilai agama. Nilai yang dominan pada masyarakat modern adalah nilai keilmuan, nilai kuasa serta nilai ekonomi.

Sebagai konsekuensi dari proses pembangunan yang berjalan secara terus-menerus, yang memungkinkan terjadinya pergeseran nilai-nilai itu.

Pergeseran nilai keilmuan serta nilai ekonomi akan cenderung lebih cepat dibanding dengan nilai-nilai yang lain bila memakai model dinamik-interaktif.

Ini adalah konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang memberikan prioritas ada pembangunan ekonomi serta ditunjang oleh cepatnya perkembangan pengetahuan serta tehnologi.
  • Menurut Andrain, nilai nilai mempunyai 6 ciri atau karakteristik. Berikut ini 6 karakteristik nilai: 
Umum serta abstrak. 

Nilai yaitu patokan umum mengenai suatu hal yang dicita - citakan atau dianggap baik. Nilai dapat dikatakan umum sebab tidak bakal ada masyarakat tanpa pedoman umum mengenai suatu hal.

Yang dianggap baik, patut, layak, pantas sekaligus suatu hal jadi larangan atau tabu untuk kehidupan masing masing kelompok. Nilai sosial mempunyai karakter abstrak, artinya nilai tidak cuma dilihat sebagai benda secara fisik nampak, bisa diraba maupun difoto

Konsepsional 

Nilai mempunyai ciri konsepsional artinya kalau nilai nilai itu cuma di ketahui bersumber pada perkataan ucapan, tulisan serta perilaku seseorang atau kelompok orang.

Nilai Mengandung Kualitas moral 

Kualitas moral sebuah masyarakat baik individu maupun kelompok ditetapkan oleh nilai nilai yang diyakini oleh masyarakat itu.

Nilai tidak selama-lamanya realistik 

Nilai yang ada pada masyarakat umumnya berbentuk idealis atau tidak dapat secara penuh dilakukan. Hal semacam ini karena karakter nilai yang abstrak hingga pemahamannya tidak mampu sama untuk setiap individu dalam masyarakat itu.

Dalam bermasyarakat, Nilai miliki sifat campuran dan Cenderung bersifat stabil. 

Nilai dapat juga disimpulkan sebagai karakter dari suatu hal yang bepengaruh dalam kehidupan manusia, baik secara lahir ataupun batin.

Makna dari nilai secara teoritis adalah satu kepercayaan yang dapat untuk dijadikan pertanggung jawaban baik dalam hubungan antar sesama serta dalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Dan untuk lebih lengkapnya, berikut ini akan di sampaikan pengertian serta definisi nilai menurut beberapa pakar lainnya:
  1. Ralp Perry: Nilai yang dijelaskan oleh Ralp Perry adalah sebuah objek yang datang dari ketertarikan sebuah individu 
  2. Fraenkel: Fraenkel memaparkan nilai adalah satu ide konsep maupun gagasan tentang apa yang dipikirkan seseorang serta dianggap penting. 
  3. Kupperman: Pengertian nilai menurut Kupperman yaitu satu patokan yang miliki sifat normatif serta bisa memengaruhi manusia dalam memastikan satu pilihan. 
  4. Louis O. Kattsof: Nilai dibagi jadi dua jenis oleh Louis, di mana ada nilai intristik yang disebut nilai yang semulanya udah bernilai, serta yang kedua yaitu nilai instrumental di mana nilai adalah hasil dari suatu hal akibat dipakai sebagai fasilitas dalam menggapai sebuah tujuan. 
  5. Mulyana: Menurut Mulyana, nilai yaitu sebuah kepercayaan dan referensi untuk memastikan satu pilihan. 
  6. Gordon Allport: Gordon menerangkan kalau nilai adalah sebuah kepercayaan yang bisa bikin seseorang melakukan tindakan bersumber pada pilihannya. 
  7. Danandjaja: Nilai menurut Danandjaja yaitu satu pengertian yang dipunyai seseorang akan suatu hal yang lebih penting ataupun kuran penting, apa yang lebih baik serta kurang baik, dan juga apa yang lebih benar serta apa yang salah. 
  8. Kluckhohn: Kluckhon menyampaikan kalau nilai adalah satu konsepsi dari apa yang dikehendaki serta memengaruhi seseorang dalam memastikan tindakan pada langkah dan juga tujuan yang ingin digapai.
  9. Notonagoro: Menurut Notonagoro, nilai terdiri dari tiga nilai pokok, yakni nilai vital, materil, serta rohani. 
  10. Purwodarmito: Menurut Purwodarmito nilai bisa dijelaskan jadi lima hal yang salah satunya yaitu harga suatu hal, harga sesuai sama taksiran, angka kepandaian, sebuah kualitas, serta beberapa karakter penting. 
  11. Kimball Young: Pengertian nilai menurut Kimball Young yaitu anggapan abstrak serta kerapkali tidak diakui apa sesungguhnya yang penting dalam masyarakat. 
  12. AW Green: AW Green menjelaskan kalau nilai adalah kesadaran berjalan dengan dibarengi emosi pada sebuah objek.
  13. Hendropusptio: Nilai menurut Hendropuspito yaitu segala suatu hal yang masyarakat bisa hargai lantaran nilai memiliki daya guna yang fungsional serta punya pengaruh dalam perubahan kehidupan mausia. 
  14. Simanjuntak: Pengertian nilai menurut B. Simanjuntak yaitu beberapa gagasan yang berkembang pada masyarakat tentang suatu hal yang baik. 

