Showing posts sorted by relevance for query pengertian inflasi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian inflasi. Sort by date Show all posts

Pengertian inflasi

Pengertian inflasi


Pengertian inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di mana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena disaat setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali. Inflasi secara umum dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi adalah suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat di hilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.

Berdasarkan tingkat kualitas 

a) Inflasi ringan 
Inflasi ringan atau inflasi merangkak (creeping inflation) adalah inflasi yang lajunya kurang dari 10% per tahun, inflasi seperti ini wajar terjadi pada negara berkembang yang selalu berada dalam proses pembangunan. 

b) Inflasi sedang 
Inflasi ini memiliki ciri yaitu lajunya berkisar antara 10% sampai 30% per tahun. Tingkat sedang ini sudah mulai membahayakan kegiatan ekonomi. Perlu diingat laju inflasi ini secara nyata dapat diliat garak kenaikan harga. Pendapatan riil masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti buruh, mulai turun dan kenaikan upah selalu lebih kecil apabila dibandingkan dengan kenaikan harga. 

c) Inflasi berat 
Inflasi berat adalah inflasi yang lajunya antara 30% sampai 100%. Kenaikan harga sudah sulit dikendalikan. Hal ini diperburuk lagi oleh pelaku-palaku ekonomi yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan spekulasi. 

d) Inflasi liar (hyperinflation) 
Inflasi liar adalah inflasi yang lajunya sudah melebihi dari 100% per tahun. Inflasi ini terjadi apabila setiap saat harga-harga selalu berubah serta meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hyperinflastion).


Jenis inflasi ini dibedakan menjadi dua : 

  • Inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga (price push inflation) karena kenaikan harga bahan-bahan baku dan kenaikan penghasilan/gaji, misalnya OPEC menaikan harga minyak ; 
  • Inflasi yang disebabkan karena kenaikan upah (wages cosh inflation) misalnya karena kenaikan gaji pegawai negeri yang diikuti usaha-usaha swasta juga, maka harga-harga barang barang lain juga ikut naik. Biasanya inflasi karena kenaikan gaji atau upah sangat ditakuti karena akan bias menimbulkan inflasi secara berkelanjutan. Karena upah naik, harga-harga akan naik. Karena harga barang naik, maka upah harus dinaikkan dan ini kemungkinan akan terus berkelanjutan.

Dampak Inflasi 

Inflasi yang terkendali bisa meningatkan aktivitas perekonomian, jadi ternyata inflasi tidak selalu berdampak buruk untuk perekonomian, Di bawah ini bebrapa dampak inflasi terhadap kegiatan dan kondisi perekonomian masyarakat. 

Dampak inflasi terhadap pendapatan adalah dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat merugikan atau menguntungkan. Pada sebagian keadaan, inflasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu inflasi dapat membantu pengusaha menambah kemampuan produksinya. Dengan begitu, akan tumbuh lapangan kerja baru dan bertambahnya pendapatan seseorang. Tetapi, bagi masyarakat yang berpendapatan tetap inflasi akan mengakibatkan mereka rugi karena pendapatan yang tetap itu apabila ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit. 

Dampak Inflasi terhadap Ekspor : Pada kondisi inflasi, daya saing untuk barang ekspor menjadi berkurang. Penyebab berkurangnya daya saing ini adalah harga barang ekspor yang semakin mahal. Selain itu, inflasi bisa menyulitkan negara dan para eksportir. Dampak untuk negara adalah mengalami kerugian sebab daya saing barang ekspor berkurang yang mengakibatkan jumlah penjualan menjadi berkurang. Selain itu, devisa yang didapat juga makin sedikit. 

Efek Inflasi terhadap minat orang untuk menabung : Saat terjadi inflasi, penghasilan riil para penabung jadi berkurang karena jumlah bunga yang di peroleh pada kenyataannya berkurang disebabkan pertumbuhan inflasi. Contohnya, pada bulan agustus tahun 2015 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito setahun. Nah, deposito itu menghasilkan bunga sebesar 20% per tahun. Apabila tingkat inflasi sepanjang agustus 2015 sampai agustus 2016 lumayan tinggi, contoh 16%, maka penghasilan uang dari uang yang didepositokan hanya tersisa 4%. Oleh karena itu, salah satu dampak inflasi adalah membuat minat orang menabung menjadi berkurang. 

Dampak Inflasi terhadap kalkulasi harga pokok : Kondisi inflasi mengakibatkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok dapat sangat besar atau bahkan sangat kecil. Karena persentase dari inflasi itu sendiri tidak teratur, kita tidak dapat memastikan berapa % inflasi untuk suatu masa tertentu. Dampaknya, penetapan harga jual dan harga pokok sering tidak sesuai. Kondisi inflasi ini bisa mengacaukan kegiatan perekonomian, khususnya untuk produsen.

