Showing posts sorted by relevance for query pengertian ideologi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian ideologi. Sort by date Show all posts

Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara : Sejarah dan Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila merupakan kata yang biasa kita dengar, tentu saja, apa lagi rakyat indonesia. tapi tahukah teman-teman pengertian pancasila sebagai dasar Negara ?...Pancasila sebagai dasar negara biasanya disebut dengan falsafah negara atau dasar negara (philosopiche grondslag) ideologi negara, dari negara. Pancasila difungsikan sebagai dasar yang mengatur pemerintahan negara, artinya pancasila digunakan untuk mengatur segala pemerintahan negara indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara adalah pandangan hidup bangsa yang tertuang dalam Pancasila dan menjadi jati diri bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman normatif bagi penyelenggaraan bernegara.

Pengertian Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia dapat dilihat dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi "Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkeudalatan rakyat dengan berdasar kepada ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beraadap, persatuan indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia".

Norma Hukum Pokok atau pokok kaidah fundamental suatu negara yang jika dilihat dalam segi hukum memiliki hakikat dan kedudukan yang tetap, kuat dan tak dapat diganggu gugat kebenarannya dan keberadaannya serta tidak akan berubah bagi negara terbentuk, artinya "tak dapat berubah-ubah walaupun dengan jalan hukum" atau apapun. Fungsi dan Kedudukan Pancasila sebagai pokok kaidah fundamental adalah UUD berada dibawah pancasila dan bersumber dari pancasila. atau sumber dan  kedudukan UUD berasal dan berada dibawah pokok kaidah fundamental yakni Pancasila.

Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai pancasila menjadi pedoman normatif bagi penyelenggaraan bernegara. Konsekuensi dari rumusan ini yaitu seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai pancasila. Penyelenggaraan bernegara di Indonesia mengacu pada hal-hal yang tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan, nilai-nilai berKemanusiaan, nilai-nilai berKesatuan, nilai-nilai Kerakyatan dan nilai-nilai Keadilan.

Menurut Listyono Santoso, pada masa sekarang ini mengembalikan atau menegaskan kembali kedudukan pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan suatu tuntutan penting oleh karena telah banyak terjadi kesalahan penafsiran atas pancasila di masa lalu tersebut. Pengalaman yang sebelumnya menunjukkan adanya tafsir tunggal dan monolitik atas pancasila. Para oknum negara yang telah menjadikan pancasila bukan sebagai sistem norma dan koridor dalam menjalankan dan mengarahkan bangsa, tetapi pancasila telah direduksi sebagai alat kekuasaan untuk mengendalikan semua elemen bangsa dengan dogmatise ideologi. Pereduksian dan pemaknaan atas pancasila dalam pengertian yang sempit dan politis ini berakibat pada :
  1. Pancasila dipahami sebagai sebuah mitos.
  2. Pancasila dipahami secara politik ideologis untuk kepentingan kekuasaaan.
  3. Nilai-nilai pancasila menjadi nilai yang disotopia tidak sekedar otopia.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan suatu hal yang penting, jika pancasila diabaikan dalam penyelenggaraan bernegara akan menjadi kacau. Oleh karena itu hendaknya kita generasi penerus bangsa untuk selalu mengamalkan pancasila sebagai dasar negara kita. Berikutnya akan dibahas mengenai sejarah pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Jadi,."Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara" adalah pancasila dijadikan sebagai dasar negara untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. Sedangkan Pancasila menurut Ketetapan MPR No.III/MPR/2000 merupakan sumber hukum dasar nasional.

Sejarah Pancasila Sebagai Dasar Negara 

Berbicara mengenai sejarah pancasila sebagai dasar negara, Pada era reformasi, ada keinginan berbagai pihak dan kalangan untuk melakukan penafsiran kembali atas pancasila dalam kedudukannya bagi bangsa dan negara Indonesia. Oleh karenanya terdapat berbagai istilah seperti reposisi, reaktualisasi, radikalisasi, redefinisi, rejuvenasi, revitalisasi reimplementasi, dekonstruksi ideologi dan lain sebagainya. Beragam kedudukan, posisi serta penafsiran atas pancasila pada bangunan negara Indonesia agar pancasila tidak lagi “terdistorsi dan terdiskreditkan” karena pengalaman masa lalu. Pendapat berbagai pihak khususnya para ahli tersebut patut dihargai sebagai suatu wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Pada tahun 1998 Dr. Koentowijoyo dalam tulisannya Radikalisassi Pancasila mengatakan perlunya kita memberi ruh baru di dalam pancasila, sehingga ia akan mampu menjadi suatu kekuatan yang menggerakkan sejarah. Selama ini pancasila hanya dijadikan janji di bibir saja (lip service), tidak ada pemerintah yang sungguh-sungguh melaksanakannya. Di sisi lain telah terjadi penyelewengan-penyelewengan terhadap pancasila, baik pada masa orde lama maupun pada orde baru. Ruh baru inilah yang dinamakan radikalisasi pancasila.

Radikalisasi pancasila berarti:
  • Mengembalikan pancasila sesuai dengan jati dirinya, yaitu pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila yang sesuai dengan jati dirinya di dalam memberi visi kenegaraan
  • Mengganti pandangan atau persepsi dari pancasila sebagai ideologi menjadi pancasila sebagai ilmu,
  • Mengusahakan agar pancasila memiliki konsistensi dengan produk-produk perundangan, koherensi antarsila di dalamnya dan korespondensi dengan realitas sosial.
  • Pancasila yang semula melayani kepentingan vertikal menjadi pancasila yang melayani kepentingan horizontal.

Fungsi Pancasila

Dalam kedudukannya sebagai dasar negara Republik Indonesia maka Pancasila berfungsi sebagai sumber dari segala sumber hukum (sumber tertib hukum) Negara Indonesia. Dengan demikian Pancasila ialah :

  • asas kerohanian tertib hukum Indonesia
  • suasana kebatinan (geistlichenhinterground) dari UUD
  • cita-cita hukum bagi hukum dasar negara
  • Pandangan hidup Bangsa Indonesia.
  • Pancasila Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
  • Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia.
  • Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia.
  • Cita- cita dan tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia, ialah masyarakat adil serta makmur yang merata materil serta spiritual yang berdasarkan Pancasila.
Perjanjian Luhur berarti Pancasila telah disepakati secara nasional sebagai dasar negara tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang pada PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia)
Sumber dari segala sumber tertib hukum berarti , bahwa segala peraturan perundang- undangan yang telah berlaku di Indonesia harus bersumberkan pada Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila.

Pancasila ialah sebagai kepribadian bangsa Indonesia, yang berarti Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia serta ialah ciri khas bangsa Indonesia dalam sikap mental ataupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain.

Makna Dari Pancasila

  • Nilai-nilai pada pancasila dasarnya ialah nilai filsafat yang sifatnya mendasar
  • pancasila sebagai dasar negara yang mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjadi dasar atau menjadi pedoman bagi penyeleggaraan bernegara.
  • nilai dasar pancasila ialah bersifar abstrak , normatif serta nilai itu menjadi motivator kegiatan dalam penyelaggaraan bernegara.

Pengertian Bangsa : Unsur, Ciri Dan Faktor Terbentuknya Bangsa

Pengertian Bangsa


Secara umum, Pengertian Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasa terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. Dalam bahasa inggirs, bangsa beradal dari kata nation. Nation yang berarti bangsa, wangsa atau trah (jawa). Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang menempati kepulauan Nusantara, memiliki kesamaan watak, cita-cita moral, dan cita-cita hukum yang terikat menjadi satu karena keinginan dan pengalaman sejarah. Kamur Besar Bahasa Indonesia (BBI), Pengertian bangsa adalah orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarah, serta berpemerintahan sendiri.

