Showing posts sorted by relevance for query pembuluh darah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pembuluh darah. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit. Pengertian Kulit, Fungsi dari Kulit, Struktur yang ada dalam Kulit, Bagian-Bagian Kulit, Lapisan Kulit dan penjelasan lengkapnya. Seperti apa peranan Kulit dalam tubuh kita? Berikut penjelasannya.

Pengertian Kulit 

Sumber: tipsmemutihkankulit.com
Kulit yakni organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan lebih kurang 7 persen dari berat tubuh keseluruhnya. Pada permukaan luar kulit ada pori–pori (rongga) sebagai tempat keluarnya keringat.

Kulit yakni organ yang memiliki banyak manfaat, satu diantaranya yakni sebagai pelindung tubuh dari beragam macam hal yang dapat membahayakan, sebagai alat indera peraba, sebagai satu di antara organ yang berperan dalam eksresi, pengatur suhu tubuh, dan sebagainya.

Secara umum kulit memiliki 2 susunan yaitu Epidermis (Kulit ari) dan Dermis (Kulit Jangat) serta ada susunan lemak bawah kulit (Hipodermis) yang juga sering kali dibicarakan.

Beberapa sumber juga mengemukakan bila susunan lemak bawah kulit termasuk juga ke dalam susunan kulit, tidak dipisahkan dalam pengelompokkan susunan kulit itu.

Fungsi Kulit 

Sumber: doktermeta.blog.inharmonyclinic.com
Sebagai Pelindung tubuh dari beragam macam ancaman 

Oleh karena adanya kulit sebagai segi terluar tubuh, tubuh kita dapat terlindung dari beragam macam bentuk ancaman seperti mikroorganisme yang beresiko, sinar matahari, mengurangi kerusakan akibat terbentur, serta melindungi kontak langsung dengan zat kimia.

Sebagai Indra Peraba 

Pada kulit banyak ujung–ujung persyarafan tubuh, oleh sebab itu ketika mendapatkan rangsangan, kita dapat merasakaanya lewat tubuh. Umpamanya seperti rangsangan sentuhan, panas, dingin, nyeri, dan sebagainya.

Sebagai Alat Eksresi 

Kulit yaitu tempat keluarnya keringat, keringat ini yaitu sisa metabolisme yang terdiri atas bermacam unsur yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Kulit mengeluarkan lebih kurang 1 liter keringat dalam sehari, keringat itu dikeluarkan dari pori–pori (rongga kecil pada permukaan kulit).

Sebagai Pengatur Suhu Tubuh 

Kulit selalu membuat perlindungan agar suhu tubuh tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan, artinya tetap diusahakan suhu tubuh tidak berubah walaupun terjadi perubahan suhu lingkungan.

Proses ini dikerjakan dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukkan panas tubuh oleh kulit. Sewajarnya suhu tubuh manusia 36,6 – 37,2 derajat celcius, dan suhu kulit lebih rendah sedikit dari suhu tubuh.

Sebagai Penyimpan Lemak 

Segi bawah susunan dermis kulit bertindak sebagai daerah untuk menyimpan lemak. Lemak disimpan berwujud tetes-tetes lemak, dan lemak itu akan digunakan bila diperlukan, umpamanya ketika dibutuhkan energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena juga bertindak sebagai cadangan energi.

Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D 

Pada Kulit ada provitamin D yang datang dari makanan, dengan pertolongan sinar ultraviolet dari matahari, vitamin D itu akan dirubah jadi vitamin D.

Susunan–Susunan Kulit

Sumber: christiyoda.blogspot.co.id
Susunan kulit Terdiri atas Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari), Dermis (Susunan Dalam atau Kulit Jangat), dan Hipodermis (Susunan pengikat Bawah kulit atau Susunan Lemak kulit)

Susunan Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari)   

Susunan Epidermis memiliki tebal kurang lebih 0,1 mm dan terdiri atas empat susunan jaringan epitel. Setiap Susunan pada Epidermis memiliki ciri khas sendiri, Susunan

Epidermis ini tidak memiliki pembuluh darah, sampai ia mendapatkan suplai nutrisi lewat proses difusi dari susunan dermis yang ada dibawahnya. Berikut ini yakni 4 Susunan pada Epidermis:

Susunan Tanduk (Stratum Korneum)

Susunan Korneum yaitu susunan kulit paling luar dari tubuh, susunan ini senantiasa mengalami deskuamasi (pengelupasan susunan paling luar) secara terus menerus.

Bermacam sel penyusun jaringan ini akan dihidrolisis jadi kreatin (zat tanduk) yang tahan air, oleh sebab itu disebut juga tersusun oleh sel–sel mati.

Susunan ini tidak dilapisi oleh pembuluh darah, hingga bila terkelupas tidak akan mengakibatkan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Susunan ini bertindak untuk menghindari masuknya bakteri dan mengurangi menguapnya cairan.

Susunan Malphigi (Stratum Granulosum)

Susunan Malphigi yaitu susunan kulit yang disusun oleh sel–sel hidup yang mendapatkan nutrisi dari pembuluh kapiler pada susunan dermis. Susunan malphigi yaitu susunan yang melakukan tindakan dalam memberi warna pada kulit manusia. Zat paling penting dalam pewarnaan kulit ini disebut juga dengan Melanin.

Tentunya kita sudah sama-sama mengetahui bila warna kulit bisa berlainan, bisa hitam, putih, sawo matang, dan sebagainya. Bila tertumpuknya melanin pada suatu tempat akan terbentuk bintik berwarna hitam dan tahi lalat.

Susunan Spinosum (Stratus Spinosum)

Susunan Spinosum yaitu susunan kulit yang disusun oleh beragam sel yang tidak beraturan mempunyai bentuk. Sel–sel pada susunan ini memiliki kekuatan untuk membelah diri. Susunan ini bertindak untuk melindungi kapabilitas dan kelenturan kulit.

Susunan Basal (Stratum Germinativum)

Susunan Basal yaitu susunan kulit yang secara kontinu senantiasa membelah diri untuk memperbarui segi Epidermis yang rusak. Susunan Ini yaitu susunan paling bawah dari segi epidermis. Susunan Basal Selalu membentuk kulit yang baru sampai kulit terjaga secara periodik.

Susunan Dermis (Kulit Jangat) 

Susunan Dermis (Kulit Jangat) yakni susunan kulit yang terdiri atas pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat.

Pembuluh darah pada susunan ini sangat luas sampai bisa menyimpan lebih kurang 5 persen dari jumlah darah di seluruh tubuh. Berikut ini yakni keterangan untuk penyusun Kulit Dermis:

Pembuluh Darah, Yaitu pembuluh darah kapiler yang bertindak sebagai pemberi nutrisi dan oksigen pada sel–sel kulit serta rambut agar tidak mati dan rusak. Pembuluh darah juga bertindak dalam melindungi panas tubuh karena adanya oksigen di dalam pembuluh darah.

Ujung Saraf Indra, terbagi dalam ujung saraf peraba dan ujung saraf perasa. Segi ujung saraf perasa ini dapat merasakan rangsangan berbentuk sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan ujung saraf peraba dapat merasakan kasar atau halusnya suatu hal.

Ujung saraf ini tidak menyebar rata ke seluruh permukaan susunan dermis, umpamanya ujung–ujung jari lebih banyak memiliki ujung–ujung saraf peraba.

Kelenjar Keringat, yaitu kelenjar yang berperan untuk sistem eksresi keringat yang terdiri atas air dan mineral lain. Seperti yang udah saya jelaskan di awal, keringat dihasilkan lalu dibawa ke permukaan untuk dikeluarkan lewat pori–pori (rongga kulit). Keringat yaitu zat–zat sisa metabolisme terlebih garam dapur.

Katung Rambut, yaitu segi rambut yang memuat akar dan batang rambut. Rambut dapat tumbuh karena mendapatkan suplai nutrisi dari pembuluh kapiler ke akar rambut. Di dekat akar rambut ada otot–otot yang dapat menegangkan rambut ketika ia berkontraksi, dan dekat akar rambut ada ujung–ujung saraf perasa, sampai saat rambut dicabut kita dapat merasakannya.

Kelenjar Minyak, yaitu kelenjar yang ada di sekitar batang rambut. Kelenjar minyak bertindak untuk menghasilkan minyak yang melindungi rambut tetap sehat dan agar rambut tidak kering.

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) 

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) yaitu jaringan ikat yang ada di bawah susunan dermis, namun batas pemisah antara segi Hipodermis dengan segi dermis ini tidak jelas.

Susunan ini yaitu daerah untuk menyimpan lemak dalam tubuh, sampai sering kali dikenal juga dengan Susunan Lemak Bawah Tubuh. Lemak itu berperan untuk melindungi dari bentrokan benda keras, sebagai penjaga suhu tubuh karena lemak dapat menyimpan panas, dan sebagai sumber daya cadangan.
Sumber: tips-cara-memutihkan-kulit.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kulit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kulit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi. Pengertian Gigi, Struktur Gigi, Fungsi Gigi, dan Berbagai Macam Jenis Gigi. Mulai dari usia anak hingga usia dewasa.

Pengertian serta Fungsi Gigi Manusia

Sumber: ibu-zahraa.blogspot.co.id
Gigi yakni alat pencernaan mekanik yang ada pada bagian mulut. Gigi bertindak untuk merobek, memotong dan mengunyah makanan, seperti saat sebelum makanan itu akan masuk ke kerongkongan. Gigi memiliki susunan keras sehingga memudahkan untuk menjalani fungsinya.

Bagian–Bagian Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Setiap gigi manusia memiliki 3 sisi paling penting, yakni:
  1. Puncak atau Mahkota Gigi, yaitu segi gigi yang kelihatan dari luar, segi ini dilapisi oleh susunan pelindung yang disebut juga dengan e-mail gigi. 
  2. Leher Gigi, yaitu segi gigi yang telah tertanam oleh gusi, segi ini ada di bawah mahkota gigi dan di atas akar gigi. 
  3. Akar Gigi, yaitu segi gigi yang tertanam di bawah rahang dan tidak kelihatan dari luar, masing-masing bentuk gigi pada manusia memiliki jumlah akar gigi yang tidak sama. 
Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 4 susunan, yaitu:

E-mail Gigi, yaitu susunan yang melapisi segi mahkota gigi. E-mail gigi yaitu segi yang sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Segi e-mail gigi paling keras ada pada bagian mahkota yang peranannya sebagai pelindung, lalu semakin ke bawah e-mail gigi semakin tipis hingga pada akhirnya hilang ketika memasuki akar gigi.

Sementum Gigi, yaitu segi gigi yang melapisi akar gigi. Sementum berperan untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya tumbuh. Susunan Sementum tidaklah sekeras e-mail pada mahkota gigi. Semen akan semakin tebal bersamaan dengan bertambahnya usia.

Tulang Gigi (Dentin), yaitu susunan gigi yang ada setelah susunan e-mail gigi pada mahkota dan ada setelah susunan sementum pada akar gigi.

Dentin memiliki susunan seperti tulang namun lebih keras, karena memiliki konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karenanya ia sering kali disebut juga dengan Tulang Gigi. Dentin yaitu susunan terluas pada gigi karena melapisi seluruh tubuh gigi, dari mahkota sampai akar.

Rongga Gigi (Pulpa), yaitu jaringan lunak pada tengah gigi yang berupa rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf.

Pulpa berperan untuk memberi nutrisi pada gigi karena memiliki pembuluh darah, juga berperan untuk mengidentifikasi bila ada zat asing dalam gigi karena memiliki pembuluh saraf. Pulpa juga bertindak untuk membuat susunan dentin.

