Showing posts sorted by relevance for query pembuluh darah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pembuluh darah. Sort by date Show all posts
26 April 2017

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah. Pengertian Pembuluh Darah, Fungsi Pembuluh Darah, Struktur Pembuluh Darah dan Macam-Macam Pembuluh Darah.

Pengertian Pembuluh Darah

Sumber: icpcapsule.co.id
Pembuluh darah yaitu sisi dari system peredaran darah. Pembuluh darah umum di sebut oleh orang awam dengan sebutan urat. Pembuluh darah merupakan jaringan elastis membawa darah dari jantung ke semua tubuh, lantas mengembalikannya lagi ke dalam jantung.

Pembuluh darah termasuk juga ke dalam system pembuluh darah, yang mana pada mamalia, system ini terdiri jantung, arteri besar, arteriol (arteri kecil), kapiler (pembuluh darah kecil di ujung jaringan serta sel), venula (vena kecil) serta vena.

Fungsi paling utama system ini yaitu menyalurkan darah yang memiliki kandungan oksigen ke sel serta jaringan serta mengembalika darah vena ke paru-paru untuk pertukaran gas oksigen (O2) dengan karbon dioksida (CO2).

Struktur Pembuluh Darah

Pembuluh darah terbagi dua, yakni arteri serta vena:

Arteri 

Sumber: artikelsiana.com
Arteri membawa darah dari jantung ke semua tubuh. Pembuluh darah arteri terdiri atas beberapa susunan sebagai berikut ini:

Tunika intima yaitu susunan terdalam dari pembuluh darah yang terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Di bawah susunan endotel yaitu susunan subendotel, terdiri atas jaringan penyambung jarang halus yang terkadang memiliki kandungan sel otot polos yang bertindak untuk kontraksi pembuluh darah.

Tunika media ini yaitu susunan tengah yang terbagi dalam serat otot polos yang tersusun melingkar. Pada arteri yang lebih besar, tunika media dipisahkan dari tunika intima oleh sebuah lamina elastik interna.

Membran ini terdiri atas serat elastik, umumnya berlubang-lubang hingga beberapa zat bisa masuk lewat lubang-lubang yang ada dalam membran serta memberi suplai O2 serta makanan yang lain pada sel-sel yang terdapat jauh di dalam dinding pembuluh.

Pada pembuluh besar, kerap ditemukan lamina elastika eksternal yang tidak tebal yang memisahkan tunika media dari tunika adventitia yang terdapat diluar.

Tunika adventitia atau susunan terluar terdiri atas dengan jaringan ikat kolagen serta elastik, terlebih kolagen type I. Pada pembuluh yang lebih besar, ada vasa vasorum bercabang-cabang luas dalam adventitia.

Anastomosis Arteriovenosa yaitu hubungan langsung antara aliran arteri serta vena. Anastomosis arteriovenosa ini menyebar di semua tubuh serta biasanya ada pada pembuluh-pembuluh kecil berperan mengatur sirkulasi pada daerah spesifik, terlebih pada jari, kuku, serta telinga.

System ini memiliki fungsi penyusunan aliran pada beragam organ serta berperanan pada beberapa fenomena fisiologi seperti menstruasi, perlindungan pada suhu yang rendah, serta ereksi.

Anastomosis arteriovenosa banyak dipersarafi oleh system saraf simpatis serta parasimpatis (system saraf otonom). Tidak hanya mengatur aliran darah pada beragam organ, anastomosis ini memiliki fungsi termoregulator atau pengatur suhu yang terutama dapat dibuktikan pada kulit anggota gerak (ekstremitas).

Vena 

Sumber: apaperbedaan.com
Vena berperan membawa darah dari perifer (ujung) kembali pada jantung serta paru-paru. Vena terbagi dalam beberapa susunan, yakni:

Tunica intima: terbagi dalam susunan endothelium yang memiliki kandungan sel pipih selapis, serta susunan subendothelium yang memuat jaringan ikat tipis langsung terkait dengan tunica adventitia.

Tunica media: susunan ini tipis, otot polosnya bercampur dengan jaringan ikat.

Tunica adventitia: yaitu susunan paling tebal pada vena, susunan ini dapat susunan yang paling berkembang. Jaringan ikat longgar dengan serabut kolagen yang membentuk berkas-berkas longitudinal, sel fibroblas terlihat diantaranya. Beberapa sel otot polos juga kerap terlihat juga.

Vasa vasorum yaitu pembuluh darah kecil yang memberi supply metabolit-metabolit untuk beberapa sel di tunika adventitia serta tunika media pembuluh-pembuluh darah besar, apakah itu vena besar ataupun arteri besar, lantaran lapisan-lapisannya sangat tebal untuk di beri makanan oleh difusi langsung dari aliran darah.

Fungsi Pembuluh Darah

Sumber: pembuluhdarah.com
Pembuluh darah berperan membawa darah yang dipompa dari ventrikel kiri jantung ke seluruh tubuh, darah itu memiliki kandungan oksigen yang diikat oleh hemoglobin atau Hb di dalam darah. Di dalam darah juga ada protein serta glukosa yang mana komponen itu diperlukan oleh jaringan serta sel nantinya.

Setelah sampai ke semua tubuh atau organ targetnya lewat anastomosis arteriovenosa serta kapiler. Oksigen serta metabolit tersebut di pasok ke organ tujuan sampai tercapailah tujuan dengan oksigen serta metabolit seperti glukosa itu, beberapa sel di seluruh tubuh bisa mengalami metabolisme aerob (memakai O2) untuk menjalani fungsinya.

Lantas oksigen itu ditukar dengan karbon dioksidan, lantas kembalilah darah itu darah ke jantung lewat vena kecil lantas vena besar, setelah sampai dijantung, darah itu dipompa oleh ventrikel kanan jantung kedalam paru, atau system ini disebut juga dengan dengan aliran pulmoner.

Hingga diparu, darah yang membawa CO2 itu ditukar kembali dengan O2 yang baru kita hirup, lewat mekanisme difusi.

Pembuluh darah juga berperan untuk membawa sel darah putih saat terjadi infeksi untuk mekanisme pengobatan, sel darah putih itu yang merupakan imun tubuh seseorang akan melawan kuman maupun benda asing yang masuk ke dalam tubuh, hingga saat imunitas seseorang melemah maupun kuman yang masuk ke dalam tubuh sangat kuat, disitulah seseorang terserang penyakit.

Macam-Macam Pembuluh Darah

Sumber: ilmuveteriner.com
Secara garis besar, pembuluh darah terbagi jadi dua, yakni arteri serta vena.

Beberapa jenis arteri

Arteri elastik: yaitu pembuluh paling besar di tubuh, contoh arteri ini yaitu aorta (pembuluh darah paling besar yang menyambut darah setelah baru di keluarkan dari ventrikel kiri jantung), trunkus pulmonalis (pembuluh darah yang menyambut darah yang keluar dari pompaan ventrikel kanan jantung), serta cabang-cabang pokoknya.

Dinding pembuluh darah jenis ini khususnya terbagi dalam jaringan ikat elastik, menunjukkan daya tahan serta kelenturan saat darah mengalir. Dinding pembuluh ini sangat melebar sepanjang sistol (kontraksi jantung atau pompa jantung). Pada saat diastol (relaksasi jantung), dinding kembali mengerut (recoil) serta mendorong darah maju.

Arteri muskular: dinding memiliki kandungan banyak otot polos, juga mengontrol aliran darah lewat vasokontriksi (menguncup) serta vasodilatasi (mengembang), mekanisme ini diatur oleh system saraf otonom.

Arteriol: arteri kecil dengan satu hingga lima susunan otot polos, arteriol terminal akan mengalirkan darah ke pembuluh darah paling kecil, yakni kapiler.

Beberapa jenis kapiler 

  1. Vas capillare continuum: yaitu jenis yang paling banyak, endotel membentuk susunan utuh. 
  2. Vas capillare fenestratum: memiliki kandungan fenestra maupun pori-pori pada endotelnya. Ada di kelenjar endokrin, usus halus, serta glomerulus ginjal 
  3. Vas capillare sinusoideum: menunjukkan diameter lebar dengan celah diantara beberapa sel endotel. Membrana basalisnya tidak terbentuk sempurna. Kapiler ini terdapat di hati, limpa, serta sumsum tulang.

Beberapa jenis vena 

Vena cava: vena ini yaitu pembuluh darah yang menyambut darah dari semua tubuh yang memiliki kandungan CO2 saat akan masuk ke dalam jantung, vena ini adalah vena paling besar, vena cava ada dua yakni vena cava superior yang letaknya di atas jantung, serta vena cava superior yang terdapat di bawah vena cava inferior.

Vena pulmonalis: vena ini membawa darah dari paru atau aliran pulmoner ke dalam jantung, vena ini memiliki kandungan darah yang memuat O2. Vena pulmonalis juga terbagi dua yakni vena pulmonalis dextra yang membawa darah dari paru-paru kanan, serta vena pulmonalis sinistra yang membawa darah dari paru-paru kiri.

Vena cutanea: yaitu vena yang terlihat di bawah kulit, yang umum ditusuk ketika seseorang di infus.

Deep vein: yaitu vena yang terletak lebih dalam serta berdekatan dengan arteri, vena ini tidak terlihat dari luar kulit.