Pengertian Bangsa dalam Arti Sosiologi Antropologis dan Arti Politis - Dalam pengertian bangsa terbagi atas dua yaitu pengertian bangsa secara sosiologi antropologis dan politis antara lain sebagai berikut :
  • Pengertian Bangsa dalam Arti Sosiologis Antropologis : Pengertian bangsa adalah persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan setiap anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, dan istiadat. Persekutuan hidup, artinya perkumpulan orang-orang yang saling membutuhkan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam satu wilayah tertentu. Persekutuan hidup dalam satu negara yang jumlah warga banyak atau lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan persektuuan hidup yang lain, seperti persekutuan hidup masyarakat Jawa. Persekutuan yang dimiliki warga sedikit atau lebih kecil dibanding dengan yang lain, seperti masyarakat suku Badui. 
  • Pengertian Bangsa dalam Arti Politis : Pengertian bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu wilayah tertentu dan mereka yang tunduk kepada penguasa yang ada. Jadi, bangsa dalam arti politik adalah bangsa yang mempunyai kepeningan, nasib, dan tujuan yang sama (politis). Dalam arti inilah yang memunculkan paham nasionalisme atau semangat kebangsaan. Selain dari itu bangsa juga berasal dari orang-orang yang memiliki kesamaan latar belakang sejarah, penglaman, dan perjuangan dalam mencapai hasrat untuk bersatu. 
Pengertian Bangsa Menurut Definisi Para Ahli terdapat beberapa ahli yang telah mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian bangsa antara lain sebagai berikut..
  • Ernes Renant : Menurut Ernes Renant, pengertian bangsa adalah suatu nyawa, suatu akal yang terjadi dari dua hal, yaitu rakyat yang harus bersama-sama menjalankan satu riwayat, dan rakyat yang kemudian harus mempunyai kemauan atau keinginan hidup untuk menjadi satu.
  • Hans Kohn : Menurut Hans Kohn menyatakan bahwa bangsa dapat terjadi karena adanya persamaan ras, bahasa, adat istiadat, dan agama yang merupakan faktor pembeda bangsa yang satu dengan yang lainnya. 
  • Otto Bauer : Menurut Otto Bauer, Pengertian bangsa adalah adanya suatu persamaan, karakter, suatu watak, dimana karakter atau watak itu tumbuh dan lahir karena adanya persatuan pengalaman. 
  • Ir. Soekarno : Menurut Ir. Soekarno, Pengertian bangsa adalah segerombolan manusia besar, keras ia mempunyai keinginan bersatu, keinginan untuk hidup bersama, memiliki persamaan nasib, watak, dan hidup diatas satu wilayah yang nyata satu unit.

Sejarah Indonesia Sebagai Bangsa

Bangsa Indonesia tumbuh sebagai hasil interaksi masyarakat yang berlangsung secara alamiah. Disini ada kehendak yang tumbuh lantaran sejarah yang sama untuk jadi satu kesatuan bangsa yang merdeka. Walau demikian Ernest Renan memiliki pendapat bahwa tak ada satu hal yang mutlak sama. Di dalam masyarakat senantiasa ada sebagian perbedaan, jadi dalam masyarakat senantiasa ada toleransi dalam tiap-tiap intaraksi yang maksudnya agar tak ada perseteruan.

Kapan bangsa Indonesia tumbuh? secara alamiah bangsa Indonesia tumbuh atau muncul sebagai hasil intaraksi pada masyarakat Indonesia yang majemuk serta hal semacam ini menjadi roh bangsa, seperti bangsa Jerman yang kerap menyebutnya dengan roh rakyat. Para filsuf Jerman mengaitkan roh bangsa dengan menjadikan satu masyarakat dengan alam yang satu.

Tetapi, berbeda dengan Indonesia, Jerman menyatu lantaran perang penyatuan wilayah alamnya, sedang Indonesia menyatu lantaran ada nasib yang sama. Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, secara sadar pemimpin kita merumuskan sumpah pemuda, yang pada intinya yaitu sumpah bangsa. Jadi secara politis dinyatakan dasar bangsa Indonesia berdiri ketika sumpah pemuda tersebut .

Bangsa Indonesia yang tampil kemudian menegara pada tanggal 17 agustus 1945. Bangsa serta negara itu lalu menjadi satu kesatuan, Ernest Renan memiliki pendapat kalau ada bangsa serta negara yang tidak menjadi satu. Misalnya yang kerap kita dengar yaitu sebutan negara Australia tidak ada bangsa Australia.

Ciri - Ciri Bangsa 

  • Sekelompok manusia yang memiliki rasa kebersamaan (self belonging together) 
  • Memiliki wilayah tertentu tetapi belum memiliki pemerintahan sendiri
  • Ada kehendak bersama untuk membentuk atau berada dibawah pemerintahan yang dibuatnya sendiri
  • Keanggotaan orangnya bersifat kebangsaan/nasionalitas
  • Tidak ditentukan secara pasti waktu kelahirannya, seperti suku bangsa Betawi yang tidak diketahui secara pasti kapan mulai ada/muncul suku bangsa betawi itu
  • Dapat terjadi karena adanya kesamaan dalam identitas budaya, agama, bahasa sehingga dapat membedakan bangsa alainnya. Bangasa tersebut memunculkan bangsa yang homogen. 

Unsur-Unsur Terbentuknya Bangsa 

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Otto Bauer bahwa terbentuknya bangsa karena adanya persamaan senasib atau dapat dikatakan bahwa bangsa juga dapat terbentuk dari nilai yang solidaritas dari semua prang yang tinggal dalam satu kelompok. Ratzel mengemukakan bahwa bangsa dapat terjadi bentuk karena adanya hasrat atau keinginan bersatu karena kesamaan tempat tinggalnya (bangsa secara geopolitik).  Friederch Hertz, menyatkaan bahwa unsur terbentuknya suatu bangsa adalah sebagai berikut :
  • Adanya keinginan atau hasrat untuk bersatu secara sosial, ekonomi, politik, budaya, dan komunikasi, urusan dalam negeri
  • Adanya keinginan dalam menunjukkan karakteristik sendiri melalui kemandirian, keaslian, kelebihan, bahasa, dan lain-lain. 
  • Adanya hasrat dalam menunjukkan keunggulan dari dalam kerja sama antarbangsa

Faktor Pembentukan Bangsa

Faktor-faktor pembentukan satu bangsa begitu terkait dengan identitas yang menyatukan masyarakat. Faktor itu diantaranya seperti berikut :
  1. Primordial yang termasuk juga dalam faktor ini yakni ikatan kekerabatan, persamaan suku bangsa, daerah, bahasa serta adat istiadat.
  2. Sakral dalam faktor ini yakni ada persamaan agama yang diyakini oleh masyarakat serta dalam soal ini agama bisa membuat suatu ideologi doktrin yang kuat dalam masyarakat, hingga keterkaitannya bisa menimbulkan bangsa.
  3. Tokoh jadi salah satu faktor pembentuk bangsa lantaran bagi masyarakat, tokoh dijadikan sebagai contoh untuk mewujudkan misi-misi bangsa.
  4. Sejarah adalah satu diantara faktor pembentukan bangsa lantaran sejarah serta pengalaman masa lalu seperti penderitaan akan melahirkan solidaritas hingga sangat mungkin untuk membuat satu tekad serta satu maksud antar kelompok masyarakat.
  5. Perubahan Ekonomi disebutkan sebagai faktor pembentukan bangsa lantaran makin meningkatnya perkembangan ekonomi makin beragam juga keperluan masyarakat hingga membuat masyarakat makin ketergantungan satu sama lain serta secara tidak langsung dapat membuat masyarakat ingin membuat satu kesatuan yakni bangsa sebagai jalan untuk memenuhi keperluan satu sama lain.

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli : Tujuan Dan Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan

Pengertian Pendidikan

Pengertian Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.

Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti berkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.

Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementtrian suatu negara. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli 

  • Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia): Menurut Ki Hajar Dewantara bahwa pengertian pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
  • Ahmad D. Marimba: Pengertian pendidikan menurut Ahmad D. Marimba adalah bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.
  • H.H.Horne: Pengertian pendidikan menurut Horne bahwa pendidikan adalah alat dimana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya dalam mempengaruhi diri sendiri serta menjaga idealismenya. 
  • Prof. H. Mahmud Yunus: Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya.
  • Prof. Dr. John Dewey: Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.
  • Martinus Jan Langeveld: Pengertian pendidikan menurut Martinus Jan Langeveld bahwa pengertian pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan
  • Gunning dan Kohnstamm: Pengertian pendidikan menurut Gunning dan Kohnstamm adalah proses pembentukan hati nurani. Sebuah pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani.
  • Stella Van Petten Henderson: Menurut Stella Van Petten Henderson bahwa pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial. 
  • Carter. V.Good: Pengertian pendidikan menurut Carter V. Good bahwa pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial. 
  • Menurut UU No. 20 Tahun 2003: Pengertian pendidikan berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.  
  • Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.
  • Ensiklopedi Pendidikan Indonesia: Menjelaskan mengenai pendidikan, yaitu sebagai proses membimbing manusia atau anak didik dari kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan, dan kecerdasan pengetahuan.

Tujuan Pendidikan 

Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985 yang berbunyi bahwa tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsadan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan bangsa.

Berdasarkan MPRS No. 2 Tahun 1960 bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 945.

Berdasarkan UU. No.20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Unsur-unsur Pendidikan

  1. Input Sasaran pendidikan, yaitu : individu, kelompok, masyarakat
  2. Pendidik Yaitu pelaku pendidikan
  3. Proses Yaitu upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain
  4. Output Yaitu melakukan apa yang diharapkan / perilaku (Soekidjo Notoatmodjo. 2003 : 16)

Jalur Pendidikan

Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003, jalur pendidikan dibagi menjadi :
  • Jalur Formal
  1. Pendidikan Dasar. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat
  2. Pendidikan Menengah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah jurusan, seperti : SMA, MA, SMK, MAK atau bentuk lain yang sederajat
  3. Pendidikan Tinggi. Pendidikan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas
  • Jalur Informal
  • Jalur Nonformal

Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan

Faktor yang mempengaruhi pendidikan menurut Hasbullah (2001) adalah sebagai berikut :
  • Ideologi. Semua manusia dilahirkan ke dunia mempunyai hak yang sama khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan pendidikan.
  • Sosial Ekonomi. Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi memungkinkan seseorang mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
  • Sosial Budaya. Masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya.
  • Perkembangan IPTEK. Perkembangan IPTEK menuntut untuk selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilan agar tidak kalah dengan negara maju.
  • Psikologi. Konseptual pendidikan merupakan alat untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih bernilai.

Pengertian Demokrasi Pancasila : Prinsip Dan Nilai Pancasila


Pada sistem demokrasi terdapat macam-macam demokrasi yang sudah digunakan, dan demokrasi yang sudah digunakan oleh Indonesia merupakan sistem demokrasi pancasila. Mengenai pengertian demokrasi pancasial adalah suatu sistem demokrasi yang dalam pelaksanaannya lebih mengutamakan pada azas musyawarah mufakat untuk menjalankan kepentingan bersama atau kepentingan seluruh rakyat. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki ideologi yang tercantum di Pancasila, olehnya itu pada setiap sila yang ada di pancasila harus dijalankan pada kehidupan sehari-hari oleh rakyatnya agar dapat menunjang kemajuan terhadap negara Indonesia.

Pancasila pertama kali cetuskan oleh Ir. Soekarna pada sidang BPUPKI di tanggal 1 juni 1945 yang akhirnya sampai saat ini pada tanggal 1 Juni telah ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila. Nah, agar supaya lebih jelasnya lagi kami akan membahas pengertian demokrasi pancasila agar dapat menyelesaikan tugas makalah Pancasila.

Pengertian Demokrasi Pancasila, Ciri, Nilai dan Prinsipnya 

Pada pengertian demokrasi pancasila, harus dipahami bahwa sistem yang kita anut tidak sekedar hanya omongan dan dipikiran saja, akan tetapi harus diaktualkan dalam kehidupan keseharian, nah untuk kita seluruh yang ingin menjalankan sistem demokrasi pancasila harus tahu seperti apa itu demokrasi pancasila, berikut ini pengertian demokrasi pancasila yaitu sebagai berikut : 
  • Demokrasi pancasila adalah suatu sistem demokrasi yang berdasarkan pada azas kekeluargaan dan gotong royong yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat, mempunyai kandungan berbentuk unsur-unsur kesadaran dalam bereligius, menjungjung tinggi kebenaran, budi pekerti luhur dan kecintaan, berkesinambungan dan berkepribadian Indonesia.
  • Pada sistem demokrasi pancasila, untuk sistem pengorganisasian negaranya dilakukan oleh rakyat itu sendiri atau persetujuan melalui rakyat. 
  • Pada demokrasi pancasila, untuk kebebasan individu tidak memiliki sifat mutlah, akan tetapi harus sesuai atau diselaraskan dengan adanya tanggung jawab sosial.
  • Dalam demokrasi pancasila, adanya keuniversalan cita-cita di mana demokrasi sudah dipadukan dengan apa yang menjadi cita-cita dalam hidup bangsa indonesia yang dijiwai dengan adanya semangan kekeluargaan sehingga tidak ada lagi yang mendominasi minoritas atau mayoritas. 

Adapun beberapa pengertian demokrasi pancasila menurut para ahli yaitu :

  • Pengertian demokrasi pancasila menurut Prof Notonegoro yang telah mengemukakan bahwa pengertian demokrasi pancasila adalah sebuah sistem di mana kerakyatan yang di pimpin oleh adanya hikmat kebijaknaan dalam sebuah permusyawaratan dan adanya perwakilan serta dengan ingin mewujudukan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. 
  • Pengertian Demokrasi Pancasila menurut Kansil adalah suatu sistem kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan yang merupakan hasil sila keempat dari Dasar Negara Pancasila yang telah tercantum di alinea ke 4 Pembukaan undang-undang dasar 1945.
  • Pengertian demokrasi pancasila menurut Prof. Dardji Darmo Diharjo bahwa suatu pahaman demokrasi yang berdasar pada sebuah kepribadian dan falsafah dalam kehidupan bangsa indonesia yang telah dituangkan dalam ketentuan UUD 1945. 
  • Pengertian demokrasi pancasila dalam GBHN pada tahun 1978 dan tahun 1983 menetapkan bahwa segala pembangunan politik Indonesia itu diarahkan untuk dapat lebih memantapkan pada perwujudan demokrasi Pancasila. Dalam rangka untuk memantapkan sebuah stabilitas politik yang dinamis serta adanya pelaksanaan mekanisme pancasila, itu dibutuhkan adanya pemantapan dalam kehidupan konstitusional, tegaknya hukum dan kehidupan demokrasi. 

Demokrasi pancasila memiliki 2 azas yang terbentuk yaitu : 

  • Azas kerakyatan yaitu azas yang berdasar pada kesadaran terhadap kecintaan kepada rakyat, nasib dengan manunggal dan cita-cita rakyat, serta mempunyai sebuah jiwa kerakyatan atau dalam arti untuk menghayati kesadaran bahwa semuanya senasib dan memiliki cita-cita yang sama dengan yang lain. 
  • Azas Musyawarah untuk meraih mufakat, yaitu azas yang berdasar pada memperhatikan dan sikap menghargai aspirasi dari seluruh rakyat yang jumlah banyak dan melewati forum permusyawaratan di dalam rangka untuk pembahasan dalam menyatukan segala macam pendapat yang keluar dan untuk mencapai mufakat yang dijalankan dengan adanya rasa kasih sayang serta pengorbanan agar mendapatkan kebahagiaan bersama-sama. 

