Showing posts sorted by relevance for query organel. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query organel. Sort by date Show all posts
21 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
12 May 2017

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera. Pengertian Kingdom Monera, Klasifikasi Kingdom Monera, dan CIri-Ciri dari Kingdom Monera.

Pengertian Monera

Sumber: berpendidikan.com
Kerajaan monera adalah organisme prokariotik yang disebut sebagai organisme tertua penghuni bumi. Dua contoh golongan dari kerajaan ini yaitu bakteri serta alga biru. Organisme prokariotik sudah hidup dan selalu berevolusi di bumi, selama kurang lebih dua milyar tahun.

Serta menurut teori beberapa pakar evolusi, organisme prokariotik adalah awal dari organisme yang lainnya yang ada di bumi. Awal mulanya, organisme prokariotik digolongkan ke dalam kingdom plantae (tumbuhan) yaitu dalam Divisi Schizophyta (tumbuhan membelah diri).

Tetapi oleh karena adanya perubahan teknologi, ditemukan kenyataan baru kalau karakteristik sel prokariotik (bakteri serta alga biru) sangat tidak sama dengan anggota tumbuhan yang lainnya yang disebut sebagai sel eukariotik. Oleh karena hal inilah, maka beberapa pakar taksonomi memisahkan bakteri serta alga biru ke dalam kingdom khusus, monera.

Anggota monera adalah organisme paling primitif, badannya cuma tersusun atas satu sel saja. Dengan hal tersebut, monera cuma mengandalkan reaksi metabolisme di dalam tubuh, termasuk juga reproduksi.

Proses perkembangbiakan yang dikerjakan oleh monera sangat sederhana. Individu baru terbentuk dari hasil pembelahan induk cuma dalam kurun waktu yang sangat amat singkat (contoh: bakteri Eschericia coli mempunyai waktu generasi sepanjang 20 menit).

Oleh sebab itu, golongan monera adalah organisme yang paling banyak yang ada dibumi walaupun dibanding dengan jumlah semua spesies organisme eukariotik. Ukuran badannya yang amat kecil (mikroskopik) membuat monera bisa menempati ruangan bahkan yang paling sempit sekalipun.

Walaupun monera adalah organisme mikroskopis, tetapi monera mempunyai dampak yang besar. Ukuran badannya yang sangat kecil, membuat organisme lain (umpamanya manusia), tidak menyadari kehadiran organisme monera.

Beberapa monera bisa menyebabkan beragam macam jenis penyakit pada beberapa organisme lain seperti sifilis (raja singa) pada manusia, serta yang lainnya. Tidak cuma peran negatif, beberapa monera mempunyai fungsi yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup organisme bumi, yakni pelapukan.

Organisme atau sisi dari organisme yang sudah mati akan diuraikan (pelapukan) jadi senyawa penyusunnya, seperti carbon, nitrogen, sulfur, serta yang lainnya. Proses pelapukan ini sangat penting, lantaran bisa mengembalikan mineral ke dalam tanah yang akan dipakai kembali oleh organisme lain (yang masih tetap hidup) untuk proses perkembangan serta pertumbuhan.

Tidak hanya itu, beberapa organisme mengadakan simbiosis mutualisme dengan monera. Kurang lebih 5.000 spesies anggota kerajaan monera yang sudah diketahui. Beberapa pakar memprediksi kalau masih banyak jenis yang ditemukan berkisar 400.000 hingga 4.000.000 000 spesies.

Ciri-Ciri Anggota Kingdom Monera 

Sumber: merdeka.com

Tersusun atas satu sel (uniseluler) 

Satu diantara alasan dikeluarkannya bakteri serta alga biru dari kerajaan plantae yaitu lantaran tubuh bakteri serta alga biru (monera) tersusun oleh cuma satu sel.

Bentuk sel bervariasi 

Bentuk sel pada golongan monera sangat bervariasi, ada yang berbentu batang (basil), bulat (cocus), atau spiral, ada yang berkoloni maupun tidak. Bentuk koloni yang terbentuk dari paduan dua sel (diplobasil/diplococus), kubus (sarcina), rantai (streptococcus/streptobasil), anggur (staphylococcus/staphylobasil).

Jenis sel prokariotik 

Alasan yang paling menjadi dasar terbentuknya kingdom monera yaitu susunan sel. Seluruh anggota monera adalah sel prokariotik yakni sel yang tidak mempunyai inti sejati. Hal semacam ini dikarenakan ketiadaan membran inti pada selnya. Hingga selnya disebut juga dengan istilah nukleoid.

Mempunyai dinding peptidoglikan 

Dinding sel yang menyusun bakteri serta alga biru tidak sama dengan tumbuhan. Dinding monera terbuat dari zat peptidoglikan lalu tumbuhan tersusun atas selulosa. Walaupun demikian, beberapa bakteri dinding selnya tersusun bukan dari peptidoglikan (golongan archaebacter).

Tidak mempunyai organel bermembran 

Ketiadaan membran inti mengakibatkan organisme monera tidak mempunyai organel-organel bermembran yang lainnya, seperti: kloroplas, mitokondria, retikulum endoplasma, tubuh golgi, lisosom, serta vakuola. Dan, adapun organel yang ada pada monera diantaranya:
  • Nukleoid: kromosom yang terkumpar di sitoplasma 
  • Mesosom: pelekukan membran sel yang berperan sebagai organel respirasei (mirip mitokondria). 
  • Ribosom: berperan untuk sintesis protein. 
  • Klorofil: terkumpar dalam membran sel 
  • Membran sel. 
  • Dinding sel. 
  • Motil 
Biasanya golongan monera dilengkapi dengan alat gerak (flagel) yang memungkinkan untuk bisa bergerak. Bersumber pada letak serta jumlah flagel yang dipunyai, dibedakan:
  • Atrik, tidak mempunyai flagel. 
  • monotrik, mempunyai satu flagel pada satu diantara ujung selnya. 
  • Amfitrik, mempunyai flagel pada kedua ujungnya. 
  • Lofotrik, mempunyai banyak flagel pada satu diantara ujung badannya. 
  • Peritrik, mempunyai banyak flagel pada semua permukaan badannya. 

Habitat: kosmopolit 

Organisme mempunyai habitat yang cukup luas. Nyaris di beberapa belahan bumi bahkan juga di dalam tubuh organisme bisa ditemukan anggota monera (kosmopolit: di mana-mana).

