Showing posts sorted by relevance for query pengertian sungai. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian sungai. Sort by date Show all posts

Pengertian dan Jenis-Jenis Sungai

Pengertian dan Jenis-Jenis Sungai. Pengertian Sungai, Jenis-Jenis Sungai, Fungsi atau Peranan Sungai, Proses Terbentuknya Sungai, dan bagaimana Sungai bisa menjadi sebuah pembangkit listrik.

Pengertian Sungai

Sumber: tugassekolah.com
Sungai yaitu air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah serta menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar. Arus air pada bagian hulu sungai (biasanya terdapat di daerah pegunungan) umumnya lebih deras dibanding dengan arus sungai pada bagian hilir.

Aliran sungai kerapkali berliku-liku lantaran terjadinya proses pengikisan serta pengendapan di sepanjang sungai. Sungai adalah jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain. Sungai juga salah satu sisi dari siklus hidrologi.

Dengan melalui Sungai adalah cara yang biasa untuk air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau.

Air dalam Sungai biasanya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, serta di beberapa negara spesifik air sungai juga berasal dari lelehan es/salju.
Sungai terbagi dalam beberapa sisi, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai.

Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membuat sungai paling utama. Aliran air umumnya berbatasan dengan saluran dengan dasar serta tebing di bagian kiri serta kanan. Penghujung sungai di mana sungai berjumpa laut dikenali sebagai muara sungai.

Proses Terbentuknya Sungai

Sumber: pustakapedia.net
Air yang ada di permukaan daratan, baik air hujan, mata air, ataupun cairan gletser, akan mengalir lewat satu saluran menuju tempat yang lebih rendah.

Awal mula saluran yang dilewati ini relatif sempit serta pendek. Tetapi, secara proses alamiah aliran ini mengikis beberapa daerah yang dilaluinya. Mengakibatkan, saluran ini makin lama makin lebar serta panjang, serta terbentuklah sungai.

Jenis-Jenis Sungai

Menurut Jumlah Airnya 

Sungai Permanen 
Sumber: otonomi.co.id
Sungai Permanen yaitu sungai yang debet airnya sepanjang tahun relatif tetap.

Contoh:
  1. Sungai Kapuas, Kahayan, Barito serta Mahakam di Kalimantan. 
  2. Sungai Musi, Batanghari serta Indragiri di Sumatera. 
Sungai Periodik 
Sumber: flickr.com
Sungai Periodik yaitu sungai yang pada saat musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil.

Contoh:
  1. Sungai Bengawan Solo serta Sungai Opak di Jawa Tengah. 
  2. Sungai Progo serta Sungai Code di DI Yogyakarta. 
  3. Sungai Brantas di Jawa Timur. 
Sungai Episodik 
Sumber: sijitravel.wordpress.com
Sungai Episodik yaitu sungai yang pada musim kemarau airnya kering serta pada musim hujan airnya banyak.

Contoh:
  1. Sungai Kalada di Pulau Sumba. 

Menurut Pola Alirannya 

Pola Aliran Radial (Menjari) 

Pola aliran ini berupa seperti jari, dibedakan jadi dua yakni radial sentrifugal serta radial sentripetal.

Pola Aliran Dendritik 

Pola aliran ini tidak teratur, umumnya ada di daerah dataran atau daerah pantai.

Pola Aliran Trelis 

Pola aliran sungai ini mirip sirip. Sungai sejenis ini ada di daerah pegunungan lipatan.

pola Aliran Rectanguler 

Pola aliran sungai ini saling membuat sudut siku, pada daerah patahan atau pada batuan yang tingkat kekerasannya tidak sama.

Pola Aliran Anular 

Pola aliran ini adalah pola aliran yang semula merupakan aliran radial sentrifugal, berikutnya muncul sungai subsekuen yang sejajar, sungai obsekuen, serta resekuen. Pola aliran ini ada di daerah dome stadium dewasa.

Morfologi Sungai

Sumber: galeripustaka.com
Morfologi sungai yaitu pengetahuan yang mempelajari mengenai geometri (bentuk serta ukuran), jenis, sifat serta tingkah laku sungai dengan semua faktor serta perubahannya dalam dimensi ruang serta waktu. Dengan hal tersebut, morfologi sungai ini akan menyangkut juga karakter dinamik sungai serta lingkungannya yang saling berkaitan.

Fungsi Sungai

Sumber: satuenergi.com
Air sungai digunakan oleh manusia untuk beragam macam kepentingan, umpamanya untuk mencuci, memasak, mandi, irigasi pertanian, serta sebagai sumber air minum. Hewan serta tumbuhan memerlukan air untuk kehidupannya.

Tidak hanya itu, sungai-sungai besar dipakai sebagai fasilitas transportasi yang menghubungkan lokasi satu dengan lokasi yang lain. Air sungai juga digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian dan Jenis-Jenis Sungai, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sungai di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sungai. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com

Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema

Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Hai sahabat semuanya, kali ini kami akan membahas mengenai Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Nah, tanpa perlu waktu lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini, ya.

Sebelum kita bisa menulis satu narasi, puisi, maupun lagu, hal yang paling penting mesti ditentukan yaitu tema atau ide paling utama/pokok yang bakal diangkat ke dalam satu karya serta di sampaikan pada pembaca atau pendengar.

Tema ini umumnya tidak ditulis secara eksplisit walau demikian sifatnya tersirat di dalam satu narasi hingga supaya bisa memahami tema satu narasi kita mesti membaca serta mendalami keseluruhan narasi itu.

Contohnya novel Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Toer yang temanya tentang penderitaan yang dirasakan orang-orang asli Indonesia pada masa-masa penjajahan Belanda.

Bagaimana sulitnya seorang anak pribumi supaya bisa bersekolah serta menikah dengan anak keturunan belanda.

Pengertian Tema

Sumber: phylocare.blogspot.co.id
Berikut adalah Definisi serta Pengertian Tema Menurut Beberapa Ahli dan Sumber Lainnya:
  1. Tema yaitu dasar satu narasi atau pandangan hidup yang membangun ide paling utama dalam sebuah karya sastra. (Rusyana:1988) 
  2. Pengertian tema yaitu suatu hal yang menjadi persoalan atau pikiran paling utama. (Esten:1990) 
  3. Arti tema yaitu pokok pikiran. (WJS Poerwadarminta:1996) 
  4. Pengertian tema cerita yaitu central idea (gagasan paling utama) serta central purpose (tujuan paling utama) dalam satu narasi yang diterangkan lewat cara yang sederhana. (Staton:1965) 
  5. Pengertian tema yaitu ide umum atau dasar narasi dari satu novel. (Nurgiyantoro:2009) 
  6. Keraf: Menurut Keraf, tema adalah sebuah amanat paling utama yang di sampaikan oleh penulis lewat karangan maupun karya sastranya. 
  7. Aminuddin: Menurut Aminuddin, pengertian tema yaitu gagasan yang melandasi sebuah narasi diperankan, dan sebagai pangkal tolak pengarang dalam kegiatan pemaparan karya fiksi yang dibuatnya. 
  8. Mido: Menurut Mido, tema yaitu masalah yang berhasil menduduki tempat paling utama dalam narasi rekaan serta bukan hanya di dalam pikiran pengarangnya saja. 
  9. Stanton serta Jenny C: Menurut Stanton serta Jenny C, tema adalah makna yang terdapat di dalam satu narasi yang ada pada karya sastra. 
  10. Kamus Istilah Pengetahuan Populer: Menurut Kamus Istilah Pengetahuan Populer, tema adalah persoalan maupun pokok pikiran yang di uraikan di dalam sebuah karangan, isi dari satu ciptaan. 
  11. Ensiklopedi Sastra Indonesia: Menurut Ensiklopedi Sastra Indonesia, pengertian tema yaitu tiap ide, gagasan pokok, maupun pokok persoalan yang dipakai sebagai dasar/landasan pembuatan narasi. 

Jenis – Jenis Tema

Menurut Shipley, tema bisa dibedakan jadi lima jenis tema, yakni: 
  • Tema Jasmaniah 
Tema jasmaniah adalah tema yang terkait maupun terfokus pada persoalan keadaan fisik manusia. Jenis tema ini umumnya menyangkut beberapa hal yang ada di dalam tubuh manusia seperti molekul, jasad, perasaan, tubuh, serta zat.

Beberapa contoh tema yang jasmaniah yaitu tentang perasaan cinta.
Contohnya seperti tema pada novel-novel Wiro Sableng karya Bastian Tito yang sangat melegenda. Atau narasi Kho Ping Hoo yang dikarang oleh Asmaraman S.
  • Tema Sosial 
Tema sosial adalah tema yang terkait erat dengan berbagai jenis hal yang berbau masalah sosial.

Dalam tema ini, pengarang narasi umumnya menerangkan berbagai jenis hal yang terkait dengan masalah kehidupan masyarakat, hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya, persoalan sosial, serta berbagai jenis tema yang lain.

