Showing posts sorted by relevance for query organ telinga. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query organ telinga. Sort by date Show all posts

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya. Pengertian Telinga, Bagian – Bagian Telinga, Bagian Dalam Telinga, Bagian Luar Telinga, Fungsi dari Tiap – tiap bagian Telinga itu sendiri. Struktur Telinga lengkap dengan Nama dan penjelasan Fungsi – Fungsinya. Contoh Gambar Struktur Telinga, Lengkap!

Pengertian Telinga

Sumber: merdeka.com
Telinga yaitu organ pendengaran yang mempunyai fungsi penting dalam melindungi keseimbangan tubuh. Bagian - Bagian telinga yang berfungsi dalam pendengaran terdiri atas tiga bagian yakni bagian luar, bagian tengah serta koklea.

Bagian - Bagian telinga yang berperan dalam keseimbangan terdiri atas tiga bagian yakni kanal semisirkular, utrikel serta sakulus.

Bagian - Bagian Telinga atau Struktur Telinga 

Berikut ini akan kami terangkan mengenai bagian - bagian telinga bersumber pada tiga pembagian yang ada yakni bagian telinga luar, bagian telinga dalam serta koklea.

Bagian telinga luar 

Telinga eksterna atau telinga bagian luar terdiri atas dua bagian yakni aurikula serta meatus akustik eksterna. Aurikula (Kuping telinga) menonjol dari samping kepala, yang terdiri atas fibrokartilago yang tidak tebal serta elastis, ditutupi oleh kulit yang menyerupai bentuk corong atau kuping telinga yang mengantar gelombang suara menuju meatus akustik eksterna.

Meakus akustik eksterna yaitu bagian telinga yang mempunyai bentuk lintasan tubular kurang lebih 4 cm memanjang ke bagian temporal. Sepertiga bagian luar tersusun atas dinding kartilago serta dua pertia bagian dalam yaitu tulang.

Eksterna akustik meatus ini membentuk kanal yang melengkung, yakni lenkungan depan-atas, lengkungan belakang atas serta lengkungan depan serta sedikit mengalami penurunan.

Di bagian ujung eksternal meatus bagian dalam ditutupi oleh membran timpani (Gendang telinga). Pada pinggir kulit kartilago meatus bisa diketemukan rambut rambut halus serta banyak kelenjar yang mengekskresikan serumen.

Serumen yaitu zat yang berfungsi untuk melindungi kanal atau saluran telinga dari debu serta benda asing lain.

Walau demikian, serumen bisa jadi gangguan untuk telinga yakni saat terjadinya penumpukan serumen hingga jadi penghambat untuk suara.

Untuk mengeluarkan seruman butuh dilakukan penyemprotan ke saluran telinga.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian telinga Tengah 

Telinga bagian tengah yaitu ruangan kecil yang terdapat di dalam tulang temporal.

Bagian telinga tengah dipisahkan dengan bagian telinga luar oleh membran timpani. Di dalam bagian telinga tengah ada dinding yang dibuat atau dibentuk oleh dinding bagian lateral telinga dalam.

Rongga itu dikelilingi oleh membran mukosa. Rongga itu juga memiliki kandungan udara yang masuk dari faring lewat saluran pendengaran.

Hal ini juga yang akhirnya membuat tekanan udara di kedua sisi membran timpani sama atau seimbang.

Di bagian telinga tengah ada tiga tulang tidak tebal atau tipis yang disebut dengan osikel. Fungsi tulang osikel yaitu menghantarkan getaran ke membran timpani lewat telinga dalam. Osikel terdiri atas tiga tulang tidak tebal atau tipis yakni Maleus, Inkus serta Stapes.

Tulang Maleus atau tulang martil yaitu sisi osikel pada telinga tengah yang ada di dekat (menempel pada) membran timpani. Kemudian, ada tulang inkus atau tulang landasan yang berartikulasi (membentuk sendi) dengan tulang maleus serta tulang stapes.

Tulang Stapes atau tulang sanggurdi yaitu tulang kecil (osikel) yang ada di bagian dasar osikel yang melekat pada fenestra vestibuli serta menghadap ke sisi dalam telinga.

Dinding posterior telinga tengah terbuka tidak beraturan, menghadap ke mastoid antrum serta membelok ke sekumpulan sel udara mastoid seperti sinus nasal yang terinfeksi.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian Telinga Dalam 

Telinga bagian dalam ada di dalam bagian petrosa tulang temporal yang tersusun atas dua sisi yakni tulang labyrinth yang menonjol (bony labirinth) serta membran labyringth.

Tulang labyrinth berikutnya terdiri atas tiga bagian yakni vestibula, koklea serta kanal semisirkular.
Vestibula berdampingan dengan bagian telinga tengah melalui dua lubang yakni fenestra vestibuli yang ditempati oleh dasar stapes serta fenestra koklea yang terisi oleh jaringan fibrosa.

Pada bagian belakang ada muara yang menuju kanal semisirkular serta di bagian depan ada muara yang menghadap ke koklea.

Koklea adalah bagian telinga yang penting untuk fungsi pendengaran.

Koklea yaitu saluran berupa spiral yang membentuk dua pertiga putaran mengelilingi pusat tulang yang disebut dengan modiolus.

Bersumber pada panjangnya, saluran koklea terbagi atas tiga terowongan oleh dua membran yakni membran basilar serta membran vestibular, yang meregang dari modiolus ke dinding luar.

Pada saluran bagian luar, ada skala vestibuli pada bagian atas serta skala timpani pada bagian bawah.

Saluran ini memuat perilimfe serta bergabung dengan puncak modiolus. Sisi ujung skala timpani yang lebih rendah ditutupi fibrosa fenestra koklea.

Bagian tengah saluran koklea disebut dengan duktus koklear serta memuat endolimfe. Memiliki bentuk sama juga dengan tulang labyrinth serta disebut dengan membran labyrinth.

Di dalam duktus koklear ada ujung ujung saraf pendengaran yang disebut dengan sel sel rambut.

Pada koklea, ada tiga kanal semisirkular yang terdapat di atas serta di belakang vestibula dalam tiga ruangan yang tidak sama, satu vertikal, satu horisontal serta yang lain transversal. Seluruh ruangan ini memuat perilimfe.

Dalam fungsi keseimbangannya, jika posisi kepala berubah, gerakan endolimfe akan merangsang sel sel khusus yang mempunyai tonjolan seperti rambut rambut yang ada di ujung tiap kanal.

Pada bagian dalam tulang labyrinth ada labyrinth membranosa yang berbentuk membran memiliki ukuran kecil. Membran ini terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea.

Utrikel serta sakulus yaitu dua kantung kecil dalam vestibula yang satu sama lain dikaitkan oleh saluran penyambung (connecting tube).

Kantung kantung itu memuat potongan kecil saraf sel rambut yang distimulasi oleh gaya gaya gravitas pada kristal kristal kecil (otolith) yang melekat pada sel sel itu.

Bentuk duktus semisirkular sama juga dengan kanal semisirkular terdapat di dalam duktus itu, namun diameter duktus semisirkular cuma 1/4 kanal semisirkular. Duktus semisirkular memiliki kandungan endolimfe.

Duktus koklear yaitu saluran spiral yang ada didalam kanal koklea yang menonjol serta membentang di sepanjang dinding luar.