Beragam Macam metabolisme respirasi seluler 

Golongan monera mempunyai keragaman dalam mendapatkan daya atau energi. Bersumber pada cara perolehannya, dibedakan jadi:
  • Autotrof, dapat membuat makanannya sendiri dari senyawa anorganik. Fotoautotrof mengandalkan daya sinar untuk mereduksi senyawa anorganik jadi energi, sementara kemoautotrof mengandalkan daya kimia untuk menghasilkan energi.  
  • Heterotrof, mengambil makanan dari organisme lain: 
  • Fotoheterotrof, memakai sinar untuk mengubah senyawa organik jadi ATP 
  • Kemoheterotrof, memakai senyawa kimia untuk menghasilkan ATP 
  • Saprofit, mengambil nutrisi dari organisme yang sudah mati 
  • Parasit, mengambil nutrisi dari organisme yang masih tetap hidup. 

Bersumber pada kebutuhannya akan oksigen dibedakan jadi: 

  • Aerob, memakai oksigen 
  • Anaerob, tidak memakai oksigen 

Reproduksi 

  • Aseksual (tanpa perkawinan): membelah diri serta endospora 
  • Seksual: konjugasi 

Klasifikasi Kingdom Monera 

Sumber: f87media.blogspot.co.id
Bersumber pada struktur selnya, kingdom monera digolongkan jadi dua divisi:

Archaebacteria 

Adalah golongan bakteri purba. Karakteristik yang dimiliki anggota archae tidak sama dengan anggota monera yang lain. Golongan ini ditemukan pada tempat- tempat yang ekstreem. Ciri-ciri Archaebakter yakni:
  • Tidak memliki dinding peptidoglikan 
  • Mempunyai beberapa jenis RNA polimerase 
  • Tahan pada antibiotik (streptomiesin serta kloralfenikol) 
  • Hidup di tempat-tempat ekstreem 
Archae dibedakan bersumber pada tempat hidupnya:

Methanogen, yaitu golongan archae yang menghasilkan gas metana (CH4). Golongan ini adalah organisme anaerob obligat, artinya tidak bisa mentolerir oksigen, resiprasi berlangsung secara anaerob. Bakteri ini bisa ditemukan di susunan rawa paling bawah.

Bakteri ini digunakan untuk mengubah kotoran hewan jadi biogas. Tidak hanya itu, bakteri ini ditemukan dalam simbiosis mutualisme pada system pencernaan hewan (sapi, rayap).

Halofil ekstrim, (halo “garam”; phylos “suka”). Adalah golongan archae yang ditemukan pada daerah dengan kandungan salinitas (garam) yang tinggi, seperti pada laut mati serta great salt lake. Golongan ini mempunyai pigmen orhodopsin penangkap daya matahari yang dipakai untuk menghasilkan ATP (energi).

Termofil ekstrim, golongan ini ditemukan pada tempat dengan suhu ekstrem antara 60°C – 105°C. Bakteri ini umum ditemukan pada sumber mata air panas atau kawah gunung berapi. Energi yang didapat yakni dengan kemosintesis dari senyawa sulfur.

Eubacteria 

Adalah golongan bakteri yang mempunyai dinding peptidoglikan. Golongan ini dibedakan jadi:

Spirokaeta, bersifat spiral (spiro: spiral) dengan panjang kurang lebih 0,25mm. mendapat daya melalui kemoheterotrof. Membawa dampak penyakit. Contoh: Treponema pallidum (pemicu sifilis)

Klamidia, parasit di dalam sel hewan. Contoh: Chlamydia trachomatis pemicu kebutaan yang ditularkan lewat seksual. Bakteri ini mendapat daya dari inangnya.

Bakteri gram, jenis bakteri yang didasarkan atas pewarnaan gram. Dan, ditemui dua jenis gram:
  • Gram negatif, dinding peptidoglikan tidak tebal. Berwarna merah pada pewarnaan gram. Biasanya patogen, contoh Salmonella sp. 
  • Gram positif, mempunyai dinding peptidoglikan yang tidak tipis. Berwarna ungu bila dilakukan pewarnaan gram. Biasanya menguntungkan, contoh: Basillus sp.
Cyanobacteri, adalah kelompok alga biru. Fotoautotrof dengan fotosintesis. Mempunyai klorofil a seperti pada tumbuhan. Ditemukan di air tawa, air laut, atau dalam bentuk simbiosis dengan organisme lain (fungi, membentuk lichens). Ada yang membentuk koloni, tidak mempunyai alat gerak. Contoh: Anabaena sp.

Proteobacteri, dibedakan jadi tiga golongan:
  • Bakteri ungu, mempunyai pigmen. Fotoautotrof atau fotoheterotrof. 
  • Proteobacteri kemoautotrofik, bakteri yang bersimbiosis dengan tumbuhan, contoh Nitrosomonas. 
  • Proteobacteri kemoheterotrofik, bakteri yang hidup dalam tubuh hewan. Contoh E. coli.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kingdom Monera di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kingdom Monera. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. kakakpintar.com
15 September 2016

Sitoskeleton: Pengertian, Fungsi & Strukturnya Sitoskeleton


Sitoskeleton : Pengertian, Manfaat & Strukturnya Sitoskeleton|Secara Umum, Pengertian Sitoskeleton yaitu jejaring serat yang mengorganisasi strukturdan aktivitas dalam sel. Pada saat awal mikroskopi elektron, pakar biologi mengira bahwa organel-organel sel eukariot mengambang bebas dalam sitosol.

Tetapi perbaikan mutu mikroskopi sinar ataupun mikroskopi elektron mengungkapkan keberadaan sitoskeleton (Cytoskeleton). Jejaring dan yang membentang di seluruh sitoplasma. Sitoskeleton, yang memerankan utama dalam pengorganisasian susunan serta kesibukan sel, tersusun atas tiga type struktur molekular, mikrofilamen, serta filament intermedit.

Manfaat Sitoskeleton 

  • Memberi kemampuan mekanik pada sel 
  • Sebagai kerangka sel 
  • Menolong dalam gereakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin. 

Komponen-Komponen Sitoskeleton 

Saat ini mari kita saksikan lebih dekat ketiga type paling utama serat penyusun sitoskeleton yang tersusun atas tiga susunan molekular yakni seperti berikut...

