Showing posts sorted by relevance for query pengertian seni tari. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian seni tari. Sort by date Show all posts

Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari

Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari. Pengertian Seni Tari, Fungsi Seni Tari, Unsur yang terdapat di dalam Seni Tari, Jenis atau Ragam Seni Tari, Seni Tari digunakan untuk Berbagai Kegiatan. Seni Tari untuk Kegiatan Formal dan Non Formal.

Pengertian Seni Tari 

Sumber: pinterest.com
Ketika kita mendengar seni tari, biasanya yang akan terlintas di pikiran kita yaitu beberapa gerakan anggota tubuh yang mengikuti alunan music. Lalu, bagaimana dengan pendapat beberapa pakar? Apakah mereka berpendapat yang sama?. Nah, pengertian dari seni tari yang dikemukakan oleh beberapa ahli, salah satunya yaitu:
  1. Soedarsono, menyebutkan bila tarian yakni ekspresi jiwa manusia lewat gerak ritmis yang indah. 
  2. Yulianti Parani, menyebutkan tari yakni gerak-gerak ritmis beberapa atau semua anggota tubuh yang terbagi dalam pola perseorangan atau grup yang diimbangi ekspresi spesifik. 
  3. Curts Sachs, menyebutkan Tari yakni gerak yang ritmis. 
Apabila ditarik menjadi satu rangkuman dari ketiga pendapat itu Seni Tari yaitu gerak-gerak ritmis dari anggota tubuh sebagai ekspresi dan pengungkapan perasaan dari si penari yang diiringi alunan music yang manfaatnya menguatkan maksud yang ingin di sampaikan.

Jadi, seni tari tidak hanya asal menggerakkan anggota tubuh, akan tetapi memiliki maksud dan arti spesifik yang ingin di sampaikan si penari untuk yang menyaksikan. Arti itu dapat berwujud filosofis, keagamaan, pendidikan, kepahlawanan dan lain-lain.

Umpamanya yaitu Tari Saman yang datang dari Aceh. Tari saman ini mencerminkan keagamaan, pendidikan, sopan santun dan kepahlawanan dalam tempo yang bersamaan.

Fungsi Seni Tari 

Kita udah tahu bila satu diantara fungsi dari seni tari yaitu sebagai ekpresi dan pengungkapan perasaan dari si penari. Hal semacam ini dapat dimaklumi karena manusia yaitu makhluk social yang perlu berkomunikasi dengan pihak lain.

Pihak lain itu yaitu manusia yang lain serta Tuhan YME. Dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa fungsi atau peranan lain dari seni tari, salah satunya yaitu:

Sebagai fasilitas keagamaan 
Sumber: wikipedia.org
Di dalam kehidupan keagamaan, mulai sejak dahulu manusia menggunakan tari-tarian sebagai fasilitas berkomunikasi dengan Tuhan. Biasanya tari yang digunakan sebagai fasilitas keagamaan miliki sifat sakral.

Di Bali masih tetap ada tarian-tarian keagamaan sebagai fasilitas komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya. Biasanya tarian ini dikerjakan di Pura-pura. Contoh tariannya yaitu, Sang Hyang, Kecak, Keris, Rejang.

Sebagai fasilitas upacara adat 
Sumber: wikipedia.org
Tarian yang biasanya digunakan sebagai upacara adat terdiri atas 2 yaitu:

Momen Alamiah 

Tarian upacara adat yang berupa alamiah biasanya terkait dengan momen alam. Umpamanya yaitu tarian upacara menanam padi, tarian untuk kesuburan tanah/minta hujan, panen padi, memohon keselamatan dan tolak bala.

Tarian-tariannya yaitu: Tari Ngaseuk (menanam padi) dari Jawa Barat, Tari Seblang (panen padi) dari Jawa Timur, Tari Nelayan (memohon keselamatan saat berlaut) dari Irian Jaya.

Momen Kehidupan 

Tarian upacara kebiasaan pada momen kehidupan umumnya terkait dengan kehidupan manusia. Umpamanya yaitu pada peristiwa perkawinan, kelahiran, khitanan hingga kematian.

Tarian-tariannya yaitu: Tari Sisingaan (upacara khitanan) dari Jawa Barat, Tari Wolane (upacara perkawinan) dari Maluku, Tari Holana (menyambut kelahiran bayi) dari NTT dan Tari Ngaben (upacara kematian) dari Bali

Sebagai Fasilitas Pergaulan 
Sumber: anandatour.web.id
Manusia yaitu makhluk social yang membutuhkan interaksi dengan individu yang lain hingga munculah keakraban. Untuk mendapatkan situasi keakraban itu, manusia membutuhkan satu fasilitas. Satu diantara fasilitas tersebut yaitu Tarian Pergaulan.

Tarian pergaulan yakni bentuk tarian yang diperuntukkan untuk menyebutkan kerukunan bermasyarakat. Satu diantara contoh yang paling jelas dari tari pergaulan yaitu Tari Jaipongan di mana penari serta penonton dapat menari berbarengan di satu panggung.

Contoh yang lain yaitu Tari Tayub dari Jawa Timur, Tari Adu jago dari Surabaya dan Tari Manduda dari Sumatera Barat.

Sebagai Tontonan

Fungsi atau peranan paling akhir dari seni tari yaitu sebagai tontonan atau pertunjukan. Hampir setiap daerah di Nusantara memiliki tarian tontonan. Tarian tontonan atau pertunjukan yakni bentuk tarian yang dihadirkan sebagai hiburan semata. Diharapkan penonton yang lihat tarian ini akan merasa terhibur.

Unsur Seni Tari 

Kita udah membahas arti dari seni tari. Seni tari yaitu gerakan anggota tubuh secara ritmik yang diiringi oleh music.

Bersumber pada pengertian itu, dapat ditarik satu rangkuman bila seni tari terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur dari seni tari itu terkait erat dan tidak dapat dihilangkan satu sama lain. Unsur-unsur dari seni tari yaitu:

Jenis Gerak 

Gerak yaitu unsure paling penting dan unsur estetika dari tari. Gerakan dari tari datang dari anggota tubuh. Anggota tubuh yang dapat digunakan untuk menari yaitu anggota tubuh sisi atas, sisi tengah dan sisi bawah.

Anggota tubuh sisi atas terdiri atas kepala, mata dan raut muka. Jenis gerak dari anggota tubuh sisi tengah yaitu terdiri dari lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, jari-jari dan ruas jari.

Sedangkan anggota tubuh sisi bawah terdiri dari Kaki. Jenis gerak pada bagian kaki hampir sama untuk tarian di bagian tangan. Ketidaksamaannya ada pada tempo atau volume gerakannya.

Bentuk Iringan 

Unsur kedua dari tarian yaitu bentuk iringan. Bentuk iringan tarian dapat berupa bentuk music iringan tari internal dan bentuk music iringan tari eksternal.

Bentuk music iringan tari internal yaitu iringan yang datang dari tubuh penari itu. Umpamanya yaitu Tepukan dada dan telapak tangan pada Tarian Saman dari Aceh dan suara “Cak” pada tari kecak dari Bali.

Sedangkan bentuk music iringan tari eksternal datang dari tabuhan alat music. Umpamanya di Jateng, Jawa Timur dan Jawa Barat dikenal alat music gamelan, pelog dan salendro.

Kostum Tari 

Kostum tari yaitu satu estetika yang tidak dapat dipisahkan dari bentuk tarian. Kostum tarian untuk upacara mempunyai bentuk lebih sederhana dan tidak mementingkan estetika.

Berlainan dengan kostum tarian yang digunakan untuk tarian pertunjukan atau tarian tontonan. Kostum pada tarian tontonan atau pertunjukan bentuknya di desain sedemikian rupa sampai menyebabkan kesan keindahan maupun mendalam dari penontonnya.

Pola Lantai 

Nah, last but not the least yaitu pola lantai. Apa yang disebut juga dengan pola lantai? Pola lantai yakni posisi yang dilakukan baik oleh penari tunggal maupun penari grup. Pola lantai pada suatu tarian dapat berbentuk simetris, asimetris, lengkungan, garis lurus dan lingkaran.

Pada tarian upacara, pola lantai biasanya berbentuk lingkaran. Menurut beberapa pakar, pola lantai berbentuk lingkaran melukiskan keterkaitan erat dengan sebuah hal yang sacral atau mistis.

Lingkaran berpusat sebagai symbol alam dunia, berpusat pada bagian spesifik yang dihuni oleh alam gaib. Contoh tarian upacara dengan pola lantai lingkaran yaitu tari kecak dari bali.

Ide konsep Seni Tari 

Kita ketahui bila Indonesia yaitu Negara kepulauan yang terbagi dalam banyak suku. Keberagaman suku di Indonesia membuahkan keberagaman gerak tari yang berbeda antara suku satu dan lainnya di Indonesia.

Walaupun setiap tarian memiliki gerakan yang tidak sama namun tetap memiliki persamaan. Persamaan itu yaitu tenaga, ruang dan waktu.

Tenaga 

Setiap bergerak kita memerlukan tenaga. Nah, begitu halnya gerak tari. Untuk mendapat gerak tari yang dinamis, kompak dan ritmis tentunya membutuhkan tenaga.

Penggunaan tenaga memiliki intensitas kuat, sedang serta lemah. Tanpa tenaga satu gerakan yang baik tidak mungkin saja dapat dihasilkan, karena tenaga yaitu hal yang paling penting dalam gerak tari.

Contoh penggunaan tenaga dalam gerak tari yaitu ketika seseorang penari berdiri di atas punggung rekannya, penari itu membutuhkan tenaga yang besar untuk menahan beban dari rekannya yang berdiri di atas punggungnya.

Jadi, kesimpulan yang dapat diambil yaitu hubungan antara gerak tari dan tenaga memiliki kaitan yang erat.

Tenaga dalam seni tari terkait dengan emosi dan perasaan. Untuk menghasilkan gerak tari yang baik dibutuhkan tenaga. Penambahan tenaga dalam gerak tari membuat gerak tari itu terlihat dinamis dan ritmik.

Ruang Gerak 

Satu gerak tarian membutuhkan ruang gerak. Gerak di dalam ruang dapat ditangani penari secara tunggal, berpasangan ataupun berkelompok. Ruang gerak terdiri atas dua yaitu ruang gerak sempit atau pribadi dan ruang gerak luas atau umum.

