Showing posts sorted by relevance for query pengertian protein. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian protein. Sort by date Show all posts

Pengertian Protein :Struktur, Jenis, Dan Proses Protein

Pengertian Protein

Protein adalah penyusun kurang lebih 50% berat kering organisme.Protein bukan hanya sekedaar bahan simpanan atau baha struktural,seperti karbohidrat dan lemak.Tetapi juga berperan penting dalam fungsi kehidupan.

Struktur Protein

Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas unsur Karbon(C),Hidrogen(H),Oksigen(O),Nitrogen(N) dan kadang-kadang mengandung zat Belerang(S),dan Fosfor(P).

Protein merupakan makromolekul yang terdiri dari satu atau lebih polimer.Setiap Polimer tersusun atas monomer yang di sebut asam amino.Masing-masing asam amino mengandung satu atom Karbon(C) yang mengikat satu atom Hidrogen(H),satu gugus amin(NH2),satu gugus karboksil(-COOH),dan lain-lain(Gugus R).

Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida.Ikatan Peptida adalah ikatan antara gugus karboksil satu asam amino dengan gugus amin dari asam amino lain yang ada di sampingnya.Asam amino yang membentuk rantai panjang ini disebut protein (Polipeptida).Polipeptida di dalam tubuh manusia disintesis di dalam ribosom.Setelah disintesis,protein mengalami”pematangan”menjadi protein yang lebih kompleks.

Asam amino yang diperlukan tubuh ada 20 macam.sepuluh diantaranya sangat penting bagi pertumbuhan sel-sel tubuh manusia dan tidak dapat dibuat dalam tubuh,sehingga harus didapatkan dari luar tubuh.Asam amino itu disebut asam amino esensial.selain asam amino esensial terdapat juga asam emino non-esensial.Asam amino non-esensial merupakan asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh manusia.Bahan bakunya berasal dari asam amino lainnya.Namun ada juga yang mengatakan bahwa asam amino terbagi menjadi 3,ditambah dengan asam amino semiesensial.Asam amino semiesensial adalah asam amino yang dapat menghemat pemakaian beberapa asam amino esensial.

Jenis-Jenis Protein

Dalam jenis atau macam-macam protein terbagai atas 3 bagian antara lain..

  • Jenis Protein Berdasarkan Fungsinya 

Protein terdiri atas 3 macam atau jenis berdasarkan Fungsinya antara lain sebagai berikut:

  1. Protein Sempurna : protein sempurna adalah protein yang didalamnya terkandung asam amino yang lengkap. Contohnya kasein pada susu dan albumin pada putih telur. Protein sempurna pada umumnya terdapat pada protein hewan. 
  2. Protein Kurang Sempurna : protein kurang sempurna adalah protein yang asam aminonya lengkap tetapi jumlah dari beberapa asam amino sedikit. Protein kurang sempurna tidak mampu mencukupi pertumbuhan, tetapi protein kurang sempurna ini dapat mempertahankan jaringan yang telah ada. Contohnya protein pada lagumin yang terdapat pada kacang-kacangan dan giladin pada gandum. 
  3. Protein Tidak Sempurna : protein tidak sempurna adalah protein yang kurang atau tidak memiliki asam amino esensial. Protein tidak sempurna tak mampu mencukupi pertumbuhan dan mempertahankan yang telah ada sebelumnya. Contohnya, Zein yang terdapat pada jagung, dan beberapa protein yang ada pada tumbuhan. 

Jenis Protein Berdasarkan Komponen-Komponen Penyusunnya

Jenis-jenis protein berdasarkan komponen-komponen penyusunnya terbagi atas 3 antara lain.

  1. Protein Sederhana (Simple Protein) : protein sederhana adalah protein dari hasil hidrolisa, total protein ini merupakan campuran atas berbagai macam asam amino. 
  2. Protein Kompleks (Complex Protein) : protein kompleks adalah protein dari hasil hidrolisa total protein jenis ini yang terdiri dari berbagai macam asam amino selain itu juga tedapat komponen-komponen yang lain seperti unsur logam, gugusan phospat. dll Contohnya hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein dan masih banyak lagi). 
  3. Protein Derivat (Protein derivative) : protein derivat adalah protein yang merupakan ikatan antara (intermediate product) yang merupakan hasil dari hidrolisa parsial yang berasal dari protein native. Contohnya albumosa, peptone dan masih banyak lagi.

Jenis Protein Berdasarkan Sumber Protein

Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani.

  1. Protein Nabati : Protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contohnya, kedelai, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. 
  2. Protein Hewani : Protein nabati adalah protein yang berasal dari hewan. Contohnya, daging, susu, keju, telur dan ikan. 

Fungsi Protein

Protein yang membangun tubuh disebut Protein Struktural sedangkan protein yang berfungsi sebagai enzim,antibodi atau hormon dikenal sebagai Protein Fungsional.

Protein struktural pada umumnya bersenyawa dengan zat lain di dalam tubuh makhluk hidupContoh protein struktural antara lain nukleoprotein yang terdapat di dalam inti sel dan lipoprotein yang terdapat di dalam membran sel.Ada juga protein yang tidak bersenyawa dengan komponen struktur tubuh,tetapi terdapat sebagai cadangan zat di dalam sel-sel makhluk hidup.Contoh protein seperti ini adalah protein pada sel telur ayam,burung,kura-kura dan penyu.

Semua jenis protein yang kita makan akan dicerna di dalam saluran pencernaan menjadi zat yang siap diserap di usus halus,yaitu berupa asam amino-asamamino.Asam amino-asam amino yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan berperan sangat penting di dalam tubuh,untuk:

  1. Bahan dalam sintesis subtansi penting seperti hormon,zat antibodi,dan organel sel lainnya
  2. Perbaikan,pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel,jaringan dan organ tubuh
  3. Sebagai sumber energi,setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori.
  4. Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh,misalnya sebagai enzim(protein mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia kehidupan)
  5. Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan tubuh.Sebagai senyawa penahan/bufer,protein berperan besar dalam menjaga stabilitas pH cairan tubuh.Sebagai zat larut dalam cairan tubuh,protein membantu dalam pemeliharaan tekanan osmotik di dalam sekat-sekat rongga tubuh.
  6. Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
  7. Kekurangan protein di dalam tubuh dapat mengakibatkan beberapa penyakit.Seperti kwashiorkor,anemia,radang kulit,dan busung lapar yang disebut juga hongeroedem.Karena terjadinya edema(pembengkakan organ karena kandungan cairan yang berlebihan) pada tubuh.

Proses Protein Dalam Tubuh

Protein dalam makanan hampir sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam).

Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.

Pepsin memulai proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida.

Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan asam-asam amino.

Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam sel.asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh,melainkan akan dirombak di dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N,seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida),serta senyawa yyang tidak mengandung unsur N.Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea.Pembentukan urea berlangsung di dalam hati karena hanya sel-sel hati yang dapat menghasilkan enzim arginase.Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh,sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal laul dikeluarkan melalui urin.sebaliknya,senyawa yang tidak mengandung unsur N akan disintesis kembali mejadi bahan baku karbohidrat dan lemak,sehingga dapat di oksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

Pengertian dan Proses Metabolisme

Pengertian dan Proses Metabolisme. Pengertian Metabolisme, Proses Metabolisme, Fungsi Metabolisme, Metabolisme dalam Tubuh Manusia, Jenis-Jenis Metabolisme, Beragam Macam Metabolisme, Metabolisme Karbohidrat, Metabolisme Lemak, dan Metabolisme Protein.

Pengertian Metabolisme 

Sumber: cosmopolitan.co.id
Metabolisme yaitu sebuah proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Proses metabolisme yaitu pertukaran zat atau organisme dengan lingkungannya. Istilah Metabolisme datang dari bahasa Yunani, yakni dari kata metabole yang memiliki arti perubahan.

Hingga dapat dikatakan kalau metabolisme yaitu makhluk hidup memperoleh, memproses serta merubah sebuah zat lewat proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya. Metabolisme terdiri atas beberapa bentuk bersumber pada dua arah lintasan metabolic diantaranya sebagai berikut ini:

Beberapa Jenis Metabolisme 

Katabolisme yaitu penguraian sebuah zat ke partikel yang lebih kecil untuk diubah jadi energi.
Anabolisme yaitu reaksi untuk merangkai senyawa organik yang datang dari molekul-molekul spesifik untuk diserap oleh tubuh.

Proses Metabolisme 

Dalam tubuh ada 3 proses metabolisme yang paling utama diantaranya sebagai berikut ini:

Proses Metabolisme Karbohidrat 
Sumber: ebiologi.com
Metabolisme berjalan dalam organisme secara mekanis serta kimiawi. Metabolisme terbagi dalam dua proses yakni anabolisme sebagai pembentukan molekul serta katabolisme sebagai penguraian molekul.

Proses metabolisme karbohidrat Makanan diolah, lantas karbohidrat mengalami proses hidrolisis atau penguraian dengan memanfaatkan molekul air yang mengurai polisakarida jadi monosakarida. Sewaktu makanan dikunyah, makanan akan bercampur air liur yang memiliki kandungan enzim ptialin (sebuah a amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut).

Enzim ini menghidrolisis pati (satu diantara polisakarida) jadi maltosa serta gugus glukosa kecil dengan terdiri dari 3-9 molekul glukosa. Makanan dalam waku singkat ada dalam mulut dengan ada tidak lebih 3-5% dari pati yang sudah terhidrolisis pada saat makanan ditelan.

Ptialin bisa berlangsung terus-terusan memecah makanan jadi maltosa sepanjang 1 jam sesudah makanan memasuki lambung, dan sewaktu isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung.

Selanjutnya kegiatan ptialin dihambat oleh zat asam yang diekskresikan oleh lambung. Hal itu bisa terjadi lantaran ptialin adalah enzim amilase yang tidak aktif pada PH medium turun di bawah 4,0.

Sesudah makan dikosongkan dari lambung serta masuk ke duodenum (usu dua belas jari), makanan lantas akan bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum dipecah akan diolah oleh amilase yang berperan sama juga dengan a-amilase pada air liur yakni sebagai pemecah pati menajdi maltosa serta polimer glukosa kecil yang lain.

Tetapi, pati biasanya nyaris seutuhnya di ubah jadi maltosa serta polimer glukosa kecil saat sebelum melewati lambung. Hasil akhir proses pencernaan yaitu glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa serta monosakarida yang lain. Senyawa-senyawa lantas diabsorpsi lewat dinding usus di bawah ke hati oleh darah.

Proses Metabolisme Protein 
Sumber: kampus-biologi.blogspot.co.id
Protein makanan, beberapa ada pada daging serta sayur-sayuran. Protein diolah di dalam lambung memakai enzim pepsin yang aktif pada pH 2-3. Pepsin bisa mengolah seluruh bentuk protein pada makanan yang mencerna kolagen.

Kolagen yaitu bahan mendasar yang paling utama dalam jaringan ikat pada kulit serta tulang rawan. Dari mulai proses pencernaan protein, pepsin mencakup 10-30% dari pencernaan protein keseluruhan. Pada proses ini, pemecahan protein adalah proses hidrolisis pada rantai polipeptida.

