Showing posts sorted by relevance for query pengertian gelombang. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian gelombang. Sort by date Show all posts
23 March 2017

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang

Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang. Pengertian Gelombang, Sifat – Sifat dari Tiap – Tiap Gelombang, Macam – Macam Gelombang, Gelombang Mekanik, Gelombang Elektromagnetik, Gelombang Transversal, Gelombang Longitudinal, Gelombang Berjalan, dan Gelombang Diam.

Pengertian Gelombang 

Sumber: belajarronline.wordpress.com
Gelombang yakni tanda-tanda rambatan dari satu getaran/usikan. Gelombang yang senantiasa terjadi bila sumber getaran ini bergetar secara terus menerus. Gelombang membawa daya dari satu tempat ke tempat yang lain.

Contoh sederhana gelombang, bila kita mengikatkan satu ujung tali ke tiang, dan satu ujung talinya lagi digoyangkan, akan terbentuk banyak bukit dan lembah di tali yang digoyangkan tadi, inilah yang disebut dengan gelombang.

Rangkuman: Gelombang adalah Tanda-tanda rambatan dari satu getaran.

Ragam Macam Gelombang 

Bersumber pada Mediumnya Gelombang dibagi menjadi dua, yaitu: 

Gelombang Mekanik 
Sumber: pustakapedia.net
Gelombang mekanik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya memerlukan medium (zat penghubung). Artinya apabila tidak ada medium, gelombang ini tidak akan terjadi. Umpamanya yakni Gelombang Bunyi yang zat perantaranya udara, jadi apabila tidak ada udara, bunyi tidak akan terdengar.

Gelombang Elektromagnetik 
Sumber: anneahira.com
Gelombang Elektromagnetik yakni gelombang yang dalam proses perambatannya tidak memerlukan medium (zat penghubung). Artinya gelombang ini bisa merambat dalam keadaan seperti apa pun tanpa memerlukan medium. Umpamanya yakni gelombang sinar yang senantiasa ada dan tidak memerlukan zat penghubung.

Bersumber pada Arah Getar dan Arah Rambatnya, Gelombang dibagi jadi dua, yaitu: 

Gelombang Transversal 
Sumber: softilmu
Gelombang Transversal yakni gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatannya. Bentuk Getarannya berwujud lembah dan bukit.

Bersumber pada gambar di atas dapat saya terangkan bila: 

Arah rambat gelombang di atas yakni ke kiri dan ke kanan, sedangkan arah getarnya yakni ke atas dan ke bawah. Jadi begitulah yang disebut dengan arah rambat tegak lurus dengan arah getarnya. Umpamanya yakni gelombang pada tali yang saya contohkan sebelumnya di paragraf atas.

Gelombang Longitudinal 
Sumber: softilmu
Gelombang longitudinal yakni gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Bentuk getarannya berupa rapatan dan renggangan.

Bersumber pada gambar di atas, kita dapat mengerti bila:

Arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan juga. Oleh karena itu gelombang ini yakni gelombang longitudinal yang arah getar dan arah rambatnya sejajar.

Contoh gelombang ini yakni Gelombang bunyi, di udara yang dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya, dan saat ada rambatan molekul-molekul ini bisa bergetar.

Walau demikian getarannya hanya akan gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbangan, hingga tidak membentuk bukit dan lembah.

Bersumber pada Amplitudonya (simpangan paling jauh) Gelombang juga dibagi jadi dua: 

Gelombang Berjalan 
Sumber: perpustakaancyber.blogspot.co.id
Gelombang berjalan yakni gelombang yang amplitudonya tetap pada setiap titik yang dilalui gelombang, misalnya gelombang pada tali.

Gelombang diam 
Sumber: tutorialgitar.com
Gelombang diam yakni gelombang yang amplitudonya berubah, misalnya gelombang pada senar gitar yang dipetik.

Sifat dan Pembawaan Gelombang 

Sumber: adjiebrotots.com
Dipantulkan (Refleksi) 

Tentunya kita sudah sangat paham dan terbiasa dengan apa yang dimaksud pemantulan ini, jadi secara garis besar saya rasa kita telah sepaham.

Dalam pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan gelombang, yaitu:
Besar sudut datangnya gelombang sama saja dengan sudut pantul gelombang.
Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal ada pada satu sisi datar.

Dibiaskan (refraksi) 

Pembiasan gelombang yakni pembelokan arah rambat gelombang karena lewat medium yang tidak sama kerapatannya.

Digabungkan (interferensi) 

Gabungan gelombang terjadi bila ada gelombang dengan frekuensi dan beda fase sama-sama bertemu. Hasil interferensi gelombang akan ada 2, yaitu konstruktif (saling menguatkan) dan destruktif (saling melemahkan).

Interferensi Konstruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang sama, sedangkan interferensi destruktif terjadi saat 2 gelombang berjumpa pada fase yang berlawanan.

Dibelokkan/disebarkan (Difraksi) 

Difraksi gelombang yakni pembelokkan/penyebaran gelombang apabila gelombang itu lewat celah. Geja difraksi akan semakin tampak jelas bila celah yang dilewati semakin sempit.

Dispersi Gelombang 

Dispersi yakni penyebaran bentuk gelombang ketika merambat lewat satu medium. Dispersi tidak akan terjadi pada gelombang bunyi yang merambat lewat udara atau ruangan hampa. Medium yang dapat melindungi bentuk gelombang itu disebut juga dengan medium nondispersi.

Dispolarisasi (diserap arah getarnya) 

Polarisasi yakni peristiwa terserapnya beberapa arah getar gelombang hingga hanya tinggal memiliki satu arah saja. Polarisasi hanya akan terjadi pada gelombang transversal, karena arah gelombang sama seperti arah polarisasi, dan demikian sebaliknya, akan terserap apabila arah gelombang tidak sama seperti arah polarisasi celah itu.

Pemakaian Gelombang 

Sangat banyak pemakaian dari gelombang dengan mempertimbangkan beragam karakter gelombang yang ada di sekitar kita. Beberapa diantaranya yaitu:
  1. Gelombang TV dan Radio untuk komunikasi. 
  2. Gelombang Micro yang dipakai untuk memasak makanan atau yang kita kenal dengan microwave 
  3. Gelombang bunyi yang sangat membantu mereka yang kerja di bidang kesehatan, yaitu Ultrasonik pada perlengkapan USG untuk mengecek ada tidaknya penyakit.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Sifat, dan Macam – Macam Gelombang, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Gelombang di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Gelombang. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
15 January 2017

Pengertian Gempa Bumi : Penyebab terjadinya gempa bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran pada bumi yang berasal dari peristiwa-peristiwa di dalam kulit bumi. Gempa Tektonik diakibatkan oleh peristiwa patah dan bergesernya suatu massa batuan. Gempa Vulkanik disebabkan oleh gerakan magma menuju permukaan bumi. Disamping itu, ada pula gempa runtuhan atau terban. Gempa runtuhan atau terban adalah gempa yang disebabkan oleh runtuhnya gua-gua kapur atau terowongan tambang. Diantara tiga jenis gempa tersebut yang paling banyak terjadi adalah gempa tektonik, lebih dari 90%. Kekuatannya besar dan meliputi daerah yang sangat luas. Gempa vulkanik terjadi menjelang letusan gunung api dan hanya dirasakan di sekitar gunung itu sendiri.

Gempa runtuhan paling jarang terjadi dan hanya dirasakan disekitar runtuhan. Pusat timbulnya gerakan di dalam kerak bumi disebut hiposentrum (fokus). Titik pada permukaan bumi di atas hiposentrum disebut episentrum. Dari episentrum, gelombang permukaan merambat ke segala arah seperti gelombang air kolam yang hanya terjadi jika kita melempar batu ke dalamnya. Berdasarkan arah gelombang, gempa dapat dibedakan atas tiga jenis antara lain :
  • Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh letusan gunung api. Pada umumnya getaran yang kuat hanya ada di sekitar gunung api itu saja. Gempa vulkanik terjadi sebelum dan selama letusan gunung api terjadi.
 Sebab sebab terjadinya gempa vulkanik yaitu :
  1. Tumbukan antara magma dengan dinding-dinding gunung api.
  2. Tekanan gas pada letusan yang sangat kuat.
  3. Perpindahan mendadak dari magma di dalam dapur magma.
  4. Gempa vulkanik hanya sekitar 7% dari seluruh gempa yang pernah terjadi di dunia.
  • Gempa runtuhan/ tanah terban, terjadi pada daerah yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah. Misalnya :
  1. Daerah kapur yang banyak sungai-sungai atau gua-gua di bawah tanah yang tidak sanggup lagi menahan atap gua.
  2. Daerah pertambangan yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah untuk mengambil bahan tambang. Pada daerah ini sering terjadi tanah terban. Gempa runtuhan / tanah terban ini jarang sekali terjadi dan hanya menempati 3 % dari jumlah gempa yang terjadi.
  • Gempa tektonik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergeseran tiba-tiba di dalam kulit bumi dan hal ini sangat erat hubungannya dengan pembentukan pegunungan. Gempa tektonik disebut pula gempa dislokasi. Gempa tektonik terjadi jika terbentuk patahan-patahan yang baru, atau terjadi pergeseran-pergeseran di sepanjang patahan akibat ketegangan di dalam kerak bumi. Gempa tektonik meliputi 90 % dari gempa yang terjadi di bumi.
Getaran gempa bumi merambat sebagai gelombang sesuai dengan syarat-syarat dalam ilmu fisika. Perambatan gelombang gempa dapat disamakan dengan gelombang yang terjadi karena sebuah batu dijatuhkan di dalam air. Di tempat jatuhan batu gelombang yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan tempat lain.

