Showing posts sorted by relevance for query organel sel. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query organel sel. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Sitoskeleton: Pengertian, Fungsi & Strukturnya Sitoskeleton


Sitoskeleton : Pengertian, Manfaat & Strukturnya Sitoskeleton|Secara Umum, Pengertian Sitoskeleton yaitu jejaring serat yang mengorganisasi strukturdan aktivitas dalam sel. Pada saat awal mikroskopi elektron, pakar biologi mengira bahwa organel-organel sel eukariot mengambang bebas dalam sitosol.

Tetapi perbaikan mutu mikroskopi sinar ataupun mikroskopi elektron mengungkapkan keberadaan sitoskeleton (Cytoskeleton). Jejaring dan yang membentang di seluruh sitoplasma. Sitoskeleton, yang memerankan utama dalam pengorganisasian susunan serta kesibukan sel, tersusun atas tiga type struktur molekular, mikrofilamen, serta filament intermedit.

Manfaat Sitoskeleton 

  • Memberi kemampuan mekanik pada sel 
  • Sebagai kerangka sel 
  • Menolong dalam gereakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin. 

Komponen-Komponen Sitoskeleton 

Saat ini mari kita saksikan lebih dekat ketiga type paling utama serat penyusun sitoskeleton yang tersusun atas tiga susunan molekular yakni seperti berikut...

1.Mikrotubulus 

Semua sel eukariot memiliki mikrotubulus (microtubule), batang-batang berongga dengan diameter sekitar 25 nm dan anjang antara 200 mm samai 25 um. Dinding tabung berongga tersebut tersusun dari protein globular yang disebut tubulin. Setiap protein tubulin merupakan diner, molekul yang tersusunatas dua subunit. Suatu dimer tubulin terdiridari dua polipeptida yang agak berbeda, tubulin a dan tubulin B. Mikrotubulus bertambah panjang melalui penambahan dimer tubulin; mikrotubulus juga diuraikan dan tubulinnya pun digunakan untuk membangun mikrotubulus di tempat lain dalam sel.
Membentuk dan menyokong sel serta berfungsi sebagai jalur yang dapat disusuri oleh organel yang dilengkapi dengan protein motorik. Untuk memberikan contoh yang tidak sama dari mikrotubulus memandu vesikel sekresi dari aparatus Golgi ke membran plasma. Mikrotubulus juga memisahkan kromosan saat pembelahan sel.

Fungsi Mikrotubulus (Polimer Tubulin) 

  • Menjaga bentuk sel (penopang penahan-kompresi) 
  • Motilitas sel (seperti pada silia atau flagela) 
  • Gerakan kromosom dalam pemisahan sel 
  • Pergerakan organel 

2. Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

Mikrofilamen (Microfilament) adalah batang padat yang diameternya sekitaran 7 nm. Mikrofilamen disebut juga filamen aktin lantaran tersusun atas molekul-molekul aktin (actin), semacam protein globular. Suatu mikrofilamen adalah seutas rantai ganda subunit-subunit aktin yang memuntir. Selain terdapat sebagai filamen lurus, mikrofilamen juga mampu membuat jejaring struktural, karena kehadiran protein-protein yang berikatan di selama segi filamen aktin serta sangat mungkin filamen baru membentang sebagai cabang. Mikrofilamen tampaknya diketemukan pada semuanya sel eukariot.

Mikrofilamen terkenal lantaran perannya dalam motilitas sel, khususnya sebagai sisi aparatus kontraktil sel otot. Berbeda dengan peran penahan-kompresi oleh mikrotubulus, peran struktural mikrofilamen dalam sitoskeleton yaitu menahan tegangan (style taring). Jejaring berdimensi tiga yang dibuat oleh mikrofilamen tepat dibagian dalam membran plasma (mikrofilamen korteks) membantu menyangga bentuk sel.

Jejaring ini mengakibatkan susunan sitoplasma terluar sel, yang dimaksud korteks, mempunyai ketekunan semisolid gel, kebalikan dari keadaan sitoplasma interior yang lebih cair (sol). Dalam sel hewan yang terspesialisasi untuk mentraspor materi melewati membran plasma, umpamanya sel usus, berkas mikrofilamen menjadi inti mikrovili, penjuluran halus yang meningkatkan luas permukaan sel di usus seperti yang sudah dijelaskan terlebih dulu.

Manfaat Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan tegangan) 
  • Pergantian bentuk sel 
  • Kontraksi otot 
  • Aliran sitoplasmik 
  • Motilitas sel (seperti pada pseudopodia) 
  • Pemisahan sel (pembentukan lekukan penyibakan) 

3. Filamen Intermediat 

Filamen Intermediat (Intermediate filament) dinamia dikarenakan berdiameter 8-12 nm, lebih besar dibanding dengan diameter mikrofilamen namun lebih kecil ketimbang mikrotubulus. Filamen intermediat terspesialisasi untuk menahan tegangan (seperti mikrofilamen) serta terdiri dari beragam kelas unsur sitoskeleton.

Setiap jenis tersusun dari subunit molekular tidak sama yang termasuk kedalam satu famili protein, yang salah satunya beranggotakan keraton. Demikian sebaliknya mikrotubulus dan mikrofilamen memiliki diameter serta komsisi yang tetaplah ada sema sel eukariot.

Filamen intermeiat merupakan pengukuh sel yang lebih permanen daripada mikrofilamen serta mikrotubulus, yang dijabarkan serta dirakit kembali di beberapa sisi sel. Bahkan jika sel mati, jejaring filamen intermediat kerapkali tetap bertahan ; umpamanya, susunan terluar kulit kita terdiri atas beberapa sel kulit mati yang penuh protein keratin.

Manfaat Filamen Intermediat 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan-tegangan) 
  • Tambatan nukleus serta organel lain tertentu 
  • Pembentukan lamina nukleus

20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Pengertian Sel Hewan, Pengertian Sel Tumbuhan, Fungsi tiap-tiap sel yang ada pada Tumbuhan, Fungsi tiap-tiap sel yang ada pada Hewan, Perbedaan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan, Beberapa Sel yang terdapat pada Hewan juga Tumbuhan.

Pengertian Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sumber: begalinformasi.blogspot.co.id
Pembahasan kali ini akan kita mulai dengan menjabarkan pengertian Sel Hewan, sebagai berikut:

Sel Hewan

Sumber: thinkwijaya.blogspot.co.id
Sel hewan adalah nama nama lain dari sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan tidak sama dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, lantaran mereka tidak mempunyai kloroplas, dinding sel serta umumnya sel hewan mempunyai vakuola yang lebih kecil, bahkan juga tidak ada.

Lantaran tidak mempunyai dinding sel yang keras, sel hewan memiliki bentuk beragam. Sel manusia adalah satu diantara contoh bentuk sel hewan. Sel hewan mempunyai organel yang khas yakni sentriol yang tidak diketemukan pada sel tumbuhan.

Sentriol 
Sumber: brilio.net
Sentriol yaitu organel sel yang diketemukan di beberapa sel eukariotik hewan. Beberapa sel tanaman serta jamur tidak mempunyai sentriol.

Sentriol mempunyai susunan seperti seperti silinder (berupa tabung) yang mempunyai lubang tengah serta tersusun dari protein mikrotubulus. Anggota pasangan sentriol kerapkali terdapat pada posisi menyudut ke arah kanan satu sama lain.

Sentriol terbagi dalam mikrotubulus yang membuat sebuah susunan protein seperti jala yang terlihat berdekatan dengan kromosom sepanjang pembelahan sel (meiosis serta metosis). Jala itu diberi nama benang spindel. di ujung lain, jala itu berdekatan dengan sisi ujung sentriol.

Sentriol sendiri bertindak untuk mengatur polaritas (kutub) pembelahan sel hewan serta mengatur pemisahan kromosom sepanjang pembelahan.

Vakuola 
Sumber: hype.idntimes.com
Tidak semua hewan mempunyai vakuola, tetapi pada beberapa bentuk hewan bersel satu diketemukan adanya vakuola, umpamanya pada paramecium serta amoeba.

Pada paramecium diketemukan dua jenis vakuola yakni vakuola makanan (vakuola tidak berdenyut) serta vakuola berdenyut. Berikut ini peranan masing-masing ke 2 vakuola tersebut:
  1. Vakuola nonkontraktil (Vakuola makanan/vakuola tidak berdenyut), berperan mengolahkan makanan, hingga kerap disebut dengan vakuola makanan. 
  2. Vakuola kontraktil (vakuola berdenyut), khas untuk hewan bersel satu yang hidup di air tawar. Vakuola kontraktil berperan melindungi tekanan osmotik sitoplasma, atau kerap disebut dengan sebagai alat osmoregulato. 