Langit langit duktus koklear dibentuk oleh membran vestibular serta bagian dasarnya oleh membran basiler serta kedua dinding luarnya oleh tonjolan dinding koklea.
Sumber: artikelbermutu.com
Sesudah anda membaca bagian bagian telinga di atas, anda tentu udah mengerti mengenai anatomi telinga tersebut. Untuk lebih memudahkan kita dalam mengingat bagian telinga di atas, kita akan berikan review secara singkat berikut ini: 

Review Singkat Bagian Bagian Telinga: 
  1. Bagian telinga luar: Aurikula, Meatus Akustik Eksterna, serta membran timpani 
  2. Ada cairan serumen. 
  3. Bagian telinga tengah: Ada tiga tulang Osikel yakni tulang Maleus, Inkus, serta tulang Stapes. 
  4. Bagian telinga dalam: Tulang Labyrinth serta membran labyrinth 
  5. Tulang labyrinth terdiri atas vestibula, koklea serta kanal semisirkular 
  6. Koklea tersusun atas duktus koklear yang ada sel sel rambut, fibrosa fenestra koklea 
  7. Labyrinth Membranosa terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea 
  8. Bagian bagian tulang telinga serta fungsinya 
  9. Bagian bagian telinga serta fungsinya 

Fungsi Bagian Telinga 

Sesudah memahami bagian bagian telinga, mari kita belajar mengenai fungsinya yakni:
  1. Aurikula yang disebut dengan sebagai kuping telinga berperan untuk menghantarkan gelombang suara menuju ke meatus akustik eksterna. 
  2. Meatus akustik eksterna berperan untuk menghantarkan gelombang suara dari aurikula ke bagian telinga selanjutnya yakni membran timpani atau gendang telinga. Pada Meatus akustik eksterna juga ada rambut rambut halus serta mempunyai kelenjar yang berperan untuk mengekskresikan serumen untuk melindungi saluran telinga. 
  3. Osikel yang tersusun atas tiga tulang berperan untuk memperbesar getaran suara yang ditimbulkan oleh membran timpani (gendang telinga) hingga vestibuli fenestra bergetar yang menyebabkan perilimfe bergetar. 
  4. Kanal Semisirkular dengan sel sel khususnya berperan untuk mengetahui posisi kepala berubah oleh karena adanya gerakan endolimfe yang menyentuh ujung kanal. 
  5. Koklea berperan sebagai wadah untuk sel sel yang dipakai untuk mendengar dan melindungi keseimbangan 
  6. Utrikel serta sakulus berperan untuk melindungi keseimbangan tubuh manusia oleh karena adanya otolith serta saraf sel rambut.
Sumber: health.detik.com
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Telinga di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Bagian – Bagian Telinga dan Fungsinya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelbermutu.com 

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri, dan Klasifikasi Reptil

Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri, dan Klasifikasi Reptil. Pengertian Reptil, Struktur Tubuh Reptil, Ciri-Ciri Reptil, dan Beragam Macam Klasifikasi Reptil.

Pengertian Reptil

Sumber: berkahkhair.com
Biasanya kita mengetahui hewan reptile seperti ular serta buaya. Tidak hanya kedua hewan itu, ada banyak lagi beberapa jenis reptile di lingkungan sekitar kita. Kira-kira, apa sih pengertian dari reptile? Istilah reptile datang dari kata Reptum yang artinya melata.

Reptile termasuk juga tetrapoda yakni hewan berkaki empat. Jadi, Reptil adalah organisme vertebrata (bertulang belakang) yang melata serta sebagian berkaki empat, mempunyai sisik yang menutupi semua permukaan badannya serta punya sifat poikiloterm (berdarah dingin).

Menurut beberapa pakar, reptile adalah organisme pertama yang bisa bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Struktur dan Fungsi Tubuh Reptil

Sumber: biologimu.com
Di sekujur tubuh reptile ada sisik yang menutupi semua tubuh yang mempunyai peranan untuk melindungi diri dari kekeringan.

Tidak hanya mempunyai sisik di sekujur badannya, reptil juga mempunyai kaki-kaki yang pendek disertai ekor yang panjang. Pada tiap kakinya terdapat kuku jari yang tajam yang fungsinya sebagai perlindungan serta pertahanan diri.

Pada bangsa ular, tidak terdapat kaki serta cakar hingga untuk alat geraknya ular mengernyitkan otot di kedua segi tulang belakangnya.

Sebagai alat pertahanan diri beberapa ular dilengkapi bisa misalnya pada King Cobra serta sebagiannya lagi dilengkapi dengan otot yang kuat hingga bisa melilitkan badannya pada mangsa sampai mangsa itu tidak bisa bergerak sampai mati misalnya yakni pada Phyton.

Nah, yang membuat ular amat unik dari spesies yang lain yakni ular bisa menelan mangsanya bulat-bulat yang dua kali lebih besar dari ukuran badannya.

Mengagumkan bukan? Menurut beberapa pakar, susunan anatomis dari rahang ular menempel dengan longgar hingga bisa membuka sampai 1.500. Lantaran itulah bangsa ular, terlebih dari kelas piton, anaconda serta semacamnya bisa memangsa seekor anak sapi.

Struktur Mulut Ular

Sumber: biologimu.com
Pada bangsa kadal, sebagai alat pertahanan diri mereka dilengkapi sistem pertahanan diri secara autotomi. Autotomi yakni sebuah sistem pertahanan diri lewat cara melepas sisi badannya bila dalam bahaya misalnya yakni cecak yang bisa melepas ekornya saat bahaya.

Tidak hanya itu, ada juga bentuk kadal yang bisa mengubah warna badannya jadi warna yang sama seperti lingkungan sekitar Misalnya yakni pada bunglon yang bisa berganti warna kulit sebagai kamuflase.

Ciri-Ciri Reptil

Sumber: diwarta.com
Tidak hanya mempunyai susunan serta fungsi tubuh yang unik dengan kelas vertebrata yang lain. Reptil juga mempunyai ciri-ciri spesial. Mengenai ciri-cirinya yakni:
  1. Reptil mempunyai kulit bersisik serta kering yang terbuat dari zat tanduk yang fungsinya untuk melindungi dari kekeringan. 
  2. Reptil berjalan dengan melata di mana semua tubuh menelungkup ke tanah, sedang pada bangsa ular bergerak dengan mengernyitkan otot di kedua segi tulang belakang secara bergantian. 
  3. Reptil mempunyai dua pasang kaki serta pada setiap kaki mempunyai cakar. Sedangkan pada penyu kakinya memipih berupa kayuh untuk membantu saat berenang. 
  4. Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) pada penyu serta bertelur melahirkan (ovovivipar) pada ular boa. Fertilisasi secara internal, alat kelamin jantan disebut dengan sebagai hemipenis. 

Klasifikasi Reptil

Sumber: tugassekolah.com
Saat ini kita udah tahu bila hewan reptil tidak cuma ular serta buaya saja. Namun ada hewan-hewan lain yang termasuk juga ke dalam kelas reptil. Nah, supaya kita lebih gampang membedakan hewan-hewan itu, beberapa pakar sudah mengklasifikasikan mereka ke dalam beberapa ordo. Diantaranya yakni Squamata, Crocodilia, Chelonia serta Rhynchocephalia yang akan dibahas berikut ini:

Ordo Squamata 

Sumber: yanuarefa.blogspot.co.id
Squmata adalah hewan reptil yang biasanya mempunyai kulit bersisik. Ordo Squamata adalah ordo paling besar dari kelas reptil. Beberapa hewan reptil termasuk juga ke dalam ordo squamata. Misalnya yakni pada bangsa ular serta kadal. Ordo ini terdiri atas 3 subordo, salah satunya yakni:

Subordo Lacertilia 

Sumber: dibagi.net
Hewan yang termasuk juga ke dalam subordo ini biasanya mempunyai sisik yang beragam, bercakar serta berbentuk pentadactylus yakni kaki belakang yang terdiri atas 5 jari serta ada selaput renang di antara jari-jari kaki tersebut.

