Showing posts sorted by relevance for query pengertian laut. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian laut. Sort by date Show all posts
10 May 2017

Pengertian dan Jenis Laut

Pengertian dan Jenis Laut. Pengertian Laut, Jenis-jenis Laut, Rasa dan Kandungan Garam dalam Air Laut, dan Teknik Pengukuran Kedalaman Laut.

Pengertian Laut

Sumber: coralie-sissyslut.blogspot.co.id
Laut yaitu kumpulan air asin yang sangat banyak serta luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan sebuah benua dengan benua yang lainnya dan juga sebuah pulau dengan pulau yang lainnya.

Air Laut 

Rasa Air Laut 

Mungkin saja saat kita membahas mengenai laut, masih banyak orang yang bertanya-tanya kenapa air laut ini rasa-rasanya asin?

Sebenarnya rasa air laut datang dari daratan, kronologinya begini. Pada saat terjadi hujan di daratan, air akan meresap ke dalam tanah dan sedikit demi sedikit akan keluar lagi lewat sungai-sungai serta pada akhirnya mencapai laut. Maka, pada saat perjalanan menuju ke laut itu, air dari daratan juga membawa mineral, hingga laut dipenuhi garam-garam mineral.

Kita sudah tahu jika laut memiliki permukaan yang sangat luas hingga hal semacam ini jadi satu diantara aspek penguapan dalam jumlah besar, pada saat air laut menguap, yang menguap hanyalah air (H2O) sedangkan garam-garam mineral tetap tinggal bersama air laut.

Dan itulah sebabnya, sehingga air laut rasa-rasanya menjadi asin. Kandungan keasinan air laut ini di pengaruhi oleh aspek suhu, umumnya makin panas daerah tersebut, air lautnya juga akan makin asin.

Sesudah membaca pernyataan di atas, kita semua sudah tahu jelas, kenapa air laut rasa-rasanya bisa menjadi asin, tetapi kemudian kembali muncul lagi pertanyaan: Mengapa Air di danau rasanya tidak asin, meski sebenarnya air itu juga datang dari daratan?

Dan, jawabannya yaitu lantaran permukaan air danau tidak cukup luas hingga penguapannya tidak terlalu besar, tujuannya air yang menguap dengan air yang masuk ke danau masih tetap seimbang serta sumber mineralnya amat terbatas, beda halnya dengan laut yang sumber mineralnya dari beragam macam penjuru dunia, kemudian berkumpul jadi satu.

Kandungan Garam Dalam Air Laut 

Sumber: kedaipena.com
Air Laut mempunyai kandungan garam rata-rata 3,5 persen. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut ada 35 garam (terlebih, tetapi tidak semuanya, adalah garam dapur (NaCl)).

Meskipun rata-rata air laut di dunia mempunyai kandungan garam kurang lebih 3,5 persen air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang Paling tawar yaitu di timur Teluk Finlandia serta di utara Teluk Bothania, keduanya bagian dari laut Baltik.

Yang paling asin yaitu di Laut Merah, di mana suhu tinggi serta aliran terbatas membuat penguapan tinggi serta sedikit masukan air dari sungai-sungai. Kandungan garam di beberapa danau bisa lebih tinggi lagi.

Air laut mempunyai kandungan garam lantaran bumi dipenuhi dengan garam mineral yang ada di dalam batu-batuan serta tanah. Misalnya natrium, kalium, serta Kalsium, dan lain-lain. Jika air sungai mengalir ke lautan, air itu membawa garam.

Ombak laut yang memukul pantai dapat juga menghasilkan garam yang terdapat pada batu-batuan. Lama kelamaan air laut jadi asin lantaran banyak mengandung garam.

Beberapa Jenis Laut 

Sumber: 16sucai.com

Menurut Proses Terjadinya 

Ada beberapa bentuk laut di bumi ini, serta menurut proses terjadinya kita mengenal adanya Laut Transgresi, Laut Ingresi, serta Laut Regresi.

Laut Transgresi 

Laut Transgresi yaitu laut yang terjadi lantaran adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi lantaran naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, hingga beberapa sisi daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada jaman es. Contoh laut bentuk ini yaitu Laut Jawa, Laut Arafuru, serta Laut Utara.

Laut Ingresi 

Laut Ingresi yaitu laut yang terjadi lantaran adanya penurnan tanah di dasar laut. Oleh karenanya laut ini kerap disebut dengan laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut serta palung laut. Lubuk laut atau basin yaitu penurunan di dasar laut yang berupa bulat. Misalnya lubuk Sulu,

Lubuk Sulawesi, serta Lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog yaitu penurunan di dasar laut yang memiliki bentuk memanjang. Misalnya Palung Mindanau yang dalamnya 1. 085 m, Palung Sunda yang dalamnya 7. 450 m, serta Palung Mariana yang dalamnya 10. 683 (terdalam di dunia).

Laut Regresi 

Laut Regresi yaitu laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur, dan sebagainya) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di laut itu. Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.
Sumber: blog.sukawu.com

Menurut Letaknya 

Bersumber pada letaknya, Laut dibedakan jadi tiga, yakni Laut Tepi, Laut Pertengahan, serta Laut Pedalaman.

Laut Tepi 

Laut Tepi yaitu laut yang terdapat di pinggir benua (kontinen) dan seakan-akan terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Misalnya Laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia serta Kepulauan Filipina

Laut Pertengahan 

Laut Pertengahan yaitu laut yang terdapat di antara benua-benua. Lautnya dalam serta memiliki gugusan pulau-pulau. Misalnya Laut tengah di antara benua Afrika-Asia serta Eropa.

Laut Pedalaman 

Laut pedalaman yaitu laut-laut yang nyaris semuanya dikelilingi oleh daratan. Misalnya Laut Hitam.

Menurut Kedalamannya 

Dalam kelompok ini laut dibedakan bersumber pada 4 lokasi (zona), yakni Zona Lithoral, Zona Neritic, Zona Bathyal, serta Zona Abysal.

Zona Lithoral 

Zona ini yaitu lokasi pantai atau pesisir. Di lokasi ini pada saat air pasang akan digenangi air, serta pada saat air surut berubah jadi daratan. Oleh karenanya lokasi ini kerap juga disebut dengan Lokasi Pasang-Surut.

Zona Neritic 

Zona Neritic yaitu baris batas lokasi pasang surut sampai kedalaman 150 m. Pada zona ini masih tetap bisa ditembus oleh cahaya matahari hingga pada lokasi ini paling banyak terdapat beragam macam jenis kehidupan, baik hewan ataupun tumbuhan.

Zona Bathyal 

Zona Bathyal yaitu lokasi laut yang mempunyai kedalaman antara 150 sampai 1800 m. Lokasi ini tidak bisa tertembus cahaya matahari, oleh karenanya kehidupan organismenya tidak sebanyak yang ada di Lokasi Neritic.

Zona Abysal 

Zona Abysal yaitu lokasi laut yang mempunyai kedalaman melebihi dari 1800 m. Di lokasi ini suhunya sangat dingin serta tidak ada tumbuh-tumbuhan. Bentuk hewan yang bisa hidup di lokasi ini amat terbatas.

Pengukuran Kedalaman Laut 

Sumber: meldyiam.blogspot.co.id
Ada dua cara yang bisa ditemuh untuk mengukur kedalaman laut, yakni dengan memakai teknik bandul timah hitam (dradloading) serta teknik Gema atau Echo Sounder atau Echoloading.

Teknik Bandul Timah Hitam (Dradloading) 

Teknik ini ditempuh dengan memakai tali panjang yang ujungnya diikat dengan bandul timah sebagai pemberat. Dari satu kapal tali di turunkan sampai bandul menyentuh dasar laut. Berikutnya panjang tali diukur dan itulah kedalaman laut.

Cara ini sesungguhnya tidak terlalu tepat, lantaran tali tidak dapat tegak lurus akibat dampak arus laut. Selain itu terkadang bandul tidak sampai ke dasar laut lantaran tersangkut karang. Langkah tersebut juga membutuhkan waktu yang lama.

Akan tetapi langkah tersebut mempunyai keunggulan yakni mengetahui bentuk batuan di dasar laut, suhu, serta mengetahui apakah di dasar laut masih tetap ada organisme yang bertahan hidup.

Gema Duga (Echoloading) 

Pemakaian teknik ini didasarkan pada hukum fisika mengenai perambatan serta pantulan bunyi dalam air. Isyarat bunyi yang di keluarkan dari satu perlengkapan yang dipasang di dasar kapal mempunyai kecepatan merambat rata-rata1600 m/s hingga mengenai dasar laut.

Setelah mengenai dasar laut bunyi dipantulkan dalam bentuk gema serta di tangkap lewat satu perlengkapan yang juga dipasang di dasar kapal, jarak waktu yang dibutuhkan untuk perambatan serta pemantulan bisa diterjemahkan sebagai kedalaman laut.