1.Mikrotubulus 

Semua sel eukariot memiliki mikrotubulus (microtubule), batang-batang berongga dengan diameter sekitar 25 nm dan anjang antara 200 mm samai 25 um. Dinding tabung berongga tersebut tersusun dari protein globular yang disebut tubulin. Setiap protein tubulin merupakan diner, molekul yang tersusunatas dua subunit. Suatu dimer tubulin terdiridari dua polipeptida yang agak berbeda, tubulin a dan tubulin B. Mikrotubulus bertambah panjang melalui penambahan dimer tubulin; mikrotubulus juga diuraikan dan tubulinnya pun digunakan untuk membangun mikrotubulus di tempat lain dalam sel.
Membentuk dan menyokong sel serta berfungsi sebagai jalur yang dapat disusuri oleh organel yang dilengkapi dengan protein motorik. Untuk memberikan contoh yang tidak sama dari mikrotubulus memandu vesikel sekresi dari aparatus Golgi ke membran plasma. Mikrotubulus juga memisahkan kromosan saat pembelahan sel.

Fungsi Mikrotubulus (Polimer Tubulin) 

  • Menjaga bentuk sel (penopang penahan-kompresi) 
  • Motilitas sel (seperti pada silia atau flagela) 
  • Gerakan kromosom dalam pemisahan sel 
  • Pergerakan organel 

2. Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

Mikrofilamen (Microfilament) adalah batang padat yang diameternya sekitaran 7 nm. Mikrofilamen disebut juga filamen aktin lantaran tersusun atas molekul-molekul aktin (actin), semacam protein globular. Suatu mikrofilamen adalah seutas rantai ganda subunit-subunit aktin yang memuntir. Selain terdapat sebagai filamen lurus, mikrofilamen juga mampu membuat jejaring struktural, karena kehadiran protein-protein yang berikatan di selama segi filamen aktin serta sangat mungkin filamen baru membentang sebagai cabang. Mikrofilamen tampaknya diketemukan pada semuanya sel eukariot.

Mikrofilamen terkenal lantaran perannya dalam motilitas sel, khususnya sebagai sisi aparatus kontraktil sel otot. Berbeda dengan peran penahan-kompresi oleh mikrotubulus, peran struktural mikrofilamen dalam sitoskeleton yaitu menahan tegangan (style taring). Jejaring berdimensi tiga yang dibuat oleh mikrofilamen tepat dibagian dalam membran plasma (mikrofilamen korteks) membantu menyangga bentuk sel.

Jejaring ini mengakibatkan susunan sitoplasma terluar sel, yang dimaksud korteks, mempunyai ketekunan semisolid gel, kebalikan dari keadaan sitoplasma interior yang lebih cair (sol). Dalam sel hewan yang terspesialisasi untuk mentraspor materi melewati membran plasma, umpamanya sel usus, berkas mikrofilamen menjadi inti mikrovili, penjuluran halus yang meningkatkan luas permukaan sel di usus seperti yang sudah dijelaskan terlebih dulu.

Manfaat Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan tegangan) 
  • Pergantian bentuk sel 
  • Kontraksi otot 
  • Aliran sitoplasmik 
  • Motilitas sel (seperti pada pseudopodia) 
  • Pemisahan sel (pembentukan lekukan penyibakan) 

3. Filamen Intermediat 

Filamen Intermediat (Intermediate filament) dinamia dikarenakan berdiameter 8-12 nm, lebih besar dibanding dengan diameter mikrofilamen namun lebih kecil ketimbang mikrotubulus. Filamen intermediat terspesialisasi untuk menahan tegangan (seperti mikrofilamen) serta terdiri dari beragam kelas unsur sitoskeleton.

Setiap jenis tersusun dari subunit molekular tidak sama yang termasuk kedalam satu famili protein, yang salah satunya beranggotakan keraton. Demikian sebaliknya mikrotubulus dan mikrofilamen memiliki diameter serta komsisi yang tetaplah ada sema sel eukariot.

Filamen intermeiat merupakan pengukuh sel yang lebih permanen daripada mikrofilamen serta mikrotubulus, yang dijabarkan serta dirakit kembali di beberapa sisi sel. Bahkan jika sel mati, jejaring filamen intermediat kerapkali tetap bertahan ; umpamanya, susunan terluar kulit kita terdiri atas beberapa sel kulit mati yang penuh protein keratin.

Manfaat Filamen Intermediat 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan-tegangan) 
  • Tambatan nukleus serta organel lain tertentu 
  • Pembentukan lamina nukleus
14 March 2017

20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Pengertian Sel Hewan, Pengertian Sel Tumbuhan, Fungsi tiap-tiap sel yang ada pada Tumbuhan, Fungsi tiap-tiap sel yang ada pada Hewan, Perbedaan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan, Beberapa Sel yang terdapat pada Hewan juga Tumbuhan.

Pengertian Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sumber: begalinformasi.blogspot.co.id
Pembahasan kali ini akan kita mulai dengan menjabarkan pengertian Sel Hewan, sebagai berikut:

Sel Hewan

Sumber: thinkwijaya.blogspot.co.id
Sel hewan adalah nama nama lain dari sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan tidak sama dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, lantaran mereka tidak mempunyai kloroplas, dinding sel serta umumnya sel hewan mempunyai vakuola yang lebih kecil, bahkan juga tidak ada.

Lantaran tidak mempunyai dinding sel yang keras, sel hewan memiliki bentuk beragam. Sel manusia adalah satu diantara contoh bentuk sel hewan. Sel hewan mempunyai organel yang khas yakni sentriol yang tidak diketemukan pada sel tumbuhan.

Sentriol 
Sumber: brilio.net
Sentriol yaitu organel sel yang diketemukan di beberapa sel eukariotik hewan. Beberapa sel tanaman serta jamur tidak mempunyai sentriol.

Sentriol mempunyai susunan seperti seperti silinder (berupa tabung) yang mempunyai lubang tengah serta tersusun dari protein mikrotubulus. Anggota pasangan sentriol kerapkali terdapat pada posisi menyudut ke arah kanan satu sama lain.

Sentriol terbagi dalam mikrotubulus yang membuat sebuah susunan protein seperti jala yang terlihat berdekatan dengan kromosom sepanjang pembelahan sel (meiosis serta metosis). Jala itu diberi nama benang spindel. di ujung lain, jala itu berdekatan dengan sisi ujung sentriol.

Sentriol sendiri bertindak untuk mengatur polaritas (kutub) pembelahan sel hewan serta mengatur pemisahan kromosom sepanjang pembelahan.

