Showing posts sorted by relevance for query organ reproduksi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query organ reproduksi. Sort by date Show all posts
24 March 2017

Alat Reproduksi Pria dan Fungsinya

Alat Reproduksi Pria dan Fungsinya. Pengertian Alat Reproduksi Pria, Bagian-Bagian Alat Reproduksi Pria, Fungsi dari Tiap Bagian Alat Reproduksi Pria, Penjelasan Mengenai Bagian Alat Reproduksi Pria, Istilah atau Sebutan untuk Seluruh Bagian Alat Reproduksi Pria.

Alat Reproduksi Pria

Sumber: sehatki.com
Organ reproduksi pria terbagi dalam organ reproduksi internal serta organ reproduksi eksternal. Organ reproduksi internal terbagi dalam testis, saluran pengeluaran (epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, uretra) serta kelenjar asesoris (vesikulasi seminalis, kelenjar prostat, kelenjar cowper).

Yang dipakai untuk mensekresikan esnesial untuk kelangungan hidup serta pergerakan sperma. Sedangkandari organ reproduksi eksternal terbagi dalam penis serta skrotum.

Bagian-Bagian Alat Reproduksi Pria 

Testis 

Testis yaitu organ kelamin pria yang berwujud oval serta terdapat dalam skrotum yang berjumlah sepasang. Manfaat testis yaitu untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) serta hormon sex testosteron.

Testis terdapat dalam skrotum adalah organ berugae (mempunyai lipatan kulit), serta berperan dalam melindungi suhu testis supaya spermatogenesis bisa tetap terjadi.

Bila suhu rendah (dingin) skrotum berkerut serta mendekat ke arah tubuh, sedangkan apabila suhu sedang tinggi, skrotum akan mengendur serta menjauh dari tubuh.

Tempat pembentukan sperma dalam testis yaitu tubuhlus seminiferus. Lantas ada pintalan-pintalan tubuhlus seminiferus yang ada dalam ruangan testis yang disebut juga dengan lobulus testis, satu testis biasanya terdiri dari kurang lebih 250 lobulus testis.

Epdidimis 

Epididimis yaitu organ kelamin pria berwujud saluran berkelok-kelok yang ada dalam skrotum serta di luar testis. Epididimis berwujud mirip dengan huruf C. Peranan Epididimis yaitu sebagai alat pengangkutan, penyimpanan, serta pematangan sperma.

Saat sebelum memasuki epididimis, sperma tidak memiliki kekuatan dalam bergerak sebelum subuh, namun sesudah epididimis menjalani peranannya, sperma udah subuh serta bisa bergerak meskipun belum prima. Sesudah epididimis sperma akan masuk ke vas (duktus) deferens, lantas disalurkan menuju ke vesikula seminalis.

Vas Deferens 

Vas Deferensi yaitu saluran yang berwujud tabung serta berfungi dalam menyalurkan sperma ke vesikula seminalis serta sebagai tempat penampungan sperma.

Proses pematangan serta penyimpanan sperma, duktus deferens mendorong sperma dengan bergerak secara peristaltik lambat ke vesikula seminalis. Sedangkan di saat ejakulasi, akan bergerak cepat serta kuat hingga sperma keluar dengan menyembur.

Kelenjar Kelamin 

Sumber: sehatki.com
Kelenjar kelamin yaitu organ-organ kelamin pria yang dimanfaatkan dalam menghasilkan cairan sebagai tempat berenangnya sperma, serta melindungi sperma tetap hidup dengan menetralkan asam, lantaran cairan itu miliki sifat basa. Cairan itu di kenal dengan air mani, sedangkan dalam bahasa ilmiah di kenal dengan nama semen.

Dalam 1 ml air mani, ada kurang lebih 60-100 juta sel sperma yang wajarnya semen atau air mani memiliki pH 7,2 yang memiliki volume 3-5 ml, dengan warna putih susu hingga kuning-kekuningan dan agak kental. Kelenjar kelamin terdiri atas 3 organ diantaranya sebagai berikut ini:

Seminal vesicle atau vesikula seminali disebut juga dengan kantung semen atau kantung mani. Seminal vesicle yaitu satu kantung kecil di bawah prostat yang berperan menghasilkan cairan yang disebut dengan semen (air mani).

Cairan ini membuat beberapa sel sperma yang di keluarkan oleh testis jadi lebih encer hingga gampang disemprotkan keluar. Semen yang diejakulasikan pria terbagi dalam cairan duktus deferens, vesikula seminalis, kelenjar prostat, serta kelenjar di mukosa.

Cairan semen yang paling penting yaitu vesikula seminalis (kurang lebih 60%) yang diejakulasikan paling akhir serta bertindak dalam mengeluarkan sel sperma dari duktus ejakulasi serta uretra.

Rata-rata pH semen gabungan kurang lebih 7,5 cairan prostat yang alkali akan menetralisir keasaman semen yang lain yang miliki sifat asam. Cairan prostat memberikan bentuk semen seperti susu, sedangkan cairan dari seminal vesicle serta dari kelenjar di mukosa memberikan konsistensi mukoid pada semen.

Fibrinogen yang dihasilkan oleh seminal vesicle mengakibatkan koagulasi cairan semen, sesudah 15-20 menit selanjutnya terjadi lisis oleh lantaran fibrinolisin yang dibentuk dari profibrinolisin dari prostat.

Pada menit-menit pertama sesudah ejakulasi, sel sperma tetap relatif tidak bergerak, mungkin saja lantaran terkoagulasi. Tetapi sesudah koagulasi larut. Sel sperma segera aktif seperti mobil yang bergerak lincah.

Dalam beberapa hal tubuh pria serta wanita tidak jauh berbeda seperti mereka saling mempunyai jantung, hati, paru-paru serta ginjal. Namun pria serta wanita mempunyai organ reproduksi yang tidak sama.

Organ-organ inilah yang memungkinkan pria serta wanita menjalani peranan reproduksi serta melangsungkan keturunan. Organ reproduksi pria berperan untuk menjalani peranan reproduksi. Sperma sebagai sel pria di produksi di dalam organ-organ ini serta lantas disalurkan ke liang vagina lewat proses penetratif penis hingga terjadi pembuahan di dalam rahim wanita.

Prostat yaitu kelenjar yang terdapat pada bagian belakang saluran sperma. Peranan prostat yaitu menghasilkan semen (air mani) sebagai nutrisi untuk sperma serta sekaligus alat trasportasi sperma ketika keluar dari penis menuju rahim wanita.

Lantaran peranannya amat vital maka melindungi kesehatan prostat mesti di perhatikan baik. Pada prostat ada satu saluran yang berperan mengalirkan cairan yang di produksi oleh prostat untuk membuat cairan semen lebih encer.

Kelenjar prostat juga jadi sumber paling utama dari hormon prostaglandin. Kelenjar prostat akan mengeluarkan cairan alkali yang encer, memiliki kandungan asam sitrat, kalsium, serta beberapa zat lain. Sepanjang ejakulasi terjadi, kelenjar prostat akan berkontraksi serentak dengan duktus deferens serta seminal vesicle.

Cairan yang di produksi oleh kelenjar prostat menambah banyaknya semen (air mani). Karakter alkali cairan prostat amat penting untuk kesuksesan fertilisasi (pembuahan). Cairan dari duktus deferens relatif asam lantaran adanya hasil akhir metabolisme sperma.

Cairan asam ini miliki sifat menghalangi fertilitas serta motilitas sperma. Sekresi vagina pada wanita juga miliki sifat asam (pH 3,5 hingga 4). Sel sperma tidak bisa bergerak optimum hingga pH cairan sekitarnya bertambah jadi kurang lebih pH 6 hingga 6,5. Cairan dari prostat akan menetralisir keasaman cairan dari seminal vesicle.

Kelenjar Bulbouretra (Cowpery), yakni kelenjar yang berjumlah dari sepasang. Peranan kelenjar bulbouretra (cowpery) yaitu untuk menghasilkan cairan lendir yang sifatnyabasa dalam saluran ejakulasi. Kelenjar yang terdapat di bawah kelenjar prostat.

Cairan yang dihasilkan dari kelenjar Bulbouretra keluar saat sebelum ejakulasi, serta dalam agama islam disebut juga dengan mazi yang disebut najis serta cara mensucikannya sama juga dengan mensucikan air kencing/urin.

Saluran Ejakulasi 

Jumlah sepasang. Saluran ejakulasi berperan untuk saluran pendek yang menghubungkan duktus vesikula seminalis serta uretra.

Uretra 

Uretra yaitu saluran yang terdapat dalam penis. Peranan uretra yaitu sebagai tempat keluarnya sperma serta tempat keluarnya urin.

Penis (Zakar) 

Penis yaitu alat kelamin luar pada pria. Peranan penis yaitu untuk memasukkan sperma ke dalam alat reproduksi wanita lewat pertemuan keduanya (kopulasi). Penis adalah organ tersusun dari otot yang bisa tegang serta dilapisi oleh susunan kulit tipis.

Proses tegangnya penis disebut juga dengan ereksi, hal semacam ini terjadi lantaran ada rangsangan yang membuat pembuluh darah penis terisi. Sesudah di sunat (khitan) kulit tipis (preputium) melapisi glan penis akan dipotong.

