Showing posts sorted by relevance for query pengertian puasa. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian puasa. Sort by date Show all posts

Pengertian Puasa : Macam Dan Sunah Puasa

PENGERTIAN PUASA

Secara bahasa, puasa atau shaum dalam bahasa Arabnya berarti menahan diri dari segala sesuatu. Jadi, puasa itu ialah menahan diri dari segala perkara seperti makanan, minuman, berbicara, menahan nafsu dan syahwat, dls. Sedangkan secara istilah, puasa yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa yang dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Dalam Al-qur’an surat Al-Baqoroh ayat 187 menerangkan tentang kewajiban berpuasa.

Puasa adalah menahan. secara artian adalah menahan keinginan hawa nafsu(atau jasad/diri).namun justru malah menjalankan keinginan keinginan Allah lah yang terkandung di dalam AlQuran. sehingga lebih optimal lagi dalam menjalankan ibadah yang Allah inginkan.

perintah puasa lebih menekankan kedalam aktifitas sendi kehidupan. dimana mampunya kita untuk menahan hawa nafsu kita (bahkan hingga makan dan minum pun kita tahan) kemudian menjalankan keinginan Allah sepenuhnya. sehingga meraih Taqwa

perintah puasa jatuh pada madinah. dimana dikondisi ummat islam saat itu baru saja hijrah dari mekkah setelah di tekan dari berbagai sisi kehidupan.. namun di sinilah terlihat sifat kesabaran(tidak lemah, tidak lesu, pantang mundur) dari semangat ummat islam untuk bangkit menyebarkan ayat-ayat Allah.

Pengertian puasa terbagi atas dua yaitu secara bahasa dan secara istilah. Pengertian puasa menurut bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan pengertian puasa menurut istilah adalah menahan diri dari segala perbuatan yang membatalkan puasa seperti makan, minum, muntah dengan sengaja, hubungan suami istri, onani dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Macam-macam Puasa

Ada beberapa macam puasa, antara lain :
  • Puasa wajib yang terdiri dari : puasa ramadhan, nadzar dan kafarat.
  • Puasa sunnah yang terdiri dari : puasa senin kamis, muharam, syawal, arofah dls.
  • Puasa makruh yang terdiri dari puasa yang dikhususkan pada hari jumat dan sabtu.
  • Puasa haram yang terdiri dari puasa hari raya idul fitri dan hari raya idul adha serta puasa sepanjang tahu.
Puasa Wajib
  1. Puasa ramadhan. Yakni puasa sebulan penuh dibulan ramdhan yang hukumnya wajib bagi setiap umat muslim yang sudah baligh. Kewajiban melaksanakan puasa dibulan ramadhan terdapat dalam Qur’an surat Al-baqoroh ayat 183.
  2. Puasa nadzar. Merupakan puasa yang disebabkan karena sebuah janji, nadzar secara bahasa adalah janji. Sehingga puasa yang dinadzarkan hukumnya wajib
  3. Puasa kafarat atau kifarat. Yakni puasa yang dilakukan untuk menggantikan dam atau denda atas pelanggaran yang hukumnya wajib. Puasa ini ditunaikan dikarenakan perbuatan dosa, sehingga bertujuan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan. Adapun macam-macam puasa kafarat antara lain : kafarat karena melanggar sumpah atas nama Allah, kafarat dalam melakukan ibadah haji, kafarat karena berjima’ atau berhubungan badan suami istri di bulan ramadhan, membunuh tanpa sengaja, membunuh binatang saat sedang ihram.
Puasa Sunnah
  1. Puasa sunnah senin kamis. Rasulullah telah memerintah umatnya untuk senantiasa berpuasa di hari senin dan kamis, karena pada hari senin merupakan hari kelahiran beliau dan kamis adalah hari pertama kali Al-Qur’an diturunkan. Dan pada hari senin kamis juga, amal perbuatan manusia diperiksa, sehingga beliau menginginkan ketka diperiksa, beliau dalam keadaan berpuasa.
  2. Puasa sunnah syawal. Puasa enam hari dibulan syawal atau setelah bulan ramadhan. Bisa dilakukan secara berurutan dimulai dari hari kedua syawal atau dilakukan secara tidak berurutan.  Rasulullah bersabda yang artinya: “Keutamaan puasa ramadhan yang diiringi dengan puasa syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).
  3. Puasa muharrom. Yakni puasa pada bulan Muharram dan yang paling utama ialah pada hari ke 10 bulan muharram yakni assyuro’. Puasa ini memiliki keutamaan dan yang paling utama setelah puasa ramadhan.
  4. Puasa arofah. Yakni puasa pada hari ke-9 Dzuhijjah, dimana keistimewaannya ialah akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu & dosa-dosa di tahun yang akan datang (HR. Muslim). Dosa-dosa yang dimaksud ialah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa besar hanya bisa diampuni dengan jalan bertaubat atau taubatan nasuha.
  5. Puasa di bulan Sya’ban. Pada bulan sya’ban ini, segala amal akan diangkat kepada Rabb sehingga diperintahkan untuk memperbanyak puasa.
  6. Puasa daud. Yakni puasa yang dilakukan nabi daud dan caranya yaitu sehari puasa dan sehari tidak atau dengan cara selalng seling dan puasa ini sangat disukai Allah SWT.
Puasa Makruh
Jika melakukan puasa pada hari jumat atau sabtu, dengan niat dikhususkan atau disengaja maka hukumnya makruh kecuali bermaksud atau berniat mengqodho puasa ramadhan, puasa karena nadzar ataupun kifarat.

