Showing posts sorted by relevance for query pengertian perjanjian internasional. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian perjanjian internasional. Sort by date Show all posts
29 March 2017

Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional

Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional. Pengertian dari Perjanjian Internasional, Tahap-Tahap yang ada dalam sebuah Perjanjian Internasional, Beragam Macam Perjanjian Internasional yang ada di dunia.

Pengertian Perjanjian Internasional 

Sumber: kakakpintar.com
Dalam merajut satu hubungan internasional, negara yang ikut dan harus buat satu perjanjian untuk membatasi hubungan itu sendiri. Dalam hal ini banyak proses yang butuh dilalui untuk buat satu perjanjian internasional, lalu apa pengertian dari perjanjian internasional sebenarnya?

Berikut ini yaitu pengertian perjanjian internasional menurut beberapa ahli:
  • Oppenheimer-Leuterpacht 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian antar negara yang mengakibatkan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang mengadakannya.
  • G. Schwarzenberger 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian antara beberapa subyek hukum internasional yang mengakibatkan beberapa kewajiban yang mengikat dalam hukum internasional. Perjanjian internasional dapat berbentuk bilateral maupun multilateral. Subjek-subjek hukum internasional dalam hal ini tidak cuma beberapa instansi internasional juga negara-negara.
  • Mochtar Kusumaatmadja, SH. LL. M. 
Perjanjian internasional yakni perjanjian yang diadakan antar bangsa yang memiliki maksud untuk menciptakan hasil dari hukum-hukum tertentu.
  • Konferensi Wina 1969 
Perjanjian internasional yakni perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih, yang memiliki maksud untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu. Artinya, perjanjian internasional mengatur perjanjian antar negara, yang juga disebut sebagai subyek hukum internasional.

Dilihat dari segi norma yang berlaku, harusnya setiap negara yang udah melakukan perjanjian mesti mempertanggung jawabkan hasil dari perjanjian dan tidak melanggarnya.
  • Academy Of Science Of USSR 
Perjanjian internasional yakni satu perjanjian yang dinyatakan secara resmi antara dua atau lebih negara-negara mengenai pemantapan, perubahan, atau pembatasan dari pada hak dan kewajiban mereka secara timbal balik.
  • Menurut UU no. 24 th. 2004 
Perjanjian Internasional yakni perjanjian berupa dan nama tertentu yang diatur dalam hukum internasional yang di buat secara tertulis dan menghasilkan adanya hak dan kewajiban pada bagian hukum

Kesimpulan Perjanjian Internasional yakni perjanjian yang diadakan antar negara dalam merajut hubungan internasional sebagai pengatur beberapa batasan dalam kerjasamanya dan menghasilkan hak dan kewajiban yang harus bisa dipertanggung jawabkan oleh negara-negara itu.

Klasifikasi Perjanjian Internasional 

Sumber: hitamandbiru.blogspot.co.id
Bersumber pada Subjeknya 
  1. Perjanjian yang di setujui oleh banyak negara yaitu subyek hukum Internasional 
  2. Perjanjian antar banyak negara dan Subyek Hukum internasional yang lain 
  3. Perjanjian antar subyek hukum internasional tidak cuma negara, umpamanya antar organisasi internasional 
Bersumber pada Isinya 
  1. Perjanjian dari Segi Politis seperti pakta pertahanan dan kedamaian 
  2. Perjanjian dari Segi Ekonomi seperti perlindungan keamanan 
  3. Perjanjian dari Segi Batas Area seperti Laut teritorial 
  4. Perjanjian dari Segi Hukum seperti status kewarganegaraan 
  5. Perjanjian dari Segi Kesehatan, seperti penanggulangan wabah penyakit 
Bersumber pada Proses/tahapan Pembentukannya 
  1. Perjanjian yang mempunyai karakter penting yaitu yang di buat lewat proses perundingan, penandatanganan, dan ratifikasi. 
  2. Perjanjian yang mempunyai karakter sederhana, yaitu yang di buat lewat perundingan dan penandatanganan. 
Bersumber pada Fungsinya 
  1. Perjanjian yang membentuk Hukum, yaitu satu perjanjian yang meletakkan beberapa ketentuan hukum untuk orang-orang internasional secara kesuluruhan yang miliki sifat multilateral dan biasanya terbuka untuk pihak ketiga. 
  2. Perjanjian yang miliki sifat khusus, yaitu perjanjian yang menghasilkan hak dan kewajiban untuk negara-negara yang mengadakan perjanjian saja. 

Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional 

Sumber: republika.co.id
Dalam membuat perjanjian internasional, negara yang merajut hubungan kerja harus melalui beberapa bagian spesifik sebagai berikut ini:

Perundingan (negotiation) 

Perundingan atau negosiasi yaitu hal pertama yang butuh dilakukan. Secara umum mungkin saja kita sudah paham benar arti dari perundingan ini. Istilahnya seperti musyawarah untuk mencapai satu kesepakatan yang di setujui bersama.

Atau biasa disebut dengan musyawarah yang mufakat.
Dalam melakukan perundingan masing-masing negara dapat mengirimkan perwakilannya dengan membawa surat kuasa penuh. Apabila telah ada kesepakatan bersama menyangkut perjanjian ini akan dilanjutkan ke proses selanjutnya.

Penandatanganan (Signature) 

Setelah dilakukan perundingan akan ada proses penandatanganan. Biasanya proses ini dilakukan oleh menteri luar negeri atau kepala pemerintahan. Untuk perjanjian yang ada dalam sebuah perjanjian multilateral (negara yang ikut serta lebih dari 2) hasil kesepakatan dianggap sah apabila suara telah mencapai 2/3 suara peserta yang ada untuk memberikan suara.

Walau demikian perjanjian belum dapat diterapkan bila belum melalui tahap pengesahan (ratifikasi) oleh masing-masing negaranya.

Pengesahan (Ratification) 

Proses yang terakhir ketika saat sebelum perjanjian itu berlaku yakni pengesahan atau ratifikasi. Satu negara mengikatkan diri pada suatu perjanjian dengan syarat bila udah disahkan oleh tubuh yang berwenang di negaranya.

Ratifikasi perjanjian internasional dikelompokkan jadi 3, yaitu:
  1. Pengesahan Oleh badan Eksekutif. Sistem ini umum dilakukan oleh pemerintahan raja-raja absolut atau otoriter. 
  2. Pengesahan oleh Badan Legislatif. Sistem ini tidak sering digunakan. 
  3. Pengesahan Campuran oleh Badan Eksekutif dan Legislatif (DPR dan Pemenrintahan). Sistem ini yaitu yang paling banyak digunakan karena badan eksekutif dan legislatif sama-sama memastikan dalam proses ratifikasi satu perjanjian. 

Jenis-Jenis Perjanjian Internasional 

Sumber: elgar.blog
Satu di antara hasil dari hubungan internasional yakni terbentuknya satu perjanjian yang berlaku sampai batas yang di setujui. Perjanjian ini dapat dikerjakan di beberapa bagian kenegaraan. Namun secara garis besar dapat dikelompokkan jadi perjanjian bilateral, dan multilateral.