Langkah tersebut dianggap lebih praktis, cepat, dan akurat. Tetapi kita tidak bisa mendapatkan jawaban tentang suhu, bentuk batuan, serta tanda tanda kehidupan di dasar laut.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Laut, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Laut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Laut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
11 April 2017

Pengertian dan Jenis Arus Laut Dunia

Pengertian dan Jenis Arus Laut Dunia. Pengertian Arus Laut, Faktor penyebab terjadinya Arus Laut, Jenis-jenis Arus Laut, Persebaran Arus Laut di Seluruh Dunia, Pengamatan Arus Laut, dan Pengukuran Kecepatan Arus Laut.

Pengertian Arus Laut

Sumber: paulamens.wordpress.com
Arus laut yaitu gerakan massa air secara vertikal serta horizontal hingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan di dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir sebuah massa air yang dipicu tipuan angin atau ketidaksamaan densitas atau gerakan gelombang panjang.

Faktor Pemicu Terjadinya Arus Laut 

Terjadinya arus di lautan dikarenakan oleh dua aspek terpenting, yakni:
  1. Aspek internal, seperti ketidaksamaan densitas air laut, gradien tekanan mendatar serta gesekan lapisan air. 
  2. Aspek eksternal seperti gaya tarik matahari serta bulan yang di pengaruhi oleh tahanan dasar laut serta gaya coriolis, ketidaksamaan tekanan udara, gaya gravitasi, gaya tektonik, serta angin. 

Beberapa Tipe Arus Laut 

Bersumber pada Proses Terjadinya:
  1. Arus ekman: Arus yang di pengaruhi oleh angin. 
  2. Arus termohaline: Arus yang di pengaruhi oleh densitas serta gravitas. 
  3. Arus pasut: Arus yang di pengaruhi oleh pasut. 
  4. Arus Geostropik: Arus yang di pengaruhi oleh gradien tekanan mendatar serta gaya corolis. 
  5. Arus Wind driven current: Arus yang di pengaruhi oleh pola gerakan angin serta terjadi pada susunan permukaan. 
Bersumber pada Kedalamannya:
  1. Arus permukaan: Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan arah horizontal serta di pengaruhi oleh pola sebaran angin. 
  2. Arus dalam: Terjadi jauh di mendasar kolom peraran, arah gerakannya tidak di pengaruhi oleh pola sebaran angin serta membawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator. 

Persebaran Arus di Seluruh Dunia

Di Samudra Pasifik 
Sumber: vemale.com
Di Bagian Utara Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Utara, adalah arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa serta diakibatkan dan di dorong oleh angin pasat timur laut. 
  2. Arus Kuroshio, adalah kelanjutan arus khatulistiwa utara, lantaran setelah tiba di dekat Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini adalah arus panas yang mengalir dari kepulauan Filipina, menyusur bagian timur kepulauan Jepang serta terus ke pesisir Amerika Utara (terlebih Kanada). Arus ini di dorong oleh Angin Barat. 
  3. Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini adalah kelanjutan arus kuroshio, termasuk juga arus menyimpang (dampak daratan) serta arus dingin. 
  4. Arus Oyashio, adalah arus dingin yang di dorong oleh angin timur serta mengalir dari selat Bering menuju ke selatan serta berakhir di bagian timur kepulauan Jepang, lantaran di tempat ini arus itu bertemu dengan arus Kuroshio (terhalang oleh kuroshio). Di tempat pertemuan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio ada daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuan dengan arus pana Kuroshio yang menjadi hangat serta tumbuh subur. 
Di Bagian Selatan Khaulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Selatan, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini disebabkan atau didorong oleh angin pasat tenggara. 
  2. Arus Humboldt atau Arus Peru, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin bbarat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini di dorong oleh angin pusat tenggara serta termasuk juga arus dingin. 
  3. Arus Australia timur, adalah kelanjutan arus Khatulistiwa Selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (bagian timur Great Barrier Reef). 
  4. Arus Angin Barat, adalah kelanjutan dari beberapa arus Australia Timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 derajat-40 derajat LS) serta sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh Angin Barat. 
Di Samudra Atlantik 
Sumber: rajawow.com
Di Bagian Utara Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Utara, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini diakibatkan serta didorong oleh angin pasat timur laut. 
  2. Arus Teluk Gulfstream, adalah arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar serta adalah arus panas. Arus ini disebut dengan arus teluk sebab beberapa darinya keluar dari teluk meksiko. 
  3. Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur, adalah arus dingin yang mengalir dari laue Kutub Utara ke Selatan menyusur pantai timur tanah hijau. Arus ini didorong oleh angin Timur (yang datang dari daerah kutub). 
  4. Arus Labrador, datang dari laut kutub utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus ini didorong oleh angin timur serta adalah arus dingin yang pada umumnya membawa “gunung es” yang turut dihanyutkan. 
  5. Arus Canari, adalah arus menyimpang serta termasuk juga arus dingin. Arus ini adalah kelanjutan beberapa arus teluk yang mengubah arahnya sesudah pengaruh daratan Spanyol serta mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara. 
Di Bagian Setan Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Selatan, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Beberapa dari arus ini masuk ke utara (yang berbarengan dengan arus khatulistiwa utara ke Laut Karibia) sedangkan yang beberapa lagi membelok ke selatan. Arus ini disebabkan serta didorong oleh angin pasat tenggara. 
  2. Arus Brazilia, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (terutama Brazilia). Arus ini termasuk juga arus menyimpang serta adalah arus panas. 
  3. Arus Benguela, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin barat yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini adalah arus dingin, yang pada akhirnya kembali jadi Arus Khatulistiwa selatan. 
  4. Arus Angin Barat, adalah kelanjutan dari beberapa Arus Brazilia yang mengalir ke arah timur (pada lintang 30 derajat-40 derajat LS) sejajar dengan garis ekuator, arus ini didorong oleh angin barat serta adalah arus dingin. 
Di Samudra Hindia 
Sumber: merdeka.com
Di Bagian Utara Khatulistiwa 

Arus laut samudra ini kondisiya tidak sama dengan samudra lain, sebab arah gerakan arus tidak tetap dalam satu tahun, tetapi berganti arah dalam ½ tahun, sesuai sama gerakan angin musim yang menimbulkannya. Arus-arus itu yaitu sebagai berikut ini:
  1. Arus Musim Barat Daya, adalah arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri laut arab serta Teluk Benguela. Arus ini diakibatkan serta didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini jalan kurang kuat sebab mendapatkan kendala dari gerakan angin pasat timur laut. 
  2. Arus Musim Timur Laut, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri teluk Benguela serta Laut Arab. Arus ini disebabkan serta didorong oleh angin musim timur laut. Arus yang terjadi bergerak agak kuat sebab di dorong oleh dua angin yang saling menguatkan, yakni angi pasat timuur laut serta angin musim timur laut. 
Di Bagian Selatan Khatulistiwa 
  1. Arus Khatulistiwa Selatan, adalah arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nnantinya pecah jadi dua (Arus Maskarena serta Aurs Agulhas setelah tiba di timur madagaskar). Arus ini diakibatkan serta didorong oleh angin pasat tenggara.
  2. Arus Maskarena serta Arus Agulhas, adalah arus menyimpang serta adalah arus panas. Arus ini juga merupakan kelanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai pulau Madagaskar Barat. 
  3. Arus Angin Barat, adalah kelanjutan dari beberapa arus angin barat yang mengalir ke bagian utara menyusur pantai barat benua Australia. Arus ini termasuk juga arus menyimpang serta merupakan arus dingin yang pada akhirnya kembali jadi Arus Khatulistiwa Selatan. 

Pengamatan Arus Laut 

Sumber: library.ucsd.edu
Dilakukan untuk memahami arah serta kecepatan air laut pada kedalaman spesifik. Metode pengamatannya memakai Current Meter, yakni dengan meletakkannya di beberapa stasiun pengamat di bawah permukaan laut.

Keuntungan Current Meter: 
  1. Bisa mengukur pada tiap kedalaman. 
  2. Pencatatanya secara automatis. 
  3. Data Ukurannya relatif teliti. 
  4. System Pengamatan 
Pengukuran kecepatan arus air disebut juga dengan Water Current Meter yang secara prinsip dibagi dalam tiga system, yakni:

Pengukuran Kecepatan Arus 
  1. System Pencacah Putaran, yakni current meter yang mengkonversi kecepatan sudut dari propeller atau baling-baling ke dalam kecepatan linear. Umumnya bentuk ini memiliki kisaran pengukuran antara 0,03–10 m/s. 
  2. System Elektromagnetik, pada system ini air dianggap sebagai konduktor yang mengalir lewat medan magnetik. Perubahan pada tegangan diterjemahkan ke dalam kecepatan. 
  3. System Akustik, pada system ini digunakan prinsip Dopler pada transduser, juga umumnya bertindak sekaligus sebagai receiver, yang memancarkan pulsa-pulsa pendek pada frekuensi spesifik. Pulsa-pulsa dari yang di terima kembali oleh receiver di mana hal itu bisa diukur sebagai kecepatan arus air.
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Arus Laut Dunia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Arus Laut di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Arus Laut. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
24 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria). Pengertian Coelenterata (Cnidaria), Ciri-Ciri dari Coelenterata (Cnidaria), Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria), Penjelasan Lengkap untuk Tiap-Tiap Coelenterata (Cnidaria), dan apa sih yang belum kalian tahu tentang Coelenterata (Cnidaria)? Semuanya ada di sini.

