Showing posts sorted by relevance for query peredaran darah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query peredaran darah. Sort by date Show all posts
12 May 2017

Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia

Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia. Sistem Peredaran Darah Manusia, Sistem Sirkulasi Darah Manusia, dan Sistem Sirkulasi Tubuh Manusia.

Sistem Sirkulasi Darah

Sumber: arbamedia.com
Jantung adalah satu organ sebesar kepalan tangan manusia yang mekanisme kerjanya serupa dengan pompa untuk memberi tekanan pada pembuluh darah supaya darah bisa selalu mengalir di dalam tubuh. Lantas mengapa tekanan ini penting?

Karena karakter cairan senantiasa mengalir dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan lebih rendah.

Jantung yang memompa darah akan membuat tekanan dalam pembuluh darah semakin lebih tinggi dibanding dengan tekanan di jaringan, hingga darah akan mengalir ke jaringan. Tetapi, tekanan ini memiliki nilai keseimbangan yang mana apabila terlampau tinggi akan membahayakan tubuh.

Pembuluh darah yang disebut sebagai saluran berupa pipa untuk mengalirkan serta mengarahkan darah ke semua sisi tubuh.

Darah yaitu sekumpulan sel berupa cairan yang membawa elektrolit, nutrisi, dan oksigen ke semua tubuh serta mengembalikan karbon dioksida ke paru-paru dan sisa metabolisme ke organ ekskresi. Saat ini kita akan mengulas secara detil tentang komponen-komponen itu.

Jantung 

Sumber: inaheart.or.id
Seperti yang sudah kami singgung di atas, jantung yaitu organ berongga serta berotot memiliki ukuran sekepalan tangan. Jantung terdapat di rongga dada antara tulang dada serta tulang belakang. Posisi jantung agak sedikit ke kiri di dalam dada, hingga kita dapat merasakan denyutannya lewat cara meletakkan tangan di dada agak ke kiri.

Susunan jantung terbagi dalam:
  • Perikardium, adalah selaput pembungkus jantung; 
  • Miokardium, yaitu otot yang berkontraksi; 
  • Endokardium, yaitu selaput yang membatasi ruang jantung. 
Jantung memiliki dua mekanisme pompa yang terpisah yang dibagi jadi sisi kanan serta kiri, dan mempunyai empat rongga, satu rongga atas serta satu rongga bawah di tiap bagiannya.
  • Rongga atas (atrium) menerima darah yang kembali pada jantung lantas mengalurkannya ke rongga bawah. 
  • Rongga bawah (ventrikel), yaitu rongga yang bertugas untuk memompa darah ke luar dari jantung. 
Kedua sisi jantung dipisahkan oleh satu sekat pemisah yang disebut dengan septum untuk menghindari darah bercampur dari kedua segi jantung.

Pada rongga jantung ada katup yang melindungi supaya aliran darah jantung tetap searah:
  • Valvula trikuspidalis yaitu katup yang terdapat antara serambi (atrium) kanan dengan bilik (ventrikel) kanan jantung. 
  • Valvula bikuspidalis yaitu katup yang terdapat antara serambi (atrium) kiri serta bilik (ventrikel) kiri jantung. 
  • Valvula semilunaris yaitu katup yang ada pada pangkal aorta serta arteri pulmonalis. 

Pembuluh Darah 

Sumber: biologylearningcenter.blogspot.co.id
Seperti yang sudah kami katakan juga di atas kalau pembuluh darah merupakan saluran untuk mengalirkan darah ke semua tubuh, tetapi pembuluh darah bukan cuma merupakan saluran tunggal namun memiliki percabangan yang sangat banyak supaya bisa mencapai semua sisi tubuh. Tiap percabangan akan menyebabkan adanya perubahan jenis dari pembuluh darah ini.

Pembuluh nadi/arteri 

Pembuluh darah arteri yaitu pembuluh darah yang keluar dari jantung. Pembuluh ini tidak memiliki katup di sepanjang alirannya dan lantaran pembuluh ini mengalirkan darah dari jantung, maka desakannya lebih besar dibanding vena. Pembuluh ini terbagi dalam empat jenis.

Pembuluh Aorta 

Aorta terkait langsung dengan ventrikel kiri jantung untuk membawa darah kaya oksigen ke semua sisi tubuh.

Pembuluh Arteri Pulmonalis 

Arteri pulmonalis terkait langsung dengan ventrikel kanan yang bertugas mengalirkan darah kaya karbon dioksida (CO2) ke paru-paru agar terjadi pergantian udara yang lantas dialirkan kembali pada jantung lewat vena pulmonalis.

Pembuluh Arteri 

Yaitu cabang dari aorta yang memiliki ukuran lebih kecil dari aorta.

Arteriola 

Yaitu cabang arteri yang kemudian akan terkait dengan pembuluh kapiler. Di pembuluh kapiler terjadi pertukaran gas serta nutrisi dengan jaringan.

Pembuluh balik/vena 

Nama lain pembuluh balik yaitu vena yang disebut sebagai pembuluh pengangkut darah dari semua tubuh kembali pada serambi (atrium) kanan jantung. Ciri khas dari pembuluh vena yaitu mempunyai katup di sepanjang salurannya. Pembuluh ini dibedakan kembali menjadi 4 bagian:

Vena Cava 

Vena cava dibedakan jadi dua, yakni vena cava superior yang membawa aliran darah dari sisi atas (kepala) serta vena cava inferior yang membawa aliran darah dari sisi tubuh bawah. Vena inilah yang terkait langsung dengan atrium kanan jantung.

Vena Pulmonalis 

Vena pulmonalis yaitu pembuluh yang mengalirkan darah kaya oksigen dari paru-paru menuju atrium kiri jantung.

Vena 

Yaitu pembuluh darah yang terkait dengan venula

Venula 

Yaitu pembuluh yang terkait langsung dengan kapiler serta lantas mengalirkan darah menuju vena.

Sistem Sirkulasi Darah 

Sumber: hedisasrawan.blogspot.co.id
System sirkulasi darah dibedakan jadi dua, yakni:

System sirkulasi darah kecil (sirkulasi pulmonal/paru) 

Kita akan memulai dari darah yang kembali pada jantung lewat vena cava serta mengalir menuju atrium kanan jantung, darah yang ada di atrium kanan yaitu darah yang konsentrasi oksigennya rendah karena sudah di ambil oleh jaringan tubuh.

Darah dari atrium kanan lantas dialirkan menuju ventrikel (bilik) kanan, darah lantas dipompa keluar lewat arteri pulmonalis menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi pertukaran udara antara CO2 serta O2.

Oleh sebab itu, segi kanan jantung menerima darah dari sirkulasi systemik serta memompanya ke paru-paru.

System peredaran darah besar (sirkulasi systemik) 

Darah yang datang dari paru-paru serta sudah kaya akan O2 dikembalikan ke atrium kiri jantung lewat vena pulmonalis, darah dari atrium kiri ini lantas dialirkan menuju ventrikel kiri jantung yang lantas akan dipompa ke semua tubuh terkecuali paru.

Oleh sebab itu, segi kiri jantung menerima darah dari paru-paru serta memompanya ke semua tubuh terkecuali paru.

Ventrikel kiri ini akan memompa darah menuju aorta yang akan bercabang jadi arteri-arteri besar untuk menelusuri semua sisi tubuh. Beberapa darah yang dipompa ventrikel kiri mengalir ke otot, beberapa ke ginjal, beberapa ke otak, dan sebagainya.

Maka itu aliran arteri tidak akan membawa darah yang sudah kehilangan oksigennya akibat diserap oleh jaringan spesifik, arteri akan menebar secara rata agar keperluan oksigen serta nutrisi tiap jaringan bisa tercukupi secara maksimal.

Setelah jaringan menyerap oksigen dari pembuluh kapiler yang disebut sebagai percabangan dari arteri, darah akan dialirkan menuju venula lantas menuju vena serta lantas akan dialirkan ke vena paling besar yakni vena cava inferior serta vena cava superior untuk dialirkan kembali menuju jantung lewat atrium kanan serta dialirkan ke sirkulasi paru.

Begitulah selanjutnya sirkulasi yang tidak ada ujungnya ini akan terjadi sepanjang hidup seorang manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi) Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Sistem Peredaran Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Sistem Peredaran Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
16 May 2017

Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida

Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida. Pengertian Annelida, Klasifikasi Annelida, Struktur Tubuh Annelida, dan Ciri-Ciri Annelida.

Pengertian Annelida

Sumber: zaloosara.com
Secara Bahasa Annelida yaitu hewan yang bentuk badannya seperti susunan cincin. Kata Annelida datang dari bahasa yunani, yakni dari kata annulus yang memiliki arti cincin, serta oidos yang artinya bentuk.

Annelida mempunyai rongga tubuh sejati serta badannya berbentuk seperti segmen, dan bernapas lewat kulit. Hingga saat ini ada kurang lebih 15.000, dengan panjang tubuh dari 1 mm-3 m. Filum Annelida bisa hidup di laut, air tawar, serta di tanah.

Struktur Tubuh Annelida 

Sumber: keywordsuggests.com
Sisi tubuh annelida berbentuk segmen-segmen. Antara satu segmen dengan segmen yang lain ada sekat yang disebut dengan septa. Pembuluh darah, pembuluh saraf, serta system ekskresi tersambung menembus septa antara satu segmen dengan segmen yang lain.

Rongga Tubuh annelida memuat cairan yang berperan dalam pergerakan hewan ini, kontraksi otot juga amat mempengaruhi gerakannya. Badannya berupa simetri bilateral, yakni sisi tubuh yang satu berdampingan dengan sisi tubuh yang lain, serta jika ditarik garis yang memotong dari depan ke belakang maka akan diperoleh potongan yang sama.

Susunan Luar tubuh annelida mempunyai kutikula (susunan pelindung). Pada susunan luar annelida juga ada sel sensoris yang berperan untuk menerima rangsang.

Tubuh annelida juga mempunyai susunan otot, yang terbagi dalam otot sirkuler (spiral rapat) serta Otot Longitudinal (spiral panjang). Saat Otot Sirkuler Berkontraksi segmen akan jadi lebih tipis serta memanjang, sedangkan saat otot longitudinal berkontraksi segmen akan menebal serta memendek.