Sel Tumbuhan

Sumber: genggaminternet.com
Sel tumbuhan adalah sisi paling kecil dari tiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari satu tumbuhan tersebut, Sel Tumbuhan mempunyai beberapa sisi sel yang bisa membedakannya dengan sel hewan. Bagian-bagian sel itu antara lain sebagai berikut ini:

Dinding Sel 

Dinding sel adalah sel yang tersusun atas selulosa yang memiliki sifat kaku serta keras. Peranan Dinding sel yaitu untuk melindungi serta memberi bentuk yang tetap. Dinding sel dibuat oleh diktlosom di mana bahan penyusun dinding sel adalah polisakarida, yang terbagi dalam selulosa, pektin serta hemiselulosa.

Dinding sel besama dengan vakuola berfungsi dalam turgiditas (kekakuan) sel. Dinding sel terdiri atas dua jenis diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Dinding sel primer yaitu dinding sel yang tersusun selulosa, pektin, hemiselulosa di mana dinding sel primer dibuat sewaktu pembelahan sel 
  2. Dinding sel sekunder yaitu dinding sel yang terbentuk lantaran penebalan di mana dinding sel sekunder tersusun atas lignin, selulosa, hemiselulosa. Dinding sel ini ada pada sel dewasa di dalam dinding sel primer. 
Vakuola 

Vakuola adalah organel bermembran yang memuat cairan vakuola. Sejatinya vakuola ada pada sel tumbuhan serta sel hewan. walau demikian Vakuola pada tumbuhan mempunyai bentuk serta peranan yang lebih nyata bila dibandingkan dengan vakuola yang ada di sel hewan.

Tumbuhan yang masih muda mempunyai vakuola dengan ukuran yang kecil, namun pada tumbuhan besar serta dewasa, vakuola terlihat jadi membesar, bahkan juga mendominasi sitoplasma serta menekan sitoplasma ke tepi dinding sel.

Fungsi paling utama Vakuola diantaranya sebagai berikut ini: 
  1. Tempat penumpukan sisa metabolisme serta metabolik sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, serta kalsium oksabit 
  2. Tempat menyimpan pigmen (bunga, daun serta buah) 
  3. Area untuk menyimpan zat cadangan makanan seperti amilum serta glukosa 
  4. Mengatur tirgiditas sel (tekanan osmotik sel) 
  5. Area untuk menyimpan minyak atsirik (Kelompok minyak yang bisa memberi bau khas seperti minyak kayu putih) 
Vakuola dibagi jadi 2 bentuk, yakni Vakuola nonkontraktil (vakuola makanan) serta Vakuola Kontraktil:
  1. Vakuola nonkontraktil berperan untuk mengolah makanan serta mengedarkan hasil makanan. 
  2. Vakuola kontraktil berufngsi sebagai osmoregulator yakni pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi. 
Plastida 
Sumber: lobilkti.wordpress.com
Plastida adalah organel yang bermembran lengkap yang berbentuk butir-butir yang memiliki kandungan pigmen.

Plastida adalah hasil dari tubuh kecil yang di kenal dengan proplastida, proplastida ini ada banyak di daerah meristimatik. Pada perkembangannya, proplastida bisa berubah jadi 3 type, yakni type kromoplas, kloroplas, serta leukoplas.

Kromoplas 

Kromoplas adalah plastida yang memberikan bermacam macam warna non-fotosintetis, umpamanya pigmen merah, kuning serta orange, serta yang lain. Pigmen yang termasuk juga ke dalam kromoplas salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Fikosiantin, menyebabkan warna cokelat pada ganggang 
  2. Fikoeretrin, menyebabkan warna merah pada ganggang 
  3. Xantofil, menyebabkan warna kuning pada daun ynag sudah tua 
  4. Fikosianin, menyebabkan warna biru pada ganggang 
  5. Karoten, menyebabkan warna kuning jingga serta merah, umpamanya pada wortel 
Kloroplas 

Kloroplas yang disebut plastida yang sudah di ketahui banyak orang. Kloroplas bertanggung jawab pada fotosintesis tumbuhan serta sebagian besar alga. Kloroplas adalah organel yang memiliki kandungan klorofil. Klorofil sendiri berperan ketika terjadinya fotosintesis.

Susunan Kloroplas terdiri atas dua sisi besar, yakni sisi amplop serta sisi dalam. Sisi amplop kloroplas terbagi dalam membran luar yang sangat memiliki sifat permeabel yang bermanfaat untuk mengabaikan molekul-molekul yang memiliki ukuran kurang dari 10 kilodalton tanpa selektivitas.

Membran dalam yang memiliki sifat permeabel dan merupakan tempat protein transpor menempel, dan ruangan antar membran yang terdapat di antara membran luar serta membran dalam. lantas pada Sisi dalam kloroplas memiliki kandungan DNA, ribosom, RNAs, stroma (tempat terjadinya reaksi gelap), serta granum.

Kloroplas biasah ada pada daun serta organ tubuh yang lain yang berwarna hijau. Klorofil yang dipunyai kloroplas bisa dibedakan jadi beragam jenis, salah satunya yaitu: 
  1. Klorofil a: memberikan warna hijau biru 
  2. Klorofil b: memberikan warna hijau kuning 
  3. Klorofil c: memberikan warna hijau cokelat 
  4. Klorofil d: memberikan warna hijau merha 
Leukoplas 
Sumber: kreativitas-alam.blogspot.co.id
Leukoplas adalah plastida yang berwarna putih atau tidak berwarna. Biasanya ada atau terletak pada organ tumbuhan yang tidak terkena cahaya matahari, khusus pada organ penyimpanan cadangan makanan.

Leukoplas umumnya berperan untuk menyimpanan cadangan makanan, seperti protein serta amilum pada beberapa sel batang ketela pohon serta beberapa sel akar pada kentang, Leukoplas dibedakan dalam beberapa jenis diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Elaioplas (lipidoplas) yaitu leukoplas yang berperan dalam membuat serta tempat menyimpan lemak atau minyak. 
  2. Amiloplas yaitu leukoplas yang berperan dalam membuat dan dijadikan pula sebagai area untuk menyimpan amilum 
  3. Proteoplas yaitu leukoplas yang berperan untuk menyimpan protein
Di bawah ini kami berikan lebih dari 20 perbedaan antara Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan:
Sumber: markijar.com
Sumber: markijar.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Lebih dari 20 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sel Hewan dan Tumbuhan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang sel-sel pada Hewan pun Tumbuhan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. markijar.com 

Pengertian Sel : Struktur Dan Fungsi Sel

Pengertian Sel

berasal dari kata Latin cella yang berarti ruangan kecil. Orang yang pertama kali mengemukakan adanya sel adalah Robert Hooke pada tahun 1665. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus dengan menggunakan mikroskop. Hook melihat adanya ruangan-ruangan kecil yang menyusun gabus tersebut.

Pada tahun 1831, Robert Brown mengatakan bahwa “sel merupakan satu ruangan kecil yang dibatasi oleh membran, yang di dalamnya terdapat cairan (protoplasma)”. Protoplasma terdiri dari plasma sel atau sitoplasma dan inti sel atau nukleus. Di dalam inti sel terdapat plasma inti atau disebut nukleoplasma. Beberapa tahun kemudian (1839) seorang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schwann, mengungkapkan bahwa semua organisme tersusun atas sel. Kemudian muncul pertanyaan dari mana asal sel tersebut? Ahli fisika Jerman Rudolf Virchow menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sebelumnya. Teori “sel berasal dari sel” tersebut diperkuat oleh berbagai eksperimen ahli mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur, yang dilakukan antara tahun 1859-1861.

Struktur Sel Secara Umum

Sel dibangun oleh tiga komponen utama, yaitu :

  • Membran Plasma

Membran plasma memiliki struktur model masaik cair yaitu berupa lapisan ganda yang disusun oleh fosfolipid dan protein.

Membran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan lingkungan luar, mencegah keluarnya isi sel dari dalam sel, mengatur pertukaran zat, dan menyeleksi zat masuk/keluar dari sel.