Pengertian Coelenterata (Cnidaria)

Sumber: solpugid.com
Secara umum, Coelenterata (Cnidaria) merupakan hewan invertebrata yang memiliki rongga dengan bentuk tubuh seperti tabung serta mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Pada saat berenang, mulut coelenterata menghadap ke dasar laut.

Tubuh Coelenterata (hewan berongga) yaitu terdiri atas jaringan luar (eksoderm) serta jaringan dalam (endoderm) dan system otot yang membujur serta menyilang (mesoglea).

Istilah Coelenterata datang dari bahasa Yunani dari kata Coeles yang memiliki arti rongga serta interon yang memiliki arti usus. Funggsi rongga tubuh pada Coelenterata yaitu sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).

Coelenterata lebih di kenal dengan sebutan Cnidaria. Istilah Cnidaria datang dari bahasa Yunan dari kata cnida yang memiliki arti penyengat lantaran sesuai sama namanya cnidaria yang mempunyai sel penyengat.

Sel penyengat ada pada tentakel yang ada di sekitar mulut. Contoh Coelenterata (Hewan berongga) yaitu ubur-ubur, hydra, serta anemon laut.

Ciri-Ciri Coelenterata 

Sumber: byjus.com
Coelenterata mempunyai ciri khas dengan karasteristik dari semua hewan coelenterata. Ciri coelenterata umum yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Multiseluler, serta radial simetris (memotong bidang lewat pusat membuat segmen identik, mereka mempunyai sisi atas serta bawah namun tidak ada sisi samping) 
  2. Merupakan hewan invertebrata. 
  3. Mempunyai bentuk seperti tabung 
  4. Dikelilingi tentakel di sekitar mulut 
  5. Susunan tubuh coelenterata terdri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm), dan system otot yang membujur serta menyilang (mesoglea) 
  6. Mempunyai knidoblast, yakni sel eksoderm yang memuat toksin yang berduri disebut juga dengan nematocyt. 
  7. Hidup di air tawar, air laut, secara solider (menempel pada dasar perairan) serta berkoloni. 
  8. Mempunyai sel penyengat (nematosis) 
  9. Merupakan hewan karnivora (mengonsumsi invertebrata kecil) 
  10. Tidak mempunyai organ atau system organ 
  11. Tidak mempunyai otak, tetapi cuma impuls saraf yang berjalan lewat tubuh mereka serta bisa mendeteksi isyarat di lingkungannya. 
  12. System pencernaan coelenterata: di eksoderm ada tentakel berupa gelembung disebut dengan Hipnotoxin yang mempunyai kait-kait dari benang. Bila menangkap mangsa, tentakel menarik makanan ke arah mulut serta mendorongnya ke dalam rongga tubuh. Makanan diolah oleh enzim yang akan beredar ke semua rongga tubuh dan lantas diserap oleh endoderm. System pencernaan coelenterata disebut juga dengan Gastrovaskuler. 
  13. System pernapasan yaitu system saraf difus (baur). 
  14. Coelenterata mempunyai alat gerak yang berupa tentakel 

Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria) 

Sumber: pinterest.com
Coelenterata (Cnidaria) mempunyai kurang lebih 10.000 spesies yang sudah diidentifikasi. Coelenterata terdiri dari beberapa kelas yakni sebagai berikut ini: 

Hydrozoa: Hydrozoa datang dari bahasa yunani, dari kata hydro yang memiliki arti air, serta zoon yang memiliki arti hewan.

Hydrozoa adalah hewan yang sebagian besar hidup di laut serta ada sebagian dari spesiesnya hidup di air tawar. Hydrzoa hidup sebagai polip, medusa, atau keduanya. Gastrodermis Hydrozoa tidak memiliki kandungan nematosista.

Polip hidup secara soliter atau berkoloni. Pada saat polip soliter hydra membentuk tunas yang sudah mempunyai mulut serta tentakel yang akan terlepas dari induknya.

Tetapi pada polik yang berkoloni seperti Obelia, tunas-tunas tetap melekat pada induknya serta saling terkait, disebut juga dengan koloni hidroid. Koloni hidroid menetap pada sebuah tempat dengan hidroriza, yakni percabangan horisontal (menyerupai akar) yang tertanam di dalam substrak.

Hydrozoa memiliki dua jenis alat indra, yakni oseli sebagai pengindra sinar serta statosista sebagai alat keseimbangan.

Beberapa medusa memperlihatkan gerak fototaksis negatif (menjauhi cahaya), tetapi ada pula yang fototaksis positif (mendekati cahaya). Misalnya Hydrozoa yaitu Obelia, Hydra, serta Physalia.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Hydrozoa yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Hidup di air tawar atau air laut 
  2. Hidup secara koloni serta soliter 
  3. Mempunyai bentuk seperti silinder serta bisa bergerak di bebatuan dalam menangkap makanan. 
  4. Berkembangbiak secara aseksual serta seksual 
Scyphozoa: Istilah Scyphozoa datang dari bhs Yunani, dari kata skyphos yang memiliki arti mangkuk, serta zoon yang memiliki arti hewan.

Scyphozoa adalah hewan yang hidup di laut serta sebagai ubur-ubur sejati, lantaran medusa mempunyai bentuk dominan dalam siklus hidupnya.

Biasanya medusa berenang secara bebas, dengan membentuk seperti payung dengan ukuran diamater kurang lebih 2-40 cm, hingga ada pula yang mencapai 2 m. Medusa mempunyai warna yang menarik, umpamanya jingga, kecoklatan, kesumba.

Ordo Stauromedusae (Lucernariida) memiliki medusa yang bertangkai di bagian aboral serta sesil atau melekat pada ganggang serta benda yang lain. Ada Scyphozoa tidak mepunyai bentuk polip, seperti atolla, serta pelagia.

Tetapi ada juga yang mempunyai benuk polik, namun dengan ukuran kecil berbentuk skifistoma. misalnya pada aurelia.

Scyphozoa biasanya diesis serta gonad ada di gastrodermis. Sel telur atau sperma masuk ke dalam rongga gastrovaskuler serta di keluarkan lewat mulut. Fertilisasi bisa terjadi secara eksternal di air luat atau di koral. Contoh Scyphozoa yaitu Aurlia, Cyanea, Perphylla Chrysaora, serta Rhizostoma.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Scyphozoa yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Mempunyai ukuran yang besar serta terdapat banyak di pantai seperti ubur-ubur serta hidup di laut 
  2. Mempunyai saluran bercabang sebagai alat pencernaan 
  3. Di bagian tepi dikelilingi oleh tentakel 
  4. Pada sekitar mulut, ada empat lengan dengan ada nematokist yang berperan melemahkan mangsa. 
  5. System saraf yang terbentuk anyaman 
Anthozoa: Istilah anthozoa datang dari bahasa Yunani, dari kata anthos yang memiliki arti bunga, serta zoon yang memiliki arti hewan. Anthozoa adalah hewan laut yang mempunyai bentuk serupa dengan bunga.

Anthozoa hidup sebagai polip soliter atau berkoloni dan tidak memiliki bentuk medusa. Ada anthozoa yang membuat rangka dalam atau rangka luar dari zat kapur, tetapi ada pula yang tidak membuat rangka.

Rongga gastrovaskuler pada Anthozoa bersekat-sekat serta memiliki kandungan nematosista. Gonat ada di gastrodermis. Anthozoa mempunyai 6.100 spesies salah satunya sebagai berikut ini: 
  1. Metridium serta Edwardisia, merayap dengan pedal menyerupai kaki Acropor, Fungia, Astrangia, mempunyi rangkai luar dari zat kapur yang disebut juga dengan karang batu. 
  2. Cerianthus, polip dengan bentuk serupa anemon panjang yang bertentakel banyak dengan dibungkus oleh selubung dari lendir serta pasir yang mengeras. 
  3. Antipathes, koral hitam, rangka tersusun dari zat tanduk, serta mempunyai bentuk seperti ranting tumbuhan yang bercabang-cabang dengan warna hitam.
Kesimpulan, Ciri-Ciri Anthozoa yaitu sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk yang mirip bunga, memiliki warna yang beragam 
  2. Memiliki tentakel dengan jumlah yang banyak serta berkelipatan 8 
  3. Hewan yang hidup di air laut yang jernih 
  4. Tidak mempunyai bentuk medusa serta ada juga yang berupa polip tetapi amat langka
Cubozoa: Dahulu, Cobozoa ada dalam kelompok Scyphozoa, tetapi setelah ditemukan ketidaksamaan yang mendasar. Lantas dijadikan kelas tersendiri. Ketidaksamaan itu adalah Cubozoa mengalami metamorfosis lengkap dari polip sampai ke medusa payung (tubuh) berupa kotak, serta mempunyai lensa mata yang kompleks.