System Organ Annelida 

Sumber: animalstime.com
System Peredaran Darah, Annelida mempunyai System Peredaran darah tertutup yang mempunyai pembuluh darah dengan hemoglobin di dalamnya hingga darahnya berwarna merah. Peranan Pembuluh darah menghantarkan nutrisi serta oksigen ke semua tubuh, di bagian kulitnya ada sangat banyak pembuluh darah kecil, lantaran hewan ini bernapas melalui kulit.

System Pernapasan, Annelida bisa berlangsung lewat semua permukaan badannya yakni kulit, tetapi ada sumber yang mengatakan kalau ada pula spesies yang bisa bernapas lewat insang.

System Persarafan, Annelida mempunyai system persarafan yang disebut juga dengan system saraf tangga tali. Merupakan system saraf yang terbagi dalam ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring, serta tali saraf yang menembus segmen tubuh.

System Reproduksi Annelida biasanya berlangsung secara seksual, Satu Annelida mempunyai dua alat kelamin yakni alat reproduksi jantan serta betina (Hermafrodit), walaupun demikian, reproduksi seceara seksual tetap memerlukan dua individu yang akan mengatur dirinya sedemikian rupa hingga bisa mempertemukan sperma.

Kemudian hasil reproduksi tadi akan disimpan dalam sebuah organ khusus yang disebut dengan klitelum. Jika sudah siap, hasil ini akan terlepas dari kepala cacing, tinggal serta berkembang di dalam tanah. Beberapa Annelida dapat juga bereproduksi secara aseksual lewat cara fregmentasi diikuti dengan pergantian atau regenerasi.

System Pencernaan pada Annelida udah lengkap. Organ pencernaannya terbagi dalam mulut, faring, esofagus, usus, serta anus.

System Ekskresi Annelida dilakukan oleh organ eksresi, yakni nefridia (organ eksresi yang disebut sebagai saluran), nefrostom (Corong bersilia dalam tubuh), serta nefrotor (Pori tubuh tempat kotoran keluar). Tiap Segmen mempunyai organ eksresinya masing-masing.

Cara Hidup Annelida 

Sumber: robertharding.com
Beberapa Annelida hidup bebas tetapi adapula yang hidup parasit melekat serta bergantung pada inangnya. Rata-rata Annelida hidup diperaian laut serta air tawar, beberapa yang lainnya hidup di tanah serta tempat yang lembab. Saat hidup di tanah, hewan ini akan membuat liang untuk tempat hidupnya.

Ciri-Ciri Annelida 

Sumber: robertharding.com
  1. Badannya bilateral, bersegmen (berupa seperti susunan cincin), serta antara segmen ada septa 
  2. Mempunyai Saluran pencernaan makanan lengkap, dengan mulut di depan serta anus di belakang 
  3. Bernapas dengan kulit atau insang 
  4. Mempunyai rongga tubuh 
  5. Memiliki darah yang memiliki kandungan hemoglobin hingga darahnya berwarna merah 
  6. Alat reproduksinya punya sifat hermafrodit 
  7. System Saraf Tangga Tali 

Klasifikasi Annelida

Sumber: pinterest.com
Ada kurang lebih 15.000 spesies Annelida, Bersumber pada banyak atau tidaknya rambut pada badannya, Annelida diklasifikasikan jadi tiga grup:

PolyChaeta 

Kata PolyChaeta datang dari dua kata bahasa Yunani, yakni Poli yang artinya banyak, serta Chaeta yang artinya Rambut. Jadi Kelas PolyChaeta ini merupakan yang mempunyai rambut paling banyak dalam filum Annelida. Seluruh Species dalam kelas PolyChaeta hidup air.

Tiap Segmen pada tubuh PolyChaeta mempunyai susunan seperti daging berupa dayung yang disebut dengan Parapodia (Tunggal = parapodium). Susunan ini berperan sebagai alat geraknya. Pada Beberapa PolyChaeta, Parapodia juga berperan sebagai insang lantaran ada pembuluh darah halus.

Pada Tiap parapodium ada rambut halus punya sifat kaku yang umum disebut dengan seta, rambut ini dapat dilapisi oleh kutikula hingga licin. Ukuran tubuh seringkali ditemui pada kelas ini berkisar antara 5-10 cm. Sisi Badannya terdiri atas kepala, mata, serta sensor palpus.

OligoChaeta 

Kata OligoChaeta datang dari dua kata bahasa Yunani, yakni Oligo yang artinya sedikit, serta Chaeta yang artinya rambut. Kelas OligoChaeta adalah kelas filum Annelida yang mempunyai sedikit rambut.

Bayak Anggota OligoChaeta yang hidup di tanah atau tempat lembab, tetapi adapula yang hidup di air. Lantaran mempunyai sedikit rambut (Seta) serta tidak mempunyai Parapodia, kepalanya kecil, tidak memiliki alat peraba, serta tidak memiliki bintik mata. Pada susunan kulit ada sisi saraf yang berperan untuk menerima rangsangan.

Cacing Tanah (Pheretima sp.) yaitu spesies paling populer dibanding dengan spesies lain pada kelas ini. Klitelium (Organ Reproduksi, memiliki beberapa segmen, warnanya tidak sama) pada kelas ini ada di segmen 32-37, sel telur di produksi pada segmen 13, sedangkan sperma di produksi pada segmen 10 serta 11.

Hirudenia 

Hirudinea yaitu kelas filum Annelida yang tidak mempunyai seta (rambut) serta tidak mempunyai parapodium di badannya. Tubuh Hirudinea agak pipih dengan ujung depan serta belakang sedikit meruncing.

Pada Segmen awal serta pada akhirnya ada alat penghisap yang berperan untuk bergerak serta melekat. Gabungan dari alat penghisap serta kontraksi dan relaksasi otot adalah mekanisme gerakan dri Hirudinea. Beberapa Besar Hirudinea adalah ekstoparasit yang banyak ditemui pada permukan luar inangnya. Ukuran Hidudinea beragam antara 1-30 cm.

Hirudinea hidup pada inangnyauntuk menghisap darah lewat cara melekatkan diri. Beberapa dari mereka membuat luka pada permukaan tubuh inang hingga bisa menghisap darahnya, sedangkan berberapa yang lainnya mengsekresikan sebuah enzim yang bisa melubangi kulit.

Setelah sukses membuat lubang ia akan mengekskresikan zat anti pembeku darah, rata-rata tidak terasa ketika kelas ini melekat pada inangnya lantaran ia menghasilkan sebuah zat anastesi yang bisa menyingkirkan rasa sakit. Dalam bahasa sehari-hari Kelas ini kita kenal dengan sebutan Lintah.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Klasifikasi, Struktur Tubuh, dan Ciri Annelida, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Annelida di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Annelida. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
26 April 2017

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah

Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah. Pengertian Pembuluh Darah, Fungsi Pembuluh Darah, Struktur Pembuluh Darah dan Macam-Macam Pembuluh Darah.

Pengertian Pembuluh Darah

Sumber: icpcapsule.co.id
Pembuluh darah yaitu sisi dari system peredaran darah. Pembuluh darah umum di sebut oleh orang awam dengan sebutan urat. Pembuluh darah merupakan jaringan elastis membawa darah dari jantung ke semua tubuh, lantas mengembalikannya lagi ke dalam jantung.

Pembuluh darah termasuk juga ke dalam system pembuluh darah, yang mana pada mamalia, system ini terdiri jantung, arteri besar, arteriol (arteri kecil), kapiler (pembuluh darah kecil di ujung jaringan serta sel), venula (vena kecil) serta vena.

Fungsi paling utama system ini yaitu menyalurkan darah yang memiliki kandungan oksigen ke sel serta jaringan serta mengembalika darah vena ke paru-paru untuk pertukaran gas oksigen (O2) dengan karbon dioksida (CO2).

Struktur Pembuluh Darah

Pembuluh darah terbagi dua, yakni arteri serta vena:

Arteri 

Sumber: artikelsiana.com
Arteri membawa darah dari jantung ke semua tubuh. Pembuluh darah arteri terdiri atas beberapa susunan sebagai berikut ini:

Tunika intima yaitu susunan terdalam dari pembuluh darah yang terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Di bawah susunan endotel yaitu susunan subendotel, terdiri atas jaringan penyambung jarang halus yang terkadang memiliki kandungan sel otot polos yang bertindak untuk kontraksi pembuluh darah.

Tunika media ini yaitu susunan tengah yang terbagi dalam serat otot polos yang tersusun melingkar. Pada arteri yang lebih besar, tunika media dipisahkan dari tunika intima oleh sebuah lamina elastik interna.

Membran ini terdiri atas serat elastik, umumnya berlubang-lubang hingga beberapa zat bisa masuk lewat lubang-lubang yang ada dalam membran serta memberi suplai O2 serta makanan yang lain pada sel-sel yang terdapat jauh di dalam dinding pembuluh.

Pada pembuluh besar, kerap ditemukan lamina elastika eksternal yang tidak tebal yang memisahkan tunika media dari tunika adventitia yang terdapat diluar.

Tunika adventitia atau susunan terluar terdiri atas dengan jaringan ikat kolagen serta elastik, terlebih kolagen type I. Pada pembuluh yang lebih besar, ada vasa vasorum bercabang-cabang luas dalam adventitia.

Anastomosis Arteriovenosa yaitu hubungan langsung antara aliran arteri serta vena. Anastomosis arteriovenosa ini menyebar di semua tubuh serta biasanya ada pada pembuluh-pembuluh kecil berperan mengatur sirkulasi pada daerah spesifik, terlebih pada jari, kuku, serta telinga.

System ini memiliki fungsi penyusunan aliran pada beragam organ serta berperanan pada beberapa fenomena fisiologi seperti menstruasi, perlindungan pada suhu yang rendah, serta ereksi.

Anastomosis arteriovenosa banyak dipersarafi oleh system saraf simpatis serta parasimpatis (system saraf otonom). Tidak hanya mengatur aliran darah pada beragam organ, anastomosis ini memiliki fungsi termoregulator atau pengatur suhu yang terutama dapat dibuktikan pada kulit anggota gerak (ekstremitas).