Vakuola 
Sumber: hype.idntimes.com
Tidak semua hewan mempunyai vakuola, tetapi pada beberapa bentuk hewan bersel satu diketemukan adanya vakuola, umpamanya pada paramecium serta amoeba.

Pada paramecium diketemukan dua jenis vakuola yakni vakuola makanan (vakuola tidak berdenyut) serta vakuola berdenyut. Berikut ini peranan masing-masing ke 2 vakuola tersebut:
  1. Vakuola nonkontraktil (Vakuola makanan/vakuola tidak berdenyut), berperan mengolahkan makanan, hingga kerap disebut dengan vakuola makanan. 
  2. Vakuola kontraktil (vakuola berdenyut), khas untuk hewan bersel satu yang hidup di air tawar. Vakuola kontraktil berperan melindungi tekanan osmotik sitoplasma, atau kerap disebut dengan sebagai alat osmoregulato. 

Sel Tumbuhan

Sumber: genggaminternet.com
Sel tumbuhan adalah sisi paling kecil dari tiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari satu tumbuhan tersebut, Sel Tumbuhan mempunyai beberapa sisi sel yang bisa membedakannya dengan sel hewan. Bagian-bagian sel itu antara lain sebagai berikut ini:

Dinding Sel 

Dinding sel adalah sel yang tersusun atas selulosa yang memiliki sifat kaku serta keras. Peranan Dinding sel yaitu untuk melindungi serta memberi bentuk yang tetap. Dinding sel dibuat oleh diktlosom di mana bahan penyusun dinding sel adalah polisakarida, yang terbagi dalam selulosa, pektin serta hemiselulosa.

Dinding sel besama dengan vakuola berfungsi dalam turgiditas (kekakuan) sel. Dinding sel terdiri atas dua jenis diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Dinding sel primer yaitu dinding sel yang tersusun selulosa, pektin, hemiselulosa di mana dinding sel primer dibuat sewaktu pembelahan sel 
  2. Dinding sel sekunder yaitu dinding sel yang terbentuk lantaran penebalan di mana dinding sel sekunder tersusun atas lignin, selulosa, hemiselulosa. Dinding sel ini ada pada sel dewasa di dalam dinding sel primer. 
Vakuola 

Vakuola adalah organel bermembran yang memuat cairan vakuola. Sejatinya vakuola ada pada sel tumbuhan serta sel hewan. walau demikian Vakuola pada tumbuhan mempunyai bentuk serta peranan yang lebih nyata bila dibandingkan dengan vakuola yang ada di sel hewan.

Tumbuhan yang masih muda mempunyai vakuola dengan ukuran yang kecil, namun pada tumbuhan besar serta dewasa, vakuola terlihat jadi membesar, bahkan juga mendominasi sitoplasma serta menekan sitoplasma ke tepi dinding sel.

Fungsi paling utama Vakuola diantaranya sebagai berikut ini: 
  1. Tempat penumpukan sisa metabolisme serta metabolik sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, serta kalsium oksabit 
  2. Tempat menyimpan pigmen (bunga, daun serta buah) 
  3. Area untuk menyimpan zat cadangan makanan seperti amilum serta glukosa 
  4. Mengatur tirgiditas sel (tekanan osmotik sel) 
  5. Area untuk menyimpan minyak atsirik (Kelompok minyak yang bisa memberi bau khas seperti minyak kayu putih) 
Vakuola dibagi jadi 2 bentuk, yakni Vakuola nonkontraktil (vakuola makanan) serta Vakuola Kontraktil:
  1. Vakuola nonkontraktil berperan untuk mengolah makanan serta mengedarkan hasil makanan. 
  2. Vakuola kontraktil berufngsi sebagai osmoregulator yakni pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi. 
Plastida 
Sumber: lobilkti.wordpress.com
Plastida adalah organel yang bermembran lengkap yang berbentuk butir-butir yang memiliki kandungan pigmen.

Plastida adalah hasil dari tubuh kecil yang di kenal dengan proplastida, proplastida ini ada banyak di daerah meristimatik. Pada perkembangannya, proplastida bisa berubah jadi 3 type, yakni type kromoplas, kloroplas, serta leukoplas.

Kromoplas 

Kromoplas adalah plastida yang memberikan bermacam macam warna non-fotosintetis, umpamanya pigmen merah, kuning serta orange, serta yang lain. Pigmen yang termasuk juga ke dalam kromoplas salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Fikosiantin, menyebabkan warna cokelat pada ganggang 
  2. Fikoeretrin, menyebabkan warna merah pada ganggang 
  3. Xantofil, menyebabkan warna kuning pada daun ynag sudah tua 
  4. Fikosianin, menyebabkan warna biru pada ganggang 
  5. Karoten, menyebabkan warna kuning jingga serta merah, umpamanya pada wortel 
Kloroplas 

Kloroplas yang disebut plastida yang sudah di ketahui banyak orang. Kloroplas bertanggung jawab pada fotosintesis tumbuhan serta sebagian besar alga. Kloroplas adalah organel yang memiliki kandungan klorofil. Klorofil sendiri berperan ketika terjadinya fotosintesis.

Susunan Kloroplas terdiri atas dua sisi besar, yakni sisi amplop serta sisi dalam. Sisi amplop kloroplas terbagi dalam membran luar yang sangat memiliki sifat permeabel yang bermanfaat untuk mengabaikan molekul-molekul yang memiliki ukuran kurang dari 10 kilodalton tanpa selektivitas.

Membran dalam yang memiliki sifat permeabel dan merupakan tempat protein transpor menempel, dan ruangan antar membran yang terdapat di antara membran luar serta membran dalam. lantas pada Sisi dalam kloroplas memiliki kandungan DNA, ribosom, RNAs, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), serta granum.

Kloroplas biasah ada pada daun serta organ tubuh yang lain yang berwarna hijau. Klorofil yang dipunyai kloroplas bisa dibedakan jadi beragam jenis, salah satunya yaitu: 
  1. Klorofil a: memberikan warna hijau biru 
  2. Klorofil b: memberikan warna hijau kuning 
  3. Klorofil c: memberikan warna hijau cokelat 
  4. Klorofil d: memberikan warna hijau merha 
Leukoplas 
Sumber: kreativitas-alam.blogspot.co.id
Leukoplas adalah plastida yang berwarna putih atau tidak berwarna. Biasanya ada atau terletak pada organ tumbuhan yang tidak terkena cahaya matahari, khusus pada organ penyimpanan cadangan makanan.