Contoh dari ruang gerak sempit yaitu apabila kita melakukan satu gerakan tanpa berdiri memiliki arti kita melakukan di ruang gerak sempit atau ruang gerak pribadi.

Sedangkan, apabila kita melakukan gerakan dan diikuti dengan perpindahan tempat dinamakan dengan ruang gerak luas atau ruang gerak umum.

Jadi kesimpulannya satu gerak tari ada karena adanya ruang gerak. Ruang gerak yang dilakukan oleh penari terbagi dalam ruang gerak sempit atau pribadi dan ruang gerak luas atau ruang gerak umum.

Waktu 

Setiap kita bergerak tidak cuma membutuhkan tenaga, kita juga membutuhkan waktu. Nah, begitu juga dengan gerak tari.

Setiap gerakan yang dikerjakan oleh penari membutuhkan waktu. Dalam gerak tarian, perbedaan cepat atau lambat sebuah gerak disebut juga dengan Tempo. Peranan tempo pada gerak tari yaitu memberi kesan dinamis hingga sebuah tarian itu enak untuk dilihat.

Contoh dari tempo yaitu ketika penari melakukan gerak hormat. Maka akan ada ketidaksamaan pose dari gerak hormat itu. Penari pada urutan pertama akan melakukan gerak hormat dengan tempo cepat dan berlanjut sampai penari pada urutan paling akhir dalam tempo yang lambat. Tempo itu akan memberi daya hidup pada suatu tarian.

Jadi, gerak tari tidak hanya membutuhkan tenaga dan ruang saja. Akan tetapi juga membutuhkan tempo untuk menghasilkan satu gerakan yang terlihat dinamis dan hidup sampai enak untuk dilihat.

Macam - Macam Jenis Tari 

Selanjutnya kita sudah tiba di point terakhir pembahasan dari seni tari. Sesudah kita ketahui arti, fungsi dan ide konsep dari seni tari. Rasa-rasanya tidak sah apabila kita belum tahu beragam bentuk jenis tarian yang ada di Bumi Indonesia ini.

Beberapa bentuk tarian yang ada di nusantara yaitu dibagi atas Tari Tradisional, Tari Kreasi Baru dan Tari Kontemporer. Ketiga bentuk dari tarian itu akan dijelaskan berikut ini:

Tari Tradisional 
Sumber: lisnaenaa.wordpress.com
Di Indonesia, hampir di setiap daerah memiliki tari tradisional. Nah, arti dari tari tradisional yaitu satu tarian yang datang dari satu daerah dan diturunkan secara turun-temurun hingga jadi budaya dari daerah itu.

Umumnya tari tradisional memiliki kandungan nilai-nilai filosofis seperti keagamaan, kepahlawanan dan lain-lain.

Tari tradisional di Indonesia terdiri atas dua, tari rakyat dan tari classic (keraton).

Tari Rakyat 
Sumber: tubasmedia.com
Tarian rakyat atau tarian daerah yaitu tarian yang berkembang pada masyarakat umum. Tarian rakyat lahir sebagai lambang dari kebahagiaan dan sukacita. Umpamanya apabila musim panen tiba dan hasil panen melimpah orang-orang akan berkumpul dan menari berbarengan untuk merayakannya.

Nah, tarian rakyat senantiasa berkembang dan jadi tradisi. Tarian rakyat tidak memiliki beberapa ketentuan baku hingga bentuk tariannya sangat beragam.

Tari Classic (Tari Keraton) 
Sumber: gateofjava.wordpress.com
Nah, teman-teman jelas menanyakan, apa yang membedakan antara tarian rakyat dengan tari classic? Ketidaksamaannya yaitu tari classic lahir dari dalam keraton atau dalam kelompok bangsawan.

Karena tarian ini berkembang pada lingkungan atas, masyarakat umum dilarang untuk menarikan tarian ini. Tidak sama dengan tari rakyat, tari keraton memiliki ketentuan yang tertulis dan baku. Hingga mulai sejak zaman tari ini lahir sampai saat ini tidak ada yang berubah.

Tari Kreasi Baru 
Sumber: radarjogja.co.id
Kita udah tiba pada point kedua dari bentuk tarian yang ada di Indonesia. Pembahasan mengenai tari kreasi baru di daerah tidak akan terlepas dari tari tradisi lama. Mengapa?

Karena tari kreasi baru yaitu perubahan dari tari tradisi yang ada. Tujuannya di sini bentuk tarian yang biasanya dipakai untuk upacara ritual, adat dan keagamaan dimodifikasi oleh penata tari hingga tari ini bisa di nikmati khalayak umum.

Umpamanya yaitu Tari Rapai yang merupakan gabungan dari gerak tari yang berkembang di Aceh dan Semenanjung Malaya, yaitu Tari Seudati, Saman dan Zapin.

Tari Kontemporer 
Sumber: qubicle.id
Kita udah tiba pada point terakhir dari bentuk tarian di Indonesia yaitu Tari Kontemporer. Nah, apa sih yang disebut dengan tari kontemporer?

Jadi tari kontemporer yaitu satu diantara bentuk tarian modern yang berkembang di Indonesia. Tarian ini lahir sebagai reaksi atas seni tari classic yang udah mencapai titik akhir dalam perubahan teknisnya.

Apa bedanya tari kontemporer dengan tari kreasi baru? Nah, seperti yang udah dijelaskan pada paragraph awal bila tari kontemporer adalah tari modern hingga tidak ada unsure tradisi lama lagi.

Biasanya gaya tari kontemporer mempunyai nuansa unik dan memakai bentuk music dari computer. Sedangkan tari kreasi baru yaitu tari tradisi yang udah dimodifikasi tetapi tetap meninggalkan unsur asli tradisinya.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian Pengertian, Fungsi, Unsur dan Jenis Seni Tari, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Tarian di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Tarian. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Seni Tari : Jenis Dan Manfaat Senit Tari

Pengertian Seni Tari

Seni tari ialah suatu gerak badan yang secara berirama yang dilakukan ditempat serta waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkap perasaan, maksud, serta pikiran. Bunyi-bunyian yang dimaksud ialah musik pengiring tari mengatur suatu gerakan penari serta menguatkan sebuah maksud yang mau di sampaikan. Gerakan tari ini tidak sama dari gerakan sehari-hari yang seperti lari, jalan, atau bersenam. Gerak didalam tari tidaklah gerak yang realistis, tetapi gerak yang sudah di beri suatu bentuk ekspresif serta estetis. Suatu tarian sesungguhnyaialah sebuah kombinasi dari sebagian unsur, yakni wiraga (raga), Wirama (irama), serta Wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur jadi sebuah bentuk tarian yang serasi. Unsur paling utama dalam tari yaitu sebuah gerak. Gerak tari senantiasa melibatkan suatu unsur anggota badan manusia. Unsur-unsur anggota badan itu di dalam membuat sebuah gerak tari bisa berdiri dengan sendiri, berhimpun maupun bersambungan.

seni tari yaitu gerak badan secara berirama yang dilakukan ditempat serta waktu tertentu buat keperluan pergaulan, mengungkap perasaan, maksud, serta pikiran. Bunyi-bunyian yang dimaksud musik pengiring tari mengatur gerakan penari serta menguatkan maksud yang mau di sampaikan. Gerakan tari tidak sama dari gerakan sehari-hari seperti lari, jalan, atau bersenam. Gerak didalam tari tidaklah gerak yang realistis, tetapi gerak yang sudah di beri bentuk ekspresif serta estetis. Suatu tarian sesungguhnya adalah kombinasi dari sebagian buah unsur, yakni wiraga (raga), Wirama (irama), serta Wirasa (rasa). Ketiga unsur tersebut melebur jadi bentuk tarian yang serasi. Unsur paling utama dalam tari yaitu gerak. Gerak tari senantiasa melibatkan unsur anggota badan manusia. Unsur-unsur anggota badan itu di dalam membuat gerak tari bisa berdiri dengan sendiri, berhimpun maupun bersambungan.


Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli


  • Soedarsono


menyatakan bahwa tarian adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak ritmis yang indah.

  • Yulianti Parani

menyatakan tari adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi tertentu.

  • Aristoteles

Menurut Aristoteles meyatakan bahwa tari ialah sebuah gerak ritmis yang bisa menghadirkan suatu karakter manusia saat mereka bertindak.

  • C. Sachs

Menurut C. Sachs menytakan bahwa tari ialah suatu pelafalan jiwa manusia melalui suatu gerak berirama yang mempunyai nilai estetika.

  • Cooric Hartong

Menurut Cooric Hartong menyatakan bahwa seni tari ialah sebuah gerak-gerak badan yang diberi nuansa ritmis dan dilakukan dalam suatu ruang.

  • Pangeran Suryadiningrat

Tari adalah gerak dari seluruh anggota tubuh manusia yang disusun selaras dengan irama musik serta mempunyai maksud tertentu.

  • Enoch Atmadibrata

Tari adalah susunan sikap tubuh di dalam ruang, berlandaskan irama dan gerak.

  • Bagong Sudito

Menurut Bagong Sudito menyatakan bahwa seni tari ialah suatu seni yang berupa sebuah gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia.

  • Drs. I Gede Ardika

Menurut Drs. I Gede Ardika menyatakan bahwa seni tari ialah sesuatu yang bisa menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing.

  • Haukins

Menurut Haukins menyatakan bahwa seni tari ialah suatu ekspresi jiwa manusia yang diubah menjadi sebuah gerak oleh imajinasi si penciptanya.

  • Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay

Menurut Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay menyatakan bahwa seni tari ialahsuatu bentuk seni ekspresionostis yang menggambarkan reaksi jiwa seseorang terhadap sebuah konflik dan masalah di dunia modern.

  • Kamaladevi Chattopadhaya

Tari adalah desakan perasaan manusia di dalam dirinya yang mendorongnya untuk mencari ungkapan yang berupa gerak-gerak yang ritmis.

  • Judith Lynne Hanna

Menurut Judith Lynne Hanna menyatakan bahwa ialah suatu seni plastis dari gerak yang visual terlihat sepintas.

