Showing posts sorted by relevance for query pengertian dimensi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian dimensi. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni. Pengertian Seni, Fungsi dari sebuah Seni, Unsur yang terdapat dalam sebuah Seni, Cabang-Cabang Seni, Beragam Macam Seni, Manfaat Seni untuk Kehidupan sehari-hari.

Pengertian Seni 

Sumber: kinerjaaktif.com
Awalannya seni diartikan sebagai suatu hal yang mempunyai karakter indah, halus, dan baik serta mulia, namun seiring berjalannya waktu udah banyak tokoh-tokoh yang memiliki pendapat tentang pengertian Seni.
  1. Menurut filosof Yunani bernama Plato (428-348 SM), seni yakni hasil tiruan alam (artimitator natural).
  2. Lalu pada era ke 19, Benedetto Croce mengatakan bila seni yakni ungkapan kesan-kesan.
  3. Sedangkan menurut pelukis termuka di Indonesia, S. Sugjojo, seni yakni jiwa yang tampak
  4. Dan menurut tokoh pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, seni yakni semua perbuatan manusia yang muncul dari perasaan yang hidup dan mempunyai karakter indah, hingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat di ambil kesimpulan bila Seni yakni bagian komunikasi manusia yang berdasarkan pada pengalaman, perasaan serta memiliki keindahan.

Karakter Dasar Seni 

Seni mempunya beberapa karakter mendasar salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Kreatif, Karyanya belum pernah di buat sebelumnya (merupakan hal baru) 
  2. Individualistis, Karya yang di buat memberikan ciri khas penciptanya (jati diri pencipta) 
  3. Ekspresif, Karyanya memiliki emosi yang terpancar saat orang lain melihatnya 
  4. Abadi, Karya yang udah di buat miliki sifat abadi walaupun penciptanya telah tiada nantinya 
  5. Semesta (Universal), Karyanya didedikasikan untuk orang-orang sepanjang zaman 

Fungsi Seni 

Sumber: geniusmart.net
Manfaat seni dapat dibagi jadi dua, yaitu manfaat perseorangan dan manfaat sosial.

Manfaat Perseorangan Seni 

Manfaat perseorangan seni terdiri jadi dua, yaitu sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik 

Seni yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia yang juga disebut sebagai penikmat seni. Misalnya, pada saat membeli pakaian, manusia mengutamakan model, warna, dan bahan, maka dari itu seni digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan emosional 

Seni yaitu tempat membeberkan emosi si penciptanya, yang nantinya akan terpancar serta dapat dirasakan juga bagi pencinta seni, sampai apa yang dirasakan pencipta dirasakan juga oleh penikmat seni itu sendiri.

Manfaat Sosial Seni 

Fungsi sosial seni dibagi jadi empat, yaitu sebagai media penerangan, pendidikan, agama, dan hiburan.

Seni sebagai media penerangan 

Seni digunakan sebagai media untuk menyampaikan pemahaman seseorang pada orang lain, karena sifatnya yang menyenangkan, hingga mudah untuk dipahami oleh orang lain.

Seni sebagai media pendidikan 

Seni digunakan juga dalam metode evaluasi, oleh karena itu banyak instansi pendidikan yang menggunakan seni dalam penyampaian materinya

Seni sebagai media agama 

Dalam dakwah seni juga diperlukan guna mempermudah proses penyampaiannya, seperti irama membaca Al-Quran yang berguna untuk mempermudah menghafalnya, atau nasyid yang berguna menyampaikan ajaran agama lewat syair yang pasti lebih meyenangkan dibanding mendengarkan ceramah yang hanya ucapan seseorang saja.

Seni sebagai media hiburan 

Manfaat paling mendasar pada seni yakni sebagai media hiburan. Di mana penikmatnya akan merasa senang dan bahagia.

Cabang–Cabang Seni 

Sumber: anneahira.com
Bersamaan dengan bertambahnya waktu, kebutuhan, dan pemahaman manusia, seni juga makin berkembang. Hal semacam ini diikuti dengan lahirnya seni-seni baru di masyarakat. Oswald Kulpe membagi cabang–cabang seni jadi:

Seni penglihatan/visual art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat untuk menikmati seni. Seni penglihatan terdiri jadi tiga, yaitu seni dua dimensi, seni tiga dimensi, dan seni integral.

Seni dua dimensi 
  1. Seni dua dimensi tanpa gerak: seni rupa (lukis, gambar) 
  2. Seni dua dimensi dengan gerak: seni perfilman 
Seni tiga dimensi 
  1. Seni tiga dimensi tanpa gerak: seni ukir dan pahat 
  2. Seni tiga dimensi dengan gerak: seni tari dan pantomim 
Seni integral 

Seni yang menggabungkan untuk permukaan dan bentuk. Misalnya arsitektur

Seni Pendengaran/Auditory Art 

Pada seni ini digunakan indra pendengar untuk nikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk, yaitu seni suara, seni kata, dan seni interal.

Seni suara 
  1. Musik instrumental dari alat tunggal: piano dan biola 
  2. Musik instrumental dari gabungan beberapa alat musik: band dan orkestra 
Seni kata 
  1. Puisi mempunyai irama: sajak 
  2. Puisi tidak mempunyai irama: novel dan cerpen 
Seni integral 

Seni yang memadukan suara dan kata, misalnya lagu, muikalisasi puisi, dan tembang

Seni penglihatan dan pendengaran/Audiotory-visual Art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat dan pendengar untuk menikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk yaitu:
  1. Seni gerak dan suara: Tarian 
  2. Seni gerak, kata, dan penglihatan: Drama 
  3. Seni gerak, kata, penglihatan, dan suara: Opera 
Namun cabang-cabang seni yang seringkali kita kenal terbagi lagi menjadi lima cabang yaitu, seni rupa, seni tari/gerak, seni nada/vocal/musik, seni sastra, dan seni teater/drama.

Seni rupa 
Sumber: ragamseni.com
Seni rupa yaitu seni dua dimensi/tiga dimensi yang bersumber pada peranannya terdiri mendai dua bentuk yaitu, seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Seni rupa murni cuma memiliki maksud untuk dilihat keindahannya saja, misalnya lukisan dan patung, sedangkan seni rupa terapan tidak cuma untuk keindahan, tetapi dapat pula digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya meja ukir.

Unsur – unsur seni rupa diantaranya yakni titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Dalam membuatnya, seni rupa memiliki beberapa prinsip satu diantaranya kesatuan, keselarasana, penekanan, irama, gradasi, pembagian, kecocokan, komposisi, keseimbangan, dan aksentuasi.

Seni tari/gerak 
Sumber: yenirahmaniyah.blogspot.co.id
Seni tari yaitu seni tiga dimensi yang bersumber pada pada gerak tubuh manusia. Tari yakni keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh yang diperhalus lewat estetika.

Seni tari dibagi jadi seni tari classic, kreasi baru, tradisional, dan modern. Sekarang banyak lahir seni tari kreasi baru seperti break dance, capoera, shuffle, dan sebagainya.

Unsur – unsur tari dibagi jadi dua yaitu, pertama unsur keindahan tari salah satunya gerak, iringan internal-eksternal, tata rias dan pakaian, tema, tempat dan panggung. Kedua unsur penilaian tari diantanya wiraga, wieama, dan wirasa.

Seni suara/vocal/musik 
Sumber: pandaibelajar.com
Seni musik yaitu cabang seni yang menggunakan media bunyi sebagai sarana pengungkapan ekspresi senimannya. Kata musik dalam Bahasa Indonesia yakni terjemahan dari Bahasa Inggris music atau Bahasa Belanda muziek.

Menurut beberapa ahli sejarah, kata musik datang dari beberapa kumpulan nama dewi kesenian bangsa Yunani Purba, yaitu musae. Musik juga terdiri jadi banyak bentuk, diantaranya musik classic, tradisional, kasidah, blues, jazz, rock, pop, dan R&B.

Unsur – unsur dalam seni musik terdiri dari dua unsur, yaitu vocal dan instrumen. Vokal yakni alunan beberapa nada yang keluar dari suara manusia sendankan instrumen yakni beberapa nada yang keluara dari alat musik yang digunakan.

Seni sastra 
Sumber: kliping.co
Seni sastra merupak seni yang lahir dari gagasan/ide manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam kamus besar berbahasa Indonesia, Sastra mempunyai arti mengarahkan, mengajar, memberi panduan, atau instruksi.

Sedangkan Fananie mengemukakan bila sastra yakni karya seni yang merupakan ekspresi kehidupan. Beberapa jenis seni sastra salah satunya yakni puisi, cerpen, pantun, prosa, sajak, novel, dan sebagainya.

Unsur-unsur sastra terbagi dalam fikiran, perasaan, pengalaman, ide-ide, semangat, keyakinan, dan ekspresi. Seni sastra menonjolkan pemilihan bahasa yang digunakan untuk mengutarakan maksud hati si penulis.

Seni teater/drama 
Sumber: djarumfoundation.org
Seni teater yaitu seni yang paling kompleks, karena dalam visualisasinya ia menggabungkan cabang seni yang lain. Beberapa jenis teater salah satunya teater lama, komedi, baru, dan sendratasik (seni darama dan musik).

Unsur-unsur teater salah satunya yakni naskah/skenario, pemain, sutradara, properti, penataan, serta penonton.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cabang Seni di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Seni. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai. Hai sahabat semua, bertemu lagi dengan kami yang kali ini akan membahasa tentang Pengertian Nilai, di antaranya mengenai Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Nilai itu sendiri.

Gimana? Menarik bukan? Kalau gitu, langsung saja kita mulai pembahasannya, ya.

Pengertian Nilai menurut Para Ahli 

Sumber: pangeranarti.blogspot.co.id
Pengertian Nilai menurut Spranger yaitu sebuah tatanan yang dijadikan tips oleh individu untuk menimbang serta memilih alternatif ketentuan dalam kondisi sosial tertentu. Dalam pandangan Spranger, kepribadian manusia terbentuk serta berakar pada tatanan nilai-nilai kesejarahan.

Walaupun meletakkan konteks sosial sebagai dimensi nilai dalam kepribadian manusia, tetapi Spranger mengakui akan kemampuan perorangan yang di kenal dengan arti roh subjektif. Sementara itu, kemampuan nilai-nilai kebudayaan adalah roh objektif.