Demikian pula gempa, pada tempat yang dekat dengan pusat gempa getarannya lebih kuat. Makin jauh dari pusat gempa getarannya makin lemah. Sumber gempa bumi yang terdapat di dalam bumi disebut hiposentrum sedangkan daerah yang tegak lurus dengan pusat gempa disebut episetrum. Kekuatan gempa tidak selalu sama walaupun terjadi dalam satu daerah.

Kekuatan gempa di suatu daerah selain dipengaruhi oleh jaraknya dengan episentrum, juga sangat tergantung pada kekuatan gempa itu sendiri dan kedalaman pusat gempa di dalam bumi. Makin dangkal hiposentrumnya, makin kuat gempa yang dirasakan di permukaan bumi.

Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, ada 3 jenis gempa bumi, yaitu :
  1. Gempa dangkal, dengan kedalaman hiposentrum kurang dari 60 km.
  2. Gempa menengah dengan kedalaman hiposentrum antara 60 km-300 km.
  3. Gempa dalam dengan kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km.
Gempa bumi sendiri memiliki berberapa macam macam gempa bumi. Macam macam gempa bumi dapat dilihat berdasarkan lokasinya, gelombangnya, penyebabnya, serta kedalamannya.

Berdasarkan Lokasinya

Gempa bumi berdasarkan lokasinya adalah, gempa bumi yang dibagi berdasarkan lokasi terjadinya. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu darat dan laut.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Darat

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi di darat. Gempa bumi ini, terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di darat. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, tetapi mampu menghancurkan gedung, bahkan membuat kebakaran pada kota.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Laut

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di dasar laut. Gempa bumi memiliki potensi menciptakan tsunama, akibat perbedaan tekanan sebelum dan sesudah gempa, menyebabkan air menjadi naik, dan menciptakan tsunami (Baca: Penyebab Tsunami dan Akibatnya).

Berdasarkan Gelombang

Gelombang adalah salah satu penyebab terjadinya gempa bumi. Gelombang ini berasal dari pusat gempa yang disebut hiposentrum. Hiposentrum adalah titik utama dari gempa yang sedang terjadi. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu primer dan sekunder.

  • Gempa Berdasarkan Gelombang Primer

Gempa yang berdasarkan gelombang primer, adalah gempa yang bersifat merambat. Gelombang ini berasal dari pusat gempa dengan kecepatan hingga 14 km per detik. Gempa ini adalah gempa permulaan, sebelum gempa susulan.

  • Gempa Bumi Berdasarkan Gelombang Sekunder 

Gempa yang diakibatkan dari gelombang ini, sama dengan gelombang primer. Yang membedakan adalah, gempa ini meliki kecepatan yang lebih lambat. Kecepatan gelombang ini hanya sekitar 7 km per detik. Gempa ini biasanya susulan dari gempa pertama yang lebih kuat.

Berdasarkan Penyebabnya

Gempa bumi ini berasal dari sebab yang berbeda- beda. Gempa bumi dapat terjadi akibat kejadian alam, maupun kejadian yang diciptakan oleh manusia. Berikut ini 4 jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya.
  1. Gempa Tektonik  adalah gempa yang terjadi akibat bergesernya lempeng-lempeng tektonik. Lempeng tektonik adalah lempeng yang ada didunia. Lempeng- lempeng ini membentuk benua- benua di dunia. Gerakan lempeng- lempeng ini bisa saling mendekat maupun menjauh. Jika lempeng- lempeng ini saling bersinggungan, memiliki potensi menciptakan gempa bumi yang sangat besar.
  2. Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi pra dan pasca letusan gunung api. Letusan gunung api, berasal dari terjadinya tekanan panas di dapir magma yang ini keluar, mencari tekanan yang lebih rendah. Akibatnya, tekanan tersebut menggerakkan lapisan bumi, dan mengetarkannya. Gunung api yang mau meletus, akan mengakibatkan gempa bumi kecil yang terjadi berulang- ulang. Dan saat meletus, akan menghasilkan getaran yang kuat (Baca: Gejala Vulkanisme Gunung Berapi).
  3. Gempa Bumi Akibat Runtuhan dan Benturan adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya longsor. Longsor ini bisa diakibatkan oleh erosi atau gunung kapur yang runtuh (Baca: Proses Terjadinya Longsor dan Penyebabnya). Jatuhnya batuan dan tanah akibat longsor, menyebabkan getaran kecil pada kulit bumi. Selain itu, benturan dari meteor yang jatuh ke bumi, juga menyebabkan terjadinya gempa bumi.
  4. Gempa Bumi Akibat Manusia, Gempa bumi tidak hanya disebabkan oleh alam. Manusia juga memiliki kemampuan dalam menciptakan gempa bumi. Gempa bumi ini, terjadi akibat pemakaian bahan peledak berkekuatan besar. biasanya bahan peledak ini, dipakai untuk menghancurkan gedung- gedung yang sudah tidak terpakai, atau melubangi gunung yang dipakai untuk pertambangan. Pertambangan yang hancur, juga dapat menyebabkan gempa bumi.
23 December 2016

Pengertian Tsunami : Cara Penanggulagan Tsunami

Pengertian Tsunami

Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin membesar.

Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air pasang. Ini karena saat mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai air pasang yang tinggi daripada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan angin. Namun sebenarnya gelombang tsunami sama sekali tidak berkaitan dengan peristiwa pasang surut air laut. Karena itu untuk menghindari pemahaman yang salah, para ahli oseanografi sering menggunakan istilah gelombang laut seismik (seismic sea wave) untuk menyebut tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat.

Tsunami terjadi karena adanya gangguan impulsif terhadap air laut akibat terjadinya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. Ini terjadi karena tiga sebab, yaitu : gempa bumi, letusan gunung api dan longsoran (land slide) yang terjadi di dasar laut. Dari ketiga penyebab tsunami, gempa bumi merupakan penyebab utama. Besar kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa bumi yang menyebabkannya.

Bagian terbesar sumber gangguan implusif yang menimbulkan tsunami dahsyat adalah gempa bumi yang terjadi di dasar laut. Walaupun erupsi vulkanik juga dapat menimbulkan tsunami dahsyat, seperti letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.

Gempa bumi di dasar laut ini menimbulkan gangguan air laut, yang disebabkan berubahnya profil dasar laut. Profil dasar laut iniumumnya disebabkan karena adanya gempa bumi tektonik yang bisa menyebabkan gerakan tanah tegak lurus dengan permukaan air laut atau permukaan bumi. Apabila gerakan tanah horizontal dengan permukaan laut, maka tidak akan terjadi tsunami.

Apabila gempa terjadi didasar laut, walaupun gerakan tanah akibat gempa ini horizontal, tetapi karena energi gempa besar, maka dapat meruntuhkan tebing-tebing (bukit-bukit) di laut, yang dengan sendirinya gerakan dari runtuhan in adalah tegak lurus dengan permukaan laut. Sehingga walaupun tidak terjadi gempa bumi tetapi karena keadaan bukit/tebing laut sudah labil, maka gaya gravitasi dan arus laut sudah bisa menimbulkan tanah longsor dan akhirnya terjadi tsunami. Hal ini pernah terjadi di Larantuka tahun 1976 dan di Padang tahun 1980.

Gempa-gempa yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah :


  1. Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
  2. Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km.
  3. Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 Skala Richter.
  4. Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gaya-gaya semacam ini biasanya terjadi pada zona bukaan dan zona sesar.

Lida (1970) berdasarkan data tsunami di Jepang menunjukkan bahwa gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar merupakan gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (sesar naik) misalnya tsunami Japan Sea 1983 dan Flores 1992 dan sebagian kecil tipe normal (sesar turun) misalnya sanriku Jepang 1993 dan Sumba 1977. gempa dengan mekanisme fokus strike slip (sesar mendatar) kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami

Langkah yang harus dilakukan antara lain :