Perjanjian Bilateral 

Perjanjian Bilateral yakni hubungan kerja yang menyangkut keperluan hubungan antar dua negara saja. Biasanya perjanjian hubungan ini miliki sifat tertutup, artinya tidak di sebarluaskan secara internasional.

Contoh hubungan kerja bilateral Indonesia yakni perjanjian antara pemerintahan RI dengan RRC pada th. 1955, yaitu tentang penyelesaian Dwi Kewarganegaraan.

Perjanjian Multilateral 

Seperti namanya, perjanjian multilateral yakni hubungan kerja lebih dari dua negara, hubungan internasional seperti ini biasanya miliki sifat terbuka. Perjanjian ini mungkin saja tidak hanya mengatur keperluan negara-negara yang ikut serta, namun juga keperluan negara lain yang bukanlah merupakan peserta dari perjanjian ini.

Contoh hubungan kerja multilateral negara Indonesia yakni Konvensi Wina th. 1961 tentang hubungan Diplomatik.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Tahap, dan Macam Perjanjian Internasional, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Perjanjian Internasional di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Perjanjian Internasional. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 
26 December 2016

Pengertian Kredit : Fungsi, Unsur, Tujuan, Dan Prinsp Kredit

Pengertian Kredit

Istilah Kredit berasal dari bahasa latin yaitu credere yang berarti kepercayaan, atau credo yang berarti saya percaya, artinya kepercayaan dari kreditor (pemberian pinjaman) bahwa debitornya (penerima pinjaman) akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai dari perjanjian kedua belah pihak.

Pengertian kredit yang lebih mapan untuk kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 yang menyatakan bahwa kriteria adalah penyediaan uang / tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

Pengertian Kredit menurut Para Ahli- Berikut beberapa pendapat para ahli yang telah menyumpangkan pemikiran dalam mendefinisikan arti kredit antara lain sebagai berikut :
  • Brymont P.Kent: Pengertian kredit menurut pendapat Brymont P. Kent adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban melakukan pembayaran pada waktu diminta atau pada waktu yang akan datang, karena penyerahan barang-barang pada waktu sekarang. 
  • Rolling G. Thomas: Menurutnya, pengertian kredit adalah kepercayaan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang. 
  • Amir R. Batubara: Menurut Amir. R. Batubara, pengertian kredit adalah pemberian prestasi yang kontra prestasinya akan terjadi sejumlah uang di masa yang akan datang
  • Firdaus dan Ariyanti: Pengertian kredit menurut firdaus dan ariyanti yang mendefinisikan arti kredit adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang yang memungkinkan ia bisa memperoleh uang, barang-barang atau tenaga kerja, dengan jalan menukarkan dengan suatu perjanjian untuk membayarnya disuatu waktu yang akan datang. 
  • Melayu S.P. Hasibuan: Arti kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjam sesuai perjanjian yang telah disepakati. 
  • Anwar: Pengeritan kredit menurut Anwar adalah pemberian prestasi (jasa) oleh pihak yang satu ke pihak yang lain dan prestasinya dikembalikan dalam jangka waktu tertentu bersama uang sebagai kontraprestasinya (balas jasa). 
  • Thomas Suyatno: Kredit adalah penyediaan uang yang disamakan tagihan-tagihannya yang sesuai dengan persetujuan antara peminjam dan meminjamkan. 
  • Muljono: Menurut Muljono, pengertian kredit adalah kemampun untuk menjalankan pembelian atau melaksanakan suatu pinjaman dengan perjanjian untuk membayar di waktu yang telah ditentukan. 
  • Dr. Al-Amin Ahmad: Menurutnya, pengertian kredit adalah membayar hutang yang dilakukan secara berangsur-angsur pada tempi yang ditetapkan atau ditentukan. 

Fungsi Kredit

Kredit di awal perkembangan fungsinya untuk merangsang kedua belah pihak untuk saling menolong dengan tujuan pencapaian kebutuhan, baik itu dalam bidang usaha atau kebutuhan sehari-hari. Kredit dapat memenuhi fungsinya jika secara sosial ekonomis baik bagi debitur, kreditur, atau masyarakat membawa pengaruh yang lebih baik.

Fungsi Kredit - Dari manfaat yang nyata dan juga manfaat yang diharapkan, maka kredit dalam kehidupan perekonomian dan perdagangan memiliki fungsi. Macam-macam fungsi kredit adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan daya guna uang
  2. Meningkatkan kegairahan berusaha 
  3. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang 
  4. Merupakan salah satu alat stabiltias perekonomian 
  5. Meningkatkan hubungan internasional
  6. Meningkatkan daya guna dan juga peredaran barang
  7. Meningkatkan pemerataan pendapatan 
  8. Sebagai motivator dan dinamisator kegiatan perdagangan dan perekonomian 
  9. Memperbesar modal dari perusahaan 
  10. Dapat meningkatkan IPC (income per capita) masyarakat
  11. Mengubah cara berfikir dan tindakan masyarakat agar bernilai ekonomis

Unsur-Unsur Kredit 

Unsur-Unsur Kredit - Unsur-unsur yang terdapat dalam pemberian pada fasilitas kredit adalah sebagai berikut :
  • Kepercayaan adalah suatu keyakinan terhadap pemberi kredit untuk diberikan benar-benar diterima kembali di masa yang akan datang sesuai dalam jangka waktu kredit. Bank memberikan kepercayaan atas dasar melandasi mengapa suatu kredit dapat berani di kucurkan.
  • Kesepatakan dalam suatu perjanjian yang setiap pihak (si pemberi kredit kepada si penerima kredit) menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing. Kesepakatan berada dalam suatu akad kredit dan ditandatangani oleh kedua belah pihak sebelum kredit dikucurkan. 
  • Jangka Waktu Dari jangka waktu yang telah disepakati bersama mengenai dari pemberian kredit oleh pihak bank dan pelunasan kredit oleh pihak nasabah debitur. 
  • Risiko Dalam menghindari resiko buruk dalam perjanjian kredit, sebelumnya telah dilakukan perjanjian pengikatakan angunan atau jaminan yang dibebankan kepada pihak nasabah debitur atau peminjam. 
  • Prestasi merupakan objek yang berupa bunga atua imbalan yang telah disepakati oleh bank dan nasabah debitur. 

