Showing posts sorted by relevance for query pengertian iklim. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian iklim. Sort by date Show all posts

Pengertian Biosfer : Tingkatan Dan Faktor Terjadinya Biosfer

Pengertian Biosfer

Pengertian Biosfer adalah lapisan lingkungan habitat makhluk hidup yang terdiri dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Menurut ilmu Biologi, pengertian biosfer adalah lapisan Bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan bumi. Menurut Ilmu Geografi, pengertian lapisan tempat tinggal makhluk hidup atau seluruh ruang hidup yang ditempati organisme. Secara etimologi, Istilah biosfer berasal dari dua kata yaitu bio yang berarti makhluk hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi biosfer merupakan lapisan kehidupan (flora dan fauna).

Dalam pengertian luas menurut Geofisiologi, Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksi dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.  Biosfer diperkirakan telah berlangsung di bumi selama 3,5 milliar tahun dari 4,5 milliar tahun usi bumi.

Biosfer secara arti kata terbentuk dari dua kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang memiliki arti lapisan. Jadi, bila digabungkan biosfer adalah lapisan dimana tempat makhluk hidup itu tumbu atau menjadi habitat bagi makhluk hidup baik manusia, flora dan fauna serta mikroorganisme lainnya. Lapisan biosfer sejajar dengan tiga lapisan atmosfer lainnya yaitu litosfer, hidrosfer dan antroposfer. Ke-empat lapisan tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. Biosfer sendiri lebih fokus pada kajian mengenai flora (dunia tumbuhan) dan fauna (dunia binatang) baik yang ada di daratan, air laut dan air tawar.

Biosfer merupakan lapisan yang sangat tipis dari keseluruhan lapisan bumi, hanya berkisar 9000 meter saja dan merupakan sistem kehidupan dan organisasi terkompleks di dunia bahkan hanya ada satu-satunya yang seperti biosfer di sistem tata surya. Entah di planet lain ada atau tidak namun sepanjang sejarah belum ditemukan yang seperti lapisan biosfer.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli 


  • Eduard Suess: Menurut Eduard Sues seorang ahli geoglogi di austria tahun 1875 yang mengatakan bahwa pengertian biosfer adalah tempat pada permukaan bumi dimana kehidupan berdiam. 
  • James Lovelock: Menurut James Lovelock, pengertian biosfer adalah sebuah organisme hidup, yang hidsebut sebagai hipotesa gaia. Hipotesa gaia menjelaskan bagaimana faktor abiotik dan biotik berinteraksi dalam lingkungan. 
  • Vladimir wanouich veinadsky: Biosfer adalah sebuah sistem terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah bumi. 
  • Jhon Wiley: Menurut Jhon Wiley, pengertian biosfer adalah zona dari planet bumi dimana kehidupan terjadi secara alami, diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer yang lebih rendah. 
  • Michael Allaby: Menurutnya, pengertian biosfer adlaah bagian lingkungan hidup organisme yang ditemukan dan mereka berinteraksi membentuk sistem kelompok yang stabil, efektif untuk keseluruhan ekosistem di planet. 

Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


  • Protoplasma, adalah zat hidup dalam sel dan terdiri dari senyawa organik kompleks seperti protein, lemak, dan sejenisnya. 
  • Sel, adalah satuan dasar organisme yang terdiri dari protoplasma dan inti yang terdapat di membran. 
  • Jaringan, merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, seperti jaringan otot.  
  • Organ, yaitu bagian suatu organisme dengan fungsi tertentu, seperti kaki atau telinga pada hewan, dan manusia, daun atau akar pada tumbuhan.  
  • Sistem Organ, adalah kerja sama antara struktural dan fungsional yang harmonis, seperti kerja sama antara mata dan telinga, antara daun dan batang pada tumbuhan.  
  • Organisme merupakan makhluk hidup. 
  • Populasi, adalah kelompok organisme sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu daerah tertentu. Seperti populasi manusia di jakarta, populasi banteng di Baluran, atau populasi badak di Ujung Kulon. 
  • Komunitas, adalah semua populasi dari berbagai jenis yang berada di suatu daerah tertentu. 
  • Ekosistem, adalah tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Dalam praktiknya, kondisi atau pun keadaan biosfer dipengaruhi oleh beberapa macam faktor berikut :

  • Iklim

Faktor yang mempengaruhi biosfer yang pertama adalah faktor iklim. Iklim merupakan kondisi suhu dan juga kelembaba udara yang terjadi di suatu wilayah atau pun daerah tertentu dalam jangka waktu yang sangat panjang / lama. Pada dasarnya tidak semua makhluk hidup dapat tinggal di semua jenis iklim. Beberapa makhluk hidup hanya dapat tinggal di iklim trofis dan iklim subtrofis. Oleh karena itu, semakin panjang bentang iklim yang dimiliki oleh suatu lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan lingkungan tersebut untuk ditinggali organisme makhluk hidup.

  • Kondisi Geologi

Faktor kedua yang mempengaruhi kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan kondisi lingkungan fisik alam sekitar. Kondisi geologi mencakup berbagai macam hal seperti tingkat suhu lingkungan, keberadaan air, udara, dan berbagai macam faktor lainnya. Semakin lengkap kondisi geologi suatu lingkungan biosfer, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk ditinggali oleh organisme makhluk hidup.

  • Ketinggian Tempat

Faktor ketiga yang mempengaruhi kondisi atau pun keadaan biosfer adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat memegang peranan penting terhadap kehidupan organisme makhluk hidup. Tidak semua organisme makhluk hidup dapat hidup di daerah – daerah yang tinggi. Bahkan, pada ketinggian tertentu, tidak ada satu organisme makhluk hidup pun yang dapat hidup. Oleh karena itu, untuk bisa ditinggali, lingkungan biosfer harus berada pada ketinggian yang wajar / sesuai dengan kebutuhan organisme makhluk hidup.

  • Faktor Biotik

Selain tiga faktor di atas, faktor terakhir yang turut mempengaruhi kondisi biosfer adalah faktor biotik. Faktor biotik merupakan faktor – faktor makhluk hidup yang mendukung kehidupan organisme makhluk hidup lainnya. Tanaman pohon misalnya, merupakan faktor biotik untuk berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya seperti burung, tupai, bajing, manusia, bakteri, dan berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya.

Semakin banyak faktor biotik yang ada dalam lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk dijadikan sebagai habitat atau pun tempat tinggal makhluk hidup.

Pengertian Variabel : Macam Dan Fungsi Variabel

Pengertian Variabel

Dahulu, orang menganggap bahwa penelitian berhubungan dengan tabung reaksi, dan berbagai percobaan (eksperimen). Setidaknya suatu penelitian dianggap menghasilkan sesuatu yang baru. Seperti halnya seorang pembuat kue, dia tidak akan puas dengan satu hasil kue, namun dia akan berusaha untuk menghasilkan produk kue yang baru dan belum pernah ada atau dibuat oleh orang lain sebelumnya.