Pengertian Obligasi : Jenis, Manfaat Dan Resiko Obligasi

Pengertian Obligasi 

Pengertian obligasi adalah surat tanda pengakuan utang yag diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Pengertian lain obligasi adalah sertifikat yang berisi kontrak antara investor dan perusahaan, yang mengatakan bahwa investor pemegang obligasi telah meminjamkan sejumlah uang terhadap perusahaan. Perusahaan yang menerbitkan obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga secara reguler sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.

Obligasi merupakan surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari pemberi pinjaman (pemodal)
• Berinvestasi (membeli) Obligasi : meminjamkan uang
• Menerbitkan Obligasi : berhutang uang

Obligasi bagian dari Efek UU RI No. 8 1995 tentang Pasar Modal, Efek adalah suatu surat berharga, yang dapat berupa surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, OBLIGASI, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Pengertian Obligasi Menurut Para Ahli

  • Fakhrudin & Hadianto (2001 :15)

Menurut Fakhrudin & Hadianto menyatakan bahwa obligasi yaitu surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara sih pemberi pinjaman (dalam hal ini investor) dengan yang diberi pinjaman (issuer). Jadi surat obligasi yaitu  sebuah lembar kertas yang menyatakan bahwa sih pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada suatu perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

  • Rahardjo (2003 : 8)

Menurut Rahardjo menyatakan bahwa obligasi ialah suatu produk pengembangan dari surat utang jangka panjang. Prinsip utama jangka panjang bisa dicerminkan dari suatu karakteristik atau struktur yang melekat pada sebuah obligasi. Pihak penerbit obligasi pada dasarnya melakukan sebuah pinjaman kepada pembeli obligasi yang diterbitkannya. Pendapatan yang didapat oleh sih investor obligasi tersebut berbentuk tingkat suku bunga atau kupon. Selain aturan tersebut telah diatur pula suatu perjanjian untuk melindungi kepentingan penerbit dan kepentingan investor obligasi tersebut Rahardjo, 2003 : 8

  • Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128)

Menurut Drs. Bambang Riyanto (1977 hal 128) menyatakan bahwa obligasi ialah Obligasi yaitu suatu pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh suatu pemerintah atau perusahaan atau lembaga-lembaga lain sebagai pihak yang berhutang yang memiliki nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas suatu dasar persentase tertentu yang tetap.

Jenis - Jenis Obligasi


  1. Obligasi Suku Bunga Tetap : Obligasi suku bunga tetap biasanya memiliki kupon bunga tertentu dengan biaya tetap dan dibayar secara berkala sepanjang masa berlaku obligasi.
  2. Obligasi Suku Bunga Mengambang (Floating Rate Note) : Obligasi jenis ini juga memiliki kupon, namun bunga yang dibayarkan mengacu pada indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor. Jadi besaran biaya dapat berubah sewaktu-waktu.
  3. Obligasi Berimbal Hasil Tinggi (Junk Bond) : Obligasi yang satu ini memiliki peringkat dibawah peringkat investasi yang akan diberikan oleh lembaga pemerintah kredit. Maka dari itu jenis obligasi ini memiliki resiko yang cukup tinggi, sehingga banyak investor yang mengharapkan suatu imbalan yang lebih tinggi.
  4. Obligasi Tanpa Bunga : Obligasi ini lebih dikenal dengan Zero Coupon Bond, yakni jenis obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. obligasi jenis ini diperdagangkan dengan pemberian potongan harga yang didapat dari nilai pari. Pemegang obligasi menerima secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo.
  5. Obligasi Inflasi : Obligasi ini juga lebih dikenal dengan istilah Inflation Linked Bond, yakni obligasi yang pokok hutangnya mengacu pada indeks inflasi. Bunga yang dibayarkan pada obligasi ini cenderung lebih rendah jika dibanding obligasi suku bunga tetap, namun dengan berkembangnya nilai pokok utang sejalan sengan inflasi, maka pembayaran obligasi akan ikut meningkat.
  6. Obligasi Indeks Berbasis Ekuiti : Obligasi jenis ini mengacu pada indeks yang merupakan indicator bisnis seperti penghasilan, nilai tambah, ataupun indeks nasional seperti beberapa produk domestic.
  7. Obligasi Subordinasi :  obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah dibanding obligasi lainnya, sehingga menimbulkan adanya likuidasi. Hal inilah yang kemudian menjadikan hierarki dari para kreditur. Seperti, adanya pembayaran dari likuidator, pembayaran pajak, dan lain sebagainya. Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah mereka yang memiliki tanggal penerbitas paling awal dibanding yang lainnya, sehingga disebut obligasi senior. Setelah obligasi tersebut dilunasi, obligasi subordinasi lainya pun dilakukan. Obligasi subordinasi memiliki resiko yang lebih tinggi, sehingga memiliki peringkat kredit yang lebih rendah.
  8. Obligasi Abadi : obligasi ini tidak memiliki masa jatuh tempo, atau ada juga yang memiliki masa jatuh tempo namun dengan jangka waktu yang sangat panjang. Obligasi jenis ini dilihat berdasarkan dari nilai tunai obligasi yang ada pada saat itu yang nilai pokoknya hampir mendekati nol.
  9. Obligasi Atas Unjuk : Obligasi atas unjuk adalah surat resmi yang tidak memiliki nama pemegang. Sehingga siapapun yang memegang surat obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya pembayaran atas obligasi yang dipegangnya. Obligasi jenis ini biasanya diberi nomor urut dan didaftarkan demi menghindari pemalsuan, akan tetapi dapat diperjualbelikan layaknya uang tunai. Sayangnya, obligasi jenis ini sering disalah gunakan dan berisoko terhadap kehilangan dan pencurian.
  10. Obligasi Tercatat : obligasi tercatat memiliki nama kepemilikan yang telah terdaftar dan dicatat oleh penerbit atau lembaga. Semua jenis pembayaran baik bunga dan yang lainnya akan ditransfer langsung kepada pemegang obligasi tersebut.