Pada demokrasi pancasila terdiri atas beberapa prinsip-prinsip demokrasi pancasila yaitu : 

  • Prinsip demokrasi pancasila yang berTuhanan yang Maha Esa, yang berarti kalau demokrasi harus selalu dijiwai dan harus berdasar pada nilai-nilai ketuhanan. 
  • Prinsip demokrasi pancasila dalam menjunjung tinggi HAM atau Hak Asasi Manusia) yang artinya bahwa demokrasi pancasila mesti menghargai dan harus melindungi hak-hak asasi manusia di Indonesia. 
  • Prinsip demokrasi pancasila dalam berkedaulatan rakyat yang berarti bahwa kepentingan rakyat harus lebih dijunjung tinggi ketimbang kepentingan pribadi 
  • Prinsip demokrasi pancasila harus di dukung oleh warga negara, yang berarti bahwa sistem demokrasi pancasila harus didukung oleh warga negara Indonesia dalam soal hak serta kewajibannya dan dapat melakukan perannya masing-masing dalam sistem demokrasi pancasila yang telah diatur. 
  • Prinsip demokrasi pancasila menggunakan prinsip pemisahan kekuasaan yang berarti bahwa dala negara demokrasi harus menganut sistem pemisahaan kekuasaan, di mana pada setiap masing-masing di lembaga negara mempunyai wewenang dan fungsinya. 
  • Prinsip demokrasi pancasila harus menjamin adanya perkembangan otonomi daerah yang berarti bahwa negara harus menjamin terhadap adanya perkembangan setiap daerah untuk memajukan segala potensi yang ada didaerahnya secara masing-masing dengan berdasarkan pada ketentuan yang sudah berlaku. 
  • Prinsip demokrasi pancasila memiliki penerapan konsep negara hukum yang berarti kalau negara Indonesia harus berdasarkan pada ada ketentuan hukum, jadi bukan pada kekuasaan semata, sehingga jika ada tindakan atau kebijakan pemerintah yang dikerjakan harus merujuk pada hukum yang sudah berlaku. 
  • Prinsip demokrasi pancasila sudah menjamin diselenggarakannya mengenai peradilan yang bebas, tidak memihak dan merdeka, hal ini berarti bahwa badan peradilan tidak akan dapat terpengaruh dan dipengaruhi oleh siapapun karena sudah ada aturan yang sudah mengikat. 
  • Prinsip demokrasi pancasila, menumbuhkan sebuah kesejahteraan rakyat, yang berarti kalau demokrasi pancasila dikembangkan yang bertugas untuk menjamin dan mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan kualitas hidup rakyat pada semua aspek kehidupan baik itu batin maupun yang lahir. 
  • Prinsip demokrasi pancasila yang berkeadilan sosial yang berarti kalau system demokrasi pancasila memiliki tujuan akhir dengan berupaya mewujudkan ketatanegaraan yang baik dan dapat terwujudnya keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Demokrasi Pancasila

Nilai-nilai moral yang terkandunga dalam demokrasi pancasila antara lain yaitu:

  • Adanya rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Menjunjung tinggi kepada nilai-nilai kemanusiaan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia.
  • Menjamin dan dapat mempersatukan bangsa;
  • Berguna untuk mewujudkan keadilan sosial

Pengertian dan Fungsi Dasar Negara

Pengertian dan Fungsi Dasar Negara. Pengertian Dasar Negara, Fungsi dari Dasar Negara, Pancasila yang dijadikan Dasar Negara. Pedoman-Pedoman dalam Sebuah Dasar Negara. Negara dengan Dasarnya masing-masing.

Pengertian Dasar Negara

Sumber: poskotanews.com
Banyak para pakar yang sudah mendeskripsikan pengertian dasar negara serta fungsi dasar negara. Secara Umum Pengertian Dasar Negara yaitu sikap hidup, pandangan hidup, atau suatu hal yang tidak bisa dibuktikan kebenaran serta kekeliruannya.

Pada intinya, dasar negara adalah filsafat negara (political philosophy) yang berkedudukan sebagai sumber dari semua sumber hukum atau sumber tata tertip hukum dalam negara. Dan, agar lebih mengerti pengertian filsafat negara

Pertama-tama mari kita mengulas pengertian filsafat. Secara etimologis, filsafat datang dari kata philos yang memiliki arti sahabat, cinta, serta sophia yang memiliki arti kebijaksanaan, kebenaran, belajar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian filsafat yaitu pengetahuan serta penyelidikan, dengan akal budi tentang hakikat dari semua yang ada, sebab, asal, serta hukumannya.

Dasar Negara adalah landasan kehidupan sebuah negara karena tiap negara tentu mempunyai landasan negara dalam melakukan serta menjalankan kehidupan sebuah negara di mana dasar negara bertindak dalam mengatur penyelenggaraan sebuah negara.

Negara yang tidak mempunyai dasar negara yaitu sebuah negara yang dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara tidak mempunyai pedoman yang memiliki arti bahwa negara itu tidak mempunyai arah serta tujuan yang pasti.

Mau dibawa ke mana negara ini karena dasar negara meliputi tujuan negara, harapan negara, serta etika negara.

Negara indonesia sendiri mempunyai dasar negara yakni pancasila. Pancasila sebagai dasar negara yaitu ideologi negara indonesia yang menjadi pandangan serta metode semua bangsa indonesia dalam menggapai cita-cita. Cita-cita negara indonesia yaitu masyarakat yang adil serta makmur.

Fungsi Dasar Negara 

Sumber: yukepo.com
Pada umumnya, dasar negara dipakai oleh bangsa atau negara pendukungnya serta mempunyai fungsi sebagai berikut ini:

Dasar berdiri serta tegaknya sebuah negara: 

Pemikiran yang mendalam mengenai dasar negara biasanya muncul saat sebuah bangsa akan membangun satu negara. Sehingga, dasar negara berperan sebagai dasar berdirinya sebuah negara. Setelah negara berdiri, dasar negara bisa jadi landasan untuk pengelolaan negara yang berkaitan.

Dasar aktivitas penyelenggaraan negara: 

Negara didirikan untuk mewujudkan harapan serta tujuan nasional sebuah bangsa di bawah pimpinan beberapa penyelenggara negara. Dan, agar beberapa penyelenggara negara betul-betul bisa mewujudkan tujuan nasional, mereka mesti mendasarkan seluruh aktivitas pemerintahan pada dasar negara.

Dasar partisipasi warga negara: 

Seluruh warga negara memiliki hak serta kewajiban yang sama untuk menjaga negara serta berpartisipasi dalam usaha bersama menggapai tujuan bangsa. Dalam memakai hak serta menunaikan kewajibannya itu, semua warga negara mesti berpedoman pada dasar negara.

Dasar Pergaulan antara warga negara: 

Dasar negara tidak cuma jadi dasar perhubungan antar warga negara serta negara, tetapi juga dengan dasar untuk hubungan antar warga negara.

Dasar serta sumber hukum nasional:

Semua kegiatan penyelenggaraan negara serta warga negara dalam kehidupan masyarakat, berbangsa serta bernegara mesti didasarkan pada hukum yang berlaku. Maka dari itu, seluruh ketentuan perundang-undangan yang dibuat untuk penyelenggaraan negara mesti didasarkan pada dasar negara.

Sebagai dasar persatuan serta kesatuan bangsa: 

Hal semacam ini memiliki arti dasar negara berperan untuk merekatkan keragaman yang ada dalam masyarakat. Biasanya pengaturan dasar negara oleh sebuah negara memperhitungkan keragaman budaya serta latar belakang masyarakat.

Sebagai dasar sikap serta tingkah laku bangsa: 

Dasar negara sebuah negara punya pengaruh pada sikap serta tingkah laku politik warga negara serta penyelenggara negara itu sendiri.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Fungsi Dasar Negara, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Dasar Negara di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Dasar Negara. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. artikelsiana.com
  2. terpelajar.com

Pengertian Pancasila

Pengertian Pancasila 

Hakikat Pancasila 


Kedudukan dan fungsi Pancasila bilamana dikaji secara ilmiah memliki pengertian pengertian yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, sebagai pandangan hidup bangsa, sebagai ideologi bangsa dan Negara, sabagai kepribadian bangsa bahkan dalam proses terjadinya terdapat beragam jenis terminologi yang perlu didesktipsikan dengan cara objektif. Diluar itu, pancasila dengan cara kedudukan dan fungsinya juga harus dipahami secara urutan.