  • K.M.A. Theodora Retno Maruh

Menurut K.M.A. Theodora Retno Maruh menyatakan bahwa seni tari ialah suatu karya seni yang tidak akan pernah bersifat kontemporer.

  • Kamala Devi Chattopadhyaya

Menurut Kamala Devi Chattopadhyaya menyatakan bahwa ialah suatu insting atau desakan emosi di dalam diri manusia yang mendorong.

Macam Macam Seni Tari

  • Tari Tradisional

Tari tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini diwariskan secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana, dan riasnya hingga kini tidak banyak berubah
  • Tari Tradisional Klasik
Tari tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana. Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan busananya cenderung mewah. Fungsi : sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan. Contoh : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan)
  • Tari Tradisional Kerakyatan
Berkembang di kalangan rakyat biasa. Gerakannya cenderung mudah Ditarikan bersama juga iringan musik. Busananya relatif sederhana. Sering ditarikan pada saat perayaan sebagai tari pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat)
  • Tari Kreasi Baru
Merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Tari kreasi baik sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga kini terus berkembang dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul istilah tari modern. Pada garis besarnya tari kreasi dibedakan menjadi dua golongan yaitu:

  1. Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi : Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada pengembangan tidak menghilangkan esensiketradisiannya.
  2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi) : Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi, mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan penggarapnya. Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin “modo” yang berarti baru saja.

  • Tari Kontemporer

Gerakan tari kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik dan penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. iringan yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.


Manfaat Tari

Menurut manfaatnya tari dibedakan jadi 2 yakni sebagai hiburan serta komunikasi :

  1. Sebagai Hiburan : Sifatnya penikmat saja/menghibur saja serta tak perlu ada persiapan. Hiburan bisa berbentuk : tarian, music, lawakan.
  2. Sebagai Komunikasi : Yakni lewat gerak-ruang-waktu yang ada padanya yang membawa misi/pesan-pesan suatu tarian tertentu untuk dapat dipahami oleh penikmatnya. Yang dimaksud ruang serta waktu yaitu ruang gerak.


Daftar Tarian Indonesia


  1. Bedaya Ketawang
  2. Galombang
  3. Gitek
  4. Legong
  5. Pajoge dari Sulawesi Selatan
  6. Serampang dua belas
  7. Tari Topeng dari Jawa Barat
  8. Tari Golek dari Jawa Tengah 
  9. Tari Andun dari Bengkulu Selatan

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni

Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni. Pengertian Seni, Fungsi dari sebuah Seni, Unsur yang terdapat dalam sebuah Seni, Cabang-Cabang Seni, Beragam Macam Seni, Manfaat Seni untuk Kehidupan sehari-hari.

Pengertian Seni 

Sumber: kinerjaaktif.com
Awalannya seni diartikan sebagai suatu hal yang mempunyai karakter indah, halus, dan baik serta mulia, namun seiring berjalannya waktu udah banyak tokoh-tokoh yang memiliki pendapat tentang pengertian Seni.
  1. Menurut filosof Yunani bernama Plato (428-348 SM), seni yakni hasil tiruan alam (artimitator natural).
  2. Lalu pada era ke 19, Benedetto Croce mengatakan bila seni yakni ungkapan kesan-kesan.
  3. Sedangkan menurut pelukis termuka di Indonesia, S. Sugjojo, seni yakni jiwa yang tampak
  4. Dan menurut tokoh pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, seni yakni semua perbuatan manusia yang muncul dari perasaan yang hidup dan mempunyai karakter indah, hingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat di ambil kesimpulan bila Seni yakni bagian komunikasi manusia yang berdasarkan pada pengalaman, perasaan serta memiliki keindahan.

Karakter Dasar Seni 

Seni mempunya beberapa karakter mendasar salah satunya sebagai berikut ini:
  1. Kreatif, Karyanya belum pernah di buat sebelumnya (merupakan hal baru) 
  2. Individualistis, Karya yang di buat memberikan ciri khas penciptanya (jati diri pencipta) 
  3. Ekspresif, Karyanya memiliki emosi yang terpancar saat orang lain melihatnya 
  4. Abadi, Karya yang udah di buat miliki sifat abadi walaupun penciptanya telah tiada nantinya 
  5. Semesta (Universal), Karyanya didedikasikan untuk orang-orang sepanjang zaman 

Fungsi Seni 

Sumber: geniusmart.net
Manfaat seni dapat dibagi jadi dua, yaitu manfaat perseorangan dan manfaat sosial.

Manfaat Perseorangan Seni 

Manfaat perseorangan seni terdiri jadi dua, yaitu sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik 

Seni yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia yang juga disebut sebagai penikmat seni. Misalnya, pada saat membeli pakaian, manusia mengutamakan model, warna, dan bahan, maka dari itu seni digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan fisik

Seni sebagai alat pemenuhan kebutuhan emosional 

Seni yaitu tempat membeberkan emosi si penciptanya, yang nantinya akan terpancar serta dapat dirasakan juga bagi pencinta seni, sampai apa yang dirasakan pencipta dirasakan juga oleh penikmat seni itu sendiri.

Manfaat Sosial Seni 

Fungsi sosial seni dibagi jadi empat, yaitu sebagai media penerangan, pendidikan, agama, dan hiburan.

Seni sebagai media penerangan 

Seni digunakan sebagai media untuk menyampaikan pemahaman seseorang pada orang lain, karena sifatnya yang menyenangkan, hingga mudah untuk dipahami oleh orang lain.

Seni sebagai media pendidikan 

Seni digunakan juga dalam metode evaluasi, oleh karena itu banyak instansi pendidikan yang menggunakan seni dalam penyampaian materinya

Seni sebagai media agama 

Dalam dakwah seni juga diperlukan guna mempermudah proses penyampaiannya, seperti irama membaca Al-Quran yang berguna untuk mempermudah menghafalnya, atau nasyid yang berguna menyampaikan ajaran agama lewat syair yang pasti lebih meyenangkan dibanding mendengarkan ceramah yang hanya ucapan seseorang saja.

Seni sebagai media hiburan 

Manfaat paling mendasar pada seni yakni sebagai media hiburan. Di mana penikmatnya akan merasa senang dan bahagia.

Cabang–Cabang Seni 

Sumber: anneahira.com
Bersamaan dengan bertambahnya waktu, kebutuhan, dan pemahaman manusia, seni juga makin berkembang. Hal semacam ini diikuti dengan lahirnya seni-seni baru di masyarakat. Oswald Kulpe membagi cabang–cabang seni jadi:

Seni penglihatan/visual art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat untuk menikmati seni. Seni penglihatan terdiri jadi tiga, yaitu seni dua dimensi, seni tiga dimensi, dan seni integral.

Seni dua dimensi 
  1. Seni dua dimensi tanpa gerak: seni rupa (lukis, gambar) 
  2. Seni dua dimensi dengan gerak: seni perfilman 
Seni tiga dimensi 
  1. Seni tiga dimensi tanpa gerak: seni ukir dan pahat 
  2. Seni tiga dimensi dengan gerak: seni tari dan pantomim 
Seni integral 

Seni yang menggabungkan untuk permukaan dan bentuk. Misalnya arsitektur

Seni Pendengaran/Auditory Art 

Pada seni ini digunakan indra pendengar untuk nikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk, yaitu seni suara, seni kata, dan seni interal.

Seni suara 
  1. Musik instrumental dari alat tunggal: piano dan biola 
  2. Musik instrumental dari gabungan beberapa alat musik: band dan orkestra 
Seni kata 
  1. Puisi mempunyai irama: sajak 
  2. Puisi tidak mempunyai irama: novel dan cerpen 
Seni integral 

Seni yang memadukan suara dan kata, misalnya lagu, muikalisasi puisi, dan tembang

Seni penglihatan dan pendengaran/Audiotory-visual Art 

Pada seni ini digunakan indra penglihat dan pendengar untuk menikmati seni. Seni pendengaran dibagi jadi tiga bentuk yaitu:
  1. Seni gerak dan suara: Tarian 
  2. Seni gerak, kata, dan penglihatan: Drama 
  3. Seni gerak, kata, penglihatan, dan suara: Opera 
Namun cabang-cabang seni yang seringkali kita kenal terbagi lagi menjadi lima cabang yaitu, seni rupa, seni tari/gerak, seni nada/vocal/musik, seni sastra, dan seni teater/drama.

Seni rupa 
Sumber: ragamseni.com
Seni rupa yaitu seni dua dimensi/tiga dimensi yang bersumber pada peranannya terdiri mendai dua bentuk yaitu, seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Seni rupa murni cuma memiliki maksud untuk dilihat keindahannya saja, misalnya lukisan dan patung, sedangkan seni rupa terapan tidak cuma untuk keindahan, tetapi dapat pula digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya meja ukir.

Unsur – unsur seni rupa diantaranya yakni titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Dalam membuatnya, seni rupa memiliki beberapa prinsip satu diantaranya kesatuan, keselarasana, penekanan, irama, gradasi, pembagian, kecocokan, komposisi, keseimbangan, dan aksentuasi.

Seni tari/gerak 
Sumber: yenirahmaniyah.blogspot.co.id
Seni tari yaitu seni tiga dimensi yang bersumber pada pada gerak tubuh manusia. Tari yakni keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh yang diperhalus lewat estetika.

Seni tari dibagi jadi seni tari classic, kreasi baru, tradisional, dan modern. Sekarang banyak lahir seni tari kreasi baru seperti break dance, capoera, shuffle, dan sebagainya.

Unsur – unsur tari dibagi jadi dua yaitu, pertama unsur keindahan tari salah satunya gerak, iringan internal-eksternal, tata rias dan pakaian, tema, tempat dan panggung. Kedua unsur penilaian tari diantanya wiraga, wieama, dan wirasa.

Seni suara/vocal/musik 
Sumber: pandaibelajar.com
Seni musik yaitu cabang seni yang menggunakan media bunyi sebagai sarana pengungkapan ekspresi senimannya. Kata musik dalam Bahasa Indonesia yakni terjemahan dari Bahasa Inggris music atau Bahasa Belanda muziek.

Menurut beberapa ahli sejarah, kata musik datang dari beberapa kumpulan nama dewi kesenian bangsa Yunani Purba, yaitu musae. Musik juga terdiri jadi banyak bentuk, diantaranya musik classic, tradisional, kasidah, blues, jazz, rock, pop, dan R&B.