Puasa Haram
  1. Hari Raya Idul Fitri. Yang jatuh pada tanggal 1 Syawal yang ditetapkan sebagai hari raya umat muslim. Pada hari ini, puasa diharamkan karena hari ini merupakan hari kemenangan karena telah berpuasa sebulan penuh dibulan ramadhan.
  2. Hari Raya Idul Adha. Pada tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari raya qurban dan hari raya kedua bagi umat muslim. Berpuasa pada hari ini diharamkan.
  3. Hari Tasyrik. Jatuh pada tanggal 11, 12 & 13 Dzulhijjah.
  4. Puasa setiap hari atau sepanjang tahun dan selamanya.

Sunah-sunah Ketika Menjalankan Ibadah Puasa

  • Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuma
  • Melambatkan bersahur
  • Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
  • Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
  • Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
  • Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air
  • Membaca doa berbuka puasa

Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa 

Terdapat beberapa orang yang diperbolehkan tidak berpuasa antara lain sebagai berikut
  1. Orang keadaannya sedang sakit dan tidak diharapkan kesembuhannya lagi atau orang yang sakit, jika berpuasa malah akan menambah dan memperparah sakitnya. 
  2. Orang tua yang sedang lemah
  3. Wanita hamil dan sedang menyusui Akan tetapi wajib baginya untuk membayar fiqyah atau bahan makanan yang mengenyangkan seseorang dalam sehari, seperti dia yang sedang memakannya, sebanyak hari puasa yang dia tinggalkan. Sedangkan bagi yang sakit, namun dapat diharap kesembuhannya, orang bepergian jauh yang wajib dibayarkan kesembuhannya.
"Maka barang siapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankan (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih bagik bagimu jika kamu mengetahui".

Yang Dilarang Puasa Ramadhan 

Ada yang diperbolehkan tidak berpuasa, ada juga yang dilarang berpuasa pada bulan ramadhan antara lain sebagai berikut:
  1. Orang kafir (termasuk ahli kitab)
  2. Orang yang hilang akal 
  3. Wanita yang sedang haid dan nifas

Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama: dan Cara Membuatnya

Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama: dan Cara Membuatnya. Hai sahabat, kali ini kami akan mengajak kalian untuk membahas tentang Pengertian dan Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama. Jadi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Pengertian MoU

Sumber: balkaneu.com
Memorandum of understanding atau umum di kenal dengan istilah MoU yaitu surat yang dipakai untuk melakukan hubungan kerja dari dua belah pihak yang berbeda.

Sebelum memasuki pembahasan pokok saya kali ini, saya bakal sedikit mengulas pengertian serta tujuan dibuatnya surat MoU. Lantaran dalam beberapa waktu saya kerap mendapatkan beberapa orang yang masih kurang mengerti tujuan dibuatnya MoU tersebut.

Apa Sih yang Disebut Dengan Surat MoU? 

Mou sendiri dalam Black’s Law dictionary memorandum mempunyai arti satu pernyataan yang di catat yang berisi uraian persyaratan satu perjanjian transaksi tidak langsung, pengikat kontrak serta pernyatan yang di catat mesti di dasarkan oleh perjanjian dari ke-dua belah pihak.

MoU menurut beberapa pakar mempunyai unsur salah satunya: 
  1. Merupakan Perjanjian Pendahuluan 
  2. Muatan isi surat Adalah hal hal yang diutamakan 
  3. Muatan isi surat di tuangkan dalam bentuk kontrak yang diimbangi dengan ketentuan serta konsekuensi yang mengikat kedua belah pihak. 
Pelanggaran Pada Surat MoU 

Mungkin saja ada yang menanyakan Bagaimana bila satu diantara pihak tidak mematuhi kesepakatan yang ada pada surat MoU? Serta apa yang perlu dilakukan kepada pihak itu? Kesepakatan Mou nyatanya terbagi jadi 2 yakni:
  • Surat MoU Resmi 
Surat Resmi yang memliliki kemampuan untuk memaksa kedua belah pihak untuk saling mentaati perjanjian yang tercatat di surat MoU.

Bila satu diantara pihak ada yang tidak mematuhi perjanjian pokok yang ada di MoU mereka yang tersakiti di bolehkan untuk menuntut pada pihak berwajib untuk segera memproses-nya lewat jalur hukum.
  • Surat MoU Tidak Resmi 
Surat MoU cuma untuk bukti dari satu perjanjian yang perlu diikuti dengan kesepakatan lain menurut KUH Perdata kekuatannya cuma sebatas moral saja tidak dengan kata lain gentlemen agreement.

Bila ada salah satu pihak yang melakukan kekeliruan mesti diselesaikan sendiri serta tidak dapat menuntut-nya secara hukum.

Struktur Dalam Surat Kesepakatan MoU 

Ada beberapa point penting yang perlu kalian cermati serta mesti tercantum dalam satu surat kesepakatan hubungan kerja atau MoU, salah satunya yaitu:
  1. Kolom Pernyataan penandatangan pada surat kesepakatan hubungan kerja atau MoU yang dilengkapi dengan jati diri ke dua belah pihak yang mewakilkan-nya. 
  2. Kolom pengertian umum: Pada kolom ini mesti di terangkan pengertian dibuatnya surat kesepakatan hubungan kerja itu secara jelas serta terinci. 
  3. Tujuan dibuatnya MoU: Cantumkan di dalam surat itu mengenai maksud serta tujuan di adakan-nya kesepakatan ini. 
  4. Lingkup Pekerjaan: Lantaran surat kesepakatan ini cuma mengaitkan dua pihak keterangan lingkup pekerjaan untuk kedua belah pihak mesti di catat secara jelas serta terinci. 
  5. Teknis Pelaksanaan: Yaitu penjelasan tentang tanggung jawab serta bentuk pekerjaan yang perlu dilakukan baik oleh pihak 1 maupun oleh pihak 2. Jelaskan dengan sejelas-jelasnya serta terinci. 
  6. Kewajiban, Sanksi Dan Upaya Hukum: Berikanlah satu deskripsi mengenai kewajiban untuk seorang sanksi serta semua upaya hukum serta konsekuensi yang dipakai bila keduanya atau satu diantara pihak tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang udah diamanahkan. 
  7. Penutup: Tanda tangan kedua belah pihak di atas materai sebagai bukti surat kesepakatan atau MoU ini didasari hukum. 
Surat kesepakatan kerja sama atau umum di sebut MoU memanglah amat penting lantaran bermanfaat untuk jadi landasan yang kuat bila terjadi suatu hal yang muncul dari hubungan kerja antara kedua belah pihak.