Tujuan Kredit 

Tujuan kredit adalah sebagai berikut :

  1. Mendapatkan pendapatan bank pada hasil bunga kredit yang diterima 
  2. Memproduktifkan dan memanfaatkan dana-dana yang ada
  3. Menjalankan pada kegiatan operasionak bank 
  4. Menambah modal kerja di perusahaan
  5. Mempercepat lalu lintas pembayaran 
  6. Meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan dari masyarakat

Prinsip-Prinsip/Syarat Kredit

Dalam mendapatkan kredit, terdapat macam-macam prosedur yang harus dilewati yang ditentukan oleh bank atau lembaga keuangan agar berjalan dengan baik dan sehat terdapat sebutan 6 C yang merupakan prinsip-prinsip kredit antara lain sebagai berikut :
  1. Character (kepribadian/watak): Kepribadian adalah sifat atau watak pribadi dari debitur untuk mendapatkan kredit, seperti kejujuran, sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya.
  2. Capacity (kemampuan): Kemampuan adalah kemampuan modal yang dimiliki untuk memenuhi kewajiba tepat pada waktunya, khususnya dalam likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan soliditasnya.
  3. Capital (modal): Modal adalah kemampuan debitur dalam melaksanakan kegiatan usaha atau menggunakan kredit dan mengembalikannya.
  4. Collateral (jaminan): Jaminan adalah jaminan yang harus disediakan untuk pertanggung jaaban jika debitur tidak dapat melunasi utangnya.
  5. Condition of Economic (kondisi ekonomi): Kondisi ekonomi adalah keadaan ekonomi suatu negara secara menyeluruh dan memberikan dampak kebijakan pemerintah di bidang moneter, terutama berhubungan dengan kredit perbankan
  6. Constrain (batasan atau hambatan): Batasan atau hambatan adalah penilaian debitur yang dipengaruhi oleh hambatan yang tidak memungkinkan seseorang untuk usaha di suatu tempat. 
Walaupun terdapat prinsip-prinsip kredit yang dikenal dengan 6 C, terdapat juga prinsip-prinsip kredit yang dikenal dengan 4 P antara lain sebagai berikut :
  1. Personality: Personality adalah penilaian bank mengenai kepribadian peminjam, misalnya riwayat hidup, hobinya, keadaan keluarga (istri atau anak), social standing (pergaulan di masyarakat serta bagaimana masyarakat mengenai diri si peminjam dan sebagainya. 
  2. Purpose: Purpose adalah bank menilai peminjam mencari dana mengenai tujuan atau keperluan dalam penggunaan kredit, dan apakah tujuan dari penggunaan kredit itu sesuai dengan line of business kredit bak bersangkutan.  
  3. Payment: Payment adalah untuk mengetahui kemampuan dari debitur mengenai pengembalian pinjaman yang diperoleh dari prospek kelancaran penjualan dan pendapatan sehingga diperkirakan kemampuan pengembalian pinjaman dapat ditinjau waktu jumlahnya.  
  4. Prospect: Prospect adalah harapan usaha di maa yang akan datang dari calon debitur. 
27 March 2016

Pengertian Globalisasi


Lahiya! Menurut pendapat beberapa pakar dalam mengulas pengertian globalisasi, penyebabnya globalisasi serta efek globalisasi dengan pengertian yang berlainan. Pada umumnya, Pengertian Globalisasi yaitu satu sistem yang mendunia di mana individu tak terikat oleh negara atau batas-batas lokasi.

Tiap-tiap individu bisa tersambung oleh siapapun yang ada dibelahan bumi ini serta berlangsung penyebaran info serta komunikasi lewat media bikin serta elektronik yang mendunia. Globalisasi sendiri datang dari bhs inggris yakni Globalization. Kata " Global " bermakna mendunia sedang " Lization " bermakna sistem.

Hingga dalam Pengertian Globalisasi menurut Bhs yaitu satu sistem yang mendunia. Globalisasi adalah satu sistem masuknya negara kedalam pergaulan dunia. Globalisasi bikin satu negara makin kecil atau sempit karena keringanan dalam berhubungan antarnegara baik itu dalam perdagangan, tehnologi, pertukaran info, serta pola hidup ataupun dengan bentuk-bentuk hubungan yang lain.

Pengertian Globalisasi Menurut Pengertian Beberapa Pakar

Pengertian globalisasi menurut pengertian Achmad Suparman yang menyampaikan kalau pengertian globalisasi yaitu satu sistem yang jadikan suatu hal benda atau tingkah laku sebagai ciri dari tiap-tiap individu didunia tanpa ada dibatasi oleh lokasi.

Pengertian Globalisasi menurut pengertian Anthony Giddens menyampaikan kalau globalisasi yaitu intensifikasi jalinan sosial dengan cara mendunia hingga menghubungkan pada peristiwa yang berlangsung dilokasi yang satu dengan yang lain dan mengakibatkan terjadinya pergantian pada keduanya.

Menurut pengertian Selo Soemardjan, Pengertian globalisasi yaitu satu sistem terbentuknya system organisasi serta komunikasi antar orang-orang di semua dunia untuk ikuti system serta beberapa aturan spesifik yang sama.

Pengertian Globalisasi menurut Laurence E. Rothernberg yaitu percepatan dari intensifikasi hubungan serta integrasi pada beberapa orang, perusahaan serta pemerintah dari negara yang tidak sama.

Pengertian Globalisasi menurut pengertian Emanuel Ritcher menyampaikan kalau pengertian globalisasi yaitu satu jaringan kerja global yang mempersatukan orang-orang dengan cara berbarengan yang terlebih dulu menyebar jadi terisolasi dalam sama-sama ketergantungan serta persatuan dunia.

Pengertian Globalisasi menurut pengertian Martin Albrow yaitu semua sistem masyarakat yang tersambung kedalam komune dunia tunggal, komune global.

Penyebabnya Globalisasi

Terdapat banyak beberapa aspek yang mengakibatkan terjadinya globalisasi. Aspek-faktor penyebabnya terjadinya globalisasi yaitu seperti berikut...


  • Majunya ilmu dan pengetahuan pada tehnologi transportasi yang memudahkan dalam layanan pengeriman barang keluar negeri. 
  • Perubahan tehnologi info serta komunikasi yang bertindak menanggung keringanan dalam transaksi ekonomi antar negara. 
  • Kerja sama ekonomi Internasional yang mempermudah terjadinya beberapa perjanjian antarnegara yang tersambung dengan erat. 


Efek Globalisasi



Dalam berlangsung serta berlangsungnya globalisasi ada efek yang diakibatkan dari masa globalisasi. Efek globalisasi terdiri dua yakni efek positif globalisasi serta efek negatif globalisasi. Efek positif serta efek negatif globalisasi yaitu seperti berikut...

a. Efek Positif Globalisasi 


  • Komunikasi yang makin cepat serta gampang 
  • Meningkatnya skala hidup dari orang-orang 
  • Mudahnya memperoleh info serta ilmu dan pengetahuan. 
  • Tingkat pembangun yang makin tinggi 
  • Meningkatnya turisme serta pariwisata 
  • Meningkatnya ekonomi jadi lebih produktif, efisien, serta efektif 

b. Efek Negatif Globalisasi 


  • Info yang tidak teratasi 
  • Munculnya sikap yang ala kebarat-baratan 
  • Timbulnya sikap individualisme 
  • Menyusut sikap solidaritas, gotong royong, kepedulian serta kesetiakawanan 
  • Perusahaan dalam negeri lebih mementingkan perusahaan dari luar daripada perusahaan yang ada pada negeri bikin perusahaan dalam negeri susah berkembang 
  • Menyusutnya tenaga kerja pertanian akibatnya karena bidang industri yang menyerap semua petani. 
  • Budaya bangsa bakal terkikis

Sekianlah Artikel yang bertopik Pengertian, Penyebabnya, Efek Globalisasi, mudah-mudahan rekan-rekan terima point-point dari kajian kesempatan ini seperti pengertian globalisasi pada umumnya, pengertian globalisasi menurut bhs, pengertian globalisasi menurut beberapa pakar, penyebabnya timbulnya globalisasi, bebrapa efek globalisasi baik itu efek positif globalisasi serta efek negatif globalisasi serta bisa berguna buat anda semuanya. 

