Showing posts sorted by relevance for query paru paru manusia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query paru paru manusia. Sort by date Show all posts

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru. Pengertian Paru-Paru, Struktur Paru-Paru, Fungsi Paru-Paru, dan Segala Hal yang Berkaitan dengan Paru-Paru akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Pengertian Paru–Paru

Sumber: dedaunan.com
Paru-paru (pulmo) yakni merupakan organ yang bertanggung jawab untuk proses respirasi yang terdiri dari pulmo dekstra (paru kanan) dan pulmo sinistra (paru kiri). Paru-paru sangat penting bagi tubuh manusia, sebab satu diantara peranan paru-paru yakni memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida ketika tubuh menghirup udara.

Struktur Paru–Paru 

Paru yaitu satu di antara organ pada saluran napas bawah yang terletak pada system pernapasan manusia. Dan saat sebelum kita membahas secara detil tentang paru-paru, berikut ini organ lain yang termasuk ke dalam saluran napas bawah yang nantinya berkaitan dengan paru, di antaranya:

Trakea 

Sumber: sridianti.com
Yaitu saluran napas bawah lanjutan dari laring, yang menghantarkan udara menuju ke pulmo untuk mengalami proses difusi. Terdapat di mediastinum (daerah kompartemen yang ada di tengah di antara dua rongga paru di regio thoraks) segi superior dan terdiri dari tracheal ring yang dibuat oleh kartilago (tulang rawan) dan menempati sisi tengah leher.

Trakheal ring ini berbentuk cincin yang tidak sempurna serupa huruf C di mana sisi ujung-ujung yang terbuka pada bagian belakang dihubungkan oleh otot polos (musculus trachealis) serta ada di bagian anterior (depan) dari esophagus (saluran makanan).

Bronkus 

Sumber: budisma.net
Yaitu lanjutan dari trakea berupa saluran konduksi udara dan sebagai tempat difusi oksigen-karbon dioksida di ujung terminal pada bagian yang berkaitan langsung dengan alveolus.

Bronkus principalis (bronkus primer) terdiri dari bronkus principalis dekstra (yang akan menuju ke pulmo dekstra) dan bronkus principalis sinistra (yang akan menuju ke pulmo sinistra). Perbedan bronkus principalis yaitu:
  1. Bronkus principalis dekstra à diameter lebih lebar, ukuran lebih pendek, berjalan lebih vertical 
  2. Bronkus principalis sinistra à diameter lebih kecil, ukuran lebih panjang, berjalan agak horizontal 
Setelah jadi bronkus principalis serta masuk pulmo lewat hilus, lantas bronkus principalis jadi 5 bronkus lobaris (bronkus sekunder) yang masuk lobus pulmo. Pada lobus pulmo dekstra ada 3 lobus yaitu lobus superior, lobus medius dan lobus inferior. Sedangkan pada pulmo sinistra ada 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior.

Masing-masing bronkus lobaris akan bercabang jadi bronkus segmentalis (bronkus tersier) yang akan masuk segmen bronkopulmonal yang dimiliki oleh lobus paru.

Selanjutnya ada 20-25 kali kelipatan percabangan dari bronkus segmental sampai selanjutnya jadi bronkus terminalis yang berikutnya bercabang jadi bronkus respiratorius yang berkaitan langsung dengan 5-6 saccus alveolaris yang dilapisi oleh alveoli (tempat terjadinya difusi oksigen-karbon dioksida).

Alveolus 

Sumber: sites.google.com
Unit fungsional paru-paru yakni kantung udara kecil yang keluar dari bronkiolus yang disebut juga dengan alveoli. Ada lebih kurang 300-400.000.000 alveoli di dalam paru-paru orang dewasa. Diameter rata-rata dari alveolus yakni lebih kurang 200 sampai 300 mikron. Peranan mendasar dari alveoli yakni pertukaran gas.

Susunan alveoli yakni tempat di mana pertukaran gas sepanjang respirasi berjalan. Susunan ini dikelilingi oleh kapiler yang membawa darah. Pertukaran karbon dioksida dalam darah dari kapiler ini terjadi lewat dinding alveolus.

Alveoli mulai bertindak ketika kita menghirup udara lewat lubang hidung kita. Udara melalui rute yang panjang yang terdiri dari beragam macam organ pada sistem pernapasan. Organ-organ ini termasuk juga saluran hidung, faring, laring, trakea, bronkus paling utama, saluran bronkial kecil, bronkiolus serta selanjutnya mencapai alveolus lewat kantung udara kecil.

Udara mempunyai kandungan oksigen yang diserap oleh darah mengalir lewat kapiler. Oksigen ini lalu diteruskan ke sistem peredaran darah, sampai merampungkan siklus pertukaran gas.

Sampai di paragraf ini, sudah cukup jelas ya pembahasan tentang organ-organ pada saluran napas bawahnya? Selanjutnya akan saya paparkan mengenai susunan paru sebagai organ akhir dari sistem pernapasan manusia.

Paru-paru ada di dalam rongga dada sisi atas, di bagian samping dibatasi oleh otot serta rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.

Paru pada orang yang sehat berupa organ yang ringan, kenyal, dan seperti spon (karena terisi oleh udara). Paru kanan dan paru kiri menempati cavum thoraks (rongga dada) yang satu diantaranya dipisahkan oleh ruang yang disebut juga dengan mediastinum.
Sumber: aryhani97.blogspot.co.id

Paru kanan 

memiliki 3 lobus (belahan paru) yaitu lobus superior (atas), lobus medius (tengah), dan lobus inferior (bawah). Pada lobus inferior dipisahkan oleh 2 fissura yaitu fissure horizontal dan fissure oblique.

Paru kiri 

Memiliki 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior yang dipisahkan oleh 1 fissura yaitu fissure oblique.

Ukuran paru kanan lebih besar dan berat dibanding dengan paru kiri, sedangkan paru kanan lebih pendek dan lebar lantaran kubah diafragma segi kanan yang lebih tinggi dibanding segi kiri.
Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis yaitu pleura.

Pleura terdiri jadi pleura viseralis dan pleura pariental di mana di antara kedua pleura ini ada rongga yang disebut juga dengan kavum pleura. Pleura viseralis yaitu selaput yang langsung membungkus paru sedangkan pleura parietal yaitu selaput yang menempel pada rongga dada.

Pada keadaan normal kavum pleura ini vakum/hampa udara sampai paru-paru dapat berkembang kempis. Antara selaput luar dan selaput dalam ada rongga memuat cairan pleura yang berperan sebagai pelumas paru-paru hingga menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada di mana pada saat bernafas bergerak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, satu diantara peranan paru-paru yakni untuk memasukkan O2 ke dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 keluar tubuh, tubuh membutuhkan proses meliputi inspirasi serta ekspirasi.

Inspirasi yakni gerakan dari atmosfer ke dalam paru, sedangkan ekspirasi yakni gerakan dari dalam paru ke atmosfer. Agar proses ventilasi dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan peranan yang baik pada otot pernapasan dan elastisitas jaringan paru. Otot-otot untuk proses pernapasan dibagi jadi dua yaitu:
  1. Otot inspirasi (Otot Saat Menarik Napas) terdiri atas, otot interkostalis eksterna, sternokleidomastoideus, skalenus dan diafragma. 
  2. Otot-otot ekspirasi (Otot Saat Menghembuskan Napas) terdiri atas rektus abdominis dan interkostalis internus 

Fungsi Paru–Paru

Sumber: paru-paru.com
Peranan paling penting paru-paru yaitu untuk pertukaran gas antara darah dan atmosfer. Pertukaran gas itu memiliki maksud untuk siapkan oksigen untuk jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida. Udara masuk ke paru-paru lewat sistem berupa pipa yang menyempit (bronchi dan bronkiolus) yang bercabang di kedua belah paru-paru paling utama (trachea).

Pipa itu berakhir di gelembung-gelembung paru-paru (alveoli) yang disebut juga dengan kantong udara paling akhir di mana oksigen dan karbondioksida dipindahkan dari tempat di mana darah mengalir. Untuk melakukan fungsi itu, pernapasan dapat dibagi jadi empat mekanisme mendasar, yaitu:
  1. Ventilasi yaitu proses masuk dan keluarnya udara/oksigen antara alveoli dan atmosfer 
  2. Difusi yaitu proses perpindahan oksigen dari alveoli ke dalam pembuluh darah dan berlaku juga sebaliknya untuk karbondioksida 
  3. Transport yaitu proses perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan pertolongan aliran darah
Pengaturan ventilasi 

Faktor-faktor yang dapat merubah peranan paru yakni:

Umur 

Kekuatan otot maksimal pada usia 20-40 th. dan dapat berkurang sejumlah 20% setelah usia mencapai 40 tahun. Selama proses penuaan terjadi penurunan elastisitas alveoli, penebalan kelenjar bronkial, penurunan kapasitas paru

Jenis kelamin

Peranan ventilasi pada lelaki lebih tinggi 20-25% dari pada wanita, karena ukuran anatomi paru lelaki lebih besar dibanding wanita. Tidak cuma itu, aktivitas lelaki lebih tinggi sehingga recoil dan compliance paru telah terlatih.

Tinggi badan serta berat badan 

Seseorang yang memiliki tubuh tinggi dan besar, peranan ventilasi parunya lebih tinggi dari pada orang yang bertubuh kecil pendek.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Paru-Paru di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Paru-Paru. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Jenis Olahraga yang Baik untuk Jantung

Tidak perlu menjadi atlet untuk menjadi bugar. Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang. Meningkatkan kebugaran sangat baik bagi jantung, paru-paru, tulang, dan persendian. Manfaatnya juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker. Jika sudah mengalami satu atau lebih gangguan kesehatan ini, berolahraga akan membantu tubuh mengendalikan berbagai masalah kesehatan lainnya sehingga tubuh merasa lebih baik.