Seperti timbulnya permasalahan baru, penyelewengan, pelanggaran, perubahan peraturan serta lain sebagainya yang terjadi ketika masih dalam masa-masa kontrak kesepakatan.

Nah oleh karenanya dibutuhkannya surat kesepakatan yang masing-masing dipegang oleh kedua belah fihak sebagai pegangan hukum.

Baiklah berikut ini yaitu Contoh Surat Kesepakatan Hubungan kerja atau MoU antara klinik kesehatan serta perusahaan jasa laboratorium yang diambil oleh adik-adik Instansi Sosial Pendidikan Islam Nurul Ilmi.

Perjanjian Kerjasama

Antara 

Klinik Sejahtera Antara 

Dengan

Laboratorium Klinik Cempaka 

Tentang 

Pelayanan Laboratorium Klinik 

Nomor 014/EXT/MoU/410. 445/KLINIK/IV/2015

Pada hari ini, …………………. Tangggal……………………………. Bulan…………………….. tahun dua ribu limabelas, (……. -……. -2015) di Jombang, para pihak yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : drg. Untung Bedjoe

Jabatan : Penanggung jawab Klinik Sejahtera Antara

Alamat : Jln. Irian Jaya 10 Jombang

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Klinik Sejahtera Antara selanjutnya disebut dengan Pihak Pertama

Nama : Fx. Santono

Jabatan : Direktur Laboratorium Klinik Cempaka

Alamat : Jl. K. H. Wahid Hasyim 82 – Jombang

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Laboratorium Klinik Cempaka selanjutnya disebut dengan Pihak Kedua

Para Pihak terlebih dulu menjelaskan:

Kalau Pihak Pertama yaitu satu klinik swasta yang beroperasi di bagian pelayanan kesehatan. Kalau Pihak Kedua yaitu sebuah perusahaan yang melakukan aktivitas usaha dalam bagian jasa pelayanan Laboratorium klinik.

Kalau kedua belah pihak setuju untuk mengadakan hubungan kerja dalam hal referensi pemeriksaan laboratorium Klinik di Laboratorium Klinik Cempaka

Bersumber pada hal – hal tertulis di atas, Kedua belah pihak setuju untuk melakukan kesepakatan hubungan kerja dengan beberapa ketetapan sebagai berikut ini:

Pasal 1 

Maksud serta Tujuan 

Pihak Pertama bakal merujuk bahan pemeriksaan laboratorium pada Pihak Kedua, di mana Pihak Kedua bakal menerima maksud itu dengan melakukan kontrol laboratorium sesuai sama permohonan Pihak Pertama serta bersumber pada ketetapan kontrol yang sudah disetujui oleh Kedua belah pihak.

Pasal 2 

Tata Cara Pelaksanaan 
  • Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama pada pihak Kedua berbentuk bahan yang siap di check (sampel) dan atau bahan yang belum siap di check (specimen). 
  • Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua mesti memenuhi kriteria pengiriman specimen/sampel yang sudah ditetapkan, yakni sesuai sama Daftar Pemeriksaan Rujukan yang di buat oleh Pihak Kedua 
  • Bahan pemeriksaan yang di kirim oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua mesti dilengkapi dengan data yang komplit, diantaranya: 
  1. Jati diri pasien: nama, jenis kelamin, umur 
  2. Nama dokter yang menginginkan pemeriksaan laboratorium 
  3. Jenis pemeriksaan 
  4. Tanggal serta jam pengambilan bahan pemeriksaan 
  5. Kondisi pasien ketika bahan pemeriksaan di ambil (contoh; puasa, sedang menjalani terapi/penyembuhan tertentu, dll) 
  6. Kondisi bahan (contoh: volume, warna, bau, viscositas, periode waktu penyimpanan, suhu penyimpanan, dan lain-lain) 
  • Jika bahan dan atau jati diri pemeriksaan yang di terima oleh Pihak Kedua dari Pihak Pertama tidak memenuhi kriteria atau tidak lengkap, Pihak Kedua memiliki hak melakukan hal – hal sebagai berikut ini: 
  1. Melakukan konfirmasi, jika data berbentuk jati diri dan atau informasi mengenai bahan pemeriksaan tidak lengkap, pada kondisi ini. Pihak Pertama akan melengkapi data yang diperlukan oleh Pihak Kedua secara tertulis.
  2. Menolak bahan pemeriksaan jika keadaan bahan pemeriksaan tidak sesuai sama kriteria yang ditetapkan seperti diatur dalam Daftar Pemeriksaan Rujukan, penolakan atas bahan pemeriksaan mesti dilakukan secara tertulis dengan menuturkan sebab atau alasan penolakan itu. 
  • Bahan pemeriksaan yang dirujuk oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua bakal di ambil oleh Pihak Kedua ke lokasi Klinik Sejahtera Antara 
  • Waktu penerimaan bahan pemeriksaan oleh Pihak Kedua yaitu sebagai berikut ini: Hari Senin s.d Sabtu; jam 07.30 s.d 20.30 WIB Hari Minggu/libur: Jam 08.00 s.d 13.00 WIB 
  • Kedua belah pihak wajib melakukan/mematuhi ketetapan dalam kesepakatan ini dengan penuh tanggung jawab serta ketetapan yang lain yang berlaku sebagai standar pelayanan Laboratorium maupun standar prosedur yang berlaku. 