Beberapa macam Nilai serta Pengertiannya 

  • Nilai Sosial 
Nilai yaitu alat yang memperlihatkan argumen dasar kalau langkah pelaksanaan atau kondisi akhir tertentu lebih digemari secara sosial dibanding langkah pelaksanaan atau kondisi akhir yang berlawanan. 

Macam-macam nilai: 

  • Nilai Budaya 
Pengertian: terkait dengan pemikiran, rutinitas, serta hasil karya cipta manusia yang disebut dengan sebuah hal yang dianggap baik atau buruk untuk kehidupan. Serta suatu hal yang abstrak, tetapi hal itu jadi pedoman untuk kehidupan masyarakat.
  • Nilai Moral 
Pengertian: terkait dengan perbuatan baik serta buruk sebagai dasar kehidupan manusia serta masyarakat, istilah manusia menyebut ke manusia atau orang yang lain dalam tindakan yang mempunyai nilai positif atau negatif.
  • Nilai Agama 
Pengertian: terkait dengan beberapa ketetapan yang sudah ditetapkan Allah SWT serta utusan-utusannya. Satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama.
  • Nilai Politik 
Pengertian: terkait dengan cara manusia dalam mencetak kemenangan. Sebuah aktivitas bangsa yang mempunyai tujuan untuk membuat, menjaga, serta mengamandemen beberapa ketentuan umum yang mengatur kehidupannya, yang memiliki arti tidak bisa lepas dari tanda-tanda konflik serta kerja sama.
  • Nilai Sosial 
Pengertian: nilai yang diyakini oleh sebuah masyarakat, tentang apa yang dianggap baik serta apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Untuk memastikan suatu hal itu dapat dikatakan baik atau buruk, layak atau tidak layak mesti melalui proses menimbang. Hal semacam ini jelas sangat di pengaruhi oleh kebudayaan yang diyakini masyarakat.

Tidak heran jika antara orang-orang yang satu serta orang-orang yang lain ada ketidaksamaan tata nilai.
  • Nilai Keilmuan 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama.
  • Nilai Ekonomi 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni.
  • Nilai Seni 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material.
  • Nilai Solidaritas 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa.
  • Nilai Kuasa 
Pengertian: yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya.
  • Nilai Material 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi tentang segala suatu hal yang bermanfaat untuk jasmani manusia. Satu diantara contoh nilai material yaitu sandang serta pangan.
  • Nilai Vital 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan segala suatu hal yang bermanfaat untuk manusia dalam melakukan beragam kesibukan. Satu diantara contoh nilai vital yaitu buku pelajaran yang bermanfaat untuk siswa ketika belajar.
  • Nilai Religius 
Pengertian: adalah nilai keohanian paling tinggi serta mutlak dan bersumber pada keyakinan atau kepercayaan manusia.
  • Nilai Kerohanian 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan semua suatu hal yang terkait dengan keperluan rohani manusia. Satu diantara contoh nilai kerohanian yaitu melaksanakan ibadah.

Nilai kerohanian dibedakan lagi jadi 4 jenis yakni: 

  1. Nilai kebenaran (fakta) yang bersumber dari unsur akal manusia (ratio, budi, cipta). Contoh nilai kebenaran: Bumi itu memiliki bentuk bulat, garam rasa-rasanya asin, gula rasa-rasanya manis, matahari yaitu bintang, manusia bernapas dengan oksigen, dan lain-lain. 
  2. Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetis). Contoh: Tari-tarian, lukisan, patung, perhiasan, dan lain-lain. 
  3. Nilai moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau tekad (karsa, norma). Contoh: etika dalam orang-orang, larangan, ketentuan, kebiasaan istiadat, dan lain-lain. 
  4. Nilai religious yang disebut nilai ketuhanan, kerohanian yang paling tinggi serta mutlak. Contoh: Ritual-ritual keagamaan. 
Tidak hanya itu, ada pula nilai sosial yang dilihat dari karakter, ciri, serta tingkat keberadaannya. Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial di lihat dari sifatnya: 
  1. Nilai Kepribadian yaitu nilai-nilai yang membentuk kepribadian (karakter) seseorang. Contoh nilai kepribadian yaitu lingkungan, emosi, kreatifitas, ide, inspirasi, dan lain-lain. 
  2. Nilai kebendaan yaitu nilai yang bisa diukur dari manfaatnya sehari-hari. Contoh nilai kebendaan yaitu meja, alat tulis, dan lain-lain. 
  3. Nilai biologis yaitu nilai yang terkait dengan kehidupan manusia. Contoh nilai biologis yaitu berolahraga serta melindungi kesehatan. 
  4. Nilai hukum yaitu nilai yang perlu dipatuhi oleh tiap orang tanpa terkecuali Contoh nilai hukum yaitu undang-undang, pidana, serta perdata. 
  5. Nilai pengetahuan yaitu nilai yang didapat dari pengalaman atau proses belajar. Contoh nilai pengetahuan yaitu ilmu serta buku pengetahuan. 
  6. Nilai agama yaitu nilai yang erat hubungan dengan ketuhanan. Nilai ini sesuai dengan agama serta kepercayaannya masing-masing. Contoh nilai agama yaitu kitab suci, cara melaksanakan ibadah, serta upacara adat. 
  7. Nilai keindahan yaitu nilai yang mencerminkan estetika serta kebudayaan. Contoh nilai keindahan yaitu lukisan, tarian, patung, perhiasan, dekorasi, dan lain-lain. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada cirinya: 
Sumber: pelajaransekolahonline.com
  1. Nilai yang tercernakan atau mendarah daging yaitu nilai yang sudah mendarah daging dalam manusia jadi kepribadian serta perasaan. Misalnya yaitu rasa ingin membantu. 
  2. Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai-nilai yang lain. Banyak aspek yang menjadikan nilai itu dominan seperti jumlah penganut, umur, serta kedudukan nilai itu. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada tingkat keberadaannya: 
  1. Nilai yang berdiri dengan sendiri yaitu nilai yang udah ada di dalam manusia atau sebuah hal mulai sejak pertama kalinya di ciptakan. Misalnya emas yang berkilau, manusia yang tampan atau cantik, serta panorama yang asri.
  2. Nilai yang tidak berdiri dengan sendirinya yaitu nilai yang didapat manusia atau sebuah hal lantaran usaha atau pertolongan dari pihak lain. Misalnya kepandaian, ketrampilan, serta keindahan pada sebuah hasil kerajinan. 
  • Nilai Logika 
Pengertian: yaitu nilai benar atau salah.
  • Nilai Estetika 
Pengertian: yaitu nilai indah atau tidak indah.
  • Nilai Etika 
Pengertian: yakni nilai mengenai baik atau tidak baik.
  • Nilai Kebenaran 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
  • Nilai Keindahan 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada unsur perasaan manusia.
  • Nilai Watak 
Pengertian: nilai yang mencakup seluruh tantangan, kekeliruan pribadi serta sosial termasuk juga keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, serta kesediaan mengontrol diri.
  • Nilai Kejasmanian 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang terkait dengan keadaan jasmani seseorang.
  • Nilai Perserikatan 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang mencakup beragam bentuk perserikatan manusia serta persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
  • Nilai Rekreasi 
Pengertian: yakni nilai-nilai permainan pada saat senggang, hingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan ataupun memberikan kesegaran jasmani serta rohani.
  • Nilai Dominan 
Pengertian: nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai yang lain.
  • Nilai yang Mendarah Daging 
Pengertian: nilai yang sudah jadi kepribadian serta rutinitas seseorang menjalankannya secara tidak sadar.
  • Nilai Subjektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang tergantung pada subyek yang menilainya.
  • Nilai Objektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang menempel pada objeknya serta tidak tergantung pada subyek yang menilainya (bersifat universal).
  • Nilai Kesusilaan 
Pengertian: nilai yang terkait dengan sopan santun dalam beragam kegiatan masyarakat.
  • Nilai Spiritual 
Pengertian: nilai spiritual yaitu nilai yang ada di dalam kejiwaan manusia.

