Showing posts sorted by relevance for query persebaran flora dan fauna di indonesia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query persebaran flora dan fauna di indonesia. Sort by date Show all posts

Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia

Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama-sama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasarkan data dari Departemen Kehutanan dan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000 spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesies hewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu.

Para arkeolog berhasil menemukan sejumlah fosil jenis tumbuhan Praaksara, antara lain pohon jeruk, pohon salam, dan pohon rasamala. Selain itu, ada tumbuh-tumbuhan yang boleh dimakan seperti jenis umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran. Tumbuh-tumbuhan tersebut tumbuh liar di hutan.

Fosil-fosil hewan yang ditemukan pada umumnya merupakan hasil evolusi dari hewan-hewan masa sebelumnya. Kondisi hewan pada zaman Praaksara pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan kondisi saat ini. Hewan-hewan masa Praaksara antara lain kera, gajah, kerbau liar, badak, banteng, kancil, babi rusa, monyet berekor, hewan pemakan serangga, trenggiling, dan hewan pengerat. Sebagian dari hewan-hewan tersebut ada yang menjadi hewan buruan manusia Praaksara. Sebagian hewan punah karena ditangkap dan dimakan oleh manusia. Sebagian hewan lainnya masih hidup karena kemampuannya membebaskan dari berbagai gangguan serta dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya.

Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia tentunya perlu kita syukuri dengan menjaga dan melestarikannya. Jika tidak, flora dan fauna tersebut akan terancam punah. Bangsa Indonesia tentu akan mengalami banyak kerugian karena flora dan fauna tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing di alam. Di samping itu, manfaat bagi manusia juga akan hilang jika flora dan fauna tersebut punah.

Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah.  Suhu dan curah hujan yang besar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan. Tumbuhan memerlukan air dan suhu yang sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yang dapat tumbuh dan karena itu makin banyak hewan yang dapat hidup di daerah tersebut.

Bukti dari pernyataan tersebut dapat kamu bandingkan antara daerah dengan curah hujan yang tinggi seperti Indonesia dan daerah gurun yang curah hujannya sangat kecil. Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan keanekaragaman flora dan fauna daerah gurun.

a. Persebaran Flora di Indonesia
Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo-Malayan dan Indo-Australian. Kelompok Indo-Malayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Kelompok Indo-Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau yang termasuk dalam Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Perbandingan karakteristik flora yang ada di Indonesia Barat dan Indonesia Timur adalah sebagai berikut.
No.Indonesia BaratIndonesia Timur
1.Jenis meranti-merantian sangat banyakJenis meranti-merantian hanya sedikit
2.Terdapat berbagai jenis rotanTidak terdapat berbagai jenis rotan
3.Tidak terdapat hutan kayu putihTerdapat hutan kayu putih
4.Jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) sedikitBanyak terdapat jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) di Papua
5.Jenis tumbuhan sagu sedikitBanyak terdapat tumbuhan sagu
6.Terdapat berbagai jenis nangkaTidak terdapat berbagai jenis nangka

Berbagai jenis flora tersebut telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sebagai bahan furniture, bahan bangunan, bahan makanan, dan lain-lain. Sebagai contoh, rotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kursi, meja, dan perabotan rumah tangga lainnya. Berbagai jenis kerajinan dihasilkan dengan memanfaatkan bahan dari rotan. Sentra penghasil produk kerajinan tersebut banyak berkembang di daerah-daerah tertentu, misalnya di Cirebon dan daerah lainnya di Pulau Jawa.