Kemampuan perorangan atau roh subjektif didudukkan dalam posisi primer lantaran nilai-nilai kebudayaan cuma bakal berkembang serta bertahan jika di dukung dan dihayati oleh individu.

Penerimaan nilai oleh manusia tidak dikerjakan secara pasif tetapi secara kreatif serta aktif. Dalam proses manusia menerima nilai ini terjadi hubungan dialektis pada roh objektif dengan roh subjektif.

Artinya, roh objekif bakal berkembang bila di dukung oleh roh subjektif, demikian sebaliknya roh objektif bakal berkembang dengan berpedoman pada roh objektif yang diposisikan sebagai harapan yang harus digapai.

Nilai adalah suatu hal yang dipercaya kebenarannya serta mendorong orang untuk mewujudkannya.
  • Menurut Horrocks
Pengertian Nilai yaitu suatu hal yang memungkinkan individu atau kelompok sosial membuat ketentuan tentang apa yang mau digapai atau sebagai suatu hal yang diperlukan.

Secara dinamis, nilai dipelajari dari produk sosial dan secara perlahan-lahan diinternalisasikan oleh individu dan diterima sebagai milik bersama dengan kelompoknya.

Nilai adalah standar konseptual yang relatif stabil, di mana secara eksplisit ataupun implisit menuntun individu dalam memastikan tujuan yang mau digapai dan akitvitas dalam rangka memenuhi kepentingan psikologi.

Dari pengertian nilai yang dikemukakan beberapa ahli di atas, bisa disimpulkan kalau Nilai yaitu suatu hal yang dijadikan sebagai tips dalam hal memperhitungkan ketentuan yang akan di ambil kemudian.

Nilai adalah suatu hal yang miliki sifat abstrak, lantaran meliputi pemikiran dari seseorang. Penilaian yang dikerjakan oleh individu yang satu belum tentu sama juga dengan individu yang satu.

Berikutnya bakal dibicarakan tentang macam-macam nilai di bawah ini:
  • Beberapa macam nilai menurut Spranger, yakni: 
  1. Nilai keilmuan adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama. 
  2. Nilai agama adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama. 
  3. Nilai ekonomi yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni. 
  4. Nilai Seni adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material. 
  5. Nilai Solidaritas adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa. 
  6. Nilai Kuasa yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. 
Dari beberapa macam nilai yang dijelaskan di atas, nilai yang dominan pada masyarakat tradisional yaitu nilai solidaritas, nilai seni serta nilai agama. Nilai yang dominan pada masyarakat modern adalah nilai keilmuan, nilai kuasa serta nilai ekonomi.

Sebagai konsekuensi dari proses pembangunan yang berjalan secara terus-menerus, yang memungkinkan terjadinya pergeseran nilai-nilai itu.

Pergeseran nilai keilmuan serta nilai ekonomi akan cenderung lebih cepat dibanding dengan nilai-nilai yang lain bila memakai model dinamik-interaktif.

Ini adalah konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang memberikan prioritas ada pembangunan ekonomi serta ditunjang oleh cepatnya perkembangan pengetahuan serta tehnologi.
  • Menurut Andrain, nilai nilai mempunyai 6 ciri atau karakteristik. Berikut ini 6 karakteristik nilai: 
Umum serta abstrak. 

Nilai yaitu patokan umum mengenai suatu hal yang dicita - citakan atau dianggap baik. Nilai dapat dikatakan umum sebab tidak bakal ada masyarakat tanpa pedoman umum mengenai suatu hal.

Yang dianggap baik, patut, layak, pantas sekaligus suatu hal jadi larangan atau tabu untuk kehidupan masing masing kelompok. Nilai sosial mempunyai karakter abstrak, artinya nilai tidak cuma dilihat sebagai benda secara fisik nampak, bisa diraba maupun difoto

Konsepsional 

Nilai mempunyai ciri konsepsional artinya kalau nilai nilai itu cuma di ketahui bersumber pada perkataan ucapan, tulisan serta perilaku seseorang atau kelompok orang.

Nilai Mengandung Kualitas moral 

Kualitas moral sebuah masyarakat baik individu maupun kelompok ditetapkan oleh nilai nilai yang diyakini oleh masyarakat itu.

Nilai tidak selama-lamanya realistik 

Nilai yang ada pada masyarakat umumnya berbentuk idealis atau tidak dapat secara penuh dilakukan. Hal semacam ini karena karakter nilai yang abstrak hingga pemahamannya tidak mampu sama untuk setiap individu dalam masyarakat itu.

Dalam bermasyarakat, Nilai miliki sifat campuran dan Cenderung bersifat stabil. 

Nilai dapat juga disimpulkan sebagai karakter dari suatu hal yang bepengaruh dalam kehidupan manusia, baik secara lahir ataupun batin.

Makna dari nilai secara teoritis adalah satu kepercayaan yang dapat untuk dijadikan pertanggung jawaban baik dalam hubungan antar sesama serta dalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Dan untuk lebih lengkapnya, berikut ini akan di sampaikan pengertian serta definisi nilai menurut beberapa pakar lainnya:
  1. Ralp Perry: Nilai yang dijelaskan oleh Ralp Perry adalah sebuah objek yang datang dari ketertarikan sebuah individu 
  2. Fraenkel: Fraenkel memaparkan nilai adalah satu ide konsep maupun gagasan tentang apa yang dipikirkan seseorang serta dianggap penting. 
  3. Kupperman: Pengertian nilai menurut Kupperman yaitu satu patokan yang miliki sifat normatif serta bisa memengaruhi manusia dalam memastikan satu pilihan. 
  4. Louis O. Kattsof: Nilai dibagi jadi dua jenis oleh Louis, di mana ada nilai intristik yang disebut nilai yang semulanya udah bernilai, serta yang kedua yaitu nilai instrumental di mana nilai adalah hasil dari suatu hal akibat dipakai sebagai fasilitas dalam menggapai sebuah tujuan. 
  5. Mulyana: Menurut Mulyana, nilai yaitu sebuah kepercayaan dan referensi untuk memastikan satu pilihan. 
  6. Gordon Allport: Gordon menerangkan kalau nilai adalah sebuah kepercayaan yang bisa bikin seseorang melakukan tindakan bersumber pada pilihannya. 
  7. Danandjaja: Nilai menurut Danandjaja yaitu satu pengertian yang dipunyai seseorang akan suatu hal yang lebih penting ataupun kuran penting, apa yang lebih baik serta kurang baik, dan juga apa yang lebih benar serta apa yang salah. 
  8. Kluckhohn: Kluckhon menyampaikan kalau nilai adalah satu konsepsi dari apa yang dikehendaki serta memengaruhi seseorang dalam memastikan tindakan pada langkah dan juga tujuan yang ingin digapai.
  9. Notonagoro: Menurut Notonagoro, nilai terdiri dari tiga nilai pokok, yakni nilai vital, materil, serta rohani. 
  10. Purwodarmito: Menurut Purwodarmito nilai bisa dijelaskan jadi lima hal yang salah satunya yaitu harga suatu hal, harga sesuai sama taksiran, angka kepandaian, sebuah kualitas, serta beberapa karakter penting. 
  11. Kimball Young: Pengertian nilai menurut Kimball Young yaitu anggapan abstrak serta kerapkali tidak diakui apa sesungguhnya yang penting dalam masyarakat. 
  12. AW Green: AW Green menjelaskan kalau nilai adalah kesadaran berjalan dengan dibarengi emosi pada sebuah objek.
  13. Hendropusptio: Nilai menurut Hendropuspito yaitu segala suatu hal yang masyarakat bisa hargai lantaran nilai memiliki daya guna yang fungsional serta punya pengaruh dalam perubahan kehidupan mausia. 
  14. Simanjuntak: Pengertian nilai menurut B. Simanjuntak yaitu beberapa gagasan yang berkembang pada masyarakat tentang suatu hal yang baik. 

Beberapa macam Nilai serta Pengertiannya 

  • Nilai Sosial 
Nilai yaitu alat yang memperlihatkan argumen dasar kalau langkah pelaksanaan atau kondisi akhir tertentu lebih digemari secara sosial dibanding langkah pelaksanaan atau kondisi akhir yang berlawanan. 

Macam-macam nilai: 

  • Nilai Budaya 
Pengertian: terkait dengan pemikiran, rutinitas, serta hasil karya cipta manusia yang disebut dengan sebuah hal yang dianggap baik atau buruk untuk kehidupan. Serta suatu hal yang abstrak, tetapi hal itu jadi pedoman untuk kehidupan masyarakat.
  • Nilai Moral 
Pengertian: terkait dengan perbuatan baik serta buruk sebagai dasar kehidupan manusia serta masyarakat, istilah manusia menyebut ke manusia atau orang yang lain dalam tindakan yang mempunyai nilai positif atau negatif.
  • Nilai Agama 
Pengertian: terkait dengan beberapa ketetapan yang sudah ditetapkan Allah SWT serta utusan-utusannya. Satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama.
  • Nilai Politik 
Pengertian: terkait dengan cara manusia dalam mencetak kemenangan. Sebuah aktivitas bangsa yang mempunyai tujuan untuk membuat, menjaga, serta mengamandemen beberapa ketentuan umum yang mengatur kehidupannya, yang memiliki arti tidak bisa lepas dari tanda-tanda konflik serta kerja sama.
  • Nilai Sosial 
Pengertian: nilai yang diyakini oleh sebuah masyarakat, tentang apa yang dianggap baik serta apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Untuk memastikan suatu hal itu dapat dikatakan baik atau buruk, layak atau tidak layak mesti melalui proses menimbang. Hal semacam ini jelas sangat di pengaruhi oleh kebudayaan yang diyakini masyarakat.

Tidak heran jika antara orang-orang yang satu serta orang-orang yang lain ada ketidaksamaan tata nilai.
  • Nilai Keilmuan 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama.
  • Nilai Ekonomi 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni.
  • Nilai Seni 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material.
  • Nilai Solidaritas 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa.
  • Nilai Kuasa 
Pengertian: yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya.
  • Nilai Material 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi tentang segala suatu hal yang bermanfaat untuk jasmani manusia. Satu diantara contoh nilai material yaitu sandang serta pangan.
  • Nilai Vital 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan segala suatu hal yang bermanfaat untuk manusia dalam melakukan beragam kesibukan. Satu diantara contoh nilai vital yaitu buku pelajaran yang bermanfaat untuk siswa ketika belajar.
  • Nilai Religius 
Pengertian: adalah nilai keohanian paling tinggi serta mutlak dan bersumber pada keyakinan atau kepercayaan manusia.
  • Nilai Kerohanian 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan semua suatu hal yang terkait dengan keperluan rohani manusia. Satu diantara contoh nilai kerohanian yaitu melaksanakan ibadah.