Pesan untuk Anda. Sebelumnya meninggalkan website ini, sebaiknya rekan-rekan sama-sama sharing dengan SHARE atau berikan lewat sosmed yang ada berikut ini.. Demikian serta Terima Kasih. " Salam Sharing Beberapa Rekan "....
07 November 2016

Pengertian Ham : Fungsi Dan Ciri-Ciri Ham

Pengertian Ham

Sejak lahir setiap manusia sudah mempunyai hak asasi yang dijunjung tinggi serta diakui semua orang. Hak tersebut lebih penting dibandingkan hak seorang penguasa ataupun raja. Hak asasi itu sendiri berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada seluruh manusia. Akan tetapi, pada saat ini sudah banyak hak asasi yang dilanggar oleh manusia guna mempertahankan hak pribadinya.

Hak dapat diartikan sebagai kekuasaan dalam melakukan sesuatu atau kepunyaan, sedangkan asasi adalah hal yang utama, dasar. Sehingga hak asasi manusia atau sering disebut sebagai HAM dapat diartikan sebagai kepunyaan atau milik yang bersifat pokok dan melekat pada setiap insan sebagai anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Untuk lebih jelasnya, berikut pengertian HAM.

Hak Asasi Manusia atau HAM adalah hak-hak yang sudah dipunyai oleh seseorang sejak ia masih dalam kandungan. Hak asasi manusia dapat berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM yang tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat atau Declaration of Independence of USA serta yang tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti yang terdapat pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 31 ayat 1, serta pasal 30 ayat 1.

Dalam teori perjanjian bernegara, terdapat Pactum Unionis serta Pactum Subjectionis. Pactum unionis merupakan suatu perjanjian antarindividu guna membentuk negara, sedangkan pactum subjectionis merupakan suatu perjanjian antara individu serta negara yang dibentuk. Thomas Hobbes mengakui Pactum Subjectionis dan tidak mengakui Pactum Unionis. John Lock mengakui keduanya yaitu Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis, sedangkan JJ Roessaeu hanya mengakui Pactum Unionis.

Ketiga paham ini berpendapat demikian. Namun pada dasarnya teori perjanjian tersebut mengamanahkan adanya suatu perlindungan Hak Asasi Warga Negara yang wajib dijamin oleh penguasa dan bentuk jaminan tersebut haruslah tertuang dalam konstitusi.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, HAM merupakan hak fundamental yang tidak dapat dicabut karena ia adalah seorang manusia. HAM yang dirujuk sekarang merupakan seperangkat hak yang dikembangkan PBB sejak awal berakhirnya perang dunia II. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak dapat berkelit untuk tidak melindungi hak asasi manusia yang bukan warga negaranya.

Selama masih menyangkut persoalan HAM pada masing-masing negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu mempunyai tanggung jawab, khususnya terkait pemenuhan hak asasi manusia pribadi-pribadi yang terdapat pada jurisdiksinya, termasuk orang asing. Oleh karena itu, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk menyamakan antara hak asasi manusia dengan hak-hak lainnya yang dimiliki oleh warga negara. Hak asasi manusia sudah dimiliki oleh siapa saja.

Alasan di atas pula yang dapat menyebabkan hak asasi manusia merupakan bagian integral dari tiap kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karena itu bukan sesuatu yang kontroversial lagi apabila suatu komunitas internasional mempunyai kepedulian yang serius dan bersifat nyata terhadap berbagai isu tentang hak asasi manusida tingkat domestik.

pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut definisi para ahli mengatakan, pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah Tuhan yang dibawa sejak lahir. sedangkan pengertian HAM menurut perserikatan bangsa-bangsa (PBB) adalah hak yang melekat dengan kemanusiaan kita sendiri, yang tanpa hak itu kita mustahil hidup sebagai manusia. Hak Asasi Manusia sering sekali terdengar di telinga kita tentang Pelanggaran-pelanggaran HAM yang membuat kita prihatin tentang semua yang terjadi, sehingga perlunya kita tahu lebih jelas tentang hak asasi manusia seperti dibawah ini..

Dari pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) dapat disimpulkan bahwa sebagai anugerah dari Tuhan terhadap makhluknya, hak asasi tidak boleh dijauhkan atau dipisahkan dari dipisahkan dari eksistensi pribadi individu atau manusia tersebut. Hak asasi tidak bisa dilepas dengan kekuasaan atau dengan hal-hal lainnya, Bila itu sampai terjadi akan memberikan dampak kepada manusia yakni manusia akan kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan.

Walapun demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan hak sendiri sembari mengabaikan hak orang lain merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain, karena itulah ketaan terhadap aturan menjadi penting.

Fungsi Ham

HAM mempunyai peranan yang sangat penting sebagai landasan kongkrit untuk melakukan sesuatu. HAM memiliki fungsi untuk menjamin hak-hak kelangsungan hidup manusia, kemerdekaan, perkembangan manusia dan masyarakat yang tidak boleh diabaikan, dirampas, atau diganggu gugat oleh siapapun.

Namun, pada hakikatnya juga hak yang dimaksud bukan hak yang semena-mena dilakukan oleh setiap manusia karena HAM juga mempunyai kewajibannya. Dimana kewajiban asasi yang harus kita laksanakan terlebih dahulu sebelum menuntut hak. Dalam pelaksanaannya, hak asasi manusia itu tidak dapat dituntut secara mutlak  karena penuntutan pelaksanaan hak asasi manusia secarak mutlak dapat melanggar hak-hak asasi orang lain. Contoh sederhananya, jika berjalan di jalanan umum, kita tidak dapat berjalan sesuka hati kita karena ada orang lain yang mempunyai hak menggunakan jalan tersebut. Maka kita harus memahami batas-batas norma maupun hukum yang berlaku dan dikaitkan dengan HAM.

Ciri-Ciri Ham

Ada 3 ciri pokok HAM sebagai berikut :

  1. HAM tidak perlu diberikan, dibeli, atau diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  2. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
  3. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM.