b. Persebaran Fauna Indonesia
Fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat, tengah, dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Barat dan Tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian Tengah dan Timur dinamakan Garis Weber. Fauna bagian barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna Asia sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australia sehingga disebut tipe Australis (Australic). Fauna bagian tengah merupakan fauna peralihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia. Fauna tipe ini disebut fauna endemik.
Alfred Russel Wallace (1823-1913) adalah seorang penjelajah dan ahli ilmu alam, geografi,antropologi, dan biologi yang membagi flora dan fauna di Indonesia dua bagian besar. Bagian pertama, yang terletak di bagian barat, memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan flora dan fauna Asia. Bagian timur memiliki ciri flora dan fauna yang mirip dengan Australia. Garis yang memisahkan dua bagian flora dan fauna di Indonesia tersebut dikenal dengan nama Garis Wallace membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia barat dan tengah, sedangkan garis Weber membatasi wilayah sebaran fauna Indonesia tengah dengan timur
1). Fauna Indonesia Bagian Barat
Fauna Indonesia bagian Barat atau tipe asiatis mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, bekantan, dan lain-lain. Di samping mamalia, di wilayah ini banyak pula ditemui reptil seperti ular, buaya, tokek, kadal, tokek, biawak, bunglon, kura-kura, dan trenggiling. Berbagai jenis burung yang dapat ditemui seperti burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas. Berbagai macam ikan air tawar seperti pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam) dapat ditemui di wilayah ini.
fauna indonesia barat
2). Fauna Indonesia Tengah atau Tipe Peralihan
Fauna Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan atau Austral Asiatic. Wilayah fauna Indonesia Tengah disebut pula wilayah fauna kepulauan Wallace, mencakup Sulawesi, Maluku, Timor, dan Nusa Tenggara serta sejumlah pulau kecil di sekitar pulau-pulau tersebut. Fauna yang menghuni wilayah ini antara lain babi rusa, anoa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius, sapi, dan banteng. Selain itu terdapat pula reptil, amfibi, dan berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat di daerah ini di antaranya biawak, komodo, buaya, dan ular. Berbagai macam burung yang terdapat di wilayah ini di antaranya maleo, burung dewata, mandar, raja udang, rangkong, dan kakatua nuri.
fauna indonesia tengah
3). Fauna Indonesia Bagian Timur
Fauna Indonesia bagian Timur atau disebut tipe australic tersebar di wilayah Papua, Halmahera, dan Kepulauan Aru. Fauna berupa mamalia yang menghuni wilayah ini antara lain kangguru, beruang, walabi, landak irian (nokdiak), kuskus, pemanjat berkantung (oposum layang), kangguru pohon, dan kelelawar. Di wilayah ini, tidak ditemukan kera. Di samping mamalia tersebut, terdapat pula reptil seperti biawak, buaya, ular, kadal. Berbagai jenis burung ditemui di wilayah ini di antaranya burung cenderawasih, nuri, raja udang, kasuari, dan namudur. Jenis ikan air tawar yang ada di relatif sedikit.
fauna indonesia timur

Keadaan Iklim Indonesia

Alam Indonesia dikenal sangat indah dan kaya akan berbagai sumber daya alam. Tidak heran jika banyak wisatawan dari berbagai negara tertarik dan datang ke Indonesia. Kegiatan pariwisata pun berkembang di sejumah wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan lain-lain sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Tuhan telah berikan pada kita semua berupa hutan, sungai, danau, gunung dan pegunungan yang tampak memesona. Ingatlah, keindahan tersebut tidak semua negara memilikinya. Banyak negara yang sebagian wilayahnya hanya berupa padang pasir, hamparan es, padang rumput, dan lain-lain.

Keadaan alam Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fisik wilayah serta keadaan flora dan fauna. Keadaan fisik wilayah terdiri atas keadaan iklim dan keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fisografis) yang kemudian akan menentukan jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis keragaman dan sebarannya.

Keadaan Iklim Indonesia
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah dalam jangka waktu yang relatif lama. Cuaca adalah keadaan suhu udara, tekanan udara, curah hujan, angin, sinar matahari pada waktu dan tempat tertentu. Letak astronomis Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat Indonesia beriklim tropis. Ciri iklim tropis adalah suhu udara yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata tidak kurang dari 18° C, yaitu sekitar 27° C. Di daerah tropis, tidak ada perbedaan yang jauh atau berarti antara suhu pada musim hujan dan suhu pada musim kemarau. Ciri daerah tropis lainnya adalah lama siang dan lama malam hampir sama yaitu sekitar 12 jam siang dan 12 jam malam.
iklim
Keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah seperti berikut.
  1. Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan.
  2. Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan.
  3. Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan.
Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Curah hujan di Indonesia bervariasi antarwilayah, tetapi umumnya sekitar 2.500 mm/tahun. Walaupun angka curah hujan bervariasi antarwilyah di Indonesia, tetapi pada umumnya curah hujan tergolong besar. Kondisi curah hujan yang besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan.