Pasal 3 

Kerahasiaan Medis 

Kedua belah pihak sepanjang pelaksanan kesepakatan ini ataupun setelah selesainya kesepakatan ini, harus selalu melindungi kerahasiaan data/jati diri pasien serta hasil pemeriksaan seperti ketetapan perundang – undangan yang mengatur tentang kerahasian medis.

Pasal 4 

Penanggung Jawab serta Alamat Korespondensi 
  • Penanggung jawab harian Pihak Pertama yaitu: 
          Nama : drg. Untung Bedjoe

          Jabatan : Penanggungjawab Klinik Sejahtera Antara

          Alamat : Jln. Irian Jaya No 10, Jombang

          No. Telepon : (0321) 87654321
  • Penanggung jawab harian yang diputuskan oleh Pihak Kedua yaitu: 
          Nama : Fx. Santono

          Jabatan : Direktur Laboratorium Klinik Cempaka

          Alamat : Jln. K. H. Wahid Hasyim 82 – Jombang

          No. Telepon : (0321) 87654321
  • Surat menyurat sehubungan dengan pelaksanan kesepakatan ini ditunjukan pada penanggung jawab harian serta dianggap sudah di terima bila disertai dengan tanda penerimaannya. 

Pasal 5 

Laporan Hasil Pemeriksaan 
  1. Pihak Kedua bakal menerbitkan hasil pemeriksaan dalam bentuk atau penampilan serta format sesuai sama format baku yang sudah ditetapkan Pihak Kedua. 
  2. Hasil pemeriksaan bakal diserahkan pada Pihak Pertama lewat cara di kirim oleh Pihak Kedua pada Pihak Pertama paling lambat 3 (tiga) hari sesudah proses pemeriksaan atau sesuai sama jadwal. 

Pasal 6 

Pengulangan Pemeriksanan 

Jika menurut Pihak Pertama ada hasil pemeriksaan yang menyangsikan hingga dibutuhkan pemeriksaan lagi, Pihak Kedua bersedia untuk melakukan pemeriksaan lagi, dengan ketetapan:
  • Hasil pemeriksaan tidak sesuai sama prognosa dokter pemeriksa atau ada argumen – argumen lain yang bisa dipertanggung jawabkan secara medis. 
  • Interpretasi hasil pemeriksaan yang dianggap menyangsikan itu di sampaikan secara tertulis dari dokter pengirim. 
  • Pengulangan pemeriksaan dengan memakai bahan pemeriksan yang udah ada, atau bahan pemeriksaan baru ditetapkan bersumber pada stabilitas bahan pemeriksaan itu. 
  • Dalam hal harus dilakukan pemeriksaan lagi dengan bahan pemeriksaan baru, keadaan pasien mesti sama dengan keadaan pada saat bahan pemeriksaan sebelumnya di ambil. 

Pasal 7 

Tarif Pemeriksaan 
  1. Tarif pemeriksaan laboratorium yang diberlakukan dalam kesepakatan ini sama juga dengan tarif yang tengah diberlakukan secara umum oleh Pihak Kedua di laboratorium kliniknya. 
  2. Dalam hal Pihak Kedua bakal melakukan perubahan tarif pemeriksaan, Pihak Kedua bakal bikin surat pemberitahuan pada Pihak Pertama paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tarif baru itu diberlakukan. 
  3. Jika Pihak Pertama tidak menyepakati perubahan tarif pemeriksaan (seperti di atur dalam ayat 2 pasal ini) serta antara Kedua belah pihak tidak terwujud perjanjian tentang hal semacam ini, kesepakatan ini jadi putus dan berakhir dengan sendirinya. Pemutusan kesepakatan hubungan kerja hal semacam ini tidak serta merta meniadakan semua kewajiban yang belum terselesaikan. 

Pasal 8 

Jasa 

Pihak Kedua bakal memberikan jasa sebesar ……% (……. persen) pada Pihak Pertama untuk tiap pemerikasaan yang di rujuk oleh Pihak Pertama pada Pihak Kedua.

Pasal 9 

Tata Cara Pembayaran 
  1. Pihak Pertama bakal membayar setelah seluruh pemeriksaan itu tuntas serta hasil udah di terima oleh Pihak Pertama. 
  2. Harga yang dipakai bersumber pada jumlah serta jenis pemeriksaan laboratorium yang sudah dirujuk oleh Pihak Pertama.

Pasal 10 

Periode Waktu Perjanjian 
  1. Perjanjian hubungan kerja ini berlaku dalam periode waktu 2 (dua) tahun, terhitung mulai sejak ditanda tanganinya surat kesepakatan ini serta bakal berakhir tanggal …….. April 2017 
  2. Jika beberapa pihak mau mengakhiri kesepakatan hubungan kerja ini beberapa pihak berkewajiban untuk memberitahukan satu dengan yang lain paling lambat 2 (dua) bulan saat sebelum berakhirnya masa-masa kesepakatan ini. 
  3. Berakhirnya masa-masa berlaku kesepakatan bekerjasama ini tidak serta merta menghapuskan kewajiban masing – masing pihak pada pihak yang lain yang belum terealisasikan. 

Pasal 11 

Force Majeure 
  1. Kedua belah pihak setuju jika di dalam melakukan pemeriksaan, seperti tersebut pada pasal 1 (di atas), Pihak Kedua mengalami keterlambatan yang dikarenakan oleh kondisi force majeure, Pihak Kedua mesti memberitahukan secara tertulis tentang kondisi itu pada Pihak Kedua selambat – lambatnya 2 x 24 jam setelah terjadinya force majeure itu. 
  2. Kondisi force majeure seperti tersebut pada ayat 1 (satu) di atas termasuk tapi tidak terbatas pada hal – hal sebagai berikut ini: peperangan, huru-hara, unjuk rasa massa, perombakan, krisi nasional, kebakaran, sabotase, epidemic, bencana alam seperti banjir, gempa bumi. 
  3. Jika terjadi kondisi force majeure seperti di atas, hingga tidak memungkinkan Pihak Pertama serta Pihak Kedua meneruskan kesepakatan hubungan kerja ini, Kedua belah pihak setuju untuk merampungkan segala sesuatunya secara musyawarah. 