Seberapa jauh latihan aerobik dapat meningkatkan kebugaran tergantung pada seberapa baik tubuh menggunakan oksigen. Manfaat ini tergantung pada kondisi jantung, paru-paru, dan otot. Setiap aktivitas yang membuat jantung berdetak lebih cepat dapat meningkatkan kebugaran. Kebugaran yang diperoleh dari latihan aerobik ini disebut juga ‘kardio’ Kardio adalah singkatan dari latihan kardiovaskular, yaitu setiap latihan yang membuat jantung bekerja lebih keras untuk sementara waktu. Latihan ini termasuk jogging, bersepeda, atau berenang. Seperti dilansir HealthDay, Kamis (15/3/2012), berikut adalah aktivitas fisik yang dibutuhkan agar jantung tetap sehat.

Lakukan aktivitas aerobik dalam taraf sedang selama minimal 150 menit setiap minggu. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Misalnya, dengan berjalan rutin dengan variasi waktu sebagai berikut.
  • Berjalan kaki selama 11 menit dua kali sehari secara rutin atau 22 menit sekali setiap hari.
  • Berjalan-jalan setengah jam 3 hari dalam seminggu dan pada 4 hari sisanya disi dengan 15 menit berjalan kaki.
  • Berjalan-jalan selama 45 menit setiap hari.
Bisa juga dengan melakukan aktivitas yang lebih berat seperti berlari minimal 75 menit dalam seminggu. Kegiatan ini membuat napas lebih lega dan detak jantung lebih cepat daripada saat beristirahat. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Bisa juga dengan:
Berlari selama 25 menit 3 kali seminggu.
Berlari selama 15 menit 5 kali seminggu.
Anak-anak membutuhkan lebih banyak aktivitas. Doronglah agar anakanak berusia 6 - 17 tahun mau melakukan olahraga dalam taraf sedang hingga berat minimal 1 jam setiap hari.

Salah satu cara untuk mengetahui seberapa keras olahraga yang dilakukan adalah mengukur tingkat detak jantung. Detak jantung yang aktif tidak hanya membantu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga membantu tubuh tetap fit.
Kesimpulan : Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang.
Tubuh manusia dibuat untuk banyak bergerak. Olahraga membuat otot dan rangka tubuh bergerak, denyut jantung meningkat sehingga darah beserta oksigen dan nutrisi bisa disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Jarang berolahraga membuat distribusi oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Dampaknya, otot tubuh akan kekurangan oksigen sehingga membuat badan terasa pegal-pegal dan kaku. Kekurangan oksigen juga membuat kerja otak tidak maksimal sehingga mudah pusing dan susah konsentrasi.

Tulang-tulang pada rangka manusia harus dirawat supaya tetap sehat. Cara merawat tulang di antaranya dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan yang bergizi. Sebagai contoh, dengan olahraga jalan kaki maka tulang, otot, dan persendian lutut manusia akan menjadi sehat. Ingatkah kamu bagianbagian rangka tubuh manusia yang telah dipelajari pada buku tema 4?

Berdasarkan bentuknya, tulang rangka dibagi menjadi 3 macam, sebagai berikut.
  • Tulang pipa. Tulang pipa berbentuk panjang seperti pipa. Kedua ujung tulang pipa membesar, membentuk bonggol yang tersusun atas tulang spons yang disebut epifise. Bagian tengah di antara kedua bonggol disebut diafise. Berbeda dengan epifise, diafise merupakan tulang kompak dan di dalamnya terdapat rongga yang disebut rongga sumsum tulang. Contoh tulang pipa adalah tulang paha, tulang betis, dan tulang lengan atas.
  • Tulang Pendek. Tulang pendek berbentuk silinder kecil (bulat pendek). Contoh tulang pendek adalah ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan tangan.
  • Tulang Pipih. Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Contoh tulang pipih adalah tulang dada, tulang tempurung kepala, tulang rusuk, dan tulang belikat.
Apa fungsi rangka manusia? Bersama teman-temanmu satu kelas, diskusikanlah fungsi rangka tubuh kita. Tuliskan hasil diskusimu dalam kolom berikut!
  • Rangka tubuh manusia memberi bentuk, contohnya pada tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah/kepala anda.
  • Rangka tubuh manusia juga berfungsi sebagai penopang tubuh kita,  contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh.
  • Melindungi organ-organ dalam, contohnya tulang-tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru.
  • Rangka tubuh juga berfungsi sebagai alat gerak pasif.
  • Tempat melekatnya otot, misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot.
Tuliskan yang dimaksud menggambar komik pada kotak berikut.
Menggambar komik adalah: Menggambar komik adalah Suatu Bentuk Seni Yang Menggunakan Gambar Gambar Tidak Bergerak Yang Disusun Sedemikian Rupa Sehingga Membentuk Jalinan Cerita.
Langkah membuat komik :
  • Cara pertama, Saat timbul ide cerita, kita bisa membuat ceritanya terlebih dahulu. Buat cerita tersebut menjadi bagian-bagian, seperti membuat story line . Setelah cerita dirapihkan dalam frame-frame yang ada, mulailah membuat sketsa gambarnya, sampai akhirnya disempurnakan menjadi sebuah komik.
  • Cara kedua, Jika kita memiliki daya ingat yang kuat, kita bisa memakai cara yang satu ini. Saat ide cerita dan gambar sudah ada, simpan cerita tersebut dalam ingatan kita. Pastikan bahwa cerita tersebut tidak akan hilang dalam ingatan kita. Mulailah dengan menggambar sketsa cerita, frame demi frame , sehingga jadi rangkaian cerita. sudah selesai, barulah buat narasi dan dialognya, itu akan mengalir dengan sendirinya karena kita sudah mengingat ide ceritanya.
Pernapasan Manusia dan Ikan

Pernapasan Manusia dan Ikan

Proses pernapasan manusia dimulai dari rongga hidung. Selanjutnya udara masuk ke tenggorokan. Dalam sistem pernapasan, tenggorokan berfungsi sebagai tempat lewatnya udara. Dalam pernapasan, dikenal istilah pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada yaitu proses masuk dan keluarnya udara pernapasan yang disebabkan oleh naik dan turunnya tulang rusuk. Sedangkan pernapasan perut yaitu proses masuk dan keluarnya udara pernapasan karena mendatar dan melengkungnya diafragma.

1. Saluran pernapasan manusia
a. Rongga hidung
Udara yang kita hirup akan masuk ke dalam rongga hidung. Di dalam rongga hidung, udara pernapasan akan mengalami berbagai perlakuan. Udara akan disaring terlebih dahulu oleh rambut-rambut hidung dan selaput lendir. Udara juga mengalami penyesuaian suhu dan diatur kelembabannya ketika berada di dalam rongga hidung.

b. Tenggorok
Udara yang masuk ke rongga hidung diteruskan ke batang tenggorok (trakea). Batang tenggorok tersusun atas tulang-tulang rawan yang kemudian bercabang dua. Cabang batang tenggorok dinamakan bronkus. Cabang batang tenggorok yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju paru-paru kiri.

c. Paru-paru
Paru-paru kita terletak di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Manusia mempunyai sepasang paru-paru, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis, yaitu pleura. Di dalam paru-paru, cabang batang tenggorok (bronkus) membentuk percabangan, yaitu bronkiolus. Bronkiolus berhubungan langsung dengan gelembung-gelembung yang terdapat di paru-paru (alveolus).

Di dalam alveolus terjadi pertukaran antara oksigen (O2 ) dengan karbon dioksida (CO2 ). Oksigen dibawa darah dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh untuk membantu proses pembakaran sari-sari makanan (oksidasi). Proses pembakaran ini akan menghasilkan energi yang kita butuhkan untuk melakukan kegiatan. Sisa proses oksidasi berupa karbon dioksida dan uap air. Sisa proses oksidasi itu dibawa darah masuk ke alveolus kemudian dilepaskan keluar melalui hidung.

Gangguan Pernapasan
Jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan, proses pernapasan dapat pula terganggu. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut.
  • Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.
  • Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
  • Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. Udara yang tercemar oleh asap dan debu. Udara yang terlalu dingin. Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi.
  • Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru.
  • Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus).
  • Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe.
2. Alat Pernapasan pada Ikan
Ikan bernapas dengan cara membuka dan menutup insang. Air yang masuk melalui mulut akan dikeluarkan ikan melalui insang. Terjadi pertukaran gas saat air melalui lembaran insang. Air dengan banyak kandungan oksigen masuk melewati insang. Pada saat bersamaan, karbondioksida keluar melalui pembuluh darah lembaran insang. Pembuluh darah pun akan mengikat oksigen yang berasal dari air.

Alat Pernafasan pada ikan. Alat pernafasan pada ikan disebut insang. Ikan adalah hewan yang hidupnya di air. Ikan bernafas dengan cara mengambil oksigen yang terlarut di dalam air. Untuk memisahkan oksigen dari air ikan menggunakan insang yang terletak di bagian lehernya. Insang pada ikan berjumlah 4 pasang. Dua di kanan Alat pernafasan pada ikandan 2 di kiri. Khusus ikan yang hidup di perairan keruh dan berlumpur, insangnya di lengkapi dengan labirin insang yang berfungsi untuk menyimpan oksigen.

Insang atau alat pernafasan pada ikan berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda yang disebut sebagai lembaran insang. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, tiap filamen mengandung lapisan tipis yang disebut lamela.  Pada lamela terdapat pembuluh kapiler darah yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Insang pada ikan bertulang sejati memiliki penutup yang disebut operkulum.

Proses Pernapasan pada Ikan
Mekanisme pernafasan pada ikan terdiri dari 2 tahap, yaitu tahap inspirasi dan ekspirasi. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan dengan kapiler-kapiler darah. Pada saat bernafas, ikan memasukan air kedalam mulutnya. Kemudian air mengalir melalui rongga mulut menuju lembaran insang dan keluar melalui tutup insang. Ketika air melewati lembaran insang, oksigen diikat oleh Hb (hemoglobin) darah (tahap inspirasi) dan pada saat yang bersamaan Hb melepaskan karbon dioksida ke air (tahap ekspirasi).