Jenis Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu:

Gigi Seri, yaitu gigi yang mempunyai satu akar dan berperan untuk memotong atau mengerat makanan. Gigi seri berupa tegak dengan mahkota yang horizontal. Manusia dewasa memiliki 4 gigi seri, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Taring, yaitu gigi yang memiliki satu akar dan berperan untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi taring berupa tegak dan agak runcing. Manusia dewasa memiliki 4 gigi taring, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Geraham Depan (Premolar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 akar dan berperan untuk menggiling dan mengunyah makanan. Gigi Premolar berupa rendah dan ada beberapa benjolan pada bagian mahkotanya. Manusia Dewasa memiliki 8 Gigi Premolar, yaitu 4 di rahang bawah, dan 4 di rahang atas.

Gigi Geraham Belakang (Gigi Molar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 atau 3 akar dan berperan untuk menggilas, melumat, menghancurkan, dan melembutkan makanan. Gigi Molar memiliki bentuk yang hampir sama juga dengan gigi Premolar di atas.

Manusia dewasa memiliki 12 gigi Molar permanen. Masing – masing 6 di rahang atas dan bawah. Bersumber pada usianya Gigi terbagi jadi 2 bentuk, yaitu:

Gigi Susu, yaitu gigi yang tumbuh pertama kalinya pada manusia, seiring waktu berjalan dan bertambahnya usia, gigi susu ini akan digantikan oleh gigi permanen. Umumnya gigi susu mulai berkembang sejak usia 6, 7 atau 8 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh yakni gigi seri pada rahang bawah.

Gigi ini akan tumbuh lengkap ketika manusia berusia 2,5 – 3 tahun. Lalu akan tanggal satu per satu mulai sejak usia 6 tahun dan mulai digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu berjumlah 20 buah semuanya yaitu 8 Gigi seri, 4 Gigi taring, dan 8 gigi premolar.

Gigi Permanen, yaitu gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan gigi ini tidak akan tanggal dengan sendirinya juga tidak akan digantikan oleh gigi lain selama kehidupan. Gigi permanen semuanya berjumlah 32 buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 Gigi Premolar, dan 12 Gigi Molar.

Susunan Gigi Pada Manusia 

Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

S = Gigi Seri
T = Gigi Taring
G = Geraham

Struktur Sekitar Gigi 

Ligamen Periodontal, yaitu susunan jaringan ikat yang melekat pada akar gigi dan melekat ke tulang. Ligamentum periodontal akan berlanjut dengan jaringan gingiva (gusi) dan terkait dengan ruang pembuluh darah yang ada pada tulang.

Oral Mukosa, yakni rongga mulut yang dilapisi sel epitel gepeng berlapis. Oral mukosa memiliki peranan paling penting untuk melindungi jaringan atau organ lain yang ada pada rongga mulut.

Gingiva (Gusi), yaitu mukosa mulut yang menutupi tulang maksila dan mandiula di dalam rongga mulut. Jaringan gingiva ini sendiri sebenarnya berwarna transparan, warna merah terbentuk karena banyak pembuluh darah di bagian itu. Peranan gusi yakni untuk melindungi akar gigi dan jaringan sekitar akar gigi.

Saraf dan pembuluh darah, seperti pada organ yang lain, di sekitar gigi ada juga pembuluh saraf dan pembuluh darah. Pembuluh saraf berperan untuk menerima dan memberikan rangsangan, sedangkan pembuluh darah berperan untuk memberikan konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh susunan di sekitarnya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gigi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gigi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Ginjal

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Ginjal. Pengertian Ginjal, Fungsi dari Ginjal, Bagian-Bagian dari Ginjal, Peranan dari Tiap-Tiap Bagian Ginjal, Peran Penting Ginjal dalam Kehidupan Manusia. Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang harus dijaga kesehatannya.

Pengertian Ginjal

Sumber: health.kompas.com
Ginjal jadi satu diantara beberapa organ yang paling penting di dalam tubuh manusia. Biasanya manusia mempunyai dua buah ginjal yang ada pada bagian kanan serta kirinya.

Ginjal jadi satu diantara organ manusia yang bermanfaat sebagai filter atau alat penyaring. Apa yang dapat di saring ginjal? Jelas saja darah manusia yang memiliki kandungan bahan-bahan lainnya.

Bila bahan itu penting, maka akan di serap kembali oleh organ penyerap. Tetapi bila bahan itu tidak penting, maka akan di buang lewat urin atau kencing.

Bentuk ginjal yang menyerupai seperti kacang merah ini terdapat di bawah perut bagian kanan serta kiri tulang vertebrate.

Berikut ini yaitu penjelasan dari 13 bagian ginjal manusia, peranan serta penuturannya: 

Memang seperti apakah ginjal manusia itu? Apakah fungsi dari organ yang satu itu? Sampai-sampai begitu penting peranannya?

Pada ginjal manusia ada beberapa sisi paling utama yang bisa membantu proses berjalannya fungsi ginjal secara prima, yang bisa membuat perlindungan pada ginjal supaya tidak gampang terjadi kerusakan pada sisi organ tubuh yang lain.

Ginjal mempunyai ukuran yang beragam, tergantung dari bentuk kelamin, usia serta ada tidaknya ginjal pada segi yang lain. Ginjal juga mempunyai organ yang lain yang mempunyai manfaat masing-masing untuk membantu proses pencernaan di dalam tubuh.

Sisi paling utama ginjal manusia terbagi dalam korteks, pelvis, medulla, ureter, vena ginjal serta arteri ginjal.

Bagian-Bagian Ginjal

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
  • Korteks 
Bagian-bagian ginjal manusia yang paling penting yaitu korteks. Tempat inilah yang dijadikan muara asalnya urin berasal.

Di dalam korteks ada jutaan nefron-nefron yang di dalamnya terdapat tubuh Malpighi. Tiap tubuh Malpighi tersusun atas glomerulus, kapsula bowman, dan beberapa tubulus tubulus pendukung untuk proses pemfilteran. Darah manusia akan mulai di filter di bagian ini.

Nefron yang terdapat di dalam nefron itu mempunyai susunan serta manfaat sendiri. bagian inilah yang jadi unit paling kecil dari ginjal, di mana mempunyai fungsional tersendiri. berikut ini yaitu sisi bagian yang ada di dalam nefron:
Sumber: penyakit-ginjal.com
  • Nefron 
Berikut inilah tempat darah yang ada di dalam tubuh di saring. Di dalam tiap nefron ada sisi bagian penting seperti glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proximal, tubulus kontortus distal, tubulus kolektivus dan lengkung henle.
  • Glomerulus 
Di bagian glomerulus ini darah yang masuk akan di saring zat-zat yang masih tetap berfungsi. Seperti air, garam, asam amino, glukosa (zat gula), dan urea. Hasil penyaringan dari sisi inilah yang merupakan urin primer.
  • Kapsul bowman 
Di namakan sebagai kapsul bowman lantaran bentuk organ ini menyerupai kapsul atau kantung yang mana di temukan oleh peneliti Sir William Bowman. Kapsul bowman ini membungkus glomerulus.
  • Tubulus kontortus proximal 
Pada tempat inilah yang menghasilkan urin sekunder. Di dalam tubulus kontortus proximal, darah yang datang dari glomerulus melakukan penyerapan kembali. Sebab darah yang udah jadi urin primer ini masih tetap memiliki kandungan zat-zat yang bermanfaat.

Pada proses ini dikenal dengan nama reabsorpsi atau penyerapan kembali. Tubulus kontortus proximal masih tetap menerima glukosa, asam amino, air dan garam yang penting untuk tubuh.
  • Lengkung henle 
Di namakan dengan lengkung henle lantaran anatomi organ ini memanglah melengkung. Susunan seperti ini memanglah di butuhkan dalam menyaring serta sebagai penghubung antara tubulus kontortus proximal dengan tubulus kontortus distal.
  • Tubulus kontortus distal 
Di bagian ini, urin yang masih tetap dalam tahap urin sekunder melepas zat-zat yang masih tetap berfungsi. Lantas mendapatkan tambahan zat-zat sisa atau pembuangan yang tidak berfungsi. Di sinilah terbentuknya urin yang sebenarnya, di mana nanti dikeluarkan dari tubuh manusia.
  • Tubulus kolektivus 
Sisi ini jadi bagian paling akhir pada bagian nefron. Memiliki bentuk yang menyerupai selang jadi saluran paling akhir serta terpanjang dalam ginjal.

Manfaatnya untuk menyimpan urin sebenarnya dari hasil pemrosesan serta penyerapan di dalam nefron. Lantas setelah dari sini, urin-urin tersebut di teruskan ke pelvis. Selanjutnya akan di tampung saat sebelum benar-benar dikeluarkan di kandung kemih.
  • Medulla 
Medulla ini adalah jaringan yang berwujud seperti piramida-piramida, di mana terdapat lengkung henle. Medulla yaitu tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler serta kapsul bowman. Di tempat ini urin primer akan mengalami proses panjang saat sebelum jadi urin sekunder.

Lantas sesudah melalui proses penyerapan yang panjang, urin tadi akan di proses jadi urin yang sebenarnya. Kemudian dikeluarkan sebagai air kencing. Medulla ini jadi tempat yang menhubungkan antara tubulus kontortus proximal dengan tubulus kontortus distal.
  • Arteri ginjal 
Adalah pembuluh nadi yang bermanfaat untuk membawa darah ke dalam ginjal. Setelah sampai di dalam ginjal, darah itu masuk ke dalam glomerulus untuk di filter atau saring.

Darah yang masih tetap mengandung zat-zat bermanfaat seperti protein serta asam amino akan kembali di serap serta di gunakan tubuh. Bila darah itu cuma memiliki kandungan urea serta mengandung zat yang tidak bermanfaat lainnya, akan berlanjut hingga kandung kemih.
  • Vena ginjal 
Vena ginjal adalah sisi paling utama dari ginjal. Vena ginjal yaitu pembuluh balik yang bermanfaat untuk membawa darah keluar dari dalam ginjal menuju vena cava inferior.

Urutan pemprosesan vena ginjal yaitu sesudah melalui Darah itu lantas akan di alirkan kembali ke dalam jantung untuk di proses jadi darah bersih atau yang memiliki kandungan oksigen.
  • Ureter 
Ureter adalah erupakan yang amat berfungsi untuk mengalirkan urin yang sebenarnya dari ginjal ke kandung kemih. Ureter berwujud seperti saluran maskuler yang silinder di dalam tubuh.

Panjang ureter yaitu kurang lebih 20-30 dengan diameter maksimum kurang lebih 1,7 cm di dekat kandung kemih serta yang berjalan dari hilus ginjal yang menuju kandung kemih.

Ureter terbagi jadi pars abdominalis, pelvis serta intravesikalis. Serta ureter mempunyai dinding ureter yang terbagi dalam mukosa yang dilapisi oleh beberapa sel transisional.
  • Pelvis 
Pelvis ini bermanfaat sebagai sebagai tempat penampungan sementara urin yang udah di filter atau di saring di dalam ginjal.

Nantinya bila tempat penampungan ini penuh, urin akan turun lewat ureter menuju kandung kemih. Bila kandung kemihnya penuh, syaraf serta otot akan berkontraksi untuk mengirimkan tanda sinyal kuat ke sisi bagian otak manusia bahwa tubuh akan segera mengeluarkan ‘pipis’.

Bagian Ginjal Lainnya 

Sumber: obatginjal.org
Tidak hanya 13 sisi ginjal pada manusia yang utama di atas, ginjal juga mempunyai sisi yang tidak kalah penting, sebagai berikut:

Ginjal adalah organ penting yang ada di dalam tubuh. Ginjal pada manusia ada 2 buah yakni pada bagian kanan serta kiri, yang mempunyai manfaat yang berbeda-beda antar ginjal yang satu dan yang lainnya.