Pengertian Variable Menurut Para Ahli


  • Menurut Hatch & Farhady (1981) : Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. 
  • Kerlinger (1973) : Variable adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. 
  • Kidder (1981) : Variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian, Variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. 
  • Bhisma Murti (1996) : variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. 
  • Menurut Sutrisno hadi : Pengertian variabel adalah objek penelitian yang bervariasi. Contohnya ukuran tinggi manusia yang divariasikan menjadi tingkatan umur, kelamin serta lokasi tempat tinggal manusia tersebut.
  • Bagja Waluya :Pengertian variabel adalah konsep yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap eksperimen/penelitina (research).
  • Tia Mutiara : Pengertian variabel adalah sesuatu yang menjadi fokus perhatian yang memberikan pengaruh dan mempunyai nilai (value).
  • Sugiarto : Pengertian variabel adalah karakter yang dapat diobservasi dari unit amatan yang merupakan suatu pengenal atau atribut dari sekelompok objek. Maksud dari variabel tersebut adalah terjadinya variasi antara objek yang satu dengan objek yang lainnya dalam kelompok tertentu.
  • Sudigdo Sastroasmoro : variable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu subyek ke subyek lainnya. 
  • Er. Ahmad Watik Pratiknya (2007) : variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa apapun, asal mempunyai ciri yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai variable.

Pengertian variabel sangat bermacam-macam bergantung dari mata pelajaran pengertian variabel dimaksudkan seperti dalam mata pelajaran, sains, matematika, ilmu komputer, dan logika matematika. Berikut pengertian variabel dari setiap macam-macam pelajaran antara lain sebagai berikut :

  • Dalam Sains, Pengertian variabel adalah objek penilitian. artinya segala sesuatu yang harus diteliti Variabel terdiri atas nama dan nilai atau dapat dikosongkan dan diisi nilainya.
  • Dalam Matematika, Pengertian variabel adalah karakter atau abjad yang menggunakan jumlah yang belum ditentukan. Setiap variabel mengandung nilai. variabel dalam matematika memudahkan mengerjakan soal, terutama soal aljabar.
  • Dalam Ilmu Komputer, Pengertian variabel adalah  nama yang umumnya berupa abjad, karakter, atau kata yang mewakili beberapa nilai dalam memori komputer
  • Dalam Logika Matematika, Pengertian variabel adalah salah satu simbol yang mewakili sebuah simbol 

Macam-Macam Variabel

Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Banyak sekali definisi variable yang diungkapkan para ahli, dan definisi tersebut berpotensi membingungkan para peneliti pemula.

Secara peribadi, variabel penelitian adalah atribut yang mencerminkan pengertian atau bangunan pengertian dan memiliki nilai. Contoh, tinggi badan, kenapa dianggap sebagai variable, karena memiliki nilai, dan antara satu dan yang lain memiliki tinggi badan yang berbeda. Kalau masih membingungkan. Jika masih membingungkan, perhatikan contoh berikut; masalah banyaknya kosakata dalam buku pelajaran menyulitkan siswa, maka variable yang bisa diambil adalah ukuran banyaknya kosakata, dan ukuran kemampuan siswa. Jadi konsep yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, itulah yang menjadi variable penelitian.

Variabel penelitian sangat penting dalam sebuah penelitian, karena variabel bertujuan sebagai landasar mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data, dan sebagai alat menguji hipotesis. Itulah sebabnya, sebuah variable harus dapat diamati dan dapat diukur.

Variabel penelitian dapat dibedakan menjadi :

  1. Variabel Independen biasa juga diistilahkan dengan Variabel Stimulus, Predictor, Antecedent, Variabel Pengaruh, Variabel Perlakuan, Kausa, Treatment, Risiko, Variable Bebas, dan Variabel Eksogen. Variabel Independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan demikian karena variable ini bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Contoh, pengaruh zikir terhadap mental siswa. Variable dzikir bebas mempengaruhi mental
  2. Variabel Dependen. Sering disebut sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat, Variabel Tergantung, dan Variabel Indogen. Variabel Dependen merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent. Contoh : pengaruh zdikir terhadap mental siswa. Mental siswa adalah variable dependen
  3. Variabel Moderator. Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. Contoh: Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/ lingkungan belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam menciptakan iklim belajar. Variable moderatornya adalah kuat dan rendah
  4. Variabel Kontrol. Variabel Kontrol adalah Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti dalam penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimental. Variable ini sefatnya sebagai penengah.

Fungsi Variabel

Kegunaan atau fungsi variabel dalam penelitian mengikuti pada jenis variabel yang digunakan dalam penelitian itu sendiri. Sesuai penjabaran macam dan jenis variabel di atas dapat didefinisikan kegunaan variabel sebagai berikut.

Menurut Sandjaja dan Albertus (2006: 84), variabel dalam penelitian terdiri dari berbagai jenis yaitu variabel bebas, variabel tergantung, variabel moderator, variabel kontrol, dan variabel anatara.

Variabel bebas berfungsi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain. Contoh: Pupuk Z adalah variabel bebas. Disebut demikian karena pupuk Z akan mempengaruhi tanaman kacang. Pupuk Z jumlahnya dapat dimanipulasi dengan menambah atau mengurangi jumlahnya selama proses penelitian.

Variabel tergantung berfungsi untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas. Contoh: Dalam penelitian di atas, tanaman kacang atau lebih spesifiknya, kesuburan tanaman kacang merupakan variabel tergantung.

Variabel moderator berfungsi untuk memberi pengaruh hubungan antara variabel bebas dengan varibel tergantung. Contoh: Mengenai pupuk Z, dapat diduga ada beberapa faktor yang mempengaruhi jalannya penelitian seperti misalnya tanah, air, pot sebagai media tanam, dan sinar matahari.

Variabel kontrol berfungsi untuk menetralkan pengaruhnya terhadap variabel tergantung. Contoh: Tanah, air sinar matahari dikontrol oleh peneliti untuk menghilangkan pengaruhnya  dengan jalan menyamakan faktor-faktor tadi baik pada tanaman kacang pertama, maupun tanaman kacang kedua.

Variabel antara merupakan variabel yang tidak dapat diamati dan diukur serta tidak disebut dalam kajian oprasional, namun disebutkan keberadaannya dalam kajian teoritik. Contoh: proses tanaman kacang menjadi subur.

Pengertian Organisasi

Pengertian Organisasi 



Pengertian Organisasi yaitu suatu kelompok orang yang bekerja bersama untuk tujuan bersama. Sedangkan dengan cara terperinci pengertian organisasi yaitu sebagai tempat atau wadah untuk orang berkumpuldan berkerja sama dengan cara rasional serta sistematis, terencana, terpimpin, serta terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya baik uang, metode, material, serta lingkungan, serta sarana-prasarana, data serta lain sebagainya yang dipakai dengan cara efisen serta efisien untuk meraih maksud organisasi,


1. Tujuan Organisasi 


Setiap manusia mempunyai kebutuhan serta maksud yang berbeda-beda, hal itu menjadi sebab ada tujuan dalam organisasi, dengan menjadikan satu kebutuhan serta tujuan yang tidak sama untuk menjadi kebutuhan serta tujuan yang sama. Tujuan organisasi mempunyai pengaruh dalam mengembangkan organisasi baik dalam perekrutan anggota, serta pencapaian apa yang ingin dilakukan dalam berjalannya organisasi tersebut . Tujuan-tujuan organisasi diantaranya seperti berikut...