Hal yang menarik bagi Indonesia adalah terjadinya angin muson. Angin muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra dan benua. Pada saat samudra menerima penyinaran matahari, diperlukan waktu yang lebih lama untuk memanaskan samudra. Sementara itu, benua lebih cepat menerima panas. Akibatnya, samudra bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan benua, maka bergeraklah udara dari samudra ke benua.

Pada saat musim hujan di Indonesia (Oktober sampai April), angin muson yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya corioli sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut angin muson barat. Gaya coriolis adalah gaya semu akibat pengaruh rotasi bumi sehingga angin seolah-olah dibelokkan ke arah kanan dari Belahan Bumi Utara (BBU) dan dibelokkan ke kiri dari Belahan Bumi Selatan. Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia. 

Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia.

Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya. Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau.

Unsur-unsur Iklim
Walaupun cuaca dan iklim berbeda, tetapi unsur-unsur yang membentuknya adalah sama. Unsur-unsur pembentuk cuaca dan iklim adalah sebagi berikut

1.Penyinaran Matahari
Matahari merupakan pengatur iklim di bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran Matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan dan perbedaan sudut datang sinar matahari.

2.Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar dan berbeda-beda pada daerah tertentu. Persebaran secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedang persebaran secara vertikal menunjukkan, semakin tinggi tempat, maka suhu udara semakin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.

3.Kelembapan Udara (humidity)
Dalam udara terdapat air yang terjadi karena penguapan. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dikandungnya. Hal ini berarti, makin lembablah udara tersebut. Jadi, Humidity adalah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya adalah higrometer.

4. Awan
Awan merupakan massa dari butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan dapat menunjukkan kondisi cuaca.

5.Curah Hujan
Curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah selama waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (Rain Gauge).

6.Angin
Angin adalah udara yang berggerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.

Ciri-ciri Iklim Panas/Tropis
Letak astronomis indonesia terletak di antara 6° LU-11° LS dan 95° BT-141° BT sehingga Indonesia termasuk dalam iklim tropis. Berikut adalah karakteristik iklim tropis.
  1. Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20–23° C. bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
  2. Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1°C – 5°C, sedangkan amplitudo hariannya lebih besar.
  3. Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
  4. Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
  5. Di pengaruhi oleh pergerakan peredaran matahari yang menyebabkan peredaran pola angin sehingga terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
  6. Di beberapa pulau besar seperti sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi, dan papua terdapat gunung-gunung yang tinggi sehingga memengaruhi variasi unsur iklim di setiap wilayahnya.
  7. Indonesia juga memiliki iklim tropis, hal ini di pengaruhi bentuk wilayah indonesia yang berupa kepulauan. Sebagian besar tanah daratan indonesia di kelilingi oleh laut atau samudra. Itulah sebabnya di indonesia terdapat iklim laut. Sifat iklim ini lembab dan banyak mendatangkan hujan.

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Pengertian Geografi adalah ilmu yang mempelajari keadaan bumi. Secara harfiah, istilah geografi berasal dari bahasa Yunani, geo yang berarti bumi dan graphein yang berarti tulisan atau lukisan. Kata melukiskan mempunyai makna yang lebih dalam, mencakup unsur-unsur menggambarkan dan menerangkan fenomena (alam dan manusia) sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan terhadap hubungan antarfenomena tersebut.