Tidak hanya sisi bagian paling utama dari ginjal. Ginjal juga mempunyai beberapa sisi paling penting di dalam ginjal yang berbentuk jaringan-jaringan untuk membantu pemprosesan berjalannya saluran-saluran pencernaan yang ada di dalam tubuh dan mempunyai peranan masing-masing dari tiap organ yang akan bekerja secara optimal untuk membantu proses pencernaan pada manusia.

Jaringan-jaringan itu adalah:
  • Diafragma 
Ini adalah organ yang terdapat di atasnya ginjal. Tidak bertindak langsung dalam ginjal, tetapi dalam proses pernapasan.

Manfaat diafragma yaitu Ketika darah yang mengalir ke tubuh (darah memiliki kandungan oksigen yang datang dari pernapasan) masuk ke dalam ginjal, akan di proses sedemikian rupa hingga menghasilkan urin yang berbentuk zat pembuangan serta toksin tubuh.
  • Kelenjar adrenal 
Adalah satu diantara kelenjar endokrin yang ada di atas ginjal dengan bentuk pyramid. Sangat berfungsi dalam control stress tubuh dalam sintesis kortikosteroid serta katekolamin. Stress dalam tubuh juga memengaruhi produksi urin yang ada di dalam tubuh.
  • Vena cava inferior 
Adalah pembuluh balik paling besar yang ada pada bagian bawah (dari tubuh hingga ke dua kaki). Pembuluh ini berperan sebagai penerima darah kotor atau yang memiliki kandungan CO2 (karbon dioksida)
  • Aorta Abdominalis 
Adalah pembuluh arteri paling besar yang ada, letaknya di civitas abdominalis atau pada bagian rongga perut. Pembuluh ini yang membawa darah kiriman dari aorta decendens.
  • Kandung kemih 
Adalah organ tubuh yang berperan sebagai penyalur serta tempat penampungan air urin sementara saat sebelum di buang. Di kandung kemih, urin masuk ke dalam kantung yang mana saat udah mulai penuh akan mengirimkan tanda sinyal dari sisi otot serta syaraf yang di teruskan ke otak.

Nantinya akan keluar respond dalam bentuk keinginan tubuh untuk ‘pipis’. Otot akan menahan air itu keluar, hingga individu itu menemukan tempat yang cocok untuk buang air kencing.

Bila air urin yang ada di dalam tubuh udah mencapai batas optimal, otot tidak akan dapat untuk menahan kontraksi itu lagi. Maka mau tidak mau akan keluar dengan sendirinya.
  • Uretra 
Adalah saluran yang menyampungkan antara kandung kemih dengan lingkungan di luar tubuh. Uretra inilah yang merupakan satu satunya jalan air urin jeluar dari tubuh manusia. Tidak hanya bermanfaat sebagai alat system ekskresi, uretra juga bertindak dalam system seksual manusia.

Di atas yaitu penjelasan tentang beberapa sisi paling utama dan beberapa sisi paling penting di dalam ginjal. Untuk menangani supaya tidak terjadi kerusakan pada ginjal atau kerusakan pada organ tubuh yang lain. Karena dapat dicegah lewat beberapa cara seperti berikut ini:

Gaya Hidup Untuk Memaksimalkan Fungsi Ginjal 

Sumber: obatkutilkemaluan.com
Begitu pentingnya ginjal untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu jadi kewajiban untuk kita menjaga serta membersihkan alat yang di pakai sebagai saluran pembuangan itu.

Tidak hanya itu, sebagai manusia yang menyayangi badannya, sebaiknya selalu menjaga serta merawatnya tiap-tiap bagian tubuh yang dimiliki.

Beberapa panduan supaya ginjal senantiasa sehat, sebagai berikut: 
  • Konsumsi makanan sehat 
Ginjal amat erat manfaatnya sebagai penetralisir serta pembuangan toksin. Bila makanan yang di mengkonsumsi tidak mempunyai atau cuma sedikit mempunyai kandungan gizi, maka proses penyerapan nutrisinya akan memakan waktu yang lama.

Hal semacam ini membuat kerja ginjal lama serta berat. Oleh karena itu, konsumsi makanan bergizi jadi satu diantara usaha menjaga kesehatan ginjal.
  • Jangan menunda atau menahan ‘pipis’ 
Kontraksi hasrat mau pipis muncul saat kendung kemih mulai penuh. Rata-rata berjarak tidak lama otot dapat menahan. Dengan membiasakan melakukan penundaan pipis dapat meningkatkan kemungkinan batu ginjal. Perlakuan penyakit batu ginjal ini mesti di lakukan dengan operasi.
  • Tidur cukup 
Semua organ yang ada di tubuh mutlak ingin beristirahat. Maka untuk melindungi kualitas usia organ, tubuh mesti mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Termasuk juga dengan ginjal supaya sehat, terawat, dan bisa hidup lebih lama lagi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Ginjal, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bagian Ginjal di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ginjal. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. dosenbiologi.com 
Pernapasan Manusia dan Ikan

Pernapasan Manusia dan Ikan

Proses pernapasan manusia dimulai dari rongga hidung. Selanjutnya udara masuk ke tenggorokan. Dalam sistem pernapasan, tenggorokan berfungsi sebagai tempat lewatnya udara. Dalam pernapasan, dikenal istilah pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada yaitu proses masuk dan keluarnya udara pernapasan yang disebabkan oleh naik dan turunnya tulang rusuk. Sedangkan pernapasan perut yaitu proses masuk dan keluarnya udara pernapasan karena mendatar dan melengkungnya diafragma.

1. Saluran pernapasan manusia
a. Rongga hidung
Udara yang kita hirup akan masuk ke dalam rongga hidung. Di dalam rongga hidung, udara pernapasan akan mengalami berbagai perlakuan. Udara akan disaring terlebih dahulu oleh rambut-rambut hidung dan selaput lendir. Udara juga mengalami penyesuaian suhu dan diatur kelembabannya ketika berada di dalam rongga hidung.

b. Tenggorok
Udara yang masuk ke rongga hidung diteruskan ke batang tenggorok (trakea). Batang tenggorok tersusun atas tulang-tulang rawan yang kemudian bercabang dua. Cabang batang tenggorok dinamakan bronkus. Cabang batang tenggorok yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju paru-paru kiri.

c. Paru-paru
Paru-paru kita terletak di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Manusia mempunyai sepasang paru-paru, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis, yaitu pleura. Di dalam paru-paru, cabang batang tenggorok (bronkus) membentuk percabangan, yaitu bronkiolus. Bronkiolus berhubungan langsung dengan gelembung-gelembung yang terdapat di paru-paru (alveolus).

Di dalam alveolus terjadi pertukaran antara oksigen (O2 ) dengan karbon dioksida (CO2 ). Oksigen dibawa darah dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh untuk membantu proses pembakaran sari-sari makanan (oksidasi). Proses pembakaran ini akan menghasilkan energi yang kita butuhkan untuk melakukan kegiatan. Sisa proses oksidasi berupa karbon dioksida dan uap air. Sisa proses oksidasi itu dibawa darah masuk ke alveolus kemudian dilepaskan keluar melalui hidung.

Gangguan Pernapasan
Jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan, proses pernapasan dapat pula terganggu. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut.
  • Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.
  • Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
  • Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. Udara yang tercemar oleh asap dan debu. Udara yang terlalu dingin. Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi.
  • Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru.
  • Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus).
  • Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe.
2. Alat Pernapasan pada Ikan
Ikan bernapas dengan cara membuka dan menutup insang. Air yang masuk melalui mulut akan dikeluarkan ikan melalui insang. Terjadi pertukaran gas saat air melalui lembaran insang. Air dengan banyak kandungan oksigen masuk melewati insang. Pada saat bersamaan, karbondioksida keluar melalui pembuluh darah lembaran insang. Pembuluh darah pun akan mengikat oksigen yang berasal dari air.

Alat Pernafasan pada ikan. Alat pernafasan pada ikan disebut insang. Ikan adalah hewan yang hidupnya di air. Ikan bernafas dengan cara mengambil oksigen yang terlarut di dalam air. Untuk memisahkan oksigen dari air ikan menggunakan insang yang terletak di bagian lehernya. Insang pada ikan berjumlah 4 pasang. Dua di kanan Alat pernafasan pada ikandan 2 di kiri. Khusus ikan yang hidup di perairan keruh dan berlumpur, insangnya di lengkapi dengan labirin insang yang berfungsi untuk menyimpan oksigen.

Insang atau alat pernafasan pada ikan berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda yang disebut sebagai lembaran insang. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, tiap filamen mengandung lapisan tipis yang disebut lamela.  Pada lamela terdapat pembuluh kapiler darah yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Insang pada ikan bertulang sejati memiliki penutup yang disebut operkulum.

Proses Pernapasan pada Ikan
Mekanisme pernafasan pada ikan terdiri dari 2 tahap, yaitu tahap inspirasi dan ekspirasi. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan dengan kapiler-kapiler darah. Pada saat bernafas, ikan memasukan air kedalam mulutnya. Kemudian air mengalir melalui rongga mulut menuju lembaran insang dan keluar melalui tutup insang. Ketika air melewati lembaran insang, oksigen diikat oleh Hb (hemoglobin) darah (tahap inspirasi) dan pada saat yang bersamaan Hb melepaskan karbon dioksida ke air (tahap ekspirasi).

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya. Alat Reproduksi Wanita, Fungsi dari Alat Reproduksi Wanita, Bagian-Bagian dari Alat Reproduksi Wanita, Penjelasan Lengkap Mengenai Tiap-Tiap Bagian dari Alat Reproduksi Wanita. Alat Reproduksi Wanita Bagian Dalam dan Luar.

Pengertian Alat Reproduksi Wanita

Sumber: softilmu.com
Alat Reproduksi wanita yakni organ – organ yang melakukan tindakan dalam rangkaian proses yang memiliki tujuan untuk berkembang biak atau memperbanyak keturunan.

Agar manusia dapat memiliki anak, harus memiliki organ – organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadaan normal. Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi ke dalam dua golongan, yaitu Alat Reproduksi (Genetalia) luar dan Alat Reproduksi (Genetalia) dalam.

Alat Reproduksi (Genetalia) Luar 

Mons Pubis

Mons Pubis yakni sisi yang sedikit menonjol dan sisi yang menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Sisi ini disusun oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat. Mons Pubis juga sering kali disebut dengan nama gunung venus, ketika dewasa sisi Mons Pubis akan ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan dan membuat pola seperti segitiga terbalik.

Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan) 

Seperti namanya, Sisi ini berwujud seperti bibir. Labia Mayora yaitu sisi kelanjutan dari mons veneris yang berwujud lonjong, menuju ke bawah dan menyatu membentuk perineum. Sisi Luar dari Labia Mayor disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat, dan saat dewasa biasanya ditutupi oleh rambut–rambut kemaluan yang disebut rambut dari mons veneris.

Sedangkan selaput lemak yang tidak mempunyai rambut, namun memiliki banyak ujung – ujung saraf hingga peka ketika melakukan hubungan seksual.

Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan) 

Labia Minora yaitu organ berwujud lipatan yang ada di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah hingga sangat mungkin akan membesar saat gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengitari Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Labia Minora analog dengan Kulit Skrotum pada Alat Reproduksi Pria.

Klitoris 

Klitoris yakni organ berwujud erektil yang sangat sensitif pada rangsangan saat hubungan seksual. Klitoris memiliki banyak pembuluh darah dan banyak ujung saraf padanya, oleh karena itu Organ ini sangat sensitif dan miliki sifat erektil. Klitoris Analog dengan Penis pada Alat Reproduksi Pria.