Bentuk tema ini mengangkat sebagian perseteruan sosial yang terjadi di masyarakat seperti tentang pendidikan yang ada dalam novel fenomenal Laskar Pelangi.

Atau novel Ronggeng Dukuh Paruk yang mengulas tentang kehidupan seorang ronggeng serta hubungannya dengan masyarakat di sekelilingnya.
  • Tema Ketuhanan 
Tema Ketuhanan adalah tema yang terkait erat dengan kekuasaan Tuhan yang terlihat dalam tiap kegiatan manusia.

Jenis tema ini umumnya di uraikan oleh pengarang narasi dengan memperlihatkan berbagai jenis hal – hal magis yang ada di luar akal manusia seperti peristiwa kiamat, keajaiban pengobatan penyakit, serta berbagai jenis tema yang lain.

Misalnya seperti yang ada dalam buku Dunia Sophie yang ditulis oleh Jostein Gaarder.
  • Tema Organik 
Tema organik adalah tema yang meliputi berbagai jenis hal yang terkait erat dengan moral dasar manusia seperti hubungan antar pria serta wanita, nasehat, serta berbagai jenis tema yang lain. Tema-tema seperti ini bisa kita temui pada karya-karya Ayu Utami seperti Larung, Bilangan Fu, serta Saman.
  • Tema Egoik 
Tema egoik adalah tema yang terkait erat dengan karakter ego manusia. dalam tema ini, pengarang narasi umumnya menonjolkan tema dengan berbagai jenis bentuk narasi seperti keserakahan maupun ketamakan manusia.

Tema ini terkait dengan sikap batin seseorang seperti ego serta harga diri atau martabat. Tema seperti ini bisa kita temui dalam novel Perempuan Kembang Jepun yang dikarang oleh Lan Fang.

Pengertian tema dalam seni rupa yaitu semua macam hal yang ingin di sampaikan atau dipresentasikan oleh seniman pada para pengamat seni potensialnya lewat sebuah medium karya seni. (Humar Sahman:1993)

Pengertian tema seni rupa murni yaitu semua bentuk gagasan, pokok pikiran atau ide yang ada di dalam satu karya seni baik itu seni rupa tiga dimensi maupun seni rupa dua dimensi. Contoh tema seni rupa murni yaitu sebagai berikut ini: 
  1. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri. 
  2. Hubungan manusia dengan imajinasinya. 
  3. Hubungan manusia dengan manusia lain. 
  4. Hubungan manusia dengan suatu aktivitas. 
  5. Hubungan manusia dengan suatu hal objek benda. 
  6. Hubungan manusia dengan alam sekitar. 

Syarat serta langkah menentukan tema karangan yang baik ada yaitu sebagai berikut ini:

  • Menarik perhatian penulis
Akan memungkinkan penulis berusaha terus-menerus mencari data untuk memecahakan beberapa masalah yang dihadapi, penulis bakal didorong terus-menerus supaya bisa merampungkan karya tulis itu sebaik-baiknya.
  • Di kenal/di ketahui dengan baik.
Tujuannya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah di ketahui oleh penulis. Bersumber pada prinsip ilmiah yang di ketahuinya, penulis bakal berusaha sekuat tenaga mencari data lewat riset, observasi, wawancara, dan sebagainya hingga pengetahuannya tentang permasalahan itu bertambah dalam.

Dalam kondisi demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah serta teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang permasalahan tadi, ia mampu menguraikan tema itu sebaik-baiknya.
  • Bahan-bahannya bisa di peroleh.
Sebuh tema yang baik mesti bisa dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Apabila cukup tersedia, hal semacam ini memungkinkan penulis supaya bisa mendapatkannya lantas mendalami serta menguasai seutuhnya.
  • Dibatasi ruang lingkupnya.
Agar lebih gampang dalam membuat karangan atau tlisan serta pembahasan nya tidak meluas.

Contoh tema 

  • Tema: Naik Gunung 
Si penulis gemar serta pernah naik gunung hingga karangannya gampang di buat, si penulis dapat menulis karangan mengenai aktivitas naik gunung serta tulisan di dalam nya tidak bakal keluar dari narasi naik gunung.
  • Tema: anak band 
Anda dapat mengerang mengenai aktivitas serta beberapa hal menarik tentang anak band, seperti suka duka ketika seorang musisi mencapai puncak karirnya, bagaimana proses pembuatan album, dan lain-lain.

Contoh soal untuk menentukan tema 

Pada sebuah senja dengan hati-hati saya sampaikan permintaanku pada ibu. Saya mau, ibu membelikan saya sepeda baru. Ibu diam saja, tidak menampik, juga tidak mengiyakan. Ibu masuk kamar. Beberapa saat kemudian saya susul ibu ke kamar.

Nyatanya, Ibu tengah menelungkup di ranjang sembari menangis tersedu-sedu. Saya kasihan lihat ibu menangis. Ibu mengucurkan air mata. Air mata Mengucur amat deras. Dengan terbata-bata ibu berbisik, ”Anakku, Ibu tidak punya duit.”

Sampai saat ini tangis ibu ketika itu masih tetap jelas terngiang di telingaku.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Keluarga 
  2. Budi pekerti 
  3. Peristiwa 
  4. Transportasi 
Komputer sangat mengurangi beban manusia dalam bekerja. Komputer bisa bantu manusia mengetik, menyimpan data, atau mengkaji data.

Komputer tidak cuma membantu pekerjaan. Komputer bisa memberi hiburan untuk manusia. Ketika jenuh manusia dapat mendengarkan musik serta bermain game dari komputer.

Tentukan tema paragraf tersebut:
  1. Teknologi 
  2. Pekerjaan 
  3. Pengolahan Data 
  4. Hiburan 
Mertua Si Kabayan amat jengkel pada menantunya. Setiap hari Si Kabayan cuma bermalas-malasan. Ketika mertuanya meminta pertolongan,

Si Kabayan senantiasa menolak dengan segala jenis argumen. Seluruh nasehat mertuanya sedikit juga tidak merubah sikap jeleknya itu. “Dasar Kabayan si Tebal Muka!” umpat mertuanya.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Kejengkelan mertua Si Kabayan 
  2. Kemalasan Si Kabayan 
  3. Penolakan Si Kabayan 
  4. Sikap buruk Si Kabayan 
Cara yang umum digunakan untuk membuang sekam yaitu dengan membakarnya di tempat terbuka atau di sawah-sawah. Tetapi untuk membakarnya kita juga mesti hati-hati. Kita harus terlebih dulu mengetahui ke mana arah angin.

Apabila arah angin bertiup ke kampung-kampung, kita tidak bisa membakar sekam tadi. Lantaran hal semacam itu bisa menyebabkan pencemaran udara untuk kampung- kampung itu. Asap hitam yaitu akibat pembakaran yang bakal dibawa angin kearah kampung-kampung bersangkutan.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Sekam sebagai bahan pencemaran 
  2. Langkah membakar sekam yang benar 
  3. Pembakaran sekam di sawah 
  4. Langkah menghindari bahaya sekam 
Sebenarnya sungai banyak bermanfaat untuk orang-orang. Tidak hanya untuk mengairi areal persawahan, ada banyak manfaat yang lain seperti untuk sumber bahan baku air minum yang di proses oleh PAM serta fasilitas transportasi orang-orang.

Bahkan juga, di beberapa daerah, sungai jadi tempat objek wisata yang menarik. Namun lantaran kecerobohan orang-orang membuang sampah serta limbah ke sungai, menjadikan sungai sebagai pemicu terjadinya banjir yang menyengsarakan orang-orang itu sendiri.

Semestinya orang-orang ikut memelihara kelestarian air sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Tentukan tema paragraf tersebut: 
  1. Kesehatan 
  2. Bencana alam 
  3. Lingkungan 
  4. Kehidupan 
Kunci Jawaban: 
  • 1
  • 1
Itulah pembahasan kita kali ini mengenai Pengertian Tema: Jenis dan Syarat Untuk Menentukan Tema. Mudah-mudahan pembahasan kali ini membuat kita semua semakin mengerti dengan tiap-tiap tema, dari cerita yang kita baca ya, sahabat.

Makasih ya udah mampir dan belajar bareng di sini. Sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya, see yaa.

Referensi:
  1. definisimenurutparaahli.com
  2. informasipengetahuan.blogspot.co.id
  3. pengertiandefinisi.com
  4. guruberbahasa.com

Pengertian Air : Jenis dan Fungsinya

Pengertian Air

Pengertian Air dalam Biologi dan Kimia (Senyawa H2O) – Pengertian air adalah senyawa kimia yang merupakan hasil ikatan dari unsur hidrogen (H2) yang bersenyawa dengan unsur oksigen (O) dalam hal ini membentuk senyawa H2O. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Kehilangan air untuk 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh dehidrasi. Karenanya orang dewasa perlu meminum minimal sebanyak 1,5 – 2 liter air sehari untuk keseimbangan dalam tubuh dan membantu proses metabolisme.