Bermain Penjaga Benteng

Siswa-siswi SD Nusantara pagi ini. Di lapangan sekolah tampak beberapa kelompok siswa berkerumun memainkan permainan. Di salah satu sudut lapangan, siswa kelas V sedang bermain permainan “Penjaga Benteng”. Permainan ini adalah permainan tradisional yang cukup digemari oleh siswa kelas V.

Mari Bermain Penjaga Benteng!
  1. Bagilah kelas menjadi dua tim sama kuat.
  2. Satu tim bertugas menjaga benteng. Tim yang lain menjadi pengambil harta benteng (berupa pecahan genteng tanah liat atau semacamnya).
  3. Pertama-tama, tim penjaga benteng menyiapkan tumpukan-tumpukan kecil pecahan genteng tanah liat/semacamnya.
  4. Tim lawan, yaitu tim pengambil harta benteng, berusaha merobohkan tumpukan genteng dengan menggunakan bola kecil.
  5. Ketika tumpukan benteng roboh, semua anggota tim pengambil harta lari berpencar.
  6. Permainan pun dimulai!
  7. Anggota tim pengambil harta benteng harus berlari menghindari lemparan bola dari tim penjaga benteng.
  8. Bila salah satu anggota tim pengambil harta benteng terkena bola, ia harus keluar dari permainan. Ia tidak dapat lagi membantu timnya.
  9. Tim pengambil harta benteng dapat memenangkan permainan jika dapat mencuri kepingan pecahan genteng tersebut. Pecahan genteng tersebut diibaratkan harta benteng, satu per satu harus dipindahkan sampai habis, tanpa terkena lemparan bola.
  10. Tim pengambil harta benteng dinyatakan kalah jika semua anggotanya terkena lemparan bola.
  11. Ingat, bagian tubuh yang boleh dikenai lemparan bola hanya bagian kaki.
  12. Bermainlah secara bergantian sebagai penjaga dan pengambil harta benteng.
  13. Selamat bermain dengan bersenang-senang!
Membuat Catatan Kecil
Setelah bermain, diskusikan dan jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Setelah bermain permainan “penjaga Benteng”, bagian tubuh manakah yang terasa paling lelah? Mengapa?
Setelah berlarian bagian tubuh yang merasakan lelah adalah bagian kaki karena harus banyak bergerak.
2. Apakah detak jantungmu bertambah cepat setelah kamu berlarian? Mengapa?
Saat berlari melibatkan banyak organ tubuh, akibatnya banyak organ tubuh yang membutuhkan suplai oksigen lebih. Semakin cepat berlari, semakin banyak oksigen yang dibutuhkan, Saat berlari, paru-paru bekerja keras mengolah oksigen, sedangkan jantung berdetak cepat memompa darah ke seluruh tubuh membawa oksigen hasil olahan dari paru-paru dengan kecepatan tinggi.
3. Bagaimana dengan pernapasanmu setelah terus berlari? Adakah perubahan yang kamu rasakan?
Ketika selesai berlari, jantung dan paru-paru tidak bisa begitu saja langsung bergerak pelan seperi saat keadaan tidak berlari, ini dikarenakan tubuh masih membutuhkan suplai oksigen lebih. Maka untuk beberapa saat, darah masih akan mengalir di tubuh dengan kecepatan tinggi, sambil menunggu keadaan tubuh kembali normal. Napasmu akan ngos-ngosan dan tubuh berkeringat, keringat dikeluarkan untuk mengatur suhu tubuh. Karena ketika berlari otot-otot rangka di tubuh kita menghasilkan energi dan panas. Kemudian panas ini menguap dari kulit dalam bentuk keringat.
Kegiatan Olahraga untuk Melatih Kerja Jantung dan Paru-Paru
Tahukah kamu bahwa organ jantung dan paru-paru kita sebagian besar adalah otot? Sebagaimana otot yang ada di seluruh tubuh kita, otot paru-paru dan jantung juga harus dilatih agar tetap kuat bekerja dan tidak mudah terkena gangguan fungsi. Otot yang tidak terlatih akan lemas, dan lama-kelamaan akan kehilangan kekuatan dalam bekerja. Otot yang tidak terlatih mudah mengalami cedera juga.

Kita harus melatih jantung dan paru-paru agar kuat dan sehat. Dengan melakukan olahraga secara teratur dan aman, kesehatan jantung dan paru-paru dapat terjaga. Hal ini karena keduanya merupakan organ vital bagi tubuh kita. Kedua organ ini terus bekerja tanpa henti sejak kita lahir sampai kita meninggal dunia nanti. Dengan melatih otot jantung dan paru-paru, kita dapat meningkatkan kekuatan dan kebugaran tubuh kita.

Olahraga untuk meningkatkan kebugaran sebaiknya dilakukan secara rutin, ringan, dan tidak terlalu lama. Jika memungkinkan, secara berangsur-angsur ditingkatkan. Dari semula melakukan jalan kaki ringan, kemudian ditingkatkan menjadi berlari santai. Berenang adalah salah satu contoh olahraga yang dapat meningkatkan kualitas kerja otot jantung dan paru-paru kita. Berjalan, berlari, dan berenang merupakan kegiatan olahraga untuk melatih otot jantung kita.

Mencari dan Melengkapi
Carilah fungsi dari setiap bagian tumbuhan berikut! Lalu, jelaskan bagaimana manusia memanfaatkannya!
No.
Bagian tanaman
Fungsinya
Pada tanaman tertentu,
bagian ini bermanfaat bagi
manusia
1.
Akar
  • Menyerap air dan zat hara (mineral) dari dalam tanah;
  • Menunjang berdirinya tumbuhan;
  • Sebagai alat pernapasan, contoh pada tumbuhan bakau;
  • Sebagai penyimpan makanan cadangan. 
Ubi kayu, ubi jalar, talas (keladi), wortel, lobak, kentang, bengkuang, akar ginseng, akar alang-alang
2.
Batang
  • Penopang tumbuhan agar tetap tegak;
  • Pengangkut air dan mineral dari akar menuju daun;
  • Penyimpan makanan cadangan (tebu dan kentang);
  • Pengangkut hasil fotosintesis.
Tebu, sagu, enau, sagu, dan enau, pohon jati, kelapa, meranti, mahoni.
3.
Daun
  • Tempat pembuatan makanan (fotosintesis);
  • Untuk pernapasan karena di permukaan daun terdapat stomata;
  • Tempat pengeluaran air melalui proses transpirasi dan gutasi. 
Bayam, kangkung, sawi, daun pepaya, daun seledri, daun kemangi, pandan
4.
Bunga
Bunga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan secara generatif (kawin)
Bunga kol, kubis, bawang, anggrek, sedap malam, bunga melati, bunga mawar, cengkeh.
5.
Buah
  • Tempat penyimpanan cadangan makanan. 
  • Hasil dari proses pembuahan fertilisasi.
Apel, jeruk, pepaya, nanas, pisang, mangga.
6.
Kulit Batang
Melindungi jaringan yang ada dibawahnya
Kulit batang pisang untuk membuat bahan pakaian, kulit kina untuk obat malaria, Kayu manis untuk penyedap masakan
7.
Getah
Getah pada beberapa tumbuhan berfungsi ebagai alat pertahanan diri
Getah dimanfaatkan untuk gondorukem, terpentin, kopal, karet, dan getah perca.

Pohon kelapa yang Sangat Berguna!
  1. Bersama teman sebangkumu, carilah/gambarlah tanaman kelapa dari akar sampai ujung. Amatilah setiap bagiannya.
  2. Buatlah peta pikiran yang memiliki cabang-cabang berupa bagian-bagian dari tanaman kelapa. Gambarlah setiap bagian tanaman itu dengan teliti.
  3. Buatlah cabang baru yang menunjukkan tugas/fungsi dari setiap bagian tanaman. Gunakan tabel yang kalian miliki di atas untuk melengkapi peta pikiranmu.
  4. Buatlah cabang-cabang lain yang menjelaskan manfaat dari setiap bagian tanaman.
  5. Lengkapilah peta pikiranmu dan bersiaplah untuk mempresentasikannya di depan kelas.
  6. Presentasikanlah karyamu dengan penuh percaya diri!
Memanfaatkan Enceng Gondok
Ni Putu Kendarinny, siswa SMAN 3 Denpasar berhasil meraih juara I dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang dilaksanakan di Universitas Jember. Ni Putu mampu mengalahkan puluhan finalis lainnya atas paparannya mengenai rahasia eceng gondok. Ternyata, tumbuhan yang selama ini banyak disia-siakan memiliki manfaat dalam ilmu kedokteran. Eceng gondok juga dapat dimanfaatkan bagi dunia bisnis dan memiliki peluang ekspor.

Hampir semua bagian tumbuhan eceng gondok dapat dimanfaatkan.
  • Dari hasil analisis di laboratorium, tumbuhan eceng gondok mampu mengikat unsur logam dalam air. Oleh karena itu, eceng gondok sangat baik tumbuh di air kotor.
  • Daun eceng gondok dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.
  • Serat eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan kerajinan tangan.
  • Batang eceng gondok dapat digunakan sebagai penyangga rangkaian bunga.
Berbagai kegunaan eceng gondok tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat.
Sumber : arasy-hasan.blogspot.com

Setelah membaca bacaan di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini.
1. Bagaimanakah tumbuhan eceng gondok dimanfaatkan?
Daun eceng gondok dimanfaatkan sebagai pakan ternak, serat eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan, batang eceng gondok sebagai penyangga rangkaian bunga
2. Mengapa temuan tentang manfaat tumbuhan eceng gondok ini menjadi penting?
Ternyata tumbuhan eceng gondok memiliki manfaat dalam ilmu kedokteran. Eceng gondok juga dapat dimanfaatkan bagi dunia bisnis dan memiliki peluang ekspor.
3. Apakah pelajaran yang dapat kamu ambil dari bacaan di atas?
Ternyata tumbuhan yang dianggap sebagai gulma tersebut memiliki banyak manfaat bagi kehidupan
Temukan dan Laporkan
  1. Amatilah dan catatlah pemanfaatan tumbuhan yang ada di rumahmu. Tumbuhan yang dimaksud termasuk semua jenis buah dan sayuran yang dikonsumsi oleh anggota keluargamu setiap hari.
  2. Catatlah dengan terperinci, bagian dari tumbuhan yang dipergunakan.
  3. Catat juga bagaimana bagian tumbuhan tersebut dimanfaatkan.
  4. Gunakan tabel di bawah ini untuk menuliskan semua hasil pengamatanmu.
No.
Nama tanaman
Bagian tumbuhan yang
dimanfaatkan
Manfaat bagian tumbuhan 
1.
Singkong
  • Daun
  • Akar
Dimakan sebagai sayur dan lalap
Dimakan sebagai bahan makanan pokok
2.
Bayam
  • Batang dan daun
Dimakan sebagai sayur
3.
Pisang
  • Buah
Dimakan sebagai makanan pelengkap
4.
Bunga kol
  • Bunga
Dimakan sebagai sayur
5.
Kubis
  • Daun
Dimakan sebagai sayur
6.
Kayu Manis
  • Kulit batang
Dimanfaatkan untuk penyedap masakan
7.
Padi
  • Biji
Dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok

Di acara tahun baru nanti, setiap kelas diminta untuk menampilkan sebuah pertunjukan. Siswa-siswi kelas V berencana membuat sebuah pertunjukan tari. Pertunjukan tari ini akan menjadi unik karena semua alat dan hiasan pakaian mereka akan dibuat sendiri dengan memanfaatkan bagian-bagian tumbuhan yang ada di sekitar mereka. Semua anak sibuk bekerja mempersiapkan pertunjukan itu.