Oleh karena itu, untuk memahami Pancasila secara urutan baik menyangkut rumusannya maupun peristilahannya maka pengertian Pancasila itu mencakup lingkup pengertian sebagai berikut :


Pengertian Pancasila secara etimologis 


Secara etimologis istilah “Pancasila” berasal dari Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta. Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa sansekerta pengucapan “Pancasila” memilki dua jenis makna secara leksikal yaitu :

“panca” artinya “lima”

“syila” vokal I pendek artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”

“syiila” vokal i pendek artinya “peraturan perilaku yang baik, yang utama atau yang senonoh”

Kalimat tersebut kemudian dalam bahasa Indonesia terutama bahasa Jawa diartikan “susila “ yang memilki hubungan dengan moralitas. Oleh karena itu secara etimologis kata “Pancasila” yang dimaksudkan yaitu adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i pendek yang memilki arti leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang mempunyai lima unsur”. Mengenai istilah “Panca Syiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna 5 ketentuan perilaku yang utama.

Pengertian Pancasila secara Historis 


Proses perumusan Pancasila dimulai ketika dalam sidang BPUPKI pertama dr. Radjiman Widyodiningrat, mengajukan suatu permasalahan, khususnya akan dibahas pada sidang itu. Masalah itu yaitu mengenai suatu calon rumusan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Kemudian tampilah pada sidang itu tiga orang pembicara yaitu Mohammad Yamin, Soepomo dan Soekarno.

Pada tanggal 1 Juni 1945 didalam siding itu Ir. Soekarno berpidato secara lisan (tanpa teks) mengenai calon rumusan dasar negara Indonesia. Kemudian untuk memberikan nama “Pancasila” yang berarti lima dasar, hal ini menurut Soekarno atas saran dari salah seorang temannya yakni seorang ahli bahasa yang tidak disebutkan namanya.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, kemudian keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945 disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 termasuk Pembukaan UUD 1945 dimana didalamnya termuat isi rumusan lima prinsip atau lima prinsip sebagai satu dasar negara yang diberi nama Pancasila.

Mulai sejak saat itulah pengucapan Pancasila jadi bahasa Indonesia dan adalah istilah umum. Meskipun dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tidak termuat arti “Pancasila”, namun yang dimaksudkan Dasar Negara Republik Indonesia yaitu dimaksud dengan arti “Pancasila”. Hal semacam ini didasarkan atas interpretasi historis terlebih dalam rencana pembentukan calon rumusan dasar negara, yang secara spontan di terima oleh peserta sidang secara bulat.

Pengertian Pancasila secara Terminologis 


Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu telah melahirkan negara Republik Indonesia. Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan negara sebagaimana lazimnya negara-negara yang merdeka, maka panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) segera mengadakan sidang. Dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah berhasil mengesahkan UUD negara Republik Indonesia yang di kenal dengan UUD 1945. Adapun UUD 1945 terdiri atas dua sisi yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang berisi 37 pasal, 1 aturan Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal serta 1 Aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat.

Dalam bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea itu tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :

 1. Ketuhanan Yang Maha Esa

 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

 3. Persatuan Indonesia

 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam        permusyawaratan/perwakilan

 5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 berikut yang secara konstisional sah dan benar sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh rakyat Indonesia

Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya


Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Contoh, & Teorinya|Secara Umum, Pengertian Budaya Organisasi yaitu suatu karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi dan menjadi contoh organisasi untuk membedakan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Atau budaya organisasi juga disimpulkan sebagai nilai-nilai dan norma perilaku yang diterima serta dipahami secara bersama-sama oleh anggota organisasi sebagai dasar dalam ketentuan perilaku yang ada di dalam organisasi tersebut.

Asal muasal budaya organisasi bersumber dari pendirinya karena pendiri dari organisasi itu mempunyai pengaruh besar akan budaya awal organsiasi baik dalam hal kebiasaan atau ideologi. Misalnya misi yang bisa ia paksakan pada seluruh anggota organsiasi. Dimana hal semacam ini dilakukan langkah pertama yaitu dengan merekrut dan mempertahankan anggota yang sepaham. 

Kedua, melakukan indokrinasi dan mensosialisasikan cara pikir dan berperilaku pada karyawan. Selanjutnya yang terakhir yaitu pendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi diri, dan jika organisasi mengalami perkembangan maka organisasi akan meraih kesuksesan, visi, serta pendiri akan dipandang sebagai faktor penentu utama kesuksesan.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli 

Susanto: Pengertian budaya organisasi menurut susanto adalah nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan sebagaimana mereka harus bertingkah laku atau berperilaku.

Robbins: Budaya organisasi menurut Robbins adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan yang lain.

Gareth R. Jones: Definisi budaya organisasi menurut Gareth R. Jones adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi, suatu sistem dari makna bersama.

Walter R. Freytag: Pengertian budaya organisasi menurut Walter R. Freytag bahwa budaya organisasi adalah asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang disadari atau tidak disadari yang mampu mengikat kepaduan suatu organisasi. Asumsi dan nilai tersebut menentukan pola perilaku para anggota di dalam organisasi.

Larissa A. Grunig, et.al. : Menurut Larissa A. Grunig, et. al.., bahwa budaya organisasi adalah totalitas nilai, simbol, makna, asumsi, dan harapan yang mampu mengorganisasikan suatu kelompok yang bekerja secara bersama-sama.

Lathans (1998): Budaya organisasi menurut Lathans (1998) adalah norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota organisasi akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya. 

Sarpin (1995): Pengertian budaya organisasi menurut sarpin adalah suatu sistem nilai, kepercayaan dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur system formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi. 

Schein: Menurut Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu, dengan maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi masalah-masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.

Mondy dan Noe (1996): Menurutnya budaya organisasi adalah system dari shared values, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk menciptakan norma-norma perilaku.

Hodge, Anthony dan Gales (1996):  Budaya organisasi menurut mereka adalah konstruksi dari dua tingkat karakteristik, yaitu karakteristik organisasi yang kelihatan (observable) dan yang tidak kelihatan (unoservable).

Fungsi Budaya Organisasi 

1. Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi
2. Alat pengorganisasian anggota 
3. Menguatkan nila-nilai dalam organisasi 
4. Mekanisme kontrol perilaku 
5. Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang. 
6. Penentu arah organisasi mana yang boleh dan yang tidak boleh.  

Fungsi Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Fungsi budaya biasanya sulit dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya adalah gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada fungsi-fungsi budaya, yakni :
1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
2. Sebagai penyatu suatu masyarakat
3. Sebagai sumber
4. Sebagai kekuatan penggerak
5. Sebagai kekuatan untuk membentuk nilai lebih
6. Sebagai pola perilaku
7. Sebagai warisan
8. Sebagai pengganti formalisasi
9. Sebagai mekanisme penyesuaian pada perubahan
10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state

Sedangkan menurut Robbins (1999 : 294) fungsi budaya didalam suatu organisasi yaitu :
1. Budaya memiliki suatu peran dalam menetapkan tapal batas
2. Budaya berarti jati diri untuk suatu anggota organisasi
3. Budaya memudahkan munculnya komitmen
4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem social

Dan menurut pendapat Siagian (1992 : 153) mencatat lima fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Sebagai penentu batas-batas tingkah laku dalam arti memastikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang dilihat baik atau tidak baik, memastikan yang benar dan yang salah.
2. Menumbuhkan perasaan jati diri dalam suatu organisasi dan para anggotanya.
3. Menumbuhkan komitmen kepada kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.
4. Sebagai tali pengikat untuk seluruh anggota organisasi
5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang berkaitan.

