Showing posts sorted by relevance for query pengertian vulkanisme. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pengertian vulkanisme. Sort by date Show all posts

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api)

Pengertian Vulkanisme (Gunung Api). Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), Intrusi Magma, Ekstrusi Magma, Ekstrusi linear, Ekstrusi areal, Ekstrusi sentral, Tipe Gunung Api atau Beragam Macam Jenis Gunung Api.

Pengertian Vulkanisme

Sumber: duniapendidikan.net
Vulkanisme yakni seluruh peristiwa yang berkaitan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi lewat retakan dalam kerak bumi atau lewat satu pita sentral yang disebut juga dengan terusan kepundan atau diatrema.

Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut juga dengan lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mempunyai kandungan gas-gas yang memiliki cukup daya untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati satu kantong yang disebut juga dengan dapur magma. Kedalaman dapur magma yaitu penyebab perbedaan kapabilitas letusan gunung api yang terjadi. Biasanya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, semakin kuat letusan yang ditimbulkannya.

Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditetapkan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang disebut sumber paling penting aktivitas vulkanik.

Intrusi Magma

Sumber: pubs.usgs.gov
Intrusi magma yakni peristiwa menyusupnya magma diantara susunan batuan, tetapi tidak mencapai permukaan Bumi. Intrusi magma dapat dibedakan atas sebagai berikut ini:
  1. Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua susunan batuan, mendatar, dan paralel dengan susunan batuan itu. 
  2. Lakolit, yaitu magma yang menerobos diantara susunan Bumi paling atas. Mempunyai bentuk seperti lensa cembung atau kue serabi. 
  3. Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan (korok). 
  4. Diatermis, yaitu lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi. Mempunyai bentuk seperti silinder memanjang. 
Secara detil, ada intrusi magma (atau disebut juga dengan plutonisme) menghasilkan beragam macam jenis bentuk.

Ekstrusi Magma

Sumber: ilmugeografi.com
Ekstrusi magma yakni peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan membentuk gunung api. Hal semacam ini terjadi bila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit Bumi sampai menghasilkan letusan yang sangat dahsyat.

Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi bisa pula terjadi di lautan. Oleh sebab itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga bentuk, yaitu:

Ekstrusi linear 

Terjadi apabila magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sampai membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia, dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ekstrusi areal 

Terjadi bila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sampai magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal spesifik. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.

Ekstrusi sentral 

Terjadi magma keluar lewat satu lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan sebagainya.

Tipe Gunung Api 

Bersumber pada Bentuknya

Gunung Api Perisai 

Sumber: mobgenic.com
Berupa kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah. Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Frekuensi letusan umumnya sedang serta pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.

Gunung Api Kubah 

Sumber: arizal-205.blogspot.co.id
Gunung ini berupa kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam. Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membuat susunan yang tidak tipis. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat.

Banyak lava yang membeku di saluran, menyebabkan saluran jadi tertutup. Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang terhambat. Seluruh sisi puncak gunung api dapat juga hancur dan lenyap saat itu juga.

Gunung Api Strato 

Sumber: simplenews05.blogspot.co.id
Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak susunan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang kali. Lava dapat mengalir lewat segi kerucut. Karakter letusan keras.

Gunung Api Lava Pijar dan Abu 

Sumber: laqudhami.blogspot.co.id
Bentuk kerucut simetris dengan lereng cekung (konkaf) yang landai. Bahan atau emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat. Karakter letusan sedang. Contoh: Gunung Paracutin di Mexico.

Bersumber pada Letusannya
Sumber: uni-kassel.de

Tipe Hawaii 

Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tidak tebal, dan dalam perubahannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak diketemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia yakni pembentukan plato lava di tempat Dieng, Jawa Tengah.

Tipe Stromboli 

Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api yang lain yang sedang bertambah kegiatannya. Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering ditemui letusan pendek yang dibarengi ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava. Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia yakni Gunung Raung di Jawa.

Tipe Vulkano 

Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair.

Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini bisa menghasilkan lava. Bersumber pada kapabilitas letusannya tipe ini dibedakan jadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung). Peralihan antara kedua tipe ini bisa ditemui di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.

Tipe Merapi 

Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia yakni Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain yakni Gunung Galunggung di Jawa Barat.

Tipe Perret 

Letusan gunung api tipe perret yakni mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan terhambat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap didalam tubuh bumi, oleh karenanya sering keluar getaran ketika saat sebelum terjadinya letusan.

Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia yakni Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada th. 1873, sampai gunung Krakatau (tua) tersebut lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian Vulkanisme (Gunung Api), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Vulkanisme di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Vulkanisme. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com

Pengertian Gempa Bumi : Penyebab terjadinya gempa bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran pada bumi yang berasal dari peristiwa-peristiwa di dalam kulit bumi. Gempa Tektonik diakibatkan oleh peristiwa patah dan bergesernya suatu massa batuan. Gempa Vulkanik disebabkan oleh gerakan magma menuju permukaan bumi. Disamping itu, ada pula gempa runtuhan atau terban. Gempa runtuhan atau terban adalah gempa yang disebabkan oleh runtuhnya gua-gua kapur atau terowongan tambang. Diantara tiga jenis gempa tersebut yang paling banyak terjadi adalah gempa tektonik, lebih dari 90%. Kekuatannya besar dan meliputi daerah yang sangat luas. Gempa vulkanik terjadi menjelang letusan gunung api dan hanya dirasakan di sekitar gunung itu sendiri.

Gempa runtuhan paling jarang terjadi dan hanya dirasakan disekitar runtuhan. Pusat timbulnya gerakan di dalam kerak bumi disebut hiposentrum (fokus). Titik pada permukaan bumi di atas hiposentrum disebut episentrum. Dari episentrum, gelombang permukaan merambat ke segala arah seperti gelombang air kolam yang hanya terjadi jika kita melempar batu ke dalamnya. Berdasarkan arah gelombang, gempa dapat dibedakan atas tiga jenis antara lain :
  • Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh letusan gunung api. Pada umumnya getaran yang kuat hanya ada di sekitar gunung api itu saja. Gempa vulkanik terjadi sebelum dan selama letusan gunung api terjadi.
 Sebab sebab terjadinya gempa vulkanik yaitu :
  1. Tumbukan antara magma dengan dinding-dinding gunung api.
  2. Tekanan gas pada letusan yang sangat kuat.
  3. Perpindahan mendadak dari magma di dalam dapur magma.
  4. Gempa vulkanik hanya sekitar 7% dari seluruh gempa yang pernah terjadi di dunia.
  • Gempa runtuhan/ tanah terban, terjadi pada daerah yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah. Misalnya :
  1. Daerah kapur yang banyak sungai-sungai atau gua-gua di bawah tanah yang tidak sanggup lagi menahan atap gua.
  2. Daerah pertambangan yang banyak terdapat rongga-rongga di bawah tanah untuk mengambil bahan tambang. Pada daerah ini sering terjadi tanah terban. Gempa runtuhan / tanah terban ini jarang sekali terjadi dan hanya menempati 3 % dari jumlah gempa yang terjadi.
  • Gempa tektonik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergeseran tiba-tiba di dalam kulit bumi dan hal ini sangat erat hubungannya dengan pembentukan pegunungan. Gempa tektonik disebut pula gempa dislokasi. Gempa tektonik terjadi jika terbentuk patahan-patahan yang baru, atau terjadi pergeseran-pergeseran di sepanjang patahan akibat ketegangan di dalam kerak bumi. Gempa tektonik meliputi 90 % dari gempa yang terjadi di bumi.
Getaran gempa bumi merambat sebagai gelombang sesuai dengan syarat-syarat dalam ilmu fisika. Perambatan gelombang gempa dapat disamakan dengan gelombang yang terjadi karena sebuah batu dijatuhkan di dalam air. Di tempat jatuhan batu gelombang yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan tempat lain.

Demikian pula gempa, pada tempat yang dekat dengan pusat gempa getarannya lebih kuat. Makin jauh dari pusat gempa getarannya makin lemah. Sumber gempa bumi yang terdapat di dalam bumi disebut hiposentrum sedangkan daerah yang tegak lurus dengan pusat gempa disebut episetrum. Kekuatan gempa tidak selalu sama walaupun terjadi dalam satu daerah.

Kekuatan gempa di suatu daerah selain dipengaruhi oleh jaraknya dengan episentrum, juga sangat tergantung pada kekuatan gempa itu sendiri dan kedalaman pusat gempa di dalam bumi. Makin dangkal hiposentrumnya, makin kuat gempa yang dirasakan di permukaan bumi.