  • Petakan daerah rawan genangan tertinggi tsunami, jalur evakuasi, dan tempat penampungan sementara yang cukup aman.
  • Berkoordinasi dengan Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), kepolisian, pemerintah daerah, dan rumah sakit. Jika data dari BMG mengenai peringatan dini bencana tak bisa diharapkan kecepatannya, komunitas ini harus menghimpun gejala-gejala alam yang tidak biasa terjadi.
  • Melakukan pertemuan rutin untuk menambah pengetahuan mengenai gempa dan tsunami. Jika perlu, mendatangkan ahli.
  • Melakukan latihan secara reguler, baik terjadwal maupun tidak terjadwal.
  • Buat deadline waktu respon evakuasi untuk diterapkan saat latihan agar dalam bencana sesungguhnya telah terbiasa merespon secara cepat.
  • Buat kode tertentu yang dikenali masyarakat sekitar untuk menandakan evakuasi. Semisal di Pulau Simeuleu yang paling dekat dengan episentrum gempa Aceh, memiliki istilah Semong yang diteriakkan berulang kali untuk menunjukkan adanya tsunami. Dengan kode ini, otomatis harus dilakukan evakuasi secepatnya ke tempat yang lebih tinggi.Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat anggota komunitas tinggal.
  • Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat anggota komunitas tinggal.
  • Sedangkan langkah yang harus dilakukan tiap individu adalah :
  • Siapkan satu tas darurat yang sudah diisi keperluan-keperluan mengungsi untuk 3 hari. Di dalamnya termasuk, pakaian, makanan, surat-surat berharga, dan minuman secukupnya. Jangan membawa tas terlalu berat karena akan mengurangi kelincahan mobilitas.
  • Selalu merespon tiap latihan dengan serius sama seperti saat terjadinya bencana.
  • Selalu peka dengan fenomena alam yang tidak biasa.
  • Untuk membaca tanda-tanda alam sebelum terjadinya tsunami, Amien Widodo memberikan sejumlah petunjuk berdasarkan pengalaman tsunami-tsunami sebelumnya.
  • Terdengar suara gemuruh yang terjadi akibat pergeseran lapisan tanah. Suara ini bisa didengar dalam radius ratusan kilometer seperti yang terjadi saat gempa dan tsunami di Pangandaran lalu.
  • Jika pusat gempa berada di bawah permukaan laut dikedalaman dangkal dan kekuatan lebih dari 6 skala richter, perlu diwaspadai adanya tsunami.
  • Jangka waktu sapuan gelombang tsunami di pesisir bisa dihitung berdasarkan jarak episentrumnya dengan pesisir.
  • Garis pantai dengan cepat surut karena gaya yang ditimbulkan pergeseran lapisan tanah. Surutnya garis pantai ini bisa jadi cukup jauh.
  • Karena surutnya garis pantai, tercium bau-bau yang khas seperti bau amis dan kadang bau belerang.
  • Untuk wilayah yang memiliki jaringan pipa bawah tanah, terjadi kerusakan jaringan-jaringan pipa akibat gerakan permukaan tanah.
  • Dalam sejumlah kasus, perilaku binatang juga bisa dijadikan peringatan dini terjadinya tsunami. Sesaat sebelum tsunami di Aceh, ribuan burung panik dan menjauhi pantai, sedangkan gajah-gajah di Thailand gelisah dan juga menjauhi pantai.

penanggulangan tsunami :


  1. apabila terdengar gemuruh dahsyat yang berasal dari laut segeralah berlari menuju tempat yang lebih tinggi dan beri tahu warga sekitar guna mencari tempat yang aman.
  2. apabila sudah tidak sempat berlari ke tempat yang lebih tinggi seperti bukit, gunung dan sebagainya carilah rumah bertingkat yang tinggi agar tidak terseret ombak tsunami.
  3. apabila dari keduanya sudah tidak memungkinkan naiklah ke atas pohon yang cukup tinggi dan kokoh seperti pohon kelapa dan lainnya.
  4. jangan turun dari tempat tinggi sebelum ada pengumuman bahwa situasi telah aman dari badan seperti BMKG dan lainnya.
  5. Tolonglah korban lain yang luka- luka terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman
  6. Apabila ada anggota keluarga yang hilang maka carilah di posko-posko penanggulangan bencana.
23 January 2017

Pengertian Jaringan LAN : Perangkat Dan Jenis LAN

Pengertian Jaringan LAN 

Pengertian Jaringan LAN adalah suatu media transmisi bersama serta rangkaian hardware dan software untuk menginterfacekan perangkat menjadi media serta mengatur akses menuju media tersebut dengan tepat. Topologi yang digunakan untuk LAN berupa cincin, bus, pohon dan bintang. Topologi bus dan pohon merupakan bagian kabel yang pasif tempat perangkat terhubung. Pentransmisian sebuah frame oleh suatu stasiun bisa di dengar oleh stasiun yang lain. Cincin LAN terdiri dari sebuah loop tertutup serta perulangan yang memungkinkan data beredar di seputar cincin. Repeater berfungsi sebagai titik penghubung perangkat. Transmisi umumnya berbentuk frame, sedangkan yang berupa bintang mencakup sebuah simpul pusat tempat stasiun terhubung.

Jaringan LAN merupakan jaringan milik pribadi yang biasanya digunakan di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilo meter. Jaringan LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik : (1) ukuran, (2) teknologi transmisi dan (3) Topologinya.

Jaringan LAN memiliki ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasannya menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan.

Seperti halnya saluran pelanggan telepon yang dipakai di daerah pedesaan, jaringan LAN sering menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. Jaringan LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps dengan delay rendah (puluhan mikrosekon) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. Jaringan LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit per detik.

Perangkat Jaringan LAN

  • SERVER

Sebuah perangkat keras yang melayani dan menyediakan berbabagai kebutuhan client. berikut adalah perangkat layanan yang diberikan oleh server :

  1. Disk Server : Sebuah layanan yang menyediakan berupa ruang penyimpanan hardisk untuk dapat di akses oleh setiap komputer client.
  2. File Server : Penyedia layanan untuk mengakses file dan bisa di rubah atau di modifikasi dan update di sesuaikan kebutuhan dan kepentingan dari client.
  3. Printer Server : Sebuah alat pencetak yang menyediakan fasilitas pelayanan mencetak yang terhubung dengan komputer server.

  • WORKSTATION CLIENT

Workstation Client merupakan sebuah perangkat keras berfungsi untuk meminta dan menerima data atau komunikasi dalam suatu jaringan server. Workstation Client mempunyai sebuah sistem operasi yang bergrafis antar muka dan terdapat program-program yang menunjang di layanan jaringan tersebut, ialah komputer client yang digunakan secara langsung untuk melakukan pekerjaanya sehari-hari.

  • NIC (NETWORK INTERFACE CARD)

NIC (Network Interface Card) atau biasa dikenal dengan sebutan Lan Card, perangkat ini sangat wajib di perlukan sebagai penghubung jaringan agar terjadinya koneksi di jaringan tersebut. Ada beberapa jenis Lan Card diantaranya ialah Ethernet, ARCnet, Token Ring, dan FDDI

  • HUB

Hub ialah menjadi salah satu yang penting juga, mengapa disebut penting? yakni sebuah perangkat keras berperan sebagai penghubung koneksi antar komputer atau juga bisa dibilang sebagai penerima sinyal antar jaringan yang menjadi penguat sinyal kabel UTP, logikanya ialah Hub berperan sebagai titik pusat yang menghubungkan semua komputer kedalam jaringan.

  • SWITCH

Switch adalah perangkat keras yang menghubungkan antar beberapa HUB yang membentuk kedalam jaringan komputer untuk kebutuhan lebih besar atau juga disesuaikan bandwidth client yang lebih besar. Switch juga menjadi sebuah lalu lintas yang terdapat manajemen Jaringan Komputer mempunyai tugas khusus mengoptimalkan jalur yang baik untuk mengirim data dan memastikan data tersebut benar-benar terkirim secara efisien menuju tujuanya.

  • REPEATER

Menurut bahasanya berasal dari bahasa inggris yakni “Repeat” yang berarti sebuah pengulangan, maka jika diartikan diantara suku katanya maka menjadi repeater berarti sebuah pengulang kembali, Jika disempurnakan makan dalam bahasa repeater adalah merupakan alat yang berfungsi untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke daerah sekitar perangkat dalam jaringan komputer.

  • BRIDGE

Pengertian bridge sendiri merupakan sebuah perangkat keras penghubung yang menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda dalam koneksi LAN yang sama jenisnya. Maka akan membuat sebuah jaringan komputer yang lebih besar dari yang tidak menggunakan bridge. Bridge di karenakan berbasis layer model OSI ( Open System Interconection) memungkinkan menyambungkan jaringan komputer yang memakai metode transmisi atau medium acces control baik sama maupun berbeda.

  • ROUTER

Pengertian Router adalah sebuah perangkat keras yang digunakan dalam jaringan komputer berfungsi membagikan protocoo kepada client jaringan. fungsinya hampir mirip dengan switch, jika Switch hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dan membentuk LAN (local area network, Sedangkan router digunakan untuk menghubungkan antar satu LAN dengan LAN yang lainnya.

Demikian Pengertian Jaringan Komputer LAN (Local Area Conection) dan Jenis-jenis beserta Perangkatnya yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita tentang Jaringan Komputer LAN.

Jenis - Jenis LAN

  • Jenis LAN Berdasarkan Media Transmisi

Secara garis besar terdapat dua kategori media transmisi, yaitu guided (terpadu) dan unguided (tidak terpadu).

Media transmisi yang terpadu adalah media yang mampu menytrasmisikan besaran-besaran fisik lewat materialnya, contohnya kabel twisted pair, kabel coaxial dan serat optik.

Media yang tidak terpadu adalah media yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contohnya adalah gelombang radio seperti microwave dan wireless mobile.

  • Jenis LAN Berdasarkan Metode Transmisi

Jenis LAN dibedakan berdasarkan metode transmisi yang digunakan dalam pengiriman data, dalam hal ini yaitu:

  1. Baseband, pada metode baseband data yang berupa sinyal digital langsung dikirim pada media yang digunakan tanpa mengalami perubahan apapun. Dengan cara ini jarak capai data benar-benar bergantung pada kualitas media yang digunakan. Media tersebut hanya dapat digunakan secara tunggal dan perlatan yang dibutuhkan juga sederhana.
  2. Broadband, data yang dikirimkan harus diubah dulu menjadi signal analog (mengalami modulasi). Hal ini menyebabkan data dapat dikirimkan pada jarak yang lebih jauh daripada baseband dan juga media dapat digunakan secara multi channel, sehingga pemakain media lebih efisien tetapi peralatan yang diperlukan lebih rumit, misalnya memerlukan modem frequensi radio (RF Modem).