Penis mempunyai peranan untuk ejakulasi, yakni dengan mengeluarkan sperma lewat uretra (saluran dalam penis), sepanjang ejakulasi otot-otot kandung kemih kemudian mengkerut, untuk menghindari sperma masuk ke kandung kemih, oleh sebab itu kita tidak dapat kencing sembari ejakulasi. Dan penis terbagi dalam beberapa sisi diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Gian Penis, adalah sisi kepala bila sudah dikhitan serta tidak dilapis kulit 
  2. Batang (corpus) penis 
  3. Pangkal penis 
Skrotum (Kantung Pelir) 

Skrotum yaitu kantung didalamnya ada testis. Antara kantung bagian kanan serta kiri dibatasi oleh sekat yang tersusun dari jaringan ikat serta jaringan polis (otot dartos). Otot dartos mengakibatkan skrotum bisa mengendur serta bisa berkerut.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Alat Reproduksi Pria dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Reproduksi Pria di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Reproduksi Pria. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com
  2. sehatki.com
23 March 2017

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya. Alat Reproduksi Wanita, Fungsi dari Alat Reproduksi Wanita, Bagian-Bagian dari Alat Reproduksi Wanita, Penjelasan Lengkap Mengenai Tiap-Tiap Bagian dari Alat Reproduksi Wanita. Alat Reproduksi Wanita Bagian Dalam dan Luar.

Pengertian Alat Reproduksi Wanita

Sumber: softilmu.com
Alat Reproduksi wanita yakni organ – organ yang melakukan tindakan dalam rangkaian proses yang memiliki tujuan untuk berkembang biak atau memperbanyak keturunan.

Agar manusia dapat memiliki anak, harus memiliki organ – organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadaan normal. Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi ke dalam dua golongan, yaitu Alat Reproduksi (Genetalia) luar dan Alat Reproduksi (Genetalia) dalam.

Alat Reproduksi (Genetalia) Luar 

Mons Pubis

Mons Pubis yakni sisi yang sedikit menonjol dan sisi yang menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Sisi ini disusun oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat. Mons Pubis juga sering kali disebut dengan nama gunung venus, ketika dewasa sisi Mons Pubis akan ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan dan membuat pola seperti segitiga terbalik.

Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan) 

Seperti namanya, Sisi ini berwujud seperti bibir. Labia Mayora yaitu sisi kelanjutan dari mons veneris yang berwujud lonjong, menuju ke bawah dan menyatu membentuk perineum. Sisi Luar dari Labia Mayor disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat, dan saat dewasa biasanya ditutupi oleh rambut–rambut kemaluan yang disebut rambut dari mons veneris.

Sedangkan selaput lemak yang tidak mempunyai rambut, namun memiliki banyak ujung – ujung saraf hingga peka ketika melakukan hubungan seksual.

Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan) 

Labia Minora yaitu organ berwujud lipatan yang ada di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah hingga sangat mungkin akan membesar saat gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengitari Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Labia Minora analog dengan Kulit Skrotum pada Alat Reproduksi Pria.

Klitoris 

Klitoris yakni organ berwujud erektil yang sangat sensitif pada rangsangan saat hubungan seksual. Klitoris memiliki banyak pembuluh darah dan banyak ujung saraf padanya, oleh karena itu Organ ini sangat sensitif dan miliki sifat erektil. Klitoris Analog dengan Penis pada Alat Reproduksi Pria.

Vestibulum 

Vestibulum yakni rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.

Vestibulum yaitu tempat bermuaranya: 
  1. Uretra (saluran kencing) 
  2. Muara Vagina (liang Senggama) 
  3. Masing – Masing Dua Lubang Saluran Kelenjar Bartholini dan Skene (Kelenjar ini mengeluarkan cairan seperti lendir saat pendahuluan hubungan untuk memudahkan masuknya penis) 
Himen (Selaput Dara) 

Himen yaitu selaput membran tidak tebal yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sampai dapat dijadikan satu di antara aspek untuk menilainya keperawanan. Sewajarnya Himen memiliki satu lubang agak besar yang berwujud seperti lingkaran.

Himen yaitu tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen rata-rata akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan ketinggalan sisa – sisa himen yang disebut juga dengan caruncula Hymenalis (caruncula mirtiformis).

Alat Reproduksi (Genetalia) Dalam 

Sumber: kelas-bidan.blogspot.co.id
Vagina 

Vagina yakni muskulo membranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Vagina memiliki panjang lebih kurang 8 – 10 cm, ada di antara kandung kemih dan rektum, memiliki dinding yang berlipat – lipat, susunan terluarnya yaitu selaput lendir, susunan tengahnya tersusun atas otot-otot, dan susunan paling dalam berupa jaringan ikat yang mempunyai serat.

Vagina berperan sebagai jalan lahir, sebagai sarana dalam hubungan seksual dan sebagai saluran untuk mengalirkan darah dan lendir saat menstruasi.

Otot pada vagina yaitu otot yang datang dari sphingter ani dan levator ani (Otot anus/dubur), sampai otot ini dapat dikendalikan dan dilatih. Vagina tidak mempunyai kelenjar yang dapat menghasilkan cairan, tetapi cairan yang selalu membasahinya datang dari kelenjar yang ada pada rahim.

Uterus (Rahim) 

Uterus yakni organ berongga yang berwujud seperti buah pir dengan berat lebih kurang 30 gram, dan tersusun atas susunan – susunan otot. Ruang pada rahim (Uterus) ini berupa segitiga dengan segi atas yang lebih lebar. Manfaatnya yakni sebagai tempat tumbuh dan mengembangnya janin.

Otot pada uterus berwujud elastis hingga dapat menyesuaikan serta melindungi janin ketika proses kehamilan sepanjang 9 bulan.

Pada bagian uterus ada Endometrium (dinding rahim) yang terbagi dalam sel –sel epitel dan membatasi uterus. Susunan endometrium ini akan menebal pada ketika ovulasi dan akan meluruh pada ketika menstruasi. Untuk melindungi posisinya uterus disangga oleh ligamentum dan jaringan ikat.

Uterus memiliki beberapa sisi: 
  1. Korpus Uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti segitiga pada bagian atas 
  2. Serviks uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti silinder 
  3. Fundus Uteri, yaitu sisi korpus yang ada di atas kedua pangkal tuba fallopi 
Pada saat persalinan, rahim yaitu jalan lahir yang penting karena ototnya bisa mendorong janin untuk keluar, serta otot uterus dapat menutupi pembuluh darah untuk menghindari terjadinya perdarahan pasca persalinan. Sesudah proses persalinan, rahim akan kembali lagi ke bentuk semula dalam waktu lebih kurang 6 minggu.

Tuba Fallopi (Oviduk) 

Tuba Fallopi (Oviduk) yakni organ yang menghubungkan Uterus (Rahim) dengan Indung Telur (Ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) juga sering kali disebut juga dengan saluran telur karena mempunyai bentuk seperti saluran. Organ ini berjumlah dua buah dengan panjang 8 – 20 cm.

Tuba Fallopi berperan untuk: 
  1. Sebagai saluran spermatozoa dan ovum 
  2. Penangkap ovum 
  3. Bisa jadi tempat pembuahan (fertilisasi) 
  4. Sebagai tempat perkembangan hasil pembuahan saat sebelum bisa masuk ke sisi dalam Uterus (Rahim). 
Tuba Fallopi (Oviduk) terdiri atas 4 sisi: 
  1. Infundibulum, yaitu sisi berupa seperti corong yang ada di pangkal dan memiliki Fimbriae. Fimbriae berperan untuk menangkap ovum 
  2. Pars ampularis, yaitu sisi agak lebar yang disebut tempat bertemunya ovum dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi) 
  3. Pars Ismika, yaitu sisi tengah tuba yang sempit 
  4. Pars Interstitialis, yaitu sisi tuba yang letaknya dekat dengan uterus. 
Ovarium (Indung Telur) 

Ovarium yakni kelenjar reproduksi paling penting pada wanita yang berperan untuk menghasilkan ovum (Sel telur) dan penghasil hormon seks paling penting. Ovarium berbentuk oval, dengan panjang 2, 5 – 4 cm. Ada sepasang Ovarium yang ada di kanan dan kiri, serta dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi.

Umumnya setiap Ovarium pada wanita yang sudah pubertas memiliki 300.000-an, dan beberapa sel telus ini mengalami kegagalan pematangan, rusak atau mati, sampai benih sehat yang ada lebih kurang 300 - 400-an benih telur dan 1 ovum dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan kanan secara bergantian lewat proses menstruasi.

Sampai saat benih telur habis, terjadilah menopause. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang bertindak dalam proses Menstruasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Reproduksi Wanita di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Reproduksi Wanita. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
16 May 2017

Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida

Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida. Pengertian Annelida, Klasifikasi Annelida, Struktur Tubuh Annelida, dan Ciri-Ciri Annelida.

Pengertian Annelida

Sumber: zaloosara.com
Secara Bahasa Annelida yaitu hewan yang bentuk badannya seperti susunan cincin. Kata Annelida datang dari bahasa yunani, yakni dari kata annulus yang memiliki arti cincin, serta oidos yang artinya bentuk.

Annelida mempunyai rongga tubuh sejati serta badannya berbentuk seperti segmen, dan bernapas lewat kulit. Hingga saat ini ada kurang lebih 15.000, dengan panjang tubuh dari 1 mm-3 m. Filum Annelida bisa hidup di laut, air tawar, serta di tanah.

Struktur Tubuh Annelida 

Sumber: keywordsuggests.com
Sisi tubuh annelida berbentuk segmen-segmen. Antara satu segmen dengan segmen yang lain ada sekat yang disebut dengan septa. Pembuluh darah, pembuluh saraf, serta system ekskresi tersambung menembus septa antara satu segmen dengan segmen yang lain.

Rongga Tubuh annelida memuat cairan yang berperan dalam pergerakan hewan ini, kontraksi otot juga amat mempengaruhi gerakannya. Badannya berupa simetri bilateral, yakni sisi tubuh yang satu berdampingan dengan sisi tubuh yang lain, serta jika ditarik garis yang memotong dari depan ke belakang maka akan diperoleh potongan yang sama.