  1. Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemandirian serta sumber daya yang dimilikinya dalam mencapai tujuan 
  2. Sebagai tempat mencapai tujuan dengan selektif serta efektif karena melakukan dengan cara bersama-sama 
  3. Sebagai tempat mendapatkan jabatan serta pembagian kerja 
  4. Tempat mencari keuntungan bersama-sama 
  5. Sebagai tempat mengelola dalam lingkungan bersama-sama 
  6. Sebagai tempat memperoleh penghargaan 
  7. Sebagai tempat dalam memperoleh kekuasaan serta pengawasan 


2. Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli 



  1. Stoner, Menurutnya pengertian organisasi yaitu suatu pola beberapa hubungan melalui orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama 
  2. Stephen P. Robbins, Menurut definisinya, pengertian organisasi yaitu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk meraih satu tujuan bersama-sama atau sekelompok tujuan. 
  3. James D. Mooney, Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk meraih tujuan bersama-sama. 
  4. Chester I. Bernard, Menjelaskan bahwa organisasi yaitu suatu sistem kesibukan kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. 
  5. Drs. H. Malayu S, P, Hasibuan, menurut dia pengertian organisasi yaitu sebagai sistem pemilihan, pengelompokan, serta penyusunan berbagai macam aktivitas yang dibutuhkan untuk meraih tujuan bersama-sama. 
  6. Max Weber, Menurut pendapatnya pengertian organisasi yaitu satu kerangka jalinan terstruktur yang didalamnya ada wewenang, serta tanggung jawab dan pembagian kerja menggerakkan suatu hal manfaat tertentu. 


3. Ciri-Ciri Organisasi 



a. Ciri-Ciri Organisasi Secara umum 

  1. Memiki maksud serta tujuan 
  2. Mempunyai komponen yakni atasan serta bawahan 
  3. Ada kerja sama yang terstruktur 
  4. Memiliki pendegelasian wewenang serta koordinasi sebagian tugas. 
  5. Memiliki keterikatakan format serta tatat tertip yang perlu ditaati 

b. Ciri-Ciri Organisasi Menurut Beberapa Pakar yakni Berelson serta Steiner 

  1. Normalitas, yaitu ciri organisasi sosial yang mengacu pada perumusan tercatat dari pada sebagian ketentuan, bebrapa ketentuan prosedur, kebijaksanaan, maksud, kiat dan sebagainya 
  2. Hierarki, yaitu ciri organisasi yang merujuk pada pola kekuasaan serta kewenangan yang berbentuk piramida, berarti ada beberapa orang tertentu dengan kekuasaan serta kewenangan yang tinggi daripada orang umum dalam organisasi tersebut . 
  3. Besar serta Kompleksnya, yaitu ciri organisasi sosial yang mempunyai banyak anggota hingga hubungan sosial antar anggota yaitu tidak langsung (impersonal) yang umumnya dimaksud dengan " tanda-tanda birokrasi " 
  4. Lamanya (Duration), yaitu ciri organisasi di mana eksistensi organisasi lebih lama daripada keanggotaan pada organisasi tersebut . 

c. Ciri-Ciri Organisasi Modern 

  1. Organisasi bertambah besar 
  2. Penggunaan staf lebih intensif 
  3. Unsur-unsur organisasi lebih lengkap 
  4. Pengelolaan data semakin cepat 
  5. Adanya prinsip-prinsip atau azas-asaz organisasi 
  6. Cenderung spesialisasi 


4. Unsur-Unsur Organisasi 



a. Unsur-Unsur Organisasi Secara Umum 

  1. Man, yaitu unsur utama pembentuk organisasi yang disebut sebagai personil atau anggota yang menurut fungsi serta tingkatannya terdiri atas unsur pimpinan (administrator) sebagai pemimpin paling tinggi organisasi, beberapa manajer pemimpin unit tertentu suatu kerja sesuai manfaatnya serta beberapa pekerja (workers). Setiap hal itu adalah kemampuan organisasi. 
  2. Kerja Sama, yaitu unsur organisasi di mana setiap anggota atau personil lakukan perbuatan dengan cara bersama-sama untuk maksud bersama-sama. 
  3. Maksud Bersama-sama, yaitu Tujuan yang menginginkan diraih/diinginkan baik dari prosedur, program, pola atau titik akhir dari pekerjaan organisasi itu. 
  4. Peralatan (Equipment), yaitu fasilitas serta prasarana yang berbentuk kelengkapan dari organisasi itu baik itu berbentuk bangunan (gedung, kantor), materi, uang, serta kelengkapan lainnya. 
  5. Lingkungan (Environment), yaitu unsur organisasi yang juga mempunyai pengaruh. Aspek itu yaitu ekonomi, sosial budaya, strategi, kebijaksanaan. biaya, serta ketentuan yang sudah ditetapkan. 
  6. Kekayaan Alam, yang termasuk dengan kekayaan alam yaitu air, cuaca, kondisi iklim, flora serta fauna. 
  7. Kerangka/Kontruksi Mental Organisasi, yaitu landasan dari organisasi yang berada pada visi organisasi tersebut di buat. 


b. Unsur-Unsur Organisasi Menurut Keith Davis 
Unsur Pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya adalah keterlibatan mental serta perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah
Unsur Kedua, adanya sikap suka-rela dalam membantu kelompok mencapai maksud tertentu.
Unsur Ketiga, unsur tanggung jawab adalah rasa yang paling menonjol dalam jadi anggota

c. Unsur-Unsur Dasar Organisasi 
  1. Personil atau anggota 
  2. Visi 
  3. Misi 
  4. Wewenang 
  5. Struktur 
  6. Hubungan 
  7. Formalitas 
  8. Sumber Daya 
  9. Proses Kegiatan organisasi 

5. Teori-Teori Organisasi 

a. Teori Organisasi Klasik yaitu teori yang mempunyai rencana organisasi dari mulai tahun 1800 (abad 19) yang mendefinisikan organisasi yaitu sebagai struktur interaksi, kekuasaan-kekuasaan, sebagian tujuan, beberapa fungsi, beberapa kegiatan, komunikasi serta aspek lain saat orang bekerja bersama. Teori klasik sangat tersentralisasi serta tugas-tugasnya terspesialisasi dan pemberian petunjuk mekanistik struktural yang kaku serta tidak kreatif yang digambarkan oleh para teoritisi.

Teori Klasik disebut juga dengan teori tradisional. Teori klasik berkembang dalam 3 jenis aliran diantaranya sebagai berikut..

Teori Birokrasi, teori birokrasi dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya yang berjudul " The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism

Teori Administrasi, teori administrasi dikembangkan atas sumbangan dari Henry Fayol serta Lyndall Urwick dari Eropa dan Mooeny serta Reliey dari Amerika
Manajemen Ilmiah, teori ini dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor yang dimulai pada tahun 1900.

b. Teori Organisasi Neoklasik yaitu Teori yang menekankan pada pentingnya segi psikologis serta sosial, baik sebagai individu serta kelompok dalam lingkungan kerja. Teori Neoklasik yaitu teori/aliran interaksi manusia (The Human Relation Movement). Dalam pembagian kerja, diperlukan hal-hal tersebut yang sudah dikemukakan teori neoklasik diantaranya sebagai berikut..

  • Partisipasi, yakni melibatkan setiap orang dalam sistem pengambilan ketentuan
  • Perluasan kerja, yakni sebagai kebalikan dari pola spesialisasi
  • Manajemen bottom-up, yang bakal memberi kesempatan para junior untuk berperan serta dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.


c. Teori Organisasi Modern yaitu teori yang bersifat terbuka di mana semua unsur organisasi satu kesatuan yang saling ketergantungan. Teori modern dipelopori oleh Herbert Simon yang ditandai serta diawali disaat selesainya gerakan contingency.

