Showing posts sorted by relevance for query objek studi sosiologi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query objek studi sosiologi. Sort by date Show all posts

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli

Pengertian Psikologi

Psikologi terdiri dari dua kata, yaitu psyche dan logos. Psyche adalah bahasa Yunani yang artinya jiwa, sedangkan logos artinya ilmu. Jadi psikologi dapat diartikan sebagai “ilmu jiwa”. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai roh (soul), tetapi lebih kepada mempelajari gejala gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang (spirit) dari manusia sebagai makhluk yang berjiwa.

Psikologi juga dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari sifat sifat dari kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi kepribadian dan perilakunya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.

Pengertian Psikologi menurut para Ahli


  • Menurut Bigot : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari adanya jiwa dan kehidupan jiwa.
  • Menurut Garrett : Pengertian Psikologi adalah suatu studi sistematik mengenai tingkah laku.
  • Woodworh dan Marquis : mengemukakan pengertian psikologi, psikologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu sejak di dalam kandungan sampai dengan meninggal dunia di dalam hubungannya dengan alam sekitar.
  • Zimbardo : mengatakan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu mengenai tingkah laku organisme.
  • Menurut Hilgard dan Atkinson : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
  • Pengertian Psikologi menurut pendapat Morgan : King dan Robinson, Psikologi ialah ilmu mengenai tingkah laku manusia yang meliputi penerapannya kepada manusia.
  • Singgih Dirgagunarsa : mengemukakan bahwa Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku dari manusia.
  • Menurut John Broadus Watson : Pengertian Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dari lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons).
  • Pengertian Psikologi menurut Wilhelm Wundt : ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman pengalaman yang timbul di dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling) dan kehendak.
  • Knight : mengemukakan pengertian psikologi,Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari secara sistematis mengenai pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu dan sosial.
  • Menurut Ruch : Pengertian Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai manusia, oleh karena itu berhubungan dengan ilmu ilmu lainnya, sebagaimana berhubungan dengan sosiologi dan biologi.
  • Pendapat Edwin G Boring dan Herbert S Langfeld : mengenai psikologi, Psikologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai hakikat manusia.
  • Pengertian Psikologi menurut Ahmad Fauzi : ilmu yang mempelajari respons yang diberikan dari makhluk hidup terhadap lingkungannya (garden murphy).
  • Nigel C benson dan Simon Grove : mengatakan bahwa jiwa atau psyche dalam bahasa Yunani diartikan juga sebagai “napas kehidupan” dan pikiran. Dalam mitologi Yunani, psyche digambarkan sebagai seekor kupu-kupu yang menjadi istri Eros, yakni Dewa Cinta yang oleh bangsa Romawi dinamakan Cupid.

Sebagai psyche yang artinya napas kehidupan, ada dua konsep kehidupan manusia, yaitu akal dan hati. Biasanya, akal diartikan sebagai alat untuk berpikir, sedangkan hati alat untuk merasa. Akan tetapi, akal dan hati bekerja sama dalam mempertimbangkan terbentuknya perilaku manusia, karena sebelum bertindak perlu dipertimbangkan oleh akal sehat dan hati yang bersih. Akan tetapi, tidak semua perilaku manusia atau tindakan manusia didasarkan pada cara berpikir yang sehat dan pertimbangan perasaan atau hati yang bersih sehingga wujud tindakan berbeda-beda. Namun, di sisi lain, wujud tindakan masyarakat berbentuk sama, sebagaimana tindakan sosial normatif yang merujuk pada adat yang telah bertahan ratusan tahun dan sebagai bagian dari norma sosial yang berlaku turun-temurun.