Fungsi properti bagi sebuah tari adalah untuk pelengkap dalam tarian, dan agar terlihat menarik saat tarian berlangsung

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes. Pengertian Nemathelminthes, Ciri dari Nemathelminthes, Klasifikasi dari Nemathelminthes, Struktur Tubuh Nemathelminthes, Fungsi dari Tiap Bagian Tubuh Nemathelminthes, Sistem Reproduksi Pada Nemathelminthes, dan Bahaya Nemathelminthes.

Pengertian Nemathelminthes

Sumber: wikipedia.org
Nemathelminthes yaitu golongan hewan cacing yang memiliki tubuh bulat panjang dengan ujung yang runcing. Secara bahasa, Kata Nemathelminthes datang dari bahasa yunani, yaitu “Nema” yang artinya benang, dan “helmintes” yang artinya cacing.

Nemathelminthes telah memiliki rongga pada tubuhnya walaupun rongga itu bukanlah rongga tubuh sejati. Rongga tubuh pada Nemathelminthes disebut juga dengan pseudoaselomata. Cacing ini memiliki tubuh meruncing pada kedua ujung sampai disebut juga dengan cacing gilig.

Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya miksroskopis, namun ada juga yang menjangkau ukuran 1 m. Cacing Nemathelminthes rata-rata hidup parasit pada tubuh manusia, hewan, atau tumbuhan, namun ada pula yang hidup bebas. Ukuran dari cacing betina lebih besar dari cacing jantan.

Susunan dan Peranan Tubuh 

Tubuh dari cacing ini tidak memiliki segmen dan susunan luar tubuhnya licin serta dilindungi oleh kutikula agar tidak di pengaruhi oleh enzim inangnya. Tubuhnya dilapisi oleh tiga susunan (tripoblastik), yaitu susunan luar (Ektodermis), susunan tengah (Mesoderm), dan susunan dalam (Endoderm). Kulit hewan ini tidak berwarna dan licin.

Nemathelminthes udah memiliki organ saluran pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, usus, dan anus. Mulut ada pada ujung depan dan anus ada pada ujung belakang. Setelah makanan di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh lewat cairan pada rongga tubuhnya.

Tubuhnya belum memiliki sistem pembuluh darah, hingga tidak memiliki sistem respirasi, pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi lewat proses difusi, yaitu perpindahan zat dari tempat konsentrasi tinggi ke tempat konsentrasi rendah.

Sistem Organ Nemathelminthes 

Sumber: biologipedia.com
Sistem Pencernaan, seperti penjelasan di atas, sistem pencernaan dari nemathelminthes terdiri atas mulut, faring, usus, dan anus.

Makanan masuk ke dalam tubuh lewat muluth pada bagian depan tubuh, lalu masuk ke faring, dan di proses di usus, setelah di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh cairan pada rongga tubuh pseudoaselomata, lalu beberapa sisa makanan akan dikeluarkan lewat anus.

Sistem Eksresi, Sistem eksresi terdiri atas 2 saluran paling penting yang akan bermuara pada sebuah lubang ditubuh segi ventral.

Sistem Reproduksi, Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual, sistem reproduksi miliki sifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang tidak sama, artinya setiap individu hanya memiliki satu organ kelamin.

Fertilisasi (pertemuan sperma dan ovum) terjadi di dalam tubuh, lalu akan menghasilkan telur yang sangat banyak (ribuan). Kumpulan telur ini akan membentuk kista yang dapat bertahan hidup pada keadaan lingkungan yang tidak baik.

Sistem aliran (peredaran darah) dan sistem pernapasannya tidak ada, sampai pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi secara difusi, yaitu dengan mekanisme pertukaran zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah.

Sistem Persarafan, yaitu sistem saraf cicin yang mengitari esofagus dan memiliki 6 cabang saraf paling penting.

Ciri – Ciri Nemathelminthes 

Kita dapatkan ciri nemathelminthes yaitu:
  1. Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh yang runcing 
  2. Memiliki tiga susunan tubuh (Triploblastik) yaitu susunan tubuh luar (ektoderm), tengan (mesoderm), dan susunan tubuh dalam (Endoderm). 
  3. Tubuhnya memiliki rongga, namun bukanlah rongga tubuh sejati sampai rongga ini disebut juga Pseudoaselomata. 
  4. Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berperan melindunginya dari enzim pencernaan inang. 
  5. Sistem pencernaannya telah lengkap 
  6. Belum memiliki sistem aliran dan sistem respirasi (pernapasan). Sistem saraf yaitu saraf cincin. 

Klasifikasi Nemathelminthes 

Sumber: hardijofandu.blogspot.co.id
Kelas Nematoda (Aschelminthes) 

Nematoda yaitu cacing benang yang umumnya mempunyai ukuran miksroskopis. Kata Nematoda datang dari bhs yunani, “Nema” artinya benang, dan “toda” artinya bentuk. Hal semacam ini dikarenakan nematoda memiliki tubuh silindris dengan kedua ujung yang runcing sampai disebut juga dengan cacing benang.

Mereka udah memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan faring berkembang denga cukup baik. Dinding tubuhnya tersusun atas tiga susunan (triploblastik), yaitu susunan luar, tengah, dan dalam dan tubuhnya udah memiliki rongga tubuh pseudoaselomata. Sistem eksresi yaitu jalur tabung pengeluaran yang akan membuang limbah lewat rongga tubuh.

Nematoda dapat hidup bebas di perairan atau daratan, adajuga yang hidup parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Saat ini Nematoda masihlah tetap merupakan persoalan yang besar untuk kesehatan manusia, hewan ternak, dan tumbuhan yang sangat merugikan.

Nematoda yaitu hewan yang terdapat banyak di air dan tanah, sampai tidak jarang mengakibatkan infeksi pada manusia, terutama buat mereka yang tidak melindungi kebersihan dengan baik. Umpamanya yakni Ascaris Lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator Americanus, dan sebagainya.

Kelas Nematophora 

Nematophora yaitu cacing yang berupa bulat dengan kedua ujung yang runcing serupa bentuk rambut sampai sering disebut juga dengan cacing rambut. Tubuhnya dilapisi oleh kutikula yang polos yang tidak bercicin.

Dalam keadaan larva mereka hidup parasit dalam tubuh manusia atau artrophoda, ketika dewasa mereka akan hidup bebas di perairan atau daratan. Umpamanya yakni Nectonema sp.
Contoh spesies dan Secernentea yakni sebagai berikut ini:

Ascaris Lumbricoides (Cacing Pita) 

Ascaris lumbricoides yakni parasit usus halus manusia yang menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi cacing perut menyebabkan pasien mengalami kekurangan gizi. Tubuh pada bagian anterior cacing mempunya mulut yang dengan dikelilingi tiga bibir dan gigi-gigi kecil.

Cacing betina memiliki ukuran panjang lebih kurang 20-49 cm, dengan diamater 4-6 mm, di bagian ekor runcing lurus, dan dapat menghasilkan 200. 000 telur/hari.

Cacing jantan mempunyai ukuran panjang lebih kurang 15-31 cm, dengan diameter 2-4 mm, segi ekor runcing melengkung, dan di bagian anus ada spikula yang berbentuk kait untuk memasukkan sperma ke tubuh betina.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur lantas keluar berbarengan tinja. Telur mempunyai kandungan embrio terletan berbarengan dengan makanan yang terkontaminasi. Di dalam usus inang, telur menetas jadi larva.

Larva berikutnya menembus dinding usus dan masuk ke daerah pembuluh darah, jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga cacing dapat tumbuh dewasa.

Cacing ini parasit pada usus halus manusia. Dikenal sebagai cacing gelang atau cacing perut. Cacing betina mempunyai ukuran lebih panjang dari pada cacing jantan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 25 cm, diameter tubuh lebih kurang 0, 5 cm. Dalam sehari cacing betina bisa menghasilkan sampai 200.000 telur.

Daur hidup Ascaris lumbricoides: 

Telur keluar berbarengan feses pasien = termakan oleh manusia = menetas jadi larva dalam usus halus = larva menembus dinding usus = ikut aliran darah ke jantung = masuk ke paru-paru = trakea = tertelan lagi = lambung = di usus halus jadi cacing dewasa.

Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) 

Anylostoma duodenale disebut juga dengan cacing tambang karena seringkali diketahui didaerah pertambangan, misalnya di Afrika. Spesies cacing tambang di Amerika yaitu Necator americanus. Cacing yang hidup parasit di usus halus manusia dan mengisap darah sampai dapat menyebabkan anemia untuk pasien ankilostomiasis.