Ciri Nilai sosial 

  1. Adalah hasil ciptaan masyarakat lewat hubungan antara warga masyarakat. 
  2. Disebarkan dikalangan warga masyarakat lewat proses sosialisasi (proses pelajar) 
  3. Adalah sisi dari usaha pemenuhan keperluan dan kepuasan sosial. 
  4. Tidak sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. 
  5. Bisa mempengaruhi pengembangan diri warga masyaraka dengan tingkat dampak yang tidak sama antara warga masyarakat. 
  6. Nilai-nilai sosial yang ada pada masyarakat, satu sama lain cenderung terkait 

Fungsi Nilai Sosial

Sumber: jokowarino.id
  1. Kehadiran nilai-nilai sosial mempunyai fungsi spesifik dalam masyarakat. Beberapa fungsi itu di antaranya sebagai berikut ini:
  2. Mengarahkan masyarakat dalam berpikir serta beringkah laku. 
  3. Penentu untuk warga masyarakat dalam memenuhi fungsi sosialnya (mendorong/berikan motivasi orang untuk melakukan tindakan sesuai dengan peranannya) 
  4. Alat untuk menumbuhkan solidaritas dikalangan anggota masyarakat. 
  5. Pengawas (kontrol) tingkah laku manusia dengan daya tekan serta daya mengikat tertentu supaya orang berperilaku sesuai sama nilai yang diyakininya.
Dan, tak terasa, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, yang membahas tuntas mengenai Ciri, Fungsi, Macam Jenis, dari Pengertian Nilai. Mudah-mudahan semuanya jelas dan paham, ya. Makasih udah meluangkan waktu untuk belajar bersama.

Siap-siap untuk pembahasan selanjutnya, see yaa.

Referensi:
Contoh Artikel Tentang Globalisasi

Contoh Artikel Tentang Globalisasi

Contoh Artikel Tentang Globalisasi – Era globalisasi telah dimulai dan terus mengalami perkembangan-perkembangan. Era modernisasi efek dari globalisasi telah mengubah gaya hidup seseorang bahkan sampai mempengaruhi budaya dan tradisi suatu negara. Lantas, apakah sebenarnya yang disebut dengan globalisasi??? Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari globalisasi??? Kelasindonesia.com akan mengulasnya secara lengkap, terutama khusus yang terjadi pada negera kita, Indonesia. Selamat membaca!

Pengertian 


Istilah globalisasi berasal dari Bahasa Inggris, globalize yang pertama kali didefinisikan oleh Robertson seorang sosiolog dari Universitas Aberdeen yakni sebagai suatu proses pemadatan dunia dan pemerkayaan kesadaran dunia secara menyeluruh. Selain itu, Martin Albrow dan Elizabeth King mendefinisikan globalisasi sebagai suatu proses yang menyatukan penduduk dunia. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), globalisasi ialah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Begitu banyak tokoh atau ahli mendefinisikan pengertian globalisasi. Intinya, globalisasi ialah seperti yang didefinisikan oleh Achmad Suparman, yaitu suatu proses menjadikan sesuatu (terkait akan perilaku / tradisi / budaya) sekelompok orang sebagai ciri dari setiap individu dari berbagai negara manapun. 