Hewan yang termasuk juga ke dalam subordo ini mempunyai kelopak mata serta lubang telinga. Tidak hanya itu, mereka juga mempunyai lidah yang panjang serta bisa dilontarkan untuk menangkap mangsa, misalnya yakni Bunglon. Adapun rata-rata hewan dari subordo ini dapat bersifat autotomi yakni bisa melepas ekornya saat ada bahaya misalnya Cecak.

Subordo Serpentes 

Sumber: pasypi.net
Bangsa ular adalah bentuk hewan yang termasuk juga ke dalam subordo ini. Subordo ini di kenal dengan keunikannya yakni tidak mempunyai kaki. Ciri yang lain yakni mereka tidak mempunyai kelopak mata hingga kelopak mata tersebut digantikan oleh selaput transparan yang peranannya untuk melindungi mata.

Keunikan lain dari subordo ini yakni mereka mempunyai thermosensor, organ perasa (tactile organ) serta organ Jacobson sebagai reseptornya hingga bangsa ular mempunyai penciuman tajam yang sensitif pada rangsangan kimia di rongga hidungnya.

Beberapa dari bangsa ular mempunyai taring bisa yang fungsinya sebagai pertahanan serta melumpuhkan mangsa.

Subordo Amphisbaenia 

Sumber: aryanurullizardlover10.blogspot.co.id
Subordo Amphisbaenia tidak berkaki namum mempunyai kenampakan seperti cacing lantaran warnanya yang agak merah muda serta sisiknya yang tersusun seperti cincin. Lantaran sering menggunakan waktu di bawah tanah, hingga sedikit informasi yang dapat di dapat dari hewan reptil ini.

Kepalanya menyatu dengan lehernya, tengkorak terbuat dari tulang keras, mempunyai gigi median pada bagian rahang atasnya tidak mempunyai telinga luar serta matanya tersembunyi oleh sisik serta kulit. Badannya memanjang serta sisi ekornya nyaris menyerupai kepalanya, contoh dari hewan ini yakni wormlizards

Ordo Crocodilia 

Sumber: berkahkhair.com
Bangsa buaya adalah termasuk juga dari ordo ini. Ordo crocodilian mempunyai sisik yang tebal serta terbuat dari keratin yang diperkuat dengan lempengan tulang yang disebut dengan skuta sebagai pelindung. Tidak sama dengan ular, sisik pada buaya rontoh satu persatu.

Buaya juga mempunyai otot yang kuat pada ekornya. Kepala pada ordo crocodilian berupa piramida, keras serta kuat disertai dengan gigi yang runcing untuk mencabik-cabik mangsanya. Contoh dari ordo ini yakni Buaya Air Tawar, Buaya Air Asin serta beragam macam bentuk bangsa buaya yang lain.

Ordo Chelonia 

Sumber: opencage.info
Ordo chelonian adalah hewan reptilian yang mempunyai cangkang, tubuh yang pendek serta lebar dilindungi karapas serta plaston, tidak bergigi serta lidah tidak bisa menjulur. Cangkang pada ordo ini adalah sisi dari tulang belakang serta modifikasi dari tulang rusuk yang mempunyai fungsi untuk pertahanan dan perlindungan dari predator.

Nah, cangkang sisi atas dari chelonian disebut juga dengan karapaks sedangkan sisi bawahnya disebut juga dengan plaston. Contoh hewannya yakni Kura-kura serta penyu.

Ordo Rhynchochephalia 

Sumber: bukubiologi.wordpress.com
Dan, ini adalah ordo paling akhir dari kelas reptil. Hewan yang termasuk juga ke dalam ordo ini yakni Tuatara serta satu satunya spesies yang termasuk juga ke dalam ordo ini. Dikabarkan kalau tuatara ini sudah hidup mulai sejak jaman dinosaurus.

Tuatara ini datang dari pulau lepas pantai di Selandia Baru. Ciri-ciri dari tuatara sendiri yakni mempunyai duri yang berderet di sepanjang tulang belakang serta mempunyai mata ketiga yang berperan untuk mengetahui ketidaksamaan antara gelap serta terang.

Sistem Organ Reptil

Sumber: biologimu.com
Sistem organ itu terdiri atas sistem sirkulasi, system pernapasan, system pencernaan, system ekskresi serta yang paling akhir system reproduksi untuk meneruskan keturunannya. System organ itu akan dibahas berikut ini:

System Sirkulasi 

Kelas reptilian mempunyai system sirkulasi yang lebih maju dari kelas amfibi. Jantung reptilian terdiri atas empat ruang yakni atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan serta ventrikel kiri dan satu sinus venosus.

System sirkulasi pada reptil termasuk juga system sirkulasi ganda yang artinya darah yang miskin akan oksigen masuk ke jantung lewat sinus venosus ke atrium kanan lantas ke ventrikel kanan. Lantas darah itu dipompa ke paru-paru.

Dan, darah yang kaya akan oksigen yang datang dari paru-paru masuk ke atrium kiri serta kemudian masuk ke ventrikel kiri. Darah dari ventrikel kiri dipompa keluar lewat aorta menuju semua tubuh.

System pernapasan 

Tidak hanya mempunyai system sirkulasi yang lebih maju dari amfibi, reptil juga mempunyai system pernapasan yang lebih maju juga dari reptil. Biasanya amfibi bernapas memakai paru-paru. Udara dari luar masuk lewat lubang hidung-trakea-bronkus serta paling akhir ke paru-paru.

Anatomis paru-paru dari tiap reptil tidak sama. Pada paru-paru buaya, kadal serta kura-kura lebih kompleks dengan beberapa belahan yang membuat paru-paru tersebut tampak seperti spons. Pada beberapa jenis kadal seperti bunglon afrika, memiliki kantung udara hingga hewan itu bisa melayang di udara.

System pencernaan 

System pencernaan pada reptil terdiri atas beberapa saluran serta kelenjar pencernaan. Dan, saluran itu terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus serta kloaka. Sedangkan kelenjarnya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas serta hati.

Makanan dari mulut yang sudah dilumasi oleh kelenjar ludah masuk ke kerongkongan serta lantas masuk ke lambung. Di lambung makanan ini diolah serta kemudian menuju usus untuk diserap nutrisinya. Nah, sisa sisa dari makanan itu dibuang lewat kloaka dalam bentuk feses (tinja) dengan proses defekasi.

System ekskresi 

System eksresi pada reptil berbentuk ginjal, paru-paru serta kulit serta kloaka. Fungsi ginjal yakni untuk menyaring beberapa zat yang tidak diperlukan sisa hasil metabolisme tubuh serta mengeluarkannya dalam bentuk urine lewat kloaka.

Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berbentuk asam urat yang di keluarkan dalam bentuk setengah padat yang berwarna putih.

System Reproduksi 

System reproduksi pada reptil termasuk unik. Kenapa? Lantaran ada beberapa bentuk reptil yang punya sifat ovipar (bertelur) serta ovovivipar (bertelur-beranak). Contoh dari hewan yang punya sifat ovovivipar yakni pada ular serta beberapa jenis kadal.