Manfaat Obligasi


  • Bunga


Bunga dibayar secara reguler sampai jatuh tempo dan ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal.
Contoh : Obligasi dengan kupon 10%, artinya pihak yang menerbitkan obligasi akan membayar sebesar Rp10 setiap Rp100 dari nilai nominal setiap tahun. Biasanya bunga dibayarkan setiap 3 atau 6 bulan sekali.

  • Capital Gain

Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di Pasar Sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh Capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon, yaitu dengan nilai lebih rendah dari nilai nominalnya, kemudian pada saat jatuh tempo ia akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominal.

  • Hak Klaim Pertama

Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, pemegang obligasi sebagai kreditur memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.

  • Hak Konversi atas Obligasi Konversi

Jika memiliki obligasi konversi, investor dapat mengonversikan obligasi menjadi saham pada harga yang telah ditetapkan, dan kemudian berhak untuk memperoleh manfaat atas saham tersebut.

Risiko Investasi pada Obligasi

  • Gagal Bayar (Default)

Sebagai investor, kemungkinan Anda akan menanggung risiko gagal bayar ini. Kegagalan dari emiten untuk melakukan pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak obligasi.

  • Capital Loss

Capital loss terjadi jika Anda menjual obligasi sebelum jatuh tempo dengan harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

  • Callability

Sebelum jatuh tempo, emiten mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang telah diterbitkan. Obligasi demikian biasanya akan ditarik kembali pada saat suku bunga secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. Jadi, pemegang obligasi yang memiliki persyaratan callability berpotensi merugi apabila suku bunga menunjukkan kecenderungan menurun. Biasanya untuk mengompensasi kerugian ini, emiten akan memberikan premium.

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak 





Pajak adalah pungutan harus yang dibayar rakyat untuk negara dan akan dipakai untuk kebutuhan pemerintah serta masyarakat umum. Rakyat yang membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung, karena pajak dipakai untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Pajak adalah salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.


Ciri-ciri Pajak 



1. Pajak Adalah Kontribusi Wajib Warga Negara 

Artinya setiap orang mempunyai kewajiban untuk membayar pajak. Tetapi hal tersebut hanya berlaku untuk warga negara yang telah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif. Yaitu warga negara yang mempunyai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) lebih dari Rp2. 050. 000 per bulan. Jika Anda adalah karyawan/pegawai, baik karyawan swasta maupun pegawai pemerintah, dengan keseluruhan penghasilan lebih dari Rp2 juta, maka wajib membayar pajak. Jika Anda adalah wiraswasta, jadi setiap penghasilan akan dikenakan pajak sebesar 1% dari keseluruhan penghasilan kotor/bruto (berdasar pada PP 46 tahun 2013).

2. Pajak Bersifat Memaksa Untuk Setiap Warga Negara 

Jika seseorang telah memenuhi ketentuan subjektif serta ketentuan objektif, maka wajib untuk membayar pajak. Dalam undang-undang pajak telah dijelaskan, jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif maupun hukuman dengan cara pidana.

3. Warga Negara Tidak Mendapat Imbalan Langsung 

Pajak berbeda dengan retribusi. Contoh retribusi : ketika mendapat manfaat parkir, maka harus membayar sejumlah uang, yakni retribusi parkir, tetapi pajak tidak seperti itu. Pajak adalah salah satu fasilitas pemerataan pendapatan warga negara. Jadi saat membayar pajak dalam jumlah tertentu, Anda tidak langsung menerima manfaat pajak yang dibayar, yang akan Anda dapatkan berupa perbaikan jalan raya di daerah Anda, sarana kesehatan gratis untuk keluarga, beasiswa pendidikan untuk anak Anda, serta lain-lainnya.