Masyarakat indonesia tidak dapat menghindari kuatnya arus globalisasi. Masuknya bangsa-bangsa asing sejak jaman penjajahan dahulu kala, santer membawa ideologi baru ke negara ini. Seiring perkembangan jaman, globalisasi kian berkembang menuju arah ke modernisasi. Dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi mempengaruhi sistem tatanan pemerintahan, ekonomic, sosial, pendidikan, bahkan budaya di negara kita. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi ialah sebagai berikut:

Dampak positif


1. Bidang informasi


Perkembangan teknologi yang kian mutakhir menyebabkan arus globalisasi semakin cepat menyebar. Adanya internet dan didukungnya dengan perangkat yang kian mudah didapat oleh masyarakat Indonesia, membuat semua kalangan dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai belahan dunia manapun. 

2. Bidang pendidikan dan teknologi


Tak sedikit masyarakat indonesia yang menuntut pendidikan di luar negeri, begitu pula orang asing yang datang untuk menuntut ilmu atau mengajar ke indonesia. Hal ini akan mempengaruhi bidang ilmu pengetahuan (pendidikan) dan perkembangan teknologi di negara kita. Selain itu, didukung dengan mudahnya perolehan informasi membuat pembaharuan-pembaharuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, dengan  teknologi yang semakin canggih, kini individu-individu yang memiliki jarak yang jauh tetap dapat berkomunikasi dengan biaya yang murah. Dengan demikian, meski berjauhan tetap dapat berkomunikasi satu sama lain. Efek lain yang dirasakan dari meningkatnya teknologi ialah terciptanya alat-alat elektronik (mesin) yang memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas yang dilakukan, serta mempermudah manusia dalam melakukannya. Dengan demikian, akan mengefesiensikan waktu yang diperlukan. 

Advertisement
3. Bidang ekonomi


Dampak globalisasi lainnya ialah dalam bidang ekonomi. Masuknya investor-investor asing ke negara kita membuat neraca perekonomian mengalami perubahan. Dengan demikian, mempengaruhi kebijakan-kebijakan ekonomi di negeri ini agar dapat bersaing dengan negara asing.

Dari sisi lain dalam bidang ekonomi, dampak positif yang ditimbulkan dari globalisasi kepada masyarakat ialah meningkatnya taraf hidup masyarakat. Sebagian masyarakat kini dapat memanfaatkan penggunaan teknologi kini makin merata yang dapat digunakan dalam bidang ekonomi (bisnis) yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Persaingan yang terjadi antar pebisnis pun makin sehat dengan keterbukaan informasi yang semakin mudah didapatkan.

4. Bidang kesehatan 


Berkembangnya teknologi juga mempengaruhi bidang pengobatan. Dengan didukung teknologi yang makin mutakhir, mempermudah penyembuhan penyakit-penyakit tertentu.

Dampak negatif


1. Bidang informasi


Mudahnya perolehan informasi tak seutuhnya membawa dampak positif. Postingan-postingan yang membawa ideologi tertentu atau yang menampakkan tindak asusila sangat cepat beredar, sehingga pemerintah sendiri pun kesulitan dalam memfilter postingan-postingan tersebut. Hal yang sangat dikhawatirkan ialah, postingan-postingan tersebut dapat mempengaruhi sebagian masyarakat Indonesia, terutama anak-anak. Dan ternyata tak sedikit tindakan menyimpang yang dilakukan oleh masyarakat tak jauh dari tayangan-tayangan tak senonoh tersebut. Parahnya, sebagian besarnya korban atau pelakunya dalam usia anak-anak atau remaja.

2. Bidang ekonomi


Kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat terjadi karena pemerataan akses informasi atau teknologi belum seluruhnya dirasakan oleh masyarakat indonesia. Hadirnya pasar-pasar asing di negeri ini yang menawarkan produk-produk kebutuhan dengan teknologi canggih, membuat masyarakat takjub dan tertarik. Sementara itu, mahalnya biaya untuk memperoleh kebutuhan dan pendidikan membuat sebagian besar masyarakat masih menempuh cara-cara lama dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu, produksi lokal menjadi turun atau kalah saing. 

3. Bidang sosial


Sementara dampak buruk pada bidang sosial ialah hilangya norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. Kesenjangan antar individu makin meningkat. Masyarakat cenderung menjadi individualisme menjadi masyarakat yang anti sosial.

4. Bidang kebudayaan


Masuknya ideologi-ideologi negara asing ke negara kita mempengaruhi sedikit banyak dari kebudayaan kita. Dapat kita amati pada generasi muda yang mencintai budaya orang asing (hollywood, bollywood, k-pop, dan lain-lain) sehingga meninggalkan kebudayaan asli Indonesia. Hal ini akan membuat kebudayaan kita terancam punah. Jika kita tidak membentengi diri maka kita akan tenggelam dalam hal ini, maka kita tidak memiliki jati diri. Budaya adalah karakteristik suatu bangsa, bangsa yang besar ialah bangsa yang mencintai budayanya. Sebagai warga negara Indonesia, kita patut bersyukur karena negara kita akan budaya dan sumber daya. Banyak negara asing yang ingin menguasai dan mencurinya dari negara kita. Dengan demikian, mengetahui budaya adalah salah satu wujud cinta tanah air. 


Demikian, uraian ringkas mengenai dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi layaknya sebuah koin yang memiliki dua sisi yang senantiasa bertolak belakang, begitu juga dengan globalisasi. Proses globalisasi kian berlangsung, dan kita tak mungkin dapat menghindar dari hal tersebut. Apalagi di tahun 2016 kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), siap tidak siap kita akan menghadapi persaingan yang lebih bebas di masyarakat global. Sekian, terima kasih.