Vestibulum 

Vestibulum yakni rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.

Vestibulum yaitu tempat bermuaranya: 
  1. Uretra (saluran kencing) 
  2. Muara Vagina (liang Senggama) 
  3. Masing – Masing Dua Lubang Saluran Kelenjar Bartholini dan Skene (Kelenjar ini mengeluarkan cairan seperti lendir saat pendahuluan hubungan untuk memudahkan masuknya penis) 
Himen (Selaput Dara) 

Himen yaitu selaput membran tidak tebal yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sampai dapat dijadikan satu di antara aspek untuk menilainya keperawanan. Sewajarnya Himen memiliki satu lubang agak besar yang berwujud seperti lingkaran.

Himen yaitu tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen rata-rata akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan ketinggalan sisa – sisa himen yang disebut juga dengan caruncula Hymenalis (caruncula mirtiformis).

Alat Reproduksi (Genetalia) Dalam 

Sumber: kelas-bidan.blogspot.co.id
Vagina 

Vagina yakni muskulo membranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Vagina memiliki panjang lebih kurang 8 – 10 cm, ada di antara kandung kemih dan rektum, memiliki dinding yang berlipat – lipat, susunan terluarnya yaitu selaput lendir, susunan tengahnya tersusun atas otot-otot, dan susunan paling dalam berupa jaringan ikat yang mempunyai serat.

Vagina berperan sebagai jalan lahir, sebagai sarana dalam hubungan seksual dan sebagai saluran untuk mengalirkan darah dan lendir saat menstruasi.

Otot pada vagina yaitu otot yang datang dari sphingter ani dan levator ani (Otot anus/dubur), sampai otot ini dapat dikendalikan dan dilatih. Vagina tidak mempunyai kelenjar yang dapat menghasilkan cairan, tetapi cairan yang selalu membasahinya datang dari kelenjar yang ada pada rahim.

Uterus (Rahim) 

Uterus yakni organ berongga yang berwujud seperti buah pir dengan berat lebih kurang 30 gram, dan tersusun atas susunan – susunan otot. Ruang pada rahim (Uterus) ini berupa segitiga dengan segi atas yang lebih lebar. Manfaatnya yakni sebagai tempat tumbuh dan mengembangnya janin.

Otot pada uterus berwujud elastis hingga dapat menyesuaikan serta melindungi janin ketika proses kehamilan sepanjang 9 bulan.

Pada bagian uterus ada Endometrium (dinding rahim) yang terbagi dalam sel –sel epitel dan membatasi uterus. Susunan endometrium ini akan menebal pada ketika ovulasi dan akan meluruh pada ketika menstruasi. Untuk melindungi posisinya uterus disangga oleh ligamentum dan jaringan ikat.

Uterus memiliki beberapa sisi: 
  1. Korpus Uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti segitiga pada bagian atas 
  2. Serviks uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti silinder 
  3. Fundus Uteri, yaitu sisi korpus yang ada di atas kedua pangkal tuba fallopi 
Pada saat persalinan, rahim yaitu jalan lahir yang penting karena ototnya bisa mendorong janin untuk keluar, serta otot uterus dapat menutupi pembuluh darah untuk menghindari terjadinya perdarahan pasca persalinan. Sesudah proses persalinan, rahim akan kembali lagi ke bentuk semula dalam waktu lebih kurang 6 minggu.

Tuba Fallopi (Oviduk) 

Tuba Fallopi (Oviduk) yakni organ yang menghubungkan Uterus (Rahim) dengan Indung Telur (Ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) juga sering kali disebut juga dengan saluran telur karena mempunyai bentuk seperti saluran. Organ ini berjumlah dua buah dengan panjang 8 – 20 cm.

Tuba Fallopi berperan untuk: 
  1. Sebagai saluran spermatozoa dan ovum 
  2. Penangkap ovum 
  3. Bisa jadi tempat pembuahan (fertilisasi) 
  4. Sebagai tempat perkembangan hasil pembuahan saat sebelum bisa masuk ke sisi dalam Uterus (Rahim). 
Tuba Fallopi (Oviduk) terdiri atas 4 sisi: 
  1. Infundibulum, yaitu sisi berupa seperti corong yang ada di pangkal dan memiliki Fimbriae. Fimbriae berperan untuk menangkap ovum 
  2. Pars ampularis, yaitu sisi agak lebar yang disebut tempat bertemunya ovum dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi) 
  3. Pars Ismika, yaitu sisi tengah tuba yang sempit 
  4. Pars Interstitialis, yaitu sisi tuba yang letaknya dekat dengan uterus. 
Ovarium (Indung Telur) 

Ovarium yakni kelenjar reproduksi paling penting pada wanita yang berperan untuk menghasilkan ovum (Sel telur) dan penghasil hormon seks paling penting. Ovarium berbentuk oval, dengan panjang 2, 5 – 4 cm. Ada sepasang Ovarium yang ada di kanan dan kiri, serta dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi.

Umumnya setiap Ovarium pada wanita yang sudah pubertas memiliki 300.000-an, dan beberapa sel telus ini mengalami kegagalan pematangan, rusak atau mati, sampai benih sehat yang ada lebih kurang 300 - 400-an benih telur dan 1 ovum dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan kanan secara bergantian lewat proses menstruasi.

Sampai saat benih telur habis, terjadilah menopause. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang bertindak dalam proses Menstruasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Reproduksi Wanita di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Reproduksi Wanita. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati. Pengertian Hati, Nama Lain Hati, Fungsi dari Hati, Bagian-Bagian yang terdapat dalam Hati, Organ Hati, Peran Penting Hati pada tubuh manusia dan dalam menjalani kehidupan.

Pengertian serta Struktur Hati 

Sumber: sv.tubgit.com
Hepar (hati) yakni kelenjar yang paling besar dalam tubuh dengan berat lebih kurang 1.300-1.550 gr dan berwarna merah kecokelatan, mempunyai banyak pembuluh darah serta lunak.

Hepar berbentuk baji dengan permukaan dasarnya pada sisi kanan dan puncaknya pada sisi kiri tubuh, ada di kuadran kanan atas abdomen (hipokondria kanan). Permukaan atasnya bersebelahan dengan diafragma dan batas bawahnya mengikuti pinggir kosta kanan.

Setiap lobulus terbagi dalam vena sentral yang dikelilingi oleh beberapa sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Beberapa sel ini melakukan pekerjaan hati. Rongga sinusoid dikenal sebagai memisahkan kelompok sel dalam satu lobulus. Sinusoid memberikan hati struktur kenyal dan amat mungkin untuk menyimpan beberapa besar darah.

Hati memiliki sistem suplai darah yang tidak umum. Seperti organ tubuh yang lain, hati menerima darah yang mempunyai kandungan oksigen dari jantung. Darah ini memasuki hati lewat arteri hepatik.

Hati juga menerima darah penuh dengan nutrisi, atau partikel makanan yang di proses, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati lewat vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.

Beberapa sel hati menyerap nutrisi dan oksigen dari darah mengalir lewat sinusoid. Mereka juga menyaring limbah serta racun. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat yang lain ke dalam darah. Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang berhimpun membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati lewat vena hepatika.

Setiap lobulus juga mempunyai kandungan kapiler empedu, tabung kecil yang membawa empedu yang disekresikan oleh beberapa sel hati. Kapiler empedu berhimpun untuk membuat saluran empedu, yang membawa empedu dari hati.

Segera setelah meninggalkan hati, saluran empedu berhimpun bersama, membuat duktus hepatika. Hati menghasilkan empedu secara terus menerus, bahkan apabila usus kecil tidak memproses makanan.

Keunggulan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan di lain waktu. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir ke dalam usus kecil lewat saluran empedu.

Hati yakni organ padat paling besar dalam tubuh. Beberapa orang mungkin saja tidak tahu bila hati juga merupakan kelenjar paling besar dalam tubuh. Hati sebenarnya yakni dua bentuk kelenjar. Ini yakni kelenjar sekresi karena memiliki susunan spesial yang di desain untuk memungkinkan dan untuk membuat dan mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu.

Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin, maka itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedu yaitu cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa beberapa product limbah kedalam usus.

Ada seluruh bentuk kelenjar dalam tubuh yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk juga pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin yang lain (hormon), kelenjar lambung di perut (asam), dan kelenjar getah bening atau kelenjar (kelenjar getah bening).

Hepar terbagi dalam: 

  1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan lobus kanan lebih besar dibanding dengan lobus kiri. 
  2. Lobulus. Hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom. 
  3. Vena sentralis pada bagian tengah tiap lobulus. Vena berhimpun jadi vena yang lebih besar dan membuat vena hepatika yang lalu menuju ke dalam vena kava inferior 
  4. Lakuna, yaitu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus yang lain. 

Lokasi Hati 

Sumber: penyakithati.org
Hati ada di bawah diafragma (membran otot yang memisahkan dada dari perut), terutama pada bagian kanan atas perut, terutama di bawah tulang rusuk. Namun, juga meluas di dalam perut segi atas dan segi jalan ke perut segi atas kiri.

Satu struktur berwujud tidak teratur, yang solid seperti kubah, hati terbagi dalam dua segi paling penting (lobus kanan lebih besar dan lobus kiri lebih kecil) dan dua lobus kecil.

Batas atas lobus kanan yakni pada tingkat atas kosta ke-5 (sedikit kurang dari 1/2 inci di bawah puting), dan batas atas dari lobus kiri yakni tepat di bawah tulang rusuk ke-5 (lebih kurang 3/4 inci di bawah puting).

Selama inspirasi (menghirup), hati didorong turun oleh diafragma dan tepi bawah hati turun di bawah margin tulang rusuk paling rendah (batas kosta).

Fungsi Hati 

Sumber: softilmu.com
Menawarkan racun 

Fungsi paling penting dari hati yakni menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun itu bisa datang dari makanan, minuman, ataupun obat-obatan.

Proses metabolisme di dalam tubuh akan menghasilkan asam laktat yang dapat merugikan, namun hati akan mengubahnya jadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber daya yang disimpan di dalam otot.

Metabolisme protein akan menghasilkan zat sisa berupa amonia yang memiliki resiko bagi tubuh, namun hati akan mengubahnya jadi urea dan nantinya akan dikeluarkan bersama urine.

Metabolisme karbohidrat 

Glukosa dan monosakarida lain seperti fruktosa dan galaktosa akan dirubah jadi glikogen. Glikogen yakni karbohidrat yang terbentuk dari beberapa ratus unit glukosa yang terikat bersama.

Penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen mempunyai keuntungan, yakni sebagai berikut:
  1. Cepat dipecah untuk menghasilkan daya 
  2. Produksi dayanya tinggi 
  3. Tidak bocor ke dalam sel dan tidak mengganggu kandungan cairan intrasel 
Pengubahan bentuk karbohidrat ini memerlukan pertolongan dua hormon yaitu insulin dan glukagon yang dihasilkan oleh pankreas. Saat kandungan glukosa dalam darah naik insulin akan dilepaskan untuk mengubah glukosa jadi glikogen dan disimpan di hati dan jaringan otot.

Saat kandungan glukosa di dalam darah turun, glukagon akan dilepaskan untuk memecah glikogen yang disimpan jadi glukosa dan lalu akan dimetabolisme untuk menghasilkan daya.

Metabolisme protein 

Beberapa asam amino dirubah jadi glukosa lewat proses glukoneogenesis. Asam amino yang tidak dibutuhkan oleh tubuh lalu dirubah jadi urea dan asam urat yang dikeluarkan dari sel hati ke dalam darah untuk diekskresi oleh ginjal dan dibuang lewat urine.