  • Sitoplasma (Sitosol)

Sitoplasma merupakan plasma yang terdapat di antara inti dengan membran sel yang didalamnya mengandung organel-organel. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

  • Organel Sel

Macam-macam organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan hewan yaitu sebagai berikut :

  1. Nukleus (Inti sel) : Meyimpan Informasi genetika, mengendalikan aktivitas sel
  2. Retikulum Endoplasma (RE) : Menyimpan dan mendistribusikan materi, tempat sintesis protein dan lemak
  3. Ribosom : Tempat sintesis protein
  4. Mitokondria : Mengubah energi kimia untuk metabolisme
  5. Plastida : Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, meyimpan cadangan makanan (amiloplas:tidak berwarna, meyimpan pati; Kromoplas: pigmen merah dan oranye; kroloplas: krolofil)
  6. Lisosom : Mencerna materi 
  7. Badan golgi : Sintesis lisosom, memproses dan mendistribusikan materi
  8. Badan mikro : Mengurai bahan beracun, mengubah lipid menjadi gula
  9. Vakuola : Meyimpan makanan, memompa air keluar dari sel
  10. Mikrofilamel : Struktur selular
  11. Sentriol : Terlibat dalam pembelahan sel
  12. Silis dan flagel : Pergerakan sel
  13. Vesikel : Tempat pencernaan interseluler, peyimpanan, transpor

Mekanisme Transpor

Mekanisme transpor melintas membran plasma ada dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif.

  • Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan prosen pergerakan molekul melintas membran plasma dari darah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah. Pergerakan molekul yang demikian tidak memerlukan energi. Trasnpor pasif dibedakan atas difusi dan osmosis.
Difusi nerupakan pergerakan molekul secara acak dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi ke daerah berkonsentrasi lebih rendah  hingga mencapai titik keseimbangan. Jika perpindahan molekul tersebut tanpa melibatkan protein kanal, maka disebut difusi sederhana. Jika melibatkan protein kanal, maka disebut difusi terfasilitasi.

Proses Difusi


  • Difusi Sederhana. Molekul bergerak secara acak melintasi membran hingga mencapai keseimbangan. 
  • difusi terfasilitasi 
  • Osmosis merupakan peristiwa difusi pelarut (air) melalui membran selektif permeabel dari konsentrsi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut rendah.
  • air mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melintas membran selektif permeabel menuju lerutan berkonsen-trasi tinggi (hipertonik). Peristiwa osmosis akan berhenti apabila kedua konsentrasi larutan telah mencapai titik keseimbangan/menghasilkan larutan isotonik.

Peristiwa osmosis dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, sel-sel tubuh dapat menjadi pecah (lisis) jika berada di dalam larutan hipertonik, dan mengkerut (krenasi) jika berada di dalam larutan hipertonik. Pada tumbuhan, sel-sel dapat menjadi gembung (turgid) jika berada di dalam larutan hipotonik dan menimbulkan Plasmolisis jika berada di dalam larutan hipertonik.

  • Traspor 


  1. Transpor aktif merupakan proses pergerakan molekul melintas membran plasma melawan gradien konsentrasi. Pergerakan molekul yang demikian membutuhkan energi.
  2. Endositosis merupakan peristiwa masuknya materi ke dalam sel melalui pembentukan vesikel atau vokuola. Endositosis dapat berupa fogasitosis dan pinositosis.
  3. Fagositosis merupakan peristiwa masuknya materi barupa bentuk pasatan (zat padat) atau sel-sel lainya. Contoh fogositosis terjadi pada proses pencernaan makanan ameba.
  4. Pinositosis merupakan peristiwa masuknya materi berupa zat cair.
  5. Eksositosis merupakan peristiwa pangeluaran materi dari dalam sel pambentukan fusi antara vesikel dengan membran

Fungsi Sel

  • Nutrisi dan digesti

Setiap makhluk hidup perlu makan untuk mendapatkan zat makanan. Zat makanan tersebut penting menghasilkan energi dan untuk pertumbuhan. Beberapa jenis sel tertentu memerlukan makanan dan energi untuk menyelenggarakan fungsinya.

Di dalam sel molekul makanan yang besar belum dapat digunakan oleh sel, dicerna (digesti) atau dipecah dahulu menjadi bentuk yang lebih sederhana (kecil). Beberapa jenis sel tertentu, misalnya sel tertentu pada tumbuhan hijau, dapat membuat zat makanan sendiri dari air, CO2, dan bahan-bahan lain.

Sedangkan beberapa organisme yang tidak dapat membuta zat makanan sendiri, memperoleh zat makanan dari lingkungan sekitarnya.

  • Absorpsi

Beberapa sel mampu melaksanakan fungsi tertentu seperti penyerapan air, CO2, oksigen, dan substansi lain dari sekitarnya.

  • Transpor

Molekul zat yang diabsorspi oleh sebuah sel dapat bergerak di dalam sel itu sendiri. Pada mahkhluk bersel banyak beberapa selnya dapat bekerja sama untuk mengangkut zat dari bagian satu ke bagian lainnya.

  • Biosintesis

Semua sel hidup secara terus-menerus membentuk se-nyawa baru yang penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel yang rusak, dan perkembangbiakan. Proses pembentukan senyawa baru yang lebih kompleks dari senyawa yang lebih sederhana, yang berlangsung di dalam sel hidup, disebut biosintesis. Contoh biosintesis antara lain adalah pembentukan enzim, yang berfungsi sebagai bio-katalisator, yang sangat penting artinya bagi pengubahan senyawa kimia yang terdapat di dalam sel.
Sekresi

Di dalam makhluk multisel, zat baru yang dibentuk oleh suatu sel tidak selalu penting atau berguna bagi sel pembentuknya. Misalnya vitamin, enzim dan hormon. Zat ini di produksi oleh suatu sel, namun zat ini tidak selalu diperlukan oleh sel yang bersangkutan, tetapi diperlukan oleh sel lain. Oleh sebab itu sel-sel yang memproduksi zat baru tersebut mensekresikan zat itu ke luar sel, yang selanjutnya oleh sel-sel atau bagian tubuh lain akan diangkut ke bagian yang membutuhkannya.

  • Respirasi

Energi yang terkandung di dalam makanan akan dikeluarkan melalui suatu proses yang disebut respirasi. Peristiwa ini berlangsung pada setiap sel. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi ini akan digunakan untuk proses hidup, setelah mengalami liku-liku yang kompleks. Dapatkah respirasi berlangsung di luar sel?

  • Ekskresi

Selama sel melakukan prose kimia, yang meliputi pembongkaran dan pembentukan senyawa baru, akan dihasilkan zat-zat sisa. Zat-zat sisa itu, bila kadarnya berlebihan, dapat membahayakan sel itu sendiri dan menghambat proses-proses kimia berikutnya. Oleh sebab itu zat-zat sisa itu harus dikeluarkan (diekskresikan). Pada makhluk multisel, sekelompok sel tertentu mengadakan spesialisasi dan mengeluarkan zat sampah tersebut dari dalam tubuh organisme.

  • Respons

Semua sel senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Beberapa faktor leingkungan seperti bahan kimia, temperatur, cahaya, dan lain-lainnya senantiasa mempengaruhi dan merangsang berbagai kegiatan di dalam sel. Pada makhluk bersel satu semua rangsangan dari sekitarnya langsung mempengaruhi kegiatan tubuhnya. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, melalui sel-sel penyusun tubuhnyalah rangsangan dari suatu bagian dapat diantarkan ke bagian lainnya.

  • Reproduksi

Sel juga mempunyai fungsi sebagai penyelenggara proses reproduksi (perkembangbiakan). Sebagian besar sel berkembang biak dengan membelah diri. Dalam pembelahan ini, setiap sebuah sel akan membelah menjadi dua atau lebih sel baru yang identik. Pada makhluk bersel satu, sel baru yang terbentuk merupakan individu baru. Sedangkan pada makhluk bersel banyak, pembelahan akan menambah jumlah sel. Misalnya ketika sel kulit membelah, akan dihasilkan sel kulit yang baru.
Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi

Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi

Proses Pembelahan Sel: pengertian dan Fungsi. Bagaimana sebenarnya proses pembelahan sel, Pengertian Pembelahan sel, serta macam-macam pembelahan sel dan tahapannya akan dikupas disini, Langsung saja disimak ya.

Pengertian Pembelahan Sel

Seperti namanya, pembelahan sel bisa disimpulkan sebagai sebuah proses membelahnya sel induk jadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel umumnya adalah siklus sel kecil yang bakal mengakibatkan siklus besar selanjutnya.

Macam – Macam Pembelahan Sel serta Prosesnya 

Pembelahan sel secara amitosis (Pembelahan Biner) 

Pembelahan sel secara amitosis ini disebut juga dengan merupakan pembelahan sel secara langsung dengan kata lain tidak lewat bagian – bagian spesifik, proses ini dapat berjalan secara spontan, atau disebut dengan pembelahan biner. Proses ini tidak melibatkan kromosom kenapa demikian? Lantaran DNA yang ada pada jumlah serta besaran yang kecil hingga tidak bisa dipaketkan, kebanyak pembelahan ini terjadi pada sel Prokariotik seperti bakteri. Maksud dari pembelahan ini yaitu untuk membentuk keturunan baru.