Contoh Kesimpulan dengan Penulisan Terbaik

Contoh Kesimpulan dengan Penulisan Terbaik. Contoh Kesimpulan, Pengertian Kesimpulan, Penulisan Kesimpulan dalam sebuah Tulisan, Kesimpulan yang ditulis dengan baik dan benar.

Pengertian Kesimpulan

Sumber: seocontoh.com
Kesimpulan yaitu sebuah proposisi (kalimat yang di sampaikan) yang di ambil dari beberapa premis (gagasan pemikiran) dengan sebagian ketentuan inferensi (yang berlaku).

Kesimpulan adalah satu ide yang terwujud pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan yaitu hasil dari sebuah pembicaraan.

Contoh Kesimpulan

Sumber: downloadcontohmakalahku.blogspot.co.id
Contoh 1

BAB V 

PENUTUP 

1. Kesimpulan 

Bersamaan dengan berkembangnya jaman dari waktu ke waktu, yang lantas disebut dengan sebagai masa Globalisasi, pengaktualisasian pengamalan-pengamalan Pancasila serta UUD 1945 dalam beragam bagian di kehidupan berbangsa serta bernegara di Indonesia amat penting. Ini untuk kebaikan serta perkembangan bersama.

Globalisasi tidak dapat dihindari, yang dapat kita lakukan yaitu menyesuaikannya dengan kehidupan yang bermoral serta beragama di Indonesia. Bila kita cuma dapat beradaptasi dengan era globalisasi tanpa menyaring dengan kebudayaan Pancasila, cuma akan sia-sia saja dan malah akan mengalami kemunduran. Kemunduran moral terutama.

Contoh 2 

BAB 3 

PENUTUP 

3. 1 Kesimpulan 

Dari Paparan atau keterangan di atas, penulis bisa menyimpulkan bahwa sesuai sama makalah “Penggunaan Bahasa Baku dalam junalistik” penulis menyimpulkan kalau bahasa dalam junalistik tidak di haruskan memakai satu bahasa tetapi dapat juga dengan mamadukan dengan bahasa lain tetapi dengan pemakaian yang tepat.

Bahasa Indonesia bisa dikembangkan dengan di gabungkan dengan bahasa melayu ataupun bahasa asing yang lain dalam aplikasinya di dunia jurnalistik

Contoh 3

Bab V
  
KESIMPULAN 

5. 1 Kesimpulan 

Dari hasil kajian mengenai Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Pada PT Kumpulan Contoh Makalah, di ambil kesimpulan:
  1. Oleh karena adanya sistem informasi ini, pihak Perusahaan bisa lebih muda menyajikan informasi mengenai penjualan serta pengadaan barang 
  2. Memudahkan informasi penjualan serta pengadaan barang pada PT Kumpulan Contoh Makalah, baik dalam pencarian data, proses pengadaan serta penjualan ataupun dalam pembuatan laporan 
Contoh 4

Bab V 

KESIMPULAN 

5. 1 Kesimpulan 

Dengan proses pembuatan sistem informasi ini, bisa diambil kesimpulan beberapa pergantian yang terjadi di dalam instansi pendidikan ini yakni:
  1. Tidak adanya duplikasi pada kode serta nomer bukti yang dipakai. 
  2. Perubahaan pada alur dokumen, yang mana setelah perbaikan sistem nyatanya lebih cepat, akurat, serta baik lantaran udah dilakukan dengan pengelolahan data secara computer. 
  3. Informasi tentang daftar pengajar, kemampuannya serta tentang jadwal, ruang dan lainbsebagainya bisa didapat lebih cepat serta tiap saat. 
  4. Perubahaan juga dijumpai pada susunan organisasi, yang mana semestinya data-data atau informasi lainnya diperoleh dari bawahan atau atasan kini kita secara mandiri bisa mendapatkannya dari computer sendiri. 
Contoh 5

Bab V 

KESIMPULAN 
  1. Paradigma baru pendidikan sudah merubah pola pikir guru, dari guru sentris ke siswa sentris serta dari materi apa yang akan di ajarkan pada anak, ke kompetensi apa yang perlu dikuasai anak (life skill), dan bagaimana memperkaya pengalaman belajar siswa. Hingga, guru mesti melakukan evaluasi yang kontekstual. 
  2. Maka dari itu, dibutuhkan usaha profesional guru untuk menciptakan evaluasi kontekstual serta efisien. Salah satunya adalah membuat alat peraga. 
  3. Peran alat peraga dalam evaluasi amat penting lantaran bisa menjadikan evaluasi lebih menarik, dinamis, aktif, kreatif, serta menyenangkan. 
  4. Dengan alat peraga, diharapkan anak akan dapat belajar mengaplikasikan informasi yang dipelajari serta dapat memastikan sebuah pilihan tindakan yang rasional serta proporsional. 
Contoh 6

Kesimpulan 

Kesimpulan yang didapat dari penulisan Sistem Informasi Asuransi yaitu sebagai berikut ini:
  1. Sistem informasi asuransi yang ada saat ini udah cukup baik lantaran udah terakses dalam internet. 
  2. Penyampaian informasi asuransi pada masyarakat, baiknya bukan saja cuma lewat tim marketing, majalah atau internet namun bisa diperluas lagi lewat penyuluhan-peyuluhan dalam lingkup yang kecil, ini karena ada banyak masyarakat yang tidak memahami internet. 
  3. Dalam system informasi asuransi yang udah on-line di internet sebaiknya bisa ditambah gambar-gambar atau bahasa yang menarik masyarakat untuk tahu. 
  4. Dengan adanya system informasi asuransi berbasiskan computer bisa mempermudah masyarakat untuk mencari tahu duniasuransi dengan mudah. 
Contoh 7
Sumber: blog.sribu.com
Kesimpulan: 

Dari segi korban aspek terpenting pemicu paling utama mereka untuk masuk sebagai imigran ke Indonesia dikarenakan oleh aspek Man made disaster atau campur tangan manusia dalam hal ini lebih spesifiknya aspek perang, sosial, politik serta ekonomi.