Leukoplas umumnya berperan untuk menyimpanan cadangan makanan, seperti protein serta amilum pada beberapa sel batang ketela pohon serta beberapa sel akar pada kentang, Leukoplas dibedakan dalam beberapa jenis diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Elaioplas (lipidoplas) yaitu leukoplas yang berperan dalam membuat serta tempat menyimpan lemak atau minyak. 
  2. Amiloplas yaitu leukoplas yang berperan dalam membuat dan dijadikan pula sebagai area untuk menyimpan amilum 
  3. Proteoplas yaitu leukoplas yang berperan untuk menyimpan protein
Di bawah ini kami berikan lebih dari 20 perbedaan antara Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan:
Sumber: markijar.com
Sumber: markijar.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Lebih dari 20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sel Hewan dan Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang sel-sel pada Hewan pun Tumbuhan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com 
30 December 2016

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.
21 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak. Pengertian Lemak, Fungsi Lemak, Beragam Macam Jenis Lemak, Sifat-Sifat Lemak, dan Proses Metabolisme Lemak.

Tubuh manusia memerlukan daya untuk melakukan seluruh kegiatan tiap harinya. Lemak adalah satu diantara sumber daya yang kita gunakan untuk berbagai macam hal itu, dan untuk memahami lebih lanjut mengenai lemak, langsung saja kita bahas sama-sama, ya.

Pengertian Lemak

Sumber: dosenpendidikan.com
Lemak yaitu senyawa kimia tidak larut air yang disusun oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), serta Oksigen (O). Lemak miliki sifat hidrofobik (tidak larut di air), untuk melarutkan lemak diperlukan pelarut khusus seperti eter, klorofom serta benzen.

Seperti karbohidrat serta protein, lemak juga adalah sumber daya untuk tubuh manusia. Lemak termasuk juga pembangun dasar jaringan tubuh lantaran turut bertindak dalam membangun membran sel serta membran beberapa organel sel.

Bobot daya yang dihasilkan lemak 2 ¼ kali lebih besar dibanding karbohidrat serta protein. 1 gr lemak bisa menghasilkan 9 kalori, sedangkan 1 gr karbohidrat serta protein cuma menghasilkan 4 kalori.

Sepanjang proses pencernaan lemak akan dipecah jadi asam lemak serta gliserol supaya bisa diserap oleh organ pencernaan serta lantas dibawa ke organ yang membutuhkannya.

Fungsi Lemak

Lemak mempunyai banyak fungsi, beberapa fungsi penting lemak untuk tubuh diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  1. Jadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Jika lemak yang kita konsumsi berlebihan, lemak itu akan disimpan di beberapa tempat misalnya di susunan bawah kulit untuk dijadikan cadangan energi atau daya. 
  2. Pelindung organ penting ketika terjadi goncangan lantaran mempunyai susunan seperti bantalan. 
  3. Membuat perlindungan bagi tubuh dari perubahan suhu lingkungan. Lemak bisa membuat perlindungan bagi tubuh dari suhu yang rendah. 
  4. Satu diantara bahan dasar yang diperlukan untuk produksi hormon vitamin, membran sel serta membran organel sel. 
  5. Pelarut vitamin A, D, E, serta K. 
  6. Sebagai bahan penyusun empedu serta asam kholat. 
  7. Memaksimalkan fungsi pencernaan, lemak bisa memperlambat system pencernaan ketika proses pencernaan berjalan hingga rasa lapar tidak muncul terlalu cepat. 

Struktur Kimia Lemak

Sumber: duniafitnes.com
Unsur penyusun lemak diantaranya yaitu Unsur Karbon (C), Hidrogen (H) serta Oksigen (O). Lemak terbagi dalam 3 asam lemak serta satu gliserol. Secara Umum Susunan Kimia Lemak yaitu seperti ini:

Struktur Kimia Lemak R1, R2, R3. Jika ketiga susunan R1, R2 serta R3 sama disebut dengan lemak sederhana, tetapi jika tidak sama disebut dengan lemak campuran.

Beberapa Sifat Lemak 

Sifat Fisis (Fisika) Lemak 
Sumber: duniafitnes.com
Biasanya lemak hewan berupa padatan pada suhu kamar serta lemak tumbuhan berupa cairan pada suhu Lemak yang titik leburnya lebih tinggi memiliki kandungan asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang memiliki kandungan titik lebur rendah memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh.

Titik lebur lemak bergantung pada panjang pendeknya rantai karbon yang dipunyai. Conothnya lemak sapi mencair pada suhu 49 derajat celcius serta kembali memadat pada 36 derajat celcius.

Lemak netral tidak larut di air, tetapi larut dengan baik pada kloroform serta benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, tetapi lemak tidak sangat larut dalam alkohol dingin.

Sifat Kimia Lemak 
Sumber: simpelmenarik.id
Reaksi Saponifikasi (Penyabunan) 

Lemak bisa dihidrolisis dengan beragam macam cara. Salah satunya adalah dengan alkali. Nah proses hidrolisis lemak dengan memakai alkali disebut dengan reaksi saponifikasi (penyabunan). Satu diantara hasil dari hidrolisis lemak dengan alkali yaitu garam asam lemak, atau yang umum kita sebut sabun.

Reaksi Halogenasi (Iodium) 

Asam lemak tidak jenuh, baik bebas ataupun terikat sebagai ester dalam lemak mengadisi halogen pada ikatan rangkapnya. Lantaran derajat penyerapan lemak sepadan dengan adanya banyak ikatan rangkap pada asam lemaknya, jumlah halogen bisa dipakai untuk menentukan derajat ketidakjenuhan.

Penentuan derajat ketidakjenuhan ini diukur dengan bilangan Iodium, yakni bilangan yang menyebutkan banyaknya gr iodium yang bisa bereaksi dengan 100 gr lemak. Oleh karena ini makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar juga bilangan iodiumnya.

Reaksi Hidrogenasi 

Proses konversi minyak jadi lemak di kenal dengan sebutan Hidrogenasi (Proses Pengerasan), yakni lewat cara mengalirkan gas hidrogen bertekanan (1,75kg/cm2) ke dalam minyak panas (200 derajat Celcius) yang memiliki kandungan katalis nikel terdispersi.