Unsur – unsur dalam seni musik terdiri dari dua unsur, yaitu vocal dan instrumen. Vokal yakni alunan beberapa nada yang keluar dari suara manusia sendankan instrumen yakni beberapa nada yang keluara dari alat musik yang digunakan.

Seni sastra 
Sumber: kliping.co
Seni sastra merupak seni yang lahir dari gagasan/ide manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam kamus besar berbahasa Indonesia, Sastra mempunyai arti mengarahkan, mengajar, memberi panduan, atau instruksi.

Sedangkan Fananie mengemukakan bila sastra yakni karya seni yang merupakan ekspresi kehidupan. Beberapa jenis seni sastra salah satunya yakni puisi, cerpen, pantun, prosa, sajak, novel, dan sebagainya.

Unsur-unsur sastra terbagi dalam fikiran, perasaan, pengalaman, ide-ide, semangat, keyakinan, dan ekspresi. Seni sastra menonjolkan pemilihan bahasa yang digunakan untuk mengutarakan maksud hati si penulis.

Seni teater/drama 
Sumber: djarumfoundation.org
Seni teater yaitu seni yang paling kompleks, karena dalam visualisasinya ia menggabungkan cabang seni yang lain. Beberapa jenis teater salah satunya teater lama, komedi, baru, dan sendratasik (seni darama dan musik).

Unsur-unsur teater salah satunya yakni naskah/skenario, pemain, sutradara, properti, penataan, serta penonton.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Unsur, dan Cabang–Cabang Seni, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cabang Seni di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Seni. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com 

Pengertian Tari : Jenis Dan Unsur Tari

PENGERTIAN TARI 

Ketika kita mendengar seni tari, umumnya yang akan terlintas di pikiran kita yaitu gerakan-gerakan anggota tubuh yang mengikuti alunan musik. Lalu, bagaimana dengan pendapat para ahli? Apakah mereka memiliki pendapat yang sama?. Nah, pengertian dari seni tari yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya yaitu :

  • Soedarsono, menyatakan bahwa tarian adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak ritmis yang indah. 
  • Yulianti Parani, menyatakan tari adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi tertentu. 
  • Curts Sachs : Tari adalah gerak yang ritmis. 
Jika ditarik sebuah kesimpulan dari ketiga pendapat tersebut maka Seni Tari merupakan gerak-gerak ritmis dari anggota tubuh sebagai ekspresi dan pengungkapan perasaan dari si penari yang diikuti alunan music yang fungsinya memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Jadi, seni tari tidak hanya asal menggerakkan anggota tubuh, akan tetapi memiliki maksud dan makna tertentu yang ingin disampaikan si penari bagi yang melihat. Makna tersebut dapat berupa filosofis, keagamaan, pendidikan, kepahlawanan dsb. Contohnya yaitu Tari Saman yang berasal dari Aceh. Tari saman ini mencerminkan keagamaan, pendidikan, sopan santun dan juga kepahlawanan dalam waktu yang bersamaan. 

FUNGSI SENI TARI

Kita telah mengetahui bahwa salah satu fungsi dari seni tari yaitu sebagai ekpresi dan pengungkapan perasaan dari si penari. Hal ini dapat dimaklumi karena manusia merupakan makhluk social yang harus berkomunikasi dengan pihak lain. Pihak lain tersebut yaitu manusia lainnya dan juga Tuhan YME. Dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa fungsi lain dari seni tari, diantaranya yaitu:

Sebagai sarana keagamaan 

Didalam kehidupan keagamaan, mulai sejak dulu manusia memakai tari-tarian sebagai fasilitas berkomunikasi dengan Tuhan. Umumnya tari yang dipakai sebagai fasilitas keagamaan berbentuk sakral. Di Bali masihlah ada tarian-tarian keagamaan sebagai fasilitas komunikasi dengan beberapa Dewa serta leluhurnya. Umumnya tarian ini dikerjakan di Pura-pura. Contoh tariannya yakni, Sang Hyang, Kecak, Keris, Rejang. 

Tarian yang umumnya dipakai sebagai upacara kebiasaan terdiri atas 2 yakni : 

  • Momen Alamiah 

Tarian upacara kebiasaan yang berbentuk alamiah umumnya terkait dengan peristiwa alam. Misalnya yakni tarian upacara menanam padi, tarian untuk kesuburan tanah/minta hujan, panen padi, memohon keselamatan serta tolak bala. Tarian-tariannya yakni : Tari Ngaseuk (menanam padi) dari Jawa Barat, Tari Seblang (panen padi) dari Jawa Timur, Tari Nelayan (memohon keselamatan ketika berlaut) dari Irian Jaya. 

  • Momen Kehidupan 

Tarian upacara kebiasaan pada momen kehidupan biasanya terkait dengan kehidupan manusia. Misalnya yakni pada momen perkawinan, kelahiran, khitanan sampai kematian. Tarian-tariannya yakni : Tari Sisingaan (upacara khitanan) dari Jawa Barat, Tari Wolane (upacara perkawinan) dari Maluku, Tari Holana (menyongsong kelahiran bayi) dari NTT serta Tari Ngaben (upacara kematian) dari Bali 

Sebagai Fasilitas Pergaulan 

Manusia adalah makhluk social yang memerlukan hubungan dengan individu yang lain sampai nampaklah keakraban. Untuk mendapat situasi keakraban itu, manusia memerlukan sebuah fasilitas. Satu diantara fasilitas itu yakni Tarian Pergaulan. Tarian pergaulan yaitu bentuk tarian yang ditujukan untuk menyebutkan kerukunan bermasyarakat. Satu diantara contoh yang paling terang dari tari pergaulan yakni Tari Jaipongan di mana penari serta pemirsa bisa menari berbarengan di satu panggung. Contoh yang lain yakni Tari Tayub dari Jawa Timur, Tari Adu jago dari Surabaya serta Tari Manduda dari Sumatera Barat. 

Sebagai Tontonan 

Manfaat paling akhir dari seni tari yakni sebagai tontonan atau pertunjukan. Nyaris tiap daerah di Nusantara mempunyai tarian tontonan. Tarian tontonan atau pertunjukan yaitu bentuk tarian yang didatangkan sebagai hiburan semata. Diinginkan pemirsa yang melihat tarian ini bakal terasa terhibur. 

UNSUR SENI TARI 

Kita sudah mengulas makna dari seni tari. Seni tari yakni gerakan anggota tubuh secara ritmik yang diikuti oleh iringan music. Bersumber pada pengertian itu, bisa ditarik satu rangkuman kalau seni tari terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur dari seni tari itu terkait erat serta tidak bisa di hilangkan. Unsur-unsur dari seni tari yakni : 

  • Macam Gerak 

Gerak adalah unsure paling utama serta unsur estetika dari tari. Gerakan dari tari datang dari anggota tubuh. Anggota tubuh yang bisa dipakai untuk menari yakni anggota tubuh sisi atas, sisi tengah serta sisi bawah. Anggota tubuh sisi atas terdiri atas kepala, mata serta raut muka. Macam gerak dari anggota tubuh sisi tengah yakni terbagi dalam lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, jari-jari serta ruas jari. Sedang anggota tubuh sisi bawah terbagi dalam Kaki. Macam gerak di bagian kaki nyaris sama untuk tarian dibagian timur. Ketidaksamaannya terdapat pada tempo atau volume gerakannya. 

  • Bentuk Iringan 

Unsur ke-2 dari tarian yakni bentuk iringan. Bentuk iringan tarian bisa berbentuk bentuk music iringan tari internal serta bentuk music iringan tari eksternal. Bentuk music iringan tari internal yakni iringan yang datang dari tubuh penari tersebut. Misalnya yakni Tepukan dada serta telapak tangan pada Tarian Saman dari Aceh serta nada “Cak” pada tari kecak dari Bali. 

  • Kostum Tari 

Kostum tari adalah sebuah estetika yang tidak bisa dipisahkan dari dari bentuk tarian. Kostum tarian untuk upacara memiliki bentuk lebih simpel serta tidak mementingkan estetika. Tidak sama dengan kostum tarian yang dipakai untuk tarian pertunjukan atau tarian tontonan. Kostum pada tarian tontonan atau pertunjukan memiliki bentuk didesain sedemikian rupa hingga menyebabkan kesan keindahan ataupun mendalam dari penontonnya. 

  • Pola Lantai 

Nah, last but not the least yakni pola lantai. Apa yang disebut dengan pola lantai?. Pola lantai yaitu posisi yang dikerjakan baik oleh penari tunggal ataupun penari grup. Pola lantai pada sebuah tarian bisa berbentuk simetris, asimetris, lengkungan, garis lurus serta lingkaran. 

KONSEP SENI TARI 

Kita ketahui kalau Indonesia adalah Negara kepulauan yang terbagi dalam banyak suku. Keberagaman suku di Indonesia membuahkan keberagaman gerak tari yang tidak sama pada suku lain di Indonesia. Meskipun tiap tarian mempunyai gerakan yang tidak sama tetapi tetap mempunyai kesamaan. Kesamaan itu yakni tenaga, ruangan serta saat. 

  • Tenaga 

Tiap bergerak kita membutuhkan tenaga. Nah, begitu juga dengan gerak tari. Untuk mendapat gerak tari yang dinamis, kompak serta ritmis pastinya memerlukan tenaga. Pemakaian tenaga mempunyai intensitas kuat, tengah serta lemah. Tanpa tenaga sebuah gerakan yang baik tidak mungkin saja bisa dibuat, lantaran tenaga adalah hal yang paling utama dalam gerak tari. 

  • Ruangan Gerak 

Sebuah gerak tarian memerlukan ruangan gerak. Gerak didalam ruang bisa dikerjakan penari secara tunggal, berpasangan maupun berkelompok. Ruangan gerak terdiri atas dua yakni ruangan gerak sempit atau pribadi serta ruangan gerak luas atau umum. 

  • Saat 

Tiap kita bergerak tidak hanya memerlukan tenaga, kita juga memerlukan saat. Nah, begitu juga dengan gerak tari. Tiap gerakan yang dikerjakan oleh penari memerlukan saat. Dalam gerak tarian, ketidaksamaan cepat atau lambat sebuah gerak disebut juga Tempo. Manfaat tempo pada gerak tari yakni memberi kesan dinamis hingga sebuah tarian itu enak untuk dilihat. 