Proses pencernaan protein beberapa terjadi di usus dengan bentuk yang sudah berubah yakni proteosa, pepton, serta polipeptida besar.

Sesudah memasuki usus, beberapa produk yang sudah pecah beberapa akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah dampak enzim proteolitik seperti tripsin, kimotripsin, serta peptidase. Baik tripsin ataupun kimotripsin memecah molekul protein jadi polipeptida kecil. Lantas peptidase melepas asam-asam amino.

Asam amino yang ada di dalam darah bersumber dari penyerapan lewat dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel, serta hasil protein sintetis asam amino dalam sel, serta hasil sintetis asam amino dalam sel.

Asam amino yang disentetis dalam sel ataupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati lantas di bawah darah untuk dipakai dalam jaringan. Pada hal semacam ini, hati berperan sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, tetapi akan dirombak dalam hati jadi senyawa yang memiliki kandungan unsur N, seperti NH3 (amonia) serta NH4OH (amonium hidroksida), dan senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N.

Senyawa memiliki kandungan unsur N disentesis jadi urea. Pembentukan urea yang berlangsung dalam hati lantaran beberapa sel hati bisa menghasilkan enzim arginase. Urea yang dihasilkan tidak diperlukan oleh tubuh, hingga diangkut bersama beberapa zat yang lain menuju ginjal, lantas di keluarkan lewat urin.

Demikian sebaliknya terjadi, pada senyawa yang tidak memiliki kandungan unsur N disentetis kembali jadi bahan baku karbodihdrat serta lemak, hingga bisa dioksidasi dalam tubuh supaya menghasilkan daya atau energi.

Proses Metabolisme Lemak 
Sumber: slideshare.net
Pencernaan lemak terjadi dalam usus, lantaran usus memiliki kandungan enzim lipase. Proses metabolisme lemak yaitu lemak keluar dari lambung, masuk ke usus dengan menyebabkan ransangan pada hormon kolesistokinin.

Hormon ini mengakibatkan kantung empedu berkontraksi dengan mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Dalam empedu ada garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Emulsi lemak yaitu pemecahan lemak yang memiliki ukuran besar jadi butiran lemak memiliki ukuran lebih kecil.

Lemak memiliki ukuran lebih kecil yaitu trigeliserida yang teremulsi berfungsi mempermudah hidrolisis lemak oleh lipase dari hasil pankreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi jadi kombinasi asam lemak serta monogliserida (gliserida tnggal).

Pengeluaran cairan pankreas didesain oleh hormon sekretin yang berfungsi dalam meningkatkan jumlah senyawa penghantar listrik (elektrolik) serta cairan pankreas dan pankreoenzim dengan peran merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas.

Kurang lebih 70% absorpsi hasil pencernaan lemak terjadi dalam usus halus. Asam lemak serta monogliserida di absorpsi lewat beberapa sel mukosa yang ada pada dinding usus, lantas keduanya diubah kembali jadi lemak trigliserida berupa partikel-partikel kecil. Jaringan lemak ketika diperlukan, timbunan lemak kemudian diangkut menuju hati.

Fungsi Proses Metabolisme 

Sumber: plus.google.com
Proses metabolisme mempunyai peranan penting untuk makhluk hidup diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Untuk mendapatkan energi kimia berbentuk ATP, hasil dari degradasi beberapa zat makanan kaya energi yang datang dari lingkungan 
  2. Sebagai pengubah molekul beberapa zat makanan (nutrisi) jadi perkursor unit pembangun untuk biomolekul sel 
  3. Sebagai penyusun unit-unit pembangun jadi protein, asam nukleat, lipida, polisakarida, serta komponen sel lain. 
  4. Sebagai pembentuk serta perombak biomolekul
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Proses Metabolisme, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Proses Metabolisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Metabolisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. artikelsiana.com 

Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim

Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim. Pengertian Enzim, Fungsi Enzim, Sifat Enzim, Berbagai Macam Enzim, dan Penjelasan Lengkap mengenai segala hal yang berkaitan dengan Enzim.

Pengertian Enzim 

Sumber: wikiwand.com
Enzim yaitu satu biomolekul yang berbentuk protein serta berupa bulat. Enzim terbagi dalam satu atau lebih rantai polipeptida.

Enzim ini akan merubah senyawa serta mempercepat proses reaksi dengan merubah molekul awal yang dikenali serta diikat secara khusus oleh enzim (substrat) jadi molekul lain (product). Kekuatan enzim untuk mengaktifkan senyawa lain lewat cara khusus disebut juga dengan biokatalisator.

Ikatan enzim dengan substrat yaitu satu ikatan yang khusus, jadi cuma enzim-enzim spesifik yang bisa mengikat substrat tertentu. Kemudian barulah substrat itu aktif serta barulah terbentuk perubahan kimiawi.

Secara umum, Pengertian Enzim yaitu molekul protein kompleks yang dihasilkan dari sel hidup yang berperan sebagai katalisator dalam proses kimia dalam tubuh makhluk hidup.

Enzim tidak bisa bereaksi namun cuma bisa mempercepat proses reaksi, namun susunan enzim tidak berubah baik itu saat sebelum dan setelah reaksi, dengan hal tersebut, enzim tidak memengaruhi keseimbangan reaksi dalam peranannya.

Enzim disentetis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif (zimogen) lantas diaktifkan pada lingkungan dengan keadaan yang baik/tepat. Susunan Enzim yang tersusun jadi dua sisi yang sama-sama berpasangan yakni apoenzim serta gugus prostetik diantaranya sebagai berikut ini:

Apoenzim 
Sumber: jenerik.xyz
Apoenzim yaitu sisi protein enzim yang sifatnya tidak tahan panas, serta berperan sebagai penentu kekhususan dari enzim. Misalnya: dari substrak yang sama bisa jadi senyawa berbeda yang tergantung dari enzimnya

Koensim 
Sumber: bitkiselkremler.net
Koensim yaitu ko-faktor molekul organik kecil yang tahan panas dan memiliki kandungan ribosa serta fosfat dan larut di air. Koensim bisa disebut juga dengan gugus prostetik jika terikat oleh apoenzim, namun koenzim gampang terpisah dari apoenzim.

Manfaat koenzim yaitu sebagai penentu karakter serta reaksinya. Misalnya: Koensim NADP (Nicotiamida adenin Denukleotid Phosfat), reaksinya yaitu dehidrogenase. Dalam soal ini NADP berperan sebagai akseptor hidrogen/penerima.

Macam-Macam Enzim 

Macam-Macam Enzim Berdasarkan Penggolongannya

Golongan Enzim Karbohidrase 
Sumber: trobos.com
  1. Enzim Amilase yaitu enzim yang bertindak merubah amilum/polisakarida jadi senyawa maltosa yakni senyawa disakarida. 
  2. Enzim Sukrase yaitu enzim yang bertindak merubah sukrosa jadi glukosa serta fruktosa 
  3. Enzim Laktosa yaitu enzim yang bertindak merubah senyawa laktosa jadi glukosa serta galaktosa 
  4. Enzim Maltosa yaitu enzim yang bertindak serta berperan mengurai maltosa jadi senyawa glukosa 
  5. Enzim Selulosa yaitu enzim yang bertindak mengurai selulosa/polisakarida jadi senyawa selabiosa atau disakarida 
  6. Enzim Pektinase yaitu enzim yang bertindak atau berperan merubah petin jadi senyawa asam pektin 
Golongan Enzim Protease 
Sumber: jokowarino.id
  1. Enzim tripsin yaitu enzim yang berperan mengurai pepton jadi senyawa asam amino 
  2. Enzim peptidase yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi senyawa peptide jadi senyawa asam amino 
  3. Enzim renin yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi senyawa kasein serta susu 
  4. Enzim galaktase yaitu enzim yang bertindak mengurai senyawa gelatin 
  5. Enzim entrokinase yaitu enzim yang berperan dalam mengurai senyawa pepton jadi sentawa asam amino 
  6. Enzim pepsin yaitu enzim yang bertindak dalam memecah senyawa protein jadi asam amino 
Golongan Enzim Esterase 
  1. Enzim lipase yaitu enzim yang bertindak atau berperan dalam mengurangi lemak jadi senyawa gliserol serta asam lemak. 
  2. Enzim fostatase yaitu enzim yang berperan dalam mengurangi ester serta mendorong pelepasan asam fosfor. 
Macam-Macam Enzim Berdasarkan Proses Metabolisme atau Tipe Reaksi Kimia yang Dikatalis 
  1. Enzim katalase yaitu enzim yang berperan dalam membantu merubah hidrogen peroksida jadi H2O (air) serta O2 (Oksigen) 
  2. Enzim oksidase yaitu enzim yang berperan mempercepat penggabungan oksigen (O2) pada substrat spesifik yang sewaktu bersamaan juga mereduksikan oksigen (O2), hingga membentuk air (H2O). 
  3. Enzim hidrase yaitu enzim yang berperan memberi atau mengurangi air (H2O) dari senyawa spesifik tanpa mengakibatkan terurainya senyawa yang berkaitan. Misalnya: akonitase, fumarase, serta enolase. 
  4. Enzim dehidrogenase yaitu enzim yang berperan dalam memindahkan hidrogen dari sebuah zat ke zat yang lain. 
  5. Enzim transphosforilase yaitu enzim yang berperan dalam memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul yang lain yang dibantu oleh ion Mg2+. 
  6. Enzim karbosilase yaitu enzim yang berperan dalam merubah asam organik secara bolak balik. Misalnya: merubah asam piruvat jadi asetaldehida yang dibantu oleh karbosilase piruvat 
  7. Enzim desmolase yaitu enzim yang berperan dalam membantu perpindahan/penggabungan ikatan karbon. Contoh: aldolase diubah dalam pemecahan fruktosa jadi gliseraldehida serta dehidroksiaseton 
  8. Enzim peroksida yaitu enzim yang berperan dalam membantu oksidasi senyawa fenolat, sedangkan dari oksigen yang dipakai, di ambil dari H2O2. 
Macam-Macam Enzim Pencernaan Manusia dan Fungsinya 

Enzim dalam pencernaan manusia ada dalam beberapa organ tubuh yang menghasilkan enzim, yakni mulut, lambung, usus halus, serta pankreas.