Vena 

Sumber: apaperbedaan.com
Vena berperan membawa darah dari perifer (ujung) kembali pada jantung serta paru-paru. Vena terbagi dalam beberapa susunan, yakni:

Tunica intima: terbagi dalam susunan endothelium yang memiliki kandungan sel pipih selapis, serta susunan subendothelium yang memuat jaringan ikat tipis langsung terkait dengan tunica adventitia.

Tunica media: susunan ini tipis, otot polosnya bercampur dengan jaringan ikat.

Tunica adventitia: yaitu susunan paling tebal pada vena, susunan ini dapat susunan yang paling berkembang. Jaringan ikat longgar dengan serabut kolagen yang membentuk berkas-berkas longitudinal, sel fibroblas terlihat diantaranya. Beberapa sel otot polos juga kerap terlihat juga.

Vasa vasorum yaitu pembuluh darah kecil yang memberi supply metabolit-metabolit untuk beberapa sel di tunika adventitia serta tunika media pembuluh-pembuluh darah besar, apakah itu vena besar ataupun arteri besar, lantaran lapisan-lapisannya sangat tebal untuk di beri makanan oleh difusi langsung dari aliran darah.

Fungsi Pembuluh Darah

Sumber: pembuluhdarah.com
Pembuluh darah berperan membawa darah yang dipompa dari ventrikel kiri jantung ke seluruh tubuh, darah itu memiliki kandungan oksigen yang diikat oleh hemoglobin atau Hb di dalam darah. Di dalam darah juga ada protein serta glukosa yang mana komponen itu diperlukan oleh jaringan serta sel nantinya.

Setelah sampai ke semua tubuh atau organ targetnya lewat anastomosis arteriovenosa serta kapiler. Oksigen serta metabolit tersebut di pasok ke organ tujuan sampai tercapailah tujuan dengan oksigen serta metabolit seperti glukosa itu, beberapa sel di seluruh tubuh bisa mengalami metabolisme aerob (memakai O2) untuk menjalani fungsinya.

Lantas oksigen itu ditukar dengan karbon dioksidan, lantas kembalilah darah itu darah ke jantung lewat vena kecil lantas vena besar, setelah sampai dijantung, darah itu dipompa oleh ventrikel kanan jantung kedalam paru, atau system ini disebut juga dengan dengan aliran pulmoner.

Hingga diparu, darah yang membawa CO2 itu ditukar kembali dengan O2 yang baru kita hirup, lewat mekanisme difusi.

Pembuluh darah juga berperan untuk membawa sel darah putih saat terjadi infeksi untuk mekanisme pengobatan, sel darah putih itu yang merupakan imun tubuh seseorang akan melawan kuman maupun benda asing yang masuk ke dalam tubuh, hingga saat imunitas seseorang melemah maupun kuman yang masuk ke dalam tubuh sangat kuat, disitulah seseorang terserang penyakit.

Macam-Macam Pembuluh Darah

Sumber: ilmuveteriner.com
Secara garis besar, pembuluh darah terbagi jadi dua, yakni arteri serta vena.

Beberapa jenis arteri

Arteri elastik: yaitu pembuluh paling besar di tubuh, contoh arteri ini yaitu aorta (pembuluh darah paling besar yang menyambut darah setelah baru di keluarkan dari ventrikel kiri jantung), trunkus pulmonalis (pembuluh darah yang menyambut darah yang keluar dari pompaan ventrikel kanan jantung), serta cabang-cabang pokoknya.

Dinding pembuluh darah jenis ini khususnya terbagi dalam jaringan ikat elastik, menunjukkan daya tahan serta kelenturan saat darah mengalir. Dinding pembuluh ini sangat melebar sepanjang sistol (kontraksi jantung atau pompa jantung). Pada saat diastol (relaksasi jantung), dinding kembali mengerut (recoil) serta mendorong darah maju.

Arteri muskular: dinding memiliki kandungan banyak otot polos, juga mengontrol aliran darah lewat vasokontriksi (menguncup) serta vasodilatasi (mengembang), mekanisme ini diatur oleh system saraf otonom.

Arteriol: arteri kecil dengan satu hingga lima susunan otot polos, arteriol terminal akan mengalirkan darah ke pembuluh darah paling kecil, yakni kapiler.

Beberapa jenis kapiler 

  1. Vas capillare continuum: yaitu jenis yang paling banyak, endotel membentuk susunan utuh. 
  2. Vas capillare fenestratum: memiliki kandungan fenestra maupun pori-pori pada endotelnya. Ada di kelenjar endokrin, usus halus, serta glomerulus ginjal 
  3. Vas capillare sinusoideum: menunjukkan diameter lebar dengan celah diantara beberapa sel endotel. Membrana basalisnya tidak terbentuk sempurna. Kapiler ini terdapat di hati, limpa, serta sumsum tulang.

Beberapa jenis vena 

Vena cava: vena ini yaitu pembuluh darah yang menyambut darah dari semua tubuh yang memiliki kandungan CO2 saat akan masuk ke dalam jantung, vena ini adalah vena paling besar, vena cava ada dua yakni vena cava superior yang letaknya di atas jantung, serta vena cava superior yang terdapat di bawah vena cava inferior.

Vena pulmonalis: vena ini membawa darah dari paru atau aliran pulmoner ke dalam jantung, vena ini memiliki kandungan darah yang memuat O2. Vena pulmonalis juga terbagi dua yakni vena pulmonalis dextra yang membawa darah dari paru-paru kanan, serta vena pulmonalis sinistra yang membawa darah dari paru-paru kiri.

Vena cutanea: yaitu vena yang terlihat di bawah kulit, yang umum ditusuk ketika seseorang di infus.

Deep vein: yaitu vena yang terletak lebih dalam serta berdekatan dengan arteri, vena ini tidak terlihat dari luar kulit.

Venula: ini yaitu vena dengan ukuran paling kecil, serta terkait langsung dengan kapiler.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi dan Macam-Macam Pembuluh Darah, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Pembuluh Darah di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Pembuluh Darah. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
  1. softilmu.com
13 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan)

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan). Pengertian Kingdom Animalia, Ciri – Ciri Kingdom Animalia, Klasifikasi Kingdom Animalia, Struktur Tubuh Kingdom Animalia, Vertebrata, Invertebrata, dan Penjelasan Lengkap Lainnya Mengenai Kingdom Animalia (Hewan).

Pengertian Kingdom Animalia

Sumber: riofrans.blogspot.co.id
Dalam biologi, kerajaan atau kingdom dalam bahasa latin regnum, pl. regna, adalah tingkat paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.

Tubuh hewan tersusun atas banyak sel yang tergabung membuat jaringan. Hewan tidak bisa membuat makanannya sendiri hingga disebut dengan heterotrof. Hewan adalah organisme eukariot, multiseluler serta heterotrofik.

Tidak sama dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang udah jadi ke dalam badannya dengan menelannya secara langsung (ingestion) atau mengonsumsi organisme yang lain dapat pula mengonsumsi bahan organik yang terurai.

Keunikan hewan yaitu adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls serta pergerakan, yakni jaringan saraf serta jaringan otot hingga bisa bergerak secara aktif. Beberapa hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.

Memanglah terasa sedikit susah memahami pengertian hewan sesungguhnya, hal semacam ini disebabkan karena adanya macam - macam karakter hewan di dunia, senantiasa ada pengecualian dari beberapa karakter umum pada sebuah kelompok hewan spesifik. Sebutan lain untuk hewan yaitu binatang atau fauna atau margasatwa.

Lantas apa hubungan pengertian hewan dengan kingdom animalia? Jelas amat terkait lantaran kingdom animalia itu sendiri yaitu klasifikasi (pengelompokan) hewan atau binatang yang mempunyai anggota yang paling banyak serta beragam.

Struktur Tubuh Kingdom Animalia

Dalam pengklasifikasian kingdom animalia, ada 4 ciri mencolok yang bisa membedakan struktur tubuh satu dengan yang lain. Yakni bersumber pada simetri tubuh serta susunan tubuh.

Susunan Tulang Belakang 
  1. Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. 
  2. Invertebrate adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. 
Kesimetrisan Tubuh

Asimetris 

Simetri tubuh hewan ini tidak beraturan.

Simetri bilateral 

Hewan yang sisi badannya tersusun bersebelahan dengan sisi yang lain adalah simetri tubuh bilateral. Bila di ambil garis memotong dari depan ke belakang, akan tampak sisi badannya sama atau seimbang kiri serta kanan.

Hewan dengan simetri tubuh ini, mempunyai sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Juga mempunyai sisi atas atau dorsal serta sisi bawah atau ventral, sisi kepala atau anterior serta sisi ekor atau posterior dan sisi samping atau lateral.

Simetri radial 

Hewan mempunyai susunan tubuh melingkar atau bulat adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri radial. Bentuk tubuh seperti ini cuma mempunyai dua sisi yakni sisi puncak atau oral serta sisi dasar atau aboral. Hewan ini disebut dengan radiata.

Susunan Tubuh 

Hewan diploblastik 

Hewan tipe ini cuma mempunyai 2 susunan sel tubuh. Susunan luar disebut dengan ektoderma serta susunan dalam disebut dengan endoderma.

Hewan triploblastik 

Hewan triploblastik adalah hewan yang mempunyai 3 lapis sel tubuh. Susunan terluar disebut dengan eksoderma yang akan berkembang jadi epidermis serta sistem saraf serta susunan tengah disebut dengan mesoderma yang akan berkembang jadi kelenjar pencernaan serta usus dan susunan terdalam disebut dengan endoderma sebagai jaringan otot.

Rongga Tubuh 

Khusus untuk hewan triploblastik, masih tetap ada lagi susunan bentuk badannya bersumber pada rongga yang dibagikan lagi ke dalam 3 kelompok yakni:

Aselomata 

Hewan dengan tipe rongga aselomata adalah hewan yang bertubuh padat yang tidak mempunyai rongga antara usus dengan tubuh terluarnya.

Pseudoselomata 

Hewan dengan tipe rongga ini mempunyai rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga itu berodo cairan yang memisahkan alat pencernaan serta dinding tubuh terluar.