4. Berdasarkan Undang-undang 

Perspektif Pajak Dari Sisi Ekonomi dan Hukum 



a) Pajak dari perspektif ekonomi 

Hal semacam ini bisa dinilai dari beralihnya sumber daya dari sektor privat (warga negara) pada sektor umum (masyarakat). Hal semacam ini memberi gambaran bahwa pajak menyebabkan 2 kondisi menjadi berubah, yakni :

Pertama, berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang serta layanan.

Kedua, bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang serta layanan umum yang merupakan keperluan masyarakat.

b) Pajak dari perspektif hukum 

Perspektif ini terjadi akibat adanya suatu ikatan yang muncul karena undang-undang yang menyebabkan timbulnya keharusan warga negara untuk menyetorkan sejumlah dana tertentu kepada negara. Dimana negara memiliki kekuatan untuk memaksa serta pajak itu dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Hal semacam ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdasar pada undang-undang, hingga menjamin ada kepastian hukum, baik untuk petugas pajak sebagai pengumpul pajak maupun untuk wajib pajak sebagai pembayar pajak.

Fungsi Pajak bagi Negara dan Masyarakat 



1. Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter) 

Pajak adalah sumber pemasukan keuangan negara dengan cara mengumpulkan dana atau uang dari harus pajak ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran negara lainnya. Hingga guna pajak adalah sumber pendapatan negara yang mempunyai tujuan menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan negara.

2. Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi) 

Pajak adalah alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial serta ekonomi. Fungsi mengatur itu diantaranya :


  • Pajak bisa digunakan untuk menghambat laju inflasi.
  • Pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mendorong kegiatan ekspor, seperti : pajak ekspor barang.
  • Pajak bisa memberikan proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri, misalnya : Pajak Bertambahnya Nilai (PPN).
  • Pajak bisa mengatur serta menarik investasi modal yang menolong perekonomian supaya makin produktif.


3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi) 

Pajak dapat digunakan untuk menyesuaikan serta menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan serta kesejahteraan masyarakat.

4. Fungsi Stabilisasi 

Pajak dapat digunakan untuk menstabilkan keadaan serta keadaan perekonomian, seperti : untuk mengatasi inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi, hingga jumlah uang yang beredar bisa dikurangi. Sedangkan untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi, pemerintah turunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar bisa ditambah serta deflasi bisa di atasi.

Ke empat fungsi pajak diatas adalah fungsi dari pajak yang umum ditemui di beberapa negara. Untuk Indonesia saat ini pemerintah lebih menitik beratkan kepada 2 fungsi pajak yang pertama. Instansi Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang ada dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tanggung jawab atas kewajiban membayar pajak berada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban tersebut, sesuai sama sistem self assessment yang dipercayai dalam Sistem Perpajakan Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak, sesuai fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan, penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan pada masyarakat. Dalam melaksanakan fungsinya tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak.


Jenis Pajak 


1. Jenis Pajak Berdasarkan Sifat 

Berdasarkan sifatnya, pajak digolongkan menjadi 2 jenis, yakni : pajak tidak langsung serta pajak langsung.

a) Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax) 

Pajak tidak langsung adalah pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak apabila melakukan momen atau perbuatan tertentu. Sehingga pajak tidak langsung tidak dapat dipungut secara berkala, tetapi hanya dapat dipungut apabila terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan keharusan membayar pajak. Misalnya : pajak penjualan atas barang elegan, dimana pajak ini hanya diberikan apabila wajib pajak menjual barang mewah.

b) Pajak Langsung (Direct Tax) 

Pajak langsung adalah pajak yang didapatkan dengan cara berkala kepada wajib pajak berlandaskan surat ketentuan pajak yang di buat kantor pajak. Didalam surat ketentuan pajak ada jumlah pajak yang perlu dibayar wajib pajak. Pajak langsung harus dijamin seseorang yang terkena wajib pajak serta tidak bisa diarahkan pada pihak yang lain. Misalnya : Pajak Bumi dan Pendapatan (PBB) serta pajak pendapatan.

2. Tipe Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut 



a) Pajak Daerah (Lokal) 

Pajak daerah adalah pajak yang dipungut pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat daerah itu sendiri, baik yang dipungut Pemda Tingkat II ataupun Pemda Tingkat I. Misalnya : pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, serta ada banyak yang lain.

b) Pajak Negara (Pusat) 

Pajak negara adalah pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, seperti : Dirjen Pajak, Dirjen Bea serta Cukai, ataupun kantor inspeksi pajak yang tersebar di semua Indonesia. Misalnya : pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, pajak bumi serta bangunan, serta masih banyak lainnya.


3. Tipe Pajak Berdasarkan Objek Pajak dan Subjek Pajak 


a) Pajak Objektif 

Pajak objektif yaitu pajak yang pengambilannya berdasarkan objeknya. Misalnya : pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea materai, bea masuk serta ada banyak yang lain.

b) Pajak Subjektif 

Pajak subjektif yaitu pajak yang pengambilannya berdasarkan subjeknya. Misalnya : pajak kekayaan serta pajak penghasilan.