Cubozoa adalah ubur-ubur sejati. Medusa mempunyai bentuk lonceng dengan empat segi yang datar, hingga mirip bentuk kubus. Mempunyai tinggi lonceng mencapai 17 cm dengan jumlah tentakel 4 buah atau empat rumpun yang panjangnya mencapai 2 m.

Cubozoa bisa berenang cepat secara horisontal dengan sisi aboral sebagai anteriornya. Habitat Cubozoa di laut tropis serta subtropis dengan makanan intinya yaitu ikan.

Beberapa cubozoa berdampak buruk untuk perenang lantaran sengatan nematosistanya bisa mengakibatkan luka yang susah disembukan, hingga mengakibatkan kematian dalam tempo 3-20 menit. Misalnya pada Chironex fleckeri (sea waspas) di perairan Indo-Pasifik.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Cubozoa yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Berwujud polik serta medusa payung, 
  2. Mempunyai bentuk kotak serta lensa mata yang kompleks. 
  3. Memiliki sisi datar yang mirip bentuk kubus. 
  4. Tinggi lonceng sekitar 17 cm dengan 4 tentakel yang panjang mencapai 2 m. 
  5. Berenang secara horisontal. 

Reproduksi Coelenterata 

Sumber: ucmp.berkeley.edu
Cara reproduksi coelentera (cnidaria) yaitu dengan cara vegetatif serta generatif. Vegetatif yaitu membuat tunas serta polip. Sedangkan secara generatif yaitu kesamaan sel telur serta sel jantan di bagian medusa.

Fungsi Coelenterata 

Sumber: drbbugs.wikidot.com
Ada beberapa fungsi coelentara (cnidaria) baik yang berguna atau yang menguntungkan maupun yang merugikan untuk kehidupan manusia, dan yang menguntungkan diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Sebagai bahan makanan, misalnya pada ubur-ubur, anemon laut/mawar laut 
  2. Sebagai hiasan di bawah laut atau akuarium air laut 
  3. Bisa menarik wisatawan serta pengunjung pada wisata laut menyelem bila mempunyai terumbu karang yang bagus serta eksotik. Misalnya taman laut bunaken. 
  4. Terumbu karang berperan sebagai tempat perkembangbiakan ikan-ikan laut serta tempat berlindung satwa laut lainnya 
  5. Sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang laut 
  6. Bisa dipakai sebagai perhiasan seperti akar bahar serta koral 
  7. Sebagai bahan dapur seperti batu karang 
  8. Sebagai taman laut untuk rekreasi
Sumber: pics4learning.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Coelenterata (Cnidaria) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Coelenterata (Cnidaria). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 
05 May 2017

Pengertian dan Jenis Sedimentasi

Pengertian dan Jenis Sedimentasi. Pengertian Sedimentasi, Jenis-Jenis Sedimentasi, dan Istilah-Istilah Lain Sedimentasi.

Pengertian Sedimentasi 

Sumber: 3dgeography.co.uk
Sedimentasi yaitu terbawanya material hasil dari pengikisan serta pelapukan oleh air, angin atau gletser ke sebuah lokasi yang lantas diendapkan. Seluruh batuan hasil pelapukan serta pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan jadi batuan sedimen.

Hasil proses sedimentasi di sebuah tempat dengan tempat lain akan tidak sama. Berikut ini yaitu ciri bentang tempat akibat proses pengendapan bersumber pada tenaga pengangkutnya.

Pengendapan oleh air sungai 

Batuan hasil pengendapan oleh air disebut dengan sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, diantaranya meander, oxbow lake, tanggul alam, serta delta.

Meander 

Sumber: 3dgeography.co.uk
Meander, adalah sungai yang berkelok-kelok yang terbentuk lantaran adanya ingindapan. Proses berkelok-keloknya sungai diawali dari sungai sisi hulu. Di bagian hulu, volume airnya kecil serta tenaga yang terbentuk juga kecil. Mengakibatkan sungai mulai menghindari penghambat serta mencari jalan yang paling mudah dilalui. Sementara, di bagian hulu belum terjadi pengendapan.

Di bagian tengah, yang wilayahnya datar aliran airnya lambat, hingga membentuk meander. Proses meander terjadi pada pinggir sungai, baik sisi dalam ataupun pinggir luar.

Pada bagian sungai yang aliranya cepat, akan terjadi pengikisan, sedangkan sisi pinggir sungai yang lamban alirannya, akan terjadi pengendapan. Jika hal semacam itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

Oxbow lake 

Sumber: writerscafe.org
Meander umumnya terbentuk pada sungai sisi hilir, sebab pengikisan serta pengendapan terjadi secara terus-menerus. Proses pengendapan yang terjadi secara terus-terusan akan mengakibatkan kelokan sungai terpotong serta terpisah dari aliran sungai, hingga terbentuk oxbow lake, atau disebut juga dengan sungai mati.

Delta 

Sumber: citiesxl.wikia.com
Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut, kecepatan alirannya jadi lambat. Mengakibatkan, terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan, sedangkan tanah liat serta lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air.

Setelah demikian lama, akan terbentuk beberapa susunan sedimen. Pada akhirnya beberapa susunan sedimen membentuk dataran yang luas di bagian sungai yang mendekati muaranya serta membentuk delta.

Pembentukan delta mesti memenuhi beberapa ketentuan. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai mesti banyak saat akan masuk laut atau danau. Kedua, arus di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga, pantai mesti dangkal. Contoh bentang alam ini yaitu delta Sungai Musi, Kapuas, serta Kali Brantas.

Tanggul alam 

Sumber: nature.org
Jika terjadi hujan lebat, volume air bertambah secara cepat. Mengakibatkan terjadi banjir serta air meluap sampai ke pinggir sungai. Pada saat air surut, beberapa bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di pinggir sungai. Mengakibatkan, terbentuk sebuah dataran di pinggir sungai.

Munculnya material yang tidak halus (kasar) ada pada pinggir sungai. Mengakibatkan pinggir sungai lebih tinggi dibanding dengan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut dengan tanggul sungai.

Tidak hanya itu, juga ada tanggul pantai sebagai hasil dari proses pengendapan oleh laut. Kedua tanggul itu adalah tanggul alam, lantaran proses terbentuknya berjalan alami dari hasil pelaksanaan alam

Pengendapan oleh air laut 

Sumber: tenagaeksogen0006.wordpress.com
Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut dengan sedimen marine. Pengendapan oleh air laut disebabkan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, diantaranya pesisir, spit, tombolo, serta penghambat pantai.

Pesisir adalah lokasi pengendapan di sepanjang pantai. Umumnya terdiri atas material pasir. Ukuran serta komposisi material di pantai amat banyak variasinya, bergantung pada perubahan keadaan cuaca, arah angin, serta arus laut.

Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Bila terjadi perubahan arah, arus pantai akan tetap mengangkut material material ke laut yang dalam. Saat material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material.

Setelah demikian lama, ada akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu disebut dengan spit. Bila arus pantai selalu berlanjut, spit akan makin panjang. Terkadang spit terbentuk melalui teluk serta membetuk penghambat pantai (barrier beach). Jika di sekitar split ada pulau spit tersambung dengan daratan, hingga membentuk tombolo.

Pengendapan oleh angin 

Sumber: berpendidikan.com
Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut dengan sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin bisa berbentuk gumuk pasir (sand dune).

Gumuk pasir terjadi akibat akumulasi pasir yang cukup banyak serta tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut serta mengendapkan pasir di sebuah tempat secara bertahap, hingga terbentuk timbunan pasir yang disebut dengan gumuk pasir.

Pengendapan oleh gletser 

Sumber: artikelmateri.blogspot.co.id
Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut dengan sedimen glacial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser yaitu bentuk lembah yang semula berupa V jadi U. Pada ketika musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah.

Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng serta mengendap di lembah. Mengakibatkan, lembah yang semula berupa V jadi berupa U.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis Sedimentasi, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sedimentasi di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sedimentasi. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
27 March 2017

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem. Pengertian Ekosistem, Komponen dari Sebuah Ekosistem, Macam-Macam Ekosistem, Ekosistem Darat, Ekosistem Laut. Istilah-Istilah dalam Ekosistem, Fungsi dari sebuah Ekosistem.