Macam-Macam Enzim Mulut 
  • Enzim ptialin berperan dalam merubah amilum jadi maltosa 
Macam-Macam Enzim Lambung 
  • Enzim renin berperan merubah kasionogen jadi kasein (protein susu) serta mengendapkan kasein susu 
  • Enzim pepsin berperan dalam merubah protein jadi pepton 
  • Enzim lipase gastrik berperan dalam merubah trigliserida jadi asam lemak 
Macam-Macam Enzim Usus Halus 
  • Enzim maltase berperan dalam merubah maltosa jadi glukosa 
  • Enzim laktase berperan dalam merubah laktosa jadi glukosa serta galaktosa 
  • Enzim lipase berperan dalam merubah lemak jadi asam lemak serta gliserol 
  • Enzim peptidase berperan dalam merubah polipeptida jadi asam amino 
  • Enzim enterokinase berperan dalam merubah tripsinogen jadi tripsin 
  • Enzim sukrase berperan dalam merubah sukrosa jadi glukosa serta fruktosa 
Macam-Macam Enzim Pankreas 
  • Enzim amilase berperan dalam menguraikan amilum jadi maltosa atau disakarida 
  • Enzim tripsin berperan dalam merubah pepton (protein) jadi asam amino 
  • Enzim lipase pankreas berperan dalam melakukan imulsi lemak jadi asam lemak serta gliserol 
  • Enzim karbohidrase berperan dalam mengolah amilum jadi maltosa atau disakarida lainnya 

Fungsi Enzim 

Manfaat Enzim yaitu sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya laju satu reaksi. Di dalam tubuh manusia, enzim berperan untuk memperlancar proses pencernaan. Diawali dari:

Mulut
Sumber: riauaktual.com
  • Enzim Amilase, ada di dalam saliva (air ludah), dihasilkan oleh kelenjar parotis (kelenjar ludah) serta pankreas. Manfaat untuk merubah amilum jadi maltosa (molekul yang lebih sederhana). Misalnya bila kita makan nasi serta mengunyahnya selama 3 menit atau lebih, kita dapat merasakan rasa manis. Hal itu terjadi lantaran ada dampak dari enzim amilase 
Lambung
Sumber: wahanaguru.blogspot.co.id/
  • Enzim Renin, ada di dalam lambung, kerjanya dibantu oleh HCl (asam) lambung. Manfaat untuk merubah kaseinogen jadi kasein. 
  • Enzim Pepsin, ada di dalam lambung, kerjanya dibantu oleh HCl (asam) lambung. Manfaat untuk merubah protein jadi pepton, proteosa serta polipeptida. 
  • Enzim Lipase, berperan dalam merubah trigliserida jadi asam lemak 
Usus Halus
Sumber: budisma.net
  • Enzim Laktase, manfaat merubah laktosa jadi galaktosa serta glukosa 
  • Enzim Maltase, manfaat merubah maltosa (hasil dari kerja Amilase disaliva) jadi glukosa 
  • Enzim Lipase, manfaat merubah lemak jadi gliserol serta asam lemak 
  • Enzim Enterokinase, manfaat merubah tripsinogen jadi tripsin 
  • Enzim Peptidase, manfaat merubah polipeptida (hasil dari kerja Tripsin dipankreas) jadi asam amino (protein yang diserap ke dalam darah) 
  • Enzim Sukrase, manfaat merubah sukrosa (didapat dari mengkonsumsi buah-buahan seperti tebu dan lain-lain) jadi fruktosa serta glukosa 
Pankreas
Sumber: artikelsiana.comartikelsiana.com
  • Enzim Tripsin, manfaat merubah protein jadi polipeptida 
  • Enzim Lipase, manfaat merubah lemak jadi asam lemak serta gliserol (supaya bisa diolah) 
  • Enzim Amilase, manfaat merubah amilum jadi maltosa atau disakarida 
  • Enzim Karbohidrase, manfaat mengolah amilum jadi maltosa
Sifat Enzim 
  1. Enzim cuma disintesis oleh sel serta di dalam sel 
  2. Enzim ini memiliki tempat spesial di dalam sel, umpamanya enzim pada siklus Krebs terdapat di dalam matriks ekstraseluler, sedangkan enzim pada proses glikolisis terdapat pada sitoplasma sel 
  3. Enzim cuma akan diproduksi atau di sintesis bila sel mempunyaui gen untuk enzim tersebut 
  4. Suhu enzim yaitu sama juga dengan sel, kecepatan laju reaksi yang dikatalisis oleh enzim bertambah bersamaan dengan peningkatan suhu. Pada suhu yang sangat tinggi enzim akan mengalami denaturasi. 
  5. Sedangkan pada suhu 0 derajat celsius, enzim jadi tidak aktif. 
  6. Tingkat keasaman enzim pada lingkungan sekitarnya yaitu netral (tidak asam ataupun basa). 
  7. Pada saat pH sangat asam ataupun sangat basa, enzim jadi kurang aktif. 
  8. Makin tinggi konsentrasi enzim, reaksi akan bertambah sampai batas-batas tertentu 
  9. Kecepatan laju reaksi akan bertambah apabila konsentrasi subtrat bertambah pula 
  10. Enzim amat spesifik akan ikatannya pada molekul 
  11. Enzim tidak merubah sebuah tetapan proses reaksi, akan tetapi cuma mempercepat tercapainya tetapan tersebut 
  12. Enzim bisa mempercepat proses laju reaksi 107 – 1013 kali 
  13. Enzim memiliki karakter biokatalisator. Katalis yakni kapabilitas memindahkan atau membawa sebuah senyawa/molekul ke kondisi yang lain 
  14. Secara umum, enzim memiliki empat karakter khas, yang mana suatu hal bisa disebut juga dengan enzim bila memiliki empat karakter berikut ini, yang terbagi dalam: 
Protein

Semua karakter protein yaitu sama juga dengan enzim, akan tetapi karakter enzim tidak berlaku untuk protein. Oleh sebab itu nyaris lebih dari separuh jumlah protein di dalam sel adalah enzim.

Katalis

Enzim adalah katalis yang bisa merubah laju reaksi, dengan tanpa ikut bereaksi. Kegiatan enzim bisa di atur. Enzim dapat meningkatkan laju reaksi pada keadaan yang umum, yakni dari tekanan, suhu, serta pH. Tingkat katalisasi yang didapatkan dari enzim juga lebih tinggi di banding katalis umum dalam segi peningkatan laju reaksinya.

Aktif

Molekul yang awalannya hanya substrat diaktifkan jadi product oleh enzim. Molekul yang teraktivasi ini akan mengalami kenaikan dalam sisi energi kinetiknya.

Spesifik

Enzim spesifik cuma dapat mengikat substrat spesifik (khusus) juga, hingga barulah terjadi pengaktifan substrat serta perubahan kimiawi juga terjadi pada molekul atau senyawa yang diikat.

Struktur Enzim

Enzim disebut juga dengan Holoenzim, yang terbagi jadi dua, yakni apoenzim serta kofaktor.
Apoenzim adalah penyusun paling utama enzim, yakni sisi enzim aktif yang terdiri atas protein yang miliki sifat tidak stabil serta mudah berubah.

Hingga diperlukan kofaktor untuk melindungi fungsi enzim tetap normal. Kofaktor adalah satu komponen berbentuk molekul yang miliki sifat nonprotein. Kofaktor dapat memiliki ikatan yang kuat ataupun lemah pada protein enzim.

Bila kofaktor memiliki ikatan yang kuat dengan protein enzim, disebut juga dengan prostetik. Bila kofaktor terdiri atas molekul organik nonprotein yang terikat secara tidak kuat/renggang pada protein enzim, maka disebut juga dengan koenzim.

Kofaktor terbagi jadi dua lagi, yakni molekul organik serta non-organik. Molekul organik (koenzim) misalnya yaitu Vitamin. Sedangkan molekul non-organik (ion logam) misalnya yaitu Fe+2, Mn+2

Akan tetapi, perlu untuk di ketahui, kalau tidak seluruh enzim mempunyai susunan yang komplit (mempunyai apoenzim serta kofaktornya). Misalnya saja seperti enzim ribonuklease pankreas yang cuma terdiri atas polipeptida saja, serta tidak memiliki kandungan gugus kimiawi lain.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Sifat, dan Macam–Macam Enzim, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam-Macam Enzim di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Enzim. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. lahiya.id 

Pengertian Virus : Ciri, Struktur Dan Penyakit Yang Di Sebabkan Virus

Pengertian Virus

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya ­virus mosaik tembakau).

Virus dalam bereproduksi dengan memerlukan sel inang, sehingga virus bersifat parasit obligasi. Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA) yang diselubungi oleh pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein. Pengertian virus secara etimologi adalah kata virus berasal dari bahasa latin yaitu virion yang artinya "racun". Virus merupakan organisme subseluler karna ukurannya yang sangat kecil, dimana virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Virus berukuran lebih kecil dari pada bakteri.

Penemu-Penemu Virus 

Para penemun virus yang kini menjadi secara bagi penemuan virus adalah seperti D.Iwanoski (1892) menemukan virus pada tanaman bakau, lalu berlanjut dengan M. Bejentrick (1898), dan Loffern dan Frooch (1897) yang menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit pada mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) yang berhasil menemukan virus penyebab kuning atau yellow ever, Twort dan Herelle (1917) yang menemukan bakteriofag, Wendel M Stanley (1935) yang berhasil mengkristalkan virus mosaik yang ada pada tembakau. Hal ini membuat perkembangan virus semakin berkembang sehingga melahirkan cabang ilmu biologi yang mempelajari virus yang disebut dengan virology.

Ciri-Ciri Virus

Virus adalah makhluk yang berukuran super kecil, bahkan ukurannya lebih kecil dari sel yaitu sekitar 0,2 mikron. Oleh karena ukuranyya yang super kecil ini, virus hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron, sedangkan mikroskop cahhaya belum mampu untuk menjangkaunya.Tubuh virus hanya terdiri dari satu jenis proteinda n asam inti saja (dapat berupa DNA saja atau RNA saja, namun tidak dapat memiiliki keduanya). Karena tidak memiliki sitoplasma dan organel, maka virus tidak dapat digolongkan ke dalam organisme seluler. Sebab tubuhnya yang demikian itu, ada sebagian ahli yang mengatakan bahwa virus adalah molekul yang besar. Namun anehnya, Virus memiliki ciri seperti benda mati, yaitu dapat dikristalkan, dan juga memiliki ciri makhuk hidup yakni dia dapat berkembang biak.

Struktur dan Anatomi Virus

Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:

  • Kepala

Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.

  • Kapsid

Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.

  • Isi tubuh

Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.

  • Ekor

Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.

Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.

Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.

Penyakit Pada Manusia yang Disebabkan oleh Virus 

Ada beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus. Macam-macam penyakit yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut..

  • Gondongan 

Gondongan adalah penyakit pembengkakan kelenjar parotis (kelenjar ludah) yang dapat menular. Penyakit gondongan akan menyebabkan dampak seperti adanya pembengkakan dan rasa nyeri yang terasa ketikan menelan makanan yang sifatnya asam. Gondongan disebabkan oleh virus Paramyxovirus.

  • Herpes

Herpes adalah penyakit infeksi pada sel epitel. Virus pada penyakit herpes tidak akan keluar dari tubuh dan tetap tertanam dalam sel-sel saraf. Penyakit herpes dapat menular dengan kontak langsung dengan cairan yang berasal dari jaringan epitel yang terinfeksi. Herpes juga disebut dengan demam lepuh. Penyebab penyakit herpes adalah virus herpes simpleks (HSV-1 dan HSV-2).

  • Cacar Variola (smallpox)

Cacar variola disebabkan oleh virus variola. Masa inkubasi virus variola terjadi selama 12 hari. Selama 1-5 hari penyakit cacar variola akan memberikan dampak seperti demam dan tubuh akan terasa lesu yang diikuti dengan munculnya vesikula (gelmbung) pada kulit, pustula (gelembung yang berisi nanah) yang membentuk kerak, kemudian akan lepas dengan meninggalkan bekas berupa parut warna merah muda yang lama kelamaan akan memudar. Pencegahan dalam penyakit cacar adalah dengan pemberian vaksin virus Orthopoxvirus.

  • Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit gangguan fungsi hati dan saluran empedu yang dapat menyebabkan kematian. Penularan dalam virus hepatitis dapat melalui cairan dalam tubuh atau peralatan makan dan minum penderita. Hepatitis terdiri dalah beberapa penyakit hepatitis A, B, C, D, dan E. Penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus HAV dari genus Heparnavirus. Penyakit pada hepatitis B disebabkan virus HBV dari genus Orthohepadnavirus. Penyakit hepatitis C disebabkan oleh virus HCV dari genus Hepacivirus. Penyakit hepatitis D disebabkan oleh virus HDV dari genus Deltavirus. Penyakit hepatitis E disebabkan oleh virus HEV dari genus Herpesvirus.

  • Ebola 

Ebola adalah penyakit mematikan. Virus ebola muncul pertama kali di Zaire, di Afrika Tengah tahun 1976 yang berasal dari infeksi babi kemudian ditularkan ke manusia. Virus ebola menyerang sel darah putih makrofag, jaringan fibroblas, yang selanjutnya menyebar ke organ-organ tubuh sehingga menyebabkan pendarahan dan kematian pada penderitanya.

  • Flu Burung 

Penyakit flu burung atau avian influenza (AI) disebabkan oleh HPAIV (highly parthogenic avian influeza virus) yang pada awalnya hanya menyerang unggas. Namun, beberapa varian tertentu mengalami mutasi menjadi semakin ganas dan dapat menyerang babi dan manusia. Dalam penyebab flu burung adalah kelompok virus tipe A dengan subtipe (strain) H5NI yang sangat ganas virus ini berukuran 90-120 nanometer dan termasuk famili Orthomyxoviridae.

Masa injubasi virus dalam tubuh inang antara 1-7 hari, dengan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, keluar lendir bening dari hidung, nyeri otot, sakit kepala, lemas, sesak napas, dan radang paru-paru (pneumonia). Penyakit ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang sangat cepat. Virus tersebut  bertahan di air selama 4 hari pada suhu 22 derajat celcius dan bertahan lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat celcius, tetapi dapat mati dalam pemanasan di atas 60 derajat celcius selama 30 menit. Di dalam feses unggas, virus dapat bertahan hidup lebih lama. Penularan virus dapat melalui udara dan feses unggas. Penularan melalui konsumsi daging belum terbukti, namun juga perlu diperhatikan dalam cara pengolahannya. Pastikan daging yang dikonsumsi itu benar-benar matang. Telur dengan cangkang yang kotor oleh feses dan lendir unggas terinfeksi perlu diwaspadai karena kemungkinan tercemar oleh virus flu burung. Sebaiknya anda jangan atau tidak mengkonsumsi telur mentah atau setengah mentah.

  • Tumor, kanker, karsinoma, dan kutil

Tumor adalah jaringan yang terbentuk dari sel-sel dengan kecepatan pembelahan melebihi batas normal. Tumor ganas disebut kanker. Karsinoma adalah kanker pada jaringan lunak, misalnya pada membran. Kutil adalah tumor jinak pada sel epitel kulit atau membran mukosa. Virus yang dapat menyebabkan kanker pada manusia.

  • Demam Berdarah 

Demam berdarah ditandai dengan gejala tubuh mengigil dan sakit kepala. Rasa sakit segera timbul, khususnya juga pada punggung, sendi, otot, dan bola mata. Suhu badan kembali normal setelah 5-6 hari dan meningkat kembali sekitar 5-8 hari kemudian. Bercak-bercak merah akan timbul dan berlangsung selama 24-72 jam. Kadar trombosit dalam darah akan menurun dan kondisi paling parah adalah terjadinya pendarahan yang menyebabkan kematian. Demam berdarah adalah penyakit dengan epidemi (wabah) di Filipina, India dan Indonesia dengan angka kematian 5-10%. Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue (Flavivirus) melalui gigitan nyamuk Aedes aegyphti.

  • Campak (morbili)

Penyakit campak disebabkan oleh Morbillivirus. Masa inkubasi dari virus ini 7 sampai 11 hari, dengan gejala demam, bersin, batuk, pilek, mata merah, dan timbul ruam bercak cokelat pada kulit. Penyakit campak dapat menular, namun jika kita satu kali infeksi dapat memberikan kekebalan seumur hidup. Campak bersifat endemik dan kira-kira berulang setiap 2-3 tahun. Pencegahannya dilakukan dengan pemberian vaksin

  • Chikungunya 

Chikungunya ditemukan pertama kali pada tahun 1952 di Tanzania. Penyakit ini disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang dirasakan oleh penderita hampir sama dengan demam berdarah. Penderita akan merasakan nyeri yang hebat pada persendian tangan dan kaki hingga menyebabkan kelumpuhan sementara.

  • SARS (Severe acute respiratory syndrome)

Penyakit SARS menyebabkan gangguan akut pada saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kematian. Cara penularan melalui udara. Gejalanya antara lain demam tinggi hingga lebih dari 38 derajat celcius , mengigil, lesu, sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, dan sesak napas yang akan mengakibatkan penderita kekurangan oksigen. SARS pertama kali  terjadi pada daerah Guangzhou (China Selatan), yang kemudian menyebar di hongkong, taiwan, malaysia, indonesia, singapura, dan vietnam.

Pengertian Ekologi : Bentuk Piramida Dan Manfaat Ekologi

Pengertian Ekologi

Pengertian Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan saling ketergantungan dan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan tak hidup dalam satu ekosistem. Istilah Ekologi berasal dari kata yunani yaitu Oikos yang berarti habitat, dan logos yang berarti ilmu. Secara harfiah, Pengertian Ekologi adalah ilmu mengenai interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem merupakan suatu sistem yang terjadi hubungan (interaksi) dengan saling ketergantungan antara komponen-komponen di dalamnya, baik makhluk hidup maupun tidak hidup.

Setiap komponen ekosistem memiliki makna yang khusus bagi komponen yang lain dengan sangat terorganisir dan berlangsung secara dinamis untuk terbentuk suatu 'keseimbangan lingkungan'. Ekologi pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan yang bernama Ernst Haeckel (1834-1914) dalam pertengahan tahun 1960. Ekologi berkaitan dengan ekosistem dengan komponen-komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik komponennya adalah air, cahaya, suhu, kelembaban dan topografi. Sedangkan pada faktor biotik komponennya adalah tumbuhan, hewan, manusia dan mikroba.

Pengertian Ekologi Menurut Definisi Para Ahli 

Selain definisi umum mengenai pengertian ekologi, ada pula pengertian ekologi yang dikemukakan menurut para ahli. Pengertian ekologi menurut definisi para ahli adalah sebagai berikut :

  • Miller (1975) : Menurut definisi Miller mengenai pengertian ekologi yang menyatakan bahwa ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya
  • Otto Soemarwoto : Menurut Otto Soemarwoto, pengertian ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
  • C. Elton : Menurut pendapat C. Elton, ekologi adalah ilmu yang mengkaji sejarah alam atau perkehidupan alam secara ilmiah
  • Resosoedarmo : Menurut definisi Resosoedarmo yang menyatakan bahwa pengertian ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
  • Andrewartha : Menurut Andrewartha, pengertian ekologi adalah ilmu yang membahas penyebaran dan kemelimpahan organisme
  • Krebs : Menurut Krebs, pengertian ekologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji interaksi-interaksi yang menentukan penyebaran dan kemelimpahan organisme 
  • Eugene P. Odum : Menurut Odum, ekologi adalah kajian terstruktur dan fungsi alam, tentang struktur dan interaksi antara sesama organisme dan lingkungannya.  

Bentuk Piramida Ekologi 

Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Ada tiga jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi. Berikut penjelasan dari tiga jenis piramida ekologi :

  • Piramida Jumlah  

Komposisi organisme, tergolong dalam tingkat trofik yang disajikan dalam piramida jumlah. Piramida jumlah adalah piramida yang menunjukkan jumlah organisme pada setiap tingkatan trofik. Organisme di tingkat trofik pertama biasanya melimpah, sedangkan tingkat trofik kedua, ketiga dan selanjutnya semakin berkurang. Komunitas yang kebanyakan memiliki jumlah normal adalah tumbuhan yang lebih banyak daripada organisme herbivor. Demikian pula, pada jumlah herbivor yang selalu lebih banyak daripada jumlah karnivor tingkat I. Karnivor tingkat I juga selalu lebih banyak dari pada karnivor tingkat II dan seterusnya.

  • Piramida Biomassa

Piramida biomassa adalah piramida yang menggambarkan berat atau massa kering total organisme hidup dari masing-masing tingkat trofiknya pada suatu ekosistem dalam kuran waktu tertentu. Piramida biomassa memiliki penggambaran yang lebih realistik dari pada piramida jumlah. Fungsi piramida biomassa adalah menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan dinyatakan dalam gram.  Untuk menghindari kerusakan habitat, maka biasanya pengukuran menggunakan metode sampel. Sampel diukur, kemudian total seluruh biomassa yang dihitung dengan perbandingan yang tertentu. Pengkuran tersebut, menghasilkan informasi yang lebih akurat mengenai ekosistem.

  • Piramida Energi 

Piramida energi adalah piramida yang menggambarkan terjadinya penurunan energi pada tiap tahap tingkatan trofik. Piramida energi dibuat berdasarkan pada observasi dalam waktu yang lama. Piramida energi memberikan gambaran paling akuran mengenai aliran energi dalam ekosistem dari pada piramida jumlah, dan piramida biomassa. Pada piramida energi terjadi penurunan jumlah energi secara berturut-turut dari tingkat trofik yang paling rendah ke tingkat trofik yang paling tinggi. Berkurangnya energi pada setiap tingkat trofik terjadi karena hal-hal berikut :

  1. Hanya sebagian pada makanan yang ditangkap dan dimakan oleh tigkat trofik selanjutnya
  2. Makanan yang dimakan tidak akan bisa seluruhnya dicerna dan ada yang dikeluarkan sebagai sampah
  3. Hanya pada sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisme, sedangkan pada sisanya digunakan sebagai sumber energi.

Dari ketiga tipe piramida ekologi, piramida energi yang dianggap model piramida terbaik. Alasan piramida energi dianggap paling terbaik adalah sebagai berikut :

  1. Tidak dipengaruhi dari ukuran organisme dan kecepatan metabolisme organisme
  2. Menunjukkan efisiensi ekologi atau produktivitas ekosistem
  3. Memberikan gambaran berkaitan dengan sifat fungsional suatu ekosistem

Manfaat Ekologi bagi Manusia dan Lingkungan Hidup

  • Mengenal lebih banyak keanekaragaman hayati

Makhluk hidup tersebar dari dasar samudera terdalam hingga pegunungan tertinggi. Tentu saja, keanekaragaman hayati ini harus dieksplorasi oleh manusia. Selain untuk menginventarisasi jenis-jenis makhluk hidup tersebut dan memperkaya pengetahuan manusia akan spesies makhluk hidup, cara hidup makhluk hidup dan lingkungannya teresebut dapat dipelajari untuk kemudian dapat dimanfaatkan manusia.