Nilai kerohanian dibedakan lagi jadi 4 jenis yakni: 

  1. Nilai kebenaran (fakta) yang bersumber dari unsur akal manusia (ratio, budi, cipta). Contoh nilai kebenaran: Bumi itu memiliki bentuk bulat, garam rasa-rasanya asin, gula rasa-rasanya manis, matahari yaitu bintang, manusia bernapas dengan oksigen, dan lain-lain. 
  2. Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetis). Contoh: Tari-tarian, lukisan, patung, perhiasan, dan lain-lain. 
  3. Nilai moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau tekad (karsa, norma). Contoh: etika dalam orang-orang, larangan, ketentuan, kebiasaan istiadat, dan lain-lain. 
  4. Nilai religious yang disebut nilai ketuhanan, kerohanian yang paling tinggi serta mutlak. Contoh: Ritual-ritual keagamaan. 
Tidak hanya itu, ada pula nilai sosial yang dilihat dari karakter, ciri, serta tingkat keberadaannya. Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial di lihat dari sifatnya: 
  1. Nilai Kepribadian yaitu nilai-nilai yang membentuk kepribadian (karakter) seseorang. Contoh nilai kepribadian yaitu lingkungan, emosi, kreatifitas, ide, inspirasi, dan lain-lain. 
  2. Nilai kebendaan yaitu nilai yang bisa diukur dari manfaatnya sehari-hari. Contoh nilai kebendaan yaitu meja, alat tulis, dan lain-lain. 
  3. Nilai biologis yaitu nilai yang terkait dengan kehidupan manusia. Contoh nilai biologis yaitu berolahraga serta melindungi kesehatan. 
  4. Nilai hukum yaitu nilai yang perlu dipatuhi oleh tiap orang tanpa terkecuali Contoh nilai hukum yaitu undang-undang, pidana, serta perdata. 
  5. Nilai pengetahuan yaitu nilai yang didapat dari pengalaman atau proses belajar. Contoh nilai pengetahuan yaitu ilmu serta buku pengetahuan. 
  6. Nilai agama yaitu nilai yang erat hubungan dengan ketuhanan. Nilai ini sesuai dengan agama serta kepercayaannya masing-masing. Contoh nilai agama yaitu kitab suci, cara melaksanakan ibadah, serta upacara adat. 
  7. Nilai keindahan yaitu nilai yang mencerminkan estetika serta kebudayaan. Contoh nilai keindahan yaitu lukisan, tarian, patung, perhiasan, dekorasi, dan lain-lain. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada cirinya: 
Sumber: pelajaransekolahonline.com
  1. Nilai yang tercernakan atau mendarah daging yaitu nilai yang sudah mendarah daging dalam manusia jadi kepribadian serta perasaan. Misalnya yaitu rasa ingin membantu. 
  2. Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai-nilai yang lain. Banyak aspek yang menjadikan nilai itu dominan seperti jumlah penganut, umur, serta kedudukan nilai itu. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada tingkat keberadaannya: 
  1. Nilai yang berdiri dengan sendiri yaitu nilai yang udah ada di dalam manusia atau sebuah hal mulai sejak pertama kalinya di ciptakan. Misalnya emas yang berkilau, manusia yang tampan atau cantik, serta panorama yang asri.
  2. Nilai yang tidak berdiri dengan sendirinya yaitu nilai yang didapat manusia atau sebuah hal lantaran usaha atau pertolongan dari pihak lain. Misalnya kepandaian, ketrampilan, serta keindahan pada sebuah hasil kerajinan. 
  • Nilai Logika 
Pengertian: yaitu nilai benar atau salah.
  • Nilai Estetika 
Pengertian: yaitu nilai indah atau tidak indah.
  • Nilai Etika 
Pengertian: yakni nilai mengenai baik atau tidak baik.
  • Nilai Kebenaran 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
  • Nilai Keindahan 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada unsur perasaan manusia.
  • Nilai Watak 
Pengertian: nilai yang mencakup seluruh tantangan, kekeliruan pribadi serta sosial termasuk juga keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, serta kesediaan mengontrol diri.
  • Nilai Kejasmanian 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang terkait dengan keadaan jasmani seseorang.
  • Nilai Perserikatan 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang mencakup beragam bentuk perserikatan manusia serta persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
  • Nilai Rekreasi 
Pengertian: yakni nilai-nilai permainan pada saat senggang, hingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan ataupun memberikan kesegaran jasmani serta rohani.
  • Nilai Dominan 
Pengertian: nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai yang lain.
  • Nilai yang Mendarah Daging 
Pengertian: nilai yang sudah jadi kepribadian serta rutinitas seseorang menjalankannya secara tidak sadar.
  • Nilai Subjektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang tergantung pada subyek yang menilainya.
  • Nilai Objektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang menempel pada objeknya serta tidak tergantung pada subyek yang menilainya (bersifat universal).
  • Nilai Kesusilaan 
Pengertian: nilai yang terkait dengan sopan santun dalam beragam kegiatan masyarakat.
  • Nilai Spiritual 
Pengertian: nilai spiritual yaitu nilai yang ada di dalam kejiwaan manusia.

Ciri Nilai sosial 

  1. Adalah hasil ciptaan masyarakat lewat hubungan antara warga masyarakat. 
  2. Disebarkan dikalangan warga masyarakat lewat proses sosialisasi (proses pelajar) 
  3. Adalah sisi dari usaha pemenuhan keperluan dan kepuasan sosial. 
  4. Tidak sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. 
  5. Bisa mempengaruhi pengembangan diri warga masyaraka dengan tingkat dampak yang tidak sama antara warga masyarakat. 
  6. Nilai-nilai sosial yang ada pada masyarakat, satu sama lain cenderung terkait 

Fungsi Nilai Sosial

Sumber: jokowarino.id
  1. Kehadiran nilai-nilai sosial mempunyai fungsi spesifik dalam masyarakat. Beberapa fungsi itu di antaranya sebagai berikut ini:
  2. Mengarahkan masyarakat dalam berpikir serta beringkah laku. 
  3. Penentu untuk warga masyarakat dalam memenuhi fungsi sosialnya (mendorong/berikan motivasi orang untuk melakukan tindakan sesuai dengan peranannya) 
  4. Alat untuk menumbuhkan solidaritas dikalangan anggota masyarakat. 
  5. Pengawas (kontrol) tingkah laku manusia dengan daya tekan serta daya mengikat tertentu supaya orang berperilaku sesuai sama nilai yang diyakininya.
Dan, tak terasa, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, yang membahas tuntas mengenai Ciri, Fungsi, Macam Jenis, dari Pengertian Nilai. Mudah-mudahan semuanya jelas dan paham, ya. Makasih udah meluangkan waktu untuk belajar bersama.

Siap-siap untuk pembahasan selanjutnya, see yaa.

Referensi:

Pengertian Ilmu : Syarat-Syarat Ilmu

Pengertian Ilmu

Pengertian Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan alam manusia. Sedangkan Pengertian Pengetahuan adalah informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk memperoleh pemahaman, pembelajaran dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa diaplikasikan ke dalam masalah/proses bisnis tertentu.

Secara bahasa ilmu berasal dari kata arab yakni ‘alima yang bermakna mengetahui / perbuatan yang bertujuan untuk mengetahui segala sesuatu dengan sebenar-benarnya. Dan bisa juga berasal dari bahasa latin yaitu science  yang artinya pengetahuan, mengetahui atau memahami.

Secara istilah kata ilmu ialah segala bentuk pengetahuan tentang sesuatu yang datang dari Allah SWT, yang diturunkan kepada nabi dan rasul serta alam yang diciptakannya termasuk manusia dan seluruh ciptaanya yang ada di muka bumi. Atau pengetahuan yang sistematis dan bersifat ilmiah.

Secara umum ilmu berarti kepandaian & pengetahuan berkenaan dengan bidang yang tersusun secara sistematis menurut kaidah dan metode yang bisa digunakan untuk menerangkan dan menjelaskan serta memahami hal yang terkait dengan bidang ilmu tersebut.

Jadi, ilmu itu merupakan segala proses kegiatan terhadap suatu keadaan dengan cara menggunakan alat, prosedur, cara, metode, sehingga menghasilkan pengetahuan baru bagi manusia itu sendiri. Orang yang berilmu berarti orang yang memiliki pengetahuan, dasar, pemahaman,  dan memiliki batasan tergantung pada keterbatasannya dalam mencari ilmu yang diperolehnya. Dalam pembahasan kali ini, akan membahas secara lebih spesifik lagi mengenai pengertian ilmu itu sendiri

Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli

Selain pengertian ilmu pengetahuan secara umum, terdapat beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian ilmu pengetahuan baik dari luar negeri maupun yang berada di dalam negeri dalam mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian ilmu pengetahuan yaitu sebagai berikut :

  • Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli di Indonesia

Moh. Hatta: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Moh. Hatta bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan atau studi yang teratur tentang pekerjaan hokum umum, sebab akibat dalam suatu kelompok masalah yang sifatnya sama baik dilihat dari kedudukannya maupun hubungannya.

Ahmad S: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Dadang Ahmad S, adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

Mappadjantji Amien: Menurutnya, pengertian ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang berawal dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati dan semesta yang memiliki paradigma, objek pengamatan, metode, dan media komunikasi membentuk sains baru dengan tujuan untuk memahami semesta untuk memanfaatkannya dan menemukan diri untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah.

Syahruddin Kasim: Menurut Syahruddin Kasim, bahwa pengertian ilmu pengetahuan adalah pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah sang pencipta yang berasal dari proses interaksi fenomena fitrawimelalui dimensi hati, akal, nafsu yang rasional empirik dan hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta demi untuk menyempurnakan tanggung jawab kekhalifaan.