Pasal 12 

Penyelesaian Perselisihan 
  1. Bila terjadi perselisihan sebagai akibat dari pelaksanaan kesepakatan ini, Kedua belah pihak setuju untuk merampungkan permasalahan itu secara musyawarah guna mencapai mufakat. 
  2. Jika dengan musyawarah tidak terwujud kata mufakat Kedua belah pihak setuju untuk merampungkan permasalahan di Pengadilan Negeri Jombang.

Pasal 13 

Pemutus/Pembatalan Perjanjian 
  • Kesepakatan ini jadi batal untuk hukum atau bisa di putuskan tiap saat sebelum waktunya, dengan terlebih dulu mengemukakan surat pemberitahuan/peringatan, jika terjadi hal – hal seperti berikut ini: 
  1. Dalam hal para pihak tidak bisa memenuhi kewajibannya dan atau melakukan pelanggaran pada ketetapan – ketetapan dalam kesepakatan ini. 
  2. Dalam hal terjadinya force majeure seperti disebut dalam pasal 11. 
  3. Beberapa pihak memiliki hak mengakhiri kesepakatan ini sebelum waktunya jika di dalam proses kesepakatan satu diantara atau Kedua belah pihak tidak dapat memenuhi ketetapan yang sudah di atur di dalam kesepakatan ini atau pada saat proses pembuatan atau sepanjang kesepakatan ini berlangsung memberikan info palsu atau dipalsukan. 
  • Hal semacam ini dilakukan secara tertulis oleh masing – masing pihak 30 (tiga puluh) hari sebelum kesepakatan ini dinyatakan diakhiri.  

Pasal 15 

Lain – lain 

Sepanjang berlangsungnya hubungan kerja ini, hal – hal yang mungkin saja muncul berkenaan proses kesepakatan dan belum diatur dalam Surat Kesepakatan Hubungan kerja ini bakal di selesaikan serta di atur atas dasar kesepakatan bersama dalam satu addendum yang disebut sisi yang mengikat dan tidak terpisahkan dari kesepakatan ini.

Pasal 16 

Penutup 
  1. Surat kesepakatan ini di buat rangkap 2 (dua) di tandatangani di atas materai yang cukup serta memiliki kemampuan hukum yang sama kuatnya, masing – masing untuk Pihak Pertama serta Pihak Kedua dan bisa di perbanyak sesuai sama kebutuhan 
  2. Surat Perjanjian Hubungan kerja ini di buat serta di tandatangani di Jombang pada tanggal tersebut di atas. 
             Pihak Pertama                                                       Pihak Kedua

      Klinik Sejahtera Antara                                     Laboratorium Klinik Cempaka

         drg. Untung Bedjoe                                                     Fx. Santono

Direktur Klinik Sejahtera Antara                          Direktur Laboratorium Klinik Cempaka

Demikianlah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama di atas sedikitnya dapat memberikan manfaat tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi dalam membuat Contoh MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. pajaa.com
  2. nurulilmi.org
  3. contohsurat.org   

Pengertian Zakat : Kedudukan Dan Manfaat Zakat

Pengertian Zakat

Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

Zakat termasuk ke dalam rukun Islam dan menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam menegakkan syariat Islam. Oleh karena itu hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti sholat, puasa, dan lainnya dan telah diatur dengan rinci berdasarkan Al-quran dan Sunah.

Macam-Macam Zakat

Zakat tediri dari dua macam. Yang pertama adalah zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dilakukan bagi para muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau pada bulan Ramadhan. Zakat fitrah dapat dibayar yaitu setara dengan 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok dari daerah yang bersangkutan. Makanan pokok di Indonesia adalah nasi, maka yang dapat dijadikan sebagai zakat adalah berupa beras.

Yang kedua adalah zakat maal. Zakat maal (harta) adalah zakat penghasilan seperti hasil pertanian, hasil pertambangan, hasil laut, hasil perniagaan, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis penghasilan memiliki perhitungannya sendiri.

Dalam Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat No. 38 tahun 1998, pengertian zakat maal adalah bagian dari harta yang disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki orang muslim sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Undang-undang tersebut juga menjelaskan tentang zakat fitrah, yaitu sejumlah bahan pokok yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan oleh setiap muslim bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya, yang memiliki kewajiban makan pokok untuk sehari pada hari raya idul fitri.

Kedudukan dan Fadhilah Zakat

 Zakat merupakan salah satu pilar dari pilar islam yang lima, Allah l. telah mewajibkan bagi setiap muslim untuk mengeluarkannya sebagai penyuci harta mereka, yaitu bagi mereka yang telah memiliki harta sampai nishab (batas terendah wajibnya zakat) dan telah lewat atas kepemilikan harta tersebut masa haul (satu tahun bagi harta simpanan dan niaga, atau telah tiba saat memanen hasil pertanian).

Banyak sekali dalil-dalil baik dari al-quran maupun as-sunnah sahihah yang menjelaskan tentang keutamaan zakat, infaq dan shadaqah.
Sebagaimana firman Allah ltaala :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqarah : 277 )

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar Ruum : 39 ) .
Menciptakan Ketenangan

Zakat dapat memberikan ketenangan dan ketentraman, bukan hanya kepada penerima, yang memberikan zakat pun juga merasakannya. Rasa dengki dan iri hati dapat timbul dari mereka yang hidup dalam kekurangan ketika mereka melihat orang-orang dengan harta melimpah dan bersikap acuh pada mereka yang hidupnya serba kekurangan. Rasa dengki tersebut dapat menimbulkan rasa permusuhan yang pada akhirnya bisa mengakibatkan keresahan bagi para pemilik harta tersebut dan membuat perasaan tegang dan cemas.