Contoh Soal Psikotes dan Kunci Jawabannya

Contoh Soal Psikotes dan Kunci Jawabannya. Jenis – Jenis Soal Psikotes, Contoh – Contoh Soal Psikotes, Psikotes Untuk Karyawan. Psikotes Persamaan Kata, Lawan Kata, Antar Kata. Psikotes Matematika, Deret Bilangan dan Analitik.

Pengertian Psikotes

Sumber: simfonyriri.blogspot.co.id
Psikotes adalah rangkaian tes yang dikerjakan oleh Psikolog (profesional) atas keinginan client (individu atau organisasi/perusahaan) untuk memberikan deskripsi utuh mengenai beberapa segi psikologis seseorang sesuai sama keperluan serta kepentingan client, dalam hal ini perusahaan.

Tes itu diberikan sebagai alat atau fasilitas untuk Psikolog agar bisa mengerti secara utuh beberapa segi psikologis individu supaya bisa memberikan deskripsi (profile psikogram) tiap individu yang mengikuti tes itu.

Hingga dengan rangkaian tes itu perusahaan (dalam hal ini diwakilkan oleh Psikolog) dapat mengetahui karakter/kepribadian dari seorang pelamar kerja.

Tips Mudah Lulus Psikotes 

Sumber: warna-sahabat.com
Sebelum mengikuti psikotes anda mesti cukup istirahat. Jangan sampai tidur terlampau larut malam. Sempatkan diri anda untuk mengonsumsi makanan saat sebelum mengikuti psikotes.

Soalnya konsentrasi anda bakal terganggu bila saat mengerjakan soal psikotes perut anda keroncongan. Pokoknya anda mesti sehat secara fisik serta mental supaya anda 'siap tempur'.

Sebagai bekal mengikuti psikotes, latih otak anda dengan membaca-baca buku mengenai contoh soal psikotes. Pelajari teknik mengerjakannya dengan baik. Dapat pula anda tanyakan ke rekan anda yang pernah mengikuti psikotes.

Dengarkan instruksi atau perintah mengerjakan soal dengan cermat. Cermati juga contoh-contoh soal psikotes yang diberikan. Jangan sampai sekalipun mengabaikan instruksi, lantaran cara anda menjawab soal bergantung instruksi yang diberikan.

Umpamanya untuk soal menggambar, umumnya anda dilarang menggambar pohon kelapa serta pohon beringin. turutilah instruksi itu.

Jangan sampai lupa, tuliskan nama anda dengan jelas di atas kertas jawaban. Umumnya disertai dengan tanggal serta nomer peserta. Lantaran ada pula loh yang lupa menuliskan nama saking semangatnya mengerjakan soal. Sekali anda lupa gugurlah anda.

Cermati waktu yang diberikan untuk merampungkan soal psikotes. Jangan sampai anda terlambat mengerjakan serta merampungkan jawaban. Upayakan supaya seluruh soal psikotes terjawab sampai waktu yang diberikan habis.

Bila anda sudah merampungkan jawaban, sementara waktu untuk mengerjakan masihlah tersisa, gunakan waktu anda untuk mengkoreksi jawaban anda. Pastikan dulu kalau jawaban yang anda berikan yaitu jawaban yang paling tepat.

Jenis Jenis Soal Psikotes 

Sumber: ubloger.com
Berikut ini jenis - jenis pertanyaan berdasarkan golongannya, beserta jawabannya untuk mengasah kapabilitas sebelum anda benar - benar diuji: 
  1. Contoh Soal Psikotes Antonim & Sinonim, yakni tes pertanyaan yang perlu anda pahami dengan jawabannya, di mana pada sesi ini akan mengajarkan kita serta mengasah ingatakan dalam mengingat beragam lawan kata serta persamaan kata. 
  2. Contoh Soal Psikotes Aritmatik, yakni tes matematika yang jawabannya terkait erat dengan perkalian, pembagian dan sebagainya. 
  3. Contoh Soal Psikotes Deret Angka, adalah satu diantara pertanyaan yang dapat mengecoh dalam mengerjakannya, pada sesi ini kita mesti benar - benar serius dalam memberikan jawabannya yakni berbentuk deret angka berikutnya. 
  4. Contoh Soal Psikotes Koran, yakni sebuah tes di mana jawabannya adalah bentuk susunan sesuai sama permintaan. Ini adalah tes yang perlu benar - benar anda mengerti cara pengerjaannya. 
  5. Contoh Soal Psikotes Logika Angka & Logika Formil, adalah kumpulan pertanyaan logika, bila permasalahan logika kita sedikit rendah kesempatan memperbesarnya dengan latihan secara terus-terusan. 
  6. Contoh Soal Psikotes Menggambar, untuk sesi ini adalah tes yang jawabannya nanti memperlihatkan karakter masing - masing dari kita semua. 
  7. Contoh Soal Psikotes Perdana Hubungan, adalah butir - butir pertanyaan yang memberikan tantangan paling besar di mana seluruh jawabannya adalah mesti berhubungan atau berkaitan satu sama lain. 
  8. Contoh Soal Psikotes Wartegg, sama dengan tes gambar cuma saja, pada sesi ini gambar adalah gambar yang belum terselesaikan. 
Secara garis besar Psikotest dibedakan menurut jenis test kepribadian yakni: 
  • Test kepribadian grafis yaitu satu test yang menilai kepribadian seseorang berdasarkan gambar yang dibuatnya. Test kepribadian grafis mencakup: Test Wartegg, Test DAP (Draw A Person), Test Baum Tree serta Test HTP (House Tree Person). 
  • Tes kepribadian quesioner yaitu satu tes yang menilai kepribadian seseorang berdasarkan jawaban-jawaban yang dipilihnya pada beberapa pertanyaan yang diajukan (quesioner). Tes kepribadian quesioner mencakup: Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes MAPP, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama serta Tes Potensi Sukses. 