  • Jenis LAN berdasarkan Arsitektur fisik atau Topologi jaringan

Berdasarkan topologi jaringan Local Area Network dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: Point to point , Star, Ring, Bus dan Tree.

  • Jenis LAN berdasarkan Arsitektur logic atau cara pengiriman data dalam jaringan


Didalam LAN dikenal tiga macam arsitektur yaitu: Ethernet, Token Ring dan FDDI (Fiber Distributed Data Interface).

  1. Ethernet adalah sebuah teknologi jaringan yang banyak digunakan dalam jaringan LAN berbasi kabel (wired network). Seluruh Ethernet LAN dikonfigurasi sebagai logical bus dan secara fisik dapat diimplementasikan dalam bentuk topologi bus atau star.
  2. Token Ring adalah permulaan standar LAN yang pernah dikembangkan IBM, menggunakan topologi ring dan metoda akses token passing.
  3. Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah jaringan LAN token ring berkecepatan tinggi dan menggunakan kabel fiber optik.

  • Jenis Local Area Network berdarakan Metode Akses


  1. Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection(CSMA/CD) : Maksudnya sebelum komputer mengirim data, komputer tersebut "menyimak/mendenga" dulu media yang akan dilalui sebagai pengecekan apakah komputer lain sedang menggunakannya, jika tidak ada maka komputer akan mengirimkan datanya.Terkadang akan terjadi dua atau lebih komputer yang mengirimkan data secara bersamaan dan itu akan mengakinbatkan collision (tabrakan). Bila collision terjadi maka seluruh komputer yang ada akan mengabaikan data yang hancur tersebut. Namun bagi komputer pengirim data, dalam periode waktu tertentu maka komputer pengirim akan mengirim kembali data yang hancur akibat tabrakan tersebut.
  2. Token Passing : Dalam token passing, digunakan suatu "tanda (token)" yang akan dikirim secara "estafet" dari komputer atau node yang satu ke node yang lain. istem yang menerima token  inilah yang berhak mengirim data dan setelah data dikirimkan maka token tersebut diteruskan ke node yang lain.  Topologi ini mutlak harus berbentuk ring. Untuk menghindari masalah terhadap token yang tidak berguna atau token yang hilang maka diletakkan sebuah komputer yang bertugas sebagai pengontrol atau monitor.
27 April 2017

Pengertian dan Lapisan Atmosfer

Pengertian dan Lapisan Atmosfer. Pengertian Lapisan Atmosfer, Fungsi Atmosfer, Lapisan Troposfer, Lapisan Stratosfer, Lapisan Termosfer, Lapisan Lonosfer, Lapisan Eksosfer, dan Komposisi Penyusunan Atmosfer.

Pengertian Lapisan Atmosfer

Sumber: winterfervent.blogspot.co.id
Lapisan Atmosfer adalah susunan gas yang ada diluar bumi mulai sejak jarak 0 sampai dengan lebih dari 800 kilometer diatasnya. Susunan ini banyak juga mengalami transisi diantara pembatas susunan satu dengan susunan yang lain.

Bukan berupa batas yang kaku serta saklek, tetapi pembatas itu mulai pelan, tidak tebal serta lambat laun dengan ketinggian yang lebih terjadi proses kimia yang lain. Udah banyak sekali study yang mempelajari adanya susunan atmosfer ini.

Dari mulai adanya proses ionisasi, terjadinya banyak muatan listik, adanya aurora, serta fenomena alam yang lain menggambarkan kalau adanya peristiwa alam tidak cuma di bumi. Atmosfer yang cuma kumpulan gas-gas serta susunan ini juga dapat menghasilkan fenomena yang menggiurkan.

Demikian halnya yang ada diluar bumi, ada susunan yang menyelimuti. Susunan tersebut di namakan atmosfer. Susunan ini yang basanya di sebut dengan susunan pelindung planet. Anda pernah mendengar masalah ‘bolongnya susunan ozon’?

Nah itu juga merupakan satu diantara bentuk permasalahan pemicu pemanasan global yang saat ini di khawatirkan. Adanya lubang pada susunan ozon ini akan sangat beresiko untuk makhluk yang tinggal di dalamnya.

Fungsi Atmosfer 

Sumber: lembahilmu.com
Atmosfer mempunyai maksud khusus, yaitu sebagai pelindung bumi sekaligus melindungi stabilitas suhu, cuaca serta kelembapan udara yang ada di dalam bumi. Atmosfer juga dapat menyeimbangkan serta menyetabilkan kondisi yang di bumi dengan luar.

Jadi saat matahari yang penyinarannya ada di atas bumi, dengan pertolongan atmosfer dapat membantu mengurangi cuaca panasnya matahari yang berlebihan.

Tidak hanya itu atmosfer juga membuat perlindungan bumi dari bentrokan atau jatuhan reruntuhan benda-benda dari system tata surya yang bebas tanpa gravitasi diluar angkasa seperti meteor, batuan angkasa yang bebas berjalan-jalan.

Akan sangat beresiko bila susunan ini rusak, bahkan juga hingga berlubang sampai hancur. Manusia serta makhluk hidup yang ada di bumi tidak akan dapat bertahan lama

Berikut ini yaitu bentuk susunan lapisan yang menyelimuti bumi:

Lapisan Troposfer 

Sumber: misykatulanwar.wordpress.com
Susunan yang ada pada jarak 0 sampai dengan 12 kilometer dari muka bumi ini adalah susunan yang paling mendasar serta dekat dengan bumi. susunan inilah yang paling melindungi serta menyetabilkan kondisi bumi. Beberapa fungsi dari susunan ini yaitu:
  • Terjadi fenomena alam 
Di bagian susunan yang paling dekat dengan bumi ini amat memungkinkan terjadinya peristiwa serta fenomena alam paling dekat. Umpamanya terjadi angin yang kencang yang menyebabkan efek akibat kerusakan rimba, hujan, halilintar, berawan. Banyak hubungan manusia terjadi pada susunan ini. Seperti kegiatan pesawat udara.
  • Batas dengan tropopause 
Sesudah susunan troposfer, ada susunan keseimbangan yang menghubungkan dengan susunan atmosfer dalam tingkat lebih tinggi.

Susunan pembatas atau tropopause ini termasuk juga susunan atmosfer yang di nilai konstan. Tetapi pada susunan ini, semua bentuk kegiatan udara seperti oksigen serta karbondioksida udah tidak ada. Automatis mahluk hidup tidak akan dapat untuk tinggal lama di susunan ini
  • Suhu lapisan yang berbeda-beda 
Bentuk bumi yang bulat, tetapi letaknya yang serupa dengan orang rukuk juga mengakibatkan tingkat tingginya susunan juga berbeda beda. Umpamanya seperti jarak permukaan bumi dengan daerah kutub, yaitu cuma setinggi lebih kurang 8 kilometer dengan suhu kelembapan udara lebih kurang -46⁰ celcius.

Lain lagi didaerah yang beriklim sedang mempunyai jarak dengan troposfer sebesar 11 kilometer dengan suhu -50⁰ celcius. Lain lagi dengan daerah yang ada di lokasi garis khayal ekuator atau khatulistiwa mempunyai ketinggian kurang lebih 16 kilometer dengan suhu lebih kurang -50⁰ celcius.
  • Kondisi temperature lapisan troposfer 
Walaupun satu diantara manfaat dari susunan troposfer yaitu menyeimbangkan suhu udara yang ada diluar dengan di dalam bumi, nyatanya temperature di susunan ini tidak konstan. Inilah yang mengakibatkan ketidaksamaan temperature di satu tempat dengan tempat lain berlainan. Bila tempat itu mempunyai posisi yang tinggi, temperaturnya rendah. Demikian juga sebaliknya.

Sub lapisan troposfer: 

  1. Lapisan planet air yang ada di jarak 0 hingga 1 kilometer dengan permukaan bumi 
  2. Lapisan konveksi yang ada di jarak 1 hingga 8 kilometer dengan permukaan bumi 
  3. Lapisan tropopause yang ada pada ketinggian 8 hingga 12 kilometer dari permukaan bumi. 

Lapisan Stratosfer 

Sumber: materipraktis.com
Susunan yang ada di atas sub susunan tropopause, troposfer. Jaraknya dengan susunan permukaan bumi kurang lebih di atas 12 kilometer sampai dengan 60 kilometer.

Di bagian inilah yang populer dengan susunan ozon, yang mana sedang di bicarakan di mana-mana. Masalah bolongnya ozon akibat tingkah global warming memang meresahkan semua makhluk hidup. Beberapa karakteristik susunan ini yaitu:
  • Terdapat lapisan O3 (Ozon) 
Susunan ozon yang kerap diberitakan belakangan ini terdapat di bagian stratosfer. Yaitu ada pada jarak 35 kilometer dari permukaan bumi. Dari susunan inilah diawali terjadinya ketidaksamaan temperature serta tekanan. Susunan ini di nilai sangat penting, sebab dapat menjaga serta melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar ultraviolet.

Seperti pada masalah yang ada pada akhir-akhir ini sebagai bentuk akibat dari global warming, bahwa susunan ozon dikhawatirkan bolong. Sinar ultraviolet yang masuk lewat celah itu, dapat meningkatkan kemungkinan kanker kulit dan penyakit beresiko lain.
  • Terdapat stratopause 
Sama dengan lapisan sebelumnya, antara susunan stratosfer dengan mesosfer juga ada susunan pembatas. Susunan itu mempunyai temperature yang relative konstan dari susunan sebelumnya. Disebut juga dengan susunan stratopause. Suhu serta ketinggian pada susunan atmosfer ini berkisar lebih kurang 50 kilometer di atas permukaan bumi serta 5⁰ celcius.