Penerima Zakat

Siapa saja yang berhak menerima zakat? Yang berhak mendapatkan zakat menurut kaidah Islam dibagi menjadi delapan golongan. Golongan-golongan tersebut adalah:

  • Fakir: Golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Miskin: Golongan orang yang memiliki sedikit harta, tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya.
  • Amil: Orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  • Mu'allaf: Orang yang baru masuk atau baru memeluk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
  • Hamba Sahaya: Orang yang ingin memerdekakan dirinya.
  • Gharimin: Orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut adalah halal, akan tetapi tidak sanggup untuk membayar hutangnya.
  • Fisabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah.
  • Ibnus Sabil: Orang yang kehabisan biaya dalam perjalanannya.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan sendiri oleh pembaca, apakah Anda termasuk yang harus membayar zakat, atau Anda berhak menerimanya. Perlu juga Anda ingat bahwa segala hal baik yang telah kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan yang lebih baik dan ada hikmah dibalik segala kejadian. Dengan memenuhi kewajiban Anda sebagai umat muslim untuk membayar zakat, tentu saja banyak kebaikan yang bisa didapat. Beberapa kebaikan tersebut diantaranya adalah:

  1. Mempererat tali persaudaraan antara masyarakat yang kekurangan dengan yang berkecukupan
  2. Mengusir perilaku buruk yang ada pada seseorang
  3. Sebagai pembersih harta dan juga menjaga seseorang dari ketamakan akan hartanya
  4. Ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. yang telah diberikan pada umatnya
  5. Untuk pengembangan potensi diri bagi umat islam
  6. Memberi dukungan moral bagi orang yang baru masuk agama Islam

Manfaat Zakat dari Segi Keagamaan

Mengeluarkan zakat sangat bermanfaat bagi muzakki atau orang yang memberikan zakat. Manfaat apa saja yang bisa dirasakan?

  • Zakat termasuk rukun Islam yang harus senantiasa dikerjakan yang menjadikan seseorang merasakan kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat kelak.
  • Zakat adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bisa meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
  • Bagi umat Islam yang membayar zakat akan mendapatkan pahala yang besar. Seperti yang tersirat di dalam firman Allah di Qs. Al-Baqarah: 276 yang menerangkan “ Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”.
  • Dengan membayar zakat, Allah berjanji akan menghapus segala dosa yang dimiliki seseorang. Seperti yang tertuang di dalam sabda rosullullah yang menyatakan “sedekah itu memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”. Maksud sedekah tersebut adalah zakat dan segala sedekah.

Manfaat Zakat dari Segi Akhlak

Beragam manfaat bisa meningkatkan akhlak muzakki, sehingga dengan perjalanan waktu semakin bagus akhlaknya di kemudian hari. Berikut ini sejumlah manfaat zakat yang berkaitan besar dengan akhlak manusia.

  • Zakat memasukkan muzakki ke dalam golongan orang dermawan yang mempunyai sifat mulia berupa kedermawanan dan rasa toleransi yang tinggi.
  • Zakat bisa meningkatkan rasa kasih sayang dan juga simpati pada diri muzakki terhadap para saudaranya yang sedang kekurangan. Allah sangat mencintai orang-orang yang mencintai saudaranya yang sedang dilanda kekurangan.
  • Pengorbanan raga dan juga harta bagi kaum muslimin bisa menjadikan seseorang lapang dada dan melegakan jiwa. Selain itu bisa menjadikan seseorang lebih dicintai orang lain, karena yang diberikan kepada para saudaranya menimbulkan manfaat besar.
  • Zakat mampu memperbaiki akhlak seseorang yang dengan ikhlas menunaikannya. Sifat pelit dan bakhil bisa hilang dari dirinya. Seperti yang dijelaskan dalam Qs. At-Taubah: 103 yang menyatakan “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka”.

Manfaat Zakat dari Segi Sosial

Selain memberikan manfaat dari segi keagamaan dan memperbaiki akhlak, zakat juga bisa dirasakan dari segi sosial. Apa saja manfaat yang bisa dirasakan bagi seseorang yang dengan ikhlas menunaikan zakat?

  • Zakat bisa membantu fakir miskin dalam memenuhi kebutuhannya.
  • Zakat mampu memperkuat tali persaudaraan dan ukhuwah islamiyah.
  • Menunaikan zakat bisa menghilangkan rasa iri hati dan dengki yang bersemayam di dada para fakir miskin. Keberadaan orang-orang kaya itu sama sekali tidak memberikan manfaat apapun bagi orang yang tidak mampu secara ekonomi. Sedangkan para orang kaya itu tidak menunaikan zakat dan bersedekah kepada fakir miskin.Sehingga terhindar dari bentrokan secara fisik dan menghilangkan segala penyakit hati.
  • Menunaikan zakat bisa menambah harta dan meningkatkan keberkahan harta. Seperti yang tertuang di dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan sedekah itu tidak mengurangi harta.
  • Zakat akan memperluas peredaran harta. Hal ini karena dengan membayar zakat maka harta tidak berhenti pada satu titik, tapi bisa menyebar ke banyak orang.Dengan begitu manfaat zakat tidak hanya bersifat individu saja, tapi juga secara luas kepada masyarakat

Pengertian Iman : Manfaat Dan Tujuan Iman

Pengertian Iman

Iman secara bahasa berarti kepercayaan.Sedangkan secara istilah,iman adalah suatu keadaan yang didasarkan pada keyakinan dan mencakup segi-segi perkataan dan perbuatan. Yaitu perkataan hati dan lisan,serta perbuatan hati dan anggota badan.Perkataan hati adalah ilmu yang diyakini.Perbuatan hati,seperti niat ikhlas,kecintaan kepada Allah Subhana wa Ta’ala takut kepada-Nya,tawakkal dan lainnya. Perkataan lisan seperti dua kalimat syahadat,tasbih dan istighfar,perbuatan anggota badan seperti sholat,haji dan lainnya.