Susunan Luar tubuh annelida mempunyai kutikula (susunan pelindung). Pada susunan luar annelida juga ada sel sensoris yang berperan untuk menerima rangsang.

Tubuh annelida juga mempunyai susunan otot, yang terbagi dalam otot sirkuler (spiral rapat) serta Otot Longitudinal (spiral panjang). Saat Otot Sirkuler Berkontraksi segmen akan jadi lebih tipis serta memanjang, sedangkan saat otot longitudinal berkontraksi segmen akan menebal serta memendek.

System Organ Annelida 

Sumber: animalstime.com
System Peredaran Darah, Annelida mempunyai System Peredaran darah tertutup yang mempunyai pembuluh darah dengan hemoglobin di dalamnya hingga darahnya berwarna merah. Peranan Pembuluh darah menghantarkan nutrisi serta oksigen ke semua tubuh, di bagian kulitnya ada sangat banyak pembuluh darah kecil, lantaran hewan ini bernapas melalui kulit.

System Pernapasan, Annelida bisa berlangsung lewat semua permukaan badannya yakni kulit, tetapi ada sumber yang mengatakan kalau ada pula spesies yang bisa bernapas lewat insang.

System Persarafan, Annelida mempunyai system persarafan yang disebut juga dengan system saraf tangga tali. Merupakan system saraf yang terbagi dalam ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring, serta tali saraf yang menembus segmen tubuh.

System Reproduksi Annelida biasanya berlangsung secara seksual, Satu Annelida mempunyai dua alat kelamin yakni alat reproduksi jantan serta betina (Hermafrodit), walaupun demikian, reproduksi seceara seksual tetap memerlukan dua individu yang akan mengatur dirinya sedemikian rupa hingga bisa mempertemukan sperma.

Kemudian hasil reproduksi tadi akan disimpan dalam sebuah organ khusus yang disebut dengan klitelum. Jika sudah siap, hasil ini akan terlepas dari kepala cacing, tinggal serta berkembang di dalam tanah. Beberapa Annelida dapat juga bereproduksi secara aseksual lewat cara fregmentasi diikuti dengan pergantian atau regenerasi.

System Pencernaan pada Annelida udah lengkap. Organ pencernaannya terbagi dalam mulut, faring, esofagus, usus, serta anus.

System Ekskresi Annelida dilakukan oleh organ eksresi, yakni nefridia (organ eksresi yang disebut sebagai saluran), nefrostom (Corong bersilia dalam tubuh), serta nefrotor (Pori tubuh tempat kotoran keluar). Tiap Segmen mempunyai organ eksresinya masing-masing.

Cara Hidup Annelida 

Sumber: robertharding.com
Beberapa Annelida hidup bebas tetapi adapula yang hidup parasit melekat serta bergantung pada inangnya. Rata-rata Annelida hidup diperaian laut serta air tawar, beberapa yang lainnya hidup di tanah serta tempat yang lembab. Saat hidup di tanah, hewan ini akan membuat liang untuk tempat hidupnya.

Ciri-Ciri Annelida 

Sumber: robertharding.com
  1. Badannya bilateral, bersegmen (berupa seperti susunan cincin), serta antara segmen ada septa 
  2. Mempunyai Saluran pencernaan makanan lengkap, dengan mulut di depan serta anus di belakang 
  3. Bernapas dengan kulit atau insang 
  4. Mempunyai rongga tubuh 
  5. Memiliki darah yang memiliki kandungan hemoglobin hingga darahnya berwarna merah 
  6. Alat reproduksinya punya sifat hermafrodit 
  7. System Saraf Tangga Tali 

Klasifikasi Annelida

Sumber: pinterest.com
Ada kurang lebih 15.000 spesies Annelida, Bersumber pada banyak atau tidaknya rambut pada badannya, Annelida diklasifikasikan jadi tiga grup:

PolyChaeta 

Kata PolyChaeta datang dari dua kata bahasa Yunani, yakni Poli yang artinya banyak, serta Chaeta yang artinya Rambut. Jadi Kelas PolyChaeta ini merupakan yang mempunyai rambut paling banyak dalam filum Annelida. Seluruh Species dalam kelas PolyChaeta hidup air.

Tiap Segmen pada tubuh PolyChaeta mempunyai susunan seperti daging berupa dayung yang disebut dengan Parapodia (Tunggal = parapodium). Susunan ini berperan sebagai alat geraknya. Pada Beberapa PolyChaeta, Parapodia juga berperan sebagai insang lantaran ada pembuluh darah halus.

Pada Tiap parapodium ada rambut halus punya sifat kaku yang umum disebut dengan seta, rambut ini dapat dilapisi oleh kutikula hingga licin. Ukuran tubuh seringkali ditemui pada kelas ini berkisar antara 5-10 cm. Sisi Badannya terdiri atas kepala, mata, serta sensor palpus.

OligoChaeta 

Kata OligoChaeta datang dari dua kata bahasa Yunani, yakni Oligo yang artinya sedikit, serta Chaeta yang artinya rambut. Kelas OligoChaeta adalah kelas filum Annelida yang mempunyai sedikit rambut.

Bayak Anggota OligoChaeta yang hidup di tanah atau tempat lembab, tetapi adapula yang hidup di air. Lantaran mempunyai sedikit rambut (Seta) serta tidak mempunyai Parapodia, kepalanya kecil, tidak memiliki alat peraba, serta tidak memiliki bintik mata. Pada susunan kulit ada sisi saraf yang berperan untuk menerima rangsangan.

Cacing Tanah (Pheretima sp.) yaitu spesies paling populer dibanding dengan spesies lain pada kelas ini. Klitelium (Organ Reproduksi, memiliki beberapa segmen, warnanya tidak sama) pada kelas ini ada di segmen 32-37, sel telur di produksi pada segmen 13, sedangkan sperma di produksi pada segmen 10 serta 11.

Hirudenia 

Hirudinea yaitu kelas filum Annelida yang tidak mempunyai seta (rambut) serta tidak mempunyai parapodium di badannya. Tubuh Hirudinea agak pipih dengan ujung depan serta belakang sedikit meruncing.

Pada Segmen awal serta pada akhirnya ada alat penghisap yang berperan untuk bergerak serta melekat. Gabungan dari alat penghisap serta kontraksi dan relaksasi otot adalah mekanisme gerakan dri Hirudinea. Beberapa Besar Hirudinea adalah ekstoparasit yang banyak ditemui pada permukan luar inangnya. Ukuran Hidudinea beragam antara 1-30 cm.

Hirudinea hidup pada inangnyauntuk menghisap darah lewat cara melekatkan diri. Beberapa dari mereka membuat luka pada permukaan tubuh inang hingga bisa menghisap darahnya, sedangkan berberapa yang lainnya mengsekresikan sebuah enzim yang bisa melubangi kulit.

Setelah sukses membuat lubang ia akan mengekskresikan zat anti pembeku darah, rata-rata tidak terasa ketika kelas ini melekat pada inangnya lantaran ia menghasilkan sebuah zat anastesi yang bisa menyingkirkan rasa sakit. Dalam bahasa sehari-hari Kelas ini kita kenal dengan sebutan Lintah.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Annelida di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Annelida. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
23 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes. Pengertian Nemathelminthes, Ciri dari Nemathelminthes, Klasifikasi dari Nemathelminthes, Struktur Tubuh Nemathelminthes, Fungsi dari Tiap Bagian Tubuh Nemathelminthes, Sistem Reproduksi Pada Nemathelminthes, dan Bahaya Nemathelminthes.

Pengertian Nemathelminthes

Sumber: wikipedia.org
Nemathelminthes yaitu golongan hewan cacing yang memiliki tubuh bulat panjang dengan ujung yang runcing. Secara bahasa, Kata Nemathelminthes datang dari bahasa yunani, yaitu “Nema” yang artinya benang, dan “helmintes” yang artinya cacing.

Nemathelminthes telah memiliki rongga pada tubuhnya walaupun rongga itu bukanlah rongga tubuh sejati. Rongga tubuh pada Nemathelminthes disebut juga dengan pseudoaselomata. Cacing ini memiliki tubuh meruncing pada kedua ujung sampai disebut juga dengan cacing gilig.

Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya miksroskopis, namun ada juga yang menjangkau ukuran 1 m. Cacing Nemathelminthes rata-rata hidup parasit pada tubuh manusia, hewan, atau tumbuhan, namun ada pula yang hidup bebas. Ukuran dari cacing betina lebih besar dari cacing jantan.

Susunan dan Peranan Tubuh 

Tubuh dari cacing ini tidak memiliki segmen dan susunan luar tubuhnya licin serta dilindungi oleh kutikula agar tidak di pengaruhi oleh enzim inangnya. Tubuhnya dilapisi oleh tiga susunan (tripoblastik), yaitu susunan luar (Ektodermis), susunan tengah (Mesoderm), dan susunan dalam (Endoderm). Kulit hewan ini tidak berwarna dan licin.

Nemathelminthes udah memiliki organ saluran pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, usus, dan anus. Mulut ada pada ujung depan dan anus ada pada ujung belakang. Setelah makanan di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh lewat cairan pada rongga tubuhnya.

Tubuhnya belum memiliki sistem pembuluh darah, hingga tidak memiliki sistem respirasi, pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi lewat proses difusi, yaitu perpindahan zat dari tempat konsentrasi tinggi ke tempat konsentrasi rendah.