Cacing tambang dewasa betina yang mempunyai ukuran 12 mm, mempunyai organ-organ kelamin luar (vulva), dandapat membuahkan 10.000 sampai 30.000 telur/hari. Cacing jantan yang mempunyai ukuran 9 mm dan mempunyai alat kopulasi di ujung posterior.

Di ujung anterior cacing ada mulut yang dilengkapi 1-4 pasang gigi kitin untuk mencengkeram dinding usus inang.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur keluar berbarengan feses (tinja) pasien. Di tempat yang becek, telur menetas dan menghasilkan larva. Larva masuk ke tubuh manusia dari pori-pori telapak kaki. Larva ikuti aliran darah menuju jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga yang tumbuh dewasa.

Wuchereria bancrofti 

Wuchereria bancrofti disebut juga dengan Filaria bancrofti (cacing filaria). Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), yang ditandai dengan pembengkakan di daerah kaki (dapat juga di organ lain, misalnya skrotum).

Banyak populasi cacing ini dalam saluran getah bening mengakibatkan penyumbatan pada saluran kelenjar getah bening. Oleh karena adanya penyumbatan ini menyebabkan penumpukan cairan getah bening di satu organ. Apabila penumpukan terjadi di daerah kaki kaki membengkak sampai menyerupai kaki gajah.

Onchorcerca Volvulus 

Onchorcea vovulus yaitu cacing mikroskospis penyebab onchocerciasis (river blindness) yang menyebabkan kebutaan. Vektor pembawa yakni lalat kecil pengisap darah black fly (simulium). Cacing terdapat banyak di Afrika dan Amerika Selatan.

Enterobios vermicularis 

Enterobios vermicularis disebut juga dengan Oxyuris vermicularis atau cacing kremi. Parasit pada usus besar manusia. Apabila akan bertelur cacing betina bermigrasi ke daerah sekitar anus sampai mengakibatkan rasa gatal.

Jika tanpa sengaja kita menggaruknya, lalu tanpa cuci tangan telur cacing ini dapat tertelan kembali. Cacing betina panjangnya lebih kurang 1 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya lebih kurang 0,5 cm.
Sumber: riaunews.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cacing di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Cacing. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan). Pengertian Kingdom Animalia, Ciri – Ciri Kingdom Animalia, Klasifikasi Kingdom Animalia, Struktur Tubuh Kingdom Animalia, Vertebrata, Invertebrata, dan Penjelasan Lengkap Lainnya Mengenai Kingdom Animalia (Hewan).

Pengertian Kingdom Animalia

Sumber: riofrans.blogspot.co.id
Dalam biologi, kerajaan atau kingdom dalam bahasa latin regnum, pl. regna, adalah tingkat paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.

Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang tergabung membuat jaringan. Hewan tidak bisa membuat makanannya sendiri hingga disebut dengan heterotrof. Hewan adalah organisme eukariot, multiseluler serta heterotrofik.

Tidak sama dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang udah jadi ke dalam badannya dengan menelannya secara langsung (ingestion) atau mengonsumsi organisme yang lain dapat pula mengonsumsi bahan organik yang terurai.

Keunikan hewan yaitu adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls serta pergerakan, yakni jaringan saraf serta jaringan otot hingga bisa bergerak secara aktif. Beberapa hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.

Memanglah terasa sedikit susah memahami pengertian hewan sesungguhnya, hal semacam ini disebabkan karena adanya macam - macam karakter hewan di dunia, senantiasa ada pengecualian dari beberapa karakter umum pada sebuah kelompok hewan spesifik. Sebutan lain untuk hewan yaitu binatang atau fauna atau margasatwa.

Lantas apa hubungan pengertian hewan dengan kingdom animalia? Jelas amat terkait lantaran kingdom animalia itu sendiri yaitu klasifikasi (pengelompokan) hewan atau binatang yang mempunyai anggota yang paling banyak serta beragam.

Struktur Tubuh Kingdom Animalia

Dalam pengklasifikasian kingdom animalia, ada 4 ciri mencolok yang bisa membedakan struktur tubuh satu dengan yang lain. Yakni bersumber pada simetri tubuh serta susunan tubuh.

Susunan Tulang Belakang 
  1. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. 
  2. Invertebrate adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. 
Kesimetrisan Tubuh

Asimetris 

Simetri tubuh hewan ini tidak beraturan.

Simetri bilateral 

Hewan yang sisi badannya tersusun bersebelahan dengan sisi yang lain adalah simetri tubuh bilateral. Bila di ambil garis memotong dari depan ke belakang, akan tampak sisi badannya sama atau seimbang kiri serta kanan.

Hewan dengan simetri tubuh ini, mempunyai sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Juga mempunyai sisi atas atau dorsal serta sisi bawah atau ventral, sisi kepala atau anterior serta sisi ekor atau posterior dan sisi samping atau lateral.

Simetri radial 

Hewan mempunyai susunan tubuh melingkar atau bulat adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri radial. Bentuk tubuh seperti ini cuma mempunyai dua sisi yakni sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Hewan ini disebut dengan radiata.

Susunan Tubuh 

Hewan diploblastik 

Hewan tipe ini cuma mempunyai 2 susunan sel tubuh. Susunan luar disebut dengan ektoderma serta susunan dalam disebut dengan endoderma.

Hewan triploblastik 

Hewan triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh. Susunan terluar disebut dengan eksoderma yang akan berkembang jadi epidermis serta sistem saraf serta susunan tengah disebut dengan mesoderma yang akan berkembang jadi kelenjar pencernaan serta usus dan susunan terdalam disebut dengan endoderma sebagai jaringan otot.

Rongga Tubuh 

Khusus untuk hewan triploblastik, masih tetap ada lagi susunan bentuk badannya bersumber pada rongga yang dibagikan lagi ke dalam 3 kelompok yakni:

Aselomata 

Hewan dengan tipe rongga aselomata adalah hewan yang bertubuh padat yang tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluarnya.

Pseudoselomata 

Hewan dengan tipe rongga ini mempunyai rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga itu berodo cairan yang memisahkan alat pencernaan serta dinding tubuh terluar.

Selomata 

Hewan berongga satu ini memuat cairan serta memiliki batas yang datang dari jaringan mesoderma. Susunan dalam serta luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga serta menghubungkan dorsal dengan ventral.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Susunan beberapa jenis hewan jadi beberapa kelompok besar serta kecil dalam suatu ketentuan yakni;
  1. Taxonomi atau systematika meliputi klasifikasi serta nomenkelatur, ketentuan yang memisahkan kelompok beragam hewan atas dasar criteria tertentu 
  2. Nomenkelatur adalah tata cara pemberian nama pada jenis hewan atau kelompok hewan yang akan disusun dalam klasifikasi. 
Pengklasifikasian kingdom animalia yakni Vertebrata (mempunyai tulang belakang) serta Avertebrata (tidak mempunyai tulang belakang). Mari kita ulas satu persatu.

Vertebrata 

Vertebrata adalah subkingdom animalia yang mempunyai susunan ruas-ruas tulang belakang atau vertebrae.

Vertebrata diklasifikasikan bersumber pada kulit yang menutupi badannya, reproduksi, cara menjaga suhu tubuh serta anggota tubuhnya.

Biasanya mempunyai tubuh simetri bilateral, rangka dalam, serta beragam organ tubuh. Vertebrata sudah mempunyai organ tubuh lengkap. Dalam subkingdom vetebrata, ada 5 kelas yakni:

Pisces (ikan) 
Sumber: dbagus.com
Habitat ikan mempunyai habitat di air dengan alat pernapasan berbentuk insang. Alat gerak ikan berbentuk sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip. Beberapa ikan bahkan juga mempunyai tentakel dibagain anterior atau depan.

Reproduksi pada ikan dengan bertelur, juga mempunyai sepasang ginjal kiri serta kanan yang bertugas membuat zat sisa, serta mempunyai system saraf pusat tepi. system peredaran darah pada ikan yaitu system peredaran darah tertutup ganda yang bergerak dari insang menuju ke jantung serta menuju semua tubuh lalu kembali pada ke jantung.

Sistem pencernaan ikan lewat organ-organ seperti dari mulut menuju lambung lalu usus halus, usus besar serta pembuangannya lewat anus. Proses penyerapan (absorbs) terjadi di usus halus. Reproduksi pisces yaitu secara seksual yang membentuk telur.

Amphibia (hewan hidup di dua alam, air serta darat) 
Sumber: alearningfamily.com
Hewan ini bisa bertahan hidup di dua alam, seperti katak serta katak ini bila masih kecil pernafasannya memakai insang namun bila sudah dewasa akan berubah serta akan memakai paru hingga katak bisa hidup di dua alam yakni darat serta air. Alat geraknya berbentuk sepasang kaki depan serta belakang.

Namun ada pula yang tidak mempunyai kaki (apoda) umpamanya salamander cacing. Ampibia memiliki ginjal yang bertugas mengeluarkan zat sisa. System-sistem yang terjadi di tubuh katak tidak jauh beda dengan jenis ikan. Kelas ampibia dibagi jadi 3 ordo yakni, anura (katak serta kodok), urodela (ampibi berekor), serta apoda (ampibi tidak berkaki).

Reptilian (hewan melata) 
Sumber: coolgalapagos.com
Dalam bahasa latin, reptilian artinya melata. Reptilian mempunyai kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berperan mencegah kekeringan.

Beberapa reptile mempunyai anggota tubuh berjari lima dengan cakar yang kuat namun ular memakai ototnya untuk bergerak, bernapas dengan paru-paru, jantungnya beruang tiga atau empat, memakai energy lingkungan untuk mengatur suhu badannya hingga termasuk hewan poikiloterm, fertilisasinya internal, menghasilkan telur hingga termasuk ovipar dengan telur bercangkang.

Bangsa kura-kura memiliki cangkai perisai yang keras disebut juga karapaks (sisi atas) serta plastron (sisi bawah). Pernafasannya memakai paru-paru, faring serta kloaka tergantung macamnya. Sistem ekskresinya memakai ginjal, kulit, kloaka serta hati.