Metabolisme lemak 

Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut lewat darah menuju ke hati dan dipecah jadi asam lemak dan gliserol.

Sintesis kolesterol dan protein plasma 

Hati dapat mensintesis kolesterol dan steroid serta product protein plasma seperti fibrinogen, protrombin, dan beberapa globulin.

Penyimpanan beragam zat 

Hati yakni daerah untuk menyimpan glikogen, lemak, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat besi.

Tempat pembentukan dan pembongkaran sel darah merah 

Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati menghasilkan sel darah merah, baru lalu produksi sel darah merah ini secara berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang.

Pada saat darah lewat hati, lebih kurang 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik, dan hasil penghancurannya masih tetap ada zat yang akan digunakan untuk membuat sel darah merah yang baru.

Menghasilkan zat yang melarutkan lemak 

Hati menghasilkan lebih kurang 0.5 – 1 liter cairan empedu setiap harinya. Cairan empedu inilah yang akan melarutkan lemak yang ada di dalam usus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bagian-Bagian Hati di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hati. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Anatomi dan Fisiologi Rambut

Rambut dikenal sejak zaman dahulu dengan julukan “mahkota” bagi wanita. Tetapi di zaman yang sudah maju seperti sekarang, julukan tersebut tidak lagi tertuju hanya kepada kaum wanita, namun juga untuk pria. Peranan rambut sangat penting untuk diperhatikan, karena rambut bukan hanya sebagai pelindung kepala dari berbagai hal seperti bahaya benturan/pukulan benda keras, sengatan sinar matahari, dan sebagainya, tetapi ia juga merupakan “perhiasan” yang berharga.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka para ahli kecantikan telah mengembangkan ilmu kecantikan baik kecantikan dari dalam yang sering disebut “inner beauty” maupun kecantikan dari luar atau kesehatan jasmani, mengingat hal yang menjadi kunci pokok kecantikan adalah di samping kesehatan rohani juga kesehatan jasmani. Keadaan kehidupan kita dialam tropis dengan udara panas, mengakibatkan banyak berkeringat dan banyaknya debu.

Dalam ilmu kecantikan, teknik merawat dan menata rambut untuk mencapai kesehatan dan kecantikan sangat memerlukan pengetahuan pendukung yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Salah satu pengetahuan pendukung yang sangat penting adalah tentang anatomi dan fisiologi rambut beserta kelainan-kelainannya. Anatomi rambut merupakan ilmu yang mempelajari susunan rambut, fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi rambut itu sendiri. Sedangkan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya untuk dibahas karena berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan kulit kepala dan rambut. Artinya bahwa pembahasan anatomi dan fisiologi rambut tentu saja tidak akan lepas dari pembahasan kelainan-kelainan kulit kepala dan rambut yang dalam istilah anatomi disebut sebagai patologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang adanya kelainan/ gangguan/penyakit yang ada dikulit kepala dan rambut.

A. Struktur Rambut 
Rambut merupakan tambahan pada kulit kepala yang memberikan kehangatan, perlindungan dan keindahan. Rambut juga terdapat diseluruh tubuh, kecuali telapak tangan, telapak kaki dan bibir. Semua jenis rambut tumbuh dari akar rambut yang ada di dalam lapisan dermis dari kulit. Oleh karena itu kulit kepala atau kulit bagian badan lainnya memiliki rambut. 

Rambut yang tumbuh keluar dari akar rambut itu ada 2 bagian menurut letaknya, yaitu bagian yang ada di dalam kulit dan bagian yang ada di luar kulit. Rambut terbentuk dari sel-sel yang terletak ditepi kandung akar. Cupak rambut atau kandung akar ialah, bagian yang terbenam dan menyerupai pipa serta mengelilingi akar rambut. Jadi bila rambut itu dicabut dia akan tumbuh kembali, karena papil dan kadung akar akan tetap tertinggal di sana. Anatomi rambut penting diketahui terutama bagi ahli kecantikan, supaya tidak salah dalam memilih kosmetika rambut. Untuk lebih jelasnya, Basuki (1981:15) menjelaskan tentang rambut itu sebagai berikut: 
  • Helaian seperti benang tipis yang tumbuh dari bawah permukaan kulit. 
  • Dibentuk oleh lapisan sel yang tertutup lapisan yang tersusun. Bentuknya seperti sisik ikan pada lapisan luarnya. 
  • Terdiri dari zat horney atau disebut juga dengan keratin. Agar lebih jelas perhatikanlah gambar anatomi rambut. 
Apabila kita lihat suatu penampang irisan kulit, maka akan terlihat susunan struktur rambut sebagaimana yang ada pada gambar berikut :
anatomi rambut
Keterangan Gambar:
  1. Folicle, ialah saluran untuk tumbuhnya rambut yang menentukan besar, kecil, lurus dan keritingnya rambut. 
  2. Dermis, ialah seluruh ruangan yang berada di bawah epidermis. 
  3. Bulp, yaitu bongkol rambut yang memuat pigmen, pembuluh darah, papila dan folicle. 
  4. Epidermis, ialah lapisan kulit yang berada paling luar. 
  5. Arector muscle, ialah garis yang menghubungkan folicle dan kulit. 
  6. Papila, menghasilkan sel-sel, membentuk rambut-rambut baru yang lebih kuat. Pada papila setiap rambut mempunyai pembuluh darah yang berbeda, yang bertugas untuk membawa makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel rambut dalam papil. 
  7. Pigmen (warna rambut). 
  8. Kelenjar minyak yang sangat dibutuhkan oleh rambut. 
  9. Pembuluh darah. 
  10. Akar rambut. 
  11. Kelenjar keringat. 
  12. Batang rambut. 
  13. Penampang akar rambut. 
B. Susunan Rambut
Berdasarkan hal itu bagian-bagian rambut dikenal dengan rambut yang berada di dalam kulit dan berada diluar kulit. Bagian-bagian rambut ini dapat dibagi atas:

1. Akar Rambut (Hair Folicle) 
Akar rambut adalah bagian rambut yang tertanam di dalam kulit. Seperti yang terlihat pada gambar di atas maka akar rambut terbagi:
  • Bulp yaitu bagian pangkal rambut yang membesar, seperti bentuk bola, gunanya untuk melindungi papil rambut. 
  • Papil rambut adalah bagian yang terlindungi di dalam bulp atau terletak dibagian terbawah dari folicle rambut. Papil rambut tidak ubahnya seperti piring kecil yang tengahnya melengkung dan menonjol ke arah rambut, lengkungan inilah yang menyebabkan ia disebut papil, berasal dari sel-sel kulit jangat (corium) serta kulit ari (epidermis). Diantara sel-sel papil juga terdapat melanosit. Melanosit menghasilkan pigmen (zat warna), yang akan disebarkan terutama ke dalam contek, kemudian ke dalam medulla rambut. Di samping itu juga terdapat di dalam papil rambut yaitu pembuluh darah dan getah bening, yang berfungsi memberi makanan kepada rambut (memelihara kehidupan rambut), serta terdapat juga saraf yang mensarafi folicle rambut. Itu sebabnya rambut tidak mempunyai saraf perasa. Oleh karenanya kita tidak merasa sakit bila rambut digunting atau dipangkas. 
  • Folicle rambut ialah kandungan atau kantong rambut tempat tumbuhnya rambut. Kantong rambut terdiri dari 2 lapis. Lapisan dalamnya berasal dari sel-sel epidermis, sedangkan lapisan luarnya berasal dari sel-sel dermis. Rambut yang panjang dan tebal mempunyai folicle berbentuk besar, folicle rambut ini bentuknya menyerupai silinder pipa. Kalau folicle bentuknya lurus, rambut juga lurus dan bila melengkung rambut jadi berombak. Tetapi kalau lengkungannya itu lebih lengkung lagi, maka rambutnya keriting. Di dalam folicle ini bermuara kelenjar lemak (palit). 
  • Otot penegak rambut ialah yang menyebabkan rambut halus bulu roma berdiri bila ada sesuatu rangsangan dari luar dan dari dalam tubuh kita. Misalnya merasa seram, kedinginan, kesakitan, kelaparan dan sebagainya. 
  • Matrix, disebut juga dengan umbi/tombol atau lembaga rambut. Seperti dijelaskan di depan, bahwa di dalam folicle terdapat rambut. Bagian yang berdekatan dengan papil lebih subur daripada bagian yang lebih jauh di atasnya. Bagian yang subur itulah yang disebut matrix atau umbi/tombol atau lembaga rambut. Mengapa pada bagian itu lebih subur ?. Ini disebabkan karena kelompok sel yang terdapat dibagian itu selalu membelah diri, membentuk bagian rambut baru. Diantara sel-sel umbi juga terdapat sel-sel melanosit. Bagian paling dalam atau tengah umbi rambut, sel-selnya berwarna keputih-putihan dan masih lembek (masih muda). Sel-sel ini masih mengandung parakeratin (sel rambut yang warnanya sudah lebih mantap, sudah keras, mengandung keratin). Parakeratin adalah zat pendahulu keratin. Sel-sel rambut yang masih muda ini terdorong ke atas oleh sel-sel yang terjadi kemudian. Makin ke atas makin mengalami proses keratinisasi penandukan.
2. Lapisan Batang Rambut
Batang rambut ialah bagian rambut yang kelihatan di atas permukaan kulit. Seperti yang dijelaskan oleh Yenes (1984:2) bahwa batang rambut ini terbagi pula atas 3 bagian, yakni:
  • Cuticula (selaput kulit ari) yang berbentuk seperti sisik-sisik ikan dan sangat berfungsi untuk melindungi lapisan rambut (berada paling luar yang merupakan pelindung). Di samping itu ia juga berfungsi untuk menentukan besar kesilnya daya serap zat cair pada rambut seperti air, shampo, conditioner, obat keriting, zat/cat pewarna rambut, bleaching. Pada rambut yang kasar lapisan cuticula nya juga kasar. Sedang pada rambut yang halus lapisan cuticula nya juga halus.
  • Cortex atau kulit ari rambut, ialah bagian rambut yang terbesar dan merupakan lapisan di bawah cuticula. Cortex berfungsi sebagai lapisan yang menentukan warna karena pigmen (zat warna rambut dikandung oleh lapisan ini). Misalnya penyerapan zat cair, obat keriting, cat rambut, dan lain-lain. Jadi cortex ini berhubungan dengan sifat elastisitas rambut.
  • Medulla atau sum-sum rambut. Medulla ini terdapat dibagian paling tengah. Rambut yang halus sekali ada yang tidak terdapat medulla nya. Agar jelasnya perhatikanlah Gambar di bawah ini, yang menunjukkan penampang dari batang rambut.
3. Batang Rambut
Berkaitan dengan struktur maka bentuk-bentuk rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  • Lurus, tidak bergelombang dan tidak keriting. Biasanya rambut yang lurus dapat memberikan beberapa kemudahan kepada si pemakai misalnya dalam hal tatanan rambut, baik yang dipotong maupun yang disanggul. Mengapa demikian? Karena rambut lurus ini mempunyai folicle yang lurus dan penampangnya bulat.
  • Berombak yaitu memperlihatkan gelembung yang besar pada rambut. Hal ini disebabkan karena folicle nya melengkung dan penampangnya lonjong/oval. Rambut ini juga termasuk mudah dalam hal penataan, baik yang disanggul atau disasak maupun yang dipotong pendek.
  • Keriting, biasanya rambut yang keriting berbentuk gelombang kecilkecil atau sedang. Ini adalah karena folicle nya amat melengkung sedangkan penampangnya gepeng.
4. Klasifikasi Rambut
Bila kita perhatikan, rambut pada kepala dan tubuh, akan nyata sekali terlihat bahwa ada 4 jenis rambut, yaitu:
  • Rambut yang panjang dan agak kasar yakni rambut kepala.
  • Rambut yang agak kasar tetapi pendek yang berupa alis.
  • Rambut yang agak kasar tetapi tidak sepanjang rambut dikepala, contohnya rambut ketiak.
  • Rambut yang halus yang terdapat pada pipi, dahi, lengan, perut, punggung dan betis.
Hal ini bersamaan pula dengan yang dijelaskan oleh Hermawan (1982:66), bahwa rambut dapat dibagi atas 3 (tiga) tipe sebagai berikut:
  • Panjang sebagaimana terdapat pada kepala.
  • Pendek dan gemuk misalnya alis dan bulu mata.
  • Pendek halus dan tak berwarna terdapat diseluruh badan yang disebut juga dengan lanugo.
5. Siklus Pertumbuhan Rambut
Rambut dapat tumbuh dan bertambah panjang. Hal ini disebabkan karena sel-sel daerah matrix/umbi atau tombol rambut secara terus menerus membelah. Rambut mengalami proses pertumbuhan menjadi dewasa dan bertambah panjang lalu rontok dan kemudian terjadi pergantian rambut baru. Inilah yang dinamakan siklus pertumbuhan rambut.