Telur-telur ular serta kadal itu menetas dalam tubuh induknya. Akan tetapi makanan mereka didapat dari cadangan makanan yang ada pada telur, berbentuk kuning telur. Ketidaksamaan dengan amfibi yakni fertilisasi terjadi secara internal atau terjadi dalam tubuh betina.

Pada saat musim kawin, penis dari jantan dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Ovum yang sudah dibuahi akan melalui oviduct serta akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air.

Pada rata-rata bentuk reptil telur itu akan ditinggalkan ditempat yang hangat oleh induknya, sedangkan induknya menjaga telur tersebut dari jauh. Dalam telur ada persediaan kuning telur yang melimpah sebagai cadangan makanan.

Indonesia tidak cuma kaya akan flora serta budayanya. Akan tetapi juga kaya akan faunanya, misalnya pada reptil. Beberapa dari reptil yang sudah di bahas datang dari Indonesia. Indonesia juga mempunyai salah satu spesies reptil yang mendunia serta cuma ada di Indonesia. Reptil itu yakni Komodo. Komodo adalah kadal paling besar di dunia serta terdapat di Pulau Flores, NTT.

Tidak hanya itu, kenyataan unik dari reptil yakni jenis kelaminnya. Pada buaya, telur buaya yang menetas jenis kelaminnya tergantung pada suhu lingkungannya. Bila suhu lingkungannya hangat, bayi-bayi buaya yang menetas berjenis kelamin jantan begitu juga sebaliknya.

Reptil dari bangsa ular bisa bertahan hidup tanpa makan selama berminggu-minggu, bulanan bahkan juga tahunan bergantung seberapa besar mangsa yang di dapat. Hal semacam ini dipicu metabolisme pada tubuh reptil yang berjalan lambat hingga mereka memerlukan bantuan cahaya matahari lewat cara berjemur pada beberapa waktu spesifik.

Peran reptil untuk manusia yakni sebagai predator untuk hama tikus, nilai estetika untuk kulit buaya serta ular, dan sebagai hewan peliharaan untuk beberapa kalangan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur Tubuh, Ciri, dan Klasifikasi Reptil, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Reptil di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Reptil. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah. Pengertian Pembuluh Darah, Fungsi Pembuluh Darah, Struktur Pembuluh Darah dan Macam-Macam Pembuluh Darah.

Pengertian Pembuluh Darah

Sumber: icpcapsule.co.id
Pembuluh darah yaitu sisi dari system peredaran darah. Pembuluh darah umum di sebut oleh orang awam dengan sebutan urat. Pembuluh darah merupakan jaringan elastis membawa darah dari jantung ke semua tubuh, lantas mengembalikannya lagi ke dalam jantung.

Pembuluh darah termasuk juga ke dalam system pembuluh darah, yang mana pada mamalia, system ini terdiri jantung, arteri besar, arteriol (arteri kecil), kapiler (pembuluh darah kecil di ujung jaringan serta sel), venula (vena kecil) serta vena.

Fungsi paling utama system ini yaitu menyalurkan darah yang memiliki kandungan oksigen ke sel serta jaringan serta mengembalika darah vena ke paru-paru untuk pertukaran gas oksigen (O2) dengan karbon dioksida (CO2).

Struktur Pembuluh Darah

Pembuluh darah terbagi dua, yakni arteri serta vena:

Arteri 

Sumber: artikelsiana.com
Arteri membawa darah dari jantung ke semua tubuh. Pembuluh darah arteri terdiri atas beberapa susunan sebagai berikut ini:

Tunika intima yaitu susunan terdalam dari pembuluh darah yang terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Di bawah susunan endotel yaitu susunan subendotel, terdiri atas jaringan penyambung jarang halus yang terkadang memiliki kandungan sel otot polos yang bertindak untuk kontraksi pembuluh darah.

Tunika media ini yaitu susunan tengah yang terbagi dalam serat otot polos yang tersusun melingkar. Pada arteri yang lebih besar, tunika media dipisahkan dari tunika intima oleh sebuah lamina elastik interna.

Membran ini terdiri atas serat elastik, umumnya berlubang-lubang hingga beberapa zat bisa masuk lewat lubang-lubang yang ada dalam membran serta memberi suplai O2 serta makanan yang lain pada sel-sel yang terdapat jauh di dalam dinding pembuluh.

Pada pembuluh besar, kerap ditemukan lamina elastika eksternal yang tidak tebal yang memisahkan tunika media dari tunika adventitia yang terdapat diluar.

Tunika adventitia atau susunan terluar terdiri atas dengan jaringan ikat kolagen serta elastik, terlebih kolagen type I. Pada pembuluh yang lebih besar, ada vasa vasorum bercabang-cabang luas dalam adventitia.

Anastomosis Arteriovenosa yaitu hubungan langsung antara aliran arteri serta vena. Anastomosis arteriovenosa ini menyebar di semua tubuh serta biasanya ada pada pembuluh-pembuluh kecil berperan mengatur sirkulasi pada daerah spesifik, terlebih pada jari, kuku, serta telinga.

System ini memiliki fungsi penyusunan aliran pada beragam organ serta berperanan pada beberapa fenomena fisiologi seperti menstruasi, perlindungan pada suhu yang rendah, serta ereksi.

Anastomosis arteriovenosa banyak dipersarafi oleh system saraf simpatis serta parasimpatis (system saraf otonom). Tidak hanya mengatur aliran darah pada beragam organ, anastomosis ini memiliki fungsi termoregulator atau pengatur suhu yang terutama dapat dibuktikan pada kulit anggota gerak (ekstremitas).

Vena 

Sumber: apaperbedaan.com
Vena berperan membawa darah dari perifer (ujung) kembali pada jantung serta paru-paru. Vena terbagi dalam beberapa susunan, yakni:

Tunica intima: terbagi dalam susunan endothelium yang memiliki kandungan sel pipih selapis, serta susunan subendothelium yang memuat jaringan ikat tipis langsung terkait dengan tunica adventitia.

Tunica media: susunan ini tipis, otot polosnya bercampur dengan jaringan ikat.

Tunica adventitia: yaitu susunan paling tebal pada vena, susunan ini dapat susunan yang paling berkembang. Jaringan ikat longgar dengan serabut kolagen yang membentuk berkas-berkas longitudinal, sel fibroblas terlihat diantaranya. Beberapa sel otot polos juga kerap terlihat juga.

Vasa vasorum yaitu pembuluh darah kecil yang memberi supply metabolit-metabolit untuk beberapa sel di tunika adventitia serta tunika media pembuluh-pembuluh darah besar, apakah itu vena besar ataupun arteri besar, lantaran lapisan-lapisannya sangat tebal untuk di beri makanan oleh difusi langsung dari aliran darah.

Fungsi Pembuluh Darah

Sumber: pembuluhdarah.com
Pembuluh darah berperan membawa darah yang dipompa dari ventrikel kiri jantung ke seluruh tubuh, darah itu memiliki kandungan oksigen yang diikat oleh hemoglobin atau Hb di dalam darah. Di dalam darah juga ada protein serta glukosa yang mana komponen itu diperlukan oleh jaringan serta sel nantinya.

Setelah sampai ke semua tubuh atau organ targetnya lewat anastomosis arteriovenosa serta kapiler. Oksigen serta metabolit tersebut di pasok ke organ tujuan sampai tercapailah tujuan dengan oksigen serta metabolit seperti glukosa itu, beberapa sel di seluruh tubuh bisa mengalami metabolisme aerob (memakai O2) untuk menjalani fungsinya.