Pengertian Ekosistem 

Sumber: blingurah.com
Dalam sebuah daerah, lingkungan atau lokasi, umpamanya hutan, kolam, danau, waduk serta lain sebagainya sudah terjadinya hubungan antar komponen biotik (makhluk hidup) serta komponen abiotik (makhluk tidak hidup).

Misalnya satu tumbuhan membutuhkan tanah, unsur hara, sinar serta air untuk tumbuh. Lantas tumbuhan ini lantas dapat jadi sumber makanan untuk makhluk hidup yang lain seperti hewan ataupun manusia serta demikian selanjutnya.

Momen yang di atas tadi adalah sebuah system ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan serta umumnya kita kenal dengan ekosistem.

Sebuah system ini terbagi dalam beragam komponen yang sama-sama melengkapi serta bekerja terus-menerus serta teratur sebagai satu kesatuan yang utuh.

Sedangkan ekologi yaitu pengetahuan sains yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme yang satu dengan tempat hidup atau habitatnya.

Jadi dapat di ambil kesimpulan kalau ekosistem yaitu sebuah tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh antara seluruh komponen lingkungan hidup yang sama-sama berhubungan serta melengkapi hingga terbentuk kesatuan yang teratur.

Kesatuan yang utuh serta teratur ini ada pada bingkai keseimbangan yang miliki sifat dinamis. Arti dinamis di sini yaitu bisa saja sewaktu-waktu terjadi perubahan, baik besar ataupun kecil yang dikarenakan oleh tangan manusia.

Komponen Ekosistem 

Sumber: wikipedia.org
Ekosistem dapat berbagai jenis bentuknya sesuai sama bentangan maupun hamparan tempat ekosistem berada. Misalnya ekosistem hutan, rawa-rawa, waduk, danau, hutan hujan tropis serta lain sebagainya.

Walau demikian bila diurutkan bersumber pada komponen terbagi dalam komponen fisik atau tidak hidup (abiotik) serta hayati atau hidup (biotik).

Komponen fisik atau tidak hidup misalnya udara, angin, cahaya, air, tanah, curah hujan serta lain sebagainya. Seluruh bentuk materi ini berupa daya serta materi dalam ruang lingkup ekosistem.

Komponen abiotik atau hidup dilihat dari susunan trofiknya, terbagi dalam beberapa status sosial atau tingkatan, yaitu produsesm customer serta pengurai. Sedangkan dilihat dari manfaatnya terbagi dalam dua komponen besar yakni komponen autotrof serta heterotrof.

Produsen 

Produsen adalah sebuah bentuk organisme atau makhluk hidup yang dapat membentuk serta membuat makanannya sendiri dari beragam zat organik dengan lewat proses fotosintesis serta klorofil.

Bentuk organisme ini disebut dengan autotrof sebab dapat dan mampu membentuk serta membuat makanannya sendiri dan dapat juga membantu keperluan makhluk hidup yang lain.

Konsumen 

Konsumen adalah beberapa kumpulan atau beberapa kelompok makhluk hidup yang mengonsumsi produsen serta hewan yang lain. Bentuk kelompok ini tidak dapat membuat makanannya sendiri dari beberapa bahan anorganik. Hingga dia amat tergantung pada organisme produsen.

Komponen ini di kenal dengan heterotrof. Di dalam konsumen sendiri terdiri lagi beberapa tingkatan. Yaitu hewan yang mengonsumsi organisme produsen disebut dengan konsumen primer. Bentuk hewan ini terbagi dalam herbivora di dalam susunan trofik menempati tingkatan trofik kedua.

Lantas konsumen yang mengonsumsi organisme herbivora disebut dengan konsumen sekunder yang terbagi dalam hewan karnivora ataupun omnivora. Serta konsumen sekunder ini masuk ke dalam tingkatan trofik ketiga.

Biasanya hubungan antarkomponen biotik dalam sebuah system ekosistem umumnya saling terkait dalam system rantai makanan. Rantai makanan yang saling terkait akan membuat jaringan kehidupan yang baru.

Pengurai 

Pengurai adalah sebuah bentuk organisme yang tugasnya menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang lain yang sudah mati jadi beberapa zat organik. Lantas zat ini akan disimpan di dalam tanah lantas digunakan oleh tumbuhan sebagai bahan makanan (penyubur tanaman).

Contoh organisme pengurai yaitu bakteri serta jamur. Kehadiran organisme pengurai amat dibutuhkan untuk makhluk hidup.

Aliran Materi Serta Energi Dalam Ekosistem 

Produsen bersamaan dengan konsumen membuat rangkai makanan lantas dibantu dengan pengurai hingga terbentuklah daur materi. Satu ekosistem akan terbentuk dengan baik bila di dalamnya ada aliran materi serta energi.

Aliran materi akan mengalir dari mata rantai satu ke mata rantai lain dalam sebuah rantai makanan. Materi yaitu segala suatu hal yang mempunyai massa serta menempati ruang.

Massa di sini barmakna berat serta dapat ditimbang. Dalam momen makan memakan, maka akan terjadi perpindahan materi dari organisme yang dikonsumsi menuju ke organisme yang mengonsumsi.

Makanan yang dikonsumsi oleh organisme memiliki kandungan energi untuk menjalani kegiatan. Bersamaan dengan itu aliran materi juga ikut terbawa begitu halnya aliran energi.

Aliran energi yaitu rentetan berurut dari perpindahan bentuk energi ke bentuk energi yang lain serta diawali dari cahaya matahari sampai ke produsen, konsumen tingkat tinggi hingga ke pengurai (saprina) di dalam tanah.

Siklus atau daur hidup ini berlangsung dalam tatanan ekosistem. Jadi, daya tidak akan hilang akan tetapi akan beralih ke bentuk energi yang lain. Bila dalam pengetahuan fisika disebut dengan termodinamika. Yaitu hukum kekekalan energi.

Hukum Termodinamika I menyebutkan kalau energi dapat dirubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain tetapi tidak bisa di ciptakan serta dimusnahkan.

Tetapi, Hukum Termodinamika II menyatakan kalau tidak ada sebuah proses pengubahan bentuk energi yang berjalan secara prima. Serta proses pengubahan ini senantiasa meninggalkan sisa yang tidak terpakai pada proses itu.

Jadi sisa energi yang tidak terpakai ini disebut dengan entropi. Atau dalam dunia industri disebut juga dengan limbah atau hasil pembuangan pabrik.

Sumber energi itu banyak macamnya. Tetapi sumber energi paling utama di dunia yaitu matahari. Lantaran semua komponen kehidupan memmbutuhkan serta memakai matahari dalam proses hidupnya.

Umpamanya saja tumbuhan memakai sinar matahari untuk proses fotosintesis serta organisme lain memerlukan cahaya matahari untuk merubah zat anorganik jadi organik atau disebut juga dengan kemoautotrof.

Interaksi Komponen Abiotik Dengan Komponen Biotik 

Dalam persoalan ini komponen biotik sebagian besar di pengaruhi oleh komponen abiotik. Contoh, sebatang tumbuhan amat tergantung dengan kehadiran serta petumbuhannya dari komponen abiotik, seumpamanya tanah, air, udara, cahaya.

Mengenai beberapa bentuk tanaman cuma dapat tumbuh serta berkembang hanya di tanah tertentu saja. Demikian halnya perihal persebaran tanaman di pengaruhi juga oleh aspek cuaca serta iklim. Umpamanya, tanaman kelapa bisa tumbuh subur serta berbuah lebat cuma di daerah pesisir pantai akan tetapi tidak untuk daerah pegunungan.

Interaksi Antarorganisme 

Pada intinya tiap organis berhubungan dengan antarorganisme maupun dengan bentuk lain. Tetapi interaksi antarorganisme ini bisa dibedakan jadi 5 diantaranya:

Netral 

Netral yaitu hubungan atau hubungan tidak sama-sama mengganggu antarorganisme dalam satu habitat yang sama serta miliki sifat menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.

Predasi 

Predasi yaitu interaksi atau hubungan antarorganisme mangsa serta pemangsa (predator). Artinya seekor pemangsa dalam soal ini hewan tidak dapat hidup jika tidak ada yang dimangsa.

Parasitisme 

Parasitime yaitu hubungan atau hubungan antarorganisme yang berbeda spesies serta miliki sifat merugikan dari masing-masing spesies yang berbeda.

Komensalisme 

Komensalisme yaitu interaksi atau hubungan pada dua organisme yang masing-masing berbeda spesies, spesies yang pertama diuntungkan serta spesies yang lain tidak dirugikan.

Mutualisme 

Mutualisme yaitu interaksi atau hubungan antar dua organisme atau lebih yang berbeda bentuk atau spesies serta sama-sama menguntungkan antar kedua belah pihak.