Venula: ini yaitu vena dengan ukuran paling kecil, serta terkait langsung dengan kapiler.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pembuluh Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pembuluh Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com
12 May 2017

Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia

Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia. Sistem Peredaran Darah Manusia, Sistem Sirkulasi Darah Manusia, dan Sistem Sirkulasi Tubuh Manusia.

Sistem Sirkulasi Darah

Sumber: arbamedia.com
Jantung adalah satu organ sebesar kepalan tangan manusia yang mekanisme kerjanya serupa dengan pompa untuk memberi tekanan pada pembuluh darah supaya darah bisa selalu mengalir di dalam tubuh. Lantas mengapa tekanan ini penting?

Karena karakter cairan senantiasa mengalir dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan lebih rendah.

Jantung yang memompa darah akan membuat tekanan dalam pembuluh darah semakin lebih tinggi dibanding dengan tekanan di jaringan, hingga darah akan mengalir ke jaringan. Tetapi, tekanan ini memiliki nilai keseimbangan yang mana apabila terlampau tinggi akan membahayakan tubuh.

Pembuluh darah yang disebut sebagai saluran berupa pipa untuk mengalirkan serta mengarahkan darah ke semua sisi tubuh.

Darah yaitu sekumpulan sel berupa cairan yang membawa elektrolit, nutrisi, dan oksigen ke semua tubuh serta mengembalikan karbon dioksida ke paru-paru dan sisa metabolisme ke organ ekskresi. Saat ini kita akan mengulas secara detil tentang komponen-komponen itu.

Jantung 

Sumber: inaheart.or.id
Seperti yang sudah kami singgung di atas, jantung yaitu organ berongga serta berotot memiliki ukuran sekepalan tangan. Jantung terdapat di rongga dada antara tulang dada serta tulang belakang. Posisi jantung agak sedikit ke kiri di dalam dada, hingga kita dapat merasakan denyutannya lewat cara meletakkan tangan di dada agak ke kiri.

Susunan jantung terbagi dalam:
  • Perikardium, adalah selaput pembungkus jantung; 
  • Miokardium, yaitu otot yang berkontraksi; 
  • Endokardium, yaitu selaput yang membatasi ruang jantung. 
Jantung memiliki dua mekanisme pompa yang terpisah yang dibagi jadi sisi kanan serta kiri, dan mempunyai empat rongga, satu rongga atas serta satu rongga bawah di tiap bagiannya.
  • Rongga atas (atrium) menerima darah yang kembali pada jantung lantas mengalurkannya ke rongga bawah. 
  • Rongga bawah (ventrikel), yaitu rongga yang bertugas untuk memompa darah ke luar dari jantung. 
Kedua sisi jantung dipisahkan oleh satu sekat pemisah yang disebut dengan septum untuk menghindari darah bercampur dari kedua segi jantung.

Pada rongga jantung ada katup yang melindungi supaya aliran darah jantung tetap searah:
  • Valvula trikuspidalis yaitu katup yang terdapat antara serambi (atrium) kanan dengan bilik (ventrikel) kanan jantung. 
  • Valvula bikuspidalis yaitu katup yang terdapat antara serambi (atrium) kiri serta bilik (ventrikel) kiri jantung. 
  • Valvula semilunaris yaitu katup yang ada pada pangkal aorta serta arteri pulmonalis. 

Pembuluh Darah 

Sumber: biologylearningcenter.blogspot.co.id
Seperti yang sudah kami katakan juga di atas kalau pembuluh darah merupakan saluran untuk mengalirkan darah ke semua tubuh, tetapi pembuluh darah bukan cuma merupakan saluran tunggal namun memiliki percabangan yang sangat banyak supaya bisa mencapai semua sisi tubuh. Tiap percabangan akan menyebabkan adanya perubahan jenis dari pembuluh darah ini.

Pembuluh nadi/arteri 

Pembuluh darah arteri yaitu pembuluh darah yang keluar dari jantung. Pembuluh ini tidak memiliki katup di sepanjang alirannya dan lantaran pembuluh ini mengalirkan darah dari jantung, maka desakannya lebih besar dibanding vena. Pembuluh ini terbagi dalam empat jenis.

Pembuluh Aorta 

Aorta terkait langsung dengan ventrikel kiri jantung untuk membawa darah kaya oksigen ke semua sisi tubuh.

Pembuluh Arteri Pulmonalis 

Arteri pulmonalis terkait langsung dengan ventrikel kanan yang bertugas mengalirkan darah kaya karbon dioksida (CO2) ke paru-paru agar terjadi pergantian udara yang lantas dialirkan kembali pada jantung lewat vena pulmonalis.

Pembuluh Arteri 

Yaitu cabang dari aorta yang memiliki ukuran lebih kecil dari aorta.

Arteriola 

Yaitu cabang arteri yang kemudian akan terkait dengan pembuluh kapiler. Di pembuluh kapiler terjadi pertukaran gas serta nutrisi dengan jaringan.

Pembuluh balik/vena 

Nama lain pembuluh balik yaitu vena yang disebut sebagai pembuluh pengangkut darah dari semua tubuh kembali pada serambi (atrium) kanan jantung. Ciri khas dari pembuluh vena yaitu mempunyai katup di sepanjang salurannya. Pembuluh ini dibedakan kembali menjadi 4 bagian:

Vena Cava 

Vena cava dibedakan jadi dua, yakni vena cava superior yang membawa aliran darah dari sisi atas (kepala) serta vena cava inferior yang membawa aliran darah dari sisi tubuh bawah. Vena inilah yang terkait langsung dengan atrium kanan jantung.

Vena Pulmonalis 

Vena pulmonalis yaitu pembuluh yang mengalirkan darah kaya oksigen dari paru-paru menuju atrium kiri jantung.

Vena 

Yaitu pembuluh darah yang terkait dengan venula

Venula 

Yaitu pembuluh yang terkait langsung dengan kapiler serta lantas mengalirkan darah menuju vena.

Sistem Sirkulasi Darah 

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
System sirkulasi darah dibedakan jadi dua, yakni:

System sirkulasi darah kecil (sirkulasi pulmonal/paru) 

Kita akan memulai dari darah yang kembali pada jantung lewat vena cava serta mengalir menuju atrium kanan jantung, darah yang ada di atrium kanan yaitu darah yang konsentrasi oksigennya rendah karena sudah di ambil oleh jaringan tubuh.

Darah dari atrium kanan lantas dialirkan menuju ventrikel (bilik) kanan, darah lantas dipompa keluar lewat arteri pulmonalis menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi pertukaran udara antara CO2 serta O2.

Oleh sebab itu, segi kanan jantung menerima darah dari sirkulasi systemik serta memompanya ke paru-paru.

System peredaran darah besar (sirkulasi systemik) 

Darah yang datang dari paru-paru serta sudah kaya akan O2 dikembalikan ke atrium kiri jantung lewat vena pulmonalis, darah dari atrium kiri ini lantas dialirkan menuju ventrikel kiri jantung yang lantas akan dipompa ke semua tubuh terkecuali paru.

Oleh sebab itu, segi kiri jantung menerima darah dari paru-paru serta memompanya ke semua tubuh terkecuali paru.

Ventrikel kiri ini akan memompa darah menuju aorta yang akan bercabang jadi arteri-arteri besar untuk menelusuri semua sisi tubuh. Beberapa darah yang dipompa ventrikel kiri mengalir ke otot, beberapa ke ginjal, beberapa ke otak, dan sebagainya.

Maka itu aliran arteri tidak akan membawa darah yang sudah kehilangan oksigennya akibat diserap oleh jaringan spesifik, arteri akan menebar secara rata agar keperluan oksigen serta nutrisi tiap jaringan bisa tercukupi secara maksimal.

Setelah jaringan menyerap oksigen dari pembuluh kapiler yang disebut sebagai percabangan dari arteri, darah akan dialirkan menuju venula lantas menuju vena serta lantas akan dialirkan ke vena paling besar yakni vena cava inferior serta vena cava superior untuk dialirkan kembali menuju jantung lewat atrium kanan serta dialirkan ke sirkulasi paru.

Begitulah selanjutnya sirkulasi yang tidak ada ujungnya ini akan terjadi sepanjang hidup seorang manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sistem Peredaran Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sistem Peredaran Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
24 March 2017

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit

Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit. Pengertian Kulit, Fungsi dari Kulit, Struktur yang ada dalam Kulit, Bagian-Bagian Kulit, Lapisan Kulit dan penjelasan lengkapnya. Seperti apa peranan Kulit dalam tubuh kita? Berikut penjelasannya.

Pengertian Kulit 

Sumber: tipsmemutihkankulit.com
Kulit yakni organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh manusia. Berat kulit diperkirakan lebih kurang 7 persen dari berat tubuh keseluruhnya. Pada permukaan luar kulit ada pori–pori (rongga) sebagai tempat keluarnya keringat.

Kulit yakni organ yang memiliki banyak manfaat, satu diantaranya yakni sebagai pelindung tubuh dari beragam macam hal yang dapat membahayakan, sebagai alat indera peraba, sebagai satu di antara organ yang berperan dalam eksresi, pengatur suhu tubuh, dan sebagainya.

Secara umum kulit memiliki 2 susunan yaitu Epidermis (Kulit ari) dan Dermis (Kulit Jangat) serta ada susunan lemak bawah kulit (Hipodermis) yang juga sering kali dibicarakan.

Beberapa sumber juga mengemukakan bila susunan lemak bawah kulit termasuk juga ke dalam susunan kulit, tidak dipisahkan dalam pengelompokkan susunan kulit itu.