Helmy A. Kotto: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Helmy. A. Kotto bahwasanya ilmu pengetahuan adalah suatu proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus sampai menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

Sondang Siagian: Menurut Sondang Siagian bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu objek, ilmiah yang memiliki sekelompok prinsipol, dalil, rumus, yang melalui percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali telah teruji kebenarannya, dalil-dalil, prinsip-prinsip dan rumus-rumus mana yang dapat diajarkan dan dipelajari.

Soerjono Soekanto: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Soerjono Soekanto adalah pengetahuan yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan dimana selalu dapat diperiksa dan ditelaah (dikontrol) dengan kritis oleh setiap orang lain yang mengetahuinya.
Abu Bakar: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Abu Bakar adalah suatu pendapat atau buah pikiran, yang memenuhi persyaratan dalam ilmu pengetahuan terhadap suatu bidang masalah tertentu.

  • Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli di Luar Negeri 

Asle Montagu: Pengertian ilmu pengetahuan menurut Asle Montagu dalam bukunya the cultured man adalah sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengalaman, studi dan percobaan yang telah dilakukan dipakai untuk menentukan hakikat prinsip tentang hak yang sedang dipelajari.

V.Afayanev: Menurut V. Afayanev, bahwa pengertian ilmu pengetahuan dalam buknya Marxist

Philosophy adlaah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran.

Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag: Menurut Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag dalam bukunya yang berjudul The Fabric of Society, bahwa ilmu memiliki kriteria empiris, rasional umum, kumulatif, dan keempatnya serentak terpenuhi.
Fungsi Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan memiliki beberapa fungsi utama antara lain sebagai berikut :


  • Ilmu Pengetahuan itu Menjelaskan, fungsi ilmu pengetahuan menjelaskan 4 bentuk yaitu 

Deduktif, ialah ilmu yang menjelaskan sesuatu berdasarkan premis pangkal ilir yang telah ditetapkan sebelumnya.

Probablistik adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan mengenai pola pikir induktif dari sejumlah kasus yang jelas, sehingga memberikan kepastian yang tidak mutlak dan bersifat kemungkinan besar atau hampir pasti.

Fungsional, adlaah ilmu pengetahuan menjelaskan letak suatu komponen dalam suatu sistem secara menyeluruh.

Genetik, adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan suatu faktor mengenai gejala-gejala yang sering terjadi.

  • Meramalkan, ilmu pengetahuan menjelaskan faktor sebab akibat suatu kejadian atau peristiwa seperti disaat harga naik. 
  • Mengendalikan, ilmu pengetahuan yang mengendalikan harus dapat mengendalikan gejala alam berdasarkan suatu teori seperti bagaimana mengendalikan kurs rupiah dan harga. 

Syarat-Syarat Ilmu Pengetahuan


  1. Logis atau Masuk Akal, sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan yang diakui kebenarannya.  
  2. Objektif, sesuai berdasarkan objek yang dikaji dan didukung dari fakta impiris.
  3. Metodik, diperoleh dari cara tertentu dan teratur yang dirancang, diamati dan terkontrol. 
  4. Sistematik, disusun dalam satu sistem satu dengan saling berkaitan dan menjelaskan sehingga satu kesatuan.  
  5. Berlaku umum atau universal, berlaku untuk siapapun dan dimana pun, dengan tata cara dan variabel eksperimentasi yang lama untuk hasil yang sama.  
  6. Kumulatif berkembang dan tentatif, ilmu pengetahuan selalu bertambah yang hadir sebagai ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan yang salah harus diganti dengan yang benar disebut sifat tentatif

Pengertian Manusia : Menurut Para Ahli

Pengertian Manusia

Berbicara mengenai manusia pastinya tidak akan ada habisnya. Manusia yang merupakan makhluk hiduo paling sempurna diantara makhluk hidup lainnya memiliki peranan yang penting di kehidupan. Sebagai makhluk hidup yang sempurna, manusia memiliki akal, pikiran dan hati nurani dalam bertindak di berbagai ruang lingkup kehidupannya. Dalam mengatur kehidupan, manusia memiliki peraturan yang harus dipatuhi agar kehidupan mereka dapat berjalan dengan baik. Tak hanya itu, manusia juga menjaga hubungan antar manusia karena mereka menyadari jika manusia tidak dapat hidup di dunia tanpa adanya bantuan dari manusia yang lain. Hal inilah yang membuat manusia perlu menjaga kelakuan dan tindak tanduk di masyarakat agar tidak menjadi manusia dengan pribadi yang buruk.

Manusia dengan proses kejadiaannya berjalan berdasarkan dengan sunnatullah atau hukum alam. Sumber penciptaan dan proses kejadiannya perlu dipahami agar manusia hidup tidak sombong dan lupa diri dalam beribadah dan sebagai khalifah Allah di Bumi.

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).

Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain.

Pengertian Manusia Menurut para ahli :

  • Menurut Zakiyah Darajat (1994) bahwa manusia dalam pandangan kebendaan hanyalah merupakan sekepal tanah di bumi. Dari bumi asal kejadiannya, di bumi di berjalan,dari bumi dia makan dan ke dalam bumi pula dia kembali.
  • Pengertian manusia menurut Poewadarminta (1983) bahwa manusia adalah makhluk yang berakal budi (lawan dari binatang). 
  •  Dapat kita cermati bahwa pengertian manusia oleh Zakiyah berkaitan dengan asal kejadian manusia yang bersumber dari kitab suci Al Quran. Menjelaskan tentang tempat manusia hidup dan berakhir. Sesuai dengan pengertian manusia oleh Zakiyah. Dijelaskan pula oleh Syahminan Zaini (1984) bahwa definisi manusia adalah bagian dari alam besar yang ada di Bumi, sebagian dari makhluk yang bernyawa. 
  • Senada dengan pengertian manusia diatas, ditambahkan oleh Bapak Abbas Mahmud al-Aqqad bahwa manusia adalah orang orang yang bertanggung jawab, diciptakan dengan sifat sifat ketuhanan.
  • Menurut Bapak Sokrates, manusia adalah makhluk yang hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar. Cukup aneh, akan tetapi pada masa itu cukup untuk menggambarkan apa itu manusia, walaupun hanya sebatas morfologi atau penampakan luar saja.
  • Menurut bapak Aristoteles, seorang pemikir hebat, memberikan definisi manusia sebagai “Zoon politicon”, atau sebagai makhluk sosial. Sosial yang dimaksud disini adalah mampu berinteraksi dengan makhluk makhluk lainnya. 
  • Berdasarkan Upanisads, pengertian manusia adalah kombinasi dari unsur unsur roh atau atman, jiwa, pikiran dan prana/jasad fisik. 
  • Menurut Linneaus, seorang ahli biologi bahwa manusia adalah “Homo sapiens”. Homo sapiens merupakan bahasa latin yang berarti makhluk yang berakal budi atau memiliki akal (akan dijelaskan dalam pengertian akal).
  • Pengertian manusia oleh Bapak Kees Bertens bahwa manusia adalah suatu makhluk yang terdiri atas dua unsur yang tidak dapat dinyatakan kesatuannya. Hal yang dimaksud adalah roh atau jiwa beserta tubuhnya tidak dapat ditampakkan menjadi dua bagian. 
  • Salah satu pengertian manusia yang cukup saya suka adalah dari I Wayan Watra yang menuliskan bahwa, manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
  • Menurut Bapak Abineno J. I bahwa definisi manusia adalah sebuah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana” . Dalam juga yang pengertian manusia menurut Bapak yang satu ini.
  • Pengertian manusia yang lain dan lebih epik dinyatakan oleh Ibu Paula J.C dan Ibu Janet W.K adalah makhluk yang terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mampu mengembang tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.                                      
  • Kemudian, Raves juga memberikan pengertian tambahan tentang manusia yaitu sebagai “Homo loquen”. Menurut Raves, pengertian manusia adalah makhluk yang pandai berbahasa dan menjelmakan pikiran dan perasaan dalam kata kata yang tersusun.
  • Bergson , juga ikut memberikan nama lain untuk manusia yaitu “Homo faber”, Menurutnya pengertian manusia adalah makhluk yang pandai membuat alat pertukangan. 
  • Menurut Huizinga, menambahkan bahwa manusia sebagai “Homo ludens”, sedikit aneh tapi bila kita perhatikan manusia dengan seksama, bisa juga menggambarkan apa itu manusia. Menurutnya, manusia adalah makhluk yang suka bermain. 
  • Selanjutnya, pengertian manusia yang saya sukai adalah dari bapak Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany bahwa manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
  • Menurut Nicolaus D. dan A. Sudiarja bahwa pengertian manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena manusia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu benda.
  • Menurut Erbe Sentanu Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
Kemudian apa yang dapat kita simpulkan dari pengertian manusia dan beberapa istilah manusia diatas:
  1. Manusia adalah makhluk yang berakal, inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lain
  2. Manusia adalah makhluk yang bertanggungjawab atas tugas tugas kekhalifaannya (pelestari atas Bumi dan isinya).
  3. Manusia adalah makhluk yang diciptakan dari tanah dan selanjutnya berproses mengikuti hukum alam.
  4. Manusia adalah makhluk yang memiliki sifat sifat ketuhanan yang terbatas.

Nama Lain/ Istilah lain Manusia:

  • Homo Sapiens
  • Zoon politicon
  • Homo ludens
  • Homo faber
  • Homo loquen
  • Homo economicus

Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema

Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Hai sahabat semuanya, kali ini kami akan membahas mengenai Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Nah, tanpa perlu waktu lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Sebelum kita bisa menulis satu narasi, puisi, maupun lagu, hal yang paling penting mesti ditentukan yaitu tema atau ide paling utama/pokok yang bakal diangkat ke dalam satu karya serta di sampaikan pada pembaca atau pendengar.

Tema ini umumnya tidak ditulis secara eksplisit walau demikian sifatnya tersirat di dalam satu narasi hingga supaya bisa memahami tema satu narasi kita mesti membaca serta mendalami keseluruhan narasi itu.

Contohnya novel Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Toer yang temanya tentang penderitaan yang dirasakan orang-orang asli Indonesia pada masa-masa penjajahan Belanda.

Bagaimana sulitnya seorang anak pribumi supaya bisa bersekolah serta menikah dengan anak keturunan belanda.