Siklus pertumbuhan rambut telah dimulai saat janin berusia 4 bulan di dalam kandungan. Pada usia ini bibit rambut sudah ada dan menyebar rata diseluruh permukaan kulit. Diakhir bulan ke 6 atau awal bulan ke 7 usia kandungan, rambut pertama sudah mulai tumbuh dipermukaan kulit, yaitu berupa rambut lanugo, atau rambut khusus bayi dalam kandungan.

Kemudian menjelang bayi lahir atau tidak lama sesudah bayi lahir, rambut bayi ini akan rontok, diganti dengan rambut terminal. Itulah sebabnya ketika bayi lahir, ada yang hanya berambut halus dan ada juga yang sudah berambut kasar dan agak panjang, bahkan kadang-kadang sudah mencapai panjangnya antara 2-3 centimeter. Kecepatan pertumbuhan rambut sekitar 1/3 milimeter per hari atau sekitar 1 centimeter perbulan.

Dengan demikian kalau seorang bayi lahir dengan panjang rambut 2 centimeter, berarti pada bulan ke 7 kehamilan, rambut lanugo bayi sudah diganti dengan rambut dewasa terminal. Rambut tidak mengalami pertumbuhan secara terus menerus. Pada waktu-waktu tertentu pertumbuhan rambut itu terhenti dan setela mengalami istirahat sebentar, rambut akan rontok sampai ke umbi rambutnya. Sementara itu, papil rambut sudah membuat persiapan rambut baru sebagai gantinya.

Pertumbuhan rambut mengalami pergantian melalui 3 fase: yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase istirahat (katagen) dan fase kerontokan (telogen), baru kemudian dimulai lagi dengan fase anagen yang baru.

Lama masing-masing fase pun berbeda-beda, fase anagen lamanya berkisar antara 2-5 tahun dan rata-rata 3 tahun atau 1000 hari. Walaupun kadang-kadang ada yang sampai lebih dari 10 tahun, sehingga rambutnya bisa lebih dari 1 (satu) meter panjangnya. Itulah sebabnya maka jangan heran kalau ada wanita yang rambutnya sampai sepanjang lutut atau mata kaki. Fase katagen singkat saja hanya beberapa minggu. Sedangkan fase telogen rata-rata berkisar 100 hari.

Bila kita inginkan agar rambut tidak tumbuh lagi secara permanen, maka papil harus dibunuh secara elektrolisis. Biasanya dari proses pertumbuhan rambut ini akan terlihat rambut yang berwarna hitam dan pirang muda. Bila rambut itu berwarna hitam akan lebih besar dan tebal, tetapi bila rambut pirang/kemerah-merahan akan lebih halus.

C. Fungsi Rambut 
Sepanjang sejarah peradaban manusia, rambut selalu menempati kedudukan penting. Kedudukan penting tersebut berkaitan langsung dengan berbagai fungsi rambut. Adapun fungsi utama rambut adalah sebagai berikut:

1. Pelindung 
Ketika nenek moyang manusia masih hidup dihutan belukar dan tinggal di dalam gua-gua, satu-satunya pelindung utama bagi kepala adalah rambutnya. Akibat berbagai benturan dan gesekan dengan kekejaman alam sekitar diperkecil oleh rambut subur yang tumbuh dikepala. Kandung rambut di dalam kulit berhubungan langsung dengan ujungujung saraf perasa, dengan cepat mampu mengantar denyut-denyut .

2. Penghangat 
Selain sebagai penyangga benturan dan alat sensorik, rambut akan memberi kehangatan kepada tubuh manusia. Manusia purba yang hidup dialam terbuka dengan segala kekerasannya. Rambut kepala yang paling dominan pertumbuhan dan ketebalannya, membentuk semacam insulator alami yang menjaga stabilitas suhu kulit kepala dari pengaruh suhu udara disekitarnya. Dinginnya udara sekitar tidak dapat langsung mengenai kulit kepala berhubung adanya insulator udara yang memperoleh pemanasan tetap dari suhu badan kita.

3. Penambah Kecantikan 
Namun apabila ditinjau dari sisi estetika, rambut juga memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Pertanda status sosial
Berkembangnya suatu peradaban membawa serta terbentuknya strata sosial. Rambut yang dapat ditata dalam berbagai bentuknya, kemudian dijadikan salah satu tanda status sosial pemiliknya. Manusia primitif menghias rambutnya dengan tulang, manik-manik dari kerang dan bulu burung besar dengan maksud menakut-nakuti musuhnya, sekaligus menunjukkan status kepimpinan atas kaumnya.

b. Identitas profesi 
Rambut juga lazim digunakan sebagai identitas profesi yang bersangkutan. Di zaman kekaisaran Romawi, ketika para penguasa dan para bangsawan sering membubuhi rambutnya dengan serbuk emas atau perak sebagai pertanda kebangsawaannya.

c. Menunjang penampilan 
Terciptanya mode tata rambut diciptakan hanya untuk lingkungan istana dan kaum bangsawan saja. Tujuan semula adalah untuk membedakan penampilan mereka dengan kaum kebanyakan. Para penata rambut istana membuat beberapa desain tata rambut untuk dipilih dan digunakan Ratu. Desain yang terpilih kemudian juga diikuti istri para bangsawan.

D. Kelainan-kelainan Kulit Kepala dan Rambut 
Banyak masalah rambut yang dialami oleh manusia pada masa kini, mungkin karena perkembangan zaman yang semakin maju dan terdapat banyaknya alat-alat canggih ataupun bahan-bahan/obat-obatan yang dipergunakan oleh manusia itu sendiri. Sehingga begitu banyak ditemukan permasalahan mengenai rambut yang mungkin hal ini tidak ditemui oleh nenek moyang kita pada masa lalu.

Sehubungan dengan kondisi adanya berbagai kelainan kulit kepala dan rambut, maka bagi penata kecantikan rambut perlu memperhatikan kondisi kulit kepala dan rambut baik untuk diri sendiri maupun bagi pelanggan.

1. Kelainan-kelainan Kulit Kepala 
Kelainan kulit kepala dapat ditinjau dari penyebabnya. Kelainan kulit kepala dan folicle rambut secara garis besar dapat dikelompokan sesuai dengan faktor penyebabnya, yakni sebagai berikut:

a. Bakteri atau mikroba
Bakteri atau mikroba dapat menimbulkan peradangan kulit kepala. Kelainan-kelainan yang ditimbulkannya adalah berupa;
  • Bisul (furunkulosis) Kelainan ini adalah merupakan peradangan terbanyak yang disebabkan oleh kuman stafilokokus. Bisul ini sering dimulai dari wujud sebagai peradangan folicle rambut yang kemudian menjalar ke jaringan sekitarnya. Penyerangan kuman-kumannya adalah pada bagian tengah jaringan yang kemudian kuman-kuman tersebut akan mati. Jaringan kulit disekitarnya menjadi lebih padat, yang selanjutnya membentuk dinding. Bisul yang membatasi jaringan sentral yang mati yaitu mata bisul. Folicle rambut dan rambutnya menjadi hancur, sehingga rambut menjadi rontok. 
  • Bisul batu (karbunkulosis) Sementara diawali dengan timbulnya peradangan, terutama pada folicle rambut yang berdekatan, sehingga tumbuhlah bisul yang besar dengan mata lebih dari satu. Kelainan ini sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus/kencing manis. Apabila kelainan ini mengalami penyembuhan, maka ia akan meninggalkan bekas jaringan parut dan sering berakibat kebotakan yang permanen
b. Dermatitis papilaris capillitii
Kelainan ini merupakan peradangan folicle rambut, disertai dengan pennanahan (supurasi) kulit dibagian belakang kepala. Bila dilihat secara gambaran klinis ia berupa pita melintang dibelakang kepala. Pita itu terdiri atas folicle meradang dengan bagian tepi-tepi yang kasar dan keras, karena pembentukan jaringan parut berlebihan (keloid). Keadaan ini adalah sangat menahun (kronis) dan disebabkan oleh stafilokokus.

c. Kelainan karena infeksi jamur
Infeksi jamur pada kulit kepala (tiniakaiplis). Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Akan tetapi ada pula yang melibatkan batang rambut menjadi mudah patah, sehingga menyebabkan kebotakan.

d. Peradangan menahun
Penyebab dari perdangan menahun adalah oleh dermatitis seboroicha, dimulai pada kulit kepala. Kemudian akan menyebar sampai ke dahi, alis, kelopak mata dan sebagainya. Tanda-tanda seboroicha terlihat meradang seperti kemerah-merahan, kulit mengelupas dan berupa sisik-sisik yang halus.

e. Serangga
Gangguan parasit jenis serangga seperti infeksi kutu kepala yang disebut Pediculosis capitis. Kutu kepala ini sebetulnya adalah infeksi rambut oleh kutu kepala, yang penularannya terjadi karena kontak langsung. Pada dasarnya kutu itu sendiri tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kulit kepala karena gigitannya. Karena rasa gatal ini penderita menggaruk-garuk yang akan menyebabkan infeksi sekunder.

f. Sindap/ketombe 
Istilah lain dari sindap disebut seborocheic dermatitis, maksudnya adalah pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati secara berlebihan.

g. Tinea capitis/kadas/ringworm 
Istilah tinea capitis sering juga disebut dengan kadas atau ringworm, karena penyakit ini umumnya menyerang kulit kepala dan rambut. Biasanya penyakit ini paling banyak menghinggapi anak-anak dibanding pada orang dewasa. Tanda-tanda kelainan ini antara lain; rasa sangat gatal, tetapi pembentukan sisik-sisik tidak terlalu menular dan akan menular bila terjadi kontak yang lama.

h. Scobiosis 
Adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis parasit hewan/kutu kudis. Penyakit ini ditandai dengan bintilan-bintilan dan selalu timbul keinginan untuk menggaruk-garuk. Karena dia menular, maka disetiap tempat yang digaruk akan tumbuh dan berkembang. Kutu akan membuat liang/lobang yang akan dijadikan rumahnya di dalam kulit dan menimbulkan perasaan gatal, sehingga sering digaruk yang selanjutnya timbul tanda-tanda garukan serta tanda peradangan.

i. Piodra 
Piodra berarti batu. Piodra ini disebabkan oleh sejenis jamur, parasit tumbuh-tumbuhan. Biasanya jamur tersebut berada pada permukaan rambut dan tidak merusak batang rambut bagian dalam. Tanda-tanda rambut terkena penyakit piodra ini adalah terdapatnya bintik-bintik hitam atau coklat agak lonjong yang besarnya lebih dari ukuran mikroskopic, (sampai cukup besar) hingga dapat dilihat dengan mata biasa.