Beragam Macam Jenis Bentuk Lemak

Bersumber pada Sumber Lemaknya Terdiri jadi 2, yakni:
  1. Lemak Hewani, adalah lemak yang bersumber dari hewan. 
  2. Lemak Nabati, adalah lemak yang bersumber dari tumbuhan. 
Bersumber pada Struktur kimianya
  1. Lemak Sederhana, adalah lemak yang disusun oleh trigliserida, yakni tiga asam lemak serta satu gliserol. Contoh lemak ini yaitu lilin serta minyak. 
  2. Lemak Campuran, adalah lemak yang terbagi dalam asam lemak serta gugus tambahan lain selain lemak. Misalnya yaitu lipoprotein (memiliki kandungan protein) serta fosfolipid (memiliki kandungan fosfat). 
  3. Lemak Derivat, adalah senyawa lemak yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya cholesterol serta asam lemak. Bersumber pada ikatan kimianya dibagi lagi jadi dua yakni asam lemak jenuh serta asam lemak tidak jenuh. 
Bersumber pada Ikatan Kimianya
  1. Lemak Jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon ikatan tunggal yang beresiko untuk tubuh manusia lantaran bisa menempel serta dan menggumpal hingga bisa mengganggu system peredaran darah. Lemak jenuh rata-rata berasal dari hewan, seperti daging, susu murni, dan lain-lain. 
  2. Lemak tidak jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon dengan satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) yang bisa menguntungkan tubuh. Lemak tidak jenuh rata-rata berasal dari tumbuhan, misalnya lemak dari buah alpukat serta kacang-kacangan. 

Metabolisme serta Proses Pencernaan Lemak

Sumber: slideshare.net
Proses metabolisme lemak berlangsung lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat serta protein. Hal semacam ini dikarenakan oleh susunan rantai molekul lemak yang panjang serta ikatannya yang kuat. Pada saat makanan memasuki rongga mulut, gigi melakukan tugasnya untuk menghancurkan serta melembutkan lemak secara mekanis.

Juga di bagian bawah lidah ada kelenjar yang menghasilkan enzim lipase, enzim ini bertugas memecah lemak di mulut jadi bentuk yang lebih sederhana. Kemudian terjadi proses menelan yang akan membawa lemak lewat esofagus, lantas menuju ke lambung.

Pada esofagus serta lambung lemak tidak bisa diolah lantaran tidak ada enzim yang bisa mengolahnya, hingga lemak cuma bercampur dengan makanan yang lain serta tersimpan sementara di lambung.

Asam lemak setelah diserap oleh sel mukosa usus halus dengan cara difusi lantas di dalam sel, mukosa asam lemak serta gliserol mengalami resintesis (penggabungan kembali) jadi trigliserida. Cholesterol juga mengalami reesterifikasi jadi ester cholesterol.

Trigliserida serta ester cholesterol bersatu diselubungi oleh protein jadi kilomikron. Protein penyusun selubung kilomikron disebut dengan apoprotein. Selubung protein berperan menghindari menyatunya antar molekul lemak serta membentuk bulatan besat yang bisa mengganggu aliran darah.

Kilomikron keluar dari sel mukosa usus secara eksotisosis lantas diangkut lewat system limfatik dan berikutnya masuk ke dalam aliran darah. Kandungan kilomikron bertambah 2-4 jam setelah makan. Kilomikron dalam darah dihidrolisis oleh enzim lipase endotel jadi asam lemak dan gliserol.

FFA atau asam lemak dibebaskan dari kilomikron dan berikutnya disimpan dalam jaringan lemak atau jaringan perifer.

Kilomikron yang sudah kehilangan asam lemak dengan hal tersebut maka banyak mengandung cholesterol dan tetap ada di dalam aliran disebut dengan chylomicron remnant dan pada akhirnya menuju ke hati yang berikutnya didegradasi di dalam lisosom. Sedangkan gliserol langsung diabsorpsi ke pembuluh darah porta hepatica.

FFA dipakai sebagai sumber daya atau disimpan dalam bentuk lemak netral atau trigliserida. Hati memanfaatkan asam lemak sebagai cadangan daya, pembentukan cholesterol, dan menyimpan trigliserida sebagai lemak jaringan atau bisa pula diubah jadi protein atau asam amino.

Dari keseluruhan total lemak yang dikonsumsi, sebesar 95 persen akan diserap oleh tubuh dan 5 persen yang lainnya akan masuk ke usus besar dan dibuang lewat anus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lemak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lemak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com
06 February 2017
Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi

Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi

Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi. Bagaimana sebenarnya proses pembelahan sel, Pengertian Pembelahan sel, serta macam-macam pembelahan sel dan tahapannya akan dikupas disini, Langsung saja disimak ya.

Pengertian Pembelahan Sel

Seperti namanya, pembelahan sel bisa disimpulkan sebagai sebuah proses membelahnya sel induk jadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel umumnya adalah siklus sel kecil yang bakal mengakibatkan siklus besar selanjutnya.

Macam – Macam Pembelahan Sel serta Prosesnya 

Pembelahan sel secara amitosis (Pembelahan Biner) 

Pembelahan sel secara amitosis ini disebut juga dengan merupakan pembelahan sel secara langsung dengan kata lain tidak lewat bagian – bagian spesifik, proses ini dapat berjalan secara spontan, atau disebut dengan pembelahan biner. Proses ini tidak melibatkan kromosom kenapa demikian? Lantaran DNA yang ada pada jumlah serta besaran yang kecil hingga tidak bisa dipaketkan, kebanyak pembelahan ini terjadi pada sel Prokariotik seperti bakteri. Maksud dari pembelahan ini yaitu untuk membentuk keturunan baru.

Pembelahan Sel Secara Mitosis 

Pembelahan secara Mitosis pembelahan yang menghasilkan dua sel anak yang miliki sifat sama juga dengan induknya, artinya sel anak ini juga bisa membelah lagi. Pada Manusia, pembelahan ini terjadi di sel meristem somatik (sel tubuh muda). Proses ini berjalan lewat bagian – bagian yang terstruktur serta teratur, tidak seperti Amitosis yang berjalan secara spontan.