Sistem Organ Nemathelminthes 

Sumber: biologipedia.com
Sistem Pencernaan, seperti penjelasan di atas, sistem pencernaan dari nemathelminthes terdiri atas mulut, faring, usus, dan anus.

Makanan masuk ke dalam tubuh lewat muluth pada bagian depan tubuh, lalu masuk ke faring, dan di proses di usus, setelah di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh cairan pada rongga tubuh pseudoaselomata, lalu beberapa sisa makanan akan dikeluarkan lewat anus.

Sistem Eksresi, Sistem eksresi terdiri atas 2 saluran paling penting yang akan bermuara pada sebuah lubang ditubuh segi ventral.

Sistem Reproduksi, Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual, sistem reproduksi miliki sifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang tidak sama, artinya setiap individu hanya memiliki satu organ kelamin.

Fertilisasi (pertemuan sperma dan ovum) terjadi di dalam tubuh, lalu akan menghasilkan telur yang sangat banyak (ribuan). Kumpulan telur ini akan membentuk kista yang dapat bertahan hidup pada keadaan lingkungan yang tidak baik.

Sistem aliran (peredaran darah) dan sistem pernapasannya tidak ada, sampai pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi secara difusi, yaitu dengan mekanisme pertukaran zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah.

Sistem Persarafan, yaitu sistem saraf cicin yang mengitari esofagus dan memiliki 6 cabang saraf paling penting.

Ciri – Ciri Nemathelminthes 

Kita dapatkan ciri nemathelminthes yaitu:
  1. Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh yang runcing 
  2. Memiliki tiga susunan tubuh (Triploblastik) yaitu susunan tubuh luar (ektoderm), tengan (mesoderm), dan susunan tubuh dalam (Endoderm). 
  3. Tubuhnya memiliki rongga, namun bukanlah rongga tubuh sejati sampai rongga ini disebut juga Pseudoaselomata. 
  4. Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berperan melindunginya dari enzim pencernaan inang. 
  5. Sistem pencernaannya telah lengkap 
  6. Belum memiliki sistem aliran dan sistem respirasi (pernapasan). Sistem saraf yaitu saraf cincin. 

Klasifikasi Nemathelminthes 

Sumber: hardijofandu.blogspot.co.id
Kelas Nematoda (Aschelminthes) 

Nematoda yaitu cacing benang yang umumnya mempunyai ukuran miksroskopis. Kata Nematoda datang dari bhs yunani, “Nema” artinya benang, dan “toda” artinya bentuk. Hal semacam ini dikarenakan nematoda memiliki tubuh silindris dengan kedua ujung yang runcing sampai disebut juga dengan cacing benang.

Mereka udah memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan faring berkembang denga cukup baik. Dinding tubuhnya tersusun atas tiga susunan (triploblastik), yaitu susunan luar, tengah, dan dalam dan tubuhnya udah memiliki rongga tubuh pseudoaselomata. Sistem eksresi yaitu jalur tabung pengeluaran yang akan membuang limbah lewat rongga tubuh.

Nematoda dapat hidup bebas di perairan atau daratan, adajuga yang hidup parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Saat ini Nematoda masihlah tetap merupakan persoalan yang besar untuk kesehatan manusia, hewan ternak, dan tumbuhan yang sangat merugikan.

Nematoda yaitu hewan yang terdapat banyak di air dan tanah, sampai tidak jarang mengakibatkan infeksi pada manusia, terutama buat mereka yang tidak melindungi kebersihan dengan baik. Umpamanya yakni Ascaris Lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator Americanus, dan sebagainya.

Kelas Nematophora 

Nematophora yaitu cacing yang berupa bulat dengan kedua ujung yang runcing serupa bentuk rambut sampai sering disebut juga dengan cacing rambut. Tubuhnya dilapisi oleh kutikula yang polos yang tidak bercicin.

Dalam keadaan larva mereka hidup parasit dalam tubuh manusia atau artrophoda, ketika dewasa mereka akan hidup bebas di perairan atau daratan. Umpamanya yakni Nectonema sp.
Contoh spesies dan Secernentea yakni sebagai berikut ini:

Ascaris Lumbricoides (Cacing Pita) 

Ascaris lumbricoides yakni parasit usus halus manusia yang menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi cacing perut menyebabkan pasien mengalami kekurangan gizi. Tubuh pada bagian anterior cacing mempunya mulut yang dengan dikelilingi tiga bibir dan gigi-gigi kecil.

Cacing betina memiliki ukuran panjang lebih kurang 20-49 cm, dengan diamater 4-6 mm, di bagian ekor runcing lurus, dan dapat menghasilkan 200. 000 telur/hari.

Cacing jantan mempunyai ukuran panjang lebih kurang 15-31 cm, dengan diameter 2-4 mm, segi ekor runcing melengkung, dan di bagian anus ada spikula yang berbentuk kait untuk memasukkan sperma ke tubuh betina.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur lantas keluar berbarengan tinja. Telur mempunyai kandungan embrio terletan berbarengan dengan makanan yang terkontaminasi. Di dalam usus inang, telur menetas jadi larva.

Larva berikutnya menembus dinding usus dan masuk ke daerah pembuluh darah, jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga cacing dapat tumbuh dewasa.

Cacing ini parasit pada usus halus manusia. Dikenal sebagai cacing gelang atau cacing perut. Cacing betina mempunyai ukuran lebih panjang dari pada cacing jantan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 25 cm, diameter tubuh lebih kurang 0, 5 cm. Dalam sehari cacing betina bisa menghasilkan sampai 200.000 telur.

Daur hidup Ascaris lumbricoides: 

Telur keluar berbarengan feses pasien = termakan oleh manusia = menetas jadi larva dalam usus halus = larva menembus dinding usus = ikut aliran darah ke jantung = masuk ke paru-paru = trakea = tertelan lagi = lambung = di usus halus jadi cacing dewasa.

Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) 

Anylostoma duodenale disebut juga dengan cacing tambang karena seringkali diketahui didaerah pertambangan, misalnya di Afrika. Spesies cacing tambang di Amerika yaitu Necator americanus. Cacing yang hidup parasit di usus halus manusia dan mengisap darah sampai dapat menyebabkan anemia untuk pasien ankilostomiasis.

Cacing tambang dewasa betina yang mempunyai ukuran 12 mm, mempunyai organ-organ kelamin luar (vulva), dandapat membuahkan 10.000 sampai 30.000 telur/hari. Cacing jantan yang mempunyai ukuran 9 mm dan mempunyai alat kopulasi di ujung posterior.

Di ujung anterior cacing ada mulut yang dilengkapi 1-4 pasang gigi kitin untuk mencengkeram dinding usus inang.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur keluar berbarengan feses (tinja) pasien. Di tempat yang becek, telur menetas dan menghasilkan larva. Larva masuk ke tubuh manusia dari pori-pori telapak kaki. Larva ikuti aliran darah menuju jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga yang tumbuh dewasa.

Wuchereria bancrofti 

Wuchereria bancrofti disebut juga dengan Filaria bancrofti (cacing filaria). Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), yang ditandai dengan pembengkakan di daerah kaki (dapat juga di organ lain, misalnya skrotum).

Banyak populasi cacing ini dalam saluran getah bening mengakibatkan penyumbatan pada saluran kelenjar getah bening. Oleh karena adanya penyumbatan ini menyebabkan penumpukan cairan getah bening di satu organ. Apabila penumpukan terjadi di daerah kaki kaki membengkak sampai menyerupai kaki gajah.

Onchorcerca Volvulus 

Onchorcea vovulus yaitu cacing mikroskospis penyebab onchocerciasis (river blindness) yang menyebabkan kebutaan. Vektor pembawa yakni lalat kecil pengisap darah black fly (simulium). Cacing terdapat banyak di Afrika dan Amerika Selatan.

Enterobios vermicularis 

Enterobios vermicularis disebut juga dengan Oxyuris vermicularis atau cacing kremi. Parasit pada usus besar manusia. Apabila akan bertelur cacing betina bermigrasi ke daerah sekitar anus sampai mengakibatkan rasa gatal.

Jika tanpa sengaja kita menggaruknya, lalu tanpa cuci tangan telur cacing ini dapat tertelan kembali. Cacing betina panjangnya lebih kurang 1 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya lebih kurang 0,5 cm.
Sumber: riaunews.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cacing di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Cacing. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. softilmu.com 
27 April 2017

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia. Pengertian Hormon, Fungsi Hormon, Mekanisme Kerja Hormon pada Manusia, dan Segala Hal yang terkait dengan Hormon.

Pengertian Hormon

Sumber: menstruasi.com
Hormon yakni senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga dengan kelenjar buntu lantaran tidak memiliki saluran sendiri. Sekresi kelenjar endokrin disebut juga sebagai sekresi internal. Hormon yang dihasilkan dikembalikan ke darah dan mengedar mengikuti aliran darah. Hormon itu akan mempengaruhi organ tujuan.

Dengan hal itu dapat dikatakan bila sistem endokrin dapat berkomunikasi dengan jaringan atau organ-organ tujuan yang letaknya jauh dari kelenjar.

Tidak seperti sistem saraf, efek hormon berjalan lambat, tetapi lantaran hormon mempengaruhi metabolisme sel, pengaruhnya pada jaringan dan organ menetap. Tidak cuma dihasilkan dari kelenjar endokrin, ada pula hormon yang dihasilkan dari beberapa sel saraf spesifik yang disebut juga dengan sel neurosekretori. Hormon yang dihasilkan oleh sel saraf itu dinamakan dengan neurohormon.

Hormon diproduksi bersumber pada mekanisme kerja umpan balik. Artinya kekurangan atau keunggulan hormon spesifik dapat mempengaruhi produksi hormon lain.