Macam-Macam Ham

  1. Hak Asasi Pribadi (Personal Right)
  2. Hak asasi pribadi merupakan hak yang ruang lingkupnya kepentingan diri dan sebagian besar dampaknya baik positif maupun negatif lebih besar terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain.
  3. Hak Kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
  4. Hak kebebasan untuk memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
  5. Hak Kebebasan untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama kepercayaan masing-masing
  6. Hak Asasi Politik (Political Right)
  7. Hak asasi politik ketika diperbolehkannya keikutsertaan masyarakat, tidak pandang bulu, ras, agama dan sebagainya dalam dunia perpolitikan suatu negara. Ada beberapa hak yang dimiliki masyarakat dalam kebijakan politik atau hak asasi politik :
  8. Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
  9. Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
  10. Hak membuat dan mendirikan parpol atau partai politik dan organisasi politik lainnya
  11. Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi
07 June 2016

pengertian pasar

pengertian pasar


Pengertian pasar secara umum adalah keseluruhan permintaan dan penawaran barang, layanan atau aspek produksi tertentu. Umumnya pasar dibedakan pengertian pasar dalam arti sempit dan pengertian pasar dalam arti luas. Pengertian pasar dalam arti sempit adalah tempat di mana pada umumnya barang atau layanan diperjualbelikan. Sedangkan pengertian pasar dalam arti luas pasar yaitu sistem di mana konsumen dan penjual saling berhubungan untuk menentukan dan mengambil keputusan harga jual. Untuk melihat fungsi pasar dan jenis-jenis pasar dapat dilihat seperti dibawah ini.

Pasar sangat penting bagi roda perekonomian suatu negara, maka dari itu muncullah fungsi utama pasar antara lain.

  • Fungsi Pembentukan Harga : Fungsi pembentukan harga. artinya pasar merupakan tempat dalam menentukan harga (nilai) suatu barang karna pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang saling berinteraksi atau saling tawar menawar sehingga memunculkan suatu kesepatakan suatu harga (nilai) barang tersebut. 
  • Fungsi Distribusi : Fungsi Distribusi. artinya pasar memudahkan produsen dalam mendistribusikan suatu barang kepada konsumen atau pembeli secara langsung. 
  • Fungsi Promosi : Fungsi Promosi. artinya pasar merupakan tempat yang paling cocok bgi produsen dalam memperkenalkan atau mempromosikan barangnya kepada konsumen. 

Jenis Pasar 


Saat ini jenis-jenis pasar dapat dibedakan dengan sebagian kelompok seperti jenis-jenis pasar menurut karakter dan waktu jadinya, berdasarkan wujudnya, berdasarkan luas jangkauannya, berdasarkan hubungan dengan sistem produksi, berdasarkan struktur pasar. Berikut penjelasan dari setiap jenis-jenis pasar seperti di bawah ini.

a. Berdasarkan Karakter dan Waktu Terjadinya 

Bentuk pasar menurut karakter dan terjadinya dapat dibedakan menjadi berikut 
  • Pasar Harian, adalah suatu pasar yang dilaksanakan setiap hari, contoh pasar harian adalah pasar sentral, pasar tanah abang 
  • Pasar Mingguan, adalah suatu pasar yang dilaksanakan setiap 1 minggu satu kali, contohnya pasar senin dan pasar minggu. 
  • Pasar Tahunan, adalah pasar yang dilaksanakan satu kali dalam setahun, contoh pasar tahunan adalah pasar raya jakarta (PRJ). 
  • Pasar Temporer, adalah pasar yang pelaksanaannya sewaktu-waktu berlangsung, contoh pasar temporer adalah bazar dan pasar murah.  
b. Berdasarkan Wujudnya 

Bentuk pasar menurut wujudnya meliputi pasar konkret dan pasar abstrak antara lain 

  • Pasar Konkret (pasar riil) adalah pasar tempat terjadinya hubungan secara langsung antara penjual barang dengan calon konsumen, contoh pasar konkret adalah pasar tradisional, supermarket, mall, dan swalayan, dan lain-lain. 
  • Pasar Abstrak (pasar tidak riil), adalah pasar dimana antara konsumen dan penjual bertemu, tetapi barang yang diperjual belikan tidak secara langsung dapat diperoleh oleh konsumen. Pada pasar abstrak penjual hanya memperlihatkan contoh-contoh barang yang di jual, contoh pasar abstrak adalah telemarket dan pasar modal. 
c. Berdasarkan luas Jangkauannya 

Bentuk pasar menurut luas jangkauannya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

  • Pasar Lokal adalah suatu pasar yang pelaksanaannya dalam bentuk lokal atau daerah tertentu. 
  • Pasar Nasional adalah suatu pasar sebagai pertemuan antara penjual dengan konsumen dari berbagai daerah atau wilayah dalam satu negara, contoh pasar nasional adalah pasar cengkih di manado, pasar kakao di makassar, pasar tembakau di sumatra dan lain-lain. 
  • Pasar Internasional adalah satu pasar sebagai pertemuan antara konsumen dengan penjual di berbagi negara contoh pasar internasional pasar karet di malaysia, pasar tembakau di Bremen, dan pasar Kopi di Amerika. 
d. Berdasarkan Hubungan dengan Sistem Produksi 

Bentuk sistem menurut hubungan dengan sistem produksi bisa dibedakan jadi berikut 

  • Pasar Input (Pasar sebagian aspek produksi) adalah pasar yang memperjualbelikan hasil-hasil produksi alam berupa hasil pertanian, tanah dan tenaga kerja, dan barang modal. 
  • Pasar Output (Pasar Produk) adalah pasar yang memperjuabelikan barang-barang hasil produksi (dalam bentuk barang jadi). 
e. Berdasarkan Bentuk 

Bentuk pasar berdasarkan bentuk dari struktur pasar dapat dibedakan menjadi berikut 

  • Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition Market) adalah pasar dimana penjual dan konsumen tidak dapat mempengaruhi harga, jadi harga di pasar benar-benar adalah hasil perjanjian dan hubungan antara penawaran mencerminkan keinginan produsen. 
  • Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Inperfect Competition Market) adalah pasar di mana terdapat satu atau sebagian penjual yang menguasai pasar. Pasar persaingan tidak sempurna terbagi atas 3 jenis diantaranya pasar monopoli, oligopoli, monopolistis. pasar monopoli adalah pasar yang bertindak sebagai penentu harga (price market), pasar oligopoli adalah satu pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh sebagian perusahaan, sedangkan pasar monopolistis adalah suatu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang dengan jenis yang berbeda.
16 May 2017

Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia. Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme, Fungsi Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia, Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia, dan Perbedaan antara Kolonialisme dan Imperialisme.

Pengertian Kolonialisme serta Imperialisme 

Sumber: 4shareips.blogspot.co.id
Secara etimologi, kolonialisme barasal dari kata colunus (colonia) yang memiliki arti menguasai. Jadi arti kolonialisme yaitu sebuah usaha yang dilakukan oleh sebuah bangsa untuk menguasai bangsa yang lain di luar dari wilayahnya sendiri.