Contoh dari tempo yakni saat penari lakukan gerak hormat. bakal ada ketidaksamaan pose dari gerak hormat itu. Penari pada urutan pertama bakal lakukan gerak hormat dengan tempo cepat serta berlanjut hingga penari pada urutan paling akhir dalam tempo yang lambat. Tempo itu bakal memberi daya hidup pada suatu tarian. 

MACAM MACAM JENIS SENI TARI 

Pada akhirnya kita sudah tiba di point paling akhir kajian dari seni tari. Sesudah kita tahu makna, manfaat serta ide konsep dari seni tari. Rasa-rasanya tidak sah bila kita belum tahu beragam jenis bentuk tarian yang ada di Bumi Indonesia ini. 

  • Tari Tradisional 

Di Indonesia, nyaris di tiap daerah mempunyai tari tradisional. Nah, makna dari tari tradisional yakni sebuah tarian yang datang dari sebuah daerah serta di turunkan secara turun-temurun sampai jadi budaya dari daerah itu. Biasanya tari tradisional memiliki kandungan nilai-nilai filosofis seperti keagamaan, kepahlawanan dll. 
Tari tradisional di Indonesia terdiri atas dua, tari rakyat serta tari classic (keraton). 

  • Tari Kreasi Baru 

Kita sudah tiba pada point ke-2 dari bentuk tarian yang ada di Indonesia. Kajian tentang tari kreasi baru di daerah tidak bakal lepas dari tari kebiasaan lama. Kenapa? Lantaran tari kreasi baru adalah perubahan dari tari kebiasaan yang ada. Tujuannya di sini bentuk tarian yang umumnya digunakan untuk upacara ritual, kebiasaan serta keagamaan dimodifikasi oleh penata tari hingga tari ini dapat di nikmati khalayak umum. Misalnya yakni Tari Rapai yang disebut kombinasi dari gerak tari yang berkembang di Aceh serta Semenanjung Malaya, yakni Tari Seudati, Saman serta Zapin. 

  • Tari Kontemporer 

Jadi tari kontemporer adalah satu diantara bentuk tarian modern yang berkembang di Indonesia. Tarian ini lahir sebagai reaksi atas seni tari classic yang sudah meraih titik akhir dalam perubahan teknisnya. 

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai

Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Jenis dari Pengertian Nilai. Hai sahabat semua, bertemu lagi dengan kami yang kali ini akan membahasa tentang Pengertian Nilai, di antaranya mengenai Ciri, Fungsi, dan Macam – Macam Nilai itu sendiri.

Gimana? Menarik bukan? Kalau gitu, langsung saja kita mulai pembahasannya, ya.

Pengertian Nilai menurut Para Ahli 

Sumber: pangeranarti.blogspot.co.id
Pengertian Nilai menurut Spranger yaitu sebuah tatanan yang dijadikan tips oleh individu untuk menimbang serta memilih alternatif ketentuan dalam kondisi sosial tertentu. Dalam pandangan Spranger, kepribadian manusia terbentuk serta berakar pada tatanan nilai-nilai kesejarahan.

Walaupun meletakkan konteks sosial sebagai dimensi nilai dalam kepribadian manusia, tetapi Spranger mengakui akan kemampuan perorangan yang di kenal dengan arti roh subjektif. Sementara itu, kemampuan nilai-nilai kebudayaan adalah roh objektif.

Kemampuan perorangan atau roh subjektif didudukkan dalam posisi primer lantaran nilai-nilai kebudayaan cuma bakal berkembang serta bertahan jika di dukung dan dihayati oleh individu.

Penerimaan nilai oleh manusia tidak dikerjakan secara pasif tetapi secara kreatif serta aktif. Dalam proses manusia menerima nilai ini terjadi hubungan dialektis pada roh objektif dengan roh subjektif.

Artinya, roh objekif bakal berkembang bila di dukung oleh roh subjektif, demikian sebaliknya roh objektif bakal berkembang dengan berpedoman pada roh objektif yang diposisikan sebagai harapan yang harus digapai.

Nilai adalah suatu hal yang dipercaya kebenarannya serta mendorong orang untuk mewujudkannya.
  • Menurut Horrocks
Pengertian Nilai yaitu suatu hal yang memungkinkan individu atau kelompok sosial membuat ketentuan tentang apa yang mau digapai atau sebagai suatu hal yang diperlukan.

Secara dinamis, nilai dipelajari dari produk sosial dan secara perlahan-lahan diinternalisasikan oleh individu dan diterima sebagai milik bersama dengan kelompoknya.

Nilai adalah standar konseptual yang relatif stabil, di mana secara eksplisit ataupun implisit menuntun individu dalam memastikan tujuan yang mau digapai dan akitvitas dalam rangka memenuhi kepentingan psikologi.

Dari pengertian nilai yang dikemukakan beberapa ahli di atas, bisa disimpulkan kalau Nilai yaitu suatu hal yang dijadikan sebagai tips dalam hal memperhitungkan ketentuan yang akan di ambil kemudian.

Nilai adalah suatu hal yang miliki sifat abstrak, lantaran meliputi pemikiran dari seseorang. Penilaian yang dikerjakan oleh individu yang satu belum tentu sama juga dengan individu yang satu.

Berikutnya bakal dibicarakan tentang macam-macam nilai di bawah ini:
  • Beberapa macam nilai menurut Spranger, yakni: 
  1. Nilai keilmuan adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama. 
  2. Nilai agama adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama. 
  3. Nilai ekonomi yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni. 
  4. Nilai Seni adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material. 
  5. Nilai Solidaritas adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa. 
  6. Nilai Kuasa yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. 
Dari beberapa macam nilai yang dijelaskan di atas, nilai yang dominan pada masyarakat tradisional yaitu nilai solidaritas, nilai seni serta nilai agama. Nilai yang dominan pada masyarakat modern adalah nilai keilmuan, nilai kuasa serta nilai ekonomi.

Sebagai konsekuensi dari proses pembangunan yang berjalan secara terus-menerus, yang memungkinkan terjadinya pergeseran nilai-nilai itu.

Pergeseran nilai keilmuan serta nilai ekonomi akan cenderung lebih cepat dibanding dengan nilai-nilai yang lain bila memakai model dinamik-interaktif.

Ini adalah konsekuensi dari kebijakan pembangunan yang memberikan prioritas ada pembangunan ekonomi serta ditunjang oleh cepatnya perkembangan pengetahuan serta tehnologi.
  • Menurut Andrain, nilai nilai mempunyai 6 ciri atau karakteristik. Berikut ini 6 karakteristik nilai: 
Umum serta abstrak. 

Nilai yaitu patokan umum mengenai suatu hal yang dicita - citakan atau dianggap baik. Nilai dapat dikatakan umum sebab tidak bakal ada masyarakat tanpa pedoman umum mengenai suatu hal.

Yang dianggap baik, patut, layak, pantas sekaligus suatu hal jadi larangan atau tabu untuk kehidupan masing masing kelompok. Nilai sosial mempunyai karakter abstrak, artinya nilai tidak cuma dilihat sebagai benda secara fisik nampak, bisa diraba maupun difoto

Konsepsional 

Nilai mempunyai ciri konsepsional artinya kalau nilai nilai itu cuma di ketahui bersumber pada perkataan ucapan, tulisan serta perilaku seseorang atau kelompok orang.

Nilai Mengandung Kualitas moral 

Kualitas moral sebuah masyarakat baik individu maupun kelompok ditetapkan oleh nilai nilai yang diyakini oleh masyarakat itu.

Nilai tidak selama-lamanya realistik 

Nilai yang ada pada masyarakat umumnya berbentuk idealis atau tidak dapat secara penuh dilakukan. Hal semacam ini karena karakter nilai yang abstrak hingga pemahamannya tidak mampu sama untuk setiap individu dalam masyarakat itu.

Dalam bermasyarakat, Nilai miliki sifat campuran dan Cenderung bersifat stabil. 

Nilai dapat juga disimpulkan sebagai karakter dari suatu hal yang bepengaruh dalam kehidupan manusia, baik secara lahir ataupun batin.

Makna dari nilai secara teoritis adalah satu kepercayaan yang dapat untuk dijadikan pertanggung jawaban baik dalam hubungan antar sesama serta dalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Dan untuk lebih lengkapnya, berikut ini akan di sampaikan pengertian serta definisi nilai menurut beberapa pakar lainnya:
  1. Ralp Perry: Nilai yang dijelaskan oleh Ralp Perry adalah sebuah objek yang datang dari ketertarikan sebuah individu 
  2. Fraenkel: Fraenkel memaparkan nilai adalah satu ide konsep maupun gagasan tentang apa yang dipikirkan seseorang serta dianggap penting. 
  3. Kupperman: Pengertian nilai menurut Kupperman yaitu satu patokan yang miliki sifat normatif serta bisa memengaruhi manusia dalam memastikan satu pilihan. 
  4. Louis O. Kattsof: Nilai dibagi jadi dua jenis oleh Louis, di mana ada nilai intristik yang disebut nilai yang semulanya udah bernilai, serta yang kedua yaitu nilai instrumental di mana nilai adalah hasil dari suatu hal akibat dipakai sebagai fasilitas dalam menggapai sebuah tujuan. 
  5. Mulyana: Menurut Mulyana, nilai yaitu sebuah kepercayaan dan referensi untuk memastikan satu pilihan. 
  6. Gordon Allport: Gordon menerangkan kalau nilai adalah sebuah kepercayaan yang bisa bikin seseorang melakukan tindakan bersumber pada pilihannya. 
  7. Danandjaja: Nilai menurut Danandjaja yaitu satu pengertian yang dipunyai seseorang akan suatu hal yang lebih penting ataupun kuran penting, apa yang lebih baik serta kurang baik, dan juga apa yang lebih benar serta apa yang salah. 
  8. Kluckhohn: Kluckhon menyampaikan kalau nilai adalah satu konsepsi dari apa yang dikehendaki serta memengaruhi seseorang dalam memastikan tindakan pada langkah dan juga tujuan yang ingin digapai.
  9. Notonagoro: Menurut Notonagoro, nilai terdiri dari tiga nilai pokok, yakni nilai vital, materil, serta rohani. 
  10. Purwodarmito: Menurut Purwodarmito nilai bisa dijelaskan jadi lima hal yang salah satunya yaitu harga suatu hal, harga sesuai sama taksiran, angka kepandaian, sebuah kualitas, serta beberapa karakter penting. 
  11. Kimball Young: Pengertian nilai menurut Kimball Young yaitu anggapan abstrak serta kerapkali tidak diakui apa sesungguhnya yang penting dalam masyarakat. 
  12. AW Green: AW Green menjelaskan kalau nilai adalah kesadaran berjalan dengan dibarengi emosi pada sebuah objek.
  13. Hendropusptio: Nilai menurut Hendropuspito yaitu segala suatu hal yang masyarakat bisa hargai lantaran nilai memiliki daya guna yang fungsional serta punya pengaruh dalam perubahan kehidupan mausia. 
  14. Simanjuntak: Pengertian nilai menurut B. Simanjuntak yaitu beberapa gagasan yang berkembang pada masyarakat tentang suatu hal yang baik. 