Perbedaan sistem saraf dengan sistem hormone 

Sistem saraf 

Sumber: hrysainsbiologi.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat impuls saraf 
  2. Impuls saraf berjalan cepat lantaran dihantarkan lewat serabut saraf 
  3. Organ tujuan umumnya khusus, contoh apabila kaki terserang paku, impuls khusus dari kaki kembali lagi ke kaki 
  4. Respon organ tujuan berjalan cepat 

Sistem hormon 

Sumber: fembrisma.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat cairan hormon 
  2. Efek hormon berjalan lambat lantaran dihantarkan lewat sistem peredaran darah 
  3. Organ tujuan ada yang khusus ada pula yang umum. Misalnya hormon vasopressin miliki dampak pada penyerapan air di ginjal, sedangkan hormon perubahan miliki dampak ke seluruh tubuh. 
  4. Respon organ tujuan ada yang cepat, ada yang lambat. 
Di dalam tubuh manusia ada 9 kelenjar endokrin yang berperan menghasilkan hormon, yaitu hipotalamus, pituitari, pineal, tiroid, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium (pada wanita), dan testis (pada lelaki).

Hipotalamus

Sumber: youtube.com
Hipotalamus ada di otak depan dan berperan penting dalam pengaturan homeostasis. Hipotalamus mempunyai beberapa sel saraf khusus yang menghasilkan neurohormon. Neurohormon ada yang berperan sebagai aspek pencetus dan ada pula yang berperan sebagai aspek penghalang.

Hormon yang berperan sebagai aspek pencetus akan dihasilkan dan dibawa lewat pembuluh darah portahipotalamohipofisis menuju ke hipofisis. Apabila hormon itu tiba di hipofisis, hipofisis akan mengeluarkan hormon yang sesuai.
  1. Berikut ini yaitu hormon yang dihasilkan hipotalamus bersama fungsi atau peranannya: 
  2. Hormon pencetus kortikotropin atau Corticotrophic Releasing Factor (CRF) à Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Adenocorticotropic Hormone (ACTH) 
  3. Hormon pencetus hormon perkembangan atau Growth Hormone Releasing Factor (GRF) à Merangsang pengeluaran hormon perkembangan Somatotrophic Hormone (STH) 
  4. Hormon pencetus tirotropik atau Tyrotrophic Releasing Factor (TRF) à Merangsang lobus anterior agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) 
  5. Hormon pencetus hormon FSH atau Follicle Stimulating Hormone Releasing Factor (FRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi FSH (Follicle Stimulating Hormone) 
  6. Hormon pencetus hormon LH atau Luteinizing Hormone Releasing Factor (LRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi LH (Luteinizing Hormone) 
  7. Neurohormon yang bekerja sebagai aspek penghambat, misalnya Prolactin Inhibiting Factor (PIF) berperan untuk menghambat pengeluaran prolaktin. Hipotalamus juga menghasilkan hormon yang bukan aspek pencetus. Hormon ini diangkut oleh neurit beberapa sel neurosekresi ke dalam hipofisis sisi belakang. Hormon-hormon itu yakni vasopressin (mempengaruhi pengeluaran air pada urine) dan oksitosin (mempengaruhi kontraksi uterus). 

Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Sumber: psychologymania.com
 Kelenjar hipofisis ada di dasar otak besar. Kelenjar hipofisis dibagi jadi 3 sisi (lobus), yaitu untuk anterior, tengah, dan posterior. Lobus tengah hanya ada pada saat kita bayi, lantas akan hanya tinggal sisa ketika telah beranjak dewasa.

Kelenjar hipofisis memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh, sampai kelenjar ini disebut juga dengan “master of glands” lantaran sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin yang lain. Kelenjar endokrin lain baru mensekresi hormon setelah mendapatkan kiriman tanda (berwujud hormon) dari kelenjar hipofisis.

Kelenjar Pineal 

Sumber: terapishalatbahagia.net
Kelenjar pineal ada di otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang bernama melatonin. Konsentrasi melatonin dalam darah naik-turun sama seperti siklus diurnal. Kandungan melatonin paling tinggi terjadi saat malam hari sampai membuat kita mengantuk.

Sedangkan pada siang hari kandungannya hanya sedikit. Kelenjar pineal diduga membantu mengatur siklus proses fisiologi siang dan malam sampai mempengaruhi pola tidur, selera makan, dan suhu tubuh.

Kelenjar Tiroid 

Sumber: amazine.co
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terdiri dari dua lobus yang ada pada bagian kanan dan kiri trakea. Sekresi kelenjar tiroid ditata oleh satu hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis, yaitu hormon tirotropik.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berperan mengatur reaksi metabolisme karbohidrat, mengatur penggunaan O2 dan CO2, mempengaruhi perubahan tubuh dan mental.

Kekurangan hormon tiroksin pada beberapa masa anak-anak dapat menyebabkan kretinisme, yaitu terjadinya perkembangan kerdil dan kemunduran mental.

Kekurangan homo tiroksin pada orang dewasa menyebabkan mixudema, dengan tanda tanda proses metabolisme mengalami penurunan, berat tubuh jadi bertambah, gerakan lamban, berpikir serta bicara lamban, kulit tebal, dan rambut rontok.

Kelebihan tiroksin pada orang dewasa akan mengakibatkan penyakit “Grave’s disease” atau penyakit gondok eksoftalmus. Tanda tanda penyakit itu yakni mata menonjol, mudah gugup, denyut nadi jadi bertambah, mata lebar, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, dan insomnia.

Tidak cuma nafsu makan jadi bertambah tetapi diiringi dengan berkurangnya berat tubuh lantaran meningkatnya metabolisme dan permasalahan pencernaan.

Tiroksin mempunyai kandungan banyak iodin, kekurangan iodin kurun waktu lama dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan ini terjadi lantaran kelenjar harus berupaya keras agar produksi tiroksin terjamin.

Menyebabkan kelenjar gondok mengembang serta nampaklah penyakit gondok. Penyakit ini seringkali ditemui di beberapa daerah yang kekurangan iodin, misalnya daerah pegunungan atau daerah perbukitan. Pencegahan dapat dikerjakan dengan mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan cukup iodin, misalnya ikan laut, atau menggunakan garam beriodin.

Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid) 

Sumber: psychologymania.com
Di setiap sisi kelenjar tiroid ada sepasang kelenjar kecil, yaitu kelenjar anak gondok atau disebut juga dengan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini berperan untuk menghasilkan hormon paratiroid untuk mengatur kandungan ion fosfat (PO4) dan ion kalsium (Ca) dalam darah dan tulang. Kerja hormon ini sinergis dengan vitamin D.

Apabila seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) hormon paratiroid akan mengakibatkan tetani, dengan tanda tanda kejang pada tangan dan kaki, gelisah, susah tidur, dan merasa kesemutan.

Kebalikannya juga, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan kelainan juga, yaitu menyebabkan kalsium dan fosforus dalam tulang akan dikeluarkan dan dialirkan ke dalam serum darah sampai pasien akan mudah untuk mengalami patah tulang

Dan dalam urine akan memiliki kandungan banyak kapur dan fosforus, sampai memperbesar peluang untuk mengakibatkan batu ginjal yang apabila telah kronis dapat mengakibatkan kegagalan ginjal.

Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal) 

Sumber: psychologymania.com
Kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal) atau kelenjar suprarenal ada di atas (kutub) setiap ginjal. Kelenjar ini terbagi dalam segi luar berwarna kekuningan yang disebut juga dengan korteks dan sisi dalam yang disebut juga dengan medula. Setiap sisi itu menghasilkan hormon yang tidak sama.

Bagian Medula 

Sumber: avisiasuryaningtyas.wordpress.com
Hormon adrenalin (epinefrin) à mempercepat kerja jantung, menaikkan tekanan darah, mempercepat pengubahan glikogen jadi glukosa pada hati, menaikkan gula darah, dan mengubah glikogen jadi asam laktat pada otot.

Hormon noradrenalin (norepinefrin) à menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Biasanya adrenalin dan noradrenalin bekerja antagonis

Bagian Korteks 

Hormon Glukokortikoid (kortisol, kortikosteron) à menurunkan metabolisme hidrat arang dan lemak, meningkatkan metabolisme protein dan lemak, serta mengurangi kekebalan.

Hormon Mineral kortikoid (aldosteron) à Regulasi Na+ dan K+, meningkatkan metabolisme hidrat arang, menahan Na+ dan Cl- dalam tubuh, dan regulasi air.

Adrenalin berperan mengubah glikogen jadi glukosa. Hormon adrenalin bekerja berlawanan dengan hormon insulin. Kedua hormon itu bekerja secara berlawanan, namun tujuannya sama yaitu mengatur kandungan gula dalam darah agar tetap normal.

Bila kita terkejut, hormon adrenalin akan dilepaskan yang mengakibatkan denyut jantung meningkat. Hormon adrenalin diedarkan ke seluruh tubuh untuk mengubah glikogen jadi glukosa yang digunakan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan daya.

Hormon adrenalin juga mengakibatkan saluran bronkiolus melebar, pupil mata melebar, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

Kurang berperannya kelenjar adrenal akan mengakibatkan penyakit Addison, yang mempunyai tanda tanda kelelahan, nafsu makan menyusut, mual, muntah, merasa sakit di dalam tubuh, dan meningkatnya pigmen melanin pada kulit.

Hiperfungsi kelenjar adrenal mengakibatkan tumor kelenjar adrenal yang menyebabkan penyakit sindrom cushing dengan tanda tanda yang terlihat yakni tubuh gemuk, anggota gerak kurus, muka seperti “bulan purnama”, ada “punuk lembu” di punggung, dan perutnya menggantung. Kulit muka juga memerah, hipertensi dan mudah stress.