Menurut pendapat Beach (Horrison, 1972) mencatat tujuh fungsi utama budaya organisasi, yakni :
1. Menentukan hal penting yang menjadi dasar organisasi, standar kesuksesan dan kegagalan harus bisa diukur.
2. Memaparkan bagaimana sumber-sumber organisasi digunakan dan untuk kepentingan apa.
3. Menciptakan apa organisasi dan anggotanya bisa saling mengandalkan satu sama lain.
4. Membuat beberapa cara pengontrolan tingkah laku dalam keabsahan organisasi dan membuat yang lain tak abash yakni memastikan dimana kekuasaan terletak dalam organisasi dan bagaimana menggunakannya.

Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya Organisasi

Berdasarkan hasil riset yang menunjukkan kalau ada tujuh karakteristik paling utama yang secara keseluruhan yakni sebagai berikut :
1. Innovation and Risk Talking (Inovasi dan pengambilan resiko), yaitu suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk menjadi inovatif serta mengambil resiko
2. Attention to Detail (Perhatian pada hal-hal detail), dimana pekerja diharapkan menunjukkan ketepatan, alaisis, serta perhatian pada hal detail.
3. Outcome Oritentation (Orientasi pada manfaat), yang mana manajemen menitik beratkan pada hasil atau manfaat dari yang tidak hanya sekedar teknik serta proses untuk memperoleh manfaat itu.
4. People Orientation (Orientasi pada orang), dimana ketentuan manajemen memperhitungkan pengaruh manfaatnya pada orang dalam organisasi.
5. Team Orientation (Orientasi pada tim), dimana kegiatan kerja di organisasi berdasar tim daripada individual
6. Aggresiveness (Agresivitas), dimana orang cenderung lebih agresif serta kompetitif daripada easygoing,
7. Stability (Stabilitas), yang mana kegiatan organisasional tersebut mengutamakan pada menjaga status quo sebagai lawan daripada perkembangan.

Contoh-Contoh Budaya Organisasi

1. Kerapian Administrasi
Budaya organisasi dalam hal keraian administrasi, adalah yang perlu dihidupkan dalam organisasi, baik itu surat-menyurat, keuangan, pendapatan karyawan, barang masuk/keluar, dan sebagainya yang membantu untuk kinerja organisasi.

2. Pembagian Wewenang Yang Jelas
Hal semacam ini adalah kunci yang bisa menentukan keberhasilkan akan kemampuan dalam sebuah perusahaan. Dengan tidak adanya pembagian wewenang kinerja mungkin saja para anggota atau karyawan dalam perusahaan itu akan kebingungan mana yang dijalankan serta mana yang tidak.

3. Kedisiplinan
Kedisiplinan adalah budaya organisasi yang melekat dimana pun berada. Dimana disiplin adalah karakter dari orang-orang berhasil yang bisa menghargai waktu.

4. Inovasi
Budaya organisasi umumnya akan mendorong anggota team untuk melahirkan beberapa inspirasi kreatif dan inovasi baru untuk tujuan organisasi yakni kemajuan organisasi.

Teori-Teori Budaya Organisasi

Suatu teori komunikasi mengenai seluruh simbol komunikasi seperti tindakan, kebiasaan, dan percakapan serta makna yang dilekatkan pada simbol tersebut . Konteks perusahaan, budaya organisasi dianggap sebagai salah satu strategi dari perusahaan dalam mencapai tujuan dan kekuasaan. Teori budaya organisasi ini mempunyai beberapa anggapan dasar yaitu sebagai berikut:

1. Anggota-anggota organisasi membuat dan menjaga perasaan yang dimiliki bersama akan suatu realitas organisasi, yang menyebabkan suatu pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini yaitu nilai yang dimiliki organisasi. Nilai adalah standar dan prinsip-prinsip yang ada dalam sebuah budaya.

2. Penggunaan dan interpretasi simbol yang sangat penting dalam budaya organisasi. Disaat seseorang memahami simbol itu, maka seseorang akan dapat bertindak menurut budaya dari organisasinya.

3. Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam. Dimana tiap-tiap organisasi mempunyai budaya yang berbeda-beda dan tiap-tiap individu dalam organisasi itu mempunyai penafsiran budaya dengan berbeda. Umumnya, perbedaan budaya dalam organisasi malah menjadi kekuatan dari organisasi sejenis lainnya. 

Sumber-sumber Budaya Organisasi

Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001 : 264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yakni :
1. Pengaruh umum dari luar yang luas
Meliputi beberapa aspek yang tidak bisa dikendalikan atau hanya sedikit bisa dikendalikan oleh organisasi.

2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas umpamanya kesopansantunan dan kebersihan.

3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik permasalahan eksternal ataupun internal organisasi akan memperoleh penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Kesuksesan menangani berbagai permasalahan itu adalah dasar untuk tumbuhnya budaya organisasi.

Unsur-Unsur Budaya Organisasi

1. Asumsi dasar
2. Seperangkat nilai dan Kepercayaan yang dipercayai
3. Pemimpin
4. Pedoman mengatasi permasalahan
5. Berbagai nilai
6. Pewarisan
7. Acuan perilaku
8. Citra dan Brand yang khas
9. Penyesuaian

Jenis-Jenis Budaya Organisasi

1. Berdasarkan Proses Informasi
a. Budaya Rasional
b. Budaya Idiologis
c. Budaya Konsensus
d. Budaya Hierarkis

2. Berdasarkan Tujuannya
a. Budaya Organisasi Perusahaan
b. Budaya Organisasi Publik
c. Budaya Organisasi Sosial

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial

Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial. Pengertian Perubahan Sosial, Teori Tentang Perubahan Sosial Menurut Para Ahli, dan Bentuk Perubahan Sosial yang terjadi dalam kehidupan.

Pengertian Perubahan Sosial

Sumber: umum-pengertian.blogspot.co.id
Berikut ini yakni Pengertian Perubahan Sosial Menurut Beberapa Pakar:
  1. Menurut William F. Ogburn, Perubahan Sosial yakni perubahan yang meliputi unsur–unsur kebudayaan baik secara materi maupun bukan materi. 
  2. Menuru Kingsley Davis, Perubahan Sosial yakni perubahan yang melibatkan susunan dan peranan masyarakat. 
  3. Menurut mac Ivan, Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial yang tersambung atau terhubung antar masyarakat. 
  4. Menurut Gillin And Gillin, Perubahan Sosial yaitu satu macam dari berbagai cara hidup dalam satu lingkungan masyarakat. Perubahan itu mungkin saja terjadi karena perubahan secara geografis, kebudayaan material, kependudukan, ideologi, dan dapat karena munculnya penemuan-penemuan baru oleh masyarakat di lingkungan itu sendiri. 
  5. Menurut Samuel Koenig, Perubahan Sosial yakni modifikasi dari pola kehidupan masyarakat. 
  6. Menurut Selo Soemardjan, Perubahan Sosial yakni seluruh perubahan pada beragam macam lembaga masyarakat dalam satu lingkungan masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk juga di dalamnya nilai sosial, sikap, pola tingkah laku antara beberapa kelompok yang ada pada masyarakat. 
Dan berdasarkan dari Pengertian Beberapa Pakar itu, kita dapat menyimpulkan Pengertian Perubahan Sosial, yaitu:

Perubahan Sosial yakni perubahan yang terjadi dalam satu lingkungan sosial yang meliputi beragam macam unsur dan menyebabkan terjadinya perubahan pada sistem sosial dalam lingkungan itu.

Perubahan Sosial meliputi perubahan susunan dan peranan masyarakat, juga termasuk satu diantaranya nilai–nilai sosial, etika, dan beragam macam pola dalam kehidupan manusia.

Teori–Teori Perubahan Sosial

Sumber: blog.unnes.ac.id
Perubahan terjadi karena adanya modifikasi dari berberapa pola kehidupan. Ada beragam macam kondisi yang menyebabkan terjadinya modifikasi itu. Kondisi itu dapat dijelaskan dengan beberapa Teori Perubahan Sosial berikut ini:

Teori Evolusi (Evolutionary Theory)

Teori Evolusi menjelaskan bila perubahan sosial memiliki arah tetap dan dirasakan setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud yakni perubahan sosial akan terjadi bertahap, mulai dari awal sampai perubahan paling akhir. Disaat udah terwujud perubahan paling akhir tidak akan terjadi perubahan lagi.