Di dalam tubuh manusia, air diperlukan untuk transportasi zat – zat makanan dalam bentuk larutan dan melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh. Misalnya untuk melarutkan oksigen sebelum memasuki pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar alveoli.

Pengertian Air Bersih dan Air Minum
Berdasarkan Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat pengawasan kualitas air, air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat dan dapat diminum langsung. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitsanya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.

Sumber Air di Alam

Sumber air di alam terdiri atas air laut, air atmosfir (air metereologik), air permukaan, dan air tanah.

  • Air Laut : Air laut mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl. Kadar garam NaCl dalam air laut tidak memenuhi syarat untuk air minum.
  • Air Atmosfir, Air Meteriologik : Dalam kehidupan sehari-hari air ini dikenal sebagai air hujan. Dapat terjadi pengotoran dengan adanya pengotoran udara yang disebabkan oleh kotoran – kotoran industri/debu dan lain sebagainya tatapi dalam keadaan murni sangat bersih, Sehingga untuk menjadikan air hujan sebagai sumber air minum hendaknya tidak menampung air hujan pada saat hujan baru turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Selain itu air hujan memiliki sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi (karatan). Disamping itu air hujan ini mempunyai sifat lunak sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun.

Air Permukaan

Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan Lingkungan, pengertian air permukaan merupakan salah satu sumber penting bahan baku air bersih. Faktor-faktor yang harus diperhatikan, antara lain :
a.    Mutu atau kualitas baku
b.    Jumlah atau kuantitasnya
c.    Kontinuitasnya
Air permukaan seringkali merupakan sumber air yang paling tercemar, baik karena kegiatan manusia, fauna, flora, dan zat-zat lainnya. Air permukaan meliputi:
  • Air Sungai : Air sungai memiliki derajat pengotoran yang tinggi sekali. Hal ini karena selama pengalirannnya mendapat pengotoran, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri kota dan sebagainya. Oleh karena itu dalam penggunaannya sebagai air minum haruslah mengalami suatu pengolahan yang sempurna.
  • Air Rawa : Kebanyakan air rawa berwarna kuning coklat yang disebabkan oleh adanya zat-zat organis yang telah membusuk, misalnya asam humus yang larut dalam air. Dengan adanya pembusukan kadar zat organis yang tinggi tersebut, maka umumnya kadar mangan (Mn) akan tinggi pula dan dalam keadaan kelarutan O2 kurang sekali (anaerob), maka unsur-unsur mangan (Mn) ini akan larut.

Air Tanah

Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan lingkungan, pengertian air tanah merupakan sebagian air hujan yang mencapai permukaan bumi dan menyerap ke dalam lapisan tanah dan menjadi air tanah. Sebelum mencapai lapisan tempat air tanah, air hujan akan menembus beberapa lapisan tanah dan menyebabkan terjadinya kesadahan pada air.

Kesadahan pada air ini akan menyebabkan air mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi. Zat-zat mineral tersebut antara lain kalsium, magnesium, dan logam berat seperti besi dan mangan.
  • Air Tanah Dangkal : Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai saringan. Disamping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yang akan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan untuk sumber air minum melaui sumur-sumur dangkal.
  • Air Tanah Dalam : Air tanah dalam dikenal juga dengan air artesis. Air ini terdapat diantara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air. Jika tekanan air tanah ini besar, maka air dapat menyembur ke luar dan dalam keadaan ini, sumur ini disebut dengan sumur artesis. Jika air tidak dapat ke luar dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah dalam ini.
  • Mata Air : Mata air merupakan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas/kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam. Berdasarkan keluarnya (munculnya ke permukaan tanah) mata air dapat dibedakan atas :
  • Mata Air Rembesan, yaitu mata air yang airnya keluar dari lereng-lereng,
  • Umbul, yaitu mata air dimana airnya keluar ke permukaan pada suatu dataran.
Air merupakan kebutuhan yang sangat mendasar di dalam kehidupan setiap organisme. Dengan mengetahui pengertian air yang sebenarnya, memiliki banyak manfaat seperti manfaat dalam menentukan air yang baik dan bisa digunakan dalam kehidupan, terlebih air yang dapat di konsumsi.

Fungsi Air

Fungsi air juga merupakan zat yang sangat dibutuhan selain udara dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Akan tetapi, air bisa menjadi petaka jika kita tidak bisa merawat sumbernya. Air bisa menjadi perantara penyakit-penyakit yang menyerang manusia. Oleh karena itu, untuk merasakan manfaat air bagi kehidupan khususnya bagi kesehatan tubuh. Akan lebih bijak jika kita merawat keberadaan sumber air yang ada.

Keberadaan manfaat air bagi kesehatan tubuh sangat penting dimana air adalah sumber kehidupan. Kemampuan air bisa memperbaiki daya tahan tubuh karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat kita sedang beraktifitas atau pun bekerja. Air juga membantu kita untuk menahan rasa lapar dimana kita ketahui bahwa rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus. Sewaktu kita mengalami dehidrasi kita akan berpikir kalau kita sedang lapar dan mungkin merasa ingin makan padahal yang kita butuhkan sebenarnya adalah air.

Kita juga dapat memanfaatkan efek dari rasa kenyang setelah minum air yang berkhasiat untuk membantu kita dalam mengatur pola makan dan mencegah makan berlebihan. Keberadaan air mampu mengurangi resiko terserang beberapa penyakit. Khususnya penyakit yang sering berhubungan dengan batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar. Dengan meminum air secara teratur akan menghindarkan kita dari gangguan pencernaan yang berakibat sembelit. Tidak hanya itu, air bisa digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi masuk angina dan pilek. Hal itu karena antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila Anda dehidrasi.

Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran yang efektif untuk mengurangi batuk. Selain itu, air juga bisa digunakan untuk melembabkan wajah seperti manfaat vitamin E untuk kulit serta bisa mengurangi kerutan pada wajah karena kelembaban wajah selalu terjaga. Dengan minum air, kita bisa mengurangi rasa sakit kepala dan migran yang disebabkan oleh dehidrasi. Oleh sebab itu, konsumsilah air yang cukup agar kita bisa merasakan manfaat air yang sesungguhnya.

Selain manfaat air untuk kesehatan sangat jelas, ternyata air juga memiliki fungsi utama bagi kehidupan, fungsi air tersebut adalah;
  1. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusa
  2. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan
  3. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita
  4. Katalisator dalam metabolisme tubuh serta mampu meredam benturan bagi organ vital
  5. Pelumas bagi sendi-sendi dan menstabilkan suhu tubuh

Pengertian Limbah : Jenis Dan Penanggulangan Limbah

Pengertian Limbah

Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan modern, peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat. Logika yang mudah seperti ini; dahulunya manusia hanya menggunakan jeruk nipis untuk mencuci piring, namun sekarang manusia sudah menggunakan sabun untuk mencuci piring sehingga peningkatan akan limbah tak bisa dielakkan lagi.

Pengelompokan Limbah Berdasarkan Jenis Senyawanya

  • Limbah organik

Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari makhluk hidup (alami) dan sifatnya mudah membusuk/terurai.

  • Limabah anorganik

Limbah anorganik merupakan segala jenis limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai.

  • Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Pengertian

Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah kelompok limbah yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, membahayakan lingkungan, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

  • Definisi limbah B3 menurut BAPEDAL (1995)

Limbah B3 adalah setiap bahan sisa (limbah) suatua kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity. dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.

  • Definisi limbah B3 menurut Peraturan Pemerintah RI NO. 18 Tahun 1999

B3 adalah semua bahan/senyawa baik padat, cair ataupun gasyang mempunya potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.

Limbah sendiri dikelompokkan menjadi tiga, yakni:

Berdasarkan Wujudnya

Pada pengelompokan limbah berdasarkan wujud lebih cenderung di lihat dari fisik limbah tersebut. Contohnya limbah padat, disebut limbah padat karena memang fisiknya berupa padat, sedangkan limbah cair dikarenakan fisiknya berbentuk cair, begitu pula dengan limbah gas.

Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk Gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.

Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Air Hujan, Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.

Limbah padat merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya: Bungkus jajanan, plastik, ban bekas, dan lain-lain.

Berdasarkan sumbernya

Pada pengelompokan limbah nomor 2 ini lebih difokuskan kepada dari mana limbah tersebut dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari:

  1. Limbah industri; limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri
  2. Limbah Pertanian; limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian
  3. Limbah pertambangan; adalah limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan

Limbah domestik; Yakni limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan pemukiman-pemukiman penduduk yang lain.

Berdasarkan senyawa

Berdasarkan senyawa limbah dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni limbah organik dan limbah anorganik.

  • Limbah Organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan (mudah membusuk), limbah organik mengandung unsur karbon. Contoh limbah organik dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kotoran manusia dan hewan.


  • Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan (tidak bisa membusuk), limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah Plastik dan baja.