Fungsi Kulit 

Sumber: doktermeta.blog.inharmonyclinic.com
Sebagai Pelindung tubuh dari beragam macam ancaman 

Oleh karena adanya kulit sebagai segi terluar tubuh, tubuh kita dapat terlindung dari beragam macam bentuk ancaman seperti mikroorganisme yang beresiko, sinar matahari, mengurangi kerusakan akibat terbentur, serta melindungi kontak langsung dengan zat kimia.

Sebagai Indra Peraba 

Pada kulit banyak ujung–ujung persyarafan tubuh, oleh sebab itu ketika mendapatkan rangsangan, kita dapat merasakaanya lewat tubuh. Umpamanya seperti rangsangan sentuhan, panas, dingin, nyeri, dan sebagainya.

Sebagai Alat Eksresi 

Kulit yaitu tempat keluarnya keringat, keringat ini yaitu sisa metabolisme yang terdiri atas bermacam unsur yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Kulit mengeluarkan lebih kurang 1 liter keringat dalam sehari, keringat itu dikeluarkan dari pori–pori (rongga kecil pada permukaan kulit).

Sebagai Pengatur Suhu Tubuh 

Kulit selalu membuat perlindungan agar suhu tubuh tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan, artinya tetap diusahakan suhu tubuh tidak berubah walaupun terjadi perubahan suhu lingkungan.

Proses ini dikerjakan dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukkan panas tubuh oleh kulit. Sewajarnya suhu tubuh manusia 36,6 – 37,2 derajat celcius, dan suhu kulit lebih rendah sedikit dari suhu tubuh.

Sebagai Penyimpan Lemak 

Segi bawah susunan dermis kulit bertindak sebagai daerah untuk menyimpan lemak. Lemak disimpan berwujud tetes-tetes lemak, dan lemak itu akan digunakan bila diperlukan, umpamanya ketika dibutuhkan energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena juga bertindak sebagai cadangan energi.

Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D 

Pada Kulit ada provitamin D yang datang dari makanan, dengan pertolongan sinar ultraviolet dari matahari, vitamin D itu akan dirubah jadi vitamin D.

Susunan–Susunan Kulit

Sumber: christiyoda.blogspot.co.id
Susunan kulit Terdiri atas Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari), Dermis (Susunan Dalam atau Kulit Jangat), dan Hipodermis (Susunan pengikat Bawah kulit atau Susunan Lemak kulit)

Susunan Epidermis (Susunan Luar atau Kulit Ari)   

Susunan Epidermis memiliki tebal kurang lebih 0,1 mm dan terdiri atas empat susunan jaringan epitel. Setiap Susunan pada Epidermis memiliki ciri khas sendiri, Susunan

Epidermis ini tidak memiliki pembuluh darah, sampai ia mendapatkan suplai nutrisi lewat proses difusi dari susunan dermis yang ada dibawahnya. Berikut ini yakni 4 Susunan pada Epidermis:

Susunan Tanduk (Stratum Korneum)

Susunan Korneum yaitu susunan kulit paling luar dari tubuh, susunan ini senantiasa mengalami deskuamasi (pengelupasan susunan paling luar) secara terus menerus.

Bermacam sel penyusun jaringan ini akan dihidrolisis jadi kreatin (zat tanduk) yang tahan air, oleh sebab itu disebut juga tersusun oleh sel–sel mati.

Susunan ini tidak dilapisi oleh pembuluh darah, hingga bila terkelupas tidak akan mengakibatkan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah. Susunan ini bertindak untuk menghindari masuknya bakteri dan mengurangi menguapnya cairan.

Susunan Malphigi (Stratum Granulosum)

Susunan Malphigi yaitu susunan kulit yang disusun oleh sel–sel hidup yang mendapatkan nutrisi dari pembuluh kapiler pada susunan dermis. Susunan malphigi yaitu susunan yang melakukan tindakan dalam memberi warna pada kulit manusia. Zat paling penting dalam pewarnaan kulit ini disebut juga dengan Melanin.

Tentunya kita sudah sama-sama mengetahui bila warna kulit bisa berlainan, bisa hitam, putih, sawo matang, dan sebagainya. Bila tertumpuknya melanin pada suatu tempat akan terbentuk bintik berwarna hitam dan tahi lalat.

Susunan Spinosum (Stratus Spinosum)

Susunan Spinosum yaitu susunan kulit yang disusun oleh beragam sel yang tidak beraturan mempunyai bentuk. Sel–sel pada susunan ini memiliki kekuatan untuk membelah diri. Susunan ini bertindak untuk melindungi kapabilitas dan kelenturan kulit.

Susunan Basal (Stratum Germinativum)

Susunan Basal yaitu susunan kulit yang secara kontinu senantiasa membelah diri untuk memperbarui segi Epidermis yang rusak. Susunan Ini yaitu susunan paling bawah dari segi epidermis. Susunan Basal Selalu membentuk kulit yang baru sampai kulit terjaga secara periodik.

Susunan Dermis (Kulit Jangat) 

Susunan Dermis (Kulit Jangat) yakni susunan kulit yang terdiri atas pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung – ujung saraf indra, dan kelenjar keringat.

Pembuluh darah pada susunan ini sangat luas sampai bisa menyimpan lebih kurang 5 persen dari jumlah darah di seluruh tubuh. Berikut ini yakni keterangan untuk penyusun Kulit Dermis:

Pembuluh Darah, Yaitu pembuluh darah kapiler yang bertindak sebagai pemberi nutrisi dan oksigen pada sel–sel kulit serta rambut agar tidak mati dan rusak. Pembuluh darah juga bertindak dalam melindungi panas tubuh karena adanya oksigen di dalam pembuluh darah.

Ujung Saraf Indra, terbagi dalam ujung saraf peraba dan ujung saraf perasa. Segi ujung saraf perasa ini dapat merasakan rangsangan berbentuk sentuhan, tekanan, nyeri, dingin, dan panas. Sedangkan ujung saraf peraba dapat merasakan kasar atau halusnya suatu hal.

Ujung saraf ini tidak menyebar rata ke seluruh permukaan susunan dermis, umpamanya ujung–ujung jari lebih banyak memiliki ujung–ujung saraf peraba.

Kelenjar Keringat, yaitu kelenjar yang berperan untuk sistem eksresi keringat yang terdiri atas air dan mineral lain. Seperti yang udah saya jelaskan di awal, keringat dihasilkan lalu dibawa ke permukaan untuk dikeluarkan lewat pori–pori (rongga kulit). Keringat yaitu zat–zat sisa metabolisme terlebih garam dapur.

Katung Rambut, yaitu segi rambut yang memuat akar dan batang rambut. Rambut dapat tumbuh karena mendapatkan suplai nutrisi dari pembuluh kapiler ke akar rambut. Di dekat akar rambut ada otot–otot yang dapat menegangkan rambut ketika ia berkontraksi, dan dekat akar rambut ada ujung–ujung saraf perasa, sampai saat rambut dicabut kita dapat merasakannya.

Kelenjar Minyak, yaitu kelenjar yang ada di sekitar batang rambut. Kelenjar minyak bertindak untuk menghasilkan minyak yang melindungi rambut tetap sehat dan agar rambut tidak kering.

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) 

Hipodermis (Jaringan ikat Bawah Kulit) yaitu jaringan ikat yang ada di bawah susunan dermis, namun batas pemisah antara segi Hipodermis dengan segi dermis ini tidak jelas.

Susunan ini yaitu daerah untuk menyimpan lemak dalam tubuh, sampai sering kali dikenal juga dengan Susunan Lemak Bawah Tubuh. Lemak itu berperan untuk melindungi dari bentrokan benda keras, sebagai penjaga suhu tubuh karena lemak dapat menyimpan panas, dan sebagai sumber daya cadangan.
Sumber: tips-cara-memutihkan-kulit.blogspot.co.id
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Struktur dan Lapisan Kulit, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kulit di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kulit. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
16 May 2017

Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida

Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida. Pengertian Annelida, Klasifikasi Annelida, Struktur Tubuh Annelida, dan Ciri-Ciri Annelida.

Pengertian Annelida

Sumber: zaloosara.com
Secara Bahasa Annelida yaitu hewan yang bentuk badannya seperti susunan cincin. Kata Annelida datang dari bahasa yunani, yakni dari kata annulus yang memiliki arti cincin, serta oidos yang artinya bentuk.

Annelida mempunyai rongga tubuh sejati serta badannya berbentuk seperti segmen, dan bernapas lewat kulit. Hingga saat ini ada kurang lebih 15.000, dengan panjang tubuh dari 1 mm-3 m. Filum Annelida bisa hidup di laut, air tawar, serta di tanah.

Struktur Tubuh Annelida 

Sumber: keywordsuggests.com
Sisi tubuh annelida berbentuk segmen-segmen. Antara satu segmen dengan segmen yang lain ada sekat yang disebut dengan septa. Pembuluh darah, pembuluh saraf, serta system ekskresi tersambung menembus septa antara satu segmen dengan segmen yang lain.

Rongga Tubuh annelida memuat cairan yang berperan dalam pergerakan hewan ini, kontraksi otot juga amat mempengaruhi gerakannya. Badannya berupa simetri bilateral, yakni sisi tubuh yang satu berdampingan dengan sisi tubuh yang lain, serta jika ditarik garis yang memotong dari depan ke belakang maka akan diperoleh potongan yang sama.