Sub lapisan stratosfer:

  1. Lapisan isotherm 
  2. Lapisan panas 
  3. Lapisan campuran teratas 
  4. Lapisan Mesosfer 
Lapisan atmosfer yang ada tepat di atas susunan stratosfer. Disebut sebagai susunan mesosfer yang ada pada ketinggian 60 sampai dengan 80 kilometer di atas permukaan bumi. Berikut ini adalah karakteristiknya:
  • Pelindung bumi 
Manfaat paling utama dari susunan ini yaitu pelindung serta penyelamat bumi dari jatuhnya benda benda langit seperti meteor. Caranya lapisan ini melindungi bumi yaitu dengan membakar benda langit itu ketika masuk ke susunan mesosfer. Lantas benda langit itu hangus serta jadi abu saat sebelum sampai di permukaan bumi.
  • Cuaca serta temperature 
Di nilai cukup ekstrim kondisi suhu serta cuacanya, yaitu berkisar antara -50⁰ celcius sampai dengan 70⁰ celcius.
  • Terdapat lapisan mesopause 
Sisi mesosfer yang bersebelahan langsung dengan termosfer yaitu susunan mesopause.

Lapisan Termosfer

Sumber: kakakpintar.com
 Setelah adanya susunan mesosfer, ada susunan yang lebih jauh dari mesosfer. Susunan itu dikenal dengan nama termosfer. Letaknya kurang lebih 80 kilometer sampai dengan 100 kilometer dari permukaan bumi.

Anda pernah lihat aurora? Nah dari sinilah aurora yang indah itu terbentuk. Dari susunan atmosfer bagian termosfer. Berikut ini yaitu karakteristiknya:
  • Kemunculan aurora 
Pada susunan ini terkenal oleh karena adanya proses ionisasi pada atom-atom dan molekulnya. Hal semacam ini mengakibatkan terjadinya beragam macam reaksi yang mengakibatkan penambahan serta pengurangan jumlah electron yang menghasilkan sinar berwarna warni di angkasa.

Seperti proses terjadinya pelangi yang memberi beberapa warna yang indah. Sinar itu akan sangat terlihat di daerah kutub utara serta selatan, yang dikenal dengan nama aurora.
  • Keadaan suhu serta temperature 
Keadaan suhu serta temperature pada susunan ini berkisar antara 40⁰ celcius sampai dengan 1.232⁰ celcius

Lapisan Lonosfer

Sumber: sains.kompas.com
Lantas setelah keberadaan ionosfer, ada susunan yang berjarak dari permukaan bumi kurang lebih 100 kilometer sampai dengan 800 kilometer. Pada susunan inilah seluruh atom serta molekul udara yang ada mengalami proses ionissasi. Itulah alasan kenapa susunan ini disebut dengan susunan ionosfer. Berikut ini yaitu karakteristiknya:
  • Bermuatan listrik 
Susunan ionosfer terjadi sangat banyak proses ionisasi. Hal semacam ini mengakibatkan susunan ini bermuatan listrik akibat adanya proses serta aktivitas ionisasi.
  • Adanya pemantulan Gelombang radio 
Pada susunan ionosfer terjadi proses pemantulan gelombang radio yang berasal dari bumi. Gelombang itu memuat antara lain gelombang panjang serta gelombang pendek yang ada di sub susunan Kennelly serta Appleton. Berkisar dari permukaan bumi kurang lebih 100 kilometer sampai dengan 400 kilometer.

Sub bagian lapisan ionosfer: 

  1. Susunan Kennelly Heavyside atau dikenal dengan susunan E yang ada pada ketinggian 100 kilometer sampai dengan 200 kilometer dari permukaan bumi 
  2. Susunan Appleton atau umum dikenal dengan susunan F yang ada pada jarak 200 kilometer sampai dengan 400 kilometer dari permukaan bumi 
  3. Susunan Atom yang ada pada jarak 400 kilometer sampai dengan 800 kilometer.  

Lapisan Eksosfer

Sumber: langitselatan.com
Inilah pelindung atau susunan atmosfer paling akhir yang menyelimuti bumi. Susunan eksosfer, jadi susunan atmosfer paling jauh dari bumi yang mempunyai rentang jarak diantaranya 800 kilometer sampai dengan 3.260 kilometer.

Di susunan inilah mulai terjadi banyak interaksi serta hubungan antara gas-gas yang ada di dunia luar bumi, dan gas-gas yang membuat atmosfer bumi. Lantaran jaraknya yang teramat jauh dari permukaan bumi, maka kapabilitas gaya gravitasi bumi juga rendah.

Keterangan diatas adalah keterangan tentang beberapa susunan atmosfer. Dan selain beberapa susunan atmosfer, ada beberapa kandungan gas di susunan atmosfer.

Berikut ini yaitu penuturannya:
  • Kandungan Gas Atmosfer 
Pada susunan atmosfer bumi, bumi mempunyai gas dengan kandungan gas yang terdapat di susunan atmosfer. Kandungan gas di bumi ini yang akan membantu melindungi susunan atmosfer.

Berikut ini yaitu keterangan tentang kandungan gas di bumi:
  • Kandungan Gas 
Bumi yang saat ini di tempati mempunyai kandungan gas, diantaranya:
  1. Gas nitrogen dengan kandungan 78,17 % 
  2. Gas oksigen (O2) sebesar 20,97 % 
  3. Gas argon sebesar 0,9 % 
  4. Gas karbon dioksida (CO2) sejumlah 0.0357 % 
Uap air serta beberapa gas pendukung lainnya yang mempunyai kandungan lebih rendah.

Komposisi Penyusunan Atmosfer 

Sumber: vutrav4.blogspot.com
Sesungguhnya apa saja gas-gas yang menyusun atmosfer? Bagaimana dapat ia bekerja dengan baik dalam melindungi bumi kita ini? Berikut ini yaitu komposisi yang di perlukan untuk menyusun sebuah atmosfer bumi:
  1. Nitrogen (gas yang paling banyak ada di bumi) 
  2. Oksigen (gas yang paling di perlukan oleh manusia) 
  3. Argon (gas yang banyak di pakai sebagai pengisi lampu) 
  4. Air (komponen yang paling banyak di bumi) 
  5. Ozon (susunan yang melindungi makhluk hidup dari bahaya radiasi sinar ultraviolet) 
  6. Karbon doksida (gas yang paling di butuhkan oleh tumbuhan)
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Lapisan Atmosfer, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lapisan Atmosfer di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lapisan Atmosfer. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com
13 March 2017

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya

Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya. Pengertian Telinga, Bagian – Bagian Telinga, Bagian Dalam Telinga, Bagian Luar Telinga, Fungsi dari Tiap – tiap bagian Telinga itu sendiri. Struktur Telinga lengkap dengan Nama dan penjelasan Fungsi – Fungsinya. Contoh Gambar Struktur Telinga, Lengkap!

Pengertian Telinga

Sumber: merdeka.com
Telinga yaitu organ pendengaran yang mempunyai fungsi penting dalam melindungi keseimbangan tubuh. Bagian - Bagian telinga yang berfungsi dalam pendengaran terdiri atas tiga bagian yakni bagian luar, bagian tengah serta koklea.

Bagian - Bagian telinga yang berperan dalam keseimbangan terdiri atas tiga bagian yakni kanal semisirkular, utrikel serta sakulus.

Bagian - Bagian Telinga atau Struktur Telinga 

Berikut ini akan kami terangkan mengenai bagian - bagian telinga bersumber pada tiga pembagian yang ada yakni bagian telinga luar, bagian telinga dalam serta koklea.

Bagian telinga luar 

Telinga eksterna atau telinga bagian luar terdiri atas dua bagian yakni aurikula serta meatus akustik eksterna. Aurikula (Kuping telinga) menonjol dari samping kepala, yang terdiri atas fibrokartilago yang tidak tebal serta elastis, ditutupi oleh kulit yang menyerupai bentuk corong atau kuping telinga yang mengantar gelombang suara menuju meatus akustik eksterna.

Meakus akustik eksterna yaitu bagian telinga yang mempunyai bentuk lintasan tubular kurang lebih 4 cm memanjang ke bagian temporal. Sepertiga bagian luar tersusun atas dinding kartilago serta dua pertia bagian dalam yaitu tulang.

Eksterna akustik meatus ini membentuk kanal yang melengkung, yakni lenkungan depan-atas, lengkungan belakang atas serta lengkungan depan serta sedikit mengalami penurunan.

Di bagian ujung eksternal meatus bagian dalam ditutupi oleh membran timpani (Gendang telinga). Pada pinggir kulit kartilago meatus bisa diketemukan rambut rambut halus serta banyak kelenjar yang mengekskresikan serumen.

Serumen yaitu zat yang berfungsi untuk melindungi kanal atau saluran telinga dari debu serta benda asing lain.

Walau demikian, serumen bisa jadi gangguan untuk telinga yakni saat terjadinya penumpukan serumen hingga jadi penghambat untuk suara.

Untuk mengeluarkan seruman butuh dilakukan penyemprotan ke saluran telinga.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian telinga Tengah 

Telinga bagian tengah yaitu ruangan kecil yang terdapat di dalam tulang temporal.