Pengertian Tema

Sumber: phylocare.blogspot.co.id
Berikut adalah Definisi serta Pengertian Tema Menurut Beberapa Ahli dan Sumber Lainnya:
  1. Tema yaitu dasar satu narasi atau pandangan hidup yang membangun ide paling utama dalam sebuah karya sastra. (Rusyana:1988) 
  2. Pengertian tema yaitu suatu hal yang menjadi persoalan atau pikiran paling utama. (Esten:1990) 
  3. Arti tema yaitu pokok pikiran. (WJS Poerwadarminta:1996) 
  4. Pengertian tema cerita yaitu central idea (gagasan paling utama) serta central purpose (tujuan paling utama) dalam satu narasi yang diterangkan lewat cara yang sederhana. (Staton:1965) 
  5. Pengertian tema yaitu ide umum atau dasar narasi dari satu novel. (Nurgiyantoro:2009) 
  6. Keraf: Menurut Keraf, tema adalah sebuah amanat paling utama yang di sampaikan oleh penulis lewat karangan maupun karya sastranya. 
  7. Aminuddin: Menurut Aminuddin, pengertian tema yaitu gagasan yang melandasi sebuah narasi diperankan, dan sebagai pangkal tolak pengarang dalam kegiatan pemaparan karya fiksi yang dibuatnya. 
  8. Mido: Menurut Mido, tema yaitu masalah yang berhasil menduduki tempat paling utama dalam narasi rekaan serta bukan hanya di dalam pikiran pengarangnya saja. 
  9. Stanton serta Jenny C: Menurut Stanton serta Jenny C, tema adalah makna yang terdapat di dalam satu narasi yang ada pada karya sastra. 
  10. Kamus Istilah Pengetahuan Populer: Menurut Kamus Istilah Pengetahuan Populer, tema adalah persoalan maupun pokok pikiran yang di uraikan di dalam sebuah karangan, isi dari satu ciptaan. 
  11. Ensiklopedi Sastra Indonesia: Menurut Ensiklopedi Sastra Indonesia, pengertian tema yaitu tiap ide, gagasan pokok, maupun pokok persoalan yang dipakai sebagai dasar/landasan pembuatan narasi. 

Jenis – Jenis Tema

Menurut Shipley, tema bisa dibedakan jadi lima jenis tema, yakni: 
  • Tema Jasmaniah 
Tema jasmaniah adalah tema yang terkait maupun terfokus pada persoalan keadaan fisik manusia. Jenis tema ini umumnya menyangkut beberapa hal yang ada di dalam tubuh manusia seperti molekul, jasad, perasaan, tubuh, serta zat.

Beberapa contoh tema yang jasmaniah yaitu tentang perasaan cinta.
Contohnya seperti tema pada novel-novel Wiro Sableng karya Bastian Tito yang sangat melegenda. Atau narasi Kho Ping Hoo yang dikarang oleh Asmaraman S.
  • Tema Sosial 
Tema sosial adalah tema yang terkait erat dengan berbagai jenis hal yang berbau masalah sosial.

Dalam tema ini, pengarang narasi umumnya menerangkan berbagai jenis hal yang terkait dengan masalah kehidupan masyarakat, hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya, persoalan sosial, serta berbagai jenis tema yang lain.

Bentuk tema ini mengangkat sebagian perseteruan sosial yang terjadi di masyarakat seperti tentang pendidikan yang ada dalam novel fenomenal Laskar Pelangi.

Atau novel Ronggeng Dukuh Paruk yang mengulas tentang kehidupan seorang ronggeng serta hubungannya dengan masyarakat di sekelilingnya.
  • Tema Ketuhanan 
Tema Ketuhanan adalah tema yang terkait erat dengan kekuasaan Tuhan yang terlihat dalam tiap kegiatan manusia.

Jenis tema ini umumnya di uraikan oleh pengarang narasi dengan memperlihatkan berbagai jenis hal – hal magis yang ada di luar akal manusia seperti peristiwa kiamat, keajaiban pengobatan penyakit, serta berbagai jenis tema yang lain.

Misalnya seperti yang ada dalam buku Dunia Sophie yang ditulis oleh Jostein Gaarder.
  • Tema Organik 
Tema organik adalah tema yang meliputi berbagai jenis hal yang terkait erat dengan moral dasar manusia seperti hubungan antar pria serta wanita, nasehat, serta berbagai jenis tema yang lain. Tema-tema seperti ini bisa kita temui pada karya-karya Ayu Utami seperti Larung, Bilangan Fu, serta Saman.
  • Tema Egoik 
Tema egoik adalah tema yang terkait erat dengan karakter ego manusia. dalam tema ini, pengarang narasi umumnya menonjolkan tema dengan berbagai jenis bentuk narasi seperti keserakahan maupun ketamakan manusia.

Tema ini terkait dengan sikap batin seseorang seperti ego serta harga diri atau martabat. Tema seperti ini bisa kita temui dalam novel Perempuan Kembang Jepun yang dikarang oleh Lan Fang.

Pengertian tema dalam seni rupa yaitu semua macam hal yang ingin di sampaikan atau dipresentasikan oleh seniman pada para pengamat seni potensialnya lewat sebuah medium karya seni. (Humar Sahman:1993)

Pengertian tema seni rupa murni yaitu semua bentuk gagasan, pokok pikiran atau ide yang ada di dalam satu karya seni baik itu seni rupa tiga dimensi maupun seni rupa dua dimensi. Contoh tema seni rupa murni yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri. 
  2. Hubungan manusia dengan imajinasinya. 
  3. Hubungan manusia dengan manusia lain. 
  4. Hubungan manusia dengan suatu aktivitas. 
  5. Hubungan manusia dengan suatu hal objek benda. 
  6. Hubungan manusia dengan alam sekitar. 

Syarat serta langkah menentukan tema karangan yang baik ada yaitu sebagai berikut ini:

  • Menarik perhatian penulis
Akan memungkinkan penulis berusaha terus-menerus mencari data untuk memecahakan beberapa masalah yang dihadapi, penulis bakal didorong terus-menerus supaya bisa merampungkan karya tulis itu sebaik-baiknya.
  • Di kenal/di ketahui dengan baik.
Tujuannya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah di ketahui oleh penulis. Bersumber pada prinsip ilmiah yang di ketahuinya, penulis bakal berusaha sekuat tenaga mencari data lewat riset, observasi, wawancara, dan sebagainya hingga pengetahuannya tentang permasalahan itu bertambah dalam.

Dalam kondisi demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah serta teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang permasalahan tadi, ia mampu menguraikan tema itu sebaik-baiknya.
  • Bahan-bahannya bisa di peroleh.
Sebuh tema yang baik mesti bisa dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Apabila cukup tersedia, hal semacam ini memungkinkan penulis supaya bisa mendapatkannya lantas mendalami serta menguasai seutuhnya.
  • Dibatasi ruang lingkupnya.
Agar lebih gampang dalam membuat karangan atau tlisan serta pembahasan nya tidak meluas.

Contoh tema 

  • Tema: Naik Gunung 
Si penulis gemar serta pernah naik gunung hingga karangannya gampang di buat, si penulis dapat menulis karangan mengenai aktivitas naik gunung serta tulisan di dalam nya tidak bakal keluar dari narasi naik gunung.
  • Tema: anak band 
Anda dapat mengerang mengenai aktivitas serta beberapa hal menarik tentang anak band, seperti suka duka ketika seorang musisi mencapai puncak karirnya, bagaimana proses pembuatan album, dan lain-lain.

Contoh soal untuk menentukan tema 

Pada sebuah senja dengan hati-hati saya sampaikan permintaanku pada ibu. Saya mau, ibu membelikan saya sepeda baru. Ibu diam saja, tidak menampik, juga tidak mengiyakan. Ibu masuk kamar. Beberapa saat kemudian saya susul ibu ke kamar.

Nyatanya, Ibu tengah menelungkup di ranjang sembari menangis tersedu-sedu. Saya kasihan lihat ibu menangis. Ibu mengucurkan air mata. Air mata Mengucur amat deras. Dengan terbata-bata ibu berbisik, ”Anakku, Ibu tidak punya duit.”

Sampai saat ini tangis ibu ketika itu masih tetap jelas terngiang di telingaku.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Keluarga 
  2. Budi pekerti 
  3. Peristiwa 
  4. Transportasi 
Komputer sangat mengurangi beban manusia dalam bekerja. Komputer bisa bantu manusia mengetik, menyimpan data, atau mengkaji data.

Komputer tidak cuma membantu pekerjaan. Komputer bisa memberi hiburan untuk manusia. Ketika jenuh manusia dapat mendengarkan musik serta bermain game dari komputer.

Tentukan tema paragraf tersebut:
  1. Teknologi 
  2. Pekerjaan 
  3. Pengolahan Data 
  4. Hiburan 
Mertua Si Kabayan amat jengkel pada menantunya. Setiap hari Si Kabayan cuma bermalas-malasan. Ketika mertuanya meminta pertolongan,

Si Kabayan senantiasa menolak dengan segala jenis argumen. Seluruh nasehat mertuanya sedikit juga tidak merubah sikap jeleknya itu. “Dasar Kabayan si Tebal Muka!” umpat mertuanya.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Kejengkelan mertua Si Kabayan 
  2. Kemalasan Si Kabayan 
  3. Penolakan Si Kabayan 
  4. Sikap buruk Si Kabayan 
Cara yang umum digunakan untuk membuang sekam yaitu dengan membakarnya di tempat terbuka atau di sawah-sawah. Tetapi untuk membakarnya kita juga mesti hati-hati. Kita harus terlebih dulu mengetahui ke mana arah angin.

Apabila arah angin bertiup ke kampung-kampung, kita tidak bisa membakar sekam tadi. Lantaran hal semacam itu bisa menyebabkan pencemaran udara untuk kampung- kampung itu. Asap hitam yaitu akibat pembakaran yang bakal dibawa angin kearah kampung-kampung bersangkutan.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Sekam sebagai bahan pencemaran 
  2. Langkah membakar sekam yang benar 
  3. Pembakaran sekam di sawah 
  4. Langkah menghindari bahaya sekam 
Sebenarnya sungai banyak bermanfaat untuk orang-orang. Tidak hanya untuk mengairi areal persawahan, ada banyak manfaat yang lain seperti untuk sumber bahan baku air minum yang di proses oleh PAM serta fasilitas transportasi orang-orang.