Pembelahan Sel Secara Mitosis 

Pembelahan secara Mitosis pembelahan yang menghasilkan dua sel anak yang miliki sifat sama juga dengan induknya, artinya sel anak ini juga bisa membelah lagi. Pada Manusia, pembelahan ini terjadi di sel meristem somatik (sel tubuh muda). Proses ini berjalan lewat bagian – bagian yang terstruktur serta teratur, tidak seperti Amitosis yang berjalan secara spontan.

Pembelahan secara mitosis ini lewat dua bagian, yakni Kariokinesis serta Sitokinesis

Pembelahan Secara Mitosis 

  • Kariokinesis 

Proses ini menunjukkan ketidaksamaan yang mencolok pada setiap fasenya serta mempunyai tujuan untuk pembagian materi inti, nah untuk melihat apa sajakah yang berubah, langsung saja disimak yang berikut ini:

  • Interfase 

Pada step ini sel tidak membelah. Nukleus terdiri dari RNA ribosom dan merupakan tempat sintesis protein dan materi yang berwarna gelap di kenal sebagai kromatin atau bentuk benang-benang kromosom hingga bentuk kromosom tidak bisa diliat secara jelas. Pada satu diantara ujung sel, ada 2 pasang protein yang disebut dengan sentrioles, namun pada tumbuhan, sentriosol tidak muncul.
Profase
Mitosis I: Profase
Pada step ini DNA mulai dikemas jadi kromosom. Kromosom mulai memendek serta menebal. Pada sel hewan sentriol membelah serta masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan serta terbentuk benang-benang spindle yang tersambung ke kutub-kutub. Selanjutnya kromosom tampak terdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer. Nucleolus hilang serta membran nucleus hancur.
Metafase
Mitosis: Metafase
Pada fase ini, kromosom beralih jadi satu garis yang disebut dengan the equator. Tidak hanya itu, keluar benang-benang yang disebut dengan spindel serta menempel pada sentromer tiap kromosom. Spindel ini menghubungkan kromosom ke 2 kutub sentrisol yang berlawanan.
Anafase
Mitosis: Anafase
Masing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan serta kromatid bergerak menuju kutub pembelahan, menghasilkan salinan kromosom berpasangan.
Telofase
Mitosis: Telofase
Pada step ini kromosom mulai mengatur membentuk nukleus yang terpisah serta dikelilingin memberan nukleus. Cleavage Burrow/pembelahan alur menyempit serta lama kelamaan membelah sel. Tidak sama dengan itu, pada tumbuhan, pembelahan terjadi dengan cell plate dari pada cleavage burrow.


Sitokinesis
Mitosis: Sitokinesis
Sepanjang sitokinesis berjalan, sitoplasma sel hewan dibagi jadi dua lewat terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin serta miosin di bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini mengakibatkan terbentuknya alur pembelahan yang pada akhirnya bakal menghasilkan dua sel anak. Masing-masing sel anak yang terbentuk ini memiliki kandungan inti sel, bersama organel-organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah-tengah sel. Step sitokinesis ini umumnya dimasukkan dalam step telofase.
Pembelahan Sel Secara Meiosis
Pembelahan ini bakal menghasilkan gamet yang tidak bisa membelah lagi hingga step pembuahan, Pembelahan secara meiosis menghasilkan anak yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari yang dipunyai induknya, terjadi di alat reproduksi serta langsung antara fase 1 dilanjutkan dengan fase 2 tanpa diselingi interfase.
Tahapan – Tahapannya yaitu sebagai berikut ini:
Meiosis I
ADA GAMBAR
Interfase
Pada interfase, sel ada pada step persiapan untuk mengadakan pembelahan. Persiapannya yaitu berbentuk penggandaan DNA dari satu salinan jadi dua salinan (persis seperti pada interfase mitosis). Step akhir interfase yaitu adanya dua salinan DNA yang sudah siap dikemas jadi kromosom.
Profase 1
Pada step ini terjadi proses sebagai berikut:
Leptoten yaitu step di mana benang kromatin berubah jadi kromosom. Hal semacam ini dilakukan lewat cara memadatkan diri.
Zigoten/Zigonema, pada step ini, kromatid homolong sama-sama berpasangan atau bersinapsis membentuk bivalen. Sentrosom terbelah 2 jadi sentriol serta bergerak ke kutub berlawanan.
Pakiten/Pakinema, kromosom lantas berduplikat jadi 4 pada step ini serta disebut dengan tetrad (kromosom homolog yang mengganda hingga ada 4 kromatid berpasangan). Pada step ini kerap terjadi rekombinasi gen lewat proses perpindahan silang.
Diploten, kromosom homolog yang semula bivalen terpisah. Apabila terjadi perpindahan silang, bakal ada kiasma sebagai tanda.
Diakinesis, pada fase diakinesis, nukleolus (membrane inti) bakal hilang serta sentriol bergerak ke masing-masing kutub dan membentuk benang-benang spindel.
Metafase 1
Pasangan kromosom homolog mengatur diri serta saling bertemu di daerah ekuator. Setengah dari pasangan kromosom homolog menghadap ke kutub yang satu serta setengah pasangan kromosom homolog yang lain menghadap ke kutub yang lain.
Anafase 1
Setiap kromosom homolog masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.
Telofase 1
Kromosom yang masihlah terdiri dari dua kromatid ada di kutub. Berikutnya terbentuk membran nukleus yang diikuti oleh proses sitokinesis. Akhir telofase I terbentuk dua sel anak. Tiap sel anak memiliki kandungan kromosom hingga pada akhir meiosis I terbentuk dua sel anak yang haploid.
Sitokenesis 1
Pada sitokinesis I setiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat hingga sitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya.
Meiosis II
ADA GAMBAR
Profase II
Pada profase II kromatid kembaran masihlah menempel pada setiap sentromer kromosom. Step ini terkadang terjadi dalam tempo yang singkat lantaran diikuti step selanjutnya.
Metafase II
Pada metafase II setiap kromosom (yang berisi dua kromatid) merentang pada sektor ekuator. Terbentuk benang-benang spindel, satu ujung menempel pada sentromer, serta ujung lain membentang menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.
Anafase II
Pada anafase II benang spindel mulai menarik kromatid menuju ke kutub pemisahan yang berlawanan itu. Oleh karena itu, kromosom memisahkan kedua kromatidnya serta bergerak menuju kutub yang tidak sama. Kromatid yang terpisah kini diberi nama kromosom.
Telofase II
Pada telofase II, kromatid (atau kini disebut dengan kromosom) sudah mencapai kutub pembelahan. Hasil keseluruhan dari step ini yaitu terbentuk empat inti. Setiap inti memiliki kandungan setengah pasang kromosom (haploid) serta satu salinan DNA (1n, 1c).
Sitokenesis II
Ada sitokinesis II setiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel serta pada akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Proses Pembelahan Sel. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih sudah bertandang ke softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

Sumber:
http://www.softilmu.com/2014/01/tahap-pembelahan-sel.html

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak. Pengertian Lemak, Fungsi Lemak, Beragam Macam Jenis Lemak, Sifat-Sifat Lemak, dan Proses Metabolisme Lemak.

Tubuh manusia memerlukan daya untuk melakukan seluruh kegiatan tiap harinya. Lemak adalah satu diantara sumber daya yang kita gunakan untuk berbagai macam hal itu, dan untuk memahami lebih lanjut mengenai lemak, langsung saja kita bahas sama-sama, ya.

Pengertian Lemak

Sumber: dosenpendidikan.com
Lemak yaitu senyawa kimia tidak larut air yang disusun oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), serta Oksigen (O). Lemak miliki sifat hidrofobik (tidak larut di air), untuk melarutkan lemak diperlukan pelarut khusus seperti eter, klorofom serta benzen.

Seperti karbohidrat serta protein, lemak juga adalah sumber daya untuk tubuh manusia. Lemak termasuk juga pembangun dasar jaringan tubuh lantaran turut bertindak dalam membangun membran sel serta membran beberapa organel sel.

Bobot daya yang dihasilkan lemak 2 ¼ kali lebih besar dibanding karbohidrat serta protein. 1 gr lemak bisa menghasilkan 9 kalori, sedangkan 1 gr karbohidrat serta protein cuma menghasilkan 4 kalori.