Makanannya dicerna lewat esofugus menuju lambung lalu usus halus rectum serta kloaka. Reproduksinya bersifat ovipar. Peredarannya dengan sistem peredaran darah ganda dengan jantung yang mempunyai 2 ruangan yakni serambi serta bilik, tetapi sekat pada serambi masih tetap bercampur darahnya.

Reptilian juga dibagi ke dalam beberapa kelas yakni chelonian atau Testudines (reptilia bercangkang), squamata atau lepidosauria (reptilian dengan kulit bersisik), crocodile (bangsa buaya).

Aves (unggas) 
Sumber: twitter.com
Aves atau semua jenis bentuk unggas mempunyai ciri khusus yakni seluruh tubuh terlindung bulu. Anggota gerkanya berbentuk sayap serta kaki dengan cakar yang kuat, berdarah panas, tidak memiliki gigi, mulut berbentuk paruh, berkembang biak dengan bertelur serta jantung terdiri atas 4 ruangan.

Sistem sarafnya lebih komplek dengan pelengkap saraf pusat. Sistem ekskresinya melibatkan ginjal, kulit, kloaka serta hati. Respirasi aves memakai organ paru-paru, faring serta kloaka. Pembagian kelas aves yakni Casuariformes (bangsa burung berjalan), Columbiformes, Psittaciformes, serta Galliformes.

Mamalia (hewan menyusui) 
Sumber: urbnstyle.blogspot.co.id
Mamalia adalah hewan yang mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia juga hewan berdarah panas.

Alat gerak mamallia yakni tangan serta sepasang anggota gerak bawah (kaki). Sarafnya terbagi dalam otak serta sum sum lanjutan, sedangkan sum-sum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang.

Reproduksi mamalia dengan proses fertilisasi internal serta berbentuk ovovivipar. Alat alat pernafasannya yaitu mulut/hidung, trakea, bronchus, bronchioles serta paru-paru.

Porifera (Hewan Berpori) 

Porifera atau bahasal latinnya porus yang artinya pori serta fer yang artinya membawa. Porifera juga disebut dengan spons adalah hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara heterotrof.

Makanannya yaitu bakteri serta plankton. Makanan yang masuk ke badannya berbentuk cairan hingga porifera disebut juga dengan sebagi pemakan cairan. Habitat porifera biasanya dilautan.

Ciri-ciri morfologinya yaitu badannya berpori (ostium), badannya asimetri atau tidak beraturan walau ada beberapa yang simetri radial. Biasanya berupa seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau tumbuhan.

Ciri anatominya diantaranya mempunyai tiga type saluran air yakni askonoid (pori terkait langsung ke spongeosol), sikonoid (pori dikaitkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol), serta leukonoid (porinya banyak dan bercabang-cabang membentuk rongga-rongga kecil) dan cara pencernaannya secara intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit.

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual ataupun seksual. di mana aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas serta gemmule.

Gemmule disebut juga dengan tunas internal. gemmule dihasilkan mendekati musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar, sedangkan aseksual dengan pembentukan gamet.

Beberapa jenis porifera seperti spongia serta hippospongia dpat dipakai sebagi spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya mempunyai potensi sebagi obat penyakit kanker serta penyakit yang lain.

Coelenterata (Hewan Berongga) 

Coelenterata adalah hewan berongga yang disebut dengan sebagai gastrovaskular yang bertugas sebagi usus serta pengedar zat makanan. Hidupnya di lautan serta mempunyai tentakel penyekat yang disebut dengan nematocyst.

Tentakel berperan menangkap mangsa serta memasukkannya ke dalam mulut. Bentuk badannya simetris rdial, tidak berkepala serta dindingnya terbagi dalam dua susunan yakni epidermis serta gastrodermis.

Bentuk tubuh coelenterate ada 2 jenis yakni berupa tabung (polip) serta payung (medusa). Reproduksinya secara aseksual di mana pembentukan tunas terjadi pada polip serta seksual di mana pembentukan gamet pada medusa.

Klasifikasi coelenterata yakni:


Hydrozoa (hewan air), bentuk badannya senantiasa polip, terbagi dalam Hydra (hidup di air tawar, hemafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) serta Obelia Geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni).

Scyphozoa (hewan mangkuk), bentuk badannya senantiasa medusa, alat kelaminnya terpisah. Misalnya ubur-ubur. 

Anthozoa (hewan bunga), memiliki bentuk polip, mencakup anemone laut serta karang. 

Coelenterata jenis ubur-ubur bisa di proses jadi tepung serta jadi bahan kosmetik, sebagai bahan makanan. Coelenterate jenis karang dapat pula jadi penghambat serta bisa melindungi pantai dari aberasi air laut juga tempat persembunyian serta perkembangbiakan ikan. 

Platyhelminthes (Cacing Pipih) Platyhelminthes mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, bilateral simetris serta lunak, tidak mempunyai sistem peredaran darah serta hemafrodit. Alat pencernaannya belum prima dengan satu lubang yakni mulut. Bersifat tripoblastik di mana tubuh terdiri atas endoterm eksoderm serta mesoderm. 

Kelas platyhelminthes yakni: 

Tubellaria (cacing bulu getar), hidupnya di air tawar, jernih, serta memiliki faring yang bisa dijulurkan untuk menangkap makanan. Misalnya planaria. 

Trematoda (cacing hisap), adalah hewan parasit yang mempunyai alat penghisap. Contoh speciesnya dalam darah yakni Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. Dalam hati yakni Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia). Dalam usus fasciola buski, dalam paru-paru paragonimus westermani. 

Cestoda (cacing pita), khusus sebagai parasit pada vertebrata. Cirinya badannya bersegmen-segmen (proglotid), kepalanya mempunyai alat penghisap, tidak mempunyai mulut serta alat pencernaan. Penyerapan makanannya oleh semua permukaan tubuh. Misalnya; taenia saginata, taenia solium. 

Biasanya platyhelminthes merugikan, lantaran jadi parasit untuk manusia ataupun hewan terkecuali planaria yang bisa digunakan untuk makanan ikan. 

Nemathelminthes (Cacing Giling) Nemathelminthes adalah jenis cacing yang hidup bebas sebagai parasit. Badannya berupa built panjang, tertutup susunan lilin, tidak bersegmen, simetris bilateral. Mempunyai mulut, anus tidak berkaki serta silium.

Kosmopolit atau ada di laut, air tawar, darat, kutub hingga tropis. Tidak mempunyai jantung serta peredaran darah namun mempunyai cairan serupa darah. Misalnya Ascaris megalocephala cacing perut pada kuda, Ascaris suilae cacing perut pada babi, Ancylostoma duodenale cacing tambang. 

Annelida (Cacing Gelang) Adalah hewan hemafrodit, mempunyai segmen seperti cincin, tripoblastik selomata, simetri nilateral, mempunyai sistem pencernaan yang lengkap serta bentuknya simetri bilateral. 

Klasifikasi annelida yakni polichaeta (cacing memiliki rambut banyak), oligochaeta (cacing memiliki rambut sedikit), serta hirudinea (cacing tidak memiliki rambut) seperti lintah. 


Mollusca (Hewan Lunak) adalah hewan bertubuh lunak serta bersifat kosmopolit (ada diaman-mana). Molusca udah mempunyai sistem pencernaan, peredaran, pernafasan, ekskresi, saraf, otot serta reproduksi yang terbungkus dalam sebuah mantel. Mantel ini mengekskresikan zat membentuk cangkang. Pembagian klasifikasinya yakni pelecypoda, chepalopoda, gastropoda.

Molusca bersifat menguntungkan untuk manusia yakni bisa dikonsumsi beberapa serta untuk hiasan (mutiara, tiram). Namun ada pula yang berbentuk merugikan seperti Tredo navalis (pengebor kayu di air asin), Limnaea trunchatula (pemicu penyakit fasciolosis pada ternak), Helix aspera (perusak tanaman budi daya).

Arthropoda (Hewan Kaki Berbuku-Buku) biasanya memiliki antenna sebagai alat peraba, mata oselus serta mata majemuk yang terdiri atas banyak omatidium. Badannya beruas-ruas kepala, dada serta perut. Bentuk simstris bilateral dengan rangka luar dari zat kitin.

Sistem organnya lengkap. Alat pernapasannya berbentuk trakea serta sistem sarafnya berbentuk sistem saraf tangga tali. Beralat kelamin terpisah dengan pembuahan internal serta perubahan hidupnya mengalami metamorphosis.

Klasifikasi arthropoda yakni crustacean (kelompok udang serta kepiting), arachnida (kelompok laba-laba), myriapoda (kelompok lipan), insecta (serangga).

Peran menguntungkan dari arthropoda yakni insect terlebih kelompok kupu-kupu serta lebah amat membantu beberapa petani lantaran bisa membantu proses penyerbukan pada bunga, bisa dibudidayakan, bisa menghasilkan sutra, untuk dikonsumsi, serta adalah mata rantai makanan yang sangat penting untuk kehidupan.

Tidak hanya mempunyai peran menguntungkan, arthropoda juga mempunyai karakter merugikan seperti menularkan beberapa jenis bibit penyakit, merusak tanaman budidaya manusia, parasit pada manusia, bisa merusak bahan bangunann serta yang lainnya.

Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) mempunyai duri tumpul atau runcing mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf, sistem pencernaan, respirasi dengan insang pada ringga tubuh. Reproduksi seksual secara eksternal bisa beregenerasi.

Klasifikasi dibedakan jadi 5 kelas yakni asteroidea (bintang laut), ophiusoidea (bintang ular), echinoidea (landak laut), holothuroidea (mentimun laut) serta crinoidea (lilia laut).
Echinodermata menguntungkan manusia, tidak hanya untuk bahan makanan juga sebagai bahan riset.

Dapat juga merugikan lantaran beberapa jenis merupakan predator molusca yang dimanfaatkan manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hewan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hewan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 
Esai Dengan Tema Dampak Aktivitas Perusahaan Terhadap Lingkungan

Esai Dengan Tema Dampak Aktivitas Perusahaan Terhadap Lingkungan

Esai Dengan Tema Dampak Aktivitas Perusahaan Terhadap Lingkungan - Berikut ini adalah contoh esai terbaru tentang kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan.