Iman secara syar’i adalah membenarkan dan mengakui secara sempurna akan wujud kebenaran Allah Subhana wa Ta’ala dan Rububiyahnya,Uluhiyahnya, dan mengakui/mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah Subahna wa Ta’ala

Apabila kata-kata “Iman” disebutkan secara mutlak,yaitu sendirian,tanpa digabungkan dengan kata-kata lainnya,seperti kata kata amal sesudahnya,maka yang dimaksud adalah arti “iman” yang sempurna,yang mencakup perkataan dan perbuatan (hati,anggota badan dan lisan) seperti yang telah dijelaskan.

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُم

“Dan Allah tidak akan menyiakan-nyiakan iman kalian”
(QS.Al-Baqoroh : 143)

Tafsir ayat diatas ,bahwa “Ketika kiblat kaum Muslimin dirubah dari arah Baitul Maqdis ke arah Makkah (Ka’bah),mereka bertanya-tanya tentang status sholat mereka selama ini.Maka pertanyaan tersebut dijawab oleh ayat di atas. Al-Iman dalam ayat ini berarti Ash-Sholat. Sholat adalah suatu amal yang terdiri dari perbuatan dan perkataan hati,serta anggota badan dan lisan.”

Imam al-Hulaini rahimahullah berkata :
“Para ahli tafsir telah ijma’ bahwa yang dimaksud dengan ungkapan IMANAKUM pada ayat tersebut adalah sholat kalian yang berkiblat kearah Baitul Maqdis. Disini terbukti bahwa sholat dinamakan dengan iman.Jika demikian halnya,maka semua amal ketaatan adalah iman,karena tidak ada bedanya antara sholat dengan amal ibadah lainnya dalam penamaannya (sebagian bagian iman).”

Dalam shohih Bukhori no 4020,Muslim no 23,Sunan Abu Dawud no 3692,Tirmidzi no 1525 dan Nasa’i no 4945 ada sebuah hadits yang diriwayatkam oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shollahu ‘alaihi wa Salam bahwa beliau bersabda kepada utusan Bani ‘Abdul Qois :

آمُرُكُمْ بِأَرْبَعٍ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ الْإِيمَانِ بِاللَّهِ هَلْ تَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَأَنْ تُعْطُوا مِنْ الْمَغَانِمِ الْخُمُسَ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ مَا انْتُبِذَ فِي الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّت

“Aku memerintahkan kalian untuk beriman kepada Allah Yang Maha Esa.Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah Yang Maha Esa?Yaitu syahdat La Ilaha Illallah,tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah,mendirikan shoalt,membayar zakat,puasa ramadhan dan membayar seperlima ghanimah (harta rampasan perang”).

Dalam hadits diatas dengan tegas dijelaskan bahwa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan adalah iman atau bagian dari iman.Sudah tentu perkataan dan perbuatan badan tersebut harus disertai iman yang ada dalam hati,karena apabila tidak,maka keadaan seperti ini tidaklah dapat disebut sebagai iman.

Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi ni 2539,Nasa’i no 4919,Ibnu Majah no 560,serta diriwayatkan pula oleh Bukhori no 8 dan Muslim no 50 dengan lafadz yang berbunyi :

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً أَفْضَلُهَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَوْضَعُهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَان

“Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang yang paling utama adalah persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang dari keimanan.”

Ucapan “Laa Ilaha Illallah” adalah perkataan lisan,menyingkirkan ganguan adalah perbuatan anggota badan dan rasa malu adalah perbuatan hati.

Apabila kata-kata “iman” tidak berdiri sendiri (yaitu digabungkan atau didahului oleh kata-kata “Islam” atau “amal sholeh”),maka yang dimaksud iman berati perkataan dan perbuatan hati saja,dan tidak mencakup perbuatan dan perkataan anggota badan.

Ketika Rasulullah Shollahu ‘alaihi wa salam ditanya oleh malaikat jibril ‘alaihi salam tentang arti Islam dan Iman,maka beliau menjawab bahwa arti Islam adalah rukun Islam yang lima (yaitu amal serta perkataan anggota tubuh dan lisan) dan arti iman adalah rukun iman yang enam (yaitu amal dan perkataan hati),yaitu :

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada para malaikat
  3. Iman kepada kitab-kitab
  4. Iman kepada para Rasul
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada Al-Qodar,baik dan buruknya dari Allah

Rasulullah Shollahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah,malaikat-Nya,kitab-kitab-Nya,para Rasul-Nya

Fungsi Beriman Kepada Allah 

  • Sebagai Penyelamat

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Mukminin, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).”

Sehingga, dengan beriman kepada Allah SWT, dapat menyelamatkan manusia baik dalam kehidupan di dunia, maupun kehidupan di akhirat kelak, karena Allah SWT hanya akan menolong hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Sebagaimana yang telah ada pada rukun islam untuk terus meneggakkan agama syahadat hanya untuk Allah. Syahadat yang akan menyelamatkan manusia di hari akhir, syahadat yang dijalankan dengan baik selama di dunia sebagai amal ibadah yang telah Allah perintahkan dan telah Rasulullah ajarkan.

  • Menjadikan Manusia yang Berakhlak Baik

Dengan beriman kepada Allah SWT akan menumbuhkan dalam diri seseorang itu sifat dan sikap yang baik; perkataan jujur, dapat dipercaya, tidak sombong, tidak fitnah, tidak mengadu domba, dan lain sebagainya. Mereka yang benar-benar beriman kepada Allah SWT menyadari bahwa dirinya lemah tidak ada daya upaya kecuali atas kehendak Allah SWT. Oleh karenanya ia tidak akan pernah berbuat yang melanggar larangan Allah. Justru, imannya akan semakin menguat sehingga dirinya pun terbentengi dan terkendali daripada berbuat yang maksiat, serta termotivasi untuk selalu mengerjakan amal ibadah yang benar.