Beberapa Jenis Test serta Tujuannya

Sumber: tespsikotes.com
  1. Test Kepribadian Baum (Tree Test) mempunyai tujuan menilai karakter serta kepribadian seseorang lewat cara menganalisa gambar pohon yang di buat oleh peserta tes 
  2. Test Kepribadian DAP (Menggambar Orang) mempunyai tujuan menilai karakter serta kepribadian seseorang lewat cara menganalisa gambar orang yang dibuatoleh peserta test. 
  3. Test Kepribadian Efektifitas Diri mempunyai tujuan memahami seberapa efisien (cepat&tepat) seseorang itu dalam melakukan pekerjaan serta dalam merampungkan berbagai kondisi sulit. 
  4. Test Kepribadian Enneagram Personality mempunyai tujuan memahami type kepribadian seseorang yang dibagi jadi 9 jenis tipe, lewat cara menyuguhkan beberapa pertanyaan spesifik. 
  5. Test Kepribadian EPPS mempunyai tujuan memahami beberapa tipe motivasi, keperluan serta kegemaran pribadi seseorang lewat cara menyuguhkan beberapa pertanyaan tertentu 
  6. Tes Kepribadian HTP (House Tree Person) mempunyai tujuan menilai karakter serta kepribadian seseorang lewat cara menganalisa gambar tempat tinggal, gambar pohon serta gambar orang yang di buat oleh peserta test. 
  7. Test Kepribadian MBTI mempunyai tujuan memahami tipe kepribadian seseorang dalam lingkungannya dengan menyuguhkan beberapa pertanyaan spesifik. 
  8. Test Kepribadian Ketelitian mempunyai tujuan mengukur tingkat ketelitian atau kecermatan seseorang dalam memproses data yang berbentuk angka, kata, atau gabungan keduanya. 
  9. Test Kepribadian MAPP mempunyai tujuan mengukur pilihan kegemaran seseorang dalam berbagai hal terlebih yang terkait erat dengan pekerjaan atau dunia kerja profesional. 
  10. Tes Kepribadian Pauli Kraepplin mempunyai tujuan untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa segi spesifik, yakni segi keuletan (daya tahan), segi tekad atau kehendak individu, segi emosi, segi penyesuaian diri, serta segi kestabilan diri lewat cara memintanya melakukan penghitungan angka-angka dalam deret yang panjang. 
  11. Test Kepribadian Skala Kematangan mempunyai tujuan mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam melakukan tindakan pada kondisi spesifik. 
  12. Test Kepribadian Teamwork Test atau test yaitu tes yang mempunyai tujuan mengukur kapabilitas seseorang untuk bekerja dalam satu tim yang solid untuk mencapai tujuan bersama. 
  13. Tes Kepribadian Kecenderungan Sukses mempunyai tujuan mendeteksi kecenderungan seseorang untuk jadi orang sukses berdasarkan beberapa aspek spesifik yang ada pada dirinya. 
  14. Tes Kepribadian WARTEGG mempunyai tujuan untuk mengeksplorasi (mempelajari karakter kepribadian seseorang) terlebih dalam soal emosi, imajinasi, dinamisme, kontrol serta reality function, yang dipunyai oleh seseorang berdasarkan 8 jenis gambar yang dibuatnya. 