Berdasarkan kedalaman hiposentrumnya, ada 3 jenis gempa bumi, yaitu :
  1. Gempa dangkal, dengan kedalaman hiposentrum kurang dari 60 km.
  2. Gempa menengah dengan kedalaman hiposentrum antara 60 km-300 km.
  3. Gempa dalam dengan kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km.
Gempa bumi sendiri memiliki berberapa macam macam gempa bumi. Macam macam gempa bumi dapat dilihat berdasarkan lokasinya, gelombangnya, penyebabnya, serta kedalamannya.

Berdasarkan Lokasinya

Gempa bumi berdasarkan lokasinya adalah, gempa bumi yang dibagi berdasarkan lokasi terjadinya. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu darat dan laut.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Darat

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi di darat. Gempa bumi ini, terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di darat. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, tetapi mampu menghancurkan gedung, bahkan membuat kebakaran pada kota.

  • Gempa Bumi yang Terjadi Di Laut

Gempa bumi ini adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di dasar laut. Gempa bumi memiliki potensi menciptakan tsunama, akibat perbedaan tekanan sebelum dan sesudah gempa, menyebabkan air menjadi naik, dan menciptakan tsunami (Baca: Penyebab Tsunami dan Akibatnya).

Berdasarkan Gelombang

Gelombang adalah salah satu penyebab terjadinya gempa bumi. Gelombang ini berasal dari pusat gempa yang disebut hiposentrum. Hiposentrum adalah titik utama dari gempa yang sedang terjadi. Gempa bumi ini dibagi menjadi 2, yaitu primer dan sekunder.

  • Gempa Berdasarkan Gelombang Primer

Gempa yang berdasarkan gelombang primer, adalah gempa yang bersifat merambat. Gelombang ini berasal dari pusat gempa dengan kecepatan hingga 14 km per detik. Gempa ini adalah gempa permulaan, sebelum gempa susulan.

  • Gempa Bumi Berdasarkan Gelombang Sekunder 

Gempa yang diakibatkan dari gelombang ini, sama dengan gelombang primer. Yang membedakan adalah, gempa ini meliki kecepatan yang lebih lambat. Kecepatan gelombang ini hanya sekitar 7 km per detik. Gempa ini biasanya susulan dari gempa pertama yang lebih kuat.

Berdasarkan Penyebabnya

Gempa bumi ini berasal dari sebab yang berbeda- beda. Gempa bumi dapat terjadi akibat kejadian alam, maupun kejadian yang diciptakan oleh manusia. Berikut ini 4 jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya.
  1. Gempa Tektonik  adalah gempa yang terjadi akibat bergesernya lempeng-lempeng tektonik. Lempeng tektonik adalah lempeng yang ada didunia. Lempeng- lempeng ini membentuk benua- benua di dunia. Gerakan lempeng- lempeng ini bisa saling mendekat maupun menjauh. Jika lempeng- lempeng ini saling bersinggungan, memiliki potensi menciptakan gempa bumi yang sangat besar.
  2. Gempa Vulkanik adalah gempa yang terjadi pra dan pasca letusan gunung api. Letusan gunung api, berasal dari terjadinya tekanan panas di dapir magma yang ini keluar, mencari tekanan yang lebih rendah. Akibatnya, tekanan tersebut menggerakkan lapisan bumi, dan mengetarkannya. Gunung api yang mau meletus, akan mengakibatkan gempa bumi kecil yang terjadi berulang- ulang. Dan saat meletus, akan menghasilkan getaran yang kuat (Baca: Gejala Vulkanisme Gunung Berapi).
  3. Gempa Bumi Akibat Runtuhan dan Benturan adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya longsor. Longsor ini bisa diakibatkan oleh erosi atau gunung kapur yang runtuh (Baca: Proses Terjadinya Longsor dan Penyebabnya). Jatuhnya batuan dan tanah akibat longsor, menyebabkan getaran kecil pada kulit bumi. Selain itu, benturan dari meteor yang jatuh ke bumi, juga menyebabkan terjadinya gempa bumi.
  4. Gempa Bumi Akibat Manusia, Gempa bumi tidak hanya disebabkan oleh alam. Manusia juga memiliki kemampuan dalam menciptakan gempa bumi. Gempa bumi ini, terjadi akibat pemakaian bahan peledak berkekuatan besar. biasanya bahan peledak ini, dipakai untuk menghancurkan gedung- gedung yang sudah tidak terpakai, atau melubangi gunung yang dipakai untuk pertambangan. Pertambangan yang hancur, juga dapat menyebabkan gempa bumi.