Pembelahan secara mitosis ini lewat dua bagian, yakni Kariokinesis serta Sitokinesis

Pembelahan Secara Mitosis 

  • Kariokinesis 

Proses ini menunjukkan ketidaksamaan yang mencolok pada setiap fasenya serta mempunyai tujuan untuk pembagian materi inti, nah untuk melihat apa sajakah yang berubah, langsung saja disimak yang berikut ini:

  • Interfase 

Pada step ini sel tidak membelah. Nukleus terdiri dari RNA ribosom dan merupakan tempat sintesis protein dan materi yang berwarna gelap di kenal sebagai kromatin atau bentuk benang-benang kromosom hingga bentuk kromosom tidak bisa diliat secara jelas. Pada satu diantara ujung sel, ada 2 pasang protein yang disebut dengan sentrioles, namun pada tumbuhan, sentriosol tidak muncul.
Profase
Mitosis I: Profase
Pada step ini DNA mulai dikemas jadi kromosom. Kromosom mulai memendek serta menebal. Pada sel hewan sentriol membelah serta masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan serta terbentuk benang-benang spindle yang tersambung ke kutub-kutub. Selanjutnya kromosom tampak terdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer. Nucleolus hilang serta membran nucleus hancur.
Metafase
Mitosis: Metafase
Pada fase ini, kromosom beralih jadi satu garis yang disebut dengan the equator. Tidak hanya itu, keluar benang-benang yang disebut dengan spindel serta menempel pada sentromer tiap kromosom. Spindel ini menghubungkan kromosom ke 2 kutub sentrisol yang berlawanan.
Anafase
Mitosis: Anafase
Masing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan serta kromatid bergerak menuju kutub pembelahan, menghasilkan salinan kromosom berpasangan.
Telofase
Mitosis: Telofase
Pada step ini kromosom mulai mengatur membentuk nukleus yang terpisah serta dikelilingin memberan nukleus. Cleavage Burrow/pembelahan alur menyempit serta lama kelamaan membelah sel. Tidak sama dengan itu, pada tumbuhan, pembelahan terjadi dengan cell plate dari pada cleavage burrow.


Sitokinesis
Mitosis: Sitokinesis
Sepanjang sitokinesis berjalan, sitoplasma sel hewan dibagi jadi dua lewat terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin serta miosin di bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini mengakibatkan terbentuknya alur pembelahan yang pada akhirnya bakal menghasilkan dua sel anak. Masing-masing sel anak yang terbentuk ini memiliki kandungan inti sel, bersama organel-organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah-tengah sel. Step sitokinesis ini umumnya dimasukkan dalam step telofase.
Pembelahan Sel Secara Meiosis
Pembelahan ini bakal menghasilkan gamet yang tidak bisa membelah lagi hingga step pembuahan, Pembelahan secara meiosis menghasilkan anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari yang dipunyai induknya, terjadi di alat reproduksi serta langsung antara fase 1 dilanjutkan dengan fase 2 tanpa diselingi interfase.
Tahapan – Tahapannya yaitu sebagai berikut ini:
Meiosis I
ADA GAMBAR
Interfase
Pada interfase, sel ada pada step persiapan untuk mengadakan pembelahan. Persiapannya yaitu berbentuk penggandaan DNA dari satu salinan jadi dua salinan (persis seperti pada interfase mitosis). Step akhir interfase yaitu adanya dua salinan DNA yang sudah siap dikemas jadi kromosom.
Profase 1
Pada step ini terjadi proses sebagai berikut:
Leptoten yaitu step di mana benang kromatin berubah jadi kromosom. Hal semacam ini dilakukan lewat cara memadatkan diri.
Zigoten/Zigonema, pada step ini, kromatid homolong sama-sama berpasangan atau bersinapsis membentuk bivalen. Sentrosom terbelah 2 jadi sentriol serta bergerak ke kutub berlawanan.
Pakiten/Pakinema, kromosom lantas berduplikat jadi 4 pada step ini serta disebut dengan tetrad (kromosom homolog yang mengganda hingga ada 4 kromatid berpasangan). Pada step ini kerap terjadi rekombinasi gen lewat proses perpindahan silang.
Diploten, kromosom homolog yang semula bivalen terpisah. Apabila terjadi perpindahan silang, bakal ada kiasma sebagai tanda.
Diakinesis, pada fase diakinesis, nukleolus (membrane inti) bakal hilang serta sentriol bergerak ke masing-masing kutub dan membentuk benang-benang spindel.
Metafase 1
Pasangan kromosom homolog mengatur diri serta saling bertemu di daerah ekuator. Setengah dari pasangan kromosom homolog menghadap ke kutub yang satu serta setengah pasangan kromosom homolog yang lain menghadap ke kutub yang lain.
Anafase 1
Setiap kromosom homolog masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.
Telofase 1
Kromosom yang masihlah terdiri dari dua kromatid ada di kutub. Berikutnya terbentuk membran nukleus yang diikuti oleh proses sitokinesis. Akhir telofase I terbentuk dua sel anak. Tiap sel anak memiliki kandungan kromosom hingga pada akhir meiosis I terbentuk dua sel anak yang haploid.
Sitokenesis 1
Pada sitokinesis I setiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat hingga sitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya.
Meiosis II
ADA GAMBAR
Profase II
Pada profase II kromatid kembaran masihlah menempel pada setiap sentromer kromosom. Step ini terkadang terjadi dalam tempo yang singkat lantaran diikuti step selanjutnya.
Metafase II
Pada metafase II setiap kromosom (yang berisi dua kromatid) merentang pada sektor ekuator. Terbentuk benang-benang spindel, satu ujung menempel pada sentromer, serta ujung lain membentang menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.
Anafase II
Pada anafase II benang spindel mulai menarik kromatid menuju ke kutub pemisahan yang berlawanan itu. Oleh karena itu, kromosom memisahkan kedua kromatidnya serta bergerak menuju kutub yang tidak sama. Kromatid yang terpisah kini diberi nama kromosom.
Telofase II
Pada telofase II, kromatid (atau kini disebut dengan kromosom) sudah mencapai kutub pembelahan. Hasil keseluruhan dari step ini yaitu terbentuk empat inti. Setiap inti memiliki kandungan setengah pasang kromosom (haploid) serta satu salinan DNA (1n, 1c).
Sitokenesis II
Ada sitokinesis II setiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel serta pada akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Proses Pembelahan Sel. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih sudah bertandang ke softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

Sumber:
http://www.softilmu.com/2014/01/tahap-pembelahan-sel.html

10 May 2017

Sistem Ekskresi Invertebrata

Sistem Ekskresi Invertebrata. Sistem Ekskresi Invertebrata dan Segala hal yang Berkaitan dengan Invertebrata.

Invertebrata

Sumber: yusufsila-binatang.blogspot.co.id
Sebelumnya, kita tahu bila sistem ekskresi pada hewan invertebrata termasuk juga ke dalam sistem yang tidak rumit bila dibandingkan dengan sistem ekskresi hewan tingkat tinggi. Maksud dari sistem ekskresi pada hewan ini juga sama, yaitu untuk mengeluarkan sisa metabolisme dari dalam tubuhnya.