Pankreas 

Sumber: tabloidbekam.wordpress.com
Pada pankreas ada kelompok sel yang disebut juga dengan pulau Langerhans. Pulau Langerhans berperan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini membantu mengubah gula jadi glikogen pada hati dan otot lurik.

Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan gula darah tidak dapat dirubah jadi glikogen untuk disimpan di dalam otot sampai mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Tidak cuma menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bertindak menaikkan gula darah dengan mengubah glikogen jadi glukosa.

Ovarium 

Sumber: endometriosiscare.wordpress.com
Ovarium berbentuk seperti buah kenari dan ada di kanan dan kiri uterus. Tidak cuma menghasilkan ovum (sel telur), ovarium juga membuahkan hormon. Ada dua bentuk hormon yang dihasilkannya, yaitu estrogen dan progesteron.
  1. Estrogen, dihasilkan oleh folikel Graff. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Peranan hormon estrogen yakni merangsang perkembangan ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual. 
  2. Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukan progesteron dirangsang oleh LH. Peranan hormon ini yakni untuk memelihara kehamilan, perkembangan, dan pertumbuhan kelenjar air susu. 

Testis 

Sumber: afairgo.net
Testis yakni organ reproduksi lelaki, berperan untuk menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron. Sekresi hormon ini dirangsang oleh LH. Sekresi hormon testosteron bertambah pada beberapa masa pubertas. Hormon testosteron mempunyai dampak pada perubahan ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hormon di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hormon. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
14 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Ciri – Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Lumut Hati, Lumut Tanduk, Lumut Daun. Penjelasan Lengkap tentang Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Berbagai Macam Manfaat dari Tumbuhan Lumut (Bryophyta).

Pengertian Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Sumber: utility-share.blogspot.com
Bryophyta atau tumbuhan lumut adalah satu divisi tumbuhan yang hidup di darat, biasanya berwarna hijau serta ukurannya kecil (bisa tidak dapat dilihat dengan memakai bantuan lensa) serta ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50cm.

Lumut hidup pada kayu, batu, pohon-pohon serta tanah. Lumut menebar hampir di semua dunia terkecuali di dalam laut. Lumut mempunyai sel yang dapat membuahkan klorofil A serta B hingga bisa membuat makanannya sendiri serta lumut berbentuk autrotof.

Lumut masuk dalam kingdom plantae di mana dalam kingdom ini mencakup seluruh organisme multiseluler serta udah berdeferensasi, dinding selnya mempunyai selulosa serta eukariotik Organisme yang masuk dalam kingdom ini nyaris semua punya sifat autrotof dengan pertolongan sinar matahari ketika berfotoseintesis.

Ciri Tumbuhan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 
  1. Memiliki ukuran kecil, ukurannya jarang yang mencapai 15cm. 
  2. Bentuk pipih seperti pita serta ada pula yang seperti batang dengan daun yang kecil. 
  3. Sel penyusun badannya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa. 
  4. Batang serta daunnya mempunyai susunan yang tidak sama: 
Selapis sel kulit, beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang mempunyai peranan sebagai akar serta menyerap makanan dari air serta garam mineral.

Susunan kulit dalam tersusun dari korteks, silinder pusat yang terbagi dalam sel penunjang atau parenkim yang memiliki bentuk memanjang, tidak mempunyai floem serta xilem.
Silinder pusat yang terbagi dalam sel parenkim yang berfungsi untuk mengangkut ari serta garam mineral.

Perkembangan pada lumut dengan cara memanjang

Susunan gametangium atau arkegonium atau anteredium mempunyai susunan yang khas yang kerap didapati pada tumbuhan paku, terlebih pada arkegoniumnya.

Arkegonium adalah gamet betina yang berupa seperti botol serta memiliki kandungan sel ovum, tetapi pada anteredium adalah gamet jantan yang berwujud bulat serta memiliki kandungan sel spermatozoid.

Daunnya cuma satu lapis sel, terkecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel daun kecil, memiliki kandungan kloroplas yang tersusun seperti jaring serta berbentuk sempit dan memanjang.

Sporogonium atau Sporofit terbagi dalam: 
  1. Tangki atau seta. 
  2. Vaginula, adalah kaki yang diselubungi oleh dinding arkegonium. 
  3. Apifisi, adalah ujung tangki atau seta yang melebar, adalah peralihan antara kotak spora serta seta. 
  4. Tudung atau kaleptra adalah yang berasal dari dinding arkegonum atas serta akan jadi tudung kotak spora. 
  5. Kolumela adalah jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora. 

System reproduksi mempunyai karakter metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara gametofit atau seksual serta sporofit atau aseksual. Reproduksi gametofit membentuk gamet jantan serta betina dalam gametofit serta reproduksi sporofit dengan spora haploid terbentuk di dalam sporofit.

Perkembang Biakan Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Siklus hidup Tumbuhan Lumut atau Bryophyta berbentuk metagenesis lantaran bergantian antara reproduksi aseksual serta seksual. Awal mulanya sporofit menghasilkan spora yang akan jadi protonema, dari protonema ini gametofit dibentuk.

Generasi gametofit ini mempunyai organ reproduksi atau gametangium yang disebut dengan ateredium pada jantan serta pada betina adalah arkegonium. Gametangium di lundungi oleh bract atau daun khusus.

Anteredium berwujud bulat serta menghasilkan sperma berflagel, sedangkan arkegonium berwujud seperti botol yang memiliki bagian lebar yang di sebut perut serta bagian sempit yang sebut leher.

Fertilisasi atau pembuahan sel teluroleh anterzoid menghasilkan zigot dengan dua sel kromosom yang disebut dengan 2n atau diploid. Zigot ini yang disebut awal dari sporofit lagi.

Lantas zigot membelah jadi sporofit dewasa yang sudah mempunyai kaki untuk menempel pada gametofit, seta serta kapsul di bagian ujungnya. kapsul ini adalah tempat dibuatnya spora lewat fase pada meiosis.

Setelah spora matang serta di keluarkan dari dalam kapsul, siklus hidup lumut akan mengulang dari pertama lagi.

Klasifikasi Bryophyta atau Tumbuhan Lumut 

Hepati Cospida atau lumut hati 
Sumber: pengertianilmu.com
Lumut ini bisa diamatai dengan langsung, seperti namanya bentuk lumut ini melengkung seperti bentuk hati serta terdiri dari dua lebus, sama dengan hati.

Lumut ini melekat serta tumbuh pada tanah serta batu, daun – daun pada pohon-pohon dalam hutan daerah tropik serta pada dinding bangunan tua yang lembab. Lumut hati bisa berfotosintesis untum embuat makanannya sendiri. Susunan badannya terdiri dari akar, batang serta daun.

Lumut hati dibagi dalam dua kelompok yang bersumber pada talusnya, yaitu lumut hati berdaun serta lumut hati bertalus. Alat kelamin pada lumut ini terdapat di bagian dorsal atau belakang talus pada bentuk lumut hati berdaun terdapat pada ujung atau terminal.

Lumut hati berkembang biak dengan oogami dengan generatif serta dengan fragmentasi, tunas serta kuncup eram denga vegetatif. Dalam sponagria ada sel yangt memiliki bentuk gulungan serta disebut juga elatera, eletera akan lepas ketika kapsul terbuka, serta akan membentu memancarkan spora.

Lumut hati juyga bereproduksi dengan aseksual dengan memakai sel gemma yang berupa mangkok serta terdapat pada permukaan sporofit. Contohnya Porella serta Marchantia polymorpha.

Anthocerotaceae atau lumut tanduk 
Sumber: google.com
Lumut ini sama juga dengan lumut hati yaitu seperti talus tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Lumut ini berkembang biak lewat cara generatif denganmembentuk anteredium serta arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.

Selnya mempunyai satu kloroplas, memiliki ukuran besar serta paling besar daripada rata-rata tumbuhan lumut. Lumut ini banyak diketemukan pada tepi sungai serta danau, di pinggir jalan yang lembab serta basah serta sepanjang selokan. Misalnya Anthoceros Laevis.

Musci atau lumut daun 
Sumber: forum.o-fish.com
Musci atau lumut sejati adalah lumut yangs ering kita jumapai, itukarena tempat hidupnay yang lebih terbuka dari pada lumut lain. Bentuk lumut ini lebih menarik.

Lumut ini memiliki perbedan dengan lumut hati, yaitu dari sisi daunnya yang tumbuh pada seluruh segi sumbu paling utama atau mungkin dengan arti lain, daunnya datang dari pusat tengah lumut atau simetri radial.

Daunnya mempunyai rusuk pada bagian tengahnya serta rusuk itu tersusun di batang dengan ikuti garis spiral, panjangnya bisa beragam dari sebuah sisi dari satu inci serta mencapai satu kaki.

Dalam rusuk tengah memiliki kandungan sel yang memanjang yang berperan untuk mengangkut air serta zat hara serta lumut ini tidak mempunyai akar.

Lumut ini sama dengan lumu gambut serta lumut hara lantaran daunnya yang khas memiliki jaringan sel kecil serta memisahkan sel mati yang besar. mempunyai daya penghisap air yang amat mengagumkan. dari itu lumut bisa bertahan hidup di rawa.

Gametofit memiliki alat kelamin jantan serta betina yang ukurannya relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif denagn flagelnya, bila ada air spermatozoid bakal berenang menuju ke ovum.