Bagian telinga tengah dipisahkan dengan bagian telinga luar oleh membran timpani. Di dalam bagian telinga tengah ada dinding yang dibuat atau dibentuk oleh dinding bagian lateral telinga dalam.

Rongga itu dikelilingi oleh membran mukosa. Rongga itu juga memiliki kandungan udara yang masuk dari faring lewat saluran pendengaran.

Hal ini juga yang akhirnya membuat tekanan udara di kedua sisi membran timpani sama atau seimbang.

Di bagian telinga tengah ada tiga tulang tidak tebal atau tipis yang disebut dengan osikel. Fungsi tulang osikel yaitu menghantarkan getaran ke membran timpani lewat telinga dalam. Osikel terdiri atas tiga tulang tidak tebal atau tipis yakni Maleus, Inkus serta Stapes.

Tulang Maleus atau tulang martil yaitu sisi osikel pada telinga tengah yang ada di dekat (menempel pada) membran timpani. Kemudian, ada tulang inkus atau tulang landasan yang berartikulasi (membentuk sendi) dengan tulang maleus serta tulang stapes.

Tulang Stapes atau tulang sanggurdi yaitu tulang kecil (osikel) yang ada di bagian dasar osikel yang melekat pada fenestra vestibuli serta menghadap ke sisi dalam telinga.

Dinding posterior telinga tengah terbuka tidak beraturan, menghadap ke mastoid antrum serta membelok ke sekumpulan sel udara mastoid seperti sinus nasal yang terinfeksi.
Sumber: artikelbermutu.com
Bagian Telinga Dalam 

Telinga bagian dalam ada di dalam bagian petrosa tulang temporal yang tersusun atas dua sisi yakni tulang labyrinth yang menonjol (bony labirinth) serta membran labyringth.

Tulang labyrinth berikutnya terdiri atas tiga bagian yakni vestibula, koklea serta kanal semisirkular.
Vestibula berdampingan dengan bagian telinga tengah melalui dua lubang yakni fenestra vestibuli yang ditempati oleh dasar stapes serta fenestra koklea yang terisi oleh jaringan fibrosa.

Pada bagian belakang ada muara yang menuju kanal semisirkular serta di bagian depan ada muara yang menghadap ke koklea.

Koklea adalah bagian telinga yang penting untuk fungsi pendengaran.

Koklea yaitu saluran berupa spiral yang membentuk dua pertiga putaran mengelilingi pusat tulang yang disebut dengan modiolus.

Bersumber pada panjangnya, saluran koklea terbagi atas tiga terowongan oleh dua membran yakni membran basilar serta membran vestibular, yang meregang dari modiolus ke dinding luar.

Pada saluran bagian luar, ada skala vestibuli pada bagian atas serta skala timpani pada bagian bawah.

Saluran ini memuat perilimfe serta bergabung dengan puncak modiolus. Sisi ujung skala timpani yang lebih rendah ditutupi fibrosa fenestra koklea.

Bagian tengah saluran koklea disebut dengan duktus koklear serta memuat endolimfe. Memiliki bentuk sama juga dengan tulang labyrinth serta disebut dengan membran labyrinth.

Di dalam duktus koklear ada ujung ujung saraf pendengaran yang disebut dengan sel sel rambut.

Pada koklea, ada tiga kanal semisirkular yang terdapat di atas serta di belakang vestibula dalam tiga ruangan yang tidak sama, satu vertikal, satu horisontal serta yang lain transversal. Seluruh ruangan ini memuat perilimfe.

Dalam fungsi keseimbangannya, jika posisi kepala berubah, gerakan endolimfe akan merangsang sel sel khusus yang mempunyai tonjolan seperti rambut rambut yang ada di ujung tiap kanal.

Pada bagian dalam tulang labyrinth ada labyrinth membranosa yang berbentuk membran memiliki ukuran kecil. Membran ini terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea.

Utrikel serta sakulus yaitu dua kantung kecil dalam vestibula yang satu sama lain dikaitkan oleh saluran penyambung (connecting tube).

Kantung kantung itu memuat potongan kecil saraf sel rambut yang distimulasi oleh gaya gaya gravitas pada kristal kristal kecil (otolith) yang melekat pada sel sel itu.

Bentuk duktus semisirkular sama juga dengan kanal semisirkular terdapat di dalam duktus itu, namun diameter duktus semisirkular cuma 1/4 kanal semisirkular. Duktus semisirkular memiliki kandungan endolimfe.

Duktus koklear yaitu saluran spiral yang ada didalam kanal koklea yang menonjol serta membentang di sepanjang dinding luar.

Langit langit duktus koklear dibentuk oleh membran vestibular serta bagian dasarnya oleh membran basiler serta kedua dinding luarnya oleh tonjolan dinding koklea.
Sumber: artikelbermutu.com
Sesudah anda membaca bagian bagian telinga di atas, anda tentu udah mengerti mengenai anatomi telinga tersebut. Untuk lebih memudahkan kita dalam mengingat bagian telinga di atas, kita akan berikan review secara singkat berikut ini: 

Review Singkat Bagian Bagian Telinga: 
  1. Bagian telinga luar: Aurikula, Meatus Akustik Eksterna, serta membran timpani 
  2. Ada cairan serumen. 
  3. Bagian telinga tengah: Ada tiga tulang Osikel yakni tulang Maleus, Inkus, serta tulang Stapes. 
  4. Bagian telinga dalam: Tulang Labyrinth serta membran labyrinth 
  5. Tulang labyrinth terdiri atas vestibula, koklea serta kanal semisirkular 
  6. Koklea tersusun atas duktus koklear yang ada sel sel rambut, fibrosa fenestra koklea 
  7. Labyrinth Membranosa terdiri atas utrikel, sakul, duktus semikular serta duktus koklea 
  8. Bagian bagian tulang telinga serta fungsinya 
  9. Bagian bagian telinga serta fungsinya 

Fungsi Bagian Telinga 

Sesudah memahami bagian bagian telinga, mari kita belajar mengenai fungsinya yakni:
  1. Aurikula yang disebut dengan sebagai kuping telinga berperan untuk menghantarkan gelombang suara menuju ke meatus akustik eksterna. 
  2. Meatus akustik eksterna berperan untuk menghantarkan gelombang suara dari aurikula ke bagian telinga selanjutnya yakni membran timpani atau gendang telinga. Pada Meatus akustik eksterna juga ada rambut rambut halus serta mempunyai kelenjar yang berperan untuk mengekskresikan serumen untuk melindungi saluran telinga. 
  3. Osikel yang tersusun atas tiga tulang berperan untuk memperbesar getaran suara yang ditimbulkan oleh membran timpani (gendang telinga) hingga vestibuli fenestra bergetar yang menyebabkan perilimfe bergetar. 
  4. Kanal Semisirkular dengan sel sel khususnya berperan untuk mengetahui posisi kepala berubah oleh karena adanya gerakan endolimfe yang menyentuh ujung kanal. 
  5. Koklea berperan sebagai wadah untuk sel sel yang dipakai untuk mendengar dan melindungi keseimbangan 
  6. Utrikel serta sakulus berperan untuk melindungi keseimbangan tubuh manusia oleh karena adanya otolith serta saraf sel rambut.
Sumber: health.detik.com
Dan itulah tadi pembahasan kami mengenai Pengertian, Bagian – Bagian Telinga, dan Fungsinya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Telinga di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Bagian – Bagian Telinga dan Fungsinya. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelbermutu.com 
05 May 2017

Pengertian dan Jenis Sedimentasi

Pengertian dan Jenis Sedimentasi. Pengertian Sedimentasi, Jenis-Jenis Sedimentasi, dan Istilah-Istilah Lain Sedimentasi.

Pengertian Sedimentasi 

Sumber: 3dgeography.co.uk
Sedimentasi yaitu terbawanya material hasil dari pengikisan serta pelapukan oleh air, angin atau gletser ke sebuah lokasi yang lantas diendapkan. Seluruh batuan hasil pelapukan serta pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan jadi batuan sedimen.

Hasil proses sedimentasi di sebuah tempat dengan tempat lain akan tidak sama. Berikut ini yaitu ciri bentang tempat akibat proses pengendapan bersumber pada tenaga pengangkutnya.

Pengendapan oleh air sungai 

Batuan hasil pengendapan oleh air disebut dengan sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, diantaranya meander, oxbow lake, tanggul alam, serta delta.

Meander 

Sumber: 3dgeography.co.uk
Meander, adalah sungai yang berkelok-kelok yang terbentuk lantaran adanya ingindapan. Proses berkelok-keloknya sungai diawali dari sungai sisi hulu. Di bagian hulu, volume airnya kecil serta tenaga yang terbentuk juga kecil. Mengakibatkan sungai mulai menghindari penghambat serta mencari jalan yang paling mudah dilalui. Sementara, di bagian hulu belum terjadi pengendapan.

Di bagian tengah, yang wilayahnya datar aliran airnya lambat, hingga membentuk meander. Proses meander terjadi pada pinggir sungai, baik sisi dalam ataupun pinggir luar.

Pada bagian sungai yang aliranya cepat, akan terjadi pengikisan, sedangkan sisi pinggir sungai yang lamban alirannya, akan terjadi pengendapan. Jika hal semacam itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

Oxbow lake 

Sumber: writerscafe.org
Meander umumnya terbentuk pada sungai sisi hilir, sebab pengikisan serta pengendapan terjadi secara terus-menerus. Proses pengendapan yang terjadi secara terus-terusan akan mengakibatkan kelokan sungai terpotong serta terpisah dari aliran sungai, hingga terbentuk oxbow lake, atau disebut juga dengan sungai mati.