Sebagai contohnya adalah :

  1. Ikan di sekitar kutub utara mampu hidup di kondisi air yang membeku, mekanisme ini dapat digunakan manusia untuk mendapatkan protein anti beku yang digunakan dalam proses industri.
  2. Parasit yang hidup di tubuh manusia sebagai inangnya dapat diberantas apabila kita tahu bagaimana ia hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya dengan cara memutus rantai perkembangbiakannya.

Secara lebih detail, pengaplikasian dan manfaat ekologi dalam berbagai bidang dapat dilihat pada beberapa poin di bawah ini.

  • Mengenal lebih jauh makhluk hidup

Biologi perilaku merupakan salah satu cabang dari ilmu ekologi. Hal ini terjadi karena perilaku makhluk hidup, terutama hewan, berperilaku tergantung pada kondisi lingkungannya. Perilaku satwa ini dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai berikut.


  1. Hewan seperti lumba-lumba dan dan kelelawar memiliki suatu kemampuan penentuan lokasi tanpa penglihatan yang dikenal sebagai ekolokasi (ecolocation). Mekanisme ini ditiru sebagai sonar bagi manusia.
  2. Hewan seperti ayam, sapi, anjing, dan kucing dahulunya adalah hewan liar. Dengan proses domestikasi, hewan-hewan tersebut dapat dijadikan ternak ataupun peliharaan.
  3. Kadang hewan memiliki indra yang tajam semisal di India, gajah-gajah secara otomatis pergi ke tempat yang tinggi sesaat sebelum tsunami terjadi. Hal ini dapat dijadikan peringatan dini oleh manusia sebelum terjadinya bencana.

  • Membantu mengetahui dampak terhadap lingkungan

Ingatkah kita akan penggunaan DDT pada sekitar tahun 1970-1980an? Untuk memberantas hama maka ditemukanlah suatu pestisida yang dinamakan DDT. DDT ini sangat ampuh memberantas hama serangga secara global dalam watu yang lama. Namun setelah bertahun-tahun digunakan, dampak ekologis mulai terasa.

Setelah penggunaan jangka panjang, maka serangga menjadi resisten dan bahkan DDT dapat ditemukan di mana saja hingga dalam air susu manusia. Rachel Carson, seorang penulis akhirnya membuat buku berjudul Silent Spring yang menggarisbawahi tak terdengarnya burung-burung di musim semi. Ternyata hal ini disebabkan oleh DDT yang merusak telur burung. Akhirnya DDT diberhentikan penggunaanya setelah dampak ekologis menjadi global.

Sebenarnya, permasalahan ini dapat dicegah apabila ilmu ekologi dipakai dalam perencanaan suatu kegiatan yang memiliki kemungkinan dampak lingkungan. Kini, setiap kegiatan harus memiliki studi ekologi untuk meminimalisasi kemungkinan buruk seperti contoh di atas.

  • Membantu memecahkan masalah pangan

Manusia sebagai makhluk omnivora merupakan tingkatan tertinggi dalam jaring-jaring makanan. Seperti yang kita ketahui bahwa seluruh materi di muka bumi ini ada dalam satu siklus. Dalam ilmu ekologi dijelaskan bahwa makanan yang kita konsumsi merupakan untaian materi dari makhluk hidup lain mulai dari produsen, konsumen primer, hingga konsumen sekunder atau tersier.

Semakin tinggi tingkatan tropik maka akan semakin sedikit energi yang diserap. Artinya semakin banyak jumlah makhluk hidup dalam tingkatan tropik di bawahnya untuk memenuhi kebutuhan makhuk hidup dengan tingkat tropik atas.

Dengan demikian, manusia yang vegetarian akan memerlukan lebih sedikit sumber daya alam dibandingkan dengan manusia yang non-vegetarian. Hal ini karena vegetarian memerlukan lebih sedikit sumber daya semisal lahan untuk peternakan, air, dan pakan ternak sehingga meminimalisasi kesulitan sumber pangan.

  • Membantu memecahkan masalah pertanian


Kesuburan tanah tidak hanya terjadi begitu saja melainkan ada sangkut pautnya dengan makhluk biologis yang terkandung di dalamnya. Sebagian besar tanaman termasuk tanaman pertanian begantung pada interaksi antara mikroorganisme dan tanaman itu sendiri karena tanaman mebutuhkan nitrat dan ammonium yang tidak dapat ia sintesis sendiri. Senyawa tersebut dapat diperoleh oleh tanaman dengan interkasi mikroba sebagai berikut.

  1. Ammonium : merupakan hasil dari proses amonifikasi oleh bakteri dari nitrogen di udara. Tanaman pada umumnya tidak memfiksasi nitrogen padahal mereka membutuhkannya. Maka dengan interaksi antara bakteri dan tanaman, defisiensi nitrogen dapat dihindari.
  2. Nitrat : nitrat merupakan produk oksidasi ammonium dengan bantuan AOB (ammonium oxidising bacteria) dan NOB (nitrite oxidising bacteria). Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh.

Dengan demikian, setelah mengetahui ilmu ekologi, penggunaan bakteriosidal pada tanah sekitar tanaman seharusnya dapat dihindari. Hal ini karena penggunaan bakteriosidal dapat membunuh bakteri yang sebenarnya berguna bagi pertumbuhan tanaman.

  • Membantu memecahkan masalah energi

Sampai saat ini manusia masih bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama mereka, namun tahukah kita sebenarnya sumber energi terbesar kita adalah matahari?

Energi matahari dikonversi oleh tanaman menjadi energi kimia melalui proses fotosintetis. Sumber energi kimia ini sebenarnya dapat kita manfaatkan untuk membuat bahan bakar yang dapat diperbaharui yaitu biofuel. Biofuel terdiri dari beberapa generasi yaitu:

  1. Generasi pertama – biofuel dari tanaman konsumsi (Jagung, jarak)
  2. Generasi kedua – biofuel dari sisa produk tanaman (Molase, ampas tebu)
  3. Generasi ketiga – biofuel dari alga

Ilmu ekologi di sini sangat berperan penting. Selain mempelajari bagaimana komunitas mikroorganisme memproses bahan baku menjadi biofuel (aplikasi di industri), ekologi juga menawarkan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan produk tersebut agar terjadi keseimbangan atas kebutuhan manusia akan energi dan materi konsumsi dengan kelestarian alam.

  • Membantu memecahkan masalah kesehatan

Banyak masalah kesehatan yang merupakan penyakit menular berasal dari interaksi antara manusia dengan hewan. Hal ini tentu saja dapat dihindari atau diatasi bila kita mengetahui konsep ilmu ekologi tentang bagaimana makhluk idup berinterkasi dengan lingkungannya. Berikut adapah contoh manfaat ekologi dalam bidang kesehatan.

  1. Demam berdarah : jelas kita ketahui bahwa demam berdarah disebab kan oleh virus Dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aygepti. Nyamuk ini memeiliki habitat air bersih yang menggenang untuk bertelur. Kita dapat memutus persebaran penyakit ini misalnya dengan mencegah agar nyamuk tidak dapat bertelur dengan menutup atau memberi insektisida pada bak.
  2. AIDS : salah satu konsep asal muasal AIDS adalah transfer HIV dari simpanse tehadap manusia. Hal ini dapat terjadi karena di Afrika sana, manusia dan simpanse hidup berdekatan. Dengan adanya ilmu ekologi seharusnya transmisi ini dapat dicegah dengan membatasi interaski antara populasi manusia dengan simpanse.

  • Membuat proses indutri yang lebih maju

Makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, dan mikroba ternyata sangat berguna untuk diaplikasikan dalam proses industri. Pengeksplorasian ini tentu akan menghasilkan organisme baru yang memiliki kemapuan khusus sesuai habitatnya. Hal ini membuka kesempatan kita untuk memanfaatkannya di bidang industri. Selain itu komunitas suatu organisme dapat dimanfaatkan dalam suatu proses industri.

Berikut adalah beberapa contoh pengaplikasian ekologi di bidang industri.

  1. Bioteknologi : Dalam industri bioteknologi dikenal suatu prosedur PCR. PCR ini tak akan dapat dilakukan tanpa enzim tahan panas yang berasal dari organisme Thermus aquaticus. Organisme ini berhabitat asli di kawah gunung berapi dasar laut. Karena itulah enzim dari orgnisme ini menjadi tahan panas dan dapat digunakan dalam industri.
  2. Fermentasi : Proses pembuatan wine, keju, bahkan tapai membutuhkan komunitas mikroorganisme yang beinteraksi sinergisme dalam proses fermentasi. Dengan mempelajari ilmu ekologi, kita dapat menentukan mikroorganisme apa saja yang berperan dan komposisinya.

  • Mengenal kesetimbangan dalam kehidupan

Tanpa sadar sebenarnya ilmu ekologi membahas kegiatan manusia di bumi ini karena manusia di bumi ini berkegiatan sebagai populasi. Populasi terus meningkat sedangkan sumber daya alam dan area di muka bumi tak dapat ditambah. Bila populasi manusia terlalu banyak maka kemampuan daya sangga ekosistem akan terlampaui akibatnya akan terjadi kemunduran dalam populasi manusia bahkan kepunahan.

Oleh karena itu melalui ilmu ekologi, kita sebagai manusia harus bijak dalam menggunakan sumber daya alam dan membatasi pertumbuhan populasi agar daya sangga ekosistem tidak terlampaui.

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak

Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak. Pengertian Lemak, Fungsi Lemak, Beragam Macam Jenis Lemak, Sifat-Sifat Lemak, dan Proses Metabolisme Lemak.

Tubuh manusia memerlukan daya untuk melakukan seluruh kegiatan tiap harinya. Lemak adalah satu diantara sumber daya yang kita gunakan untuk berbagai macam hal itu, dan untuk memahami lebih lanjut mengenai lemak, langsung saja kita bahas sama-sama, ya.

Pengertian Lemak

Sumber: dosenpendidikan.com
Lemak yaitu senyawa kimia tidak larut air yang disusun oleh unsur Karbon (C), Hidrogen (H), serta Oksigen (O). Lemak miliki sifat hidrofobik (tidak larut di air), untuk melarutkan lemak diperlukan pelarut khusus seperti eter, klorofom serta benzen.

Seperti karbohidrat serta protein, lemak juga adalah sumber daya untuk tubuh manusia. Lemak termasuk juga pembangun dasar jaringan tubuh lantaran turut bertindak dalam membangun membran sel serta membran beberapa organel sel.

Bobot daya yang dihasilkan lemak 2 ¼ kali lebih besar dibanding karbohidrat serta protein. 1 gr lemak bisa menghasilkan 9 kalori, sedangkan 1 gr karbohidrat serta protein cuma menghasilkan 4 kalori.

Sepanjang proses pencernaan lemak akan dipecah jadi asam lemak serta gliserol supaya bisa diserap oleh organ pencernaan serta lantas dibawa ke organ yang membutuhkannya.