  • Sebagai Pedoman Hidup

Iman merupakan pedoman, penuntun, dan kompas dalam kehidupan kita. Tiada manusia yang berada di jalan benar jika ia tidak beriman kepada Allah SWT. Maka, mereka yang beriman akan memiliki tujuan hidup yang jelas serta tidak mudah berputus asa. Sebab, bagaimana sikap seseorang akan terlihat jelas jika ia sedang ditimpa musibah. Mereka yang beriman akan selalu berpikiran positif kepada Allah atas segala yang mereka hadapi. Sementara tanpa iman, itulah yang menyebabkan seseorang mudah berputus asa dan tak jarang memilih melakukan tindakan yang merugikan.

Dengan beriman kepada Allah, kita tahu jelas batasan dalam perbuatan yang baik dan yang buruk sehingga kita tidak akan mengerjakan sesuatu yang telah nyata dilarang oleh Allah. Maka, kehidupan kita pun akan terasa lebih aman dan bahagia jiwa raga. (baca juga: manfaat membaca al-quran)

  • Menumbuhkan Rasa Rendah Diri

Iman kepada Allah, berarti kita percaya baik dari hati, lisan, maupun perbuatan akan Dzat Allah SWT dengan segala Keagungan dan Kesempurnaan-Nya. Karenanya, sebagai manusia yang merupakan salah satu dari makhluk ciptaan Allah, kita sadar bahwa diri kita ini bukanlah apa-apa jika bukan karena Kuasa Allah SWT. Dengan menyadari hal tersebut, kita tidak akan bersikap sombong, tidak akan memandang rendah orang lain, sehingga kita pun bisa lebih toleran terhadap sesama dan saling menyayangi satu sama lain untuk menciptakan kehidupan yang damai. (baca juga: manfaat toleransi antar umat beragama)

  • Menumbuhkan  Sikap Qanaa’ah

Dengan beriman kepada Allah, kita menyadari bahwa segala yang kita nikmati di dunia (maupun di akhirat nanti) adalah berasal dari Allah SWT. Maka, tidak ada celah bagi kita untuk merengek apalagi protes jika sesuatu yang kita dapatkan tidak sesuai keinginan. Allah lebih mengetahui apa yang tidak hamba-Nya ketahui. Maka, kita pun menjadi sadar untuk senantiasa bersyukur atas segala berkah yang Allah berikan serta berusaha memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

  • Ingat Akan Kematian

Tidak ada makhluk yang kekal karena Kekal adalah Sifat milik Allah SWT. Maka, dengan menyadari dan mengingat bahwa kehidupan hanyalah masalah waktu sampal ajal menjemput, kita akan lebih berhati-hati dalam menggunakan umur yang Allah berikan karena kepada-Nya jualah kita akan memepertanggungjawabkan segalanya nanti. Dengan begitu, kita harusnya semakin dan semakin memperkuat iman kita kepada Allah SWT. (baca juga: tanda-tanda kiamat)

  • Allah Selalu Mengawasi

Allah SWT adalah satu-satunya yang pantas dan wajib untuk disembah. Maka, dengan segala kesempurnaan yang dimiliki-Nya, manusia sadar bahwa ia hanyalah makhluk lemah tak berdaya tanpa kuasa Tuhan. Bahkan untuk bernapas saja, jika bukan karena izin Allah, tidak akan bisa bernapas. Karenanya, iman menjadikan kita sadar bahwa segala sesuatu adalah Allah yang mengaturnya. Allah lah yang menentukan apa-apa saja yang terjadi maupun yang tidak terjadi karena Allah mengetahui apa-apa saja yang makhluknya tidak ketahui.

Menyadari bahwa Allah lah yang mengatur segalanya, Allah mengetahui apa-apa saja yang diperbuat makhluk-Nya. Maka, dengan sebenar-benarnya kesadaran tersebut, kita sebagai manusia yang beriman kepada Allah SWT pasti akan malu jika berbuat maksiat. Malu sekali rasanya jika melakukan perbuatan yang jelas-jelas melanggar apa yang telah dilarang oleh Allah, karena Allah Maha Mengetahui atas segala yang kita perbuat.

Karena sadar bahwa Allah mengawasi, maka hendaknya ketika berbuat kesalahan agar bersegera bertaubat kepada Allah SWT, baik itu kesalahan karena khilaf (tidak disengaja), terlebih yang memang disengaja. Karena Allah SWT ialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an yang artinya;

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S An-Nisa : 135).

  • Menentramkan Hati

Diantara salah satu fungsi iman kepada Allah, sebagaimana yang tertera di dalam Al-Qur’an surah Ar-Ra’ad ayat 28, dijelaskan bahwa orang-orang yang beriman, yang mana mereka senantiasa mengingat Allah SWT, maka hal tersebut membuat hati mereka menajdi tentram. Jadi, jika ingin memperbaiki maupun mendapatkan suasana hati yang damai, aman, dan nyaman, maka banyak-banyaklah mengingat Allah SWT.

Contoh Perilaku Iman Kepada Allah

Ada banyak sekali contoh perilaku iman kepada Allah yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti :

  1. Mendirikan Sholat
  2. Menafkahkan sebagian rezeki
  3. Beriman Kepada Kita Allah
  4. Menafkan sebagian hartanya baik disaat waktu lapang ataupun sempit
  5. Selalu berbuat kebajikan
  6. Mampu menahan amarah
  7. Mampu memaafkan kesalahan orang lain
  8. Melaksanakan perintah Allah dari segi ibadah
  9. Berhenti dari perbatan keji dan tidak mengulanginya lagi
  10. Mempercayai dengan benar rukum iman