Interaksi Antarpopulasi 

Biasanya interaksi antarpopulasi terjadi cuma pada populasi yang satu dengan yang lain. Dan bersifat alelopati ataupun kompetisi. Adapun interaksi alelopti yaitu hubungan yang terjadi antar populasi yang terjadi jika populasi yang pertama menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbunya populasi lain.

Interaksi Antarkomunitas 

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda serta sama-sama berhubungan di dalam sebuah lokasi yang sama. Contoh, daerah padang rumput yang ditempati oleh hewan pemakan rumput yakni kuda, banteng, kelinci, rusa serta lain sebagainya.

Beberapa Jenis Ekosistem (Bioma) 

Nama lain dari ekosistem yaitu bioma. Meskipun kelihatannya bioma adalah bagian dari ekosistem akan tetapi dalam dunia biologi kerapkali juga menyamai ekosistem dengan bioma. Bioma yaitu komune satuan di dalam ekosistem sebagai hasil interaksi atau hubungan iklim regional atau lokasi dengan biota (makhluk hidup) serta substratnya.

Jadi iklim maupun cuaca amat menentukan bentuk biota yang hidup di sebuah wilayah atau lokasi itu. Umpamanya, lokasi padang rumput tumbuh di daerah yang mempunyai curah hujan yang stabil.

Bersumber pada jenis atau macam-macamnya ekosistem dibedakan jadi 2 bentuk yaitu ekosistem darat serta ekosistem perairan (ekosistem darat serta ekosistem air laut).

Ekosistem Darat 

Ekosistem darat yaitu lingkungan atau lokasi fisik yang berbentuk daratan. Dalam ekosistem ada beberapa kumpulan atau beberapa bioma. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bioma sama dengan ekosistem, oleh karena itu kita mengistilahkan beberapa ekosistem darat dengan bioma, salah satunya:

Bioma Gurun 
Sumber: satujam.com
Bioma gurun yaitu sebuah bentuk ekosistem yang cuma ada pada daerah dengan curah hujan kurang dari 25 cm/tahun serta mempunyai suhu yang tinggi pada siang hari yaitu 45 derajat C serta suhu rendah saat malam hari yaitu 0 derajat C. Bioma gurun ada di sepanjang garis balik utara serta selatan dengan keadaan udara yang mengalami subsidensi (turun), hingga terjadi penempatan udara.

Bioma Padang Rumput 
Sumber: renunganhariankristen.net
Bioma Padang Rumput yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai curah hujan terbatas yaitu 25 cm – 30 cm/tahun. Hingga bentuk ekosistem ini tidak dapat membentuk hutan. Bioma padang rumput bisa ditemui di daerah atau lokasi tropis serta sub tropis. Misalnya negara-negara Asia Tenggara serta beberapa negara Asia Utara.

Bioma Hutan Basah 
Sumber: widrializa.blogspot.co.id
Bioma Hutan Basah yaitu bentuk ekosistem dengan curah hujan yang cukup lebat atau tinggi yaitu 200 cm – 225 cm/tahun. Jenis ekosistem ini dapat dijumpai di lokasi tropis serta sub tropis.

Bioma Hutan Gugur 
Sumber: geographyeducation.wordpress.com
Bioma Hutan Gugur yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai iklim sedang atau lokasi yang beriklim 4 musim. Ciri bioma hutan gugur yaitu mempunyai curah hujan yang merata setiap tahun, pohon yang tumbuh tidak serapat dengan tumbuhan di bioma hutan basah.

Bioma Taiga 
Sumber: emaze.com
Bioma Taiga yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai ciri berdaun jarum (kolifer). Jika kita melirik di bagian selatan dari Tundra akan didapati bentuk kelompok tanaman pohon jarum. Batas antara dua bentuk ekosistem Tundra serta Taiga disebut dengan batas pohon lantaran lokasi ini masih memungkinkan tumbuhnya pohon-pohon maupun tidak.

Bioma Tundra 
Sumber: bioexpedition.com
Bioma tundra yaitu bentuk ekosistem dengan lokasi yang tidak mempunyai pohon-pohon. Lokasi ini dapat diketemukan di dearah kutub yang amat dingin.

Serta bentuk tumbuhan yang dapat bertahan di ekosistem ini cuma gulam serta lumut kerak serta tumbuhan yang dominan yaitu Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu dengan batang pendek dan rumput.

Ekosistem Air Tawar 

Ekosistem air tawar adalah bentuk ekosistem yang mempunyai ciri diantaranya macam suhu yang tidak menyolok, penetrasi sinar kurang serta di pengaruhi oleh iklim serta cuaca.

Pada ekosistem air tawar umumnya tanaman yang tumbuh serta seringkali ditemui yaitu ganggang serta tumbuhan biji.

Ekosistem air tawar bisa digolongkan berdasarkan sifatnya jadi dua bentuk yaitu air tenang serta air mengalir. Danau dan rawa masuk ke dalam kelompok ekosistem air tenang sedangkan sungai masuk ke dalam kelompok ekosistem air mengalir.

Ekosistem Air Tawar

Danau 
Sumber: fairyterritory.blogspot.co.id
Danau adalah kumpulan air yang menggenang di atas lokasi depresi atau cekungan yang luasnya dari mulai beberapa meter persegi sampai beberapa ratus meter persegi.

Keadaan danau bila dilihat dari kedalaman memliki ketidaksamaan yang menyolok. Danau dengan kedalaman spesifik akan hidup tumbuhan serta hewan spesifik juga.

Oleh karena itu danau dibedakan lagi jadi 4 daerah yang berbeda yakni: 
  1. Daerah Litorial, Daerah litorial yaitu sisi danau dengan kedalaman yang dangkal hingga sinar matahari dapat menembus hingga ke dasar danau secara maksimal. 
  2. Daerah Limnetik, Berbeda dengan daerah litorial, daerah limnetik yaitu daerah yang masih tetap dapat ditembus oleh cahaya matahari. Bentuk hewan yang dapat diketemukan di sini yaitu fitoplankton. Serta fitoplankton dimangsa oleh udang kecil. 
  3. Daerah Profundal, Daerah profundal yaitu daerah yang ditempati oleh hewan seperti cacing serta mikroba. Bentuk daerah ini dapat kerap disebut juga dengan daerah afotik danau. 
  4. Daerah Bentik, Daerah bentik yaitu daerah dasar danau yang ditempati oleh bentuk organisme mati serta bentos. 
Ekosistem Air Tawar Bersumber pada Produksi Materi Organik 

Tidak hanya dibedakan berdasarkan kedalaman serta jarak, danau dapat juga dibedakan bersumber pada produksi materi organiknya, diantaranya:
  1. Danau Oligotropik, Danau Oligotropik yaitu bentuk danau yang di dalamnya ada bentuk hewan fitoplanklon tetapi tidak produktif hingga kekurangan nutrisi. Keunikan danau ini yaitu airnya yang amat jernih, organisme yang hidup amat sedikit serta ada oksigen yang cukup sepanjang tahun. 
  2. Danau Eutropik, Danau Eutropik yaitu danau dangkal tetapi mempunyai fitoplankton yang banyak serta produktif hingga kaya akan nutrisi. Tetapi sayangnya danau ini mempunyai air yang keruh, bermacam bentuk organisme serta cukup oksigen. 
Ekosistem Air Tawar

Sungai 
Sumber: dhemasdewata.blogspot.co.id
Sungai adalah bentuk ekosistem air tawar yang mempunyai daerah yang cukup besar. Tidak sama dengan danau yang airnya cenderung diam. Air sungai mengalir dari tempat tinggi ke permukaan yang rendah.

Hingga tidak mensupport adanya hewan plankton di lokasi ini. Tetapi, tumbuhan seperti ganggang tetap dapat berkembang oleh karena adanya cahaya matahari hingga membantu proses potosintesis serta rantai makanan.

Belakangan ini ekosistem sungai mulai mengalami masalah lantaran pembangunan bendungan maupun waduk. Kehadiran waduk bisa memutus rantai makanan beberapa ikan yang bergerak dari hulu ke hilir untuk bertelur.

Oleh karena itu, banyak spesies ikan hilang dari alirang sungai. Misalnya yaitu ikan sidat serta ikan pelus. Kedua ikan ini keberadaannya nyaris punah. Sebab untuk bertelur ikan pelus menempatkan telurnya di laut serta untuk mencari makanan di sungai.

Ekosistem Air Laut 

Sama seperti dengan darat, ekosistem air laut dibedakan jadi 4 diantaranya:

Laut 
Sumber: search.yahoo.co.jp
Seperti di ketahui kalau 2/3 dari bumi yaitu laut. Air laut mempunyai kandungan garam atau NaCl yang amat tinggi terlebih laut merah. Air laut mempunyai sahu yang beragam. Di daerah beriklim tropis, suhu air laut beragam yaitu mencapai 25 derajat C serta suhu di atas serta di bawah permukaan mempunyai perbedan yang cukup besar.