Sedangkan dari segi pelaku penyelundupan imigran People smuggling aspek pemicu adanya penyelundupan imigran yaitu aspek ekonomi, atau adanya imingiming berbentuk keuntungan secara materil atau uang.

Tidak hanya itu untuk konteks Indonesia sebagai aspek khusus pemicu terjadinya tindak kejahatan penyelundupan imigran salah satunya adalah kondisi geografis Indonesia yang luas namun kekurangan satuan tugas pengamanan lokasi lndonesia.

Untuk Pencegahan Imigran dapat dilakukan dengan lewat usaha premptif, preventif serta represif. Usaha pre-emptif yakni sosialisasi memperketat arus lalu lintas masuknya orang atau warga negara asing di Indonesia.

Preventif sebagai tindak lanjut dari usaha preemptif dengan menyingkirkan peluang untuk beberapa imigran untuk masuk ke Indonesia dapat dengan pemeriksaan paspor atau dokumentasi secara ketat.

Sedang usaha represif yaitu bagaimana penegakan hukum (Law enforcement) berkaitan dengan pemberian hukuman pada pelaku penyelundupan agar ada efek jera.

Riset ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dampak kompensasi finansial serta nonfinansial pada kinerja karyawan PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar Bidang Bakaru. Bersadarkan analisa yang dilakukan.

Contoh 8

Kesimpulan: 

Dari hasil analisa serta kajian yang sudah dikemukakan, akan dihidangkan beberapa kesimpulan yakni sebagai berikut ini:

Hasil analisa tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham terutama pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Di mana dari hasil pengujian regresi yang sudah di jabarkan nyatanya antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham punya pengaruh positif dan signifikan.

Berkenaan dengan hipotesis analisa uji parsial yang seperti sudah di jabarkan nyatanya setelah dilakukan uji parsial dapat dibuktikan adanya dampak secara penting antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham.

Contoh 9

Kesimpulan: 

Dari hasil riset yang dilakukan pada bab sebelumnya, bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut ini:

Bersumber pada persamaan regresi yaitu locus of control serta dilema norma auditor punya pengaruh negatif pada pengambilan ketentuan, artinya jika variabel dependen mengalami penurunan variabel independen juga mengalami penurunan, begitu pula sebaliknya.

Bersumber pada locus of control, ada ketidaksamaan yang penting pada tingkah laku etis auditor dalam norma profesi.

Hasil riset mengungkap kalau auditor yang mempunyai internal locus of control cenderung berperilaku lebih etis dalam pengambilan ketentuan dari pada auditor yang mempunyai eksternal locus of control. Hasil pengujian mensupport hipotesis yang diajukan pada awal riset.

Dari data Hasil Statistik Deskriptif variabel Locus of Control bisa disimpulkan kalau rata-rata auditor mempunyai locus of control internal. Hal semacam ini dapat dibuktikan kalau rata-rata jawaban auditor ada di atas mean score 2,86

Bersumber pada dilema norma dari uji yang sudah dilakukan dalam riset ini, hasil riset yaitu dilema norma berpengaruh negatif pada pengambilan ketentuan etis.

Nilai kalkulasi negatif, artinya dampak yang terjadi yaitu negatif, atau bisa disimpulkan makin rendah tingkat dilema norma auditor, makin baik dalam pengambilan ketentuan, dilema norma punya pengaruh negatif pada pengambilan ketentuan etis.

Contoh 10

Kesimpulan 

Bersumber pada uraian di atas yang sudah di uraikan bahwa Perpustakaan baik itu Perpustakaan sekolah ataupun PerpustakaanNasional sudah melakukan peranannya sebagai penyelenggara jasainformasi.

Akan tetapi supaya service prima bisa terwujud secara arif serta bijaksana, perlu ada penambahan system service yaitu selain memberikan service dalam bentuk media off line juga memberikan layanandalam bentuk on-line.

Ini sebagai bentuk kepedulian perpustakaan Nasional untuk ikutmencerdaskan kehidupan bangsa lewat penyelenggara jasa informasi yang tepat, cepat, akurat serta relatif bisa dijangkau oleh kebutuhanmasyarakat.

Strategi pengguna internat di sebuah perpustakaan sekolah sangatbergantung pada visi pustakawan sekolah mengenai internet dalamkaitannya dengan peran pustakawan.

Tidak hanya itu dibutuhkan inovasi dankreatifitas pustakawan untuk mengimplementasikan pemakaian internetdalam lingkungannya yang berbeda.

Kesuksesan pengguna internet diperpustakaan pada intinya tidak terlepas dari kesuksesan pengembangan perpustakaan secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, pustakawan mesti mempunyai visi yang pasti sebagai arah yang dituju dalampengembangan perpustakaan serta berupaya untuk mencapainya.

Prosentase biaya perpustakaan dari biaya sebuah instansi (19 sekolah) adalah keyword yang memastikan keberhasilan misi perpustakaan.