Kemajuan Industri Berbanding Terbalik dengan Keasrian Lingkungan

Saat ini pencemaran lingkungan adalah ancaman terbesar bagi umat manusia di planet ini. Hal ini bisa dilihat dari semakin kotornya lingkungan kita. Lingkungan yang terdiri dari tanah, air, udara, tumbuhan dan hewan semuanya tidak luput dari pencemaran lingkungan. Jika hal ini terus terjadi, maka keberadaan manusia dan alam akan segera musnah. Ironisnya, pencemaran lingkungan ini diakibatkan dari ulah manusia sendiri yang mengotori lingkungannya. 

Terlebih lagi dengan kemajuan jaman yang tidak bisa dibendung lagi. Hal ini memaksa manusia untuk melakukan produksi massal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga muncullah perusahaan – perusahaan yang bergerak di dalam bidang industri. Namun, pergeseran pola hidup manusia dari agraris menuju industri ini menyebabkan masalah yang sangat serius, yaitu semakin kotornya bumi ini akibat dari proses kegiatan produksi maupun hasil dari kegiatan produksi yang disebut juga dengan limbah.  

Untuk menjalankan produksinya, perusahaan sering sekali mengeksplorasi bumi secara besar – besaran. Bahkan, tidak memperhatikan keasrian lingkungan. Contohnya adalah perusahaan – perusahaan yang membutuhkan kayu sebagai bahan baku, seperti perusahaan kertas, mebel, dan lain – lain. Mereka menebang pohon-pohon dengan sangat massif. Akibatnya, bumi kita ini menjadi lebih hangat. Jika hal ini terus terjadi, maka bumi kita akan menjadi semakin panas hingga mendidih, bahkan bisa menjadi gurun. Hal ini juga akan menyebabkan melelehnya es di kutub utara dan selatan, sehingga bumi akan ditutupi dengan air laut yang akan menyebabkan kehancuran umat manusia.

Kegiatan produksi pada perusahaan industri- industri besar menghasilkan asap yang sangat banyak di udara. Asap tersebut merupakan hasil dari proses pembakaran. Akibatnya, udara menjadi sangat kotor dan beracun. Padahal, udara murni sangat dibutuhkan untuk bernafas. Jika kita bernafas dengan udara bersih, maka kesehatan kita akan membaik. Sebaliknya, udara yang telah tercemar menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan kita, bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Advertisement
Asap adalah akar dari polusi udara. Asap yang keluar dari industri, mobil dan rumah tangga adalah campuran karbon monoksida, karbon dioksida, metana, dan lain-lain. Gas – gas tersebut adalah gas beracun yang dapat menyebabkan penyakit, seperti kanker paru, dan TBC. Insiden yang sangat memprihatinkan adalah insiden kebocoran gas yang terjadi di Bhopal pada bulan Desember 1984. Ribuan warga Bhopal meninggal dunia karena masalah paru-paru yang disebabkan oleh gas metilamin dari Union Carbide Plant.

Selain menyebabkan polusi udara, perusahaan – perusahaan industri juga menyebabkan polusi air. Saat ini, Air di muka bumi baik di sungai, danau dan laut telah tercemar oleh berbagai bahan kimia berbahaya dan limbah biologis. Perusahaan – perusahaan tersebut dengan sengaja membuang limbahnya langsung menuju sungai, danau, dan laut. Akibatnya, perairan kita menjadi tercemar dan beracun, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga, seperti keperluan masak, minum, dan mencuci. Bahkan juga menyebabkan musnahnya biota – biota air, seperti ikan, tumbuhan air, dan lain – lain. 

Tidak hanya itu, kegiatan industri ini juga menyebabkan pencemaran tanah. Penggunaan pupuk kimia, insektisida dan pestisida secara berlebihan menyebabkan tanah kehilangan kesuburannya. Selain itu, penggunaan pestisida secara berlebihan juga menyebabkan sayuran dan buah-buahan menjadi beracun, sehingga berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia.

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa, lingkungan kita saat ini telah tercemar. Hal ini akibat dari kegiatan – kegiatan industri yang mencemarkan lingkungan seperti udara, air, dan tanah. Bila hal ini terus terjadi, maka kehidupan di muka bumi ini akan segera musnah. Padahal, Jika udara yang kita hirup, air yang kita minum dan tanah subur yang menghasilkan tanaman, sayuran dan buah-buahan tidak tercemar, maka manusia akan mendapatkan kesehatan yang baik dan umur yang panjang. Oleh karena itu jika kita tidak bertindak, maka manusia dan seluruh kehidupan di dalamnya akan musnah. 

Nama Bagian Tubuh Manusia

Tubuh manusia terdiri atas banyak bagian-bagian yang bersatu-padu membentuk satu kesatuan harmonis untuk melayani kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Terdapat banyak anggota tubuh manusia dari ujung rambut sampai ujung kaki yang masing-masing memiliki fungsi dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tubuh manusia yang kompleks dan sempurna merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dianugerahkan kepada manusia untuk selalu beribadah kepadanya.

Nama anggota badan atau bagian tubuh manusia terangkum dalam uraian berikut.
  • Bagian Kepala Nama-nama anggota tubuh bagian kepala manusia terdiri atas rambut, jidat, bola mata, wajah, alis, telinga, kelopak mata, bulu mata, hidung, lubang hidung, lesung pipi, pipi, dagu, kumis, jenggot, mulut, lidah, gigi, bibir, dan gusi.
  • Bagian Badan Atas. Leher, jakun, pundak atau bahu, tenggorokan, dada, perut, pusar, punggung, putting, payudara, dan rusuk merupakan nama-nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian badan atas.
  • Bagian Badan Bawah Pinggang, panggul, pantat, kemaluan, kemaluan laki-laki, kemaluan perempuan, dubur, dan buah pelir merupakan nama-nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian badan bawah.
  • Bagian Tangan. Nama- nama bagian tubuh manusia yang ada pada bagian tangan yaitu ketiak, lengan atas, siku, lengan bawah, telapak tangan, ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking, bulu ketiak, kuku, dan pergelangan tangan.
  • Bagian Kaki. Paha, lutut, betis, mata kaki, telapak kaki, punggung kaki, tumit, dan jari kaki merupakan nama-nama anggota tubuh yang ada pada bagian kaki.
  • Bagian Umum. Nama-nama anggota tubuh pada bagian umum terdiri atas kulit, bulu, dan pori-pori.
  • Bagian Dalam. Otak, darah, daging, tulang, otot, usus, jantung, paru-paru, lambung, ginjal, hati, dan pancreas merupakan nama-nama anggota tubuh yang terdapat pada bagian dalam tubuh manusia.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberikan tubuh yang sempurna dan berfungsi dengan baik. Kita akan sangat kesulitan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari jika anggota tubuh kita tidak lengkap atau cacat. Bersyukur, merawat dengan baik dan dimanfaatkan untuk kebaikan adalah cara terbaik dalam penggunaan anggota tubuh kita.

Rambut merupakan bagian tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi. Seperti halnya rambut di kepala manusia yang memiliki fungsi melindungi kepala dari sinar matahari secara langsung. Oleh karena itu, rambut di kepala harus dirawat di antaranya dengan cara keramas, disisir, dan dirapikan misalnya dengan diikat.

Hari ini rambut Dayu nampak lain. Rambut Dayu diikat dengan tali rambut sehingga terlihat rapi dan cantik. Edo pun bertanya kepada Dayu, “Dayu tali rambutnya bagus, di mana kamu beli? Aku ingin membelikan adikku”. “Tali rambut ini oleh-oleh Bibiku dari bandung, banyak kok ada satu lusin. Nanti aku beri saja untuk adikmu”, jawab Dayu. “Satu lusin itu berapa banyak, Dayu?, tanya Edo lagi. “Sebentar, aku ambilku tali rambutku yang lain”, kata Dayu. Kemudian, Dayu memperlihatkan satu lusin ikat rambut. Dalam kotak di bawah ini terdapat gambar satu lusin ikat rambut.

Berapa banyak satu lusin ikat rambut?
Hitunglah banyak ikat rambut dalam kotak di atas. 1 lusin =  12 buah
Dayu juga bercerita kepada teman-teman, jika bibinya juga membelikan kain serbet kepada ibunya sebanyak satu kodi. Berikut merupakan gambar 1 kodi kain serbet.
Berapa banyak satu kodi kain serbet?
Hitunglah banyak kain serbet dalam kotak di atas. 1 kodi = 20 potong
Selain satuan lusin dan kodi juga ada satuan yang dinamakan rim dan gros. Berapa banyak satu rim dan satu gros?
1 rim = 500 lembar, 1 gross = 144 buah atau 12 Lusin

Kerjakan soal-soal berikut!
1. Dayu akan membeli ikat rambut disebuah toko. Di toko tersebut ada 5 lusin ikat rambut. Dayu membeli setengah lusin.
5 lusin =  5 x 12 = 60 buah
1/2 lusin = 6 buah
2. Ibu Ayu seorang penjual kain batik. Ibu Ayu mempunyai persediaan 8 kodi kain batik. Hari ini ibu Ayu sudah menjual 1/4 kodi kain batik.
8 kodi =  8 x 20 = 160 potong
1/4 kodi = 5 potong
3. Pak Heri sebagai penjaga kios fotokopi. Di kios Pak Heri terdapat persediaan 6 rim kertas foto kopi. Pak Heri sudah menggunakan 1 1/2 rim kertas untuk memfotokopi.
6 rim = 6 x 500 = 3.000 lembar
1 1/2 rim = 1,5 x 500 = 750 lembar
4. Ibu Nita seorang penjahit. Ibu Nita mempunyai persediaan 1/2 gros kancing baju yang polos.
1/2 gros = 0,5 x 12 = 6 lusin
1/2 gros = 0,5 x 144 = 72 buah buah

Apa nama anggota tubuh yang kamu gunakan untuk berjalan, makan, menulis, dan membaca?
1. Berjalan, anggota tubuh yang digunakan adalah kaki
2. Makan, anggota tubuh yang digunakan tangan dan mulut
3. Menulis, anggota tubuh yang digunakan adalah tangan
4. Membaca, anggota tubuh yang digunakan adalah mata

Isilah dengan bilangan yang benar.
1. 2 lusin + 2 buah = (2 x 12) + 2 = 24 + 2 = 26 buah.
2. 1/3 gros + 36 buah = (1/3 x 144) + 36 = (48 + 36) : 12 = 84 : 12 = 7 lusin.
3. 3 kodi – 15 potong = ( 3 x 20) - 15 = 60 - 15 = 45 potong.
4. 2 rim – 24 lembar = ( 2 x 500) - 24 = 1.000 - 24 = 976 lembar.
5. 1 gros – 5 lusin + 8 buah = (1 x 144) - (5 x 12) + 8 = 144 + 60 + 8 = 212 buah.