Sepanjang proses pencernaan lemak akan dipecah jadi asam lemak serta gliserol supaya bisa diserap oleh organ pencernaan serta lantas dibawa ke organ yang membutuhkannya.

Fungsi Lemak

Lemak mempunyai banyak fungsi, beberapa fungsi penting lemak untuk tubuh diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  1. Jadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Jika lemak yang kita konsumsi berlebihan, lemak itu akan disimpan di beberapa tempat misalnya di susunan bawah kulit untuk dijadikan cadangan energi atau daya. 
  2. Pelindung organ penting ketika terjadi goncangan lantaran mempunyai susunan seperti bantalan. 
  3. Membuat perlindungan bagi tubuh dari perubahan suhu lingkungan. Lemak bisa membuat perlindungan bagi tubuh dari suhu yang rendah. 
  4. Satu diantara bahan dasar yang diperlukan untuk produksi hormon vitamin, membran sel serta membran organel sel. 
  5. Pelarut vitamin A, D, E, serta K. 
  6. Sebagai bahan penyusun empedu serta asam kholat. 
  7. Memaksimalkan fungsi pencernaan, lemak bisa memperlambat system pencernaan ketika proses pencernaan berjalan hingga rasa lapar tidak muncul terlalu cepat. 

Struktur Kimia Lemak

Sumber: duniafitnes.com
Unsur penyusun lemak diantaranya yaitu Unsur Karbon (C), Hidrogen (H) serta Oksigen (O). Lemak terbagi dalam 3 asam lemak serta satu gliserol. Secara Umum Susunan Kimia Lemak yaitu seperti ini:

Struktur Kimia Lemak R1, R2, R3. Jika ketiga susunan R1, R2 serta R3 sama disebut dengan lemak sederhana, tetapi jika tidak sama disebut dengan lemak campuran.

Beberapa Sifat Lemak 

Sifat Fisis (Fisika) Lemak 
Sumber: duniafitnes.com
Biasanya lemak hewan berupa padatan pada suhu kamar serta lemak tumbuhan berupa cairan pada suhu Lemak yang titik leburnya lebih tinggi memiliki kandungan asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang memiliki kandungan titik lebur rendah memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh.

Titik lebur lemak bergantung pada panjang pendeknya rantai karbon yang dipunyai. Conothnya lemak sapi mencair pada suhu 49 derajat celcius serta kembali memadat pada 36 derajat celcius.

Lemak netral tidak larut di air, tetapi larut dengan baik pada kloroform serta benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, tetapi lemak tidak sangat larut dalam alkohol dingin.

Sifat Kimia Lemak 
Sumber: simpelmenarik.id
Reaksi Saponifikasi (Penyabunan) 

Lemak bisa dihidrolisis dengan beragam macam cara. Salah satunya adalah dengan alkali. Nah proses hidrolisis lemak dengan memakai alkali disebut dengan reaksi saponifikasi (penyabunan). Satu diantara hasil dari hidrolisis lemak dengan alkali yaitu garam asam lemak, atau yang umum kita sebut sabun.

Reaksi Halogenasi (Iodium) 

Asam lemak tidak jenuh, baik bebas ataupun terikat sebagai ester dalam lemak mengadisi halogen pada ikatan rangkapnya. Lantaran derajat penyerapan lemak sepadan dengan adanya banyak ikatan rangkap pada asam lemaknya, jumlah halogen bisa dipakai untuk menentukan derajat ketidakjenuhan.

Penentuan derajat ketidakjenuhan ini diukur dengan bilangan Iodium, yakni bilangan yang menyebutkan banyaknya gr iodium yang bisa bereaksi dengan 100 gr lemak. Oleh karena ini makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar juga bilangan iodiumnya.

Reaksi Hidrogenasi 

Proses konversi minyak jadi lemak di kenal dengan sebutan Hidrogenasi (Proses Pengerasan), yakni lewat cara mengalirkan gas hidrogen bertekanan (1,75kg/cm2) ke dalam minyak panas (200 derajat Celcius) yang memiliki kandungan katalis nikel terdispersi.

Beragam Macam Jenis Bentuk Lemak

Bersumber pada Sumber Lemaknya Terdiri jadi 2, yakni:
  1. Lemak Hewani, adalah lemak yang bersumber dari hewan. 
  2. Lemak Nabati, adalah lemak yang bersumber dari tumbuhan. 
Bersumber pada Struktur kimianya
  1. Lemak Sederhana, adalah lemak yang disusun oleh trigliserida, yakni tiga asam lemak serta satu gliserol. Contoh lemak ini yaitu lilin serta minyak. 
  2. Lemak Campuran, adalah lemak yang terbagi dalam asam lemak serta gugus tambahan lain selain lemak. Misalnya yaitu lipoprotein (memiliki kandungan protein) serta fosfolipid (memiliki kandungan fosfat). 
  3. Lemak Derivat, adalah senyawa lemak yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya cholesterol serta asam lemak. Bersumber pada ikatan kimianya dibagi lagi jadi dua yakni asam lemak jenuh serta asam lemak tidak jenuh. 
Bersumber pada Ikatan Kimianya
  1. Lemak Jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon ikatan tunggal yang beresiko untuk tubuh manusia lantaran bisa menempel serta dan menggumpal hingga bisa mengganggu system peredaran darah. Lemak jenuh rata-rata berasal dari hewan, seperti daging, susu murni, dan lain-lain. 
  2. Lemak tidak jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon dengan satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) yang bisa menguntungkan tubuh. Lemak tidak jenuh rata-rata berasal dari tumbuhan, misalnya lemak dari buah alpukat serta kacang-kacangan. 

Metabolisme serta Proses Pencernaan Lemak

Sumber: slideshare.net
Proses metabolisme lemak berlangsung lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat serta protein. Hal semacam ini dikarenakan oleh susunan rantai molekul lemak yang panjang serta ikatannya yang kuat. Pada saat makanan memasuki rongga mulut, gigi melakukan tugasnya untuk menghancurkan serta melembutkan lemak secara mekanis.

Juga di bagian bawah lidah ada kelenjar yang menghasilkan enzim lipase, enzim ini bertugas memecah lemak di mulut jadi bentuk yang lebih sederhana. Kemudian terjadi proses menelan yang akan membawa lemak lewat esofagus, lantas menuju ke lambung.

Pada esofagus serta lambung lemak tidak bisa diolah lantaran tidak ada enzim yang bisa mengolahnya, hingga lemak cuma bercampur dengan makanan yang lain serta tersimpan sementara di lambung.

Asam lemak setelah diserap oleh sel mukosa usus halus dengan cara difusi lantas di dalam sel, mukosa asam lemak serta gliserol mengalami resintesis (penggabungan kembali) jadi trigliserida. Cholesterol juga mengalami reesterifikasi jadi ester cholesterol.

Trigliserida serta ester cholesterol bersatu diselubungi oleh protein jadi kilomikron. Protein penyusun selubung kilomikron disebut dengan apoprotein. Selubung protein berperan menghindari menyatunya antar molekul lemak serta membentuk bulatan besat yang bisa mengganggu aliran darah.

Kilomikron keluar dari sel mukosa usus secara eksotisosis lantas diangkut lewat system limfatik dan berikutnya masuk ke dalam aliran darah. Kandungan kilomikron bertambah 2-4 jam setelah makan. Kilomikron dalam darah dihidrolisis oleh enzim lipase endotel jadi asam lemak dan gliserol.

FFA atau asam lemak dibebaskan dari kilomikron dan berikutnya disimpan dalam jaringan lemak atau jaringan perifer.

Kilomikron yang sudah kehilangan asam lemak dengan hal tersebut maka banyak mengandung cholesterol dan tetap ada di dalam aliran disebut dengan chylomicron remnant dan pada akhirnya menuju ke hati yang berikutnya didegradasi di dalam lisosom. Sedangkan gliserol langsung diabsorpsi ke pembuluh darah porta hepatica.

FFA dipakai sebagai sumber daya atau disimpan dalam bentuk lemak netral atau trigliserida. Hati memanfaatkan asam lemak sebagai cadangan daya, pembentukan cholesterol, dan menyimpan trigliserida sebagai lemak jaringan atau bisa pula diubah jadi protein atau asam amino.

Dari keseluruhan total lemak yang dikonsumsi, sebesar 95 persen akan diserap oleh tubuh dan 5 persen yang lainnya akan masuk ke usus besar dan dibuang lewat anus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lemak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lemak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com

Pengertian Protein :Struktur, Jenis, Dan Proses Protein

Pengertian Protein

Protein adalah penyusun kurang lebih 50% berat kering organisme.Protein bukan hanya sekedaar bahan simpanan atau baha struktural,seperti karbohidrat dan lemak.Tetapi juga berperan penting dalam fungsi kehidupan.