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Kesimpulan dengan Penulisan Terbaik, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Kesimpulan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat suatu Kesimpulan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. downloadcontohmakalahku.blogspot.co.id
  2. westbatavia.blogspot.com 

Pengertian Moral : Nilai Moral Dalam Kehidupan

Pengertian Moral

Untuk dapat memahami moral itu sendiri, perlu memahami struktur antropologis yang ada dalam diri manusia. Struktur antropologis manusia terdiri atas jasad, ruh, dan akal. Hal ini selaras dengan pendapat Lickona, yang menekankan tiga komponen moral yang baik, yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral), dan moral action (perbuatan moral), yang diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan, dan mengerjakan nilai-nilai kebajikan. Istilah lainnya adalah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Moral berasal dari nilai tentang sesuatu. Suatu nilai yang diwujudkan dalam bentuk perilaku anak itulah yang disebut moral. Jadi suatu moral melekat dengan nilai dari perilaku tersebut. Karenanya tidak ada perilaku anak yang tidak bebas dari nilai. Hanya barangkali sejauh mana kita memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam perilaku seorang anak atau sekelompok anak memungkinkan berada dalam kondisi tidak jelas. Manusia yang hidup di dunia ini berjumlah ratusan miliar dan terus berkembang dengan pesat. Angka kelahiran dan kematian terus meningkat tetapi seimbang tetapi terkadang jumlah kelahiran lebih cepat meningkat.

Dengan meningkatnya angka kelahian secara otomatis maka jumlah penduduknya makin meningkat. Banyak sekali generasi muda pada zaman sekarang sangat kurang dalam penilaian sikap dan tingkah lakunya kepada para orang tua dan pada teman seumurannya.

Banyak dari generasi muda saat ini telah rusak dan tidak sopan atau hormat kepada orang tua atau sesorang yang umurnya lebih tua dari dirinya. Hal ini di sebabkan karena tidak adanya pengarahan moral yang di berikan ke pada anak tersebut. Sebenarnya apa moral itu akan di jelaskan sebagai berikut.

Pengertian Moral Menurut Para Ahli


  • Pengerian moral dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006) : Dituliskan bahwa moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku. 
  • Pengertian moral dalam Hurlock (Edisi ke-6, 1990) : mengatakan bahwa perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat.  Perilaku moral dikendalikan konsep konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya. 
  • Pengertian moral menurut Webster New word Dictionary (Wantah, 2005) : bahwa moral adalah sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya tingkah laku.
  • Dian Ibung : bahwa moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang. 
  • Maria Assumpta : pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia. Hal ini mirip bila dikatakan bahwa orang yang bermoral atau dikatakan memiliki moral adalah manusia yang memanusiakan orang lain.
  • Bapak Sonny Keraf : bahwa moral merupakan sebuah tolak ukur. Moral dapat digunakan untuk mengukur kadar baik dan buruknya sebuah tindakan manusia sebagai manusia, mungkin sebagai anggota masyarakat (member of society) atau sebagai manusia yang memiliki posisi tertentu atau pekerjaan tertentu. 
  • Bapak Zainuddin Saifullah Nainggolan : bahwa pengertian moral adalah suatu tendensi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat. Pengertian moral kali ini erat hubungannya dengan akhlak manusia ataupun fitrah manusia yang diciptakan memang dengan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  • Bapak Imam Sukardi : bahwa pengertiam moral adalah kebaikan kebaikan yang disesuaikan dengan ukuran ukuran tindakan yang diterima oleh masyarakat atau umum, meliputi kesatuan sosia maupun lingkungan tertentu. Disini, dapat anda perhatikan bahwa pengertian moral selalu dihubungkan dengan adat istiadat suatu masyarakat.
  • Menurut Wantah (2005) : Moral adalah sesuatu yang harus dilakukan atau tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk menentukan siapa yang benar dan perilaku yang baik dan buruk.
  • Menurut W. J. S. Poerdarminta : Menyatakan bahwa ajaran moral dari perbuatan baik dan buruk dan perilaku.
  • Menurut Dewey : Mengatakan bahwa masalah moral yang berkaitan dengan nilai-nilai moral.
  • Menurut Baron dkk : Mengatakan bahwa moral yang terkait dengan pelarangan dan mendiskusikan tindakan yang benar atau salah.
  • Menurut Magnis-Susino : Mengatakan bahwa moral selalu mengacu pada baik orang miskin sebagai manusia, sehingga aspek moral kehidupan manusia dalam hal kebaikan sebagai manusia.

Nilai Moral Dalam Kehidupan


  • Religius


Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

  • Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  • Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

  • Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi  berbagai  hambatan  belajar  dan  tugas,  serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  • Kerja Keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi  berbagai  hambatan  belajar  dan  tugas,  serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  • Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

  • Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

  • Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

  • Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

  • Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

  • Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

  • Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

  • Bersahabat/komunikatif

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

  • Cinta Damai

Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

  • Gemar membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

  • Peduli lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

  • Peduli sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

  • Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli

Pengertian Psikologi

Psikologi terdiri dari dua kata, yaitu psyche dan logos. Psyche adalah bahasa Yunani yang artinya jiwa, sedangkan logos artinya ilmu. Jadi psikologi dapat diartikan sebagai “ilmu jiwa”. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai roh (soul), tetapi lebih kepada mempelajari gejala gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang (spirit) dari manusia sebagai makhluk yang berjiwa.

Psikologi juga dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari sifat sifat dari kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi kepribadian dan perilakunya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.