Teori modern dimaksud sebagai analisis sistem pada organisasi yang disebut aliran ketiga paling besar dalam teori organisasi serta manajemen. Sistem terbuka yang dipelopori Katz serta Robert kahn dalam bukunya " the social psychology of organization ". yang menjelaskan dalam bukunya tentang kelebihan sistem terbuka.

6. Manfaat Organisasi 

  1. Tercapainya satu tujuan 
  2. Melatih mental bicara di publik 
  3. Mudah memecahkan masalah 
  4. Melatih leadership 
  5. Memperluas pergaulan 
  6. Kuat dalam menghadapi tekanan 
  7. Meningkatkan wawasan serta pengetahuan

Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem



Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara tamu dengan lingkungan. Ekosistem dapat dianggap sebagai suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara semua elemen lingkungan yang mempengaruhi satu sama lain.

Dalam ekosistem, organisme berkembang di masyarakat bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk hidup. Ide ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: “organisme, dalam mikroorganisme tertentu, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga negara di bumi cocok untuk kehidupan”.

Komponen pembentuk



Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang substrat atau di mana kelangsungan hidup, atau lingkungan di mana untuk hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktu. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi organisme, yaitu:

Suhu
Proses biologis dipengaruhi oleh suhu. Mamalia dan burung membutuhkan energi untuk mengatur suhu di dalam tubuh.

Air
Ketersediaan air mempengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.
Garam, Konsentrasi garam mempengaruhi keseimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.

Sinar matahari 
Intensitas dan kualitas cahaya mempengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan matahari yang terjangkau. Di padang pasir, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan mengalami depresi.
Tanah dan batu, Beberapa karakteristik meliputi struktur fisik tanah, pH dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada isi sumber makanan mereka di tanah.

Iklim
kondisi cuaca untuk waktu yang lama di daerah. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro termasuk iklim di daerah yang dihuni oleh komunitas tertentu.

Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk merujuk kepada sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah komponen yang membentuk suatu ekosistem selain komponen abiotik (tak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsi makhluk hidup dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrofik terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanan. Komponen heterotrofik disebut konsumen makro (fagotrof) karena makanan dimakan lebih kecil. Diklasifikasikan manusia heterotrofik, hewan, jamur, dan mikroba.

Pengurai / dekomposer
Pengurai pengurai adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai konsumen juga disebut makro (sapotrof) karena makanan dimakan dalam ukuran yang lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian dekomposisi dan melepaskan bahan sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Diklasifikasikan sebagai pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada juga pengurai disebut detritivor, hewan yaitu yang memakan membusuk sisa-sisa bahan organik, misalnya, adalah kutu kayu. Ada tiga jenis dekomposisi, yaitu:

Aerobik: oksigen adalah akseptor elektron / oksidan
Anaerobik: oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai akseptor elektron / oksidan
fermentasi: oksidasi anaerobik bahan organik tetapi juga sebagai akseptor elektron. komponen ini di satu tempat dan berinteraksi membentuk suatu ekosistem yang teratur. Misalnya, dalam suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrofik, tanaman air sebagai komponen autotrof, plankton mengambang di air sebagai komponen pengurai, sedangkan termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
Ketergantungan

Rantai makanan
perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan oleh urutan tertentu. Setiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau tingkat trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan nabati, tingkat trofi pertama selalu diduduki oleh tanaman hijau sebagai produsen.

Antar komponen biotik dan abiotik


siklus karbon
siklus air
siklus nitrogen
siklus sulfur

Tipe-tipe Ekosistem


Ekosistem air tawar
Ekosistem laut
Ekosistem estuari
Estuari (muara)
Ekosistem pantai
Ekosistem sungai
Ekosistem terumbu karang
Ekosistem laut 
Ekosistem lamun

Terestrial (darat)
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem darat dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa ekosistem terestrial berada pada tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.

Hutan hujan tropis
Hutan hujan tropis berada di daerah tropis dan subtropis. Karakteristik adalah 200-225 cm curah hujan per tahun. Relatif banyak spesies pohon, spesies berbeda satu sama lain tergantung pada geografi. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun untuk membentuk hood (kanopi).

Sabana
Sabana tropis berada di daerah dengan curah hujan 40-60 inci per tahun, tapi temepratur dan kelembaban masih tergantung pada musim. Sabana adalah terluas di dunia adalah di Afrika; tetapi di Australia juga ada savana yang luas.

Padang rumput
Padang rumput di daerah yang membentang dari daerah tropis ke subtropis. Ciri-ciri padang rumput adalah sekitar 25-30 cm dari curah hujan per tahun, curah hujan tidak teratur, porositas (penyerapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat.

Gurun
Gurun yang terletak di daerah tropis yang berbatasan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun gersang dan curah hujan rendah (25 cm / tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.

Hutan gugur.
Apakah hutan gugur di daerah beriklim yang memiliki empat musim, karakteristik curah hujan merata sepanjang tahun. Spesies pohon kecil (10 s / d 20) dan tidak terlalu ketat.

Taiga
Taiga yang terkandung di belahan bumi utara dan di pegunungan tropis, fitur-fiturnya adalah suhu rendah di musim dingin. Hutan Taiga biasanya terdiri dari satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya.

Tundra
Tundra di belahan bumi utara di Lingkaran Arktik dan ditemukan di puncak gunung yang tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari.

Karst (batu gamping /gua)
Kawasan karst berasal dari nama batu kapur di wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata memiliki karakter yang sama, yaitu, tanah yang kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, erosi, rentan terhadap pori aerasi rendah, gaya permeabilitas lambat dan didominasi oleh pori-pori mikro.

Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Subsidi energi, manfaat ekosistem buatan dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi oleh pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan adalah:

bendungan
produksi tanaman seperti hutan jati dan pinus
bentuk agroekosistem dari tadah hujan
sawah irigasi
Perkebunan kelapa
ekosistem seperti pemukiman pedesaan dan perkotaan
ruang ekosistem

Pengertian Pemanasan Global : Penyebab Dan Dampaknya

Pengertian pemanasan global

Pengertian pemanasan global (global warming) banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

Pengertian Pemanasan global adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

Penyebab Pemanasan Global karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

Pengertian Pemanasan Global secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

Penyebab Pemanasan Global (Global Warming) - Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

Penyebab Pemanasan Global adalah sebagai berikut :

  • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
  • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
  • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
  • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
  • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
  • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
  • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
  • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
  • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

Dampak Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :
  • Gunung-gunung es akan mencair 
  • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
  • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
  • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
  • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
  • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
  • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
  • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
  • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
  • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
  • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
  • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

Pengertian Global Warming : Dampak Dan Penyebab Global Warming

Pengertian Global Warming

Pengertian global warming (pemanasan global global) warming banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab, dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan global. Kita semua tahu dampaknya sangat  membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Pengertian Pemanasan Global. Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

Pengertian global warming adalah kenaikan suhu permukaan bumi yan disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan global adalah  pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.

Menurut Sri Tjahjani Budi Utami, Pengertian Pemanasan Global adalah sebuah fenomena ketika energi yang berasal dari radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi dan dilepas kembali sebagai energi infra merah yang tidak dapat menembus keluar angkasa karena terhambat atau terperangkap oleh berbagai macam gas rumah kaca ada di atmosfer.