Selomata 

Hewan berongga satu ini memuat cairan serta memiliki batas yang datang dari jaringan mesoderma. Susunan dalam serta luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga serta menghubungkan dorsal dengan ventral.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Susunan beberapa jenis hewan jadi beberapa kelompok besar serta kecil dalam suatu ketentuan yakni;
  1. Taxonomi atau systematika meliputi klasifikasi serta nomenkelatur, ketentuan yang memisahkan kelompok beragam hewan atas dasar criteria tertentu 
  2. Nomenkelatur adalah tata cara pemberian nama pada jenis hewan atau kelompok hewan yang akan disusun dalam klasifikasi. 
Pengklasifikasian kingdom animalia yakni Vertebrata (mempunyai tulang belakang) serta Avertebrata (tidak mempunyai tulang belakang). Mari kita ulas satu persatu.

Vertebrata 

Vertebrata adalah subkingdom animalia yang mempunyai susunan ruas-ruas tulang belakang atau vertebrae.

Vertebrata diklasifikasikan bersumber pada kulit yang menutupi badannya, reproduksi, cara menjaga suhu tubuh serta anggota tubuhnya.

Biasanya mempunyai tubuh simetri bilateral, rangka dalam, serta beragam organ tubuh. Vertebrata sudah mempunyai organ tubuh lengkap. Dalam subkingdom vetebrata, ada 5 kelas yakni:

Pisces (ikan) 
Sumber: dbagus.com
Habitat ikan mempunyai habitat di air dengan alat pernapasan berbentuk insang. Alat gerak ikan berbentuk sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip. Beberapa ikan bahkan juga mempunyai tentakel dibagain anterior atau depan.

Reproduksi pada ikan dengan bertelur, juga mempunyai sepasang ginjal kiri serta kanan yang bertugas membuat zat sisa, serta mempunyai system saraf pusat tepi. system peredaran darah pada ikan yaitu system peredaran darah tertutup ganda yang bergerak dari insang menuju ke jantung serta menuju semua tubuh lalu kembali pada ke jantung.

Sistem pencernaan ikan lewat organ-organ seperti dari mulut menuju lambung lalu usus halus, usus besar serta pembuangannya lewat anus. Proses penyerapan (absorbs) terjadi di usus halus. Reproduksi pisces yaitu secara seksual yang membentuk telur.

Amphibia (hewan hidup di dua alam, air serta darat) 
Sumber: alearningfamily.com
Hewan ini bisa bertahan hidup di dua alam, seperti katak serta katak ini bila masih kecil pernafasannya memakai insang namun bila sudah dewasa akan berubah serta akan memakai paru hingga katak bisa hidup di dua alam yakni darat serta air. Alat geraknya berbentuk sepasang kaki depan serta belakang.

Namun ada pula yang tidak mempunyai kaki (apoda) umpamanya salamander cacing. Ampibia memiliki ginjal yang bertugas mengeluarkan zat sisa. System-sistem yang terjadi di tubuh katak tidak jauh beda dengan jenis ikan. Kelas ampibia dibagi jadi 3 ordo yakni, anura (katak serta kodok), urodela (ampibi berekor), serta apoda (ampibi tidak berkaki).

Reptilian (hewan melata) 
Sumber: coolgalapagos.com
Dalam bahasa latin, reptilian artinya melata. Reptilian mempunyai kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berperan mencegah kekeringan.

Beberapa reptile mempunyai anggota tubuh berjari lima dengan cakar yang kuat namun ular memakai ototnya untuk bergerak, bernapas dengan paru-paru, jantungnya beruang tiga atau empat, memakai energy lingkungan untuk mengatur suhu badannya hingga termasuk hewan poikiloterm, fertilisasinya internal, menghasilkan telur hingga termasuk ovipar dengan telur bercangkang.

Bangsa kura-kura memiliki cangkai perisai yang keras disebut juga karapaks (sisi atas) serta plastron (sisi bawah). Pernafasannya memakai paru-paru, faring serta kloaka tergantung macamnya. Sistem ekskresinya memakai ginjal, kulit, kloaka serta hati.

Makanannya dicerna lewat esofugus menuju lambung lalu usus halus rectum serta kloaka. Reproduksinya bersifat ovipar. Peredarannya dengan sistem peredaran darah ganda dengan jantung yang mempunyai 2 ruangan yakni serambi serta bilik, tetapi sekat pada serambi masih tetap bercampur darahnya.

Reptilian juga dibagi ke dalam beberapa kelas yakni chelonian atau Testudines (reptilia bercangkang), squamata atau lepidosauria (reptilian dengan kulit bersisik), crocodile (bangsa buaya).

Aves (unggas) 
Sumber: twitter.com
Aves atau semua jenis bentuk unggas mempunyai ciri khusus yakni seluruh tubuh terlindung bulu. Anggota gerkanya berbentuk sayap serta kaki dengan cakar yang kuat, berdarah panas, tidak memiliki gigi, mulut berbentuk paruh, berkembang biak dengan bertelur serta jantung terdiri atas 4 ruangan.

Sistem sarafnya lebih komplek dengan pelengkap saraf pusat. Sistem ekskresinya melibatkan ginjal, kulit, kloaka serta hati. Respirasi aves memakai organ paru-paru, faring serta kloaka. Pembagian kelas aves yakni Casuariformes (bangsa burung berjalan), Columbiformes, Psittaciformes, serta Galliformes.

Mamalia (hewan menyusui) 
Sumber: urbnstyle.blogspot.co.id
Mamalia adalah hewan yang mempunyai kelenjar susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia juga hewan berdarah panas.

Alat gerak mamallia yakni tangan serta sepasang anggota gerak bawah (kaki). Sarafnya terbagi dalam otak serta sum sum lanjutan, sedangkan sum-sum tulang belakang terdapat di dalam ruas-ruas tulang belakang.

Reproduksi mamalia dengan proses fertilisasi internal serta berbentuk ovovivipar. Alat alat pernafasannya yaitu mulut/hidung, trakea, bronchus, bronchioles serta paru-paru.

Porifera (Hewan Berpori) 

Porifera atau bahasal latinnya porus yang artinya pori serta fer yang artinya membawa. Porifera juga disebut dengan spons adalah hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera hidup secara heterotrof.

Makanannya yaitu bakteri serta plankton. Makanan yang masuk ke badannya berbentuk cairan hingga porifera disebut juga dengan sebagi pemakan cairan. Habitat porifera biasanya dilautan.

Ciri-ciri morfologinya yaitu badannya berpori (ostium), badannya asimetri atau tidak beraturan walau ada beberapa yang simetri radial. Biasanya berupa seperti tabung, vas bunga, mangkuk atau tumbuhan.

Ciri anatominya diantaranya mempunyai tiga type saluran air yakni askonoid (pori terkait langsung ke spongeosol), sikonoid (pori dikaitkan dengan saluran bercabang dengan spongeosol), serta leukonoid (porinya banyak dan bercabang-cabang membentuk rongga-rongga kecil) dan cara pencernaannya secara intraseluler di dalam koanosit serta amoebosit.

Porifera melakukan reproduksi secara aseksual ataupun seksual. di mana aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas serta gemmule.

Gemmule disebut juga dengan tunas internal. gemmule dihasilkan mendekati musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar, sedangkan aseksual dengan pembentukan gamet.

Beberapa jenis porifera seperti spongia serta hippospongia dpat dipakai sebagi spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkannya mempunyai potensi sebagi obat penyakit kanker serta penyakit yang lain.

Coelenterata (Hewan Berongga) 

Coelenterata adalah hewan berongga yang disebut dengan sebagai gastrovaskular yang bertugas sebagi usus serta pengedar zat makanan. Hidupnya di lautan serta mempunyai tentakel penyekat yang disebut dengan nematocyst.

Tentakel berperan menangkap mangsa serta memasukkannya ke dalam mulut. Bentuk badannya simetris rdial, tidak berkepala serta dindingnya terbagi dalam dua susunan yakni epidermis serta gastrodermis.

Bentuk tubuh coelenterate ada 2 jenis yakni berupa tabung (polip) serta payung (medusa). Reproduksinya secara aseksual di mana pembentukan tunas terjadi pada polip serta seksual di mana pembentukan gamet pada medusa.

Klasifikasi coelenterata yakni:


Hydrozoa (hewan air), bentuk badannya senantiasa polip, terbagi dalam Hydra (hidup di air tawar, hemafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf tersebar) serta Obelia Geniculata (hidup di laut, bermetagenesis, hidup berkoloni).

Scyphozoa (hewan mangkuk), bentuk badannya senantiasa medusa, alat kelaminnya terpisah. Misalnya ubur-ubur. 

Anthozoa (hewan bunga), memiliki bentuk polip, mencakup anemone laut serta karang. 

Coelenterata jenis ubur-ubur bisa di proses jadi tepung serta jadi bahan kosmetik, sebagai bahan makanan. Coelenterate jenis karang dapat pula jadi penghambat serta bisa melindungi pantai dari aberasi air laut juga tempat persembunyian serta perkembangbiakan ikan. 

Platyhelminthes (Cacing Pipih) Platyhelminthes mempunyai bentuk tubuh bulat pipih, bilateral simetris serta lunak, tidak mempunyai sistem peredaran darah serta hemafrodit. Alat pencernaannya belum prima dengan satu lubang yakni mulut. Bersifat tripoblastik di mana tubuh terdiri atas endoterm eksoderm serta mesoderm. 

Kelas platyhelminthes yakni: 

Tubellaria (cacing bulu getar), hidupnya di air tawar, jernih, serta memiliki faring yang bisa dijulurkan untuk menangkap makanan. Misalnya planaria. 

Trematoda (cacing hisap), adalah hewan parasit yang mempunyai alat penghisap. Contoh speciesnya dalam darah yakni Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. Dalam hati yakni Fasciola hepatica (hati kambing), Clonorchis sinensis (hati manusia). Dalam usus fasciola buski, dalam paru-paru paragonimus westermani. 