Pada dasarnya Teori Evolusi Berpegang teguh pada Teori Evolusi Darwin dan dipengaruhi Pemikiran Herbert Spencer. Ada dua tokoh yang paling mempunyai pengaruh dalam Teori Evolusi Perubahan Sosial, yaitu:

Emile Durkheim 

Emile Durkheim berpendapat bila perubahan terjadi karena satu evolusi mempengaruhi pengorganisasian masyarakat, terutama dalam menjalin hubungan kerja.

Ferdinand Tonnies 

Ferdinand Tonnies memiliki pendapat bila masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif jadi tipe masyarakat besar yang menjalin hubungan khusus dan impersonal.

Teori ini memiliki kekurangan, karena tidak bisa menjelaskan jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Masyarakat Berubah?”, teori ini hanya menjelaskan beragam macam perubahan yang terjadi.
Sumber: media.shafira.com

Teori Konflik (Conflict Theory) 

Teori ini menjelaskan bila Perubahan Sosial dapat terbentuk dari konflik. Konflik ini datang dari pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok masyarakat yang tertindas sampai melahirkan satu perubahan sosial yang dapat mengubah sistem sosial itu.

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni Karl Marx dan Ralf Dahrendort.
Menurut Karl Marx, Konflik kelas sosial yaitu sumber yang paling penting dan paling mempunyai pengaruh pada semua perubahan sosial yang terjadi.

Menurut Ralf Dahrendort, Setiap Perubahan sosial yaitu hasil dari konflik yang terjadi dalam kelas masyarakat.

Teori Fungsionalis 

Teori Fungsionalis menjelaskan bila, Perubahan Sosial yaitu satu yang konstan dan tidak memerlukan keterangan. Oleh sebab itu perubahan sosial mungkin saja mengacaukan satu keseimbangan dalam masyarakat. Jadi Teori Fungsional hanya menerima perubahan yang bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan perubahan yang tidak bermanfaat akan dibuang (tidak dipakai).

Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori ini yakni William Ogburn. Menurutnya, walaupun unsur–unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lain, namun kecepatan perubahan setiap unsur tidaklah sama. Ada Unsur yang berubah dengan cepat, adapula yang perubahannya lambat.

Teori Siklis/Siklus 

Teori siklus menjelaskan bila, Perubahan sosial terjadi secara bertahap (sama seperti teori evolusi), namun perubahan tidak akan berhenti di bagian “terakhir” yang sempurna, namun akan berputar kembali ke awal untuk peralihan ke sisi selanjutnya.

Sampai digambarkan seperti Satu buah siklus.
Tokoh yang mempunyai pengaruh dalam teori siklus yakni Oswald Spenger dan Arnold Toynbee.
Oswald berpendapat bila setiap masyarakat berkembang lewat 4 sisi, contoh sederhananya yakni perubahan manusia:
  1. Masa-masa Kanak–kanak
  2. Masa-masa Remaja
  3. Masa-masa Dewas, dan
  4. Masa-masa Tua. 
Arnold Toynbee mengemukakan bila perubahan sosial, baik itu perkembangan maupun satu kemunduran, dapat dijelaskan lewat konsep–konsep kemasyarakatan yang selalu berkaitan satu sama lain, yaitu tantangan dan tanggapan.

Bentuk–Bentuk Perubahan Sosial

Sumber: adityamedian.blogspot.co.id
Ada Beragam macam bentuk Perubahan Sosial yang terjadi:

Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat dan perubahan sosial yang terjadi secara cepat

Perubahan Evolusi, umumnya perubahan secara lambat disebut juga dengan evolusi. Perubahan ini memerlukan waktu yang lama, dan biasanya perubahan terjadi tanpa ada gagasan lebih dahulu, perubahan terjadi bisa bergantung pada orang–orang yang berkuasa pada beberapa masa spesifik.

Perubahan Revolusi, umumnya perubahan yang terjadi dalam periode waktu yang cepat disebut juga dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi mengubah dasar–dasar dan penopang kehidupan masyarakat dalam tempo yang singkat.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar dan Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil

Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil yakni perubahan yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, namun tidak memiliki arti penting dalam susunan sosial. Contohnya yakni perubahan bentuk pakaian yang tidak melanggar nilai dan etika.

Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar yakni perubahan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya yakni perubahan sistem pemerintahan.

Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tanpa gagasan

Perubahan yang direncanakan yakni perubahan sosial dengan persiapan yang matang dan rencana, contohnya yakni program keluarga berencana.

Perubahan tanpa gagasan yakni program tanpa adanya persiapan dan gagasan, contohnya keluarga yang mendadak sangat terpaksa pindah ke lingkungan baru.

Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki yakni perubahan sosial yang di setujui oleh masyarakat yang terkait. Contohnya yakni Gagasan pada ketentuan tertentu yang udah di setujui dalam rapat. Perubahan yang tidak dikehendaki yakni kebalikan dari perubahan yang dikehendaki.
Aspek–Aspek yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Sumber: kulpulan-materi.blogspot.co.id
Secara garis besar, aspek–aspek yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dibagi jadi 2, yaitu:

Aspek Internal 

Aspek internal yakni Aspek yang datang dari dalam lingkungan masyarakat yang terkait. Berberapa aspek internal yakni:
  1. Aspek Perkembangan Masyarakat 
  2. Ada Penemuan Baru 
  3. Invensi (Gabungan baru dari satu pengetahuan yang telah ada) 
  4. Sistem Ideologi (kepercayaan pada nilai–nilai spesifik) 
Aspek Eksternal 

Aspek Eksternal yakni kebalikan dari aspek internal, yaitu aspek yang datang dari luar lingkungan masyarakat yang terkait:
  1. Lingkungan Fisik (Contohnya Musibah atau bencana alam) 
  2. Peperangan 
  3. Dampak Kebudayaan Lain
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Teori, dan Bentuk Perubahan Sosial, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perubahan Sosial di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perubahan Sosial. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian, Sarana, dan Asas Hubungan Internasional

Pengertian, Sarana, dan Asas Hubungan Internasional. Pengertian Hubungan Internasional, Sarana atau Fasilitas Hubungan Internasional, Asas yang ada dalam Hubungan Internasional, Pengertian Hubungan Internasional Menurut Para Ahli,  Berbagai Macam Pola Hubungan Internasional, dan Tujuan dijalinnya Hubungan Internasional.

Pengertian Hubungan Internasional

Sumber: archlanguage.com
Hubungan internasional atau hubungan antar bangsa adalah satu hubungan manusia antar bangsa baik secara individu ataupun kelompok, yang dikerjakan baik secara langsung ataupun secara tidak langsung serta dapat berbentuk satu persahabatan, persengketaan, permusuhan maupun peperangan.

Pengertian Hubungan Internasional Menurut Beberapa Ahli 

Tulus Warsito 

Menurut Tulus Warsito menyebutkan kalau Hubungan internasional yakni sebuah studi pada hubungan dari politik luar negeri dari beberapa pelosok.

Drs. R. Soeprapto 

Menurut Soeprapto menyebutkan kalau Hubungan internasional adalah sebagai spesialisasi yang mengintegritaskan sebuah cabang-cabang pengetahuan lain yang mempelajari beberapa sisi internasional kehidupan sosial umat manusia.

Kenneth Watts. Thompson 

Menurut Kenneth menyebutkan kalau Hubungan internasional adalah satu studi mengenai sebuah rivalitas antar bangsa dan beberapa keadaan serta institusi-institusi yang melakukan perbaikan maupun memperburuk sebuah rivalitas itu.

J.C. Johari 

Menurut Johari menyebutkan kalau Hubungan internasional adalah sebuah studi mengenai satu hubungan yang berlansung di antara negara-negara berdaulat yang selain itu juga studi mengenai sebuah pelaku-pelaku non pelosok (non states actors) yang perilakunya memiliki efek bersama beberapa tugas Negara.