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Selain pengelompokan limbah-limbah diatas masih ada lagi jenis limbah yang lain, yakni limbah B3. Dari pengertian umumnya limbah merupakan suatu barang sisa yang bisa berupa padat, cair dan gas. Limbah B3 sendiri merupakan jenis limbah yang sangat berbahaya, suatu limbah dapat dikatakan sebagai limbah B3 jika mengandung bahan yang berbahaya serta beracun karena sifat dan konsentrasinya bisa mencemari lingkungan dan membahayakan kehidupan manusia dan lingkungan. Limbah B3 sendiri masih memiliki beberapa karateristik lagi yakni; Beracun, mudah meledak mudah terbakar, bersifat korosif, bersifat reaktif, dapat menyebabkan infeksi dan masih banyak lagi.

Cara pembuangan limbah

Limbah, baik limbah cair, padat, gas dan limbah B3 memiliki cara tersendiri dalam penanganan pembuangan. Limbah B3 tidak bisa disamakan pembuangannya dengan limbah cair ataupun limbah padat begitu pula sebaliknya. Untuk penanganan limbah cair sendiri masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian, untuk lebih jelasnya perhatikan bagaimana cara penanganan limbah di bawah ini.

Penanganan limbah Cair

Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani dengan cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni sebagai berikut ini:

  1. Pengolahan primer
  2. Pengolahan sekunder
  3. Pengolahan tersier
  4. Desinfeksi
  5. Pengolahan lumpur

Pengolahan limbah padat

Pada pengolahan limbah padat berbeda dengan penanganan limbah cair, dalam penanganan limbah padat dibagi dalam beberapa cara yakni:

  1. Penimbunan terbuka
  2. Sanitary landfill
  3. Daur ulang
  4. Insinerasi
  5. Dijadikan kompos

Pengolahan limbah Gas

Untuk penanganan limbah gas lebih ditekankan pada bagaimana mencegah gas pencemar tersebut mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang filter (penyaring) pada knalpot kendaraan bermotor, pengendap siklon, mengontrol emisi gas buang dan masih banyak lagi.

Pengolahan limbah B3

Pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memiliki cara yang berbeda, berhubung jenis limbah ini bisa menimbulkan bahaya bagi lingkungan maka penanganan dengan benar haruslah diperhatikan. Untuk pembuangan limbah B3 haruslah berhati-hati karena tidak bisa dibuang begitu saja, limbah haruslah diolah terlebih dahulu baik melalui pengolahan fisik, biologi dan kimia dengan tujuan dapat menghilangkan efek berbahaya yang terdapat didalam limbah. Berikut ini beberapa cara pengolahan limbah B3:

  1. Kolam penyimpanan (surface impoundments)
  2. Sumur dalam/Sumur injeksi
  3. Secure landfill/lanfill untuk limbah B3

Limbah telah menjadi persoalan penting di negeri ini, untuk menciptakan negeri yang bersih dan sehat tentunya harus kita mulai dengan cara hidup bersih dan sehat pula. Untuk itu mulailah dengan kehidupan sehari-hari misalnya saja membersihkan halaman rumah, selokan didepan rumah dan juga sadarkan diri akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran ini juga harus dilakukan oleh semua pihak, terutama jangan lagi ada pabrik-pabrik yang membuang limbah di sungai. Selain merugikan bagi kesehatan limbah yang di buang di sungai juga bisa membawa efek yang lain, misalnya saja biota sungai seperti ikan, plankton dan tanaman air akan mati. Sungai yang tercemar juga akan sangat buruk dipandang, mestinya sungai bisa kita manfaatkan sebagai tempat rekreasi dan mencari rezeki namun jika sudah tercemar seperti ini mau bagaimana lagi. Semoga kedepannya Indonesia menjadi negara yang bersih, sehat dan bersih dari limbah.

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem

Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem. Pengertian Ekosistem, Komponen dari Sebuah Ekosistem, Macam-Macam Ekosistem, Ekosistem Darat, Ekosistem Laut. Istilah-Istilah dalam Ekosistem, Fungsi dari sebuah Ekosistem.

Pengertian Ekosistem 

Sumber: blingurah.com
Dalam sebuah daerah, lingkungan atau lokasi, umpamanya hutan, kolam, danau, waduk serta lain sebagainya sudah terjadinya hubungan antar komponen biotik (makhluk hidup) serta komponen abiotik (makhluk tidak hidup).

Misalnya satu tumbuhan membutuhkan tanah, unsur hara, sinar serta air untuk tumbuh. Lantas tumbuhan ini lantas dapat jadi sumber makanan untuk makhluk hidup yang lain seperti hewan ataupun manusia serta demikian selanjutnya.

Momen yang di atas tadi adalah sebuah system ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan serta umumnya kita kenal dengan ekosistem.

Sebuah system ini terbagi dalam beragam komponen yang sama-sama melengkapi serta bekerja terus-menerus serta teratur sebagai satu kesatuan yang utuh.

Sedangkan ekologi yaitu pengetahuan sains yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme yang satu dengan tempat hidup atau habitatnya.

Jadi dapat di ambil kesimpulan kalau ekosistem yaitu sebuah tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh antara seluruh komponen lingkungan hidup yang sama-sama berhubungan serta melengkapi hingga terbentuk kesatuan yang teratur.

Kesatuan yang utuh serta teratur ini ada pada bingkai keseimbangan yang miliki sifat dinamis. Arti dinamis di sini yaitu bisa saja sewaktu-waktu terjadi perubahan, baik besar ataupun kecil yang dikarenakan oleh tangan manusia.

Komponen Ekosistem 

Sumber: wikipedia.org
Ekosistem dapat berbagai jenis bentuknya sesuai sama bentangan maupun hamparan tempat ekosistem berada. Misalnya ekosistem hutan, rawa-rawa, waduk, danau, hutan hujan tropis serta lain sebagainya.

Walau demikian bila diurutkan bersumber pada komponen terbagi dalam komponen fisik atau tidak hidup (abiotik) serta hayati atau hidup (biotik).

Komponen fisik atau tidak hidup misalnya udara, angin, cahaya, air, tanah, curah hujan serta lain sebagainya. Seluruh bentuk materi ini berupa daya serta materi dalam ruang lingkup ekosistem.

Komponen abiotik atau hidup dilihat dari susunan trofiknya, terbagi dalam beberapa status sosial atau tingkatan, yaitu produsesm customer serta pengurai. Sedangkan dilihat dari manfaatnya terbagi dalam dua komponen besar yakni komponen autotrof serta heterotrof.

Produsen 

Produsen adalah sebuah bentuk organisme atau makhluk hidup yang dapat membentuk serta membuat makanannya sendiri dari beragam zat organik dengan lewat proses fotosintesis serta klorofil.

Bentuk organisme ini disebut dengan autotrof sebab dapat dan mampu membentuk serta membuat makanannya sendiri dan dapat juga membantu keperluan makhluk hidup yang lain.

Konsumen 

Konsumen adalah beberapa kumpulan atau beberapa kelompok makhluk hidup yang mengonsumsi produsen serta hewan yang lain. Bentuk kelompok ini tidak dapat membuat makanannya sendiri dari beberapa bahan anorganik. Hingga dia amat tergantung pada organisme produsen.

Komponen ini di kenal dengan heterotrof. Di dalam konsumen sendiri terdiri lagi beberapa tingkatan. Yaitu hewan yang mengonsumsi organisme produsen disebut dengan konsumen primer. Bentuk hewan ini terbagi dalam herbivora di dalam susunan trofik menempati tingkatan trofik kedua.

Lantas konsumen yang mengonsumsi organisme herbivora disebut dengan konsumen sekunder yang terbagi dalam hewan karnivora ataupun omnivora. Serta konsumen sekunder ini masuk ke dalam tingkatan trofik ketiga.

Biasanya hubungan antarkomponen biotik dalam sebuah system ekosistem umumnya saling terkait dalam system rantai makanan. Rantai makanan yang saling terkait akan membuat jaringan kehidupan yang baru.

Pengurai 

Pengurai adalah sebuah bentuk organisme yang tugasnya menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang lain yang sudah mati jadi beberapa zat organik. Lantas zat ini akan disimpan di dalam tanah lantas digunakan oleh tumbuhan sebagai bahan makanan (penyubur tanaman).

Contoh organisme pengurai yaitu bakteri serta jamur. Kehadiran organisme pengurai amat dibutuhkan untuk makhluk hidup.

Aliran Materi Serta Energi Dalam Ekosistem 

Produsen bersamaan dengan konsumen membuat rangkai makanan lantas dibantu dengan pengurai hingga terbentuklah daur materi. Satu ekosistem akan terbentuk dengan baik bila di dalamnya ada aliran materi serta energi.

Aliran materi akan mengalir dari mata rantai satu ke mata rantai lain dalam sebuah rantai makanan. Materi yaitu segala suatu hal yang mempunyai massa serta menempati ruang.

Massa di sini barmakna berat serta dapat ditimbang. Dalam momen makan memakan, maka akan terjadi perpindahan materi dari organisme yang dikonsumsi menuju ke organisme yang mengonsumsi.