Cestoda (cacing pita), khusus sebagai parasit pada vertebrata. Cirinya badannya bersegmen-segmen (proglotid), kepalanya mempunyai alat penghisap, tidak mempunyai mulut serta alat pencernaan. Penyerapan makanannya oleh semua permukaan tubuh. Misalnya; taenia saginata, taenia solium. 

Biasanya platyhelminthes merugikan, lantaran jadi parasit untuk manusia ataupun hewan terkecuali planaria yang bisa digunakan untuk makanan ikan. 

Nemathelminthes (Cacing Giling) Nemathelminthes adalah jenis cacing yang hidup bebas sebagai parasit. Badannya berupa built panjang, tertutup susunan lilin, tidak bersegmen, simetris bilateral. Mempunyai mulut, anus tidak berkaki serta silium.

Kosmopolit atau ada di laut, air tawar, darat, kutub hingga tropis. Tidak mempunyai jantung serta peredaran darah namun mempunyai cairan serupa darah. Misalnya Ascaris megalocephala cacing perut pada kuda, Ascaris suilae cacing perut pada babi, Ancylostoma duodenale cacing tambang. 

Annelida (Cacing Gelang) Adalah hewan hemafrodit, mempunyai segmen seperti cincin, tripoblastik selomata, simetri nilateral, mempunyai sistem pencernaan yang lengkap serta bentuknya simetri bilateral. 

Klasifikasi annelida yakni polichaeta (cacing memiliki rambut banyak), oligochaeta (cacing memiliki rambut sedikit), serta hirudinea (cacing tidak memiliki rambut) seperti lintah. 


Mollusca (Hewan Lunak) adalah hewan bertubuh lunak serta bersifat kosmopolit (ada diaman-mana). Molusca udah mempunyai sistem pencernaan, peredaran, pernafasan, ekskresi, saraf, otot serta reproduksi yang terbungkus dalam sebuah mantel. Mantel ini mengekskresikan zat membentuk cangkang. Pembagian klasifikasinya yakni pelecypoda, chepalopoda, gastropoda.

Molusca bersifat menguntungkan untuk manusia yakni bisa dikonsumsi beberapa serta untuk hiasan (mutiara, tiram). Namun ada pula yang berbentuk merugikan seperti Tredo navalis (pengebor kayu di air asin), Limnaea trunchatula (pemicu penyakit fasciolosis pada ternak), Helix aspera (perusak tanaman budi daya).

Arthropoda (Hewan Kaki Berbuku-Buku) biasanya memiliki antenna sebagai alat peraba, mata oselus serta mata majemuk yang terdiri atas banyak omatidium. Badannya beruas-ruas kepala, dada serta perut. Bentuk simstris bilateral dengan rangka luar dari zat kitin.

Sistem organnya lengkap. Alat pernapasannya berbentuk trakea serta sistem sarafnya berbentuk sistem saraf tangga tali. Beralat kelamin terpisah dengan pembuahan internal serta perubahan hidupnya mengalami metamorphosis.

Klasifikasi arthropoda yakni crustacean (kelompok udang serta kepiting), arachnida (kelompok laba-laba), myriapoda (kelompok lipan), insecta (serangga).

Peran menguntungkan dari arthropoda yakni insect terlebih kelompok kupu-kupu serta lebah amat membantu beberapa petani lantaran bisa membantu proses penyerbukan pada bunga, bisa dibudidayakan, bisa menghasilkan sutra, untuk dikonsumsi, serta adalah mata rantai makanan yang sangat penting untuk kehidupan.

Tidak hanya mempunyai peran menguntungkan, arthropoda juga mempunyai karakter merugikan seperti menularkan beberapa jenis bibit penyakit, merusak tanaman budidaya manusia, parasit pada manusia, bisa merusak bahan bangunann serta yang lainnya.

Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) mempunyai duri tumpul atau runcing mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf, sistem pencernaan, respirasi dengan insang pada ringga tubuh. Reproduksi seksual secara eksternal bisa beregenerasi.

Klasifikasi dibedakan jadi 5 kelas yakni asteroidea (bintang laut), ophiusoidea (bintang ular), echinoidea (landak laut), holothuroidea (mentimun laut) serta crinoidea (lilia laut).
Echinodermata menguntungkan manusia, tidak hanya untuk bahan makanan juga sebagai bahan riset.

Dapat juga merugikan lantaran beberapa jenis merupakan predator molusca yang dimanfaatkan manusia.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Animalia (Hewan), untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hewan di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hewan. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. ilmudasar.com 
27 April 2017

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia

Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia. Pengertian Hormon, Fungsi Hormon, Mekanisme Kerja Hormon pada Manusia, dan Segala Hal yang terkait dengan Hormon.

Pengertian Hormon

Sumber: menstruasi.com
Hormon yakni senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga dengan kelenjar buntu lantaran tidak memiliki saluran sendiri. Sekresi kelenjar endokrin disebut juga sebagai sekresi internal. Hormon yang dihasilkan dikembalikan ke darah dan mengedar mengikuti aliran darah. Hormon itu akan mempengaruhi organ tujuan.

Dengan hal itu dapat dikatakan bila sistem endokrin dapat berkomunikasi dengan jaringan atau organ-organ tujuan yang letaknya jauh dari kelenjar.

Tidak seperti sistem saraf, efek hormon berjalan lambat, tetapi lantaran hormon mempengaruhi metabolisme sel, pengaruhnya pada jaringan dan organ menetap. Tidak cuma dihasilkan dari kelenjar endokrin, ada pula hormon yang dihasilkan dari beberapa sel saraf spesifik yang disebut juga dengan sel neurosekretori. Hormon yang dihasilkan oleh sel saraf itu dinamakan dengan neurohormon.

Hormon diproduksi bersumber pada mekanisme kerja umpan balik. Artinya kekurangan atau keunggulan hormon spesifik dapat mempengaruhi produksi hormon lain.

Perbedaan sistem saraf dengan sistem hormone 

Sistem saraf 

Sumber: hrysainsbiologi.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat impuls saraf 
  2. Impuls saraf berjalan cepat lantaran dihantarkan lewat serabut saraf 
  3. Organ tujuan umumnya khusus, contoh apabila kaki terserang paku, impuls khusus dari kaki kembali lagi ke kaki 
  4. Respon organ tujuan berjalan cepat 

Sistem hormon 

Sumber: fembrisma.wordpress.com
  1. Tanda yang dibawa miliki sifat cairan hormon 
  2. Efek hormon berjalan lambat lantaran dihantarkan lewat sistem peredaran darah 
  3. Organ tujuan ada yang khusus ada pula yang umum. Misalnya hormon vasopressin miliki dampak pada penyerapan air di ginjal, sedangkan hormon perubahan miliki dampak ke seluruh tubuh. 
  4. Respon organ tujuan ada yang cepat, ada yang lambat. 
Di dalam tubuh manusia ada 9 kelenjar endokrin yang berperan menghasilkan hormon, yaitu hipotalamus, pituitari, pineal, tiroid, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium (pada wanita), dan testis (pada lelaki).

Hipotalamus

Sumber: youtube.com
Hipotalamus ada di otak depan dan berperan penting dalam pengaturan homeostasis. Hipotalamus mempunyai beberapa sel saraf khusus yang menghasilkan neurohormon. Neurohormon ada yang berperan sebagai aspek pencetus dan ada pula yang berperan sebagai aspek penghalang.

Hormon yang berperan sebagai aspek pencetus akan dihasilkan dan dibawa lewat pembuluh darah portahipotalamohipofisis menuju ke hipofisis. Apabila hormon itu tiba di hipofisis, hipofisis akan mengeluarkan hormon yang sesuai.
  1. Berikut ini yaitu hormon yang dihasilkan hipotalamus bersama fungsi atau peranannya: 
  2. Hormon pencetus kortikotropin atau Corticotrophic Releasing Factor (CRF) à Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Adenocorticotropic Hormone (ACTH) 
  3. Hormon pencetus hormon perkembangan atau Growth Hormone Releasing Factor (GRF) à Merangsang pengeluaran hormon perkembangan Somatotrophic Hormone (STH) 
  4. Hormon pencetus tirotropik atau Tyrotrophic Releasing Factor (TRF) à Merangsang lobus anterior agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) 
  5. Hormon pencetus hormon FSH atau Follicle Stimulating Hormone Releasing Factor (FRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi FSH (Follicle Stimulating Hormone) 
  6. Hormon pencetus hormon LH atau Luteinizing Hormone Releasing Factor (LRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi LH (Luteinizing Hormone) 
  7. Neurohormon yang bekerja sebagai aspek penghambat, misalnya Prolactin Inhibiting Factor (PIF) berperan untuk menghambat pengeluaran prolaktin. Hipotalamus juga menghasilkan hormon yang bukan aspek pencetus. Hormon ini diangkut oleh neurit beberapa sel neurosekresi ke dalam hipofisis sisi belakang. Hormon-hormon itu yakni vasopressin (mempengaruhi pengeluaran air pada urine) dan oksitosin (mempengaruhi kontraksi uterus). 

Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Sumber: psychologymania.com
 Kelenjar hipofisis ada di dasar otak besar. Kelenjar hipofisis dibagi jadi 3 sisi (lobus), yaitu untuk anterior, tengah, dan posterior. Lobus tengah hanya ada pada saat kita bayi, lantas akan hanya tinggal sisa ketika telah beranjak dewasa.

Kelenjar hipofisis memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh, sampai kelenjar ini disebut juga dengan “master of glands” lantaran sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin yang lain. Kelenjar endokrin lain baru mensekresi hormon setelah mendapatkan kiriman tanda (berwujud hormon) dari kelenjar hipofisis.

Kelenjar Pineal 

Sumber: terapishalatbahagia.net
Kelenjar pineal ada di otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang bernama melatonin. Konsentrasi melatonin dalam darah naik-turun sama seperti siklus diurnal. Kandungan melatonin paling tinggi terjadi saat malam hari sampai membuat kita mengantuk.

Sedangkan pada siang hari kandungannya hanya sedikit. Kelenjar pineal diduga membantu mengatur siklus proses fisiologi siang dan malam sampai mempengaruhi pola tidur, selera makan, dan suhu tubuh.