Penyebab global warming karena kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida dan gas-gas lain yang dikenal sebagai gas tumah kaca yang meliputi bumi dan menyebabkan berubahnya pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan curah hujan yang tidak biasa, semakin ganasnya angin dan badai bahkan terjadinya bencana alam.

Pengertian global warming secara umum adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata bumi yang diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan teknologi dan aktivitas manusia sehingga menyebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca.

Penyebab global warming (Pemanasan Global). Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut.

Penyebab global warming adalah sebagai berikut :

  • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
  • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
  • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
  • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
  • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
  • Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. 
  • Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida 
  • Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global. 
  • Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas. 

Dampak global warming (Pemanasan Global)

Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut :

  • Gunung-gunung es akan mencair 
  • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
  • Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
  • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin puting beliung
  • Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
  • Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-pulau akan tenggelam.
  • Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak 
  • Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
  • Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim 
  • Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun 
  • Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria. 
  • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi, dan stress. 

Pengertian dan Jenis Pelapukan

Pengertian dan Jenis Pelapukan. Pengertian Pelapukan, Jenis-Jenis Pelapukan, Faktor yang Memperngaruhi Terjadinya Pelapukan, dan Proses Terjadinya Pelapukan.

Jenis-Jenis Pelapukan dan Penjelasannya

Sumber: ebiologi.com
Bumi yaitu tempat di mana beragam makhluk hidup dan menjalani aktifitasnya sehari-hari. ada beragam jenis komponen yang akan kita temukan di Bumi. Komponen-komponen yang ada di Bumi itu tidak cuma komponen yang hidup saja, tetapi juga komponen yang tidak hidup.

Komponen-komponen yang hidup serta tidak hidup ini sama-sama berdampingan serta saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Komponen hidup kerap disebut juga dengan komponen biotik, serta komponen yang mati kerap juga disebut juga dengan komponen abiotik.

Komponen hidup abiotik misalnya yaitu manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan ataupun beragam jenis mikroorganisme. Sementara komponen abiotik salah satunya yaitu elemen- elemen seperti tanah, udara, sinar matahari, kelembapan, batuan, dan lain sebagainya.

Sebagai penghuni Bumi, banyak sekali peristiwa atau momen yang dialami oleh beragam makhluk penghuni Bumi ini. Sangat banyak siklus yang bisa kita temui di Bumi. Satu diantara siklus yang dihadapi oleh komponen Bumi yaitu batuan.

Batuan bisa berubah bentuk jadi tanah setelah sekian lama serta lantaran beberapa hal spesifik. Hal semacam ini dinamakan dengan pelapukan. Pelapukan nyaris terjadi di banyak komponen, tidak cuma batuan saja. Bahkan juga kita, manusia akan mengalami pelapukan.

Seluruh makhluk hidup (manusia, binatang, serta tumbuhan) jika sudah mati, akan mengalami pelapukan pada jasadnya. Jasad manusia jika sudah dikubur dalam periode waktu spesifik akan melebur jadi tanah.

Demikian halnya dengan binatang serta tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya makhluk hidup, ada beberapa benda mati yang juga mengalami pelapukan. Tetapi kata pelapukan ini sesungguhnya memang cuma dipakai untuk menguraikan umur batuan.

Pengertian Pelapukan

Sumber: thinglink.com
Kita sudah mengulas tentang pelapukan di awal. Lantas, apakah itu pelapukan? Bicara tentang pelapukan rasa-rasanya tidak lengkap tanpa mengerti arti pelapukan yang sesungguhnya. Yang dinamakan pelapukan yaitu momen penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, ataupun secara biologis.

Tidak hanya pengertian itu, pelapukan dapat juga diterangkan sebagai proses perubahan komposisi serta pemecahan batuan atau material- material yang lain yang terjadi di atas permukaan Bumi akibat adanya proses secara fisika, kimia, ataupun biologi.

Pelapukan ini adalah proses alami yang bekerja menghancurkan batuan jadi tanah. Pengertian lain mmengenai pelapukan yaitu proses alterasi serta fragsinasi batuan serta material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang disebabkan oleh proses fisika, kimia, ataupun biologi.

Mengenai proses pelapukan ini terjadi dalam tempo yang sangat lama. Tidak hanya sangat di pengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga di pengaruhi beragam jenis aspek yang lain.

Jenis-jenis Pelapukan 

Pelapukan adalah proses berubahnya batuan jadi tanah secara alamiah lewat proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas beragam macam bentuk.

Secara umum, jenis-jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yakni pelapukan fisika, kimia, serta biologi atau organik. Keterangan tentang masing-masing bentuk pelapukan ini yaitu sebagai berikut: 

Pelapukan Fisika

Sumber: ebiologi.com
Bentuk pelapukan yang pertama yaitu pelapukan fisika. Pelapukan fisika adalah pelapukan yang kerap disebut sebagai pelapukan mekanik.

Pelapukan fisika yaitu proses pelapukan dari batuan yang disebabkan oleh adanya pengaruh aspek fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Aspek yang paling dominan tersebut yaitu suhu udara, tekanan, serta kristalisasi garam.

Pelapukan fisika ini dikenal juga sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim.

Bentuk pelapukan fisika ini cuma dapat diketemukan di daerah yang memiliki iklim ekstrim, seperti sub tropis, gurun, pesisir pantai, serta daerah-daerah yang memiliki topografi yang curam. Mengenai beberapa contoh pelapukan fisika ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Melapuknya batuan di daerah gurun akibat adanya perubahan cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan membuat batuan memuai, lantas saat malam hari suhu udara akan turun serta membuat batuan jadi mengkerut.

Lantaran proses ini berjalan secara berulang-ulang, maka akan memungkinkan ikatan mineral dalam batuan mengalami pelemahan hingga selanjutnya batuan akan hancur menjadi beberapa sisi.

Kristalisasi air garam yang terjadi pada batuan di pantai. Kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di sekitar ekosistem pantai akan menghimpit batuan secara endogen hingga akan menimbulkan kemungkinan batuan akan pecah.

Pelapukan Kimia

Sumber: softilmu.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan kimia. Pelapukan kimia adalah proses pelapukan yang disebabkan oleh perubahan susunan kimiawi yang ada pada batuan lewat reaksi spesifik. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dibedakan jadi tiga jenis.

3 jenis reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini diantaranya yaitu solution, hidrolisis, serta oksidasi. Mengenai beberapa contoh pelapukan kimia ini diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Hidrolisis air hujan yang akan menyebabkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ yang keluar akan memungkinkan terjadinya korosi pada batuan.

Oksidasi yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi akan memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan jadi lemah serta pada akhirnya mengalami pelapukan.

Proses pelarutan batuan kapur mudah akibat reaksinya pada air. Bicara tentang pelapukan kimia, kita akan mengetahui ada 4 proses yang termasuk juga ke dalam pelapukan kimia. Mengenai 4 proses itu diantaranya yaitu:
  1. Hidrasi, yakni proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan saja. 
  2. Hidrolisa, yakni peroses penguraian air atas unsur-unsurnya jadi ion-ion yang miliki sifat positif serta negatif. 
  3. Oksidasi, yakni proses pengkaratan besi. 
  4. Karbonasi, yakni pelapukan batuan yang disebabkan karena karbondioksida. 
Itulah beberapa proses yang akan kita dapatkan dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses itu cuma akan kita temui pada pelapukan yang miliki sifat kimiawi saja.