Struktur Protein

Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas unsur Karbon(C),Hidrogen(H),Oksigen(O),Nitrogen(N) dan kadang-kadang mengandung zat Belerang(S),dan Fosfor(P).

Protein merupakan makromolekul yang terdiri dari satu atau lebih polimer.Setiap Polimer tersusun atas monomer yang di sebut asam amino.Masing-masing asam amino mengandung satu atom Karbon(C) yang mengikat satu atom Hidrogen(H),satu gugus amin(NH2),satu gugus karboksil(-COOH),dan lain-lain(Gugus R).

Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida.Ikatan Peptida adalah ikatan antara gugus karboksil satu asam amino dengan gugus amin dari asam amino lain yang ada di sampingnya.Asam amino yang membentuk rantai panjang ini disebut protein (Polipeptida).Polipeptida di dalam tubuh manusia disintesis di dalam ribosom.Setelah disintesis,protein mengalami”pematangan”menjadi protein yang lebih kompleks.

Asam amino yang diperlukan tubuh ada 20 macam.sepuluh diantaranya sangat penting bagi pertumbuhan sel-sel tubuh manusia dan tidak dapat dibuat dalam tubuh,sehingga harus didapatkan dari luar tubuh.Asam amino itu disebut asam amino esensial.selain asam amino esensial terdapat juga asam emino non-esensial.Asam amino non-esensial merupakan asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh manusia.Bahan bakunya berasal dari asam amino lainnya.Namun ada juga yang mengatakan bahwa asam amino terbagi menjadi 3,ditambah dengan asam amino semiesensial.Asam amino semiesensial adalah asam amino yang dapat menghemat pemakaian beberapa asam amino esensial.

Jenis-Jenis Protein

Dalam jenis atau macam-macam protein terbagai atas 3 bagian antara lain..

  • Jenis Protein Berdasarkan Fungsinya 

Protein terdiri atas 3 macam atau jenis berdasarkan Fungsinya antara lain sebagai berikut:

  1. Protein Sempurna : protein sempurna adalah protein yang didalamnya terkandung asam amino yang lengkap. Contohnya kasein pada susu dan albumin pada putih telur. Protein sempurna pada umumnya terdapat pada protein hewan. 
  2. Protein Kurang Sempurna : protein kurang sempurna adalah protein yang asam aminonya lengkap tetapi jumlah dari beberapa asam amino sedikit. Protein kurang sempurna tidak mampu mencukupi pertumbuhan, tetapi protein kurang sempurna ini dapat mempertahankan jaringan yang telah ada. Contohnya protein pada lagumin yang terdapat pada kacang-kacangan dan giladin pada gandum. 
  3. Protein Tidak Sempurna : protein tidak sempurna adalah protein yang kurang atau tidak memiliki asam amino esensial. Protein tidak sempurna tak mampu mencukupi pertumbuhan dan mempertahankan yang telah ada sebelumnya. Contohnya, Zein yang terdapat pada jagung, dan beberapa protein yang ada pada tumbuhan. 

Jenis Protein Berdasarkan Komponen-Komponen Penyusunnya

Jenis-jenis protein berdasarkan komponen-komponen penyusunnya terbagi atas 3 antara lain.

  1. Protein Sederhana (Simple Protein) : protein sederhana adalah protein dari hasil hidrolisa, total protein ini merupakan campuran atas berbagai macam asam amino. 
  2. Protein Kompleks (Complex Protein) : protein kompleks adalah protein dari hasil hidrolisa total protein jenis ini yang terdiri dari berbagai macam asam amino selain itu juga tedapat komponen-komponen yang lain seperti unsur logam, gugusan phospat. dll Contohnya hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein dan masih banyak lagi). 
  3. Protein Derivat (Protein derivative) : protein derivat adalah protein yang merupakan ikatan antara (intermediate product) yang merupakan hasil dari hidrolisa parsial yang berasal dari protein native. Contohnya albumosa, peptone dan masih banyak lagi.

Jenis Protein Berdasarkan Sumber Protein

Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani.

  1. Protein Nabati : Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contohnya, kedelai, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. 
  2. Protein Hewani : Protein nabati adalah protein yang berasal dari hewan. Contohnya, daging, susu, keju, telur dan ikan. 

Fungsi Protein

Protein yang membangun tubuh disebut Protein Struktural sedangkan protein yang berfungsi sebagai enzim,antibodi atau hormon dikenal sebagai Protein Fungsional.

Protein struktural pada umumnya bersenyawa dengan zat lain di dalam tubuh makhluk hidupContoh protein struktural antara lain nukleoprotein yang terdapat di dalam inti sel dan lipoprotein yang terdapat di dalam membran sel.Ada juga protein yang tidak bersenyawa dengan komponen struktur tubuh,tetapi terdapat sebagai cadangan zat di dalam sel-sel makhluk hidup.Contoh protein seperti ini adalah protein pada sel telur ayam,burung,kura-kura dan penyu.

Semua jenis protein yang kita makan akan dicerna di dalam saluran pencernaan menjadi zat yang siap diserap di usus halus,yaitu berupa asam amino-asamamino.Asam amino-asam amino yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan berperan sangat penting di dalam tubuh,untuk:

  1. Bahan dalam sintesis subtansi penting seperti hormon,zat antibodi,dan organel sel lainnya
  2. Perbaikan,pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel,jaringan dan organ tubuh
  3. Sebagai sumber energi,setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori.
  4. Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh,misalnya sebagai enzim(protein mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia kehidupan)
  5. Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan tubuh.Sebagai senyawa penahan/bufer,protein berperan besar dalam menjaga stabilitas pH cairan tubuh.Sebagai zat larut dalam cairan tubuh,protein membantu dalam pemeliharaan tekanan osmotik di dalam sekat-sekat rongga tubuh.
  6. Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
  7. Kekurangan protein di dalam tubuh dapat mengakibatkan beberapa penyakit.Seperti kwashiorkor,anemia,radang kulit,dan busung lapar yang disebut juga hongeroedem.Karena terjadinya edema(pembengkakan organ karena kandungan cairan yang berlebihan) pada tubuh.

Proses Protein Dalam Tubuh

Protein dalam makanan hampir sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.

Pepsin memulai proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan asam-asam amino.

Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam sel.asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh,melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida),serta senyawa yyang tidak mengandung unsur N.Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase.Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh,sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal laul dikeluarkan melalui urin.sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

Pengertian Virus : Ciri, Struktur Dan Penyakit Yang Di Sebabkan Virus

Pengertian Virus

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya ­virus mosaik tembakau).

Virus dalam bereproduksi dengan memerlukan sel inang, sehingga virus bersifat parasit obligasi. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA) yang diselubungi oleh pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein. Pengertian virus secara etimologi adalah kata virus berasal dari bahasa latin yaitu virion yang artinya "racun". Virus merupakan organisme subseluler karna ukurannya yang sangat kecil, dimana virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Virus berukuran lebih kecil dari pada bakteri.

Penemu-Penemu Virus 

Para penemun virus yang kini menjadi secara bagi penemuan virus adalah seperti D.Iwanoski (1892) menemukan virus pada tanaman bakau, lalu berlanjut dengan M. Bejentrick (1898), dan Loffern dan Frooch (1897) yang menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit pada mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) yang berhasil menemukan virus penyebab kuning atau yellow ever, Twort dan Herelle (1917) yang menemukan bakteriofag, Wendel M Stanley (1935) yang berhasil mengkristalkan virus mosaik yang ada pada tembakau. Hal ini membuat perkembangan virus semakin berkembang sehingga melahirkan cabang ilmu biologi yang mempelajari virus yang disebut dengan virology.

Ciri-Ciri Virus

Virus adalah makhluk yang berukuran super kecil, bahkan ukurannya lebih kecil dari sel yaitu sekitar 0,2 mikron. Oleh karena ukuranyya yang super kecil ini, virus hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron, sedangkan mikroskop cahhaya belum mampu untuk menjangkaunya.Tubuh virus hanya terdiri dari satu jenis proteinda n asam inti saja (dapat berupa DNA saja atau RNA saja, namun tidak dapat memiiliki keduanya). Karena tidak memiliki sitoplasma dan organel, maka virus tidak dapat digolongkan ke dalam organisme seluler. Sebab tubuhnya yang demikian itu, ada sebagian ahli yang mengatakan bahwa virus adalah molekul yang besar. Namun anehnya, Virus memiliki ciri seperti benda mati, yaitu dapat dikristalkan, dan juga memiliki ciri makhuk hidup yakni dia dapat berkembang biak.