Kelenjar Tiroid 

Sumber: amazine.co
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terdiri dari dua lobus yang ada pada bagian kanan dan kiri trakea. Sekresi kelenjar tiroid ditata oleh satu hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis, yaitu hormon tirotropik.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berperan mengatur reaksi metabolisme karbohidrat, mengatur penggunaan O2 dan CO2, mempengaruhi perubahan tubuh dan mental.

Kekurangan hormon tiroksin pada beberapa masa anak-anak dapat menyebabkan kretinisme, yaitu terjadinya perkembangan kerdil dan kemunduran mental.

Kekurangan homo tiroksin pada orang dewasa menyebabkan mixudema, dengan tanda tanda proses metabolisme mengalami penurunan, berat tubuh jadi bertambah, gerakan lamban, berpikir serta bicara lamban, kulit tebal, dan rambut rontok.

Kelebihan tiroksin pada orang dewasa akan mengakibatkan penyakit “Grave’s disease” atau penyakit gondok eksoftalmus. Tanda tanda penyakit itu yakni mata menonjol, mudah gugup, denyut nadi jadi bertambah, mata lebar, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, dan insomnia.

Tidak cuma nafsu makan jadi bertambah tetapi diiringi dengan berkurangnya berat tubuh lantaran meningkatnya metabolisme dan permasalahan pencernaan.

Tiroksin mempunyai kandungan banyak iodin, kekurangan iodin kurun waktu lama dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan ini terjadi lantaran kelenjar harus berupaya keras agar produksi tiroksin terjamin.

Menyebabkan kelenjar gondok mengembang serta nampaklah penyakit gondok. Penyakit ini seringkali ditemui di beberapa daerah yang kekurangan iodin, misalnya daerah pegunungan atau daerah perbukitan. Pencegahan dapat dikerjakan dengan mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan cukup iodin, misalnya ikan laut, atau menggunakan garam beriodin.

Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid) 

Sumber: psychologymania.com
Di setiap sisi kelenjar tiroid ada sepasang kelenjar kecil, yaitu kelenjar anak gondok atau disebut juga dengan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini berperan untuk menghasilkan hormon paratiroid untuk mengatur kandungan ion fosfat (PO4) dan ion kalsium (Ca) dalam darah dan tulang. Kerja hormon ini sinergis dengan vitamin D.

Apabila seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) hormon paratiroid akan mengakibatkan tetani, dengan tanda tanda kejang pada tangan dan kaki, gelisah, susah tidur, dan merasa kesemutan.

Kebalikannya juga, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan kelainan juga, yaitu menyebabkan kalsium dan fosforus dalam tulang akan dikeluarkan dan dialirkan ke dalam serum darah sampai pasien akan mudah untuk mengalami patah tulang

Dan dalam urine akan memiliki kandungan banyak kapur dan fosforus, sampai memperbesar peluang untuk mengakibatkan batu ginjal yang apabila telah kronis dapat mengakibatkan kegagalan ginjal.

Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal) 

Sumber: psychologymania.com
Kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal) atau kelenjar suprarenal ada di atas (kutub) setiap ginjal. Kelenjar ini terbagi dalam segi luar berwarna kekuningan yang disebut juga dengan korteks dan sisi dalam yang disebut juga dengan medula. Setiap sisi itu menghasilkan hormon yang tidak sama.

Bagian Medula 

Sumber: avisiasuryaningtyas.wordpress.com
Hormon adrenalin (epinefrin) à mempercepat kerja jantung, menaikkan tekanan darah, mempercepat pengubahan glikogen jadi glukosa pada hati, menaikkan gula darah, dan mengubah glikogen jadi asam laktat pada otot.

Hormon noradrenalin (norepinefrin) à menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Biasanya adrenalin dan noradrenalin bekerja antagonis

Bagian Korteks 

Hormon Glukokortikoid (kortisol, kortikosteron) à menurunkan metabolisme hidrat arang dan lemak, meningkatkan metabolisme protein dan lemak, serta mengurangi kekebalan.

Hormon Mineral kortikoid (aldosteron) à Regulasi Na+ dan K+, meningkatkan metabolisme hidrat arang, menahan Na+ dan Cl- dalam tubuh, dan regulasi air.

Adrenalin berperan mengubah glikogen jadi glukosa. Hormon adrenalin bekerja berlawanan dengan hormon insulin. Kedua hormon itu bekerja secara berlawanan, namun tujuannya sama yaitu mengatur kandungan gula dalam darah agar tetap normal.

Bila kita terkejut, hormon adrenalin akan dilepaskan yang mengakibatkan denyut jantung meningkat. Hormon adrenalin diedarkan ke seluruh tubuh untuk mengubah glikogen jadi glukosa yang digunakan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan daya.

Hormon adrenalin juga mengakibatkan saluran bronkiolus melebar, pupil mata melebar, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

Kurang berperannya kelenjar adrenal akan mengakibatkan penyakit Addison, yang mempunyai tanda tanda kelelahan, nafsu makan menyusut, mual, muntah, merasa sakit di dalam tubuh, dan meningkatnya pigmen melanin pada kulit.

Hiperfungsi kelenjar adrenal mengakibatkan tumor kelenjar adrenal yang menyebabkan penyakit sindrom cushing dengan tanda tanda yang terlihat yakni tubuh gemuk, anggota gerak kurus, muka seperti “bulan purnama”, ada “punuk lembu” di punggung, dan perutnya menggantung. Kulit muka juga memerah, hipertensi dan mudah stress.

Pankreas 

Sumber: tabloidbekam.wordpress.com
Pada pankreas ada kelompok sel yang disebut juga dengan pulau Langerhans. Pulau Langerhans berperan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini membantu mengubah gula jadi glikogen pada hati dan otot lurik.

Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan gula darah tidak dapat dirubah jadi glikogen untuk disimpan di dalam otot sampai mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Tidak cuma menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bertindak menaikkan gula darah dengan mengubah glikogen jadi glukosa.

Ovarium 

Sumber: endometriosiscare.wordpress.com
Ovarium berbentuk seperti buah kenari dan ada di kanan dan kiri uterus. Tidak cuma menghasilkan ovum (sel telur), ovarium juga membuahkan hormon. Ada dua bentuk hormon yang dihasilkannya, yaitu estrogen dan progesteron.
  1. Estrogen, dihasilkan oleh folikel Graff. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Peranan hormon estrogen yakni merangsang perkembangan ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual. 
  2. Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukan progesteron dirangsang oleh LH. Peranan hormon ini yakni untuk memelihara kehamilan, perkembangan, dan pertumbuhan kelenjar air susu. 

Testis 

Sumber: afairgo.net
Testis yakni organ reproduksi lelaki, berperan untuk menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron. Sekresi hormon ini dirangsang oleh LH. Sekresi hormon testosteron bertambah pada beberapa masa pubertas. Hormon testosteron mempunyai dampak pada perubahan ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Fungsi, Mekanisme Kerja Hormon Pada Manusia, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Hormon di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Hormon. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
21 April 2017

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru

Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru. Pengertian Paru-Paru, Struktur Paru-Paru, Fungsi Paru-Paru, dan Segala Hal yang Berkaitan dengan Paru-Paru akan kita kupas tuntas di artikel kali ini.

Pengertian Paru–Paru

Sumber: dedaunan.com
Paru-paru (pulmo) yakni merupakan organ yang bertanggung jawab untuk proses respirasi yang terdiri dari pulmo dekstra (paru kanan) dan pulmo sinistra (paru kiri). Paru-paru sangat penting bagi tubuh manusia, sebab satu diantara peranan paru-paru yakni memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida ketika tubuh menghirup udara.

Struktur Paru–Paru 

Paru yaitu satu di antara organ pada saluran napas bawah yang terletak pada system pernapasan manusia. Dan saat sebelum kita membahas secara detil tentang paru-paru, berikut ini organ lain yang termasuk ke dalam saluran napas bawah yang nantinya berkaitan dengan paru, di antaranya:

Trakea 

Sumber: sridianti.com
Yaitu saluran napas bawah lanjutan dari laring, yang menghantarkan udara menuju ke pulmo untuk mengalami proses difusi. Terdapat di mediastinum (daerah kompartemen yang ada di tengah di antara dua rongga paru di regio thoraks) segi superior dan terdiri dari tracheal ring yang dibuat oleh kartilago (tulang rawan) dan menempati sisi tengah leher.

Trakheal ring ini berbentuk cincin yang tidak sempurna serupa huruf C di mana sisi ujung-ujung yang terbuka pada bagian belakang dihubungkan oleh otot polos (musculus trachealis) serta ada di bagian anterior (depan) dari esophagus (saluran makanan).

Bronkus 

Sumber: budisma.net
Yaitu lanjutan dari trakea berupa saluran konduksi udara dan sebagai tempat difusi oksigen-karbon dioksida di ujung terminal pada bagian yang berkaitan langsung dengan alveolus.

Bronkus principalis (bronkus primer) terdiri dari bronkus principalis dekstra (yang akan menuju ke pulmo dekstra) dan bronkus principalis sinistra (yang akan menuju ke pulmo sinistra). Perbedan bronkus principalis yaitu:
  1. Bronkus principalis dekstra à diameter lebih lebar, ukuran lebih pendek, berjalan lebih vertical 
  2. Bronkus principalis sinistra à diameter lebih kecil, ukuran lebih panjang, berjalan agak horizontal 
Setelah jadi bronkus principalis serta masuk pulmo lewat hilus, lantas bronkus principalis jadi 5 bronkus lobaris (bronkus sekunder) yang masuk lobus pulmo. Pada lobus pulmo dekstra ada 3 lobus yaitu lobus superior, lobus medius dan lobus inferior. Sedangkan pada pulmo sinistra ada 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior.

Masing-masing bronkus lobaris akan bercabang jadi bronkus segmentalis (bronkus tersier) yang akan masuk segmen bronkopulmonal yang dimiliki oleh lobus paru.

Selanjutnya ada 20-25 kali kelipatan percabangan dari bronkus segmental sampai selanjutnya jadi bronkus terminalis yang berikutnya bercabang jadi bronkus respiratorius yang berkaitan langsung dengan 5-6 saccus alveolaris yang dilapisi oleh alveoli (tempat terjadinya difusi oksigen-karbon dioksida).