Susunan Luar tubuh annelida mempunyai kutikula (susunan pelindung). Pada susunan luar annelida juga ada sel sensoris yang berperan untuk menerima rangsang.

Tubuh annelida juga mempunyai susunan otot, yang terbagi dalam otot sirkuler (spiral rapat) serta Otot Longitudinal (spiral panjang). Saat Otot Sirkuler Berkontraksi segmen akan jadi lebih tipis serta memanjang, sedangkan saat otot longitudinal berkontraksi segmen akan menebal serta memendek.

System Organ Annelida 

Sumber: animalstime.com
System Peredaran Darah, Annelida mempunyai System Peredaran darah tertutup yang mempunyai pembuluh darah dengan hemoglobin di dalamnya hingga darahnya berwarna merah. Peranan Pembuluh darah menghantarkan nutrisi serta oksigen ke semua tubuh, di bagian kulitnya ada sangat banyak pembuluh darah kecil, lantaran hewan ini bernapas melalui kulit.

System Pernapasan, Annelida bisa berlangsung lewat semua permukaan badannya yakni kulit, tetapi ada sumber yang mengatakan kalau ada pula spesies yang bisa bernapas lewat insang.

System Persarafan, Annelida mempunyai system persarafan yang disebut juga dengan system saraf tangga tali. Merupakan system saraf yang terbagi dalam ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring, serta tali saraf yang menembus segmen tubuh.

System Reproduksi Annelida biasanya berlangsung secara seksual, Satu Annelida mempunyai dua alat kelamin yakni alat reproduksi jantan serta betina (Hermafrodit), walaupun demikian, reproduksi seceara seksual tetap memerlukan dua individu yang akan mengatur dirinya sedemikian rupa hingga bisa mempertemukan sperma.

Kemudian hasil reproduksi tadi akan disimpan dalam sebuah organ khusus yang disebut dengan klitelum. Jika sudah siap, hasil ini akan terlepas dari kepala cacing, tinggal serta berkembang di dalam tanah. Beberapa Annelida dapat juga bereproduksi secara aseksual lewat cara fregmentasi diikuti dengan pergantian atau regenerasi.

System Pencernaan pada Annelida udah lengkap. Organ pencernaannya terbagi dalam mulut, faring, esofagus, usus, serta anus.

System Ekskresi Annelida dilakukan oleh organ eksresi, yakni nefridia (organ eksresi yang disebut sebagai saluran), nefrostom (Corong bersilia dalam tubuh), serta nefrotor (Pori tubuh tempat kotoran keluar). Tiap Segmen mempunyai organ eksresinya masing-masing.

Cara Hidup Annelida 

Sumber: robertharding.com
Beberapa Annelida hidup bebas tetapi adapula yang hidup parasit melekat serta bergantung pada inangnya. Rata-rata Annelida hidup diperaian laut serta air tawar, beberapa yang lainnya hidup di tanah serta tempat yang lembab. Saat hidup di tanah, hewan ini akan membuat liang untuk tempat hidupnya.

Ciri-Ciri Annelida 

Sumber: robertharding.com
  1. Badannya bilateral, bersegmen (berupa seperti susunan cincin), serta antara segmen ada septa 
  2. Mempunyai Saluran pencernaan makanan lengkap, dengan mulut di depan serta anus di belakang 
  3. Bernapas dengan kulit atau insang 
  4. Mempunyai rongga tubuh 
  5. Memiliki darah yang memiliki kandungan hemoglobin hingga darahnya berwarna merah 
  6. Alat reproduksinya punya sifat hermafrodit 
  7. System Saraf Tangga Tali 

Klasifikasi Annelida

Sumber: pinterest.com
Ada kurang lebih 15.000 spesies Annelida, Bersumber pada banyak atau tidaknya rambut pada badannya, Annelida diklasifikasikan jadi tiga grup:

PolyChaeta 

Kata PolyChaeta datang dari dua kata bahasa Yunani, yakni Poli yang artinya banyak, serta Chaeta yang artinya Rambut. Jadi Kelas PolyChaeta ini merupakan yang mempunyai rambut paling banyak dalam filum Annelida. Seluruh Species dalam kelas PolyChaeta hidup air.

Tiap Segmen pada tubuh PolyChaeta mempunyai susunan seperti daging berupa dayung yang disebut dengan Parapodia (Tunggal = parapodium). Susunan ini berperan sebagai alat geraknya. Pada Beberapa PolyChaeta, Parapodia juga berperan sebagai insang lantaran ada pembuluh darah halus.

Pada Tiap parapodium ada rambut halus punya sifat kaku yang umum disebut dengan seta, rambut ini dapat dilapisi oleh kutikula hingga licin. Ukuran tubuh seringkali ditemui pada kelas ini berkisar antara 5-10 cm. Sisi Badannya terdiri atas kepala, mata, serta sensor palpus.

OligoChaeta 

Kata OligoChaeta datang dari dua kata bahasa Yunani, yakni Oligo yang artinya sedikit, serta Chaeta yang artinya rambut. Kelas OligoChaeta adalah kelas filum Annelida yang mempunyai sedikit rambut.

Bayak Anggota OligoChaeta yang hidup di tanah atau tempat lembab, tetapi adapula yang hidup di air. Lantaran mempunyai sedikit rambut (Seta) serta tidak mempunyai Parapodia, kepalanya kecil, tidak memiliki alat peraba, serta tidak memiliki bintik mata. Pada susunan kulit ada sisi saraf yang berperan untuk menerima rangsangan.

Cacing Tanah (Pheretima sp.) yaitu spesies paling populer dibanding dengan spesies lain pada kelas ini. Klitelium (Organ Reproduksi, memiliki beberapa segmen, warnanya tidak sama) pada kelas ini ada di segmen 32-37, sel telur di produksi pada segmen 13, sedangkan sperma di produksi pada segmen 10 serta 11.

Hirudenia 

Hirudinea yaitu kelas filum Annelida yang tidak mempunyai seta (rambut) serta tidak mempunyai parapodium di badannya. Tubuh Hirudinea agak pipih dengan ujung depan serta belakang sedikit meruncing.

Pada Segmen awal serta pada akhirnya ada alat penghisap yang berperan untuk bergerak serta melekat. Gabungan dari alat penghisap serta kontraksi dan relaksasi otot adalah mekanisme gerakan dri Hirudinea. Beberapa Besar Hirudinea adalah ekstoparasit yang banyak ditemui pada permukan luar inangnya. Ukuran Hidudinea beragam antara 1-30 cm.

Hirudinea hidup pada inangnyauntuk menghisap darah lewat cara melekatkan diri. Beberapa dari mereka membuat luka pada permukaan tubuh inang hingga bisa menghisap darahnya, sedangkan berberapa yang lainnya mengsekresikan sebuah enzim yang bisa melubangi kulit.

Setelah sukses membuat lubang ia akan mengekskresikan zat anti pembeku darah, rata-rata tidak terasa ketika kelas ini melekat pada inangnya lantaran ia menghasilkan sebuah zat anastesi yang bisa menyingkirkan rasa sakit. Dalam bahasa sehari-hari Kelas ini kita kenal dengan sebutan Lintah.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Annelida di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Annelida. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
21 April 2017

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi

Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi. Pengertian Gigi, Struktur Gigi, Fungsi Gigi, dan Berbagai Macam Jenis Gigi. Mulai dari usia anak hingga usia dewasa.

Pengertian serta Fungsi Gigi Manusia

Sumber: ibu-zahraa.blogspot.co.id
Gigi yakni alat pencernaan mekanik yang ada pada bagian mulut. Gigi bertindak untuk merobek, memotong dan mengunyah makanan, seperti saat sebelum makanan itu akan masuk ke kerongkongan. Gigi memiliki susunan keras sehingga memudahkan untuk menjalani fungsinya.

Bagian–Bagian Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Setiap gigi manusia memiliki 3 sisi paling penting, yakni:
  1. Puncak atau Mahkota Gigi, yaitu segi gigi yang kelihatan dari luar, segi ini dilapisi oleh susunan pelindung yang disebut juga dengan e-mail gigi. 
  2. Leher Gigi, yaitu segi gigi yang telah tertanam oleh gusi, segi ini ada di bawah mahkota gigi dan di atas akar gigi. 
  3. Akar Gigi, yaitu segi gigi yang tertanam di bawah rahang dan tidak kelihatan dari luar, masing-masing bentuk gigi pada manusia memiliki jumlah akar gigi yang tidak sama. 
Gigi manusia yang sempurna dan terstruktur memiliki 4 susunan, yaitu:

E-mail Gigi, yaitu susunan yang melapisi segi mahkota gigi. E-mail gigi yaitu segi yang sangat keras karena tersusun oleh kasium dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Segi e-mail gigi paling keras ada pada bagian mahkota yang peranannya sebagai pelindung, lalu semakin ke bawah e-mail gigi semakin tipis hingga pada akhirnya hilang ketika memasuki akar gigi.

Sementum Gigi, yaitu segi gigi yang melapisi akar gigi. Sementum berperan untuk menghubungkan gigi dengan rahang tempatnya tumbuh. Susunan Sementum tidaklah sekeras e-mail pada mahkota gigi. Semen akan semakin tebal bersamaan dengan bertambahnya usia.

Tulang Gigi (Dentin), yaitu susunan gigi yang ada setelah susunan e-mail gigi pada mahkota dan ada setelah susunan sementum pada akar gigi.