Pelapukan Biologi atau Organik 

Sumber: ikasmansa87.com
Bentuk pelapukan yang berikutnya yaitu pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi adalah bentuk pelapukan batuan yang dikerjakan oleh organisme lewat aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan itu ada.

Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi lantaran disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi lantaran adanya fungsi organisme-organisme spesifik.

Mengenai organisme-organisme yang bertindak dalam pelapukan ini diantaranya berbentuk binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan juga manusia.

Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 langkah, yakni langkah biokimia serta langkah mekanis. Mengenai contoh pelapukan secara biologi atau organik ini diantaranya yaitu:

Penetrasi akar tumbuhan ke dalam sela-sela batuan akan menghimpit batuan itu, hingga akan mengalami perpecahan. Adanya lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi.

Kelembaban di permukaan batuan akibat adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di kurang lebih permukaan batuan akan membuat permukaan batuan itu mengalami korosi.

Itulah beberapa bentuk dari pelapukan batuan yang terdiri atas pelapukan kimiawi, pelapukan fisika serta pelapukan boilogi atau organik. Dari uraian di atas kita bisa memahami kalau pelapukan batuan dapat terjadi dengan beberapa cara yang berbeda-beda.

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Terjadinya Pelapukan

Sumber: crossword14.blogspot.co.id
Seperti yang sudah dikatakan di awal, bahwasannya pelapukan terjadi lantaran adanya beragam jenis aspek. Setidaknya ada beberapa aspek yang bisa memengaruhi terjadinya pelapukan, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Waktu 

Aspek yang sangat erat serta sangat identik dengan momen pelapukan yaitu waktu. Seringkali orang-orang menyampaikan bahwasannya pelapukan ini terjadi lantaran satu batuan udah sangat lama atau sangat tua, sampai pada akhirnya batuan itu mengalami pelapukan.

Bahkan juga waktu adalah aspek pertama yang akan dipakai sebagai argumen kenapa pelapukan itu terjadi.

Memang benar, satu batuan akan mengalami pelapukan setelah batuan itu berusia lama atau tua. Hal semacam ini akan mengakibatkan tingkat kepadatan batuan jadi menurun serta batuan itu akan mengalami pelapukan sampai pada akhirnya jadi tanah.

Bentuk batuan serta susunan batuan itu sendiri

Aspek berikutnya yang memengaruhi terjadinya pelapukan batuan yaitu bentuk batuan serta strukturnya. Sudah kita pahami bersama bahwasannya batuan di dunia ini mempunyai beragam jenis bentuk batuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Lantas mengenai susunan batuan, yakni karakter fisik serta karakter kimia yang dipunyai oleh batuan itu sendiri. Karakter fisik batuan mencakup warna batuan.

Lalu sifat kimia batuan yaitu unsur-unsur kimia yang terdapat di dalam batuan itu. Karakter kimia serta karakter fisika yang dipunyai oleh batuan inilah yang mengakibatkan adanya ketidaksamaan daya tahan batuan pada pelapukan.

Mengenai bentuk batuan yang gampang lapuk salah satunya yaitu batu lempeng atau batuan sedimen. Lalu batuan yang susah lapuk umpamanya yaitu batuan beku.

Topografi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi pelapukan yaitu topografi. Kondisi topografi muka Bumi juga memengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan.

Batuan-batuan yang ada di lereng yang curam cenderung akan lebih gampang untuk mengalami pelapukan dibanding dengan batuan yang ada di tempat yang landai.

Kenapa demikian? Hal semacam ini lantaran pada lereng yang curam, batuan akan amat gampang terkikis atau lapuk, lantaran akan langsung bersetuhan dengan cuaca di sekitar batuan itu berada.

Namun pada lereng yang landai atau rata, batuan akan diselimuti oleh beragam jenis endapan yang pada akhirnya akan memperlambat proses pelapukan batuan itu.

Organisme 

Aspek berikutnya yang akan memengaruhi proses pelapukan yaitu terdapatnya organisme. Organisme marupakan hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh-tumbuhan secara alami.

Iklim serta cuaca 

Aspek berikutnya yang amat kuat hubungannya dengan pelapukan yaitu mengenai cuaca serta iklim. Unsur- unsur cuaca serta iklim yang akan memengaruhi proses pelapukan diantaranya yaitu suhu udara, curah hujan, cahaya matahari, angin, serta lain sebagainya.

Di daerah yang mempunyai iklim lembab serta panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan. Tidak hanya itu perubahan antara siang serta malam yang dingin akan makin membuat pelapukan gampang terjadi, jika hal ini dibandingkan dengan daerah yang mempunyai iklim dingin.

Kondisi vegetasi 

Aspek berikutnya yang memengaruhi adanya pelapukan yaitu kondisi vegetasi. Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga merupakan hal yang amat memengaruhi proses pelapukan. Hal semacam ini dikarenakan akar-akar tumbuhan itu bisa menembus celah-celah batuan.

Jika akar-akar itu makin membesar kekuatannya akan makin besar juga dalam menerobos batuan. Tidak hanya akar-akar, serat dedaunan yang gugur akan membantu mempercepat batuan melapuk.

Hal semacam ini disebabkan karena serat batuan memiliki kandungan zat-zat asam arang serta humus yang bisa merusak kemampuan pada batuan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pengertian dan Jenis Pelapukan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pelapukan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmugeografi.com

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Pengertian Geografi adalah ilmu yang mempelajari keadaan bumi. Secara harfiah, istilah geografi berasal dari bahasa Yunani, geo yang berarti bumi dan graphein yang berarti tulisan atau lukisan. Kata melukiskan mempunyai makna yang lebih dalam, mencakup unsur-unsur menggambarkan dan menerangkan fenomena (alam dan manusia) sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan terhadap hubungan antarfenomena tersebut.