Lantas oksigen itu ditukar dengan karbon dioksidan, lantas kembalilah darah itu darah ke jantung lewat vena kecil lantas vena besar, setelah sampai dijantung, darah itu dipompa oleh ventrikel kanan jantung kedalam paru, atau system ini disebut juga dengan dengan aliran pulmoner.

Hingga diparu, darah yang membawa CO2 itu ditukar kembali dengan O2 yang baru kita hirup, lewat mekanisme difusi.

Pembuluh darah juga berperan untuk membawa sel darah putih saat terjadi infeksi untuk mekanisme pengobatan, sel darah putih itu yang merupakan imun tubuh seseorang akan melawan kuman maupun benda asing yang masuk ke dalam tubuh, hingga saat imunitas seseorang melemah maupun kuman yang masuk ke dalam tubuh sangat kuat, disitulah seseorang terserang penyakit.

Macam-Macam Pembuluh Darah

Sumber: ilmuveteriner.com
Secara garis besar, pembuluh darah terbagi jadi dua, yakni arteri serta vena.

Beberapa jenis arteri

Arteri elastik: yaitu pembuluh paling besar di tubuh, contoh arteri ini yaitu aorta (pembuluh darah paling besar yang menyambut darah setelah baru di keluarkan dari ventrikel kiri jantung), trunkus pulmonalis (pembuluh darah yang menyambut darah yang keluar dari pompaan ventrikel kanan jantung), serta cabang-cabang pokoknya.

Dinding pembuluh darah jenis ini khususnya terbagi dalam jaringan ikat elastik, menunjukkan daya tahan serta kelenturan saat darah mengalir. Dinding pembuluh ini sangat melebar sepanjang sistol (kontraksi jantung atau pompa jantung). Pada saat diastol (relaksasi jantung), dinding kembali mengerut (recoil) serta mendorong darah maju.

Arteri muskular: dinding memiliki kandungan banyak otot polos, juga mengontrol aliran darah lewat vasokontriksi (menguncup) serta vasodilatasi (mengembang), mekanisme ini diatur oleh system saraf otonom.

Arteriol: arteri kecil dengan satu hingga lima susunan otot polos, arteriol terminal akan mengalirkan darah ke pembuluh darah paling kecil, yakni kapiler.

Beberapa jenis kapiler 

  1. Vas capillare continuum: yaitu jenis yang paling banyak, endotel membentuk susunan utuh. 
  2. Vas capillare fenestratum: memiliki kandungan fenestra maupun pori-pori pada endotelnya. Ada di kelenjar endokrin, usus halus, serta glomerulus ginjal 
  3. Vas capillare sinusoideum: menunjukkan diameter lebar dengan celah diantara beberapa sel endotel. Membrana basalisnya tidak terbentuk sempurna. Kapiler ini terdapat di hati, limpa, serta sumsum tulang.

Beberapa jenis vena 

Vena cava: vena ini yaitu pembuluh darah yang menyambut darah dari semua tubuh yang memiliki kandungan CO2 saat akan masuk ke dalam jantung, vena ini adalah vena paling besar, vena cava ada dua yakni vena cava superior yang letaknya di atas jantung, serta vena cava superior yang terdapat di bawah vena cava inferior.

Vena pulmonalis: vena ini membawa darah dari paru atau aliran pulmoner ke dalam jantung, vena ini memiliki kandungan darah yang memuat O2. Vena pulmonalis juga terbagi dua yakni vena pulmonalis dextra yang membawa darah dari paru-paru kanan, serta vena pulmonalis sinistra yang membawa darah dari paru-paru kiri.

Vena cutanea: yaitu vena yang terlihat di bawah kulit, yang umum ditusuk ketika seseorang di infus.

Deep vein: yaitu vena yang terletak lebih dalam serta berdekatan dengan arteri, vena ini tidak terlihat dari luar kulit.

Venula: ini yaitu vena dengan ukuran paling kecil, serta terkait langsung dengan kapiler.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pembuluh Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pembuluh Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia

Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia. Pengertian Otak, Fungsi Otak Manusia, Bagian – Bagian yang terdapat dalam Otak Manusia, Struktur Otak Manusia, Lapisan Pelindung Otak, Otak Besar, Otak Kecil, dan Otak Tengah.

Pengertian Otak

Sumber: blog.act.id
Otak adalah satu diantara organ yang berperan sebagai pusat system saraf pada manusia serta beberapa makhluk hidup yang lain. Artinya otak adalah pusat pengedalian semua tubuh kita, otak mengatur beberapa koordinasi gerakan, tingkah laku, keseimbangan di dalam tubuh, serta beragam fungsi yang lain.

Otak manusia memiki volume kurang lebih 1350 cc serta terdiri dari kurang lebih 100 juta sel saraf, beratnya kurang lebih 2,5 % dari berat tubuh. Otak terdapat di rongga tengkorak kepala serta dilindungi oleh selaput yang disebut dengan selaput meninges.

Fungsi Otak

Sebagai organ yang paling penting di dalam tubuh manusia, otak mempunyai banyak manfaat, berikut ini yaitu beberapa manfaat paling utama dari otak:
  1. Pusat system saraf yang mengatur semua tubuh, hal semacam ini membuat seseorang dapat menerjemahkan informasi seluruh rangsangan yang dirasakan oleh badannya, cotohnya rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan lain-lain. 
  2. Pengatur kapabilitas berpikir, bicara serta mendengar hingga seseorang bisa menangkap informasi verbal lantas menerjemahkannya, serta bisa menerima informasi visual dari sinar serta melihat benda sesuai sama bentuk benda sesungguhnya. 
  3. Pusat keseimbangan serta kapabilitas motorik (bergerak) hingga seseorang dapat bergerak sesuai sama keinginannya. 
  4. Pusat kegiatan sadar 
  5. Menjaga stabilitas tubuh dalam kondisi terjaga serta ketika tidur 
  6. Pusat Pengendalian semua system organ dalam tubuh, umpamanya system pernafasan, system peredaran darah, system pencernaan, system hormon, reproduksi serta system lain dalam tubuh 
Struktur Otak
Sumber: bnnkgarut.wordpress.com
Otak manusia terdiri atas dua sel, yakni sel saraf (neuron) serta sel glia (neuroglia). Sel saraf adalah sel yang sensitif pada rangsangan serta dapat menghantarkan rangsangan itu. Bersumber pada fungsinya, sel saraf manusia terbagi jadi 3 jenis yakni Sel saraf sensorik, sel saraf motorik, serta sel saraf konektor (sel saraf penghubung).

Lapisan Pelindung Otak (Selaput Meninges) 

Selaput meninges adalah jaringan pelindung otak yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak. Meninges tersusun atas unsur kolagen serta jaringan fibril yang elastis dan terdapat cairan bening yang disebut dengan cairan serebrospinal.

Sedangkan sel glia (Neuroglia) adalah sel yang berperan untuk menyangga serta membantu sel saraf. Neuroglia berperan untuk menyediakan serta mensupport nutrisi, menjaga homeostasis (keseimbangan cairan serta eletrolit), membentuk selubung mielin (sisi sel saraf) serta berperan serta dalam transmisi tanda system saraf.

Selaput meninges terbagi dalam 3 susunan, yakni: Durameter, Arachnoid, Piameter.