Menurut Nigel C benson dan Simon Grove, semua tindakan manusia dipelajari oleh psikologi dari sisi latar belakang dan gejala psikologisnya. Oleh karena itu, perbedaan mendasar antara psikologi dan sosiologi adalah pada titik sentral objek kajiannya. Psikologi merupakan ilmu yang mengkaji secara ilmiah terhadap jiwa dan tingkah laku manusia dan hewan, sedangkan sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji kompleksitas manusia sebagai masyarakat dan budaya yang terdapat di sekitamya. Psikologi lebih eksperimentalistik dibandingkan sosiologi yang mengedepankan pendekatan observatif.

Dilihat dari beberapa pengertian psikologi dan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, psikologi merupakan ilmu yang tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan tingkah laku manusia, dan psikologi sebagai ilmu yang memiliki karakteristik yang sama dengan cabang ilmu lainnya dalam ilmu ilmu sosial dilihat dari berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengetahui gejala kejiwaan manusia, yaitu mengacu pada segala sesuatu yang tampak untuk mengetahui segala yang tidak tampak.

Dalam sosiologi, segala yang tampak sebagaimana adanya pada yang tampak yang sifatnya fenomenologis, sedangkan dalam psikologi, segala yang tampak tidak berarti yang senyatanya dari gejala jiwa karena kejiwaan bukan sesuatu yang awalnya menampakkan diri. Jadi, hakikat jiwa berada pada hasil penjelasan observatif psikologis terhadap individu yang diteliti, sedangkan dalam sosiologi, gejala kejiwaan bukan objek yang seharusnya dikaji, karena apa yang ada adalah kenyataan yang sebenamya dan tidak diperlukan keharusan menyatakan yang senyatanya yang berasal dari luar kenyataannya.

Seseorang yang sedang menangis, bukan berarti ia sedang sedih dan menderita, meskipun tangisan merupakan bagian dari ciri kesedihan dan rasa sakit. Seorang pengantin baru menangis karena rasa haru, rasa bahagia yang paling dalam dan getaran hidup yang menerawang ke arah kehidupan yang baru dalam pembentukan mahligai rumah tangga. Bayangkan, psikologi dan sosiologi, bagaikan tangisan kesedihan dan kebahagiaan. Sedih dan bahagia adalah keadaan yang berbeda, tetapi yang tampak adalah air mala yang sama, menetes dari kelopak mata, bukan kelopak yang lain. Dengan demikian, berikanlah apa yang tampakbagi sosiologi dan biarkan psikologi mengungkap gejala yang tampak untuk menemukan sisi yang tidak tertampakkan. Tidak ada jiwa jika tak ada raga. Demikian juga, dengan raga yang bergantung pada jiwa. Manusia dalam psikologi adalah individu yang kompleks dengan berbagai perilakunya, sedangkan manusia dalam sosiologi adalah individu yang merupakan bagian dari masyarakat, dan kompleksitas kehidupan sosial merupakan latar belakang terciptanya dinamika kebudayaan.

Dengan pandangan di atas, terjadilah kesepakatan di kalangan psikolog bahwa pengertian psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku manusia dari sisi gejala dan latar belakang kejiwaannya yang dikaji secara observatif dan eksperimentalistik.

Pengertian Pariwisata

Pariwisata merupakan seluruh kegiatan, fasilitas dan pelayanan yang diakibatkan oleh adanya perpindahan perjalanan sementara dari seseorang ke luar dari tempat tinggalnya ,serta tinggal dalam waktu singkat di tempat tujuan dari perjalanan ,untuk tujuan bersenang-senang dan berlibur. Pariwisata sering didefinisikan sebagai suatu kegiatan perjalanan yang lebih banyak berkaitan dengan kegiatan-kegiatan santai dan untuk bersenang-senang .

Pendapat lain juga mengatakan bahwa pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Banyak lagi definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang pariwisata, yang masing-masing mempunyai penekanan khusus pada batasan-batasan yang dikemukakan. Beberapa ahli memberikan definisi dan batasan yang “berbeda” tentang istilah pariwisata, yang penekanannya dilatarbelakangi oleh bidang keahliannya masingmasing, yaitu penekanan pada aspek-aspek ekonomi, sosiologi, psikologi, seni-budaya, maupun aspek geografis kepariwisataan. Definisi lain tentang pariwisata (tourism), adalah industri jasa, yang menangani (kesatuan) jasa layanan mulai dari transportasi, jasa keramahan (hospitality), tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti: bank, asuransi, keamanan, dll.