Banyak maksud bangsa-bangsa barat melakukan kolonialisme, yakni mau mencari dominasi kapabilitas baik itu dari sisi ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, ataupun politik. Ditambah lagi, sebuah asumsi yang sudah sangat berkembang yang berasumsi kalau bangsa yang melakukan kolonisasi lebih baik dari bangsa yang dikolonikan.

Sedangkan imperialisme secara etimologi datang dari kata “imperare” yang memiliki arti memerintah. Oleh karenanya, pengertian dari imperialisme yakni sebuah usaha yang dilakukan oleh sebuah bangsa untuk memerintah bangsa lain di luar dari wilayahnya sendiri. Imperialisme digerakkan dengan penuh paksaan untuk mencapai maksud bangsa yang melakukannya.

Maka, antara kolonialisme serta imperialism mempunyai hubungan yang sangat erat. Bangsa-bangsa Barat datang ke Indonesia mau melakukan kolonialisme serta imperialisme cuma untuk mencapai maksud dari bangsa itu sendiri, tanpa mementingkan masyarakat pribumi.

Secara umum, kolonialisme serta imperialisme yang dilakukan bangsa Barat di Indonesia dilandasi oleh beberapa hal, yakni mencari kekayaan sebanyak mungkin (gold), menyebarkan paham atau agama mereka (gospel), serta mencari kejayaan serta kedaulatan (glory).

Dengan dasar itulah, bangsa-bangsa Barat melakukan aktivitas kolonialisme serta imperialismenya di seluruh penjuru dunia.

Proses Masuknya Kolonialisme serta Imperialisme di Indonesia 

Sumber: akce.eu
Revolusi industry yang terjadi di Eropa mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan samudera dengan maksud mendapatkan bangsa jajahan. Pada awal kehadirannya, bangsa Eropa berteman dengan masyarakat pribumi dengan mengenalkan diri sebagai pedagang yang mau melakukan perdagangan di Indonesai secara bersama-sama dengan pedagang pribumi.

Akan tetapi, makin lama, beberapa pedagang Eropa sukses menguasai praktek perdagangan di Indonesia serta melakukan eksploitasi secara besar-besaran di Indonesia.

Latar Belakang Kehadiran Bangsa Barat di Indonesia 

Sumber: ardiyansarutobi.blogspot.co.id
Bangsa barat datang serta masuk ke Indonesia mempunyai beberapa latar belakang yang mendorong keinginan untuk merebut, menguasai, serta memerintah bangsa Indonesia. Salah satunya yaitu terjadinya Perang Salib pada tahun 1070-1291.

Perang ini melibatkan bangsa Eropa yang berlatar belakang beragama Kristen bertemu dengan kekhalifahan turki Utsmani yang beragama Islam. Akibat dari perang ini, pasukan dari Eropa mengalami kekalahan, hingga kota Konstantinopel (Byzantium) sukses diambil oleh pasukan muslim.

Yang menyebabkan Sultan Mahmud II yang menguasa Turki Utsmani pada saat itu menutup pelabuhan Konstantinopel untuk bangsa Eropa. Hal semacam itu menyebabkan beberapa orang Eropa ada problem untuk mendapatkan hasil alam berbentuk rempah-rempah.

Bersumber pada hal semacam itu, bangsa-bangsa Eropa melakukan perjalanan untuk ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Indonesia yang notabene adalah daerah penghasil rempah-rempah, tidak luput dari invasi mereka.

Mereka juga membawa misi lain yakni gold, gospel, and glory di dalam perjalannya. Ditambah oleh karena adanya semangat reqonguesta yang memiliki arti semangat pembalasan pada golongan muslim di manapun berada. Semangat-semangat itu yang menjadikan bangsa Eropa berani melakukan kolonialisme serta imperialism di Indonesia.

Bangsa Eropa yang Melakukan Kolonialisme serta Imperialisme 

Sumber: pustakanasional.blogspot.co.id
Tercatat, ada 3 bangsa besar yang terlebih dulu melakukan aktivitas kolonialisme serta imperialism di Indonesia. Ketiga bangsa itu adalah Portugis, Spanyol, Inggris serta Belanda.

Bangsa portugis mengawali penjajahan dengan diadakannya perjalanan seorang Portugis yang bernama Bartholomeu Diaz (1450-1500), dia sukses mengarungi samudra sampai ke Benua Afrika (Tanjung Harapan) pada tahun 1486.

Kemudian, ada pula Vasco da Gama (1469-1524) yang sukses mendarat di Calkuta India pada 22 Mei 1498. Lantas, ada juga Alfonso d’ Albuquerque (1453-1515) yang sukses mendarat di Malaka serta merebutnya pada tahun 1511.

Tidak hanya bangsa portugis, ada juga bangsa Spanyol yang juga melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia dengan maksud yang sama.

Bangsa Spanyol mengawali kolonialisme dari seorang Christopher Columbus (1451-1506), dia bersama dengan Amerigo Vespucci sukses menemukan Benua Amerika. Lantas, ada Ferdinand Magelhaens (1519-1521) yang melakukan ekspedisi sampai ke Kepulauan Filipina pada tahun 1920.

Selanjtnya ada juga Ferdinand Cortez yang sukses masuk serta merebut dan menempati Mexico tahun 1519 dengan mengalahkan suku Indian yakni Kerajaan Aztec serta suku Maya di Yucatan. Yang paling akhir, ada Pizzaro yang sukses mengalahkan kerajaan Indian di Peru yakni suku Inca pada tahun 1530.

Setelah bangsa Spanyol, diikuti dengan bangsa Inggris. Bangsa Inggris melakukan invasi ditandai dengan kehadiran beberapa tokoh penjajah berkebangsaan Inggris. Mereka adalah Sir Francis Drake (1577-1580) yang melakukan pelayaran keliling dunia sampai memborong rempah-rempah di Indonesia tepatnya di daerah Ternate.

Lantas, ada Pilgrim Fathers yang melakukan pelayaran pada tahun 1607 sampai mendarat di Amerika Utara. Setelah itu, ada Sir James Lancester yang sukses mendarat di Aceh serta Penang pada tahun 1591, dilanjutkan dengan invasi pada tahun 1602 ke Banten.

Lantas ada juga Sir Henry Middleton, pada tahun 1604 sukses mendarat di Ternate, Tidore, Ambon serta Banda.

William Dampier yang pada tahun 1688 sukses mendarat di Australia lantas meneruskan pelayaran dengan menelusuri pantai ke arah Utara. James Cook pada tahun 1770 sukses mendarat di Pantai Timur Australia hingga diklaim sebagai penemu Benua Australia.

Paling akhir, bangsa Eropa yang masuk ke Indonesia adalah bangsa Belanda yang ditandai dengan Barentz, pada tahun 1594 mencari daerah Timur (Asia) lewat jalur lain yakni ke Utara. Cornelis de Houtman, pada tahun 1596 sukses mendarat di Banten. Serta Jacob van Neck yang sukses mendarat di Banten pada 28 November 1598 serta sukses mendapatkan rempah-rempah yang banyak.