Bagian antara susunan air hangat yang ada pada bagian atas dengan yang dingin pada bagian bawah diberi nama batas termoklin. Ekosistem air laut bersumber pada letak kedalamannya dibedakan jadi 4 lokasi yaitu:
  1. Lokasi Pasang (Littoral), Lokasi pasang atau littoral adalah sisi dari dasar laut yang kering bila terjadi surut. Jadi, ikan tidak dapat hidup di lokasi ini tetapi beberapa bentuk binatang darat dapat ditemui di lokasi ini. 
  2. Lokasi Laut Dangkal (Neritic), Lokasi laut dangkal atau neritic yaitu lokasi dengan kandungan airnya sedikit hingga masih tetap memungkinkan cahaya matahari tembus ke permukaan dasar laut. Indoensia sendiri mempunyai beberapa lokasi laut yang dangkal. Misalnya Laut Jawa, Natuna, Kepulaun Riau, Selat Malaka yang kerap disebut juga landas kontinen sunda. Serta Laut Arufu yang disebut juga landas kontinen sahul. 
  3. Lokasi Lautan Dalam (Bathyal), Lokasi lautan dalam yaitu lokasi laut yang ada pada kedalaman antara 150 – 800 meter. Jadi amat susah untuk cahaya matahari yang tembus ke dasar laut seperti pada lokasi laut dangkal. 
  4. Lokasi Laut Amat Dalam (Abyssal), Lokasi laut amat dalam yaitu lokasi dengan kedalaman di bawah 800 meter. Dengan kedalaman nyaris 1 km itu amat susah untuk tanaman agar bisa hidup ataupun bertahan lantaran sumber sinar tidak dapat menembusnya. Hingga jumlah hewan ataupun tumbuhan amat terbatas terkecuali beberapa jenis hewan yang dapat bertahan di lingkungan itu. 
Pantai 
Sumber: pantai-indah.com
Pantai yaitu sisi ekosistem laut yang terdapat di antara 2 ekosistem yakni ekosistem darat serta laut. Bersumber pada tata letaknya, ekosistem pantai berbatasan dengan ekosistem darat, laut ataupun daerah gunakan surut.

Estuari 
Sumber: thinglink.com
Estuari yaitu tempat bertemunya antara sungai dengan laut atau umum disebut juga dengan muara. Sehinngga nutrisi yang dibawa bersamaan dengan proes erosi dapat memperkaya sungai ataupun daratan.

Adapun salinitas di estuari di pengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut air. Di saat pasang, air laut akan masuk ke tubuh sungai untuk meningkatkan salinitasnya.

Terumbu Karang 
Sumber: blogs.uajy.ac.id
Terumbu karang yaitu bentuk ekosistem yang bisa ditemui di daerah beriklim tropis dengan ciri airnya jernih, hingga amat gampang untuk cahaya matahari untuk masuk atau menembus ke permukaan laut hingga amat gampang untuk terjadinya proses fotosintesis.

Lokasi ini didominasi oleh karang atau koral yang masuk ke dalam kelompok Cnidaria. Terumbu karang populer dengan beragam macamnya. Salah satunya ikan hias yang bernilai tinggi. Tetapi banyak dilihat lantaran ulah tangan jahil manusia keadaan terumbu karang saat ini amat memprihatinkan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam–Macam Ekosistem di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ekosistem. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. berkahkhair.com 
23 December 2016

Pengertian Tsunami : Cara Penanggulagan Tsunami

Pengertian Tsunami

Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin membesar.

Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air pasang. Ini karena saat mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai air pasang yang tinggi daripada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan angin. Namun sebenarnya gelombang tsunami sama sekali tidak berkaitan dengan peristiwa pasang surut air laut. Karena itu untuk menghindari pemahaman yang salah, para ahli oseanografi sering menggunakan istilah gelombang laut seismik (seismic sea wave) untuk menyebut tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat.

Tsunami terjadi karena adanya gangguan impulsif terhadap air laut akibat terjadinya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. Ini terjadi karena tiga sebab, yaitu : gempa bumi, letusan gunung api dan longsoran (land slide) yang terjadi di dasar laut. Dari ketiga penyebab tsunami, gempa bumi merupakan penyebab utama. Besar kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa bumi yang menyebabkannya.

Bagian terbesar sumber gangguan implusif yang menimbulkan tsunami dahsyat adalah gempa bumi yang terjadi di dasar laut. Walaupun erupsi vulkanik juga dapat menimbulkan tsunami dahsyat, seperti letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.

Gempa bumi di dasar laut ini menimbulkan gangguan air laut, yang disebabkan berubahnya profil dasar laut. Profil dasar laut iniumumnya disebabkan karena adanya gempa bumi tektonik yang bisa menyebabkan gerakan tanah tegak lurus dengan permukaan air laut atau permukaan bumi. Apabila gerakan tanah horizontal dengan permukaan laut, maka tidak akan terjadi tsunami.

Apabila gempa terjadi didasar laut, walaupun gerakan tanah akibat gempa ini horizontal, tetapi karena energi gempa besar, maka dapat meruntuhkan tebing-tebing (bukit-bukit) di laut, yang dengan sendirinya gerakan dari runtuhan in adalah tegak lurus dengan permukaan laut. Sehingga walaupun tidak terjadi gempa bumi tetapi karena keadaan bukit/tebing laut sudah labil, maka gaya gravitasi dan arus laut sudah bisa menimbulkan tanah longsor dan akhirnya terjadi tsunami. Hal ini pernah terjadi di Larantuka tahun 1976 dan di Padang tahun 1980.

Gempa-gempa yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah :


  1. Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
  2. Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km.
  3. Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 Skala Richter.
  4. Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gaya-gaya semacam ini biasanya terjadi pada zona bukaan dan zona sesar.

Lida (1970) berdasarkan data tsunami di Jepang menunjukkan bahwa gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar merupakan gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (sesar naik) misalnya tsunami Japan Sea 1983 dan Flores 1992 dan sebagian kecil tipe normal (sesar turun) misalnya sanriku Jepang 1993 dan Sumba 1977. gempa dengan mekanisme fokus strike slip (sesar mendatar) kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami

Langkah yang harus dilakukan antara lain :


  • Petakan daerah rawan genangan tertinggi tsunami, jalur evakuasi, dan tempat penampungan sementara yang cukup aman.
  • Berkoordinasi dengan Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), kepolisian, pemerintah daerah, dan rumah sakit. Jika data dari BMG mengenai peringatan dini bencana tak bisa diharapkan kecepatannya, komunitas ini harus menghimpun gejala-gejala alam yang tidak biasa terjadi.
  • Melakukan pertemuan rutin untuk menambah pengetahuan mengenai gempa dan tsunami. Jika perlu, mendatangkan ahli.
  • Melakukan latihan secara reguler, baik terjadwal maupun tidak terjadwal.
  • Buat deadline waktu respon evakuasi untuk diterapkan saat latihan agar dalam bencana sesungguhnya telah terbiasa merespon secara cepat.
  • Buat kode tertentu yang dikenali masyarakat sekitar untuk menandakan evakuasi. Semisal di Pulau Simeuleu yang paling dekat dengan episentrum gempa Aceh, memiliki istilah Semong yang diteriakkan berulang kali untuk menunjukkan adanya tsunami. Dengan kode ini, otomatis harus dilakukan evakuasi secepatnya ke tempat yang lebih tinggi.Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat anggota komunitas tinggal.
  • Menyebarkan gambar peta evakuasi di pelosok daerah tempat anggota komunitas tinggal.
  • Sedangkan langkah yang harus dilakukan tiap individu adalah :
  • Siapkan satu tas darurat yang sudah diisi keperluan-keperluan mengungsi untuk 3 hari. Di dalamnya termasuk, pakaian, makanan, surat-surat berharga, dan minuman secukupnya. Jangan membawa tas terlalu berat karena akan mengurangi kelincahan mobilitas.
  • Selalu merespon tiap latihan dengan serius sama seperti saat terjadinya bencana.
  • Selalu peka dengan fenomena alam yang tidak biasa.
  • Untuk membaca tanda-tanda alam sebelum terjadinya tsunami, Amien Widodo memberikan sejumlah petunjuk berdasarkan pengalaman tsunami-tsunami sebelumnya.
  • Terdengar suara gemuruh yang terjadi akibat pergeseran lapisan tanah. Suara ini bisa didengar dalam radius ratusan kilometer seperti yang terjadi saat gempa dan tsunami di Pangandaran lalu.
  • Jika pusat gempa berada di bawah permukaan laut dikedalaman dangkal dan kekuatan lebih dari 6 skala richter, perlu diwaspadai adanya tsunami.
  • Jangka waktu sapuan gelombang tsunami di pesisir bisa dihitung berdasarkan jarak episentrumnya dengan pesisir.
  • Garis pantai dengan cepat surut karena gaya yang ditimbulkan pergeseran lapisan tanah. Surutnya garis pantai ini bisa jadi cukup jauh.
  • Karena surutnya garis pantai, tercium bau-bau yang khas seperti bau amis dan kadang bau belerang.
  • Untuk wilayah yang memiliki jaringan pipa bawah tanah, terjadi kerusakan jaringan-jaringan pipa akibat gerakan permukaan tanah.
  • Dalam sejumlah kasus, perilaku binatang juga bisa dijadikan peringatan dini terjadinya tsunami. Sesaat sebelum tsunami di Aceh, ribuan burung panik dan menjauhi pantai, sedangkan gajah-gajah di Thailand gelisah dan juga menjauhi pantai.