Fungsi Lemak

Lemak mempunyai banyak fungsi, beberapa fungsi penting lemak untuk tubuh diantaranya yaitu sebagai berikut ini:
  1. Jadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. Jika lemak yang kita konsumsi berlebihan, lemak itu akan disimpan di beberapa tempat misalnya di susunan bawah kulit untuk dijadikan cadangan energi atau daya. 
  2. Pelindung organ penting ketika terjadi goncangan lantaran mempunyai susunan seperti bantalan. 
  3. Membuat perlindungan bagi tubuh dari perubahan suhu lingkungan. Lemak bisa membuat perlindungan bagi tubuh dari suhu yang rendah. 
  4. Satu diantara bahan dasar yang diperlukan untuk produksi hormon vitamin, membran sel serta membran organel sel. 
  5. Pelarut vitamin A, D, E, serta K. 
  6. Sebagai bahan penyusun empedu serta asam kholat. 
  7. Memaksimalkan fungsi pencernaan, lemak bisa memperlambat system pencernaan ketika proses pencernaan berjalan hingga rasa lapar tidak muncul terlalu cepat. 

Struktur Kimia Lemak

Sumber: duniafitnes.com
Unsur penyusun lemak diantaranya yaitu Unsur Karbon (C), Hidrogen (H) serta Oksigen (O). Lemak terbagi dalam 3 asam lemak serta satu gliserol. Secara Umum Susunan Kimia Lemak yaitu seperti ini:

Struktur Kimia Lemak R1, R2, R3. Jika ketiga susunan R1, R2 serta R3 sama disebut dengan lemak sederhana, tetapi jika tidak sama disebut dengan lemak campuran.

Beberapa Sifat Lemak 

Sifat Fisis (Fisika) Lemak 
Sumber: duniafitnes.com
Biasanya lemak hewan berupa padatan pada suhu kamar serta lemak tumbuhan berupa cairan pada suhu Lemak yang titik leburnya lebih tinggi memiliki kandungan asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang memiliki kandungan titik lebur rendah memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh.

Titik lebur lemak bergantung pada panjang pendeknya rantai karbon yang dipunyai. Conothnya lemak sapi mencair pada suhu 49 derajat celcius serta kembali memadat pada 36 derajat celcius.

Lemak netral tidak larut di air, tetapi larut dengan baik pada kloroform serta benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, tetapi lemak tidak sangat larut dalam alkohol dingin.

Sifat Kimia Lemak 
Sumber: simpelmenarik.id
Reaksi Saponifikasi (Penyabunan) 

Lemak bisa dihidrolisis dengan beragam macam cara. Salah satunya adalah dengan alkali. Nah proses hidrolisis lemak dengan memakai alkali disebut dengan reaksi saponifikasi (penyabunan). Satu diantara hasil dari hidrolisis lemak dengan alkali yaitu garam asam lemak, atau yang umum kita sebut sabun.

Reaksi Halogenasi (Iodium) 

Asam lemak tidak jenuh, baik bebas ataupun terikat sebagai ester dalam lemak mengadisi halogen pada ikatan rangkapnya. Lantaran derajat penyerapan lemak sepadan dengan adanya banyak ikatan rangkap pada asam lemaknya, jumlah halogen bisa dipakai untuk menentukan derajat ketidakjenuhan.

Penentuan derajat ketidakjenuhan ini diukur dengan bilangan Iodium, yakni bilangan yang menyebutkan banyaknya gr iodium yang bisa bereaksi dengan 100 gr lemak. Oleh karena ini makin banyak ikatan rangkap, maka makin besar juga bilangan iodiumnya.

Reaksi Hidrogenasi 

Proses konversi minyak jadi lemak di kenal dengan sebutan Hidrogenasi (Proses Pengerasan), yakni lewat cara mengalirkan gas hidrogen bertekanan (1,75kg/cm2) ke dalam minyak panas (200 derajat Celcius) yang memiliki kandungan katalis nikel terdispersi.

Beragam Macam Jenis Bentuk Lemak

Bersumber pada Sumber Lemaknya Terdiri jadi 2, yakni:
  1. Lemak Hewani, adalah lemak yang bersumber dari hewan. 
  2. Lemak Nabati, adalah lemak yang bersumber dari tumbuhan. 
Bersumber pada Struktur kimianya
  1. Lemak Sederhana, adalah lemak yang disusun oleh trigliserida, yakni tiga asam lemak serta satu gliserol. Contoh lemak ini yaitu lilin serta minyak. 
  2. Lemak Campuran, adalah lemak yang terbagi dalam asam lemak serta gugus tambahan lain selain lemak. Misalnya yaitu lipoprotein (memiliki kandungan protein) serta fosfolipid (memiliki kandungan fosfat). 
  3. Lemak Derivat, adalah senyawa lemak yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid. Misalnya cholesterol serta asam lemak. Bersumber pada ikatan kimianya dibagi lagi jadi dua yakni asam lemak jenuh serta asam lemak tidak jenuh. 
Bersumber pada Ikatan Kimianya
  1. Lemak Jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon ikatan tunggal yang beresiko untuk tubuh manusia lantaran bisa menempel serta dan menggumpal hingga bisa mengganggu system peredaran darah. Lemak jenuh rata-rata berasal dari hewan, seperti daging, susu murni, dan lain-lain. 
  2. Lemak tidak jenuh, yakni susunan lemak dengan hidrokarbon dengan satu atau lebih ikatan rangkap (ganda) yang bisa menguntungkan tubuh. Lemak tidak jenuh rata-rata berasal dari tumbuhan, misalnya lemak dari buah alpukat serta kacang-kacangan. 

Metabolisme serta Proses Pencernaan Lemak

Sumber: slideshare.net
Proses metabolisme lemak berlangsung lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat serta protein. Hal semacam ini dikarenakan oleh susunan rantai molekul lemak yang panjang serta ikatannya yang kuat. Pada saat makanan memasuki rongga mulut, gigi melakukan tugasnya untuk menghancurkan serta melembutkan lemak secara mekanis.

Juga di bagian bawah lidah ada kelenjar yang menghasilkan enzim lipase, enzim ini bertugas memecah lemak di mulut jadi bentuk yang lebih sederhana. Kemudian terjadi proses menelan yang akan membawa lemak lewat esofagus, lantas menuju ke lambung.

Pada esofagus serta lambung lemak tidak bisa diolah lantaran tidak ada enzim yang bisa mengolahnya, hingga lemak cuma bercampur dengan makanan yang lain serta tersimpan sementara di lambung.

Asam lemak setelah diserap oleh sel mukosa usus halus dengan cara difusi lantas di dalam sel, mukosa asam lemak serta gliserol mengalami resintesis (penggabungan kembali) jadi trigliserida. Cholesterol juga mengalami reesterifikasi jadi ester cholesterol.

Trigliserida serta ester cholesterol bersatu diselubungi oleh protein jadi kilomikron. Protein penyusun selubung kilomikron disebut dengan apoprotein. Selubung protein berperan menghindari menyatunya antar molekul lemak serta membentuk bulatan besat yang bisa mengganggu aliran darah.

Kilomikron keluar dari sel mukosa usus secara eksotisosis lantas diangkut lewat system limfatik dan berikutnya masuk ke dalam aliran darah. Kandungan kilomikron bertambah 2-4 jam setelah makan. Kilomikron dalam darah dihidrolisis oleh enzim lipase endotel jadi asam lemak dan gliserol.

FFA atau asam lemak dibebaskan dari kilomikron dan berikutnya disimpan dalam jaringan lemak atau jaringan perifer.

Kilomikron yang sudah kehilangan asam lemak dengan hal tersebut maka banyak mengandung cholesterol dan tetap ada di dalam aliran disebut dengan chylomicron remnant dan pada akhirnya menuju ke hati yang berikutnya didegradasi di dalam lisosom. Sedangkan gliserol langsung diabsorpsi ke pembuluh darah porta hepatica.

FFA dipakai sebagai sumber daya atau disimpan dalam bentuk lemak netral atau trigliserida. Hati memanfaatkan asam lemak sebagai cadangan daya, pembentukan cholesterol, dan menyimpan trigliserida sebagai lemak jaringan atau bisa pula diubah jadi protein atau asam amino.

Dari keseluruhan total lemak yang dikonsumsi, sebesar 95 persen akan diserap oleh tubuh dan 5 persen yang lainnya akan masuk ke usus besar dan dibuang lewat anus.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Metabolisme Lemak, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Lemak di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Lemak. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com

Sitoskeleton: Pengertian, Fungsi & Strukturnya Sitoskeleton


Sitoskeleton : Pengertian, Manfaat & Strukturnya Sitoskeleton|Secara Umum, Pengertian Sitoskeleton yaitu jejaring serat yang mengorganisasi strukturdan aktivitas dalam sel. Pada saat awal mikroskopi elektron, pakar biologi mengira bahwa organel-organel sel eukariot mengambang bebas dalam sitosol.

Tetapi perbaikan mutu mikroskopi sinar ataupun mikroskopi elektron mengungkapkan keberadaan sitoskeleton (Cytoskeleton). Jejaring dan yang membentang di seluruh sitoplasma. Sitoskeleton, yang memerankan utama dalam pengorganisasian susunan serta kesibukan sel, tersusun atas tiga type struktur molekular, mikrofilamen, serta filament intermedit.

Manfaat Sitoskeleton 

  • Memberi kemampuan mekanik pada sel 
  • Sebagai kerangka sel 
  • Menolong dalam gereakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang alin. 

Komponen-Komponen Sitoskeleton 

Saat ini mari kita saksikan lebih dekat ketiga type paling utama serat penyusun sitoskeleton yang tersusun atas tiga susunan molekular yakni seperti berikut...

1.Mikrotubulus 

Semua sel eukariot memiliki mikrotubulus (microtubule), batang-batang berongga dengan diameter sekitar 25 nm dan anjang antara 200 mm samai 25 um. Dinding tabung berongga tersebut tersusun dari protein globular yang disebut tubulin. Setiap protein tubulin merupakan diner, molekul yang tersusunatas dua subunit. Suatu dimer tubulin terdiridari dua polipeptida yang agak berbeda, tubulin a dan tubulin B. Mikrotubulus bertambah panjang melalui penambahan dimer tubulin; mikrotubulus juga diuraikan dan tubulinnya pun digunakan untuk membangun mikrotubulus di tempat lain dalam sel.
Membentuk dan menyokong sel serta berfungsi sebagai jalur yang dapat disusuri oleh organel yang dilengkapi dengan protein motorik. Untuk memberikan contoh yang tidak sama dari mikrotubulus memandu vesikel sekresi dari aparatus Golgi ke membran plasma. Mikrotubulus juga memisahkan kromosan saat pembelahan sel.