Durameter 

Durameter adalah selaput terluar yang tebal serta kuat. Susunan ini memiliki kandungan serabut kolagen elastis, fibrosit, saraf, pembuluh darah, serta pembuluh limfe. Durameter mempunyai manfaat untuk melindungi otak lantaran sifatnya yang kuat serta agak lentur.

Arachnoid 

Membran Arachnoid adalah susunan yang terbagi dalam fibrosit berwujud pipih serta serabut kolagen. Arachnoid mempunyai dua sisi, yakni sisi yang terkait dengan durameter, serta sisi yang terkait dengan piameter. Arachnoid adalah susunan yang transparan dengan sel – sel yang kedap air, berperan untuk bantalan system saraf pusat.

Piameter 

Piameter yaitu membran yang paling dekat dengan otak. Piameter adalah membran tipis, halus serta lembut. Bentuk piameter berliku – liku mengikuti susunan luar otak. Piameter disusun oleh sel fibrosit serta sedikit serabut kolagen dan pembuluh darah yang menembus otak. Piameter bisa pula berperan sebagai pemasok nutrisi untuk jaringan saraf.

Bagian - Bagian Otak
Sumber: sridianti.com
Otak Besar (Cerebrum) 

Otak besar adalah sisi yang terbesar serta paling menonjol dari otak. Otak besar terbagi dalam dua belahan, yakni belahan otak kanan serta otak kiri. Tiap belahan otak mengatur beberapa kinerja dari sisi tubuh yang berlawanan, artinya otak kanan mengatur kinerja tubuh bagian kiri, demikian juga otak kiri yang mengatur beberapa kinerja tubuh sisi kanan.

Otak besar bertanggung jawab atas beberapa hal, manfaat otak besar ini akan kami jelaskan bersumber pada masing-masing sisi otak besar. Otak besar mempunyai 4 lobus, yakni:

Lobus Frontal 

Lobus frontalis adalah sisi otak besar yang terdapat di depan. Lobus frontalis ini berperan untuk mengatur aktivitas motorik (gerakan) secara sadar, kapabilitas bicara, kapabilitas berpikir (Pemecahan permasalahan) serta emosi.

Lobus Parietal 

Lobus parietal terdapat di belakang lobus frontal dibagian atas otak besar. Manfaat paling utama lobus parietal yaitu sebagai pusat sensorik (penerimaan rangsangan), misalnya sentuhan tekanan, suhu, rasa sakit, dan lain-lain.

Lobus Temporal 

Lobus temporal adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus parietak tepatnya bagian sisi otak besar. Manfaat paling utama lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran serta fungsi bahasa.

Lobus Oksipital 

Lobus oksipital adalah sisi belakang otak besar. Manfaat paling utama lobus oksipital yaitu sebagai pusat penglihatan (visual).

Bersumber pada strukturnya, sisi otak besar dibagi jadi dua, yakni:

Korteks Cerebrum (Sisi luar) 

Korteks adalah susunan tipis berwarna abu-abu yang mempunyai milyaran badan sel saraf. Korteks juga kerap disebut dengan area grey matter.

Sel saraf ini sama-sama terkait satu sama lain membentuk seperti untaian rantai hingga informasi yang di terima oleh satu sel saraf bisa diteruskan lewat komunikasinya dengan sel saraf lain. Korteks dibagi lagi jadi 3 area paling utama, yakni:
  1. Area sensorik, yakni area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), misalnya sinar, pengecapan serta suara. 
  2. Area motorik, adalah area yang bertugas mengatur otot hingga terjadinya sebuah gerakan, umpamanya saat seseorang menginjak duri, akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri itu. 
  3. Area asosiasi, adalah area yang berperan dalam merekam pengalaman yang dihadapi oleh tubuh (memori), kemauan serta kecerdasan dan mengatur beberapa fungsi bahasa. 
Ganglia Dasar (Sisi Dalam) 

Ganglia dasar adalah daerah berwarna putih yang banyak terkandung Dendrit serta akson. Susunan ini lebih tebal dibanding sisi korteks. Ganglia dasar ini berperan dalam melakukan koordinasi gerakan, pengatur gerakan tidak sadar, fungsi kognisi serta fungsi emosional.

Otak Kecil (Cerebellum) 

Otak kecil adalah sisi otak yang terdapat dibawah lobus oksipital otak besar. Otak kecil adalah bagain yang terdiri atas dua belahan dengan permukaan yang berupa seperiti lipatan.

Otak kecil mempunyai manfaat paling utama untuk mengontrol gerakan serta koordinasi otot secara sadar, sebagai pusat keseimbangan tubuh.

Beberapa riset paling baru juga memperlihatkan kalau otak kecil turut bertindak dalam memastikan emosi serta pemrosesan informasi kognitif (mental). Otak kecil mempunyai tiga lobus, yakni Lobus Anterior, Lobus Posterior serta Lobus Flocculonodular.

Batang Otak (Brainstem) 

Batang otak adalah sisi otak yang terdapat di deban cerebelum serta dibawah otak besar. Pada saat pengontrolan gerakan sadar, batang otak adalah jalur yang perlu dilewati impuls untuk mencapai sisi otak besar.

Batang otak dapat juga dikatan sisi yang mengubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Sesungguhnya batang otak adalah sebutan untuk gabungan dari tiga susunan penting berikut ini:

Otak Tengah 

Otak tengah disebut sebagai sisi paling kecil dari otak. Otak tengah mempunyai manfaat paling utama sebagai stasiun impuls penglihatan, pendengaran, gerakan mata serta gerakan tubuh.

Medula Oblongata 

Medula oblongata yaitu sisi yang mengontrol fungsi otonom semua tubuh. Beberapa hal yang diatur diantaranya detak jantung, pernafasan, menelan, pencernaan, serta berson. Beberapa proses yang diatur oleh medula oblongata terkait satu dengan yang lain.

Pada otak tengah ada bagian penting yang disebut dengan substansia nigra, sisi ini berwarna gelap serta bisa menghasilkan dopamin yang bertindak dalam pergerakan tubuh.

Pons 

Pons adalah sisi batang otak yang terdapat dibawah otak tengah serta diatas medulla oblongata. Ukurannya kurang lebih 2, 5 cm, manfaat intinya yaitu sebagai jalur penghubung untuk mentransfer tanda atara otak besar dengan otak kecil.

Mengirimkan sinyal saraf kranial (saraf yang terkait langsung dengan otak) ke luar dari otak ke wajah serta telinga, dan ikut bertindak dalam pengendalian manfaat otonom (tidak sadar).

Sistem Limbik (Limbic System) 
Sumber: contoh-dari.blogspot.co.id
System limbik adalah sisi otak yang mempunyai 3 manfaat paling utama, yakni emosi, kenangan, serta gairah. System ini disusun oleh beberapa sisi yakni: 
  1. Talamus, adalah sisi yang bertanggung jawab untuk menerima serta mengemukakan informasi dari system indera manusia. 
  2. Hipotalamus, adalah sisi yang berperan untuk menghasilkan beberapa hormon. Hormon ini akan bertugas mengontrol keseimbangan cairan, siklus tidu, suhu tubuh serta konsumsi makanan. 
  3. Amigdala, adalah kumpulan jaringan saraf berupa seperti kacang yang berperan untuk emosi, naluri bertahan hidup serta memori. 
  4. Hipokampus, yakni sisi yang berperan dalam kegiatan mengingat (memori) serta navigasi ruang.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian - Bagian Otak Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Otak Manusia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Otak Manusia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 

Pengertian Biosfer : Tingkatan Dan Faktor Terjadinya Biosfer

Pengertian Biosfer

Pengertian Biosfer adalah lapisan lingkungan habitat makhluk hidup yang terdiri dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Menurut ilmu Biologi, pengertian biosfer adalah lapisan Bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan bumi. Menurut Ilmu Geografi, pengertian lapisan tempat tinggal makhluk hidup atau seluruh ruang hidup yang ditempati organisme. Secara etimologi, Istilah biosfer berasal dari dua kata yaitu bio yang berarti makhluk hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi biosfer merupakan lapisan kehidupan (flora dan fauna).