Sedangkan, hasil seminar dan lokakarya di IKIP semarang (1988) menyatakan pengertian geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Para ahli Geografi di dunia juga banyak menyumbangkan pemikiran mereka mengenai arti dari geografi. Berikut ini beberapa Pengertian Geografi Menurut para Ahli :
  • Menurut Erastothenes , Geografi iyalah penulisan tentang bumi. Definisi ini sesuai denganperkembangan geografi pada masa itu yang membicarakan keadaan daerah lain (geo = bumi; graphein = penulisan atau uraian).
  • Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi iyalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
  • John Mackinder (1861-1947) seorang pakar geografi memberi definisi geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.
  • Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi iyalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
  • Strabo , Menyebutkan bahwa geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu mengenai suatu tempat dengan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara keseluruhan. Geografi sejak perkembangannya,dimulai dari menceritakan tentang daerah lain, sudah lebih di khususkan lagi dan sudah adanya konsep region yaitu daerah yang sudah mempunyai cirikhas tersendiri dan adanya hubungan antardaerah (tempat).
  • Bintarto (1977) Geografi Ilmu mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaanbumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, baik secarafisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannyamelalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentinganprogram, proses, dan keberhasilan pembangunan
  • Preston E. James, mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
  • Menurut Ullman (1954), Geografi adalah interaksi antar ruang.
  • Maurice Le Lannou (1959)mengemukakan bahwa Objek study geografi iyalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi
  • Paul Claval (1976) berpendapat bahwa Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan
  • Karl Ritter ,  Geografi iyalah ilmu tentang daerah yang berbeda-beda di permukaan bumi (Different areal) dalam keragamannya.
  • John Hanrath , Geografi iyalah pengetahuan yang menyelidiki persebaran gejala-gejala fisik biologis serta antropologis pada ruang di permukaan bumi , sebab akibat dan gejala menurut ukuran nilai, motif yang hasilnya dapat dibandingkan.
  • Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980), Geografi iyalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap. Dari pengertian di atas Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik yang ada di bumi yang selalu berubah dari masa ke masa.
  • Hartshorne (1950) , Geografi iyalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsiyang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Dalampandangan Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.
  • Yeates (1963), Geografi iyalah ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi. Dalam pandangan Yeates, geografi adalah ilmu yang berperanan dalam perkembangan suatu lokasi yang dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di permukaan bumi dengan tidak mengenyampingkan alasan-alasan yang rasional.
  • Alexander (1958), Geografi iyalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia. Dalam pandangan Alexander inilah mulai dibahas tentang hubungan timbal balik antara aktivitas manusia serta pengaruhnya terhadap lingkungan alam.
  • Von Rithoffen (1905), Geografi iyalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat tersebut.
  • Paul Vidal de La Blace (1915), Geografi iyalah ilmu tentang kualitas negara-negara, dimana penentuan suatu kehidupan tergantung pada bagaimana cara manusia mengelola alam ini.
  • Bisri Mustofa (2007), Geografi iyalah ilmu yang menguraikan tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna serta basil-basil yang diperoleh dari bumi.
  • Herioso Setiyono (1996) , Geografi iyalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dan merujuk pada pola persebaran horisontal dipermukaan bumi.
  • Depdikbud (1989)  , Geografi iyalah suatu ilmu yang mempelajari tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.
  • Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) –  ,Geografi iyalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
  • Prof. Bintarto (1981) -, Geografi iyalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
  • Richard Hartshorne ,Geografi iyalah suatu disiplin ilmu yang menggambarkan dan menginterpretasikan karakteristik variabel – variabel dari suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi sebagai tempat hidup manusia.
  • James Fairgrive (1966) ,Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
  • Frank Debenham (1950) , Geografi iyalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.
  • UNESCO mendefinisikan Geografi sebagai: 1. one agent synthesis; 2. a nexus study outside; 3. science in the use of land.
  • Menurut Semlok (Seminar dan Lokakarya) Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1988, menyimpulkan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
Beberapa pengertian geografi diatas, walaupun berbeda-beda dalam mengartikannya, tetapi mempunyai persamaan, yaitu:
1. Membicarakan permukaan bumi (region, space)
2. Manusia sebagai penghuni, serta hubungan timbal balik diantara keduanya termasuk deskripsi dan analisisnya.
Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari permukaan bumi dan penduduknya (organisme), serta interaksi diantara keduanya.

Pengertian Media : Manfaat Media

Pengetian Media

Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara" atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.

Untuk hal demikian ini secara etimologi kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium” yang berasal dan Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Dan sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara “atau “sedang” sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi “pesan” nantara sumber “pemberi pesan” dan penerima pesan. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dpaat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.

Dalam hal ini sitilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah audio visual aids “alat bantu pandang/dengar”, yang selanjutnya disebut instructional materials “materi pembelajaran” dan kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional ialah instructional media “media pendidikan atau media pembelajaran”.

Dalam perkembangannya, sekarang muncul istilah e-learning. Huruf “e” merupakan singkatan dari “elektronik”, artinya media pembelajaran berupa alat elektronik, yang meliputi CD ultimedia Interaktif sebagai bahan ahar offline dan web sebagai bahan ajar online.

Pengertian Media Menurut Para Ahli


  • Menurut Gerlach Dan Ely “Dalam Ibrahim, 1982:3”


Orang, material atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baru dalam pengertian meliputi buku, guru dan lingkungan sekolah.

  • Menurut Blake Dan Horalsen ” Dalam Latuheru “1988:11”

Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber “pemberi pesan” dengan penerima pesan.

  • Menurut Degeng “1989:142”


Komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada pembelajaran bisa berupa alat, bahan dan orang.

  • Menurut Sadiman, dkk “2002:6”

Media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan pengiriman pesan kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pildran, perasaan, perhatianm dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa, yang sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang diharapkan.

  • Menurut Gagne Dan Briggs “Dalam Arsyad, 2002:4”

Alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi yang terdiri antara lain buku, tape-recoder, kaset, video kamera, video recoder, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi dan komputer.

  • Menurut Arsyad, 2002 “Sadiman dkk “1990”

Mengatakan bahwa media “bentuk jamak dari kata medium” yang merupakan kata yang berasal dari bahasa katuin medius, yang secara harfiah berarti “tengah” “perantara” atau “pengantar”. Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan “sofware” dan/atau alat “hardware”.

  • Menurut Gerlach & Ely “Dalam Arsyad, 2002”

Mengatakan bahwa media jika dipahami secara garis besar ialah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Jadi menurut pengertian ini, guru teman sebaya, buku teks, lingkungan sekolah dan luar sekolah bagi seorang siswa merupakan media.

  • Menurut Buku Pengatar Ilmu Komunikasi “Cangara, 2006:119”

Media merupakan alat atau saran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antar manusia, maka media yang paling dominasi dalam berkomunikasi adalah pancaindera manusia seperti mata dan telinga. Pesan-pesan yang diterima selanjutnya oleh pancaindera selanjutnya diproses oleh pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinayatakan dalam tindakan.

  • Menurut AECT ” Association of Education and Communication Technology

Mengatakan bahwa media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi.

  • Menurut Syaiful Bahri Djamarah

Menurutnya media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan.

  • Menurut Schram

Menurutnya media ialah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

  • Menurut NEA ” National Education Asociation”

Menurut media merupakan saran komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya.

  • Menurut Briggs

Menurutnya media ialah alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.

  • Menurut Miarso

Menurutnya media ialah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa untuk belajar.

Manfaat Media Dalam Pembelajaran 

Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran.  Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.  Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.

Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.  Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :

  1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
  2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
  3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
  4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
  5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 
  6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
  7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
  8. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain.  Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :

  • Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
  • Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya
  • Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
  • Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata.  Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang

Pengertian Pers : Fungsi Dan Teori Pers

PENGERTIAN PERS

Secara etimologis, kata Pers (Belanda) atau Press (Inggris), atau Presse (Prancis) semuanya berasal dari bahasa latin, Perssare dari kata Premere yang berarti “Tekan” atau “Cetak”. Secara terminologis, Pers adalah media massa cetak atau media cetak.

Pengertian Pers Menurut Para Ahli


  • R Eep Saefulloh Fatah


Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the fourth estate of democracy) dan mempunyai peranan yang penting dalam membangaun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah.

  • Oemar Seno Adji

Pers dalam arti sempit, yaitu penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata tertulis.
Pers dalam arti luas, yaitu memasukkan di dalamnya semua media mass communication yang memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.

  • Kustadi Suhandang

Pers adalah seni atau keterampilan mebcari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan, berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalm rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayak.