Lantas hasil dari fertilisasi bakal jadi sporofit yang pada saat sporofit udah matang akan mempunyai kaki penghisap serta satu tangkai yang panjang, serta mempunyai satu kapsul yang khas. Misalnya Furaria, Sphagnum serta Aerobrysis longissima.

Peran serta Fungsi Lumut untuk kehidupan 
Sumber: id.aliexpress.com
Beberapa bentuk tumbuhan lumut mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia. Manfaat manfaat itu diantaranya:

Jenis lumut Marchantia polymorpha masuk dalam klasifikasi lumut hati, lumut ini bisa dipakai sebagi obat hepatitis (infeksi pada hati). serta lumut gambut seperti Sphagnum masuk dalam klasifikasi lumut daun bisa dipakai sebagai pembalut atau pengganti kapas.

Klasifikasi lumut hati jenis frullania tamarisci bisa dipakai sebagai obat antiseptik. Untuk menggobati sakit jantung ada lumut jenis Cratoneuron filicinum masuk dalam klasifikasi lumut daun). Bantu menyembuhkan penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun).

Sebagai antibakteri, antikanker, menyembuhkan luka bakar serta luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati). Menyembuhkan tekanan darah tinggi serta sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun).

Faktor paling besar dari fungsi lumut untuk lingkungan yakni sebagai sumber penyedia oksigen, penyimpan air, sebagai penahan erosi, Sebagai penyedia air pada saat musim kemarau.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tumbuhan Lumut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tumbuhan Lumut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. seputarpendidikan.com
  2. faunadanflora.com 
24 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera. Pengertian Porifera, Ciri-Ciri dari Porifera, Klasifikasi Porifera, Penjelasan lengkap mengenai Porifera. Dan, segala hal mengenai Porifera akan kami bahas di sini Porifera, dalam bahasa latin disebut juga dengan porus yang memiliki arti pori serta fer yang memiliki arti membawa. Jadi, Apakah itu Porifera?

Pengertian porifera

Sumber: pinterest.com
Porifera yaitu hewan invertebrata yang tidak mempunyai jaringan sejati (parazoa), tanpa organ serta jaringan yang tidak terspesialisasi serta di dalam badanya terdapat banyak pori. Porifera adalah anggota dari Animalia yang merupakan paling simpel atau primitif.

Habitat serta Cara hidup porifera yaitu sebagian besar hidupnya di laut serta sebagin kecil lagi hidup di air tawar. Pada umumnya porifera hidupnya ada didaerah pada perairan yang dangkal serta jernih, tetapi juga diperairan berpasir atau berlumpur.

Porifera dewasa hidupnya sesil atau menempel di sebuah substrak. Profera hidup secara heterotrof dengan bentuk makanan bakteri serta plankton.

Ciri-Ciri Porifera 

Sumber: pinterest.com
Dalam membedakan spesies dari filum porifera, maka penting bagi anda untuk tahu ciri porifera secara umum. Ciri porifera yaitu sebagai berikut ini:
  1. Hewan yang bersel banyak (metazoa) yang paling simpel atau primitif 
  2. Beberapa hidup di laut dangkal dengan kedalaman kurang lebih 3,5 meter 
  3. Bentuk tubuh porifera mirip vas bunga/piala serta menempel pada dasar perairan 
  4. Badannya terdiri dua susunan sel (diploblastik) dengan susunan luarnya (epidermis) yang tersusun atas beberapa sel yang mempunyai bentuk pipih, disebut juga dengan pinakosit. 
  5. Pada epidermis yang ada porus/lubang kecil yang disebut juga dengan ostia yang dikaitkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel) 
  6. Susunan dalamnya tersusun dari beberapa sel yang berleher serta berflagel yang disebut juga dengan koanosit yang berperan untuk mencernakan makanan 
  7. Di dalam mesoglea ada juga beberapa bentuk sel, yakni sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit. 
  8. Di antara epidermis serta koanosit mempunyai susunan tengah yang berbentuk bahan kental yang disebut juga dengan mesoglea atau mesenkin 
  9. Sel amubosit atau amuboid yang berperan untuk mengambil makanan yang sudah diolah di dalam koanosit. Sel skleroblasnya berperan dengan membentuk duri (spikula) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat 
  10. Spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak berongga dengan membentuk seperti spon. 
  11. Sel arkheosit berperan sebagai sel reproduktif, umpamanya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bebrapa sisi yang rusak serta pergantian. 
  12. Makanan porifera berbentuk partikel zat organik atau makhluk hidup kecil yang masuk bersama air lewat pori-pori badannya. Makanan lantas di tangkap oleh flagel pada koanosit yang lantas makanan diolah di dalam koanosit. Dengan hal tersebut pencernaannya secara intraselluler. Setelah diolah, zat makanan itu diedarkan oleh beberapa sel amubosit ke beberapa sel yang lain. Zat sisa makanan yang di keluarkan lewat oskulum bersama aliran air.
Reproduksi Porifera - Porifera berkembang biak secara aseksual serta seksual. Berikut ini keterangan reproduksi porifera secara seksual serta aseksual:
Sumber: biozoomer.com
Reproduksi Aseksual 

Reproduksi aseksual dengan pembentukan tunas (budding). Tunas yang dihasilkan lantas memisahkan diri dari induknya serta hidup sebagai individu baru, atau tetap melekat pada induknya hingga menambah jumlah beberapa sisi dari kelompok Porifera

Reproduksi Seksual 

Reproduksi seksual berjalan dengan persatuan antara sel telur serta spermatozoid, yang akan menghasilkan zigot, berikutnya berkembang jadi larva yang berflagel. Larva itu bisa berenang serta keluar lewat oskulum. Apabila menemukan tempat yang seksual, larva akan melekat kemudian tumbuh jadi porifera baru.

Jenis Tubuh Porifera 

Sumber: thoughtco.com
Bersumber pada system saluran air yang ada pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga jenis tubuh, yakni jenis Ascon, jenis Sycon, serta jenis Rhagon.

Jenis Ascon 

Jenis ascon adalah jenis Porifera yang memiliki system saluran air simpel. Air masuk lewat pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lantas keluar lewat oskulum. Contoh: Leucoslenia.

Jenis Sycon 

Jenis Sycon adalah Porifera yang memiliki dua jenis saluran air, namun cuma radialnya yang memiliki koanosit. Air masuk lewat pori-ke saluran radial yang berdinding koanosit-spongocoel-keluar lewat oskulum. Contoh: Scypha

Jenis Rhagon (Leucon) 

Jenis Rhagon adalah Porifera yang bertipe saluran air yang kompleks atau rumit. Porifera mempunyai susunan mesoglea yang tebal dengan system saluran air yang bercabang-cabang.

Koanosit dibatasi rongga bersilia berupa bulat. Air masuk lewat pori-saluran radial yang bercabang-cabang-keluar lewat oskulum. Umpamanya: Euspongia serta Spongila.

Klasifikasi Porifera

Sumber: emaze.com
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi jadi tiga kelas, yakni:

Kelas Calcarea 

Kerangka tubuh pada kelas Calcarea berbentuk spikula yang serupa dengan duri-duri kecil dari kalsium karbonat. Umpamanya Scypha, Leucosolenia, serta Grantia.

Ciri-Ciri Calcarea 
  1. Rangka tersusun atau kalsium karbonat 
  2. Badannya berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau silinder 
  3. Tingginya kurang dari 10 cm 
  4. Hidup di laut 
Kelas Hexatinellida 

Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berbentuk spikula bersilikat atau kersik (SiO2). Biasanya berupa silinder atau corong. Umpamanya Euplectella aspergillum.

Ciri-Ciri Hexatinellida 
  1. Spikula berjumlah enam 
  2. Badannya berwarna merah pucat serta memiliki bentuk seperti vas 
  3. Hidup di laut pada kedalaman 200-1000 meter 
Kelas Demospongia

Kelas tubuh kelas Demospongia terbuat spongin saja, atau kombinasi dari spongin serta zat kersik. Umpamanya Euspongia sp. serta Spongilla sp.

Ciri-Ciri Demospongia 
  1. Tersusun dari spongin 
  2. Badannya berwarna merah cerah lantaran memiliki kandungan pigmen yang ada pada amoebosit 
  3. Tinggi serta diameternya jadi lebih dari 2 meter 
  4. Bentuk badannya tidak beraturan serta bercabang 
  5. Hidup dilaut serta di air tawar 

Fungsi Porifera 

Sumber: pinterest.com
Mengenai manfaat porifera dalam kehidupan manusia. Manfaat Porifera yaitu sebagai berikut ini:
  1. Hewan Demospongia hidup dilaut digunakan sebagai spons untuk mandi serta pembersih 
  2. Zat kimia yang di keluarkan bisa menyembuhkan penyakit kanker
Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Porifera, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Porifera di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Porifera. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
09 May 2017

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri dan Klasifikasi Amfibi

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri dan Klasifikasi Amfibi. Pengertian Amfibi, Struktur Tubuh Amfibi, Ciri-Ciri Amfibi, dan Klasifikasi Amfibi.

Pengertian Amfibi

Sumber: pixabay.com
Mendengar kata Amfibi, hal pertama yang terpikirkan yakni “Kodok serta Katak? Benar sekali, Kodok adalah satu diantara spesies dari kelas amfibi. Nah, Lantas apa yang disebut dengan amfibi

Arti amfibi datang dari bahasa yunani yakni Amphi yang memiliki arti dua serta bios yang artinya hidup. Jadi, amfibi adalah hewan vertebrata (bertulang belakang) yang bisa hidup di dua alam, yakni di air serta di darat.