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Pertolongan pertama pada kecelakaan ialah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari dokter. Sifat dari pertolongan pertama ialah memberikan perasaan ketenangan kepada korban, mencegah atau mengurangi rasa takut dan gelisah, dan mengurangi bahaya yang lebih besar.

Tujuan P3K
Orang selalu berusaha menghindari penyakit atau kecelakaan. Tetapi tidak seorang pun tahu kapan penyakit atau kecelakaan itu akan datang. Karena itu kita harus selalu berusaha untuk memperkecil akibat dari musibah atau kecelakaan yang mungkin sewaktu-waktu akan menimpa diri atau sanak keluarga kita.

Kecelakaan itu berjenis-jenis macamnya dan penanganannyapun memerlukan keterampilan dan pengetahuan sendiri-sendiri. Kecelakaan dapat terjadi di mana-mana, dirumah, diperjalanan, di sekolah, di tempat kerja, di kolam renang, di tempat-tempat rekreasi dan di tempat-tempat lain. Sebagai akibat kecelakaan, korban dapat meninggal seketika, pingsan, luka berat dan luka ringan.

Korban kecelakaan yang masih hidup memerlukan pertolongan secepat mungkin, supaya korban terhindar dari bahaya maut. Pada kondisi tersebut terletak fungsi pertolongan pertama sebelum dokter datang. Bila dilakukan dengan benar, pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menolong jiwa seseorang. Namun demikian, bila dilakukan dengan salah, bahkan dapat membahayakan
jiwa korban.

Oleh karena itu, orang yang memberikan pertolongan pertama harus mempunyai pengetahuan, keterampilan P3K serta mampu melihat situasi dan kondisi korban sebelum melakukan pertolongan pertama. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama, antara lain:
  • Panggillah dokter secepat mungkin atau bila dokter tak mungkin segera datang, kirimkanlah penderita segera ke rumah sakit.
  • Hentikan perdarahan.
  • Cegah dan atasi shock atau gangguan keadaan umum yang lainnya.
  • Cegahlah infeksi.
Tujuan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
  • Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban.
  • Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu.
  • Mencari dan mengatasi pendarahan.
b. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk)
  • Mengadakan diagnose.
  • Menangani korban dengan prioritas yang logis.
  • Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.
c. Menunjang penyembuhan
  • Mengurangi rasa sakit dan rasa takut.
  • Mencegah infeksi.
  • Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat.
Prinsip-Prinsip P3K
Prinsip-prinsip atau sikap kita ketika melakukan usaha pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut.
  1. Bersikap tenang dan tidak panik.
  2. Berikan pertolongan dengan cara yang cepat dan tepat.
  3. Sebelum mengetahui berat ringannya cidera yang dialami, jangan cepatcepat memindahkan atau menggeser korban.
  4. Jika ada luka, diusahakan agar korban tidak melihatnya, sebab dapat membuat korban menjadi panik.
  5. Setelah mendapat pertolongan pertama, korban sebaiknya segera dibawa ke dokter, rumah sakit, Puskesmas untuk penanganan selanjutnya.
Peralatan P3K dan Cara Penggunaannya
Peralatan atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan minimal yang perlu dipersiapkan dalam usaha memberikan pertolongan, antara lain sebagai berikut
1. Peralatan P3K
  1. Kasa Pembalut (Perban). Perban terbuat dari kain yang jarang dan tipis. Perban ini dipergunakan untuk membalut luka yang sudah ditutup kasa steril.
  2. Kasa Steril. Kasa yang sudah disterilkan digunakan untuk menutup luka. Kasa steril adalah kain yang bebas dari kuman-kuman penyakit.
  3. Plester. Plester digunakan untuk merekatkan kasa penutup agar tidak terlepas. Dalam meletakkan kasa penutup, plester ditempatkan pada beberapa tempat dan jangan melewati bagian tengah luka.
  4. Plester obat. Plester obat (plester yang mengandung obat) biasanya digunakan untuk menutup luka kecil yang telah dibersihkan, misalnya akibat teriris atau tersayat benda tajam. Pada permukaan tengah plester terdapat lapisan yang mengandung obat.
  5. Pembalut Segitiga. Pembalut segitiga (mitella) biasanya digunakan untuk korban yang mengalami kecelakaan seperti patah tulang lengan, luka di kepala atau cedera pada sendi lutut. Pembalut segitiga terbuat dari kain putih dengan ukuran 90 cm dan 125 cm. Pinggirnya tidak dijahit agar ketika dipakai tidak menekan luka atau cedera.
  6. Kapas. Kapas digunakan untuk membersihkan luka atau mengoleskan obat. Biasanya sebelum digunakan, kapas terlebih dahulu dibasahi dengan air bersih yang steril atau larutan pembersih luka, setelah itu baru dipakai untuk membersihkan luka yang kotor.
  7. Gunting. Gunting yang digunakan sebaiknya gunting perban tahan karat.
  8. Lampu senter. Lampu senter digunakan untuk melihat luka tertentu agar lebih jelas, misalnya suatu benda yang masuk ke telinga atau melihat benda yang sangat kecil di dalam luka.
  9. Jepitan. Jepitan (pinset) digunakan untuk mengambil suatu benda yang kecil di dalam luka atau mengambil kotoran yang melekat pada permukaan luka. Pinset juga biasanya dipakai untuk menjepit kapas atau kasa steril. Sebelum dipakai sebaiknya pinset dibersihkan dahulu dengaan alkohol 70% atau direbus.
Obat-obatan P3K
a. Obat Penghilang Rasa Sakit
  • Jenis Obat :Balsem, Minyak kayu putih, Minyak angin
  • Cara Penggunaannya. Obat diusapkan atau dioleskan pada dada, kening, leher dan perut atau diciumkan.
  • Kegunaannya. Memberi rasa segar, menghilangkan rasa sakit, melonggarkan pernapasan atau menghangatkan tubuh.
b. Obat Luka Bakar
  • Jenis Obat :Salep minyak ikan
  • Cara penggunaannya. Oleskan salep ke permukaan luka bakar.
  • Kegunaannya. Pada luka bakar yang kecil dan ringan sangat efektif dan cepat menyembuhkan.
c. Obat Luka Ringan
  • Jenis Obat: Obat merah, Betadin
  • Cara penggunaannya:. Bersihkan luka dengan obat pencuci luka terlebih dahulu, kemudian oleskan obat pada luka.
  • Kegunaannya:. Mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi.
d. Obat Penyadar Orang Pingsan
  • Jenis Obat: Amoniak cair 25%, Eau de cologne
  • Cara penggunaannya: Basahi kapas dengan Amoniak atau Eau de cologne. Kemudian kapas didekatkan atau diciumkan ke hidung korban sampai korban sadar.
e. Obat Pencuci Luka
  • Jenis Obat: Larutan betadin, Alkohol 70%, Boorwater (larutan boric)
  • Cara Menggunakannya Basahi kapas dengan larutan betadine, alkohol atau boorwater. Kemudian luka bersihkan dengan kapas yang sudah dibasahi dengan larutan tersebut di atas.
Kecelakaan yang Sering Terjadi dan Cara Pertolongannya
1. Shock
Shock adalah gangguan keadaan umum yang disebabkan karena pembuluh darah kurang terisi sehingga aliran darah terganggu.
a. Gejala-gejalanya
  1. Kulit dan muka korban pucat dan terasa dingin.
  2. Nadinya cepat
  3. Pernapasan cepat
  4. Korban tidak mengacuhkan keadaan sekeliling dan sering menguap
  5. Korban merasa haus
  6. Kesadarannya hilang atau berkurang
b. Usaha Pencegahannya
  1. Letakkan korban terlentang dengan kepala lebih tinggi dari kaki.
  2. Selimutilah tubuh korban dengan selimut yang tebal supaya hangat.
  3. Jika masih sadar berilah minuman yang hangat. Kalau ada luka dalam perut, jangan sekali-kali diberi minum.
  4. Kalau korban pingsan, letakkan amoniak di bawah hidungnya.
  5. Sedapat mungkin hilangkan perasaan sakit.
  6. Pindahkan korban ke tempat yang aman dengan hati-hati.
2. Pendarahan
Pada tiap-tiap luka akan terjadi pendarahan. Pendarahan dapat terjadi di dalam atau di luar badan. Supaya tidak terjadi infeksi, tiap luka baik itu luka luar maupun di dalam badan harus diambil tindakan yang cepat. Kita harus membedakan dari mana darah itu keluar, apakah pendarahan itu keluar dari arteri, vena (pembuluh darah balik), atau kapiler (pembuluh darah rambut).