Pengertian Psikologi menurut para Ahli


  • Menurut Bigot : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari adanya jiwa dan kehidupan jiwa.
  • Menurut Garrett : Pengertian Psikologi adalah suatu studi sistematik mengenai tingkah laku.
  • Woodworh dan Marquis : mengemukakan pengertian psikologi, psikologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu sejak di dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia di dalam hubungannya dengan alam sekitar.
  • Zimbardo : mengatakan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu mengenai tingkah laku organisme.
  • Menurut Hilgard dan Atkinson : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
  • Pengertian Psikologi menurut pendapat Morgan : King dan Robinson, Psikologi ialah ilmu mengenai tingkah laku manusia yang meliputi penerapannya kepada manusia.
  • Singgih Dirgagunarsa : mengemukakan bahwa Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku dari manusia.
  • Menurut John Broadus Watson : Pengertian Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dari lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons).
  • Pengertian Psikologi menurut Wilhelm Wundt : ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman pengalaman yang timbul di dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling) dan kehendak.
  • Knight : mengemukakan pengertian psikologi,Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara sistematis mengenai pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan sosial.
  • Menurut Ruch : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai manusia, oleh karena itu berhubungan dengan ilmu ilmu lainnya, sebagaimana berhubungan dengan sosiologi dan biologi.
  • Pendapat Edwin G Boring dan Herbert S Langfeld : mengenai psikologi, Psikologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai hakikat manusia.
  • Pengertian Psikologi menurut Ahmad Fauzi : ilmu yang mempelajari respons yang diberikan dari makhluk hidup terhadap lingkungannya (garden murphy).
  • Nigel C benson dan Simon Grove : mengatakan bahwa jiwa atau psyche dalam bahasa Yunani diartikan juga sebagai “napas kehidupan” dan pikiran. Dalam mitologi Yunani, psyche digambarkan sebagai seekor kupu-kupu yang menjadi istri Eros, yakni Dewa Cinta yang oleh bangsa Romawi dinamakan Cupid.

Sebagai psyche yang artinya napas kehidupan, ada dua konsep kehidupan manusia, yaitu akal dan hati. Biasanya, akal diartikan sebagai alat untuk berpikir, sedangkan hati alat untuk merasa. Akan tetapi, akal dan hati bekerja sama dalam mempertimbangkan terbentuknya perilaku manusia, karena sebelum bertindak perlu dipertimbangkan oleh akal sehat dan hati yang bersih. Akan tetapi, tidak semua perilaku manusia atau tindakan manusia didasarkan pada cara berpikir yang sehat dan pertimbangan perasaan atau hati yang bersih sehingga wujud tindakan berbeda-beda. Namun, di sisi lain, wujud tindakan masyarakat berbentuk sama, sebagaimana tindakan sosial normatif yang merujuk pada adat yang telah bertahan ratusan tahun dan sebagai bagian dari norma sosial yang berlaku turun-temurun.

Menurut Nigel C benson dan Simon Grove, semua tindakan manusia dipelajari oleh psikologi dari sisi latar belakang dan gejala psikologisnya. Oleh karena itu, perbedaan mendasar antara psikologi dan sosiologi adalah pada titik sentral objek kajiannya. Psikologi merupakan ilmu yang mengkaji secara ilmiah terhadap jiwa dan tingkah laku manusia dan hewan, sedangkan sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji kompleksitas manusia sebagai masyarakat dan budaya yang terdapat di sekitamya. Psikologi lebih eksperimentalistik dibandingkan sosiologi yang mengedepankan pendekatan observatif.

Dilihat dari beberapa pengertian psikologi dan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, psikologi merupakan ilmu yang tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan tingkah laku manusia, dan psikologi sebagai ilmu yang memiliki karakteristik yang sama dengan cabang ilmu lainnya dalam ilmu ilmu sosial dilihat dari berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengetahui gejala kejiwaan manusia, yaitu mengacu pada segala sesuatu yang tampak untuk mengetahui segala yang tidak tampak.

Dalam sosiologi, segala yang tampak sebagaimana adanya pada yang tampak yang sifatnya fenomenologis, sedangkan dalam psikologi, segala yang tampak tidak berarti yang senyatanya dari gejala jiwa karena kejiwaan bukan sesuatu yang awalnya menampakkan diri. Jadi, hakikat jiwa berada pada hasil penjelasan observatif psikologis terhadap individu yang diteliti, sedangkan dalam sosiologi, gejala kejiwaan bukan objek yang seharusnya dikaji, karena apa yang ada adalah kenyataan yang sebenamya dan tidak diperlukan keharusan menyatakan yang senyatanya yang berasal dari luar kenyataannya.

Seseorang yang sedang menangis, bukan berarti ia sedang sedih dan menderita, meskipun tangisan merupakan bagian dari ciri kesedihan dan rasa sakit. Seorang pengantin baru menangis karena rasa haru, rasa bahagia yang paling dalam dan getaran hidup yang menerawang ke arah kehidupan yang baru dalam pembentukan mahligai rumah tangga. Bayangkan, psikologi dan sosiologi, bagaikan tangisan kesedihan dan kebahagiaan. Sedih dan bahagia adalah keadaan yang berbeda, tetapi yang tampak adalah air mala yang sama, menetes dari kelopak mata, bukan kelopak yang lain. Dengan demikian, berikanlah apa yang tampakbagi sosiologi dan biarkan psikologi mengungkap gejala yang tampak untuk menemukan sisi yang tidak tertampakkan. Tidak ada jiwa jika tak ada raga. Demikian juga, dengan raga yang bergantung pada jiwa. Manusia dalam psikologi adalah individu yang kompleks dengan berbagai perilakunya, sedangkan manusia dalam sosiologi adalah individu yang merupakan bagian dari masyarakat, dan kompleksitas kehidupan sosial merupakan latar belakang terciptanya dinamika kebudayaan.

Dengan pandangan di atas, terjadilah kesepakatan di kalangan psikolog bahwa pengertian psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dari sisi gejala dan latar belakang kejiwaannya yang dikaji secara observatif dan eksperimentalistik.