Dentin memiliki susunan seperti tulang namun lebih keras, karena memiliki konsentrasi kalsium yang lebih tinggi, oleh karenanya ia sering kali disebut juga dengan Tulang Gigi. Dentin yaitu susunan terluas pada gigi karena melapisi seluruh tubuh gigi, dari mahkota sampai akar.

Rongga Gigi (Pulpa), yaitu jaringan lunak pada tengah gigi yang berupa rongga dan terisi oleh pembuluh darah dan pembuluh saraf.

Pulpa berperan untuk memberi nutrisi pada gigi karena memiliki pembuluh darah, juga berperan untuk mengidentifikasi bila ada zat asing dalam gigi karena memiliki pembuluh saraf. Pulpa juga bertindak untuk membuat susunan dentin.

Jenis Gigi Manusia 

Sumber: softilmu.com
Manusia memiliki 4 jenis gigi, yaitu:

Gigi Seri, yaitu gigi yang mempunyai satu akar dan berperan untuk memotong atau mengerat makanan. Gigi seri berupa tegak dengan mahkota yang horizontal. Manusia dewasa memiliki 4 gigi seri, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Taring, yaitu gigi yang memiliki satu akar dan berperan untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi taring berupa tegak dan agak runcing. Manusia dewasa memiliki 4 gigi taring, 2 di rahang bawah dan 2 di rahang atas.

Gigi Geraham Depan (Premolar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 akar dan berperan untuk menggiling dan mengunyah makanan. Gigi Premolar berupa rendah dan ada beberapa benjolan pada bagian mahkotanya. Manusia Dewasa memiliki 8 Gigi Premolar, yaitu 4 di rahang bawah, dan 4 di rahang atas.

Gigi Geraham Belakang (Gigi Molar), yaitu bentuk gigi yang mempunyai 2 atau 3 akar dan berperan untuk menggilas, melumat, menghancurkan, dan melembutkan makanan. Gigi Molar memiliki bentuk yang hampir sama juga dengan gigi Premolar di atas.

Manusia dewasa memiliki 12 gigi Molar permanen. Masing – masing 6 di rahang atas dan bawah. Bersumber pada usianya Gigi terbagi jadi 2 bentuk, yaitu:

Gigi Susu, yaitu gigi yang tumbuh pertama kalinya pada manusia, seiring waktu berjalan dan bertambahnya usia, gigi susu ini akan digantikan oleh gigi permanen. Umumnya gigi susu mulai berkembang sejak usia 6, 7 atau 8 bulan, dan gigi yang pertama tumbuh yakni gigi seri pada rahang bawah.

Gigi ini akan tumbuh lengkap ketika manusia berusia 2,5 – 3 tahun. Lalu akan tanggal satu per satu mulai sejak usia 6 tahun dan mulai digantikan oleh gigi permanen. Gigi susu berjumlah 20 buah semuanya yaitu 8 Gigi seri, 4 Gigi taring, dan 8 gigi premolar.

Gigi Permanen, yaitu gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu dan gigi ini tidak akan tanggal dengan sendirinya juga tidak akan digantikan oleh gigi lain selama kehidupan. Gigi permanen semuanya berjumlah 32 buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 Gigi Premolar, dan 12 Gigi Molar.

Susunan Gigi Pada Manusia 

Sumber: softilmu.com
Keterangan: 

S = Gigi Seri
T = Gigi Taring
G = Geraham

Struktur Sekitar Gigi 

Ligamen Periodontal, yaitu susunan jaringan ikat yang melekat pada akar gigi dan melekat ke tulang. Ligamentum periodontal akan berlanjut dengan jaringan gingiva (gusi) dan terkait dengan ruang pembuluh darah yang ada pada tulang.

Oral Mukosa, yakni rongga mulut yang dilapisi sel epitel gepeng berlapis. Oral mukosa memiliki peranan paling penting untuk melindungi jaringan atau organ lain yang ada pada rongga mulut.

Gingiva (Gusi), yaitu mukosa mulut yang menutupi tulang maksila dan mandiula di dalam rongga mulut. Jaringan gingiva ini sendiri sebenarnya berwarna transparan, warna merah terbentuk karena banyak pembuluh darah di bagian itu. Peranan gusi yakni untuk melindungi akar gigi dan jaringan sekitar akar gigi.

Saraf dan pembuluh darah, seperti pada organ yang lain, di sekitar gigi ada juga pembuluh saraf dan pembuluh darah. Pembuluh saraf berperan untuk menerima dan memberikan rangsangan, sedangkan pembuluh darah berperan untuk memberikan konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh susunan di sekitarnya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenis Gigi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gigi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gigi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
29 March 2017

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Ginjal

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Ginjal. Pengertian Ginjal, Fungsi dari Ginjal, Bagian-Bagian dari Ginjal, Peranan dari Tiap-Tiap Bagian Ginjal, Peran Penting Ginjal dalam Kehidupan Manusia. Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang harus dijaga kesehatannya.

Pengertian Ginjal

Sumber: health.kompas.com
Ginjal jadi satu diantara beberapa organ yang paling penting di dalam tubuh manusia. Biasanya manusia mempunyai dua buah ginjal yang ada pada bagian kanan serta kirinya.

Ginjal jadi satu diantara organ manusia yang bermanfaat sebagai filter atau alat penyaring. Apa yang dapat di saring ginjal? Jelas saja darah manusia yang memiliki kandungan bahan-bahan lainnya.

Bila bahan itu penting, maka akan di serap kembali oleh organ penyerap. Tetapi bila bahan itu tidak penting, maka akan di buang lewat urin atau kencing.

Bentuk ginjal yang menyerupai seperti kacang merah ini terdapat di bawah perut bagian kanan serta kiri tulang vertebrate.

Berikut ini yaitu penjelasan dari 13 bagian ginjal manusia, peranan serta penuturannya: 

Memang seperti apakah ginjal manusia itu? Apakah fungsi dari organ yang satu itu? Sampai-sampai begitu penting peranannya?

Pada ginjal manusia ada beberapa sisi paling utama yang bisa membantu proses berjalannya fungsi ginjal secara prima, yang bisa membuat perlindungan pada ginjal supaya tidak gampang terjadi kerusakan pada sisi organ tubuh yang lain.

Ginjal mempunyai ukuran yang beragam, tergantung dari bentuk kelamin, usia serta ada tidaknya ginjal pada segi yang lain. Ginjal juga mempunyai organ yang lain yang mempunyai manfaat masing-masing untuk membantu proses pencernaan di dalam tubuh.

Sisi paling utama ginjal manusia terbagi dalam korteks, pelvis, medulla, ureter, vena ginjal serta arteri ginjal.

Bagian-Bagian Ginjal

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
  • Korteks 
Bagian-bagian ginjal manusia yang paling penting yaitu korteks. Tempat inilah yang dijadikan muara asalnya urin berasal.

Di dalam korteks ada jutaan nefron-nefron yang di dalamnya terdapat tubuh Malpighi. Tiap tubuh Malpighi tersusun atas glomerulus, kapsula bowman, dan beberapa tubulus tubulus pendukung untuk proses pemfilteran. Darah manusia akan mulai di filter di bagian ini.

Nefron yang terdapat di dalam nefron itu mempunyai susunan serta manfaat sendiri. bagian inilah yang jadi unit paling kecil dari ginjal, di mana mempunyai fungsional tersendiri. berikut ini yaitu sisi bagian yang ada di dalam nefron:
Sumber: penyakit-ginjal.com
  • Nefron 
Berikut inilah tempat darah yang ada di dalam tubuh di saring. Di dalam tiap nefron ada sisi bagian penting seperti glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proximal, tubulus kontortus distal, tubulus kolektivus dan lengkung henle.
  • Glomerulus 
Di bagian glomerulus ini darah yang masuk akan di saring zat-zat yang masih tetap berfungsi. Seperti air, garam, asam amino, glukosa (zat gula), dan urea. Hasil penyaringan dari sisi inilah yang merupakan urin primer.
  • Kapsul bowman 
Di namakan sebagai kapsul bowman lantaran bentuk organ ini menyerupai kapsul atau kantung yang mana di temukan oleh peneliti Sir William Bowman. Kapsul bowman ini membungkus glomerulus.
  • Tubulus kontortus proximal 
Pada tempat inilah yang menghasilkan urin sekunder. Di dalam tubulus kontortus proximal, darah yang datang dari glomerulus melakukan penyerapan kembali. Sebab darah yang udah jadi urin primer ini masih tetap memiliki kandungan zat-zat yang bermanfaat.

Pada proses ini dikenal dengan nama reabsorpsi atau penyerapan kembali. Tubulus kontortus proximal masih tetap menerima glukosa, asam amino, air dan garam yang penting untuk tubuh.
  • Lengkung henle 
Di namakan dengan lengkung henle lantaran anatomi organ ini memanglah melengkung. Susunan seperti ini memanglah di butuhkan dalam menyaring serta sebagai penghubung antara tubulus kontortus proximal dengan tubulus kontortus distal.
  • Tubulus kontortus distal 
Di bagian ini, urin yang masih tetap dalam tahap urin sekunder melepas zat-zat yang masih tetap berfungsi. Lantas mendapatkan tambahan zat-zat sisa atau pembuangan yang tidak berfungsi. Di sinilah terbentuknya urin yang sebenarnya, di mana nanti dikeluarkan dari tubuh manusia.
  • Tubulus kolektivus 
Sisi ini jadi bagian paling akhir pada bagian nefron. Memiliki bentuk yang menyerupai selang jadi saluran paling akhir serta terpanjang dalam ginjal.