  • Wilbur Schramm

Dalam bukunya Four Theories of the pers, ia mengemukakan 4 teori terbesar pers yaitu the authotarian, the libertarian, the social responsibility dan the soviet communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers sebagai pengamat, guru, dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak hal yang mengemuka ditengah-tengah masyarakat.

  • McLuhan

Pers sebagai the extended man, yaitu yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain dan peristiwa satu dengan peristiwa lain pada moment yang bersamaan

  • Raden Mas Djokomono

Pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar. Pendapatnya ini yang mampu membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan hak-hak bangsa indonsesia masa penjajahan Belanda.

  • Gamle dan Gamle

Pers adalah bagian komunikasi antara manuasia (human communication), yang berarti, media merupakan saluran atau sarana dalam memperluas dan memperjauh jangkauan proses penyampaian pesan antar manusia.

Dari beberapa pendapat ahli dan undang-undang dapat disimpulkan bahwa Pers adalah Media atau Sarana atau lembaga untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik yang membentuk pendapat umum dalam bentuk apapun sehingga dapat membantu memperluas jangkauan proses penyampaian informasi dan komunikasi serta mempunyai peranan yang penting dalam membangaun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah.

TEORI – TEORI PERS (The Four Theories of Press) 

Wilbur Scrhamm, Fred S. Siebert, dan Theodore Peterson dalam buku mereka yang berjudul Four Theories of the Press menyatakan bahwa pers didunia sekarang dapat dikategorikan menjadi empat, berikut teori-teorinya :

  • Teori Pers Otoritarian 

Teori ini muncul di iklim otoritarian, akhir zaman Renaisans pada abad 16 dan 17, setelah ditemukannya mesin cetak. Pers yang mendukung dan menjadi kepanjangan tangan kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa dan melayani negara. Teori ini muncul setelah mesin cetak modern ditemukan dan menjadi dasar perkembangan pers komunis soviet. Teori ini menganggap bahwa raja atau penguasa adalah pemilik kebenaran karena mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Kebenaran bukan berasal dari masyarakat, melainkan dari orang-orang bijak yang membimbing dan mengarahkan pengikutnya. Oleh karena itu, setiap orang yang menentang atau pun meragukan ideologi dari penguasa dapat dikenai hukuman. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol pers ada tiga, yaitu menyensor materi yang akan dicetak atau disiarkan, menyuap editor agar mau mengikuti kemauan pemerintah, dan mengancam pers dengan hukuman penjara.

  • Teori Pers Libertarian 

Teori ini disebut juga teori kebebasan pers, di mana pers menuntut kebebasan yang sepenuhnya. Teori ini mengungkapkan bahwa manusia sudah dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan yang buruk. Kebenaran bukan lagi milik penguasa, melainkan merupakan hak asasi manusia untuk mencarinya. Oleh karena itu, disini pers berfungsi sebagai mitra untuk mencari kebenaran dengan cara memberikan bukti dan argumen untuk landasan dalam mengawasi pemerintahan serta menentukan sikap. Sehingga pers sendiri memiliki tujuan untuk menemukan kebenaran, memberi informasi, menafsirkan, serta menghibur orang-orang.
Munculnya teori ini pun didasari oleh beberapa asumsi mendasar filosofis sebagai berikut ini :

  1. Hakikat manusia 
  2. Dasar masyarakat 
  3. Hakikat negara 
  4. Hakikat pengetahuan dan kebenaran 

Ada tiga hal yang menyebabkan pers sangat menentang adanya proses penyensoran, yaitu sensor melanggar hak alamiah manusia untuk berekspresi dengan bebas, sensor bisa menguntungkan salah satu pihak dengan mengorbankan kepentingan masyarakat dan sensor menghalangi masyarakat untuk mencari kebenaran.

  • Teori Pers Tanggung Jawab Sosial 


Teori ini muncul pada abad ke-20 di Amerika Serikat. Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa kebebasan itu juga mengandung tanggung jawab yang sepadan, dimana pers memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan, mendidik, dan memajukan masyarakat. Dan disini, media berperan dalam mengindikasikan satu cerminan tentang keanekaragaman dalam masyarakat dan juga sebagai akses untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Sehingga, opini masyarakat, etika, dan reaksi konsumen lah yang menjadi kontrol atas kinerja pers. Selain itu, tak jarang terjadi munculnya konflik yang dapat membawa masyarakat ke forum diskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

  • Teori Pers Soviet Komunis 

Teori ini muncul saat Uni Soviet masih berdiri, disertai dengan tradisi Marxis. Teori ini menganggap bahwa dalam sebuah masyarakat, orang-orang seharusnya tidak berbeda pandangan, musyawarah tanda kelemahan, dan hanya ada satu pandangan yang benar yang dapat dipertemukan dan dipertahankan, disebarkan, serta digalakkan.

Selain empat teori pers yang diungkapkan oleh Fred. S. Siebert, Theodore B. Peterson, dan Wilbur Schram dalam karangannya yang berjudul “Four Theories of The Press”, yang terbit pada tahun 1965, ada pula Willian A. Hachten yang mengungkapkan adanya lima sistem pers yang berlaku didunia. Hal ini disibakkannya dalam bukunya yang berjudul “The World News Prism”, yang terbit pada tahun 1981. Lima sistem pers tersebut adalah sebagai berikut ini :

  1. Otoritarian 
  2. Komunis 
  3. Revolusioner 
  4. Konsep Barat (merupakan gabungan dari sistem libetarian dan tanggung jawab sosial) 
  5. Pembangunan (merupakan gabungan dari sistem otoritarian, komunis, dan tanggung jawab sosial) 

FUNGSI PERS 

Menurut Mochtar Lubis, pers yang ada di negara berkembang mempunyai lima fungsi pers, yaitu : 
  1. Fungsi pemersatu 
  2. Fungsi mendidik 
  3. Fungsi public wact dog atau kepentingan umum 
  4. Fungsi penghapus mitos dan mistik 
  5. Fungsi sebagai forum berbicara masalah politik 

Fungsi pers secara umum dapat dibagi dalam beberapa bidang yaitu : 

  • Fungsi kontrol 

yaitu melalui karya-karya tercetaknya dengan segala isi, baik langsung atau pun tidak langsung dengan sifat keterbukaannya dan membantu masyarakat meningkatkan budayanya. 

  • Fungsi penghubung 

Melalui pers akan tumbuh saling pengertian atau dapat pula digunakan oleh beberapa lembaga kemasyarakatan untuk menumbuhkan kontak antar manusia agar tercipta saling pengertian dan saling ganti pandangan untuk perkembangan dan kemajuan hidup manusia. 

  • Fungsi pendidikan 

Melalui rubrik-rubrik dan kolom-kolom tertentu seperti tajuk rencana, pikiran pembaca, pojok dan lain-lain, merupakan suatu ruang untuk memberikan pandangan atau pikiran kepada khalayak pembaca. 

  • Fungsi pembentuk pendapat umum 

Pers berusaha melakukan bimbingan dan pengawasan kepada masyarakat tentang tingkah laku yang benar atau tingkah laku yang tidak dikehendaki oleh khalayak. 

  • Fungsi Ekonomi 

Pers dapat memanfaatkan keadaan disekitarnya sebagi nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan maksimal dari hasil produksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri. 

  • Fungsi Media Informasi 

Pers memberi dan menyediakan informasi tentang pristiwa yang terjadi pada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena perlu informasi.