Contoh Soal Psikotes Terbaru 

Contoh Soal Persamaan Kata
Sumber: tespsikotes.com
  • Interupsi= 
  1. Penyelaan (jawaban yang benar 1, Interupsi=Penyelaan)
  2. Penulisan
  3. Penghasilan
  4. Penundaan
  5. Perlawanan
  • Komitmen= 
  1. Perjanjian
  2. Persamaan
  3. Kesepakatan (jawaban yang benar 3, Komitmen=Kesepakatan)
  4. Ketaatan
  5. Konsekuen 
  • Mobilitas= 
  1. Melaju
  2. Proaktif
  3. Kekuatan
  4. Daya Gerak (jawaban yang benar 4, Mobilitas=Daya Gerak)
  5. Agresivitas 
  • Koalisi=
  1. Persetujuan
  2. Perbandingan
  3. Persamaan
  4. Penggabungan (jawaban yang benar 4, Koalisi=Penggabungan)
  5. Keselarasan 
  • Fobia= 
  1. Perasaan (jawaban yang benar 1, Fobia=Perasaan)
  2. Rasa takut 
  3. Mimpi Jelek
  4. Tidak Dapat Tidur
  5. Kemampuan 
  • Agitasi= 
  1. Ancaman
  2. Permusuhan
  3. Hasutan (jawaban yang benar 3, Agitasi=Hasutan)
  4. Perlawanan
  5. Penyerangan 
  • Sentral= 
  1. Pokok
  2. Pusat (jawaban yang benar 2, Sentral=Pusat)
  3. Tengah
  4. Ujung
  5. Perlu 
  • Evaluasi= 
  1. Ujian
  2. Pelajaran
  3. Perbandingan
  4. Perumusan
  5. Penilaian (jawaban yang benar 5, Evaluasi=Penilaian) 
  • Dejure= 
  1. Berdasarkan Rutinitas
  2. Berdasar Hukum (jawaban yang benar 2, Dejure=Berdasarkan Hukum)
  3. Berdasarkan Kebiasaan Istiadat
  4. Berdasarkan Ketentuan
  5. Berdasarkan Kebijkan 
Contoh Soal Lawan Kata
Sumber: contohpercakapanbahasainggris.com
  • Alpha 
  1. Tidak hadir
  2. Lupa
  3. Hadir (Jawaban yang benar 3, Alpha=Hadir)
  4. Lupa
  5. Bolos 
  • Reaksi 
  1. Pasif
  2. Aktif
  3. Agresif
  4. Aksi (Jawaban yang benar 4 Reaksi=Aksi)
  5. Proaksi 
  • Jamak 
  1. Sedikit (Jawaban yang benar 1, Jamak=Sedikit)
  2. Banyak
  3. Sekumpulan
  4. Beberapa
  5. Tunggal 
  • Ilusi 
  1. Delusi
  2. Halusinasi
  3. Bayangan
  4. Mimpi
  5. Nyata (Jawaban yang benar 5, Ilusi=Nyata) 
  • Konsisten 
  1. Stabil
  2. Ragu-ragu
  3. Tetap
  4. Berubah-ubah (Jawaban yang benar 4, Konsisten=Berubah-ubah)
  5. Sama 
  • Riskan 
  1. Aman (Jawaban yang benar 1, Riskan=Aman)
  2. Resiko
  3. Kuatir
  4. Teratur
  5. Melawan 
  • Protes
  1. Turut
  2. Melawan
  3. Damai
  4. Kompak
  5. Setuju (jawaban yang benar 5, Protes=Setuju) 
  • Promosi 
  1. Pasrah
  2. Pasif (Jawaban yang benar 2, Promosi=Pasif)
  3. Delusi
  4. Demosi
  5. Proaksi 
  • Apatis 
  1. Pasrah
  2. Peduli (Jawaban yang benar 2, Pasrah=Peduli)
  3. Pesimistis
  4. Giat
  5. Telaten 
Contoh Soal Hubungan Antar Kata
  • Huruf : Kata 
  1. Kalimat : Buku
  2. Abjad : Cetakan
  3. Kata : Kalimat (Jawaban yang benar 3)
  4. Murid : Sekolah
  5. Bikin : Computer 
  • Belajar : Pintar 
  1. Kaos : Kaki
  2. Pergi : Jauh
  3. Mandi : Keringat
  4. Senang : Tersenyum (Jawaban yang benar 4) 
  5. Buku : Tutup 
  • Kayu : Rumah 
  1. Kedelai : Kecap (Jawaban yang benar 1)
  2. Sayur : Masakan
  3. Padi : Panen
  4. Kacang : Tanah 
  5. Bolu : Roti 
  • Penganggur : Miskin 
  1. Utang : Miskin
  2. Obat : Over Dosis
  3. Kendaraan : Macet (Jawaban yang benar 3)
  4. Dagang : Pasar 
  5. Buruh : Gaji 
  • KB : Penduduk 
  1. Rias : Kecantikan
  2. Duit : Inflasi
  3. Irit : Kaya
  4. Musik : Nyanyian 
  5. Rem : Kendaraan (Jawaban yang benar 5) 
  • Volt : Listrik 
  1. Berat : Timbangan 
  2. Termometer : Udara (Jawaban yang benar 2) 
  3. Baterai : Radio 
  4. Aki : Kendaraan 
  5. Bensin : Mobil 
  • Payung : Hujan 
  1. Panas : Dingin 
  2. Senyum : Marah 
  3. Makan : Nasi 
  4. Vitamin : Sakit (Jawaban yang benar 4) 
  5. Damai : Tentram 
  • Ayat-ayat : Pasal 
  1. Air : Hujan 
  2. Pasal : Undang-undang (Jawaban yang benar 2) 
  3. Ketentuan : Undang-undang 
  4. Buku : Kitab 
  5. Terbit : Ijin 
  • Transportasi : Kendaraan 
  1. Hawa : Pesawat 
  2. Komunikasi : Telephone (Jawaban yang benar 2) 
  3. Becak : Angkutan 
  4. Mobil : Darat 
  5. Pelana : Kuda 
Contoh Soal Matematika 