Beberapa macam Nilai serta Pengertiannya 

  • Nilai Sosial 
Nilai yaitu alat yang memperlihatkan argumen dasar kalau langkah pelaksanaan atau kondisi akhir tertentu lebih digemari secara sosial dibanding langkah pelaksanaan atau kondisi akhir yang berlawanan. 

Macam-macam nilai: 

  • Nilai Budaya 
Pengertian: terkait dengan pemikiran, rutinitas, serta hasil karya cipta manusia yang disebut dengan sebuah hal yang dianggap baik atau buruk untuk kehidupan. Serta suatu hal yang abstrak, tetapi hal itu jadi pedoman untuk kehidupan masyarakat.
  • Nilai Moral 
Pengertian: terkait dengan perbuatan baik serta buruk sebagai dasar kehidupan manusia serta masyarakat, istilah manusia menyebut ke manusia atau orang yang lain dalam tindakan yang mempunyai nilai positif atau negatif.
  • Nilai Agama 
Pengertian: terkait dengan beberapa ketetapan yang sudah ditetapkan Allah SWT serta utusan-utusannya. Satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atas dasar pertimbangan keyakinan kalau suatu hal itu dilihat benar menurut ajaran agama.
  • Nilai Politik 
Pengertian: terkait dengan cara manusia dalam mencetak kemenangan. Sebuah aktivitas bangsa yang mempunyai tujuan untuk membuat, menjaga, serta mengamandemen beberapa ketentuan umum yang mengatur kehidupannya, yang memiliki arti tidak bisa lepas dari tanda-tanda konflik serta kerja sama.
  • Nilai Sosial 
Pengertian: nilai yang diyakini oleh sebuah masyarakat, tentang apa yang dianggap baik serta apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

Untuk memastikan suatu hal itu dapat dikatakan baik atau buruk, layak atau tidak layak mesti melalui proses menimbang. Hal semacam ini jelas sangat di pengaruhi oleh kebudayaan yang diyakini masyarakat.

Tidak heran jika antara orang-orang yang satu serta orang-orang yang lain ada ketidaksamaan tata nilai.
  • Nilai Keilmuan 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang yang bekerja terlebih atas dasar pertimbangan rasional. Nilai keilmuan ini dipertentangkan dengan nilai agama.
  • Nilai Ekonomi 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan ada tidaknya keuntungan finansial sebagai akibat dari tindakannya itu. Nilai ekonomi ini dikontraskan dengan nilai seni.
  • Nilai Seni 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang lepas dari beragam pertimbangan material.
  • Nilai Solidaritas 
Pengertian: adalah satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang pada orang lain tanpa menghiraukan akibat yang mungkin saja muncul pada dirinya sendiri, baik itu berbentuk keberuntungan ataupun ketidakberuntungan. Nilai solidaritas ini dikontraskan dengan nilai kuasa.
  • Nilai Kuasa 
Pengertian: yaitu satu diantara beberapa macam nilai yang memicu perbuatan seseorang atau sekumpulan orang atas dasar pertimbangan buruk baiknya untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya.
  • Nilai Material 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi tentang segala suatu hal yang bermanfaat untuk jasmani manusia. Satu diantara contoh nilai material yaitu sandang serta pangan.
  • Nilai Vital 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan segala suatu hal yang bermanfaat untuk manusia dalam melakukan beragam kesibukan. Satu diantara contoh nilai vital yaitu buku pelajaran yang bermanfaat untuk siswa ketika belajar.
  • Nilai Religius 
Pengertian: adalah nilai keohanian paling tinggi serta mutlak dan bersumber pada keyakinan atau kepercayaan manusia.
  • Nilai Kerohanian 
Pengertian: yaitu nilai yang mencakup beragam konsepsi yang terkait dengan semua suatu hal yang terkait dengan keperluan rohani manusia. Satu diantara contoh nilai kerohanian yaitu melaksanakan ibadah.

Nilai kerohanian dibedakan lagi jadi 4 jenis yakni: 

  1. Nilai kebenaran (fakta) yang bersumber dari unsur akal manusia (ratio, budi, cipta). Contoh nilai kebenaran: Bumi itu memiliki bentuk bulat, garam rasa-rasanya asin, gula rasa-rasanya manis, matahari yaitu bintang, manusia bernapas dengan oksigen, dan lain-lain. 
  2. Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetis). Contoh: Tari-tarian, lukisan, patung, perhiasan, dan lain-lain. 
  3. Nilai moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau tekad (karsa, norma). Contoh: etika dalam orang-orang, larangan, ketentuan, kebiasaan istiadat, dan lain-lain. 
  4. Nilai religious yang disebut nilai ketuhanan, kerohanian yang paling tinggi serta mutlak. Contoh: Ritual-ritual keagamaan. 
Tidak hanya itu, ada pula nilai sosial yang dilihat dari karakter, ciri, serta tingkat keberadaannya. Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial di lihat dari sifatnya: 
  1. Nilai Kepribadian yaitu nilai-nilai yang membentuk kepribadian (karakter) seseorang. Contoh nilai kepribadian yaitu lingkungan, emosi, kreatifitas, ide, inspirasi, dan lain-lain. 
  2. Nilai kebendaan yaitu nilai yang bisa diukur dari manfaatnya sehari-hari. Contoh nilai kebendaan yaitu meja, alat tulis, dan lain-lain. 
  3. Nilai biologis yaitu nilai yang terkait dengan kehidupan manusia. Contoh nilai biologis yaitu berolahraga serta melindungi kesehatan. 
  4. Nilai hukum yaitu nilai yang perlu dipatuhi oleh tiap orang tanpa terkecuali Contoh nilai hukum yaitu undang-undang, pidana, serta perdata. 
  5. Nilai pengetahuan yaitu nilai yang didapat dari pengalaman atau proses belajar. Contoh nilai pengetahuan yaitu ilmu serta buku pengetahuan. 
  6. Nilai agama yaitu nilai yang erat hubungan dengan ketuhanan. Nilai ini sesuai dengan agama serta kepercayaannya masing-masing. Contoh nilai agama yaitu kitab suci, cara melaksanakan ibadah, serta upacara adat. 
  7. Nilai keindahan yaitu nilai yang mencerminkan estetika serta kebudayaan. Contoh nilai keindahan yaitu lukisan, tarian, patung, perhiasan, dekorasi, dan lain-lain. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada cirinya: 
Sumber: pelajaransekolahonline.com
  1. Nilai yang tercernakan atau mendarah daging yaitu nilai yang sudah mendarah daging dalam manusia jadi kepribadian serta perasaan. Misalnya yaitu rasa ingin membantu. 
  2. Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai-nilai yang lain. Banyak aspek yang menjadikan nilai itu dominan seperti jumlah penganut, umur, serta kedudukan nilai itu. 
Berikut ini yaitu beberapa jenis nilai sosial bersumber pada tingkat keberadaannya: 
  1. Nilai yang berdiri dengan sendiri yaitu nilai yang udah ada di dalam manusia atau sebuah hal mulai sejak pertama kalinya di ciptakan. Misalnya emas yang berkilau, manusia yang tampan atau cantik, serta panorama yang asri.
  2. Nilai yang tidak berdiri dengan sendirinya yaitu nilai yang didapat manusia atau sebuah hal lantaran usaha atau pertolongan dari pihak lain. Misalnya kepandaian, ketrampilan, serta keindahan pada sebuah hasil kerajinan. 
  • Nilai Logika 
Pengertian: yaitu nilai benar atau salah.
  • Nilai Estetika 
Pengertian: yaitu nilai indah atau tidak indah.
  • Nilai Etika 
Pengertian: yakni nilai mengenai baik atau tidak baik.
  • Nilai Kebenaran 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
  • Nilai Keindahan 
Pengertian: suatu hal yang bersumber pada unsur perasaan manusia.
  • Nilai Watak 
Pengertian: nilai yang mencakup seluruh tantangan, kekeliruan pribadi serta sosial termasuk juga keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, serta kesediaan mengontrol diri.
  • Nilai Kejasmanian 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang terkait dengan keadaan jasmani seseorang.
  • Nilai Perserikatan 
Pengertian: yakni nilai-nilai yang mencakup beragam bentuk perserikatan manusia serta persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
  • Nilai Rekreasi 
Pengertian: yakni nilai-nilai permainan pada saat senggang, hingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan ataupun memberikan kesegaran jasmani serta rohani.
  • Nilai Dominan 
Pengertian: nilai yang dianggap lebih penting dibanding nilai yang lain.
  • Nilai yang Mendarah Daging 
Pengertian: nilai yang sudah jadi kepribadian serta rutinitas seseorang menjalankannya secara tidak sadar.
  • Nilai Subjektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang tergantung pada subyek yang menilainya.
  • Nilai Objektif 
Pengertian: nilai sebuah objek yang menempel pada objeknya serta tidak tergantung pada subyek yang menilainya (bersifat universal).
  • Nilai Kesusilaan 
Pengertian: nilai yang terkait dengan sopan santun dalam beragam kegiatan masyarakat.
  • Nilai Spiritual 
Pengertian: nilai spiritual yaitu nilai yang ada di dalam kejiwaan manusia.