Manfaatnya untuk menyimpan urin sebenarnya dari hasil pemrosesan serta penyerapan di dalam nefron. Lantas setelah dari sini, urin-urin tersebut di teruskan ke pelvis. Selanjutnya akan di tampung saat sebelum benar-benar dikeluarkan di kandung kemih.
  • Medulla 
Medulla ini adalah jaringan yang berwujud seperti piramida-piramida, di mana terdapat lengkung henle. Medulla yaitu tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler serta kapsul bowman. Di tempat ini urin primer akan mengalami proses panjang saat sebelum jadi urin sekunder.

Lantas sesudah melalui proses penyerapan yang panjang, urin tadi akan di proses jadi urin yang sebenarnya. Kemudian dikeluarkan sebagai air kencing. Medulla ini jadi tempat yang menhubungkan antara tubulus kontortus proximal dengan tubulus kontortus distal.
  • Arteri ginjal 
Adalah pembuluh nadi yang bermanfaat untuk membawa darah ke dalam ginjal. Setelah sampai di dalam ginjal, darah itu masuk ke dalam glomerulus untuk di filter atau saring.

Darah yang masih tetap mengandung zat-zat bermanfaat seperti protein serta asam amino akan kembali di serap serta di gunakan tubuh. Bila darah itu cuma memiliki kandungan urea serta mengandung zat yang tidak bermanfaat lainnya, akan berlanjut hingga kandung kemih.
  • Vena ginjal 
Vena ginjal adalah sisi paling utama dari ginjal. Vena ginjal yaitu pembuluh balik yang bermanfaat untuk membawa darah keluar dari dalam ginjal menuju vena cava inferior.

Urutan pemprosesan vena ginjal yaitu sesudah melalui Darah itu lantas akan di alirkan kembali ke dalam jantung untuk di proses jadi darah bersih atau yang memiliki kandungan oksigen.
  • Ureter 
Ureter adalah erupakan yang amat berfungsi untuk mengalirkan urin yang sebenarnya dari ginjal ke kandung kemih. Ureter berwujud seperti saluran maskuler yang silinder di dalam tubuh.

Panjang ureter yaitu kurang lebih 20-30 dengan diameter maksimum kurang lebih 1,7 cm di dekat kandung kemih serta yang berjalan dari hilus ginjal yang menuju kandung kemih.

Ureter terbagi jadi pars abdominalis, pelvis serta intravesikalis. Serta ureter mempunyai dinding ureter yang terbagi dalam mukosa yang dilapisi oleh beberapa sel transisional.
  • Pelvis 
Pelvis ini bermanfaat sebagai sebagai tempat penampungan sementara urin yang udah di filter atau di saring di dalam ginjal.

Nantinya bila tempat penampungan ini penuh, urin akan turun lewat ureter menuju kandung kemih. Bila kandung kemihnya penuh, syaraf serta otot akan berkontraksi untuk mengirimkan tanda sinyal kuat ke sisi bagian otak manusia bahwa tubuh akan segera mengeluarkan ‘pipis’.

Bagian Ginjal Lainnya 

Sumber: obatginjal.org
Tidak hanya 13 sisi ginjal pada manusia yang utama di atas, ginjal juga mempunyai sisi yang tidak kalah penting, sebagai berikut:

Ginjal adalah organ penting yang ada di dalam tubuh. Ginjal pada manusia ada 2 buah yakni pada bagian kanan serta kiri, yang mempunyai manfaat yang berbeda-beda antar ginjal yang satu dan yang lainnya.

Tidak hanya sisi bagian paling utama dari ginjal. Ginjal juga mempunyai beberapa sisi paling penting di dalam ginjal yang berbentuk jaringan-jaringan untuk membantu pemprosesan berjalannya saluran-saluran pencernaan yang ada di dalam tubuh dan mempunyai peranan masing-masing dari tiap organ yang akan bekerja secara optimal untuk membantu proses pencernaan pada manusia.

Jaringan-jaringan itu adalah:
  • Diafragma 
Ini adalah organ yang terdapat di atasnya ginjal. Tidak bertindak langsung dalam ginjal, tetapi dalam proses pernapasan.

Manfaat diafragma yaitu Ketika darah yang mengalir ke tubuh (darah memiliki kandungan oksigen yang datang dari pernapasan) masuk ke dalam ginjal, akan di proses sedemikian rupa hingga menghasilkan urin yang berbentuk zat pembuangan serta toksin tubuh.
  • Kelenjar adrenal 
Adalah satu diantara kelenjar endokrin yang ada di atas ginjal dengan bentuk pyramid. Sangat berfungsi dalam control stress tubuh dalam sintesis kortikosteroid serta katekolamin. Stress dalam tubuh juga memengaruhi produksi urin yang ada di dalam tubuh.
  • Vena cava inferior 
Adalah pembuluh balik paling besar yang ada pada bagian bawah (dari tubuh hingga ke dua kaki). Pembuluh ini berperan sebagai penerima darah kotor atau yang memiliki kandungan CO2 (karbon dioksida)
  • Aorta Abdominalis 
Adalah pembuluh arteri paling besar yang ada, letaknya di civitas abdominalis atau pada bagian rongga perut. Pembuluh ini yang membawa darah kiriman dari aorta decendens.
  • Kandung kemih 
Adalah organ tubuh yang berperan sebagai penyalur serta tempat penampungan air urin sementara saat sebelum di buang. Di kandung kemih, urin masuk ke dalam kantung yang mana saat udah mulai penuh akan mengirimkan tanda sinyal dari sisi otot serta syaraf yang di teruskan ke otak.

Nantinya akan keluar respond dalam bentuk keinginan tubuh untuk ‘pipis’. Otot akan menahan air itu keluar, hingga individu itu menemukan tempat yang cocok untuk buang air kencing.

Bila air urin yang ada di dalam tubuh udah mencapai batas optimal, otot tidak akan dapat untuk menahan kontraksi itu lagi. Maka mau tidak mau akan keluar dengan sendirinya.
  • Uretra 
Adalah saluran yang menyampungkan antara kandung kemih dengan lingkungan di luar tubuh. Uretra inilah yang merupakan satu satunya jalan air urin jeluar dari tubuh manusia. Tidak hanya bermanfaat sebagai alat system ekskresi, uretra juga bertindak dalam system seksual manusia.

Di atas yaitu penjelasan tentang beberapa sisi paling utama dan beberapa sisi paling penting di dalam ginjal. Untuk menangani supaya tidak terjadi kerusakan pada ginjal atau kerusakan pada organ tubuh yang lain. Karena dapat dicegah lewat beberapa cara seperti berikut ini:

Gaya Hidup Untuk Memaksimalkan Fungsi Ginjal 

Sumber: obatkutilkemaluan.com
Begitu pentingnya ginjal untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu jadi kewajiban untuk kita menjaga serta membersihkan alat yang di pakai sebagai saluran pembuangan itu.

Tidak hanya itu, sebagai manusia yang menyayangi badannya, sebaiknya selalu menjaga serta merawatnya tiap-tiap bagian tubuh yang dimiliki.

Beberapa panduan supaya ginjal senantiasa sehat, sebagai berikut: 
  • Konsumsi makanan sehat 
Ginjal amat erat manfaatnya sebagai penetralisir serta pembuangan toksin. Bila makanan yang di mengkonsumsi tidak mempunyai atau cuma sedikit mempunyai kandungan gizi, maka proses penyerapan nutrisinya akan memakan waktu yang lama.

Hal semacam ini membuat kerja ginjal lama serta berat. Oleh karena itu, konsumsi makanan bergizi jadi satu diantara usaha menjaga kesehatan ginjal.
  • Jangan menunda atau menahan ‘pipis’ 
Kontraksi hasrat mau pipis muncul saat kendung kemih mulai penuh. Rata-rata berjarak tidak lama otot dapat menahan. Dengan membiasakan melakukan penundaan pipis dapat meningkatkan kemungkinan batu ginjal. Perlakuan penyakit batu ginjal ini mesti di lakukan dengan operasi.
  • Tidur cukup 
Semua organ yang ada di tubuh mutlak ingin beristirahat. Maka untuk melindungi kualitas usia organ, tubuh mesti mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Termasuk juga dengan ginjal supaya sehat, terawat, dan bisa hidup lebih lama lagi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Ginjal, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bagian Ginjal di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ginjal. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. dosenbiologi.com 
29 January 2015
Pernapasan Manusia dan Ikan

Pernapasan Manusia dan Ikan

Proses pernapasan manusia dimulai dari rongga hidung. Selanjutnya udara masuk ke tenggorokan. Dalam sistem pernapasan, tenggorokan berfungsi sebagai tempat lewatnya udara. Dalam pernapasan, dikenal istilah pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada yaitu proses masuk dan keluarnya udara pernapasan yang disebabkan oleh naik dan turunnya tulang rusuk. Sedangkan pernapasan perut yaitu proses masuk dan keluarnya udara pernapasan karena mendatar dan melengkungnya diafragma.