Bahkan juga, di beberapa daerah, sungai jadi tempat objek wisata yang menarik. Namun lantaran kecerobohan orang-orang membuang sampah serta limbah ke sungai, menjadikan sungai sebagai pemicu terjadinya banjir yang menyengsarakan orang-orang itu sendiri.

Semestinya orang-orang ikut memelihara kelestarian air sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Kesehatan 
  2. Bencana alam 
  3. Lingkungan 
  4. Kehidupan 
Kunci Jawaban: 
  • 1
  • 1
Itulah pembahasan kita kali ini mengenai Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Mudah-mudahan pembahasan kali ini membuat kita semua semakin mengerti dengan tiap-tiap tema, dari cerita yang kita baca ya, sahabat.

Makasih ya udah mampir dan belajar bareng di sini. Sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya, see yaa.

Referensi:
  1. definisimenurutparaahli.com
  2. informasipengetahuan.blogspot.co.id
  3. pengertiandefinisi.com
  4. guruberbahasa.com

Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan

Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Fungsi dari Sebuah Ilmu Pengetahuan, Syarat-Syarat yang ada dalam sebuah Ilmu Pengetahuan, Pengertian Ilmu Pengetahuan Menurut Para Ahli dan Pakar di Bidangnya.

Pengertian Ilmu Pengetahuan

Sumber: geograph88.blogspot.co.id
Ilmu dan pengetahuan, sains, pengetahuan yaitu seluruh usaha yang dilakukan secara sadar untuk menemukan, menyelidiki serta meningkatkan hal-hal mengenai pemahaman pada manusia dalam semua sudut fakta pada alam manusia.

Sudut pandangan ini diberikan batas agar supaya rumusan-rumusan jadi pasti. Pengertian pengetahuan memberi kepastian mengenai pengetahuan dengan membatasi ruang lingkup pandangannya, serta satu kepastian pengetahuan di peroleh dari keterbatasanya.

Pengetahuan bukan hanya merupakan satu pengetahuan (knowledge), tetapi juga mencangkup beberapa kumpulan pengetahuan yang di dasari oleh teori-teori yang udah disetujui serta dapat secara systematik diuji dengan beragam langkah yang diikuti dalam bentuk pengetahuan tertentu.

Dilihat dari sisi filsafat, pengetahuan ada lantaran manusia mempunyai usaha berpikir amat jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu dan pengetahuan yaitu hasil dari epistemologi.

Pengetahuan psikologi cuma bisa meramalkan tingkah laku atau perilaku manusia bila ruang lingkup pandangannya mempunyai batasan dari sudut pandang secara umum dari tingkah laku manusia yang pasti. Tetapi pengetahuan alam akan jadi pasti bila pandangannya sudah dibatasi ke dalam soal yang bahani (material saja).

Terkait dengan contoh ini, pengetahuan psikologi menjawab apakah seseorang remaja wanita cocok jadi perawat, beberapa pengetahuan alam menjawab satu pertanyaan, berapakah jarak matahari dari bumi.

Sebagian Syarat Ilmu 

Sumber: karyamud.blogspot.co.id
Ini amat tidak sama dengan pengetahuan, ilmu yaitu pengetahuan yang secara khusus mempelajari mengenai hal pemicu terjadinya suatu hal serta kenapa? Ada beberapa syarat ilmiah yang bisa disebut juga sebagai ilmu. Karakter yang ilmiah untuk syarat ilmu banyak pengaruhnya dari beberapa ilmu alam yang udah ada terlebih dulu.

Logis atau masuk akal 

Sesuai sama aturan ilmu dan pengetahuan yang diakui kebenarannya

Objektif

Objek kajian mesti ada pada ilmu yang ada dari satu kelompok permasalahan yang sama karakter intinya, tampak dari luar ataupun memiliki bentuk dari dalamnya. Objeknya juga miliki sifat ada, atau mungkin saja juga ada lantaran masih tetap mesti diuji keberadaannya.

Dalam soal mengkaji satu objek, yang di cari yaitu kebenaran, yaitu penyesuaian antara tahu dengan objek, hingga bisa disebut dengan kebenaran objektif; bukan hanya subjektif bersumber pada subyek peneliti atau subyek penunjang riset.

Metodis

Metodis datang dari bahasa Yunani “Metodos” yang artinya: cara, jalan. Metodis artinya metode spesifik yang digunakan serta umumnya mengacu pada satu cara ilmiah.

Usaha yang sudah dilakukan supaya bisa meminimalisasi semua bagian peluang yang terjadi dalam soal yang menyimpang dari hal mencari satu kebenaran. Kemungkinan yang perlu di tanggung yaitu untuk menanggung kepastian kebenaran.

Systematis

Di dalam pengalamannya mencoba memaparkan serta memahami sebuah objek, ilmu mesti terumus serta teruraikan di dalam hubungan yang masuk diakal (logis) serta teratur supaya terbentuk sebuah system yang mempunyai keutuhan, menyeluruh, terpadu dalam segi arti, serta bisa menuturkan satu rangkaian sebab-akibat menyangkut perihal objektifnya.

Pengetahuan yang bisa tersusun dengan systematis adalah rangkaian sebab akibat dari syarat pengetahuan yang ketiga.

Universal

Satu kebenaran yang akan diraih yaitu satu kebenaran yang universal yang tidak miliki sifat spesifik (umum).

Contoh: 

Pengetahuan sosial menyadari kadar ke-umum-an mempunyai kandungan tidak sama dengan pengetahuan alam kerena objeknya yaitu dari tindakan manusia. Oleh karena itu supaya mencapai tingkat yang unversal di dalam pengetahuan sosial, mesti adanya konteks dan tertentu juga.

Contoh: Semua segitiga bersudut 180º. Karena itu universal adalah syarat pengetahuan yang ke empat.

Kumulatif berkembang serta tentatif 

Khasanah ilmu dan pengetahuan senantiasa bertambah dengan hadirnya ilmu dan pengetahuan baru. Ilmu dan pengetahuan yang ternyata dapat dibuktikan salah mesti diganti dengan pengetahuan yang benar (sifatnya tentatif).

Berikut ini yaitu pengertian ilmu dan pengetahuan menurut beberapa pakar: 
Sumber: lelypanca.wordpress.com
Minto Rahayu, Pengetahuan (Knowledge) yang udah disusun dengan systematis serta berlaku secara umum.

Thomas Kuhn, Sebuah Himpunan aktivitas/kegiatan yang banyak mendapatkan atau membuahkan penemuan, baik dalam bentuk pengembangan maupun penolakannya.

Van Puersen, Pengetahuan yang sudah terorganisasi, dengan cara serta system berupaya mencari beberapa interaksi tetap di antara beberapa gejala.

Dr. Maurice Bucaille, Kunci supaya bisa mengungkapkan beragam macam hal, baik dalam periode waktu sebentar ataupun periode waktu yang lama.

NS. Asmadi, Ilmu yaitu proses mengetahui lewat penyelidikan yang systematis serta beberapa kumpulan pengetahuan yang padat serta terkendali (metode ilmiah).

Charles Singer, Science is the process which makes knowledge. Ilmu adalah (sebuah proses yang membuat pengetahuan)

M. Izuddin Taufiq, Ilmu adalah penelusuran informasi atau data lewat penilaian, uji coba serta pengkajian, dengan maksud landasan mendasar, mengambil keputusan pokok, maupun asal usulnya.

Poespoprodjo, Ilmu adalah proses melakukan perbaikan diri secara terus-terusan (bersinambungan) yaitu mencakup perkembangan uji empiris serta teori.

Popper, Ilmu adalah tetap dalam keseluruhnya serta hanya mungkin direorganisasi.

Dr. H. M. Gade, Ilmu adalah falsafah, yakni hasil pemikiran mengenai peluang batas-batas pengetahuan manusia.

Francis Bacon, Ilmu merupakan hanya sebagian kenyataan yang bisa jadi objek pengetahuan serta satu-satunya pengetahuan yang valid.

Goldstein, Ilmu yaitu cara memandang (melihat) dunia, merubah serta memahaminya. Dalam sisi kreativitas ilmu dan pengetahuan, keilmuan di terangkan sebagai system berpikir yang melibatkan serangkaian kegiatan imajinatif ilmuwan serta kreatif dalam usaha mencari kebenaran.

Mulyadi Kartanegara, Ilmu dan pengetahuan secara bahasa yaitu science memiliki arti ”kenyataan atau keadaan” kerap di ambil serta memahami dalam arti pengetahuan (knowledge) yang kontras pada keyakinan serta intuisi.

Ralp Ross serta Ernest Van Den Haag, Dalam bukunya The fabric of society, menyatakan bahwa pengetahuan mempunyai persyaratan empiris, rasional, umum, kumulatif serta keempatnya serentak tercukupi.

Ashley Montagu, Dalam bukunya ‘the cultured man’, memberi pengertian ilmu dan pengetahuan sebagai pengetahuan yang disusun dalam satu system yang datang dari pengalaman, studi serta percobaan yang sudah dilakukan atau digunakan untuk memastikan inti prinsip mengenai hak yang sedang dipelajari.

V. Afayanev, Dalam bukunya ‘Marxist Philosophy’ menyebutkan kalau pengertian ilmu dan pengetahuan yaitu pengetahuan manusia mengenai alam, masyarakat, serta pikiran. V. Afayanev mencerminkan alam dalam hukum-hukum, ide konsep, serta beberapa kelompok yang pas dan kebenarannya bisa diuji dengan pengalaman praktis.

Helmy A. Kotto, Menyatakan  bahwa ilmu dan pengetahuan yaitu sebuah proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus-terusan hingga bisa menjelaskan fenomena serta kehadiran alam itu sendiri.

Dadang Ahmad S, Merumuskan kalau pengertian ilmu dan pengetahuan yaitu sebuah proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan yang terus-terusan sampai bisa menerangkan fenomena serta kehadiran alam tersebut.

Mappadjantji Amien, Merumuskan kalau ilmu dan pengetahuan yaitu suatu hal yang bermula dari pengetahuan, bersumber dari wahyu, hati serta semesta yang mempunyai paradigma, objek penilaian, metode.

Dan media komunikasi membentuk sains baru dengan maksud untuk memahami semesta untuk mengfungsikannya serta menemukan kendali diri untuk menggali potensi fitrawi guna mengenal Allah.