Hubungkan kelompok yang isinya sama banyak.
3 lusin + 7 buah = (3 x 12) + 7 = 36 + 7 = 43 buah
4 kodi + 2 buah = (4 x 20) + 2 = 40 + 2 = 42 buah
1/2 rim + 15 buah = (1/2 x 500) + 15 = 250 + 15 = 265 buah
1/4 gros + 19 buah = (1/4 x 144) + 19 = 36 + 19 = 55 buah
2 gros + 3 lusin = (2 x 144) + (3 x 12) = 288 + 36 = 324 buah

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes. Pengertian Platyhelminthes (Cacing Pipih), Ciri-Ciri dari Platyhelminthes (Cacing Pipih), Klasifikasi Platyhelminthes (Cacing Pipih), Siklus Kehidupan Platyhelminthes (Cacing Pipih), Peranan Platyhelminthes (Cacing Pipih), dan Usaha Mencegah Platyhelminthes (Cacing Pipih).

Pengertian Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: areyouinvertebrate.weebly.com
Platyhelmintes (Cacing Pipih) yaitu filum dalam kerajaan Animalia (hewan) yang miliki sifat tripoblastik yang hidup parasit serta mempunyai bentuk tubuh yang rata (pipih). Ada 18.500 spesies dari Platyhelmintes (cacing pipih).

Istilah Platyhelmintes datang dari bahasa Yunani yang terbagi dalam kata Platy yang memiliki arti pipih serta Helmintes yang cacing. Platyhelmintes adalah filum ketiga dari kindom animalia (hewan) setelah porifera serta coelenterata.

Struktur serta Fungsi Tubuh Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu cacing yang termasuk triplobalstik aselomata lantaran mempunyai 3 susunan embrional yang terbagi dalam ektoderma, endoderma, serta mesoderma. Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan cacing kelompok lainnya diantaranya sebagai berikut ini:

System Pencernaan: 

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu gastrovaskuler, di mana peredaran makanan tidak melalui darah namun oleh usus.

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) dimulai dari mulut, faring, serta ke kerongkongan. Di bagian belakang kerongkongan ada usus yang bercabang ke seluruh tubuh. Hingga usus tidak cuma mengolah makanan namun usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

System Syaraf: 

Ada beberapa jenis system saraf pada Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:

System syaraf tangga tali adalah system saraf yang paling simpel. Pada system itu, pusat susunan saraf disebut juga dengan ganglion otak ada di bagian kepala serta jumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak itu keluar tali saraf sisi yang memanjang pada bagian kiri serta kanan tubuh yang dikaitkan dengan serabut saraf melintang.

Pada cacing pipih yang lebih tinggi tingkatannya, system saraf bisa tersusun dari sel saraf (neuron) yang dibedakan jadi sel saraf sensori (sel pembawa signal dari indera ke otak), sel saraf motor (sel pembawa dari otak ke efektor, serta sel asosiasi (penghubung).

Indera: Dari beberapa bentuk Platyhelmintes (cacing pipih) memiliki system penginderaan berbentuk oseli, yakni bintik mata yang memiliki kandungan pigmen sensitif pada sinar. Bintik mata itu umumnya berjumlah sepasang serta ada pada bagian anterior (kepala).

Semua cacing pipih mempunyai indra meraba serta sel kemoresptor di semua badannya. Beberapa spesies juga mempunyai indra tambahan berbentuk aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), serta reoreseptor (organ untuk memahami arah aliran sungai).

Biasanya Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai system osmoregulasi yang disebut juga dengan protonefridia. System ini terbagi dalam saluran pengeluaran cairan yang dipunyainya disebut dengan protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedang, sisa metabolisme badannya di keluarkan secara difusi lewat dinding sel.

Reproduksi: Meskipun Platyhelmintes (cacing pipih) adalah hewan hemafrodit, beberapa cacing tidak dapat melakukan perkawinan secara individu.

Reproduksi dilakukan secara aseksual serta seksual. Reproduksi seksual yaitu dengan menghasilkan gamet. Fertilisasi ovum terjadi di dalam tubuh. Fertilisasi bisa dilakukan sendiri atau mungkin dengan pasangan lain.

Ciri-Ciri Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: zoology2014peter.weebly.com
Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai beberapa ciri/karakteristik umum diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk tubuh pipih, simetris serta tidak bersegmen 
  2. Ukuran tubuh mikroskopis serta ada pula yang mempunyai panjang tubuh 20 cm yakni cacing pita. 
  3. Mempunyai satu lubang yakni di mulut tanpa dubur 
  4. Memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta miliki sifat hermafodit (dua kelamin) 
  5. Hidup parasit serta ada pula yang hidup bebas 
  6. Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab, atau dalam tubuh organisme lain. 
  7. Melakukan perkembangbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan perkawinan silang serta bereproduksi secara vegetatif yakni membelah diri 
  8. Peka terhadap sinar 
  9. Tidak mempunyai system pernapasan. Cacing pipih memakai pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Masuknya oksigen ke pori-pori lewat cara difusi. 
  10. Tidak memiliki rongga sejati, tetapi mempunyai simetri bilateral 
  11. Tidak mempunyai system pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelmintes (cacing pipi) lewat rongga gastrovaskular 
  12. Memiliki system saraf tanggal tali serta mempunyai mata 
  13. Platyhelminthes (cacing pipih) tidak memiliki pembuluh darah. Sehingga rongga gastrovaskular beperan mendistribusikan nutrisi ke semua tubuh. 
  14. Platyhelminthes (cacing pipih) miliki sifat triploblastik (mempunyai tiga susunan embrional), yakni epidermis (susunan luar), mesodermis (susunan tengah), serta endodermis (susunan dalam). 

Klasifikasi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: haikudeck.com
Platyhelmintes (cacing pipih) dibedakan jadi 3 kelas diantaranya sebagai berikut ini:

Turbellaria (Cacing Rambut Getar):

Kelas turbellaria yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang memakai bulu getar sebagai alat geraknya. Misalnya: Planaria

Trematoda (Cacing Isap):

Kelas Trematoda yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai alat hisap yang dilengkapi dengan kait yang berperan untuk menempelkan diri pada inangnya lantaran kelompok ini hidup secara parasit pada manusia serta hewan.

Contoh Trematoda yaitu fasciola (cacing hati), Clonorchis, serta Schistosoma. Pada trematoda dewasa hidup dalam usus, hati, ginjal, paru-paru serta pembuluh darah vertebrata.

Cestoda (Cacing Pita):

Kelas Cestoda (cacing pita) yaitu sisi Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai kulit yang dilapisi dengan kitin hingga tidak tercemar oleh enzim di usus inang. Cacing pipih hidup parasit pada hewan, misalnya yaitu taenia solium serta T. Saginata.

Spesies ini mempunyai skoleks yang berperan atau dipakai untuk melekat pada usus inang. Reproduksi taenia yaitu memakai telur yang sudah dibuahi serta didalamnya terdapat larva yang disebut juga dengan onkosfer.

Siklus Hidup/Daur Hidup Platyhelmintes (Cacing Pipih) 

Fasciola hepatica: telur (bersama feces) larva bersilia (mirasidium) siput air (lymnea auricularis atau lymnea javanica) sporokista redia serkaria keluar dari tubuh siput melekat pada rumput/tanaman air membentuk kista (metaserkaria) dikonsumsi domba (hepatica)/sapi (gigancatia) usus hati hingga dewasa.

Chlornosis sinensis: telur (bersama feces) mirasium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput ikan air tawar (melekat di ototnya) membentuk kista (metaserkaria) ikan dikonsumsi saluran pencernaan hati hingga dewasa.

Schistosoma javanicum: telur (bersama feces mirasidium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput menembus kulit manusia pembuluh darah vena.

Taenia saginata/taenia solium: Proglotid (bersama feces) mencemari makanan babi babi usus babi (telur menetas jadi hexacan) aliran darah otot/daging (sistiserkus) manusia usus manusia (sistiserkus pecah skolex melekat di dinding usus) hingga dewasa di manusia keluar bersama feces.

Fungsi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Biasanya Platyhelmintes merupakan cacing yang merugikan lantaran miliki sifat parasi pada manusia serta hewan, tetapi ada spesies Platyhelmintes (cacing pipih) yang tidak merugikan manusia atau hewan yakni Planaria.

Planaria mempunyai fungsi yang digunakan sebagai makanan ikan. Platyhelmintes (cacing pipih) lebih banyak memberikan efek kerugian untuk manusia serta hewan, lantaran cacing itu juga merupakan parasit dalat hewan, saat manusia mengonsumsinya, efeknya bisa merugikan manusia lantaran terinfeksi cacing yang bisa menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan manusia.

Upaya Mencegah Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Platyhelmintes adalah cacing yang biasanya merugikan manusia serta hewan, hingga dibutuhkan usaha yang bisa berupaya mencegah masuknya atau terinfeksi Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Memutuskan daur hidupnya 
  2. Menghidari infeksi dari larva cacing 
  3. Tidak membuang tinja sembarangan serta membuang tinja secara teratur (sesuai dengan kriteria hidup sehat) 
  4. Tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang (masak daging hingga matang).
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Platyhelminthes (Cacing Pipih) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Platyhelminthes (Cacing Pipih). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. artikelsiana.com