Satu gudang semen membuat tumpukan semen dengan dengan menggunakan cara sebagai berikut: 

Tumpukan semen paling atas 15 sak, tumpukan semen dibawahnya 18 sak, dan seterusnya tiap tumpukan di bawahnya senantiasa lebih banyak 3 sak dari tumpukan diatasnya.
Bila ada 20 tumpukan semen, berapa banyak tumpukan semen paling bawah?
  1. 57 sak 
  2. 59 sak 
  3. 70 sak 
  4. 72 sak 
  5. 90 sak 
Pembahasan:
Diketahui:

Tumpukan semen dari atas ke bawah, tumpukan I = 15 sak, tumpukan II = 18 sak, beda setiap tumpukan semen 3 sak.

Di tanya: Jumlah tumpukan semen 20?

Jawab:

U1 = 15
U2 = 18 b (beta) = 13
U20 = U1+ (n - 1) b
U20 = 15 + (20 - 1) 3
U20 = 15 + 57
U20 = 72

Jadi tumpukan semen ke 20 = 72 sak (jawaban benar 4)

Di kelas IXB SMP Budi Pekerti ada 39 siswa. Dari jumlah itu: 

15 orang siswa suka pelajaran Biologi
28 siswa suka pelajaran Fisika
16 orang suka Biologi serta Fisika

Berapa siswa yang tidak suka pelajaran Biologi serta Fisika?
  1. 1 orang 
  2. 2 orang 
  3. 6 orang 
  4. 8 orang 
  5. 10 orang 
Di ketahui:

Jumlah siswa = 39 orang
15 orang suka biologi
28 orang suka fisika
6 orang suka biologi serta fisika

Di tanya: Siswa yang tidak suka biologi serta fisika?
Jadi siswa yang tidak suka Biologi serta Fisika:

= 39 - (9 + 6 + 22)
= 39 - 37
= 2 orang

Jawaban yang benar = 2. 2 orang

Contoh Soal Deret Bilangan 
  • 1, 5, 9, 13, 17, .........., .......... 
  1. 20, 30 
  2. 20, 24 
  3. 21, 25 
  4. 21, 26 
  5. 24, 27 
Jawaban: 3. 21, 25
  • 3, 6, 12, 24, 48, .........., .......... 
  1. 90, 180
  2. 92, 186
  3. 94, 190
  4. 96, 192 
  5. 98, 196 
Jawaban: 4. 96, 192
  • 4, 5, 7, 9, 10, 13, .........., .......... 
  1. 15, 14
  2. 17, 16
  3. 18, 17 
  4. 19, 18 
  5. 20, 19 
Jawaban: 2. 17, 16

Contoh Soal Analitik

Nana serta Nini suka makan siomay. Ujang serta Nana suka makan es dawet. Siapa yang suka siomay serta es dawet? 
  1. Ujang
  2. Nini
  3. Nana
  4. Nana dan Nini
  5. Ujang dan Nini 
Jawaban yang benar: 3. Nana

Andre tampan serta atletis. Andung pendek namun kaya. 
  1. Andre serta Andung keduanya sama tampan serta kaya
  2. Andre serta Andung tampan, atletis serta kaya
  3. Andung tidak tampan namun kaya
  4. Andre serta Andung tampan namun tidak atletis
  5. Andre tampan, atletis serta kaya 
Jawaban yang benar 3. Andung tidak tampan namun kaya

Nia lebih kurus disbanding Winda, Tia memanglah lebih kurus dari pada Nia, sedangkan Dea lebih gemuk di banding Winda. Siapa di antara mereka yang paling kurus? 
  1. Dea
  2. Nia
  3. Winda
  4. Tia
  5. Bukan semuanya 
Jawaban yang benar: 4. Tia

Demikianlah pembahasan kami mengenai Contoh Soal Psikotes dan Kunci Jawabannya, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh Soal Psikotes di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk menguasai materi dalam menghadapi Psikotes. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. gudangmakalah.com