Delta 

Sumber: citiesxl.wikia.com
Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut, kecepatan alirannya jadi lambat. Mengakibatkan, terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan, sedangkan tanah liat serta lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air.

Setelah demikian lama, akan terbentuk beberapa susunan sedimen. Pada akhirnya beberapa susunan sedimen membentuk dataran yang luas di bagian sungai yang mendekati muaranya serta membentuk delta.

Pembentukan delta mesti memenuhi beberapa ketentuan. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai mesti banyak saat akan masuk laut atau danau. Kedua, arus di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga, pantai mesti dangkal. Contoh bentang alam ini yaitu delta Sungai Musi, Kapuas, serta Kali Brantas.

Tanggul alam 

Sumber: nature.org
Jika terjadi hujan lebat, volume air bertambah secara cepat. Mengakibatkan terjadi banjir serta air meluap sampai ke pinggir sungai. Pada saat air surut, beberapa bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di pinggir sungai. Mengakibatkan, terbentuk sebuah dataran di pinggir sungai.

Munculnya material yang tidak halus (kasar) ada pada pinggir sungai. Mengakibatkan pinggir sungai lebih tinggi dibanding dengan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut dengan tanggul sungai.

Tidak hanya itu, juga ada tanggul pantai sebagai hasil dari proses pengendapan oleh laut. Kedua tanggul itu adalah tanggul alam, lantaran proses terbentuknya berjalan alami dari hasil pelaksanaan alam

Pengendapan oleh air laut 

Sumber: tenagaeksogen0006.wordpress.com
Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut dengan sedimen marine. Pengendapan oleh air laut disebabkan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, diantaranya pesisir, spit, tombolo, serta penghambat pantai.

Pesisir adalah lokasi pengendapan di sepanjang pantai. Umumnya terdiri atas material pasir. Ukuran serta komposisi material di pantai amat banyak variasinya, bergantung pada perubahan keadaan cuaca, arah angin, serta arus laut.

Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Bila terjadi perubahan arah, arus pantai akan tetap mengangkut material material ke laut yang dalam. Saat material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material.

Setelah demikian lama, ada akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu disebut dengan spit. Bila arus pantai selalu berlanjut, spit akan makin panjang. Terkadang spit terbentuk melalui teluk serta membetuk penghambat pantai (barrier beach). Jika di sekitar split ada pulau spit tersambung dengan daratan, hingga membentuk tombolo.

Pengendapan oleh angin 

Sumber: berpendidikan.com
Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut dengan sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin bisa berbentuk gumuk pasir (sand dune).

Gumuk pasir terjadi akibat akumulasi pasir yang cukup banyak serta tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut serta mengendapkan pasir di sebuah tempat secara bertahap, hingga terbentuk timbunan pasir yang disebut dengan gumuk pasir.

Pengendapan oleh gletser 

Sumber: artikelmateri.blogspot.co.id
Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut dengan sedimen glacial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser yaitu bentuk lembah yang semula berupa V jadi U. Pada ketika musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah.

Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng serta mengendap di lembah. Mengakibatkan, lembah yang semula berupa V jadi berupa U.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Sedimentasi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sedimentasi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sedimentasi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
09 May 2017

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi

Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi. Pengertian Energi, Satuan Energi, dan Beragam Macam Jenis Bentuk Energi.

Pengertian Energi

Sumber: imavarmepumpar.se
Energi yakni kemampuan untuk melakukan satu tindakan atau pekerjaan (usaha). Kata “Energi” datang dari bahasa yunani yang maknanya yaitu “ergon” yang mempunyai arti kerja. Dalam melakukan sebuah hal kita selalu menggunakan serta memerlukan energi, baik secara sadar maupun tidak sadar, Umpamanya ketika kita jalan kita memerlukan energi.

Namun setiap kegiatan memerlukan energi dalam jumlah dan bentuk yang tidak sama. Energi tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat dirasakan. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Umpamanya pada setrika terjadi perubahan bentuk dari energi listrik jadi energi panas.

Satuan Energi 

Satuan Internasional untuk energi yakni Joule (J), satuan ini digunakan untuk menghormati james Presscot Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Satuan lain untuk energi yakni Kalori (Kal). Hubungan antara Joule dengan Kalori yakni sebagai berikut ini:

1 kalori = 4, 2 Joule atau 1 Joule = 0, 24 kalori 

Hubungan Joule dengan Satuan Internasional Dasar lain:

1 Joule = 1 Newton-Meter dan 1 Joule = 1kg m2 s-2 

Hukum Kekekalan Energi 

Sumber: eksplorasi.id
Bersumber pada Hukum Kekekalan Energi, dapat ditarik kesimpulan bila:

Energi Tidak dapat di buat maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat dirubah bentuknya dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Oleh sebab Itu Jumlah keseluruhnya energi dalam satu sistem hanya akan berubah ketika masuk atau keluarnya satu energi.

Bentuk-Bentuk Energi 

Dalam melakukan kehidupan sehari-hari, kenyataannya ada beragam macam jenis bentuk energi yang kita pakai. Dan, kita akan bahas tuntas, apa saja bentuk energi itu.

Energi Mekanik 

Energi mekanik yakni energi yang dimiliki satu benda karena karakter geraknya. Energi Mekanik dibagi lagi jadi dua, yaitu:

Energi Potensial

Sumber: annida-online.com
Energi potensial yaitu energi yang dimiliki satu benda karena posisi atau kedudukannya, artinya saat benda itu diam pada posisi spesifik. Beragam macam bentuk energi dapat dikelompokkan sebagai energi potensial, karena semua bentuk energi potensial dihubungkan dengan satu bentuk gaya yang bekerja pada keadaan fisik satu materi.

Umpamanya yakni ketika kita meregangkan karet, terjadi perubahan karakter fisik karena adanya gaya elastik, dan inilah yang disebut juga dengan energi potensial elastik. Secara Fisika Rumus Energi Potensial yakni sebagai berikut ini:

Ep = m x g x h 

Keterangan (Satuan):
Ep = Energi Potensial (Joule) m = Massa (kg) g = Gravitasi (m/s2) h = Ketinggian (m) 

Energi Kinetik

Sumber: benergi.com
Energi Kinetik yakni Energi yang dimiliki satu benda karena gerakan atau kelajuannya. Energi kinetik secara jelas dapat diambil kesimpulannya yakni sebagai satu kemampuan untuk melakukan usaha agar bisa menggerakkan benda dengan massa spesifik hingga mencapai satu kecepatan spesifik.

Semakin tinggi kecepatan satu benda semakin besar juga energi kinetiknya. Umpamanya yakni ketika satu mobil melaju, semakin kencang kecepatan mobil itu, semakin tambah juga energi kinetiknya. Secara Fisika Rumus Energi Kinetik Yakni Sebagai Berikut ini:

Ek = ½ x m x v2 

Keterangan (Satuan):
Ek = Energi Kinetik (Joule) m = Massa (kg) v = Kecepatan (m/s) 
Energi Mekanik = Energi Potensial + Energi Kinetik 

Energi Bunyi 

Sumber: lebih-unik.blogspot.co.id
Energi Bunyi yakni energi yang dihasilkan oleh getaran partikel-partikel udara di sekitar sumber bunyi. Sebenarnya setiap terjadinya getaran pada suatu benda jelas ada energi bunyi, namun tidak semua bunyi itu akan terdengar.

Semakin kuat getarannya, semakin besar juga energi bunyi yang dihasilkan. Umpamanya yakni ketika bermain gendang, semakin kuat gendang dipukul, otomatis semakin besar getarannya, dan semakin besar bunyi yang dihasilkan.

Energi Panas (Kalor) 

Sumber: williamtanzilblog.blogspot.co.id
Energi Panas yakni energi yang terjadi karena gerakan internal partikel penyusun dalam satu benda. Energi panas yaitu energi yang berpindah dari satu partikel yang bersuhu tinggi ke partikel bersuhu lebih rendah. Umpamanya ketika memanaskan air dengan api, suhu dari api akan berpindah ke air hingga membuat air dapat mendidih.

Energi Cahaya 

Energi Cahaya yakni Energi yang dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Umpamanya yakni ketika cahaya dari lampu, semakin jauh kita dari sumber cahaya semakin sedikit efek cahaya itu pada pandangan.

Energi Kimia 

Energi Kimia yakni Energi yang dihasilkan karena adanya hubungan secara kimia dari reaksi kimia yang terjadi. Contoh Sederhananya yakni Makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki unsur kimia dan akan mengalami reaksi kimia agar dapat dipakai oleh tubuh, dan saat proses reaksi kimia juga terjadi energi kimia.

Energi Nuklir 

Energi Nuklir yakni Energi yang dihasilkan dari reaksi inti oleh bahan radioaktif. Energi ini dihasilkan oleh inti atom yang membelah atau dua inti atom yang menyatu. Pembelahan atau penyatuan inti atom akan menghasilkan energi yang sangat besar karena terjadi perubahan pada inti atom. Umpamanya yakni penggunaan bom nuklir.