Makanan yang dikonsumsi oleh organisme memiliki kandungan energi untuk menjalani kegiatan. Bersamaan dengan itu aliran materi juga ikut terbawa begitu halnya aliran energi.

Aliran energi yaitu rentetan berurut dari perpindahan bentuk energi ke bentuk energi yang lain serta diawali dari cahaya matahari sampai ke produsen, konsumen tingkat tinggi hingga ke pengurai (saprina) di dalam tanah.

Siklus atau daur hidup ini berlangsung dalam tatanan ekosistem. Jadi, daya tidak akan hilang akan tetapi akan beralih ke bentuk energi yang lain. Bila dalam pengetahuan fisika disebut dengan termodinamika. Yaitu hukum kekekalan energi.

Hukum Termodinamika I menyebutkan kalau energi dapat dirubah dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain tetapi tidak bisa di ciptakan serta dimusnahkan.

Tetapi, Hukum Termodinamika II menyatakan kalau tidak ada sebuah proses pengubahan bentuk energi yang berjalan secara prima. Serta proses pengubahan ini senantiasa meninggalkan sisa yang tidak terpakai pada proses itu.

Jadi sisa energi yang tidak terpakai ini disebut dengan entropi. Atau dalam dunia industri disebut juga dengan limbah atau hasil pembuangan pabrik.

Sumber energi itu banyak macamnya. Tetapi sumber energi paling utama di dunia yaitu matahari. Lantaran semua komponen kehidupan memmbutuhkan serta memakai matahari dalam proses hidupnya.

Umpamanya saja tumbuhan memakai sinar matahari untuk proses fotosintesis serta organisme lain memerlukan cahaya matahari untuk merubah zat anorganik jadi organik atau disebut juga dengan kemoautotrof.

Interaksi Komponen Abiotik Dengan Komponen Biotik 

Dalam persoalan ini komponen biotik sebagian besar di pengaruhi oleh komponen abiotik. Contoh, sebatang tumbuhan amat tergantung dengan kehadiran serta petumbuhannya dari komponen abiotik, seumpamanya tanah, air, udara, cahaya.

Mengenai beberapa bentuk tanaman cuma dapat tumbuh serta berkembang hanya di tanah tertentu saja. Demikian halnya perihal persebaran tanaman di pengaruhi juga oleh aspek cuaca serta iklim. Umpamanya, tanaman kelapa bisa tumbuh subur serta berbuah lebat cuma di daerah pesisir pantai akan tetapi tidak untuk daerah pegunungan.

Interaksi Antarorganisme 

Pada intinya tiap organis berhubungan dengan antarorganisme maupun dengan bentuk lain. Tetapi interaksi antarorganisme ini bisa dibedakan jadi 5 diantaranya:

Netral 

Netral yaitu hubungan atau hubungan tidak sama-sama mengganggu antarorganisme dalam satu habitat yang sama serta miliki sifat menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.

Predasi 

Predasi yaitu interaksi atau hubungan antarorganisme mangsa serta pemangsa (predator). Artinya seekor pemangsa dalam soal ini hewan tidak dapat hidup jika tidak ada yang dimangsa.

Parasitisme 

Parasitime yaitu hubungan atau hubungan antarorganisme yang berbeda spesies serta miliki sifat merugikan dari masing-masing spesies yang berbeda.

Komensalisme 

Komensalisme yaitu interaksi atau hubungan pada dua organisme yang masing-masing berbeda spesies, spesies yang pertama diuntungkan serta spesies yang lain tidak dirugikan.

Mutualisme 

Mutualisme yaitu interaksi atau hubungan antar dua organisme atau lebih yang berbeda bentuk atau spesies serta sama-sama menguntungkan antar kedua belah pihak.

Interaksi Antarpopulasi 

Biasanya interaksi antarpopulasi terjadi cuma pada populasi yang satu dengan yang lain. Dan bersifat alelopati ataupun kompetisi. Adapun interaksi alelopti yaitu hubungan yang terjadi antar populasi yang terjadi jika populasi yang pertama menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbunya populasi lain.

Interaksi Antarkomunitas 

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda serta sama-sama berhubungan di dalam sebuah lokasi yang sama. Contoh, daerah padang rumput yang ditempati oleh hewan pemakan rumput yakni kuda, banteng, kelinci, rusa serta lain sebagainya.

Beberapa Jenis Ekosistem (Bioma) 

Nama lain dari ekosistem yaitu bioma. Meskipun kelihatannya bioma adalah bagian dari ekosistem akan tetapi dalam dunia biologi kerapkali juga menyamai ekosistem dengan bioma. Bioma yaitu komune satuan di dalam ekosistem sebagai hasil interaksi atau hubungan iklim regional atau lokasi dengan biota (makhluk hidup) serta substratnya.

Jadi iklim maupun cuaca amat menentukan bentuk biota yang hidup di sebuah wilayah atau lokasi itu. Umpamanya, lokasi padang rumput tumbuh di daerah yang mempunyai curah hujan yang stabil.

Bersumber pada jenis atau macam-macamnya ekosistem dibedakan jadi 2 bentuk yaitu ekosistem darat serta ekosistem perairan (ekosistem darat serta ekosistem air laut).

Ekosistem Darat 

Ekosistem darat yaitu lingkungan atau lokasi fisik yang berbentuk daratan. Dalam ekosistem ada beberapa kumpulan atau beberapa bioma. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bioma sama dengan ekosistem, oleh karena itu kita mengistilahkan beberapa ekosistem darat dengan bioma, salah satunya:

Bioma Gurun 
Sumber: satujam.com
Bioma gurun yaitu sebuah bentuk ekosistem yang cuma ada pada daerah dengan curah hujan kurang dari 25 cm/tahun serta mempunyai suhu yang tinggi pada siang hari yaitu 45 derajat C serta suhu rendah saat malam hari yaitu 0 derajat C. Bioma gurun ada di sepanjang garis balik utara serta selatan dengan keadaan udara yang mengalami subsidensi (turun), hingga terjadi penempatan udara.

Bioma Padang Rumput 
Sumber: renunganhariankristen.net
Bioma Padang Rumput yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai curah hujan terbatas yaitu 25 cm – 30 cm/tahun. Hingga bentuk ekosistem ini tidak dapat membentuk hutan. Bioma padang rumput bisa ditemui di daerah atau lokasi tropis serta sub tropis. Misalnya negara-negara Asia Tenggara serta beberapa negara Asia Utara.

Bioma Hutan Basah 
Sumber: widrializa.blogspot.co.id
Bioma Hutan Basah yaitu bentuk ekosistem dengan curah hujan yang cukup lebat atau tinggi yaitu 200 cm – 225 cm/tahun. Jenis ekosistem ini dapat dijumpai di lokasi tropis serta sub tropis.

Bioma Hutan Gugur 
Sumber: geographyeducation.wordpress.com
Bioma Hutan Gugur yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai iklim sedang atau lokasi yang beriklim 4 musim. Ciri bioma hutan gugur yaitu mempunyai curah hujan yang merata setiap tahun, pohon yang tumbuh tidak serapat dengan tumbuhan di bioma hutan basah.

Bioma Taiga 
Sumber: emaze.com
Bioma Taiga yaitu bentuk ekosistem yang mempunyai ciri berdaun jarum (kolifer). Jika kita melirik di bagian selatan dari Tundra akan didapati bentuk kelompok tanaman pohon jarum. Batas antara dua bentuk ekosistem Tundra serta Taiga disebut dengan batas pohon lantaran lokasi ini masih memungkinkan tumbuhnya pohon-pohon maupun tidak.

Bioma Tundra 
Sumber: bioexpedition.com
Bioma tundra yaitu bentuk ekosistem dengan lokasi yang tidak mempunyai pohon-pohon. Lokasi ini dapat diketemukan di dearah kutub yang amat dingin.

Serta bentuk tumbuhan yang dapat bertahan di ekosistem ini cuma gulam serta lumut kerak serta tumbuhan yang dominan yaitu Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu dengan batang pendek dan rumput.

Ekosistem Air Tawar 

Ekosistem air tawar adalah bentuk ekosistem yang mempunyai ciri diantaranya macam suhu yang tidak menyolok, penetrasi sinar kurang serta di pengaruhi oleh iklim serta cuaca.

Pada ekosistem air tawar umumnya tanaman yang tumbuh serta seringkali ditemui yaitu ganggang serta tumbuhan biji.

Ekosistem air tawar bisa digolongkan berdasarkan sifatnya jadi dua bentuk yaitu air tenang serta air mengalir. Danau dan rawa masuk ke dalam kelompok ekosistem air tenang sedangkan sungai masuk ke dalam kelompok ekosistem air mengalir.

Ekosistem Air Tawar

Danau 
Sumber: fairyterritory.blogspot.co.id
Danau adalah kumpulan air yang menggenang di atas lokasi depresi atau cekungan yang luasnya dari mulai beberapa meter persegi sampai beberapa ratus meter persegi.