Sistem ekskresi cacing pipih 

Sumber: cibsub.cat
Pada cacing pipih (contoh: Planaria), proses pengeluaran zat sisa dikerjakan lewat pembuluh yang bercabang-cabang dan memanjang pada bagian sisi kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya.

Setiap cabang akan berakhir pada beberapa sel yang diberi nama beberapa sel api (solenoid) yang dilengkapi dengan bulu-bulu getar (silia). Saluran ini disebut juga dengan protonefridium (proton: ketika saat sebelum, nephros: ginjal).

Silia dalam setiap sel api ini punya sifat dinamis (selalu bergerak). Akibat gerakan silia itu, air, cairan tubuh, dan zat sisa metabolisme yang lain akan terdorong masuk ke dalam saluran ekskresi. Dari saluran ekskresi, beberapa zat tadi akan dikeluarkan dari tubuh lewat satu lubang yang diberi nama nefridiofor.

Sistem ekskresi cacing tanah 

Sumber: sule-gratis.blogspot.co.id
Cacing tanah termasuk juga ke dalam golongan Annelida (cacing bersegmen). Pada setiap segmen ada sepasang ginjal atau nefridium (jamak = nefridia), kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen paling akhir. Setiap nefridium memiliki corong yang terbuka dan memiliki silia yang disebut juga dengan nefrostom. Nefrostom ada dalam rongga tubuh dan selalu memuat cairan.

Cairan tubuh akan ditarik dan diambil oleh nefrostom, yang lantas masuk ke dalam nefridia yang berupa pembuluh panjang dan berliku-liku. Ketika cairan tubuh mengalir lewat nefridia terjadi penyerapan kembali beberapa zat yang masih tetap berguna, seperti glukosa, air, dan ion-ion.

Beberapa zat itu lantas diedarkan ke seluruh kapiler sistem aliran. Sisa cairan tubuh, seperti air, nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh akan dikeluarkan lewat ujung nefrostom yang berupa lubang.

Sistem ekskresi serangga 

Sumber: berkahkhair.com
Alat ekskresi pada serangga yakni tubula atau pembuluh Malpighi. Pembuluh malpighi yakni tabung kecil yang panjang. Pembuluh ini ada di dalam homosol serta tergenang di dalam darah.

Pangkal dari pembuluh Malpighi ini melekat pada ujung anterior dinding usus dan sisi ujungnya menuju homosol yang mempunyai kandungan hemolimfa. Hemolimfa yakni darah pada invertebrata dengan sistem peredaran darah terbuka.

Pembuluh Malpighi sisi dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan penting dalam perpindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolimfa ke dalam rongga pembuluh.

Beberapa bahan yang penting dan air masuk ke dalam pembuluh, lalu diserap kembali secara osmosis di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh hemolimfa. Sedangkan bahan yang mempunyai kandungan nitrogen akan diendapkan sebagai kristal asam urat yang akan dikeluarkan bersama feses lewat anus.

System Ekskresi Pada Invertebrata 

Sumber: biologipedia.com
Sistem ekskresi invertebrata tidak sama juga dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur prima seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini tidak sama antara invertebrata satu dengan invertebrata yang lain.

Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium yakni tipe yang umum dari susunan ekskresi khusus pada invertebrata.

Sistem Ekskresi Protozoa

Sumber: microbiologyonline.org
Pada protozoa, pengeluaran beberapa sisa metabolisme lewat membran sel secara difusi.
Protozoa mempunyai organel ekskresi berupa vakuola berdenyut (vakuola kontraktif) yang bekerja secara periodik serta berperan penting dalam mengatur kandungan air dalam sel.
Pada saat mengeluarkan air beberapa sisa air ikut dikeluarkan.

Sistem Ekskresi Porifera

Sumber: quora.com
Pada porifera, pengeluaran sisa metabolisma berjalan secara difusi, dari sel tubuh ke epidermislalu dari epidermis ke lingkungan hidupnya yang berair. Porifera mempunyai sistem saluran air yang berperan penting untuk memasukkan dan mengeluarkan air yang mempunyai kandungan zat makanan, oksigen, dan sisa metabolisme.

Menurut Saluran airnya Porifera dibedakan jadi 3 tipe: 

Acson, Sicon dan Leucon (Rhagon) 
  • Ascon 
Air masuk lewat ostium menuju ke spongocoel dan selanjutnya keluar lewat oskulum.
  • Sicon 
Air masuk lewat ostium menuju ke saluran radial, baru masuk ke spongocoel dan keluar lewat oskulum
  • Leucon (Rhagon) 
Air masuk lewat ostium menuju rongga-rongga bulat yang saling terkait, selanjutnya menuju ke spongocoel dan keluar

Sistem Ekskresi Coelenterata

Sumber: aquaria.co.rs
Pada coelenterata pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya secara difusi. Demikian pula pengeluaran beberapa sisa metabolisme dikerjakan secara difusi lewat seluruh permukaan tubuh.

Mulut berperan penting untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan karena coelentrata tidak memiliki anus.

Sistem Ekskresi Mollusca 

Sumber: animalphylum.weebly.com
Pernapasan mollusca darat dengan rongga mantel berpembuluh darah yang berperan sebagai paru-paru, sedangkan mollusca air dengan insang. Udara masuk dan keluar rongga mantel lewat pori-pori respirasi pada mantel Air yang masuk dan keluar rongga mantel akan lewat sifon (corong).

Organ ekskresinya berbentuk sepasang nefridia. Nefridia atau sering kali di sebut metanefridium yang melakukan tindakan sebagai ginjal. Metanefridum mengekskresikan sisa makanan yang berwujud cair.

Sistem Ekskresi Echinodermata 

Sumber: 2020iscoming.info
Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut juga dengan ambulakral, sering kali di sebut sebagai pembuluh air karena pembuluh ini jadi tempat mengalirnya air masuk dan keluar. Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (paulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) Benjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria.

Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida, ion dan gas antara cairan selom (rongga tubuh) dengan air laut. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam beberapa sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (beberapa sel ameboid) yang ada pada cairan selom ke dermal branchiae untuk berikutnya dilepaskan ke luar tubuh.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Ekskresi Invertebrata, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Invertebrata di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Invertebrata. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com