Belanda juga membentuk kongsi dagang yang bernama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). VOC dibentuk oleh pemerintah Belanda dengan maksud untuk memonopoli perdagangan di Indonesia, dan untuk menghindari perselisihan diantara pedagang dari Belanda sendiri. VOC mendapatkan beberapa hak istimewa yang didapatkan dari pemerintah Belanda. Hak-hak itu adalah:
  • The right of trade monopoly (hak memonopoli dagang) 
  • The right to haves armed forces and build forts (hak untuk mempunyai kemampuan tentara sendiri serta membangun benteng-benteng) 
  • The right to make agreements with local aothorities or kings (hak untuk membuat kesepakatan hubungan kerja langsung dengan kekuasaan di lokasi itu). 
  • The right to have its own currency (hak untuk mempunyai mata uang sendiri) 
Keempat hak istimewa yang didapatkan dari pemerintah Belanda ini membuat pedagang-pedagang Belanda di Indonesia mulai melakukan monopoli dan melakukan penjajahan pada pedagang atau masyarakat pribumi. Kehadiran dari pada VOC yang selalu menguat serta melakukan penguasaan di Indonesia membuat bangsa Portugis takluk serta pergi dari Indonesia.

Kebijakan Pemerintah Kolonial yang Berpengaruh Pada Kehidupan Rakyat Indonesia 

Sumber: azanulahyan.blogspot.co.id

Masa-masa Pemerintahan Herman Willem Daendels (1808-1811) 

Mulai sejak tahun 1906, Belanda diperintah oleh orang Perancis yang bernama Napoleon Bonaparte. Automatis, Belanda adalah sekutu dari Perancis. Di Eropa, Inggris adalah musuh besar untuk bangsa perancis.

Oleh karena itu, raja Napoleon Bonaparte menunjuk seorang Gubernur Jenderal untuk memerintah di Indonesia. Hal semacam ini, lantaran dengan dikuasainya lokasi Indonesia, lokasi kekuasaan perancis akan jadi bertambah kuat.

Dan, karenanya, Raja Napoleon memberi pekerjaan pada Herman Willem Daendels untuk memperkuat serta menpertahankan kekuasaan di Indonesai dari serangan Inggris, mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk biaya perang melawan Inggris, serta melakukan perbaikan keadaan keuangan pemerintah yang sudah kosong.

Dengan ditunjuknya Daendels, dia bergerak cepat dengan merekrut tentara, membangun benteng-benteng pertahanan, membangun pabrik mesiu/senjata di Semarang serta Surabaya, medirikan rumah sakit tentara, membuat jalan dari Anyer hingga ke Panarukan.

Yang keseluruhannya berjarak 1100 km, membangun pelabuhan di Anyer serta Ujung Kulon, dan mengubah sistem pemerintahan dari gaya kerajaan jadi sitem pemerintaha yang berlaku di Eropa, di mana Pulau Jawa dabgai jadi sembilan lokasi yang disebut dengan perfektur. Tiap perfektur dipimpin oleh seorang residen, yang mana satu orang residen membawahi beberapa orang bupati.

Di bawah kekuasaannya, Daendels berlaku sangat keras serta disiplin, hingga dia sangat dibenci baik itu oleh golongan pribumi ataupun penguasa yang ada di bawah pimpinannya. Ditambah dengan sistem kerja rodi yang diaplikasikan pada beberapa pekerja, membuat rencana perlawanan terhadapnya mulai bermunculan di beberapa lokasi di Indonesia.

Berita ini terdengar oleh Daendels, hingga ia membutuhkan banyak uang untuk melakukan perlawanan. Dengan strateginya yang menjual tanah Negara pada pihak swasta asing (pembelian tanah disertai penguasaan rakyat yang ada di atasnya), dia dipanggil kembali oleh raja napoleon Bonaparte serta digantikan oleh Jan Willem Jansnsen.

Masa-masa Pemerintahan Jan Willem Janssen (1811) 

Setelah masa-masa pemerintahan Herman Willem Daendels selesai serta diperintahkannya Jan Willem Janssen jadi Gubernur Jenderal di Indonesia, dampak Belanda serta Perancis perlahan mulai surut. Itu disebabkan pola pemerintahan pada mas ini kurang taktis serta amat lemah, hingga Jan Willem Janssen menyerah pada Inggris.

Hal semacam ini berawal ketika Inggris menyerang Indonesia, Jan Willem Janssen tidak bisa berbuat banyak. Maka diapun menyepakati kesepakatan yang diberi nama “perjanjian Kapitulasi Tuntang” pada tahun 1811. Isi kesepakatan ini salah satunya militer Belanda yang ada di Asia Timur jatuh ke tangan militer Inggris.

Lantas, utang pemerintah Belanda juga tidak disadari oleh Inggris. Ditambah dengan lokasi Pulau Jawa serta Madura dan seluruh pelabuhan punya Belanda di lokasi kekuasaannya jadi seutuhnya hak milik Inggris. oleh karena itu, Indonesia seutuhnya jatuh ke tangan penjajahan Inggris yang dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal bernama Thomas Stamford Raffless.

Masa-masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffless 

Terjadi ketidaksamaan yang snagat mencolok di antara masa-masa pemerintahan yang dipimpin oleh Belanda dengan sistem pemerintahan yang di pimpin oleh Inggris. Pada masa-masa Thomas Stamford Raffless, dia menghapuskan beberapa kebijakan yang di buat oleh Daendel dalam sisi ekonomi. Di antara kebijakannya yakni:
  • Penghilangan sistem penyerahan beberapa hasil bumi pada masa-masa Belanda (contingenten) jadi sistem sewa tanah (landrente). 
  • Penghilangan sistem kerja rodi 
  • Penghilangan sistem monopoli 
  • Penghilangan pajak serta sistem wajib menyerahkan beberapa hasil bumi 
Dari sisi sistem pemerintahan, pada masa-masa Thomas Stamford Rffless tidak banyak mengalami perubahan dari masa-masa Daendels. Pulau Jawa tetap dibagi jadi 16 keresidenan yang dipimpin oleh para bupati. Namun, pada masa-masa Thomas, sudah dibentuk sistem pengadilan bersumber pada pengadilan di Inggris di setiap keresidenan.

Tetapi, menyerahnya Napoleon Bonaparte pada Inggris pada tahun 1814 membuat Belanda lepas dari Perancis. Karena itu, Belanda serta Inggris membuat satu kesepakatan berbentuk “Convention of London” yang berisi penyerahan kembali daerah kekuasaan Belanda yang dulunya pernah diambil oleh Inggris pada Belanda.

Termasuk satu diantaranya Indonesia. mulai sejak tanggal 19 Agustus 1816, terjadi penyerahan kekuasaan Hindia Belanda pada pemerintah Belanda di Batavia, di mana pihak Inggris diwakili oleh John Fendall serta Belanda oleh Mr. Ellout, van der Capellen, serta Buyskeys. Dengan dtekennya kesepakatan ini, secara resmi, lokasi Indonesia jatuh kembali pada tangan Belanda.