Keadaan danau bila dilihat dari kedalaman memliki ketidaksamaan yang menyolok. Danau dengan kedalaman spesifik akan hidup tumbuhan serta hewan spesifik juga.

Oleh karena itu danau dibedakan lagi jadi 4 daerah yang berbeda yakni: 
  1. Daerah Litorial, Daerah litorial yaitu sisi danau dengan kedalaman yang dangkal hingga sinar matahari dapat menembus hingga ke dasar danau secara maksimal. 
  2. Daerah Limnetik, Berbeda dengan daerah litorial, daerah limnetik yaitu daerah yang masih tetap dapat ditembus oleh cahaya matahari. Bentuk hewan yang dapat diketemukan di sini yaitu fitoplankton. Serta fitoplankton dimangsa oleh udang kecil. 
  3. Daerah Profundal, Daerah profundal yaitu daerah yang ditempati oleh hewan seperti cacing serta mikroba. Bentuk daerah ini dapat kerap disebut juga dengan daerah afotik danau. 
  4. Daerah Bentik, Daerah bentik yaitu daerah dasar danau yang ditempati oleh bentuk organisme mati serta bentos. 
Ekosistem Air Tawar Bersumber pada Produksi Materi Organik 

Tidak hanya dibedakan berdasarkan kedalaman serta jarak, danau dapat juga dibedakan bersumber pada produksi materi organiknya, diantaranya:
  1. Danau Oligotropik, Danau Oligotropik yaitu bentuk danau yang di dalamnya ada bentuk hewan fitoplanklon tetapi tidak produktif hingga kekurangan nutrisi. Keunikan danau ini yaitu airnya yang amat jernih, organisme yang hidup amat sedikit serta ada oksigen yang cukup sepanjang tahun. 
  2. Danau Eutropik, Danau Eutropik yaitu danau dangkal tetapi mempunyai fitoplankton yang banyak serta produktif hingga kaya akan nutrisi. Tetapi sayangnya danau ini mempunyai air yang keruh, bermacam bentuk organisme serta cukup oksigen. 
Ekosistem Air Tawar

Sungai 
Sumber: dhemasdewata.blogspot.co.id
Sungai adalah bentuk ekosistem air tawar yang mempunyai daerah yang cukup besar. Tidak sama dengan danau yang airnya cenderung diam. Air sungai mengalir dari tempat tinggi ke permukaan yang rendah.

Hingga tidak mensupport adanya hewan plankton di lokasi ini. Tetapi, tumbuhan seperti ganggang tetap dapat berkembang oleh karena adanya cahaya matahari hingga membantu proses potosintesis serta rantai makanan.

Belakangan ini ekosistem sungai mulai mengalami masalah lantaran pembangunan bendungan maupun waduk. Kehadiran waduk bisa memutus rantai makanan beberapa ikan yang bergerak dari hulu ke hilir untuk bertelur.

Oleh karena itu, banyak spesies ikan hilang dari alirang sungai. Misalnya yaitu ikan sidat serta ikan pelus. Kedua ikan ini keberadaannya nyaris punah. Sebab untuk bertelur ikan pelus menempatkan telurnya di laut serta untuk mencari makanan di sungai.

Ekosistem Air Laut 

Sama seperti dengan darat, ekosistem air laut dibedakan jadi 4 diantaranya:

Laut 
Sumber: search.yahoo.co.jp
Seperti di ketahui kalau 2/3 dari bumi yaitu laut. Air laut mempunyai kandungan garam atau NaCl yang amat tinggi terlebih laut merah. Air laut mempunyai sahu yang beragam. Di daerah beriklim tropis, suhu air laut beragam yaitu mencapai 25 derajat C serta suhu di atas serta di bawah permukaan mempunyai perbedan yang cukup besar.

Bagian antara susunan air hangat yang ada pada bagian atas dengan yang dingin pada bagian bawah diberi nama batas termoklin. Ekosistem air laut bersumber pada letak kedalamannya dibedakan jadi 4 lokasi yaitu:
  1. Lokasi Pasang (Littoral), Lokasi pasang atau littoral adalah sisi dari dasar laut yang kering bila terjadi surut. Jadi, ikan tidak dapat hidup di lokasi ini tetapi beberapa bentuk binatang darat dapat ditemui di lokasi ini. 
  2. Lokasi Laut Dangkal (Neritic), Lokasi laut dangkal atau neritic yaitu lokasi dengan kandungan airnya sedikit hingga masih tetap memungkinkan cahaya matahari tembus ke permukaan dasar laut. Indoensia sendiri mempunyai beberapa lokasi laut yang dangkal. Misalnya Laut Jawa, Natuna, Kepulaun Riau, Selat Malaka yang kerap disebut juga landas kontinen sunda. Serta Laut Arufu yang disebut juga landas kontinen sahul. 
  3. Lokasi Lautan Dalam (Bathyal), Lokasi lautan dalam yaitu lokasi laut yang ada pada kedalaman antara 150 – 800 meter. Jadi amat susah untuk cahaya matahari yang tembus ke dasar laut seperti pada lokasi laut dangkal. 
  4. Lokasi Laut Amat Dalam (Abyssal), Lokasi laut amat dalam yaitu lokasi dengan kedalaman di bawah 800 meter. Dengan kedalaman nyaris 1 km itu amat susah untuk tanaman agar bisa hidup ataupun bertahan lantaran sumber sinar tidak dapat menembusnya. Hingga jumlah hewan ataupun tumbuhan amat terbatas terkecuali beberapa jenis hewan yang dapat bertahan di lingkungan itu. 
Pantai 
Sumber: pantai-indah.com
Pantai yaitu sisi ekosistem laut yang terdapat di antara 2 ekosistem yakni ekosistem darat serta laut. Bersumber pada tata letaknya, ekosistem pantai berbatasan dengan ekosistem darat, laut ataupun daerah gunakan surut.

Estuari 
Sumber: thinglink.com
Estuari yaitu tempat bertemunya antara sungai dengan laut atau umum disebut juga dengan muara. Sehinngga nutrisi yang dibawa bersamaan dengan proes erosi dapat memperkaya sungai ataupun daratan.

Adapun salinitas di estuari di pengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut air. Di saat pasang, air laut akan masuk ke tubuh sungai untuk meningkatkan salinitasnya.

Terumbu Karang 
Sumber: blogs.uajy.ac.id
Terumbu karang yaitu bentuk ekosistem yang bisa ditemui di daerah beriklim tropis dengan ciri airnya jernih, hingga amat gampang untuk cahaya matahari untuk masuk atau menembus ke permukaan laut hingga amat gampang untuk terjadinya proses fotosintesis.

Lokasi ini didominasi oleh karang atau koral yang masuk ke dalam kelompok Cnidaria. Terumbu karang populer dengan beragam macamnya. Salah satunya ikan hias yang bernilai tinggi. Tetapi banyak dilihat lantaran ulah tangan jahil manusia keadaan terumbu karang saat ini amat memprihatinkan.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Komponen, dan Macam–Macam Ekosistem, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Macam–Macam Ekosistem di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Ekosistem. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. berkahkhair.com 

Pengertian Populasi : Pencemaran Lingkungan Dan Terbatasnya Ruang Gerak

Pengertian Populasi

Pengertian Populasi adalah kumpulan individu yang sejenis dan hidup di suatu daerah dengan waktu tertentu. Contoh suatu populasi adalah sebuah kola terdama ikan, teratai, dll. Populasi pohon kepala dikelurahan tegakan di tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah setiap waktu. Perubahan ukuran populasi dinamakan dinamika populasi. Perubahan yang dihitung menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Contohnya di tahun 1980 populasi pinus di tawangmangu ada 700 batang. Kemudian di tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Faktanya, selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon Pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi.

Pengertian Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup di suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. Dalam derajat keterpaduan komunitas, lebih kompleks jika dibandingkan dengan individu dan populasi. Semua organisasi merupakan bagian dari komunitas dan dari komponennya saling terhubung dengan keragaman interaksinya. Contoh yang termasuk komunitas adalah populasi ganggang, populasi ikan, dan populasi hewan di sekitarnya yang membetuk suatu komunitas terumbu karang.

Pengertian Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Antara komunitas dan lingkungannya saling berinteraksi yang menciptakan kesatuan ekologi yang disebut dengan ekosistem. Komponen penyusun dari ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora) dan dekomposer/pengurangi (mikroorganisme).

Pengaruh Meningkatnya Populasi Penduduk terhadap Lingkungan.

Meningkatnya populasi penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan perumahan, sehingga menyebabkan bertambahnya kebutuhan kayu dan banyak terjadi penebangan hutan secara liar. Adanya penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan erosi dan banjir. Pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan pula bertambahnya penggunaan bahan bakar, hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan persediaan sumber daya alam semakin menipis dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan merupakan dampak negative yang ditimbulkan oleh kepadatan populasi manusia serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya dalam bidang pertanian, penggunaan buatan dan obat-obat anti hama, ternyata dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah.