Sedangkan, hasil seminar dan lokakarya di IKIP semarang (1988) menyatakan pengertian geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Para ahli Geografi di dunia juga banyak menyumbangkan pemikiran mereka mengenai arti dari geografi. Berikut ini beberapa Pengertian Geografi Menurut para Ahli :
  • Menurut Erastothenes , Geografi iyalah penulisan tentang bumi. Definisi ini sesuai denganperkembangan geografi pada masa itu yang membicarakan keadaan daerah lain (geo = bumi; graphein = penulisan atau uraian).
  • Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi iyalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
  • John Mackinder (1861-1947) seorang pakar geografi memberi definisi geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.
  • Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi iyalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
  • Strabo , Menyebutkan bahwa geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu mengenai suatu tempat dengan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara keseluruhan. Geografi sejak perkembangannya,dimulai dari menceritakan tentang daerah lain, sudah lebih di khususkan lagi dan sudah adanya konsep region yaitu daerah yang sudah mempunyai cirikhas tersendiri dan adanya hubungan antardaerah (tempat).
  • Bintarto (1977) Geografi Ilmu mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaanbumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, baik secarafisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannyamelalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentinganprogram, proses, dan keberhasilan pembangunan
  • Preston E. James, mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
  • Menurut Ullman (1954), Geografi adalah interaksi antar ruang.
  • Maurice Le Lannou (1959)mengemukakan bahwa Objek study geografi iyalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi
  • Paul Claval (1976) berpendapat bahwa Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan
  • Karl Ritter ,  Geografi iyalah ilmu tentang daerah yang berbeda-beda di permukaan bumi (Different areal) dalam keragamannya.
  • John Hanrath , Geografi iyalah pengetahuan yang menyelidiki persebaran gejala-gejala fisik biologis serta antropologis pada ruang di permukaan bumi , sebab akibat dan gejala menurut ukuran nilai, motif yang hasilnya dapat dibandingkan.
  • Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980), Geografi iyalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap. Dari pengertian di atas Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik yang ada di bumi yang selalu berubah dari masa ke masa.
  • Hartshorne (1950) , Geografi iyalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsiyang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Dalampandangan Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.
  • Yeates (1963), Geografi iyalah ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi. Dalam pandangan Yeates, geografi adalah ilmu yang berperanan dalam perkembangan suatu lokasi yang dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di permukaan bumi dengan tidak mengenyampingkan alasan-alasan yang rasional.
  • Alexander (1958), Geografi iyalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia. Dalam pandangan Alexander inilah mulai dibahas tentang hubungan timbal balik antara aktivitas manusia serta pengaruhnya terhadap lingkungan alam.
  • Von Rithoffen (1905), Geografi iyalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat tersebut.
  • Paul Vidal de La Blace (1915), Geografi iyalah ilmu tentang kualitas negara-negara, dimana penentuan suatu kehidupan tergantung pada bagaimana cara manusia mengelola alam ini.
  • Bisri Mustofa (2007), Geografi iyalah ilmu yang menguraikan tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna serta basil-basil yang diperoleh dari bumi.
  • Herioso Setiyono (1996) , Geografi iyalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dan merujuk pada pola persebaran horisontal dipermukaan bumi.
  • Depdikbud (1989)  , Geografi iyalah suatu ilmu yang mempelajari tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.
  • Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) –  ,Geografi iyalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
  • Prof. Bintarto (1981) -, Geografi iyalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
  • Richard Hartshorne ,Geografi iyalah suatu disiplin ilmu yang menggambarkan dan menginterpretasikan karakteristik variabel – variabel dari suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi sebagai tempat hidup manusia.
  • James Fairgrive (1966) ,Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
  • Frank Debenham (1950) , Geografi iyalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.
  • UNESCO mendefinisikan Geografi sebagai: 1. one agent synthesis; 2. a nexus study outside; 3. science in the use of land.
  • Menurut Semlok (Seminar dan Lokakarya) Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang pada tahun 1988, menyimpulkan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
Beberapa pengertian geografi diatas, walaupun berbeda-beda dalam mengartikannya, tetapi mempunyai persamaan, yaitu:
1. Membicarakan permukaan bumi (region, space)
2. Manusia sebagai penghuni, serta hubungan timbal balik diantara keduanya termasuk deskripsi dan analisisnya.
Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari permukaan bumi dan penduduknya (organisme), serta interaksi diantara keduanya.

Konsep Dan Pendekatan Geografi



Pengertian Geografi

Secara istilah, geografi terbagi menjadi 2 kata, yaitu geo yang berarti bumi, dan graphein yang berarti tulisan atau menjelaskan. Oleh karena itu, jika kita gabungkan, maka geografi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang bumi lengkap dengan seluruh aspek yang dimilikinya, baik itu dari segi fisik, permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta basil-basil yang diperoleh dari bumi.