Syahruddin Kasim, Menyatakan kalau “ilmu pengetahuan” yaitu pancaran hasil metabolisme ragawi sebagai hidayah Sang Pencipta yang datang dari proses hubungan fenomena fitrawi lewat dimensi hati, akal, nafsu yang rasional, empirik serta hakiki dalam menjelaskan hasanah alam semesta untuk menyempurnakan tanggung jawab kekhalifaan.

Fungsi Ilmu Pengetahuan 

Sumber: wavekuliahonline.blogspot.co.id
Setelah mengulas mengenai pengertian ilmu dan pengetahuan secara umum, lantas kita akan jelaskan mengenai 3 fungsi ilmu dan pengetahuan yang paling utama yakni:

Ilmu dan pengetahuan itu menjelaskan (explaining, Describing) 

Peranan ilmu dan pengetahuan dalam menjelaskan mempunyai 4 bentuk yakni:
  1. Deduktif, yakni pengetahuan mesti bisa memaparkan suatu hal bersumber pada premis pangkal ilir yang sudah diputuskan sebelumnya
  2. Probabilistik, Ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan suatu hal bersumber pada pola pikir induktif dari beberapa kasus yang pasti, hingga cuma bisa memberi kepastian (tidak mutlak) yang miliki sifat kemungkinan besar atau nyaris pasti.
  3. Fungsional, ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan letak sebuah komponen dalam sebuah system secara menyeluruh
  4. Genetik, ilmu dan pengetahuan bisa memaparkan sebuah aspek bersumber pada beberapa gejala yang udah seringkali terjadi sebelumnya. 
Meramalkan (prediction) 

Ilmu dan pengetahuan mesti bisa memaparkan aspek sebab-akibat sebuah momen atau peristiwa, umpamanya apa yang akan terjadi bila harga bahan-bahan pokok naik.

Mengendalikan (controlling) 

Peranan Ilmu dan pengetahuan dalam mengendalikan mesti bisa mengendalikan tanda-tanda alam bersumber pada sebuah teori umpamanya bagaimana mengendalikan kurs rupiah serta harga.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Syarat Ilmu Pengetahuan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Ilmu Pengetahuan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ilmu Pengetahuan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. hariannetral.com
  2. gurupendidikan.com 

Cabang-Cabang Seni Rupa dan Apresiasi Seni

Berdasarkan bentuknya, karya seni rupa terbagi atas seni rupa dua dimensi (dwimatra) dan tiga dimensi (trimatra). Ciri seni rupa dua dimensi hanya dapat dinikmati dari satu arah, karena hanya memiliki ukuran panjang dan lebar, misalnya lukisan, kain batik, seni fotografi, dan sebagainya. Sedangkan seni rupa tiga dimensi dapat dilihat atau dinikmati dari berbagai arah, karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, misalnya patung, meja, kursi, dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai seni pakai (applied art) dan seni yang berfungsi sebagai hiasan saja (fine art).

A. Cabang-Cabang Seni Rupa
Seni patung telah hadir jauh sebelum manusia mengenal peradaban modern. Di zaman itu patung dihadirkan sebagai alat ritual dan dianggap sebagai benda keramat serta disucikan. Namun saat ini patung lebih sebagai medium aspirasi pribadi si pematung. Setiap jenis karya seni rupa memiliki bentuk dan ciri khusus. Menurut cirinya, karya seni rupa dapat dibagi dalam beberapa cabang, yaitu sebagai berikut.

1. Seni patung
Seni patung merupakan perwujudan ekspresi dan gagasan ke dalam karya tiga dimensi. Kemajuan seni patung di Indonesia ditandai sejak zaman Hindu-Buddha yang diwujudkan dalam bentuk arca dan relief dari batu. Patung yang berukuran besar sering diwujudkan sebagai monumen, misalnya patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, patung Selamat Datang di Jakarta, dan patung-patung bertema perjuangan yang tersebar di wilayah tanah air. Seni patung dalam ukuran kecil umumnya terdapat pada benda-benda kerajinan yang kebanyakan berbahan kayu, batu marmer, dan fiber.

2. Seni lukis
Seni lukis berwujud dua dimensi. Seni lukis biasanya dibuat di atas media kain kanvas, kertas, dan kaca. Peralatan yang digunakan untuk menggambar atau melukis dapat berupa cat minyak (acrylic), cat air, cat poster, dan sebagainya. Gaya penggambaran dalam Aliran atau corak dalam seni lukis ini merupakan ciri khas dan keunikan yang terdapat pada karya-karya tersebut. Ada aliran realis, naturalis, ekspresionis, impresionis, abstrak, surealis, maupun romantis. Sejarah seni lukis di Indonesia dipenuhi para pelukis handal seperti Raden Saleh (perintis seni lukis Indonesia, yang hidup pada zaman perang Diponegoro), S. Sudjojono, Henk Ngantung, Affandi, Basoeki Abdullah, Pirngadi, dan masih banyak lagi.

3. Seni grafis
Seni grafis adalah seni membuat gambar dengan alat cetak (klise). Misalnya, sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan), etsa (pengasahan pada bahan metal), dan percetakan dengan bahan batu litho.

4. Seni kriya
Seni kriya berwujud dua atau tiga dimensi. Seni kriya sering disebut sebagai seni kerajinan, yaitu seni yang dibuat untuk menyajikan kebutuhan hidup sehari-hari. Tumbuh suburnya seni kriya di tanah air erat kaitannya dengan nilai komersial. Setiap pengrajin akan membuat beberapa benda pada setiap jenis seni kriya yang dibuatnya. Termasuk dalam golongan seni kriya, antara lain seni pahat, seni anyam, keramik, batik, dan tenun.

5. Seni desain
Desain dalam pengertian yang sebenarnya adalah suatu gambar rancangan. Namun pengertian seni desain di sini penekanannya ialah pada produk yang dihasilkan. Sejalan dengan perkembangan industrialisasi, seni desain telah dianggap sebagai cabang seni tersendiri dalam seni rupa, karena proses, teknik, dan bentuknya yang juga memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan perkembangan teknologi modern.
Seni desain terbagi dalam beberapa cabang, namun ada dua kelompok seni desain yang sudah populer, yaitu sebagai berikut.
  • Desain Komunikasi Visual (Graphic Design/ Sequential Art). Perwujudan dari desain komunikasi visual mengarah ke desain grafis, seperti poster iklan, brosur, sampul buku atau majalah, kemasan, logo, undangan, dan lain-lain.
  • Desain Produk (Product Design). Desain produk berwujud peralatan dan benda kebutuhan sehari-hari. Misalnya, perlengkapan rumah tangga, alat transportasi, pakaian, perumahan, peralatan elektronik, dan sebagainya.
B. Kegiatan Apresiasi Karya Seni Rupa
Apresiasi memiliki arti penting, baik bagi pencipta karya seni maupun bagi pengguna karya seni. Apresiasimerupakan sarana penghubung di antara keduanya. Pencipta karya seni dalam hal ini adalah seniman, desainer, atau pengrajin yang telah memvisualisasikan ide-ide kreatifnya. Sedangkan pengguna karya seni adalah penikmat atau masyarakat.

Arti kata apresiasi sendiri adalah suatu penghargaan (appreciate). Dengan demikian, jika masyarakat memilikiapresiasi yang tinggi terhadap suatu karya seni maka hal itu ibarat lahan yang subur untuk tumbuh dan berkembangnya karya-karya kreatif berikutnya.

1. Bentuk apresiasi
Kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung atau tidak langsung.
  • Apresiasi secara langsung. Proses apresiasi secara langsung dilakukan apabila pengamat berhadapan langsung dengan wujud karya seni yang diapresiasi. Dalam hal ini, pengamat dapat menilai dengan jelas bentuk, warna, tekstur, dan unsurunsur lainnya. Pengamatan langsung dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat pusat kerajinan, ke museum, galeri, dan lain-lain.
  • Apresiasi secara tidak langsung. Proses apresiasi secara tidak langsung dilakukan melalui bantuan media tertentu. Misalnya, dari buku, foto reproduksi, media cetak, media elektronik, dan lain-lain. Apresiasi secara tidak langsung ini memang dapat dilakukan di sembarang tempat. Namun pengamatan terhadap objek karya tidak didapatkan dengan penghayatan secara mendalam.
2. Tahapan dalam proses apresiasi
Untuk melakukan kegiatan apresiasi, setidaknya perlu diketahui bentuk dan tahapan dalam proses apresiasi, yaitu sebagai berikut.
  • Pengamatan terhadap objek karya. Kegiatan apresiasi diawali dengan pengamatan terhadap objek karya. Dalam hal ini, pengamat berhadapan dengan karya yang diapresiasi, misalnya patung, karya batik, wayang, karya kerajinan, dan sebagainya.
  • Pemahaman atau penghayatan terhadap karya seni. Tahap kedua adalah upaya memahami atau menghayati karya seni tersebut. Melalui pemahaman atau penghayatan tersebut, pengamat telah melakukan usaha untuk mengetahui lebih jauh tentang unsur-unsur rupa serta keunikan lainnya yang terdapat pada objek karya.
  • Penilaian dan penghargaan (apresiasi). Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan tentang seberapa bernilai atau berharganya suatu karya. Penilaian tersebut tentunya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif.
3. Mengidentifikasi keunikan karya seni rupa terapan Nusantara
Langkah pertama dalam proses identifikasi ini adalah menentukan objek yang hendak diapresiasi. Aspek yang diapresiasi bisa keseluruhan dari unsur-unsur objek yang menyertai atau hanya unsur-unsur tertentu dari objek tersebut. Keseluruhan dari unsur-unsur yang menyertai objek, misalnya dari fungsi karya, bentuk, ragam hias, makna simbolik, bahan, teknik, dan lain-lain. Sedangkan bagianbagian tertentu yang menyertai objek karya, misalnya apresiasi yang penekanannya sebatas ragam hias dan fungsinya saja, atau sebatas teknik atau bentuknya saja.