Peningkatan populasi penduduk yang tidak terkendali juga dapat merusak lingkungan:

  1. Terjadinya penebangan hutan untuk arel permukiman maupun areal pertanian. Penebangan hutan yang tidak terkendali dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Disamping itu kekayaan atau sumber daya hayati di hutan itu akan hilang akibat habitatnya terganggu.
  2. Meningkatnya jumlah populasi menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan pangan sehingga dibukalah arel pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan. Di samping itu tanah atau lahan pertanian dipaksa untuk menghasilkan jumlah pangan yang dapat mencukupi kebutuhan penduduk. Akibatnya tanah sering dipupuk untuk memperoleh hasil yang cukup. Pemupukan yang tidak terkendali dapat menyebabkan tanah menjadi rusak karena terpolusi oleh pupuk buatan, sehingga lama-kelamaan tanah tidak dapat ditanami kembali karena bersifat asam.
  3. Penggunaan pestisida secara berlebihan. Pestisida yang seharusnya menghilangkan atau mematikan hama tanaman, teryata juga memusnahkan organisme-organisme lain yang merupakan mata rantai dari jarring-jaring makanan.
  4. Sampah rumah tangga meningkat, sedangkan tempat pembuangan terbatas sehingga sampah menjadi bertumpuk. Sampah yang bertumpuk merupakan pusat penyebaran penyakit tertentu, misalnya tifus, kolera, dan disentri. Selain itu, sisa deterjen yang tidak dapat dihancurkan atau diuraikan oleh mikroorganisme dapat mencemari air sungai.
  5. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat akan menyebabkan pencemaran udara yang dapat mengganggu pernapasan.
  6. Perkembangan industri yang semakin pesat guna mengimbangi kebutuhan penduduk dapat menimbulkan masalah pencemaran udara dan air. Pencemaran udara disebabkan pembuangan zat-zat sisa dari hasil pembakaran yang tidak sempurna, seperti SO2 dan NOx. Pencemaran air terjadi karena limbah padat sering dibuang ke sungai sehingga mengancam kesehatan penduduk sekitar.

Untuk memperbaiki keadaan lingkungan, penduduk dihimbau untuk melakukan usaha-usaha berikut:

  1. Menanam tanaman di sekitar rumah agar oksigen yang dihasilkan tumbuhan melalui proses fotosintesis bertambah dan udara menjadi segar.
  2. Meningkatkan kesadaran pada diri masyarakat agar mencintai lingkungannya.
  3. Membuat penampung kotoran yang tertutup agar tidak mencemari lingkungan.
  4. Tidak membuat rumah disekitar daerah industri.
  5. Memanfaatkan sampah untuk pupuk kompos atau didaur ulang untuk dijadikan benda lain yang bermanfaat.

Pencemaran Lingkungan 

Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal itu menyebabkan kebutuhan akan barang,jasa, dan tempat tinggal meningkat tajam dan menuntut tambahan sarana dan prasarana untuk melayani keperluan masyarakat. Akan tetapi, alam memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas. Kebutuhan yang terus-menerus meningkat tersebut pada gilirannya akan menyebabkan penggunaan sumber daya alam sulit dikontrol. Pengurasan sumber daya alam yang tidak terkendali tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Hasil gambar untuk pencemaran lingkungan

Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.

Terbatasnya Ruang Gerak

Hasil gambar untuk hubungan kepadatan populasi penduduk terhadap keterbatasan ruang gerak individuSuatu daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi kalau tidak memperhatikan kesehatan lingkungan (sanitasi) dengan baik maka keadaan lingkungan menjadi tidak nyaman bagi penduduknya. Di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk saling berdekatan atau berhimpitan. Keadaan yang demikian menyebabkan terbatasnya ruang gerak. Akibatnya, dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan penduduk. Misalnya penduduk mudah terjangkit penyakit menular, kebutuhan udara bersih tidak terpenuhi, atau banyaknya sampah rumah tangga yang tidak dibuang pada tempatnya.

Pengertian Lingkungan : Konsep, Faktor, Dan Kelembagaan Lingkungan


Sebagai makhluk hidup, pastinya Anda sudah tidak asing lagi jika mendengar kata lingkungan. Lingkungan memang memiliki keterikatan yang kuat dengan tempat hidup semua makhluk hidup yang ada di dunia ini. Meskipun merupakan kata yang biasa dijumpai di masyarakat, masih saja ada sebagian orang yang belum memahami pengertian lingkungan dengan benar dan jelas. Mereka hanya mengetahui jika lingkungan memiliki keterikatan dengan tempat tinggal mereka. Padahal jika mereka mengetahui pengertian akan lingkungan dengan baik, mereka pasti akan lebih menghargai lingkungan tempat tinggal mereka. Mulai dari kebersihan hingga kesehatan lingkungan tempat tinggal mereka.

Jika ditelisik lebih jauh, ada beberapa ahli yang memberikan pengertian akan lingkungan. Seperti Emil Salim yang berpendapat jika lingkungan merupakan kondisi dan keadaan di dalam suatu ruang yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia seperti faktor ekonomi, keadaan alam dan sosial. Sedangkan pengertian lingkungan menurut Soedjono didefinisikan sebagai tempat hidup berupa lingkungan fisik yang ada di alam. Dengan kata lain, lingkungan fisik merupakan makhluk yang ada di dunia, yaitu manusia, hewan beserta tumbuh-tumbuhan. Selain kedua ahli tersebut, ada ahli lainnya yang membahas akan lingkungan yaitu Munadjat Danusaputro yang mengatakan lingkungan terdiri dari lingkungan budaya dan fisik. Pendapat lainnya juga dikemukaan oleh Otto Soemarwoto. Ia berpendapat jika lingkungan merupakan hal yang berada di sekitar kita yang keberadaannya dapat mempengaruhi kehidupan manusia di berbagai aspek kehidupan.

Konsep lingkungan di Indonesia

Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut “lingkungan”. Misalnya UU no. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan adalah kesatuan dengan segala sesuatu ruang, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilaku, yang mempengaruhi kelangsungan mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. AFA Memahami lingkungan dapat digambarkan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk manusia atau hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan interaksi kompleks antara komponen dengan komponen lainnya.

Pada lingkungan, ada dua komponen penting pembentukannya, menciptakan ekosistem yang merupakan komponen dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik lingkungan meliputi semua makhluk hidup di dalamnya, yaitu, hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan makhluk hidup lainnya. sementara komponen abiotik adalah benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan makhluk hidup di lingkungan yang meliputi tanah, air, api, batu, udara, dan sebaiganya lainnya.

Memahami lingkungan lebih dalam Nomor 23 tahun 2007 adalah kesatuan dengan semua hal ruang atau kesatuan makhluk hidup termasuk manusia dan semua perilaku oleh-mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain di sekitarnya.

Kerusakan lingkungan hidup

Kerusakan lingkungan akibat dua faktor Fator baik secara alami atau karena tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan dapat membuat ekosistem dan bukan maksimum hidup di lingkungan itu.

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat kerusakan lingkungan yang mendalam.

  • Faktor alami
Jumlah bencana alam dan cuaca tak terduga ke dalam penyebab kerusakan lingkungan. Ini bisa menjadi bencana alam banjir, tanah longsor, tsunami, tornado, badai, letusan gunung berapi, gempa bumi atau. Selain berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya, bencana ini akan menciptakan kerusakan lingkungan.

  • Faktor buatan

Manusia sebagai makhluk yang cerdas dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari gaya hidup sederhana yang mengarah ke kehidupan modern. Dengan perkembangan kehidupan, tentu saja, juga perlu sangat diperluas, termasuk eksploitasi sumber daya alam perlu berlebihan.

Kerusakan lingkungan akibat faktor manusia dapat menjadi penenbangan liar yang menyebabkan banjir atau tanah longsor, dan pembuangan limbah di tempat terutama aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.

Upaya pelestarian


  1. Penanaman kembali hutan gundul
  2. Pencegahan limbah dan sampah di sembarang tempat
  3. Sanksi tegas terhadap pelaku pencemar lingkungan
  4. Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
  5. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian tanah, air, udara dan lingkungan

Kelembagaan

Secara kelembagaan di Indonesia, instansi yang mengatur masalah lingkungan adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (sebelumnya: Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup) dan di daerah atau provinsi adalah Bapedal. Sementara di Amerika Serikat adalah EPA (Environmental Protection Agency). Selain itu, Pada tanggal 31 Agustus 2013, pada saat Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 62/2013 membentuk Badan usaha REDD + (Pengurangan Emisi dan Deforestasi dan Degradasi Hutan.

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes. Pengertian Platyhelminthes (Cacing Pipih), Ciri-Ciri dari Platyhelminthes (Cacing Pipih), Klasifikasi Platyhelminthes (Cacing Pipih), Siklus Kehidupan Platyhelminthes (Cacing Pipih), Peranan Platyhelminthes (Cacing Pipih), dan Usaha Mencegah Platyhelminthes (Cacing Pipih).