Penggunaan dan Pemanfaatan Energi Dalam Kehidupan 

Sumber: gohijau.wordpress.com
  • Beragam macam energi dapat dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, dan berikut ini akan kami berikan contoh penggunaan energi dengan mengubahnya dari satu bentuk ke bentuk lain, antara lain:
  • Energi Kimia Jadi Energi Gerak (Mekanik) yakni Makanan yang kita makan di proses lewat reaksi kimia jadi sumber energi untuk melakukan aktivitas 
  • Energi Listrik Jadi Energi Panas yakni Penggunaan Setrika untuk menggosok pakaian. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Bunyi yakni Penggunaan Bel untuk menghasilkan bunyi. 
  • Energi Listrik Jadi Energi Gerak (Mekanik yakni Penggunaan kipas angin. 
  • Energi Gerak (Mekanik) Jadi Energi Panas yakni Gesekkan dua benda secara terus menerus menghasilkan panas. 
  • Energi Cahaya Jadi Energi Kimia yakni Penggunaan cahaya matahari sebagai bahan dasar dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Satuan dan Macam-Macam Bentuk Energi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Energi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Energi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
05 May 2017

Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika

Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika. Pengertian Hukum Termodinamika, Prinsip Hukum Termodinamika, Kesetimbangan Hukum Termodinamika, Konsep Dasar Hukum Termodinamika, dan Hukum-Hukum Termodinamika.

Pengertian Termodinamika

Sumber: physics.mef.hr
Termodinamika datang dari bahasa Yunani di mana Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan. Termodinamika yaitu pengetahuan yang menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan daya yang dipicu oleh adanya perbedaan suhu) jadi daya serta beberapa karakter pendukungnya.

Termodinamika terkait erat dengan fisika daya, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika juga terkait dengan mekanika statik. Cabang pengetahuan fisika ini mendalami pelajaran mengenai pertukaran daya dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan.

Aplikasi dan penerapan termodinamika dapat terjadi pada tubuh manusia, momen meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri.

Prinsip Termodinamika 

Sumber: sutantiakin.wordpress.com
Prinsip termodinamika sebenarnya yakni hal alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengembangnya ilmu serta pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sampai jadi bentuk mekanisme yang dapat bantu manusia dalam kegiatannya.

Aplikasi termodinamika yang demikian meluas, kemungkinan karena perubahan pengetahuan termodinamika mulai sejak era 17. Pengembangan pengetahuan termodinamika dengan diawali pendekatan makroskopik yaitu tingkah laku umum partikel zat sebagai media pembawa daya.

Hukum-Hukum Termodinamika 

Termodinamika memiliki hukum-hukum pendukungnya. Hukum-hukum ini menjelaskan bagaimana dan apa saja ide konsep yang perlu diperhatikan. Seperti momen perpindahan panas dan kerja pada proses termodinamika.

Mulai sejak perumusannya, hukum-hukum ini udah jadi hukum penting dalam dunia fisika yang terkait dengan termodinamika. Aplikasi hukum-hukum ini juga diperlukan dalam beragam macam bidang seperti bidang pengetahuan lingkungan, otomotif, pengetahuan pangan, pengetahuan kimia dan lain sebagainya. Berikut ini hukum-hukum termodinamika:

Hukum I termodinamika (Kekekalan Daya dalam Sistem) 

Sumber: softilmu.com
Daya tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Manusia hanya dapat mengubah bentuk daya dari bentuk daya satu ke daya yang lain. Dalam termodinamika, bila sebuah hal diberikan kalor, kalor itu akan berguna untukusaha luar dan mengubah daya dalam.

Bunyi Hukum I Termodinamika “untuk setiap proses bila kalor Q diberikan pada sistem dan sistem melakukan usaha W, akan terjadi perubahan daya dalam ΔU = Q – W”.

Di mana U memperlihatkan karakter dari satu sistem, sedangkan W dan Q tidak. W dan Q bukanlah fungsi Variabel kondisi, tetapi termasuk juga ke dalam proses termodinamika yang dapat merubah kondisi. U yaitu fungsi variabel kondisi (P, V, T, n).

W bertanda positif apabila sistem melakukan usaha pada lingkungan dan negatif apabila menerima usaha lingkungan.

Hukum Termodinamika 1 

Q bertanda positif apabila sistem menerima kalor dari lingkungan dan negatif apabila melepas kalor pada lingkungan.

Perubahan daya dari sebuah sistem hanya tergantung pada transfer panas ke dalam sistem dan kerja yang dikerjakan oleh sistem dan tidak bergantung pada proses yang terjadi. Pada hukum ini tidak ada panduan, adanya hanya arah perubahan serta beberapa batasan lain.

Hukum II termodinamika (Arah reaksi sistem dan batasan) 

Sumber: mechanicals.wordpress.com
Hukum kedua ini membatasi perubahan daya mana yang dapat terjadi dan yang tidak. Pembatasan ini dinyatakan dengan berbagai cara, yaitu:
  1. Hukum II termodinamika dalam menyebutkan aliran kalor. Kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya. 
  2. Hukum II termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor 
  3. Tidak mungkin saja buat satu mesin kalor yang bekerja dalam satu siklus yang hanya menyerap kalor dari satu reservoir dan mengubah semua jadi usaha luar. 
  4. Hukum II termodinamika dalam pernyataan entropi (besaran termodinamika yang mengikuti perubahan setiap kondisi dari awal sampai akhir sistem dan mengatakan ketidakteraturan satu sistem) 
Keseluruhan entropi semesta tidak berubah ketika proses reversibel terjadi dan bertambah ketika proses irreversible terjadi.

Hukum III termodinamika 

Sumber: ardi-thermodynamics.blogspot.co.id
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur 0 absolut. Hukum ini mengatakan bila pada saat satu sistem mencapai temperatur 0 absolut (temperatur Kelvin) semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimal. hukum ini jugga menyatakn bila entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur 0 absolut bernilai 0.

Kesetimbangan Termodinamika 

Sebuah benda bisa dapat dikatakan dalam keadaan kesetimbangan termodinamika jika nilai dari besaran keadaan makroskopiknya tidak lagi berubah dalam periode waktu yang lama. Termodinamika hanya akan meninjau besaran dalam keadaan sistem yang setimbang.

Termodinamika tidak meninjau bagaimana proses perubahan sistem mencapai kondisi kesetimbangan termodinamika, karena itu tidak ada variabel waktu dalam realisasi-realisasi termodinamika.

Tetapi, dalam keadaan nyata, kesetimbangan termodinamika yakni hal yang tidak mungkin saja terjadi. Hal semacam ini karena satu benda tidak akan lepas dari interaksinya dengan lingkungan yang merubah kondisi benda sampai perubahan dapat terjadi demikian cepat.

Pengecualian apabila kondisi benda mendekati kesetimbangan termodinamika, realisasi termodinamika dapat ditrerapkan. Sebagai contoh hukum radiasi benda hitam dapat diterapkan pada matahari dan bintang meskipun tidak benar-benar dalam keadaan setimbang. Sampai analisa spektrum gelombang dapat dilakukan.

Kesetimbangan Termal 

Pencapaian kesetimbangan termal terjadi bila dalam kondisi adanya kesempatan hubungan antara partikel kedua sistem, tidak ada keseluruhan perpindahan daya panas antara keduanya (tidak ada lagiperubahan makro).

Relasi kesetimbangan termal yakni satu relasiekuivalensi sampai dapat dikelompokkan benda-benda yang ada pada keadaan setimbang termal dan memiliki parameter. Fakta ini dikenal sebagai hukum ke 0 termodinamika.

Benda yang mencapai kesetimbangan termal satu sama lainnya, diambil kesimpulan bila dengan memiliki temperatur yang sama. Termodinamika ke 0 ini menjelaskan adanya besaran temperatur. Besaran temperatur tidak bergantung pada nilai partikel.

Walaupun satu benda tidak secara keseluruhnya ada pada kesetimbangan termal, beberapa segi dari benda itu mungkin saja ada pada keadaan kesetimbangan termal lokal.

Kesetimbangan Mekanik 

Apabila di dalam satu sistem ada kesetimbangan sedemikian sampai tidak terjadi perubahan (makro) volume sistem dan lingkungan bisa dapat dikatakan bila sistem dan lingkungan ada pada keadaan kesetimbangan mekanik. Pada kondisi ini, sistem dan lingkungan akan memiliki nilai tekanan P yang sama.

Kesetimbangan Jumlah Partikel 

Satu sistem akan dapat dikatakan setimbang jumlah partikelnya apabila partikel yang keluar masuk sistem dalam jumlah yang sama, ada kesetimbangan jumlah partikel antara sistem dan lingkungan. Ketika itu antara sistem dan lingkungan akan memiliki tekanan yang sama.

Ide konsep Dasar Termodinamika 

Pembagian dalam termodinamika mengarah pada pembagian dunia jadi sistem yang dibatasi oleh kenyataan atau keidealan batasannya. Sistem yang tidak termasuk juga ke dalam pertimbangan dikelompokkan sebagai lingkungan.

Dan pembagian yang sistem jadi subsistem jadi sistem amat mungkin saja terjadi, atau barangkali saja pembentukan sistem yang lebih besar. Biasanya sistem ini bisa di uraikan jadi beberapa parameter.

Dari prinsip-prinsip dasar termodinamika secara umum bisa diturunkan hubungan antara jumlah contoh, koefisian ekspansi, kompresibilitas, panas bentuk, transformasi panas dan koefisien elektrik terutama beberapa karakter yang dipengaruhi temperatur.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Prinsip, dan Hukum Hukum Termodinamika, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hukum Termodinamika di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hukum Termodinamika. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com