Semua itu tergantung pada tema pengamatan yang sedang dikerjakan. Tema pengamatan yang dimaksud, misalnya melakukan pengamatan terhadap hiasan-hiasan yang dipakai pada perahu tradisional yang ada di suatu tempat atau daerah. Maka fokus identifikasi adalah unsur-unsur yang berkaitan dengan ragam hiasan, antara lain motif hiasan, penempatan hiasan, teknik pembuatan hiasan, atau unsur-unsur lainnya yang diperlukan. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh tabel identifikasi tema dan makna beberapa karya seni rupa terapan.
No.Jenis dan Teknik KaryaDaerahBentukRagam Hias/MotifBahanFungsi
1.Tenun songketAcehSelendangGeometrik, Flora, Garis putus-putusBenang sutraUpacara adat, status
sosial, upacara cukur putus-putus bayi, katam Quran, upacara perkawinan
2.Tenun ikat dan SongketBatak (Sumut)Selendang ikat kepalaGaris putus-putusBenang kapasUpacara adat, status
sosial
3.Tenun ikat dan SongketBaliPakaian adat, Sarung Kain panjang perempuan, selendangGeometri, Flora dan FaunaBenang sutra, Benang Perak, Benang Kapas, katunSarung, kemben, kain panjang perempuan, Selendang
4.Tenun IkatFloresSarung PerempuanHias bambu, Flora, Fauna, dan ManusiaBenang KapasUpacara adat, Pesta
Pembagian kolom pada tabel-tabel tersebut bisa berbeda pada setiap pengamat. Bisa juga pengelompokan benda atau karya berdasarkan dimensinya. Fungsi tabel tersebut adalah untuk membantu dan memudahkan melakukan pemaparan secara teratur dan sistematis. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap dan akurat (benar), perlu juga secara aktif mencari informasi secara langsung kepada pembuat karya seni, misalnya pengrajin, pematung, perancang, seniman, atau para pekerja seni lainnya yang terlibat dalam pembuatan karya seni.

Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Manusia tidak bisa lepas dari seni, karena seni adalah salah satu kebudayaan yang mengandung nilai keindahan. Sedangkan setiap manusia menyukai keindahan. Melalui seni orang dapat memperoleh kenikmatan secara batiniah. Plato, filsuf yang terkenal dengan sebutan dewa estetika, mengatakan bahwa seni dan masyarakat merupakan hubungan yang tak terpisahkan. Seni integral dengan masyarakatnya, satu konsep yang tidak terpisahkan, yaitu terwujud di antaranya pada hubungan manusia dengan lingkungannya.

Menurut Ensiklopedia Indonesia, pengertian seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya. Namun tidak semua keindahan (estetika) itu selalu bernilai seni (artistik), karena kenyataannya tidak semua yang indah itu bernilai seni. Banyak keindahankeindahan yang tidak termasuk dalam karya seni.

Keindahan seni adalah keindahan yang diciptakan manusia. Keindahan di luar ciptaan manusia tidak termasuk keindahan yang bernilai seni, misalnya keindahan pantai di Bali, keindahan Gunung Bromo, dan keindahan seekor burung merak. Jadi, seni merupakan ciptaan manusia yang memiliki keindahan.

Bermacam jenis seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, dan seni rupa. Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa.

A. Fungsi dan Bentuk Seni Rupa
Seni rupa ditinjau dari segi fungsinya dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut.
  • Seni rupa murni (fine art), yaitu karya seni yang hanya untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan batiniah. Seni rupa murni banyak ditemukan pada cabang seni grafika, seni lukis, dan seni patung.
  • Seni rupa terapan (applied art), yaitu seni rupa yang memiliki nilai kegunaan (fungsional) sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan seharihari secara materi, misalnya furnitur, tekstil, dan keramik.
Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
  • Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebardan hanya bisa dilihat dari satu arah. Misalnya, wayang kulit, tenun, dan batik.
  • Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra) Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, rumah adat, senjata tradisional seperti rencong dan pedang, serta patung.
B. Jenis-Jenis Karya Seni Rupa Terapan DaerahSetempat
Hasil karya seni rupa terapan setiap daerah tidak sama. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Bendabenda seni rupa terapan yang dihasilkan di berbagai daerah, di antaranya sebagai berikut.

1. Kerajinan batik
Sejarah batik di Nusantara berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas di atas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis. Daerah-daerah penghasil batik di Nusantara, antara lain sebagai berikut.

a. Jawa Tengah dan Yogyakarta
Jawa Tengah merupakan daerah penghasil kain batik terbesar di Nusantara. Batik Jawa Tengah memiliki corak yang khas dan sarat dengan filosofi. Daerah penghasil batik di Jawa Tengah yang paling menonjol adalah Pekalongan, Solo, dan Semarang. Pusat penghasil kain batik terkenal lainnya adalah Yogyakarta.

1) Batik Yogyakarta dan Solo (Surakarta)
Sejarah batik Yogyakarta adalah pengembangan dari batik Solo. Hubungan dari kedua daerah tersebut sangat erat. Batik Yogyakarta dan Solo sarat filosofi dan lebih banyak didominasi warna cokelat dan biru tua. Ada sekitar 4.000 motif batik Yogyakarta, yang cukup terkenal, di antaranya adalah motif parang, babon angrem, dan wahyu tumurun. Motif batik Solo, antara lain sidomukti, sidoluruh, dan lereng.

2) Batik Pekalongan dan Semarang
Batik Pekalongan memiliki ciri pesisir dengan corak ragam hias alami. Corak ragam hiasnya banyak mendapat pengaruh dari Cina yang dinamis dan kaya akan warna. Batik Pekalongan banyak didominasi warna cerah, hijau, kuning, merah, dan merah muda, serta didominasi motif bunga (buketan). Batik Semarang banyak didominasi warna cokelat, kuning, hijau, dan hitam dengan motif alam, seperti bunga, dedaunan, dan burung.

b. Jawa Timur
Jawa Timur termasuk daerah penghasil batik, antara lain Madura, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo, Mojokerto, Tuban, dan lain-lain. Batik Madura mengandalkan corak bunga yang unik dengan pola daun-daunan. Di daerah ini terdapat beberapa motif batik tertua, yaitu ramok, sebar jagab, rumput laut, okel, dan panji lintrik. Warna yang digunakan kebanyakan diambil dari bahan alam dengan warna yang mencolok.
Batik Tulungagung berwarna sogan (cokelat) dan biru tua dengan motif Lung (tumbuhan) dan bunga. Untuk batik Tuban, yang cukup dikenal adalah batik gedog yang berciri khas golongan batik pesisir. Motif ini didominasi motif burung dan bunga. Sedangkan batik Banyuwangi lebih dikenal dengan motif batik gajah uling, dengan dasar kain berwarna putih.

c. Jawa Barat
Daerah penghasil batik di Jawa Barat, antara lain Cirebon dan Tasikmalaya. Batik Cirebon memiliki
kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif gabungan dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu, dan bunga. Batik tulis khas Tasikmalaya banyak menggunakan warna dasar merah, kuning, ungu, biru, hijau, dan sogan. Motifnya lebih banyak natural (alam)

d. Bali
Daerah penghasil batik di Bali, antara lain Gianyar dan Denpasar. Corak batik Bali banyak kesamaan gaya dengan batik di Jawa. Namun batik Bali menggunakan warna-warna yang lebih cerah.

e. Sumatra
Daerah penghasil batik Sumatra antara lain Padang (Sumatra Barat) dan Jambi. Padang terkenal dengan batik tanah liek. Bahan pewarna batik Sumatra umumnya berasal dari bahan-bahan alami, termasuk akar-akaran yang dicampur tanah liat sehingga memiliki ciri khas tersendiri.

f. Kalimantan
Salah satu penghasil batik terkenal di Kalimantan adalah Banjarmasin (Kalimantan Timur). Kain batik yang digunakan adalah berjenis santung, katun, sutra, yuyur, dan satin. Batik Banjarmasin memiliki motif yang bervariatif dan banyak mengambil objek alam. Motif-motif batik Banjar, antara lain berbentuk irisan daun pudak, daun bayam, dan jamur kecil.

2. Kerajinan ukir
Kerajinan ukir di Nusantara, antara lain berupa seni ukir kayu dan seni ukir logam. Daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu di Nusantara, di antaranya adalah Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, Madura, dan Sumatra. Kerajinan ukir logam terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan. Proses pembuatan kerajinan logam banyak menggunakan teknik cetak atau cor, tempa, toreh, dan penyepuhan. Daerah penghasil kerajinan logam di Nusantara, antara lain Jawa Tengah dan Yogyakarta.

3. Kerajinan anyaman
Anyaman banyak kita jumpai, baik berupa benda pakai maupun benda hias. Anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintetis. Bahan-bahan alami yang digunakan, antara lain bambu, rotan, daun mendong, dan janur. Bahan-bahan sintetis yang digunakan, antara lain plastik, pita, dan kertas. Daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, dan Tangerang.

4. Kerajinan topeng
Topeng merupakan hasil karya seni kerajinan yang bisa digunakan untuk keperluan perlengkapan tari dan hiasan. Kerajinan topeng umumnya dibuat dari bahan kayu. Daerah penghasil kerajinan topeng di Nusantara, antara lain Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung. Setiap daerah memiliki ciri khas topeng yang berbeda.

5. Kerajinan tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan tradisional yang dibuat dengan teknik dan alat khusus. Kerajinan tenun banyak terdapat di Kalimantan, Minangkabau, Sumatra Utara, NTT, NTB, Lampung, Flores, Sulawesi, dan Palembang. Motif yang dibuat pun berlainan di setiap daerah. Berbagai motif tenun dari Palembang, antara lain mawar Jepang, cantik manis, bintang berantai, nago besaung, dan bunga cino.

Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Keduanya berbeda dalam teknik dan bahan yang digunakan. Berbeda dengan tenun ikat, pada songket mendapat tambahan benang emas yang diletakkan dengan teknik tusuk dan cukit

6. Kerajinan wayang
Wayang merupakan budaya asli Nusantara, yang ceritanya berasal dari budaya Hindu India. Wayang dibuat untuk seni pertunjukan sekaligus sebagai hiasan. Jenis wayang terdiri atas wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. Daerah penghasil kerajinan wayang, di antaranya Bali, Yogyakarta, dan Surakarta.

7. Kerajinan keramik
Keramik merupakan hasil karya seni kerajinan yang berbahan dasar dari tanah. Hasil kerajinan keramik sangat beragam, seperti vas bunga, guci, mangkuk, cangkir, dan lain-lain. Daerah penghasil kerajinan keramik yang terkenal di Nusantara, di antaranya Kasongan (Yogyakarta), Sompok, dan Mayong (Jepara).