Pengertian Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: areyouinvertebrate.weebly.com
Platyhelmintes (Cacing Pipih) yaitu filum dalam kerajaan Animalia (hewan) yang miliki sifat tripoblastik yang hidup parasit serta mempunyai bentuk tubuh yang rata (pipih). Ada 18.500 spesies dari Platyhelmintes (cacing pipih).

Istilah Platyhelmintes datang dari bahasa Yunani yang terbagi dalam kata Platy yang memiliki arti pipih serta Helmintes yang cacing. Platyhelmintes adalah filum ketiga dari kindom animalia (hewan) setelah porifera serta coelenterata.

Struktur serta Fungsi Tubuh Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu cacing yang termasuk triplobalstik aselomata lantaran mempunyai 3 susunan embrional yang terbagi dalam ektoderma, endoderma, serta mesoderma. Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai struktur serta fungsi tubuh yang tidak sama dengan cacing kelompok lainnya diantaranya sebagai berikut ini:

System Pencernaan: 

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) yaitu gastrovaskuler, di mana peredaran makanan tidak melalui darah namun oleh usus.

System pencernaan Platyhelmintes (cacing pipih) dimulai dari mulut, faring, serta ke kerongkongan. Di bagian belakang kerongkongan ada usus yang bercabang ke seluruh tubuh. Hingga usus tidak cuma mengolah makanan namun usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

System Syaraf: 

Ada beberapa jenis system saraf pada Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:

System syaraf tangga tali adalah system saraf yang paling simpel. Pada system itu, pusat susunan saraf disebut juga dengan ganglion otak ada di bagian kepala serta jumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak itu keluar tali saraf sisi yang memanjang pada bagian kiri serta kanan tubuh yang dikaitkan dengan serabut saraf melintang.

Pada cacing pipih yang lebih tinggi tingkatannya, system saraf bisa tersusun dari sel saraf (neuron) yang dibedakan jadi sel saraf sensori (sel pembawa signal dari indera ke otak), sel saraf motor (sel pembawa dari otak ke efektor, serta sel asosiasi (penghubung).

Indera: Dari beberapa bentuk Platyhelmintes (cacing pipih) memiliki system penginderaan berbentuk oseli, yakni bintik mata yang memiliki kandungan pigmen sensitif pada sinar. Bintik mata itu umumnya berjumlah sepasang serta ada pada bagian anterior (kepala).

Semua cacing pipih mempunyai indra meraba serta sel kemoresptor di semua badannya. Beberapa spesies juga mempunyai indra tambahan berbentuk aurikula (telinga), statosista (pengatur keseimbangan), serta reoreseptor (organ untuk memahami arah aliran sungai).

Biasanya Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai system osmoregulasi yang disebut juga dengan protonefridia. System ini terbagi dalam saluran pengeluaran cairan yang dipunyainya disebut dengan protonefridiofor yang berjumlah sepasang atau lebih. Sedang, sisa metabolisme badannya di keluarkan secara difusi lewat dinding sel.

Reproduksi: Meskipun Platyhelmintes (cacing pipih) adalah hewan hemafrodit, beberapa cacing tidak dapat melakukan perkawinan secara individu.

Reproduksi dilakukan secara aseksual serta seksual. Reproduksi seksual yaitu dengan menghasilkan gamet. Fertilisasi ovum terjadi di dalam tubuh. Fertilisasi bisa dilakukan sendiri atau mungkin dengan pasangan lain.

Ciri-Ciri Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: zoology2014peter.weebly.com
Platyhelmintes (cacing pipih) mempunyai beberapa ciri/karakteristik umum diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Mempunyai bentuk tubuh pipih, simetris serta tidak bersegmen 
  2. Ukuran tubuh mikroskopis serta ada pula yang mempunyai panjang tubuh 20 cm yakni cacing pita. 
  3. Mempunyai satu lubang yakni di mulut tanpa dubur 
  4. Memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta miliki sifat hermafodit (dua kelamin) 
  5. Hidup parasit serta ada pula yang hidup bebas 
  6. Habitat di air tawar, air laut, tempat lembab, atau dalam tubuh organisme lain. 
  7. Melakukan perkembangbiakan (bereproduksi) secara generatif dengan perkawinan silang serta bereproduksi secara vegetatif yakni membelah diri 
  8. Peka terhadap sinar 
  9. Tidak mempunyai system pernapasan. Cacing pipih memakai pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Masuknya oksigen ke pori-pori lewat cara difusi. 
  10. Tidak memiliki rongga sejati, tetapi mempunyai simetri bilateral 
  11. Tidak mempunyai system pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelmintes (cacing pipi) lewat rongga gastrovaskular 
  12. Memiliki system saraf tanggal tali serta mempunyai mata 
  13. Platyhelminthes (cacing pipih) tidak memiliki pembuluh darah. Sehingga rongga gastrovaskular beperan mendistribusikan nutrisi ke semua tubuh. 
  14. Platyhelminthes (cacing pipih) miliki sifat triploblastik (mempunyai tiga susunan embrional), yakni epidermis (susunan luar), mesodermis (susunan tengah), serta endodermis (susunan dalam). 

Klasifikasi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: haikudeck.com
Platyhelmintes (cacing pipih) dibedakan jadi 3 kelas diantaranya sebagai berikut ini:

Turbellaria (Cacing Rambut Getar):

Kelas turbellaria yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang memakai bulu getar sebagai alat geraknya. Misalnya: Planaria

Trematoda (Cacing Isap):

Kelas Trematoda yaitu sisi dari Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai alat hisap yang dilengkapi dengan kait yang berperan untuk menempelkan diri pada inangnya lantaran kelompok ini hidup secara parasit pada manusia serta hewan.

Contoh Trematoda yaitu fasciola (cacing hati), Clonorchis, serta Schistosoma. Pada trematoda dewasa hidup dalam usus, hati, ginjal, paru-paru serta pembuluh darah vertebrata.

Cestoda (Cacing Pita):

Kelas Cestoda (cacing pita) yaitu sisi Platyhelmintes (cacing pipih) yang mempunyai kulit yang dilapisi dengan kitin hingga tidak tercemar oleh enzim di usus inang. Cacing pipih hidup parasit pada hewan, misalnya yaitu taenia solium serta T. Saginata.

Spesies ini mempunyai skoleks yang berperan atau dipakai untuk melekat pada usus inang. Reproduksi taenia yaitu memakai telur yang sudah dibuahi serta didalamnya terdapat larva yang disebut juga dengan onkosfer.

Siklus Hidup/Daur Hidup Platyhelmintes (Cacing Pipih) 

Fasciola hepatica: telur (bersama feces) larva bersilia (mirasidium) siput air (lymnea auricularis atau lymnea javanica) sporokista redia serkaria keluar dari tubuh siput melekat pada rumput/tanaman air membentuk kista (metaserkaria) dikonsumsi domba (hepatica)/sapi (gigancatia) usus hati hingga dewasa.

Chlornosis sinensis: telur (bersama feces) mirasium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput ikan air tawar (melekat di ototnya) membentuk kista (metaserkaria) ikan dikonsumsi saluran pencernaan hati hingga dewasa.

Schistosoma javanicum: telur (bersama feces mirasidium siput air sporosista menghasilkan redia menghasilkan serkaria keluar dari tubuh siput menembus kulit manusia pembuluh darah vena.

Taenia saginata/taenia solium: Proglotid (bersama feces) mencemari makanan babi babi usus babi (telur menetas jadi hexacan) aliran darah otot/daging (sistiserkus) manusia usus manusia (sistiserkus pecah skolex melekat di dinding usus) hingga dewasa di manusia keluar bersama feces.

Fungsi Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Sumber: pinterest.com
Biasanya Platyhelmintes merupakan cacing yang merugikan lantaran miliki sifat parasi pada manusia serta hewan, tetapi ada spesies Platyhelmintes (cacing pipih) yang tidak merugikan manusia atau hewan yakni Planaria.

Planaria mempunyai fungsi yang digunakan sebagai makanan ikan. Platyhelmintes (cacing pipih) lebih banyak memberikan efek kerugian untuk manusia serta hewan, lantaran cacing itu juga merupakan parasit dalat hewan, saat manusia mengonsumsinya, efeknya bisa merugikan manusia lantaran terinfeksi cacing yang bisa menyebabkan beberapa masalah untuk kesehatan manusia.

Upaya Mencegah Platyhelmintes (Cacing Pipih)

Platyhelmintes adalah cacing yang biasanya merugikan manusia serta hewan, hingga dibutuhkan usaha yang bisa berupaya mencegah masuknya atau terinfeksi Platyhelmintes (cacing pipih) diantaranya sebagai berikut ini:
  1. Memutuskan daur hidupnya 
  2. Menghidari infeksi dari larva cacing 
  3. Tidak membuang tinja sembarangan serta membuang tinja secara teratur (sesuai dengan kriteria hidup sehat) 
  4. Tidak mengonsumsi daging mentah atau setengah matang (masak daging hingga matang).
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Platyhelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Platyhelminthes (Cacing Pipih) di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Platyhelminthes (Cacing Pipih). Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. artikelsiana.com