Dalam pengertian luas menurut Geofisiologi, Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksi dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.  Biosfer diperkirakan telah berlangsung di bumi selama 3,5 milliar tahun dari 4,5 milliar tahun usi bumi.

Biosfer secara arti kata terbentuk dari dua kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang memiliki arti lapisan. Jadi, bila digabungkan biosfer adalah lapisan dimana tempat makhluk hidup itu tumbu atau menjadi habitat bagi makhluk hidup baik manusia, flora dan fauna serta mikroorganisme lainnya. Lapisan biosfer sejajar dengan tiga lapisan atmosfer lainnya yaitu litosfer, hidrosfer dan antroposfer. Ke-empat lapisan tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. Biosfer sendiri lebih fokus pada kajian mengenai flora (dunia tumbuhan) dan fauna (dunia binatang) baik yang ada di daratan, air laut dan air tawar.

Biosfer merupakan lapisan yang sangat tipis dari keseluruhan lapisan bumi, hanya berkisar 9000 meter saja dan merupakan sistem kehidupan dan organisasi terkompleks di dunia bahkan hanya ada satu-satunya yang seperti biosfer di sistem tata surya. Entah di planet lain ada atau tidak namun sepanjang sejarah belum ditemukan yang seperti lapisan biosfer.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli 


  • Eduard Suess: Menurut Eduard Sues seorang ahli geoglogi di austria tahun 1875 yang mengatakan bahwa pengertian biosfer adalah tempat pada permukaan bumi dimana kehidupan berdiam. 
  • James Lovelock: Menurut James Lovelock, pengertian biosfer adalah sebuah organisme hidup, yang hidsebut sebagai hipotesa gaia. Hipotesa gaia menjelaskan bagaimana faktor abiotik dan biotik berinteraksi dalam lingkungan. 
  • Vladimir wanouich veinadsky: Biosfer adalah sebuah sistem terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah bumi. 
  • Jhon Wiley: Menurut Jhon Wiley, pengertian biosfer adalah zona dari planet bumi dimana kehidupan terjadi secara alami, diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer yang lebih rendah. 
  • Michael Allaby: Menurutnya, pengertian biosfer adlaah bagian lingkungan hidup organisme yang ditemukan dan mereka berinteraksi membentuk sistem kelompok yang stabil, efektif untuk keseluruhan ekosistem di planet. 

Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


  • Protoplasma, adalah zat hidup dalam sel dan terdiri dari senyawa organik kompleks seperti protein, lemak, dan sejenisnya. 
  • Sel, adalah satuan dasar organisme yang terdiri dari protoplasma dan inti yang terdapat di membran. 
  • Jaringan, merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, seperti jaringan otot.  
  • Organ, yaitu bagian suatu organisme dengan fungsi tertentu, seperti kaki atau telinga pada hewan, dan manusia, daun atau akar pada tumbuhan.  
  • Sistem Organ, adalah kerja sama antara struktural dan fungsional yang harmonis, seperti kerja sama antara mata dan telinga, antara daun dan batang pada tumbuhan.  
  • Organisme merupakan makhluk hidup. 
  • Populasi, adalah kelompok organisme sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu daerah tertentu. Seperti populasi manusia di jakarta, populasi banteng di Baluran, atau populasi badak di Ujung Kulon. 
  • Komunitas, adalah semua populasi dari berbagai jenis yang berada di suatu daerah tertentu. 
  • Ekosistem, adalah tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Dalam praktiknya, kondisi atau pun keadaan biosfer dipengaruhi oleh beberapa macam faktor berikut :

  • Iklim

Faktor yang mempengaruhi biosfer yang pertama adalah faktor iklim. Iklim merupakan kondisi suhu dan juga kelembaba udara yang terjadi di suatu wilayah atau pun daerah tertentu dalam jangka waktu yang sangat panjang / lama. Pada dasarnya tidak semua makhluk hidup dapat tinggal di semua jenis iklim. Beberapa makhluk hidup hanya dapat tinggal di iklim trofis dan iklim subtrofis. Oleh karena itu, semakin panjang bentang iklim yang dimiliki oleh suatu lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan lingkungan tersebut untuk ditinggali organisme makhluk hidup.

  • Kondisi Geologi

Faktor kedua yang mempengaruhi kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan kondisi lingkungan fisik alam sekitar. Kondisi geologi mencakup berbagai macam hal seperti tingkat suhu lingkungan, keberadaan air, udara, dan berbagai macam faktor lainnya. Semakin lengkap kondisi geologi suatu lingkungan biosfer, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk ditinggali oleh organisme makhluk hidup.

  • Ketinggian Tempat

Faktor ketiga yang mempengaruhi kondisi atau pun keadaan biosfer adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat memegang peranan penting terhadap kehidupan organisme makhluk hidup. Tidak semua organisme makhluk hidup dapat hidup di daerah – daerah yang tinggi. Bahkan, pada ketinggian tertentu, tidak ada satu organisme makhluk hidup pun yang dapat hidup. Oleh karena itu, untuk bisa ditinggali, lingkungan biosfer harus berada pada ketinggian yang wajar / sesuai dengan kebutuhan organisme makhluk hidup.

  • Faktor Biotik

Selain tiga faktor di atas, faktor terakhir yang turut mempengaruhi kondisi biosfer adalah faktor biotik. Faktor biotik merupakan faktor – faktor makhluk hidup yang mendukung kehidupan organisme makhluk hidup lainnya. Tanaman pohon misalnya, merupakan faktor biotik untuk berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya seperti burung, tupai, bajing, manusia, bakteri, dan berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya.

Semakin banyak faktor biotik yang ada dalam lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk dijadikan sebagai habitat atau pun tempat tinggal makhluk hidup.

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes. Pengertian Platyhelminthes (Cacing Pipih), Ciri-Ciri dari Platyhelminthes (Cacing Pipih), Klasifikasi Platyhelminthes (Cacing Pipih), Siklus Kehidupan Platyhelminthes (Cacing Pipih), Peranan Platyhelminthes (Cacing Pipih), dan Usaha Mencegah Platyhelminthes (Cacing Pipih).

Pengertian Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: areyouinvertebrate.weebly.com
Platyhelmintes (Cacing Pipih) yaitu filum dalam kerajaan Animalia (hewan) yang miliki sifat tripoblastik yang hidup parasit serta mempunyai bentuk tubuh yang rata (pipih). Ada 18.500 spesies dari Platyhelmintes (cacing pipih).

Istilah Platyhelmintes datang dari bahasa Yunani yang terbagi dalam kata Platy yang memiliki arti pipih serta Helmintes yang cacing. Platyhelmintes adalah filum ketiga dari kindom animalia (hewan) setelah porifera serta coelenterata.

Struktur serta Fungsi Tubuh Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu cacing yang termasuk triplobalstik aselomata lantaran mempunyai 3 susunan embrional yang terbagi dalam ektoderma, endoderma, serta mesoderma. Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan cacing kelompok lainnya diantaranya sebagai berikut ini:

System Pencernaan: 

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu gastrovaskuler, di mana peredaran makanan tidak melalui darah namun oleh usus.