Ciri Nilai sosial 

  1. Adalah hasil ciptaan masyarakat lewat hubungan antara warga masyarakat. 
  2. Disebarkan dikalangan warga masyarakat lewat proses sosialisasi (proses pelajar) 
  3. Adalah sisi dari usaha pemenuhan keperluan dan kepuasan sosial. 
  4. Tidak sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. 
  5. Bisa mempengaruhi pengembangan diri warga masyaraka dengan tingkat dampak yang tidak sama antara warga masyarakat. 
  6. Nilai-nilai sosial yang ada pada masyarakat, satu sama lain cenderung terkait 

Fungsi Nilai Sosial

Sumber: jokowarino.id
  1. Kehadiran nilai-nilai sosial mempunyai fungsi spesifik dalam masyarakat. Beberapa fungsi itu di antaranya sebagai berikut ini:
  2. Mengarahkan masyarakat dalam berpikir serta beringkah laku. 
  3. Penentu untuk warga masyarakat dalam memenuhi fungsi sosialnya (mendorong/berikan motivasi orang untuk melakukan tindakan sesuai dengan peranannya) 
  4. Alat untuk menumbuhkan solidaritas dikalangan anggota masyarakat. 
  5. Pengawas (kontrol) tingkah laku manusia dengan daya tekan serta daya mengikat tertentu supaya orang berperilaku sesuai sama nilai yang diyakininya.
Dan, tak terasa, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, yang membahas tuntas mengenai Ciri, Fungsi, Macam Jenis, dari Pengertian Nilai. Mudah-mudahan semuanya jelas dan paham, ya. Makasih udah meluangkan waktu untuk belajar bersama.

Siap-siap untuk pembahasan selanjutnya, see yaa.

Referensi:

Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Manusia tidak bisa lepas dari seni, karena seni adalah salah satu kebudayaan yang mengandung nilai keindahan. Sedangkan setiap manusia menyukai keindahan. Melalui seni orang dapat memperoleh kenikmatan secara batiniah. Plato, filsuf yang terkenal dengan sebutan dewa estetika, mengatakan bahwa seni dan masyarakat merupakan hubungan yang tak terpisahkan. Seni integral dengan masyarakatnya, satu konsep yang tidak terpisahkan, yaitu terwujud di antaranya pada hubungan manusia dengan lingkungannya.

Menurut Ensiklopedia Indonesia, pengertian seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya. Namun tidak semua keindahan (estetika) itu selalu bernilai seni (artistik), karena kenyataannya tidak semua yang indah itu bernilai seni. Banyak keindahankeindahan yang tidak termasuk dalam karya seni.

Keindahan seni adalah keindahan yang diciptakan manusia. Keindahan di luar ciptaan manusia tidak termasuk keindahan yang bernilai seni, misalnya keindahan pantai di Bali, keindahan Gunung Bromo, dan keindahan seekor burung merak. Jadi, seni merupakan ciptaan manusia yang memiliki keindahan.

Bermacam jenis seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, dan seni rupa. Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa.

A. Fungsi dan Bentuk Seni Rupa
Seni rupa ditinjau dari segi fungsinya dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut.
  • Seni rupa murni (fine art), yaitu karya seni yang hanya untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan batiniah. Seni rupa murni banyak ditemukan pada cabang seni grafika, seni lukis, dan seni patung.
  • Seni rupa terapan (applied art), yaitu seni rupa yang memiliki nilai kegunaan (fungsional) sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan seharihari secara materi, misalnya furnitur, tekstil, dan keramik.
Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
  • Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebardan hanya bisa dilihat dari satu arah. Misalnya, wayang kulit, tenun, dan batik.
  • Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra) Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, rumah adat, senjata tradisional seperti rencong dan pedang, serta patung.
B. Jenis-Jenis Karya Seni Rupa Terapan DaerahSetempat
Hasil karya seni rupa terapan setiap daerah tidak sama. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Bendabenda seni rupa terapan yang dihasilkan di berbagai daerah, di antaranya sebagai berikut.

1. Kerajinan batik
Sejarah batik di Nusantara berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas di atas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis. Daerah-daerah penghasil batik di Nusantara, antara lain sebagai berikut.

a. Jawa Tengah dan Yogyakarta
Jawa Tengah merupakan daerah penghasil kain batik terbesar di Nusantara. Batik Jawa Tengah memiliki corak yang khas dan sarat dengan filosofi. Daerah penghasil batik di Jawa Tengah yang paling menonjol adalah Pekalongan, Solo, dan Semarang. Pusat penghasil kain batik terkenal lainnya adalah Yogyakarta.

1) Batik Yogyakarta dan Solo (Surakarta)
Sejarah batik Yogyakarta adalah pengembangan dari batik Solo. Hubungan dari kedua daerah tersebut sangat erat. Batik Yogyakarta dan Solo sarat filosofi dan lebih banyak didominasi warna cokelat dan biru tua. Ada sekitar 4.000 motif batik Yogyakarta, yang cukup terkenal, di antaranya adalah motif parang, babon angrem, dan wahyu tumurun. Motif batik Solo, antara lain sidomukti, sidoluruh, dan lereng.

2) Batik Pekalongan dan Semarang
Batik Pekalongan memiliki ciri pesisir dengan corak ragam hias alami. Corak ragam hiasnya banyak mendapat pengaruh dari Cina yang dinamis dan kaya akan warna. Batik Pekalongan banyak didominasi warna cerah, hijau, kuning, merah, dan merah muda, serta didominasi motif bunga (buketan). Batik Semarang banyak didominasi warna cokelat, kuning, hijau, dan hitam dengan motif alam, seperti bunga, dedaunan, dan burung.

b. Jawa Timur
Jawa Timur termasuk daerah penghasil batik, antara lain Madura, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo, Mojokerto, Tuban, dan lain-lain. Batik Madura mengandalkan corak bunga yang unik dengan pola daun-daunan. Di daerah ini terdapat beberapa motif batik tertua, yaitu ramok, sebar jagab, rumput laut, okel, dan panji lintrik. Warna yang digunakan kebanyakan diambil dari bahan alam dengan warna yang mencolok.
Batik Tulungagung berwarna sogan (cokelat) dan biru tua dengan motif Lung (tumbuhan) dan bunga. Untuk batik Tuban, yang cukup dikenal adalah batik gedog yang berciri khas golongan batik pesisir. Motif ini didominasi motif burung dan bunga. Sedangkan batik Banyuwangi lebih dikenal dengan motif batik gajah uling, dengan dasar kain berwarna putih.

c. Jawa Barat
Daerah penghasil batik di Jawa Barat, antara lain Cirebon dan Tasikmalaya. Batik Cirebon memiliki
kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif gabungan dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu, dan bunga. Batik tulis khas Tasikmalaya banyak menggunakan warna dasar merah, kuning, ungu, biru, hijau, dan sogan. Motifnya lebih banyak natural (alam)

d. Bali
Daerah penghasil batik di Bali, antara lain Gianyar dan Denpasar. Corak batik Bali banyak kesamaan gaya dengan batik di Jawa. Namun batik Bali menggunakan warna-warna yang lebih cerah.

e. Sumatra
Daerah penghasil batik Sumatra antara lain Padang (Sumatra Barat) dan Jambi. Padang terkenal dengan batik tanah liek. Bahan pewarna batik Sumatra umumnya berasal dari bahan-bahan alami, termasuk akar-akaran yang dicampur tanah liat sehingga memiliki ciri khas tersendiri.

f. Kalimantan
Salah satu penghasil batik terkenal di Kalimantan adalah Banjarmasin (Kalimantan Timur). Kain batik yang digunakan adalah berjenis santung, katun, sutra, yuyur, dan satin. Batik Banjarmasin memiliki motif yang bervariatif dan banyak mengambil objek alam. Motif-motif batik Banjar, antara lain berbentuk irisan daun pudak, daun bayam, dan jamur kecil.

2. Kerajinan ukir
Kerajinan ukir di Nusantara, antara lain berupa seni ukir kayu dan seni ukir logam. Daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu di Nusantara, di antaranya adalah Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, Madura, dan Sumatra. Kerajinan ukir logam terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan. Proses pembuatan kerajinan logam banyak menggunakan teknik cetak atau cor, tempa, toreh, dan penyepuhan. Daerah penghasil kerajinan logam di Nusantara, antara lain Jawa Tengah dan Yogyakarta.

3. Kerajinan anyaman
Anyaman banyak kita jumpai, baik berupa benda pakai maupun benda hias. Anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintetis. Bahan-bahan alami yang digunakan, antara lain bambu, rotan, daun mendong, dan janur. Bahan-bahan sintetis yang digunakan, antara lain plastik, pita, dan kertas. Daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, dan Tangerang.

4. Kerajinan topeng
Topeng merupakan hasil karya seni kerajinan yang bisa digunakan untuk keperluan perlengkapan tari dan hiasan. Kerajinan topeng umumnya dibuat dari bahan kayu. Daerah penghasil kerajinan topeng di Nusantara, antara lain Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung. Setiap daerah memiliki ciri khas topeng yang berbeda.

5. Kerajinan tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan tradisional yang dibuat dengan teknik dan alat khusus. Kerajinan tenun banyak terdapat di Kalimantan, Minangkabau, Sumatra Utara, NTT, NTB, Lampung, Flores, Sulawesi, dan Palembang. Motif yang dibuat pun berlainan di setiap daerah. Berbagai motif tenun dari Palembang, antara lain mawar Jepang, cantik manis, bintang berantai, nago besaung, dan bunga cino.

Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Keduanya berbeda dalam teknik dan bahan yang digunakan. Berbeda dengan tenun ikat, pada songket mendapat tambahan benang emas yang diletakkan dengan teknik tusuk dan cukit

6. Kerajinan wayang
Wayang merupakan budaya asli Nusantara, yang ceritanya berasal dari budaya Hindu India. Wayang dibuat untuk seni pertunjukan sekaligus sebagai hiasan. Jenis wayang terdiri atas wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. Daerah penghasil kerajinan wayang, di antaranya Bali, Yogyakarta, dan Surakarta.