Struktur dan Anatomi Virus

Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:

  • Kepala

Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.

  • Kapsid

Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.

  • Isi tubuh

Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.

  • Ekor

Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.

Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.

Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.

Penyakit Pada Manusia yang Disebabkan oleh Virus 

Ada beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus. Macam-macam penyakit yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut..

  • Gondongan 

Gondongan adalah penyakit pembengkakan kelenjar parotis (kelenjar ludah) yang dapat menular. Penyakit gondongan akan menyebabkan dampak seperti adanya pembengkakan dan rasa nyeri yang terasa ketikan menelan makanan yang sifatnya asam. Gondongan disebabkan oleh virus Paramyxovirus.

  • Herpes

Herpes adalah penyakit infeksi pada sel epitel. Virus pada penyakit herpes tidak akan keluar dari tubuh dan tetap tertanam dalam sel-sel saraf. Penyakit herpes dapat menular dengan kontak langsung dengan cairan yang berasal dari jaringan epitel yang terinfeksi. Herpes juga disebut dengan demam lepuh. Penyebab penyakit herpes adalah virus herpes simpleks (HSV-1 dan HSV-2).

  • Cacar Variola (smallpox)

Cacar variola disebabkan oleh virus variola. Masa inkubasi virus variola terjadi selama 12 hari. Selama 1-5 hari penyakit cacar variola akan memberikan dampak seperti demam dan tubuh akan terasa lesu yang diikuti dengan munculnya vesikula (gelmbung) pada kulit, pustula (gelembung yang berisi nanah) yang membentuk kerak, kemudian akan lepas dengan meninggalkan bekas berupa parut warna merah muda yang lama kelamaan akan memudar. Pencegahan dalam penyakit cacar adalah dengan pemberian vaksin virus Orthopoxvirus.

  • Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati dan saluran empedu yang dapat menyebabkan kematian. Penularan dalam virus hepatitis dapat melalui cairan dalam tubuh atau peralatan makan dan minum penderita. Hepatitis terdiri dalah beberapa penyakit hepatitis A, B, C, D, dan E. Penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus HAV dari genus Heparnavirus. Penyakit pada hepatitis B disebabkan virus HBV dari genus Orthohepadnavirus. Penyakit hepatitis C disebabkan oleh virus HCV dari genus Hepacivirus. Penyakit hepatitis D disebabkan oleh virus HDV dari genus Deltavirus. Penyakit hepatitis E disebabkan oleh virus HEV dari genus Herpesvirus.

  • Ebola 

Ebola adalah penyakit mematikan. Virus ebola muncul pertama kali di Zaire, di Afrika Tengah tahun 1976 yang berasal dari infeksi babi kemudian ditularkan ke manusia. Virus ebola menyerang sel darah putih makrofag, jaringan fibroblas, yang selanjutnya menyebar ke organ-organ tubuh sehingga menyebabkan pendarahan dan kematian pada penderitanya.

  • Flu Burung 

Penyakit flu burung atau avian influenza (AI) disebabkan oleh HPAIV (highly parthogenic avian influeza virus) yang pada awalnya hanya menyerang unggas. Namun, beberapa varian tertentu mengalami mutasi menjadi semakin ganas dan dapat menyerang babi dan manusia. Dalam penyebab flu burung adalah kelompok virus tipe A dengan subtipe (strain) H5NI yang sangat ganas virus ini berukuran 90-120 nanometer dan termasuk famili Orthomyxoviridae.

Masa injubasi virus dalam tubuh inang antara 1-7 hari, dengan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, keluar lendir bening dari hidung, nyeri otot, sakit kepala, lemas, sesak napas, dan radang paru-paru (pneumonia). Penyakit ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang sangat cepat. Virus tersebut  bertahan di air selama 4 hari pada suhu 22 derajat celcius dan bertahan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat celcius, tetapi dapat mati dalam pemanasan di atas 60 derajat celcius selama 30 menit. Di dalam feses unggas, virus dapat bertahan hidup lebih lama. Penularan virus dapat melalui udara dan feses unggas. Penularan melalui konsumsi daging belum terbukti, namun juga perlu diperhatikan dalam cara pengolahannya. Pastikan daging yang dikonsumsi itu benar-benar matang. Telur dengan cangkang yang kotor oleh feses dan lendir unggas terinfeksi perlu diwaspadai karena kemungkinan tercemar oleh virus flu burung. Sebaiknya anda jangan atau tidak mengkonsumsi telur mentah atau setengah mentah.

  • Tumor, kanker, karsinoma, dan kutil

Tumor adalah jaringan yang terbentuk dari sel-sel dengan kecepatan pembelahan melebihi batas normal. Tumor ganas disebut kanker. Karsinoma adalah kanker pada jaringan lunak, misalnya pada membran. Kutil adalah tumor jinak pada sel epitel kulit atau membran mukosa. Virus yang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

  • Demam Berdarah 

Demam berdarah ditandai dengan gejala tubuh mengigil dan sakit kepala. Rasa sakit segera timbul, khususnya juga pada punggung, sendi, otot, dan bola mata. Suhu badan kembali normal setelah 5-6 hari dan meningkat kembali sekitar 5-8 hari kemudian. Bercak-bercak merah akan timbul dan berlangsung selama 24-72 jam. Kadar trombosit dalam darah akan menurun dan kondisi paling parah adalah terjadinya pendarahan yang menyebabkan kematian. Demam berdarah adalah penyakit dengan epidemi (wabah) di Filipina, India dan Indonesia dengan angka kematian 5-10%. Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue (Flavivirus) melalui gigitan nyamuk Aedes aegyphti.

  • Campak (morbili)

Penyakit campak disebabkan oleh Morbillivirus. Masa inkubasi dari virus ini 7 sampai 11 hari, dengan gejala demam, bersin, batuk, pilek, mata merah, dan timbul ruam bercak cokelat pada kulit. Penyakit campak dapat menular, namun jika kita satu kali infeksi dapat memberikan kekebalan seumur hidup. Campak bersifat endemik dan kira-kira berulang setiap 2-3 tahun. Pencegahannya dilakukan dengan pemberian vaksin

  • Chikungunya 

Chikungunya ditemukan pertama kali pada tahun 1952 di Tanzania. Penyakit ini disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang dirasakan oleh penderita hampir sama dengan demam berdarah. Penderita akan merasakan nyeri yang hebat pada persendian tangan dan kaki hingga menyebabkan kelumpuhan sementara.

  • SARS (Severe acute respiratory syndrome)

Penyakit SARS menyebabkan gangguan akut pada saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kematian. Cara penularan melalui udara. Gejalanya antara lain demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat celcius , mengigil, lesu, sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, dan sesak napas yang akan mengakibatkan penderita kekurangan oksigen. SARS pertama kali  terjadi pada daerah Guangzhou (China Selatan), yang kemudian menyebar di hongkong, taiwan, malaysia, indonesia, singapura, dan vietnam.

Pengertian, Fungsi, dan Proses Fotosintesis

Pengertian, Fungsi, dan Proses Fotosintesis. Pengertian Fotosintesis, Fungsi dari Terjadinya Fotosintesis, dan Proses Terjadinya Fotosintesis.

Pengertian Fotosintesis

Sumber: mitrabibit.com
Pengertian Fotosintesis adalah sebuah proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat yang dijalankan oleh tumbuhan, terlebih tumbuhan yang memiliki kandungan zat hijau daun atau klorofil.

Tidak hanya tumbuhan berklorofil, makhluk hidup non-klorofil lain yang berfotosintesis yaitu alga serta beberapa bentuk bakteri. Organisme ini Fotosintesis dengan memakai zat hara, karbon dioksida, serta air dan pertolongan daya sinar matahari.

Proses Fotosintesis

Sumber: marcofolio.net
Jadi bila bicara tentang Fotosintesis akan amat erat hubungannya dengan Klorofil, daun serta Sinar Matahari dan Oksigen serta Karbondioksida.

Berikut ini merupakan artikel lengkap Biologi tentang Fotosintesis pada tumbuhan yang dapat kami berikan:

Klorofil yaitu pigmen hijau fotosintesis yang ada dalam tanaman, algae serta cyanobakteria. Nama klorofil barasal dari bahasa yunani yakni chlorophyll (choloros = green (hijau) serta phyllon = leaf (daun)).

Peranan klorofil pada tanaman yaitu menyerap energy dari cahaya matahari untuk dimanfaatkan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis yaitu Proses perubahan zat anorganik H2O serta CO2 oleh klorofil dengan pertolongan sinar/cahaya matahari jadi zat organik karbohidrat.