Konsep Geografi

Konsep yang dimaksud disini adalah suatu fenomena, gejala, objek, proses, dan segala hal yang berkaitan dengan rancangan dalam ilmu geografi. Secara umum, konsep geografi merupakan hal terpenting dalam memahami sesuatu yang berhubungan dengan geografi. Adapun konsep geografi itu ada 10, yaitu :

  • Konsep Lokasi


Konsep lokasi merupakan konsep utama dalam menentukan fenomena geosfer. Konsep lokasi mengajarkan suatu tempat atau letak daerah yang saling terkait di muka bumi. Konsep lokasi terbagi menjadi 2, yaitu :


  1. Relatif : Lokasi relatif merupakan lokasi yang bergantung dari tempat di sekitarnya, dan bisa berubah-ubah. Lokasi relatif sangat penting karena sangat banyak kajiannya dalam geografi atau yang biasa disebut dengan letak geografis. Contoh: Indonesia berada di antara benua Australia, dan Asia.
  2. Absolut : Merupakan lokasi yang bersifat statis, dan terpaku pada letak lintang dan bujur yang berpedoman pada garis astronomi bumi. Contoh : Indonesia terletak pada  6 LU-11 LS, dan di antara 95 BT-141 BT.

  • Konsep Jarak

Adalah konsep yang menghubungkan antara dua lokasi yang dapat dihitung dengan menggunakan jarak geometrik yang dinyatakan dalam satuan panjang (kilometer), dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh). Konsep jarak terbagi menjadi 2, antara lain:


  1. Jarak Mutlak : Jarak mutlak ialah jarak yang menggunakan satuan meter ataupun kilometer sebagai dasarnya. Jarak mutlak adalah satuan baku yang tidak bisa berubah. Contoh : jarak dari Banda Aceh – Medan adalah 983 km.
  2. Jarak Relatif : Jarak relatif dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu yang ditempuh antara satu obejek dengan objek yang lain, dan bersifat berubah. Contoh : jarak dari Banda Aceh – Medan adalah 14 jam (14 jam disini bias berubah tergantung kondisi jalan, kecepatan kendaraan, dan lain-lain).


  • Konsep Geomorfologi


Adalah sebuah konsep yang menjelaskan tentang bentuk permukaan bumi, tergantung dari proses alam dan kejadian-kejadian di bumi. Contoh : perjalanan Pulau Samosir di Sumatera Utara memakan waktu yang sangat lama, karena harus melewati jalanan yang terjal, mendaki, dan harus menyeberangi danau Toba.

  • Konsep Pola

Merupakan tatanan geometris yang beraturan, yang berkaitan dengan persebaran fenomena di muka bumi. Contoh : pemukiman yang dibangun di pedesaan, masih bersifat jarang antara rumah satu dengan yang lain.

  • Konsep Nilai Kegunaan

Nilai kegunaan berkaitan dengan fungsi yang diberikan oleh lingkungan terhadap makhlup hidup, yang fungsinya dapat berbeda-beda antara makhlup hidup satu dengan yang lain. Contoh: kawasan pegunungan sangat cocok dijadikan sebagai tenpat rekreasi karena alamnya yang sejuk dan asri.

  • Konsep Keterkaitan Ruangan


Konsep keterkaitan ruangan merupakan keterkaitan antara satu fenomena dengan fenomena lain yang menimbulkan interaksi sebab-akibat. Contoh: udara buruk yang terjadi di laut mengakibatkan suplai ikan segar ke pasar menjadi berkurang, sehingga ikan segar akan sulit diperoleh di pasaran.

  • Konsep Aglomerasi

Yang dimaksud disini adalah kecenderungan pengelompokan suatu persebaran fenomena berdasarkan aktivitas manusia. Contoh : pengelompokan kawasan industri, pertanian, perkebunan, dan lain-lain.

  • Konsep Interaksi Interdependensi

Interaksi merupakan terjadinya suatu hubungan yang saling mempengaruhi antara satu fenomena dengan fenomena yang lain. Contoh: perbedaan kondisi di pedesaan yang cocok digunakan sebagai tempat bercocok tanam, sehingga hasilnya dapat dijual ke perkotaan.

  • Konsep Diferensiasi Area


Diferensiasi area berbicara mengenai perbedaan fenomena yang terjadi antara satu tempat dengan tempat yang lainnya. Contoh: perkotaan identik dengan geudng-gedung yang tinggi, berbeda dengan pedesaan yang identik dengan areal persawahan.

  • Konsep Keterjangkauan


Konsep keterjangkauan adalah konsep yang berbicara mengenai sulit atau mudahnya suatu lokasi untuk djangkau yang dipengaruhi oleh lokasi, jarak, dan kondisi tempat. Contoh : Pulau Samosir dapat ditempuh dengan menggunakan kapal dari Parapat.