1. Saluran pernapasan manusia
a. Rongga hidung
Udara yang kita hirup akan masuk ke dalam rongga hidung. Di dalam rongga hidung, udara pernapasan akan mengalami berbagai perlakuan. Udara akan disaring terlebih dahulu oleh rambut-rambut hidung dan selaput lendir. Udara juga mengalami penyesuaian suhu dan diatur kelembabannya ketika berada di dalam rongga hidung.

b. Tenggorok
Udara yang masuk ke rongga hidung diteruskan ke batang tenggorok (trakea). Batang tenggorok tersusun atas tulang-tulang rawan yang kemudian bercabang dua. Cabang batang tenggorok dinamakan bronkus. Cabang batang tenggorok yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju paru-paru kiri.

c. Paru-paru
Paru-paru kita terletak di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Manusia mempunyai sepasang paru-paru, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis, yaitu pleura. Di dalam paru-paru, cabang batang tenggorok (bronkus) membentuk percabangan, yaitu bronkiolus. Bronkiolus berhubungan langsung dengan gelembung-gelembung yang terdapat di paru-paru (alveolus).

Di dalam alveolus terjadi pertukaran antara oksigen (O2 ) dengan karbon dioksida (CO2 ). Oksigen dibawa darah dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh untuk membantu proses pembakaran sari-sari makanan (oksidasi). Proses pembakaran ini akan menghasilkan energi yang kita butuhkan untuk melakukan kegiatan. Sisa proses oksidasi berupa karbon dioksida dan uap air. Sisa proses oksidasi itu dibawa darah masuk ke alveolus kemudian dilepaskan keluar melalui hidung.

Gangguan Pernapasan
Jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan, proses pernapasan dapat pula terganggu. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara. Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut.
  • Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.
  • Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
  • Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. Udara yang tercemar oleh asap dan debu. Udara yang terlalu dingin. Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi.
  • Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paru-paru.
  • Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus).
  • Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe.
2. Alat Pernapasan pada Ikan
Ikan bernapas dengan cara membuka dan menutup insang. Air yang masuk melalui mulut akan dikeluarkan ikan melalui insang. Terjadi pertukaran gas saat air melalui lembaran insang. Air dengan banyak kandungan oksigen masuk melewati insang. Pada saat bersamaan, karbondioksida keluar melalui pembuluh darah lembaran insang. Pembuluh darah pun akan mengikat oksigen yang berasal dari air.

Alat Pernafasan pada ikan. Alat pernafasan pada ikan disebut insang. Ikan adalah hewan yang hidupnya di air. Ikan bernafas dengan cara mengambil oksigen yang terlarut di dalam air. Untuk memisahkan oksigen dari air ikan menggunakan insang yang terletak di bagian lehernya. Insang pada ikan berjumlah 4 pasang. Dua di kanan Alat pernafasan pada ikandan 2 di kiri. Khusus ikan yang hidup di perairan keruh dan berlumpur, insangnya di lengkapi dengan labirin insang yang berfungsi untuk menyimpan oksigen.

Insang atau alat pernafasan pada ikan berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda yang disebut sebagai lembaran insang. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, tiap filamen mengandung lapisan tipis yang disebut lamela.  Pada lamela terdapat pembuluh kapiler darah yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Insang pada ikan bertulang sejati memiliki penutup yang disebut operkulum.

Proses Pernapasan pada Ikan
Mekanisme pernafasan pada ikan terdiri dari 2 tahap, yaitu tahap inspirasi dan ekspirasi. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan dengan kapiler-kapiler darah. Pada saat bernafas, ikan memasukan air kedalam mulutnya. Kemudian air mengalir melalui rongga mulut menuju lembaran insang dan keluar melalui tutup insang. Ketika air melewati lembaran insang, oksigen diikat oleh Hb (hemoglobin) darah (tahap inspirasi) dan pada saat yang bersamaan Hb melepaskan karbon dioksida ke air (tahap ekspirasi).
23 March 2017

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya. Alat Reproduksi Wanita, Fungsi dari Alat Reproduksi Wanita, Bagian-Bagian dari Alat Reproduksi Wanita, Penjelasan Lengkap Mengenai Tiap-Tiap Bagian dari Alat Reproduksi Wanita. Alat Reproduksi Wanita Bagian Dalam dan Luar.

Pengertian Alat Reproduksi Wanita

Sumber: softilmu.com
Alat Reproduksi wanita yakni organ – organ yang melakukan tindakan dalam rangkaian proses yang memiliki tujuan untuk berkembang biak atau memperbanyak keturunan.

Agar manusia dapat memiliki anak, harus memiliki organ – organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadaan normal. Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi ke dalam dua golongan, yaitu Alat Reproduksi (Genetalia) luar dan Alat Reproduksi (Genetalia) dalam.

Alat Reproduksi (Genetalia) Luar 

Mons Pubis

Mons Pubis yakni sisi yang sedikit menonjol dan sisi yang menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Sisi ini disusun oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat. Mons Pubis juga sering kali disebut dengan nama gunung venus, ketika dewasa sisi Mons Pubis akan ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan dan membuat pola seperti segitiga terbalik.

Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan) 

Seperti namanya, Sisi ini berwujud seperti bibir. Labia Mayora yaitu sisi kelanjutan dari mons veneris yang berwujud lonjong, menuju ke bawah dan menyatu membentuk perineum. Sisi Luar dari Labia Mayor disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat, dan saat dewasa biasanya ditutupi oleh rambut–rambut kemaluan yang disebut rambut dari mons veneris.

Sedangkan selaput lemak yang tidak mempunyai rambut, namun memiliki banyak ujung – ujung saraf hingga peka ketika melakukan hubungan seksual.

Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan) 

Labia Minora yaitu organ berwujud lipatan yang ada di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah hingga sangat mungkin akan membesar saat gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengitari Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Labia Minora analog dengan Kulit Skrotum pada Alat Reproduksi Pria.

Klitoris 

Klitoris yakni organ berwujud erektil yang sangat sensitif pada rangsangan saat hubungan seksual. Klitoris memiliki banyak pembuluh darah dan banyak ujung saraf padanya, oleh karena itu Organ ini sangat sensitif dan miliki sifat erektil. Klitoris Analog dengan Penis pada Alat Reproduksi Pria.

Vestibulum 

Vestibulum yakni rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.

Vestibulum yaitu tempat bermuaranya: 
  1. Uretra (saluran kencing) 
  2. Muara Vagina (liang Senggama) 
  3. Masing – Masing Dua Lubang Saluran Kelenjar Bartholini dan Skene (Kelenjar ini mengeluarkan cairan seperti lendir saat pendahuluan hubungan untuk memudahkan masuknya penis) 
Himen (Selaput Dara) 

Himen yaitu selaput membran tidak tebal yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sampai dapat dijadikan satu di antara aspek untuk menilainya keperawanan. Sewajarnya Himen memiliki satu lubang agak besar yang berwujud seperti lingkaran.

Himen yaitu tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen rata-rata akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan ketinggalan sisa – sisa himen yang disebut juga dengan caruncula Hymenalis (caruncula mirtiformis).

Alat Reproduksi (Genetalia) Dalam 

Sumber: kelas-bidan.blogspot.co.id
Vagina 

Vagina yakni muskulo membranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Vagina memiliki panjang lebih kurang 8 – 10 cm, ada di antara kandung kemih dan rektum, memiliki dinding yang berlipat – lipat, susunan terluarnya yaitu selaput lendir, susunan tengahnya tersusun atas otot-otot, dan susunan paling dalam berupa jaringan ikat yang mempunyai serat.

Vagina berperan sebagai jalan lahir, sebagai sarana dalam hubungan seksual dan sebagai saluran untuk mengalirkan darah dan lendir saat menstruasi.

Otot pada vagina yaitu otot yang datang dari sphingter ani dan levator ani (Otot anus/dubur), sampai otot ini dapat dikendalikan dan dilatih. Vagina tidak mempunyai kelenjar yang dapat menghasilkan cairan, tetapi cairan yang selalu membasahinya datang dari kelenjar yang ada pada rahim.

Uterus (Rahim) 

Uterus yakni organ berongga yang berwujud seperti buah pir dengan berat lebih kurang 30 gram, dan tersusun atas susunan – susunan otot. Ruang pada rahim (Uterus) ini berupa segitiga dengan segi atas yang lebih lebar. Manfaatnya yakni sebagai tempat tumbuh dan mengembangnya janin.

Otot pada uterus berwujud elastis hingga dapat menyesuaikan serta melindungi janin ketika proses kehamilan sepanjang 9 bulan.

Pada bagian uterus ada Endometrium (dinding rahim) yang terbagi dalam sel –sel epitel dan membatasi uterus. Susunan endometrium ini akan menebal pada ketika ovulasi dan akan meluruh pada ketika menstruasi. Untuk melindungi posisinya uterus disangga oleh ligamentum dan jaringan ikat.

Uterus memiliki beberapa sisi: 
  1. Korpus Uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti segitiga pada bagian atas 
  2. Serviks uteri, yaitu sisi yang berwujud seperti silinder 
  3. Fundus Uteri, yaitu sisi korpus yang ada di atas kedua pangkal tuba fallopi 
Pada saat persalinan, rahim yaitu jalan lahir yang penting karena ototnya bisa mendorong janin untuk keluar, serta otot uterus dapat menutupi pembuluh darah untuk menghindari terjadinya perdarahan pasca persalinan. Sesudah proses persalinan, rahim akan kembali lagi ke bentuk semula dalam waktu lebih kurang 6 minggu.

Tuba Fallopi (Oviduk) 

Tuba Fallopi (Oviduk) yakni organ yang menghubungkan Uterus (Rahim) dengan Indung Telur (Ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) juga sering kali disebut juga dengan saluran telur karena mempunyai bentuk seperti saluran. Organ ini berjumlah dua buah dengan panjang 8 – 20 cm.