Fungsi Mikrotubulus (Polimer Tubulin) 

  • Menjaga bentuk sel (penopang penahan-kompresi) 
  • Motilitas sel (seperti pada silia atau flagela) 
  • Gerakan kromosom dalam pemisahan sel 
  • Pergerakan organel 

2. Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

Mikrofilamen (Microfilament) adalah batang padat yang diameternya sekitaran 7 nm. Mikrofilamen disebut juga filamen aktin lantaran tersusun atas molekul-molekul aktin (actin), semacam protein globular. Suatu mikrofilamen adalah seutas rantai ganda subunit-subunit aktin yang memuntir. Selain terdapat sebagai filamen lurus, mikrofilamen juga mampu membuat jejaring struktural, karena kehadiran protein-protein yang berikatan di selama segi filamen aktin serta sangat mungkin filamen baru membentang sebagai cabang. Mikrofilamen tampaknya diketemukan pada semuanya sel eukariot.

Mikrofilamen terkenal lantaran perannya dalam motilitas sel, khususnya sebagai sisi aparatus kontraktil sel otot. Berbeda dengan peran penahan-kompresi oleh mikrotubulus, peran struktural mikrofilamen dalam sitoskeleton yaitu menahan tegangan (style taring). Jejaring berdimensi tiga yang dibuat oleh mikrofilamen tepat dibagian dalam membran plasma (mikrofilamen korteks) membantu menyangga bentuk sel.

Jejaring ini mengakibatkan susunan sitoplasma terluar sel, yang dimaksud korteks, mempunyai ketekunan semisolid gel, kebalikan dari keadaan sitoplasma interior yang lebih cair (sol). Dalam sel hewan yang terspesialisasi untuk mentraspor materi melewati membran plasma, umpamanya sel usus, berkas mikrofilamen menjadi inti mikrovili, penjuluran halus yang meningkatkan luas permukaan sel di usus seperti yang sudah dijelaskan terlebih dulu.

Manfaat Mikrofilamen (Filamen Aktin) 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan tegangan) 
  • Pergantian bentuk sel 
  • Kontraksi otot 
  • Aliran sitoplasmik 
  • Motilitas sel (seperti pada pseudopodia) 
  • Pemisahan sel (pembentukan lekukan penyibakan) 

3. Filamen Intermediat 

Filamen Intermediat (Intermediate filament) dinamia dikarenakan berdiameter 8-12 nm, lebih besar dibanding dengan diameter mikrofilamen namun lebih kecil ketimbang mikrotubulus. Filamen intermediat terspesialisasi untuk menahan tegangan (seperti mikrofilamen) serta terdiri dari beragam kelas unsur sitoskeleton.

Setiap jenis tersusun dari subunit molekular tidak sama yang termasuk kedalam satu famili protein, yang salah satunya beranggotakan keraton. Demikian sebaliknya mikrotubulus dan mikrofilamen memiliki diameter serta komsisi yang tetaplah ada sema sel eukariot.

Filamen intermeiat merupakan pengukuh sel yang lebih permanen daripada mikrofilamen serta mikrotubulus, yang dijabarkan serta dirakit kembali di beberapa sisi sel. Bahkan jika sel mati, jejaring filamen intermediat kerapkali tetap bertahan ; umpamanya, susunan terluar kulit kita terdiri atas beberapa sel kulit mati yang penuh protein keratin.

Manfaat Filamen Intermediat 

  • Menjaga bentuk sel (unsur penahan-tegangan) 
  • Tambatan nukleus serta organel lain tertentu 
  • Pembentukan lamina nukleus

Pengertian Biosfer : Tingkatan Dan Faktor Terjadinya Biosfer

Pengertian Biosfer

Pengertian Biosfer adalah lapisan lingkungan habitat makhluk hidup yang terdiri dari litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Menurut ilmu Biologi, pengertian biosfer adalah lapisan Bumi yang di dalamnya terdapat kehidupan bumi. Menurut Ilmu Geografi, pengertian lapisan tempat tinggal makhluk hidup atau seluruh ruang hidup yang ditempati organisme. Secara etimologi, Istilah biosfer berasal dari dua kata yaitu bio yang berarti makhluk hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi biosfer merupakan lapisan kehidupan (flora dan fauna).

Dalam pengertian luas menurut Geofisiologi, Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksi dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.  Biosfer diperkirakan telah berlangsung di bumi selama 3,5 milliar tahun dari 4,5 milliar tahun usi bumi.

Biosfer secara arti kata terbentuk dari dua kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang memiliki arti lapisan. Jadi, bila digabungkan biosfer adalah lapisan dimana tempat makhluk hidup itu tumbu atau menjadi habitat bagi makhluk hidup baik manusia, flora dan fauna serta mikroorganisme lainnya. Lapisan biosfer sejajar dengan tiga lapisan atmosfer lainnya yaitu litosfer, hidrosfer dan antroposfer. Ke-empat lapisan tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. Biosfer sendiri lebih fokus pada kajian mengenai flora (dunia tumbuhan) dan fauna (dunia binatang) baik yang ada di daratan, air laut dan air tawar.

Biosfer merupakan lapisan yang sangat tipis dari keseluruhan lapisan bumi, hanya berkisar 9000 meter saja dan merupakan sistem kehidupan dan organisasi terkompleks di dunia bahkan hanya ada satu-satunya yang seperti biosfer di sistem tata surya. Entah di planet lain ada atau tidak namun sepanjang sejarah belum ditemukan yang seperti lapisan biosfer.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli 


  • Eduard Suess: Menurut Eduard Sues seorang ahli geoglogi di austria tahun 1875 yang mengatakan bahwa pengertian biosfer adalah tempat pada permukaan bumi dimana kehidupan berdiam. 
  • James Lovelock: Menurut James Lovelock, pengertian biosfer adalah sebuah organisme hidup, yang hidsebut sebagai hipotesa gaia. Hipotesa gaia menjelaskan bagaimana faktor abiotik dan biotik berinteraksi dalam lingkungan. 
  • Vladimir wanouich veinadsky: Biosfer adalah sebuah sistem terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah bumi. 
  • Jhon Wiley: Menurut Jhon Wiley, pengertian biosfer adalah zona dari planet bumi dimana kehidupan terjadi secara alami, diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer yang lebih rendah. 
  • Michael Allaby: Menurutnya, pengertian biosfer adlaah bagian lingkungan hidup organisme yang ditemukan dan mereka berinteraksi membentuk sistem kelompok yang stabil, efektif untuk keseluruhan ekosistem di planet. 

Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


  • Protoplasma, adalah zat hidup dalam sel dan terdiri dari senyawa organik kompleks seperti protein, lemak, dan sejenisnya. 
  • Sel, adalah satuan dasar organisme yang terdiri dari protoplasma dan inti yang terdapat di membran. 
  • Jaringan, merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, seperti jaringan otot.  
  • Organ, yaitu bagian suatu organisme dengan fungsi tertentu, seperti kaki atau telinga pada hewan, dan manusia, daun atau akar pada tumbuhan.  
  • Sistem Organ, adalah kerja sama antara struktural dan fungsional yang harmonis, seperti kerja sama antara mata dan telinga, antara daun dan batang pada tumbuhan.  
  • Organisme merupakan makhluk hidup. 
  • Populasi, adalah kelompok organisme sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu daerah tertentu. Seperti populasi manusia di jakarta, populasi banteng di Baluran, atau populasi badak di Ujung Kulon. 
  • Komunitas, adalah semua populasi dari berbagai jenis yang berada di suatu daerah tertentu. 
  • Ekosistem, adalah tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Dalam praktiknya, kondisi atau pun keadaan biosfer dipengaruhi oleh beberapa macam faktor berikut :

  • Iklim

Faktor yang mempengaruhi biosfer yang pertama adalah faktor iklim. Iklim merupakan kondisi suhu dan juga kelembaba udara yang terjadi di suatu wilayah atau pun daerah tertentu dalam jangka waktu yang sangat panjang / lama. Pada dasarnya tidak semua makhluk hidup dapat tinggal di semua jenis iklim. Beberapa makhluk hidup hanya dapat tinggal di iklim trofis dan iklim subtrofis. Oleh karena itu, semakin panjang bentang iklim yang dimiliki oleh suatu lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan lingkungan tersebut untuk ditinggali organisme makhluk hidup.

  • Kondisi Geologi

Faktor kedua yang mempengaruhi kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan kondisi lingkungan fisik alam sekitar. Kondisi geologi mencakup berbagai macam hal seperti tingkat suhu lingkungan, keberadaan air, udara, dan berbagai macam faktor lainnya. Semakin lengkap kondisi geologi suatu lingkungan biosfer, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk ditinggali oleh organisme makhluk hidup.

  • Ketinggian Tempat

Faktor ketiga yang mempengaruhi kondisi atau pun keadaan biosfer adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat memegang peranan penting terhadap kehidupan organisme makhluk hidup. Tidak semua organisme makhluk hidup dapat hidup di daerah – daerah yang tinggi. Bahkan, pada ketinggian tertentu, tidak ada satu organisme makhluk hidup pun yang dapat hidup. Oleh karena itu, untuk bisa ditinggali, lingkungan biosfer harus berada pada ketinggian yang wajar / sesuai dengan kebutuhan organisme makhluk hidup.

  • Faktor Biotik

Selain tiga faktor di atas, faktor terakhir yang turut mempengaruhi kondisi biosfer adalah faktor biotik. Faktor biotik merupakan faktor – faktor makhluk hidup yang mendukung kehidupan organisme makhluk hidup lainnya. Tanaman pohon misalnya, merupakan faktor biotik untuk berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya seperti burung, tupai, bajing, manusia, bakteri, dan berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya.

Semakin banyak faktor biotik yang ada dalam lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk dijadikan sebagai habitat atau pun tempat tinggal makhluk hidup.

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel. Pengertian Organel Sel, Fungsi dari Organel Sel, dan Beragam Macam Jenis Organel Sel yang ada.

Pengertian serta Fungsi Organel Sel

Sumber: cacatanipa.blogspot.co.id
Sel adalah unit fungsional paling kecil pada makhluk hidup. Sel bisa didapati pada semua organ yang ada di tubuh. Seperti makhluk yang terbagi dalam beberapa organ penyusunnya, sel juga mempunyai organ-organ itu yang dinamakan dengan organel sel.

Organel sel mempunyai peranan khusus untuk mendukung kehidupan sel. Tanpa organel, sel itu akan mati. Masing-masing organel ini melakukan tugasnya masing-masing.

Secara umum, peranan dari sebuah organel sel yaitu untuk mendukung kehidupan sel itu sendiri. Seperti mitokondria yang bertindak untuk mendapatkan energi supaya kehidupan sel bisa berjalan, ribosom yang berperan sebagai penghasil protein.

Nucleus yang bertindak dalam proses replikasi sel, lisosom yang bertindak sebagai organ pencernaan di tingkat sel, serta fungsi lainnya yang akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Struktur serta Beberapa Jenis Bentuk Organel Sel

Jelas segala hal di dunia ini mempunyai struktur tersendiri. Struktur adalah segala suatu hal yang mendukung aktivitas suatu hal. Dalam soal ini, susunan sel adalah beberapa sisi sel yang bisa mendukung kehidupan sel itu. Berikut ini yaitu susunan pembentuk sel, yakni:

Membran Sel

Sumber: informasi-pendidikan.com
Membran sel adalah susunan sel yang berperan untuk memisahkan sel antara lingkungan dalam serta lingkungan luar sel. Membran sel tersusun atas gabungan antara lemak serta protein (lipoprotein) dengan perbandingan 50 : 50.