penanggulangan tsunami :


  1. apabila terdengar gemuruh dahsyat yang berasal dari laut segeralah berlari menuju tempat yang lebih tinggi dan beri tahu warga sekitar guna mencari tempat yang aman.
  2. apabila sudah tidak sempat berlari ke tempat yang lebih tinggi seperti bukit, gunung dan sebagainya carilah rumah bertingkat yang tinggi agar tidak terseret ombak tsunami.
  3. apabila dari keduanya sudah tidak memungkinkan naiklah ke atas pohon yang cukup tinggi dan kokoh seperti pohon kelapa dan lainnya.
  4. jangan turun dari tempat tinggi sebelum ada pengumuman bahwa situasi telah aman dari badan seperti BMKG dan lainnya.
  5. Tolonglah korban lain yang luka- luka terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman
  6. Apabila ada anggota keluarga yang hilang maka carilah di posko-posko penanggulangan bencana.
25 December 2016

Pengertian Air : Jenis dan Fungsinya

Pengertian Air

Pengertian Air dalam Biologi dan Kimia (Senyawa H2O) – Pengertian air adalah senyawa kimia yang merupakan hasil ikatan dari unsur hidrogen (H2) yang bersenyawa dengan unsur oksigen (O) dalam hal ini membentuk senyawa H2O. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Kehilangan air untuk 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh dehidrasi. Karenanya orang dewasa perlu meminum minimal sebanyak 1,5 – 2 liter air sehari untuk keseimbangan dalam tubuh dan membantu proses metabolisme.

Di dalam tubuh manusia, air diperlukan untuk transportasi zat – zat makanan dalam bentuk larutan dan melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh. Misalnya untuk melarutkan oksigen sebelum memasuki pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar alveoli.

Pengertian Air Bersih dan Air Minum
Berdasarkan Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat pengawasan kualitas air, air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat dan dapat diminum langsung. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitsanya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.

Sumber Air di Alam

Sumber air di alam terdiri atas air laut, air atmosfir (air metereologik), air permukaan, dan air tanah.

  • Air Laut : Air laut mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl. Kadar garam NaCl dalam air laut tidak memenuhi syarat untuk air minum.
  • Air Atmosfir, Air Meteriologik : Dalam kehidupan sehari-hari air ini dikenal sebagai air hujan. Dapat terjadi pengotoran dengan adanya pengotoran udara yang disebabkan oleh kotoran – kotoran industri/debu dan lain sebagainya tatapi dalam keadaan murni sangat bersih, Sehingga untuk menjadikan air hujan sebagai sumber air minum hendaknya tidak menampung air hujan pada saat hujan baru turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Selain itu air hujan memiliki sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi (karatan). Disamping itu air hujan ini mempunyai sifat lunak sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun.

Air Permukaan

Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan Lingkungan, pengertian air permukaan merupakan salah satu sumber penting bahan baku air bersih. Faktor-faktor yang harus diperhatikan, antara lain :
a.    Mutu atau kualitas baku
b.    Jumlah atau kuantitasnya
c.    Kontinuitasnya
Air permukaan seringkali merupakan sumber air yang paling tercemar, baik karena kegiatan manusia, fauna, flora, dan zat-zat lainnya. Air permukaan meliputi:
  • Air Sungai : Air sungai memiliki derajat pengotoran yang tinggi sekali. Hal ini karena selama pengalirannnya mendapat pengotoran, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri kota dan sebagainya. Oleh karena itu dalam penggunaannya sebagai air minum haruslah mengalami suatu pengolahan yang sempurna.
  • Air Rawa : Kebanyakan air rawa berwarna kuning coklat yang disebabkan oleh adanya zat-zat organis yang telah membusuk, misalnya asam humus yang larut dalam air. Dengan adanya pembusukan kadar zat organis yang tinggi tersebut, maka umumnya kadar mangan (Mn) akan tinggi pula dan dalam keadaan kelarutan O2 kurang sekali (anaerob), maka unsur-unsur mangan (Mn) ini akan larut.

Air Tanah

Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan lingkungan, pengertian air tanah merupakan sebagian air hujan yang mencapai permukaan bumi dan menyerap ke dalam lapisan tanah dan menjadi air tanah. Sebelum mencapai lapisan tempat air tanah, air hujan akan menembus beberapa lapisan tanah dan menyebabkan terjadinya kesadahan pada air.

Kesadahan pada air ini akan menyebabkan air mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi. Zat-zat mineral tersebut antara lain kalsium, magnesium, dan logam berat seperti besi dan mangan.
  • Air Tanah Dangkal : Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai saringan. Disamping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yang akan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan untuk sumber air minum melaui sumur-sumur dangkal.
  • Air Tanah Dalam : Air tanah dalam dikenal juga dengan air artesis. Air ini terdapat diantara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air. Jika tekanan air tanah ini besar, maka air dapat menyembur ke luar dan dalam keadaan ini, sumur ini disebut dengan sumur artesis. Jika air tidak dapat ke luar dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah dalam ini.
  • Mata Air : Mata air merupakan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas/kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam. Berdasarkan keluarnya (munculnya ke permukaan tanah) mata air dapat dibedakan atas :
  • Mata Air Rembesan, yaitu mata air yang airnya keluar dari lereng-lereng,
  • Umbul, yaitu mata air dimana airnya keluar ke permukaan pada suatu dataran.
Air merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di dalam kehidupan setiap organisme. Dengan mengetahui pengertian air yang sebenarnya, memiliki banyak manfaat seperti manfaat dalam menentukan air yang baik dan bisa digunakan dalam kehidupan, terlebih air yang dapat di konsumsi.

Fungsi Air

Fungsi air juga merupakan zat yang sangat dibutuhan selain udara dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Akan tetapi, air bisa menjadi petaka jika kita tidak bisa merawat sumbernya. Air bisa menjadi perantara penyakit-penyakit yang menyerang manusia. Oleh karena itu, untuk merasakan manfaat air bagi kehidupan khususnya bagi kesehatan tubuh. Akan lebih bijak jika kita merawat keberadaan sumber air yang ada.

Keberadaan manfaat air bagi kesehatan tubuh sangat penting dimana air adalah sumber kehidupan. Kemampuan air bisa memperbaiki daya tahan tubuh karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat kita sedang beraktifitas atau pun bekerja. Air juga membantu kita untuk menahan rasa lapar dimana kita ketahui bahwa rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus. Sewaktu kita mengalami dehidrasi kita akan berpikir kalau kita sedang lapar dan mungkin merasa ingin makan padahal yang kita butuhkan sebenarnya adalah air.

Kita juga dapat memanfaatkan efek dari rasa kenyang setelah minum air yang berkhasiat untuk membantu kita dalam mengatur pola makan dan mencegah makan berlebihan. Keberadaan air mampu mengurangi resiko terserang beberapa penyakit. Khususnya penyakit yang sering berhubungan dengan batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar. Dengan meminum air secara teratur akan menghindarkan kita dari gangguan pencernaan yang berakibat sembelit. Tidak hanya itu, air bisa digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi masuk angina dan pilek. Hal itu karena antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila Anda dehidrasi.

Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran yang efektif untuk mengurangi batuk. Selain itu, air juga bisa digunakan untuk melembabkan wajah seperti manfaat vitamin E untuk kulit serta bisa mengurangi kerutan pada wajah karena kelembaban wajah selalu terjaga. Dengan minum air, kita bisa mengurangi rasa sakit kepala dan migran yang disebabkan oleh dehidrasi. Oleh sebab itu, konsumsilah air yang cukup agar kita bisa merasakan manfaat air yang sesungguhnya.

Selain manfaat air untuk kesehatan sangat jelas, ternyata air juga memiliki fungsi utama bagi kehidupan, fungsi air tersebut adalah;
  1. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusa
  2. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan
  3. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita
  4. Katalisator dalam metabolisme tubuh serta mampu meredam benturan bagi organ vital
  5. Pelumas bagi sendi-sendi dan menstabilkan suhu tubuh