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) dimulai dari mulut, faring, serta ke kerongkongan. Di bagian belakang kerongkongan ada usus yang bercabang ke seluruh tubuh. Hingga usus tidak cuma mengolah makanan namun usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

System Syaraf: 

Ada beberapa jenis system saraf pada Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:

System syaraf tangga tali adalah system saraf yang paling simpel. Pada system itu, pusat susunan saraf disebut juga dengan ganglion otak ada di bagian kepala serta jumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak itu keluar tali saraf sisi yang memanjang pada bagian kiri serta kanan tubuh yang dikaitkan dengan serabut saraf melintang.

Pada cacing pipih yang lebih tinggi tingkatannya, system saraf bisa tersusun dari sel saraf (neuron) yang dibedakan jadi sel saraf sensori (sel pembawa signal dari indera ke otak), sel saraf motor (sel pembawa dari otak ke efektor, serta sel asosiasi (penghubung).

Indera: Dari beberapa bentuk Platyhelmintes (cacing pipih) memiliki system penginderaan berbentuk oseli, yakni bintik mata yang memiliki kandungan pigmen sensitif pada sinar. Bintik mata itu umumnya berjumlah sepasang serta ada pada bagian anterior (kepala).

Semua cacing pipih mempunyai indra meraba serta sel kemoresptor di semua badannya. Beberapa spesies juga mempunyai indra tambahan berbentuk aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), serta reoreseptor (organ untuk memahami arah aliran sungai).

Biasanya Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai system osmoregulasi yang disebut juga dengan protonefridia. System ini terbagi dalam saluran pengeluaran cairan yang dipunyainya disebut dengan protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedang, sisa metabolisme badannya di keluarkan secara difusi lewat dinding sel.

Reproduksi: Meskipun Platyhelmintes (cacing pipih) adalah hewan hemafrodit, beberapa cacing tidak dapat melakukan perkawinan secara individu.

Reproduksi dilakukan secara aseksual serta seksual. Reproduksi seksual yaitu dengan menghasilkan gamet. Fertilisasi ovum terjadi di dalam tubuh. Fertilisasi bisa dilakukan sendiri atau mungkin dengan pasangan lain.

Ciri-Ciri Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: zoology2014peter.weebly.com
Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai beberapa ciri/karakteristik umum diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk tubuh pipih, simetris serta tidak bersegmen 
  2. Ukuran tubuh mikroskopis serta ada pula yang mempunyai panjang tubuh 20 cm yakni cacing pita. 
  3. Mempunyai satu lubang yakni di mulut tanpa dubur 
  4. Memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta miliki sifat hermafodit (dua kelamin) 
  5. Hidup parasit serta ada pula yang hidup bebas 
  6. Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab, atau dalam tubuh organisme lain. 
  7. Melakukan perkembangbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan perkawinan silang serta bereproduksi secara vegetatif yakni membelah diri 
  8. Peka terhadap sinar 
  9. Tidak mempunyai system pernapasan. Cacing pipih memakai pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Masuknya oksigen ke pori-pori lewat cara difusi. 
  10. Tidak memiliki rongga sejati, tetapi mempunyai simetri bilateral 
  11. Tidak mempunyai system pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelmintes (cacing pipi) lewat rongga gastrovaskular 
  12. Memiliki system saraf tanggal tali serta mempunyai mata 
  13. Platyhelminthes (cacing pipih) tidak memiliki pembuluh darah. Sehingga rongga gastrovaskular beperan mendistribusikan nutrisi ke semua tubuh. 
  14. Platyhelminthes (cacing pipih) miliki sifat triploblastik (mempunyai tiga susunan embrional), yakni epidermis (susunan luar), mesodermis (susunan tengah), serta endodermis (susunan dalam). 

Klasifikasi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: haikudeck.com
Platyhelmintes (cacing pipih) dibedakan jadi 3 kelas diantaranya sebagai berikut ini:

Turbellaria (Cacing Rambut Getar):

Kelas turbellaria yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang memakai bulu getar sebagai alat geraknya. Misalnya: Planaria

Trematoda (Cacing Isap):

Kelas Trematoda yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai alat hisap yang dilengkapi dengan kait yang berperan untuk menempelkan diri pada inangnya lantaran kelompok ini hidup secara parasit pada manusia serta hewan.

Contoh Trematoda yaitu fasciola (cacing hati), Clonorchis, serta Schistosoma. Pada trematoda dewasa hidup dalam usus, hati, ginjal, paru-paru serta pembuluh darah vertebrata.

Cestoda (Cacing Pita):

Kelas Cestoda (cacing pita) yaitu sisi Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai kulit yang dilapisi dengan kitin hingga tidak tercemar oleh enzim di usus inang. Cacing pipih hidup parasit pada hewan, misalnya yaitu taenia solium serta T. Saginata.

Spesies ini mempunyai skoleks yang berperan atau dipakai untuk melekat pada usus inang. Reproduksi taenia yaitu memakai telur yang sudah dibuahi serta didalamnya terdapat larva yang disebut juga dengan onkosfer.

Siklus Hidup/Daur Hidup Platyhelmintes (Cacing Pipih) 

Fasciola hepatica: telur (bersama feces) larva bersilia (mirasidium) siput air (lymnea auricularis atau lymnea javanica) sporokista redia serkaria keluar dari tubuh siput melekat pada rumput/tanaman air membentuk kista (metaserkaria) dikonsumsi domba (hepatica)/sapi (gigancatia) usus hati hingga dewasa.

Chlornosis sinensis: telur (bersama feces) mirasium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput ikan air tawar (melekat di ototnya) membentuk kista (metaserkaria) ikan dikonsumsi saluran pencernaan hati hingga dewasa.

Schistosoma javanicum: telur (bersama feces mirasidium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput menembus kulit manusia pembuluh darah vena.

Taenia saginata/taenia solium: Proglotid (bersama feces) mencemari makanan babi babi usus babi (telur menetas jadi hexacan) aliran darah otot/daging (sistiserkus) manusia usus manusia (sistiserkus pecah skolex melekat di dinding usus) hingga dewasa di manusia keluar bersama feces.

Fungsi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Biasanya Platyhelmintes merupakan cacing yang merugikan lantaran miliki sifat parasi pada manusia serta hewan, tetapi ada spesies Platyhelmintes (cacing pipih) yang tidak merugikan manusia atau hewan yakni Planaria.

Planaria mempunyai fungsi yang digunakan sebagai makanan ikan. Platyhelmintes (cacing pipih) lebih banyak memberikan efek kerugian untuk manusia serta hewan, lantaran cacing itu juga merupakan parasit dalat hewan, saat manusia mengonsumsinya, efeknya bisa merugikan manusia lantaran terinfeksi cacing yang bisa menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan manusia.

Upaya Mencegah Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Platyhelmintes adalah cacing yang biasanya merugikan manusia serta hewan, hingga dibutuhkan usaha yang bisa berupaya mencegah masuknya atau terinfeksi Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Memutuskan daur hidupnya 
  2. Menghidari infeksi dari larva cacing 
  3. Tidak membuang tinja sembarangan serta membuang tinja secara teratur (sesuai dengan kriteria hidup sehat) 
  4. Tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang (masak daging hingga matang).
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Platyhelminthes (Cacing Pipih) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Platyhelminthes (Cacing Pipih). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. artikelsiana.com