7. Kerajinan keramik
Keramik merupakan hasil karya seni kerajinan yang berbahan dasar dari tanah. Hasil kerajinan keramik sangat beragam, seperti vas bunga, guci, mangkuk, cangkir, dan lain-lain. Daerah penghasil kerajinan keramik yang terkenal di Nusantara, di antaranya Kasongan (Yogyakarta), Sompok, dan Mayong (Jepara).

Pengertian Teater : Fungsi, Unsur Dan Jenis Teater

PENGERTIAN TEATER

Teater adalah istilah lain untuk drama, tetapi dalam arti yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah, penafiran, budidaya, presentasi atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan masyarakat atau penonton (untuk pembaca, pendengar, pemirsa , analis, kritikus atau peneliti). Proses penjadian disebut prosa drama teater untuk teater atau bioskop disingkat.

Teater dapat ditafsirkan dalam dua cara: dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater dalam arti sempit adalah drama (kisah kehidupan manusia dan kehiudpan mengatakan di atas panggung, disaksikan oleh banyak orang dan didasarkan pada naskah yang ditulis). Dalam arti luas, teater adalah semua tontonan tampil di depan kerumunan orang wayang misalnya, Ketoprak, ludruk dan lain-lain

Dalam sejarahnya, kata “Teater”  berasal dari bahasa Inggris theater  atau  theatre,  bahasa Perancis  théâtre  dan dari bahasa Yunani theatron (θέατρον). Secara etimologis, kata “teater” dapat diartikan sebagai tempat atau gedung pertunjukan. Sedangkan secara istilah kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di atas pentas  untuk konsumsi penikmat.

Selain itu, istilah teater dapat diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater  dalam  arti sempit dideskripsikan  sebagai sebuah drama  (perjalanan hidup seseorang  yang dipertunjukkan  di  atas  pentas,  disaksikan  banyak orang  dan  berdasarkan atas  naskah  yang tertulis). Sedangkan dalam arti luas, teater adalah segala adegan peran yang dipertunjukkan di depan orang  banyak, seperti ketoprak, ludruk, wayang, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya.

Dalam perkembangannya, istilah teater selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat yang pada prinsipnya keduanya merupakan istilah yang berbeda. Drama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan dalam bahasa Perancis “drame” menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Dengan kata lain drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater.

Pengertian Teater Menurut Para Ahli

  • Moulton : Drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan (life presented in action).
  • Balthazar Vallhagen : Drama merupakan sebuah kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan.
  • Ferdinand Brunetierre : Menurutnya drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan action atau gerak.
  • Budianta, dkk (2002) : Drama merupakan genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.
  • Tim Matrix Media Literata : Drama merupakan bentuk kisahan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan
  • Seni Handayani & Wildan : Drama adalah bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dua, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.
  • Anne Civardi : Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan lewat kata-kata dan gerakan.

UNSUR – UNSUR SENI TEATER

Unsur-unsur yang terdapat dalam seni teater dibedakan menjadi dua, antara lain:

Unsur Internal

Unsur internal merupakan unsur yang menyangkut tentang bagaimana keberlangsungan pementasan suatu  teater. Tanpa unsur internal internal tidak akan ada suatu pementasan teater. Oleh karena itu, unsur internal dikatakan sebagai jantungnya sebuah pementasan teater. Unsur internal, meliputi:

  • Naskah atau Skenario

Naskah atau Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan dialog nantinya akan dipentaskan. Naskah menjadi salah satu penunjang yang menyatukan berbagai macam unsur yang ada yaitu pentas, pemain, kostum dan sutradara.

  • Pemain

Pemain  merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam sebuah pertunjukan teater. Pemain berperan dalam menghasilkan beberapa unsur lain, seperti unsur suara dan gerak. Ada  tiga  jenis  pemain, yaitu peran utama (protagonis/antagonis), peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Dalam film atau sinetron, pemain biasanya disebut Aktris untuk perempuan, dan Aktor untuk laki-laki.

  • Sutradara

Sutradara merupakan salah satu unsur yang paling sentral, karena sutradara adalah orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater. Sutradara menjadi otak dari jalannya suatu cerita, misalnya mengarahkan para aktor, membedah naskah, menciptakan ide-ide tentang pentas yang akan digunakan dan lain-lain.

  • Pentas

Pentas adalah salah satu unsur yang mampu menghadirkan nilai estetika dari sebuah pertunjukan. Selain itu, pentas menjadi  unsur penunjang pertunjukkan yang di dalamnya terdapat properti, tata lampu, dan beberapa dekorasi lain yang berkenaan dengan pentas.

  • Properti

Properti  merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater, seperti kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain sebagainya.

  • Penataan

Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater, antara lain:
  1. Tata Rias  adalah cara mendandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih sesuai dengan karakter yang akan diperankan;
  2. Tata  Busana  adalah  pengaturan  pakaian  pemain  agar  mendukung  keadaan  yang menghendaki. Contohnya pakaian yang dikenakan anak sekolahan tentu akan berbeda denga pakaian harian yang dikenakan pembantu rumah tangga;
  3. Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung;
  4. Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara.

Unsur Eksternal

Unsur eksternal adalah unsur yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan. Unsur eksternal diantaranya, yaitu

  • Staf Produksi

Staf produksi adalah sekelompok tim atau individual yang berkenaan dengan pimpinan produksi sampai semua bagian yang ada di bawahnya. Adapun tugas masing-masing dari mereka adalah sebagai berikut:
  1. Produser/ pimpinan produksi
  2. Mengurus semua hal tentang produksi;
  3. Menetapkan personal (petugas), anggaran biaya, fasilitas, program kerja dan lain sebagainya.

  • Sutradara/ derektor

  1. Pembawa sekaligus pengarah jalannya naskah;
  2. Koordinator semua pelaksanaan yang menyangkut pementasan;
  3. Mencari dan menyiapkan aktor;
  4. Menyiapkan make up dan juga men-setting segala sesuatu yang dipegang oleh bagian desainer beserta kru.

  • Stage manager

  1. Pemimpin dan penanggung jawab panggung;
  2. Membantu sutradara.

  • Desainer

Menyiapkan semua aspek visual yang menyangkut setting tempat atau suasana, properti atau perlengkapan pementasan, kostum, tata lampu dan pencahayaan, serta perlengkapan lain (seperti: audio).

  • Crew

Crew merupakan pemegang divisi dari setiap sub yang dipegang bagian desainer, diantaranya:
  1. Bagian pentas/tempat;
  2. Bagian tata lampu (lighting);
  3. Bagian perlengkapan dan tata musik;

JENIS JENIS SENI TEATER

  • Teater Boneka 

Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa  peninggalannya ditemukan di makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius (keagamaan). Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat  digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

Selain itu, contoh teater boneka yang cukup populer ialah pertujukan wayang kulit. Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

Beralih ke luar negeri, pertujukan Boneka Bunraku dari Jepang mampu melakukan banyak sekali gerakan sehingga diperlukan tiga dalang untuk menggerakkannya. Dalang berpakaian hitam dan duduk persis di depan penonton. Dalang utama mengendalikan kepala dan lengan kanan. Para pencerita bernyanyi dan melantunkan kisahnya.

  • Drama Musikal 

Drama musikal merupakan pertunjukan teater yang menggabungkan seni tari, musik, dan seni peran. Drama musikal lebih mengedepankan tiga unsur tersebut dibandingkan dialog para pemainnya. Kualitas pemainnya tidak hanya dinilai pada penghayatan karakter melalui untaian kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui keharmonisan lagu dan gerak tari. Disebut drama musikal karena dalam pertunjukannya yang menjadi latar belakangnya merupakan kombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas. Drama musikal yang cukup tersohor ialah kabaret dan opera. Perbedaan keduanya terletak pada jenis musik yang digunakan. Dalam opera, dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Sedangkan dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu yang dinyanyikan bebas dan biasa saja.

  • Teater Dramatik

Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasarkan pada dramatika lakon yang dipentaskan. Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan. Situasi cerita dan latar belakang kejadian dibuat sedetil mungkin. Rangkaian cerita dalam teater dramatik mengikuti alur plot dengan ketat. Fokus pertujukan teater dramatik ialah menarik minat dan rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Dalam teater dramatik, laku aksi pemain sangat ditonjolkan. Satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain hingga membentuk keseluruhan cerita. Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter tanpa improvisatoris. Teater dramatik mencoba mementaskan cerita seperti halnya realita.

  • Teatrikalisasi Puisi

Teatrikalisasi puisi merupakan pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan, dalam teatrikal puisi dicoba untuk diperankan di atas pentas. Karena bahan dasarnya adalah puisi maka teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya akting para pemain biasanya bersifat teatrikal. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud.
Teatrikalisasi puisi memberikan kesempatan bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan lakon dan tata artistik di atas pentas.

  • Teater Gerak

Teater gerak merupakan pertunjukan teater dengan unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pementasannya, penggunaan dialog sangat minimal atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. Seiring perkembangannya, pemain teater dapat bebas bergerak mengikuti suasana hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk menarik minat penikmat. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.

Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini  adalah pantomim. Sebagai sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

FUNGSI SENI TEATER

Peranan seni teater  telah mengalami  pergeseran seiring dengan berkembangnya teknologi. Seni teater tidak hanya dijadikan sebagai sarana upacara maupun hiburan, namun juga sebagai sarana pendidikan. Sebagai  seni,  teater  tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat sebagai hiburan semata, namun juga berperan dalam nilai afektif masyarakat. Adapun beberapa fungsi seni teater, diantaranya meliputi:

  • Teater sebagai Sarana Upacara

Pada awal munculnya, teater hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater  yang berfungsi  untuk  kepentingan  upacara  tidak  membutuhkan  penonton karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.
Di Indonesia seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater  tradisional.

  • Teater sebagai Media Ekspresi

Teater merupakan salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik yang mengedepankan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama. Dalam praktiknya, Seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

  • Teater sebagai Media Hiburan

Dalam perannya sebagai sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu harus dengan persiapkan dengan usaha yang maksimal.  Sehingga harapannya penonton akan terhibur  dengan pertunjukan yang digelar.

  • Teater sebagai Media Pendidikan

Teater adalah seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis. Jika suatu teater dipentaskan  diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton. Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca lewat sebuah cerita.