Tuba Fallopi berperan untuk: 
  1. Sebagai saluran spermatozoa dan ovum 
  2. Penangkap ovum 
  3. Bisa jadi tempat pembuahan (fertilisasi) 
  4. Sebagai tempat perkembangan hasil pembuahan saat sebelum bisa masuk ke sisi dalam Uterus (Rahim). 
Tuba Fallopi (Oviduk) terdiri atas 4 sisi: 
  1. Infundibulum, yaitu sisi berupa seperti corong yang ada di pangkal dan memiliki Fimbriae. Fimbriae berperan untuk menangkap ovum 
  2. Pars ampularis, yaitu sisi agak lebar yang disebut tempat bertemunya ovum dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi) 
  3. Pars Ismika, yaitu sisi tengah tuba yang sempit 
  4. Pars Interstitialis, yaitu sisi tuba yang letaknya dekat dengan uterus. 
Ovarium (Indung Telur) 

Ovarium yakni kelenjar reproduksi paling penting pada wanita yang berperan untuk menghasilkan ovum (Sel telur) dan penghasil hormon seks paling penting. Ovarium berbentuk oval, dengan panjang 2, 5 – 4 cm. Ada sepasang Ovarium yang ada di kanan dan kiri, serta dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi.

Umumnya setiap Ovarium pada wanita yang sudah pubertas memiliki 300.000-an, dan beberapa sel telus ini mengalami kegagalan pematangan, rusak atau mati, sampai benih sehat yang ada lebih kurang 300 - 400-an benih telur dan 1 ovum dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan kanan secara bergantian lewat proses menstruasi.

Sampai saat benih telur habis, terjadilah menopause. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang bertindak dalam proses Menstruasi.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Alat Reproduksi Wanita di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Alat Reproduksi Wanita. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
10 April 2017

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati

Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati. Pengertian Hati, Nama Lain Hati, Fungsi dari Hati, Bagian-Bagian yang terdapat dalam Hati, Organ Hati, Peran Penting Hati pada tubuh manusia dan dalam menjalani kehidupan.

Pengertian serta Struktur Hati 

Sumber: sv.tubgit.com
Hepar (hati) yakni kelenjar yang paling besar dalam tubuh dengan berat lebih kurang 1.300-1.550 gr dan berwarna merah kecokelatan, mempunyai banyak pembuluh darah serta lunak.

Hepar berbentuk baji dengan permukaan dasarnya pada sisi kanan dan puncaknya pada sisi kiri tubuh, ada di kuadran kanan atas abdomen (hipokondria kanan). Permukaan atasnya bersebelahan dengan diafragma dan batas bawahnya mengikuti pinggir kosta kanan.

Setiap lobulus terbagi dalam vena sentral yang dikelilingi oleh beberapa sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Beberapa sel ini melakukan pekerjaan hati. Rongga sinusoid dikenal sebagai memisahkan kelompok sel dalam satu lobulus. Sinusoid memberikan hati struktur kenyal dan amat mungkin untuk menyimpan beberapa besar darah.

Hati memiliki sistem suplai darah yang tidak umum. Seperti organ tubuh yang lain, hati menerima darah yang mempunyai kandungan oksigen dari jantung. Darah ini memasuki hati lewat arteri hepatik.

Hati juga menerima darah penuh dengan nutrisi, atau partikel makanan yang di proses, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati lewat vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.

Beberapa sel hati menyerap nutrisi dan oksigen dari darah mengalir lewat sinusoid. Mereka juga menyaring limbah serta racun. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat yang lain ke dalam darah. Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang berhimpun membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati lewat vena hepatika.

Setiap lobulus juga mempunyai kandungan kapiler empedu, tabung kecil yang membawa empedu yang disekresikan oleh beberapa sel hati. Kapiler empedu berhimpun untuk membuat saluran empedu, yang membawa empedu dari hati.

Segera setelah meninggalkan hati, saluran empedu berhimpun bersama, membuat duktus hepatika. Hati menghasilkan empedu secara terus menerus, bahkan apabila usus kecil tidak memproses makanan.

Keunggulan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan di lain waktu. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir ke dalam usus kecil lewat saluran empedu.

Hati yakni organ padat paling besar dalam tubuh. Beberapa orang mungkin saja tidak tahu bila hati juga merupakan kelenjar paling besar dalam tubuh. Hati sebenarnya yakni dua bentuk kelenjar. Ini yakni kelenjar sekresi karena memiliki susunan spesial yang di desain untuk memungkinkan dan untuk membuat dan mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu.

Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin, maka itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedu yaitu cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa beberapa product limbah kedalam usus.

Ada seluruh bentuk kelenjar dalam tubuh yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk juga pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin yang lain (hormon), kelenjar lambung di perut (asam), dan kelenjar getah bening atau kelenjar (kelenjar getah bening).

Hepar terbagi dalam: 

  1. Lobus kiri dan lobus kanan, dengan lobus kanan lebih besar dibanding dengan lobus kiri. 
  2. Lobulus. Hepar disusun oleh lobulus-lobulus kecil dan tersusun dalam kolom. 
  3. Vena sentralis pada bagian tengah tiap lobulus. Vena berhimpun jadi vena yang lebih besar dan membuat vena hepatika yang lalu menuju ke dalam vena kava inferior 
  4. Lakuna, yaitu ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus yang lain. 

Lokasi Hati 

Sumber: penyakithati.org
Hati ada di bawah diafragma (membran otot yang memisahkan dada dari perut), terutama pada bagian kanan atas perut, terutama di bawah tulang rusuk. Namun, juga meluas di dalam perut segi atas dan segi jalan ke perut segi atas kiri.

Satu struktur berwujud tidak teratur, yang solid seperti kubah, hati terbagi dalam dua segi paling penting (lobus kanan lebih besar dan lobus kiri lebih kecil) dan dua lobus kecil.

Batas atas lobus kanan yakni pada tingkat atas kosta ke-5 (sedikit kurang dari 1/2 inci di bawah puting), dan batas atas dari lobus kiri yakni tepat di bawah tulang rusuk ke-5 (lebih kurang 3/4 inci di bawah puting).

Selama inspirasi (menghirup), hati didorong turun oleh diafragma dan tepi bawah hati turun di bawah margin tulang rusuk paling rendah (batas kosta).

Fungsi Hati 

Sumber: softilmu.com
Menawarkan racun 

Fungsi paling penting dari hati yakni menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun itu bisa datang dari makanan, minuman, ataupun obat-obatan.

Proses metabolisme di dalam tubuh akan menghasilkan asam laktat yang dapat merugikan, namun hati akan mengubahnya jadi glikogen yaitu sejenis karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber daya yang disimpan di dalam otot.

Metabolisme protein akan menghasilkan zat sisa berupa amonia yang memiliki resiko bagi tubuh, namun hati akan mengubahnya jadi urea dan nantinya akan dikeluarkan bersama urine.

Metabolisme karbohidrat 

Glukosa dan monosakarida lain seperti fruktosa dan galaktosa akan dirubah jadi glikogen. Glikogen yakni karbohidrat yang terbentuk dari beberapa ratus unit glukosa yang terikat bersama.

Penyimpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen mempunyai keuntungan, yakni sebagai berikut:
  1. Cepat dipecah untuk menghasilkan daya 
  2. Produksi dayanya tinggi 
  3. Tidak bocor ke dalam sel dan tidak mengganggu kandungan cairan intrasel 
Pengubahan bentuk karbohidrat ini memerlukan pertolongan dua hormon yaitu insulin dan glukagon yang dihasilkan oleh pankreas. Saat kandungan glukosa dalam darah naik insulin akan dilepaskan untuk mengubah glukosa jadi glikogen dan disimpan di hati dan jaringan otot.

Saat kandungan glukosa di dalam darah turun, glukagon akan dilepaskan untuk memecah glikogen yang disimpan jadi glukosa dan lalu akan dimetabolisme untuk menghasilkan daya.

Metabolisme protein 

Beberapa asam amino dirubah jadi glukosa lewat proses glukoneogenesis. Asam amino yang tidak dibutuhkan oleh tubuh lalu dirubah jadi urea dan asam urat yang dikeluarkan dari sel hati ke dalam darah untuk diekskresi oleh ginjal dan dibuang lewat urine.

Metabolisme lemak 

Ketika lemak dibutuhkan oleh tubuh, lemak akan diambil keluar dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh, lalu diangkut lewat darah menuju ke hati dan dipecah jadi asam lemak dan gliserol.

Sintesis kolesterol dan protein plasma 

Hati dapat mensintesis kolesterol dan steroid serta product protein plasma seperti fibrinogen, protrombin, dan beberapa globulin.

Penyimpanan beragam zat 

Hati yakni daerah untuk menyimpan glikogen, lemak, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat besi.

Tempat pembentukan dan pembongkaran sel darah merah 

Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati menghasilkan sel darah merah, baru lalu produksi sel darah merah ini secara berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang.

Pada saat darah lewat hati, lebih kurang 3 juta sel darah merah dihancurkan setiap detik, dan hasil penghancurannya masih tetap ada zat yang akan digunakan untuk membuat sel darah merah yang baru.

Menghasilkan zat yang melarutkan lemak 

Hati menghasilkan lebih kurang 0.5 – 1 liter cairan empedu setiap harinya. Cairan empedu inilah yang akan melarutkan lemak yang ada di dalam usus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Bagian-Bagian Hati, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Bagian-Bagian Hati di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hati. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com