Pendarahan arteri warnanya merah muda, dan darah keluar dengan memancar sesuai dengan denyutan jantung. Pendarahan vena warnanya merah tua, keluarnya cepat, tidak ada pancaran. Pendarahan kapiler warnanya merah tua atau merah muda, tidak cepat dan berdenyut, menyelubungi permukaan luka.
Tindakan terhadap Pendarahan Luar
Berikut adalah beberapa tindakan terhadap pendarahan luar..
  1. Menekan dengan pembalut tekan. Cara melakukannya: di atas luka diletakkan kain kasa, kemudian dibalut dengan kain pembalut. Kain kasa akan menutupi dan menekan darah yang keluar. Pendarahan vena dan pendarahan yang tidak berat dapat dihentikan dengan cara tersebut. Kalau tidak ada kain kasa, dapat juga dipergunakan sapu tangan yang bersih. Jika terjadi pendarahan di tangan atau di kaki, tangan atau kaki harus diangkat ke atas.
  2. Menekan dari atas tempat tekanan. Kalau terjadi pendarahan arteri dan pendarahan lain yang tidak dapat dihentikan setelah 5 menit dengan pembalut tekan, maka tekanan harus dilakukan pada tempat-tempat tertentu, yaitu tempat di mana arteri menyilang pada tulang. Tempat yang harus ditekan, yaitu tempat antara luka dan jantung, tempat yang paling dekat dengan luka arteri menyilang tulang. Setelah pendarahan berhenti, lakukan penekanan dengan pembalut tekan.
  3. Menahan pendarahan dengan tourniquet. Menahan pendarahan dengan tourniquet hanya dapat dilakukan dalam keadaan yang memaksa sekali, karena penggunaan tourniquet ada bahayanya. Jika penolong menggunakan tourniquet, ia harus segera diberitahukan kepada dokter, bahwa ia menggunakan tourniquet.
3. Pernapasan Berhenti
Pernapasan berhenti (asphyxia) disebut dengan “mati lemas”. Dalam bahasa Yunani asphyxia berarti “tidak berdenyut”, tidak tepat sebab pada kematian karena asphyxia nadi sebenarnya masih dapat berdenyut untuk beberapa menit setelah pernapasan berhenti. Pernapasan berhenti (asphyxia) adalah kekurangan oksigen yang disebabkan oleh terganggunya saluran pernapasan.
a. Sebab-sebab terhentinya pernapasan
  1. Terhalangnya udara yang masuk ke dalam paru-paru, misalnya karena tercekik, kemasukan benda asing ke dalam tenggorokan atau kemasukan air karena tenggelam.
  2. Kelumpuhan pada pusat pernapasan di otak, misalnya karena pukulan keras di kepala atau perut, udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, terkena aliran listrik.
  3. Sel-sel darah merah tidak dapat bekerja dengan baik.
  4. Kurangnya oksigen dalam udara, misalnya di ruangan yang tertutup rapat.
b. Pertolongan pertama
  1. Memindahkan korban ke tempat yang udaranya bersih.
  2. Mengeluarkan segala benda yang menyumbat tenggorokan.
  3. Menutup badan korban dengan selimut supaya hangat.
  4. Melakukan pernapasan buatan.
4. Luka
Luka adalah jaringan kulit yang terputus, robek, rusak oleh suatu sebab.
a. Jenis-Jenis Luka
Luka memar (kena pukul), Luka bacok, Luka gores, Luka robek, Luka tusuk, Luka tembak, Luka potong, Luka bakar
b. Dasar-dasar pertolongannya:
  1. Hentikan pendarahan.
  2. Tinggikan anggota badan yang terluka.
  3. Ulas luka ulas dengan mercurrohchoom 2%, tutup dengan kasa steril dan tambahkan kapas di atasnya, kapas lalu di perban. Setelah luka ditaburi obat dapat juga langsung dibalut dengan pembalut cepat.
  4. Bila luka lebar dan dalam segera bawa ke rumah sakit.
5. Patah Tulang
a. Ada Dua Macam Patah Tulang, yaitu
  • Patah tulang tertutup, kalau tidak ada kerusakan pada kulit.
  • Patah tulang terbuka, kalau ujung-ujung tulang yang patah menusuk kulit sampai kelihatan keluar.
b. Tanda-Tanda Patah Tulang
  • Terasa sakit pada tempat yang patah, lebih-lebih kalau digerakkan.
  • Tidak mungkin dapat bergerak.
  • Kalau ujung-ujung tulang yang patah mendorong ke dalam, lengan atau kaki akan menjadi lebih pendek.
  • Tempat patah tulang membengkak.
c. Upaya Pertolongan:
  • Pada patah tulang terbuka, pertama-tama harus dihentikan pendarahannya lalu ditutup dengan kain bersih, kemudian dipasang bidai agar tidak bergerak sewaktu dibawa ke dokter, rumah sakit atau Puskesmas.
  • Pada patah tulang tertutup, korban diusahakan agar tidak banyak bergerak, sehingga tidak bertambah sakit dan memperburuk keadaan patah tulangnya.
  • Bila tidak ada bidai pada tempat kecelakaan patah tulang kaki, bantal dapat dipakai sebagai ganjal atau apa saja, agar korban merasa enak dan tidak bertambah sakit
6. Terkena Aliran Listrik
Shock listrik terjadi bila tubuh seseorang dilalui arus listrik, badannya kena kawat listrik, kena pesawat listrik atau kena halilintar.
a. Gejala-Gejalanya
  • Kesadaran hilang
  • Pernapasan berhenti, karena lumpuhnya pusat pernapasan.
  • Kadang-kadang luka terbakar hebat.
  • Terdapat pendarahan halus pada kulit.
b. Cara Melepaskan dari Arus Listrik
  • Pertama-tama melepaskan kontak antara korban dengan pembawa arus listrik. Sangat berbahaya melepaskan korban dengan tangan, atau memegang badan atau pakaiannya, terlebih-lebih jika badan atau pakaian korban basah, misalnya karena keringat.
  • Kalau sekering listrik dekat, putuskan sekering dengan segera. Kalau tidak ada sekering, lakukanlah hal-hal sebagai berikut. Berdirilah di atas papan yang kering atau di atas pakaian kering. Balutlah tangan dengan pakaian kering dan tebal, atau memakai sarung tangan karet.
  • Tariklah korban pada pakaiannya yang kering untuk melepaskan korban dari pembawa arus listrik.
  • Tindakan selanjutnya, kalau korban tidak bernapas, buatlah pernapasan buatan. Pernapasan buatan harus dilakukan sampai korban dapat bernapas kembali. Setelah korban dapat bernapas kembali, balutlah lukanya.
7. Pingsan
Pingsan adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, biasanya hanya beberapa detik atau menit, karena otak tidak mendapatkan cukup oksigen.
pingsan
a. Penyebab Pingsan
  • Postural hipotensi adalah suatu kondisi umum. Hal ini terjadi ketika seseorang telah duduk selama beberapa saat dan kemudian tiba-tiba mengalami perasaan pusing ketika berdiri.
  • Dehidrasi parah juga menyebabkan pingsan. Hal ini terutama terlihat pada anak-anak yang banyak olahraga di luar ruangan selama musim panas. Hilangnya cairan diterjemahkan kurangnya darah tersedia di otak dan otot. Penurunan volume darah adalah yang menyebabkan pingsan pada anak-anak.
  • Anemia adalah suatu kondisi kurangnya salah satu sel darah merah atau hemoglobin. Hal ini menyebabkan kurangnya jumlah oksigen mencapai otak yang menyebabkan pingsan.
  • Setiap jenis perubahan irama jantung dapat mengakibatkan fluktuasi dalam jumlah darah yang dipompa ke berbagai bagian tubuh atau yang disebut arrhythmia. Kondisi katup jantung juga dapat menyebabkan arrhythmia, sekali lagi yang dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi hati. Ketersediaan oksigen dalam tubuh yang tiba-tiba menurun dapat menyebabkan pingsan.
  • Serangan jantung ringan atau segala jenis kematian jantung mendadak juga dapat menyebabkan seseorang pingsan.
  • Vasovagal syncope atau neurocardiogenic syncope adalah suatu kondisi di mana penurunan tekanan darah akibat tindakan saraf vagus dan membuat orang pingsan. Hal ini biasanya terlihat ketika seseorang tibatiba mendengar berita buruk atau melihat gambar berdarah, dan lainnya.
  • Pingsan selama kehamilan juga umumnya terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan pingsan selama kehamilan. Kurang gizi, anemia, telentang untuk waktu lama, bisa menyebabkan pingsan selama kehamilan.
  • Penurunan gula darah tiba-tiba menyebabkan penurunan glukosa yang tersedia untuk fungsi otak. Hal ini dapat dilihat pada penderita diabetes yang cenderung overdosis insulin. Jika orang kehilangan dosis, mungkin tergoda mengambil dosis insulin tambahan untuk menebus  dosis yang terabaikan. Dalam kasus tersebut, gula darah cenderung tibatiba jatuh, dan membuat orang menjadi shock insulin.
  • Occupational syncope merupakan orang yang pingsan karena pemicu yang merupakan fungsi tubuh normal, seperti batuk, bersin, jatuh dari bangku, mengejan pada saat buang air besar, atau lainnya.
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat juga membuat seseorang merasa pusing. Ini karena perubahan konsentrasi cairan dalam tubuh dan juga secara langsung mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh.
  • Kadang-kadang, seseorang pingsan sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap beberapa obat atau pengobatan.
b. Gejala-gejala Pingsan
Gejala-gejala pingsan dapat diketahui ketika seseorang mengalami pusing ketika duduk atau berdiri, mual, badan panas, dingin, berkeringat, dan kulit pucat sebelum mereka akan pingsan.
c. Pertolongan
Langkah pertama yang harus diambil ada yang pingsan adalah seperti berikut.
  • Mengembalikan kesadarannya dengan memberikan bau-bauan yang menyengat seperti parfum atau minyak kayu putih.
  • Buat kepalanya lebih rendah dari kaki agar darah bisa mengalir ke otak.
  • Jika korban pingsan muntah miringkan kepalanya agar jalur pernapasannya bisa lancar kembali.
  • Jika sudah sadar beri air minum.
Pertolongan Kecelakaan di Air Menggunakan Sistem Resusitasi Jantung dan Paru (RJP)
Pernapasan buatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menolong jiwa seseorang dengan jalan menimbulkan pernapasan yang spontan dan teratur. Orang tanpa hidup dengan bernafas lebih dari beberapa menit saja. Oleh karena itu, pernapasan buatan harus dilakukan dengan segera dan cara yang benar.

a. Pedoman dalam Melakukan Pernapasan Buatan
Yang harus dikerjakan sebelum melakukan pernapasan buatan adalah membersihkan saluran pernapasan dan melonggarkan pakaian yang menjepit leher, dada, dan perut. Kemudian, lakukanlah pernapasan buatan dengan pedoman sebagai berikut.
  • Lakukanlah pernapasan dengan segera. Apabila terlambat, jiwa penderita tidak akan tertolong.
  • Lakukan pernapasan buatan yang telah kamu kuasai betul. Jangan mencoba cara lain meskipun lebih baik jika kamu belum menguasai cara-caranya.
  • Lakukanlah pernapasan buatan sampai penderita/korban bernafas kembali.
b. Cara Memberikan Pernapasan Buatan (dari mulut ke mulut)
Pernapasan buatan metode mulut ke mulut adalah metode yang paling efektif dalam membantu korban ketika mengalami kesulitan bernapas. Caranya dengan menghembuskan udara ke paru-paru korban dengan mulut kamu sendiri. Cara melakukan pernapasan buatan pada dasarnya adalah sebagai
berikut.
  • Tempatkan korban pada punggungnya seketika. Putar kepala dan bersihkan daerah kerongkongan dari air, lendir, barang-barang asing atau makanan.
  • Miringkan kepala korban ke belakang untuk membuka aliran udara.
  • Angkat dagu korban keatas supaya lidah tidak menghalangi aliran udara.
  • Pencet lubang hidung korban sehingga tertutup untuk mencegah kebocoran udara ketika kamu meniup.
  • Tempelkan bibir kamu sekitar mulut korban.
  • Hembus mulut korban sehingga kamu melihat kenaikan dada.
  • Lepaskan mulut kamu untuk membiarkan pengeluaran udara secara alami.
  • Ulangi 12 sampai 18 kali/menit, amati untuk melihat naik turunnya dada sampai pernapasan alami mulai.
c. Cara Menolong orang yang pingsan
  • Prinsipnya sederhana. Kamu bernapas bagi korban yang tidak bereaksi. Keluarkan napasmu dari paru-paru dan masukkan ke tubuh korban melalui mulutnya. Apabila mulutnya cedera dan tidak bisa dibuka, hembuskan napas ke dalam hidungnya.
  • Posisi di samping kanan bahu korban. Miringkan kepalanya, angkat dagunya dan pencet hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk mu. Tujuannya agar napas yang ditiupkan ke dalam mulut korban tidak keluar melalui hidung.
  • Tarik napas dalam-dalam. Buka mulutmu lebar-lebar, rapatkan sedekat mungkin ke mulut korban. Hembuskan napas ke dalamnya. Setelah itu jauhkan mulut dari korban. Berikan dua kali pernapasan yang dalam. Amati dada korban untuk memastikan udara yang ditiupkan telah dapat mengembangkan paru-parunya. Sebelum memasukkan napas berikutnya, pastikan korban sudah menghembuskan napas. Jika perut korban jadi membesar, kemungkinan saluran napasnya tersumbat atau napas yang dihembuskan terlalu banyak.
  • Periksa adanya tanda-tanda sirkulasi, misalnya bernapas, batuk, atau gerakan. Hal ini perlu waktu tak sampai 10 detik.
  • Bila tak ada tanda-tanda sirkulasi, lakukan tekanan pada jantung untuk mengalirkan darah ke otak. Bila korban menunjukkan tanda- tanda kehidupan namun tidak bernapas, lanjutkan pernapasan mulut ke mulut hembuskan udara sebanyak-banyaknya setiap 5 detik, berarti dua belas kali pernapasan setiap menit.
  • Bila napasnya lemah, dangkal atau tampak susah payah, pernapasan buatan dari mulut ke mulut mungkin masih bisa membantu. Namun bantuan pernapasanmu harus dikoordinasikan dengan napas korban. Hembuskan udara selagi ia menarik napas dan biarkan dia mengeluarkan napas dulu, baru kamu hembuskan napas lagi.
  • Telepon dokter bila kamu belum dapat mengatasinya. Lanjutkan napas buatan sambil menunggu bantuan.