Undang-Undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan, menyatakan bahwa pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut.

The World Tourism Organisation memberikan definisi Tentang Wisatawan ( tourist), sebagai : wisatawan adalah seorang yang tinggal di suatu negara, tanpa memandang kebangsaannya, melakukan perjalanan ke tempat didalam negara yang bukan merupakan tempat tinggalnya yang biasa, sedikitnya selama 24 jam atau satu malam, untuk suatu tujuan selain mendapatkan penghasilan di tempat yang dikunjunginya.

Tujuan perjalanannya dapat digolongkan ke dalam klasifikasi berikut ini :
  • Pesiar (leisure), seperti untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, studi, keagamaan, olah raga.
  • Perdagangan (business), keluarga, missi, atau konperensi.
Definisi tersebut diatas belum memasukkan unsur utama dari industri pariwisata, yaitu pasar untuk the day-trip (perjalanan sehari). The 1987 Australian Government Committee Inquiry to Tourism  mengangkat definisi tentang pariwisata (tourism), sudah memasukkan unsur pasar “the day-trip”, sebagai berikut :
“A tourist” is: a) a person who undertakes travel, for any reason, involving a stay away from his or her usual place of residence for at least one night : or, b) a person who undertakes a pleasure trip involving a stay away from home for at least four hours during daylight, and involving a round distance of at least 50 km”.

Dari beberapa batasan yang diberikan oleh para ahli maupun organisasi pariwisata tersebut diatas, terdapat pengertian bahwa pariwisata mempunyai ciri:
  • Perjalanan yang dilakukan itu bersifat sementara waktu.
  • Perjalanan itu dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya, dan pasti akan kembali ke tempat asalnya.
  • Perjalanan yang dilakukan itu harus selalu dikaitkan dengan pertamasyaan atau rekreasi.
  • Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak dengan tujuan untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya.
Dalam rangka untuk pengembangan dan pembinaan kepariwisataan di Indonesia, pemerintah telah merumuskan batasan tentang wisatawan, bahwa “Wisatawan (tourist) adalah setiap orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungannya itu”

Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan untuk bersenangsenang mengunjungi obyek / atraksi wisata, menyaksikan secara langsung adat budaya setempat, dan tujuan lainnya (tidak untuk mendapatkan penghasilan), dengan durasi waktu lebih dari 24 jam, sehingga memerlukan kebutuhan utama selain objek-objek wisata yang akan dikunjungi, yaitu: transportasi, akomodasi dan konsumsi .

Kebutuhan lain seperti : souvenir, bank, entertain, jasa komunikasi, pusat belanja, dan lain-lain, merupakan unsur penunjang, sehingga dikatakan bahwa pariwisata merupakan kegiatan “multi bisnis”.

Kepariwisataan, adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata, seringkali disebut juga Industri Hospitality dan Industri Pariwisata.

”Kepariwisataan tumbuh karena perbedaan, keunikan, kelokalan baik itu yang berupa bentang alam, flora, fauna maupun yang berupa kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa, rasa dan budi manusia. Tanpa perbedaan itu, tak akan ada kepariwisataan, tidak ada orang yang melakukan perjalanan atau berwisata. Oleh karena itu, melestarikan alam dan budaya serta menjunjung kebhinekaan adalah fungsi utama kepariwisataan. Alam dan budaya dengan segala keunikan dan perbedaannya adalah aset kepariwisataan yang harus dijaga kelestariannya. Hilangnya keunikan alam dan budaya, berarti hilang pulalah kepariwisataan itu” (ardike, budpar).