Masa-masa Pemerintahan Van Den Bosch 

Setelah pemerintah Belanda menguasai Indonesia, ditunjuklah Van Den Bosch sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia oleh pemerintah Belanda. Van Den Bosch membuat beberapa kebijakan yang snagat merugikan Indonesia.

Dia membuat sistem tanam paksa, yakni kewajiban untuk tiap pemilik tempat untuk menanami tanaman yang laku di pasar internasional, seperti teh, kina, lada, dan sebagainya.

Sistem tanam paksa yang di buat didasarkan oleh keinginan mengejar pemasukan pendapatan sebanyak mungkin untuk menebus hutang dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Perintah untuk tanam paksa ini termuat di dalam Staatblat (lembaran Negara) no. 22 tahun 1834.

Tetapi di dalam pengerjaannya, sistem tanam paksa mendapatkan kritikan dari beragam pihak, baik dari rakyar pribumi, ataupun dari pihak Belanda sendiri, yakni pada pihak liberal serta humanis. Oleh karena itu, sistem tanam paksa perlahan mulai dihapuskan oleh pemerintah Belanda. Secara resmi, sistem tanam paksa dihapus pada tahun 1870 bersumber pada atas UU landreform (UU agraria).

Untuk mengganti sistem tanam paksa yang sudah dihapus, Belanda membuat sitem politik terbuka, yakni memberi hak pada beberapa pribumi untuk mempunyai tempat, akan tetapi, beberapa petani harus menyewakannya pada pemerintah. Serta pemerintah bakal menyewakannya pada beberapa pengusaha swasta dalam periode waktu minimum 75 tahun.

Perbedaan Pengaruh Kolonialisme serta Imperialisme di Indonesia 

Sumber: blog.radikal.com.tr
Sesuai sama keterangan yang sudah disampaikan di atas, kita bisa megetahui bersama sebenarnya ada sebagian ketidaksamaan yang dibawa pada kolonialisme serta imperialism di antara bangsa-bangsa Eropa itu sendiri. Ketidaksamaan itu didasarkan karena kebijakan-kebijakan yang di ambil sebaiknya bersumber pada kebijakan pemerintah pusat di Negara aslinya.

Di segi lain, kolonialisme serta imperialisme di beberapa daerah juga mengalami ketidaksamaan dari berbagai sisi, hal semacam ini dikarenakan ketidaksamaan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang dipunyai oleh masing-masing lokasi, dan posisi strategis yang ditempati oleh lokasi itu.

Di Indonesia, Pulau Jawa adalah pusat pemerintahan kolonialisme serta imperialisme yang dilangsungkan oleh bangsa-bangsa Eropa.

Timbulnya Beragam Perlawanan Pada Kolonialisme 

Sumber: jadiberita.com
Banyak akibat yang diakibatkan dari sebuah politik kolonialisme serta imperialisme yang dilangsungkan oleh bangsa-bangsa Eropa di Indonesia. Pada ketika pertama kalinya masuk ke Indonesia, bangsa-bangsa itu memanglah mempunyai hubungan baik dengan masyarakat pribumi.

Namun, seiring waktu berjalan, mereka memainkan praktek monopoli di daerah jajahannya. Hal semacam ini dilakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan kekuasaan serta kekayaan yang sebanyak mungkin. Oleh sebab itu, mulai nampaklah beragam perlawanan yang di buat oleh rakyat Indonesia pada penjajah. Hal semacam itu bisa dibuktikan dengan:

Perlawanan pada Portugis 

Perlawanan pada bangsa Portugis dimulai dengan diangkatnya senjata oleh Malaka serta Demak pada tahun 1512. Malaka yang ketika itu di pimpin oleh Pate Kadir, melangsungkan perlawanan sengit pada pemerintah Portugis. Selain itu, perlawanan juga dinampakkan oleh Demak yang dipimpin oleh Pati Unus.

Perlawanan oleh rakyat Aceh juga dimulai pada tahun 1513 untuk menyerang Portugis. Perlawanan rakyat Aceh lebib bertujuan pada keagamaan.

Hal semacam ini diperlihatkan dengan dimulainya pelayaran ke Timur tengah oleh kapal-kapal Aceh yang dilengkapi dengan meriam lengkap dan beberapa ribu prajurit. Aceh juga memohon bala bantuan pada Kerjaan Turki untuk membantu menumpaskan pengaruh Portugis.

Perlawanan oleh rakyat Tidore pada tahun 1529, meletuslah perlawanan dari rakyat Tidore yang dibantu oleh Spanyol pada Portugis, hal semacam ini berawal ketika Sultan Hairun (raja yang memerintah kerajaan Tiodre dikhinati olehg Portugis lantas dihukum mati). Oleh sebab itu, rakyat Tidore berjuang habis-habisan untuk mengusir Portugis dari tanah Maluku.

Perlawanan Pada VOC 

Oleh karena kebijakan-kebijakan kongsi dagang Belanda yang memonopoli perdagangan di lokasi Indonesia, maka dimulailah beragam perlawanan pada VOC di beberapa lokasi.

Perlawanan pada VOC diawali dari perlawanan rakyat Maluku. Lantas diikuti oleh perlawanan rakyat Makassar (kerajaan Gowa), serta paling akhir oleh pemberontakan Trunajaya yang dipimpin oleh Pangeran Adipati Anom.

Perlawanan pada Kolonial Belanda 

Rakyat Maluku kembali bergolak melihat tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pada saat pemerintahan Belanda menguasai Indonesia. Sistem harus menyerahkan hasil bumi pada pemerintah, membuat Pattimura memimpin rakyat Saparua melakukan perlawanan pada pemerintah Belanda. Mereka membakar kapal-kapal punya Belanda di pelabuhan.

Tetapi, perlawanan ini tidak berjalan lama, lantaran Pattimura sukses di tangkap oleh Belanda serta dihukum gantung.

Di Sumatera Barat, pada tahun 1815-1837, kaum padri serta kaum adat bersama-sama melakukan perlawanan pada bangsa Belanda. Perlawanan dipimpin langsung oleh Tuanku Imam Bonjol yang dibantu oleh Sentot Alibasyah. Tetapi, Imam Bonjol sukses ditangkap serta diasingkan ke Cianjur.

Berikutnya, ada perang Diponegoro yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Pasukan Diponegoro melakukan taktik gerilya, tetapi perlawanan ini sukses ditumpaskan oleh Belanda dengan mengaplikasikan siasat Benteng Stelsel.

Paling akhir, pada tahun 1849, perang Japarag ameletus di Bali. Perang ini berawal ketika kapal Belanda terjerat di Buleleng.

Sesuai sama hukum adat setempat, kapal yang masuk ke daerah itu mesti jadi hak milik kerajaan Buleleng. Tetapi, belanda menolak hal itu. Pada akhirnya meletuslah pertempuran antara Belanda dengan Kerajaan Buleleng yang dipimpin oleh Gusti Ketut Jelantik. Sayangnya, Belanda sukses memenangkan pertempuran.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com