Rumus Fotosintesis 

Sumber: aliexpress.com
Reaksi dari fotosintesis bisa dituliskan pada persamaan sebagai berikut ini:

6CO2 + 12H2O + energy cahaya klorofil C6H12O6 + 6O2 + 6H2O

Dalam peramaan ini dihasilkan bahan organic yang memiliki kandungan energy kimia potensial serta oksigen. Oleh sebab itu dalam fotosintesis, energy radiasi sinar diubah jadi energy kimia dalam senyawa organik yang stabil (sejenis karbohidrat).

Fotosintesis berlangsung di kloroplas, yang mana di bagian ini memiliki kandungan banyak pigmen klorofil. Klorofildapat dibedakan jadi beberapa jenis, yakni: klorofil a, b, c, d serta jenis e. pembagian tersebut yaitu berdasarkan rantai samping yang mengingat inti porfitinnya.

Bentuk klorofil yang paling banyak diketemukan pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu bentuk a serta b. Klorofil a umumnya yaitu untuk cahaya hijsu biru, lalu klorofil b untuk cahaya kunig hijau.

Klorofil laen (bentuk c, d, e) diketemukan cuma pada alga serta dipadukan dengan klorofil a. Tidak hanya klorofil, di dalam kloroplas juga ada pigmen-pigmen yang lain, yakni Karotinoid yang disebut juga dengan derivate dari likopen.

Pada korola, kaliks, kulit buah yang sudah matang atau masak, klorofil sudah menghilang (terurai) serta menyebabkan warna kuning atau warna merah yang lantas terlihat, atau beberapa warna yang lainnya. Dalam hal ini, kloroplas sudah berganti isi yang disebut dengan kromoplas.

Fungsi Fotosintesis 

Sumber: aliexpress.com
Proses fotosintesis adalah sisi penting untuk kehidupan, lantaran:
  1. Sebagai sumber daya untuk seluruh mahluk hidup. 
  2. Perkembangan serta hasil tumbuh di pengaruhi oleh kecepatan fotosintesis. 
  3. Dibutuhkan untuk sintesis beragam macam senyawa organic yang dibutuhkan. 
  4. Menyediakan oksigen untuk kehidupan. 
Peranan Fotosintesis sebagai berikut ini:

Manfaat paling utama fotosintesis untuk menghasilkan zat makanan berbentuk glukosa. Glukosa jadi bahan bakar mendasar pembangun zat makanan yang lain, yakni lemak serta protein dalam tubuh tumbuhan.

Beberapa zat ini jadi makanan untuk hewan ataupun manusia. Oleh sebab itu, kapabilitas tumbuhan mengubah daya sinar (cahaya matahari) jadi daya kimia (zat makanan) senantiasa jadi mata rantai makanan.

Fotosintesis juga membantu membersihkan udara, yakni mengurangi kandungan CO2 (karbon dioksida) di udara lantaran CO2 yaitu bahan baku dalam proses fotosintesis. Sebagai hasil pada akhirnya, tidak hanya zat makanan yaitu O2 (Oksigen) yang amat diperlukan untuk kehidupan.

Kapabilitas tumbuhan berfotosintesis sepanjang masa-masa hidupnya mengakibatkan sisa-sisa tumbuhan yang hidup di masa-masa lalu tertimbun di dalam tanah sepanjang berjuta-juta tahun jadi batubara dan jadi satu diantara sumber energi saat ini.

Proses Fotosintesis 

Pada tumbuhan, organ paling utama tempat berlangsungnya fotosintesis yaitu daun. Tetapi secara umum, seluruh sel yang mempunyai kloroplas punya potensi untuk melangsungkan reaksi ini. 33 Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis, tepatnya di bagian stroma. 32 Hasil fotosintesis (disebut dengan fotosintat) umumnya di kirim ke jaringan-jaringan paling dekat terlebih dulu.

Fotosintesis berjalan dalam dua step, Pada intinya, rangkaian reaksi fotosintesis bisa dibagi jadi dua sisi paling utama: reaksi terang (lantaran membutuhkan sinar) serta reaksi gelap (tidak membutuhkan sinar namun membutuhkan karbon dioksida)

Reaksi Terang Fotosintesis 
Sumber: infopendidikannew.blogspot.co.id
Berlangsung di dalam membran tilakoid di grana. Grana yaitu susunan bentukan membran tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yakni satu diantara ruang dalam kloroplas. Di dalam grana ada klorofil, yakni pigmen yang berfungsi dalam fotosintesis. Reaksi terang di sebut juga fotolisis lantaran proses penyerapan daya sinar serta penguraian molekul air jadi oksigen serta hidrogen.

Reaksi gelap Fotosintesis 
Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membuat gula dari bahan dasar CO2 yang didapat dari udara serta daya yang didapat dari reaksi terang. Tidak memerlukan sinar matahari, namun tidak bisa berjalan bila belum terjadi siklus terang lantaran daya yang digunakan datang dari reaksi terang.

Ada dua jenis siklus Fotosintesis siklus Calvin-Benson serta siklus hatch-Slack:

Pada siklus Calvin-Benson, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon tiga, yakni senyawa 3-fosfogliserat. Siklus ini dibantu oleh enzim rubisco.

Pada siklus hatch-Slack, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon empat. Enzim yang bertindak yaitu phosphoenolpyruvate carboxylase. produk akhir siklus gelap didapat glukosa yang digunakan tumbuhan untuk aktivitasnya atau disimpan sebagai cadangan daya.

Aspek Yang Menentukan/Mempengaruhi Laju Fotosintesis 

Sumber: cahyoword77.wordpress.com
Fotosintesis Pada Tumbuhan Daun

Proses fotosintesis di pengaruhi beberapa aspek yakni aspek yang bisa mempengaruhi secara langsung seperti keadaan lingkungan ataupun aspek yang tidak mempengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang penting untuk proses fotosintesis.

1 Proses fotosintesis sesungguhnya sensitif pada beberapa keadaan lingkungan mencakup kehadiran sinar Matahari, suhu lingkungan, konsentrasi karbondioksida (CO2). Aspek lingkungan itu juga dikenal sebagai aspek pembatas serta punya pengaruh secara langsung untuk laju fotosintesis.

Aspek pembatas itu bisa menghindari laju fotosintesis mencapai keadaan optimum walaupun keadaan lain untuk fotosintesis sudah ditingkatkan, berikut inilah yang jadi pemicunya beberapa aspek pembatas itu amat mempengaruhi laju fotosintesis yakni dengan mengatur laju optimum fotosintesis.

Tidak hanya itu, beberapa aspek seperti translokasi karbohidrat, usia daun, dan ketersediaan nutrisi mempengaruhi peranan organ yang penting pada fotosintesis hingga secara tidak langsung turut mempengaruhi laju fotosintesis.

Berikut ini yaitu beberapa aspek terpenting yang menentukan laju fotosintesis:

Intensitas sinar

Laju fotosintesis maksimum saat banyak sinar.

Konsentrasi karbon dioksida

Makin banyak karbon dioksida di udara, semakin banyak jumlah bahan yang dapat dipakai tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.

Suhu

Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis cuma bisa bekerja pada suhu optimalnya. Biasanya laju fotosintensis meningkat bersamaan dengan meningkatnya suhu sampai batas toleransi enzim.

Kandungan air

Kekurangan air atau kekeringan mengakibatkan stomata menutup, menghalangi penyerapan karbon dioksida hingga mengurangi laju fotosintesis.

Kandungan fotosintat (hasil fotosintesis)

Bila kandungan fotosintat seperti karbohidrat menyusut, laju fotosintesis akan naik. Apabila kandungan fotosintat bertambah atau bahkan juga hingga jenuh, laju fotosintesis akan menyusut.

Step perkembangan

Riset menunjukkan kalau laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang tengah berkecambah dari pada tumbuhan dewasa. Hal semacam ini mungkin saja disebabkan oleh karena tumbuhan berkecambah membutuhkan lebih banyak daya serta makanan untuk tumbuh.

Sampai saat ini fotosintesis masih tetap terus dipelajari lantaran masih tetap ada beberapa step yang belum dapat dijelaskan, walaupun udah sangat banyak yang di ketahui mengenai proses vital ini. Proses fotosintesis amat kompleks lantaran melibatkan seluruh cabang ilmu dan pengetahuan alam, terutama seperti fisika, kimia, ataupun biologi sendiri.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Proses Fotosintesis, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Fotosintesis di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Fotosintesis. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. terlambat.info