Alveolus 

Sumber: sites.google.com
Unit fungsional paru-paru yakni kantung udara kecil yang keluar dari bronkiolus yang disebut juga dengan alveoli. Ada lebih kurang 300-400.000.000 alveoli di dalam paru-paru orang dewasa. Diameter rata-rata dari alveolus yakni lebih kurang 200 sampai 300 mikron. Peranan mendasar dari alveoli yakni pertukaran gas.

Susunan alveoli yakni tempat di mana pertukaran gas sepanjang respirasi berjalan. Susunan ini dikelilingi oleh kapiler yang membawa darah. Pertukaran karbon dioksida dalam darah dari kapiler ini terjadi lewat dinding alveolus.

Alveoli mulai bertindak ketika kita menghirup udara lewat lubang hidung kita. Udara melalui rute yang panjang yang terdiri dari beragam macam organ pada sistem pernapasan. Organ-organ ini termasuk juga saluran hidung, faring, laring, trakea, bronkus paling utama, saluran bronkial kecil, bronkiolus serta selanjutnya mencapai alveolus lewat kantung udara kecil.

Udara mempunyai kandungan oksigen yang diserap oleh darah mengalir lewat kapiler. Oksigen ini lalu diteruskan ke sistem peredaran darah, sampai merampungkan siklus pertukaran gas.

Sampai di paragraf ini, sudah cukup jelas ya pembahasan tentang organ-organ pada saluran napas bawahnya? Selanjutnya akan saya paparkan mengenai susunan paru sebagai organ akhir dari sistem pernapasan manusia.

Paru-paru ada di dalam rongga dada sisi atas, di bagian samping dibatasi oleh otot serta rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.

Paru pada orang yang sehat berupa organ yang ringan, kenyal, dan seperti spon (karena terisi oleh udara). Paru kanan dan paru kiri menempati cavum thoraks (rongga dada) yang satu diantaranya dipisahkan oleh ruang yang disebut juga dengan mediastinum.
Sumber: aryhani97.blogspot.co.id

Paru kanan 

memiliki 3 lobus (belahan paru) yaitu lobus superior (atas), lobus medius (tengah), dan lobus inferior (bawah). Pada lobus inferior dipisahkan oleh 2 fissura yaitu fissure horizontal dan fissure oblique.

Paru kiri 

Memiliki 2 lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior yang dipisahkan oleh 1 fissura yaitu fissure oblique.

Ukuran paru kanan lebih besar dan berat dibanding dengan paru kiri, sedangkan paru kanan lebih pendek dan lebar lantaran kubah diafragma segi kanan yang lebih tinggi dibanding segi kiri.
Paru-paru dibungkus oleh selaput tipis yaitu pleura.

Pleura terdiri jadi pleura viseralis dan pleura pariental di mana di antara kedua pleura ini ada rongga yang disebut juga dengan kavum pleura. Pleura viseralis yaitu selaput yang langsung membungkus paru sedangkan pleura parietal yaitu selaput yang menempel pada rongga dada.

Pada keadaan normal kavum pleura ini vakum/hampa udara sampai paru-paru dapat berkembang kempis. Antara selaput luar dan selaput dalam ada rongga memuat cairan pleura yang berperan sebagai pelumas paru-paru hingga menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada di mana pada saat bernafas bergerak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, satu diantara peranan paru-paru yakni untuk memasukkan O2 ke dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 keluar tubuh, tubuh membutuhkan proses meliputi inspirasi serta ekspirasi.

Inspirasi yakni gerakan dari atmosfer ke dalam paru, sedangkan ekspirasi yakni gerakan dari dalam paru ke atmosfer. Agar proses ventilasi dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan peranan yang baik pada otot pernapasan dan elastisitas jaringan paru. Otot-otot untuk proses pernapasan dibagi jadi dua yaitu:
  1. Otot inspirasi (Otot Saat Menarik Napas) terdiri atas, otot interkostalis eksterna, sternokleidomastoideus, skalenus dan diafragma. 
  2. Otot-otot ekspirasi (Otot Saat Menghembuskan Napas) terdiri atas rektus abdominis dan interkostalis internus 

Fungsi Paru–Paru

Sumber: paru-paru.com
Peranan paling penting paru-paru yaitu untuk pertukaran gas antara darah dan atmosfer. Pertukaran gas itu memiliki maksud untuk siapkan oksigen untuk jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida. Udara masuk ke paru-paru lewat sistem berupa pipa yang menyempit (bronchi dan bronkiolus) yang bercabang di kedua belah paru-paru paling utama (trachea).

Pipa itu berakhir di gelembung-gelembung paru-paru (alveoli) yang disebut juga dengan kantong udara paling akhir di mana oksigen dan karbondioksida dipindahkan dari tempat di mana darah mengalir. Untuk melakukan fungsi itu, pernapasan dapat dibagi jadi empat mekanisme mendasar, yaitu:
  1. Ventilasi yaitu proses masuk dan keluarnya udara/oksigen antara alveoli dan atmosfer 
  2. Difusi yaitu proses perpindahan oksigen dari alveoli ke dalam pembuluh darah dan berlaku juga sebaliknya untuk karbondioksida 
  3. Transport yaitu proses perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan pertolongan aliran darah
Pengaturan ventilasi 

Faktor-faktor yang dapat merubah peranan paru yakni:

Umur 

Kekuatan otot maksimal pada usia 20-40 th. dan dapat berkurang sejumlah 20% setelah usia mencapai 40 tahun. Selama proses penuaan terjadi penurunan elastisitas alveoli, penebalan kelenjar bronkial, penurunan kapasitas paru

Jenis kelamin

Peranan ventilasi pada lelaki lebih tinggi 20-25% dari pada wanita, karena ukuran anatomi paru lelaki lebih besar dibanding wanita. Tidak cuma itu, aktivitas lelaki lebih tinggi sehingga recoil dan compliance paru telah terlatih.

Tinggi badan serta berat badan 

Seseorang yang memiliki tubuh tinggi dan besar, peranan ventilasi parunya lebih tinggi dari pada orang yang bertubuh kecil pendek.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Struktur dan Fungsi Paru-Paru, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Paru-Paru di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Paru-Paru. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.

Referensi:
  1. softilmu.com
17 April 2015

Cara Mempertahankan Kesehatan dan Kecantikan Rambut

Semua orang tentu menginginkan agar kesehatan dan kecantikan rambut dapat bertahan lama, akan tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara memelihara kesehatan dan kecantikan rambut tersebut. Karena itu tidak jarang kita lihat, ada orang yang belum begitu tua, tapi rambutnya berubah warna (putih, suram, kering) atau dengan kata lain perubahan terlalu cepat sebelum waktunya.

Memang tidak dapat dipungkiri faktor usia, bagaimanapun akan berpengaruh langsung terhadap kecantikan rambut, namun bagaimana kita dapat merawat kulit kepala dan rambut sebaik mungkin, sehingga dapat memperlambat proses perubahan pada rambut. Disinilah permasalahnya, sekalipun perawatan kulit kepala dan rambut sudah maksimal, namun ada beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan dan kecantikan rambut, antara lain; seperti yang telah dibahas pada faktor umum dan khusus.

Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan sekaligus sebagai usaha untuk mempertahankan kesehatan dan kecantikan rambut yang sudah dimiliki, adalah seperti berikut: 
  1. Menjaga kesehatan rambut sejak dini merupakan faktor penting dari kecantikan rambut, misalnya seseorang yang sudah memiliki rambut yang indah, tetapi bila sering sakit-sakitan jelas akan mengurangi kecantikan rambut tersebut. Dan kesehatan itu bukan saja hanya menyangkut dengan rasa sakit, jenis penyakit dan pengobatannya tetapi juga dengan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan mental, sosial dan rohani. 
  2. Dapat memilih bahan-bahan yang tepat atau obat-obat untuk kecantikan rambut, misalnya memilih bahan-bahan tersebut disesuaikan dengan jenis kulit kepala dan rambut. 
  3. Dapat memakai bahan-bahan perawatan dan riasan rambut yang tepat dan benar, misalnya jumlahnya, jenis, caranya, waktu, dan sebagainya. 
  4. Lakukan perawatan secara teratur misalnya, merawat rambut secara keseluruhan dan melakukan gerak massage pada kulit kepala agar peredaran darah berjalan dengan lancar. 
  5. Usahakan rambut terlindung dari pajanan matahari secara langsung. 
  6. Usahakan menu makanan yang seimbang dan nutrisi yang cukup untuk kesehatan rambut. 
  7. Minum 6 gelas air putih setiap harinya dan makan dengan teratur secukupnya dengan tidak berlebihan. 
  8. Jika bekerja diruang ber-AC, perlu melakukan perawatan kulit kepala dan rambut secara teratur, misalnya; creambath, hair mask, hair SPA dan lain-lain. 
  9. Menyikat dan menyisir rambut setiap hari secara teratur guna melancarkan peredaran darah pada kulit kepala dan rambut. 
kesehatan rambut

23 March 2017

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes

Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes. Pengertian Nemathelminthes, Ciri dari Nemathelminthes, Klasifikasi dari Nemathelminthes, Struktur Tubuh Nemathelminthes, Fungsi dari Tiap Bagian Tubuh Nemathelminthes, Sistem Reproduksi Pada Nemathelminthes, dan Bahaya Nemathelminthes.

Pengertian Nemathelminthes

Sumber: wikipedia.org
Nemathelminthes yaitu golongan hewan cacing yang memiliki tubuh bulat panjang dengan ujung yang runcing. Secara bahasa, Kata Nemathelminthes datang dari bahasa yunani, yaitu “Nema” yang artinya benang, dan “helmintes” yang artinya cacing.

Nemathelminthes telah memiliki rongga pada tubuhnya walaupun rongga itu bukanlah rongga tubuh sejati. Rongga tubuh pada Nemathelminthes disebut juga dengan pseudoaselomata. Cacing ini memiliki tubuh meruncing pada kedua ujung sampai disebut juga dengan cacing gilig.

Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya miksroskopis, namun ada juga yang menjangkau ukuran 1 m. Cacing Nemathelminthes rata-rata hidup parasit pada tubuh manusia, hewan, atau tumbuhan, namun ada pula yang hidup bebas. Ukuran dari cacing betina lebih besar dari cacing jantan.