Couloumbis serta Wolfe 

Menurut Couloumbis serta Wolfe menyebutkan kalau Hubungan internasional adalah sebuah studi yang systematis tentang sebuah fenomena-fenomena yang dapat dilihat serta mencoba mendapatkan sebuah variabel-variabel mendasar untuk menjelaskan perilaku dan mengungkapkan satu karakteristik-Karakteristik atau beberapa type hubungan antara unit-unit social.

Mochtar Mas’oed 

Menurut Mochtar menyebutkan kalau Hubungan internasional yaitu hubungan yang amat kompleksitas lantaran di dalamnya ada/ikut serta satu bangsa-bangsa yang masing-masing berdaulat yang hingga membutuhkan mekanisme yang lebih rumit untuk pada hubungan antar kelompok.

Jeremy Bentham 

Menurut Jeremy Benham menyebutkan kalau Hubungan internasional adalah sebuah pengetahuan yang disebut satu kesatuan disiplin serta mempunyai ruang lingkup dan sebuah bagian rencana mendasar.

John Lewis Gaddis 

Menurut John Lewis Gaddis menyebutkan kalau Hubungan internasional yaitu satu bagian kajian yang berfungsi untuk satu negarawan dalam cara untuk membangun dunia yang lebih baik.

Ishaq Rahman 

Menurut Ishaq Rahman menatakan kalau Hubungan internasional adalah satu pengetahuan yang diidentikkan dengan sebuah hubungan antar negara.

Couloumbis 

Menurut Couloumbis menyebutkan kalau Hubungan internasional yakni sebuah pengetahuan yang mempelajari satu pola-pola tindakan serta reaksi di antara negara-negara berdaulat yang di mana perilaku elit pemerintah adalah indikatornya.

Beberapa Azas Hubungan Internasional 
Sumber: youthmanual.com
Menurut Hugo de Groot, mengungkapkan kalau hubungan negara akan mewujudkan kesederajatan antar negara-negara yang ikut serta di dalamnya, serta mewujudkan sebuah kepentingan bersama untuk perkembangan.

Dalam hubungan Internasional, di kenal dengan beberapa azas yang didasarkan atas daerah serta satu ruang lingkup berlakunya ketetapan hukum untuk daerah serta warga negara masing-masing. Ada tiga azas dalam hubungan internasional yang saling memengaruhi, yakni: 

Azas Teritorial 

Azas teritorial didasarkan pada suatu kekuasaan negara atas daerahnya. Dalam azas yang satu ini, seluruh warga serta seluruh barang yang ada di wilayahnya ditata oleh hukum negara. Jadi, untuk suatu hal diluar wilayahnya akan berlaku satu hukum internasional.
Azas Kebangsaan 

Azas kebangsaan ini didasarkan pada suatu wewenang negara untuk melindungi warga negaranya. Dalam azas ini, satu hukum dari negaranya akan berlaku pada tiap warga negara nya dimana saja ia ada. Jadi azas ini akan berlaku meskipun warga negaranya ada di lokasi asing (bukan lokasi negaranya).

Azas Kepentingan Umum 

Azas yang satu ini didasarkan pada suatu wewenang negara untuk melindungi serta berpedoman satu kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam azas ini, Negara dapat beradaptasi dengan seluruh kondisi serta satu momen yang bersangkut paut dengan kebutuhan umum. Jadi azas ini hukumnya tidak terikat pada batas – batas lokasi sebuah negara.

Ketiga azas ini amat diperhitungkan dalam menjalin satu hubungan internasional. Lantaran tanpa adanya tiga azas ini akan muncul beragam kekacauan internasional, oleh sebab itu hubungan sebuah negara dan negara yang lain mesti memiliki satu ketentuan dalam bentuk hukum internasional.

Pola Hubungan Internasional 
Sumber: materiku86.blogspot.co.id
Pola hubungan antar bangsa memiliki 3 jenis yakni: 

Penjajahan satu bangsa atas bangsa yang lain, ketergantungan sebuah bangsa arah bangsa lain serta hubungan sama derajat.

Pola Penjajahan 

Penjajahan pada hakekatnya yaitu satu penghisapan oleh sebuah bangsa atas bangsa lain yang diakibatkan oleh satu perubahan paham kapitalis, yang di mana pelosok penjajah akan memerlukan bahan mentah untuk industrinya serta maupun pasar untuk hasil industrinya. Inti dari sebuah penjajahan di sini adalah sebuah penguasaan lokasi bangsa lain.

Pola Ketergantungan 

Pola yang satu ini umumnya terjadi pada sebuah negara-negara berkembang yang kekurangan modal serta teknologi untuk membangun satu negaranya.

Terpaksa sekali akan memercayakan satu pertolongan negara-negara maju yang hasilnya akan menyebabkan ketergantungan pada negara-negara maju itu. Pola hubungan yang satu ini juga dikenal sebagai neo-kolonialisme (penjajahan dalam bentuk baru).

Pola Hubungan Sama Derajat 

Pola hubungan yang satu ini yang paling susah diwujudkan, tetapi pola hubungan yang sangat ideal karena berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, sesuai sama bunyi sila kedua Pancasila, yang menuntut satu penghormatan arah kodrat manusia sebagai makhluk yang sederajat tanpa melihat sebuah ideologi, bentuk negara ataupun system pemerintahannya.

Sarana Hubungan Internasional 
Sumber: fbanha.blogs.sapo.pt
Satu hubungan internasional akan memerlukan satu sarana yang bisa dipakai oleh negara yang menjalin hubungan internasional menurut J. Fradhel yakni:

Diplomasi 

Diplomasi adalah semua bentuk suatu aktivitas yang dipakai untuk memastikan satu maksud, serta memakai kapabilitas supaya mencapai maksud itu, menyesuaikan dengan kebutuhan nasional dengan negara lain, membuat maksud nasional yang berjalan untuk sebuah kebutuhan bangsa serta negara, dan memakai sarana serta kesempatan sebaik-baiknya.

Propaganda 

Propaganda adalah satu usaha yang sudah ditata dengan secara systematis serta dipakai untuk memengaruhi satu pikiran, emosi, serta tindakan sebuah kelompok untuk kebutuhan masyarakat umum, namun bukanlah untuk kebutuhan pemerintahannya. Informasinya dalam bentuk apa pun dapat dijadikan propaganda tanpa adanya batasan media.

Ekonomi, Sosial, serta Budaya 

Memakai satu sarana Ekonomi, sosial, serta budaya dapat membantu memberi pemasukkan negara serta merupakan satu sarana yang amat efisien.

Kapabilitas Militer 

Pada fasilitas yang satu ini dapat meningkatkan satu keyakinan sebuah negara dalam menghadapi beragam satu ancaman dari negara lain. Juga dibutuhkan dalam membentuk sebuah kesiapan bersama untuk menghadapi sebuah peluang terjadinya hal yang tidak dikehendaki.

Tujuan Hubungan Internasional 
Sumber: softilmu.com
  1. Untuk memacu dalam perkembangan ekonomi tiap Negara 
  2. Untuk menciptakan rasa sama-sama pengertian antarbangsa dalam membina serta menegakkan sebuah perdamaian 
  3. Untuk menciptakan satu keadilan serta kesejahteraan untuk semua rakyat di dunia 
  4. Untuk merajut satu hubungan internasional antar negara yang berkaitan. 
  5. Untuk Merajut satu hubungan kerja di bagian politik, ekonomi, social serta budaya 
  6. Untuk memenuhi sebuah keperluan warga negaranya 
  7. Untuk Membuka kesempatan dalam pemasaran product dalam negeri ke luar negeri 
  8. Untuk memperlancar satu hubungan ekonomi antarnegara 
Hidup negara juga sama seperti hidup kita sebagai individu. Kita mesti terkait satu sama lain dalam melakukan hidup. Begitu pula dengan sebuah negara, Negara mesti merajut hubungan kerja dengan negara yang lain untuk membuat kemajuan dan bertahan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Sarana, dan Asas Hubungan Internasional, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hubungan Internasional di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hubungan Internasional. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. seputarilmu.com