Lemak yang membuat membrane sel terbagi dalam fosfolipid yang miliki sifat hidrofilik (larut air), serta sterol yang miliki sifat hidrofobik (larut lemak). Sedangkan protein yang membuat membrane sel terbagi dalam protein intrinsik yang menembus membrane sel dari susunan atas sampai ke bawah.

Lantas ada protein ekstrinsik yang ada di susunan atas sampai bawah dari membrane sel. Membran sel miliki sifat semipermeable atau selektifpermeable, yakni bisa dilewati oleh beberapa zat tertentu saja.

Membran sel secara keseluruhnya mempunyai fungsi untuk melindungi sel dari lingkungan luar. Namun, ada beberapa lagi fungsi membran sel yang perlu di ketahui, yakni:
  1. Sebagai sekat antara lingkungan luar serta dalam sel 
  2. Sebagai reseptor sel dari rangsangan luar 
  3. Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia, seperti respirasi sel 
  4. Sebagai pengontrol transportasi sel, baik dari luar ke dalam maupun sebaliknya 
  5. Sebagai penjaga stabilitas pH, stabilitas ion, serta membuang sisa-sia hasil metabolisme sel 

Sitoplasma

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
Sitoplasma atau dengan kata lain adalah cairan sel, yaitu matriks yang ada antara membran sel serta nucleus (inti sel). Sitoplasma tersusun atas sitosol yang miliki sifat koloid serta organel-organel sel yang merupakan sisi penunjang sel. Sitoplasma bisa ada dalam dua fase, yakni fase padat serta fase cair, disebabkan karena adanya koloid itu. Fungsi sitoplasma adalah:
  1. Sebagai tempat berlangsungnya proses metabolisme sel 
  2. Menanggung adanya pertukaran zat, supaya metabolisme sel bisa berlangsung 
  3. Sebagai area untuk menyimpan beragam macam bahan kimia yang diperlukan oleh sel 
  4. Sebagai tempat dari sitoskeleton (sebuah filament protein) yang berperan menjaga bentuk dan konsistensi sel 
Organel Sel

Ada berbagai macam organel di dalam sel yang mempunyai fungsi spesifik. Berikut ini adalah organel-organel dalam satu sel, yakni:

Nukleus (inti sel)

Sumber: kliksma.com
Nukleus bertindak dalam semua kegiatan yang terjadi di dalam sel, dari mulai metabolisme sampai pembelahan sel. Nucleus terbagi dalam membrane inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), nucleolus (anak inti), serta kromatin/kromosom.

Nucleus ada pada bagian tengah sel serta merupakan organel paling besar di dalam sebuah sel. Nukleus biasanya berwujud lonjong, bulat, atau tidak beraturan. Pada sel eukariotik, nucleus diselubungi oleh membrane inti (karioteka), sedangkan pada sel prokariotik, nucleus tidak diselubungi oleh membrane.

Nukleoplasma (kariolimfa) adalah matriks yang ada di dalam nucleus. Di dalam nukleoplasma inilah ada beragam macam jenis enzim, kromatin/kromosom, serta nucleolus.

Bahan paling utama penyusun kromosom adalah DNA yang merupakan sebuah substansi genetic yang bertindak pada saat proses pembelahan sel. Kromatin adalah kromosom yang tampak seperti benang-benang halus serta panjang yang terjadi pada saat sel tidak membelah. Terkahir, nucleolus bertindak dalam pembentukan RNA.

Retikulum Endoplasma (RE)

Sumber: wikipedia.org
Adalah sistem membrane yang berupa lipatan yang menghubungkan antara membrane sel dengan membrane inti. Retikulum Endoplasma berwujud serupa seperti jala serta bertindak dalam proses transport zat intra sel.

Reticulum Endoplasma terbagi jadi dua, yakni Retikulum Endoplasma kasar serta Retikulum Endoplasma Halus. Ketidaksamaan keduanya cuma terdapat di permukaannya saja. Dapat dikatakan RE kasar jika di permukaannya ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada RE halus, tidak ada ribosom di permukaannya.

Ribosom

Sumber: wikipedia.org
Ribosom adalah organel sel yang berwujud nucleoprotein, yakni senyawa protein yang memiliki kandungan RNA. Ribosom berupa bulat, serta memiliki ukuran lebih kurang sekitar 20 nm.

Organel ini adalah contoh organel sel yang tidak bermembran serta disusun oleh asam ribonukleat. Ribosom berperan untuk sistesis protein yang akan ditranspor ke organel yang lainnya untuk diolah.

Tubuh Mikro

Sumber: mustamiranwar86.wordpress.com
Adalah organel sel dengan bentuk bulat yang mempunyai ukuran berkisar antara 0,1-1,5 nm. Tubuh mikro dibagi jadi 2 jenis, yakni:
  1. Glioksisom, berperan untuk menghasilkan enzim yang bertindak dalam penguraian karbohidrat selama perkecambahan sel. 
  2. Peroksisom, Berperan untuk menghasilkan beberapa enzim metabolisme. Peroksisom bisa ditemui pada kloroplas sel tumbuhan serta dapat juga ditemui pada sel hati serta ginjal hewan. 

Aparatus Golgi

Sumber: sridianti.com
Aparatus golgi terbentuk dari vesikel pipih yang berupa seperti kantong yang berkelok-kelok. Organel ini berperan dalam proses sekresi, baik itu sekresi lendir, karbohidrat, glikoprotein, lemak, serta enzim. Aparatus golgi juga berperan untuk membentuk lisosom. Organel ini banyak ditemui pada beberapa sel penyusun kelenjar.

Pada sel tumbuhan, lendir yang dihasilkan oleh apparatus golgi disebut juga dengan musin. Musin sangat berperan untuk melumasi ujung akar untuk menembus tanah. Apparatus golgi pada sel tumbuhan disebut juga dengan diktiosom.

Lisosom

Sumber: budisma.net
Organel ini berupa kantung-kantung kecil yang dihasilkan oleh apparatus Golgi. Lisosom bisa menghasilkan enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang berperan untuk melakukan proses pencernaan intra sel, contoh enzim hidrolitik adalah lipase, fosfatase, serta proteolitik.

Enzim itu melakukan pencernaan lewat cara fagositosis. Lisosom juga berfungsi sebagai penghasil kekebalan, hingga akan banyak ditemui pada sel darah putih.

Ada 2 bentuk lisosom menurut fungsinya, yakni lisosom primer serta lisosom sekunder. Lisosom primer berperan untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif.

Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang bertindak dalam aktivitas pencernaannya. Berkenaan dengan bahan yang dikandungnya, lisosom mempunyai peran dalam peristiwa:
  1. Pencernaan intrasel: mengolah materi-materi yang masuk ke dalam sel, serta mengolahnya secara fagositosis. 
  2. Eksositosis: yakni sebagai pembebasan sekrit keluar sel. 
  3. Autofagi: penghancuran organel sel yang udah rusak 
  4. Autolisis: penghancuran diri sel lewat cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom

Sumber: budisma.net
Adalah organel dengan bentuk seperti bintang serta cuma terdapat di dalam sel hewan. Sentrosom disusun oleh dua sentriol yang berupa tabung serta diliputi oleh mikrotubulus yang terbagi dalam 9 triplet, serta terdapat di salah satu kutub inti sel. Sentrosom diliputi oleh sitoplasma yang disebut juga dengan sentrosfer.

Sentrosom sendiri berperan dalam proses pembelahan sel lewat cara membentuk benang spindle yang akan menarik kromosom menuju ke arah yang berlawanan.

Mitokondria

Sumber: blogmeedianhusada.blogspot.co.id
Mitokondria berupa bulat, batang, atau oval serta berperan sebagai tempat respirasi sel yang menghasilkan ATP untuk energy untuk sel. Oleh Sebab itu, mitokondria cuma ada pada sel aerob.
Mitokondria mempunyai dua membrane, yakni membrane luar serta membrane dalam.

Membrane dalam berupa lipatan atau kerap disebut juga dengan krista, serta bermanfaat untuk memperluas permukaan hingga proses pengikatan oksigen oleh sel bisa berlangsung secara efisien.

Sisi yang terdapat diantara membrane luar serta membrane dalam disebut juga dengan matriks mitokondria. Sisi ini memiliki kandungan DNA, RNA, ribosom, serta enzim-enzim yang bisa mengatur pernapasan atau sitokrom.
Mikrotubulus
Sumber: sintiyautami.blog.unsoed.ac.id/
Adalah organe dengan bentuk silinder serta tidak bercabang yang dibuat dari protein yang disebut juga dengan tubulin. Oleh karena sifatnya yang kaku, mikrotubulus bertindak sebagai kerangka untuk sel yang berfungsi supaya bentuk dari sel itu tetap dalam kondisi seperti biasa. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, ataupun flagella.

Mikrofilamen

Sumber: biologipedia.blogspot.co.id
Nyaris sama juga dengan mikrotubulus, mikrofilamen juga memiliki bentuk silinder serta tidak bercabang. Akan tetapi, diameter dari mikrofilamen lebih kecil serta terbentuk dari kumpulan aktin serta myosin seperti pada otot. Maka dari itu, mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, endositosis, serta eksositosis.

Plastida

Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Adalah organel yang memiliki kandungan beragam macam jenis pigmen. Plastida yang gmengandung pigmen hijau disebut juga dengan kloroplas yang bisa menghasilkan klorofil dan berperan sebagai penyelenggara proses fotosintesis.

Lantas, plastid yang memiliki kandungan pigmen putih disebut juga dengan lekoplas serta berperan dalam penyimpanan makanan. Lekoplas terbagi dalam amiloplas (untuk menyimpan amilum), Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak), serta proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kromoplas yaitu plastid yang memiliki kandungan pigmen selain pigmen hijau serta outih, misalnya adalah karoten, xanthofil, fikoerithrin, serta fikosantin.

Vakuola

Sumber: jendelasarjana.com
Adalah organel yang terbentuk di dalam sel serta diselubungi oleh membrane yang disebut juga dengan tonoplas. Vakuola pada beberapa spesies di kenal dengan vakuola kontraktil serta vakuola non kontraktil.

Pada sel tumbuhan, vakuola memiliki ukuran amat besar serta termodifikasi yang memuat alkaloid, pigmen anthosianin, tempat penumpukan metabolisme, serta area untuk menyimpan makanan.

Sedangkan pada sel hewan, vakuolanya memiliki ukuran kecil atau bahkan juga tidak ada sama sekali, terkecuali pada hewan ber sel satu. Pada hewan ini, vakuola terbagi jadi vakuola makanan yang berperan dalam pencernaan intrasel, serta vakuola kontraktil yang berperan sebagai osmoregulator.

Ketidaksamaan Organel Antara Sel Hewan serta Tumbuhan

Berikut ini adalah tabel yang bisa membedakan organel yang ada pada sel hewan maupun tumbuhan:
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Organel Sel, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Organel Sel di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Organel Sel. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com