Susunan dan Peranan Tubuh 

Tubuh dari cacing ini tidak memiliki segmen dan susunan luar tubuhnya licin serta dilindungi oleh kutikula agar tidak di pengaruhi oleh enzim inangnya. Tubuhnya dilapisi oleh tiga susunan (tripoblastik), yaitu susunan luar (Ektodermis), susunan tengah (Mesoderm), dan susunan dalam (Endoderm). Kulit hewan ini tidak berwarna dan licin.

Nemathelminthes udah memiliki organ saluran pencernaan yang lengkap, yaitu mulut, faring, usus, dan anus. Mulut ada pada ujung depan dan anus ada pada ujung belakang. Setelah makanan di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh lewat cairan pada rongga tubuhnya.

Tubuhnya belum memiliki sistem pembuluh darah, hingga tidak memiliki sistem respirasi, pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi lewat proses difusi, yaitu perpindahan zat dari tempat konsentrasi tinggi ke tempat konsentrasi rendah.

Sistem Organ Nemathelminthes 

Sumber: biologipedia.com
Sistem Pencernaan, seperti penjelasan di atas, sistem pencernaan dari nemathelminthes terdiri atas mulut, faring, usus, dan anus.

Makanan masuk ke dalam tubuh lewat muluth pada bagian depan tubuh, lalu masuk ke faring, dan di proses di usus, setelah di proses, sari makanan itu akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh cairan pada rongga tubuh pseudoaselomata, lalu beberapa sisa makanan akan dikeluarkan lewat anus.

Sistem Eksresi, Sistem eksresi terdiri atas 2 saluran paling penting yang akan bermuara pada sebuah lubang ditubuh segi ventral.

Sistem Reproduksi, Nemathelminthes umumnya melakukan reproduksi secara seksual, sistem reproduksi miliki sifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang tidak sama, artinya setiap individu hanya memiliki satu organ kelamin.

Fertilisasi (pertemuan sperma dan ovum) terjadi di dalam tubuh, lalu akan menghasilkan telur yang sangat banyak (ribuan). Kumpulan telur ini akan membentuk kista yang dapat bertahan hidup pada keadaan lingkungan yang tidak baik.

Sistem aliran (peredaran darah) dan sistem pernapasannya tidak ada, sampai pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi secara difusi, yaitu dengan mekanisme pertukaran zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah.

Sistem Persarafan, yaitu sistem saraf cicin yang mengitari esofagus dan memiliki 6 cabang saraf paling penting.

Ciri – Ciri Nemathelminthes 

Kita dapatkan ciri nemathelminthes yaitu:
  1. Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh yang runcing 
  2. Memiliki tiga susunan tubuh (Triploblastik) yaitu susunan tubuh luar (ektoderm), tengan (mesoderm), dan susunan tubuh dalam (Endoderm). 
  3. Tubuhnya memiliki rongga, namun bukanlah rongga tubuh sejati sampai rongga ini disebut juga Pseudoaselomata. 
  4. Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berperan melindunginya dari enzim pencernaan inang. 
  5. Sistem pencernaannya telah lengkap 
  6. Belum memiliki sistem aliran dan sistem respirasi (pernapasan). Sistem saraf yaitu saraf cincin. 

Klasifikasi Nemathelminthes 

Sumber: hardijofandu.blogspot.co.id
Kelas Nematoda (Aschelminthes) 

Nematoda yaitu cacing benang yang umumnya mempunyai ukuran miksroskopis. Kata Nematoda datang dari bhs yunani, “Nema” artinya benang, dan “toda” artinya bentuk. Hal semacam ini dikarenakan nematoda memiliki tubuh silindris dengan kedua ujung yang runcing sampai disebut juga dengan cacing benang.

Mereka udah memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan faring berkembang denga cukup baik. Dinding tubuhnya tersusun atas tiga susunan (triploblastik), yaitu susunan luar, tengah, dan dalam dan tubuhnya udah memiliki rongga tubuh pseudoaselomata. Sistem eksresi yaitu jalur tabung pengeluaran yang akan membuang limbah lewat rongga tubuh.

Nematoda dapat hidup bebas di perairan atau daratan, adajuga yang hidup parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Saat ini Nematoda masihlah tetap merupakan persoalan yang besar untuk kesehatan manusia, hewan ternak, dan tumbuhan yang sangat merugikan.

Nematoda yaitu hewan yang terdapat banyak di air dan tanah, sampai tidak jarang mengakibatkan infeksi pada manusia, terutama buat mereka yang tidak melindungi kebersihan dengan baik. Umpamanya yakni Ascaris Lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator Americanus, dan sebagainya.

Kelas Nematophora 

Nematophora yaitu cacing yang berupa bulat dengan kedua ujung yang runcing serupa bentuk rambut sampai sering disebut juga dengan cacing rambut. Tubuhnya dilapisi oleh kutikula yang polos yang tidak bercicin.

Dalam keadaan larva mereka hidup parasit dalam tubuh manusia atau artrophoda, ketika dewasa mereka akan hidup bebas di perairan atau daratan. Umpamanya yakni Nectonema sp.
Contoh spesies dan Secernentea yakni sebagai berikut ini:

Ascaris Lumbricoides (Cacing Pita) 

Ascaris lumbricoides yakni parasit usus halus manusia yang menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi cacing perut menyebabkan pasien mengalami kekurangan gizi. Tubuh pada bagian anterior cacing mempunya mulut yang dengan dikelilingi tiga bibir dan gigi-gigi kecil.

Cacing betina memiliki ukuran panjang lebih kurang 20-49 cm, dengan diamater 4-6 mm, di bagian ekor runcing lurus, dan dapat menghasilkan 200. 000 telur/hari.

Cacing jantan mempunyai ukuran panjang lebih kurang 15-31 cm, dengan diameter 2-4 mm, segi ekor runcing melengkung, dan di bagian anus ada spikula yang berbentuk kait untuk memasukkan sperma ke tubuh betina.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur lantas keluar berbarengan tinja. Telur mempunyai kandungan embrio terletan berbarengan dengan makanan yang terkontaminasi. Di dalam usus inang, telur menetas jadi larva.

Larva berikutnya menembus dinding usus dan masuk ke daerah pembuluh darah, jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga cacing dapat tumbuh dewasa.

Cacing ini parasit pada usus halus manusia. Dikenal sebagai cacing gelang atau cacing perut. Cacing betina mempunyai ukuran lebih panjang dari pada cacing jantan. Panjang tubuhnya dapat mencapai 25 cm, diameter tubuh lebih kurang 0, 5 cm. Dalam sehari cacing betina bisa menghasilkan sampai 200.000 telur.

Daur hidup Ascaris lumbricoides: 

Telur keluar berbarengan feses pasien = termakan oleh manusia = menetas jadi larva dalam usus halus = larva menembus dinding usus = ikut aliran darah ke jantung = masuk ke paru-paru = trakea = tertelan lagi = lambung = di usus halus jadi cacing dewasa.

Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) 

Anylostoma duodenale disebut juga dengan cacing tambang karena seringkali diketahui didaerah pertambangan, misalnya di Afrika. Spesies cacing tambang di Amerika yaitu Necator americanus. Cacing yang hidup parasit di usus halus manusia dan mengisap darah sampai dapat menyebabkan anemia untuk pasien ankilostomiasis.

Cacing tambang dewasa betina yang mempunyai ukuran 12 mm, mempunyai organ-organ kelamin luar (vulva), dandapat membuahkan 10.000 sampai 30.000 telur/hari. Cacing jantan yang mempunyai ukuran 9 mm dan mempunyai alat kopulasi di ujung posterior.

Di ujung anterior cacing ada mulut yang dilengkapi 1-4 pasang gigi kitin untuk mencengkeram dinding usus inang.

Sesudah terjadi perkawinan, cacing betina menghasilkan telur. Telur keluar berbarengan feses (tinja) pasien. Di tempat yang becek, telur menetas dan menghasilkan larva. Larva masuk ke tubuh manusia dari pori-pori telapak kaki. Larva ikuti aliran darah menuju jantung, paru-paru, faring, dan usus halus hingga yang tumbuh dewasa.

Wuchereria bancrofti 

Wuchereria bancrofti disebut juga dengan Filaria bancrofti (cacing filaria). Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), yang ditandai dengan pembengkakan di daerah kaki (dapat juga di organ lain, misalnya skrotum).

Banyak populasi cacing ini dalam saluran getah bening mengakibatkan penyumbatan pada saluran kelenjar getah bening. Oleh karena adanya penyumbatan ini menyebabkan penumpukan cairan getah bening di satu organ. Apabila penumpukan terjadi di daerah kaki kaki membengkak sampai menyerupai kaki gajah.

Onchorcerca Volvulus 

Onchorcea vovulus yaitu cacing mikroskospis penyebab onchocerciasis (river blindness) yang menyebabkan kebutaan. Vektor pembawa yakni lalat kecil pengisap darah black fly (simulium). Cacing terdapat banyak di Afrika dan Amerika Selatan.

Enterobios vermicularis 

Enterobios vermicularis disebut juga dengan Oxyuris vermicularis atau cacing kremi. Parasit pada usus besar manusia. Apabila akan bertelur cacing betina bermigrasi ke daerah sekitar anus sampai mengakibatkan rasa gatal.

Jika tanpa sengaja kita menggaruknya, lalu tanpa cuci tangan telur cacing ini dapat tertelan kembali. Cacing betina panjangnya lebih kurang 1 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya lebih kurang 0,5 cm.
Sumber: riaunews.com
Dan itulah pembahasan kami mengenai Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Nemathelminthes, untuk berbagai informasi yang kami sajikan pada kesempatan ini, harapannya semoga Postingan kali ini mengenai Cacing di atas sedikitnya dapat menambah pengetahuan tersendiri bagi anda para pembaca.

Khususnya bagi anda yang saat ini sedang mencari sumber pengetahuan untuk lebih memahami Segala Hal tentang Cacing. Terima kasih atas kunjungannya dan salam sukses untuk sahabat semuanya.
Referensi:
  1. softilmu.com