Menurut beberapa pakar, amfibi adalah organism vertebrata pertama yang menempati daratan. Amfibi hidup di tempat yang lembab, untuk menghadapi hilangnya air dari kulit lantaran belum mempunyai sistem penyusunan tubuh yang baik. Amfibi juga punya sifat poikiloterm yakni hewan yang berdarah dingin.

Struktur serta Fungsi Tubuh Amfibi 

Sumber: ebiologi.com
Kita sudah mengulas pengertian dari amfibi. Saat ini, kita akan mengulas struktur serta fungsi tubuh dari amfibi. Lantas, apa saja sih struktur serta fungsi anggota tubuh dari Amfibi?

Jadi, struktur tubuh amfibi terdiri atas kepala serta tubuh untuk katak. Sedangkan kepala, tubuh serta ekor untuk salamander. Pada kepala katak terdiri atas kelopak mata serta membrane niktitan. Membrana niktitan yakni sebuah selaput atau membran yang fungsinya membuat perlindungan untuk mata katak pada saat ada di air.

Pada rongga mulut katak, terdapat lidah yang panjang serta bisa dijulurkan keluar yang fungsinya untuk menangkap mangsa. Pada bagian samping kepala katak terdapat mebrana timpani berperan sebagai penerima suara serta lantas diteruska oleh saluran eustachii. Lantas, saluran eustachii ini tersambung dengan rongga mulut serta telinga pada katak.

Pada tubuh katak, ada kaki depan yang terdiri atas lengan atas, lengan bawah, telapak tangan serta jari yang sejumlah 4 buah. Sedangkan pada kaki belakang, terdiri atas paha, betis, telapak kaki, jari-jari kaki dan selaput renang yang ada di antara jari-jari kaki. Fungsi dari selaput renang ini yakni bantu katak berenang pada saat ia berada di dalam air.

Ciri-Ciri Amfibi 

Sumber: satujam.com
Tidak hanya mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan kelas vertebrata yang lain. Amfibi juga mempunyai ciri-ciri spesial. Mengenai ciri dari amfibi yakni:
  1. Tubuh terdiri atas kepala serta badan pada katak dan kepala, badan serta ekor pada salamander. 
  2. Tubuh amfibi dilapisi oleh kulit yang basah serta berlendir. 
  3. Amfibi adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm) 
  4. Jantung amfibi terdiri atas 3 ruang yakni 2 atrium serta 1 ventrikel. 
  5. Sistem pernapasan pada amfibi saat masih tetap step larva (kecebong) memakai insang, sedangkan saat dewasa memakai kulit. 
  6. Mata amfibi mempunyai selaput yang disebut juga dengan membrane niktitan 
  7. Amfibi berkembang biak dengan bertelur serta fertilisasi secara eksternal. 
  8. Perkembangan amfibi lewat metamorphosis prima. Metamorfosis merupakan peristiwan perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang diawali dari step larva sampai dewasa. 

Klasifikasi Amfibi

Biasanya kita mengetahui amfibi sebagai katak atau kodok. Sesungguhnya, kelas amfibi tidak cuma katak atau kodok saja. Namun, ada beberapa spesies lain yang termasuk juga ke dalam kelas amfibi. Spesies-spesies itu dikelompokkan jadi tiga ordo, yakni Anura, Caudata serta Gymnophiona yang akan dibahas berikut ini:

Ordo Anura 

Sumber: keywordsking.com
Istilah “Anura” memiliki arti tidak mempunyai ekor yang artinya spesies dari ordo ini mempunyai cirri umum tidak mempunyai ekor. Ciri yang lain yakni kepala yang menyatu dengan tubuh hingga spesies dari ordo ini tidak mempunyai leher. Spesies dari ordo ini, mempunyai kaki yang lebih besar serta panjang yang fungsinya untuk melompat serta memanjat.

Spesies dari ordo Anura biasanya melakukan fertilisasi ekternal yakni pembuahan yang dilakukan di luar tubuh induk. Contoh spesies dari ordo ini yakni Katak serta Kodok. Dan, meskipun bentuk dari katak serta kodok itu sama namun kedua spesies ini mempunyai ketidaksamaan.

Katak mempunyai kulit yang halus serta lembab. Katak mempunyai paru-paru untuk bernapas. Walau demikian katak dapat juga memakai kulitnya untuk bernapas. Ketidaksamaan yang lain yakni katak mempunyai mata yang menonjol serta bisa ditarik ke dalam. Katak juga lebih banyak menggunakan waktunya di Air. Contoh yakni Rana esculenta

Dan, sedangkan saudaranya kodok mempunyai kulit yang kasar, berkutil dan kering hingga dapat hidup di daerah yang kering. Kaki belakang kodok juga lebih pendek dari katak hingga kodok lebih banyak memakai kakinya untuk berjalan.

Ordo Caudata 

Sumber: keywordsuggest.org
Istilah caudate datang dari bahasa latin yang mempunyai arti ekor. Spesies dari ordo ini nyaris semuanya mempunyai ekor. Spesies dari ordo caudate mempunyai ekor yang nyaris sama panjang dengan badannya bahkan juga beberapa spesies mempunyai ekor yang melebihi panjang badannya, contoh yakni Oedipina.

Ekor yang berkembang dengan baik memungkinkan untuk ordo ini untuk berenang dengan baik juga. Tidak sama dengan sepupunya anura, caudata mempunyai empat buah kaki yang berperan untuk berjalan.

Spesies dari ordo caudate mempunyai ukuran tubuh yang beragam macamnya. Bahkan juga satu diantara spesies dari ordo ini mempunyai ukuran mencapai 1,8 meter serta merupakan amfibi paling besar.

Contoh spesies dari ordo ini yakni Salamander.

Ordo Gymnophiona 

Sumber: yanuarefa.blogspot.co.id
Dan, kita sudah tiba di ordo paling akhir dari kelas Gymnophiona. Seperti apa bentuk dari ordo gymnophiona? Jadi menurut beberapa pakar Ordo Gymnophiona atau sesilia dicirikan dengan bentuk tubuh memanjang serupa cacing serta rata-rata diketemukan di Amerika Selatan, Afrika serta Asia Selatan.

Bentuk tubuh dari ordo ini tidak sama dengan bentuk amfibi yang lain. Sesilia mempunyai bentuk tubuh serupa dengan belut atau cacing tanah.

Sesilia hidup di bawah tanah serta di air serta mempunyai tengkorak yang kuat hingga memungkinkan ordo spesies ini untuk menggali sampai jauh ke dalam tanah.

Lantaran sesilia lebih banyak menggunakan waktu di bawah tanah hingga sesilia tidak sering terlihat oleh manusia. Sesilia juga mempunyai mata yang nyaris tidak berperan yang memiliki bentuk seperti titik di kepala.

Sistem Organ Amfibi 

Sumber: tugassekolah.com
Point paling akhir dari kajian ini yakni sistem organ pada amfibi. Supaya bisa tumbuh serta berkembang dengan baik, amfibi memerlukan sistem organ yang baik juga. System organ itu terdiri atas sistem aliran, sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem ekskresi serta sistem reproduksi yang akan dibahas berikut ini:

System Aliran 

System aliran pada katak terdiri atas sistem aliran ganda serta tertutup. Pada system aliran ganda darah yang kaya akan Karbon Dioksia dari beragam macam jenis jaringan serta organ tubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel, lantas menuju ke arteri pulmonalis serta masuk ke paru-paru.

Di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan serta oksigen diikat serta darah mengalir ke vena pulmonalis, lantas menuju atrium kiri. Lantas, dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel. Di dalam ventrikel terjadi pencampuran darah yang memiliki kandungan oksigen dengan darah yang memiliki kandungan karbon dioksida.

Dari ventrikel, darah keluar lewat traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri serta ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang jadi tiga arteri pokok, yakni arterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala serta ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal serta organ dalam tubuh, serta arteri posterior mengalirkan darah ke kulit serta paru-paru.

System Pernapasan 

System pernapasan pada katak terdiri atas insang, paru-paru serta kulit. Saat katak masih tetap pada step larva (kecebong) katak bernapas memakai insang. Dan, ketika katak masuk step dewasa, katak bernapas memakai kulit serta paru-paru. Kulit katak yang senantiasa dalam kondisi basah memiliki kandungan banyak kapiler hingga oksigen mudah berdifusi lewat kulit.

System Pencernaan 

System pencernaan pada amfibi terdiri atas beberapa saluran. Saluran itu terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus serta kloaka. Makanan dari mulut masuk ke lambung lewat kerongkongan. Di lambung makanan itu diolah serta kemudian masuk ke usus untuk diserap nutrisinya. Sisa makanan itu di keluarkan lewat kloaka dengan proses defekasi.

System Ekskresi 

System ekskresi pada amfibi mempunyai organ ekresi paling utama yakni ginjal. Manfaat ginjal pada amfibi yakni untuk menyaring darah serta zat zat sisa seperti garam, mineral serta yang lain yang tidak diperlukan oleh tubuh. Sesudah difiltrasi oleh ginjal, beberapa zat itu akan keluar lewat kloaka dalam bentuk urine dengan proses urinasi.

System Reproduksi 

System reproduksi pada amfibi terjadi di luar tubuh induk. Tujuannya fertilisasi terjadi di luar tubuh. Saat katak jantan serta betina kawin, keduanya akan melakukan ampleksus yakni katak jantan akan menempel pada tubuh katak betina serta menghimpit perut katak betina.

Lantas katak betina bakal keluarkan ovum ke dalam air lewat kloaka. Setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga mengeluarkan sperma lewat kloaka. Setelah terjadi fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti oleh cairan kental hingga berupa gumpalan telur.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri dan Klasifikasi Amfibi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Amfibi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Amfibi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com